Asiknya tukeran istri - 5

Fenardi membuka matanya dan melihat jam di sebelah kasurnya. kontol nya masih terasa sakit setelah mencoba semua istri para rekan kerjanya. Ia memandang Sinta yang juga baru bangun dan terlihat sedikit kebingungan karena tidur sekamar dengannya.



“Emm… Fen?” tanya Sinta ragu.

“Ada apa, Sin?” sahut Fenardi sabar.

“Kok aku bisa ada disini…” Sinta menengok ke kiri dan ke kanan, memastikan dimana dia sedang berada sekarang.

Fenardi segera memeluknya dan menghadiahinya ciuman ringan bertubi-tubi di bibir, ”Kemarin malam kamu ngelindur masuk kemari,” sahut Fenardi berbohong.

“T-tapi… kok, kita t-telanjang?” Sinta masih ragu, tapi terlihat mulai tergoda oleh sentuhan Fenardi.

”Kamu juga nggak sadar ngajak aku main.” jelas Fenardi lagi, tangannya kini sudah bermain-main di atas gundukan dada Sinta yang bulat dan putih mulus.

”Lha terus istrimu?” Sinta tampak semakin bingung.

“Nggak tahu, dari tadi malam dia tidak masuk kemari.”

Sinta tidak bertanya lagi karena Fenardi sudah keburu menyambar bibir tipisnya dan melumatnya dengan hangat dan penuh nafsu, sementara tangannya masih terus menjelajahi bulatan buah dadanya yang membusung indah. Fenardi meremas-remasnya dengan lembut hingga perlahan tapi pasti desahan nafas Sinta mulai terdengar semakin keras. Rupanya obat perangsang yang diberikan oleh Rosita masih berpengaruh hingga hari ini, terbukti dari nafsu birahi Sinta yang sepertinya sudah tidak tertahankan lagi.

Dia langsung menciumi Fenardi dengan bertubi-tubi, tangannya langsung menggenggam dan mengocok-ngocok kontol Fenardi yang kini juga sudah menegang dahsyat. Tidak lama kemudian, Sinta sudah mulai berjongkok untuk memulai babak pemanasan dengan mengecup dan menghisap kontol Fenardi dengan bibirnya yang mungil itu.

“Eghss… ough!!” Fenardi merintih keenakan dibuatnya. Diperhatikannya tubuh telanjang Sinta yang montok dan putih mulus itu, terlihat bibir memek nya sudah menggembung dan sangat basah sekali, siap untuk dimasuki oleh kontol nya.

Tak ingin membuang-buang waktu, Fenardi segera membaringkan tubuh Sinta di atas ranjang dan mulai menindihnya. Ia hujani perempuan cantik itu dengan kecupan dan jilatan di leher dan di bibir. Sementara itu tangan Fenardi terus bekerja di buah dada dan memek nya. Tidak lama kemudian, Sinta sudah menggelinjang dan berteriak setengah berbisik, "Mas, ough… cepat setubuhi aku! Sekarang! Aku sudah nggak tahan!"

Fenardi menyuruh Sinta agar membuka lebar kedua kakinya hingga lubang memek nya yang sudah dipenuhi oleh lendir kenikmatan terlihat jelas. Tanpa basa-basi, dia segera memasukkan kontol nya dan mulai menggoyang hingga kemaluan mereka saling bertemu dan bergesekan. Fenardi merasakan lubang memek Sinta semakin basah dan lembab karenanya.

Sambil terus menggerakkan pinggulnya naik turun, seperti orang sedang berkuda, tangan Fenardi mulai bekerja di payudara Sinta yang terlihat semakin tegak menegang. Ia memijit dan meremas-remas lembut disana dengan gerakan naik turun pinggulnya semakin cepat, sehingga kontol nya dan memek Sinta bergesekan semakin keras. Karena memek itu sudah begitu basah dan lengket, gesekan itu jadi terasa begitu nikmat.

Kenikmatan ini ternyata membuat Sinta tak tahan hingga menjerit-jerit kecil tak lama kemudian, "Ough... ough... ahh… ahh…"

Fenardi tahu kalau wanita itu sebentar lagi orgasme, langsung saja bibirnya bekerja di payudara Sinta yang membusung indah, sambil meremas-remas pelan, Fenardi mulai mengecup dan menjilati putingnya yang mengacung mungil kemerahan. Perbuatannya ini ternyata membuat Sinta semakin menggelinjang dan tersengal-sengal, "Ahh... aughh... terus, Mas... ohh…" rintihnya.

Tidak lama kemudian, dia mengejang dan menjerit keras, "Mas, arghh… aku nggak tahan lagi... ohh... uhff!!" dari dalam memek nya memancar cairan hangat yang banyak sekali.

Fenardi menerimanya sambil terus mengecup dan menjilati kedua puting Sinta yang kini tampak semakin memerah. Saat deru orgasme itu mereda, dengan ditandai Sinta yang mulai melemas kelelahan, Fenardi segera berbisik di telinga perempuan cantik itu, "Sin, aku pingin nyetubuhin kamu dari belakang, coba kamu nungging sebentar,"

Tanpa banyak bicara, Sinta melakukan perintah itu. Dia membungkuk dengan kedua tangan berpegangan di sandaran tempat tidur, sementara pinggulnya terangkat tinggi tepat di depan kontol besar Fenardi. Menjilati memek nya sebentar dari dari belakang, Fenardi kemudian mulai menusukkan kontol nya dan langsung menggoyangnya maju mundur begitu cepat. Dirasakannya memek Sinta masih cukup lembab untuk dipakai main satu ronde lagi. Fenardi memegang pinggang Sinta yang ramping untuk semakin cepat menggerakkan kontol nya, badan Sinta sampai terguncang-guncang keras karenanya. Tapi bukannya menolak, wanita itu malah mulai mendesah dan merintih-rintih keenakan.

"Ough... ohh... ughh... lagi, Mas, lagi!!" pintanya manja.

Sambil terus menggoyang dengan cepat dan bertenaga, Fenardi meraih payudara Sinta untuk diremas-remas. Ia pilin putingnya yang kini terasa mengganjal kaku dengan penuh nafsu. Akibatnya, Sinta jadi menjerit-jerit lagi,
"Ughh... ughh... oughh..."

Teriakan itu ternyata makin membangkitkan gairah Fenardi sehingga goyangannya menjadi semakin keras dan brutal. Sinta jadi semakin menjerit-jerit nikmat karenanya, pantatnya ikut bergerak-gerak seirama dengan gerakan pinggul Fenardi yang liar, desah nafasnya juga mulai tidak teratur, sementara badannya terus menggelinjang-gelinjang di bawah tekanan tubuh kekar Fenardi. Makin lama desahan Sinta menjadi semakin keras, "Mas... udah, Mas... ohh... aku nggak tahan..." Dia mulai mengejang.

"Tahan dulu, Sin...” bisik Fenardi, ”sebentar saja..." Fenardi juga merasakan kenikmatan yang luar biasa, kenikmatan yang akan membuatnya orgasme sebentar lagi. Bisa ia rasakan cairan maninya mulai mengalir di batang kontol nya, terus mendesak ingin keluar hingga Fenardi terpaksa harus memelankan goyangan pinggulnya kalau tidak ingin orgasme duluan.

Dan siasatnya itu berhasil. Saat ia menekan kontol nya dalam-dalam ke memek Sinta, wanita itu langsung mengejang dan menjerit, "Ouhh..." istri Yossida itu orgasme untuk yang kedua kalinya.

Begitu juga dengan Fenardi, mengejang dan memeluk tubuh Sinta kuat-kuat, air maninya menyemprot bertubi-tubi di dalam memek Sinta yang basah hingga mereka berdua merasakan sensasi orgasme yang luar biasa saat caran mereka saling bertemu dan bercampur menjadi satu.

Beberapa detik kemudian, mereka berdua terkulai lemas, tapi Fenardi masih menciumi bibir dan leher Sinta dengan lembut. Tangannya mengelus-elus kedua payudara Sinta karena Fenardi tahu, setelah orgasme, wanita tidak ingin ditinggal begitu saja.

Sinta berbisik lirih di telinganya, "Mona pasti bahagia banget punya suami kayak kamu Mas, hebat di ranjang."

Fenardi hanya tersenyum kecut mendengarnya. Sesudah itu mereka pergi mandi berdua dan beristirahat, mengumpulkan tenaga karena masih ada beberapa seks session lagi sebelum Mona balik lagi ke kamar.

***

Hassan – Minggu pukul 08:00

Mona, Linda dan Hassan saling menyerang seru di atas tempat tidur. Dengan nafsu menggelora dan nafas yang terdengar turun naik menggiurkan, ketiganya langsung saling melepas pakaian sampai mereka semua telanjang bulat dan memulai babak baru permainan segitiga tersebut. Hassan berbaring telentang menghadap ke atas, yang dengan cepat kontol nya yang sudah setengah menegang disambar oleh Mona dan dimainkan dengan mulutnya. Ia mulai menjilat batang kontol Hassan dengan penuh nafsu. Sementara itu Hassan menarik pinggul Linda dan menempatkan wanita itu mengangkang tepat di atas wajahnya sehingga daerah sekitar kemaluannya bisa terjangkau oleh lidah dan bibirnya yang sudah siap untuk menghisap dan menjilat lembut disana.

Permainan segitiga itu pun dimulai; Mona mengkaraoke kontol Hasan, sedang Hassan memainkan lidah dan menyedoti daerah memek Linda. Suara desahan kini mulai terdengar memecah keheningan suasana sejuk pagi itu. Decakan suara lidah Hassan yang bermain di permukaan memek Linda mengiringi desahan wanita itu yang menahan nikmat dari arah selangkangannya. Sementara itu Hassan sendiri mulai merasakan kenikmatan dari kontol nya yang keluar masuk di mulut seksi Mona. Adegan itu berlangsung beberapa saat sebelum kemudian Mona dengan bernafsu mengambil posisi menunggang di atas pinggulnya dan langsung memasukkan kontol Hassan ke dalam liang memek nya.

Sleeep... blesss... kontol besar dan panjang itupun menerobos masuk dengan mudah karena memek Mona memang sudah sangat basah sekali. "Ahh... enak!!" desah Mona begitu kontol Hassan terasa membelah dinding memek nya yang seperti terlalu sempit untuk menampungnya.

Lain halnya dengan Linda yang sejak pertama terus mendesah keras menahan kenikmatan yang diberikan Hassan lewat lidahnya dengan menjilati seluruh dinding dan lorong alat kelamin wanita cantik itu. Ukurannya tampak lebih longgar dari milik Mona, belahannya yang lebih lebar membuatnya jadi tampak lebih nikmat dan menggairahkan.

Mengimbangi kenikmatan dari lidah Hassan, Linda kini meraih buah dada Mona yang bergelantungan berayun-ayun indah seiring gerakannya di atas pinggul Hassan. Kedua wanita yang sama-sama cantik itu saling berhadapan dan saling meraih buah dada pasangannya untuk mulai dipijit dan diremas-remas lembut hingga membuat adegan percintaan mereka menjadi semakin panas.

"Ouhh... Pak, nikmat sekali! Ohh... sedot terus memek ku, Pak! Ooh... enak!!" jerit Linda merasakan gerakan lidah Hassan di lubang memek nya.

"Kamu mau rasain yang ini nggak, Lin? Uuh... bakalan ketagihan kamu kalau udah kesentuh kontol ini!" Mona menawarkan posisinya pada Linda yang sejak tadi sudah tampak tergiur oleh ukuran kontol Hassan yang super besar dan panjang itu.

Linda tentu saja mengangguk kegirangan mendengarnya, ia segera beranjak merubah posisi mereka. Matanya berbinar dengan perasaan setengah tak percaya, ia pandangi batang kontol Hassan dengan takjub dan terkagum-kagum. "Uhh... besarnya kontol ini, Mon, pantas kamu nggak mau keluar dari kamar Hassan sejak tadi malam!" serunya menyindir.

Mona tertawa mendengarnya. "Ayolah, segera coba." Ia menuntun pinggul Linda menuju ke arah kontol Hassan yang masih tegang dan keras. Namun sebelumnya, ia menyempatkan diri menjilati memek Linda yang tampak basah dan memerah menggairahkan itu. "Aduh, Lin, bagusnya bentuk memek kamu." seru Mona sambil menjulurkan lidah ke arah kemaluan Linda.

"Ihh... kamu, Mon, aku udah nggak sabar nih pengen ngentot sama Pak Hassan!” katanya sambil menggenggam batang kemaluan Hassan kuat-kuat. Hassan cuma tertawa saja melihat tingkah kedua wanita cantik itu. Linda dengan gesit mulai menuntun kontol nya hingga sampai ke permukaan memek nya yang tampak basah oleh air liur Mona, lalu... sleeepp! Blesss!

"Auw! Pak, memek ku rasanya robek nih! Aduuh..." jerit Linda saat merasakan kontol Hassan menerobos masuk liang memek nya dengan begitu kencang dan cepat. Begitu sempit lubang memek nya hingga Linda merasakan sedikit perih seperti waktu perawannya dipecah di malam pengantinnya dulu. Namun itu tidak lama, karena beberapa saat kemudian, ia mulai merasakan kenikmatan maha dahsyat dari kontol Hassan yang mulai bergerak keluar masuk dengan pelan di liang memek nya.

Linda ikut bergoyang perlahan, rasa perih telah berubah menjadi sangat nikmat. "Uhh... ahh... ohh... enak, Pak! Enak banget! Baru pertama kali aku ngerasain kontol segede ini! Ohh... aku bakalan ketagihan kalau seperti ini! Ohh..." dia mulai mengoceh saat menikmati kontol besar Hassan.

Sementara Mona kini ganti menikmati permainan lidah Hassan pada permukaan memek nya yang berada tepat di atas wajah pria itu. Hassan sesekali menyedot keras klitorisnya yang memerah sebesar biji kacang di celah memek nya hingga Mona berteriak geli. Dia kembali saling meremas buah dada dengan Linda. Keduanya dalam posisi saling berhadap-hadapan. Tangan Hassan pun tak mau ketinggalan, bergilir diraihnya payudara montok kedua wanita yang menidurinya itu. Sementara kontol nya yang tegang terus keluar masuk oleh gerakan naik turun Linda di atas pinggulnya. Goyangan wanita itu tak kalah hebat dengan Mona, Linda sesekali membuat gerakan memutar dengan kontol Hassan sebagai porosnya.

Namun itu hanya bertahan selama lima menit, karena ketika Hassan ikut menekan pinggangnya ke atas, menghantam memek Linda kuat-kuat, wanita itu langsung berteriak panjang dengan memek berdenyut-denyut keras. Cairan kelamin tiba-tiba meluncur deras dari dasar liang rahimnya.

"Ohh... Pak! A-aku keluaarr... ohh enaknya!!" teriak Linda panjang sebelum kemudian terkapar di samping Hassan dan Mona yang masih ingin melanjutkan permainan itu.

Hassan bangkit sejenak dan memberikan ciuman mesra pada Linda, lalu mengatur posisi baru dengan Mona. "Ayo, Mon, kita lanjutin mainnya." serunya pada istri Fenardi itu.

”Kamu istirahat dulu ya, Lin.” Mona menggantikan posisi Linda.

"Iya, aku mau lihat kalian main." Jawab Linda sembari berbaring memandangi Hassan dan Mona yang kini saling tindih meraih kepuasan. Kedua orang itu sengaja menunjukkan gaya-gaya bermain yang paling hot hingga membuat Linda terheran-heran menyaksikannya.

Mona tampak bergoyang begitu gesit di atas tubuh gendut Hassan, sementara si Bos Arab memainkan buah dada Mona yang bulat besar, yang bergelantungan indah di depan matanya. Suara desah nafas yang saling memburu dari keduanya terdengar sangat keras dan terpatah-patah akibat menahan kenikmatan dahsyat dari tautan alat kelamin mereka yang saling menggesek dan beradu keras hingga menimbulkan decakan becek merdu.

"Oh, bos suaminya ini begitu perkasanya..." benak Linda berkata kagum, ia begitu heran melihat keperkasaan Hassan dalam bermain seks. Begitu tegarnya laki-laki itu menggoyang tubuh montok Mona yang bahenol. Hassan seperti tak tergoyahkan oleh lincahnya pinggul Mona yang bergoyang di atas tubuhnya dengan penuh nafsu. Bahkan liang memek Mona yang sudah punya dua orang anak remaja itu seperti tak cukup besar untuk menampung batang kontol Hassan yang keluar masuk bak lobak Jepang. Bahkan kini hanya beberapa menit saja mereka bermain, Mona sudah tampak tak dapat lagi menguasai jalannya permainan itu. Wanita itu kini mendongak sambil menarik rambutnya untuk menahan rasa nikmat yang begitu dahsyat dari liang memek nya.

"Auhh... ohh... mati aku, Pak... enak... ohh... ooh...", teriak Mona sembari menggelengkan kepalanya ke kiri dan ke kanan dengan liar, berusaha menahan rasa klimaks yang sudah diambang puncak.

Menyaksikan hal itu, Linda lalu bangkit dan mendekati kedua orang yang sedang bermain cinta itu. Hassan menyambutnya dengan mengulurkan tangan ke arah memek nya, dan langsung meraba permukaannya yang masih basah oleh cairan kelamin, lalu dua jarinya masuk ke liang itu dan mulai mengocok-ngocoknya dengan lembut hingga membuat Linda merasa sangat nikmat. Wanita itu membalas dengan kecupan ke arah mulut Hassan hingga mereka saling mengadu bibir dan menyedot lidah. Permainan itu menjadi seru kembali oleh teriakan nyaring Mona yang kini terlihat sedang berada di puncak kenikmatannya. Goyangan tubuhnya menjadi semakin liar dan tak terkendali sampai kemudian ia berteriak panjang bersamaan dengan menyemburnya cairan hangat dan kental dari rongga memek nya.

"Ouuh... aku keluar! Aah... enaak... ooh..." jerit Mona dengan tubuh terkejang-kejang sebelum kemudian lemas tak berdaya.

"Ouh, hebatnya laki-laki ini!" benak Linda berkata kagum pada Hassan yang telah berhasil membuat Mona terkapar keenakan.

"Sialan, aku kok cepat keluar kayak gini yah?" seru Mona sambil melepas gigitan bibir memek nya pada kontol Hassan yang masih keras dan perkasa.

"Kamu memang bener-bener jago, Pak... beri aku kesempatan lagi buat menikmati kontol mu... ohh!" ajak Linda pada Hassan setelah Mona selesai dan tidur menyamping. Ia kemudian berbaring pasrah, membiarkan laki-laki keturunan Arab menindihnya dari atas.

Hassan sejenak memegangi kemaluannya yang masih tegang, sebelum kemudian dengan perlahan mencoba dimasukkan lagi ke dalam liang memek Linda yang sempit. Linda mengangkat sebelah kakinya agak ke atas sehingga belahan memek nya jadi nampak jelas, siap dimasuki oleh kontol Hassan yang berukuran raksasa.

"Ohh... pelan-pelan aja, Pak... uhh... enaknya!!" pinta Linda sambil meresapi setiap milimeter pergesekan dinding memek nya dengan batang kontol Hassan.

Di atas, Hassan mulai bergoyang dengan perlahan seperti yang diinginkan olehnya. Linda meremas sendiri buah dadanya yang ranum, sementara Hassan meraih kedua kakinya dan membentangkannya ke arah kiri dan kanan sehingga membuka selangkangan wanita itu lebih lebar lagi. Tak ayal gaya itu membuat Linda berteriak kencang menahan nikmatnya kontol Hassan yang terasa menusuk lebih dalam hingga membentur dasar liang memek nya.

"Ahh... ohh... nikmat sekali, Pak! Oouh... enak! Genjot yang keras, Pak! Ooh...
ampun enaknya!! Ooohh..." desah Linda setengah berteriak. Pantatnya ikut bergoyang mengimbangi kenikmatan dari hempasan tubuh Hassan yang kian menghantam keras ke arah tubuhnya. kontol besar itu benar-benar memberinya sejuta rasa yang tak pernah ia rasakan sebelumnya bersama Robert, sang suami.

Linda berusaha membalas dengan ikut menghempaskan tubuh dan pantatnya kuat-kuat, namun gerakan itu justru semakin membuatnya tak dapat bertahan lebih lama. Kenikmatan maha dahsyat kembali menyelimuti dirinya, ia menggapai puncak permainan untuk yang kedua kalinya. Dengan sepenuh tenaga, Linda berteriak kencang sambil menghempaskan tubuhnya yang bahenol sekeras-kerasnya. "Aow... ohh... aku keluar lagi, Pak! Oohh... enaknya..." rintihnya berulang kali.

Hassan merasakan denyutan keras pada memek perempuan cantik itu saat Linda menyemburkan cairan hangat hingga memenuhi rongga memek nya, membuatnya jadi sangat licin dan basah, tapi terasa begitu nikmat hingga Hassan semakin terangsang untuk terus menggoyangkan pinggulnya kuat-kuat.

"Auw... geli... ampun, Pak! Aku nyerah deh, lepasin aku dong... geli!!" teriak Linda memohon pada Hassan. Dengan sedikit perasaan kecewa, Hassan terpaksa menghentikan gerakannya, dia melepaskan pelukannya pada pinggul Linda yang langsung saja terjatuh lemas.

"Ohh... aku nggak kuat lagi, Pak... Bapak hebat, sudah dua kali bikin aku keluar. Benar-benar jantan, ohh... nikmatnya!!" lanjut Linda sambil membelai kemaluan Hassan yang masih saja tegak tak tergoyahkan. Dikecupnya kepala kontol itu dengan lembut sebeleum meraih batangnya dan tanpa diminta, lamgsung mengkaraoke laki-laki itu. Hassan tersenyum melihatnya, ia belai-belai rambut panjang Linda begitu mesra.

Sementara Mona juga tampak terpaku menyaksikan kehebatan Hassan, tak pernah sebelumnya ia bayangkan seorang lelaki tua seperti Hassan bisa membuat dua orang wanita paruh baya seperti dirinya dan Linda menyerah pada keperkasaan dan kejantanannya. Bahkan ia telah membuat Linda meringis dan memelas memohon ampun, meminta untuk berhenti. Betapa dahsyatnya keperkasaan laki-laki itu. Dilihatnya jam dinding, sudah jam sembilan pagi. Hassan sanggup bertahan selama itu, ohh betapa hebatnya! batin Mona dalam hati.

Satu jam lebih laki-laki itu mampu bertahan dari serangan ganas kedua wanita cantik yang mengelilinginya. Kini dengan sisa tenaganya, Linda dan Mona kembali mencoba memuaskan Hassan. Bergilir mereka melakukan karaoke sambil menunggu saat dimana memek mereka siap untuk dimasuki kembali. Secara bergilir, Linda dan Mona juga memberi kesempatan pada Hassan untuk menjilati daerah kemaluan mereka. Setelah beberapa saat, barulah mereka siap untuk memulai lagi babak baru permainan segi tiga itu.

Masih bergilir, kedua perempuan itu saling menukar posisi untuk mengimbangi kekuatan Hassan. Bergantian mereka meraih kenikmatan dari kontol besar sang Boss perkasa itu, beragam gaya mereka pakai agar tidak cepat keluar. Namun keperkasaan Hassan memang benar-benar dahsyat sehingga salah satu dari mereka, yaitu Mona, kembali terkapar meraih puncak kenikmatan untuk yang kedua kalinya.

"Ohh... Lin, sebentar lagi aku keluar!!" kata Hassan tiba-tiba saat memulai permainannya dengan Linda setelah menyudahi perlawanan Mona.

"Ohh... Bapak kuat sekali! Kalau nggak keluar sekarang, mungkin aku dan Mona nggak sanggup lagi." rajuk Linda manja.

"Iya, nggak akan aku tahan lagi... ayo, ini dia!" ajak Hassan sembari memeluk tubuh bugil Linda dan langsung menusukkan kemaluannya dalam liang memek wanita cantik itu.

Mereka kembali bermain, tapi kini dengan gerakan pelan dan mesra seperti dua orang yang saling jatuh cinta. Diiringi kecupan dan remasan pada payudara Linda yang ranum, Hassan terus berusaha meraih kepuasannya secara maksimal. Hingga beberapa menit kemudian, ia tampak mulai mempercepat gerakannya secara bersamaan dengan Linda yang juga mengalami hal yang sama.

"Lin, aku mau keluar! Ooh... goyang yang keras! Oohh..." terdengar Hassan menjerit pelan meresapi kenikmatan dari tubuh bugil Linda.

"Aku juga, Pak... oh, enak... nikmatnya!!" jerit Linda tak mau kalah.

Mona yang sejak tadi hanya melihat, kini mulai bangkit dan bergeser mendekati Hassan. "Cabut, Pak! Sini, semprot ke mukaku, aku pingin minum sperma Bapak!" teriaknya.

"Baik, Mon... ohh... ini, minum semuanya... ohh!!" sahut Hassan sambil berdiri
di hadapan Mona yang mendongak tepat di bawah kontol nya. Lebih dari empat kali ia menyemprotkan cairan pejuhnya ke mulut Mona yang menganga dan langsung ditelan oleh wanita cantik itu. Tak ketinggalan, Hassan juga menumpahkan sisanya ke muka Linda yang masih tergolek lemas di sampingnya. Wanita itupun menyambut dengan membuka lebar mulutnya, ia bahkan meraih batang kontol Hassan dan mengocoknya dalam mulut sehingga seluruh sisa cairan sperma laki-laki itu habis ia telan.

Akhirnya tergapai juga puncak kenikmatan Hassan yang sudah ditunggu begitu lama. Dengan diiringi desisan panjang dari mulut Linda, mereka bertiga terkapar lemas dan tak sanggup lagi melanjutkan permainan itu. Ketiganya kini saling bercanda ria setelah berhasil meraih kepuasan masing-masing. Saat itulah Mona bertanya kepada Linda, ”Kamu darimana aja, bukankah sudah dari tadi aku sms aku suruh kemari?”

Linda tersenyum, ”Ehm, aku harus bantu masak dulu di dapur.”

”Siapa aja yang masak?” tanya Mona.

”Asih sama Rosita.” jelas Linda.

Hassan menengahi keduanya. “Aku tidak yakin kalau mereka berdua benar-benar memasak.” katanya.

Mona dan Linda mengangguk membenarkan, situasi saat ini memang tidak memungkinkan bagi seseorang untuk berbuat normal.

***

Rosita – Minggu pukul 09:10

Di dapur, sambil terus memasak, sesekali bibir Asih mendarat di bibir Rosita yang ranum, begitu pula sebaliknya. Rosita membanggakan masakan Koreanya, sisa daging di kulkas dia buat Bulgogi, fillet kakap sisa kemarin dirubah jadi Modum Unthang, untuk penyegarnya dia buat Kimchee. Rosita memang pintar memasak.

Asih memperhatikan sambil memeluk pinggang Rosita mesra dari belakang, sesekali tangannya juga mendarat di payudara ranum perempuan cantik itu dan meremas-remasnya lembut disana, membuat Rosita sedikit merintih dan menggelinjang dibuatnya. Saat semua masakan sudah tersaji di meja, siap untuk disantap, Asih segera memepetkan Rosita ke tembok dapur dan langsung melumat bibirnya dengan penuh nafsu. Rosita menyambutnya dengan tak kalah bergairah. Mereka saling melumat dan bertukar lidah dan air liur. Tangan-tangan mereka juga saling meremas, mulai dari bokong, paha hingga payudara, terkadang juga mencubit kecil atau mencakar bagian-bagian erotis di tubuh mereka berdua.

Saat sedang asyiknya berpagutan, terdengar suara langkah kaki lembut mendekat. Mereka segera berpaling, ternyata Mela yang datang. "Eh, maaf, aku mengganggu ya?" istri Santoso itu nampak kaget.

"Ee... nggak kok, silahkan, Mbak." Rosita cepat menyahut, merasa tertangkap basah.

Tetapi Asih justru tidak, dia malah bertanya pada Mela dengan santai. "Mau joint?" tawarnya.

Rosita kaget mendengarnya, tapi lebih kaget saat mendengar jawaban Mela yang disertai senyuman manisnya. "OK, kenapa tidak. Kalian berdua sangat cantik dan menarik hatiku. Sejak kemarin aku sudah berniat untuk mengajak private party seperti ini.” kata Mela sambil berjalan mendekat hingga Asih bisa meraih pinggulnya dan langsung mendaratkan bibirnya di bibir perempuan cantik dari Singapore itu.

Pagutan itu disambut Mela dengan panas. Dia memutar-mutar kepalanya untuk mendapatkan lumatan yang lebih dalam dari Asih. Dan Asih tidak cuma menggunakan mulutnya, ia juga mulai merogoh buah dada Mela yang bulat besar dan langsung meremasinya dengan penuh nafsu. Lenguhan dan desahan Mela sontak terdengar, ia berupaya membalas dengan menggapai pantat bulat Asih dan meremasinya tak kalah keras.

Rosita yang melihat semua itu jadi ikut terhanyut. Ia jadi tidak menolak saat Asih mendorong tubuh Amel untuk ganti memeluknya. Dengan nakal, tangan Amel langsung merogoh BH dan meremasi buah dada Rosita, membuatnya menggelinjang dalam nikmatnya birahi cinta segitiga itu. Terus terang, bermain bertiga macam ini bukan hal yang pertama bagi Rosita, tetapi melakukannya secara terang-terangan seperti ini merupakan sensasi tersendiri baginya.

Asih yang sudah tak mampu menahan diri lagi, mulai melepas celana pendek yang dikenakan oleh Amel. Diperosotkannya benda itu hingga ke ujung betis, menampakkan celana dalam Amel yang putih bersih membungkus bokong sensualnya yang bulat besar. Asih langsung menciumi bokong seksi itu. Hidungnya didesak-desakkan ke tepian celana dalam Amel seakan ingin meraup seluruh aroma bokong perempuan cantik itu. Diperlakukan seperti itu, Amel kontan mendesis dan memagut bibir Rosita dengan sangat binalnya. Dia melampiaskan kenikmatan ciuman Asih di bokongnya dengan cara melumat dalam-dalam mulut Rosita.

Rosita yang menerima kenikmatan itu, membalas dengan meraih memek Amel dan mengusapnya lembut, sambil salah satu tangannya tetap meremas dan memijiti buah dada perempuan cantik itu. Di ruang tengah, tampak Santoso, Sunaryo dan Mario tengah sibuk berbincang-bincang tanpa tahu apa yang tengah dilakukan oleh istri-istri mereka.

Makin malam, permainan menjadi semakin panas. Asih sudah melepas celana dalam Amel dan sekarang menenggelamkan wajahnya ke celah bokong istri Santoso itu. Amel yang tak tahan diperlakukan seperti itu, meraih kepala Asih dan mendesakkannya ke celah pantatnya agar wajah Asih semakin dalam tenggelam. Bokong dan pinggul Amel bergoyang maju mundur dan sedikit naik turun menahan geli akibat jilatan dan kecupan Asih di celah bokongnya.

Rosita menyusul dilanda ketidak-sabaran pula. Merasakan lebatnya jembut Amel pada telapak tangannya, ia jadi sangat tergoda untuk bergerak jongkok dan mulai menciumi memek wanita cantik itu. Rosita langsung membenamkan wajahnya ke selangkangan Amel, bibirnya dengan buas menjemput memek Amel yang tersembunyi di balik jembutnya yang tebal. Rosita bergidik saat hidungnya menyergap bau memek Amel yang sangat wangi, tanda kalau benda itu begitu bersih dan terawat. Dengan cepat lidah Rosita berusaha mencari kelentit Amel untuk ia hisap dan jilat-jilat penuh nafsu. Diserang dari dua arah seperti itu membuat Amel mendesah dengan hebatnya sambil pinggul dan pantatnya terus menggelinjang-gelinjang menahan terpaan nikmat birahi sensualnya.

Rosita merasakan cairan birahi Amel yang asin mulai meleleh keluar dari lubang memek nya. Dengan tangannya, Rosita mulai melakukan eksplorasi pada lubang kemaluan itu. Ia tusukkan dua jarinya ke memek Amel yang semakin basah memerah. Amel langsung melenguh disertai jambakan kuat pada rambut Rosita yang ikal panjang. Semakin tergoda, Rosita menyodokkan jari-jarinya semakin keras ke lubang itu sambil lidah dan mulutnya terus beraksi dengan mengulum dan menciumi kelentit Amel kuat-kuat. Sementara Asih juga sudah demikian asyik menjilati dan mengecupi lubang anus Amel dari arah belakang.

Serangan gencar itu membuat Amel menjerit dan merintih-rintih semakin keras. "Sudah, sudah, aku nggak tahan lagi... sudah, sudah..." terdengar permohonannya penuh harap.

Asih menghentikan desakan lidahnya di lubang dubur Amel dan segera bangkit berdiri, demikian pula dengan Rosita, ia melepaskan tusukan dan jilatan lidahnya di lubang memek Amel. Tenyata keinginan mereka sama, Rosita dan Asih langsung berpagutan mesra. Rosita bisa mencium aroma bibir Asih yang barusan tenggelam di belahan pantat Amel, sementara Asih berusaha menghisap mulut Rosita yang sebelumnya juga tenggelam dalam lubang memek Amel.

Rasanya mereka bertiga memerlukan tempat yang lebih mungkin untuk menyalurkan hasrat. Berpikir begitu, Asih langsung bangkit dan menarik tangan Rosita diikuti oleh Amel. Mereka pindah ke kamar depan yang masih kosong. Di ruang tengah, para suami bertepuk tangan riuh saat melihat kondisi mereka. Nuraini sebagai satu-satunya wanita yang ada di ruang tengah, sebenarnya ingin ikut, tapi dilarang oleh Mario.

“Kita punya rencana tersendiri untukmu.” kata suami Rosita itu. Nuraini pun menurut. Diperhatikannya Asih, Amel dan Rosita yang menghilang di kamar depan. Sebelum dia sempat bertanya rencana apa yang dimaksud oleh Mario, Yossida dan Robert sudah memepet tubuhnya dan mulai meremasi payudaranya satu per satu.

Mengerti permainan apa yang dimaksud oleh Mario, Nuraini pun tersenyum. “Baik, siapa yang maju duluan?” tanyanya menantang.

Tentu saja Mario yang pertama kali mengajukan diri. Pria bertubuh subur itu langsung menciumi bibir Nuraini bertubi-tubi, dia melumatnya dengan rakus sambil tak lupa meremas-remas bulatan payudara Nuraini yang menggantung indah di depan dadanya. Sebagai wanita keturunan Arab, Nuraini memang mempunyai bongkahan dada berukuran raksasa, itulah kenapa dia dipilih oleh para suami sebagai sasaran gangbang pagi itu.

Yossida ikut-ikutan menjamah tubuh Nuraini, disambung kemudian oleh Robert, dan akhirnya semua laki-laki merubung untuk menyentuhnya. Ah great! The party has just begun. Nuraini asyik berciuman dengan Mario saat Sunaryo dan Santoso bergantian menjilati kedua payudaranya. Tangan kiri Nuraini asyik mengocok kontol Yossida, sedangkan yang kanan dengan lincah memuaskan batang Robert. Baru kali ini Nuraini merasakan gejolak yang luar biasa. Setiap jengkal tubuhnya seperti dimanja oleh sentuhan mereka.

Kelima pria itu kemudian bertukar posisi. Sunaryo dan Santoso yang puas menjilati payudara Nuraini, kini minta untuk dikocok. Sementara ciuman Mario telah turun ke bawah, ia menjilati memek Nuraini dengan penuh nafsu. Yossida dan Robert yang tidak mendapat tempat, cuma bisa duduk memperhatikan sambil tak henti-hentinya meremasi payudara Nuraini yang bulat besar.

Begitulah, mereka terus bertukar posisi hingga tak terasa setengah jam telah berlalu. Mario yang sudah tidak tahan, segera menembus lubang memek Nuraini dengan kontol besarnya. Ia menaruh tubuh Nuraini di atas pangkuannya hingga saat dia menggoyang, teman-temannya masih bisa meraba dan menggerayangi tubuh Nuraini yang montok dan putih mulus itu.

“Ahhh...” Nuraini melenguh menerima kenikmatan yang diberikan oleh Mario, laki-laki itu memang hebat sekali memainkan temponya. kontol nya yang berukuran besar terasa memenuhi memek Nuraini.

Setelah Mario, gantian Yossida yang menghujamkan kontol nya. Meski tidak sebesar punya Mario, tapi kontol nya cukup keras dan panjang hingga Nuraini merasa Yossida bisa mencapai relung memek nya yang terdalam. “Ahh... ahh... terus, Yos... ahh...” Nuraini mendesah merasakan batang Yossida yang memijit-mijit dinding memek nya. Uh, nikmat sekali.

Saat dia sudah hampir kehabisan nafas, Sunaryo tiba-tiba kumat gilanya, dia menghujamkan kontol nya yang berukuran kurang lebih sama dengan punya Yossida ke dalam memek Nuraini padahal disana masih ada kontol Yossida. Kini total ada dua kontol yang memenuhi lubang rahim Nuraini. Kalau saja bukan orang Arab, pasti memek nya sudah robek diperlakukan seperti itu.

“Ahh...” Nuraini melenguh nikmat merasakan serbuan itu, ia sampai menggigit tangan Yossida yang sedang memeluknya dari belakang karena saking enaknya.

“Ahh... ahh... ohh...” istri Hassan itu melenguh semakin kencang saat birahinya semakin memuncak. Tapi langsung terdiam begitu Robert menyumpal mulutnya dengan kontol . Mmm... nikmat sekali. Nuraini segera mengulum dan memainkan kontol itu bergantian dengan punya Santoso yang juga ikut disodorkan. Dia menghisap dan menjilati keduanya makan seperti makan eskrim. Robert dan Santoso yang menerimanya sontak mengerang keenakan. Mendengarnya, Nuraini merasa birahinya jadi semakin memuncak.
Dan... ah, ia pun mencapai orgasmenya yang pertama.

Yossida dan Sunaryo mencabut kontol mereka pelan-pelan, membiarkan air cinta Nuraini meleleh keluar membasahi lantai. Kemudian gantian mereka memasukkan kontol ke mulut istri Hassan itu, meminta untuk dijilat dan dikulum. Di bawah, giliran Robert yang bergumul dengan memek Nuraini. Dengan lincah lidahnya menari-nari, membangkitkan kembali gairah Nuraini yang sedikit terkuras oleh nikmat orgasmenya.

Mereka terus berpesta, bergumul dan berganti-ganti posisi, hingga akhirnya Mario memberikan ide gila. Dia meminta Nuraini untuk berbaring di atas meja, kemudian tubuhnya yang sintal dan montok dibaluri krim yang entah darimana ia dapatkan, kemudian dengan buas, kelima orang itu melumat tubuhnya dengan lidah mereka. Ahh... nikmat sekali rasanya. Nuraini merasa seperti ratu yang dimanja oleh gundik-gundiknya.

Tak hanya menjilat, mereka juga mencumbu seluruh permukaan kulit tubuh Nuraini. Yossida dengan pintar menjelajahi bagian payudaranya. Suami Sinta itu berduet dengan Santoso untuk menjilati puting Nuraini secara bergantian, kiri dan kanan. Sementara Mario, Robert dan Sunaryo sibuk berebutan mengeroyok memek dan pantat Nuraini, membuat wanita cantik keturunan Arab itu jadi ingin meleleh dibuatnya. Sudah tiga kali ia orgasme dengan permainan ini, namun mereka terus asyik melumat dan menjamah tubuhnya tanpa henti. Gila, sungguh-sungguh sangat menggairahkan!

“Sshhh... arghhh!!” untuk yang keempat kalinya Nuraini mencapai orgasme saat Mario menjilati lubang memek nya dengan rakus. Karena tak tahan, ia pun bangkit. Tubuhnya sudah basah oleh air liur mereka. Nuraini melirik ke jam di dinding, sudah pukul 10:57. Sebentar lagi waktunya makan siang.

“Sebentar ya,” dengan tubuh lemah, Nuraini mengirim SMS ke semua wanita yang ada di kamar untuk meminta bantuan, ia tidak bisa mengatasi kelima pria itu sendirian.

Saat Mario ingin protes, Mona sudah datang dan menghampirinya. Tubuhnya yang montok hanya dibalut celana dalam mini tanpa beha, memperlihat gundukan payudaranya yang memerah akibat cupangan rakus Hassan. Mario jadi tidak bisa membantah lagi. Begitu juga dengan pria-pria lain yang ada disana saat melihat Sinta, Rosita, Linda, Asih, dan Mela berhamburan menghampiri mereka. Kelima wanita itu langsung menanggalkan pakaian mereka tanpa basa-basi.

Cerita dewasa istri binal seks party http://cerita-dewasa-terpanas.blogspot.com/

“Oke semua, this is the real party. Enjoy it!” seru Nuraini pada semuanya.

Bagai pasukan yang dikomando, para suami langsung mencari pasangan dan
memilih tempat masing-masing untuk melepas birahi. Tentunya bukan dengan istri masing-masing. Mario menghampiri Nuraini, “Sepertinya kamu tidak punya pasangan,” desahnya seraya mencium bibir Nuraini penuh nafsu. Pria macho itu langsung menggendong tubuh Nuraini dan membawanya ke dalam batroom. Mario mendudukkan Nuraini di atas meja wastafel dan mendekap tubuhnya hingga dadanya menempel ketat di payudara Nuraini yang bulat besar.

Terasa hangat sekali saat Mario mulai menciumi leher dan bahunya habis-habisan. Gairah Nuraini kembali naik. Dengan lembut Mario mendorongnya hingga ia setengah berbaring di atas meja wastafel. Kemudian dengan liar laki-laki itu menjelajahi tubuh Nuraini dengan lidahnya. Dengan pintar Mario mencumbui puting susu Nuraini yang merah menggoda. Dia mencucupnya satu per satu hingga membuat benda mungil itu menjadi bertambah kaku dan keras. Sementara sebelah tangannya mengusap-usap permukaan kemaluan Nuraini yang sudah sangat basah dan lembab. Perbuatannya itu membuat Nuraini sampai harus meremas-remas rambut Mario untuk menahan kenikmatannya.

“Sshh... ohhh...” Nuraini mendesah merasakan tangan Mario yang kini masuk ke dalam lubang memek nya, sementara bibir dan lidah laki-laki itu tak henti-henti mencumbui puting susunya. Mario memang lihai sekali memainkan tempo.

Tak sampai lima belas menit, jari-jari Mario berhasil membuat Nuraini klimaks. Setelah memeluk dan mencium laki-laki itu, gantian sekarang dia yang turun ke bawah untuk menikmati kontol Mario yang besar dan aduhai. Dengan lincah Nuraini mulai menjilati dan mengulumnya. Mario menikmatinya dengan mengusap-usap rambut Nuraini penuh nafsu, cerita-dewasa-terpanas.blogspot.com sesekali ia juga menggesek-gesekkan batang kontol nya ke mulut wanita cantik itu kalau Nuraini menghisap dengan gemas, membuat Nuraini jadi semakin liar saja melumatnya. Sambil mengulum, tangan Nuraini juga memainkan buah zakarnya.

Tak tahan, Mario mengusap-usapkan kontol nya ke sekujur wajah Nuraini. "Ahh... nikmat sekali," laki-laki itu mendesah.

Nuraini yang juga sudah gatal, segera mengatur posisi tubuhnya. Ia menungging dengan berpegangan di meja wastafel. Dari belakang, perlahan-lahan Mario menyelipkan batang kontol jumbonya ke dalam liang memek Nuraini.

"Ahhh..." desah Nuraini saat kontol Mario amblas seluruhnya, tertelan oleh memek nya yang sempit dan ketat.

Pelan-pelan Mario mulai memaju-mundurkan kontol nya sambil kedua tangannya yang kekar meremas-remas payudara Nuraini yang menggantung indah. “Ahh... ahh... enak sekali, Mas... ahh...” Nuraini mendesah merasakan tubuhnya yang seakan ingin meledak akibat menahan rasa nikmat yang sungguh luar biasa ini. Baru kali ini ia merasa seperti ini, hingga tak lama kemudian, ia pun mencapai klimaks.

“Ahhh...” Mario mencabut batang kontol nya, memberi kesempatan bagi Nuraini untuk menyemprotkan cairan memek nya.

Masih dalam posisi berdiri, Nuraini memeluk tubuh kekar Mario. Sambil menciumi dadanya yang bidang, ia berbisik, “Gila, kamu hebat banget, Mas... mhhh...” desah Nuraini seraya melumat bibir tebal Mario.

Mario lalu menggendong tubuhnya sambil mulai melumat payudara dan puting susu Nuraini. Ah, asyik sekali. “Mbak, aku mau sambil berdiri ya...” desah Mario di telinga Nuraini.

Nuraini mengangguk. Tanpa kesulitan, Mario kembali meyelipkan batang kontol nya yang masih keras ke dalam memek Nuraini yang sudah becek membara. Mereka bermain dalam posisi berdiri. Berat badan Nuraini membuat kontol Mario menancap semakin dalam di liang memek nya. Nikmat sekali rasanya.

Entah berapa kali Nuraini dan Mario saling melepas nafsu di kamar mandi. Tubuh Nuraini sampai lemas karena terlalu sering orgasme. Mario yang masih stay cool duduk di atas toilet, sementara Nuraini duduk di pangkuannya
sambil merebahkan tubuh di dada Mario yang bidang.

“Hhh... kamu gila, Mas, hebat banget sih!!” cetus Nuraini sambil mencubit hidung Mario mesra.

Mario tersenyum sambil mengusap rambutnya. “Kita keluar yuk, kayaknya pada berisik banget diluar,” ajak Mario tiba-tiba. Nuraini mengangguk setuju. Memang sejak tadi di luar kamar mandi tersebut berisik sekali. Suara lenguhan, desahan sampai jeritan manja sayup-sayup terdengar saat Nuraini berpacu dengan Mario di kamar mandi.

Betapa terkejutnya Nuraini ketika melihat pemandangan diluar, para suami tersebar di berbagai sudut ruangan, asyik berbagi kenikmatan dengan istri-istri sahabatnya. Mona dan Sinta yang selalu kompak tampak sibuk memuaskan Santoso di salah satu sofa. Sementara Linda juga sibuk menggumuli Yossida. Rosita yang paling cantik jadi rebutan antara Robert dan Sunaryo, tapi segera dimenangkan oleh Sunaryo begitu Robert disandera oleh Mela dan Asih.

Asiknya tukeran istri - 5, pantat istri dientot digilir rame-rame depan suami, istri suka pesta seks binal memek dientot kontol gede di bool vagina
Klik foto untuk memperbesar gambar

Nuraini geleng-geleng kepala melihat semua itu, ia memeluk tubuh Mario yang masih berdiri di sebelahnya. Keduanya pun segera bergabung dengan mereka. Entah berapa jam lamanya keduabelas orang itu larut dalam pesta seks yang gila, mereka berganti-ganti pasangan seenaknya, yang penting tidak dengan istrinya sendiri. Bahkan tak jarang satu pria dikeroyok oleh tiga wanita atau lebih, begitu pula sebaliknya. Dan entah berapa kali pula mereka orgasme. Yang jelas, tubuh mereka sudah sama-sama basah oleh sperma dan keringat, entah itu sperma siapa atau keringat siapa, tidak ada yang tahu.

Asiknya tukeran istri - 1
Asiknya tukeran istri - 2
Asiknya tukeran istri - 3
Asiknya tukeran istri - 4
Asiknya tukeran istri - 5
Asiknya tukeran istri - 5
Asiknya tukeran istri - 5, cerita seks , Asiknya tukeran istri - 5, pantat istri dientot digilir rame-rame depan suami, istri suka pesta seks binal memek dientot kontol gede di bool vagina, kisah porno, kisah sex bokep, sex, Asiknya tukeran istri - 5

10
205

Tags cerita dewasa paling populer di blog ini: cerita seks, Cerita Dewasa, 17 Tahun, sex, Ngentot, Memek, Istri, selingkuh, Kontol, Entot, Mama, gangbang, tante, threesome, ABG, Binal, sexy, toket, payudara.
Aktifkan javascript lalu tekan F5, untuk membuka halaman
meng-klik link cerita secara normal
dan membuka gambar lebih besar.
Cerita dewasa seks terpanas, update setiap hari cerita terbaru Cerita seks dewasa ngentot memek isteri, perek, bispak.
http://cerita-dewasa-terpanas.blogspot.com