Istri jilbal selingkuh ngentot dengan kontol besar

Laila adalah seorang ibu rumah tangga bermuka cantik yang berkulit putih bersih baru berusia 25 tahun. Wanita cantik ini terlihat alim dengan jilbab lebar serta jubah panjang dan kaus kaki sebagai ciri Muslimah yang taat, apabila dia keluar rumah atau bertemu laki-laki lain. di keseharinya wanita berjilbab ini kerja sebagai karyawan counter HP. Dalam counter tersebut cuma dikelola oleh Laila dan 2 orang laki-laki rekan kerjanya.

Pagi hari sekitar jam 8 pagi, suasana counter sangat sepi, nggak seperti hari biasanya banyak yang beli pulsa atau transaksi jual beli HP. Dengan jilbab putih yang lebar warna putih, serta pakaian panjang sampai diatas lutut berwarna biru dipadu dengan celana panjang warna hitam serta kaus kaki berwarna krem bikin Laila kelihatan sangat cantik dan alim. Kebetulan hari itu Laila nggak memakai jubah yang biasa dikenakannya, Laila duduk dibelakang etalase bersama teman laki-lakinya yang bernama Sani karena kebetulan hari itu jatahnya temannya yang bernama nanang libur. Sani udah beristri yang juga berjilbab yang ditempatkan di pusat.
Pagi itu suasana counter memang sangat sepi. Belum ada satupun pelanggan yang beli pulsa atau sekedar ngeliat-lihat HP baru.

Sebentar kemudian Nampak mendung tebal bergayut diatas kota kecamatan yang terletak dilereng lawu tersebut. Jarum jam menunjukkan jam 8.30 pagi, tiba-tiba saja terlihat kilat disertai Guntur kemudian disusul hujan yang lebat. Air hujan bagai tercurah dari langit diatas bumi tawangmangu. Suasana tersebut menambah sepi suasana counter tersebut, karena jam segitu adalah jam kerja dan jam sekolah. Sementara orang yang nggak ada pekerjaan jadi malas keluar karena hujan deras.

Tak sengaja Laila ngeliat kesamping, Ups..hati Laila tergetar ketika menyadari Sani ternyata juga sedang memperhatikanya.Laki-laki tersebut terlihat gugup ketika mata Laila memergokinya. Segera aja dia membuang muka, di mata Laila Sani terlihat cukup baik dan santun, usianya mungkin sekitar 29 tahunan. Laila cuma tersenyum ngeliat kegugupannya.

"Malah hujan mas?’ Laila mengawali pembicaraan.
Sani ngeliat dan tersenyum,lantas mengangguk. Entah mengapa kemudian Laila menjadi sangat akrab dengan teman kerjanya tersebut,padahal Laila bukan seorang wanita yang mudah akrab dengan laki-laki lain.

Dalam perbincangan itu,entah mengapa diam-diam Laila membandingkan Sani dengan suaminya. Laila ngeliat badannya lebih tinggi dibanding dengan suaminya, Sani lebih atletis dan tegap. Dengan dada berdesir, Laila akhirnya sadar jika muka Sani mirip sekali dengan suaminya. Wanita berusia 25 tahun ini bagaikan lupa keadaan dirinya ketika berbincang kian akrab dengan Sani. Ketika berulangkali cowok ini memuji kecantikan mukanya, Laila menjadi salah tingkah. Ibu rumah tangga yang aktif ikut pengajian salah satu ormas besar disolo ini merasa tersanjung dengan pujian laki-laki tersebut.
"Ah mas Sani.."desis Laila dengan muka terasa panas mendengar pujian itu walaupun dalam hati Laila merasa senang.
"Bener kok mbak..mbak begitu cantik, manis apalagi pakai jilbab seperti ini,jadi kian anggun beruntung deh yang jadi suami Mbak.."kata Sani seraya lekat memandang muka wanita berjilbab lebar ini.

"Aihh..mas Sani..udah..udah"seru Laila gemas,dan tanpa sadar jemari wanita berjilbab ini mencubit lengannya yang bikin Sani jadi bergairah.
Namun sesaat Laila kemudian tersadar,kalau dia adalah seorang wanita bersuami, apalagi dia adalah seorang wanita muslimah yang mengenakan jilbab. Muka Laila terasa memanas ketika wanita berjilbab ini ngeliat Sani tersenyum-senyum sesudah dicubit.
"Jari mbak Laila.halus..lentik.."desisnya sambil tersenyum, namun ibu muda satu anak ini tak lagi menanggapinya. Laila mulai merasa dia mendapat pengaruh aneh dari laki-laki di sampingya itu, sehingga dia begitu mudahnya akrab dengannya, atau mungkin kemiripan muka Sani dengan suaminya yang bikin Laila bagaikan hanyut.

Pukul 9.30 pagi menjelang siang, suasana counter HP dan sekitarnya semakin sepi. Hujan begitu deras di luar counter menimbulkan suara deru yang cukup keras. Wanita berjilbab ini ngeliat jalan raya yang menjadi sepi kecuali mobil yang berseliweran. Laila melirik ke sebelah, Laila kembali terhanyut muka rekan kerjanya yang mirip sekali dengan suaminya. Baru sejenak pikiran Laila menerawang, mendadak wanita berjilbab ini dikejutkan oleh elusan yang merayap di pahanya. Laila bagai tersengat arus listrik karena terkejutnya, namun sedetik kemudian Wanita berjilbab lebar ini membeku bagaikan menjadi patung es, ketika menyadari tangan yang merayap dipahanya adalah tangan laki-laki di sampingnya. Badan wanita muda ini menjadi kejang ketika tangan kanan Sani mengelus perlahan pahanya yang masih tertutup baju dan celana panjang warna hitam yang dikenakannya. Entah kenapa, Laila cuma mampu menggigit bibir ketika tangan Sani mulai nakal melepas kancing baju yang dikenakannya pada bagian dada, ,sehingga beberapa kancing baju yang dikenakan ibu muda berjilbab inipun terlepas bagian dadanya.

Badan Laila kian menggigil,ketika tangan Sani mulai menyusup di balik baju yang kenakannya. Perlahan wanita berjilbab ini merasakan tangan laki-laki itu mengelus dan meremas susu nya beberapa kali. Lantas wanita berjilbab lebar ini merasakan tangan laki-laki ini baju bagian bawahnya kemudian bergerak mengelus bagian bawah perutnya. Sesaat kemudian kedua tangan Sani membuka pengait celana panjang yang dikenakan oleh Laila dan membuka restling celananya sekaligus kemudian mulai mengelus elus bagian selangkangannya yang masih terbungkus celana dalam warna putih.

Ingin rasanya Laila menepis tangan laki-laki kurang ajar yang tengah menggerayangi daerah terlarang miliknya itu,namun entah mengapa semuanya terasa beku, badannya cuma mampu menggigil menahan birahi ketika tangan Sani mengelus-elus selangkangannya yang masih terbungkus celana dalam hingga ke duburnya..beberapa kali Laila merasakan memek nya yang masih terbungkus celana dalam itu dielus- elus tangan Sani dan diremas-remasnya lembut.Tanpa sadar Laila justru membuka kedua pahanya kian lebar sehingga tangan Sani kian leluasa menggerayangi memek nya beberapa saat.
Laila mulai mendesah perlahan, ketika tangan Sani terasa menyusup ke balik celana dalam yang dipakai lalu jari tangan Sani meraba gundukan bukit memek wanita berjilbab ini kian ke bawah hingga sampai celah lobang memeknya. Wanita berjilbab lebar ini nyaris histeris menahan nikmat ketika bibir lobang memeknya itu diusap pelan oleh jemari tangan Sani. Rasa birahi ternyata telah membutakan kenyataan bahwa tangan laki-laki yang tengah menyentuh memek nya bukanlah suaminya.

Laila mulai menggelinjang saat jemari tangan Sani mengelus-elus perlahan bibir memek nya beberapa
saat lantas wanita berjilbab ini merasakan bibir memek nya itu dibuka dan jemari tangan Sani pun segera melesak ke dalam lobang memek yang telah mengeluarkan satu orang anak tersebut. Badan Laila gemetaran dan mulutnya mendesah saat kemudian itil dalam memek nya disentuh oleh jemari tangan Sani lantas dipilinnya lembut bikin wanita berjilbab lebar ini nyaris terlonjak dari tempat duduknya.
"Ohh..aahhhh.mmhhh.enghhh..sshhh"‘desah Laila lirih dengan badan menggelinjang, menahan nikmat di daerah selangkangannya.
Laila tak lagi menghiraukan keadaan counter yang pintunya terbuka lebar apabila tiba-tiba ada pelanggan yang masuk. Yang dirasakan wanita berjilbab lebar ini adalah kenikmatan yang menjalar ke
sekujur badannya, oleh jemari tangan Sani di lobang memeknya.
"Ahh..sshh.mas Sania..jangaaan"rintih Laila lirih namun terasa nikmat luar biasa.
Badannya menggelinjang di kursi counter yang kecil tersebut. Untunglah hujan begitu deras, sehingga desahan dan rintihan wanita berjilbab ini tertelan gemuruh oleh hujan di luar.
Sembari menggeliat menahan kenikmatan yang dirasakannnya, mata Laila
melirik ke muka Sani. Namun betapa terkejutnya Laila ketika ngeliat ternyata laki-laki ini sedang tersenyum-senyum memandangnya penuh birahi dengan nafas yang memburu.

"Mas Sani!!"pekik Laila lirih karena kaget.
"jangaan..ohhh..mas Sani..jangaan" Namun Sani tak menghiraukan pekikan wanita berjilbab lebar ini. Wanita ini merasakan jari-jari tangan Sani kian dalam memasuki lobang memeknya. Laila menjadi semakin kian gila,ketika dirasakannya jari-jari tangan Sani menyentuh dinding lobang memeknya itu. Rasa nikmat yang luar biasa terasa di sekujur badan Wanita berjilbab lebar ini yang bikinnya kian tersengal. Laila merasakan bagian terlarangnya kian berdenyut- denyut seiring gerakan pinggulnya yang menggeliat penuh nikmat.

"ohh ..jangaaaan. jangaan..mas."desah Laila lirih.
Wanita berjilbab lebar ini masih menyadari bahwa dia berada di counter yang pintunya terbuka lebar sehingga Laila khawatir jika tiba-tiba ada pelanggan yang masuk meskipun diluar hujan justru bertambah deras. Namun derasnya hujan dan posisi tempat duduk mereka yang tertutup oleh etalase HP. Wanita berjilbab lebar ini cuma pasrah dalam kenikmatan, ketika bagian terlarangnya itu diobok-obok Sani dengan tangannya. Mata wanita berjilbab ini merem melek menahan kenikmatan yang luar biasa pada memek nya itu. cuma desahan lirih penuh nikmat dan gelinjangan badan yang kian liar di atas kursi kecil dalam counter tersebut, Laila hampir mencapai puncak kenikmatannya , ketika mendadak sebuah sepeda motor yang parkir didepan counterTZN. Kemudian Nampak seorang pemuda melepas jas hujan kemudian masuk kedalam counter nya.
"monggo mas." ujar Laila dalam bahasa jawa ketika pemuda tersebut masuk kedalam counter.
Sementara Sani bergeser ke belakang lemari kasir yang tertutup kaca tinggi, membersihkan jari tangannya yang penuh lendir kewanitaan Laila sesudah hampir 30 menit lebih mengobok obok memek wanita berjilbab lebar tersebut.

"Pulsa mbak, XL 5000" Jawab pemuda tersebut sambil memandang aneh muka Laila karena masih membayang diraut muka wanita berjilbab lebar ini seperti habis menahan perasaan sesuatu.
"oh ya ini silahkan ditulis nomornya mas" Balas Laila sambil meraih HP server pengisi pulsa.
Beberapa saat kemudian pemuda tersebut minta diri sesudah membayar pulsa yang dibelinya , sementara hujan diluar masih tercurah dari langit justru semakin deras. Bahkan beberapa saat kemudian jalan raya tersebut tergenang oleh banjir akibat curah hujan yang cukup deras. Laila berniat untuk duduk dikursi semula ketika tiba-tiba kedua tangan Sani melingkar dipinggang wanita berjilbab lebar ini.
"Udah mas. malu nanti jika ada pembeli masuk secara tiba-tiba" Ujar Laila sembari tangannya mencoba melepas tangan Sani yang melingkari pinggangnya.
"Gak usah khawatir mbak, hujannya tambah deras kok. Orang males akan keluar, mending kita menikmati hari ini dengan puas mumpung ada kesempatan mbak" Balas Sani sambil menarik badan Laila agak ke belakang etalase.
"mas . jangaan" desah Laila ketika Sani mengajaknya duduk dilantai bawah yang beralaskan karpet warna hijau.

Laila pun akhirnya menyerah ketika Sani membantunya duduk dengan kedua kaki diselonjorkan dengan posisi mengangkang sedikit ditekuk pada lututnya sementara kepala dan badan Laila bersandar pada etalase yang agak tinggi.. Sani kemudian menarik celana panjang yang dikenakan Laila hingga terlepas, sehingga kelihatan memek yang masih tertutup celana dalam serta paha mulus dan kaki wanita berjilbab lebar ini.
"Aih .. masss..jangann ..!!"jerit Laila spontan ketika celana panjangnya dilepas oleh Sani. Badan Laila menggigil ngeliat rekan kerjanya tersebut mulai mengelus-elus memek nya yang terbungkus celana dalam.
"mas.. bagaimana nanti jika ada yang datang..malu." Desah wanita berjilbab lebar ini ketika menyaksikan tangan Sani melepas celana dalamnya. Beberapa saat kemudian Sani tersenyum lebar menyaksikan memek rekan kerja wanitanya yang berjilbab tersebut terpampang bebas memeknya yang imut dan mungil itu.

Sani kemudian menggeser duduknya bersandar lemari kasir yang besar dan tinggi, kemudian menarik badan Laila yang udah telanjang bagian bawahnya. Diletakkannya badan Laila disela kedua kakinya yang terjulur terbuka, sehingga pantat Laila melekat pada selangkangan Sani. Laila pun pasrah apa yang dilakukan oleh rekan kerjanya tersebut, disandarkan kepalanya di dada Sani sementara tangannya bertumpu pada paha Sani yang mengangkangi pantat nya.
"Mas." desah Laila ketika sesaat kemudian,Badan ibu muda berjilbab yang alim ini mengejang ketika kemudian dia merasakan, tangan kiri Sani itu menyusup ke balik jilbab lebarnya,meremas-remas lembut kedua toket nya yang tertutup BH. Lantas salah satu tangan Sani turun ke arah selangkangannya, meremas-remas memek nya yang telah terbuka.

"Jangaan.. mas Sania.."desah Laila dengan cemas dan khawatir jika ada pembeli yang datang. Namun laki- laki ini tak perduli, kedua tangannya kian bernafsu meremas-remas susu serta selangkangan wanita alim berusia 25 tahun ini. Laila menggeliat-geliat menerima remasan laki-laki yang bukan
suaminya ini dalam posisi duduk membelakangi laki-laki itu.

"Jangaan.. mas Sania..sebentar lagi hujan reda.." desah Laila masih dengan muka cemas.
Sani terpengaruh dengan kata-kata Laila, diliriknya suasana didepan counter. Memang hujan mulai surut nggak sederas satu setengah jam yang lalu. Laila menggigil dengan badan kejang ketika kemudian wanita berjilbab lebar ini merasakan tangan lelaki rekan kerjanya itu semakin dalam mengobok obok lobang memeknya. selama ini memang Sani selalu ngeliat Laila dalam keadaan memakai pakaian panjang tertutup rapat dan jilbab yang lebar, namun Sani dapat membayangkan kesintalan badan wanita ini melalui tonjolan kemontokan susu nya dan kemontokan pantatnya yang terlihat. Sani nggak menyangka kalau bagian badan Laila yang selama ini tersembunyi, pagi ini dapat dinikmatinya. Celana panjang dan celana dalam yang dipakai wanita berjilbab ini kini teronggok di disamping etalase. Di pangkal paha wanita berjilbab ini mencukur jembut nya sehingga memek nya mulus dan lembut kelihatannya. Sani kagum ngeliat memek Laila yang begitu montok dan indah, beda sekali dengan nonok istrinya.

"Jangan.. mass.. udah ah. " pinta Laila dengan suara bergetar menahan nikmat , ketika wanita alim ini merasakan tangan Sani meremas-remas bongkahan pantat nya yang telanjang. Mulut Laila mulai merintih dan badan ibu muda berjilbab ini mengejang ketika wanita ini merasakan tangan kanan rekan kerjanya tersebut mengelus-elus dan menelusuri celah di pangkal pahanya. Dengan bernafsu Sani menguakkan bibir memek Laila yang berwarna merah jambu dan lembab. Badan wanita berjilbab lebar ini mengejang hebat saat tangan kanan lelaki itu menyeruak ke lobang memeknya. Badannya bergetar ketika jari tangan laki-laki tersebut menyentuh itil nya. Semakin lama wanita berjilbab berusia 25 tahun ini tak kuasa menahan erangannya ketika tangan lelaki itu menyentuh dan mengorek-orek itil nya,dan menit-menit selanjutnya Laila semakin mengerang jalang .

"Hmmm., bagaimana Mbak Laila.. enak kan.." kata Sani itu sambil terus menusuk-nusukkan jarinya kedalam nonok wanita berjilbab lebar rekan kerjanya tersebut.

"Mmmfff.enak kan Mbak ..nnghhh." kata Sani di belakangnya sambil menggerakkan jari tangannya keluar masuk lobang memek wanita berjilbab lebar ini dengan napas terengah-engah. Tangan kiri lelaki itu membekap pangkal paha Laila, lalu jari tengahnya mulai menekan itil ibu muda berjilbab itu lantas dipilinnya dengan lembut, bikin wanita berjilbab lebar yang alim ini menggigit bibirnya.
Laila tak kuasa menahan sensasi yang menekan dari dasar kesadarannya.Wanita berjilbab lebar ini mulai mendesah, apalagi tangan kanan lelaki itu kini kembali menyusup ke balik baju panjangnya, lalu ke balik cup BH-nya dan memilin-milin puting susunya yang peka.

"Ayo Mbak Laila..ahhhh. .nikmati.oohhhh..nikmat sekali kan..?" Sani terus menggerakkan jari tangannya yang terjepit lobang memek wanita muda yang alim ini.
Laila menggeleng-gelengkan kepalanya, mencoba melawan terpaan kenikmatan di tengah tekanan rasa nikmat dan malu. Tapi ia tak mampu, Laila mendesah dan mengerang dengan badan menggelinjang jalang dan akhirnya dalam waktu beberapa menit kemudian wanita berjilbab lebar ini menjerit tertahan saat ia meraih puncak kenikmatan, sesuatu yang cair kental menyembur keluar dari dalam rahimnya sehingga meleleh melalui lobang memeknya dan menetesi karpet dibawahnya.Badan Laila langsung lunglai, tapi lelaki di belakangnya terus mengaduk lobang memeknya dengan jari tangannya. Laila kembali mendesah, saat perlahan Sani menarik keluar jari tangannya yang digunakan mengobok-obok nonok wanita berjilbab lebar ini.

Sesaat kemudian Sani berdiri dan berjalan keluar untuk ngeliat suasana, ternyata hujan kembali deras mengguyur. Jalanan masih banjir , sementara jam menunjukkan 11.50.
"Mbak kita istirahat bentar, kemudian makan trus kemudian nanti kita lanjutkan lagi. Mumpung sepi dan hujan deras mbak, jadi gak ada yang mengganggu." Ujar Sani sambil tersenyum.
"Lanjutkan apa mas.?" Tanya Laila tergagap
"He..he. saya kan belum merasakan nikmatnya kontol saya menyodok memek mbak, tanggung mbak mumpung ada kesempatan." kata Sani sambil meremas remas susu Laila, sementara Laila menjadi bingung.

Cerita mesum memek istri berjilbab ngentot kontol gede http://cerita-dewasa-terpanas.blogspot.com/

"Nanti kita melakukannya di kamar belakang itu aja mbak.." kata Sani sambil menunjuk kamar kecil dibelakang etalase yang cuma muat untuk tidur 2 orang tersebut. Kamar tersebut sebenarnya digunakan tidur nanang dimalam hari jika nggak libur.

Laila pun cuma bisa pasrah, sesaat kemudian Laila keluar counter seperti biasa untuk beli makan siang para pegawai counter. Sementara Laila pergi, Sani segera menyiapkan minuman yang udah ditaburi obat perangsang sex. Sepuluh menit kemudian Laila kembali ke counter membawa 2 bungkus nasi. Mereka berdua pun segera makan.

Hujan masih turun justru semakin deras seolah memberi kesempatan laki laki dan ibu muda berjilbab tersebut untuk melanjutkan perselingkuhan. sesudah Sani menengok keluar memastikan suasana aman dan mendukung, karena Sani berniat menikmati badan montok rekan kerjanya tersebut sampai puas. sesudah merasa aman Sani masuk dan ngeliat Laila sedang menghitung stok voucher, tanpa berkata sepatah katapun Sani langsung memeluk Laila dari belakang.
Badan ibu muda berjilbab yang alim ini mengejang ketika kemudian dia merasakan,kedua tangan Sani itu menyusup ke balik jilbab lebarnya,meremas-remas lembut kedua toket nya yang tertutup baju
dan bra. Lantas salah satu tangan lalu turun ke arah selangkangannya, meremas-remas memek nya dari luar baju panjang yang dipakainya.

"Masss.. ahh,,hh.."desah Laila sambil menghentikan pekerjaannya menghitung stok voucher.
Sani tersenyum, kedua tangannya kian bernafsu meremas-remas susu serta selangkangan wanita alim berusia 25 tahun ini. Laila menggeliat-geliat menerima remasan laki-laki yang bukan
suaminya ini dalam posisi berdiri membelakangi laki-laki itu.

"Aahhh.. enghh..mmhh.. .ohhh" desah Laila merasakan kenikmatan pada memek dan susu nya .
Sani berlutut di belakang pantat Laila, sementara kedua tangan Laila berpegangan pada lemari khusus kasir tersebut. Laila menggigil dengan badan kejang ketika kemudian wanita berjilbab lebar ini merasakan tangan lelaki rekan kerjanya itu menarik turun celana panjang sekaligus celana dalamnya. Badan Laila gemetar oleh rasa malu dan nikmat ketika tanpa diduganya, Sani menyingkap bagian bawah baju birunya ke atas sampai ke pinggang. Ibu muda berjilbab lebar ini terpekik dengan muka yang merah padam ketika menyadari bagian bawah badannya kini telanjang bulat karena dirinya udah nggak memakai celana dalam lagi. Sani kembali merasa takjub ngeliat istri rekan kerjanya ini dalam keadaan telanjang bagian bawah badannya. Sungguh, laki-laki ini nggak pernah menyangka kalau sore ini akan ngeliat kemulusan badan Laila yang selalu dilihatnya dalam keadaan berpakaian rapat. Pertama kali Sani ngeliat Laila, laki-laki ini memang udah tergetar dengan kecantikan muka wanita berkulit putih ini walaupun sebenarnya Sani juga udah beristri, tapi apabila dibandingkan
dengan Laila muka istrinya nggak ada apa-apanya.

Namun kealiman wanita yang selalu berpakaian rapat tertutup dengan jilbab yang lebar merasa segan juga disamping Laila adalah istri teman
pemilik TZN. Tetapi seringkalinya dia bertemu bikin Sani semakin terpikat dengan kecantikan
wanita berjilbab lebar ini. selama ini memang Sani selalu ngeliat Laila dalam keadaan memakai pakaian panjang dan jilbab yang lebar, namun Sani dapat membayangkan kesintalan badan wanita ini
melalui tonjolan kemontokan susu nya dan kemontokan pantatnya yang terlihat. Sani nggak menyangka kalau bagian badan Laila yang selama ini tersembunyi, hari ini dapat dinikmatinya.
Muka Laila merah padam ketika diliriknya, mata Sani masih melotot ngeliatnya yang setengah telanjang. Celana dalam dan celana panjang yang dipakai wanita berjilbab ini kini teronggok di bawah
kakinya sesudah ditarik turun oleh Sani. Bentuk pinggul dan pantat wanita alim yang sintal ini sangat jelas terlihat oleh Sani. Belahan pantat Laila yang telanjang terlihat sangat bulat, padat serta
putih mulus tak bercacat bikin birahi seks laki-laki yang telah menggelegak sedari tadi kian menggelegak. Diantara belahan pantat Laila terlihat belahan bibir nonok wanita rekan kerjanya yang kemerahan terlihat menggiurkan.

"Mbak Laila.. lebarin kakimu. buka selangkangan kamu lebar-lebar aku ingin ngeliat memek kammu lagi ." desis Sani sambil berjongkok menahan birahi seks nya ngeliat bagian kehormatan wanita rekan kerjanya.
Wanita berjilbab lebar ini pasrah, ia merenggangkan kakinya. Dari bawah, lelaki itu menyaksikan pemandangan sexy yang indah sekali. Sani kagum ngeliat memek Laila yang begitu montok dan indah, beda sekali dengan memek istrinya.

"Masss..ohhh..emmmhh.udah mas. " pinta Laila dengan suara bergetar menahan nikmat, ketika wanita alim ini merasakan tangan Sani meremas-remas bongkahan pantatnya yang telanjang.
Namun Sani seolah tak mendengarnya justru tangan lelaki itu menguakkan bongkahan pantat Laila lantas mendekatkan mukanya menciumi pantat mulus yang montok itu. Laila menggeliat ketika lidah Sani mulai menyentuh anusnya. Mulut Laila mulai merintih dan badan ibu muda berjilbab ini
mengejang ketika wanita ini merasakan lidah lelaki itu menyusuri belahan pantatnya lantas menyusuri celah di pangkal pahanya. Dengan bernafsu Sani menguakkan bibir nonok Laila yang berwarna merah jambu dan lembab. Badan wanita berjilbab lebar ini mengejang hebat saat lidah lelaki
itu menyeruak ke lobang memeknya. Badannya bergetar ketika lidah itu menyapu itil nya. Semakin lama wanita berjilbab berusia 25 tahun ini tak kuasa menahan erangannya ketika bibir lelaki itu mengatup dan menyedot-nyedot itil nya, dan menit-menit selanjutnya Laila semkin mengerang jalang oleh birahi ketika Sani seakan mengunyah- ngunyah memek nya. Seumur hidupnya, Laila belum pernah diperlakukan seperti ini oleh suaminya.
"Hmmm., nikmat sekali kan Mbak Laila..?" kata Sani sambil berdiri sesudah puas menyantap memek istri wanita berjilbab lebar tersebut. Sementara itu tangan kirinya terus mengucek-ngucek kelamin wanita berjilbab lebar tersebut.

"Aihhhh.eungghhhh.." Laila mengerang dengan mata mendelik, ketika beberapa saat kemudian sesuatu yang besar,panjang dan hangat mulai menusuk memek nya melalui belakang.
Badan wanita berjilbab ini mengejang ketika menyadari memek nya tengah dimasuki kontol Sani sementara wanita berjilbab lebar ini cuma bisa pasrah. Hingga sekejap kemudian Laila merasakan batang kontol Sani yang jauh lebih besar dan panjang di banding milik suaminya, telah bersarang di lobang memeknya hingga menyentuh rahimnya. Badan Laila cuma mampu menggelinjang ketika Sani mulai menggerakan kontolnya dalam jepitan memek nya.

"Mmmfff.enak juga bersebadan sambil berdiri..nnghhh.oohhh " kata Sani di belakangnya sambil menggerakkan pinggangnya maju mundur dengan napas terengah-engah.
Laila dapat merasakan kontol Sani yang kini tengah menusuk-nusuk lobang memeknya, jauh lebih besar dan panjang dibanding kontol suaminya. Laila tak kuasa menahan sensasi yang menekan dari dasar
kesadarannya. Wanita berjilbab lebar ini mulai mendesah sexy, apalagi tangan kanan lelaki itu kini menyusup ke balik bajunya, lalu ke balik cup BH-nya dan memilin-milin puting susunya yang peka.

"Ayo Mbak Laila..ahhhh. .nikmati.ahh..nikmati.." Sani itu terus ngentotin kontolnya yang terjepit lobang memek wanita muda berjilbab ini. Laila memejamkan matanya, menikmati kenikmatan serta gairah seks di tengah tekanan rasa nikmat dan malu. Laila mendesah dan mengerang dengan badan menggelinjang jalang dan akhirnya dalam waktu beberapa menit kemudian wanita berjilbab lebar
ini menjerit saat ia meraih puncak kenikmatan. Badan Laila langsung lunglai, tapi lelaki di belakangnya
selangkah lagi sampai ke puncak. Sani terus mengaduk lobang memek Laila dengan kecepatan penuh. Lalu, dengan geraman panjang, ia menusukkan kontolnya sejauh mungkin ke dalam nonok ibu muda berjilbab ini. Kedua tangannya mencengkeram toket Laila yang padat dan montok dengan
kuat. Sesaat kemudian Sani menyingkap dan melepas semua kancing baju yang dikenakan Laila hingga terlihat bra yang dikenakan Laila, kemudian kembali diremas-remasnya susu yang ranum tersebut hingga Laila meintih-rintih dan mendesah.
"Ohhh .mmhhh .enghhh"desah Laila ketika sekali cairan memek nya menyembur menyiram kontol Sani yang sedang mengaduk aduk memek nya.

Laila yang masih dibuai gelombang kenikmatan, kembali merasakan sensasi aneh saat bagian dalam lobang memeknya gantian disembur cairan hangat mani dari kontol Sani yang terasa banyak membanjiri lobang lobang memeknya. Laila kembali merintih, saat perlahan Sani menarik keluar kontolnya yang lunglai.
Sementara hujan diluar turun semakin deras disertai dengan Guntur.
Rupanya Sani belum puas sesudah ngewe memek mulus montok wanita berjilbab lebar yang menjadi rekan kerjanya tersebut. Sesaat kemudian Sani meremas remas susu Laila yang menegang seperti dua buah gunung kembar.

"mas udah mas. aku lelah banget" pinta Laila sambil ngeliat kebelakang
"satu ronde lagi aja mbak. tanggung nih.." kata Sani sambil meremas susu wanita berjilbab lebar tersebut. Kemudian sambil terus meremas remas susu Laila dari belakang, Sani mengajak Laila berjalan ke kamar belakang tanpa memperhatikan celana panjang dan celana dalam milik Laila yang masih teronggok di samping lemari kasir. sesudah sampai di kamar belakang etalase tersebut, Sani menelentangkan Laila dalam keadaan cuma memakai jilbab lebar warna putih dan baju panjang warna biru yang udah terbuka hampir semua kancing bajunya. Sekejap kemudian tangan Sani terulur kembali meremas-remas kedua susu mengkal milik wanita berjilbab lebar tersebut.

Tanpa membuang waktu Sani kemudian melucuti baju panjang dan BH yang dipakai Laila sekaligus. Mata Sani melotot buas ketika memperhatikan lobang memek Laila yang kelihatan membukit. Gundukan di tengah selangkangan yang kelihatan menonjol bikin kontol Sani terasa kian keras menegang oleh birahi dan Sani tak tahan mengulurkan tangannya meremas-remas bukit memek yang montok milik Laila. Laila tersentak ketika tangan Sani meremas-remas bagian selangkangannya yang masih berlepotan cairan kewanitaannya, namun pengaruh obat perangsang sex yang diminumnya bikin wanita berjilbab lebar ini cuma bisa mendesah.

Badan ibu muda yang alim ini cuma menggeliat-geliat saat selangkangannya diremas remas oleh tangan Sani tanpa jemu. Mulutnya mendesah-desah dengan ekspresi yang bikin libido Sani kembali semakin terangsang. Sani terkekeh ngeliat gelinjangan ibu muda berjilbab yang alim ini saat bagian selangkangannya diremas remas-remas. Puas meremas-remas tonjolan bukit memek wanita berjilbab lebar tersebut, mata Sani kembali memandang wanita berjilbab lebar ini yang terlentang di atas kasur ini dari ujung
kepalanya yang masih terbalut jilbab hingga ke kakinya.

Sungguh sebuah pemandangan yang menakjubkan dan muncul sebuah sensasi sendiri saat Sani berhasil ngeliat bagain memek wanita berjilbab lebar yang cantik seperti Laila. Tangan Sani memang telah merasakan kekenyalan bukit memek Laila, saat meremas-remas sebelumnya.
Tetapi ketika ngeliat bentuknya pada saat terlentang dalam keadaan telanjang ternyata sangat merangsang birahi. Sani memperhatikan muka Laila yang terlentang di depannya, muka ayu berbalut jilbab lebar itu terlihat semakin ayu menggemaskan.

Muka wanita berjilbab lebar tersebut memperlihatkan ekspresi wanita yang tengah terlanda birahi. Sani menyeringai sejenak sebelum kemudian membenamkan mukanya di tengah
selangkangan Laila yang terasa hangat. Hidungnya mencium bau kewanitaan Laila yang segar dan wangi, jauh sekali perbedaannya dibanding bau kewanitaan istrinya. Sani semakin mendekatkan mukanya ke
arah bukit nonok Laila, bahkan hidungnya telah menyentuh itil pada memek Laila. Dengan nafas yang terengah-engah menahan birahi, lidahnya terjulur menjilati itil yang menonjol di antara bibir memek wanita berjilbab lebar tersebut. Saat lidahnya mulai menyapu itil Laila, tiba-tiba pinggul wanita berjilbab ini menggelinjang dibarengi desahan ibu muda berjilbab ini.

"Ahh.ahhhhh..ahhh"desah Laila yang bikin libido Sani semakin menggelegak.
Sani semakin bernafsu menjilati dan menciumi bukit memek Laila yang semakin becek oleh cairan memek nya. Setiap kali lidahnya menyapu permukaan memek Laila atau bibir Sani menciumnya dengan penuh nafsu, wanita berjilbab berkulit putih ini menggelinjang dan mendesah- desah penuh birahi. Lidah dan bibir Sani seakan berebut merambah sekujur permukaan bukit memek Laila .
"Ouhhhh..Mbak Laila.."desis Sani ngeliat gundukan bukit memek Laila yang kini tak lagi tertutup celana dalam tersebut.

Bibir memek Laila terlihat merekah kemerahan dengan itil menonjol kemerahan di tengahnya,. Sani ngeliat memek Laila udah basah oleh rangsangan sebelumnya, bahkan ketika Sani menguakkan bibir memek wanita alim ini cairan kenikmatan nya jatuh menetes membasahi kasur. Sani menjadi sangat terangsang ngeliat hal ini. Dengan birahi yang kian menggelegak lidah Sani menyapu memek telanjang di antara paha wanita alim ini. Sani merasa paha Laila bergetar lembut ketika lidahnya mulai menjalar mendekati selangkangan wanita berjilbab lebar ini. Laila menggeliat kegelian ketika akhirnya lidah Sani sampai di pinggir bibir memek nya yang telah terasa menebal. Ujung lidah Sani menelusuri lepitan-lepitan di situ, menambah becek memek yang emang telah basah itu.

Terengah-engah Laila mencengkeram kasur menahan nikmat yang tiada tara. Laila menggelinjang hebat ketika lidah dan bibir Sani menyusuri sekujur memek ibu muda ini. Mulut wanita berjilbab ini mendesah-desah dan merintih-rintih saat bibir memek nya di kuak lebar-lebar dan lidah Sani terjulur masuk menjilati bagian dalam memek nya. Bahkan ketika lidah Sani menyapu itil Laila yang telah mengeras itu, kemudian di teruskan dengan menghisapnya dengan lembut Laila merintih hebat. Badannya mengejang sampai punggungya melengkung bagaikan busur panah malah membuat toket nya yang montok membusung.

"Ahhhhh..ahhhhhh..ahhhhh"rintih Mbak Laila dengan jalangnya disertai badan yang menggelinjang.
Kembali cairan kenikmatan membasahi memek wanita berjilbab ini, hal ini lidah dan bibir Sani makin liar menjilati di daerah paling pribadi milik Laila yang kini udah membengkak kemerahan. Gundukan memek yang putih kemerah- merahan itu menjadi berkilat-kilat basah. Lidah Sani menyusuri belahan memek yang telah membengkak lantas ke sekujur permukaan memek yang membukit montok hingga ke sela-sela kedua pahanya, kemudian menyusuri ke bawah hingga ke belahan pantat yang kelihatan montok.

Sani menjadi semakin gemas ngeliat belahan pantat Laila yang terlihat sebagian, sehingga dengan bernafsu Sani membalikkan badan wanita berjilbab yang terlentang menjadi tengkurap. Mata Sani melotot liar ngeliat pemandangan indah sesudah wanita berjilbab lebar tersebut tengkurap. Pantat wanita berjilbab yang montok dan telanjang kelihatan menggunung menggiurkan. Sani terengah penuh birahi memandang kemontokan pantat bundar
Laila yang putih mulus itu. Dengan gemas Sani meremas-remas bukit pantat wanita alim tersebut dengan tangan lantas Sani mendekatkan mukanya pada belahan pantat wanita berjilbab tersebut . Lidahnya terjulur menyentuh belahan pantatnya kemudian dengan bernafsu Sani mulai menjilati belahan pantatnya yang putih mulus tersebut. Laila mendesah-desah dengan badan menggelinjang
menahan birahinya, saat lidah Sani menyusuri belahan pantatnya hingga belahan memek nya yang kemerahan. Belahan pantat mulus Laila yang putih dalam sekejap menjadi basah berkilat oleh jilatan lidah Sani.

Kemudian bibir dan lidah Sani secara bergantian menyusuri sekujur pantat montok wanita berjilbab tersebut. Tangannya juga menguak belahan pantat ibu muda tersebut dan selanjutnya lidahnya menyapu daerah anus dan sekitarnya yang bikin wanita berjilbab lebar tersebut mengerang penuh birahi. Puas menikmati pantat Laila yang montok, Sani kembali menelentangkan ibu muda berjilbab lebar ini. Mata Sani terarah pada sepasang toket montok yang seperti gunung hendak meletus. Tangan Sani dengan lincah jari-jari tangannya meremas remassusu Laila yang tegak bagai gunung kembar tersebut.

susu Laila nampak sangat montok dan indah. susu yang putih mulus dengan puting susu yang kemerahan bikin Sani tak sabar untuk meremas dan menyedot putting susunya. Sedetik kemudian, toket wanita berjilbab ini telah berada dalam mulut Sani yang menyedot dengan nafsu secara bergantian. Puting susu yang telah tegak mengeras tersebut di hisap dan diremas-remas bikin Laila terpekik kecil menahan kenikmatan birahinya. toket Laila yang
putih mulus itu dalam sekejap basah oleh liur Sani. Sani udah tak tahan menahan nafsunya.
Sani nggak menyangka kalau saat ini Sani berhasil menelanjangi wanita rekan kerjanya yang kelihatan alim ini dengan jilbab dan pakaian yang tertutup rapat. Birahinya udah menggelegak di ubun-ubun dengan kontol yang tegang mengeras. Sani ngeliat ibu muda berjilbab ini mempunyai badan yang
indah dan terlihat masih kencang.Sani menyusuri keindahan badan telanjang wanita muda rekan kerjanya tersebut dari muka yang terbalut jilbab hingga ke kakinya. Kemudian mata Sani kembali menatap memek Laila yang indah itu, tangan Sani kembali terulur menjamah bagian kewanitaan wanita alim yang telanjang ini. Sani merasakan kewanitaan Laila berdenyut liar, bagai memiliki
kehidupan tersendiri. Warnanya yang merah. Dari jarak yang cukup dekat, Sani dapat ngeliat betapa lobang kewanitaan wanita alim yang bersuami tersebut membuka-menutup dan dinding-dindingnya berdenyut-denyut, sepertinya jantung Laila telah pindah ke bawah. Sani juga bisa ngeliat betapa otot-otot di pangkal paha Laila menegang seperti sedang menahan sakit.

Begitu hebat puncak birahi melanda Laila, sampai dua menit lamanya perempuan yang menggairahkan ini bagai sedang dilanda ayan. Ia menjerit tertahan , lalu mengerang, lalu menggumam, lalu cuma
terengah-engah. Batang kontol besar Sani segera terlihat tegak bergerak-gerak seirama jantungnya yang berdegup keras. Laila masih menggeliat-geliat dengan mata terpejam, menampakkan
pemandangan sangat seksi di atas kasur ini.
Tangan ibu muda berjilbab ini mencengkram kasur bagai menahan sakit, kedua pahanya yang indah terbuka lebar, kepalanya yang terbalut jilbab mendongak menampakkan ekspresi muka menggairahkan, jilbabnya bagai membingkai mukanya yang sedang berkonsentrasi menikmati puncak birahi. Sani menempatkan dirinya di antara kedua kaki Laila, lalu mengangkat kedua paha wanita berjilbab ini, bikin memek Laila semakin terbuka.

Sesaat kemudian dengan cepat kontol Sani yang tegang segera melesak ke dalam badan Laila melalui
lobang memeknya. Sanipun segera menunaikan tugasnya dengan baik, mendorong, menarik kontol besarnya dengan cepat. Gerakannya begitu ganas dan kasar, seperti hendak meluluh-lantakkan badan Laila yang sedang menggeliat-geliat kegelian itu. Tak kenal ampun, batang kontol Sani menerjang-nerjang, menerobos dalam sekali sampai ke dinding belakang yang sedang berkontraksi menyambut orgasme. Wanita alim ini merintih dan mengerang penuh kenikmatan. Sani mengerahkan seluruh tenaganya untuk ngentotin memek wanita yang alim ini. Otot-otot bahu dan lengannya terasa menegang dan terlihat berkilat-kilat karena keringat. Pinggang Sani bergerak cepat dan kuat bagai piston mesin-mesin di pabrik.

istri nakal perek binal Istri jilbal selingkuh dengan kontol besar, meraba paha istri alim lalu masuk kontol besar ke lobang memek sempit istri
Istri jilbal selingkuh ngentot dengan kontol besar | Klik foto untuk memperbesar gambar

Suara berkecipak terdengar setiap kali badannya membentur badan Laila, di sela-sela desah dan erangan Laila. Laila merintih dan mengerang begitu jalang merasakan kenikmatan seks yang ganas dan liar. Seluruh badannya terasa dilanda kegelian, kegatalan yang bikin otot-ototnya menegang. memek nya terasa kenyal menggeliat-geliat, mendatangkan kenikmatan seks yang tak terlukiskan. Dengan mata merem melek, Laila mengerang dan merintih penyerahan sekaligus pengesahan atas datangnya puncak birahi yang tak terperi. Sani merasakan batang kontol besarnya bagai sedang dipilin dan dihisap oleh sebuah mulut yang amat kuat sedotannya.
Sani tak mampu menahan lagi, Kenikmatan yang didapatkan dari jepitan memek wanit alim ini nggak mungkin dilukiskan. Dengan geraman liar Sani memuncratkan seluruh isi kontolnya dalam lobang memek Laila, bercipratan membanjiri seluruh rongga kewanitaan wanita berjilbab lebar yang sedang megap-megap dilanda orgasme. Laila mengerang merasakan siraman birahi panas dari ujung kontol Sani ke dalam dasar memeknnya. Sani merasakan jepitan Laila kian ketat berdenyut-denyut pada batang kontolnya dan cairan kewanitaan wanita alim ini terasa mengguyur batang kontolnya yang datang bergelombang. Sani menggeram liar disusul Laila yang mengerang dan mengerang lagi, sebelum akhirnya terjerembab dengan badan bagai lumat di atas kasur.

Sani menyusul roboh menimpa badan motok Laila yang licin oleh keringat itu. Nafas Sani tersengal-sengal ditingkahi nafas Laila
yang juga terengah bagai perenang yang baru saja menyelesaikan pertandingan di kolam renang. Badan Sani lunglai di atas badan telanjang Laila yang juga lemas.
"Oh, nikmat sekali. Betul-betul ganas." kata Laila akhirnya, sesudah ia berhasil mengendalikan nafasnya yang memburu.

Istri jilbal alim selingkuh ngentot dengan kontol besar

Istri jilbal selingkuh dengan kontol besar, meraba paha istri alim lalu masuk kontol besar ke lobang memek sempit istri
Istri jilbal selingkuh ngentot dengan kontol besar - klik foto untuk memperbesar gambar

"bagaimana mbak Laila. nikmat kan? Bagaimana jika sekali lagi mbak." ujar Sani sambil terengah-engah sementara kedua tangan sibuk meremas-remas susu Laila.
"jangan mas. aku dah gak kuat. kapan-kapan lagi aja mas" sahut Laila diantara nafasnya yang memburu. Sementara badannya udah bagaikan kehilangan tulang.
Tetapi Sani yang tengah asyik meremas-remas toket Laila seolah tak mendengar keluhan Laila, Sani justru tersenyum buas sambil tangan kanannya bergerak mengelus-elus paha dan memek Laila yang berlepotan peju. Diperlakukan seperti itu Laila cuma bisa pasrah, matanya merem melek sementara mulutnya mendesah sexy, badannya udah tak berdaya.

Sani menjadi tak tahan. Laki-laki ini segera menindih Laila yang tengah pasrah. Laila sempat melirik kontol besar Sani sebelum kontol besar dan panjang itu mulai melesak ke dalam lobang memeknya untuk yang ketiga kalinya. Wanita alim ini mengerang dan merintih kenikmatan saat dirasakannya kontol Sani menyusuri lobang memeknya kian dalam, dan wanita ini terpaksa kembali membuka pahanya lebar-lebar untuk menerima sodokan kontol yang besar dan panjang sperti milik Sani. Tak berapa lama kemudian, Sani menaik turunkan pantatnya diatas memek Laila. Kini Sani mulai menggerak-gerakkan kontolnya naik-turun perlahan di dalam lobang kamaluan wanita alim yang hangat itu. lobang yang udah sangat becek itu berdenyut- denyut, seperti mau melumat memek nya. Rasanya nikmat sekali. Sani mendekatkan mulutnya menciumi muka ayu Laila. Tangan Sani juga menggerayangi toket putih mulus yang udah mengeras bertambah liat itu. Diremas- remasnya perlahan, sambil sesekali dipijit-pijitnya bagian putting susu yang udah mencuat ke atas. Pinggul wanita alim yang besar ini ikut bergoyang-goyang sehingga Sani merasakan kenikmatan di dalam selangkangannya. Sementara lobang memeknya sendiri semakin berlendir dan gesekan alat kelamin kedua manusia lain jenis ini itu menimbulkan bunyi yang seret-seret basah.

"Prrttt. prrrttt. prrttt.. ssrrrtt. srrrttt. srrrrttt. ppprttt. prrrttt."
kontol besar Sani memang terasa sekali, bikin memek Laila seperti mau robek. lobang memek wanita berusia 25 tahun ini menjadi semakin membengkak besar kemerah-merahan seperti baru melahirkan. bikin syaraf-syaraf di dalam lobang senggamanya menjadi sangat sensitif terhadap sodokan kepala kontol laki-laki ini. Sodokan kepala kontol itu terasa mau membelah bagian selangkangannya. Belum lagi urat-urat besar seperti cacing yang menonjol di sekeliling batang kontol Sani bikin Laila ngerasain sensasi nikmat seks yang luar biasa. Meski agak pegal dan nyeri Karen udah ketiga kalinya disebadani oleh Sani tapi rasa enak di memek nya lebih besar. Lendirnya kini makin banyak keluar membanjiri memek nya, karena rangsangan hebat pada wanita alim ini. Ketika Sani membenamkan seluruh batang memek nya,Laila merasakan seperti benda besar dan hangat berdenyut- denyut itu masuk ke rahimnya. Perutnya kini udah bisa menyesuaikan diri nggak mulas lagi ketika saat pertama tadi laki-laki ini menyodok- nyodokkan kontolnya dengan keras.

Laila kini mulai menuju puncak orgasme. lobang memeknya kembali menjepit-jepit dengan kuat kontol Sani. Kaki wanita berjilbab ini diangkat menjepit kuat pinggang Sani dan tangannya mencengkram kasur. Dengan beberapa hentakan keras pinggulnya, Laila memuncrakan cairan dari dalam lobang memeknya menyiram dan mengguyur kontol Sani disertai erangan panjang penuh kenikmatan sex. sesudah itu Laila terkulai lemas di bawah badan berat Sani. Kaki wanita berjilbab lebar tersebut mengangkang lebar lagi pasrah menerima entotan kontol Sanii yang tambah cepat.
Tanpa merasa lelah Sani terus memacu kontolnya dan sesekali menggoyang-goyangkan pinggulnya. Sepertinya ia ingin mengorek-ngorek setiap sudut memek wanita alim ini. Suara bunyi becek makin keras terdengar karena lobang memek Laila itu kini udah dibanjiri lender kental yang jadi agak lebih licin. Laila mulai merasakan pegal di memek nya karena gerakan kontol besar Sani yang bertambah liar dan kasar. Badannya ikut terguncang-guncang ketika Sani menghentak-hentakkan kontol besarnya dengan lebih keras dan tambah cepat.

"Plok.. plokk. plok.. plookk.
crrppp. crrppp. crrrppp. srrrpp. srrppp." Bunyi keras terdengar dari persenggamaan ketiga kalinya oleh Sani dan Laila .
"Mas Sani... ouhhh pelan, .!" desis Laila sambil meringis kesakitan.
memek nya terasa nyeri dan pinggulnya pegal karena entoan kasar Sani yang seperti kuda liar. Akhirnya Sani mulai mencapai orgasme. Dibenamkannya muka Sani pada susu Laila dan ditekankannya badannya kuat-kuat sambil menghentakkan pinggulnya keras berkali-kali bikin badan Laila ikut terdorong. Muncratlah air mani dari kontolnya mengguyur rahim dan memek wanita berjilbab lebar tersebut. Karena banyaknya sampai-sampai ada yang keluar membasahi permukaan kasur Kedua mata Laila terpejam dengan senyum yang tersungging di bibirnya. Sani Cuma menggumam, menenggelamkan kepalanya di antara dua toket Laila yang lembut. Begitu gelombang kenikmatan berlalu, kesadaran kembali memenuhi ruang pikiran wanita alim ini. Laila cuma bisa terlentang tak berdaya, meskipun cuma sekedar memakai pakaiannya kembali. ngeliat tersebut Sani tersenyum puas karena niatnya ngentotin memek cewek rekan kerjanya tersebut terbayar udah. Sani kemudian bangkit berdiri memakai pakaiannya kembali dan pergi ke kamar mandi dibagian belakang. Beberapa saat kemudian kekuatan Laila udah mulai pulih, tapi Laila jadi bingung karena celana panjang, celana dalam dan BHnya tergeletak diluar kamar. Mau keluar Laila nggak berani karena takut jika ada pembeli yang masuk. Lima belas menit kemudian Sani masuk kedalam kamar dan menyerahkan celana panjang Laila tanpa BH dan celana dalamnya.

"BH dan celana dalammu tak cuci di kamar mandi mbak, tadi kotor kepakai ngelap peju ku tadi.." Ujar Sani sambil tersenyum.
Laila terpaksa memakai pakainnya tanpa celana dalam dan BH, sehingga kelihatanlah cetakan pantat dan susu nya. Dengan gontai Laila berjalan ke kamar mandi untuk mandi karena jarum jam menunjukkan jam 3 sore. sesudah mandi badan Laila Nampak segar, kemudian duduk disamping Sani yang tersenyum memandangnya dengan mesum. Sementara hujan diluar udah mulai reda, dan jalan mulai ramai oleh pejalan kaki.

Cerita dewasa kategori istri masih banyak gan, klik disini buat tampilin semua daftar cerita dewasa "Istri"

Istri jilbal selingkuh ngentot dengan kontol besar
Istri jilbal selingkuh ngentot dengan kontol besar, cerita seks , Istri jilbal selingkuh dengan kontol besar, meraba paha istri alim lalu masuk kontol besar ke lobang memek sempit istri, kisah porno, kisah sex bokep, sex, Istri jilbal selingkuh ngentot dengan kontol besar

10
205

Tags cerita dewasa paling populer di blog ini: cerita seks, Cerita Dewasa, 17 Tahun, sex, Ngentot, Memek, Istri, selingkuh, Kontol, Entot, Mama, gangbang, tante, threesome, ABG, Binal, sexy, toket, payudara.
Aktifkan javascript lalu tekan F5, untuk membuka halaman
meng-klik link cerita secara normal
dan membuka gambar lebih besar.
Cerita dewasa seks terpanas, update setiap hari cerita terbaru Cerita seks dewasa ngentot memek isteri, perek, bispak.
http://cerita-dewasa-terpanas.blogspot.com