Mahasiswi pesta seks dikampus

Rini merupakan gadis cantik yang berusia 18 tahun dan sedang menempuh kuliah di salah satu perguruan tinggi swasta di Surabaya. Postur tubuh yang seksi dengan tinggi 160 cm, berat 58kg dan ukuran bra 36 C, menjadikan sosok Rini menjadi primadona di kalangan teman-temannya.


Dalam kegiatannya sehari-hari di kampus, tidak ada yang terlalu istimewa dari Rini. Namun, tidak banyak yang tahu bahwa gadis cantik pujaan para lelaki tersebut memiliki sisi lain dalam urusan seks. Semenjak keperawanannya hilang akibat melakukan masturbasi dengan menggunakan sebatang terung, Rini kini menjadi semakin terobsesi untuk mencoba sensasi-sensasi baru dalam hal seks dan mencoba untuk merealisasikan fantasi-fantasi liarnya.

Hari itu,merupakan awal semester kedua di kampus Rini. Hari yang cukup panas dan terik karena sudah memasuki musim kemarau. Waktu itu Rini datang ke kampus untuk mengikuti mata kuliah statistik. Dengan polo shirt ketat warna putih dan rok span dari bahan jins yang menutupi setengah dari paha putihnya, Rini masuk ke kelas untuk mem-booking tempat duduk favoritnya. Sebelum kelas dimulai, Rini pergi ke toilet untuk sekedar bercermin dan membetulkan dandannya. Mata-mata liar para lelaki selalu mengarah ke tubuh indah bak porselen itu seolah sedang menelanjanginya.
Rini cuek saja dengan perilaku para pria tersebut, karena memang dirinya senang menjadi pusat perhatian lelaki. Bahkan Rini menikmati bagaimana pancaran sinar mata mereka yang sedang menelanjangi dirinya dengan tatapan penuh nafsu itu.

“Hai Rini, apa kabar?” sapa Romi. Romi merupakan teman seangkatan Rini sejak SMA di universitas. Sudah lama Romi mengagumi Rini, dan bahkan sempat mengatakan perasaannya, tetapi dengan halus Rini menolaknya, karena tak ingin merusak hubungan pertemanan yang sudah terjalin dengan Romi.
“Hai Rom, sudah dari tadi?” balas Rini. “Ah, nggak. Barusan ajah nyampai.” Sahut Romi, sambil matanya tak lepas dari tubuh molek Rini.

“Rin, tar selesai kuliah kamu ada acara gak?” Lanjut Romi.
“Hmm, aku sih free selesai kuliah ini Rom. Memang kenapa?”
“Oh, ini…aku ma anak-anak mau maen billyard di tempat biasa. Kamu mau ikut nggak?”
“Hmm…aku kan nggak bisa maen billyard atuh Rom. Memangnya siapa aja sih ntar yang ikutan?” Tanya Rini dengan logat Sundanya yang kental.

“Ya anak-anak biasanya lah, Dedi, Ariel, Michael, ma Willy.”
“Lhoo, aku cewek sendirian berarti?” Tanya Rini pada Romi sambil memicingkan sebelah matanya.
“Hehehehe…iya kalau Jenny mau ikut ya nggak apa-apa.”
Jenny adalah teman yang paling dekat dengan Rini semenjak ospek. Namun, berbeda dengan Rini, Jenny merupakan tipe cewek pendiam yang berorientasi kuliah bangetm dan memiliki latar belakang keluarga yang sangat ketat dengan aturan dan norma-norma agama.

“Huu…Jenny mah mana mau ke tempat kaya gitu. Hmm…gimana ya, ya aku sih ok aja.” Balas Rini dengan senyuman yang menggoda.
“Siipp deh.”
Pembicaraan mereka terputus karena dosen yang akan mengajar sudah datang, dan mereka pun masuk kelas diikuti dengan dosen statistik itu.
Di kelas, sang dosen mengumumkan bahwa hari ini tidak ada kuliah dan akan digantikan dengan tugas yang harus diselesaikan secara mandiri. Hal itu karena Pak Eko, dosen statistik, harus pergi ke luar kota untuk menghadiri suatu seminar. Kelas pun berakhir dengan lebih cepat hari itu.
“Rin, gimana? Jadi ikut kan?” Tanya Romi sambil mendekati Rini.
“Iya, aku ikut. Naik mobilnya siapa?”
“Naik mobilku ajah, gimana?”
“Ok deh.” Balas Rini. Dalam benak Rini sudah terbayang fantasi liar apabila dia bercinta dengan lima cowok sekaligus, yang membuat darah Rini menjadi panas membayangkannya. Namun buru-buru dia mengurungkan niatnya, karena Rini tidak mau terkesan murahan di hadapan mereka. Apalagi mereka adalah teman-temannya sendiri. Namun, ketika nafsu sudah mengambil alih tubuh, maka akal sehat pun sudah tidak berarti lagi. Oleh karena itu, di dalam perjalanan Rini pun mengiyakan saja ajakan Romi untuk ke rumahnya bersama dengan keempat orang temannya itu.

Selama perjalanan, tak henti-hentinya Deddy maupun Ariel menggodai Rini, bahkan sesekali mencubit pipi Rini yang berada di kursi depan.
“Ihh, genit banget sih kalian ini.” Kata Rini dengan manja seolah tidak menunjukkan perlawanan sedikit pun dengan perlakuan Deddy dan Ariel kepadanya. Semakin lama, obrolan di dalam mobil pun semakin menjurus ke hal-hal yang berbau seks. Namun, Rini santai saja dengan guyonan mereka, malah menimpali dengan guyonan yang lebih liar lagi seolah tak mau kalah.
Sesampainya mereka di rumah Romi, mereka langsung menuju ke ruang tengah yang cukup luas. Di situ terdapat satu set home theatre lengkap, karena Romi memang anak orang kaya.
“Rin, sini dong…gabung kita-kita.” Teriak Deddy kepada Rini yang masih menunggu Romi masuk karena harus memarkirkan mobil di garasi.

Cerita ngentot rame-rame ayam kampus binal http://cerita-dewasa-terpanas.blogspot.com/

Tak lama, Romi pun datang dan ia langsung bergabung dengan teman-temannya dan mencari-cari DVD. Sedangkan Rini masih berdiri, menatap kelima cowok itu dengan tatapan nakal.
Kemudian, Rini berjalan mendekati mereka sambil menyilangkan tangannya di dada. “Guys, kalian jangan pura-pura lugu ya, aku tahu kenapa kalian mengajak aku ke sini. Kalian pengen ngentotin aku rame-rame kan?” Ucap Rini mantap kepada Romi, Deddy, Ariel, Michael, dan Willy.
“Udah deh, ngaku ajah. Kalo nggak, aku pulang nih.” Lanjut Rini, ketus.
Mereka pun lantas tertawa sambil tersipu malu.
“Iya deh Rin, kita ngaku.” Balas Romi sambil tertawa.
“Hmm…dasar kalian. Pake sok ngajak main billyard lagi. Udah tau aku nggak bisa maen billyard. Trus tar kalian mau kasih aku minuman yang kalian campurin obat gitu? Ihh, basi tauk.” Celetuk Rini sambil mengedipkan mata dan menghampiri Romi yang sedang duduk di sofa.
“Hehehe…tapi mau ya?” Timpal Michael dan Willy hampir berbarengan.
Rini tidak menjawab. Ia langsung mendekatkan wajahnya ke wajah Romi, dan tak lama pun mereka saling memagut bibir, dan memainkan lidah mereka satu sama lain. Tanpa diperintah lagi keempat cowok lainnya langsung berdiri menghampiri Rini. Mereka mulai menggerayangi tubuh Rini yang sintal itu. Payudara Rini, diremas-remas dari belakang sedangkan paha putih mulusnya pun tak luput dari sasaran tangan-tangan jahil mereka.

Mahasiswi pesta seks dikampus , anus mulu memek di masukin kontol barengan, paha payudara diraba, ayam kampus haus ngentot
Klik untuk memperbesar gambar

“Hmmph…” Hanya itu yang keluar dari mulut Rini, ketika ia merasakan memek nya diraba dan diremas dari luar CD-nya.
Kemudian Rini berlutut di hadapan selangkangan Romi, dan membuka dan memeloroti celana Romi, sehingga di hadapannya kini terpampang sebuah kontol setengah ereksi dengan ukuran 18cm. Rini pun lalu menciumi kepala kontol tersebut, sambil matanya menatap nakal ke arah Romi. Dan tak lama kemudian kontol itu kini sudah berada di dalam mulut Rini yang hangat.
Rini mengoral kontol Romi sambil sesekali mendesah karena perlakuan 4 orang lainnya kepada tubuhnya. Lalu, Rini memasukkan kontol Romi yang kini sudah 100% ereksi tersebut sampai ke dalam tenggorokannya sambil terus menghisap-hisap membuat pertahanan Romi mulai goyah.
Menyadari bahwa Romi sudah mendekati klimaks, Rini semakin mempercepat gerakan mulutnya terhadap kontol Romi, sampai akhirnya si empunya kontol sudah tak sanggup lagi untuk menahan dan mengeluarkan sperma hangat ke dalam mulut Rini yang langsung disedot dengan kuat, membuat Romi menggelinjang menahan nikmat yang tak terkira. Rini pun menelan habis semua cairan yang keluar dari kontol Romi sambil terus menyedot dengan kuat dan sesekali menggelitik lubang kencing Romi dengan lidahnya. Romi pun tergolek di sofa yang empuk itu dengan ngos-ngosan.
Kemudian Rini memutar tubuhnya ke belakang, dan kini di hadapannya sudah terpampang 4 kontol dengan ukuran yang hampir sama dengan milik Romi. Rupanya keempat cowok tadi sudah dalam keadaan telanjang, dan kini berdiri mengitari Rini yang masih dalam posisi berlutut.
Kemudian, Rini pun memulai aksinya mengoral satu per satu batang keempat cowok tersebut dimulai dengan milik Willy yang paling besar dengan ukuran sekitar 23cm dan penuh urat. Sambil mengoral kontol Willy tangan kirinya sibuk mengocok kontol Denny sedangkan tangan kanannya melayani kontol Michael. Dari belakang, Ariel meremas-remas payudara Rini yang masih terbungkus baju & bra.
Ariel lalu berusaha melepas polo shirt yang Rini pakai. Untuk mempermudah, Rini mengangkat tangannya ke atas, membuat Rini melepas ketiga kontol yang tadi ia service. Setelah shirt putih tersebut terlepas, Rini pun melanjutkan service-nya kepada 3 kontol raksasa yang tadi sempat terlepas.
Kini Ariel berusaha untuk melucuti rok mini Rini. Terasa agak susah karena Rini sedang dalam posisi berlutut. Rini pun berdiri untuk memudahkan Ariel melucuti rok mininya bersamaan dengan CD yang membalut memek tak berambut itu, lalu Rini kembali pada aktivitasnya tadi dengan tinggal bra hitam yang melekat di tubuh putih mulusnya.
Kurang lebih 15 menit sudah Rini mengoral ketiga kontol tersebut, kini Rini meminta Willy untuk berbaring di atas karpet yang ada di ruang tengah itu. Kemudian dengan posisi woman on top, Rini pun mulai membimbing kontol raksasa Willy ke dalam liang memek nya. Terasa agak sempit di memek Rini, karena memang ukurang kontol Willy yang tergolong jumbo itu. Setelah beberapa goyangan, kini memek Rini mulai mampu beradaptasi dengan ukuran kontol Willy.
Rini pun menggerakkan tubuhnya ke atas dan ke bawah dengan kecepatan yang semakin lama semakin cepat.
“Ahh…hmpphh…nikmat.” Erangan Rini semakin tak karuan seiring dengan bertambah cepatnya goyangan yang ia lakukan di atas Willy.
Akhirnya, Rini sampai pada titik klimaks. Ia merasakan bahwa ia akan segera mengalami orgasme. Matanya merem-melek merasakan sensasi nikmat pada memek nya dan semakin mempercepat goyangannya.
“Akkuuu…keluarrr!!!” Teriak Rini bersamaan dengan lelehnya cairan cinta yang cukup banyak dari dalam memek nya. Rini pun terjatuh di dada bidang Willy yang masih belum menunjukkan tanda-tanda bahwa ia akan mencapai klimaks.
“Gimana sayang, enak?” Bisik Willy pada Rini yang masih terengah-engah. Rini tak menjawab, dia hanya diam dan menikmati getaran-getaran orgasme yang baru saja melanda tubuhnya.
“Wil, gantian dong…mupeng nih.” Omel Deddy yang semakin bernafsu melihat pemandangan tersebut.
“Tanggung nih, aku belum keluar.” Balas Willy sambil menatap Deddy yang bersungut-sungut.
“Udah, udah, jangan ribut sendiri.” “Ded, ni aku masih ada satu lobang lagi yang nganggur. Kamu mau nggak?” Ujar Rini melerai, sambil menunjuk ke arah anusnya.
“Serius loe Rin? Boleh aku masukkin kontolku di anus loe?” Balas Deddy seolah tidak percaya.
“Mau nggak?!” Ucap Rini agak ketus.
Lalu, Romi memberikan sebuah botol yang berisi pelumas kepada Deddy. “Dedd, kamu pakaikan ini dulu ke anusnya Rini sebelum kontol-mu kamu masukkin situ.”
Deddy pun mengambil pelumas tersebut dan mengoleskannya di anus Rini dan di kontol nya sendiri.
“Rini sayang, tahan bentar ya…ni aku masukkin kontolku sekarang.”
Pelan-pelan, Deddy berusaha memasukkan kontol nya yang besar itu ke dalam anus Rini. Awalnya agak sulit bagi anus Rini untuk menerima kontol Deddy yang jumbo itu. Namun, setelah beberapa kali goyangan, akhirnya kontol raksasa itu pun amblas ke dalam liang anus Rini.
“Hhmmmpph…” erang Rini ketika kontol Deddy berhasil masuk seluruhnya ke dalam liang anusnya. Kini Rini berada di antara kedua cowok yang memenuhi lubang memek dan anusnya dengan kontol -kontol raksasa mereka.
“Ayo Ded, kita bikin primadona kita ini terbang ke awang-awang.” Ujar Willy dari bawah kepada Deddy. Deddy hanya mengangguk, kemudian berbisik pada Rini, “Ah Rin, loe emang cewek idolaku.”
Mereka berdua pun mulai mengaduk-aduk liang anus dan memek Rini dengan ritme yang semakin lama semakin cepat, membuat erangan demi erangan kenikmatan mengalir deras dari bibir mungil Rini.
Michael dan Ariel mendekati mereka bertiga. Ariel yang ada di sebelah kiri Rini memegangi dan mengarahkan wajah Rini pada kontol nya yang sudah tegangan tinggi sedari tadi. Tanpa disuruh lagi, Rini lalu memasukkan kontol Ariel ke dalam mulutnya yang mungil itu. Di sebelah kanan, Michael meraba dan meremas payudara Rini yang menggantung bebas sambil kontol nya dikocok-kocok oleh tangan kanan Rini. Tak selang beberapa lama, gantian kontol Michael yang mendapatkan jatah service dari mulut Rini.
Tiba-tiba Willy mengerang pertanda bahwa dia akan mengalami orgasme, kemudian disusul dengan teriakan Deddy yang juga mendekati klimaks. Mereka pun mempercepat genjotan mereka di anus dan memek Rini, yang diakhiri dengan muncratnya sperma hangat mereka hampir bersamaan di kedua lubang Rini. Rini yang merasakan bahwa dirinya pun hendak mencapai orgasmenya yang kedua, semakin meningkatkan intensitas sepongannya pada kontol Michael hingga akhirnya ia mencapai klimaksnya yang kedua. Bersamaan dengan itu, Michael pun menyemburkan cairan kental dari kontol nya yang langsung ditelan habis oleh Rini.
Romy yang sudah pulih mendekati Rini hendak meminta jatah, bersamaan dengan Arie yang dari tadi sudah mupeng berat ingin merasakan anus Rini. Namun, Rini minta istirahat sebentar karena dia baru saja mengalami orgasme hebat.
Melihat kontol Romi dan Ariel yang mengacung tegak meningkatkan gairah Rini kembali. Ia mendekati Ariel yang mengambil posisi terlentang di ruang tengah, lalu membimbing kontol Ariel ke memek nya yang penuh dengan sperma Willy.
kontol Ariel pun masuk dengan mudah karena memek Rini sudah sangat licin karena sperma Willy dan cairan cintanya sendiri. Kemudian Rini pun memulai aksinya dengan menggenjot Ariel dari atas. Romi yang sudah pulih tidak mau tinggal diam. Ia berdiri di sebelah Rini yang dengan sigap langsung mengoralnya.
“Rin, aku coba anusmu boleh ya?” Ucap Ariel yang sedang digenjot Rini.
Rini lalu melepaskan kontol Ariel dari memek nya, lalu ia membimbing kontol Ariel untuk masuk ke dalam liang anusnya setelah ia memutar badannya sehingga kini ia membelakangi Ariel yang masih terlentang di karpet. kontol itu pun masuk ke dalam anus Rini yang sempit.
“Gimana Riel, kamu suka anusku?” Tanya Rini sambil menoleh ke arah Ariel yang merem-melek merasakan kenikmatan pada kontol nya.
“I love it beib…” ucap Ariel ngos-ngosan.
Rini pun kembali menggoyang kontol tersebut dengan erangan-erangan nikmat. Tak berapa lama, Rini pun mencapai orgasmenya yang ketiga. Diikuti Ariel yang menyemburkan spermanya ke dalam anus Rini yang sudah penuh terisi oleh sperma Deddy, sehingga meluber keluar.
“Rin, aku belum lho.” Kata Romi sambil mendekati Rini.
“Kamu mau di mana Rom?” Tanya Rini sambil mengganti posisinya, sehingga kini ia menungging. “It’s up to you…pilih sendiri ya.” Kata Rini sambil tersenyum nakal ke arah Romi dan kemudian mengoral kontol Ariel yang tadi baru saja berejakulasi di dalam anusnya.
Romi pun langsung mengarahkan kontol nya ke lubang memek yang belepotan sperma dan cairan cinta itu.
“Slek…bless!!!”
Tanpa kesulitan, Romi menghujamkan kontol nya ke dalam memek Rini kemudian dengan liar mengaduk-aduk memek Rini yang sudah licin itu.
“Akhh…yes…terusin!!!” Racau Rini semakin tak jelas.
Setelah 15 menit menggenjot, Rini pun mulai mendekati orgasmenya yang keempat.
“Akkhh…Rom, aku mau…”
“Iya sayang, kita keluar bareng ya” bisik Romi di telinga Rini yang membuat Rini semakin menggelinjang tak karuan merasakan geli dan nikmat yang bersamaan.
“Aaakkkkhhhhh…” Rini melolong dengan hebat, kemudian disusul dengan teriakan Romi yang juga mencapai klimaksnya. Akhirnya mereka berdua pun tergolek lemas di atas karpet itu.
“Rin, gue puas banget. Loe bener-bener hebat Rin.” Ucap Deddy dengan sisa-sisa tenaganya.
“Thanks Ded, kalian semua juga hebat, bisa bikin aku orgasme sampai 4 kali gini.” Balas Rini sambil terengah-engah.
Mereka berenam pun akhirnya terbaring lemas di ruang tengah sampai ketiduran. Jam menunjukkan pukul 15.00 WIB. Artinya sudah lebih dari 3 jam, Rini digarap oleh kelima teman kampusnya itu.
Mahasiswi pesta seks dikampus
Mahasiswi pesta seks dikampus , cerita seks , Mahasiswi pesta seks dikampus , anus mulu memek di masukin kontol barengan, paha payudara diraba, ayam kampus haus ngentot, kisah porno, kisah sex bokep, sex, Mahasiswi pesta seks dikampus

10
205

Tags cerita dewasa paling populer di blog ini: cerita seks, Cerita Dewasa, 17 Tahun, sex, Ngentot, Memek, Istri, selingkuh, Kontol, Entot, Mama, gangbang, tante, threesome, ABG, Binal, sexy, toket, payudara.
Aktifkan javascript lalu tekan F5, untuk membuka halaman
meng-klik link cerita secara normal
dan membuka gambar lebih besar.
Cerita dewasa seks terpanas, update setiap hari cerita terbaru Cerita seks dewasa ngentot memek isteri, perek, bispak.
http://cerita-dewasa-terpanas.blogspot.com