Mengobati memek ibuku dengan threesome

Kata orang, tidak baik jika kita terobsesi terhadap sesuatu,itu akan mencelakai diri kita, bahkan orang-orang terdekat kita. Itulah yang menimpa hidupku. Demi kebahagian ibu dan aku, beliau akhirnya menempuh jalan, yang tampa disadari telah masuk kedalam lubang yang hina.


Waktu kecil, aku hidup dilingkungan yang masih percaya akan orang pintar. Jika ada masalah apaun, baik kesehatan atau kehidupan, tak jarang mereka mengandalakan kepadandaian sebagian orang pintar. Ada yng mengangapnya berhasil, tapi jauh lebih banyak yang gagal, tapi walau demikian, masih saja banyak orang percaya akan kepandaian orang-orang pintar tersebut.

Aku lahir dari pernikahan ibu yang ke dua. Sedangkan ayahku, aku tak tahu pasti,ibu itu istri ke berapa,ibu bilang sih ke 4, tapi saat melihat banyaknya anak ayah, membuat aku tak yakin akan hal itu. Ayah memang hanya sesekali datang ke rumah kami, dalam seminngu dia bisa datang 3 sampai empat kali, tapi hanya sesekali saja biasanya dia menginap. Hal itu, menyebabkan kedekatan aku dan ayah tidak begitu erat. Tapi aku selalu menghormatinya. Ayahpun sebenarnya perhatian terhadapku. Ibu mengenal istri-istri ayah yang lain, tapi hanya satu yang dianggap tua, yang lumayan dekat dengan ibu. Istri pertama ayah meninngal, jadi istri ke dualah yang dianggap tua dan dia sangat dekat dengan ibu di banding dengan istri lainnya.
Sejak kecil, aku sudah tahu bahwa ibu yang hanya lulusan sd, sesekali suka mengunjungi dukun, bahkan dia menggunakan susuk. Kebiasaan ibu diturunkan dari nenek. tapi sepengetahuanku. Ayahkupun kadang ke dukun. Dan ketika ibu mengetahui ayah punya perempuan lagi, biasanya ibu akan kedukun dan meminta bantuan. Meski tahu bahwa ibu bukan isteri terakhir ayah, karena ayah masih punya satu istri sah selain ibu, tapi ibu sepertinya paling tak rela jika ada perempuan lain hadir dikehidupan ayah.

Dan kebiasaan ibu, makin terlihat, saat itu usiaku sekitar 10 tahun dan masih duduk di bangku sekolah dasar, ketika ibu kembali uring2an. Karena mengetahui ayah mempunyai wanita baru. Tapi sepertinya usaha ibu sia2, walau akhirnya ayh sering menginap ditempatku di banding dulu, tapi tak menghentikan ayah untuk kembali mempunyai istri, walau dia nikahi secara siri. Bahkan satu tahun kemudian, ayah kembali dikaruniai anak lelaki,entah yang ke berapa.
Setelah itu, karena factor usia, kulihat ayh sering sakit-sakitan, saat sakit, ayah sesekali beristirahat di rumahku, di rawat ibu dibantu nenek. kami memang tinngal bertiga ketika ayh tak di rumah. Kata ayah masakan nenek enak, jadi saat sakit dia betah di tempatku.
Saat usia sekitar 12 , aku makin sering melihat ibu mencari orang pintar. Saat itu kesehatan ayah makin memburuk, dia bahkan hanya bisa berbaring di rumah istri tertuanya. Saat itu, aku makin sering mendengar ibu membicarakan ayah dengan nenek. "kita harus cari orang pintar mbo, kalau ada apa2, si mas bisa meninggalkan warisan buat anaknya, kita harus bikin dia makin sayang sama si eno" kata ibu ku suatu hari. Aku hanya bisa mencuri dengar dari kamarku.

Akhirnya, suatu hari,nenek memberitahu ibu. "ndo,ini ada, katanya bagus, tapi lumayan jauh" kata nenek setelah itu dia bercerita kepada ibu, tentang berita yang didapat dari orang yang memberi alamat itu. ‘ya gpp mbo, kita coba datangi aja" kata ibu. "Cuma nanti katanya kamu dimandiin2 gitu, malah tampa2 baju gitu" bisik nenek. "ya gpp mbo, kan dulu2 juga pernah" kata ibu. "hati2 aja ya nak" . "tenang mbo" kata ibu yakin.
Ya ibu memang telah terbiasa dengan ritual-ritual. Bahkan sepertinya dia tidak takut. Bahkan kali ini dia juga berkehendak pergi, meski jauh dan tidak begitu mengenal derahnya. Kali ini, aku yang di ajak, aku pernah dua kali ibu aja, tapi seringnya ibu mengajak nenek. perjalanan yang ditempuh selama 4jam lebih, dengan 3 kali naik umum dan sekali ojek, ditambah satu jam berjalan kaki menaiki bukit, tak membuat gentar, bahkan sepertinya dia antusias. Aku bahkan sampai tidak sekolah. karena dari subuh, kami sudah berangkat.
Akhirnya, kami sampai di tempat yang dituju, tempat yang sepertinya berada di suatu bukit, aku sendiri merasa seram, tapi tidak dengan ibu. lelaki setengah tua berkumis tebal, dengan wajah ditutupi berewok menyambut kami, dia berusaha ramah, tapi mukanya tetap kelihatan seram. Saat pertama bertemu, matanya terus memeloti ibu, seperti hendak menelanjanginya. Dia kemudian duduk, setelah memberi ibu minum dia berkata.

"sepertinya ada wanita muda yang menghalangi keberuntungan kamu nak" katnya. "mas mbah" kata ibu, dari wajahnya terlihat sedikit kaget,ibu akhirnya mengutarakan keinginanya. "dia ada istri muda kan?kata mbah,ibu mengangguk," lebih mudah menyingkirkan yang muda, daripada merubah fikiran suamimu, bsiknya. Tak lama ibu akhirnya di suruh masuk ke satu ruangan. Kurang dari satu jam ibu keluar. "tolong ya mba, apapun akan saya lakukan" kata ibu, ditanganya ada secarik kertas. Yang kemudian kutahu isinya syarat-syarat. "tapi ini berat nak, mbah harus tafakur dan puasa dulu" tapi nanti kita coba. lebih bagus malam pas wedal kamu" kata mbah dukun. "saya usahain mbah" kata ibu.
Kembali kami melakukan perjalanan pulang. Tiba di rumah,ibu langsung memberitahu nenek. nenek bilang, kalau yakin,laksanakan saja.

Akhirnya 2 mingu dari yang direncanakan, kami kembali pergi. Hari itu selasa siang kami berangkat, karena ibu lahirnya rabu. Kami berangkat selain membawa baju ganti, sesajen, juga sedikit lauk pauk, buat makan nanti, kata ibu. " ibu gak takut kalau nginap" kataku. "gak lah,ini juga nanti buat kamu" kata ibu. aku sama sekali tak mengerti. Tapi aku sendiri percaya dengan orang-orang pintar tersebut. Kepercayaan yang aku tahu sejak kecil tentang kemampuan atau kelebihan mereka. Bahkan aku pernah di buat supaya pintar dan jauh dari penyakit,walau terbukti jarang sakit, tapi tetap nilai ku tak bagus2.
Saat itu aku kembali tak sekolah, malah minta ijin 2 hari. Sekitar jam 5 sore kami sampai,wajah senang langsung kulihat di muka mbah dukun saat kami tiba. kemudian ibu ngobrol, sambil memeriksa semua bawaan disaksikan si mbah. Sesaat kemudian, si mbah menyalakan beberapa lampu cempor dan satu patromak di tengah rumah, aku baru tahu bahwa tidak ada listrik. Sekitar jam 7, kami makan dari nasi si mbah dan lauk pauk yang kami bawa, si mbah sendiri lebih sering berada di ruang belakang sebagai tempat prakteknya. Sungguh sangat sepi. Tak ada barang berharga di tempat itu. Ada radio, yang tergeletak diatas lemari butut.

Rumah itu hanya terdiri dari satu kamar kecil tampa pintu,hanya tirai. l, menempel pada satu ruangan besar tempat si mbah praktek sekaligus tidur. dibelakang ruangan besar ada pintu yang hanya ditutup tirai, 2 meter dari pintu, ada kamar mandi. Didepan karma kecil, ada sedikit ruangan guna menerima tamu, kemudian ada jalan lebar sekitar 1 meter lebih antara ruang besar dan dinding bilik, yang menghubungkan ruang tamu tersebut ke dapur dan kamar mandi. Bahan bangunan rumah itu hanya kayu, bamboo dan bilik. Aku duduk di ruang tamu beralas tikar saat mbah menghampiri kami. " nanti kamu istiraht di sana aja" kata mbah sambil menunjuk kamar kecil dihadapanku, kamar yabf hanya berisi ranjang bale dan kasur serta lemari kayu setengah badan menempel bilik. "mbah,nanti mulai jam berapa?kata ibu. "sekitar jam 11 aja,nanti jam 12, kita mulai ritualnya. Sesaat kemudian, si mbah memanggil ibu ke ruanganya. Aku masuk tak lantas masuk, tapi mendekati bilik kamar mbah, sekedar ingin tahu yang dibicarakan. " ndo, apa siap dengan semua ritualnya, kamu harus mantap" kata mbah. " saya siap mbah" kata ibu ku. " soalnya kamu harus melepaskan semua penghalang dihari wedalmu. mbah sudah puasa, dan nanti mbah salurkan semua kemampuan dan energy pengasihan mbah suaranya bergeram, tapi jelas.

Entah apa yang di obrolkan, aku beranjak ke kamar, disana ternyat samar-samar suara mbah terdengar juga. sekitar jam 9 ibu masuk ke kamarku, aku lantas pergi ke kamar mandi, di dapur aku ketemu mbah yang tengah memisah-misahkan bunga, saat masuk kamar mandi,2 ember besar air berisi bunga ada di situdidepanya ada bak yang merapatke sumur,lalu ada ruang mandi kecil tertutup tembok bata setengah badan yang dikerjakan seadanya. " nak tolong angkat itu yuk" kata mbah saat aku keluar wc yang tampa penutup itu. Kami mengangkat satu ember lalu masuk ke ruang si mbah dan meletakanya di samping bale tak jauh dari pintu masuk. Dipojok yang menempel dengan kamarku, ada ranjang berukuran sedang beralas kasurdan berkelambu. Bau menyan dari dupa langsung menyengat, lampu cempor hanya menempel didinding tak jauh dari pintu dengan cahaya yang sedikit redup. Selain lemari sedang dan meja kecil, tak ada apa2 lagi diruangan itu,hanya kulihat ada golok, pedang, dan arit mengantung di bilik kamar.

Sekitar jam 10,ibu menuyuruhku tidur, aku asalnya merasa kantuk, tapi kemudian, saat perlahan ibu bangkit, kantuku sedikit berkurang. Aku kemudian merapatkan badanku ke bilik, sambil pura-pura merem. ternyat percakapan mereka lumayanterdengar. Sesaat terasa hening, tapi sesekali kudengar kemudian kudengar mbah berkata. " ya nak,ganti pake kain aja" katnya. kemudian kudengar ibu disuruh mengikuti mbah. Hening sejenak, kurasa mereka pergi ke kamar mandi,fikirku. Tak lam kudengar suara mbahmbali. "ya nak, kita mulai,lepaskan saja tak apa2. Hening kembali terdengarmtapi sesekali kudengar tarikan nafas panjang ibu. . " pejamkan matamu nak, mbah akan memberi semua pengasihan mbah," katanya sesaat terasa hening, tapi kemudian kedengar nafas ibu yang mulai seperti terengah . " aduh mbah" kata ibu, saat itu aku mulai penasaran, apa yang dilakukan mbah. Ruang tamu sudah gelap, patromak sudah diredupkan di matikan, perlahan aku bangkit, berjalan pelan kesaping kamar mbah, aku bersaha mencari lubang, tapi tak ketemu,nafas ibu makin jelas, bahkan desahan mbah terdengar lebih jelas. " matamu jang dibuka nak" kat mbah gemetar. Aku melihat ke dapur,gelap sekali, perlahan aku berjalan, aku hendak pura-pura kencing fikirku,langkahku aku hentikan, saat melihat tirai sedikit terbuka, aku dekatkan diriku, ya tuhan, dalam keremangan lampu cempor, aku melihat si mbah yang tampa busana sedang berada tepat didepan tubuh ibu ku,walau badan ibu ku tertutup punggung mbah, tapi aku tahu yang mereka lakukan. Perlahan aku kembali kekamarku dengan jantung deg degan. Entah berapa lama mereka disana, yang jelas aku terus melamun, sampai kemudian kurasakan ada tubuh berbaring disampingku.

Sekitar jam 8 aku baru bangun, kulihat ibu dan mbah sudah bangun. Aku kemudian makan, saat akan pulang si mbah berkata. ’ingat nak, apapun yang terjadi dan terlihat, jangan diceritakan ke siapaun,nanti malah jadi bencana pada kamu" kata mbah,iya mbah. kata ibu. "kamu juga, apa yng dilihat jangan cerita ke orang ya?katnya menatapku. " iya mbah,gak" kata ibu ku menyakinkan.
Saat pulang, kulihat ibu sedikit melamun, tapi aku tak berani tanya. Sampai dirumah,ibu tak banyak cerita,nenekpun tak banyak tanya. Selang 2 hari, ayah mengirimiku uang. Ibu jadi kaget, dan sekaligus bahagia. Wajahnya kembali ceria. "mbok, aku nanti mau kesana lagi,liat hasilnya" kata ibu. nenek keliatan bahagia. " mang kita harus kesana lagi,cape bu" kataku. "kamu nanti gimanaa kalau gak ada uang,nanti gak sekolah" kata ibu. Aku akhirnya diam.

Seminggu kemudian, kami datang kembali. "nak, ternyata istri mudanya punya orang pintar juga, tapi gpp, aku sudah minta bantuan teman,nanti kami lawan bertiga" kata mbah dukun. "maksud mbah?tanya ibu ku. "iya,nanti nritualnya di bantu mereka" . " tapi mbah" kata ibu ku sedikit ragu. "kita sudah setengah jalan nak, jangan mundur,gimanaa?kata mbah. " terserah mbah" akhirnya ibu ku diam. "bagus, kan hasilnya sudah terlihat,walau belum maksimal" kata mbah dukun, saat itu ibu kembali tersenyum. Sekitar jam 7, ada orang mengeruk pintu dapur. Kemudian datang dua lelaki menghampiri kami, menyalami ibu dan aku, wajahnya tak kalah seram, semuanya berbaju hitam seperti mbah. Satu mbah dukun, terus melihatku, "anaknya nak" tanya dukun yang kelihatan paling muda. " iya" jawab ibu. "kalau kamu mau apa,nanti si mbah kasih" kata dukun itu. "mau pintar mbah" kataku. Dia tersenyum. "bukan mau kaya atau disenangi cewe2?tnya si mbah. "itu juga mau" katanya. "sini mbah jampein, supaya sehat dulu ajah, katanya kemudian kumat-kamit dan menyembur kepalaku dengan air putih dari gelasku, "nanti mulainya jam 9 atau 10 ajah" kata si mbah dukun pertama ibu. "tapi mbah" kata ibu sambil melihat ke arahku. "gpp,nanti kamu di kamar aja" kata mbah. "kamu nanti kalau dengar apa2, diam dikamar aja ya" kata , mbahmudian, aku mengangguk. "lagain gpp, kan ayahnya supaya sayang sama dia, mungkin nanti dia juga harus didoain" kata Sarto yang menyemburku tadi. "kamu lahirnya kapan?tanyanya. aku melirik ibu. Si mbah yang lainnya yang ke Sarto banyakan diam,hanya sesekali matanya melirik ibu.

Setengah sepuluh, mbah kemudian berkata. ‘hayu, sekarang aja" katanya. Ibu melihatku yang masih terjaga didalam kamar. "kamu disini aja ya, jangan ke mana" kata ibu. "mbah aku boleh liat ga" tanyaku. "boleh aja,gimana ibumu" kata mbah. " jangan, kamu di kamar aja ya" kata ibu. Kulihat si Sarto melirik dan tersenyum kepadaku.
Mereka kemudian meninggalkanku, suasana kemudian terasa hening, tapi suara mbah sekarang lebih jelas terdengar. "nah,hisap asapnya" katnya kudengar suara mbah. Sedang dukun yang lain, aku tak mendengar suaranya. Aku kemudian mendengar mereka ke kamar mandi, sesaat suasana kembali hening,hanya terdengar gumanan seperti sedang membaca mantra2 tapi kemudian, kudengar tarikan nafas ibu ku yang sesekali terdengar, bahkan terdengar suara oh,walau samar. "biar saya dulu yang member pengasihan" terdengar satu lelaki berkata.

Setelah itu, sesekali kudengar bunyi kayu berdenyit, dan suara desahan ibu makin sering terdengar sampai akhirnya, satu orang berkata. " disana aja" katnya. Sesaat kemudian kudengar suara ibu mengaduh, bahkan beberapa kali" tahan ya,ilmunya mau diamsukin lagi,coba kasih asap" kata suara yang kutahu dari si Sarto. . setelah itu ibu sesekali mengaduh, diiringi bunyi besi yang berdenyit, kufikir mereka sudah pindah ke ranjang besi,gumanku dalam hati. "aduh mbah, aduh mbah" suara ibu makin terdengar lantang. " tahan,nanti juga gpp" bisik Sarto. Rasa penasaran menghampiriku. Kudengar ibu seperti kesakitan tapi sekaligus menikmatinya. Aku kemudian berjalan pelan. lampu petromak telah dipindahkan ke depan rumah. Saat ku melihat dapur,lampu cempor menyala walau sangat redup. Perlahan aku berjalan pelan disamping kamar besar itu. sampai kemudian tepat di samping pintu. Sesaat kemudian aku menberanikan diri mengintip ke kamar dari sela tirai kain yang tak rapat menutupi pintu. Aku kaget saat samar telihat ibu ku berada diantara 2 lelaki. mbah Kiso berbaring dikasur, diatasnya ibu tertelungkup, dan diatas punggung ibu sambil menghentak-hentakan pinggulnya, mbah2 berada. Sementara si mbah Parjo, bersimpuh, dengan menyodor-nyodorkan kontol nya ke muka ibu. "hayo isap, semua lubang harus ditutup" kata si mbah Parjo. Aku tak berani melihat lebih lama, karena badan si mbah Parjo, menghadap ke arahku. perelahan aku kembali ketempat tidurku. Lama-lama, bukan hanya suara ibu yang mendesah oh, tapi juga suara mbah-mbah itu. Entah berapa lama suara-suara itu terdengar, disela kebingungan aku terlelap.

Entah berapa lama aku terlelap, kemudian aku terjaga karena ingin buang air kecil. Aku akhirnya berjalan pelan. Tapi kemudian saat tiba didapur aku kaget, disana ada si Sarto sedang meneguk air. Dia tak berpakaian sama sekali. "mau kemana?katanya seperti kaget juga. " kencing mbah" jawabku sambil menguap. walau samar, sekilas aku melihat kontol si mbah sedang berdiri tegang, tapi aku tak berani melihatnya. . Aku menoleh ke arah tirai yang sedikit terbuka, tapi kemudian si mbah bergerak cepat merapatkanya. "ibu mu masih diisi" kata si mbah. Aku kemudian ke kamar mandi. Aku melihat bunga berserakan di sana. Keluar kamar mandi, aku melihat si Sarto masih berdiri tak jauh dari tirai, tapi sekarang bagian bawahnya telah ditutupi kain. Aku kembali masuk ke kamar dan melanjutkan tidurku.
Mungkin sekitar jam 7 pagi aku bangun, susana hening. Perlahan aku berjalan ke dapur, sepi sekali. Saat melihat ke dalam dari balik tirai, kulihat seorang tertidur di bale, mataku kemudian beralih ke kasur. aku melihat ibu ku masih tertidur dengan hanya mengunakan sarung yang lilitanya didadanya telah terlepas. Sarto dan ke 3 berada disamping kanan kirinya, ke duanya bertelanjang dada. Sementara bagian bawah si Sarto hanya ditutupi sarung dan si mbah Kiso memakai celana pangsi hitamnya yang tidak dikancingkan,hingga bulu-bulunya Nampak sekali keluar. Akhirnya aku tahu yang tidur di bale si mbah Parjo. diapun hanya mengenakan kain menutupi bagian bawahnya saja.

Mengobati memek ibuku dengan threesome, bool dan memek ibu dimasuki kontol, pantat ibu di genjot kontol besar
Klik untuk memperbesar gambar

Aku akhirnya kembali ke kamar, melamunkan kembali kejadian semalam. baru sekitar satu jam kemudian, kudengar di kamar ada yang berbincang. Aku pura-pura tidur, sebelum akhirnya ada satu orang datang dan kutahu itu ibu ku, telah berpakaian rapi walau belum mandi.
Sekitar jam 10, mbah Kiso pamit. Ibu kemudian berbincang dengan mbah Parjo dan Suwito. "ndo, seperti aku bilang kemarin,gimanaa, anakmu juga perlu loh ndo" kata mbah Parjo. "iya mbah, kapan" kata ibu. Setelah menyakan wedalku, yang hari jumat,ibu akhirnya setuju minggu depan aku di ruat. Aku sempat heran. Tapi saat diperjalanan pulang ibu akhirnya menceritakan semuanya. Supaya ayahku sayang dan mewariskan banyak uang, aku juga perlu di beri pengasihan. " tujuan utama kitya ke sana kan buat kamu, jadi memang kamu juga harus di doain" kata ibu. Kulihat wajah ibu Nampak beda, sangat ceria dan berseri-seri. Bahkan beberapa lelaki berusaha ada yang mengajak senyum. "ibu,ibu kok kelihatan lain?bisiku. "masa?ibu diberi pengasihan" bisik ibu didalam bis. " bu, kmarin malam, saat aku pipis, aku melihat mbah didapur tampa baju" bisiku. " sss,ingat kata2 mbah,nati bisa gagal" bisik ibu, aku menganguk. "kalau mengisi ilmu, memang gitu, tubuh kita harus bersih dari apapun" lanjut ibu berusaha member penjelasan. Aku hanya bengong, tapi memang, setelah ke dua kali datang,ibu ku sangat berebeda. Kelihatan lebih cantik. Nenekupun merasakanya. Auranya seperti keluar.

Saat pulang,ibu dikejutkan dengan kabar dari nenek bahwa ayahku mencari aku. "suamimu marah2, pergi gak bilang2, mbok bilang mbak yu mu sakit" kata nenek. kami akhirnya bergegas ke rumah ayah. Ayah menyuruhku menginap,itu membuat aku dan ibu kaget. " gpp,nginap aja disini" kata istri tua ayah. Aku sebenarnya belum pernah menginap, tapi ibu ku pernah.
Kejadian itu makin membuat aku,ibu dan nenek percaya akan bantuan mbah dukun tersebut. Hingga akupun sedikit antusias menerima ruatan dari mbah. Akhirnya saat yang ditentukan tiba,hari itu hari kamis dan untungnya sekolahku bebas, karena sekitar 2 minngu lagi aku mau ulangan semester pertama di smp ku. Kami tiba sore hari. Begitu samapi kulihat si mbah Parjo dan Suwito ada di rumah. Si mbah begitu ramah menyambutku. Ibu seperinya sudah tidak canggung. Dia langsung membuka bngkusan yang kami bawa dan menghidangkanya di meja makan, mbah-mbah itu akhirnya makan. Setelah itu kami ngobrol. "mbah, aku ingin awet muda, kasih yam bah" kata ibu ku. "iya, tapi harus banyak gaul ma anak muda, bagus2 bisa ngedapetin yang sepantaran anakmu" kata si mbah. ibu ku hanya tersenyum. " pantanganya banyak yam bah" kata ibu ku. "lah,ga ada" kata mbah. "yang kmarin kok ada mbah" kata ibu. "itu kan khusus, dan yang penting dilatih aja" kata mbah, aku tak mengerti pembicaraan mereka. Tapi aku kemudian bertanya. " mbah di ruatnya nanti sakit gak?kataku. " sedikit" kata mbah. "duh mbah, jangan sakit dong" kataku. " takut?kata mbah. " iya bah," jawabku. " nanti kayak ibu aduh2an" kataku lagi. " hus,gpp sakit dikit,nanti kan yang penting hasilnya" bisik ibu, sambil tersenyum. si mbah hanya mesem2. Saat asyik ngobrol terdengar orang datang, ternyata si Sarto dan membawa satu lagi, mbah Jono, akhirnya mereka memperkenalkannya. "kami memang suka saling tolong, dulu ketika cari2 ilmu, saya ketemu sama mbah Kiso, baru yang ke 2, dan yang terahir paling muda dia " kata mbah Parjo menunjuk mbah Jono dan memang paling muda walau berewokan juga. " umur kamu berapa? Tanya mbah Parjo. " sebulan lagi 13 ya bu" kataku,ibu menganguk. "kamu sudah mimpi basah" tiba-tiba si Sarto bertanya. Aku tak menjawab hanya senyum2. "jangan malu,gpp" kata mbah Parjo. Aku menganguk. "bagus kalau gitu" kata Sarto. " sejak kapan" kata Sarto. ibu ku kelihatan hanya senyum. " sekitar 3 bulan yang lalu mbah" kataku. Kemudian saat aku berbincang dengan Sarto,ibu ku kemudian ke dapur, berbincang dengan mbah Kiso dan ke Jono.

Sekitar jam 9,lebih mbah Parjo menyuruh ibu siap-siap. "jadi sekarang mau yang awet muda’kata mbah Parjo. "iya mbah, tapi sekarangkan bukan wedalku" kata ibu ku. "gpp, yang penting yang pertma harus sesuai wedal, kesananya gak apa" kata mbah. " oh gitu yam bah" kata ibu. " nanti sekalian ngelanjutin dan ngetes yang kemarin. kebetulan kalau buat awet muda, dia jagonya" kata mbah menunjuk mbah Jono. "kamu mau sekalian sekarang" kata mbah Parjo. "nanti mas, sekitar jam 11 aja" kata Sarto. "mbah boleh liat gak" kataku. " nanti le, kalau saatnya. boleh" kata mbah. dia kemudian berlalu diikuti ibu. Agak lama mereka dikamar, kemudian aku melihat ibu keluar diikuti mbah Parjo. ibu ku mengenakan kain dililit didada, badanya seperti mengkilat dan rambutnya kelimis. " ibu mau apa mbah" tanyaku. "mau di mandiin, setelah tubuhnya diminyaki dan dijampe2" kata mbah. Lumayan lama mereka di kamar mandi, akhirnya ibu ku keluar dengan basah kutup dan di rambutnya ada bunga2. Setelah itu aku melihat mbah Kiso masuk wc dan keluar dengan basah kuyup,lalu mbah Jono, dan terakhir mbah Parjo pun mandi. Suasan didalam hening, tapi perlahan ku dengar sura desahan ibu ku. "sudah jangan di dengar, kamu mau minta apa" kata mbah. " ingin ujian saya lancer aja mbah" kataku.
Lama-lam suara ibu makin nyaring, sesekali diikuti suara lelaki.

Saat bangun,hanya tinggal ibu, Sarto dan ke Parjo yang ada, mbah yang lain sudah pulang. Kulihat ibu menyiapkan makan,untuku, setelah itu dia bahkan membereskan kamarku dan mencuci sprei2nya. Wajanya kelihatan berseri. Aku sendiri tak menyangka, di kunjunganku yang ke 3, aku akan mengalami ritual macam itu. " burungmu bisa dibikin lebih besar lo le" kata si Sarto. ibu hanya tersenyum. " masa mbah" kataku. " iya, apalgi kamu masih nubuh,lebih gampang" kata mbah lagi, aku hanya senyum. Saat akan pulang, mbah Parjo mengingatkan ibu ku. "ya kalau mau bagus,harus dapat yang muda2:katnya. ibu ku tersenyum.
Entah,ibu ku jadi ketagihan datang ke tempat si mbah, bahkan meski ayah sakitnya makin parah,ibu bukan menunguinya, bahkan mengajaku kembali menemui si mbah sesegera mungkin. Bahkan baru selesai ulangan hari jumat, dia langsung membawaku pergi menemui si mbah. "kita kan sudah bilang bu, kalau gak jumat ini, jumat depan, sudah jumat depan aja bu" kataku. Tapi akhirnya aku menyerah, memang kurasakan juga hasilnya. Kurasa ujianku keliatan mudah. Dan ayah walau sakit, tetap ingat dengan uang sekolahku.
Tapi aku tak menyangka, kunjungan kali ini, merupakan kunjungan yang membuatku makin terperosok ke dalam kenikmatan semu dunia. Bahkan aku terjerumus ke hal yang seharusnya tidak boleh terjadi. Selepas magrib, kamu baru tiba. Jono orang dukun itu sudah menunggu kami. "kirain hari ini gak datang lagi, minggu kemarin kami juga menunggu" kata mbah Jono.

Waktu belum jam 8, tapi mereka sepakat melakukanya. Aku masuk ke kamr depan, setelah digosok, aku kemudian ke karma mandi, saat keluar,ibu dan mbah Parjo keluar dari kamar. Ibu tersnyum padaku. dia kemudian masuk ke kamar mandi. saat masuk kamar.

Tak lama aku berkata" mbah, boleh liat ke sebelah gak?bisiku. "ya dah, tapi harus dirahasiakan, kalu gak, kamu akan dapat bencana" katnya, aku mengangguk.

Jantungku berdegup kencang. Aku kaget melihat pemandangan yang kali ini jelas terlihat walau cempor kamar tak begitu terang menyalanya. Saat perlahan, aku melongokan muka ke tirai yang telah setengah terbuka. diranjang besi itu. mbah Kiso tengah memaju mundurkan kontol nya di memek ibu. sementara mbah Parjo dan ke Jono berjongkok dikanak kiri kepala ibu, menyodorkan kontol nya. kontol itu ibu pegang sambil bergantian dia masukan ke mulutnya. Ibu tak menyadari kehadiran kami, tapi mbah Parjo yang menghadap pintu melihat kami dan hanya tersenyum. Sesekali ibu cekikikan seperti tidak sadrakan diri. "ibumu lagi diisi. Itu semua demi kamu,ingat" bisik Sarto, "liat kontol mbah,gede kan" katnya. Aku melihat ke kontol mbah Parjo, aku sempat kaget,ukuranya mungkin sama percis pergelangan tanganku. " kamu mau gak kayak gitu" bisik Sarto. aku hanya diam. tak lama kulihat mbah Kiso mengejang,lalu mbah Parjo mengantikanya, saat kontol mbah masuk,ibu mengerang hebat. " aduh mbah,enak, yang dalam" katnya. mbah Kiso melirik kearh kami. dia kemudian tampa malu mendekati kami, dan hanya senyum lalu ke dapur mengambil air.

Kemudian mbah Parjo memeluk ibu dan membuatnya menyamping, membelakangi kami, sesaat mbah Jono berbaring di belakang ibu, dan perlahan memasukan kontol nya ke bool ibu. ibu kemudian mengeliat, sambil teriak ahh, tak lama mbah Jono pun memaju mundurkan pinggulnya di pantat ibu. Tapi kemudian Sarto menghampiri ranjang itu dan aku pun pergi keluar untuk mengambil air minum.

Diantara suara berisik dari kamar sebelah, aku memejamkan mataku dan terlelap. Besoknya, aku bingung saat ibu berkata dia dan aku menginap lagi hari ini. Siang itu, aku akhirnya dibawa mbah Parjo ke sawah, mengambil singkong,ikan dan lainya. Sementar mbah2 yang lain pulang dulu sambil membawa keperluan untuku.

Sore hari, mbah2 kemabali datang walau tidak bersamaan. Sarto membawakan barang2 untuku. "mbah emang daun bamboo sama daun jadi bisa dipake buat besarin" tnyaku. Mbah menagguk,nanti yang tajam-tajam ini yang akan kita jadikan seperti sosok. "gak gatal mbah’kataku. " awalnya aja, sedikit" katanya. "harusnya dia merasakn perbedaanya sebelum dan sesudah dikasih pengasihan" kata mbah Parjo. "kamu sendiri gimana nak,harusnya juga di sembur yang masih suci, supaya lebih kelihatan hasilnya" kata mbah Parjo. "habis gimana mbah" kata ibu ku. "anakmu sebenarnya bisa membantu, tapi kamu siap gak" kata mbah. "gimana mbah aja" kata ibu ku. ‘harusnya dia tahu perbedaanya ya’ kata mbah Parjo menatap Sarto. "ya sudah mas , aku kan ada pasien yang belum diisi,nanti biar kita ruwat diisini aja, tapi dia datangnya minngu" kata mbah Jono. Kemudian mbah Parjo membawa ibu ke dapur, dia berkata sambil berbisik, kulihat ibu hanya mengangguk2.
sekitar jam delapan, mbah Parjo kembali membawa ibu. "kamu kalau mau liat, boleh,hayo" kata mbah. Aku kemudian duduk dibale, menghadap ranjang,ibu ku duduk di tepi ranjang, dikiri kanan si mbah dan Jono duduk besila kumat-kamit. Dibawah kaki ibu ada satu dupa menyala, baunya menyengat, mengasapi badan ibu, saat itu mbah Parjo membaluri ibu dengan minyak, sambil jampe.

Sesekali mbah menyodorkan dupa yang lebih kecil, sambil menaburkan tembakau,hingga keluar asap, dan sesekali dia mendekatkan asap itu ke hidung ibu. Aku ingat Sarto pernah memberiku asap itu. Setelah kira2 setengah jam, mereka membawa ibu ke kamar mandi. Sarto mengajaku keluar. Kulihat jalan ibu sedikit sempoyongan dan sesekali tersenyum saat kembali ke kamar. "liat lagi yu mbah" kataku. " nanti, ada giliranya. Beberapa saat kemudian semua mbah didalam masuk kamar mandi bergantian dan kembali ke kamar besar itu. " giliran dia" kata mbah Parjo. Aku kemudian disuruh membuka seluruh pakaianku, Sarto lalu memadikanku. Setelah itu saat keluar wc, aku disambut mbah Parjo dengan tubuh tanpa sehelai kain pun, aku kemudian dibawa kekamar. Di ranjang, kulihat ibu berbaring dengan menekuk kaki percis seperti mau melahirkan, disamping kanan kirinya mbah parjo dan Jono duduk tampa penutup pakaian. Satu tangan mereka meremas-remas payudara ibu. "naik le,gpp tenang aja" kata mbah Parjo. mata ibu sedikit terpejam. senyum sesekali tersungging di mulutnya. perlahan aku disuruh mendekatkan kontol ku ke memek ibu, badanku bergetar, mbah Parjo memdorong pungguku pelan dari belakang, perlahan aku berjalan dengan lututku makin mendekatkan kontol ku. sesaat mbah membaluri kontol ku dengan miyak, dan memijat-mijat, kemudian dia mengesek-gesekan kontol ku ke klitoris ibu. Perlahan kontol ku bergerak. berdiri, kemudian oleh mbah ditusuk-tusukan ke lubang memek , kontol ku makin mengeras. " bagus le" bisik mbah. dan kemudian tangan mbah mendorong pelan pantaku,hingga pelan kontol ku masuk ke lubang memek ibu. " nah nak, sekarang giliran kamu,hisap kuat kuat" kata mbah saat itu kurasakan memek ibu berdenyut, dan seperti menghisap kontol ku. kulihat tangan ibu menekan kuat pahanya, aku membungkukan badanku sedikit. " apa seperti di hisap le" bisik mbah. " iya mbah, ahh" bisiku. Mbah mendorong pantat ku,hingga kontol ku habis semua masuk kedalam memek ibu. " hayo nak,hisap kuat-kuat" kata mbah,ibu menarik nafas panjang, kemudian kurasakan kontol ku seperti disedot, sementara batangku seperti diremas daging yang sangat hangat. " mbah, mbah" bisiku. "gpp le,rasakan aja, pejamkan mata kamu" akupun menejamkan mataku, kepala kontol ku kurasa makin membesar, akhirnya akupun tak kuasa dan, ahh, ahh…aku mendesah sambil terjerembab diatas badan ibu ku sendiri. "aduh mbah ngilu,udah" kataku karena kurasakan kontol ku seperti terus dihisap,hingga kurasakan spermaku kering. perlahan aku mencabut kontol ku. sudah, kamu pakai baju dan tidur. Aku melangkah lemas. Tenagaku seperti terkuras habis,entah aku langsung terlelap hingga subuh tiba.

cerita sedarah gangbang ibu threesome http://cerita-dewasa-terpanas. blogspot. com/


saat bangun, aku terus memikirkan kejadian semalam. benarkah yang telah ku perbuat, betapa bejatnya aku,fikirku. Tak lama, kudengar suara berisik dikamar besar. akhirnya satu persatu mereka bangun. Saat masuk kekamar, kulihat ibu ku seperti bercahaya. Dia tersenyum dan menyuruhku mandi. "udah yang terjadi jangan diingat-ingat ya, biarkan aja" kata ibu ku saat melihatku melamun.
Pagi itu mbah Jono pergi, dan sekitar jam 11 dia kembali dengan membawa wanita muda,usianya sekitar 20 tahun, katanya pasien baru yang ingin awet muda. Siang itu, aku banyak minum ramuan aneh pemberian mbah. setelah makan. Sekitar jam Parjo, mbah Parjo menyuruhku masuk ke kamar. Ibu menunguku di ruang tamu, ditemani Sarto dan Kisno. "gpp, buat bikin kamu nanti gamapang jodoh dan rezeki" kata mbah, sambil melirik ibu kemudian membawaku masuk ke kamarnya. Saat masuk, aku melihat wanita yang dibawa mbah Jono telah berbaring tanpa pakain sehelaipun. Jantungku berdegup kencang, mbah menyuruhku membuka pakaianku, setelah aku telanjang, mbah berbisik. " semalam kamu ingat kana pa yang kamu rasakan" kata mbah, aku mengangguk. " nah sekarang naik lagi kayak semalam" katnya menuntunku,wanita itu tersenyum malu-malu menatapku. Sesaat kemudian, kurasakan kontol ku mulai bergerak saat melihat memek wanita itu, kontol ku makin bertambah keras, saat kudekatkan ke memek nya, dan akhirnya, perlahan, aku masukan kontol ku ke lubang memek yang menganga mengundang kontol ku untuk masuk didepanku. mbah kemudian memaju mundurkan pantat ku. aku terus mengenjot wanita itu, sampai kira-kira 15 menit kemudian, tubuhku mengejang, dan spermaku muncrat didalam lubang memek wanita itu.

Aku memngelap kontol ku,lalu mbah menyuruhku berpakaian. dengan penuh keringat, aku keluar dan duduk di kursi dapur. ibu menghampiriku dan memberi minum. Sarto menghampiriku. " nah le, sama semalam enak mana?bisiknya. " yang malam mbah" kataku. " bedanya apa?tanyanya kemudian. " kalau malam kayak dihisap mbah" bisiku. "nah,itu bedanya yang di beri jampe sama yang enggak" aku hanya mengangguk, kuliht ibu hanya senyum2 saja. " kamu kan baru seminggu 13 tahun,nah itu hadiah dari mbah" kata mbah Parjo. " kalau dari mbah,nanti malam mbah bikin besar burungmu le" kata Sarto. aku hanya mangut-mangut.
Sekitar jam 7. Sarto mematrai aku. Kamar depan jadi sesak penuh asap. Setelah itu kontol ku di bungkus daun bamboo, kira-kira satu jam, aku di rendam di bak berisi bunga. Setelah itu, kontol ku diganti di bungkus dengan daun jati. sambil terus asap mengepul dari bawah pantat ku. Tubuhkupun dibungkus denagn daun pisang. Semau dikerjakan Sarto di bantu mbah Jono. Sementar ibu berada dikamar bersama mbah Parjo, kisno dan wanita muda itu. Mungkin sekitar pukul 2 semua ruatan selesai. Dan aku langsung terlelap.

Baru hari siang kami pulang, saat tiba di rumah,nenek langsung menyambut kami bahagia. "waduh, mbok kira ad apa2" kata neneku. Dia terus melihat wajahku. "kamu kok lain le" kata nenek sambil terus memandang wajahku. saat di kamar mandi, aku terus memperhatikan kontol ku, tapi sepertinya tak ada perubahan,walau kepalanya keliatan besar, tapi besoknya, kulihat sedikit berubah, seperti mengembung, dan seminngu kemudian, aku makin melihat perubahanya, apalagi ketika tegang, kepalanya seperti jauh lebih besar dan bulat. Dan makin terasa lebih keras. Rasa penasaranku makin bertambah, akhirnya aku kocok kontol ku, dan sat keluar air maniku, kurasakan deyutanya hingga ubun2ku, bahakn kulihat kepala kontol ku kembang kempis seperti insang ikan.
Perubahan lain, aku lihat ibu ku makin banyak teman, bahkan ibu tak pulang tampa member tahu aku atau nenek kemana dia pergi. Kira-kira sebulan setelah kunjungan terahir, kami datang lagi ke tempat mbah. " wah, kirain sudah lupa sama mbah" kata mbah. " ya, kami kan janjinya sabtu awal bulan datang" kata ibu. "yang lain mana mbah" kata ibu. " mungkin malam, kalau mereka ingat" kata mbah. Aku lihat ibu ku bertingkah aneh di depan mbah," kamu tunggu disini ya,ibu ada penting sama mbah" kata ibu, kemudian menarik mbah kamarnya. hari masih sekitar jam 5, tapi kemudian kudengar desahan ibu di kamar mbah.
Saat mbah Kiso dan Jono datang pun, mereka masih di kamar. " mbah itu mana" kataku. " kayaknya baru besok le" kata mbah Jono. Tak lama ibu keluar diikuti mbah. " gimana ada perubahan le" kata mbah Jono, aku menganguk. " belum di tes ya" katnya. Aku mengeleng. " ya dah,gpp,gak ganggu ini gak dipake juga" kata mbah Jono.

Malam hari, saat mereka bergumul dengan ibu ku, aku hanya diam dikamar, tapi kemudian mbah Jono, dia lalu membawaku kedalam. disana sambil cekikikan ibu menjilati kontol mbah Parjo dan ke Kiso. mbah Jono kemudian mengumuliku di ranjang bale. Ibu hanya senyum melihat kami. aku terus melihat kontol mbah Parjo yang besar sekali menyodok memek ibu, " kenapa le, mau" kata mbah Parjo, ibu hanya tersenyum melihat ku yg seperti gak tahan untuk menggenjotnya, aku hanya senyum malu. kemudian aku lihat mbah Jono entot pantat ibu. Dan dibawanya mbah Kiso meyodok memek ibu. " Sesaat kemudian kulihat mbah Kiso dan Jono mengejang, dan akhirnya perlahan bangkit dan mencabut kontol mereka. kulihat ibu terkulai berbaring di kasur, saat mbah2 itu bernjak turun dari kasur. Dan kemudian mbah parjo bergantian memasukan kontol nya ke memek ibu. aku terus menatap mereka, samapi kemudian mbah menarik tanganku. Hayo le masukan, katanya, perlahan, aku dekatkan kontol ku yang sudah tegang ke memek ibu, untuk ke dua kalinya, kembali aku mengenjot ibu ku. Kuraskan nikmat yang luar biasa. " tarik nafas dalam2, supaya air maninya tak cepat keluar" kata mbah Parjo mengingatkanku kepada yang diajarkanya dulu. Tapi akhirnya, akupun tak kuasa menahan spermaku dan kemudian, aku terjerembab diatas tubuh ibu, kurasakan spermaku keluar banyak sekali, sampai tumpah dari mulut memek ibu. rasa nikmat luar biasa kurasakan. Akhirnya aku meninggalkan mbah dan ibu ku melanjutkan pergumulanya.

Sejak itu, selama di rumah aku selalu entot ibu ku karena memek nya yang bisa menghisap sangat membuat ku kecanduan memek dan pantat ibuku, aku selalu menggenjot kedua lobang ibu ku bergantian tiap malam dan menumpahkan sperma ku di dalam memek ibu ku, bahkan saat teman2 ku belajar bersama dirumah, ibu selalu sengaja memakai pakaian tipis dan seksi sehingga ibu ku di gangbang teman2 ku di rumah, dan dikamar ibu ku semalaman memek dan bool ibu ku terisi sperma bergantian dientot sampai pagi.
Mengobati memek ibuku dengan threesome
Mengobati memek ibuku dengan threesome, cerita seks , aku selalu entot ibu ku memek nya bisa menghisap membuat kecanduan memek dan pantat ibuku, aku selalu menggenjot kedua lobang ibu ku terisi sperma, kisah porno, kisah sex bokep, sex, Mengobati memek ibuku dengan threesome

10
205

Tags cerita dewasa paling populer di blog ini: cerita seks, Cerita Dewasa, 17 Tahun, sex, Ngentot, Memek, Istri, selingkuh, Kontol, Entot, Mama, gangbang, tante, threesome, ABG, Binal, sexy, toket, payudara.
Aktifkan javascript lalu tekan F5, untuk membuka halaman
meng-klik link cerita secara normal
dan membuka gambar lebih besar.
Cerita dewasa seks terpanas, update setiap hari cerita terbaru Cerita seks dewasa ngentot memek isteri, perek, bispak.
http://cerita-dewasa-terpanas.blogspot.com