Cerita ngentot threesome dengan teman, istri ku, dan aku

Berumah tangga dan kehidupan kami baik-baik saja. Aku sendiri berusia 10 tahun lebih tua dari pada istri ku yang saat ini berusia 30 tahun dan sudah beranak seorang berusia 7 tahun. Walaupun sudah beranak, tetapi istri ku tetap mempunyai wajah yang cantik dan bentuk tubuh yang indah sebab sering senam dan merawat wajah, rambut ke salon dan juga karena anaknya dulu minum susu kaleng sehingga bentuk buah dadanya yang besar itu tetap indah dan masih kencang serta kenyal. Juga lubang memek nya saat habis melahirkan langsung dijahit sehingga lubangnya kembali seperti saat masih perawan. Jadi hubungan seks kami tetap indah.


Suatu hari di tahun , kami diajak sebelah tetangga untuk nonton blue film karena baru beli laser disc. Kami dan suami istri tetangga nonton film itu yang cukup seram karena ada seorang wanita bule disetubuhi oleh dua orang Negro, mereka bergantian memasukkan kontol nya yang seorang ke memek nya dan yang seorang ke mulutnya untuk dihisap. Melihat adegan itu rupanya istri ku jadi naik birahinya sehingga memegang tanganku erat-erat dan berbisik,
"Waah rupanya nikmat sekaligus lubang atas dan bawah kemasukkan kontol ." Kutanya pelan-pelan,
"Apakah kamu kepingin adegan begitu?" istri ku dengan malu-malu menganggukkan kepalanya.
Setelah selesai memutar laser disc, kami segera pulang dan karena nafsu birahi kami sudah memuncak segera kami puaskan dengan bersetubuh malam itu. Sambil bersetubuh, aku tanya lagi kepadanya, "Mi, apakah kamu kepingin disetubuhi sekaligus dengan dua laki-laki?" istri ku memandangiku sambil malu-malu manggut-manggut kepalanya. Kutanya lagi, "Kalau lakinya dua, satunya kamu ingin dengan siapa?" istri ku menjawab, "Terserah sama Papi saja." Aku teringat punya dua teman baik sejak sekolah di SMA, yaitu Bram seorang anak turunan Ambon dengan Belanda dan Tono seorang Cina seperti kami. Lalu kutanya lagi, "Kalau Bram atau Tono mau?" Dia menggangguk juga. Lalu kujelaskan lagi, "Mami senang yang kontol nya besar, lebih besar dari kupunya atau yang kira-kira sama?"

istri ku menjawab, "Enak yang besar saja, seperti di film tadi."
"Oh kalau gitu ya si Bram saja sebab dia punya panjang dan besar."

Memang kita dulu pernah mandi sama-sama bertiga saat masih sekolah ternyata Bram punya kontol dalam keadaan mati saja besar dan panjang hanya warnanya agak hitam lalu bulu kemaluannya juga banyak sampai menyambung ke bawah pusar juga dadanya penuh dengan bulu maklum orang Ambon. Besok paginya segera kuinterlokal Bram yang ada di Jakarta dan kuceritakan maksudku, ternyata Bram menyambut dengan antusias dan sanggup datang besok sore sebab hari Sabtu kantor di Jakarta tutup. Aku kemudian booking motel yang terdiri dari 2 ka-mar dan sebuah ruang tamu dan TV.

Hari Sabtu sore aku menjemput Bram di airport bersama istri ku, setelah menitipkan anak pada pembantu. istri ku sudah siap membawa tas dengan membawa perlengkapan baju tidur segala, saat itu istri ku memakai rok panjang warna coklat tapi bagian atas terbuka sampai dada hanya memakai baju tipis (modelnya Yuni Sara) dengan bagian bawah ada belahannya agak tinggi di depannya sehingga kalau jalan atau duduk pahanya terlihat putih menggairahkan. Juga bagian atasnya terlihat sedikit belahan buah dadanya, karena istri ku hanya memakai bra strepples tanpa tali, sehingga di airpot banyak mata laki-laki curi pandang lihat belahan buah dadanya istri ku, apalagi kalau tangannya didekapkan di bawah buah dadanya maka buah dadanya semakin menyembul ke atas. Makin syuur..! Tepat pukul 17.15 pesawat Merpati dari Jakarta mendarat, dari penumpang yang turun kulihat Bram menuruni tangga pesawat dengan menenteng tas kecil. Dia memakai T-shirt dan celana jeans.

Setelah keluar pintu airport segera kusalami dia, dia menepuk-nepuk bahuku dan berkata, "Waah, nanti malam kita betul-betul ke nirwana", dengan logat Ambonnya. Kemudian dia memeluk istri ku sambil mencium pipi kiri dan kanan yang mulus dan putih dari istri ku. "Apa kabar Hwa?" tanyanya pada istri ku. Dia kalau panggil istri ku dengan Hwa. Kita berjalan menuju parkir dan naik mobil, untuk sementara dia duduk di belakang sendirian dulu sambil kita cari makan. istri ku usul makan sate kambing saja biar hot katanya. Dan usul itu kita setuju semua.

Setelah sampai motel kita segera check in, temanku sebagai tamu kuberi kamar yang besar dengan twin bed sekaligus untuk tempat bermain seks-ria nanti. Baru saja aku selesai dari kamar kecil menuju ruang TV yang bersebelahan dengan kamarnya Bram yang masih terbuka pintunya, kulihat Bram memeluk istri ku dari belakang menghadap kaca rias sambil tangannya meremas-remas buah dada istri ku sehingga ke-dua pentil buah dadanya yang coklat kemerah-merahan itu menyembul keluar sambil menciumi pipi istri ku yang wajahnya menengadah ke wajahnya Bram. Tangannya Bram yang kanan kadang-kadang terus meraba turun ke perut dan terus turun untuk disusupkan ke belahan atas dari rok istri ku untuk meraba pangkal paha serta memek istri ku. Tampak istri ku mulai mendesis kenikmatan serta menggeliat dengan tangan kanannya coba memijit kontol nya yang masih pakai jeans itu. Adegan ini masih berlangsung beberapa saat walaupun mereka tahu aku di dekatnya. Ketika kutanya pada istri ku, "Mi, nikmat ya permainannya Bram?" istri ku menjawab, "Waah, aku nggak tahan lagi Pi, habis sejak dalam mobil tadi Bram terus mempermainkan dan meremas buah dadaku terus." Memang istri ku kalau buah dadanya sudah dipermainkan lalu nafsunya meroket naik, mungkin ciri khas wanita-wanita yang punya buah dada besar. Karena Bram mau mandi dulu, maka aku dan istri ku yang sudah mandi dari rumah duduk di sofa menonton TV dulu.

istri ku berkata kepadaku, "Waah Pi, pertama aku dirangkul dan diciumi oleh Bram badanku rasanya merinding dan panas dingin. Habis bulu tangannya dan kumisnya begitu geli rasanya waktu menggesek tubuh dan pipiku."
"Tapi Mami bisa nafsu ya dengan Bram?" tanyaku. istri ku dengan malu manggut-manggut. Lalu dia bilang lagi,
"Kalau nanti malam Papi tidur sendirian bagaimana? Sebab katanya aku akan diajak tidur dengannya semalam."
"Nggak apa-apa, yang penting Mami bisa keturutan mendapat kepuasan", jawabku.
Memang entah kenapa perasaanku saat melihat Bram memeluk dan meremas buah dada istri ku aku tidak cemburu bahkan nafsuku menjadi berkobar, apa mungkin aku punya kelainan seks pikir dalam hatiku.
"Tadi Bram bilang kalau nanti malam air maninya akan disemprotkan terus ke seluruh tubuhku dan memek ku sampai habis. Dan lendir santanku akan dikuras sampai kering dengan kontol nya", kata istri ku. Aku pesan pada istri ku agar satu hal yang jangan dilakukan adalah minum air maninya, walaupun nanti kalau nyemprot saat dihisap. Jadi harus diBramahkan.

Beberapa saat kemudian Bram bertanya pada istri ku, "Hwa, apakah kamu tak bawa pakaian tidur? Tapi kalau tak bawa ya tak apa-apa sebab nanti malam kan tak ada pakaian yang boleh menempel di tubuhmu sebab akan kuselimuti dengan tubuhku."
"Macam-macam kamu", sahut istri ku. Lalu istri ku masuk ke kamar untuk ganti pakaian dan sikat gigi, juga aku masuk kamar untuk lepas pakaian dan hanya pakai CD saja. Sebentar istri ku sudah selesai dan keluar dengan mengenakan pakaian tidur dari bahan tipis warna pink hingga terlihat CD mininya warna merah juga branya yang mini juga dari renda warna merah juga. Melihat istri ku keluar dengan pakaian yang sensual sekali, Bram geleng-geleng dan bilang, "Waah aku bisa langsung tegang lho", sambil pegang-pegang kontol nya. Lalu istri ku duduk di sofa sebelahku dan tangan Bram ditarik juga untuk diajak duduk di sofa juga. Sekarang istri ku diapit sebelah kiri aku dan kanan oleh Bram. Tangan istri ku dipegang Bram dan digosokkan ke bulunya di bawah pusar sampai menyambung ke bulu kemaluannya. "Wuuuiihh, cek... cek... cek", gumam istri ku sambil menarik tangannya.

Sambil nonton TV tanganku dan tangannya Bram mulai bekerja. Bram menciumi pipi, telinga dan lehernya istri ku sehingga kepalanya disandarkan ke bahu Bram dan menengadah untuk terus menerima ciuman-ciuman disertai permainan lidah Bram dan tangan kanannya terus mulai meraba dan meremas buah dada sebelah kanan dan naik turun ke paha istri ku. Aku sendiri segera melepas kancing atas baju tidurnya dan kurogoh buah dadanya sebelah kiri untuk segera kuhisap pentilnya serta tangan kiriku meraba paha kirinya dan memek nya bergantian dengan tangan Bram. istri ku tak tahan terus menggeliat-geliat sambil tangan kirinya memijit kontol ku dan tangan kanannya merogoh ke dalam celana santainya Bram untuk memegang kontol nya. Adegan ini tak berlangsung lama hanya sekitar 5 menit, karena istri ku tak tahan dan minta langsung ditancap dengan kontol memek nya. Lalu kita sama-sama masuk kamar, kulepas CD-ku dan ternyata Bram hanya pakai celana santai saja tanpa CD sebab begitu dilorot celananya langsung nampak kontol nya.

Walaupun belum hidup kontol nya cukup panjang kira-kira ada 15 cm dan besar sekali dan kepalanya sudah menongol keluar karena dia disunat, tetapi kantong pelirnya agak kecil. Kupunya panjang dan besarnya hanya kira-kira 65 persennya saja. istri ku juga sudah bugil benar, lalu dia ditarik Bram ke hadapannya dan tubuhnya agak dirapatkan ke tubuh istri ku jadi buah dada istri ku yang menempel agak ketat dengan dadanya yang penuh bulu. Lalu Bram berpegang pada kedua lengan Hwa dan badannya digeser-geserkan naik turun, ke kiri dan kanan sehingga bulunya menggesek ke seluruh tubuh depan Hwa juga bulu kemaluannya kulihat sempat menggesek memek istri ku, hingga istri ku kenikmatan sambil memejamkan mata. Aku jadi syuur melihatnya. "Addduuuh Bram, gila benar gesekan bulu atas bawahmu itu, tak tahan memek dan buah dadaku kena gesekannya", kata istri ku.

Selesai itu lalu Bram tidur dan istri ku diminta me-nungging agak di bawahnya sehingga mulutnya pas depan kontol nya dan aku diminta mengerjakan memek nya dengan kontol ku. Saat menungging kelihatan buah dada istri ku menggantung bebas dan langsung saja ditangkap dengan kedua tangan Bram dan terus diremas-remas. istri ku tanpa komando langsung mencaplok kontol Bram yang mulai agak tegang dan mempermainkannya dengan mulut dan lidahnya. Lubang kontol ku dibuka-buka dengan ujung lidahnya dan kadang-kadang dikocok naik turun dengan mulutnya sehingga Bram mengerang nikmat. Aku sendiri langsung tegang keras dan terus kuhunjamkan maju mundur ke memek nya. Mendapat dua kontol yang sekaligus mengisi lubang atas dan bawah apalagi yang satu gede sekali istri ku tampak bernafsu sekali, nafasnya kelihatan terus memburu sedang memek nya mulai keluar santannya dan kental sekali. Kulihat istri ku kadang-kadang tak menghisap kontol Bram tapi memepetkan buah dadanya kekontol Bram dan ditaruhnya di belahan buah dadanya dan digosok-gosok dengan buah dadanya.

Melihat itu lalu kupegang pantat istri ku dan langsung kugoyangkan maju mundur sehingga sekaligus buah dadanya bisa menggosok-gosok kontol Bram dan memek nya mengocok kontol ku. Praktis kami laki-laki berdua diam hanya dengan goyangan pada pantatnya sudah membuat nikmat kontol dua laki-laki dan kulihat memek nya makin banyak dengan santan kental yang berwarna putih seperti susu. Aku bilang, "Waduuuh Bram, santannya Hwa mulai keluar dan kental sekali Bram". Langsung dia bilang, "Aku juga tegang banget kontol ku disedot-sedot dan dipermainkan lubangnya oleh Hwa, ayo kita ganti posisi." Temanku usul supaya istri ku jangan capai sebab masih terus akan dikerjakan semalam suntuk, maka istri ku disuruh yang tidur tapi pantatnya di ujung bawah kasur hingga kakinya bisa menapak ke lantai. Temanku nanti akan menancapkan memek nya dari bawah sambil memegang dan membentangkan kaki istri ku. Dan aku yang bertugas mengisi mulut atas dengan kontol ku dengan jongkok tepat di atas buah dadanya sehingga kontol ku tepat di hadapan mulutnya.

kontol ku juga langsung dicaplok oleh Hwa yang sudah memuncak nafsunya, baru beberapa saat Hwa melepas kontol ku dan mengaduh, "aachh.... Bram!" Aku melongok ke belakang ternyata Bram masih sibuk mau memasukkan kontol nya sebab belum bisa masuk, yaah karena kelewat besar bendolan kepala kontol nya saat tegang banget itu kira-kira ada 5 cm diameternya. "Sulit banget An masuknya coba kuberi minyak sedikit dulu", katanya. "Masak toch padahal sudah kumasukan kontol ku dan sudah ada santannya lho", sahutku. Lalu temanku ambil botol kecil isi minyak dan dioleskan kepala kontol nya dengan minyak lalu dia mengambil semacam longsong dari karet dengan bagian dinding luarnya penuh bulu dari karet kira-kira panjangnya 1 cm. Longsong itu lebarnya kira-kira 10 cm.

Kemudian dipakaikan ke kontol nya hingga batang kontol nya sebagian tertutup dengan longsong berbulu itu. "Ini supaya Hwa mendapat kenikmatan yang lebih hebat. Mau coba ya Hwa?" katanya sambil ditunjukkan ke istri ku kontol nya yang sudah gede dan panjang lagi hitam itu dilongsongi dengan gelang karet putih berbulu itu sehingga benar-benar menakjubkan kelihatannya. istri ku bilang, "Waah kayak apa rasanya nanti Bram, aku belum bisa membayangkan. Tapi pokoknya habisi ya Bram air sperma dan santanku!"
"Oke" sahutnya. Lalu Bram mengangkat dan mementang lagi kaki istri ku dan ujung kontol nya ditempelkan tepat di lubang memek istri ku yang mulai menganga itu dan disentakkan ke dalam. "aacch... Bram, masuk Bram kontol mu", kata istri ku. Memang kepala kontol nya Bram sudah masuk lalu digoyanggoyangkan keluar masuk pelan-pelan kepala kontol nya supaya agak terbiasa. "Waduh Bram, Pi, rasanya seret sekali bibir memek ku bisa merasakan bentuk kontol mu Bram", kata istri ku sambil matanya terpejam dan menggigit bibir. Setelah itu baru dimasukkan seluruh batang kontol nya yang tertutup gelang bulu itu pelan-pelan.

Setelah terbenam semuanya, istri ku mendesis lagi, "Aduh Pi, kontol Bram mentok sampai dalam kepalanya rasanya menyodok mulut rahimku. Enaaknya luar biasa dan gelinya juga hebat kena gelang bulu itu", dengan kontol tetap terbenam penuh Bram mulai menggoyangkan pantatnya naik-turun bergantian dengan kiri-kanan, sehingga kontol nya menyapu seluruh dinding memek istri ku. Tangan istri ku mulai meremas kain sprei dan minta kontol ku untuk dihisapnya. kontol ku juga dipermainkan dengan lidah, lubangnya dibuka-buka dengan lidah, enaknya luar biasa. Aku sambil melihat ke belakang, kulihat kontol Bram mulai digoyangkan keluar masuk sehingga bulu karetnya menyentuh clit-nya juga dan terlihat bulunya banyak santan istri ku yang menempel. Setelah gampang masuk keluar kontol nya, maka kaki istri ku disuruh membuka dengan telapak kakinya manjat di pinggir kasur sehingga tangan Bram langsung meremas buah dada yang ada di bawah pantatku.

Baru 3 menit jalan adegan ini, istri ku sudah mengaduh, "Aah.. aah, aku mau klimaks, Bram, Pi!" Benar juga sekejap lagi istri ku tampak lemas sehingga menghisapnya kendor dan Bram berkata, "Gila An, pijatan memek istri mu kuat sekali di kontol ku." Memang kalau klimaks istri ku memek nya memijit kontol dengan kuat dan nikmat rasanya. Setelah agak kuat, istri ku bilang, "Pi, Bram tolong semprotkan semua manimu ya, aku sudah pengin hangatnya manimu sekalian." Aku tanya pada istri ku, "Mi, gimana? Mami nikmat dan puas keinginan Mami untuk merasakan 2 kontol sekaligus terlaksana?"
"Ya Pi, Mami puas banget dan memang enaknya dan grengnya luar biasa sekaligus melihat, memegang dan menikmati 2 kontol , apalagi ada yang gede-gede. Mami jadi kepingin terus", sahutnya. Lalu Bram sudah mulai menggenjot lagi memek Hwa dengan kontol nya dan kontol ku dihisap lagi sambil dibantu dikocok dengan tangan. Setelah 5 menit lagi, istri ku mencapai klimaks lagi. Lalu temanku bilang, "Ayo An, sekarang kita puaskan Hwa dengan semprotan sperma secara berbarengan."

Bram mulai menggerakan lagi keluar masuk dan kadang memutar sehingga istri ku sering menggelinjang tubuhnya dan kontol ku mulai dihisap lagi sambil kadang-kadang dikocok dengan tangan, sedang buah dada istri ku tetap menjadi bagian dari tangan Bram yang tak bosan-bosan meremas-remasnya. Makin lama Bram semakin cepat dan semakin keras meng-hunjamkan kontol nya ke memek Hwa dan mulai mendengus-dengus seperti sapi. Melihat itu akan jadi memuncak nafsuku dengan kontol terus dikocok oleh istri ku maka air maniku tak tertahan lagi, creet.... creet.... cret, maniku menyemprot masuk ke mulut istri ku. Karena seminggu tak bersetubuh maka maniku banyak serta kental juga sehingga mulut istri ku penuh dengan sperma yang putih seperti cendol itu. Lalu kontol ku kukeluarkan dari mulutnya dan sperma yang masih menetes dari lubang kontol ku kugeser-geserkan ke bibir istri ku dan langsung ditelan semua maniku. Baru saja habis menelan maniku terdengar suara mengaduh dari temanku, "Uuuuuh.... uuuuhh.... uuuhh", sambil menekankan kuat-kuat kontol nya yang terbenam itu ke memek istri ku. Dan tiap kali Bram mengaduh istri ku pun ikut mengaduh, "aah Bram... aahh Bram... aah Bram." Jadi rupanya tiap kali semprotan sperma Bram terasa sekali nikmatnya oleh istri ku. Aku lalu rebah tidur sebelah istri ku dan temanku juga langsung rebah menindih tubuh istri ku.

Walaupun dengan nafas yang masih memburu tangan temanku tetap masih meremas buah dada Hwa. Kemudian tubuh Bram dipeluk erat oleh istri ku dan kakinya pun dilipatkan erat-erat ke pantat Bram dengan maksud agar kontol nya jangan buru-buru dicabut dari memek nya. Kira-kira sampai 5 menit kita bertiga terdiam tanpa kata-kata hanya dengan nafas tersengal-sengal, baru kemudian aku turun menuju kamar mandi untuk cuci dan ternyata Bram dengan merangkul istri ku juga ikut ke kamar mandi untuk cuci bersama. Untuk mencuci kontol -kontol , istri ku yang bertugas karena kepunyaan Bram yang banyak belepotan santan dari sperma istri ku maka kontol nya yang dicuci dulu. Kulihat dari memek Hwa meleleh sedikit sperma yang keluar ke pahanya dan kulihat bibir memek nya memerah.

istri ku bilang, "Ya Pi bibir memek ku merah? Itu gara-gara kontol temanmu itu toch yang seretnya bukan main mulai dari bibir memek sampai dinding dalam memek seret terus, sehingga memek ku bisa merasakan lekuk-lekuk kontol Bram."
"Tapi nikmat dan nikmat toch sayang?" balas Bram. istri ku tertawa tanda setuju, sambil terus mencuci kontol Bram dan kemudian kontol ku. Setelah itu giliran istri ku memek nya mau dicuci oleh tamanku, istri ku duduk di closet dengan kaki terbuka lebar kemudian memek nya dicuci dan jari tengahnya dimasukkan pelan-pelan untuk mengambil sperma yang menempel di dalam dan ternyata ada sedikit dan ditunjukkan ke istri ku. istri ku bilang,
"Wah Pi, maninya Bram ngendon dalam memek ku nih sebab tadi semprotannya banyak dan sampai tiga kali tapi yang keluar sedikit sekali. Mungkin masuk ke rahim sebab dalam perutku masih terasa hangat dan saat nyemprot ujung lubangnya benar-benar disodokkan sampai rasanya masuk lubang rahimku. Gimana ya Pi?"
"Biarin saja lama-lama kan keluar sendiri, sekarang dikeluarkan percuma nanti malam kamu kan masih akan disemprot lagi."
"Bukan malam ini saja mungkin sampai besok pagi akan kusemprotkan sampai habis maniku ke memek mu", sahut Bram. istri ku menjawab,
"Betul Bram, kamu biar kembali ke rumah dengan tempat yang kosong jadi manimu 2 hari ini harus dihabiskan sampai tuntas."

Setelah selesai mencuci, kita bertiga dengan berbugil ria duduk di sofa sambil makan kacang mete dan nonton TV. Temanku berkata,
"An, kamu beruntung sekali punya istri dia, walaupun sudah setengah baya dan punya anak tapi buah dadanya masih berdiri menantang tidak jatuh, juga perut dan pahanya mulus sekali tidak keriput, siapa yang tak tegang terus lihat tubuh seindah ini. Apalagi hisapannya juga yahut, kalau jadi istri ku tiap hari bisa kusetubuhi minimum 2 kali! istri ku berbisik padaku,
"Sudah kesampaian keinginanku untuk melayani nafsu birahi 2 laki-laki sekaligus dan ternyata memang tambah besar nafsunya serta nikmatnya pun tambah. Oya Pi, malam ini aku tak tidur dengan Bram ya, aku akan melayani Bram untuk menyalurkan nafsu sexnya sepuas-puasnya supaya tak kecewa kalau balik ke Jakarta." Aku menjawab,
"Boleh saja, Bram malam ini Hwa biar melayani kamu supaya kamu bisa melampiaskan semua nafsu binatangmu padanya."
"Memang sejak aku makan sate kambing, aku sudah minta supaya dia malam ini dan besok pagi melayani nafsu binatangku", kata Bram.

Kemudian istri ku minta tiduran, kepalanya di pangkuan Bram sedang pahanya di pangkuanku sambil tangannya memegang-megang kontol Bram lalu digosokan ke pipinya dan diciuminya. Tangan Bram diletakkan di buah dada istri ku sambil mengusap, meremas dan kadang menunduk untuk mengecup bibir istri ku. Dia kalau mengecup sampai lama hingga istri ku sampai sulit bernapas dan minta dilepas kecupannya. Sedang bagianku adalah mempermainkan clit-nya dan memasukkan jari tengahku ke dalam lubangnya dan kontol ku sambil digesek-gesek dengan betisnya. Bram kadang-kadang memeluk tubuh istri ku dan kemudian menciumi pipi dan mengecup kening dan bibir istri ku dan tangan istri ku pun mengusap-usap dadanya yang berbulu itu.

Kemudian Bram berkata padaku, "An, sebenarnya aku sudah lama tiap kali bertemu dengan Hwa, aku kepingin menikmati tubuhnya dan malam ini jadi kenyataan. Untuk itu malam ini istri mu kupinjam untuk menemani tidur sebab aku akan melampiaskan seluruh nafsu binatangku pada Hwa dan kontol ku akan kusimpan dalam memek nya sepanjang malam. Aku akan memberikan kenikmatan dan kepuasan yang tak terkira pada Hwa."
"Boleh Bram, malam ini istri ku biar melayanimu agar kamu benar-benar puas", sahutku.
"Tapi kalau nanti malam Papi butuh ya Papi ikut masuk saja sebab Mami tetap akan melayani Papi juga malam ini, untuk itu nanti pintu kamarnya biar terbuka saja jadi Papi dapat lihat dan dapat masuk ikut juga", kata istri ku. Setelah itu Bram bertanya pada istri ku,
"Apakah kamu sudah fit lagi untuk main?" istri ku menjawab,
"Aku selalu siap setiap saat untuk melayanimu dan Papi. Malam ini aku benar-benar sehat makin mendapat semprotan sperma semakin sehat rasanya, sebab manimu tadi yang keluar hanya sedikit lainnya masih berada di dalam rasanya masih hangat di dalam perutku, Bram." Setelah itu Bram berdiri sambil membopong istri ku dibawa masuk ke kamar dan ditidurkannya. Bram memanggilku untuk menemani istri ku dulu karena dia akan ke toilet dulu, kesempatan itu kupakai untuk mencium dan mengecup bibirnya dan mengulangi pesanku,
"Mi jangan lupa kalau maninya Bram disemprotkan ke dalam mulut hati-hati jangan sampai tertelan dan jangan mau kalau kontol nya dimasukkan ke dalam lubang anusmu!"
"Iya Pi, akan kuingat terus pesan Papi", sahut istri ku.
"Selamat menikmati kontol nya Bram yang gede ya Mi, nanti Papi diberi ceritanya ya!" kataku. Saat itu Bram sudah balik masuk kamar dan aku duduk lagi di ruang TV sambil menonton juga mau menonton adegan permainan Bram dengan istri ku karena pintu kamarnya terbuka.

Bram naik ke tempat tidur dengan posisi di atas istri ku, kemudian dadanya yang penuh bulu digesek-gesekkan ke buah dada istri ku sehingga istri ku menggelinjang kegelian dan terus digesekkan ke bawah yaitu perut, dan memek nya. Setelah itu Bram naik lagi lalu mulai menciumi kening hidung dan pipi dari istri ku lalu mencium telinga istri ku dengan mengeluarkan lidahnya untuk mengorek lubang telinga istri ku sampai istri ku meronta karena geli dan tangan istri ku segera meraih kontol nya yang selama ini menggelantung dan ujungnya menggesek-gesek paha istri ku. Segera dipijit-pijitnya kontol Bram dan kadang-kadang dikocok juga serta kantung buah pelirnya diremas-remas juga. Hal itu membuat Bram lebih ganas dia segera mencucupi puting buah dada istri ku sambil tangannya meremas-remas buah dadanya dengan harapan ada air susu yang keluar.

Tapi walaupun buah dada istri ku montok tak keluar air susunya kalau diperas. kontol nya dipermainkan oleh istri ku tampak tegang dan panjang banget, lalu Bram mengambil posisi gaya 69, hingga mulutnya pas di memek dan kontol nya tepat di wajah istri ku. Keduanya yang langsung beraksi, kontol nya yang gede segera dijilati dan dilumat dengan lidah seluruh bagian kepalanya yang nampak gempel besar itu sambil batang kontol nya dipijit terus oleh istri ku dan dia terus mencucup clit dan lubang memek istri ku. Kurang lebih 10 menit adegan ini lalu gantian Bram yang tidur dan istri ku yang duduk di atas kontol nya tepat dengan memek nya. Kepala kontol nya dimasukkan ke dalam memek istri ku lalu mulai diputar pantatnya sehingga kontol nya berputar dengan dipegang bibir memek istri ku sedang tangan Bram tetap meremas buah dada istri ku.

Kira-kira sudah 10 menit lewat sperma Bram tetap belum menyemprot dan istri ku juga belum klimaks, lalu oleh istri ku mulai digoyang naik turun pantatnya kadang-kadang pelan kadang-kadang cepat sehingga kontol nya keluar masuk memek seperti dikocok dengan memek . Dengan posisi ini baru 5 menit istri ku klimaks dan dia diam terduduk di atas kontol Bram dengan memek nya memijit kontol . Setelah fit lagi digoyang lagi sampai klimaks lagi istri ku. Akhirnya istri ku menarik Bram untuk duduk dan istri ku tetap duduk di kontol nya dan kakinya diselonjorkan di antara tubuh Bram. Lalu Bram yang ganti menggoyangkan pantat istri ku maju mundur sambil kadang-kadang istri ku ditidurkan ke belakang dan Bram tetap mendekapnya. Dalam waktu 15 menit dengan posisi ini istri ku sudah mengerang karena klimaks sampai 2 kali.
Puas dengan posisi ini ganti istri ku ditelentangkan, lalu Bram menindih istri ku setelah kontol nya dimasukkan semuanya ke memek istri ku, lalu pantatnya digoyang memutar sehingga bulu kemaluannya menggesek clit dan seluruh memek istri ku dan kontol nya memutar di dalam lubang memek sehingga istri ku menggelinjang lagi dengan tangannya menarik lepas sprei. Sedangkan mau mengerang sulit, karena bibirnya dikecup kuat-kuat oleh Bram. Yaah, menonton itu kontol ku jadi tegang terus sampai kemeng rasanya, dan adegan ini berjalan cukup lama sampai kira-kira 10 menit lebih. Dan dalam waktu 10 menit itu paling tidak istri ku sudah mencapai klimaks sampai 2 kali. Setelah itu kakinya yang kekar itu keduanya ditumpangkan ke kedua kaki istri ku yang ramping dan indah itu lalu pantatnya digoyangkan naik turun hingga kontol nya ikut juga. Dengan posisi ini kontol nya betul-betul kejepit dengan bibir memek istri ku sehingga gesekannya betul-betul terasa di memek istri ku sampai istri ku berulang kali menelan air liurnya dan geleng-geleng kepala saat klimaks.
Bram minta ganti posisi lagi, sekarang dia agak mengangkat pantatnya dan ganti istri ku yang harus menggoyangkan pantatnya memutar hingga kontol Bram diputar dengan memek istri ku. Kira-kira 5 menit lewat masih belum lepas juga maninya, padahal kalau aku yang diputar kontol nya oleh istri ku 5 menit langsung muncrat maniku, akhirnya malah istri ku sendiri yang klimaks lagi. "Aduuh Bram... aduh Bram.... nikmatnya luar biasa aku sudah tak kuat menahannya lagi semprotkan manimu Bram", pinta istri ku. Baru kemudian posisi istri ku ditarik ke bawah sehingga pantatnya di pinggir kasur, kemudian Bram turun dan kaki istri ku diminta mentang lebar-lebar dan diangkat tinggi lalu Bram menancapkan kontol nya dari bawah dengan sedikit membungkuk agar tangannya bisa meremas buah dadanya.

Lalu mulailah ditembaknya memek istri ku dengan kontol nya, pertama mulai pelan-pelan lalu tambah lama tambah keras dan cepat menembaknya sampai tiap kali ditekan pantat istri ku terpental naik. Untuk itu terpaksa tangannya melepas buah dada istri ku dan memegang pinggangnya supaya kalau ditembak keras memek nya, pantatnya tak naik tapi kontol nya yang deras menghunjam masuk menerobos sampai mulut rahim istri ku. "Aduuh Bram... aduh Bram... nikmat banget kontol mu Bram, tapi aku tak kuat menahan nikmatnya Bram..., aku butuh manimu Bram dan kontol mu sudah makin hangat Bram", teriak istri ku. Akhirnya "Huuuuh", desis Bram dan "Cruttt", maninya muncrat, "Huuuh", desis Bram lagi dan "Cruttt", maninya muncrat lagi dan setiap kali maninya muncrat istri ku mengerang, "aach... sseett!" Setelah itu Bram tengkurap di tubuh istri ku, "Bram tubuhku hangat rasanya kena semprotan manimu", kata istri ku. Kemudian tubuh istri ku diangkat naik dan Bram segera tidur di sebelahnya dengan memeluk istri ku dan kontol nya yang masih tegang itu dimasukkan lagi ke dalam memek istri ku dan kemudian kedua tubuh yang bugil itu diselimuti. Melihat itu walaupun kontol ku tegang aku tak ikut masuk sebab kupikir istri ku capai apalagi memek nya masih disumpal dengan kontol Bram, jadi terpaksa aku masuk ke kamar dan tidur.

Suatu saat aku terbangun, karena terasa kontol ku dipijit-pijit dan ketika membuka mata ternyata istri ku dengan masih dibopong di muka berpelukan oleh Bram tangan istri ku memijit-mijit kontol ku. Ketika aku bangun, istri ku bilang, "Ayo Pi jangan tidur saja Mami mau disemprot sperma lagi berdua berbarengan." Eeeh, ternyata pikiranku tadi meleset, kukira istri ku yang lemah lembut itu sudah capai tadi ternyata masih ingin dikerjain berdua lagi. Aku lihat ternyata memek istri ku tetap didongkrak dengan kontol Bram, jam saat itu sudah jam 1 tengah malam jadi aku sudah tidur dua jam. Kemudian istri ku ditidurkan di bawahku dan langsung Bram mulai menembak memek istri ku dengan kontol nya yang gede itu dan aku terpaksa bangun mendekatkan kontol ku ke mulut istri ku untuk dihisap. kontol ku terus dijilati disedot lubangnya sambil kantong kontol ku diremas-remas dan rambut bawah kantong kontol ku ditarik-tarik juga pinggiran lubang anusku dielus-elus dengan jarinya hingga aku terus bernafsu dan tegang lagi.

Memang kalau kita main bertiga ini tambah terangsang demikian juga Bram yang menembakkan kontol nya semakin seru dan nafasnya mulai ngos-ngosan dan crot... crot... crot, maninya muncrat ke dalam memek istri ku, kulihat itu tak tahan juga langsung maniku kulepaskan juga dan memenuhi mulut istri ku dan setelah ditelan mulutnya dibuka ditunjukan padaku kalau spermaku sudah habis masuk. Dan Bram pun lalu menelungkup di atas istri ku untuk istirahat, tapi mulutnya masih sempat menghisap-hisap pentil istri ku. Lalu dia bilang,
"Waah Pi, sperma Bram rupanya masuk terus ke dalam rahimku sebab tiap nyemprot tak pernah keluar lagi, apa karena memek ku disumpal terus dengan kontol nya Bram ya Pi? sebab biasanya kalau punya Papi paling 1 jam sudah mengalir keluar lagi walaupun nyemprotnya keras banget." Belum sempat kujawab, Bram bilang,
"Gila, istri mu itu minta disumpal terus memek nya, pokoknya kontol ku malam ini tak boleh lepas dari memek nya."
"Nggak Pi, Bram yang minta dulu supaya kontol nya dipendam semalam suntuk dalam memek ku, dan aku setuju", jawab istri ku.

"kontol nya terasa hangat terus di memek ku, dan kalau mulai tegang terasa mulai goyang-goyang dan semakin keras yang menyodok-nyodoknya Pi, kalau tidur walaupun sudah tidur pula kontol nya tetapi kepala kontol nya tetap nyantol di bibir memek ku jadi tak mau lepas seperti Papi punya biasanya lepas sendiri kalau tidur." kata istri ku. Setelah fit kembali istri ku dibopong lagi dengan masih disodok memek nya dengan kontol nya dan dibawa balik ke kamar depan dan aku pun tertidur lagi karena mengantuk. Seperti biasa aku selalu bangun jam 4.30 pagi selain kebiasaan kadang-kadang kontol ku tegang sendiri jam-jam itu. Pagi itu kontol ku juga tegang lalu aku bangun dengan maksud mau naiki istri ku, kumasuk ke kamarnya ternyata istri ku masih tidur berpelukan dengan Bram dengan tubuh diselimuti. Aku mencoba mendekati kepala istri ku dan kubelai-belai pipinya dan istri ku terbangun.
Aku bilang, "kontol ku tegang nih, yo tak semprotkan ke memek mu."
istri ku berbisik, "Aduuuh Pi, kontol Bram masih menancap terus dalam memek ku kalau tak ditarik tak bisa lepas sebab nyantol kepalanya, Papie tak hisap saja ya kontol nya?"
"Oke", sahutku.
Lalu istri ku menengadah dan kudekatkan kontol ku supaya bisa masuk ke mulutnya, lalu kukocok sendiri kontol ku dan kugosok-gosokkan kepalanya ke bibirnya dan kadang-kadang kumasukkan dalam-dalam ke mulutnya. Karena sudah cukup lama tegangnya tak lama hanya 5 menit maniku sudah muncrat lagi ke dalam mulut istri ku dan kemudian seluruh bagian kepala kontol ku dijilati untuk membersihkan maniku dan setelah itu baru ditelan semua maniku. Aku bertanya,
"Mami tidak nelan maninya Bram toch dan tak dimasuki lubang anusnya juga ya?"
"Tidak Pi, semua maninya Bram masuk ke dalam memek ku dan sampai sekarang belum keluar sehingga rasanya ada sesuatu barang dalam perut yang hangat! Lalu Bram hanya mencabut kontol nya kalau minta dihisap setelah itu dimasukkan kembali ke memek ku", jawab istri ku.

Kukecup bibirnya dan kubisiki, "Baik-baik ya Mi, semoga dapat kenikmatan lagi!" Lalu aku keluar kamar dan tiduran lagi. Aku terbangun lagi pukul 6 pagi langsung kupergi mandi dan kemudian duduk di sofa menonton TV. Ternyata istri ku baru saja diajak bersetubuh lagi oleh Bram, karena baru saja berada di atas istri ku kemudian tidur lagi dengan berangkulan lagi. Karena bosan lihat TV lalu kupergi keluar untuk lihat pemadangan alam dan jalan-jalan di taman. Kira-kira sejam kemudian aku balik ke motel dan kulihat kamarnya sudah kosong, rupanya mereka mandi berdua. Aku masuk ke kamar dan melihat di tempat tidur ada gelang karet berbulu yang dipakai dan ada cincin dari bulu buntut kuda. Aku nonton TV lagi, rupanya lama sekali mereka mandi. Kucoba mendekat ke pintu kamar mandi dan menempelkan kupingku di pintu, oh ternyata mereka main lagi dalam kamar mandi sebab terdengar rintihan istri ku, "Aduuuh Bram... aduuh Bram... enaknya kontol mu Bram, nikmat banget Bram rasanya." Kemudian suaranya Bram, "aach... Hwa, memek mu juga nikmat, aku kangen terus dengan memek dan payudaramu yang kenyal ini Hwa!"

Aku balik nonton TV lagi jadinya, kira-kira 30 menit lagi mereka keluar dari kamar mandi dengan masing-masing berbalut handuk tubuhnya dan sekarang sudah pisah tidak nyantol lagi kontol nya di memek istri ku. Mereka masuk ke kamar dan ganti pakaian, kulihat istri ku pakai celana dalam mini warna merah dan pakai bra mini warna merah juga, lalu pakai rok bawah mini hitam dan kaos strip hitam putih tapi pendek jadi hanya sampai bawah bra saja, jadi perutnya yang langsing putih agak kelihatan dari luar. Melihat istri ku pakai kaos agak ketat, Bram bilang, "Hwa, kamu jangan pakai bra saja lebih bagus karena kaosmu ketat." istri ku pertama menolak, "aah katanya mau keluar makan dan nanti mau pulang segala nggak enak kalau tak pakai BH." Bram bilang, "Kita kan hanya makan di restoran sini saja sebelum pulang, sebab nanti aku masih mau main lagi Hwa." Jadi terpaksa istri ku menurut dengan melepas lagi BH mininya. Eeeehh, ternyata betul juga pendapat Bram, sebab tanpa BH pun ternyata buah dada istri ku tetap tegak menantang hanya bedanya putingnya agak nampak jelas dari kaosnya dan kalau jalan ke-lihatan sedikit bergoyang-goyang buah dadanya.

Setelah semua siap kami pergi makan ke restoran hotel pukul 8.15, di sana kita lihat ada 2 pasangan lagi rupanya juga bermalam di hotel itu sebab yang cewek ada yang masih pakai pakaian tidur segala. Selesai makan kita jalan-jalan di taman sebentar sambil ngobrol-ngobrol lalu balik ke motel dan duduk untuk nonton TV. Baru beberapa menit perutku terasa sakit, terpaksa aku ke kamar mandi untuk buang air besar. Selesai buang air besar aku mau menonton TV lagi, ternyata mereka berdua sudah tak ada dan masuk ke kamar lagi. Aku melihat istri ku sudah tak mengenakan kaos lagi tapi sedang memakai BH mininya, sedang Bram sedang melepas celana dan kemudian bajunya lalu dia menarik istri ku dan ditidurkannya ke ranjang lalu ditindihnya lagi istri ku, yaah rupanya mau main lagi mereka. Ternyata benar, rok mini istri ku dilepas lalu CD mininya disingkap ke pinggir pangkal paha lalu kontol nya dikeluarkan dari CD-nya dan dimasukkan ke memek nya istri ku. Jadi Bram main dengan masih pakai CD dan istri ku pakai BH dan CD mini. Karena branya mini, otomatis payudara istri ku mencuat keluar ketika terkena remasan tangan Bram sambil pantatnya terus menggenjot naik turun dengan cepatnya. Kira-kira hampir 10 menit terdengar istri ku berteriak, "Aduuuh Bram, hangatnya manimu, lepaskan semua manimu Bram!" karena sebelumnya istri ku cuma mendesis terus kenikmatan. Nampak sesaat lagi Bram jatuh menelungkup di atas istri ku.

Karena sudah hampir jam 10 kubangunkan mereka, sebab Bram harus berangkat pulang dengan pesawat jam 11.00. Kuselesaikan semua rekening hotel sementara mereka berpakaian lagi. Kita langsung menuju airport tepat sampai airport pk 10.30. Lalu kita ngomong sebentar dan Bram usul, "Kalau lain kali kita main berempat dengan istri ku, bagaimana?" Pertama istri ku keberatan sebab aku tak boleh main dengan wanita lain. Tapi Bram menjelaskan kalau wanita itu adalah keponakannya sendiri yang kerja jadi sekretarinya dan kadang-kadang melayani tamu-tamunya yang membutuhkan hiburan. Jadi pasti bersih dan usianya masih muda baru 19 tahun, cukup seksi hanya buah dadanya agak sedikit lebih kecil dari istri ku. Kalau istri dia pasti kurang ramai karena agak kerempeng dan tidak ceria, jadi aku dikhawatirkan tak bisa tegang. "Jadi bisa ramai Hwa, kita main 2 pasang dalam satu kamar pasti hot", kata Bram.

Akhirnya istri ku setuju kapan-kapan main berempat, tiba-tiba istri ku pergi lari-lari ke kamar mandi. Setelah pulang dari kamar mandi, aku bertanya, "Ada apa?" Dia menjawab sambil menunjukkan CD mininya yang digenggam. "Waah, maninya Bram mulai keluar, CD-ku sampai basah dan lengket jadi tak nikmat dipakai. Mungkin rokku juga basah belakangnya." Ternyata betul bagian bawah memek nya basah, karena Bram sudah hampir check in lalu kami berdua langsung pamit pulang dulu setelah dikecup bibirnya oleh Bram. Kami segera menuju mobil dan jok tempat istri ku duduk dilembari dengan kertas koran, hampir sampai di rumah istri ku mengeluh lagi, "Aduh Pi, maninya keluar lagi rasanya basah dan lengket semua pahaku. Cepat dikit Pi!" Kukebut terus dan sampai di rumah mobil kuparkir di tepi jalan dan istri ku turun lalu menekan bel, setelah dibuka oleh pembantuku dan segera istri ku masuk ke kamar utama kita dan masuk ke kamar mandi dalam tanpa ditutup pintunya. Karena anakku sedang tidur di kamarnya, aku langsung masuk ke kamar utamaku, kulihat istri ku lagi melepas rok mininya lalu duduk di closet.

Melihat aku datang, istri ku bilang, "Papi sini lho, lihat Pi pahaku kena maninya Bram dan itu keluar terus banyak." Kulihat paha istri ku dan bulu kemaluannya basah kena sperma dan dari lubang memek nya keluar jatuh sperma Bram yang seperti cendol itu. Melihat itu aku malah jadi nafsu, kontol ku jadi tegang, terpaksa aku melepas semua pakaianku. "Papi pasti tegang toch kalau lihat memek ku belepotan sperma begini", kata istri ku sambil mulai memegang kontol ku. Lalu kutarik lepas kaos istri ku. "BH-nya jangan dulu ya supaya Papi lebih terangsang kalau Papi mainan payudara Mami!" kata istri ku. istri ku bilang kalau tadi malam sampai pagi tadi dia disemprot sperma Bram sampai 7 kali, yaitu jam 8 malam saat bareng dengan saya, jam 11 malam saat main saya nonton TV, jam 1 tengah malam waktu main di kamar saya, jam 3 fajar waktu kontol Bram tegang sendiri, jam 6 pagi sehabis saya nyemprot ke mulutnya, jam 8 pagi saat di dalam kamar mandi dan jam 10 pagi waktu mau pulang. "Hebatnya Bram itu sejak dari awal sampai yang terakhir semprotannya keras terus dan kental serta hangatnya dan banyaknya sama, maka dari itu rasanya penuh dalam perutku tadi sampai suatu saat kutekan perutku dan mulai keluar terus maninya", kata istri ku. "Mi, kalau sudah habis cuci dulu memek nya, aku sudah nggak tahan nih."

istri ku buru-buru mencucinya dan mengeringkan dengan handuk, lalu kuangkat dia dan kuletakkan di atas tempat tidur. Tanpa tunggu macam-macam aku segera menaiki istri ku dan kutancapkan kontol ku ke memek nya. "Wah Mi, memek mu masih seret juga buat kontol ku, kukira jadi longgar kemasukkan kontol gedenya Bram", kataku. istri ku lalu cerita, "Waktu kontol Bram ditanam semalam suntuk dalam memek ku, begitu mulai kurang tegangnya memek ku kumulai renggangkan sehingga sampai kepalanya saja yang nyantol di bibir memek ku dengan maksud supaya jangan sampai longgar liangnya. Apalagi Bram selalu pakai cincin bulu kuda itu kalau di dalam banget geli rasanya kalau goyang sedikit, kalau di luar kurang geli sebab yang kena cuma bibir memek saja. Kalau mainnya Papi dan Bram sama saja, hanya Bram kalau sudah nafsu banget agak kasar mainnya, lain dengan Papi tetap semangat tapi mesra. Hanya Papi punya kalah besar dan panjangnya saja, tapi Mami mau belikan alat yang bisa buat memperbesar dan memperpanjang kontol , tiap pagi nanti Mami yang melakukannya supaya punya Papi bisa jadi panjang dan besar. Memang saat Bram mau menyemprot, Mami selalu tekan pantat Mami ke atas supaya kontol nya bisa amblas masuk semua sebab kalau nyemprotnya di dalam rasanya hangat, nikmat dan nikmat. Papi punya kalau nyemprotnya keras dan kebetulan maninya agak encer juga bisa langsung kena mulut rahimku jadi hangatnya nikmat Pi."

"Pi ini lho selain leher buah dadaku juga dicupang oleh Bram, tapi nanti Mami gosok dengan minyak kayu putih supaya cepat hilang", kata istiku sambil melihatkan buah dadanya yang dicupang.

Cerita ngentot threesome dengan teman, istri ku, dan aku, sperma nya masuk memek istri doyan mani orang lain kontol besar masuk memek istri
Klik foto untuk memperbesar gambar

Mendengar cerita istri ku itu aku semakin menggebu mengangkat turunnya pantat dan segera hak BH istri ku yang terletak di bagian depan itu kubuka hingga buah dadanya yang semakin kencang itu tak tertutup lagi yang sebelah kuremas dan yang sebelah kukecupi dan kugigit-gigit putingnya. "Aduuh Pi, nikmat banget Pi, aku sudah kangen dengan kontol nya Papi sejak Papi minta tadi malam, masih seret ya Pi, aku masih merasakan seret gesekan kontol nya Papi. Pi mau keluar ya? kok sudah anget banget pe-nisnya?" tanya istri ku. Benar juga tak lama lagi creeett.... creeettt, maniku menyemprot. "Waah... maninya Papi nyemprot ke dalam, sebab semprotannya keras tapi agak encer. Bisa jadi satu dengan Bram punya nih!" kata istri ku. Karena capai kami berdua tiduran tapi akhirnya tertidur juga
Cerita ngentot threesome dengan teman, istri ku, dan aku
Cerita ngentot threesome dengan teman, istri ku, dan aku, cerita seks , Cerita ngentot threesome dengan teman, istri ku, dan aku, sperma nya masuk memek istri doyan mani orang lain kontol besar masuk memek istri, kisah porno, kisah sex bokep, sex, Cerita ngentot threesome dengan teman, istri ku, dan aku

10
205

Tags cerita dewasa paling populer di blog ini: cerita seks, Cerita Dewasa, 17 Tahun, sex, Ngentot, Memek, Istri, selingkuh, Kontol, Entot, Mama, gangbang, tante, threesome, ABG, Binal, sexy, toket, payudara.
Aktifkan javascript lalu tekan F5, untuk membuka halaman
meng-klik link cerita secara normal
dan membuka gambar lebih besar.
Cerita dewasa seks terpanas, update setiap hari cerita terbaru Cerita seks dewasa ngentot memek isteri, perek, bispak.
http://cerita-dewasa-terpanas.blogspot.com