Ku entot anakku yang lesbian doyan memek

Aku dan istriku tak pernah memiliki apa yg anda biasa sebut dengan kehidupan seks yg menarik. Saat kami melakukan seks, biasanya hanya dlm posisi yg wajar saja. Irama kehidupan seks kami yg boleh kukatakan membosankan itulah, aku mulai berfantasi tentang 'hal dan orang lain'. Untuk bahan fantasiku, aku membiasakan menonton film porno di malam hari setelah semua orang di rumah tidur.


Yang mengejutkanku, kebanyakan film porno itu selalu melibatkan seorang gadis muda. dlm usia kepala tiga, aku tak pernah memikirkan wanita yg lebih muda sampai aku menyaksikan film-film itu. Aku sadar kalau ternyata gadis-gadis muda sangatlah panas.


Hal lain yg menarik perhatianku adalah kenyataan kalau permainan lesbian sangat populer. Aku mulai tertarik dengan gadis muda yg mencumbui memek gadis muda lainnya yg lembut, basah, dan biasanya tak berambut.

Melihat film-film itu untuk berfantasi mulai mengubah kehidupanku. Aku mempunyai tiga orang anak gadis yg beranjak remaja. Aku mulai memperhatikan mereka, kulihat cara mereka berpakaian, cara jalannya, dan segala tingkah laku mereka. Mereka menjadi obsesiku sendiri! Kuamati lebih detil saat mereka bangun pagi untuk melihat putingnya yg mengeras di balik pakaian tidur mereka. Kunikmati puting mereka yg terayun saat mereka berjalan-jalan dlm rumah. Aku terus mengamati mereka sampai semuanya beranjak menjadi seorang gadis muda yg sempurna.

Yang tertua adalah Irma. Dia mempunyai puting yg paling besar, branya mungkin D-cup atau lebih besar. Dia sesungguhnya tak terlalu cantik, tapi enak dipandang. Aku yakin teman-teman cowoknya banyak yg memperhatikan dadanya. Irma juga mempunya pantat yg kencang dan besar. Tapi meskipun dia yg paling tua di antara saudara-saudaranya, dia sering bertingkah seperti gadis berusia separuh umurnya.

Yang paling muda Tia. Tia mungkin yg paling cantik di antara ketiganya. Masalahnya adalah dia pemalas, hanya duduk dan tak mengerjakan apa pun sepanjang waktu. Jadi pantatnya menjadi melebar..? Putingnya baru mulai tumbuh. Dan di samping itu dia tomboy, aku jadi mempertanyakan jenis kelaminnya. Dia lebih suka berada di antara cowok daripada cewek.

Eva yg di tengah, di antara anak-anakku, bentuk tubuhnya lah yg terbagus. Bagiku, dia mempunyai tubuh dlm fantasiku. Dia memiliki tubuh yg sempurna dengan bra B-cupnya, atau C-cup kecil. Rambutnya yg panjang hingga melewati bahunya, dan matanya selalu nampak mempesona. Masalahnya dia yg paling bandel. Selalu membuat masalah. Dia juga sadar kalau dia punya tubuh yg bagus dan selalu memakai pakaian yg memperlihatkan hal itu. Di antara anak-anakku, Eva lah yg jadi bahan fantasi utamaku. Setiap kali aku menyetubuhi istriku, Eva lah yg ada dlm benakku!

Kisah ini bermula dengan Irma dan temannya Cindy. Cindy setahun lebih muda, tapi mereka sangat akrab. Cindy selalu menginap di rumah kami setidaknya sekali sebulan. Cindy sangat kurus, dadanya kecil, tapi sangat manis.

*****

Suatu malam saat Cindy menginap, aku mulai melihat film porno seperti biasa. Suaranya kumatikan jadi aku dapat mendengar kalau ada orang yg mendekat. Lagipula aku dengar suara berisik dari kamar Irma. Kupikir mereka sedang sibuk dengan urusan gadis remaja dan begadang sampai pagi ngomongin tentang cowok dan sekolah, atau apapun yg menjadi urusan gadis seusia mereka. Entah bagaimana suara yg kudengar tak lagi seperti orang yg sedang ngobrol. Kadang kudengar suara erangan.. yg lama-lama cukup keras juga.

Aku mendekat ke pintu kamar Irma dan lebih mendengarkan apa yg tengah terjadi. Dan benar! Itu suara erangan dan cukup berisik! Kalau saja pintunya tak tertutup pasti kedengaran sampai luar dengan jelas. Lalu aku dengar teriakan kenikmatan.

Kudorong pintunya sedikit terbuka. Apa yg kulihat didalam sangat mengejutkanku. Cindy dan Irma berbaring di lantai dengan Tia diantara mereka. Kepala Cindy berada diantara paha Irma dan kepala Tia ada di sela paha Irma..

Setelah mataku dapat menyesuaikan dengan kegelapan kamar itu, kulihat dada Irma bergerak naik turun dengan cepat karena nafasnya. Putingnya ternyata lebih besar dari yg kubayangkan. Tangannya memelintir putingnya sendiri saat Cindy menjilati kelentitnya dan dua jarinya yg terbenam pada memek Irma. Mata Irma terpejam dlm kenikmatan yg diberikan Cindy.

Aku terus memperhatikan mereka hingga paha Irma mencengkeram kepala Cindy dan terlihat sepertinya dia akan 'memecahkan' putingnya sendiri saat dia mendapatkan orgasmenya pada wajah Cindy. Kelihatannya Cindy juga telah orgasme dlm waktu yg sama, karena dia mengangkatkan kepalanya dari paha Irma dengan cairan memek yg menetes jatuh di pipinya seiring dengan tubuhnya yg mengejang dan kudengar sebuah umpatan keluar dari bibirnya. Aku terkejut mundur saat kurasakan ada tubuh yg menekan punggungku. Saat kutengok, kulihat Eva sedang berdiri di depanku. Eva memandangku dengan mata indahnya dan bertanya..

"Apa Papa menikmatinya?" lalu dia melihat ke bawah dan meremas kontol ku yg sudah keras.


"Tak perlu dijawab, aku bisa lihat dan rasa Papa menikmatinya."


"Kenapa Papa tak lepas saja celana Papa dan bergabung dengan kami?" tanyanya bersamaan dengan tangannya yg bergerak masuk dlm celanaku dan mulai meremas kontol ku dengan pelan.

Dan sepertinya aku tak menginginkan hal lain selain ikut bergabung dengan anak-anakku, tapi..

"Papa nggak bisa, Mama kalian akan membunuh Papa." Aku dengar suara Irma saat aku mulai menjauhi mereka.


"Papa nggak tahu apa yg Papa lewatkan!"

Sedihnya, aku tahu apa yg telah kulewatkan. Aku telah melewatkan kesempatan untuk mendapatkan tak hanya satu, tapi empat gadis muda yg panas. Fantasiku hampir saja jadi nyata.

Aku pergi ke kamarku dan berbaring disamping isteriku. Biasanya saat aku dan isteriku melakukan hubungan seks terasa hambar. Kali ini saat aku merangkak ke atas tubuhnya, kusetubuhi dia dengan keras dan cepat. Aku keluar dlm beberapa menit saja, baru saja kukeluarkan kontol ku..

"Bagaimana denganku?" kudengar isteriku bertanya dan memegang kontol ku yg masih keras.

Dia bergerak naik di atasku dan segera memasukkan kembali kontol ku dlm memek nya. Ini pertama kalinya dia berinisiatif. Dan kupikir ini juga pertama kalinya dia di atas. Isteriku bergerak naik turun dan dapat kurasakan tangannya yg mempermainkan kelentitnya saat dia bergerak diatasku.

Melihat isteriku yg berusaha meraih orgasmenya membuatku terangsang kembali. Kuremas payudarnya, kubayangkan yg berada dlm genggamanku adalah milik Irma. Kupelintir putingnya diantara jariku, keras dan lebih keras lagi, tak mungkin menghentikan aku. Dia menggelinjang kegelian, tangannya semakin menekan kelentitnya. Ini pertama kalinya kurasakan cairan memek isteriku menyemprot padaku. Orgasmenya kali ini terhebat dari yg pernah didapatkannya. Aku jadi berpikir apa dia benar-benar puas dengan kehidupan seks kami sebelumnya.

Isteriku mulai melemah. Aku belum keluar kali ini, jadi kugulingkan tubuhnya kesamping dan segera menindihnya. Langsung kuhisap putingnya dengan bernafsu. Kusetubuhi dia dengan kekuatan yg tak pernah kubayangkan sebelumnya. Aku mulai merasakan orgasmeku akan segera meledak. Saat puncakku semakin dekat, kugigit putingnya sedikit lebih keras, yg membawanya pada orgasmenya. Dan saat kurasakan dinding memek nya berkontraksi pada kontol ku, kutembakkan peju ku jauh didalam tubuhnya untuk kedua kalinya dlm tiga puluh menit ini. Kuturunkan tubuhku dari atasnya.

"Tadi sungguh hebat" kata isteriku.


"Seharusnya kamu lebih sering seperti tadi."

*****

Saat aku bangun keesokan harinya, isteriku sudah tak ada di sampingku. Tiba-tiba kejadian tadi malam kembali terbayang. Kupejamkan mataku menikmatinya dan tanganku bergerak kebawah mulai mengocok kontol ku yg mengeras. Aku hampir saja mendapatkan orgasmeku saat kudengar..

"Kenapa Papa tak membiarkan kami saja yg melakukan untuk Papa?"

Kubuka mataku segera dan terkejut saat melihat Irma dan Cindy berdiri di pintu kamarku. Orgasmeku tak dapat kucegah seiring dengan bayangan wajah Cindy yg belepotan dengan cairannya Irma yg melintas di benakku.

"Ups, terlambat!" kata Irma saat mereka meninggalkan kamar.

Aku langsung bangkit dan segera mandi. Aku hampir selesai mandi saat tiba-tiba isteriku membuka pintu kamar mandi dan menyelinap masuk.

"Anak-anak sudah pergi. Ayo bersenang-senang."

Isteriku berjongkok di depanku dan memasukkan kontol ku yg masih loyo ke mulutnya. kontol ku mulai membesar dlm mulutnya karena rangsangan lidahnya yg bergerak liar. kontol ku makin membesar dan kurasakan kepala kontol ku meluncur masuk ke tenggorokannya. Dia tak menariknya keluar dan bibirnya semakin ditekankan ke rambut kemaluanku. Lalu kurasakan dia mulai menelan, gerakan tenggorokannya serasa ombak hangat yg basah pada kontol ku. Dan hal ini pertama kalinya bagi kami juga. Rasanya sungguh dahsyat, sesuatu yg belum pernah kualami. Isteriku mempunyai keahlian yg disembunyikan dariku.

Pelan-pelan dikeluarkannya kontol ku dari tenggorokannya lalu dimasukkannya lagi seluruhnya. Dia menatapku dengan kontol ku yg terkubur dlm mulutnya dan dengan pelan dikeluarkannya lagi.

"Kamu menyukainya sayang?" tanyanya.

Sebelum aku dapat menjawabnya dia melakukan hal itu lagi, menelanku seluruhnya. Dia mulai menggerakkanya keluar masuk dlm mulutnya, dan tetap memandangku saat dia melakukan itu. Isteriku mulai menaikkan temponya hingga aku tak dapat menahannya lebih lama lagi saat tiba-tiba dia berhenti..

"Hei, hei, tunggu dulu bung. Belum waktunya. Lubangku yg lain perlu dimasuki, tahu." katanya.

Isteriku berdiri dan berputar. Dia membungkuk di depanku, merapatkan pantatnya padaku. kontol ku terjepit di lubang anusnya maka kuarahkan pada memek nya.

"Siapa suruh mengalihkan senjatamu?" tanyanya.


"Kembalikan ke tempat semula!"

Dia meraihnya dan lalu mengembalikan kontol ku ke anusnya, sesuatu yg pernah kulakukan sebelumnya, tapi tidak dengannya. Pelan-pelan dia mendorong pantatnya ke belakang. Kulihat barangku jadi bengkok karena tekanan itu, kepala kontol ku mulai membelah lubang anusnya, tapi belum masuk. Kemudian tiba-tiba masuk begitu saja, hanya kepalanya saja.

Dia mengerang. Lalu, dia terus menekan ke belakang dan memperhatikan aku memasukkan batang kontol ku seluruhnya. Aku tak dapat menolak rangsangan ini, kuraih pinggangnya dan mendorong lebih keras lagi untuk memastikan aku telah memasukinya seutuhnya. Kuputar pinggangku, memastikan dia dapat merasakan setiap mili senjataku didalamnya, aku terpukau akan pemandangan kontol ku yg terkubur dlm lubang anusnya. Lalu perlahan aku bergerak mundur.

Saat hampir seluruhnya keluar kemudian kutekan lagi ke depan. Berikutnya aku benar-benar keluarkan kontol ku dan menggodanya, mengoleskan kepalanya saja pada lubang anusnya. Lalu benar-benar kusingkirkan menjauh dan melesakkan batang kontol ku kembali kedalam lubang anusnya. Aku bergerak maju mundur dengan cepat. Pelan, cepat, pelan dan keras. Tak terlalu lama orgasmeku mulai naik. Dia pasti dapat merasakannya karena dia mulai memainkan tangannya pada memek nya, berusaha untuk meraih orgasmenya sendiri. Untung saja dia mendapatkannya sebelum aku.

Saat kurasakan orgasmenya segera meledak, aku bergerak semakin liar. Pantatnya bergoyang dlm setiap hentakan. Dia mulai mengerang dengan keras seiring hentakanku terhadapnya. Tak kuhentikan gerakanku saat orgasme merengkuhnya, milikku segera datang! Kudorong diriku sejauh yg kubisa dan membiarkan peju ku bersarang dlm lubang anusnya. Isteriku berteriak saat orgasme datang padanya secara berkesinambungan seiring ledakan peju ku yg kuberikan padanya. Akhirnya, aku selesai, tapi dia mendapatkan orgasme sekali lagi saat kepala kontol ku keluar dari jepitan lubang anusnya.

Isteriku membersihkan tubuhku lalu mendorongku keluar dari kamar mandi. Aku melangkah ke kamar kami dan berganti pakaian. Baru saja aku selesai memakai pakaian saat isteriku keluar dari kamar mandi dan muncul dlm kamar.

"Tadi benar-benar indah" katanya.


"Mungkin kita harus mengulanginya lagi nanti. Sekarang keluarlah dan nonton TV."

*****

Anak-anakku, tanpa Cindy pulang tak lama kemudian. Semuanya bertingkah normal. Aku lihat pertandingan bola, dan mereka melakukan apa yg biasa mereka kerjakan di hari Minggu sore.

Sisa seminggu itu normal-normal saja. Gadis-gadis pergi ke sekolah dan Isteriku pergi kerja seperti biasanya. Tak ada seorangpun yg bicara atau menanyakan tentang kejadian minggu lalu. Isteriku terlalu lelah tiap malamnya sepulang dia kerja. Anak-anakku juga bersikap seperti tak pernah terjadi apapun. Aku jadi mulai berpikir apakah itu hanya khayalanku atau aku bermimpi tentang itu?

Saat aku pulang kerja di hari Jum'at, anak-anaku meminta ijinku apa temannya boleh menginap nanti malam. Cindy ingin meghabiskan kembali akhir minggunya bersama kami dan Eva ingin temannya Ami bermalam juga. Aku suka Ami. Dia anggun. Kalau saja aku masih remaja, aku pasti akan mengajaknya kencan. Dia, seperti Eva, memiliki sosok sempurna. Bedanya Ami memiliki wajah yg dapat membuatnya dengan mudah jadi seorang model kalau dia mau.

Malam harinya semuanya pergi tidur lebih awal. Mereka benar-benar ingin lepas dari rutinitas hariannya, baik itu sekolah atau kerja. Saat kami bangun hari Sabtunya, semua orang memintaku untuk mengadakan pesta kebun. Maka, isteriku maengajak mereka semua pergi ke toko untuk belanja. Aku beristirahat sejenak kemudian pergi mandi. Ada kerjaan menungguku saat mereka pulang nanti.

Saat mereka akhirnya pulang, sepertinya mereka memborong semua barang-barang di toko. Aku bilang pada mereka kalau hanya aku saja yg memasak pasti tak akan selesai. Bisa kacau jadinya. Akhirnya mereka bersedia berbagi tugas. Dengan semua belanjaan yg mereka borong, memerlukan hampir dua jam untuk memasaknya. Badanku bau asap dan terasa sangat lelah. Saat aku masuk kedalam rumah, tak ada seorangpun di ruang keluarga ataupun dapur.

"Hey! Dimana kalian?" teriakku, "Saatnya makan!"


"Ya!" kudengar jawaban dari kamar Irma. Tapi tak ada seorangpun yg datang untuk makan.


"Hey, kalian sedang apa sih? Apa nggak ada yg mau makan?" tanyaku jengkel.


"Ada!" kembali hanya jawaban yg kudengar dari kamar Irma.

Aku mendekat ke kamar Irma dan ternyata pintunya sedikit terbuka. Saat aku menengok kedalam, kulihat para gadis dengan berbagai posisi tanpa pakaian. Kudorong pintunya agar lebih terbuka.

"Apa yg kalian lakukan?"


"Sedang menunggu Papa." Eva menjawab dan mendekat lalu menarik tanganku agar masuk.


"Kami membiarkan Papa minggu kemarin, tapi akhir pekan ini Papa tak akan dapat lolos dengan mudah."


"Sudah Papa bilang. Mama kalian akan membunuhku!" tangkisku.


"Tidak, aku tak akan melakukannya!" kudengar suara isteriku saat kulihat dia mengangkat kepalanya di antara paha Irma.


"Gadis-gadis ini menginginkanmu! Bisa apa aku menolak mereka?"

Eva menarik tanganku ke tengah kamar. Baru kemudian aku sadar kalau dia tak mengenakan selembar benangpun. Kupandangi tubuhnya. Apa yg kusaksikan ini jauh lebih baik dari yg kubayangkan. Payudaranya besar tapi kencang dengan putingnya yg menunggu untuk segera dihisap.

"Bisa apa aku menolak mereka?" pikirku saat aku rendahkan tubuhku dan mulai menghisap puting itu.

Kurasakan puting Eva membesar dlm mulutku, lalu kutaruh diantara gigiku dan mulai menggigitnya pelan. Saat aku sedang sibuk dengan itu kurasakan ada tangan yg menarik turun resletingku. Lalu tangan itu merogoh kedalam celana dalamku dan mengeluarkan kontol ku. Aku melihat ke bawah dan kudapati Ami sedang mengarahkan kontol ku ke mulutnya dan segera saja dihisapnya. Kutelusuri lekuk tubuh Irma dengan tanganku sampai pada memek nya yg tak berambut, dan menyelipkan jariku padanya. Dapat kurasakan kehangatan dlm memek nya dan basah saat jariki kutekankan masuk dengan pelan. Aku berusah untuk mendorongnya lebih dlm lagi, tapi terasa ada yg menahan gerakanku. Eva memandangku..

"Ya, Eva masih perawan, dan jari Papa adalah benda pertama yg memasuki memek Eva. Eva harap kontol Papalah yg kedua." aku membungkuk dan mencium Eva, bibir kami seakan melebur bersama, sebuah ciuman yg sempurna.

Sementara itu, Ami masih mengoralku. Usahanya jelas berdampak padaku. Aku melihat kebawah, kepalanya bergerak maju mundur pada batang kontol ku. Aku tak ingin mengeluarkan peju pertamaku dlm mulut Ami sedangkan ada pilihan lainnya. memek perawan Eva dihadapanku. Maka kukeluarkan kontol ku dari mulut Ami.

"Kita dapat melanjutkannya nanti." kataku padanya.

Kudorong Eva ke tempat tidur, menindihnya dengan lembut. Kucium dia lagi lalu ciumanku bergerak ke sekujur tubuh telanjangnya. Kujilati lehernya, dan kutinggalkan bekas disana agar dia mengingat kejadian indah ini nantinya. Kemudian aku bergerak ke dadanya, menghisapi putingnya. Ini mengakibatkan beberapa lenguhan keluar dari mulutnya. Saat kugigit lembut putingnya dan punggungnya terangkat sedikit keatas karena terkejut. Lalu turun ke perutnya hingga akhirnya bermuara pada memek nya yg tak berambut.

Kupandangi sejenak lalu kubenamkan hidungku pada celahnya. Aroma yg keluar dari memek nya semakin membuatku mabuk. Saat kugantikan hidungku dengan lidah, akibatnya jadi jauh lebih baik lagi. Saat ujung lidahku merasakan untuk pertama kalinya hampir saja membuatku orgasme! Eva telah basah dan siap untuk aksi selanjutnya. kontol ku membesar dan keras hanya dengan membayangkan apa yg segera menantiku didepan wajahku ini.

Ciumanku bergerak keatas dan berlabuh dlm lumatan bibirnya lagi seiring dengan kepala kontol ku yg menguak beranda keperawanannya. Eva mengalungkan lengannya dileherku dan menjepit pinggangku dengan kakinya saat aku berusaha untuk memasukinya lebih dlm lagi. Dapat kurasakan kehangatan yg menyambut kepala kontol ku. Aku tak dapat menahannya lebih lama. Eva sangat panas, basah dan rapat!

Pelan namun pasti kutingkatkan tekananku pada memek nya. Dapat kurasakan bibirnya melebar menyambutku, ke-basahannya mengundangku masuk. Kehangatan memek nya membungkus kepala kontol ku saat aku menyeruak masuk. Aku terus menekan kedalam dengan pelan meskipun aku ingin segera melesakkannya kedalam dengan cepat seluruh batang kontol ku. Akhirnya dapat kurasakan dinding keperawanannya, batas akhirnya sebagai seorang gadis untuk menjadi seorang wanita seutuhnya. Kupandangi dia tepat di mata.

"Sayang, ini akan sedikit sakit, tapi Papa janji sakitnya hanya sebentar saja." kurasakan kakinya menjepit pinggangku lebih rapat saat aku merobek pertahanan akhirnya. Akhirnya jebol juga dinding itu.


"Aargh! Gila! Sakit, Pa!" katanya dengan mata yg berkaca-kaca. memek nya mencengkeram batang kontol ku, ototnya bereaksi pada penyusup dan rasa sakit.


"Tenang sayang, sakitnya akan segera hilang." dan kuteruskan menekan ke dlm sampai akhirnya terbenam semua di dalamnya. Aku diam sejenak, membiarkannya untuk beradaptasi.


"Gimana? Udah baikan?" tanyaku. Dia anggukkan kepalanya.


"Aku hanya merasa penuh, rasanya aneh. Tapi juga terasa enak berbarengan."

Aku mulai menarik dengan pelan, hanya beberapa inchi, dan kemudian mendorongnya lagi dengan lembut. Aku khawatir menyakitinya, tapi dlm waktu yg sama aku tak ingin segera menembakkan peju ku. Aku ingin menikmati rasa memek nya selama mungkin. Kurasa dia mulai dapat menikmatinya, kepalanya mendongak ke atas dan matanya terpejam.

Kupercepat kocokanku, menariknya hampir keluar dan menekannya masuk kembali dengan pelan, menikmati rasa sempit memek nya pada kontol ku. Eva mulai memutar pinggulnya seiring hentakanku. Tempo dan nafsu kami semakin meningkat cepat. Kurendahkan tubuhku dan mencium lehernya dan bahunya. Tiap gerakan tubuh kami mengantarku semakin dekat pada batas akhir.

"Ya Pa! Ya! Rasanya Eva hampir sampai!"

Cerita 17 tahun cewek lesbi Ku entot anakku yang lesbian doyan memek peju ngecrot dalam anus dan memek istri ku ngentot anak
Klik foto untuk memperjelas gambar

"Papa juga sayang!" Dan kulesakkan ke dalamnya untuk yg terakhir kali. Menekan berlawanan arah dengannya mencoba sedalam mungkin saat kuledakkan peju semprotan demi semprotan kedalam memek nya. Dapat kurasakan cairan kami bercampur dan meleleh keluar dari memek nya menuju ke buah zakarku.

Tubuh Eva bergetar di bawahku, tangan dan kakinya mendorongku merapat padanya. Pelan kutarik dan kudorong lagi semakin dlm padanya saat persediaan peju ku akhirnya benar-benar kosong. Kutatap matanya lalu menciumnya.

"Eva, ini adalah seks terbaik yg pernah Papa dapatkan." aku lupa kalau kami tak sendirian dikamar ini.


"Aku dengar itu!" kata isteriku.


"Kita akan lihat apa kita bisa mengubah anggapanmu itu!"

Dengan para gadis-gadis itu dlm kamar ini, aku sadar 'kesenanganku' baru saja akan dimulai.
Ku entot anakku yang lesbian doyan memek
Ku entot anakku yang lesbian doyan memek, cerita seks , Cerita 17 tahun cewek lesbi Ku entot anakku yang lesbian doyan memek peju ngecrot dalam anus dan memek istri ku ngentot anak, kisah porno, kisah sex bokep, sex, Ku entot anakku yang lesbian doyan memek

10
205

Tags cerita dewasa paling populer di blog ini: cerita seks, Cerita Dewasa, 17 Tahun, sex, Ngentot, Memek, Istri, selingkuh, Kontol, Entot, Mama, gangbang, tante, threesome, ABG, Binal, sexy, toket, payudara.
Aktifkan javascript lalu tekan F5, untuk membuka halaman
meng-klik link cerita secara normal
dan membuka gambar lebih besar.
Cerita dewasa seks terpanas, update setiap hari cerita terbaru Cerita seks dewasa ngentot memek isteri, perek, bispak.
http://cerita-dewasa-terpanas.blogspot.com