Memek ku dientot teman seks kontol panjang

Namaku Anggi, umurku 21 tahun. Aku adalah seorang mahasiswi di salah satu perguruan tinggi negeri di Jogja. Saat ini aku sudah berada di tingkat akhir dan sedang dalam masa penyelesaian skripsi. Sebelum aku memulai kisah yang akan menjadi kisah indah bagiku, perkenankan aku mendeskripsikan diriku. Tinggiku 165 cm dengan berat 47 kg. Rambutku hitam panjang sepinggul dan lurus. Kulitku putih bersih. Mataku bulat dengan bibir mungil dan penuh. Payudaraku nggak terlalu besar, dengan ukuran 34 B.


Sebulan yang lalu, seorang laki-laki berumur 26 tahun memintaku jadi pacarnya. Permintaan yang gak mungkin aku tolak, sebab dia adalah sosok yang selalu ku impikan. Dia seperti pangeran bagiku. Badannya yang tinggi dan atletis serta sorot matanya yang tajam selalu membuatku terpana. Namanya adalah Ronald, kekasih pertamaku. Ronald sudah bekerja di perusahaan swasta di Jogja. Ronald sangat romantis, dia selalu bisa membawaku terbang tinggi ke dunia mimpi.

Ribuan rayuan yang mungkin terdengar gombal selalu bagai puisi di telingaku. Sejauh ini hubungan kami masih biasa saja. Beberapa kali kami melakukan ciuman lembut di dalam mobil atau saat berada di tempat sepi. tetapi lebih dari itu kami belum pernah. Sejujurnya, aku kadang menginginkan lebih darinya. Membayangkannya saja sering membuatku masturbasi.

Hari ini (Janurari ) tepat sebulan hari jadi kami. Ronald dan aku ingin merayakan hari jadi tersebut. Setelah diskusi panjang, akhirnya diputuskan weekend kita berlibur ke kaliurang.

Sabtu yang ku tunggu datang juga. Ronald berjanji akan menjemputku pukul 08.00 WIB. Sejak semalam rasanya aku nggak bisa tidur sebab berdebar-debar. Untuk hari yang istimewa ini, aku juga memilih pakaian yang istimewa. Aku mengenakan kaos tanpa lengan berwarna biru dan celana jeans 3/4. Rambut panjangku hanya dijepit saja. sebab takut nanti basah saat bermain di air terjun, aku membawa sepasang baju ganti dan baju dalam. gak lama kemudia Ronald datang dengan mobil honda jazz putihnya. Ahh,, Ronald selalu tampak menawan di mataku. Padahal dia hanya memakai kaos hitam dan celana jeans panjang.

"Sudah siap berangkat, Nggi?" aku pun mengangguk dan segera masuk ke dalam mobil. Perjalanan nggak memakan waktu lama sebab jalanan masih cukup sepi. Sekitar 45 menit kemudian kita sampai di tempat wisata. Ternyata pintu masuk ke area wisata masih ditutup.

"Masih tutup, mas.. Kita jalan dulu aja ke tempat lain, gimana?" tanyaku
"Iya.. coba lebih ke atas. Siapa tau ada pemandangan bagus."

Ronald segera menjalankan mobilnya. nggak begitu banyak pemandangan menarik. Begitu sekeliling tampak sepi, Ronald memarkir mobilnya.

"Kita nunggu di sini aja ya, sayang. Sambil makan roti coklat yang tadi aku beli. Kamu belum sarapan, kan?"
"iya, mas.. Anggi juga lapar"

Sambil makan roti, Ronald dan aku berbincang-bincang mengenai tempat-tempat yang akan kami kunjungi. Tiba-tiba...

"Aduh Anggi sayang, udah gede kok makannya belepotan kayak anak kecil,,," ucapnya sambil tertawa. Aku jadi malu dan mengambil tisue di dashboard. Belum sempat aku membersihkan mukaku, Ronald mendekat, "Sini, biar mas bersihin." Aku nggak berpikir macam-macam. tetapi Ronald nggak mengambil tisue dari tanganku, namun mendekatkan bibirnya dan menjilat coklat di sekeliling bibirku. Oooh,, udara pagi yang dingin membuatku jantungku berdebar sangat kencang.

"Nah, sudah bersih." Ucap Ronald sambil tersenyum. tetapi wajahnya masih begitu dekat, sangat dekat, hanya sekitar 1-2 cm di hadapanku. Sekuat tenaga aku mengucapkan terima kasih dengan suara sedikit bergetar. Ronald hanya tersenyum, kemudian dengan lembut tangan kirinya membelai pipiku, menengadahkan daguku. Bisa ku lihat matanya yang hitam memandangku, membuatku semakin bergetar. Aku benar-benar berusaha mengatur nafasku. Seketika, ciuman Ronald mendarat di bibirku. Aku pun membalas ciumannya. Ku lingkarkan kedua tanganku di lehernya.

Ku rasakan tangan kanan Ronald membelai rambutku dan tangan kirinya membelai lenganku. gak berapa lama, ku rasakan ciuman kami berbeda, ada gairah di sana. Sesekali Ronald menggigit bibirku dan membuatku mendesah, "uhhhh..." refleks aku memperat pelukanku, meminta lebih. tetapi Ronald justru mengakhirinya, "I love you, honey" Lalu mengecup bibirku dengan cepat dan melepaskan pelukannya. Aku berusaha tersenyum, "I love you, too". dalam hati aku benar-benar malu, sebab mendesah. Mungkin kalau aku nggak mendesah, ciuman itu akan berlanjut lebih. Aaahh,,, bodohnya aku. Ronald lalu menjalankan mobilnya menuju tempat wisata.

Kami bermain dari pagi hingga malam menjelang. gak terasa sudah pukul 19.00 WIB. Sebelum kembali ke kota, kami makan malam dulu di salah satu restoran. Biasa, nggak ada makan malam hanya 1 jam. Selesai makan, ku lihat jam tanganku sudah menunjukkan pukul 21.30

"Waduh, mas,,, sudah jam segini. Kos Anggi dah tutup, nih. Anggi lupa pesen maw pulang telat. Gimana, ini?"
"Aduuh,, gimana, ya?? Ga mungkin juga kamu tidur di kos mas."
"Uuuh,, gimana, dong??"
"Udah, jangan cemas. Kita cari jalan keluarnya sambil jalan aja."

Selama perjalanan aku benar-benar bingung. Di mana aku tidur malam ini??

"Sayang, kita tidur di penginapan aja, ya. Daerah sini kan banyak penginapan. Gimana?"
"Iya deh, mas.. dari pada Anggi tidur di luar"

Tak lama kemudia Ronald berhenti di sebuah penginapan kecil dengan harga murah. tetapi ternyata kamar sudah penuh sebab ini malam minggu dan banyak yang menginap. Sampai ke penginapan kelima, akhirnya ada juga kamar kosong. tetapi cuma satu.

Karena sudah hampir pukul 23.00 kami memutuskan mengambil kamar tersebut. Sampai di kamar, Ronald langsung berbaring di kasur yang ukurannya bisa dibilang single bed. Aku sendiri sebab merasa badna lengket, masuk ke kamar mandi untuk ganti baju. Selesai mandi, dalam hati dongkol juga. Kalau tau nginap begini, satu kamar, aku kan bisa bawa baju dalamku yang seksi. Terus pake baju yang seksi juga.

Soalnya aku cuma bawa tank top ma celana jeans panjang. Hilang sudah harapanku bisa merasakan keindahan bersama Ronald. Selesai mandi, aku segera keluar kamar. Tampak Ronald sudah tidur. Sedih juga, liat dia udah tidur. Aku pun naik ke atas kasur dan membuat dia terbangun.

"Dah selesai mandi, ya.."
"Iya,, mas ga mandi??"
"Ga bawa baju ganti ma handuk"
"Di kamar mandi ada handuk, kok. Pake baju itu lagi aja, mas"

Ronald mungkin merasa gerah juga, jadi dia pun mengikuti saranku. Gantian aku yang merasa mengantuk. Segera ku tarik selimut dan memejamkan mata tanpa berpikit apa-apa. Baru beberapa saat aku terlelap, ku rasakan ada sentuhan dingin di pipiku dan ciuman di mataku. Saat aku membuka mata, tampak Ronald telanjang dada. Hanya ada sehelai handuk membalut bagian bawah. Badannya yang atletis tampak begitu jelas dan penampilannya membuatku menahan nafas.

"Ngga dingin mas, ga pake baju. Cuma pake handuk" Kataku dengan senyum penuh hasrat.

Tidak ada jawaban dari Ronald. Dengan lembut dan cepat di rengkuhnya kepalaku dan kami pun berciuman. Bukan ciuman lembut seperti biasanya. tetapi ciuman penuh gairah. Lebih dari yang tadi pagi kami lakukan. Lidah kami saling bermain, mengisap, "mmmm...mmm.."

Ku lingkarkan tanganku di punggungnya, ku belai punggungnya. Tangan kananku lalu membelau dadanya yang bidang, memainkan puting susu yang kecil. Gerakanku ternyata merangsang Ronald, di peluknya aku lebih erat, ku rasakan badannya tepat menindihku. Ronald mengalihkan ciumannya, ke telingaku, "aaah,,mmm,,"

Tangannya menjelajahi badanku, menyentuh kedua gunung kembarku. Di belainya dengan lembut, membuatku mendesah tiada henti

"aaah,,mm,, masss,,,uhh,,," badanku sedikit menggeliat sebab geli. Bisa ku rasakan memek ku mulai basah sebab tindakan tadi. Tangan Ronald, kemudian masuk ke dalam tank topku, menjelajahi punggungku. Seakan mengerti apa yang dicari Ronald, ku miringkan sedikit badanku dan ku lumat bibirnya penuh nafsu. Ronald pun membalas dengan penuh nafsu dan dengan cepat kait BH lepas. Ku rasakan tangan Ronald langsung kembali ke badanku dan mmbelai langsung kedua payudaraku.

"aaah,,,uhhh,,,"
"Sayang,,, tank topny dilepas, ya" ujarnya dengan nafas tersengal sebab penuh gairah. Tanpa persetujuan dariku, lepaslah tank top dan juga BHku. Bagian atasku sudah gak berbusana. Ronald langsung menikmati kedua payudaraku. Di remasnya payudaraku,,, membuatku menggeliat, mendesah,

"aaah,,sss...maass,,uhhh," Erangan dari mulutku tampaknya membuat Ronald semakin bernafsu, dia kemudian mengulum dan mengisap pentil payudaraku, "aaaahh,ohhh,,mmmm,,," aku mengerang, mendesah, menggeliat sebagai reaksi dari setiap tindakannya. Tangan kiri Ronald membelai perutku dengan tangan kanan dan mulut yang masih sibuk menikmati payudaraku yang mengeras.

Ku rasakan tanga kiri Ronald cukup kesusahan membuka celana jeansku. Ku naikkan pinggulku dan kedua tanganku berusaha membukan kaitan celana jeans dengan gemetar. Susah payah celana jeans itu akhrinya terlepas juga. Tanga kiri Ronald tanpa membuang waktu langsung menyusup ke dalam celana dalamku, membelai memek ku yang sudah basah, "aaahh,,,maass,,aah,,teruus,,ssshh,,mmmmm"

Kurasakan Ronald menekan klitorisku, "aaahh," membuatku semakin mendesah dan bergetar. Apalagi Ronald masih mengisap puting payudaraku. nggak lama kemudian ku rasakan seluruh badanku terasa kencang, memek ku mengalami kontraksi dan aku menggeliat hebat, "AAAHHH,,," sambil memegang pinggiran tempat tidur menyambut orgasme pertamaku.

Ronald tampak puas dapat membuatku merasakan orgasme. Belum selesai aku mengatur nafas, Ronald berada di antara kedua pahaku, dijilatinya kedua payudaraku, turun ke bawah, menjilat kedua perutku. Membuatku merasa geli penuh nikmat, "Oooh,,mass,," Seakan tau apa yang ku inginkan, kedua tangan Ronald melepas celana dalamku.

Tampakalah memek ku yang memerah dengan sedikit rambut halus di sekitarnya. Ronald kemudian memainkan lidahnya di memek ku. Ronald menjilati, mengulum memek ku, membuatku menggelinjang hebat dan ku rasakan kedua kalinya, adanya kontraksi, "aaaaahh,". Aku orgasme untuk kedua kalinya. Sensasi yang sangat menyenangakan.

Ronald belum puas dengan orgasmeku tadi. Setelah dia membersihkan memek ku, bisa kurasakan lidah Ronald menerobos masuk dan menyerbu klitorisku. Nafasku semakin memburu dan dari bibirku a terus mengalir alunan desahan kenikmtan yang nggak pernah ku bayangkan sebelumnya.

"Aahh,, mas,,aah,,uuhh,,, eeenaakk,,mmm,,sss"

Aku sangat menikmati oral yang diberikan Ronald. http://cerita-dewasa-terpanas.blogspot.com Kurasakan dorongan lidah Ronald lebih dalam lagi ke dalam memek ku, membuat cairan dari dalam memek ku terus mengalir tanpa henti. membuat Desahan yang keluar dari mulutku semakin kencang. Semakin lama Ronald memberikan rangsangan di dalam memek ku, membuatku menggeliat dan mengerang semakin kuat. Kurasakan lagi memek ku berkontraksi, dan aku pun orgasme.

Setelah orgasmeku reda, Ronald dengan wajahnya yang basah dan penuh gairah menindih badanku yang sudah telanjang bulat. Ronald mengulum bibir dan lidahku. Tangan kiriku kemudian menarik handuk yang masih menutupi bagian bawahnya. Membuatku merasakan kontol nya menusuk perutku, membuatku semakin bergairah. Ciuman kami semakin basah. Mulut kami terbuka lebar, bibir saling beradu.

Lidah Ronald dengan lincah menelusuri bagian luar dari mulut dan daguku. aku pun membalas kelincahannya. Lidahku membasahi mulut dan dagunya. Setiap kali lidahnya menyapu permukaan kulitku, kurasakan api hasrat liarku makin membesar. Lidah kami akhirnya bertemu. Aku makin bertambah semangat dan terus mendesah nikmat. Tanganku menelusuri seluruh bagian dari punggungku. Ronald membelai kepalaku dan tangan kirinya meremas-remas pantatku yang bulat.

"aaahh,, mass,,,"
Ronald tiba-tiba menghentikan cumbuannya, "sayang... aku mencintaimu, aku ingin kamu seutuhnya" dan mencium lembut bibirku yang sudah basah. Aku sudah terlalu dipenuhi gairah seks sebab segala tindakan Ronald. Hingga rasanya bicara aku sulit. Kulingkarkan kedua lengaku di leher Ronald dan kuhisap kedua bibirnya dalam-dalam sebagai jawabanku. Aku ingin segera menanggalkan keperawananku dalam pelukan Ronald.

Ronald mengalihkan ciuman bibirnya keleherku yang putih, menciuminya, menjilatinya, membuatku semakin terangsang. Kurasakan kontol Ronald mengusap memek ku, membuatku semakin bergairah, apalagi kedua payudaraku yang sudah sangat mengeras dimainkan oleh Ronald. Jilatan Ronald dari leherku terus kebawah hingga lidahnya menyentuh ujung puting susuku yang makin membuat aku mengerang gak karuan, "aaahh,,,oohh,,,mmm,,aahh".

Sementara puting susuku yang satu lagi masih tetap dia pilin dengan sebelah tangannya. Kemudian tangannya terus kebawah payudaraku dan terus hingga akhirnya menyentuh permukaan memek ku. http://cerita-dewasa-terpanas.blogspot.com gak lama kemudian kurasakan kontol Ronald masuk seluruhnya ke lobang memek ku yang hangat setelah susah payah sebab memek ku yang sempit.

"Uuuh,,,aarggh," ku rasakan nyeri yang sangat hingga menangis.
"Sakit ya, sayang... sabar, ya.. Ntar juga hilang kok" Ronald menenangkanku, sambil mencium mataku yang mengeluarkan air mata. Setelah kurasakan memek ku mulai terbiasa dengan kehadiran kontol Ronald, Ronald kemudian menggerakkan kontol nya perlahan, keluar-masuk memek ku. Semakin lama gerakannya semakin cepat dan membuatku mendesah nikmat.

Makin lama makin cepat, kembali aku hilang dalam orgasmenya yang kuat dan panjang. tetapi Ronald yang tampaknya nyaris nggak dapat bertahan, semakin mempercepat gerakannya. Aku yang baru saja orgasme merasakan memek ku yang sudah terlalu sensitif berkontraksi lagi..

"Sayaang,, aku sudah mau keluar, dikeluarin di mana?" tanya sambil terengah-engah.
"Di dalam saja, mass,," Toh, aku juga dalam masa nggak subur. jadi buat apa dikeluarin di luar, pikirku.

Tak lama kemudian aku segera mengalami orgasme bersamaan dengan Ronald. Ku rasakan semburan di dalam liang memek ku yang memberikan kenikmatan tiada tara.

Ronald kemudian merebahkan diri di sampingku dan memeluk erat badanku. badan mungilku segera tenggelam dalam pelukannya. Tangan Ronald dengan lembut membelai rambut panjangku, "Anggi sayang... Selamanya kita bersama ya, sayang." dan ciuman lembut, romantis mendarat di bibirku.

"Iya, mas.." ku cium bibirnya lambat tetapi dengan mesra. lalu ku rapatkan badanku ke badannya. Ku lihat jam di kamar menunjukkan pukul 01.00, mataku pun sudah lelah dan kami pun tidur dengan pulas.

Pagi menjelang, sinar matahari masuk ke dalam kamar melalu jendela dan membangunkanku. Ada sedikit rasa terkejut melihat wajah Ronald sebab baru pertama aku tidur dengan laki-laki. tetapi teringat kejadian semalam membuatku kembali terangsang. Perlahan, ku cium bibi Ronald yang sedikit terbuka. Ternyata ciumanku membangunkan Ronald yang kemudian membalas ciumanku dengan lebih bergairah dan menggigit telingaku.

"Selamat pagi sayangku, cintaku,," ucapnya.
"Pagi,,," ku cium lagi bibirnya dan gak lama kami pun saling mengulum bibir satu sama lai, dan memainkan lidah, menambah kenikmatan di pagi hari. sebab ingin sedikit iseng, ku lepas ciumanku

"Aku mandi dulu, ya..." belum sempat aku berdiri, baru duduk, Ronald menarik perutku, menciuminya dengan lembut. Membuatku menahan keinginan untuk meninggalkan tempat tidur. "Nanti saja sayang.." Perlahan ciuman Ronald dari perut naik menuju leherku, menjilatinya, membuatku mendesah nikamat, "aahh..mmm.."

Ronald menjilati leherku dari belakang. Tangan kanannya meremas-remas payudaraku dan tangan kirinya menekan memek ku. Ku rasakan jarinya masuk menyusuri liang memek ku, memainkan klitorisku. gak lama badanku pun menggeliat, pinggulku terangkat, dan orgasme pertama pagi itu datang.

Dengan lembut Ronald memangkuku. Diletakannya aku di atas kedua pahanya. Kakiku melingkar di punggungnya. Kami pun berciuman dan Ronald perlahan memasukkan kontol nya ke dalam memek ku. Ronald kemudian memompa kontol nya, membuatku menggelinjang penuh nikmat. Sambil memainkan kontol nya, Ronald menikmati kedua payudaraku yang mengeras.

Memek ku dientot teman seks kontol panjang, pacar ewe vagina aku dengan penis besar, ML cewek IGO doyan seks
Klik foto untuk memperbesar gambar - Memek ku dientot teman seks kontol panjang

"aaah,,aah,,aahh,," semakin lama, semakin cepat, dan aku merasakan memek ku kembali berkontraksi. Ku peluk kepala Ronald dengan erat dan aku mengerang sebab orgasme "Aaaaaaahhhh...." yang disusul dengan Ronald yang juga mencapai puncaknya. Setelah itu kami bercumbu lagi beberapa saat kemudian baru mandi dan pulang ke kota meninggalkan seprei kamar yang basah sebab cairanku dan Ronald serta bercak darah pertanda hilangnya keperawananku.

Sebelum memulangkanku ke kos, kami mampir ke kos Ronald untuk bercinta lagi. Sejak saat itu, setiap akhir minggu jika nggak ada kesibukan kami pasti check in di hotel untuk bercinta.
Memek ku dientot teman seks kontol panjang
Memek ku dientot teman seks kontol panjang, cerita seks , Memek ku dientot teman seks kontol panjang, pacar ewe vagina aku dengan penis besar, ML cewek IGO doyan seks, kisah porno, kisah sex bokep, sex, Memek ku dientot teman seks kontol panjang

10
205

Tags cerita dewasa paling populer di blog ini: cerita seks, Cerita Dewasa, 17 Tahun, sex, Ngentot, Memek, Istri, selingkuh, Kontol, Entot, Mama, gangbang, tante, threesome, ABG, Binal, sexy, toket, payudara.
Aktifkan javascript lalu tekan F5, untuk membuka halaman
meng-klik link cerita secara normal
dan membuka gambar lebih besar.
Cerita dewasa seks terpanas, update setiap hari cerita terbaru Cerita seks dewasa ngentot memek isteri, perek, bispak.
http://cerita-dewasa-terpanas.blogspot.com