Bu Guru Nakal Kasih Pelajaran Seks 2 Murid Cowok

Lola adalah seorang guru sejarah di smu. Umurnya 30 tahun, cerai tanpa anak. Kata orang dia mirip Demi Moore di film Striptease. Tinggi 165, dan 34C. Semua murid-muridnya, terutama yang laki-laki ingin banget melihat tubuh polosnya.
Suatu hari Lola terpaksa harus memanggil salah satu muridnya ke rumahnya, untuk ulangan susulan. Si Dino harus mengulang karena ia kedapatan menyontek di kelas. Dino juga terkenal karena kekekaran tubuhnya, maklum dia sudah sejak SD suka dengan bergulat dengan olah raga beladiri, karenanya ia harus menjaga kebugaran tubuhnya.

Bagi Lola, kedatangan Dino ke rumahnya juga merupakan suatu kebetulan. Ia juga diam-diam naksir dengan anak itu. Karenanya ia bermaksud memberi anak itu ‘pelajaran’ tambahan di Minggu siang ini.
"Sudah selesai Dino?", Lola masuk kembali ke ruang tamu setelah meninggalkan Dino selama satu jam untuk mengerjakan soal-soal yang diberikannya.
"Hampir bu"
"Kalau sudah nanti masuk ke ruang tengah ya saya tinggal ke belakang"
"Iya"
"Bu Lola, Saya sudah selesai", Dino masuk ke ruang tengah sambil membawapekerjaannya.
"Ibu dimana?"
"Ada di kamar, Dino sebentar ya", Lola berusaha membetulkan t-shirtnya. Ia sengaja mencopot BH-nya untuk merangsang muridnya itu. Di balik kaus longgarnya itu bentuk susu nya terlihat jelas, terlebih lagi puting susunya yang menyembul.
Begitu ia keluar, mata Dino nyaris copot karena melotot, melihat tubuh gurunya. Lola membiarkan rambut panjangnya tergerai bebas, tidak seperti biasanya saat ia tampil di muka murid-muridnya.

"Kenapa ayo duduk dulu, Ibu periksa"
Muka Dino merah karena malu, karena Lola tersenyum saat pandangannya terarah ke buah dadanya.
"Bagus bagus.., Kamu bisa gitu kok pakai menyontek segala?"
"Maaf Bu, hari itu saya lupa untuk belajar"
"oo.., begitu to?"
"Dino kamu mau menolong saya?", Lola merapatkan duduknya di karpet ke tubuh muridnya.
"Apa Ibu?", tubuh Dino bergetar ketika tangan gurunya itu merangkul dirinya, sementara tangan Lola yang satu mengusap-uasap daerah ‘vital’ nya.
"Tolong Ibu ya.., dan janji jangan bocorkan pada siapa–siapa".
"Tapi tapi.., Saya".
"Kenapa?, oo.., kamu masih perawan ya?".
Muka Dino langsung saja merah mendengar perkataan Lola"Iya"
"Nggak apa-apa", Ibu bimbing ya.
Lola kemudian duduk di pangkuan Dino. Bibir keduanya kemudian saling berpagutan, Lola yang agresif karena haus akan kehangatan dan Dino yang menurut saja ketika tubuh hangat gurunya menekan ke dadanya. Ia bisa merasakan puting susu Lola yang mengeras. Lidah Lola menjelajahi mulut Dino, mencari lidahnya untuk kemudian saling berpagutan bagai ular.
Setelah puas, Lola kemudian berdiri di depan muridnya yang masih melongo. Satu demi satu pakaiannya berjatuhan ke lantai. Tubuhnya yang polos seakan akan menantang untuk diberi kehangatan oleh perjaka yang juga muridnya ini.

"Lepaskan pakaiannmu Dino", Lola berkata sambil merebahkan dirinya di karpet. Rambut panjangnya tergerai bagai sutera ditindihi tubuhnya.
"Ahh cepat Dino", Lola mendesah tidak sabar.
Dino kemudian berlutut di samping gurunya. Ia tidak tahu apa yang harus dilakukan. Pengetahuannya tentang seks hanya di dapatnya dari buku dan video saja.
"Dino.., letakkan tanganmu di dada Ibu",
Dengan gemetar Dino meletakkan tangannya di dada Lola yang turun naik. Tangannya kemudian dibimbing untuk meremas-remas payudara Lola yang montok itu.
"Oohh.., enakk.., begitu caranya.., remas pelan-pelan, rasakan putingnya menegang" Dengan semangat Dino melakukan apa yang gurunya katakan.
"Ibu.., Boleh saya hisap susu Ibu?".
Lola tersenyum mendengar pertanyaan muridnya, yang berkata sambil menunduk, "Boleh.., lakukan apa yang kamu suka".
Tubuh Lola menegang ketika merasakan jilatan dan hisapan mulut pemuda itu di susunya. Perasaan yang ia pernah rasakan 3 tahun lalu saat ia masih bersama suaminya.
"Oohh.., jilat terus sayang.., ohh", Tangan Lola mendekap erat kepala Dino ke payudaranya.
Dino semakin buas menjilati puting susu gurunya tersebut, mulutnya tanpa ia sadari menimbulkan bunyi yang nyaring. Hisapan Dino makin keras, bahkan tanpa ia sadari ia gigit-gigit ringan puting gurunya tersebut.
"mm.., nakal kamu", Lola tersenyum merasakan tingkah muridnya itu.
"Sekarang coba kamu lihat daerah bawah pusar Ibu".
Dino menurut saja. Duduk diantara kaki Lola yang membuka lebar. Lola kemudian menyandarkan punggungya pada dinding di belakangnya.
"Coba kamu rasakan", ia membimbing telunjuk Dino memasuki memek nya.
"Hangat Bu"

Bisa kamu rasakan ada semacam pentil..?"
"Iya"
"Itu yang dinamakan kelentit, itu adalah titik peka cewek juga. Coba kamu gosok-gosok"Pelan-pelan jari Dino mengusap-usap clitoris yang mulai menyembul itu.
"Terus.., oohh.., ya.., gosok.., gosok", Lola mengerinjal-gerinjal keenakan ketika clitorisnya digosok-gosok oleh Dino.
"Kalo diginiin nikmat ya Bu?", Dino tersenyum sambil terus menggosok-gosok jarinya.
"Oohh.., Dinoo.., mm", tubuh Lola telah basah oleh peluh, pikirannya serasa di awang-awang, sementara bibirnya merintih-rintih keenakan.
Tangan Dino semakin berani mempermainkan clitoris gurunya yang makin bergelora dirangsang birahi. Nafasnya yang semakin memburu pertanda pertahanan gurunya akan segera jebol.

"Ooaahh.., Dinnooo", Tangan Lola mencengkeram pundak muridnya, sementara tubuhnya menegang dan otot-otot kewanitaannya menegang. Matanya terpejam sesaat, menikmati kenikmatan yang telah lama tidak dirasakannya.
"Hmm.., kamu lihai Dino.., Sekarang.., coba kamu berbaring".
Dino menurut saja. kontol nya segera menegang ketika merasakan tangan lembut gurunya.
"Wah.., wahh, besar sekali", tangan Lola segera mengusap-usap kontol yang telah mengeras tersebut.
Segera saja benda panjang dan berdenyut-denyut itu masuk ke mulut Lola. Ia segera menjilati kontol muridnya itu dengan penuh semangat. Kepala kontol muridnya itu dihisapnya keras-keras, sehingga Dino merintih keenakan.
"Ahh.., enakk..,enakk", Dino tanpa sadar menyodok-nyodokkan pinggulnya untuk semakin menekan kontol nya makin ke dalam kuluman Lola. Gerakannya makin cepat seiring semakin kerasnya hisapan Lola.

"oohh Ibu.., Ibbuu"
Muncratlah cairan mani Dino di dalam mulut Lola, yang segera menjilati cairan itu hingga tuntas.
"Hmm.., manis rasanya Dino", Lola masih tetap menjilati kontol muridnya yang masih tegak.
"Sebentar ya aku mau minum dulu".
Ketika Lola sedang membelakangi muridnya sambil menenggak es teh dari kulkas. Tiba-tiba ia merasakan seseorang mendekapnya dari belakang.
"Dino.., biar Ibu minum dulu".
"Tidak.., nikmati saja ini", Dino yang masih tegang berat mendorong Lola ke kulkas.
Gelas yang dipegang Lola jatuh, untungnya tidak pecah. Tangan Lola kini menopang tubuhnya ke permukaan pintu kulkas.
"Ibu.., sekarang!"
"Ahhkk", Lola berteriak, saat Dino menyodokkan kontol nya dengan keras ke liang memek nya dari belakang. Dalam hatinya ia sangat menikmati hal ini, pemuda yang tadinya pasif berubah menjadi liar.
"Dinoo.., enakk.., ohh.., ohh". Tubuh Lola bagai tanpa tenaga menikmati kenikmatan yang tiada taranya. Tangan Dino satu menyangga tubuhnya, sementara yang lain meremas payudaranya. Dan kontol nya yang keras melumat liang memek nya.
"Ibu menikmati ini khan", bisik Dino di telinganya
"Ahh.., hh", Lola hanya merintih, setiap merasakan sodokan keras dari belakang.
"Jawab.., Ibu", dengan keras Dino mengulangi sodokannya.
"Ahh..,iyaa"
"Dino.., Dino jangann.., di dal La" belum sempat ia meneruskan kalimatnya, Lola telah merasakan cairan hangat di liang memek nya menyemprot keras. Kepalang basah ia kemudian menyodokkan keras pinggulnya.
"Uuhgghh", kontol Dino yang berlepotan mani itupun amblas lagi ke dalam memek bu guru Lola."Ahh".
Kedua insan itupun tergolek lemas menikmati apa yang baru saja mereka rasakan.
Setelah kejadian dengan Dino, Lola masih sering bertemu dengannya guna mengulangi lagi perbuatan mereka. Namun yang mengganjal hati Lola adalah jika Dino kemudian membocorkan hal ini ke teman-temannya.

Ketika Lola berjalan menuju mobilnya seusai sekolah bubar, perhatiannya tertumbuk pada seorang muridnya yang duduk di sepeda motor di samping mobilnya, katakanlah dia Reza. Ia berbeda dengan Dino, anaknya agak pembuat onar jika di kelas, kekar dan nakal. Hatinya agak tidak enak melihat situasi ini.
"Bu Lola salam dari Dino", Reza melemparkan senyum sambil duduk di sepeda motornya.
"Terima kasih, boleh saya masuk", Ia harus berkata begitu karena sepeda motor Reza menghalangi pintu mobilnya.
"Boleh.., boleh Bu saya juga ingin pelajaran tambahan seperti Dino."
Langkah Lola terhenti seketika. Namun otaknya masih berfungsi normal, meskupun sempat kaget.
"Kamu kan nilainya bagus, nggak ada masalah kan", sambil duduk di balik kemudi.
"Ada sedikit sih kalau Ibu nggak bisa mungkin kepala guru bisa membantu saya, sekaligus melaporkan pelajaran Dino", Reza tersenyum penuh kemenangan.
"Apa hubungannya?", Keringat mulai menetes di dahi Lola.
"Sudahlah kita sama-sama tahu Bu. Saya jamin pasti puas".
Tanpa menghiraukan omongan muridnya, Lola langsung menjalankan mobilnya ke rumahnya. Namun ia sempat mengamati bahwa muridnya itu mengikutinya terus hingga ia menikung untuk masuk kompleks perumahan.
Setelah mandi air hangat, ia bermaksud menonton TV di ruang tengah. Namun ketika ia hendak duduk pintu depan diketuk oleh seseorang. Lola segera menuju pintu itu, ia mengira Dino yang datang. Ternyata ketika dibuka

"Reza! Kenapa kamu ngikuutin saya!", Lola agak jengkel dengan muridnya ini.
"Boleh saya masuk?".
"Tidak!".
"Apa guru-guru perlu tahu rahasiamu?".
"!!"dengan geram ia mempersilakan Reza masuk.
"Enak ya rumahnya, Bu", dengan santainya ia duduk di dekat TV. "Pantas aja Dino senang di sini".
"Apa hubunganmu dengan Dino?, Itu urusan kami berdua", dengan ketus Lola bertanya.
"Dia teman dekat saya. Tidak ada rahasia diantara kami berdua".
"Jadi artinya", Kali ini Lola benar-benar kehabisan akal. Tidak tahu harus berbuat apa.
"Bu, kalo saya mau melayani seks Ibu lebih baik dari Dino, mau?", Reza bangkit dari duduknya dan berdiri di depan Lola.

Lola masih belum bisa menjawab pertanyaan muridnya itu. Tubuhnya panas dingin. Belum sempat ia menjawab, Reza telah membuka ritsluiting celananya. Dan setelah beberapa saat kontol nya meyembul dan telah berada di hadapannya.
"Bagaimana Bu, lebih besar dari Dino khan?".
Reza ternyata lebih agresif dari Dino, dengan satu gerakan meraih kepala Lola dan memasukkan kontol nya ke mulut Lola.

"Mmpfpphh".
"Ahh yaa.., memang Ibu pandai dalam hal ini. Nikmati saja Bu kontol ku.., nikmat kok"
Rupanya nafsu menguasai diri Lola, menikmati kontol yang besar di dalam mulutnya, ia segera mengulumnya bagai permen. Dijilatinya kepala kontol pemuda itu dengan semangat. Kontan saja Reza merintih keenakan.
"Aduhh.., nikmat sekali Bu oohh", Reza menyodok-nyodokkan kontol nya ke dalam mulut Lola, sementara tangannya meremas-remas rambut ibu gurunya itu. Lola merasakan kontol yang diisapnya berdenyut-denyut. Rupanya Reza sudah hendak keluar.
"oohh.., Ibu enakk.., enakk.., aahh".
Cairan mani Reza muncrat di mulut Lola, yang segera menelannya. Dijilatinya kontol yang berlepotan itu hingga bersih. Kemudian ia berdiri.
"Sudahh.., sudah selesai kamu bisa pulang", Namun Lola tidak bisa memungkiri perasaannya. Ia menikmati mani Reza yang manis itu serta membayangkan bagaimana rasanya jika kontol yang besar itu masuk ke memek nya.

Bu Guru Nakal Kasih Pelajaran Seks 2 Murid Cowok, guru digangbang, threesome, guru haus seks, susu besar pantat montok
Klik foto untuk memperbesar gambar

"Bu, ini belum selesai. Mari ke kamar, akan saya perlihatkan permainan yang sebenarnya."
"Apa! beraninya kamu memerintah!", Namun dalam hatinya ia mau. Karenanya tanpa berkata-kata ia berjalan ke kamarnya, Reza mengikuti saja.
Setelah ia di dalam, Lola tetap berdiri membelakangi muridnya itu. Ia mendengar suara pakaian jatuh, dugaannya pasti Reza sedang mencopoti pakaiannya. Ia pun segera mengikuti jejak Reza. Namun ketika ia hendak melepaskan kancing dasternya.
"Sini saya teruskan", ia mendengar Reza berbisik ke telinganya. Tangan Reza segera membuka kancing dasternya yang terletak di bagian depan. Kemudian setelah dasternya jatuh ke lantai, tangan itupun meraba-raba payudaranya. Lola juga merasakan kontol pemuda itu diantara belahan pantat montok nya.

"Gilaa.., besar amat", pikirnya. Tak lama kemudian iapun dalam keadaan polos. kontol Reza digosok-gosokkan di antara pantatnya, sementara tangan pemuda itu meremasi payudaranya. Ketika jemari Reza meremas puting susu Lola, erangan kenikmatan seks pun keluar.
"mm oohh".
Reza tetap melakukan aksi peremasan itu dengan satu tangan, sementara tangan satunya melakukan operasi ke memek Lola.
"Reza.., aahh.., aahh", Tubuh Lola menegang saat pentil clitorisnya ditekan-tekan oleh Reza.
"Enak Bu?", Reza kembali berbisik di telinga gurunya yang telah terbakar oleh api birahi itu.
Lola hanya bisa menngerang, mendesah, dan berteriak lirih. Saat usapan, remasan, dan pekerjaan tangan Reza dikombinasi dengan gigitan ringan di lehernya. Tiba-tiba Reza mendorong tubuh Lola agar membungkuk. Kakinya di lebarkan.
"Kata Dino ini posisi yang disukai Ibu"
"Ahhkk.., hmm.., hmmpp", Lola menjerit, saat Reza dengan keras ngentotin kontol nya ke liang memek guru nya dari belakang."
"Ugghh.., innii.., innii", Reza medengus penuh gairah dengan tiap entotan kontol nya ke memek Lola. Lolapun berteriak-teriak kenikmatan, saat liang memek nya yang sempit itu dilebarkan secara cepat.
"Adduuhh.., teruss, teruss Rezaa.., oohh", Kepala ibu guru itu berayun-ayun, terpengaruh oleh entotan kontol Reza. Tangan Reza mencengkeram pundak Lola, seolah-olah mengarahkan tubuh gurunya itu agar semakin cepat saja menelan kontol nya.
"Oohh Lola.., Lollaaa".

Lola segera merasakan cairan hangat menyemprot di dalam memek nya dengan deras. Matanya terpejam menikmati sensasi seks yang tidak bisa ia bayangkan.
Lola masih tergolek kelelahan di tempat tidur. Rambutnya yang hitam panjang menutupi bantalnya, dadanya yang indah naik-turun mengikuti irama nafasnya. Sementara itu memek nya sangat becek, berlepotan mani Reza dan maninya sendiri. Reza juga telajang bulat, ia duduk di tepi tempat tidur mengamati tubuh gurunya yang bugil itu. Ia kemudian duduk mendekat, tangannya meraba-raba liang memek Lola, kemudian dipermainkannya pentil kelentit gurunya itu.

"mm capek.., mm", bibir Lola mendesah saat pentilnya dipermainkan. Sebenarnya ia sangat lelah, tapi perasaan terangsang yang ada di dalam dirinya mulai muncul lagi. Dibukanya kakinya lebar-lebar sehingga memberikan kemudahan bagi Reza untuk memainkan clitorisnya.
"Rezz aahh", Tubuh Lola bergetar, menggelinjang-gelinjang saat Reza mempercepat permainan tangannya.

"Bu.., balik.., Reza ingin nih"
"Nakal kamu ahh", dengan tersenyum nakal, Lola bangkit dan menungging. Tangannya memegang kayu dipan tempat tidurnya. Matanya terpejam menanti sodokan kontol Reza. Reza meraih payudara Lola dari belakang dan mencengkeramya dengan keras saat ia menyodokkan kontol nya yang sudah tegang
"Adduuhh.., owwmm", Lola mengaduh kemudian menggigit bibirnya, saat lubang memek nnya yang telah licin melebar karena desakan kontol Reza.
"Bu Lola nikmat lho memek Ibu.., ketat", Reza memuji sambil menggoyang-goyangkan pinggulnya.
"mm.., aahh.., ahh.., ahhkk", Lola tidak bisa bertahan untuk hanya mendesah. Ia berteriak lirih seiring gerakan Reza. Badannya digerakkannya untuk mengimbangi serangan Reza. Kenikmatan ia peroleh juga dari remasan muridnya itu.
"Ayoo.., aahh, ahh.. Mm, buat Ibu keluuaa Rr lagi..". Gerakan Lola makin cepat menerima sodokan Reza.
Tangan Reza beralih memegangi tubuh Lola, diangkatnya gurunya itu sehingga posisinya tidak lagi "doggy style", melainkan kini Lola menduduki kontol nya dengan membelakangi dirinya. Reza kini telentang di tempat tidur yang acak-acakan dan penuh oleh mani yang mengering.
"Ooww", Teriakan Lola terdengar keras saat ia tidak bisa lagi menahan orgasmenya. Tangannya mencengkeram tangan Reza, kepalanya mendongak menikmati kenikmatan yang menjalar ke seluruh tubuhnya. Sementara Reza sendiri tetap menusuk-nusukkan kontol nya ke memek Lola yang makin becek.
"Ayoo.., makin dalam dalamm".
"Ahh, aahh.., aahh", Rezapun mulai berteriak-teriak.

"Mau kelluuaarr"
Lola sekali lagi memejamkan matanya, saat mani Reza menyemprot dalam liang memek nya. Lola kemudian ambruk menindih tubuh Reza yang basah oleh keringat. Sementara diantara kaki-kaki mereka mengalir cairan hangat hasil kenikmatan mereka.
"Bu Lola.., sungguh luar biasa, Coba kalau Dino ada disini sekarang".
"mm memangnya kamu mau apa", Lola kemudian merebahkan dirinya di samping Reza. Tangannya mengusap-usap puting Reza.
"Kita bisa main bertiga, pasti lebih nikmat"
Lola tidak bisa menjawab komentar Reza, sementara perasaannya dipenuhi kebingungan.
Akhirnya hari kelulusan murid klas 3 sampai juga. Dengan demikian Lola harus berpisah dengan kedua murid yang disayanginya, terlebih lagi ketika ia harus pindah ke kota lain untuk menempati pos baru di Kanwil. Karenanya ia memanggil Dino untuk datang ke rumahnya untuk memberitahukan perihal kepindahannya.

Ketika Dino muncul. Ia langsung dipersilakan duduk.
"Bu, Dino kangen lho".
"Iya deh.., nanti. Gini, Ibu bulan depan pindah ke kota B, soalnya akan dinaikkan pangkatnya. Jadi.., jadi.., Ibu ingin malam ini malam terakhir kita", mata Lola berkaca-kaca ketika mengucapkan itu.
"........", Dino tidak bisa menjawab. Ia kaget mendengar berita itu. Baginya Lola merupakan segalanya, terlebih lagi ia telah mendapatkan pelajaran berharga dari gurunya itu.
"Tapi Dino masih boleh berkirim surat kan?".
Lola bisa sedikit tersenyum melihat muridnya tabah, "Iya.., boleh.., boleh".
"Minum dulu Nto, ada es teh di meja makan. Kalau sudah nonton VCD di kamar yaa", Lola mengerling nakal ke muridnya sambil beranjak ke kamar. Di kamar ia mengganti pakaiannya dengan kimono kegemarannya, melepas BH, menghidupkan AC dan tentu saja menyetel VCD ‘Kamasutra-nya Penthouse". Lalu ia tengkurap di tempat tidur sambil menonton TV.
Diluar Dino meminum es teh yang disediakan Lola dan membiarkan pintu depan tidak terkunci. Ia mempunyai rencana yang telah disusun rapi.
Lalu Dino menyusul Lola ke kamar tidur. Begitu pintu dibuka ia melihat gurunya tengkurap menonton VCD dengan dibalut kimono merah tipis, lekuk tubuhnya jelas terlihat. Rambutnya yang panjang tergerai di punggungnya bagai gadis iklan shampo Pantene.
"Ganti pakaian itu Nto", Lola menunjuk celana pendek dan kaos tipis yang terlipat rapi di meja riasnya.
Ketika Dino sedang mencopot celananya Lola sempat melihat kontol pemuda itu menyembul di balik CD GT Man-nya. Setelah selesai Dino juga tengkurap di samping Lola.
"Sudah liat film ini belum? Bagus lho untuk info posisi-posisi ngesex".
"Belum tuh..", Mata Dino tertuju pada posisi dimana si wanita berdiri memegang pohon sementara si pria memasukkan kontol nya dari belakang, sambil meremas-remas payudara partnernya.

"mm.., itu posisi fave saya. Kalau kamu suka nanti CD itu bisa kamu ambil".
"Thanx", Dino kemudian mengecup pipi gurunya.
Adegan demi adegan terus bergulir, suasana pun menjadi semakin panas. Lola kini tengkurap dengan tidak lagi mengenakan selembar benangpun. Demikian pula Dino. Dino kemudian duduk di sebelah gurunya itu, dibelainya rambut Lola dengan lembut, kemudian disibakkannya ke sebelah kiri. Bibir Dino kemudian menciumi tengkuk Lola, dijilatinya rambut-rambut halus yang tumbuh lebat.
"aahh.."
Setelah puas, Dino kemudian memberi isyarat pada Lola agar duduk di pangkuannya.
"Bu, biar Dino yang puasin ibu malam ini..", Bisik Dino di telinga Lola. Lola yang telah duduk di pangkuan Dino pasrah saja saat kedua tangan muridnya meremas-remas payudaranya yang liat. Kemudian ia menjerit lirih saat puting susunya mendapat remasan.

"Akhh..", Lola memejamkan matanya.
"Dino.., jilatin memek ibu.."
Dino kemudian merebahkan Lola, dibukanya kaki gurunya itu lebar-lebar, kemudian dengan perlahan ia mulai menjilati memek gurunya. Bau khas dari memek yang telah basah oleh gairah itu membuat Dino kian bernafsu.
"oohh.., teruss.., teruuss..", Lola bergetar merasakan kenikmatan itu. Tangannya membimbing tangan Dino dalam meremasi susunya. Memberikan kenikmatan ganda.
"Jilatin.., pentil itu.., oohohh", Bagai dikomando Dino menjilati pentil clitoris Lola, dengan penuh semangat.
"Aduuhh.. Oohh..oohh..hh Hh.."
"Dino.., massuukk".
Kaki Lola kemudian disampirkannya ke pundak, dan dengan cepat disodokkannya kontol nya ke memek Lola yang becek.
"mm..", Lola menggigit bibirnya. Meskipun lubang memek nya telah licin, namun kontol yang besar itu tetap saja agak kesulitan menerobos masuk.
"Uuhh.., masih susah juga ya Bu..", Dino sambil meringis memaju mundurkan kontol nya. Ia merasakan kontol nya bagai diremas-remas oleh tangan yang sangat halus saat di dalam. Tangan Lola mempermainkan puting Dino. Dengan gemas dicubitnya hingga Dino berteriak.
"Uhh.., nakal, Ini balasannya!", sodokan Dino makin keras, lebih keras dari saat ia memasukkan kontol nya.
"aa..".
Tiba-tiba pintu kamar tebuka! Spontan Lola terkejut, tapi tidak bagi Dino. Reza sudah berdiri di muka pintu, senjatanya telah tegak berdiri.
"mm.., hot juga permainan Ibu dengan Dia, boleh saya bergabung?", Reza kemudian berjalan mendekati mereka. Lola yang hendak berdiri ditahan oleh Dino, yang tetap menjaga kontol nya di dalam memek Lola.
"Nikmati saja.."
Reza kemudian mengangkangi Lola, kontol nya berada tepat di mukanya.
"Isap.. Ayoo", sambil memasukkan kontol nya. Saat itu pula Dino menghentakkan gerakannya. Saat Lola berteriak, saat itu pula kontol Reza masuk.
"Ahh.., nikmat", Lola merem-melek menghisap-hisap kontol muridnya, sementara Dino dengan puas menggarap memek nya.
"uufff.., jilatin.., jilatt", tangan Reza memegangi kepala Lola, agar semakin dalam saja mengisap kontol nya.
Posisi itu tetap bertahan hingga akhirnya Dino keluar duluan. Maninya menyemprot dengan leluasa di lubang memek gurunya yang cantik. Sementara Reza tetap mengerang-erang sambil medorong-dorong kepala Lola.

Setelah Dino mengeluarkan kontol nya dari memek Lola, "Berdiri menghadap tembok Bu!"
Lola masih kelelahan. Ia telah orgasme pula saat Dino keluar, namun ia tidak bisa teriak karena ada kontol di mulutnya. Saat ia berdiri dengan tangan di tembok menahan tubuhnya, mani Dino menetes ke lantai.
"mm.., Nto.., liat tuh punya kamu", seru Reza sambil tertawa. Ia kemudian menempelkan tubuhnya ke Lola. kontol nya tepat berada di antara kedua pantat Lola.
"Nih Bu rasakan punya Reza juga ya".
Dino dengan santai menyaksikan temannya menggarap gurunya dari belakang. Tangan Reza memegangi pinggang Lola saat ia menyodok-nyodokkan kontol nya keluar masuk dengan cepat. Saat Lola merintih-rintih menikmati permainan mereka, Dino merasakan kontol nya tegang lagi. Ia tidak tahan melihat pemandangan yang sangat erotik sekali.
Kedua insan itu saling mengaduh, mendesah, dan berteriak lirih seiring kenikmatan yang mereka berikan dan rasakan.
"ooww..", Tubuh Lola yang disangga Reza menegang, kemudian lemas. Dino menduga mereka berdua telah sampai di puncak kenikmatan. Timbul isengnya, ia kemudian mendekati mereka dan menyusup diantara Lola dan tembok. Dipindahkannya tangan Lola ke pundaknya, dan kontol nya menggantikan posisi milik Reza.
"Dino..", Lagi-lagi Lola mendesah saat kontol Dino masuk dan pinggulnya didorong oleh Reza dari belakang.
"Ahh.. Ahh... Dorongg..dorongg........."
"aa.. Aa.. Aa".
"oohhkk.., kk.., kk..", Lola berteriak keras sekali, saat dorongan Reza sangat keras menekan memek bu guru. kontol Dino amblas hingga mencapai pangkalnya masuk ke memek Lola. Saat itu pula ia merasakan kontol yang berdenyut-denyut itu melepaskan muatannya untuk kedua kali.
Malam itu merupakan malam yang liar bagi ketiga insan yang akan berpisah itu. Malam yang tidak bisa mereka lupakan untuk selamanya.
Bu Guru Nakal Kasih Pelajaran Seks 2 Murid Cowok
Bu Guru Nakal Kasih Pelajaran Seks 2 Murid Cowok, cerita seks , Bu Guru Nakal Kasih Pelajaran Seks 2 Murid Cowok, guru digangbang, threesome, guru haus seks, susu besar pantat montok, kisah porno, kisah sex bokep, sex, Bu Guru Nakal Kasih Pelajaran Seks 2 Murid Cowok

10
205

Tags cerita dewasa paling populer di blog ini: cerita seks, Cerita Dewasa, 17 Tahun, sex, Ngentot, Memek, Istri, selingkuh, Kontol, Entot, Mama, gangbang, tante, threesome, ABG, Binal, sexy, toket, payudara.
Aktifkan javascript lalu tekan F5, untuk membuka halaman
meng-klik link cerita secara normal
dan membuka gambar lebih besar.
Cerita dewasa seks terpanas, update setiap hari cerita terbaru Cerita seks dewasa ngentot memek isteri, perek, bispak.
http://cerita-dewasa-terpanas.blogspot.com