Ekspresi mama waktu penis ku masuk vagina nya

Semua pengalaman Seksku yang kulakukan bersama mamaku, kakakku, tanteku dan juga teman teman lainnya. Mulai dari remaja lugu sampai menjadi mahir, berkat bimbingan mamaku tercinta. Sebelum itu aku akan ceritakan sedikit tentang keluargaku. Pada dasarnya Keluargaku boleh dibilang berkecukupan, hal ini selain krn kemampuan bisnis mama yang baik, juga orang tua mama memberikan jatah warisan yang banyak kepada anak–anaknya. Jadi untuk urusan finansial, nggak ada masalah yang terlalu berarti bagi kita.

Mamaku, Susy, usianya 34 tahun, menikah di usia muda, dengan ayah yang berbeda usia 13 tahunan, krn dijodohkan, dalam hal ini krn adanya hubungan bisnis antara orangtua mama dan papa, kini mama sudah men-janda, bercerai dengan papaku, saat aku berusia 9 tahun. Kakakku Lisa, 4 tahun lebih tua dariku, paling disayang sama oma dan kakek ku, waktu akak naik ke kelas 3 SMA diminta oleh nenek dan kakek ku melanjutkan di Jakarta menjadi kediaman mereka. Kuliahnya pun juga di kota tersebut. Kalau lagi rajin seminggu sekali dia pulang, tapi kalau nggak maka aku dan mama yang ke sana. Adapun mama bercerai dengan papaku, Parjo, seorang pengusaha yang sukses dan memiliki banyak Perusahaan dan bidang bisnis, krn papaku menikahi simpanannya. Mama nggak sudi dimadu Menurutku papaku itu amat sangat bodoh, meninggalkan cewek secantik dan seseksi mamaku. Aku amat membenci papaku, nggak pernah terlintas untuk memaafkannya. Sewaktu bercerai, papa memberikan rumah mewah dua lantai kepada kita, juga memberikan uang cerai yang amat besar pada mama. Untuk urusan biaya pendidikan, papa akan menanggung semua biaya yang diperlukan. Mama kemudian menggunakan uang tersebut ditambah uang yang mama miliki untuk mendirikan Perusahaan sendiri. Bergerak di bidang jasa, pelayaran, trading dan eksport-import.

kita kini hidup bertiga saja, untuk urusan rumah tangga, mama memutuskan untuk nggak memakai tenaga pembantu, katanya buat apa, toh nggak terlalu banyak kegiatan yang dilakukan kita bertiga, rumah juga nggak terlalu kotor, untuk urusan mencuci dan setrika, untuk cuci dan setrika mama menggaji mbak Eti yang tinggal di dekat komplek kita, sudah kerja tahunan dengan kita, mama mempercayakan kunci rumah juga padanya, nggak harus datang setiap hari. Untuk makan, bisa membeli di luar atau mama yang akan memasak. Setelah bercerai, mama mencurahkan semua hidupnya untuk kita anak-anaknya, juga untuk mengurus Perusahaan yang dikelolanya. Ternyata otak bisnis mamaku juga oke, dalam waktu singkat Perusahaannya berkembang pesat dan memiliki beberapa anak Perusahaan di dalam dan luar kota. Papaku yang brengsek itu juga suka datang menjenguk anak-anaknya, tapi bagiku nggak ada yang special dan berkesan, ya Cuma formalitas saja.

kita bertiga hidup saling menyayangi, aku mencintai dan menyayangi mama dan kakakku, maklum ini mungkin krn aku merasa sebagai satu-satunya lelaki di rumah. Kehidupan sehari-hari berjalan biasa saja. Saat di rumah, mama nggak terlalu memperhatikan busana, kalau sudah pulang kerja atau saat santai, biasanya pakai daster atau baju tidur yang seksi dan mini. Mama nggak merasa canggung, biasa saja baginya. Kalau sedang ganti baju juga mama sering nggak menutup pintu kamarnya. Mungkin krn dia pikir toh di rumah cuma ada kita saja, dan akukan juga anaknya. Aku sih senang-senang saja dan nggak merasa aneh, maklum saat itu aku masih lugu. Kadang-kadang juga aku sering tidur di kamar mamaku, tentu saja saat itu nggak ada pikiran yang macam-macam. Mamaku sendiri sangat rajin merawat dirinya, kalau kita lihat, usianya seakan-akan masih seperti cewek yang berusia 25 tahunan saja, nggak kelihatan kalau anaknya sudah gadis dan perjaka. Mama rajin melakukan yoga dan senam, juga berenang. Kebetulan di halaman belakang rumah kita dibangun kolam yang nggak terlalu besar, dikelilingi tembok yang lumayan tinggi serta jauh dari tetangga. Mamaku sendiri memiliki wajah yang cantik, Rambut sebahu, tingginya sekitar 165cm, lebih tinggi dari ku 5 Cm, bentuk badan yang seksi, perut yang masih rata, terutama dadanya yang sangat besar, yang kemudian aku tahu ternyata berukuran 38. Teman-teman yang main ke rumah mengatakan mamaku sangat seksi dan mempesona. Kakakku Lisa, juga sama, mewarisi kecantikan mama, sama-sama berdada besar, walaupun nggak sebesar mama, tapi masih akan berkembang. Sepertinya cewek di keluarga mama memang memiliki dada yang besar dan aduhai, adik dan kakak mama juga sama.

Singkat cerita, 3 tahun sudah berlalu sejak perceraian sialan tersebut, waktu itu usiaku 14 tahun, baru kelas 3 SMP, saat di mana memasuki masa tegangan tinggi dalam masa puberku. Libido remaja yang gampang naik dan mulai mau tahu lebih jauh mengenai cewek. Aku mulai sering mengakses situs-situs porno di kamarku, membaca majalah dan buku-buku porno, menonton film-film porno yang amat mudah dibeli. Apalagi kini kak Lisa jarang di rumah, krn bersekolah yah makin seringlah aku sendirian di rumah. Sering saat sedang berkumpul dengan teman-temanku, aku mendengar pengalaman mereka saat melepas keperjakaan, terus terang aku juga penasaran dan ingin sekali melakukan hal yang mereka ceritakan. Secara keuangan aku bisa dan mampu membayar cewek penghibur, bahkan teman-temanku juga menjanjikan akan membayarkan kalau aku mau, tapi aku nggak mau, krn aku takut dan juga ngeri resikonya melakukan dengan cewek penghibur.

Jujur saja, kalau sedang membuka situs porno atau menonton video bokep, aku paling senang melihat cewek yang sudah dewasa, memiliki dada besar, dan memiliki bulu kemaluan yang lebat, apalagi kalau memiliki bulu ketek, ugh....bisa gila aku membayangkannya.

Aku juga mulai menyadari bahwa aku terpesona dan amat menginginkan mamaku, sudah melewati batas sayang anak ke mamanya, sudah bercampur dengan perasaan erotis yang menyenangkan. Bukannya kakakku nggak cantik dan mempesona, tapi bagiku mama adalah sosok cewek yang sempurna, sudah matang. cewek dewasa yang kecantikan dan lekuk tubuhnya memancarkan sensasi sensual tersendiri.

Perlahan tapi pasti, gairah dan hasrat di diriku semakin berkobar, aku yang dulu memandang mamaku sebagaimana mestinya, kini mulai melihat mamaku dari sudut pandang seorang pria. Kini aku sering mencuri-curi kesempatan saat mama sedang ganti baju, pura-pura duduk membaca dekat mama kalau mamaku sedang yoga, senam atau berenang. Kini aku mulai sering mengkhayalkan badan mama saat aku sedang bermartubasi. Selain itu aku mempunyai kegiatan baru yaitu mengintip mamaku yang sedang mandi, sebenarnya nggak bisa dibilang mengintip sih, kamar mandi mamaku itu terletak di dalam kamarnya, cukup besar ukurannya, krn di dalamnya ada bath tub, standing shower, dan wastafel serta kaca rias yang terpisah, dan saat mama mandi pintunya jarang dikunci, Cuma sedikit ditutup saja, sehingga aku cukup melihat dari celah pintu yang terbuka. nggak puas, suatu hari timbul ideku untuk merekamnya, maka aku siapkan kamera dan dengan hati-hati merekamnya. Wah, hasil rekamannya sungguh amat indah, dan memperlancar masturbasiku. Tapi itu belum cukup, aku masih menyimpan hasrat untuk merasakan dan menyentuh secara langsung, dan dalam hal ini aku amat terobsesi dengan mamaku. Aku harus mencari cara dan kesempatan untuk memiliki mamaku seutuhnya. Kesempatanku amat besar, krn di rumah ini cuma ada aku dan mamaku, tinggal bagaimana aku mencari caranya.

Kalau aku pikirkan secara mendalam, setelah bercerai, mamaku mencurahkan hidupnya untuk bekerja dan kita anak-anaknya. Seingatku mama nggak pernah menjalin hubungan dengan pria lain, berangkat dan pulang kerjapun selalu tepat waktu. Kalaupun ada urusan kerja di luar kota,sebisa mungkin mengajak kita. Hari liburpun dihabiskan bersama kita anak-anaknya. Apa mamaku nggak punya hasrat seks lagi ? Kalau melihat umurnya rasanya nggak mungkin. Rasanya aku harus mencoba mencari tahu hal ini.

Biasanya kalau sudah selesai makan malam, aku dan mama menonton TV. Saat sedang nonton TV, biasanya aku sering menaruh kepalaku di kedua paha mama. Malam itu mama memakai baju tidur mini tanpa lengan berwarna putih, dengan belahan dada yang rendah, sehingga makin menonjolkan tetek mama yang besar tersebut, seakan nggak mampu menampung tetek yang besar tersebut. Ugh...ribet deh jadinya aku. Gairahku benar-benar membara, penis ku sudah berdenyut. Gelisah banget rasanya. kita menonton tanpa bersuara. Akupun memulai percakapan.

Ma, boleh nggak Jhoni nanya sesuatu...? kataku, sambil membalikkan kepalaku dan badanku, kini kepalaku menatap ke arah perut mama.
Nanya apa...?
Jangan marah ya Ma, kataku lagi
Apaan sih, kok serius amat sih Jhon, kata mamaku.
Nggak, kan mama sudah lama hidup sendiri, apa nggak mau kawin lagi ma..? kataku.
Ah kamu ini ada-ada saja. Nggak lah, kan mama sudah bahagia ada kamu dan kakakmu. Memang kenapa kamu tanya hal itu, mau punya papa baru ya..??" canda mamaku.

Enggak sih, Cuma Jhoni ingin nanya saja kok ma.
Tiba-tiba aku mendapat ide untuk mencoba mencari kebutuhan seks mamaku.
Ma, jangan marah ya, memangnya mama nggak kesepian..? Mama kan masih muda, masih punya kebutuhan biologis, kataku hati-hati. Kurasakan mamaku sedikit menegang dan terdiam sejenak.
Jhon, kok nanyanya begitu sih, maksud kamu apa, suara mama sedikit naik.
Jhoni kan sudah gede ma, sudah mendapat pelajaran di sekolah, jadi Jhoni tahulah soal kebutuhan pria dan cewek akan hal itu. Dan Jhoni mau mama tahu, kalau Jhoni juga menghargai semua keinginan ma. Mungkin dulu Jhoni belum paham, tapi sekarang saat sudah tahu, Jhoni jadi memikirkan mama, kan mama juga punya hidup. jawabku sekenanya.

Jhon...Jhon, yang kamu pelajari itu memang benar, tapi ada juga yang namanya perasaan dan hati nak, hidup nggak cuma dari teori pelajaran saja, tapi juga dari pengalaman. jawab mamaku.
Maksudnya apa ma..? tanyaku bingung.
Sebagai cewek mama juga ada kebutuhan yang kamu katakan. Tapi mama juga nggak mau kecewa lagi Jhon. Cukup sudah pengalaman pahit dari papamu itu. Bagi mama apa yang mama jalani dan juga memiliki kamu dan kak Lisa, sekarang ini sudah cukup dan membahagiakan mama. Dan soal masalah kebutuhan biologis mama, mama rasa bukan masalah kamu, dan masih ada kesibukan dan cara lain untuk mengatasinya. jawab mamaku.

Suasana jadi sedikit canggung, lama kita terdiam, cuma terdengar suara dari TV saja.

Ma, maafin Jhoni yah sudah menanyakan hal yang membuat mama marah dan sedih.
Nggak apa-apa kok Jhon. Mama senang krn Jhoni perhatian sama mama.

Kembali kita terdiam, mama mengelus-ngelus kepalaku. Aku juga diam saja, tetap dalam posisi kepala menghadap ke badan mama. Saat itu aku sedang berpikir, berarti mamaku sebenarnya memiliki kebutuhan seks. Tinggal bagaimana aku menciptakan situasi dan kesempatannya. Toh saat ini cuma ada aku dan mama, kak Lisa nggak di rumah. Akupun memulai rencanaku.
Aku segera menaikkan kepalaku ke dada mamaku. Pura-pura bermanja-manja.

Eh, kamu ngapain Jhon...? tanya mamaku kaget.
honi sayang mama, boleh nggak Jhoni nenen sama mama.
Ah, kamu ada-ada saja, kan kamu sudah besar nak, mamaku tertawa.
Iya, tapi boleh kan Jhoni nenen lagi kayak anak kecil. Pintaku manja.
Nggak ah...konyol deh kamu. Mamaku tertawa.
Boleh ya ma, kan selama ini nggak pernah. Kataku sambil berusaha mencium puting mama.
Jangan ah Jhon. Kata mamaku berusaha dengan halus menggeser kepalaku, tapi aku terus saja bermanja-manja, akhirnya mamakupun tertawa dan berkata,
Yah sudah deh, kali ini saja ya, tumben kamu kolokan kayak gini Jhon.

Yes, rencanaku mulai berhasil, mamapun segera menurunkan satu tali baju tidur di bahunya, terpampanglah satu tetek mama yang besar,padat dan masih kencang itu. Putih dengan puting yang juga besar. Lingkaran di sekitar pentilnya dan pentilnya berwarna coklat kemerahan. Aku benar-benar terdiam dan terpesona, walau sering mengintip, tapi berbeda sekali krn kali ini aku melihat secara langsung dari jarak dekat. penis ku benar-benar mengeras sekali.
"Lho kok bengong, tadi katanya mau nenen," tegur mamaku.
"Ngg, iya...iya ma, habisnya tetek mama besar banget, masih kenceng lagi,"kataku lagi.
"Ah kamu bisa aja memuji mama yang sudah berumur ini," mamaku tertawa.
"Benar ma, benar-benar bagus dan mempesona,"jawabku jujur. Tanganku menyentuh tetek tersebut, sungguh nyaman rasanya, kenyal dan keras, sambil mendekatkan mulutku ke puting mama. Lama aku mengemut puting mamaku, sementara mamaku tetap menonton TV. Tangan mama mengelus-ngelus kepalaku, rasanya seperti anak kecil saja saat itu. Aku menghisap-hisap puting mama sambil sekali-kali memainkan lidahku. Puting itu kini benar-benar sudah membesar dan mengeras. Kurasakan mama mulai gelisah, tapi aku tetap melakukannya perlahan-lahan, aku nggak mau tergesa-gesa dan membuat mamaku curiga. Kini tanganku yang satu mulai meremas tetek mama yang satu lagi, aku meremas dan mengenggamnya tanpa melepasnya lagi. Lalu mama pun menurunkan tali baju tidurnya yang satu lagi, kini benar-benar bertelanjang dada. "Jhon, nenen yang sebelah sini juga," kata mamaku sambil tetap menonton TV. Akupun segera memindahkan mulutku ke tetek mama yang satu lagi. Aku melakukannya tetap seperti tadi, perlahan –lahan dan berusaha senatural mungkin, walau penis ku sudah berdenyut-denyut, tapi aku tetap sabar. "Ugh...,"terdengar suara mamaku pelan, duduknya pun mulai gelisah, nafasnya mulai berat. Aku tetap diam saja, seolah-olah nggak tahu. cuma kali ini aku mulai memainkan-mainkan lidahku dengan lebih cepat di puting mama. "Ah...," kali ini elusan mama di kepalaku mulai berubah menjadi sedikit menjambak pelan rambutku.
Akupun menghentikan kegiatan nenen tersebut, dan langsung mengubah posisiku menjadi posisi duduk, di sampingku mama duduk dengan dada telanjang, kedua teteknya yang besar benar-benar menantang, dengan puting yang dalam kondisi mengeras. Ugh...sabar dikit kataku dalam hati.
"Sudah dulu ma nenennya," kataku santai. Sekilas aku merasa melihat raut muka mama sedikit kecewa, namun mama bisa mengontrolnya dengan baik.
"Benar nih, memangnya sudah kenyang nenennya, Jhon, katanya mau kayak anak kecil," mama mencoba menetralkan dirinya dengan bercanda.
"Iya, tapi nanti-nanti boleh lagi ya ma, Jhoni senang deh bisa nenen kayak dulu."
"Iya, iya, boleh kok, mama juga seperti mengingat kamu waktu kecil dulu" kata mamaku lagi.
Sebenarnya aku sengaja berhenti, yang penting aku sudah mendapat jalan masuk untuk melaksanakan niatku. Aku pun terdiam dan menonton TV. Mama juga menonton TV, tapi entah lupa atau disengaja, tali baju tidurnya nggak segera ia naikkan, jadilah pemandangan tetek mama yang indah terpampang jelas di sampingku. Aku pura-pura saja seperti nggak ada apa-apa. penis ku benar-benar sudah keras sekali saat itu, krn mataku terus melirik tetek mama.
"Ma, Jhoni sudah ngantuk nih, tidur duluan ya. Jhoni boleh tidur di kamar mama kan ?" tanyaku.
"Ya sudah, sana kamu duluan, iyalah boleh, biasanya juga sering tidur dikamar mama," jawab mama.

Akupun segera bangun, dan langsung menuju kamar mama, sambil berjalan ke sana, aku tersenyum krn sebentar lagi nampaknya rencanaku akan segera berhasil. Sesampainya di kamar mama, aku segera membaringkan diri, sambil pura pura tidur, penis ku sudah lumayan tenang kini. nggak berapa lama mama masuk ke dalam kamar, mama ke kamar mandi sebentar, lalu naik ke tempat tidur, mengecup pipiku, mengira aku sudah tidur. Ada sekitar setengah jam aku pura –pura tidur, aku juga nggak terlalu yakin kalau mama sudah tidur pulas, tapi aku sudah menetapkan hati, Inilah saatnya, sekarang atau nggak sama sekali, nggak boleh mundur lagi. Kulihat mata mama masih terpejam. Rencanaku, kalau aku pura-pura nenen lagi, paling mama berpikir krn aku lagi kolokan.

Akupun mulai mendekatkan kepalaku ke arah mama yang sedang menghadap aku. Mula-mula aku menghisap tetek mama tanpa menurunkan tali baju tidur mama. Mama diam saja,nggak ada larangan. Tangankupun mulai berani menurunkan kedua tali baju tidur mama. Mama diam saja, nggak ada larangan. Kini aku menghisap tetek mama dengan bebasnya, tanganku yang satu mulai meremas-remas dan memainkan puting tetek mama. Mama masih terpejam, tapi kurasakan tubuhnya mulai menggeliat.
"Ugh..Ooohh..,"terdengar mama mendesah pelan. Aku makin bersemangat dan bergairah mendengarnya. Mulutkupun mulai berpindah-pindah dari puting satu ke puting lainnya. Ada sekitar 10 menit aku memainkan tetek mamaku, dengan kondisi mama tetap terpejam. Tapi aku yakin mama belum tidur. Nampaknya mama menikmatinya. Akupun makin berani dan tangankupun mulai bergerak ke bawah baju tidur mama, ke arah selangkangan mama. Saat tanganku mendarat di atas celana dalamnya, tiba-tiba tangan mama memegang tanganku, dan menepisnya dengan halus. Kini matanya nggak terpejam lagi. Mama kini dalam posisi duduk di atas tempat tidur.
"Cukup Jhon, jangan lebih dari itu. Mama tahu dan mengerti kamu sudah besar, sudah masuk usia remaja, mama juga paham kamu bilang mau nenen ke mama sebenarnya krn kamu mulai ingin tahu badan cewek." kata mama.
"Mama nggak keberatan kamu bermain-main dengan tetek mama, tapi jangan lebih dari itu ya Jhon,"kata mama lagi.

"Tapi ma, kenapa harus begitu, mama jahat, kenapa mama seperti itu," aku berargumen.
"Jhon, aku ini mamamu, nggak boleh kita melakukan hal yang seperti kamu inginkan itu,"kata mama lagi.
"Mama bohong, sebenarnya mama menikmati kan. Sebenarnya mama juga inginkan,"aku terus menyerang pertahanan mamaku.
"Memang, tetapi cuma sampai batas itu, nggak bisa lebih jauh lagi," jawab mama tenang.
"Jhoni sayang mama, dan mama harus tahu itu, Jhoni mau melindungi mama, nggak mau mama kecewa, juga mau mama menjadi yang pertama bagi Jhoni, mama nggak akan kecewa atau disakiti lagi, krn Jhoni menyayangi dan nggak akan pernah mau menyakiti hati mama."
Hening sesaat, nampaknya mama terguncang mendengar kata-kataku, mama terdiam dan menundukkan kepalanya, kulihat mama meneteskan air matanya. Aku terkejut dan segera bangkit, aku peluk mamaku.
"Ma, mama marah yah...?"
"nggak sayang, mama nggak marah, justru mama bahagia, krn Jhoni menyayangi dan amat perhatian sama mama. Benar-benar nggak mau mama kecewa lagi."
Lalu mama juga memelukku, lama kita saling bepelukkan, kemudian mama berkata kembali, "Mama senang dan sekaligus bingung, krn kamu memilih mama sebagai yang pertama dalam hidupmu. Seharusnya kamu memilih gadis lain Jhon."
"Ma, bagi Jhoni, mamalah yang terbaik, mamalah yang harus memiliki Jhoni pertama kali, nggak ada penyesalan, bahkan Jhoni akan merasa bahagia ma."
Mama masih terdiam dan tetap memelukku, sudah nggak menangis lagi, tangannya membelai lembut kepalaku. Aku diam saja, membiarkan mama bermain dengan pikirannya. Lalu mama berkata kembali
"Sebenarnya kita nggak boleh melakukan hal ini, aku mamamu dan kamu anakku. Garis itu nggak boleh dilanggar..."
"Tapi ma...,"aku memprotes, tetapi diam kembali krn mama segera memotong kalimatku
"Toh yang melakukannya adalah kita, gak ada orang lain yang dirugikan, gak ada orang lain yang disakiti, semua resiko dan tanggung jawab adalah milik kita."
"Jujur saja, mama juga cewek yang punya kebutuhan seks, tapi mama takut menjalin hubungan lagi krn mama nggak mau mama dan anak-anak mama kecewa kembali. Kala kamu mau tahu saat hasrat mama muncul dan gak tertahankan, mama menggunakan vibrator dan masturbasi, toh yang namanya gairah akan hilang, kalau sudah orgasme. gak perlu menjalin hubungan kalau cuma untuk mengatasi hal itu."
"Tapi tadi saat kamu minta nenen, dan memainkan puting mama, mama mulai merasakan api gairah yang ada di dalam mama, kembali menyala, walau awalnya ragu, namun mama yakin, dengan kamu mama nggak akan kecewa dan sakit, kita sama-sama menyalurkan hasrat terpendam kita."
"Mama sadar mama nggak bisa dan trauma dengan pria lain, tapi mama tahu kalau dengan Jhoni, mama nggak akan sakit, krn Jhoni menyayangi mama. Juga lebih baik mama yang mengajari dan memuaskan keingintahuan seks kamu daripada kamu harus melakukannya dengan perempuan penghibur."
Mama melepaskan pelukannya, lalu berdiri dan melepaskan baju tidurnya. Kini cuma bercelana dalam saja. Lalu mama berbaring.

"Jhon, ingat ini cuma menjadi rahasia kita berdua, kamu boleh memiliki mama kapanpun, namun jangan sampai kakakmu tahu."
"Kini kamu lakukan yang kamu inginkan ke mama, jangan takut mama akan membimbing dan mengajarimu. Nanti kamu sendiri yang harus membuka celana dalam mama. Puaskan mama dan dirimu."
"Lakukan dengan santai saja Jhon. Mama mau pengalaman pertama kamu ini menjadi pengalaman yang berkesan dan indah dalam hidupmu."

Aku yang tadi cuma terdiam, antara percaya dan nggak percaya akan kesempatan ini, segera bergerak, aku berbaring di samping mama, aku cium bibir mamaku, lidah mama dan lidahku bertautan dengan penuh gairah. Tanganku mulai meremas-remas tetek mamaku, memilin-milin puting mamaku. Tangan mama juga nggak tinggal diam, mengelus-ngelus penis ku dari bagian luar celana pendekku. Ugh...nikmat sekali elusn tangan mamaku. Kini aku mulai menciumi tetek mamaku, mengulum, menjilati puting mama menggeliat-geliat dan memeluk tubuhku. Tangan mama mulai membantu membuka kaosku, lalu celanaku, kini aku dalam kondisi telanjang, masih tetap menindih mama, dengan rakusnya aku terus meremas-remas da memainkan tetek mama, gairahku makin meninggi melihat mama yang nampaknya menikmati saat teteknya aku pemainkan. Tangan mama kini mengelus dan mengocok penis ku dengan lembut.
"Wah besar juga penis mu Jhon, sebagai lelaki kamu harus bangga."
"Ahh...enak ma, terus kocokin penis Jhoni ma," kataku di sela kesibukanku memainkan tetek mama.

"Jhon, sudah dulu dong mainin tetek mama, masa kamu mau diamin saja vagina mama."
Terus terang, bukannya nggak mau, tetapi aku memang belum pengalaman sih. Tapi dengan yakin, perlahan aku mulai menurunkan posisi badanku, hingga kini menghadap tepat di atas celana dalam mama. Tanganku mulai memegang celana dalam mama, meraba dan mengelusnya, kurasakan tebal dan terasa rambut kemaluan yang lebat di baliknya. Mulutku mulai mencium pinggiran selangkangan mama. Mama mulai membuka kedua kakinya. Secara spontan aku menarik celana dalam mama perlahan-lahan. Kini mamaku dalam posisi telanjang bulat. Aku cuma bisa meneguk ludah menyaksikan vagina mama yang terpampang begitu dekat dan indah di depan mataku. Aroma yang belum pernah kuciumselama ini, terasa ke hidungku, rasanya amat menggoda. Rambut kemaluan mamaku benar-benar lebat dan menutupi vagina mama, sesuai dengan kesukaanku, penis ku benar-benar berdenyut-denyut kencang. Tanganku mulai mengelus-ngelus rambut kemaluan mama, terasa tebal dan menggairahkan sekali. Aku mulai mengingat-ngingat adegan di film-film BF yang pernah kutonton. Seakan tahu apa yang kupikirkan, mama mulai berkata
"kok bengong lagi Jhon, kamu lakukan saja apa yang mama perintahkan ya. Sekarang kamu jilati dan mainkan vagina mama dengan lidah dan tanganmu. Kalau susah kamu lebarkan dengan tanganmu, lobang vagina mama." Mama mulai melebarkan kakinya, membuka selangkangannya yang indah, menampakkan puncaknya yang menggoda.Akupun mulai menyibak rambut kemaluan mama yang lebat, jariku membuka vagina mama secara perlahan.Persis seperti film yang kulihat.

"Nah kalau sudah, coba kamu lihat di sekitar lobang vagina mama, ada daging kecil yang menonjol keluar, seperti butir kacang, itu namanya kelentit atau sering disebut itil, sayang. Nah bagian itulah yang harus kamu mainin dan jilatin pada vagina mama. Mama akan merasa nikmat saat kamu melakukan itu." Tanpa menunggu lama lagi, akupun mulai memainkan dan menjilati itil mama dengan lidahku, aroma yang tercium sungguh amat enak terasa di hidungku. Mula-mula aku pikir apa yang aku lakukan salah, tapi perlahan pasti kulihat badan dan pinggul mamaku mulai bergoyang-goyang.
"Ah...Oooohhh..Ssss....enak Jhon, Ugh...."
"Ughhh...jilat terus Jhon," mama mendesah semakin kuat, goyangan badannya semakin terasa.
"Ooohhhh....pintar kamu Waaann, aaahhhh....cepat pandainya..."
"Oooohh...Aaahhhh....mama...mama...mau...sedikiiittt lagi,"tangan mama mulai meremas rambutku, mama makin melebarkan kakinya, geliat pantat mama semakin liar, akupun makin bersemangat memainkan dan menjilati itil mama. Lidahku menari-nari dengan liar dan cepat, menyapu permukaan vagina mamaku yang sudah mulai basah. Sensasi yang kurasakan saat itu sukir dilukiskan, kurasakan batang penis ku sudah amat keras dan berdenyut-denyut. Melihat mamaku yang telanjang, dan mendesah-desah keenakkan saat itilnya kujilati sungguh membuat gairah dan birahiku membara. Badan mamaku bergetar hebat, dan diiringi desahan nikmat yang panjang, kurasakan vagina mama menyemburkan cairan hangat yang nikmat...Mama terdiam sesaat, lemas, aku mengelus-ngelus vagina mamaku dengan lembut dengan jariku.
"Ughh...nikmat sekali rasanya Jhon, sudah lama mama nggak mengalami orgasme saat dijilati seperti tadi. Rasanya enak betul, kamu pintar dan cepat belajar sayang. Tunggu sebentar ya, mama akan gantian memberikan kenikmatan kepada kamu." lalu mama pun bangkit dari posisinya, menyuruhku berbaring. Diam sebentar mengamati penis ku , krn baru sekarang dapat melihatnya secara jelas.

"Wah...panjang dan besar juga penis anak mama, kayaknya ada sekitar 20 cm, pastinya ini bukan dari turunan papa kamu yang brengsek itu. penis kamu jauh lebih bagus dan besar dibandingkan si brengsek itu," sindir mamaku sinis terhadap papaku. Aku jadi menyadari betapa bencinya mamaku terhadap papaku, dan entah kenapa mendengar perkataan mamaku, membuat aku senang dan bangga, krn dalam satu hal ternyata aku lebih hebat dari papaku. Makin keras saja rasanya penis ku kini. Mamaku mulai memainkan batang penis ku dengan tangannya yang halus, enak benar rasanya, jempol tangannya mengurut-ngurut kepala penis ku dengan lembut. Aku cuma bisa merem melek saja merasakannya. Lalu mama mulai mendekatkan mulutnya ke arah penis ku . Kurasakan rasa nikmat yang luar biasa ketika lidahnya mulai memainkan kepala penis ku . Seluruh tubuhku rasanya lemas gak berdaya. Lalu perlahan tapi pasti penis ku mulai masuk ke dalam mulut mama. Nikmat rasanya saat mama mengulum, mengisap batang penis ku , juga saat lidahnya menjilati kepala dan batang penis ku . Rasanya nggak bisa kupercaya, penis ku bisa masuk ke dalam mulut mama yang mungil dan sensual itu, lembut sekali rasanya elusan bibirnya menyentuh batang penis ku . Tangan mama juga mengelus-ngelus biji pelerku, enaaak banget rasanya. Sesekali mulut dan lidah mama mengulum dan menjilati bijiku. Service mama yang enak ini benar-benar membuatku kelojotan dan cuma bisa merem melek merasakan kenikmatan dan sensasi yang luar biasa ini. Sambil mengulum penis ku , sesekali mama menatapku. Sungguh luar biasa sensasi yang dirasakan saat kita melakukan kontak mata saat sedang diberikan oral seks.

Lagi enak-enaknya mama berhenti. Aku mau protes, tapi mama segera berkata.
"Untuk pemula, daya tahanmu cukup baik. Mama sebenarnya mau mengulum penis kamu kembali, sampai kamu keluar, tapi untuk pengalaman pertama kamu, mama ingin kamu merasakan yang terbaik dan juga harus mengeluarkan peju kamu di tempat yang special...di dalam vagina mama sayangku. Nah kini kita mulai, jangan takut, mama akan bimbing kamu." Mama mengocok –ngocok kotolku, lalu mulai berbaring. Aku disuruhnya untuk memposisikan diri di atasnya. Mama mulai membuka kedua kakinya, memperlihatkan vagina nya yang menaJhon. Tangannya membuka lobang di vagina nya, menunjukkan jalan ke arah memek miliknya.

"krn ini yang pertama, maka mama bantu kamu dulu menunjukkan arah yang tepat, kalau sudah sering, pasti nanti kamu mahir dengan sendirimya, yang." Lalu tangannya memegang batang penis ku , menuntunnya ke arah yang benar, ke dalam surga kenikmatan. Agak sulit pertama-tama, krn penis ku yang cuup besar dan juga krn vagina mama yang sempit krn sudah lama nggak dimasuki penis . Jleb....perlahan kepala penis ku menerobos ke dalam lobang vagina nikmat milik mama, badan mama agak bergetar saat penis ku menerobos masuk, kembali mama melebarkan kakinya dan menaikkan pantatnya perlahan, hingga batang penis ku masuk seluruhnya ke dalam lobang vagina mama. Sungguh suatu sensasi kenikmatan yang luar biasa yang kurasakan pertama kali seumur hidupku. Saat penis ku berada di dalam vagina mama, rasanya sangat nyaman, hangat dan berdeyut-denyut dengan nikmatnya. Jadi inilah rasanya memasuki vagina seorang cewek, semakin nikmat krn ini adalah vagina mamaku yang benar-benar aku inginkan. vagina yang sudah melahirkan dua orang anak, namun tetap terasa nikmat dan berkualitas.

"Santai saja Jhon, pompa penis mu naik dan turun, jangan tergesa-gesa, nikmati, buat pengalaman pertamamu ini berkesan. Keluarkan di dalam vagina mama ya sayang," mama mengajari dan memberiku semangat dengan lembut. Akupun mulai bergerak seperti yang diajarkan mamaku. Pantatku naik dan turun, penis ku pun mulai memompa dengan nikmatnya di dalam vagina mamaku. Sungguh amat sangat niiikkkmaaattt, kulakukan dengan perlahan-lahan, nggak tergesa-gesa, sekali-kali bibirku mencium bibir mamaku dengan lembut dan pnuh gairah. Kulihat tetek mamaku yang besar itu bergoyang-goyang seiring pompaanku penis ku dalam vagina mama. Sungguh enak dilihat, satu tangankupun mulai ,eremas-remas dan memainkan putingnya, sekali-kali kuhisap dan kujilati. Cukup lama juga aku memompa penis ku , mama mulai mendesah-desah, dan menggoyang-goyangkan pinggulnya...

"Aahhh,,,Ahhhh, terus Jhon, pintar juga kamu."
"Ooohhhh....enak...sudah lama vagina mama nggak dimasuki penis, jadi rasanya nikmat.."
"Ugh...ughhh..."
"penis kamuuu...benar –benar enaaakk...aaaahhh."
"vagina mama juga nikmaaattt...sempiit dan enaak"
"Aahhh....mama sudah mau keluar yang"
Kurasakan vagina mama menyemburkan cairan hangat ke penis ku , mama nampak lemas dengan ekspresi penuh kepuasan di wajahnya. Mama meminta aku berhenti sebentar, tapi aku tdak mau dan terus ngentotin memek mama. Mama nampak lemas, matanya merem melek, mulutnya mendesah-desah, sementara pinggulnya makin bergoyang dengan liar dan cepat mengimbangi gerakkan penis ku . Tentu saja aku merasakan semakin nikmat, apalagi mama makin melebarkan kakinya, sehingga penis ku semakin leluasa menerobos vagina mamaku yang terasa sempit krn lama nggak dihajar penis. Gerakanku makin kupercepat, bibir, leher dan tetek mamaku bergantian aku jilati dan ciumi. Ploook...plookk..plookkk..., bunyi pompaan penis ku terdengar jelas saat memompa vagina mamaku.
"Aaahhh....ahhhh...nikmaaat nggakkk sayang..."
"Pastiii ma....oohhh..."
"Ughhhhh...Oohhhh...."
"Terus yang mama mau keluar lagiii..."

Ekspresi mama waktu penis ku masuk vagina nya, cerita seks sedarah, ngewe ibu
Klik foto untuk memperbesar gambar

Kurasakan penis ku juga berdenyut-denyut lebih keras, rasanya aku juga mau mencapai puncak, Aku segera menciumi bibir mamaku dengan ganasnya, lidahku dan lidah mama saling bertautan dengan penuh gairah, kutindih dan kupeluk badan mamaku dengan kuat...Kurasakan vagina mama menyemburkan cairan, mama orgasme lagi, hampir bersamaan penis ku pun menyemburkan cairan peju dengan kuat dan cukup banyak. Kurasakan badan kita sama-sama bergetar dengan nikmat. Lalu akupun terkulai, masih menindih badan mamaku, lemas tapi puas dan dipenuhi rasa nikmat. penis ku masih berdenyut-denyut. Akhirnya kurasakan juga kenikmatan ngentot, memang nikmat, tapi terasa makin dan lebih nikmat krn pertama kali aku melakukannya denga mamaku tersayang. kita berbaring berdampingan sambil berpegangan tangan.

"Kamu hebat sayang...mama benar-benar puas."
"Aku juga ma."
"Sini mama bersihkan penis kamu," kata mama, lalu mama mulai menjilati sisa-sisa peju dari penis ku .
"Benar-benar masih mudah dan bersemangat, penis kamu masih keras."
"Jhoni sayang, mama bahagia dan nggak menyesal melakukan hal ini. Kamu membuat mama merasakan kembali menjadi cewek. Kamu hebat, jauh lebih kuat dari papa kamu. Mulai sekarang kamu boleh melakukannya kapan saja, kalau kamu mau tinggal bilang ke mama. Pasti mama bersedia, kecuali saat mama datang bulan, cukup mama service kamu dengan oral seks. "
"Tentu saja mulai sekarang kamu harus tidur di kamar bersama mama, kamu harus memuaskan mama dan diri kamu setiap hari, kecuali kalau ada kakak kamu ya, harus hati-hati, jangan sampai ketahuan."
Ekspresi mama waktu penis ku masuk vagina nya
Ekspresi mama waktu penis ku masuk vagina nya, cerita seks , Ekspresi mama waktu penis ku masuk vagina nya, cerita seks sedarah, ngewe ibu, kisah porno, kisah sex bokep, sex, Ekspresi mama waktu penis ku masuk vagina nya

10
205

Tags cerita dewasa paling populer di blog ini: cerita seks, Cerita Dewasa, 17 Tahun, sex, Ngentot, Memek, Istri, selingkuh, Kontol, Entot, Mama, gangbang, tante, threesome, ABG, Binal, sexy, toket, payudara.
Aktifkan javascript lalu tekan F5, untuk membuka halaman
meng-klik link cerita secara normal
dan membuka gambar lebih besar.
Cerita dewasa seks terpanas, update setiap hari cerita terbaru Cerita seks dewasa ngentot memek isteri, perek, bispak.
http://cerita-dewasa-terpanas.blogspot.com