Gangbang Lobang Pantat, Memek Dan Mulut Istri Ku Dientot Rame-rame

Cerita Gangbang Lobang Pantat, Memek Dan Mulut Istri Ku Dientot Rame-rame - kisah ini tentang bagaimana istri mu berubah menjadi binal nakal dan sexy menurut ku.. aku dan istriku sudah membina rumah tangga selama 1,5 tahun. Aku bernama Donny dan Istriku bernama Astrie, umurnya saat ini 26 tahun, berwajah cantik, kulitnya putih, tinggi badan sekitar 163cm, rambutnya sedikit lebih panjang dari bahu dan tubuhnya termasuk sekal montok dan sexy, dengan ukuran pinggang yang ramping, pantat yang menonjol dan payudara besar 34C. Kehidupan kami berumah tangga sangatlah baik, kami termasuk keluarga yg mapan. Sebagai istri, Astrie adalah istri yg baik, ia adalah seorang wanita yg alim dan sopan.

Untuk urusan ranjang, Astrie dapat dikatakan bukanlah seorang ahli, laki-laki pertama yg menidurinya adalah aku yaitu pada saat malam pengantin kami. Dua tahun kehidupan perkawinan kami berjalan baik-baik saja, kami belum mempunyai keturunan, mungkin kekurangannya adalah kehidupan seks kami terlalu biasa-biasa saja. Kami mungkin cuma ngentot sekali dalam 2 minggu dan itupun cuma dengan cara yg sangat konvensional yaitu posisiku di atas dan dia di bawah. Astrie tidak menyukai atau bahkan dapat dikatakan tidak mau dengan gaya lain selain gaya konvensional tersebut. Entah kenapa setelah 2 tahun berumah tangga, pada waktu ngentot dengan Astrie, aku selalu membayangkan Astrie sedang dientot laki-laki lain, dan hal tersebut terus berulang sampai-sampai pada saat sedang tidak ngentot pun dengan Astrie aku selalu memikirkan bagaimana rasanya melihat Astrie dientot laki-laik lain. Aku bekerja di sebuah perusahaan multi-nasional, bossku adalah seorang warga negara China, umurnya sekitar 58 tahun, badannya sangat gemuk dan kepalanya sudah mulai botak, cuma tinggal rambut-rambut tipis menutupi bagian kepala belakangnya. Bossku ini, namanya Mr. Chen sangatlah baik kepadaku, dapat dibilang akulah tangan kanannya di Indonesia. Orangnya suka bergurau masalah-masalah seks. Mr. Chen sering sekali menanyakan kabar Astrie, memang sudah beberapa kali Mr. Chen bertemu dengan Astrie dalam acara-acara kantor, terlihat sekali dia sangat tertarik pada Astrie yg memang sangat cantik dan menggiurkan banyak laki-laki. Suatu ketika Mr. Chen menanyakan kehidupan rumah tanggaku, seperti biasa dia menanyakan kabar Astrie dan menanyakan mengapa sampai saat ini kami belum mempunyai keturunan dan apakah hal tersebut disengaja karena memang belum menginginkan keturunan. Mendengar pertanyaan tersebut, akupun menjawab bahwa sebenarnya aku dan Astrie menginginkan keturunan tapi memang belum berhasil mendapatkannya.

"Mungkin cara kamu salah Don, berapa kali kamu ngentot dengan istrimu dalam seminggu" Tanya Mr. Chen kepadaku.

"Yah sekitar sekali dalam 2 minggu dan pada saat istriku dalam keadaan subur" jawabku singkat.

"Waah, mungkin kamu harus periksa ke dokter tuh, dokter ahli kandungan dan dokter ahli jiwa. Kenapa ke dokter ahli jiwa? Karena kamu punya istri cantik tapi cuma dientot sekali dalam 2 minggu atau pada saat subur saja. Kalau Astrie itu istriku, pasti aku tiduri dia tiap hari dan berkali-kali" candanya kepadaku.

Mendengar hal tersebut, entah setan apa yg menghinggapi diriku, timbul sebuah ide dalam benakku.

"Mr. Mr. Chen mau tidur dengan istriku? Bilang saja terus terang" celotehku.

Mendengar perkataanku muka Mr. Chen terlihat kaget dan tidak percaya.

"Kalau saya bilang memang sangat mau bagaimana?" katanya memancingku.

"Ya boleh saja" sahutku.

Kemudian aku menceritakan kepada Mr. Chen bahwa akhir-akhir ini aku selalu membayangkan aku menyaksikan Astrie dientot laki-laki lain, dan aku juga menjelaskan bahwa mungkin pikiranku ini cuma akan jadi khayalan semata mengingat betapa alimnya Astrie. Ternyata gayung bersambut. Mr. Chen menjelaskan dan meyakinkan kepadaku bahwa sebenarnya tidak ada wanita yg alim dalam seks, wanita cuma memerlukan pancingan dan pengaturan "permainan" dari laki-lakinya untuk membangkitkan nafsu yg ada dalam dirinya. Mr. Chen kemudian mengatakan bahwa dirinya akan dengan senang hati membantu khayalanku menjadi kenyataan kalau memang aku mempercayainya. Mendengar itu akupun langsung mengiyakan. Mr. Chen kemudian memastikan lagi apakah aku tidak akan apa-apa kalau dirinya ngentot istriku Astrie dan menanyakan apakah aku meminta imbalan sesuatu dari dirinya agar dia diperbolehkan meniduri Astrie. Aku menjawab bahwa aku tidak meminta apa-apa, aku cuma minta diperbolehkan untuk melihat dan menonton Mr. Chen meniduri Astrie.

"Hahaha..rupanya kamu sudah ingin sekali melihat istrimu dientot laki-laki lain ya" candanya kepadaku.

"Ya begitulah", jawabku singkat.

"Oke, kalau begitu jumat depan bawa istrimu ke villa xxx di puncak pada pukul 9.00 pagi" sahut Mr. Chen sambil menunjukan ancer-ancer dimana villa itu berada.

Pukul 9 malam aku dan Astrie telah berada di depan villa yg dimaksud oleh Mr. Chen. Astrie memakai gaun malam panjang. Wajahnya terlihat sangat cantik dengan sapuan make-up tipis. Badannya tetap terlihat menawan meskipun ditutupi oleh gaun malam yg panjang. Seorang pelayan yg rupanya bertugas menyambut tamu mempersilahkan kami masuk ke ruang tengah. Villa tersebut sangatlah besar ditengah perkebunan teh dengan halaman belakang dengan kolam renang dan jacuzzi. Ruang tengah villa tersebut sangatlah besar dan telah disulap menjadi diskotik dengan lagu house music yg berdentum keras. Sudah banyak tamu lain baik wanita maupun laki-laki yg telah datang lebih dahulu daripada kami. Semua tamu kelihatannya adalah teman-teman Mr. Chen, mereka adalah sesama pengusaha China daratan yg ada di Indonesia, rata-rata mereka berusia di atas 45 tahun. Aku tidak melihat satupun rekan kerjaku di kantor yg datang, mungkin karena memang tidak diundang. Melihat kami, Mr. Chen menyambut aku dan Astrie dengan ramah. Mr. Chen kemudian mempersilahkan kami menikmati pesta yg diadakannya dan menjelaskan kepada kami bahwa pesta ini diadakan untuk networking sesama pengusaha China daratan di Indonesia. Kemudian Mr. Chen meninggalkan aku dan Astrie dan mempersilahkan kami untuk memesan minuman langsung ke bar di pojok ruang tengah. Kamipun menuju bar untuk memesan minuman. Astrie memesan segelas jus buah dan aku segelas bir, dan kamipun menikmati pesta tersebut dan berbincang-bincang dengan tamu-tamu yg lain. Sekitar satu jam kemudian, yaitu tidak beberapa lama setelah Astrie menghabiskan jus buahnya, aku melihat terjadi perubahan pada diri Astrie. Astrie mulai menikmati lagu house music di ruangan tersebut dan mulai menggerakan badannya mengikuti alunan house music. Mr. Chen kemudian mendekati kami dan ngajak Astrie ke dance floor. Astrie tanpa meminta ijin dariku mengikuti Mr. Chen ke dance floor dan mulai menari dan berdansa dengan Mr. Chen. Aku melihat teman-teman Mr. Chen baik wanita dan laki-laki semuanya mendekat kepada Mr. Chen dan Astrie dan kemudian menari bersama. Sedangkan aku cuma duduk disofa dan menonton sambil meminum birku. Pesta berlangsung meriah, tidak terasa 3 jam sudah berlalu. Astrie masih menari dan berdansa dengan tamu-tamu lainnya. Aku melihat sudah beberapa gelas minuman yg ditawarkan kepada Astrie dan dihabiskannya. Kemudian 3 tamu wanita ngajak Astrie ke lantai atas villa, aku berusaha mengikuti tapi tiba-tiba tangan Mr. Chen mencegahku di kaki tangga menuju lantai atas.

"Biarkan saja, kamu harus mengikuti semua arahan saya kalau mau rencana kita berjalan lancar" kata Mr. Chen kepadaku.

2 jam telah berlalu semenjak Astrie naik ke lantai atas villa, tamu-tamu sudah banyak yg pulang, ketika tiba-tiba Mr. Chen memanggilku.

"Ayo ke atas" ajak Mr. Chen kepadaku. Akupun mengikuti Mr. Chen ke lantai atas bersama 4 tamu pria yg lain yg aku tidak tahu namanya.

Di lantai atas, Mr. Chen membimbing kami ke dalam sebuah kamar. Kamar tersebut sangatlah besar lengkap dengan segala furniture mewah, dan tepat ditengah kamar terdapat tempat tidur king size dengan sprei berwarna merah marun dengan TV LCD yg sangat besar menempel di dinding dan menghadap ke tempat tidur tersebut. Sebuah connecting door yg tertutup telihat di salah satu sisi ruangan itu menandakan kamar tersebut tersambung dengan kamar yg lain. Astrie dan 3 tamu wanita sudah berada di kamar tersebut, mereka sedang berbincang-bincang dengan akrab.

"Nah, ini kamar buat Donny dan Astrie, yg lain ayo ikut saya, akan saya tunjukan kamar masing-masing" kata Mr. Chen sambil mempersilahkan tamu-tamu yg lain keluar dari kamar itu.

"Selamat malam dan selamat tidur, besok kita pulang ke Jakarta" kata Mr. Chen kepadaku dan Astrie sambil meninggalkan kami berdua di kamar tersebut.

Aku tidak tahu apa rencana Mr. Chen jadi aku cuma mengikuti saja apa yg diinstruksikannya. Setelah membersihkan badan, aku dan Astriepun naik ke tempat tidur. Beberapa saat kami mencoba tidur namun tidak bisa. Aku masih bingung dengan apa yg akan terjadi, mengapa Mr. Chen tidak melakukan apapun juga, sedangkan Astrie terlihat gelisah tidak tahu apa penyebabnya. Tiba-tiba Astrie memalingkan wajahnya kepadaku dan memelukku. Tanpa berkata apa-apa dia menciumku dan aku balas ciumannya.

Beberapa saat kami berciuman, Astrie berkata "Buka bajunya Don, aku kepengen nih".

Sedikit kaget aku melihat Astrie menjadi agresif, tidak biasanya Astrie ngajak aku ngentot, biasanya aku yg selalu ngajak dia.

"Mungkin ini akibat minuman yg diberikan Mr. Chen di pesta" pikirku.

"Mungkin ini ada kaitannya dengan rencana Mr. Chen" pikirku lagi.

Maka akupun menuruti apa yg diinginkan Astrie. Akupun melepaskan seluruh pakaianku dan kemudian aku melepaskan seluruh pakaian Astrie sehingga kami berdua telanjang bulat. Aku dan Astrie berciuman, berpelukan dan melakukan foreplay, namun meskipun telah beberapa saat melakukan foreplay, aku menyadari sesuatu hal yg aneh, kontol ku tidak dapat berdiri dan mengencang.

"Ini pasti karena bir yg diberi oleh Mr. Chen, dia pasti mencampur sesuatu pada birku" pikirku dalam hati.

Kami mencoba segala macam gaya foreplay, namun meskipun sudah lebih dari 1 jam teta kontol ku tidak dapat berdiri.

Astrie terus mencoba membangunkan kontol ku, namun tetap tidak berhasil. Raut frustasi nampak di wajahnya. Terlihat sekali Astrie ingin ngentot, gejolak dalam dirinya sudah tidak tertahankan lagi, namun keinginannya tidak dapat terpenuhi karena kontol ku tidak bisa berdiri dan mengeras. Kami terus mencoba, namun tetap tidak berhasil. Wajah Astrie semakin terlihat frustasi, namun nafsu seksnya masih menggebu-gebu bahkan aku lihat tiap menit semakin bertambah. Tiba-tiba connecting door kamar kami terbuka dan Mr. Chen masuk ke dalam kamar kami dengan cuma menggunakan jubah tidur. Aku dan Astrie sangat kaget. Astrie langsung menyembunyikan tubuhnya di bawah selimut.

"Maaf, mungkin saya bisa membantu kalian" kata Mr. Chen tiba-tiba.

"Pak Mr. Chen, harap keluar dari kamar kami" sahut Astrie dengan sedikit membentak.

Mr. Chen bukannya keluar kamar kami, tapi malah duduk dipinggir tempat tidur kami dan berkata "Saya melihat suamimu sedang dalam masalah, saya cuma ingin membantu"

"Apa maksudnya? Jangan kurang ajar!" sahut Astrie dengan keras.

"Tenang, saya cuma ingin membantu. Kita akan berpesta malam ini" kata Mr. Chen tegas.

Aku melihat Astrie sedikit takut mendengar bentakan Mr. Chen.

"Coba kita tanya suamimu apa pendapatnya" bentak Mr. Chen lagi kepada Astrie.

Aku sekarang menyadari inilah rencana Mr. Chen untuk dapat meniduri Astrie. Dan aku ingin sekali melihat Astrie dientot pria lain, maka akupun mengikuti permainan Mr. Chen.

"Terserah apa maunya Pak Mr. Chen, kami akan menuruti" kataku kepada Mr. Chen.

"Don, aku tidak mau, apa-apan in..." Astrie belum menyelesaikan kata-katanya, tiba-tiba Mr. Chen menarik selimut yg menutupi tubuh Astrie dan dengan cekatan tangan kanannya memegang kedua tangan Astrie dan menariknya ke atas kepala Astrie, sedangkan tangan kirinya menangkap kedua kaki Astrie.

Mr. Chen kemudian memerintahkanku untuk memegang pergelangan kedua kaki Astrie dan membukanya lebar-lebar. Akupun menuruti sehingga posisi Astrie sekarang tiduran dalam dalam bentuk menyerupai Y terbalik.

"Don, jangan bantu dia tapi bant....uuggghhh...." terhenti kata-kata Astrie ketika Mr. Chen mulai menciumi kedua payudaranya berukuran pas sesuai dengan ukuran badannya, sedangkan tangan kiri Mr. Chen yg bebas sudah menggerayangi memek Astrie.

"Mmmhh.. saya tahu kamu sudah nafsu berat, jangan melawan, nikmati saja" bisik Mr. Chen kepada Astrie sambil terus menjilati kedua payudara Astrie.

"Don, apa yg kamu lakukan" desah Astrie sambil memandang sayu kepadaku.

Aku tidak menjawab atau lebih tepatnya pura-pura tidak mendengar. Terlihat dimuka Astrie bahwa dia sudah sangat terangsang karena ciuman dan jilatan-jilatan Mr. Chen dikedua payudaranya serta tangan kiri Mr. Chen yg memainkan klitorisnya. 15 menit diperlakukan demikian oleh Mr. Chen, Astrie mulai mengeluarkan erangan-erangan dan rintihan-rintihan pelan, perut dan pinggangnya mulai bergerak mengikuti irama permainan jari Mr. Chen di klitorisnya. Mata Astrie semakin sayu, matanya mulai merem melek. Kemudian Mr. Chen menghentikan ciumannya di kedua payudara Astrie dan berkata "Gimana Don, kamu lihat sendiri istrimu mulai menikmatinya"

"Sebentar lagi dia akan menikmati malam yg paling menakjubkan bagi dirinya" tambah Mr. Chen sambil tetap memaikan klitoris Astrie dengan jarinya.

"Coba kamu pangku istrimu di pinggir kasur, pegang dan buka kakinya lebar-lebar. Aku ingin menikmati memek istrimu yg sudah basah ini" perintah Mr. Chen kepadaku kemudian.

Aku menuruti apa yg diperintahkan Mr. Chen. Aku angkat Astrie dan aku duduk dipinggir kasur sambil memangku Astrie. Aku pegang dan buka kaki Astrie lebar-lebar sehingga sekarang Astrie posisinya dipangku olehku dan mengangkang lebar sehingga menyerupai huruf "M". Astrie sudah tidak melawan lagi, tubuhnya yg lemas menuruti apa yg aku lakukan terhadapnya. Astrie cuma memandangku sayu tanpa berkata apa-apa lagi. Kemudian Mr. Chen berlutut dilantai dipinggir kasur. Mr. Chen memandang Astrie dan berkata

"Wow indah sekali memek mu Astrie, pasti banyak laki-laki yg ingin memcobanya".

Astrie cuma memandang Mr. Chen dengan sayu dan tidak menjawab. Mr. Chen kemudian mulai menjilati memek Astrie yg disertai erangan dari Astrie. Astrie cuma bisa memandang Mr. Chen menjilati memek nya, Astrie mulai menggigit bibirnya sendiri tanda dia makin terangsang, kadang-kadang dia memandangku seakan-akan untuk memastikan bahwa aku tidak apa-apa kalau dia terangsang oleh pria lain. Kemudian tangan Mr. Chen membuka memek Astrie dengan tangan kirinya. Hal ini membuat Astrie yg sedang memandang sayu kepadaku kaget dan melihat ke bawah kearah memek nya.

"Jangan.." desah Astrie pelan.

"Tenang cantik.. ini akan enak sekali" sahut Mr. Chen dengan kasar dan tegas.

Kemudian Mr. Chen memasukkan kedua jarinya ke dalam memek Astrie dan menggerakkannya keluar masuk dan memutar disertai jeritan kecil Astrie. Lalu kembali menjilati memek Astrie dan memainkan klitoris Astrie dengan lidahnya tanpa menghentikan kegiatan jarinya di memek Astrie.

Erangan-erangan dan rintihan-rintihan Astrie semakin keras, badan dan pinggulnya bergerak mengikuti permainan Mr. Chen di memek nya. 15-30 menit diperlakukan demikian oleh Mr. Chen, Astrie terlihat mulai mendekati orgasmenya, erangannya semakin keras, goyangan sexy badannya juga semakin keras dan tidak beraturan. Sampai pada akhirnya tubuh Astrie mengejang hebat, matanya tertutup rapat dan kepalanya mendongak ke atas.

"UUUGGGHHHHH....." erang Astrie keras menandakan dia mengalami orgasme yg hebat. Cairan keluar dari memek nya, cairan tersebut sedikit memuncrat. Tidak pernah kau melihat Astrie mengalami orgasme yg sedemikian hebat, apalagi cuma karena dijilati memek nya. 3 menit lamanya Astrie dipuncak orgasme. Namun anehnya setelah orgasmenya berlalu Astrie tidak lemas, matanya malah berbinar dan wajahnya tersenyum nakal kepada Mr. Chen.

"Istrimu sudah siap dientot. Obat yg saya berikan dalam minumannya bekerja dengan baik dan cocok untuk dirinya. Istrimu siap untuk ngentot sepanjang malam. Setiap habis orgasme badannya akan terasa semakin segar dan nafsu seks istrimu semakin menggila" kata Mr. Chen menjelaskan kepadaku karena melihat aku heran dengan keadaan Astrie.

"Sekarang kamu, duduk saja di sofa itu dan menonton istrimu ku entot. Aku lihat kontol mu mulai bisa bangun lagi, artinya obat yg kucampur di birmu mulai hilang, sehingga kamu bisa menikmati tontonan yg akan aku dan istrimu berikan spesial untukmu" perintah Mr. Chen kepadaku.

Aku menuruti Mr. Chen dan pindah ke sofa di samping tempat tidur. Mr. Chen mengangkat tubuh Astrie dan menelentangkannya di tengah tempat tidur. Mr. Chen kemudian melepaskan baju tidurnya. Ternyata di balik baju tidur tersebut Mr. Chen sudah tidak mengenakan apapun lagi, sehingga sekarang Mr. Chen dan Astrie berdua telanjang bulat di kasur. Astrie terlihat kaget melihat kontol Mr. Chen. kontol Mr. Chen sangat besar, panjang, tebal dan berurat. Kemudian Mr. Chen mendekati kepala Astrie. Mr. Chen berlutut mengangkangi muka Astrie. Tangan kirinya mulai meraih memek Astrie. Astrie yg merasa ada tangan di memek nya langsung membuka kakinya lebar-lebar. Mr. Chen mengarahkan kontol nya yg besar ke mulut Astrie, dan Astriepun tanpa diperintah membuka mulutnya lebar-lebar, dan Mr. Chen kemudian mulai memasukkan kontol nya yg besar keluar masuk mulut Astrie yg mungil. Terlihat mulut Astrie kesulitan untuk menerima kontol yg besar itu, namun Mr. Chen dengan sedikit kasar memaksakan kontol nya keluar masuk mulut Astrie. Terlihat mulut Astrie penuh oleh kontol Mr. Chen. Astrie kelihatan kepayahan namun tetap berusaha mengikuti maunya Mr. Chen. Kemudian Mr. Chen memerintahkan Astrie menjulurkan lidahnya keluar dengan tetap membuka mulutnya, dan Astrie menuruti apa maunya Mr. Chen, sehingga sekarang kontol Mr. Chen keluar masuk mulut Astrie dan lidah Astrie menjilati batang kontol Mr. Chen.

Sungguh suatu hal yg menakjubkan yg terjadi di depan mataku. Astrie yg biasanya paling tidak mau melakukan oral seks sekarang menuruti kemauan pria tua gendut yg sebenarnya tidak begitu dikenalnya. 12 menit berikutnya kontol Mr. Chen sudah terlihat sangat kencang, kemudian Mr. Chen menurunkan badannya dan mengarahkan kontol nya ke memek Astrie. Mengetahui apa yg akan dilakukan Mr. Chen, Astrie membuka makin lebar kedua kakinya. Mr. Chen kemudian dengan perlahan memasukkan kontol nya yg besar ke dalam memek Astrie secara perlahan. Astrie terlihat menahan sakit ketika kontol Mr. Chen mulai memasuki memek nya, namun raut mukanya segera berubah menjadi raut muka takjub ketika kontol Mr. Chen telah seluruhnya masuk ke memek nya. Mungkin Astrie tidak menyangka memek nya dapat menampung seluruh kontol Mr. Chen yg sangat besar dan panjang itu. Setelah kontol Mr. Chen masuk seluruhnya ke dalam memek Astrie, Mr. Chen tidak langsung menggenjotnya, namun Mr. Chen menunggu beberapa saat agar Astrie terbiasa dengan kontol nya yg besar di dalam memek nya. Satu menit kemudian Mr. Chen mulai menggerakkan kontol nya keluar sampai cuma tinggal kepala kontol nya di dalam memek Astrie, kemudian Mr. Chen memasukkan seluruh kontol nya kembali secara perlahan ke dalam memek Astrie dan hal tersebut dilakukannya berulang-ulang dengan menambah tempo iramanya makin lama makin cepat. Astrie terlihat sangat menikmati permainan dan gerakan Mr. Chen, matanya berbinar, erangan-erangan kecil keluar dari mulutnya yg mungil, pinggulnya bergerak mengikuti irama permainan Mr. Chen dan kadang-kadang Astrie menciumi dada Mr. Chen yg ditumbuhi bulu sangat lebat itu. Tempo permainan dan genjotan kontol Mr. Chen di dalam memek Astrie semakin cepat, racauan Astrie semakin kencang, matanya merem melek menikmati genjotan-genjotan kontol Mr. Chen di memek nya. Mr. Chen yg mengetahui Astrie sangat menikmati persetubuhannya makin mempercepat gerakannya. Mr. Chen menciumi, menjilati dan sedikit menggigit puting kedua payudara Astrie secara bergantian. Astrie diperlakukan demikian semakin hanyut dalam nafsu birahinya, racauannya semakin keras lagi, mulutnya terbuka, matanya terpejam dan kedua tangannya meremas-remas sprei tempat tidur. 20 menit kemudian tubuh Astrie, Astrie, mulai mengejang, tanda dia akan mengalami orgasme yg hebat.

"Terus..terus..jaaanngaan berheen..ti" teriakan kecil keluar dari mulut Astrie.

Kemudian badannya mengejang hebat sampai badannya melengkung ke belakang, kedua kakinya diapitkan di pinggul Mr. Chen dan kedua tangannya merangkul leher Mr. Chen dengan kencang.

"OOOOhhhhh...." lolong Astrie ketika dia dipuncak orgasmenya, dan kemudian badannya sedikit melemas dan Astrie langsung menciumi bibir Mr. Chen dan mereka berdua berciuman dengan ganasnya, lidah Astrie dan lidah Mr. Chen saling berpautan, hal yg tidak pernah dilakukan Astrie terhadapku.

Melihat adegan live Astrie dan Mr. Chen membuat kontol ku menegang dengan keras. "Akhirnya kahayalanku menjadi kenyataan" pikirku dalam hati.

Setelah beberapa menit berciuman, Mr. Chen kemudian memindahkan posisi Astrie sehingga Astrie sekarang tiduran sambil menyamping menghadap ke arah diriku di sofa. Tanpa memgeluarkan kontol nya dari memek Astrie. Mr. Chen memindahkan tubuhnya ke belakang Astrie sehingga sekarang mereka berdua tidur menyamping menghadap diriku dengan Astrie didepan dan Mr. Chen di belakangnya. Mr. Chen kemudian melanjutkan genjotan kontol nya yg sangat besar itu di memek Astrie. Tangan kiri Astrie dilipatnya ke belakang sehingga tangan kiri Mr. Chen dapat dengan bebas memijat-mijat kedua payudara Astrie. Mr. Chen menggenjot kontol nya dalam memek Astrie dengan cepat, tangan kirinya bergantian memijat kedua payudara Astrie dan klitoris Astrie. Astrie kembali tenggelam dalam nafsu seksnya, matanya terlihat sayu, mulutnya terbuka sedikit dan tanpa sadar Astrie mengangkat kaki kirinya ke atas, sehingga terlihat olehku memek nya yg mungil penuh sesak oleh kontol Mr. Chen yg besar dan panjang itu. Sekitar 40 menit Mr. Chen telah ngentotin Astrie dengan gaya menyamping, gerakan-gerakannya semakin ganas. Astrie tergoncang-goncang dengan hebatnya, racauan-racauan Astrie sudah berubah menjadi terikan-teriakan kenikmatan. Gelombang demi gelombang orgasme melanda Astrie, namun Mr. Chen masih dengan semangatnya ngentotin Astrie dan belum ada tanda-tanda bahwa Mr. Chen akan orgasme, sedangkan aku saja sudah dua kali mengalami orgasme melihat Astrie dientot oleh Mr. Chen dengan ganasnya. Mr. Chen yg belum puas dengan Astrie kembali mengubah posisi Astrie lagi. Kali ini Astrie dimintanya tengkurap menungging dengan kepala menghadap diriku di sofa, dan kemudian Mr. Chen ngentotin Astrie dengan gaya doggy style, hal mana yg belum pernah dilakukan oleh diriku dan Astrie karena Astrie selalu menolaknya, namun dengan Mr. Chen, Astrie dengan senang hati menurutinya. Mr. Chen menggenjot memek Astrie dari belakang dengan tempo yg berubah-ubah, kadang cepat sekali dan secara tiba-tiba memelankan genjotannya seperti slow motion dan kemudian cepat lagi. Hal ini membuat Astrie semakin tidak bisa mengontrol dirinya, kepalanya tertunduk dan bergerak ke kanan kiri tidak beraturan. Tangan Astrie kembali meremas-remas sprei tempat tidur dengan kencangnya, racauan-racauan dan teriakan-teriakan Astrie semakin membahana di kamar itu.

Kemudian tangan kiri Mr. Chen meraih rambut Astrie, menjambaknya dan menariknya ke belakang sehingga kepala Astrie mendongak ke atas. Genjotan kontol Mr. Chen dalam memek Astrie masih dalam tempo yg berubah-ubah, tangan kanan Mr. Chen kadang-kadang menampar kedua pantat Astrie bergantian. Kepala Astrie terdongak ke atas, kedua matanya terpejam rapat dan mulutnya terbuka lebar. Astrie sudah tidak dapat lagi bergerak mengikuti permainan Mr. Chen, tubuhnya cuma tergoncang-goncang keras karena sodokan-sodokan kontol Mr. Chen ke dalam memek nya. Gelombang-demi gelombang orgasme kembali melanda Astrie. Setiap mengalami orgasme tubuh Astrie mengejang untuk beberapa menit dan dari memek nya sedikit memuncratkan cairan kewanitaannya, hal mana tidak pernah terjadi apabila Astrie ngentot denganku. Setiap setelah mengalami orgasme, tubuh Astrie terlihat melemas untuk beberapa saat, namun tidak lama kemudian terlihat tubuh Astrie menjadi segar kembali dan siap menerima genjotan-genjotan ganas kontol Mr. Chen yg besar di dalam memek nya. "Ini pasti karena obat yg diberikan Mr. Chen dalam minuman istriku" pikirku dalam hati melihat stamina Astrie yg sangat kuat malam itu. Kedua tangan Mr. Chen kemudian meraih kedua tangan Astrie dan menarikanya ke belakang, sehingga tubuh Astrie sedikit terangkat ke atas dengan kedua lututnya masih bertumpu pada kasur, dan Mr. Chen menggerakan kontol nya yg besar keluar masuk secara pendek-pendek dan dalam tempo yg sangat cepat pada memek Astrie. Teriakan-terikan nikmat Astrie semakin gencar karena diperlakukan demikian, mata Astrie masih tertutup rapat dengan mulut terbuka lebar.

"Buka matamu Astrie dan pandang suamimu!" perintah Mr. Chen dengan tegas.

Astrie menuruti apa yg diperintahkan Mr. Chen sehingga Astrie sekarang melihat diriku duduk di sofa sambil bermastrubasi.

"Lihat Astrie, suamimu sangat menikmati melihat kamu dientot pria lain" sahut Mr. Chen kepada Astrie.

"Kamu suka dientot pria lain?" Tanya Mr. Chen kepada Astrie.

Astrie tidak menjawab, mungkin dia malu, namun raut wajahnya tidak bisa membohongi diriku. Terlihat sekali dia sangat menyukai dan menikmati persetubuhannya dengan Mr. Chen.

"Jawab!!!" hardik Mr. Chen dengan tiba-tiba kepada Astrie sambil mempercepat genjotan kontol nya dalam memek Astrie.

"Aaagh...suu..ka..." sahut Astrie dengan terbata-bata karena sambil menikmati kontol Mr. Chen dalam memek nya.

"Enakan mana Astrie? suamimu atau saya" tanya Mr. Chen lagi sambil kontol nya menggenjot dengan kasar memek Astrie.

"Ee..naa...enak saaamaa pak..uughhh...Mr. Chen" jawab Astrie sambil mengerang-erang kenikmatan.

"Mau kamu saya setubuhi kapan saja saya mau" tanya Mr. Chen lagi dengan kasar.

"Maaa....uuuuu......" jawab Astrie sambil tubuhnya mengejang tanda Astrie mengalami orgasme lagi.

Dengan tetap memegang kedua tangan Astrie ke belakang, Mr. Chen menghentikan gerakannya untuk beberapa saat dan membiarkan Astrie menikmati orgasmenya. Setelah beberapa saat Mr. Chen kembali menggenjot memek Astrie dengan kencang, membuat nafsu seks Astrie kembali bergelora. Benar-benar takjub aku melihat adegan demi adegan yg dipertontonkan Astrie dan Mr. Chen. Astrie yg cantik dengan kulitnya yg putih mulus dengan setia melayani nafsu binatang seorang tua bangka bermuka jelek dan berperut gendut.

"Astrie, lihat suamimu sangat menikmati kamu dientot olehku. Boleh suamimu menonton setiap kali kamu saya setubuhi?" tanya Mr. Chen dengan sedikit nada memerintah kepada Astrie.

"Boo..leehhh...aaagghh...paak..uggghhh..Mr. Chen" jawab Astrie sambil meracau kenikmatan.

Melihat Astrie menurut dan tunduk sepenuhnya pada Mr. Chen membuat kontol ku kembali memuncratkan sperma untuk kesekian kalinya dan sedikit mengenai bibir atas Astrie. Melihat hal itu Mr. Chen memerintahkan Astrie menjilat dan menelan spermaku yg menempel dibibir atasnya, dan yg menakjubkan adalah tanpa pikir panjang Astrie menuruti apa yg diperintahkan Mr. Chen padahal aku tahu Astrie biasanya paling jijik dengan sperma apalagi harus menjilat dan menelannya. 20 menit sudah semenjak aku mencapai orgasmeku. Aku sudah terlalu capek untuk bermastrubasi lagi, namun Astrie masih dihajar memek nya dengan ganas dari belakang oleh Mr. Chen dan Astrie sudah mengalami orgasme-orgasme yg sangat dahsyat. Beberapa saat kemudian Mr. Chen terlihat mulai akan orgasme. Rupanya Astrie menyadarinya.

"Uugh..aaghhh..pak Mr. Chen..jaaa..ngaaan..keluar aaggghh.. di dalam" pinta Astrie sambil mengerang-erang kenikmatan.

"Naaan..tiii aaaggghhh..saya...hamil..." tambah Astrie lagi dengan tetap merintih-rintih penuh nikmat.

"Kalau tidak boleh di dalam, berarti harus keluar di mulutmu ya Astrie, dan harus ditelan semua tidak boleh ada yg tercecer keluar" kata Mr. Chen kepada Astrie.

"Iii..yaaaaa...paaak cheeennn....di mulut saya..AAAAGHHHHH, adduuuuhhhhh niiikkmaaattt sekali pak cheenn.. ohhhh peju emang nikmat...." teriak Astrie sambil orgasme lagi.

Kemudian Mr. Chen membalikkan tubuh Astrie sehingga Astrie terlentang di kasur. Mr. Chen kembali mengangkangi Astrie dan menjambak rambut Astrie dengan kasar dan memasukkan kontol nya yg besar ke dalam mulut Astrie.

"Telan..telan semua..jangan sampai ada yg keluar" perintah Mr. Chen kepada Astrie.

Terlihat kontol Mr. Chen yg besar berdenyut dengan keras, sedangkan mulut Astrie menghisap-hisap kontol Mr. Chen dan terlihat tenggorokan Astrie bergerak-gerak tanda Astrie sedang menelan sesuatu dalam jumlah yg banyak. Mr. Chen menumpahkan seluruh spermanya ke dalam mulut Astrie dan Astrie menelan setiap tetes sperma Mr. Chen yg masuk ke dalam mulutnya. Setelah beberapa saat Mr. Chen mengeluarkan kontol nya yg besar dari mulut Astrie.

"Bersihkan..jilat sampai bersih..!" kembali Mr. Chen memerintahkan Astrie yg langsung dituruti oleh Astrie.

Selagi Astrie menjilat-jilati kontol dan biji Mr. Chen, Mr. Chen bertanya kepadaku "Boleh pinjam istrimu malam ini? Aku terkesiap mendengar permintaan Mr. Chen. Aku tidak percaya dengan apa yg aku dengar.

Melihat aku tidak menjawab, Mr. Chen berkata lagi kepadaku "Astrie kelihatannya sangat menyukai aku setubuhi, dan obat yg aku berikan kepadanya masih bekerja, sehingga Astrie masih ingin dipuaskan nafsu seksnya.

"Bagaimana Astrie" tanya Mr. Chen kemudian kepada Astrie. Astrie sambil tetap menjilati kontol Mr. Chen cuma mengangguk-anggukan kepalanya tanda membenarkan apa yg dikatakan Mr. Chen kepadaku.

Melihat Astrie memberikan persetujuannya maka akupun mengiyakan permintaan Mr. Chen. Mr. Chen kemudian menyruh Astrie pindah ke kamar sebelah dan Astrie menuruti permintaan Mr. Chen.

"Don, kamu istirahat saja di kamar ini, aku dan Astrie ada di kamar sebelah. Connecting door akan tetap terbuka, sehingga kapan saja kamu ingin melihat istrimu dientot olehku, kamu dapat masuk ke kamar sebelah’ kata Mr. Chen kepadaku.

Aku cuma mengganggukan kepala tanda setuju, dan kemudian Mr. Chen meninggalkan aku dikamar sendirian dan Mr. Chen pindah ke kamar sebelah menyusul Astrie. Aku sudah terlalu capek untuk membersihkan badan atau berpakaian. Aku langsung naik ke tempat tidur dan menyelimuti tubuhku dengan selimut yg masih sedikit basah bekas cairan kewanitaan Astrie...dan beberapa saat kemudian mulai terdengar rintihan-rintihan nikmat Astrie dari kamar sebelah menandakan Mr. Chen dan Astrie sudah mulai lagi dengan persetubuhan mereka..namun aku terlalu capek untuk beranjak dari kasur...dan kemudian terlelap...

Sinar Matahari tepat jatuh dimataku, ketika aku mulai bangun dari tidurku. Melihat posisi matahari dari jendela kamar itu, aku menyadari bahwa hari telah siang. Aku gerakan badanku dikasur untuk membangunkan diriku. Keadaanku masih telanjang bulat dan aku masih terkesima dengan apa yg telah terjadi tadi malam. Rintihan-rintihan dan erangan-erangan nikmat Astrie dari kamar sebelah, membuat diriku terbangun dari lamunanku.

"Ah, gila mereka, apa mereka masih ngentot terus" pikirku dalam hati.

"Apakah mereka melakukan persetubuhan secara non-stop sepanjang malam?" pikirku lagi.

Rasa lapar mulai terasa diperutku, dan aku mulai berpakaian. Rintihan-rintihan nikmat Astrie di tidak menggugahku untuk ke kamar sebelah. Namun ketika kakiku melangkah ke pintu kamar karena aku ingin ke dapur mencari makan, terdengar kegiatan di kamar sebelah sedikit aneh dan mengusik rasa ingin tahuku. Aku sepertinya mendengar lebih dari 2 orang di kamar sebelah. Maka akupun mengurungkan niatku untuk keluar kamar dan akupun melangkahkan kakiku ke connecting door yg menghubungkan kamarku dengan kamar sebelah. Betapa kagetnya ketika aku masuk ke dalam kamar sebelah tersebut. Aku melihat 2 wanita muda yg tadi malam bersama Astrie sedang duduk disofa panjang di sebelah tempat tidur di kamar itu sambil tertawa-tawa kecil menonton adegan yg sedang berlangsung di tempat tidur tersebut. Lebih kaget lagi ketika aku menyadari apa yg sedang terjadi di tempat tidur. Istriku Astrie, sedang dientot oleh Mr. Chen dan salah seorang tamu Mr. Chen yg tadi malam menginap di villa!!! Posisi Astrie bertumpu pada kedua lutut dan kedua tangannya dengan pantat yg sedikit menungging ke belakang. Terlihat tamu Mr. Chen tersebut, seorang pria tua berumur sekitar 60 tahunan berbadan besar dan buncit dengan bulu yg lebat memenuhi sekujur tubuhnya sedang ngentotin Astrie dengan kasar dari belakang. Sedangkan Mr. Chen yg tangan kanannya sedang menjambak rambut Astrie yg sekarang telah dikuncir buntut kuda terlihat asyik menggenjot kontol nya dengan kasar di dalam mulut Astrie.

"Ah, kamu sudah bangun Don" kata Mr. Chen ketika melihat diriku masuk ke dalam kamar.

"Silahkan duduk Don" kata Mr. Chen lagi sambil mempersilahkan aku duduk di sofa di antara kedua wanita yg sedang menonton Astrie dientot dua laki-laki tua itu.

"Ini namanya Pak Lee, dia ini salah satu sahabatku" kata Mr. Chen kemudian sambil memperkenalkan pria tua yg sedang ngentotin Astrie dengan kasar dari belakang. yg disebut Pak Lee cuma menengok sebentar sambil melambaikan sebelah tangannya kepadaku dan kemudian melanjutkan kegiatannya pada Astrie.

"Aku selalu berbagi apapun dengannya. memek Astrie sangat nikmat untuk dientot, sehingga aku harus membaginya kepada sahabat tuaku ini biar dia juga tahu betapa nikmatnya istrimu ini. Aku harap kamu tidak keberatan ya Don. Toh istrimu tidak keberatan, malah suka.." kata Mr. Chen sambil terkekeh kecil.

"Astrie, kamu suka dientot Pak Lee kan?" tanya Mr. Chen kepada Astrie.

Astrie tidak menjawab. Astrie terlihat sedang asyik sendiri menikmati persetubuhannya.

"Hahaha..wanita cantik ini rupanya sudah dalam kenikmatannya sendiri" tawa Mr. Chen sambil melihat Astrie yg sedang menikmati setiap genjotan kontol Lee dan kontol Mr. Chen.

Aku yg masih shock cuma menuruti perintah Mr. Chen dan duduk di sofa di antara kedua wanita muda tersebut.

"Ladies, tolong bantu sang suami tercinta ini agar dapat menikmati istrinya dientot oleh 2 pria sekaligus" perintah Mr. Chen kepada kedua wanita yg duduk disamping kiri dan kananku.

Mendengar perintah Mr. Chen, kedua wanita muda itu langsung membuka dan melepaskan celana dan celana dalamku. Kemudian mereka berdua dengan tetap sesekali menonton adegan Astrie dengan Lee dan Mr. Chen mulai menjilati kontol ku secara bergantian, membuat kontol ku langsung berdiri dengan tegak. Di atas tempat tidur aku melihat Astrie sedang dientot habis-habisan oleh kedua pria tua itu. Mereka memperlakukan Astrie dengan kasar, namun terlihat Astrie meskipun kepayahan melayani nafsu kedua pria tersebut, Astrie nampak menikmatinya. Semakin Astrie diperlakukan kasar oleh kedua pria tua itu, semakin nampak Astrie menikmatinya. Rintihan-rintihan Astrie semakin keras apabila Lee dan Mr. Chen menggenjot kontol nya masing-masing dalam memek dan mulut Astrie dengan kasar. Sambil sesekali menampar kedua belahan pantat Astrie dengan tangan kirinya, Lee menggenjot kontol nya di memek Astrie dari belakang dengan cepat dan kasar. Kemudian tangan kanannya melingkar di pinggul Astrie dan terus ke arah memek Astrie dari arah depan sehingga jari-jari tangannya dapat memainkan klitoris Astrie. Astrie tanpa sadar mengangkat kaki kanannya sehingga posisinya sekarang seperti anjing yg sedang kencing untuk memberikan akses yg lebih luas bagi jari-jari tangan Lee di memek Astrie. Dengan posisi satu kaki mengangkang ke atas, aku dapat melihat ternyata bulu-bulu di sekitar memek Astrie telah dicukur habis. Aku tidak tahu kapan mereka mencukur habis bulu-bulu di sekitar memek Astrie, mungkin tadi malam ketika aku sudah tidur. Rupanya mereka telah berpesta seks sepanjang malam. memek Astrie terlihat putih mulus tanpa sehelai bulupun dengan bibir memek nya terlihat sedikit berwarna merah muda tanda memek itu telah digenjot habis sepanjang malam. Ketika jari-jari tangan Lee mulai mempermainkan memek Astrie dan mencubit-cubit kecil klitoris Astrie, tubuh Astrie bergoyang hebat, pinggulnya, badannya naik turun tidak beraturan. Erangan-erangan dan rintihan-rintihan nikmat keluar dari mulut Astrie.

Mr. Chen sekarang menggunakan kedua tangannya untuk menjambak rambut Astrie sehingga dapat membuatnya semakin kencang ngentotin mulut Astrie. Diperlakukan demikian, Astrie semakin bergoyang-goyang,tubuhnya meliuk-liuk karena ditekan dari belakang dan dari depan. Racauan dan rintihannya semakin keras, matanya tidak berkedip dan selalu memandang ke arah muka Mr. Chen. Lee dan Mr. Chen semakin mempercepat gerakannya sehingga Astrie benar-benar tergoncang-goncang hebat. Astrie terlihat bermaksud menurunkan kaki kanannya agar lebih memudahkannya menerima hajaran-hajaran kontol Lee dan Mr. Chen di memek dan mulutnya. Namun hal itu tidak dapat dilakukannya karena terhalang tangan kanan Lee yg telah benar-benar menggenggam memek Astrie, terutama klitorisnya. Melihat adegan live didepan mataku, aku orgasme dengan cepat, dan kedua wanita muda yg melayani aku menghisap dan menelan seluruh spermaku sampai habis. Melihat aku sudah orgasme, Mr. Chen kemudian memerintahkan salah satu wanita disebelahku untuk mengambil sesuatu

"Ambil pil yg biasa di laci itu" kata Mr. Chen memerintahkan wanita tersebut sambil menunjuk salah satu laci disamping tempat tidur.

Wanita yg disuruh Mr. Chen, mengeluarkan sebuah botol dari laci tersebut, membukanya, dan mengeluarkan sebuah pil serta kemudian menyerahkannya kepada Mr. Chen.

"Buka mulutmu Astrie, telan pil ini supaya kamu tidak hamil, Lee ingin memuntahkan spermanya dalam memek mu. Saya juga ingin orgasme dalam memek mu, bosan saya orgasme dalam mulutmu terus sepanjang malam" perintah Mr. Chen kepada Astrie.

Kemudian Mr. Chen mengeluarkan kontol nya yg besar dari mulut Astrie dan memasukkan pil tersebut ke dalam mulut Astrie yg langsung ditelan Astrie tanpa menggunakan air sedikitpun. Setelah itu Mr. Chen kembali menjambak rambut Astrie dan kembali melanjutkan genjotan kontol nya pada mulut Astrie. 20 menit telah berlalu, namun aku melihat baik Astrie, Mr. Chen maupun Lee belum ada yg orgasme. Terus terang terkejut aku melihat perubahan pada diri Astrie. Astrie tidak orgasme-orgasme, tidak seperti tadi malam yg dengan mudahnya dia mencapai orgasme berulang-ulang. Tatapan mata Astrie terlihat sangat sayu dan sedikit kosong, namun dari rintihan-rintihannya aku tahu dia lebih menikmati persetubuhannya saat ini daripada persetubuhannya tadi malam. Melihat raut wajahku yg penuh tanda Tanya, Mr. Chen kemudian menjelaskan kepadaku apa yg telah terjadi.

"Tadi pagi Astrie saya beri obat ramuan China. Obat ini membuat Astrie lebih lama mencapai orgasme, ini agar Astrie dapat mengimbangi kami sehingga tidak cepat lelah. Namun dengan obat ini otot memek Astrie akan semakin kencang sehingga jepitannya pada kontol yg masuk ke dalam memek nya akan semakin kuat dan hal ini membuat Astrie dan siapapun pria yg ngentotin istriku merasa lebih nikmat. Setiap gesekan kontol dalam memek Astrie akan berpuluh-puluh kali lipat lebih terasa nikmat bagi Astrie dan pria tersebut" kata Mr. Chen menjelaskan kepadaku.

"Lihat Astrie sekarang sudah benar-benar menikmati setiap gesekan kontol Lee dalam memek nya, bahkan dia sangat menikmatinya sampai-sampai dia tidak begitu sadar akan sekelilingnya lagi, cuma kenikmatan dan kenikmatan yg dia rasakan saat ini. Dipikirannya cuma ada rasa kenikmatan yg amat sangat dan tidak ada rasa yg lain selain kenikmatan tersebut. Kenikmatan yg Astrie rasakan saat ini sudah menguasai dan menghipnotis seluruh badan dan pikirannya" tambah Mr. Chen kepadaku.

"Don, kamu lihat nanti waktu istrimu mengalami orgasme. Kamu akan lihat bagaimana seorang wanita mengalami orgasme yg super dahsyat. Kamu pasti tidak akan menyangka bahwa istrimu bisa orgasme sehebat yg nanti kamu akan lihat" lanjut Mr. Chen kepadaku.

45 menit telah berlalu, ketika aku melihat perubahan pada diri Astrie. Erangan-erangan dan rintihan-rintihan nikmatnya mulai memelan, namun badannya semakin bergoyang-goyang dengan kencang dan tidak beraturan. Lee dan Mr. Chen semakin gencar menggenjot kontol nya masing-masing dalam memek dan mulut Astrie, membuat Astrie sulit untuk tetap bertumpu pada kedua tanganya dan satu lututnya. Badan Astrie benar-benar bergoncang hebat karena tekanan dari belakang dan dari depan disertai goyangan badannya sendiri yg semakin tidak beraturan. Mata Astrie tetap memandang kearah wajah Mr. Chen dengan sekali-kali mendelik-delik. Kedua tangannya beberapa kali jatuh karena tidak kuat menahan badannya, namun jambakan Mr. Chen pada rambutnya membuat Astrie tidak tersungkur ke kasur. Suara Astrie semakin pelan bahkan sekarang hampir tidak terdengar sama sekali, tangannya yg sudah tidak kuat menumpu badannya dan mulai mencari pegangan lain. Kedua tangan Astrie terlihat berusaha memegang kedua sisi pinggul Mr. Chen, kemudian beralih ke kedua tangan Mr. Chen yg sedang menjambak rambutnya, lalu kembali kasur menumpu badannya dan begitu seterusnya terlihat Astrie sedang mencari posisi yg enak untuk menumpu badannya yg bergoyang hebat dan dihajar dari depan dan belakang oleh Mr. Chen dan Lee.

"Right on time. She is nearly there, I also nearly there" sahut Lee tiba-tiba kepada Mr. Chen.

Mendengar itu Mr. Chen cuma tersenyum kemudian Mr. Chen berpaling kepada kedua wanita muda yg sedang menemaniku.

"Kalian berdua kesini, bantu Astrie agar tetap pada posisinya, agar Pak Lee bisa menikmati orgasmenya dengan lancar" perintah Mr. Chen kepada kedua wanita itu.

Kedua wanita yg diperintah Mr. Chen kemudian naik ke kasur dan memposisikan diri mereka masing-masing berlutut disamping kiri dan kanan Astrie. Kemudian kedua wanita tersebut meraih masing-masing pundak Astrie dari arah bawah sehingga sekarang tangan-tangan kedua wanita tersebut masing-masing menumpu pundak Astrie, membuat kedua tangan Astrie terbuka kearah kiri dan kanan. Sudah tidak terdengar suara rintihan Astrie. Badan Astrie juga bergerak memelan namun terlihat Astrie berusaha memundurkan pinggulnya agar kontol Lee makin masuk jauh ke dalam memek nya. Gerakan Astrie yg pelan meliuk-liuk terlihat sangat kontras dengan gerakan Lee dan Mr. Chen yg semakin ganas menggenjot kontol nya masing-masing ke dalam memek dan mulut Astrie.

"Don, sini naik ke kasur agar kamu bisa melihat dengan jelas. Istrimu sebentar lagi akan orgasme yg hebat" kata Mr. Chen kepadaku.

Tanpa menunggu lagi akupun segera naik ke kasur agar bisa melihat Astrie dari dekat dan dengan jelas. Lee kemudian melepaskan tangan kanannya dari klitoris Astrie sehingga kali Astrie bisa turun dan kedua lututnya bisa kembali menumpu badannya. Lee lalu sedikit berjongkok serta kedua tangannya meraih pinggul Astrie. Dengan posisi demikian Lee bisa dengan lebih leluasa menggenjot kontol nya dengan keras ke dalam memek Astrie. Kira-kira sepuluh menit kemudian, badan Astrie makin meliuk-liuk ke kiri dan ke kanan serta menekan ke belakang ke arah kontol Lee.

"Ooh, this baby still want it more, although my dick has reached the inside end of her memek " kata Lee yg merasa Astrie terus menekan pinggulnya ke belakang ke arah kontol nya.

"Your memek is not deep enough darling, but if you want it, I’ll give it to you" lanjut Lee sambil menghentikan genjotannya dan menarik pinggul Astrie kebelakang dan secara bersamaan memajukan pinggulnya sendiri ke depan dan kemudian membiarkannya dalam keadaan begitu.

Ditekan dari belakang dengan keras sampai ke ujung memek nya, membuat mata Astrie mendelik. Kemudian Mr. Chen mengeluarkan kontol nya dari mulut Astrie dan melepaskan jambakan tangannya di rambut Astrie sehingga sekarang kepala Astrie bebas bergerak.

"She is all yours, Lee" kata Mr. Chen kepada Lee.

"Ooh, she is real good, look at her hips moving, she knows how to please a man" sahut Lee merasakan goyangan meliuk-liuk pinggul Astrie.

"Her memek is very tight, my dickhead being played by her wall end of memek . Damn..this girl is good" lanjut Lee sambil merasakan ujung kontol nya bergesekan pada bagian yg paling dalam dari memek Astrie.

Astrie terus memainkan kontol besar Lee dalam memek nya. Pinggul Astrie naik turun dan memutar-mutar secara perlahan ditambah tekanan pinggul Lee dari belakang dan tangan Lee yg menarik pinggul Astrie ke belakang, membuat kedua manusia yg meskipun berbeda umur sangat jauh menjadi satu kesatuan dan sama-sama menikmati persetubuhan mereka. Sepuluh menit kemudian, Astrie memejamkan matanya, jari-jari tangannya membuka dan mengepal secara perlahan, mulutnya terbuka lebar, goyangan pinggulnya menjadi patah-patah.

"Oh, she is coming, let us come together baby..!!!!’ sahut Lee dengan keras.

Seperti mengerti perintah Lee, Astrie menghentikan goyangannya, pinggulnya secara keras didorongnya ke belakang, kepalanya terdongak ke atas dengan mulut terbuka lebar, seluruh badannya menegang dan terdengar desahan kecil Astrie.

"Oohh.. this is goooood....I am in heaven..." desah Astrie pelan.

Bersamaan dengan itu Lee memuntahkan spermanya di dalam memek Astrie.

"Take that bitch..., you like being fill up with cum you little whore!" teriak Lee sedikit keras sambil terus memuntahkan spermanya di dalam memek Meda.

"Oooh.. yeeesss.. fill me up...oohhhh..this is too good...I am your whore, your little whore" desah Astrie sangat pelan.

Kembali sesuatu yg menakjubkan terjadi didepan mataku, sudah 10 menit berlalu tapi Nampak orgasme Astrie belum turun juga. Astrie masih terus dipuncak kenikmatan. Ketika Mr. Chen melepaskan pegangannya pada pinggul Astrie dan mulai menarik kontol nya keluar dari memek Astrie, Nampak raut muka Astrie sedikit sedih.

"Don’t take it off now..pleaseee..I am not finished yet" rengek Astrie pelan sambil kembali meliuk-liukan pinggulnya secara perlahan untuk memancing Lee mengurungkan niatnya.

Lee tidak mendengarkan rengekan Astrie, dan mencabut kontol nya. Tapi kekecewaan Astrie cuma sebentar karena Mr. Chen langsung siap menggantikan posisi Lee. Ditidurkannya Astrie telentang di atas kasur dibukanya kaki Astrie lebar-lebar.

"Masih kurang Astrie?" Tanya Mr. Chen menggoda Astrie sebelum mulai memasukkan kontol nya ke dalam memek Astrie.

"Masih..pak Mr. Chen..saya masih orgasme....ooohhhh nikmat sekali....mau dientot sekarang.." rengek Astrie sambil menarik pinggul Mr. Chen ke arahnya.

"Oohhhh...." desah Astrie ketika kontol Mr. Chen masuk ke dalam memek nya sampai mentok.

Mr. Chen kemudian secara perlahan menggenjot memek Astrie dengan kontol nya. Setiap gerakan Mr. Chen selalu disertai lolongan pelan namun panjang dari Astrie. Kepala Astrie terdongak ke belakang, matanya terpejam rapat, dadanya membusung ke atas sehingga sebagian punggungnya terangkat dari kasur. Bibir kecilnya mengigit-gigit pelan jari telunjuk kanannya, lolongan pelan namun panjang terdengar dari mulut Astrie setiap kali Mr. Chen menggerakan kontol nya secara perlahan.

Penasaran dengan apa yg dirasakan Astrie, aku membisikinya dan bertanya.

"Bagaimana rasanya Drey? Enak?" tanyaku.

"Ennakkk..ooohhhhh... Terima kasih Don atas pengalaman indah ini....orgasmeku tidak berhenti-henti nih....oohhhh panjang sekali....oohhhh....aku dientot sambil orgasme...." jawab Astrie pelan kepadaku sambil terus menikmati orgasmenya yg berkepanjangan.

Lima belas menit kemudian, kontol Mr. Chen berdenyut kencang pertanda dia akan orgasme, dan tubuh Astriepun tiba-tiba lebih menegang lagi.

"Oohhh...apa ini pak Mr. Chen...kenapa saya...." desah Astrie pelan kepada Mr. Chen.

"Inilah puncaknya orgasme dari orgasme Drey. Nikmati saja" jawab Mr. Chen.

Bersamaan dengan itu, tubuh Astrie dan Mr. Chen benar-benar menegang. Keduanya berusaha menarik satu sama lain dan merapatkan persenggamaan mereka. Kaki Astrie melingkar di pinggul Mr. Chen. Dada Astrie makin membusung, kepalanya makin terdongak ke belakang dan giginya menggigit bibir bawahnya sendiri. Sedangkan kepala Mr. Chen berada di pundak Astrie, mulutnya sedikit menggigit pundak Astrie dan kontol nya ditekan dengan keras ke dalam memek Astrie.

"OOOhhhhh...." teriak Astrie dan Mr. Chen bersamaan. Mr. Chen memuntahkan seluruh spermanya ke dalam memek Astrie, Dua manusia mengalami orgasme hebat secara bersamaan.

Beberapa menit Mr. Chen dan Astrie berada di puncak orgasme mereka.

"Oke semuanya keluar dari kamar ini. Biarkan Astrie istirahat dulu" kata Mr. Chen setelah selesai memuntahkan seluruh spermanya dalam memek Astrie.

Chen pun beranjak dari atas tubuh Astrie, tidur disampingnya dan menyelimuti dirinya dan Astrie dengan selimut. Astrie cuma tersenyum dengan mata terpejam dan menidurkan kepalanya di dada Mr. Chen yg ditumbuhi bulu yg sangat lebat, sedangkan yg lainnya termasuk aku pergi meninggalkan kamar itu dan membiarkan Mr. Chen dan Astrie istirahat.

Menjelang sore terlihat Mr. Chen keluar dari kamar itu dan bergabung dengan aku dan tamu-tamu yg lain di ruang tengah villa. Rupanya yg menginap di villa tersebut selain aku, Astrie, Mr. Chen, Lee dan kedua wanita yg siang tadi berada di kamar, juga ada satu wanita lagi dan tiga tamu laki-laki.

"Wah, sudah pada berkumpul rupanya, maaf saya baru bangun" kata Mr. Chen kepada aku dan tamu-tamu lainnya.

Kamipun mengobrol di ruang tengah villa itu sampai menjelang malam. Kurang lebih jam 6.30pm Mr. Chen menginstruksikanku untuk membangunkan Astrie.

"Don, bangunkan istrimu, kita akan makan malam bersama" sahut Mr. Chen kepadaku.

Akupun segera menuruti perintah Mr. Chen dan naik ke lantai atas villa menuju kamar tempat Astrie istirahat karena memang aku sudah mulai kuatir terhadap Astrie sebab setelah kejadian siang tadi di kamar aku belum melihatnya lagi. Sesampainya di kamar, aku melihat Astrie sudah bangun namun masih tiduran tengkurap di atas kasur, tubuhnya masih telanjang, terlihat mukanya nampak habis menangis. Melihat aku masuk ke kamar, air mata menetes kembali dari matanya.

"Don, apa yg kamu lakukan terhadapku. Kenapa kamu jahat terhadapku, kenapa kamu membiarkan semua ini terjadi?" tangis Astrie kepadaku.

Akupun berusaha menenangkan dan menghibur istriku, kami berbincang-bincang di kamar itu cukup lama sambil aku berusaha terus menghiburnya sampai tiba-tiba salah satu dari tamu wanita masuk ke kamar dan meminta Astrie untuk mandi dan membersihkan diri karena aku dan Astrie sudah ditunggu di ruang makan oleh Mr. Chen dan tamu-tamu yg lain. Dengan sedikit malas Astrie menurutinya. Setelah Astrie mandi dan berpakaian kamipun keluar dari kamar itu dan menuju ruang makan. Terlihat Astrie ragu-ragu untuk keluar dari kamar. Terlihat Astrie sedikit malu untuk bertemu dengan Mr. Chen dan tamu-tamu yg lain setelah kejadian tadi malam dan tadi siang.

Sesampainya di ruang makan, tamu-tamu yg lain sudah menunggu. Mr. Chen mempersilahkan aku dan Astrie duduk di kursi yg disediakan di ruang makan itu demikian juga terhadap tamu-tamu yg lain masing-masing dipersilahkan duduk oleh Mr. Chen. Kamipun menyantap hidangan malam yg disediakan sambil mengobrol. Pembicaraan di meja makan itu kebanyakan tentang bisnis antara Mr. Chen dan tamu-tamunya. Tidak ada yg menyinggung kejadian tadi malam dan tadi siang, seakan-akan kejadian tersebut tidak pernah terjadi. Hal itu membuat Astrie terlihat sedikit tenang. Selesai santap malam Mr. Chen mempersilahkan tamu-tamunnya, termasuk aku dan Astrie ke ruang tengah. Di ruang tengah makanan kecil dan minuman telah disediakan dan Mr. Chen mempersilahkan kami semua untuk mencicipi makanan kecil dan minuman tersebut kemudian melanjutkan obrolan bisnisnya dengan tamu-tamunya di ruang tengah, Mr. Chen sedikit mengacuhkan aku dan istriku karena memang obrolannya adalah masalah bisnis. Setelah kurang lebih 2 jam berbicara bisnis dengan tamunya tiba-tiba Mr. Chen berkata

"Ok saya rasa omomgan bisnis sudah cukup untuk malam ini. Sekarang kita ke topik selanjutnya"

"Zhou, obatmu ternyata sangat manjur, lihat saja ini hasilnya" sambung Mr. Chen sambil memencet remote TV.

TV menyala dan betapa kagetnya aku melihat apa yg muncul di TV. Rekaman persetubuhan Astrie tadi malam dan tadi siang terlihat di layar TV. Aku melihat wajah Astrie sangat terkejut dan malu melihat tamu-tamu yg lain menyaksikan tayangan persetubuhannya dilayar TV. Astrie bangkit dari tempat duduknya dan bermaksud meninggalkan ruang tengah itu, namun Mr. Chen menghardiknya dengan tegas.

"Astrie, duduk kamu! Tidak ada yg menyuruh kamu untuk pergi!" bentak Mr. Chen dengan sangat keras.

Mendengar bentakan Mr. Chen aku sangat terkejut. Aku bermaksud untuk turut berdiri, namun aku merasakan tubuhku lemas dan aku tidak mampu berdiri. Kelihatannya Mr. Chen telah mencampurkan sesuatu lagi dalam minumanku sehingga badanku lemas tidak berdaya.

Aku melihat Astrie sedikit ketakutan mendengar bentakan Mr. Chen, namun dikarenakan aku cuma tetap duduk dan tidak membela Astrie, maka Astriepun mengurungkan niatnya dan kembali duduk. Mr. Chen dan tamu-tamu lainnya kemudian membahas adegan demi adegan persetubuhan Astrie yg ditayangkan TV. Mereka membahasnya seakan-akan Astrie tidak ada di ruangan itu. Komentar-komentar keluar dari mulut mereka. Mr. Chen memuji Zhou atas kemanjuran obatnya. Mr. Chen menjelaskan bagaimana Astrie yg alim itu bisa menjadi seorang pelacur murahan dikarenakan meminum obat itu. Ada lagi tamu yg lain memuji daya tahan Astrie karena obat itu. Setelah rekaman adegan persetubuhan Astrie di TV selesai, kemudian Mr. Chen dengan suara tegas memerintahkan Astrie

"Nah, Astrie, tolong hibur tamu-tamuku ini. Jangan biarkan mereka cuma menonton kamu di TV saja, perbolehkan mereka juga menikmati dirimu."

Mendengar itu dengan raut muka penuh ketakutan, Astrie bangkit dari tempat duduknya dan berusaha lari keluar dari villa, namun baru beberapa langkah berlari, Mr. Chen dan Zhou dengan sigap menangkap Astrie.

"Wow, rupanya pelacur ini tidak mau menuruti perintah. Ck..ck..ck..Astrie kamu sangat mengecewakan" kata Mr. Chen sambil mencengkram tubuh Astrie dari belakang.

"Kamu harus dihukum dan dididik yg benar supaya bisa menjadi budak seks yg patuh" lanjut Mr. Chen kemudian kepada Astrie.

Astrie meronta-ronta dengan keras dan berusaha melepaskan diri, namun cengkraman Zhou dan Mr. Chen pada dirinya terlalu kuat, sehingga usaha Astrie untuk melepaskan diri menjadi sia-sia. Kemudian Mr. Chen dan Zhou menyeret Astrie ke basement villa, diikuti oleh tamu-tamu yg lain. Mereka meninggalkan aku di ruang tengah. Aku kembali berusaha bangkit untuk membantu Astrie, namun aku sama sekali tidak dapat berdiri sehingga aku cuma dapat terduduk lemah di sofa melihat perlakuan Zhou dan Mr. Chen terhadap Astrie. Tidak lama mereka meninggalkan aku di ruang tengah. Kira-kira 15 menit kemudian 2 orang tamu pria mendatangiku dan segera membopongku ke basement villa. Basement villa itu ternyata suatu ruangan yg kelihatannya sering digunakan untuk pesta seks yg aneh-aneh. Aku melihat banyak peralatan seks yg lebih mirip sebagai alat penyiksaan tergantung di dinding basement itu. Banyak peralatan seks yg belum pernah aku lihat sebelumnya.

Merinding aku ketika memasuki basement villa itu, namun yg membuat aku lebih kaget dan takut lagi adalah ketika aku melihat Astrie sudah terikat dalam keadaan telanjang bulat. Posisi Astrie berdiri dengan kedua tangan terikat ke atas melebar oleh rantai-rantai yg tertancap kuat dilangit-langit basement, sedangkan kakinya mengangkang lebar terikat dengan rantai-rantai yg menancap kuat ke lantai basement, sehingga posisi Astrie menyerupai huruf "X". Aku melihat Astrie meronta-ronta sekuat tenaga, air matanya mengucur deras di kedua pipinya. Permohonan-permohonan untuk dilepaskan keluar dari mulutnya, namun rengekannya cuma dibalas dengan tawa sinis oleh orang-orang yg berada di basement villa itu. Kedua tamu yg membopongku kemudian mendudukanku di sebuah kursi persis di hadapan Astrie.

"Teman-teman, malam ini kita akan mendidik pelacur ini supaya mau menjadi budak seks yg patuh. Harap teman-teman duduk di kursi-kursi yg telah disediakan, dan kita akan segera mulai pendidikan buat pelacur ini" sahut Mr. Chen tiba-tiba.

Mendengar itu semua yg ada di basement itu duduk di kursi yg telah disediakan disekeliling tempat Astrie terikat dan menunggu apa yg selanjutnya Mr. Chen akan lakukan terhadap Astrie.

"Astrie, ini kesempatan kamu yg terakhir. Kamu bisa secara sukarela menjadi budak seksku yg patuh atau aku akan membuat kamu menjadi budak seksku yg patuh. Kedua-duanya pada akhirnya kamu akan menjadi budak seksku yg patuh, namun cara kedua pasti jauh lebih menyakitkan" kata Mr. Chen kemudian sambil tertawa.

Mendengar itu aku melihat ketakutan yg amat sangat di wajah Astrie. Astrie semakin kencang meronta-ronta berusaha melepaskan diri. Tangisannya semakin keras, permohonan minta dilepaskan juga semakin keras.

"Ok, kalalu kamu mau dengan cara yg menyakitkan" kata Mr. Chen setelah melihat Astrie tetap berusaha melepaskan diri.

Mr. Chen kemudian mengambil sebuah cambuk kuda dan berdiri di belakang Astrie. Aku melihat Astrie merinding ketakutan melihat cambuk kuda tersebut.

"Ctaarr...ctttarr...cttaaarrr...." suara cambuk 3 kali berbunyi disertai raungan kesakitan Astrie. Mr. Chen telah mencambuk punggung Astrie dengan keras.

Raungan tangis Astrie semakin keras, badannya tetap meronta-ronta untuk melepaskan diri.

"Cttaar..cttarr..ctarr..ctaarrr.." bunyi cambuk kembali bertubi-tubi mendera punggung Astrie hingga Astrie pingsan. Melihat Astrie pingsan salah seorang tamu wanita mengguyurkan air ke kepala Astrie untuk membangunkannya.

Ketika Astrie siuman, Mr. Chen menanyakan kepada Astrie apakah Astrie bersedia menjadi budak seksnya. Setiap kali Astrie mengatakan tidak atau berusaha meronta-ronta untuk melepaskan diri, maka bunyi cambuk akan terdengar lagi, dan kali ini tidak cuma mendera punggung Astrie, namun juga mendera ke pantat, kedua payudara dan memek nya. 30 menit Astrie dicambuki seluruh tubuhnya, bekas-bekas cambuk berwarna kemerahan terlihat disekujur tubuhnya. Tubuh Astrie sudah kelihatan lemas. Tidak ada lagi raungan tangis keluar dari mulutnya.

"Bagaimana Astrie, apakah kamu sekarang bersedia jadi budak seksku?" tanya Mr. Chen kemudian.

Astrie cuma menggelengkan kepalanya secara lemah tanda penolakannya.

"Ok, kalau kamu tetap tidak mau. Kita akan ke tahap selanjutnya. Kita lihat sampai mana kamu tahan siksaan ini" sahut Mr. Chen kepada Astrie sambil mengisyaratkan sesuatu kepada seorang tamu wanita.

Tamu wanita yg diberi isyarat oleh Mr. Chen kemudian maju ke depan. Dia membawa sebuah jarum dan sebuah cincin yg terbuat dari emas dan menyerahkannya kepada Mr. Chen. Kemudian Mr. Chen berjongkok di depan memek Astrie. Dibukanya memek Astrie secara perlahan. Mengetahui akan apa yg akan terjadi, Astrie meronta-ronta dengan hebat, namun beberapa tamu maju ke depan dan memegang erat-erat tubuh dan pinggul Astrie sehingga Astrie tidak dapat bergerak.

"Jangan..jangan..." pinta Astrie lirih.

"AAAUOOCCCHHH..." Kemudian terdengar teriakan Astrie. Ternyata Mr. Chen menusuk bibir dalam bagian atas memek Astrie dengan jarum dan kemudian memasukkan cincin tersebut dalam lubang yg telah dibuatnya pada bibir memek Astrie tersebut.

Raungan keras kesakitan Astrie membahana di basement itu, kemudian Astrie kembali pingsan. Kemudian Mr. Chen kembali berdiri dan mundur beberapa langkah untuk melihat hasil kerjanya. Dia terlihat puas dengan apa yg telah diperbuatnya pada Astrie. Astrie terlihat dalam posisi terikat, masih pingsan dengan sebuah cincin di bibir atas memek nya dengan sedikit darah terlihat disekitar bibir atas memek nya. Seorang tamu wanita kembali mengguyurkan air ke kepala Astrie dan membersihkan memek Astrie dari bekas darah tersebut. Kemudian tamu wanita tersebut memberikan wewangian ke hidung Astrie agar Astrie siuman. Siuman dari pingsannya, terlihat sekali Astrie menahan sakit di memek nya. Kemudian Mr. Chen kembali menghampiri Astrie dengan membawa jarum tersebut lagi beserta sebuah cincin emas lainnya. Tangan kiri Mr. Chen kemudian meraih puting payudara sebelah kiri Astrie dan tangan kanan Mr. Chen memegang jarum siap menusuknya.

"Jangan...jangan...ampun...jangan..sakit..saya bersedia jadi budak seks Pak Mr. Chen asalkan jangan siksa saya lagi" tiba-tiba terdengar suara pelan Astrie.

Mendengar hal itu Mr. Chen dan tamunya tertawa penuh kemenangan.

"Benar kamu mau jadi budak seksku dan menuruti semua keinginanku" Tanya Mr. Chen kepada Astrie.

"Iya..iya...saya mau..tolong jangan sakiti saya lagi" jawab Astrie menyerah.

"Ok, bagus..bagus.., ladies..beri hadiah kepada budak seksku yg baru ini, buat dia menikmati statusnya yg baru sebagai budakku" kata Mr. Chen sambil memberi isyarat kepada para tamu wanita untuk maju ke depan.

Para tamu wanita tanpa perlu diperintah lebih lanjut langsung maju ke depan mengelilingi Astrie. Satu tamu wanita berjongkok di hadapan memek Astrie dan mulai menjilati dan menghisap-hisap memek Astrie. Tamu-tamu yg lain menciumi dan menjilati kedua payudara Astrie, paha Astrie, punggung Astrie dan sekujur tubuhnya.

15 Menit diperlakukan demikian terlihat tubuh Astrie mulai mengkhianatinya. Astrie mulai meliuk-liukan badannya mengikuti permainan para tamu wanita tersebut di seluruh tubuhnya. Melihat reaksi Astrie, para tamu wanita tersebut semakin ganas mengerjai tubuh Astrie. Jari-jari tangan mereka secara bergantian keluar masuk memek Astrie yg mana hal tersebut semakin membuat Astrie tidak dapat mengontrol tubuhnya. Tidak beberapa lama kemudian terdengar erangan Astrie tanda Astrie telah mencapai orgasmenya yg disambut oleh tepuk tangan meriah dari para tamu pria di basement itu. Tidak menunggu sampai orgasme Astrie reda, Mr. Chen kemudian melepaskan ikatan Astrie dan membimbingnya untuk berdiri di hadapanku.

"Mulai sekarang istrimu adalah budak seksku. Mulai sekarang aku harus didahulukan oleh istrimu dan bukan kamu lagi. Apabila kamu macam-macam rekaman dvd persetubuhan istrimu akan aku sebar di internet" kata Mr. Chen kepadaku.

Aku cuma diam tercekat oleh ancaman Mr. Chen itu. Badanku masih lemas sehingga aku tidak dapat berbuat apa-apa meskipun sebenarnya ingin aku meninju Mr. Chen. Kemudian Mr. Chen mengaitkan sebuah bel kecil keperakan di cincin emas yg berada di bibir atas memek Astrie, dan kemudian Mr. Chen mengetes bunyi bel tersebut dengan jarinya.

"Ting..ting..ting" terdengar bunyi bel pelan.

Astrie kemudian diposisikan membungkuk ke depan dengan kedua tangan bertumpu di kedua pegangan kursi tempat aku duduk. Pantatnya di keataskan sedikit oleh Mr. Chen sehingga Astrie sedikit berjinjit dengan pantat sejajar dengan selangkangan Mr. Chen. Wajah Astrie dengan wajahku menjadi berhadapan dengan sangat dekat. Lalu Mr. Chen memelorotkan celananya sendiri. Terlihat kontol Mr. Chen yg besar sudah mengacung keras, dan tanpa basa basi lagi dimasukkannya kontol besar itu ke dalam memek Astrie dari belakang. Erangan kecil keluar dari mulut Astrie disertai bunyi bel berdenting beberapa kali. Mata Astrie terpejam rapat. Aku melihat ke bawah ke arah memek Astrie. Terlihat memek Astrie sudah penuh dengan kontol Mr. Chen yg besar dengan sebuah bel kecil yg bergoyang-goyang tergantung dari bibir atas memek nya. Mr. Chen mulai memompa kontol nya keluar masuk memek Astrie yg disertai erangan-erangan kecil Astrie dan bunyi bel yg bergoyang. Tubuh Astrie terdorong ke depan sehingga wajahnya sekarang berada disamping kuping kananku.

Terdengar erangan-erangan Astrie di kupingku setiap kali kontol Mr. Chen yg besar memasuki memek nya.

"Maafkan aku Don, aku tidak kuat disiksa.." tiba-tiba bisik Astrie di kupingku. Aku tidak menjawab dan cuma diam saja.

Genjotan-genjotan kontol Mr. Chen pada memek Astrie semakin keras, dan erangan-erangan Astrie semakin terdengar keras. Badan Astrie mulai mengikuti irama permainan Mr. Chen. Terlihat memek Astrie sudah sangat basah, cairan kewanitaannya mulai terlihat membasahi kedua paha dalamnya.

"Wah memek istrimu sangat basah..dia sangat menikmatinya" kata Mr. Chen kepadaku sambil tertawa.

"Saatnya kita ke tahap selanjutnya" kata Mr. Chen kemudian sambil dengan tiba-tiba memasukkan 2 jarinya secara kasar ke dalam anus Astrie.

Jeritan keras terdengar dari mulut Astrie. Astrie berusaha menarik badannya namun dengan sigap Mr. Chen menahannya.

"Diam Astrie!!!" hardik Mr. Chen kepada Astrie.

Setelah beberapa menit puas mengobok-obok anus Astrie dengan kedua jarinya, Mr. Chen lalu mencabut kontol nya dari memek Astrie dan mengarahkannya ke anus Astrie. Mr. Chen menarik badan Astrie ke belakang sehingga wajah Astrie sekarang kembali berhadapan dengan wajahku. Terlihat wajah kesakitan dari Astrie ketika kontol Mr. Chen yg besar mulai memasuki lubang anusnya. Air mata mulai meleleh dari kedua mata Astrie. Perlu beberapa menit sampai seluruh kontol Mr. Chen masuk ke dalam lubang anus Astrie, dan kemudian Mr. Chen mulai memompa kontol nya keluar masuk lubang anus Astrie. Jeritan-jeritan sakit terdengar dari mulut Astrie, matanya kembali terpejam menahan sakit. Dua tamu wanita kemudian mendatangi Astrie dari kedua sisi. Salah satunya membawa vibrator yg cukup besar dan menyalakannya.

"Ziiing....." terdengar bunyi vibartor itu. Salah satu tamu wanita tersebut kemudian berjongkok disisi sebelah kiri Astrie dan memasukan vibrator tersebut ke dalam memek Astrie yg disertai erangan-erangan Astrie. Tamu wanita yg lainnya berjongkok disisi kanan Astrie dan mulai meraba-raba dan menciumi payudara Astrie yg bergantung bebas. Tubuh Astrie kembali terdorong ke depan, sehingga wajahnya kembali berada disebelah kuping kananku. Badan Astrie bergoyang hebat dikarenakan genjotan kontol Mr. Chen di lubang anusnya dan genjotan vibrator di memek nya. Erangan-erangan Astrie terdengar keras bersahut-sahutan dengan bunyi vibrator dan bel yg bergoyang keras di bibir atas memek nya. Erangan-erangan Astrie tidak lagi terdengar sebagai erangan kesakitan tapi telah berubah menjadi erangan kenikmatan. Tanpa disadarinya, Astrie mulai menciumi kuping dan leherku dan sesekali menggigit pelan leherku. Tidak butuh waktu lama untuk Astrie mencapai orgasmenya kembali, badannya mengejang hebat disertai lenguhan kecil ketika dia mencapai puncak orgasmenya. Namun Mr. Chen belum ada tanda-tanda bahwa Mr. Chen akan mencapai orgasmenya. 40 menit telah berlalu, Astrie telah berkali-kali mengalami orgasme, sampai akhirnya Mr. Chen memuntahkan seluruh spermanya didalam anus Astrie. Mr. Chen kemudian menarik kontol nya keluar dari lubang anus Astrie dan membimbing Astrie ke matras di tengah basement itu. Ternyata salah satu tamu pria Mr. Chen telah tidur terlentang di atas matras itu dengan keadaan telanjang bulat dan kontol besar yg mengacung ke atas. Mr. Chen membimbing Astrie menduduki kontol tersebut. Astrie cuma menurut saja apa yg dikehendaki Mr. Chen. Setelah kontol besar tamu Mr. Chen yg bernama Liem itu masuk seluruhnya ke dalam memek Astrie, Liem kemudian menarik kedua putting payudara Astrie sehingga posisi badan atas Astrie meniduri dada Liem. Liem lalu mencium bibir Astrie dengan ganas, dan aku melihat Astrie melayaninya. Lidah Astrie dan lidah Liem bertautan, mereka berciuman dengan ganasnya. Sementara itu Zhou yg juga sudah telanjang bulat mendekati pantat Astrie dari belakang, dan tanpa basa-basi memasukan kontol nya yg juga besar ke dalam lubang anus Astrie, sehingga sekarang posisi Astrie terjepit di antara tubuh Liem dan Zhou dengan 2 kontol menancap masing-masing di memek nya dan di anusnya.

Mata Astrie terlihat berbinar ketika Liem dan Zhou mulai memompa kontol nya masing-masing pada memek dan anus Astrie. Tidak ada lagi penolakan dari Astrie, bahkan Astrie turut menggoyang-goyangkan pinggulnya seirama dengan genjotan Liem dan Zhou.

"Lihat, istrimu mulai menikmati dan menerima statusnya yg baru sebagai budak seks. Saya harap kamu juga dapat menerimanya. Kamu tidak mau kan rekaman dvd istrimu tersebar di internet, lagipula aku lihat kamu juga mulai menikmatinya, lihat kontol kamu mulai membesar" bisik Mr. Chen kepadaku.

"Kamu menurut saja, dan kamu dapat mendapatkan impianmu selama ini, yaitu melihat istrimu dientot pria lain" lanjut Mr. Chen kepadaku.

Aku cuma mengangguk pelan. Terus terang melihat Astrie disandwich memek dan lobang pantat nya dimasukin kontol sekaligus oleh 2 laki-laki tua telah membangkitkan nafsu birahiku. Obat yg diberikan Mr. Chen kepadaku mulai memudar dan tubuhku mulai tidak lemas lagi, namun bukannya aku membantu Astrie melepaskan diri tapi aku malah menikmati adegan seks di depanku. Terasa lama sekali untuk Liem dan Zhou mencapai orgasmenya, namun sebaliknya sangat cepat sekali Astrie mengalami orgasme. Setelah Astrie mengalami orgasme berkali-kali, barulah Liem dan Zhou secara bersamaan memuntahkan spermanya masing-masing dalam memek dan anus Astrie. Selesai memuntahkan spermanya dalam anus dan memek Astrie, Liem dan Zhou segera digantikan oleh tamu pria yg lainnya. Kali ini giliran Lee dan satu tamu lainnya yg bernama Liam. Astrie diposisikan tiduran terlentang di atas tubuh gemuk Lee dengan kontol Lee yg menancap di anus Astrie, sedangkan Liam menancapkan kontol nya ke dalam memek Astrie dari atas. Lee dan Liam dengan segera menggenjot kontol nya masing-masing dengan kasar pada memek dan anus Astrie. Astrie terlihat kepayahan melayani nafsu Lee dan Liam. Kedua tangan Astrie bertumpu di dada Lee, kedua kakinya terbuka lebar memberikan akses seluas-luasnya bagi kontol Liam di memek nya. Sementara itu, ketiga tamu wanita yg semuanya telah telanjang bulat menyerbu kontol ku, mereka memelorotkan celana dan celana dalamku dan mulai menjilati kontol ku secara bergantian yg membuat nafsu birahiku semakin memuncak. Tanganku mulai berani meraba-raba payudara ketiga wanita tersebut. Astrie kadang-kadang terlihat memandang ke arahku yg sedang dioral seks oleh ketiga tamu wanita tersebut. Entah cemburu atau karena tidak mau kalah melihat aku menikmati service ketiga tamu wanita tersebut, Astrie kembali berkonsentrasi dengan persetubuhannya dengan Lee dan Liam. Tangan kanannya meraih belakang kepala Liam dan ditariknya kedepan dan Astrie menciumi bibir Liam dengan ganasnya.

Lidah Astrie terlihat bermain dengan lidah Liam, pinggul Astrie bergoyang makin hebat seakan-akan memberi semangat untuk Lee dan Liam agar menggenjot kontol nya masing-masing dengan semakin ganas ngentot memek dan lobang anus istriku. Orgasme demi orgasme melanda Astrie, sampai akhirnya Lee dan Liam menghabiskan seluruh spermanya dalam memek dan anus Astrie. Aku sendiripun telah mengalami orgasme, seluruh spermaku ditelan habis oleh ketiga tamu wanita tersebut. Setelah selesai menghabiskan seluruh spermaku, ketiga wanita tersebut bermain seks bertiga. Rupanya mereka adalah lesbian. Ketika aku bermaksud untuk ikut serta, secara halus mereka menolakku. Sementara itu Astrie masih melayani kelima pria tua di atas matras. Mereka secara bergantian atau bersama-sama ngentotin Astrie dengan berbagai macam gaya seks. Terkadang seluruh lubang yg ada di Astrie yaitu mulut, memek dan anus Astrie harus melayani kontol -kontol pria-pria tua tersebut secara bersamaan. Terlihat juga Astrie melayani kelima pria tua tersebut secara bersamaan. Astrie duduk di atas Mr. Chen yg berbaring terlentang dimatras dengan kontol Mr. Chen pada memek Astrie, sedangkan Liam asyik menggenjot anus Astrie dari belakang. Secara bersamaan mulut Astrie menjilati dan menghisap kontol Lee, sedangkan tangan kiri Astrie sibuk mengocok kontol Zhou dan tangan kanan Astrie sibuk mengocok kontol Liem. Terlihat suatu adegan yg fantastis di hadapanku, Astrie istriku yg cantik, berkulit putih dan mulus sibuk melayani 5 pria tua yg semuanya bertubuh gemuk dan berbulu lebat. Erangan-erangan mereka membahana di basement itu disertai bunyi bel kecil yg tergantung di bibir atas memek Astrie. Orgasme-orgasme silih berganti melanda mereka. Sudah banyak sekali sperma kelima pria tua itu memenuhi memek , lubang anus dan mulut Astrie. Bekas-bekas sperma nampak dibibir memek dan lubang anus Astrie, juga demikian di bibir mulut Astrie, namun mereka terus ngentot sepanjang malam itu sampai pagi menjelang ketika mereka semua kehabisan tenaga dan tidur bersama di basement itu dengan keadaan bugil telanjang bulat.

Hari sudah siang ketika Astrie dan kelima pria tua bangun, merekapun mandi bersama-sama. Ketiga tamu wanita sudah tidak nampak di villa, kelihatannya mereka sudah pulang duluan ke Jakarta. Tidak terasa sudah dari jumat malam aku dan Astrie berada di villa. Sekarang sudah hari minggu, namun tidak terlihat Mr. Chen dan 4 pria lainnya akan pulang ke Jakarta. Mereka masih asyik ngentotin budak seks barunya, yaitu Astrie istriku. Tidak henti-hentinya mereka ngentotin Astrie baik secara bergiliran maupun secara gangbang triple penetration ngentot kontol mereka dari memek, lobang pantat dan mulut istriku. Mereka ngentotin Astrie baik di ruang tengah, di ruang makan, di kolam renang, di jacuzzi maupun di kamar tidur. Aku melihat Astrie berusaha melayani nafsu binatang mereka dengan sebaik-baiknya. Terlihat sekali istriku sudah menerima status barunya sebagai budak seks. Meskipun terlihat sulit bagi Astrie untuk mengimbangi kemampuan seks kelima pria tua itu, namun Astrie terlihat mulai menikmatinya, terutama apabila Astrie di entot dengan gaya-gaya baru yg belum pernah dicobanya.

Gangbang Lobang Pantat, Memek Dan Mulut Istri Ku Dientot Rame-rame peju masuk memek istri binal nakal doyan kontol
Klik foto untuk memperbesar gambar

Kelima pria itu terus ngentotin Astrie sepanjang hari Minggu, Senin sampai hari Selasa, mereka cuma berhenti kalau saatnya makan dan tidur sebentar. Kagum aku melihat stamina kelima pria tua tersebut mengingat usia mereka semuanya sudah di atas 50 tahun. Kadang-kadang ketika mereka beristirahat sebentar, mereka mengijinkanku untuk dioral oleh Astrie, namun mereka tidak pernah ngajak ku untuk secara bersama-sama ngentotin Astrie. Hari Rabu pagi, mereka baru mengijinkan aku dan Astrie kembali ke Jakarta dengan instruksi bahwa cincin dan bel kecil di bibir atas memek Astrie tidak boleh dilepas, mulai sekarang Astrie cuma diperbolehkan memakai rok dengan tidak boleh memakai BH dan celana dalam, setiap hari Astrie harus meminum pil anti hamil yg diberikan oleh Mr. Chen, Astrie harus selalu mencukur bulu-bulu disekitar memek nya sehingga memek nya selalu mulus tanpa bulu sehelaipun, aku tidak boleh ngentotin Astrie, aku cuma boleh dioral saja oleh Astrie dan kapanpun Mr. Chen dan teman-temannya memanggil Astrie atau datang ke rumah kami, Astrie harus siap melayani. Apabila kami tidak menuruti maka dvd rekaman persetubuhan Astrie di villa tersebut akan tersebar di internet. Astrie cuma mengangguk tanda setuju mendengar instruksi Mr. Chen sedangkan aku cuma diam tanpa bisa berbuat apapun. Kamipun pulang ke Jakarta pada hari Rabu pagi itu dengan status baru istriku sebagai budak seks pemuas nafsu.
Gangbang Lobang Pantat, Memek Dan Mulut Istri Ku Dientot Rame-rame
Gangbang Lobang Pantat, Memek Dan Mulut Istri Ku Dientot Rame-rame, cerita seks , Gangbang Lobang Pantat, Memek Dan Mulut Istri Ku Dientot Rame-rame peju masuk memek istri binal nakal doyan kontol, kisah porno, kisah sex bokep, sex, Gangbang Lobang Pantat, Memek Dan Mulut Istri Ku Dientot Rame-rame

10
205

Tags cerita dewasa paling populer di blog ini: cerita seks, Cerita Dewasa, 17 Tahun, sex, Ngentot, Memek, Istri, selingkuh, Kontol, Entot, Mama, gangbang, tante, threesome, ABG, Binal, sexy, toket, payudara.
Aktifkan javascript lalu tekan F5, untuk membuka halaman
meng-klik link cerita secara normal
dan membuka gambar lebih besar.
Cerita dewasa seks terpanas, update setiap hari cerita terbaru Cerita seks dewasa ngentot memek isteri, perek, bispak.
http://cerita-dewasa-terpanas.blogspot.com