Gangbang threesome sekaligus di memek dan lobang pantat ku nikmat

Aku adalah gadis berusia 18 tahun. kawan-kawan mengatakan aku cantik, tinggi 170, kulit putih dengan rambut lurus sebahu. Aku termasuk populer diantara kawan-kawan, pokoknya 'gaul abis'. Namun demikian aku masih mampu menjaga kesucianku sampai.. Suatu saat aku dan enam orang kawan Susi (17), Sandra (19), Ray (21), Mano (21), Doni (22) dan Dendri (19). menghabiskan liburan dengan menginap di villa keluarga Dendri di Puncak.


Susi walaupun tidak terlalu tinggi (163) memiliki badan padat dengan kulit putih, sangat sexy apalagi dengan ukuran payudara 36b-nya, Susi telah berpacaran cukup lama dengan Ray. Diantara kami bertiga Sandra yang paling cantik, badan nya sangat proporsi tidak heran kalau sang pacar, Mano, sangat tergila-gila dengannya. Sementara aku, Dendri dan Doni masih 'jomblo'. Dendri yang berdarah India sebenarnya suka sama aku, dia lumayan ganteng cuma saja bulu-bulu dadanya yang lebat terkadang membuat aku ngeri, karenanya aku cuma menganggap dia tidak lebih dari sekedar teman.

Acara ke Puncak kami mulai dengan 'hang-out' disalah satu kafe terkenal di kota kami. Larut malam baru tiba di Puncak dan langsung menyerbu kamar tidur, kami semua tidur dikamar lantai atas. Udara dingin membuatku terbangun dan menyadari cuma Susi yang ada sementara Sandra entah kemana. Rasa haus membuatku beranjak menuju dapur untuk mengambil minum. Sewaktu melewati kamar belakang dilantai bawah, telingaku menangkap suara orang yang sedang bercakap-cakap. Kuintip dari celah pintu yang tidak tertutup rapat, ternyata Mano dan Sandra. Niat menegur mereka aku urungkan, karena kulihat mereka sedang berciuman, awalnya ciuman-ciuman lembut yang kemudian berubah menjadi lumatan-lumatan. Keingintahuan akan kelanjutan adegan itu menahan langkahku menuju dapur.

Adegan ciuman itu bertambah 'panas' mereka saling memagut dan berguling-gulingan, lidah Mano menjalar bagai bagai ular ketelinga dan leher sementara tangannya menyusup kedalam t-shirt meremas-remas payudara yang menyebabkan Sandra mendesah-desah, suaranya desahannya terdengar sangat sensual. Disibakkannya t-shirt Sandra dan lidahnya menjalar dan meliuk-liuk di putingnya, menghisap dan meremas-remas payudara Sandra. Setelah itu tangannya mulai merayap kebawah, mengelus-elus bagian sensitif yang tertutup g-string. Mano berusaha membuka penutup terakhir itu, tapi sepertinya Sandra keberatan. Lamat-lamat kudengan pembicaraan mereka.

"Jangan No" tolak Sandra.
"Kenapa sayang" tanya Mano.
"Aku belum pernah.. gituan"
"Makanya dicoba sayang" bujuk Mano.
"Takut No" Sandra beralasan.
"Ngga apa-apa kok" lanjut Mano membujuk
"Tapi No"
"Gini deh", potong Mano, "Aku cium aja, kalau kamu ngga suka kita berhenti"
"Janji ya No" sahut Sandra ingin meyakinkan.
"Janji" Mano meyakinkan Sandra.

Mano tidak membuang-buang waktu, ia membuka t-shirt dan celana pendeknya dan kembali menikmati bukit kenikmatan Sandra yang indah itu, perlahan mulutnya merayap makin kebawah.. kebawah.. dan kebawah. Ia mengecup-ngecup gundukan diantara paha sekaligus menarik turun g-string Sandra. Dengan hati-hati Mano membuka kedua paha Sandra dan mulai mengecup memek nya disertai jilatan-jilatan. badan Sandra bergetar merasakan lidah Mano.
"Agghh.. No.. oohh.. enakk.. No"

Mendengar desahan Sandra, Mano semakin menjadi-jadi, ia bahkan menghisap-hisap memek Sandra dan meremas-remas payudaranya dengan liar. Hentakan-hentakan birahi sepertinya telah menguasai Sandra, badan nya menggelinjang keras disertai desahan dan erangan yang tidak berkeputusan, tangannya mengusap-usap dan menarik-narik rambut Mano, seakan tidak ingin melepaskan kenikmatan yang ia rasakan.

Sandra semakin membuka lebar kedua kakinya agar memudahkan mulut Mano melahap memek nya. Kepalanya mengeleng kekiri-kekanan, tangannya menggapai-gapai, semua yang diraih dicengramnya kuat-kuat. Sandra sudah tenggelam dan setiap detik belalu semakin dlm ia menuju ke dasar lautan birahi. Mano tahu persis apa yang harus dilakukan selanjutnya, ia membuka CDnya dan merangkak naik keatas badan Sandra.

Mereka bergumul dlm ketelanjangan yang berbalut birahi. Sesekali Mano di atas sesekali dibawah disertai gerakan erotis pinggulnya, Sandra tidak tinggal diam ia melakukan juga yang sama. Kemaluan mereka saling beradu, menggesek, dan menekan-nekan. Melihat itu semua membuat degup jantung berdetak kencang dan bagian-bagian sensitif di badan ku mengeras.. Aku mulai terjangkit virus birahi mereka.
Mano kemudian mengangkat badan nya yang ditopang satu tangan, sementara tangan lain memegang kejantannya. Mano mengarahkan kontol nya keselah-selah paha Anggie. "Jangan No, katanya cuma cium aja" sergah Sandra.
"Rileks An" bujuk Mano, sambil mengosok-gosok ujung kontol nya di memek Sandra.
"Tapi.. No.. oohh.. aahh" protes Sandra tenggelam dlm desahannya sendiri.
"Nikmatin aja An"
"Ehh.. akkhh.. mpphh" Sandra semakin mendesah
"Gitu An.. rileks.. nanti lebih enak lagi"
"He eh No.. eesshh"
"Enak An..?"
"Ehh.. enaakk No"

Gangbang threesome sekaligus di memek dan lobang pantat ku nikmat, kontol gede masuk bool dan nonok
Klik foto untuk memperbesar gambar

Aku benar-benar ternganga dibuatnya. Seumur hidup belum pernah aku melihat milik pria yang sebenarnya, apalagi adegan 'live' seperti itu.
Tidak ada lagi protes apalagi penolakan cuma desahan kenikmatan Sandra yang terdengar.
"Aku masukin ya An" pertanyaan yang tidak membutuhkan jawaban.
Mano langsung menekan pinggulnya, ujung kontol nya tenggelam dlm memek Sandra.
"Aakhh.. No.. eengghh" erang Sandra cukup keras, membuat bulu-bulu dibadan ku meremang mendengarnya.
Mano lebih merunduk lagi dengan sikut menahan badan, perlahan pinggulnya bergerak turun naik serta mulutnya dengan rakus melumat payudara Sandra.
"Teruss.. Noo.. enak banget.. ohh.. isep yang kerass sayangg" Sandra meracau.
"Aku suka sekali payudara kamu An.. mmhh"
"Aku juga suka kamu isep No.. ahh" Sandra menyorongkan dadanya membuat Mano bertambah mudah melumatnya.
Bukan cuma Sandra yang terayun-ayun gelombang birahi, aku yang melihat semua itu turut hanyut dibuatnya. Tanpa sadar aku mulai meremas-remas payudara dan memainkan putingku sendiri, membuat mataku terpejam-pejam merasakan nikmatnya.
Mano tahu Sandra sudah pada situasi 'point of no return', ia merebahkan badannya menindih Sandra dan memeluknya seraya melumat mulut, leher dan telinga Sandra dan.. kulihat Mano menekan pinggulnya, dapat kubayangkan bagaimana kontol nya melesak masuk ke dlm lobang memek Sandra.
"Auuwww.. No.. sakiitt" jerit Sandra.
"Stop.. stop No"
"Rileks An.. supaya enak nanti" bujuk Mano, sambil terus menekan lebih dlm lagi.
"Sakit No.. pleasee.. jangan diterusin"

Terlambat.. seluruh kontol Mano telah terbenam di dlm lobang memek Sandra. Beberapa saat Mano tidak bergerak, ia mengecup-ngecup leher, pundak dan akhirnya payudara Sandra kembali jadi bulan-bulanan lidah dan mulutnya. Perlakuan Mano membuat birahi Sandra terusik kembali, ia mulai melenguh dan mendesah-desah, lama kelamaan semakin menjadi-jadi. Bagian belakang badan Mano yang mulai dari punggung, pinggang sampai buah pantatnya tak luput dari remasan-remasan tangan Sandra.
Mano memahami sekali keadaan Sandra, pinggulnya mulai digerakan memutar perlahan sekali tapi mulutnya bertambah ganas melahap gundukan daging Sandra yang dihiasi puting kecil kemerah-merahan.

"Uhh.. ohh.. No" desah kenikmatan Sandra, kakinya dibuka lebih melebar lagi.
Mano tidak menyia-nyiakan kesempatan ini dipercepat ritme gerakan pinggulnya.
"Agghh.. ohh.. terus Noo" Sandra meracau merasakan kontol Mano yang berputar-putar di memek nya, kepalanya tengadah dengan mata terpejam, pinggulnya turut bergoyang. Merasakan gerakannya mendapat respon Mano tidak ragu lagi untuk menarik-memasukan batang kemaluannya.
"Aaauugghh.. sshh.. Noo.. ohh.. Noo" Sandra tak kuasa lagi menahan luapan kenikmatan yang keluar begitu saya dari mulutnya.

Pinggul Mano yang turun naik dan kaki Sandra yang terbuka lebar membuat darahku berdesir, menimbulkan denyut-denyut di bagian sensitifku, kumasukan tangan kiri kebalik celana pendek dan CD. badan ku bergetar begitu jari-jemariku meraba-raba memek ku.
"Ssshh.. sshh" desisku tertahan manakala jari tengahku menyentuh bibir memek ku yang sudah basah, sesaat 'life show' Mano dan Sandra terlupakan. Kesadaranku kembali begitu mendengar pekikan Sandra.
"Adduuhh.. Noo.. nikmat sekalii" Sandra terbuai dlm birahinya yang menggebu-gebu.
"Nikmati An.. nikmati sepuas-puasnya"
"Ssshh.. ahh.. ohh.. ennaak Noo"
"Punya kamu enaakk sekalii An.. uugghh"
"Ohh.. Noo.. aku sayang kamu.. sshh" desah Sandra seraya memeluk, pujian Mano rupanya membuat Sandra lebih agresif, pantatnya bergoyang mengikuti irama hentakan-hentakan turun-naik pantat Mano.
"Enaak An.. terus goyang.. uhh.. eenngghh" merasakan goyangan Sandra Mano semakin mempercepat hujaman-hujaman kontol nya.
"Ahh.. aahh.. Noo.. teruss.. sayaang" pekik Sandra.
Semakin liar keduanya bergumul, keringat kenikmatan membanjir menyelimuti badan mereka.
"Noo.. tekan sayangg.. uuhh.. aku mau ke.. kelu.. aarrghh" erang Sandra.
Mano menekan pantatnya dlm-dlm dan badan keduanya pun mengejang. Gema erangan kenikmatan mereka memenuhi seantero kamar dan kemudian keduanya.. terkulai lemas.

Dikamar aku gelisah mengingat-ingat kejadian yang baru saja kulihat, bayang-bayang Mano lagi ngentot memek Sandra begitu menguasai pikiranku. Tak kuasa aku menahan tanganku untuk kembali mengusap-usap seluruh bagian sensitif di badan ku namun keberadaan Susi sangat mengganggu, menjelang ayam berkokok barulah mataku terpejam. dlm mimpi adegan itu muncul kembali cuma saja bukan Sandra yang sedang disebadan i Mano tetapi diriku.

Jam 10.00 pagi harinya kami jalan-jalan menghirup udara puncak, sekalian membeli makanan dan cemilan sementara Susi dan Ray menunggu villa. Belum lagi 15 menit meninggalkan villa perutku tiba-tiba mulas, aku mencoba untuk bertahan, tidak berhasil, bergegas aku kembali ke villa.
Selesai dari kamar mandi aku mencari Susi dan Ray, rupanya mereka sedang di ruang TV dlm keadaan.. bugil. Lagi-lagi aku mendapat suguhan 'live show' yang spektakuler. badan Susi setengah melonjor di sofa dengan kaki menapak kelantai, Ray berlutut dilantai dengan badan berada diantara kedua kaki Susi, Mulutnya mengulum-ngulum memek Susi, tak lama kemudian Ray meletakan kedua tungkai kaki Susi dibahunya dan kembali menyantap memek yang semakin terpampang dimukanya. Tak ayal lagi Susi sampe keliatan nikmat sekali diperlakukan seperti itu.
"Ssshh.. sshh.. aahh" desis Susi.
"Oohh.. Ray.. nikmat sekalii.. sayang"
"Gigit.. Ray.. pleasee.. gigitt"
"Auuwww.. pelan sayang gigitnyaa"

Melengkapi kenikmatan yang sedang melanda dirinya satu tangan Susi mencengkram kepala Ray, tangan lainnya meremas-remas payudara 36b-nya sendiri serta memilin putingnya.
Beberapa saat kemudian mereka berganti posisi, Susi yang berlutut di lantai, mulutnya mengulum kontol Ray, kepalanya turun naik, tangannya mengocok-ngocok batang kenikmatan itu, sekali-kali dijilatnya bagai menikmati es krim. Setiap gerakan kepala Susi sepertinya memberikan sensasi yang luar biasa bagi Ray.
"Aaahh.. aauugghh.. teruss sayangg" desah Ray.
"Ohh.. sayangg.. enakk sekalii"
Suara desahan dan erangan membuat Susi tambah bernafsu melumat kontol Ray.
"Ohh.. Susii.. ngga tahann.. masukin sayangg" pinta Ray.

Susi menyudahi lumatannya dan beranjak keatas, berlutut disofa dengan pinggul Ray berada diantara pahanya, tangannya menggapai batang kenikmatan Ray, diarahkan kemulut memek nya dan dibenamkan. "Aaagghh" keduanya melenguh panjang merasakan kenikmatan gesekan pada bagian sensitif mereka masing-masing. Dengan kedua tangan berpangku pada pahanya Susi mulai menggerakan pinggulnya mundur maju, karuan saja Ray mengeliat-geliat merasakan batangnya diurut-urut oleh memek Susi. Sebaliknya, milik Ray yang menegang keras dirasakan oleh Susi mengoyak-ngoyak dinding dan lorong kenikmatannya. Suara desahan, desisan dan lenguhan saling bersaut manakala kedua insan itu sedang dirasuk kenikmatan duniawi.
Tontonan itu membuat aku tidak dapat menahan keinginanku untuk meraba-raba2 sekujur badan ku, rasa gatal begitu merasuk kedalam memek ku. Kutinggalkan 'live show' bergegas menuju kamar, kulampiaskan birahiku dengan mengesek-gesekan bantal di memek ku. Merasa tidak puas kusingkap rok miniku, kuselipkan tanganku kedalam CD-ku membelai-belai bulu-bulu tipis di permukaan memek ku dan.. akhirnya menyentuh itil ku.

"Aaahh.. sshh.. eehh" desahku merasakan nikmatnya elusan-elusanku sendiri, jariku merayap tak terkendali ke bibir memek ku, membuka belahannya dan bermain-main ditempat yang mulai basah dengan cairan pelancar, manakala kenikmatan semakin membalut diriku tiba-tiba pintu terbuka.. Susi! masih dengan pakaian kusut menerobos masuk, untung aku masih memeluk bantal, sehingga kegiatan tanganku tidak terlihat olehnya.
"Ehh Ver.. kok ada disini, bukannya tadi ikut yang lain?" sapa Susi terkejut.

"Iya Si.. balik lagi.. perut mules"
"Aku suruh Ray beli obat ya"
"Ngga usah Si.. udah baikan kok"
"Yakin Ver?"
"Iya ngga apa-apa kok" jawabku meyakinkan Susi yang kemudian kembali ke ruang tengah setelah mengambil yang dibutuhkannya. Sirna sudah birahiku karena rasa kaget.
Malam harinya selesai makan kami semua berkumpul diruang tengah, Dendri langsung memutar VCD X-2. Adegan demi adegan di film mempengaruhi kami, terutama kawan-kawan pria, mereka kelihatan gelisah. Film masih setengah main Susi dan Ray menghilang, tak lama kemudian disusul oleh Sandra dan Mano. Tinggal aku, Doni dan Dendri, kami duduk dilantai bersandar pada sofa, aku di tengah. Melihat adegan film yang bertambah panas membuat birahiku terusik. Rasa gatal menyeruak dimemek ku mengelitik sekujur badan dan setiap detik berlalu semakin memuncak saja, aku jadi salah tingkah. Doni yang pertama melihat kegelisahanku.

"Kenapa Ver, gelisah banget horny ya" tegurnya bercanda.
"Ngga lagi, ngaco kamu Don" sanggahku.
"Kalau horny bilang aja Ver.. hehehe.. kan ada kita-kita" Dendri menimpali.
"Rese' nih berdua, nonton aja tuh" sanggahku lagi menahan malu.
Doni tidak begitu saja menerima sanggahanku, diantara kami ia paling tinggi jam terbangnya sudah tentu ia tahu persis apa yang sedang aku rasakan. Doni tidak menyia-nyiakannya, bahuku dipeluknya seperti biasa ia lakukan, seakan tanpa tendensi apa-apa.
"Santai Ver, kalau horny enjoy aja, gak usah malu.. itu artinya kamu normal" bisik Doni sambil meremas pundakku.
Remasan dan terpaan nafas Doni saat berbisik menyebabkan semua bulu-bulu di badan ku meremang, tanpa terasa tanganku meremas ujung rok. Doni menarik tanganku meletakan dipahanya ditekan sambil diremasnya, tak ayal lagi tanganku jadi meremas pahanya.
"Remas aja paha aku Ver daripada rok" bisik Doni lagi.
Kalau sedang bercanda jangankan paha, pantatnya yang 'geboy' saja kadang aku remas tanpa rasa apapun, kali ini merasakan paha Doni dlm remasanku membuat darahku berdesir keras.

"Ngga usah malu Ver, santai aja" lanjutnya lagi.
Entah karena bujukannya atau aku sendiri yang menginginkan, tidak jelas, yang pasti tanganku tidak beranjak dari pahanya dan setiap ada adegan yang 'wow' kuremas pahanya. Merasa mendapat angin, Doni melepaskan rangkulannya dan memindahkan tangannya di atas pahaku, awalnya masih dekat dengkul lama kelamaan makin naik, setiap gerakan tangannya membuatku merinding.
Entah bagaimana mulainya tanpa kusadari tangan Doni sudah berada dipaha dalamku, tangannya mengelus-elus dengan halus, ingin menepis, tapi, rasa geli-geli enak yang timbul begitu kuatnya, membuatku membiarkan kenakalan tangan Doni yang semakin menjadi-jadi.
"Ver gue suka deh liat leher sama pundak kamu" bisik Doni seraya mengecup pundakku.
Aku yang sudah terbuai elusannya karuan saja tambah menjadi-jadi dengan ciumannya itu.

"Jangan Don" namun aku berusaha menolak.
"Kenapa Ver, cuma pundak aja kan" tanpa perduli penolakanku Doni tetap saja mengecup, bahkan semakin naik keleher, disini aku tidak lagi berusaha 'jaim'.
"Don.. ahh" desahku tak tertahan lagi.
"Enjoy aja Ver" bisik Doni lagi, sambil mengecup dan menjilat daun telingaku.
"Ohh Don" aku sudah tidak mampu lagi menahan, semua rasa yang terpendam sejak melihat 'live show' dan film, perlahan merayapi lagi badan ku.
Aku cuma mampu tengadah merasakan kenikmatan mulut Doni di leher dan telingaku. Dendri yang sedari tadi asik nonton melihatku seperti itu tidak tinggal diam, ia pun mulai turut melakukan hal yang sama. Pundak, leher dan telinga sebelah kiriku jadi sasaran mulutnya.
Melihat aku sudah pasrah mereka semakin agresif. Tangan Doni semakin naik hingga akhirnya menyentuh memek ku yang masih terbalut CD. Elusan-elusan di memek ku, remasan Dendri di payudaraku dan kehangatan mulut mereka dileherku membuat magma birahiku menggelegak sejadi-jadinya.
"Agghh.. Donnn.. Drii.. ohh.. sshh" desahanku bertambah keras.

Dendri menyingkap tank-top dan braku bukit kenyal 34b-ku menyembul, langsung dilahapnya dengan rakus. Doni juga beraksi memasukan tangannya kedalam CD meraba-raba memek ku yang sudah basah oleh cairan pelicin. Aku jadi tak terkendali dengan serangan mereka badan ku bergelinjang keras.
"Emmhh.. aahh.. ohh.. aagghh" desahanku berganti menjadi erangan-erangan.
Mereka melucuti seluruh penutup badan ku, badan polosku dibaringkan dilantai beralas karpet dan mereka pun kembali menjarahnya. Dendri melumat bibirku dengan bernafsu lidahnya menerobos kedalam mulutku, lidah kami saling beraut, mengait dan menghisap dengan liarnya. Sementara Doni menjilat-jilat pahaku lama kelamaan semakin naik.. naik.. dan akhirnya sampai di memek ku, lidahnya bergerak-gerak liar di klitorisku, bersamaan dengan itu Dendri pun sudah melumat payudaraku, putingku yang kemerah-merahan jadi bulan-bulanan bibir dan lidahnya.
Diperlakukan seperti itu membuatku kehilangan kesadaran, badan ku bagai terbang diawang- awang, terlena dibawah kenikmatan hisapan-hisapan mereka. Bahkan aku mulai berani punggung Dendri kuremas-remas, kujambak rambutnya dan merengek-rengek meminta mereka untuk tidak berhenti melakukannya.
"Aaahh.. Donnn.. Drii.. teruss.. sshh.. enakk sekalii"

"Nikmatin Ver.. nanti bakal lebih lagi" bisik Dendri seraya menjilat dlm-dlm telingaku.
Mendengar kata 'lebih lagi' aku seperti tersihir, menjadi hiperaktif pinggul kuangkat-angkat, ingin Doni melakukan lebih dari sekedar menjilat, ia memahami, disantapnya memek ku dengan menyedot-nyedot gundukan daging yang semakin basah oleh ludahnya dan cairanku. Tidak berapa lama kemudian aku merasakan kenikmatan itu semakin memuncak, badan ku menegang, kupeluk Dendri-yang sedang menikmati puting susu-dengan kuatnya.
"Aaagghh.. Tonn.. Drii.. akuu.. oohh" jeritku keras, dan merasakan hentak-hentakan kenikmatan didalam memek ku. badan ku melemas.. lungai.
Doni dan Dendri menyudahi 'hidangan' pembukanya, dibiarkan badan ku beristirahat dlm kepolosan, sambil memejamkan mata kuingat-ingat apa yang baru saja kualami. Permainan Dendri di payudara dan Doni di memek ku yang menyebarkan kenikmatan yang belum pernah kualami sebelumnya, dan hal itu telah kembali menimbulkan getar-getar birahi diseluruh badan ku. Aku semakin tenggelam saja dlm bayang-bayang yang menghanyutkan, dan tiba-tiba kurasakan hembusan nafas ditelingaku dan rasa tidak asing lagi.. hangat basah.. Ahh.. bibir dan lidah Dendri mulai lagi, tapi kali ini badan ku seperti di gelitiki ribuan semut, ternyata Dendri sudah polos dan bulu-bulu lebat di tangan dan dadanya menggelitiki badan ku. Begitupun Doni sudah bugil, ia membuka kedua pahaku lebar-lebar dengan kepala sudah berada diantaranya.

Mataku terpejam, aku sadar betul apa yang akan terjadi, kali ini mereka akan menjadikan badan ku sebagai 'hidangan' utama. Ada rasa kuatir dan takut tapi juga menantikan kelanjutannya dengan berdebar. Begitu kurasakan mulut Doni yang berpengalaman mulai beraksi.. hilang sudah rasa kekuatiran dan ketakutanku. Gairahku bangkit merasakan lidah Doni menjalar dibibir memek ku, ditambah lagi Dendri yang dengan lahapnya menghisap-hisap putingku membuat badan ku mengeliat-geliat merasakan geli dan nikmat dikedua titik sensitif badan ku.
"Aaahh.. Dooonnn.. Drii.. nngghh.. aaghh" rintihku tak tertahankan lagi.

Doni kemudian mengganjal pinggulku dengan bantal sofa sehingga pantatku menjadi terangkat, lalu kembali lidahnya bermain dimemek ku. Kali ini ujung lidahnya sampai masuk kedalam liang kenikmatanku, bergerak-gerak liar diantara kemaluan dan pantat , seluruh badan ku bagai tersengat aliran listrik aku hilang kendali. Aku merintih, mendesah bahkan menjerit-jerit merasakan kenikmatan yang tiada taranya. Lalu kurasakan sesuatu yang hangat keras berada dibibirku.. kontol Dendri! Aku mengeleng-gelengkan kepala menolak keinginannya, tapi Dendri tidak menggubrisnya ia malah manahan kepalaku dengan tangannya agar tidak bergerak.

"Jilat.. Ver" perintahnya tegas.
Aku tidak lagi bisa menolak, kujilat batangnya yang besar dan sudah keras membatu itu, Dendri mendesah-desah merasakan jilatanku.
"Aaahh.. Verr.. jilat terus.. nngghh" desah Dendri.
"Jilat kepalanya Ver" aku menuruti permintaannya yang tak mungkin kutolak.
Lama kelamaan aku mulai terbiasa dan dapat merasakan juga enaknya menjilat-jilat batang kontol itu, lidahku berputar dikepala kemaluannya membuat Dendri mendesis desis.
"Ssshh.. nikmat sekali Verr.. isep sayangg.. isep" pintanya diselah-selah desisannya.
Aku tak tahu harus berbuat bagaimana, kuikuti saja apa yg pernah kulihat di film, kepala kontol nya pertama-tama kumasukan kedalam mulut, Dendri meringis.

"Jangan pake gigi Ver.. isep aja" protesnya, kucoba lagi, kali ini Dendri mendesis nikmat.
"Ya.. gitu sayang.. sshh.. enak.. Ver"
Melihat Dendri saat itu membuatku turut larut dlm kenikmatannya, apalagi ketika sebagian kontol nya melesak masuk menyentuh langit-langit mulutku, belum lagi kenakalan lidah Doni yang tiada henti-hentinya menggerayangi setiap sudut memek ku. Aku semakin terombang-ambing dlm gelombang samudra birahi yang melanda badan ku, aku bahkan tidak malu lagi mengocok-ngocok kontol Dendri yang separuhnya berada dlm mulutku.
Beberapa saat kemudian Dendri mempercepat gerakan pinggulnya dan menekan lebih dlm batang kemaluannya, tanganku tak mampu menahan laju masuknya kedalam mulutku. Aku menjadi gelagapan, ku geleng-gelengkan kepalaku hendak melepaskan benda panjang itu tapi malah berakibat sebaliknya, gelengan kepalaku membuat kemaluannya seperti dikocok-kocok. Dendri bertambah beringas mengeluar-masukan batangnya dan..
"Aaagghh.. nikmatt.. Verr.. aku.. kkeelluaarr" jerit Dendri, air maninya menyembur-nyembur keras didalam mulutku membuatku tersedak, sebagian meluncur ke tenggorokanku sebagian lagi tercecer keluar dari mulutku.

Aku sampai terbatuk-batuk dan meludah-ludah membuang sisa yang masih ada dimulutku. Doni tidak kuhiraukan aku langsung duduk bersandar menutup dadaku dengan bantal sofa.
"Gila Dendri.. kira-kira dong" celetukku sambil bersungut-sungut.
"Sorry Ver.. ngga tahan.. abis isepan kamu enak banget" jawab Dendri dengan tersenyum.
"Udah Ver jangan marah, kamu masih baru nanti lama lama juga bakal suka" sela Doni seraya mengambilkan aku minum dan membersihkan sisa air mani dari mulutku.

Doni benar, aku sebenarnya tadi menikmati sekali, apalagi melihat mimik Dendri saat akan keluar cuma saja semburannya yang membuatku kaget. Doni membujuk dan memelukku dengan lembut sehingga kekesalanku segera surut. Dikecupnya keningku, hidungku dan bibirku. Kelembutan perlakuannya membuatku lupa dengan kejadian tadi. ciuman dibibir berubah menjadi lumatan-lumatan dan jilatan yang semakin memanas kami pun saling memagut, lidah Doni menerobos mulutku meliuk-liuk bagai ular, aku terpancing untuk membalasnya. Ohh.. sungguh luar biasa permainan lidahnya, leher dan telingaku kembali menjadi sasarannya membuatku sulit menahan desahan-desahan kenikmatan yang begitu saja meluncur keluar dari mulutku.
Doni merebahkan badan ku kembali dilantai beralas karpet, kali ini dadaku dilahapnya puting yang satu dihisap-hisap satunya lagi dipilin-pilin oleh jari-jarinya. Dari dada kiriku tangannya melesat turun ke memek ku, dielus-elusnya kelentit dan bibir memek ku. badan ku langsung mengeliat-geliat merasakan kenakalan jari-jari Doni.

"Ooohh.. mmppff.. ngghh.. sshh" desisku tak tertahan.
"Teruss.. Donn.. aakkhh"
Aku menjadi lebih menggila waktu Doni mulai memainkan lagi lidahnya di memek ku, seakan kurang lengkap kenikmatan yang kurasakan, kedua tanganku meremas-remas payudaraku sendiri.
"Ssshh.. nikmat Donnn.. mmpphh" desahanku semakin menjadi-jadi.

Tak lama kemudian Doni merayap naik keatas badan ku, aku berdebar menanti apa yang akan terjadi. Doni membuka lebih lebar kedua kakiku, dan kemudian kurasakan ujung kontol nya menyentuh mulut memek ku yang sudah basah oleh cairan cinta.
"Aauugghh.. Donn.. pelann" jeritku lirih, saat kepala kontol nya melesak masuk kedalam lobang memek ku.
Doni menghentikan dorongannya, sesaat ia mendiamkan kepala kemaluannya dlm kehangatan liang memek ku. Kemudian-masih sebatas ujungnya-secara perlahan ia mulai memundur-majukannya. Sesuatu yang aneh segera saja menjalar dari gesekan itu keseluruh badan ku. Rasa geli, enak dan entah apalagi berbaur dibadan ku membuat pinggulku mengeliat-geliat mengikuti tusukan-tusukan Doni.
"Ooohh.. Donnn.. sshh.. aahh.. enakk Donnnnn" desahku lirih.
Aku benar-benar tenggelam dlm kenikmatan yang luar biasa akibat gesekan-gesekan di mulut memek ku. Mataku terpejam-pejam kadang kugigit bibir bawahku seraya mendesis.

"Enak.. Ver" tanya Doni berbisik.
"He ehh Doonnn.. oohh enakk.. Donnn.. sshh"
"Nikmatin Ver.. nanti lebih enak lagi" bisiknya lagi.
"Ooohh.. Donnn.. ngghh"
Doni terus mengayunkan pinggulnya turun-naik-tetap sebatas ujung kontol nya-dengan ritme yang semakin cepat. Selagi aku terayun-ayun dlm buaian birahi, tiba-tiba Doni menekan kontol nya lebih dlm membelah memek ku.
"Auuhh.. sakitt Donnn" jeritku saat kontol nya merobek selaput daraku, rasanya seperti tersayat silet, Doni menghentikan tekanannya.
"Pertama sedikit sakit Ver.. nanti juga hilang kok sakitnya" bisik Doni seraya menjilat dan menghisap telingaku.
Entah bujukannya atau karena geliat liar lidahnya, yang pasti aku mulai merasakan nikmatnya milik Doni yang keras dan hangat didalam lobang memek ku.

Doni kemudian menekan lebih dlm lagi, membenamkan seluruh batang kemaluannya dan mengeluar-masukannya. Gesekan kontol nya di lobang memek ku menimbulkan sensasi yang luar biasa! Setiap entotan  dan tarikan kontol nya membuatku menggelepar-gelepar.
"Ssshh.. ohh.. ahh.. enakk Donnn.. empphh" desahku tak tertahan.
"Ohh.. Verr.. enak banget punya kamu.. oohh" puji Doni diantara lenguhannya.
"Agghh.. terus Donnn.. teruss" aku meracau tak karuan merasakan nikmatnya hujaman-hujaman kontol Doni di memek ku.
Peluh-peluh birahi mulai menetes membasahi badan . Jeritan, desahan dan lenguhan mewarnai pergumulan kami. Menit demi menit kontol Doni menebar kenikmatan dibadan ku. Magma birahi semakin menggelegak sampai akhirnya badan ku tak lagi mampu menahan letupannya.
"Donii.. oohh.. tekan Donnn.. agghh.. nikmat sekali Donnn" jeritan dan erangan panjang terlepas dari mulutku.

badan ku mengejang, kupeluk Doni erat-erat, magma birahiku meledak, mengeluarkan cairan kenikmatan yang membanjiri relung-relung memek ku.
badan ku terkulai lemas, tapi itu tidak berlangsung lama. Beberapa menit kemudian Doni mulai lagi memacu gairahku, hisapan dan remasan didadaku serta pinggulnya yang berputar kembali membangkitkan birahiku. Lagi-lagi badan ku dibuat mengelepar-gelepar terayun dlm kenikmatan duniawi. badan ku dibolak-balik bagai daging panggang, setiap posisi memberikan sensasi yang berbeda. Entah berapa kali memek ku berdenyut-denyut mencapai klimaks tapi Doni sepertinya belum ingin berhenti menjarah badan ku. Selagi posisiku di atas Doni, Dendri yang sedari tadi cuma menonton serta merta menghampiri kami, dengan berlutut ia memelukku dari belakang. Leherku dipagutnya seraya kedua tangannya memainkan buah dadaku. Apalagi ketika tangannya mulai bermain-main diklitorisku membuatku menjadi tambah meradang.

Kutengadahkan kepalaku bersandar pada pundak Dendri, mulutku yang tak henti-hentinya mengeluarkan desahan dan lenguhan langsung dilumatnya. Pagutan Dendri kubalas, kami saling melumat, menghisap dan bertukar lidah. Pinggulku semakin bergoyang berputar, mundur dan maju dengan liarnya. Aku begitu menginginkan kontol Doni mengaduk-aduk seluruh isi lobang memek ku yang meminta lebih dan lebih lagi.
"Aaargghh.. Verr.. enak banget.. terus Ver.. goyang terus" erang Doni.
Erangan Doni membuat gejolak birahiku semakin menjadi-jadi, kuremas buah dadaku sendiri yang ditinggalkan tangan Dendri.. Ohh aku sungguh menikmati semua ini.

Dendri yang merasa kurang puas meminta merubah posisi. Doni duduk disofa dengan kaki menjulur dilantai, Akupun merangkak kearah batang kemaluannya.
"Isep Ver" pinta Doni, segera kulumat kontol nya dengan rakus.
"Ooohh.. enak Ver.. isep terus"
Bersamaan dengan itu kurasakan Dendri menggesek-gesek bibir memek ku dengan kepala kontol nya. badan ku bergetar hebat, saat batang kemaluan Dendri-yang satu setengah kali lebih besar dari milik Doni-dengan perlahan menyeruak menembus bibir memek ku dan terbenam didalamnya. Tusukan-tusukan kontol Dendri serasa membakar badan , birahiku kembali menggeliat keras. Aku menjadi sangat binal merasakan sensasi erotis dua batang kontol didalam badan ku. Batang kemaluan Doni kulumat dengan sangat bernafsu. Kesadaranku hilang sudah naluriku yang menuntun melakukan semua itu.

Gangbang threesome sekaligus di memek dan lobang pantat ku nikmat bertiga, kontol gede masuk bool dan nonok
Klik foto untuk memperbesar gambar

"Verr.. terus Verr.. gue ngga tahan lagi.. Aaarrgghh" erang Doni.
Aku tahu Doni akan segera menumpahkan cairan kenikmatannya dimulutku, aku lebih siap kali ini. Selang berapa saat kurasakan semburan-semburan hangat sperma Doni.
"Aaagghh.. nikmat banget Verr.. isep teruss.. telan Verr" jerit Doni, lagi-lagi naluriku menuntun agar aku mengikuti permintaan Doni, kuhisap kontol ya yang menyemburkan cairan hangat dan.. kutelan cairan itu. Aneh! Entah karena rasanya, atau sensasi sexual karena melihat Doni yang mencapai klimaks, yang pasti aku sangat menyukai cairan itu. Kulumat terus itu hingga tetes terakhir dan benda keras itu mengecil.. lemas.
Doni beranjak meninggalkan aku dan Dendri, sepeninggal Doni aku merasa ada yang kurang. Ahh.. ternyata dikerjai dua pria jauh lebih mengasikkan buatku. Namun hujaman-hujaman kemaluan Dendri yang begitu bernafsu dlm posisi 'doggy' dapat membuatku kembali merintih-rintih. Apalagi ditambah dengan elusan-elusan Ibu jarinya dipantat ku. Bukan cuma itu, setelah diludahi Dendri bahkan memasukan Ibu jarinya ke lobang pantat ku. Sodokan-sodokan dimemek ku dan Ibu jarinya dilobang pantat membuatku mengerang-erang.

"Ssshh.. engghh.. yang keras Drii.. mmpphh"
"Enak banget Drii.. aahh.. oohh"
Mendengar eranganku Dendri tambah bersemangat menggedor kedua lobangku, Ibu jarinya kurasakan tambah dlm menembus pantat ku, membuatku tambah lupa daratan.
Sedang asiknya menikmati, Dendri mencabut kontol dan Ibu jarinya.
"Dendrii.. kenapa dicabutt kontolnya" protesku.
"Masukin kontol lagi Dri.. pleasee" pintaku menghiba.

Sebagai jawaban aku cuma merasakan ludah Dendri berceceran di lobang pantat ku, tapi kali ini lebih banyak. Aku masih belum mengerti apa yang akan dilakukannya. Saat Andi mulai menggosok kepala kontol nya dilobang pantat baru aku sadar apa yang akan dilakukannya.
"Dendrii.. pleasee.. jangan di entot bool aku" aku menghiba meminta Dendri jangan melakukannya.
Dendri tidak menggubris, tetap saja digosok-gosokannya, ada rasa geli-geli enak kala ia melakukan hal itu. Dibantu dengan sodokan jarinya di memek ku hilang sudah protesku. Tiba-tiba kurasakan kepala kemaluannya sudah menembus pantat ku. Perlahan namun pasti, sedikit demi sedikit batang kenikmatannya membelah pantat ku dan tenggelam habis didalamnya.
"Aduhh sakitt Drii.. akhh..!" keluhku pasrah karena rasanya mustahil menghentikan Dendri.
"Rileks Ver.. seperti tadi, nanti juga hilang sakitnya" bujuknya seraya mencium punggung dan satu tangannya lagi mengelus-elus klitorisku.
Separuh badan ku yang tengkurap disofa sedikit membantuku, dengan begitu memudahkan aku untuk mencengram dan mengigit bantal sofa untuk mengurangi rasa sakit. Berangsur-angsur rasa sakit itu hilang, aku bahkan mulai menyukai batang keras Dendri yang menyodok-nyodok pantat ku. Perlahan-lahan perasaan nikmat mulai menjalar disekujur badan ku.

"Aaahh.. aauuhh.. oohh Drii" erang-erangan birahiku mewarnai setiap sodokan kontol Dendri yang besar itu.
Dendri dengan buasnya menghentak-hentakan pinggulnya. Semakin keras Dendri menghujamkan kontol ya semakin aku terbuai dlm kenikmatan.
Doni yang sudah pulih dari 'istirahat'nya tidak ingin cuma menonton, ia kembali bergabung. Membayangkan akan dijarah lagi oleh mereka menaikan tensi gairah sex ku. Atas inisiatif Doni kami pindah kekamar tidur, jantungku berdebar-debar menanti permainan mereka. Doni merebahkan diri terlentang ditempat tidur dengan kepala beralas bantal, badan ku ditarik menindihinya.

Sambil melumat mulutku-yang segera kubalas dengan bernafsu-ia membuka lebar selangkangan ku dan langsung menancapkan kontolnya kedalam memek ku. Dendri yang berada dibelakang membuka belahan pantat ku dan meludahi lobang pantat ku. Menyadari apa yang akan mereka lakukan menimbulkan getaran birahi yang tak terkendali dibadan ku. Sensasi sex yang luar bisa hebat kurasakan saat kontol mereka yang keras mengaduk-aduk lobang memek dan pantat ku. entotan kontol mereka secara bersamaan di memek dan lobang bool ku memberi kenikmatan seks threesome yang bikin aku jadi horny berat.

Dendri yang sudah lelah berlutut meminta merubah posisi, ia mengambil posisi tiduran, badan ku terlentang diatasnya, kontol nya tetap berada didalam lobang pantat ku. Doni langsung membuka lebar-lebar kakiku dan menghujamkan kontol nya di memek ku yang terpampang menganga dengan kasar nya membuat ku nikmat sekali. Posisi seks threesome ini membuat birahi ku semakin menggila, karena bukan cuma kedua lobangku yang digarap mereka tapi juga payudara ku dihisap digigit, dijilat dan diremas mereka, andai saja ada kontol lain lagi untuk entot mulutku sekalian...

sensasi sex ngentot gangbang threesome bertiga masuk memek lobang pantat entot mulut ku sekalian
Klik foto untuk memperbesar gambar

bayangan ini malam membuatku makin menjadi cewek binal yang haus seks.. Dendri dengan mudahnya memagut leherku dan satu tangannya meremas buah dadaku, Doni melengkapinya dengan menghisap puting payudara ku satunya. Aku sudah tidak mampu lagi menahan deraan kenikmatan demi kenikmatan seks yang menghantam sekujur badan ku.

entotan kontol Doni yang semakin ganas dan cepat dibarengi entotan kontol Dendri, sungguh tak terlukiskan sensasi seks nya. Hingga akhirnya kurasakan sesuatu didalam memek ku akan meledak, keliaran tubuh ku menjadi-jadi.
"Aaagghh.. ouuhh.. Donnn.. Drii.. tekaann" jerit dan erangku tak karuan.
Dan tak berapa lama kemudian badan ku serasa melayang, kucengram pinggul Doni kuat-kuat, kutarik agar kontolnya lebih menghujam keras dimemek ku, seketika semuanya menjadi gelap pekat. Jeritanku, lenguhan dan erangan mereka menjadi satu.
"Aduuhh.. Donnn.. Drii.. nikmat sekalii"
"Aaarrghh.. Verr.. enakk bangeett"

Keduanya menekan dlm-dlm milik mereka, peju hangat menyembur hampir bersamaan dikedua lobang di memek dan lobang pantat ku. badan ku bergetar keras didera kenikmatan yang amat sangat dahsyat, badan ku mengejang berbarengan dengan hentakan-hentakan dimemek ku dan akhirnya kami.. terkulai lemas.
Sepanjang malam tak henti-hentinya kami mengayuh kenikmatan demi kenikmatan sampai akhirnya badan kami tidak lagi mampu mendayung. Kami terhempas kedalam mimpi dengan senyum kepuasan. Dihari-hari berikutnya bukan cuma Dendri dan Doni yang memberikan kepuasan, tapi juga pria-pria lain yang aku sukai. Tapi aku tidak pernah bisa meraih kenikmatan bila cuma dengan satu pria.. aku baru akan mencapai kepuasan bila 'dijarah' oleh dua atau tiga pria sekaligus.
Gangbang threesome sekaligus di memek dan lobang pantat ku nikmat
Gangbang threesome sekaligus di memek dan lobang pantat ku nikmat, cerita seks , Gangbang threesome sekaligus di memek dan lobang pantat ku nikmat, kontol gede masuk bool dan nonok, kisah porno, kisah sex bokep, sex, Gangbang threesome sekaligus di memek dan lobang pantat ku nikmat

10
205

Tags cerita dewasa paling populer di blog ini: cerita seks, Cerita Dewasa, 17 Tahun, sex, Ngentot, Memek, Istri, selingkuh, Kontol, Entot, Mama, gangbang, tante, threesome, ABG, Binal, sexy, toket, payudara.
Aktifkan javascript lalu tekan F5, untuk membuka halaman
meng-klik link cerita secara normal
dan membuka gambar lebih besar.
Cerita dewasa seks terpanas, update setiap hari cerita terbaru Cerita seks dewasa ngentot memek isteri, perek, bispak.
http://cerita-dewasa-terpanas.blogspot.com