Keperjakaanku diberikan kepada memek tante susan

Aku adalah seorang siswa SMU swasta di sebuah kota X, nama aku adalah Endy dan aku saat ini berumur 17 tahun. aku mempunyai suatu kebiasaan untuk melakukan onani, yah mungkin satu kali untuk satu hari. aku mempunyai seorang teman, bisa dikatakan dia merupakan teman aku yang terbaik, krn hampir setiap hari kita selalu bersama.

aku memang sering main ke rumahnya dan tentu saja, aku sering berjumpa dengan mamanya. Dapat dikatakan mamanya saat ini kira-kira berusia 35 tahun, tetapi tubuhnya terlihat bagaikan seorang cewek yang berusia 20 tahunan. Yah montok dan padat sekali dan aku memanggil mamanya Tante Susan. Tentu saja aku sering melakukan onani dengan mengkhayalkan mama kawanku ini.

Suatu hari, kita bersama teman-teman sekolah lainnya akan melaksanakan pesta barbeque dan tempat kita berkumpul merupakan rumah dari kawanku ini. krn masih menunggu teman kita yang belum hadir, maka aku bermain di rumah kawanku ini dengan permainan dadu dengan yang lainnya. Mungkin krn kebetulan aku melempar dadunya terlalu kuat, maka dadu itu jatuh ke arah kamar mama temanku.
Lalu dengan malas dan ogah-ogahan, aku bangkit untuk mengambil dadunya. Tetapi saat akan mengambil dadunya, aku melihat suatu pemandangan yang membuat aku sangat terangsang.

aku melihat Tante Susan cuma memakai celana dalamnya saja, langsung saja kontol ku konak dan aku segera berjalan keluar sambil berusaha menenangkan diri. Sambil bermain dadu kembali, aku mengkhayalkan bentuk badan Tante Susan yang membuatku sangat terangsang. Tetapi sesaat kemudian, Tante Susan keluar dari kamarnya. Dengan serempak, kita memanggilnya dengan panggilan Tante, tetapi aku tidak berani untuk menatapnya, yah mungkin krn aku malu dan agak sedikit takut mengingat kejadian tadi. krn temanku sudah memanggil, maka kita menyudahi permainan dadu kita dan kita mulai bergerak ke luar rumah. Sesaat sampai di luar rumah, aku melihat Tante Susan sedang berdiri sambil memandang ke arahku, lalu dia menyuruhku untuk menemaninya ke rumahnya yang lain untuk sekedar mengambil barang bekas. Dengan gugup aku menjawab dengan jawaban "Ya", lalu Tante Susan mengambil kunci rumahnya dan kita pun berangkat.

Sambil mengikutinya dari belakang, aku memperhatikan goyangan pinggulnya dan tentu saja saat ini aku sudah sangat ingin melakukan masturbasi, tetapi krn belum memiliki kesempatan, maka aku diam saja sambil mengkhayalkan sedang bersetubuh dengan Tante Susan. Sesampainya di rumah tersebut, aku melihat rumah tersebut sudah lama tidak dihuni, mungkin saja krn Tante Susan baru saja pindah ke rumah baru. Kemudian kita pun masuk ke dalam. Dengan hati-hati aku memperhatikan sekeliling rumah tersebut. Memang agak berdebu tetapi masih terlihat kalau rumah tersebut rapi. Sesampainya di ruang tengah rumah tersebut, Tante Susan bertanya kepadaku, "Apa yang kamu lihat waktu kamu mengambil dadu yang terjatuh itu tadi..?" Dengan terkejut aku menjawab, "aku tidak melihat apa-apa, Tante..." Lalu Tante Susan berkata, "Kamu jangan bohong, nanti aku laporkan bahwa kamu berbuat yang tidak senonoh pada Tante.." Dengan terbata-bata, aku menjawab bahwa aku melihat Tante sedang ganti baju, tetapi aku tidak melihatnya dengan jelas.

Lalu Tante Susan bertanya lagi, "Apakah kamu ingin melihatnya sekali lagi..?" Seperti mendapat durian runtuh, maka aku menjawab, "Kalo Tante Susan mengijinkan, aku mau Tante." Sesaat Tante Susan diam, lalu dia menyuruh aku untuk mendekat. Dengan hati-hati, maka aku mendekat padanya, lalu Tante Susan menarik tangan aku dan mencium bibir aku. Tentu saja aku balas dengan ciuman kembali, sedangkan kedua tangan aku diam saja krn sesungguhnya aku dalam keadaan yang sangat tegang. Berbeda dengan tangan Tante Susan, tangannya mulai memegang kejantanan aku dan satunya lagi mulai meremas pantat aku. Kemudian Tante Susan mulai membuka resluiting celana aku dan mulai mengocok kontol ku. aku merasakan kenikmatan krn tangan Tante Susan sangat lembut dan sangat berpengalaman. krn terbawa perasaan nikmatnya, mata aku mulai tertutup dan mulai menikmati permainan Tante Susan. Belum berlangsung lama permainan kita, Tante Susan menghentikan permainannya, tentu saja hal ini membuat aku keheranan. Lalu aku mulai berani menatapnya dan aku bertanya kepadanya, "Tante, bolehkah aku memegang toket Tante..?" Sambil sedikit tersenyum, Tante Susan berkata, "Terserah kamu sayang..." Lalu tangan aku mulai meraba toket Tante, tetapi aku merabanya dari luar saja krn masih tertutup oleh baju dah BH-nya. krn merasa kurang puas, maka aku bertanya lagi, "Tante, bolekah aku membuka baju tante..?" Dengan sedikit kesal, Tante Susan menjawab, "Kamu boleh melakukan semua yang ingin kamu lakukan, badan aku sekarang ini adalah milikmu sepenuhnya."

Dengan terbata-bata aku menjawab, "Terima kasih Tante..." Lalu Tante Susan berkata lagi, "Panggil aku Susan saja, tidak usah lagi sebutkan Tantenya." Lalu aku menjawab, "Ya, Tante.., eh, maksud aku Susan." Permainan terus berlanjut, aku mulai membuka kancing baju Tante Susan. Terlihatlah dua bukit kembar yang indah sekali, mungkin ukurannya sekitar 36C. Lalu aku mulai meremas dan mencium toket Tante Susan dan Tante Susan mulai merasakan kenikmatan dan mengeluarkan suara desahan. "Uuhhh... ahhh..," aku mulai membuka ikatan BH-nya dan menyembullah toket nya. Dengan liar bibir aku mulai menghisap toket yang di sebelah kanan, sedangkan tangan aku meremas dengan keras toket nya yang di sebelah kiri. aku terus menghisap puting toket Tante Susan kurang lebih 5 menit lamanya. Kemudian aku melepaskannya dan aku melihat putingnya sudah berwarna kemerah-merahan agak hitam. Kemudian Tante Susan mulai turun dan berjongkok di hadapan kontol ku. Dengan cepat dia menurunkan celana jeans aku sekaligus dengan celana dalam aku, lalu dia pun membuka mulutnya dan memasukkan kontol ku ke mulutnya. Hal ini membuat aku terkejut, kemudian Tante Susan mulai menghisap kontol ku dan memainkannya di dalam mulutnya yang membuat aku lupa diri. Tangan aku mulai menjambak rambut Tante Susan dan kaki aku mulai menjinjit krn aku merasakan kenikmatan yang hebat.

Kurang lebih 10 menit kemudian, aku merasakan ada yang mendesak keluar seperti saat aku sedang melakukan masturbasi dan aku mulai mengerang, "Aduh, Susan... aku sampai nih, uh... uhhh... uuuhhh..." Dan Tante Susan mulai mempercepat permainannya dan akhirnya aku mengeluarkan cairan peju aku di dalam mulutnya Tante Susan. aku merasakan Tante Susan menghisap habis seluruh peju aku dan menelannya. Dalam sisa-sisa kenikmatan, aku melihat Tante Susan bangkit dan mencium bibir aku, yang tentu saja aku balas dengan ciuman yang hangat dan liar. cuma dalam hitungan beberapa detik, Tante Susan menekan kepala aku dan aku pun mengerti apa yang diinginkan Tante Susan. aku mulai berjongkok dan Tante Susan berganti posisi dengan tubuhnya bersandar pada dinding rumah. Dengan perlahan aku menurunkan celana Tante, lalu aku melihat CD warna biru langitnya Tante Susan dengan segunduk daging yang menonjol di antara kakinya, selain itu aku juga melihat CD-nya mulai basah oleh cairan memek nya. Tante Susan berkata kepada aku, "Endy, cepat dong... Tante sudah nggak tahan nih..." Dengan tenang aku menjawab, "Iya Susan..," dan aku mulai memeloroti CD-nya. aku melihat rambut memek Tante Susan yang sungguh subur tetapi terawat dengan rapi. Sejujurnya, aku sungguh tidak menyangka keindahan alat kelamin cewek ini berbeda dengan yang pernah aku lihat di film-film blue bahkan sangat berbeda.

Dengan perlahan-lahan aku mulai menyapu memek Tante Susan dengan lidah aku. Sesudah rambut nonok nya basah oleh air liur aku, aku mulai memasukkan lidah aku di antara memek nya dan aku menemukan itil nya. Dengan lidah aku, aku mulai menjilati biji tersebut, hal ini membuat Tante Susan mengerang keenakan. "Endy.. terus.. Tante merasa nikmat sekali.. ah... ah... uhhh..." desahnya. krn merasakan Tante Susan yang mulai terangsang, maka aku mempercepat jilatan aku pada bijian tersebut kurang lebih 6 menit Tante Susan menjerit sambil memegang dan menjambak rambut aku. "Uhhh... Tante sampai nihhh... ayo terus Ndyyy... ah... ehmmm... nikmat sekali." Lalu aku melepaskan permainan lidah aku dan aku melanjutkan dengan tangan aku yang mulai menggosok dan mengocok memek Tante Susan krn aku merasa jijik untuk menghisap air kemaluan cewek tetapi dengan cepat Tante menarik kepalaku dan mengarahkannya kembali ke memek nya. krn ingin memuaskan Tante Susan, maka aku mulai memainkan lidah aku di memek Tante Susan. Akhirnya Tante mengejang dan berteriak, "Ahh... ahhh... auuu... ehmmm... aku sampai.. terus Ndyyy... uhh... ahhh... aahhh..." aku merasakan ada cairan yang keluar dari memek Tante, maka aku menghisap seluruh cairan tersebut sampai kering dan kemudian aku menelannya. krn melihat Tante Susan sedang merasakan sisa-sisa kenikmatannya maka aku bangkit dan mencium bibirnya, sedangkan tangan aku meremas toket nya.

Lalu Tante Susan membuka matanya dan tersenyum nakal sambil berkata, "Endy, kamu kurang ajar sekali, bahkan dengan mama kawan baikmu pun kamu berani berbuat begitu." Dengan terkejut aku berkata, "Tapi Tante, aku tidak bermaksud begitu, kan tante yang..." Belum selesai aku berkata Tante Susan memotongnya dan berkata, "aku tahu kamu tidak bermaksud begitu tapi kamu sudah melakukannya jadi ya… nggak apa-apa deh... tante suka dengan permainan kamu. Lain kali kamu harus melakukannya dengan Tante lagi. Kalo tidak.. Tante akan laporkan kamu sama yang lainnya!" Lalu aku tersenyum dan berkata, "Tante nakal sekali, aku sampai terkejut, tapi Tante jangan khawatir, lain kali aku akan melayani Tante lagi, aku janji Susan." "Kamu harus ingat janji kamu yah... sekarang kita harus berpakaian kembali, lalu kamu kembali ke teman kamu... kan kamu mau barbeque kan..?"kata Tante Susan kemudian yang sempat membuatku terkejut seperti sadar kembali kalau kita sudah meninggalkan acara pesta. Dengan cepat aku mulai membetulkan pakaian aku dan merapikan rambut aku sambil bertanya kepada Tante Susan, "Tante.., kita sudah pergi berapa lama sih..? Kalo ketahuan gimana, Tante..?" Dengan tenang Tante menjawab, "Kamu jangan khawatir, Tante akan mengaturnya supaya aman." Lalu kita pun kembali ke rumah Tante Susan yang baru meskipun dalan hatiku masih ada sedikit keraguan.

Sesampainya disana, Tante berkata bahwa kita membongkar seluruh rumah untuk mencari kunci lemarinya sehingga memerlukan waktu setengah jam. Sambil bernafas lega, aku menoleh ke arah Tante Susan dan melihatnya tertawa, sungguh menggoda sekali. Beginilah awal kisahku dengan Tante Susan yang merupakan mama dari kawan baikku. Di pesta barbeque bersama temanku, aku merasa sangat tidak tenang bahkan terasa ada yang ingin dikeluarkan. Akhirnya aku pun melakukan masturbasi di kamar mandi, tentu saja sambil mengkhayalkan Tante Susan. Dalam hati aku tentu saja sangat ingin untuk melakukannya dengan Tante Susan, tetapi yah... Hari ini sudah lewat 2 minggu sejak kejadian di malam pesta barbeque itu. aku sendiri sudah tidak sabar dan frekuensi onani aku malah semakin meningkat, bahkan bisa tiga kali dalam satu hari. Tetapi siang harinya, ketika baru pulang dari sekolah, sesampai di rumah dan duduk di kursi sambil melepas sepatu, aku menggerutu, "Aduh, hari ini kok panas sekali..."Tetapi tiba-tiba aku mendengar pembantu aku berteriak, "Mas Endy ada telpon tuh..!" Lalu sambil malas-malasan aku bangkit dan mengambil telepon sambil menjawab, "Halo..?" "Ini Endy yah..?" tanya orang lawan bicara aku. aku jawab, "Iya, disana siapa yah..?" "Kamu udah lupa yah ama aku..?" dengan logat memancing.

krn merasa dipermainkan, aku mulai emosi dan menjawab, "Disana siapa sih kalo nggak mo bilang lagi aku tutup teleponnya nih..!""Kok marah sih..? Nanti tante laporkan kamu lho dan nggak tante kasih kamu kenikmatan lagi." kata lawan bicara aku lagi. Mendengar kata-katanya yang terakhir tadi, aku jadi teringat dengan kejadian beberapa hari yang lalu dan aku langsung menjawab lagi, "Oh, ini Tante Susan yah..? Sori Tante gua lagi nggak mood nih... Tante sih main-main aja..." Lalu Tante Susan berkata "Nggak mood yah..? Jadi sama Tante juga nggak mood dong..? Tadinya Tante mo ajak kamu ke rumah Tante nih, abisnya lagi sepi nih… tapi nggak jadi deh.." Dengan cepat aku memotong, "Bentar dulu Tante, kalo Tante sih gua jadi mood lagi nih, emang teman aku (maksudnya anak Tante Susan yang menjadi teman baik aku) nggak ada di rumah yah..?" "Kamu tenang aja deh... pokoknya dari sekarang (saat itu jam 12:30) sampe nanti sore jam 5 kita aman deh… jadi datang nggak..?" tanya Tante Susan. Tentu saja aku menjawab, "Jadi dong Tante.. bentar lagi aku kesana Tante, Tante tunggu yah..!" Setelah itu, aku segera menutup teleponnya seperti tidak ingin menyia-nyiakan waktu. Kemudian aku segera berlari ke kamar dan ganti baju, terus segera keluar rumah menuju rumah Tante Susan, krn dari rumahku ke rumah Tante Susan memerlukan waktu sekitar 15 menit jalan kaki.

krn ingin cepat tiba disana, maka aku naik angkot (angkutan umum perkotaan) saja. Sesampainya di rumah Tante Susan, aku segera memutar ke belakang krn lewat pintu samping rumah Tante Susan lebih aman dan sepi. Kemudian dengan perlahan aku mengetuk pintu dan terdengar Tante Susan menjawab, "Iya, bentar..." lalu Tante Susan membuka pintu dan mempersilakan aku masuk.Di depan aku, Tante Susan berpakaian kaos oblong dan celana pendek putih. Berpenampilan seperti itu tentu saja sama dengan menampakkan BH dan CD-nya yang berwarna hitam secara sengaja kepada aku. Dalam pikiran aku mungkin Tante Susan sengaja membuat aku terangsang, tetapi aku berusaha tetap tenang, yah.. stay cool deh pokoknya.

Setelah itu, Tante Susan menyuruh aku mengikutinya dan aku pun berjalan. Tetapi begitu melihat pinggulnya yang bergoyang, aku tidak tahan lagi, segera aku menarik Tante Susan dan menciumnya. Tante Susan pun segera membalas ciumanku dan tangan aku segera bergerak untuk membuka bajunya. Bersamaan dengan itu, Tante Susan berkata, "Jangan di sini dong sayang..!" "Dimana Tante..?" tanya aku. "Di kamar Tante aja..." kata Tante Susan. Lalu aku pun segera menarik tangan Tante Susan dan berkata, "Jadi, tunggu apa lagi Tante..?" Setelah sampai di kamar Tante Susan, aku segera Sementara itu tangan aku segera bergerak aktif untuk meremas buah dada Tante Susan. Tiba-tiba Tante Susan mendorongku dan dengan terkejut aku bangkit, tetapi kemudian Tante Susan segera menarikku dan naik di atas tubuhku sehingga posisi aku sekarang adalah Tante Susan di atas badan aku. aku segera membuka baju Tante Susan sehingga tampaklah buah dadanya yang masih dibungkus oleh BH hitamnya. Saat itu Tante Susan menunduk sehingga sekarang buah dadanya tampak di depan mataku dengan sangat jelas. Untuk menghemat waktu dan krn memang aku juga sudah sangat terangsang, maka aku segera melumat toket Tante Susan dan melepas BH hitamnya. "Aduh enak sekali, ahhh... uh... sttt..." desahnya yang menandakan Tante Susan sudah terangsang.

krn sudah terangsang maka Tante Susan segera melepas baju dan celana aku, sehingga aku cuma tinggal memakai CD saja. Kemudian aku berguling ke samping sehingga posisi aku sekarang di atas Tante Susan, lalu aku segera merangkak turun dan melepas celananya sehingga tampaklah pemandangan di depan wajah aku sebuah surga kenikmatan yang masih terbungkus oleh kain hitam. Tanpa menunggu aba-aba darinya, aku langsung melepaskan CD-nya Tante Susan dan tampaklah memek Tante Susan yang terawat dengan rapi. Sungguh sangat indah dan berbeda dengan yang pertama kali aku lihat dulu. Dengan perlahan aku menjilati permukaan vaginanya dan Tante Susan pun segera mengerang. "Aduh, nikmat sekali... sungguh... geli tapi... ahhh... uhhh... terus Endy..." Segera aku menaikkan permainan aku sehingga tidak lama kemudian Tante Susan pun menjerit, "Aduh aku sampai Ndyyy... segera keluar... ahhh..." Lalu aku segera menghisap bijian di memek Tante Susan sehingga saat cairan memek Tante Susan keluar, segera aku hisap habis dan menelannya. Dalam sisa kenikmatannya, Tante Susan berkata, "Endy... biarkan Tante Susan istirahat yah..? Nanti Tante Susan baru melanjutkannya kembali." aku segera menjawab, "Iya Tante..." Setelah beristirahat 15 menit, Tante Susan mulai bangkit dan segera melepas CD aku.

Tampaklah kontol ku yang masih dalam posisi setengah ngaceng. Tante Susan segera memasukkan peler ku ke dalam mulutnya dan menjilatinya. Di dalam mulut Tante Susan, kontol ku segera mengeras hingga dalam posisi yang siap tempur. Tante Susan sungguh sangat berpengalaman dalam menjilati kejantanan pria yang dengan cara menghisap dan kadang-kadang mengigitnya dengan perlahan. Hal ini membuatku sangat terangsang. krn sudah tidak tahan lagi, maka aku segera menarik badan Tante Susan ke atas dan dan membalikkannya. "Tante Susan, aku sudah tidak tahan lagi, sekarang aku masukkan kontol ku ke memek Tante ya?" tanya aku yang sudah merasa sangat terangsang. Tante Susan menjawab, "Terserah kamu Ndyy.., tapi hati-hati yah soalnya punya tante udah lama nih nggak digunakan.." Dengan pelan dan hati-hati aku mengarahkan kepala kontol ku ke dalam lobang memek Tante. Kepala kontol ku mulai menyentuh bibir memek Tante Susan, lalu aku menekannya sehingga kepala kontol ku sudah terbenam ke dalam memek nya. Tante Susan segera menjerit, "Aduh... sakit sekali... pelan-pelan Ndy..."Tetapi aku sudah tidak perduli lagi, aku segera melanjutkan aksi aku dengan menekan kemaluaan aku lebih dalam lagi dan kepala kontol ku juga mulai terasa perih krn ini adalah pertama kali aku ngentot cewek.

aku tetap menekan batang kontol ku sehingga tidak lama kemudian, seluruh kontol ku sudah terbenam dalam memek Tante Susan. Tante Susan lalu mengerang, "Aduh sakit sekali... biarkan tetap di dalam Endy, aduh... ahhh... ehmmm... uh..." Setelah terdiam hampir 5 menit, aku segera menggoyang pinggul aku dengan naik turun secara berirama dan Tante Susan pun mengimbanginya dengan goyangan pinggulnya yang membuat aku merasa sangat keenakan. Tante Susan tiba-tiba mengerang secara tidak jelas, "Aduh... sakit sekali, tapi enak sekali, terus Endy..." aku sudah tidak memperdulikan Tante Susan dan cuma terus memacu kontol ku untuk mencapai kenikmatan. Tidak lama kemudian, setelah 10 menit, aku mendengar Tante Susan menjerit kembali, "Aduh... aku sampai Ndyyy... akan segera keluar nih..." aku menjawabnya, "Sebentar lagi Susan, sebentar lagi... aku juga hampir sampai nih..." Tidak lama, Tante Susan tiba-tiba mengejang dan aku merasakan ada cairan hangat di dalam memek Tante Susan dan Tante Susan mengerang lagi, "Aduh... ahhh... aku sampai Endy... nikmat sekali..." Tidak sampai disitu, selang beberapa detik, aku merasa juga ada yang mendesak keluar dari kontol ku dan akan segera meledak. Rupanya aku juga telah mencapai kenikmatan dunia, sehingga orgasme dan aku menjerit, "aku sampai Tante eh... ahhh... nikmat sekali" Lalu aku segera jatuh dan berbaring di samping badan Tante Susan sambil merasakan sisa kenikmatan yang telah kita capai berdua. Setelah beristirahat, kita melakukannya lagi 3 kali dalam tempo yang cepat. Tante Susan dan aku sama-sama mencapai puncak kenikmatan 3 kali.

Keperjakaanku diberikan kepada memek tante susan, cerita seks dewasa sedarah, tante ngewe kontol
Klik foto untuk memperbesar gambar

Setelah mandi dan pikiran kita sudah tidak terpengaruh nafsu lagi, Tante Susan berkata padaku, "Tante Susan minta maaf Endy... tadi Tante Susan telah merenggut keperjakaan kamu... sungguh Tante Susan minta maaf.." Tetapi aku segera berkata, "Tidak apa-apa Tante, aku rela kok menyerahkannya pada Tante, sungguh aku sangat menyukai permainan tadi. Tapi Tante Susan harus janji kalo Tante Susan lain kali harus memberikan kenikmatan sex yang sama lagi kepadaku..!" Sambil tersenyum, Tante Susan berkata, "Iya... Tante sangat senang dengan permainan tadi, Tante janji, Tante bersedia melayani kamu lagi, tapi kamu juga harus membuat Tante merasa keenakan seperti tadi.." dan aku mengiyakannya. Hubungan kita hampir berlangsung selama 2 tahun, tetapi kita melakukannya dengan cara-cara yang tradisional. aku maupun Tante Susan tidak menyukai gaya-gaya yang terlalu berani seperti ngewe doggy style maupun yang lainnya. Hubungan kita sekarang meskipun belum diputuskan berakhir, tetapi kita hampir tidak pernah berjumpa lagi, krn aku sudah melanjutkan kuliah di luar kota yang tentu saja dengan anaknya Tante Susan. Hubungan aku dengan Tante Susan sampai sekarang tetap menjadi rahasia kecil kita. Jika aku liburan dan pulang ke kampung halaman aku, Tante Susan selalu meminta bagiannya dan aku pun dengan senang hati melayani hasrat seks nya..
Keperjakaanku diberikan kepada memek tante susan
Keperjakaanku diberikan kepada memek tante susan, cerita seks , Keperjakaanku diberikan kepada memek tante susan, cerita seks dewasa sedarah, tante ngewe kontol, kisah porno, kisah sex bokep, sex, Keperjakaanku diberikan kepada memek tante susan

10
205

Tags cerita dewasa paling populer di blog ini: cerita seks, Cerita Dewasa, 17 Tahun, sex, Ngentot, Memek, Istri, selingkuh, Kontol, Entot, Mama, gangbang, tante, threesome, ABG, Binal, sexy, toket, payudara.
Aktifkan javascript lalu tekan F5, untuk membuka halaman
meng-klik link cerita secara normal
dan membuka gambar lebih besar.
Cerita dewasa seks terpanas, update setiap hari cerita terbaru Cerita seks dewasa ngentot memek isteri, perek, bispak.
http://cerita-dewasa-terpanas.blogspot.com