Memek aku dan memek kakak dientot kontol Om ku

Kejadiannya berawal dari suatu siang kira-kira setengah tahun setelah meninggalnya tante Lusi. Saat itu sekolahku dipulangkan sebelum waktu biasanya. Semua murid dipulangkan pada jam 9 pagi krn para pengajar mengadakan rapat untuk persiapan ujian. Aku yang selalu disiplin tidak pernah bermain sebelum pulang dan ganti pakaian. Begitu sekolah dibubarkan aku langsung pulang ke rumah yang jaraknya kira-kira 3 km dengan naik angkutan kota.

Sesampainya di rumah aku heran krn pintu rumah tidak terkunci tetapi tidak ada orang. Padahal tadi pagi sebelum berangkat kak Bella bilang kalau sekolahnya libur selama 6 hari krn minggu tenang. Aku menduga pasti kak Bella sedang belajar di kamar menjelang ujian yang akan diadakan minggu depan. krn takut mengganggu Om yang mungkin sedang tidur aku berjalan pelan-pelan melintasi ruang tengah langsung ke kamarku dan kak Bella yang ada bagian belakang.

Aku kaget saat mendengar suara mencurigakan terdengar dari kamarku yang setengah terbuka. Kudengar suara kak Bella mengerang-ngerang disertai suara seperti berkecipak. Dengan langkah mengendap-endap kudekati pintu kamarku dan mengintip melalui pintu yang setengah terbuka. Astaga!! Aku benar-benar kaget!! Ternyata di kamarku ada kak Bella dan Om. Yang lebih mengejutkan, pakaian keduanya sudah berantakan. Saat itu pakaian bagian atas kak Bella sudah terbuka sama sekali, begitu pula dengan Om Sandy. Keduanya sedang bergumul di atas tempat tidur yang biasa kugunakan tidur dengan kak Bella. Om cuma mengenakan sarung dan satu-satunya kain yang menutupi badan kak Bella hanyalah celana dalam saja.

Apa yang kulihat benar-benar membuat hatiku tercekat. Kulihat Om dengan rakus melumat, menjilat dan menggigit dengan gemas toket kak Bella kanan dan kiri berganti-ganti, sementara tangan kak Bella meremas-remas rambut Om yang sudah mulai memutih. Kepala kak Bella bergoyang-goyang sambil terus mengerang. Begitu pula dengan Om yang dengan lahap terus menjilat dan menghisap kedua toket kak Bella secara bergantian.

Aku yang mengintip perbuatan mereka menjadi panas dingin dibuatnya. badanku gemetar dan lututku lemas. Hampir saja kepalaku terbentur daun pintu saat aku berusaha melihat apa yang mereka perbuat lebih jelas. Tak lama kemudian kulihat Om menarik satu-satunya pembungkus yang melekat di badan kak Bella dan melemparkannya ke lantai. Kini badan kak Bella sudah telanjang bulat di bawah dekapan badan Omku yang kelihatan masih berotot walau usianya sudah kepala lima.

Erangan kak Bella semakin keras saat kulihat wajah Om menyuruk ke selangkangan kak Bella yang terbuka. Tangan kak Bella yang memegang kepala Om kulihat semakin kuat menekan ke arah memek nya yang sedang diciumi Om. Aku yang baru kali ini melihat pemandangan seperti itu menjadi terangsang. Aku membayangkan seolah-olah badanku yang sedang digumuli Om.

Kedua kaki kak Bella melingkar di leher Om. Suara napas Om terdengar sangat keras seperti kerbau. kak Bella semakin keras mengerang dan badannya kulihat melonjak-lonjak saat kulihat wajah Om menggesek-gesek bagian selangkangan kak Bella. Beberapa saat kemudian badan kak Bella mulai melemas dan terdiam.

Kemudian kulihat Om melepas sarungnya. Dan astaga! Kulihat batang kontol Om yang sangat besar dan berwarna coklat kehitaman mengacung tegak menantang langit. Om langsung mengangkangi wajah kak Bella dan mengosek-ngosekan kontol yang dipeganginya ke wajah kak Bella.

kak Bella yang masih lemas kulihat mulai memegang batang kontol Om dan menjulurkan lidahnya menjilati batang kontol itu. Om pun kembali menyurukkan wajahnya ke arah selangkangan kak Bella. Kini posisi mereka sungguh lucu. Mereka saling menjilati selangkangan lawan dengan posisi terbalik.

Om yang mengangkangi wajah kak Bella menjilati selangkangan kak Bella yang telentang dengan lutut tertekuk dan paha terbuka. badanku mulai meriang. memek ku terasa gatal seolah-olah membayangkan kalau memek ku sedang diciumi Om. Tanpa sadar tanganku bergerak ke arah memek ku sendiri dan mulai menggaruk-garuk.

Kejadian yang kulihat berikutnya membuat hatiku semakin mencelos. Setelah puas saling menciumi selangkangan masing-masing lawan, badan Om berbalik lagi sejajar dengan kak Bella. Mereka saling berhadap-hadapan dengan badan Om menindih kak Bella.

Kemudian kulihat Om menempatkan diri di antara kedua paha kak Bella yang mengangkang. Lalu dengan memegang kontol Om menggosok-gosokkan ujung kontol ke selangkangan kak Bella. Kulihat kepala kak mendongak-dongak ke atas dengan kedua tangan meremas-remas toket nya sendiri saat Om mendorong pantatnya dan menekan ke arah selangkangan kak Bella. Mereka terdiam beberapa saat ketika badan mereka pada bagian kelamin saling lengket satu sama lain.

kak Bella mulai merintih dan mengerang saat Om mulai memompa pantatnya maju-mundur dengan mantap. Kulihat pantat kak Bella bergerak mengayun menyambut setiap dorongan pantat Om. Dan setiap kali tulang memek kak Bella dan Om beradu selalu terdengar seperti suara tepukan. Suara deritan dipan tidurku pun semakin nyaring terdengar mengiringi irama gerakan mereka.

badan kak Bella menggelepar-gelepar semakin liar. Kepalanya pun semakin liar bergerak ke kanan dan kekiri, mulutnya tak henti-hentinya mengerang. Akhirya kudengar kak Bella merintih panjang disertai badannya yang tersentak-sentak, pantatnya terangkat menyambut dorongan pantat Om. Lalu beberapa detik kemudian badan kak Bella mulai melemas, tangannya terlempar melebar ke samping kanan-kiri badannya dan matanya terpejam.

Om lalu menarik pantatnya dan kulihat dari arah ku yang persis di samping kirinya, batang kontol Om yang hitam kecoklatan masih kencang. Kemudian Om menarik badan kak Bella agar merangkak di kasur. Dengan bertumpu pada lututnya, Om menempatkan diri di belakang pantat kak Bella yang menungging. Om memegang kontol dan mengarahkannya ke belahan pantat kak Bella.

Kulihat kepala kak Bella terangkat saat Om mulai mendorong pantatnya. Kembali kulihat pantat Om mengayun dari depan ke belakang dengan posisi kak Bella merangkak dan Om berlutut di belakang pantat kak Bella. Batang kontol Om kelihatan dari tempatku berdiri saat Om menarik pantatnya dan hilang dari penglihatanku saat ia mendorong pantatnya. Aku yang mengintip menjadi tidak tahan lagi. Tanganku secara refleks mulai menyusup kedalam celana dalam memegang memek ku dan meremas-remasnya. memek ku mulai basah oleh cairan. Jari tangahku kutekankan pada daerah sensitifku dan kugerakkan memutar.

Kudengar Om mulai menggeram. Tangannya meremas toket kak Bella yang berayun-ayun seirama dengan dorongan pantat Om yang menyodok-nyodok kak Bella. Gerakan Om semakin cepat dan geramannya semakin keras. kak Bella pun mengimbangi gerakan ayunan pantat Om dengan memutar-mutar pantatnya. Gerakan mereka semakin liar. Derit dipan kayu pun kudengar semakin keras. Lalu keduanya merintih panjang.

badan keduanya yang menyatu mengejat-ngejat. Kepala keduanya seolah-olah terhantam sesuatu hingga mendongak ke atas. Lalu badan Om ambruk dan menindih kak Bella yang ambruk tengkurap di kasur. Aku pun merasa ada sesuatu yang meledakdi bawah perutku. badanku seperti melayang dan akhirnya aku merasa lemas.

Aku yang takut ketahuan melihat perbuatan keduanya segera berjingkat-jingkat dan keluar rumah pergi ke rumah Rina sahabat paling eratku di kelas. Aku baru pulang setelah jam 13.30 saat aku biasa pulang.

Sampai di rumah aku pura-pura bersikap seperti biasa. Aku bersikap seolah-olah tidak mengetahui perbuatan kak Bella dan Om tadi pagi. Selama beberapa hari itu pikiranku selalu terganggu dengan bayangan apa yang dilakukan kak Bella dengan Omku di kamarku ini.

Aku sudah mulai dapat melupakan kejadian yang kulihat antara kak Bella dengan Omku krn kesibukanku mempersiapkan ujian. Begitu ujian selesai aku mendapatkan liburan sambil menunggu pengumuman. Saat itu waktuku lebih banyak kuluangkan di rumah membersihkan rumah dan menyetrika serta membantu kak Bella memasak.

Suatu hari, aku harus berada sendirian di rumah dengan Om. kak Bella mengikuti acara darma wisata ke Selecta yang diadakan sekolahnya sebagai acara perpisahan. kak Bella sudah berangkat saat pagi-pagi buta. Aku yang sedang libur harus menggantikan kak Bella menyiapkan sarapan buat Om. Setelah membuat minuman teh untukku dan satu cangkir khusus untuk Om aku segera menyapu halaman.

Aku menyempatkan diri meminum tehku sebelum pergi ke kamar mandi. Teh yang kuminum rasanya agak lain, tapi aku tidak begitu curiga. Saat mandi itulah aku merasa ada yang agak aneh dengan badanku. badanku terasa panas dan jantungku berdebar-debar. Rasa aneh menyergapku. memek ku terasa berdenyut-denyut dan ada rasa aneh menyerbu diriku. badanku terasa gerah sekali.

Kusiram seluruh badanku dengan air dingin agar rasa gerahku hilang. Apa yang kulakukan ternyata cukup menolong. badanku merasa segar sekali. Lalu kigosok seluruh badanku dengan sabun. Rasa aneh itu kembali menyerang diriku, apalagi saat aku menyabuni daerah selangkanganku yang baru mulai ditumbuhi rambut satu-satu. Aku merasa ada dorongan birahi yang begitu kencang. Aku tidak tahu mengapa ini terjadi. Tiba-tiba anganku melayang pada apa yang kulihat beberapa hari yang lalu saat kak Bella dan Om Marto bergumul di kamarku.

Cepat-cepat kubuang pikiran itu jauh-jauh dan segera menyelesaikan acara mandi pagiku. cuma dengan badan terbalut handuk, aku lari masuk kamarku. Aku selalu berganti pakaian di kamarku sambil mematut-matut diriku di depan cermin sambil mengamati seluruh badanku yang mulai berubah. Bulu memek sudah mulai tumbuh di gundukan bukit memek ku.

Dadaku yang dulu rata kini mulai tumbuh dengan puting yang sebesar kacang kedelai dengan warna merah muda. Pinggulku mulai tumbuh membesar. Kata orang aku seksi dan menarik. Apalagi tinggi badanku sudah mencapai 160 cm. Aku sendiri selalu betah berlama-lama di depan cermin dengan melenggak-lenggokkan badanku memandang dari segala sisi dan mengagumi badanku. Aku sangat bangga dengan badanku.

Baru saja aku mengunci pintu kamarku aku dikejutkan dengan pelukan tangan yang kokoh menyergapku. Aku tidak sempat menjerit krn tiba-tiba sosok yang memelukku langsung membekap mulutku dengan tangannya yang kokoh. Belum hilang terkejutku, handuk yang melilit badanku ditarik seseorang dan jatuh teronggok ke lantai. Aku benar-benar bugil tanpa sehelai kainpun menutupi badanku.

Kembali rasa aneh yang menyerangku semakin menggelora. Ada dorongan hasrat yang menggebu-gebu dalam diriku. Aku tak mampu meronta dan menjerit! Tangan yang kokoh dan berbulu tetap membekap mulutku sementara tangan satu lagi memeluk badan bugil aku. Mataku semakin nanar menerima perlakuan seperti itu. Apalagi kurasakan sentuhan kulit badan telanjang menempel hangat di punggungku. Pantatku yang telanjang terasa menekan suatu benda panjang melingkar dan keras di balik kain tipis.

Aku semakin tak mampu menahan gejolak liar yang mulai bangkit dalam diriku saat sapuan-sapuan lidah panas mulai menyerbu tengkukku. Aku menggelinjang kegelian dan melenguh. Lidah itu semakin liar bergerak menyusuri leherku.. pundakku.. Lalu turun ke bawah ke sepanjang tulang punggungku. Aku semakin menggelinjang. Lidah itu terus merayap ke bawah dan pinggangku mulai dijilati. Kakiku serasa lemah tak bertenaga. Aku cuma pasrah saat badanku didorong ke tempat tidurku dan dijatuhkan hingga aku tengkurap di tempat tidurku. badanku lalu ditindih oleh sesosok badan yang sangat berat.

Kakiku mulai memberontak liar krn geli. Apalagi lidah itu dengan rakus mulai menjilati pinggulku. Pantatku terangkat saat mulut berkumis itu mulai menggigiti buah pantatku dengan gemas. Pantatku terangkat-angkat liar saat lidah panas itu mulai menyusup ke dalam celah-celah bongkahan pantatku dan mulai menjilati lubang anusku. Aku benar-benar seperti terbang mengawang. Aku belum tahu siapa yang memelukku dari belakang dan menggerayangi seluruh badanku. Aku cuma bisa merasakan dengusan napas panas yang menghembus di bongkahan pantatku saat lidah itu mulai menjilati lubang anusku.

Aku tercekik kaget saat badanku dibalik hingga telentang telanjang bulat di kasurku. Ternyata orang yang sedari tadi menggumuliku adalah Om Sandy, orang yang selama ini kuanggap sebagai pengganti orang tuaku. Aku tak tak mampu berteriak krn mulutku langsung dibekap dengan bibirnya. Lidahku didorong dorong dan digelitik. Aku terangsang hebat. Apalagi sejak minum teh tadi badanku terasa agak aneh. Seolah-olah ada dorongan menghentak-hentak yang menuntut pemenuhan.

badanku menggelinjang saat tangan kekar dan agak kasar mulai meraba dan meremas kedua toket ku yang baru mulai tumbuh. Lalu kedua kakiku dipentangkan oleh Om Sandy lebar-lebar, lalu Om menindih badanku yang sudah telanjang bulat di antara kedua pahaku yang terkangkang. Aku merasa ada benda keras seperti tongkat yang menekan ketat ke bukit memek ku di balik kain sarung yang dikenakan Om.

Mulut dan lidah Om tak henti-hentinya menjilat dan melumat setiap jengkal bagian badanku. Dari mulutku, bibir Om bergeser menjilati seluruh batang leherku, kemudian turun ke dua belah toket ku. badanku semakin menggerinjal saat lidah dan mulut Om dengan rakusnya melumat kedua puting toket ku yang baru sebesar kacang kedelai. Disedotnya toket ku hingga hampir seluruhnya masuk ke dalam mulut Om Sandy. Aku sangat terangsang dan sudah tidak mampu berpikir jernih. Ada sesuatu yang mulai menggelora dan mendesak-desak di perut bagian bawahku.

Lidah Om terus merayap semakin ke bawah. Perutku menjadi sasaran jilatan lidahnya. badanku semakin menggelinjang hebat. Akal sehatku sudah benar-benar hilang. Kobaran napsu sudah menjeratku. Pantatku terangkat tanpa dapat kucegah saat lidah Om terus merayap dan menjliati gundukan bukit memek di selangkanganku yang mulai ditumbuhi rambut-rambut halus. Aku merasa kegelian yang amat sangat menggelitik selangkanganku.

badanku serasa mengawang di antara tempat kosong saat lidah Om mulai menyelusup ke dalam bukit memek ku dan menggelitik itil ku. memek semakin berdenyut-denyut tergesek gesek lidahnya yang panas. Aku cuma mampu menggigit bibirku sendiri menahan rasa geli yang menggelitik selangkanganku. badanku semakin melayang dan seperti terkena aliran listrik yang maha dahsyat.

Aku tak mampu lagi menahan gelora napsu yang semakin mendesak di dalam perutku. Pantatku terangkat seperti menyongsong wajah Om yang menekan bukit memek ku. Lalu badanku seperti terhempas ke tempat kosong. Aku merasakan ada sesuatu yang meledak di dalam perut bagian bawahku. badanku menggelepar dan tanpa sadar kujepit kepala Om dengan kedua kakiku untuk menekannya lebih ketat menempel selangkanganku.

Belum sempat aku mengatur napas tiba-tiba mulutku sudah disodori batang kontol Om Sandy yang tanpa kutahu sejak kapan sudah melepas sarungnya dan sudah telanjang bulat mengangkangi wajahku. kontol yang besar, hitam panjang dan tampak mengkilat mengacung di depan wajahku seperti hendak menggebukku kalau aku menolak menciuminya.

Dengan rasa jijik aku terpaksa menjulurkan lidahku dan mulai menjilati ujung topi bajanya yang mengkilat. Aku hampir muntah saat lidahku menyentuh cairan lendir yang sedikit keluar dari lubang kontol Om. Namun jepitan kedua paha Om di sisi wajahku tidak memberiku kesempatan lain.

Aku cuma mampu pasrah dengan tetap menjilati batang kontol Om. Lalu dengan paksa Om membuka mulutku dan menjejalkan kontol ke dalam mulutku. Aku menjadi gelagapan krn susah bernapas. kontol yang besar memenuhi mulutku yang masih kecil.

Kudengar Om menggumam tanpa jelas apa yang diucapkannya. Pantatnya digerak-gerakannya hingga kontol yang masuk ke dalam mulutku mulai bergerak keluar masuk di dalam mulutku. Aku hampir tersedak saat ujung kontol Om menyentuh-nyentuh kerongkonganku. Aku cuma mampu melotot krn hampir tersedak. Tanpa sadar kedua tanganku mencengkeram pantat Om Sandy.

Setelah puas "mengerjai" mulutku dengan kontol , Om menggeser badannya dan menindihku lagi dengan posisi sejajar. Kedua pahaku dikuaknya dan dengan tangannya, dicucukannya kontol ke arah bukit memek ku. Aku merasa geli saat ujung kontol Om mulai menggesek-gesek pintu memek yang sudah basah. Dari rasa geli dan nikmat, tiba-tiba aku merasa perih di selangkanganku saat Om mulai menurunkan pantatnya sehingga kontol mulai menerobos ke dalam memek yang masih perawan. Aku merintih kesakitan dan air mataku mulai mengalir. Aku tersadar akan bahaya! Namun terlambat. Om yang sudah sangat bernafsu sudah tidak mungkin mau berhenti. Ia cuma sejenak menghentikan gerakannya. Ia merayuku dan mengatakan kalau sakitku cuma sebentar dan berganti rasa nikmat yang tidak terkira.

Om menarik pantatnya ke atas hingga kontol yang terjepit di dalam memek tertarik keluar. Gesekan kontol yang besar di dalam dinding memek menimbulkan rasa nikmat seperti apa yang dikatakannya. Aku mulai dapat menikmati rasa nikmat itu. Ini mungkin krn pengaruh teh yang kuminum sehingga aku benar-benar belum sadar akan bahaya yang kuhadapi. Yang kuinginkan cuma satu yaitu menuntaskan gejolak yang meledak-ledak dalam diriku.

Aku kembali merintih kesakitan saat Om mulai menekan pantatnya lagi yang membuat kontol menerobos lebih dalam ke dalam memek . Lagi-lagi Om membisikiku kalau rasa sakit itu akan hilang dengan sendirinya. Ia menarik lagi pantatnya. Benar.. Rasa sakit itu berganti nikmat saat kontol ditarik keluar hingga cuma ujung kepalanya saja yang masih terjepit dalam memek .

memek yang sudah sangat licin sangat membantu pergerakan batang kontol Om dalam jepitan memek . Detik-detik berlalu dan sedikit-demi sedikit batang kontol Om meneronos semakin dalam ke dalam memek . Om terus menarik dan mendorong pantatnya dengan pelan dan teratur. Hingga suatu saat aku menggigit bibirku keras-keras saat selangkanganku terasa perih sekali. Selangkanganku terasa robek saat Om menekan pantatnya hingga kontol hampir masuk separuh ke dalam memek .

Aku sempat menjerit menahan sakit yang amat sangat di selangkanganku. Om segera menghentikan gerakannya dan memberiku kesempatan untuk bernapas. Aku merasa lega saat Om menghentikan gerakannya. Kini aku dapat merasakan memek seperti terganjal benda keras dan hangat. Benda itu berdenyut-denyut dalam jepitan memek .

Kembali rasa sakit yang tadi menyentakku berangsur mulai hilang tergantikan rasa nikmat saat batang kontol Om yang semakin lancar mulai bergerak lagi keluar masuk dalam jepitan memek . Rasa nikmat terus meningkat sehingga tanpa sadar aku menggoyangkan pantatku untuk segera meraih kenikmatan yang lebih banyak lagi.

Aku seperti gila. Rasa sakit itu sudah benar-benar hilang tergantikan rasa nikmat yang benar-benar memabukkan. Om semakin bersemangat mengayunkan pantatnya menghunjamkan kontol . Empat kali mendorong lalu didiamkan dan diputar kemudian ditarik lagi. Tanpa sadar pantatku terangkat saat Om menarik pantatnya.

Berkali-kali Om mengulang gerakannya hingga perutku terasa kejang. badanku mulai melayang. Tanganku semakin kuat mencengkeram punggung Om untuk mencoba menahan kenikmatan yang mulai menerjangku. Om semakin kuat mengayunkan pantatnya diiringi geramannya yang kudengar bergemuruh di telingaku.

Mataku semakin membeliak menahan desakan yang kian dahsyat di perut bagian bawahku. Aku hampir menjerit saat ada sesuatu yang kurasa pecah di dalam sana. Namun bibir Om yang tiba-tiba melumat bibirku menghentikan teriakanku. Om melumat dengan rakus kedua belah bibirku. Aku merasa badanku seolah-olah terhempas di awan. badanku mengejat-ngejat saat aku mencapai puncak pendakian yang melelahkan. Om yang bibirnya masih melumat bibirku pun mulai berkelojotan di atas perutku. Lalu ia menggeram dengan dahsyat..

Dan akhirnya kurasakan ada semburan cairan hangat yang memancar dari batang kontol Om yang terjepit dalam memek . kontol berkedut-kedut dalam jepitan memek . badan Om masih bergerak dengan liar selama beberapa saat lalu ambruk menindihku. Napas ku cuma tinggal satu-satu. Napas Om pun kudengar menggemuruh di telingaku.

Air mataku mengalir saat kusadari segalanya telah terlambat bagiku. Kegadisanku telah terenggut oleh Om. Orang yang selama ini kuanggap sebagai pengganti ayahku. Lalu dengan lembut Om mengusap air mataku dan berjanji akan menyayangiku sepanjang sisa hidupnya. Aku menjadi agak terhibur dengan perkataannya. Sejak kegadisanku hilang, aku menjadi pendiam. Keceriaan yang selama ini menjadi ciri khasku seolah-olah hilang sirna. Aku menjadi sangat berubah. Selangkanganku masih terasa sakit hingga beberapa hari setelah kejadian itu.

kak Bella yang selama ini sangat memperhatikanku sangat heran melihat perubahan yang terjadi pada diriku. Akhirnya aku mengaku terus terang kepada kak Bella tentang kejadian yang menimpaku. Ia cuma menghela napas merasa prihatin akan musibah yang kualami.

Kira-kira satu bulan sejak aku dinodai Omku, kak Bella minta pamit kepadaku dan juga Omku. kak Bella setelah lulus SMK diterima bekerja di sebuah perusahaan swasta di daerah Malang dan pindah ke Malang. Sehingga sejak saat itu aku yang baru masuk SMU harus tinggal berdua saja dengan Om.

Suatu hari, kira-kira seminggu sejak kepergian kak Bella, saat itu aku sedang mencuci pakaianku dan pakaian Om. Hari itu sekolahku libur krn tanggal merah jadi aku bersih-bersih rumah. Om seperti biasanya merapikan tanaman di halaman depan yang sudah mulai tumbuh tidak teratur.

Setelah kuselesaikan cucianku dan kujemur, aku berniat mandi. Baru saja mau menutup pintu kamar mandi, tiba-tiba tangan Om mengganjal pintu kamar mandi dan menyerobot masuk. Aku tidak sempat berteriak krn tiba-tiba Om sudah memelukku. badannya yang cuma tertutup celana kolor dan sudah basah penuh keringat memelukku erat-erat. Aku tidak berani berteriak krn diancam kalau tidak mau melayani nafsunya aku akan diusir dari rumah itu dan tidak dibiayai sekolahku. Aku merasa takut sekali dengan ancamannya hingga dengan air mata yang kutahan aku pasrah akan apa yang dilakukan Om padaku.

Tangan Om dengan cekatan melucuti dasterku, bra-ku lalu celana dalamku hingga aku benar-benar bugil. Tanpa membuang waktu Om segera melepas kolornya dan telanjang bulat. kontol yang berwarna hitam kecoklatan masih mengkerut dan menggantung lunglai. Kemudian Om duduk di tepi bak mandi keramik dengan kaki yang terbuka. Ditariknya badan telanjangku ke dalam pelukannya dan dilumatnya bibirku dengan rakusnya.

Mulutku masih tertutup saat lidah Om mulai mencoba menerobos masuk ke dalam mulutku. krn tidak tahan dengan sapuan-sapuan lidahnya yang mendesak-desak bibirku, akhirnya bibirku pun terbuka. Om segera menyusupkan lidahnya ke dalam mulutku dan mendorong-dorong lidahku. Mula-mula aku diam saja, namun lama-kelamaan aku jadi terangsang juga. Apalagi batang kontol Om yang tadinya mengkerut perlahan-lahan mulai mengembang dan mengganjal perutku. Aku mulai bereaksi. Lidahku tanpa sadar membalas dorongan lidah Om.

badanku mulai menggerinjal dalam pelukan Om saat tangan Om mulai menggerayangi buah pantatku. Tangan Om dengan gemas meremas dan memijat buah pantatku lalu ditariknya badanku hingga semakin ketat lengket dalam pelukannya.

Setelah puas memainkan lidahnya dalam mulutku, tangan Om menekan kepalaku hingga aku disuruhnya berlutut di depan selangkangannya. kontol yang sudah keras nampak mengacung tegak di depan wajahku. Ditariknya wajahku ke selangkangannya dan disuruhnya mulutku menciumi kontol itu. Dengan agak risi aku terpaksa membuka mulutku dan mulai menciumi kontol yang sudah mengeluarkan sedikit cairan.

Kepalaku didorong maju mundur oleh tangan Om yang mencengkeram rambutku hingga kontol mulai bergeser keluar masuk dalam mulutku. Kerongkonganku tersodok-sodok ujung kepala kontol Om yang keluar masuk dalam mulutku. Kudengar napas Om mulai menggebu. kontol semakin mengeras dalam kuluman mulutku.

Mungkin krn tak tahan, Om segera menarik badanku agar berdiri lalu mendudukanku di sisi bak mandi. Mulutnya segera mencecar toket ku kanan dan kiri silih berganti. Aku menggelinjang hebat manakala mulut Om dengan rakusnya mempermainkan kedua puting toket ku. Tangan Om pun tak tinggal diam. Tangannya mulai merayap ke selangkanganku yang terbuka lebar dan mulai meremas gundukan bukit memek ku.

Aku sampai megap-megap mendapat rangsangan seperti itu. Aku semakin tersiksa oleh gejolak nafsu. Mulut Om lalu merayap menyusuri perutku dan mulai menjilati gundukan bukit memek ku. Dikuakkanya kedua bibir memek ku dengan jari-jarinya lalu disusupkannya lidahnya ke dalam memek .

badanku yang duduk di sisi bak mandi hampir saja terjatuh krn menggelinjang saat lidah Om mulai menggesek-gesek dinding memek . Tanpa sadar tanganku mencengkeram rambut Om dan menekankan kepalanya agar lebih ketat menekan bukit memek ku.

Aku semakin blingsatan menahan rangsangan yang diberikan Om di selangkanganku. Tanpa sadar mulutku mendesis-desis dan dudukku bergeser tak karuan. Perutku mulai mengejang menahan desakan gejolak yang meledak-ledak. badanku terasa mulai mengawang dan pandangan mataku nanar. Akhirnya dengan diiringi rintihan panjang aku mencapai orgasmeku.

Belum sempat aku mengatur napas tiba-tiba Om sudah berdiri di hadapanku. kontol yang keras dicocokkan ke bibir memek ku dan digesek-gesekkannya ujung kepala kontol nya ke bibir memek ku yang sudah basah dan licin. Aku menggelinjang lagi saat benda hangat itu mulai menerobos masuk ke dalam bibir memek ku. Bibir Om Sandy dengan rakusnya mulai melumat bibirku sambil mendorong pantatnya hingga kontol semakin melesak ke dalam jepitan bibir memek ku.

Aku masih duduk di bibir bak mandi sementara Om Sandy menggenjot memek sambil berdiri. Mungkin krn kesulitan bergerak, dicabutnya kontol dari jepitan bibir memek ku. badanku lalu diturunkan dari bibir bak mandi dan dibaliknya hingga aku berdiri dengan tangan bertumpu bak mandi. Lalu Om menempatkan diri di belakangku dan mulai mencoba memasukan kontol ke dalam bibir memek ku dari celah bongkahan pantatku.

Punggungku didorong Om agar sedikit membungkuk hingga setengah menungging. Dipentangkanya kedua kakiku lebar-lebar lalu di masukan kontol ke lobang memek ku. Setelah arahnya tepat, Om mulai mendorong pantatnya hingga kembali kontol ngentot memek imut ku.

Kembali aku mulai merasa ada suatu benda hangat menyeruak ke dalam memek . Dinding-dinding lubang memek ku serasa di tusuk. Batang kontol Om yang terjepit ketat dalam memek berdenyut-denyut. Om yang napasnya mulai memburu semakin kuat mengayunkan pantatnya maju mundur hingga gesekan kontol pada dinding memek semakin cepat.

Pinggulku yang dipegang Om terasa agak sakit krn jari-jari Om mulai mencengkeram. Pinggulku ditarik dan didorong oleh tangan kuat Om seiring dengan ayunan pantatnya. badanku mulai terhentak dan aku mulai limbung. Kembali aku merasa melayang krn desakan gejolak yang meledak-ledak. Om semakin kuat mengayunkan pantatnya dan napasnya semakin menderu.

Pantatku yang ditarik dan didorong Om maju mundur semakin cepat bergerak. Cengkeraman jari-jari Om semakin terasa di pinggulku. Gerakan ayunan pantat Om semakin tak terkendali. Tak lama kemudian aku kembali mencapai orgasmeku. Om pun kukira mencapai puncak kenikmatannya krn aku merasa ada semburan cairan hangat yang menyemprot dari batang kontol Om ke dalam memek dengan diiringi geraman yang keluar dari mulut Om.

Om tetap membiarkan kontol terjepit dalam memek selama beberapa saat. Napasnya yang mulai teratur terasa hangat menerpa kulit pipiku. Tulang kontol menekan kuat di bukit buah pantatku. Aku merasa sedikit geli krn jembut kontol Om menempel ketat dan menggesek buah pantatku. Batang kontol Om yang masih keras terasa berdenyut-denyut dalam jepitan memek . Setelah menyemprotkan sisa-sisa air maninya batang itu mulai mengendur dan terlepas dengan sendirinya.

badanku sudah terasa lemas tak bertenaga. Aku cuma memejamkan mata krn lemas dan malu krn untuk kedua kalinya aku berhasil digagahi Omku sendiri. Aku membiarkan saja saat Om memandikanku seperti bayi. Tangannya yang kokoh menyabuni seluruh lekuk badanku. badanku kembali menggerinjal saat tangannya yang kokoh mulai menyabuni toket ku yang baru mulai tumbuh. Putingku yang mencuat dipermainkannya dengan gemas.

badanku semakin menggelinjang saat tangannya mulai menyentuh perutku lalu meluncur turun dan mulai menyabuni gundukan bukit memek ku yang baru mulai ditumbuhi rambut satu-satu. Jari-jarinya menyisir celah sempit di tengah gundukan bukit memek ku dan berlama-lama menyabuni daerah itu.

Aku tak berani memandang Om saat ia mengangsurkan sabun ke tanganku dan menyuruhku menyabuninya. Dengan agak kaku tanganku mulai menyabuni punggung Om yang kekar. Tanganku bergerak hingga seluruh punggung Om kugosok merata dengan sabun. Lalu Om membalikkan badannya menghadapku. Tangannya mengelus-elus kedua toket ku sementara aku disuruhnya menyabuni badan bagian depannya.

Tanganku bergerak dari dada terus turun ke arah perut. Napas Om mulai memburu saat tanganku yang dilumuri busa sabun mulai menggosok bagian bawah perutnya. kontol yang tadi kendur sudah mulai mengembang. Tanganku yang agak ragu dipegang Om dan diarahkan untuk menyabuni daerah kontol Om. Rambut peler nya sangat lebat tumbuh di pangkal kontol yang mulai berdiri setengah tegak dan mengeras. Om yang sudah mulai terangsang segera menyuruhku menyelesaikan acara saling memandikan. cuma dengan berbalut handuk, badanku yang masih agak basah ditariknya dari kamar mandi dan diseret masuk ke kamar Om. Om pun cuma mengenakan kolornya yang tadi dipakainya hingga kontol yang sudah setengah keras tampak membusung di balik kolor seragamnya.

Baru saja pintu ditutup, badanku sudah langsung disergapnya. Diloloskannya handuk yang melilit badanku hingga aku telanjang bulat. Om segera melepas kolornya dan bugil dihadapanku. Mulut Om segera menyergap bibirku dan melumatnya dengan rakus. Kedua toket ku segera menjadi bulan-bulanan remasan tangannya hingga badanku menggelinjang dalam dekapannya.

Tanganku segera dibimbing Om dan dipegangkannya ke kontol yang sudah semakin mengembang. Bibir Om yang rakus meulai bergeser turun dari bibirku ke dagu, lidahnya menjilat-jilat daguku terus turun ke leherku hingga aku semakin menggelinjang krn kumisnya yang pendek dan kasar menggaruk-garuk batang leherku.

Aku semakin mendesis krn kini bibir Om sudah mulai melumat kedua puting toket ku kanan dan kiri secara bergantian. Tanganku secara tak sadar bergerak mengurut dan meremas "kontol " Om. Napas Om pun semakin menderu dan semakin keras menghembus di kedua toket ku. Jilatannya semakin liar di seluruh bukit toket ku tanpa terlewatkan sejengkalpun.

Batang kontol Om yang semakin keras mulai berdenyut-denyut dalam genggaman tanganku. Sementara tangan Om mulai bergerak liar menyusuri penggungku dan turun ke bawah lalu berhenti di kedua pantatku dan meremas-remas kedua buah pantatku dengan gemasnya. Aku sangat terangsang. Ya.. Mungkin daerah kelemahanku adalah pada buah pantatku dan pada kedua puting toket ku. badanku sudah mulai mengawang dan sudah pasrah bersandar dalam pelukan Om.

Mengetahui kalau badanku sudah tersandar sepenuhnya dalam pelukannya, Om segera mendorong badanku ke kasurnya hingga aku berbaring telentang. Ditindihnya badan telanjangku oleh badan kekar Om. Dibentangkannya kedua kakiku lebar-lebar dan aku kembali digumuli Omku. Lidah Om kembali menyerbu bibirku lalu bergeser ke leherku.

"kontol " Om yang sudah sangat keras mengganjal di perut bagian bawahku. bulu jembut nya sangat terasa menggesek-gesek perutku menimbulkan rasa geli.

Lidah Om menjilat-jilat seluruh batang leherku hingga aku mendesis-desis kegelian. badanku semakin menggelinjang menahan geli saat lidahnya mulai bergeser turun dan menyapu-nyapu sekeliling bukit toket ku di sekitar putingku. badanku semakin menggerinjal saat lidah Om yang panas mulai menyapu-nyapu puting toket ku. badanku serasa semakin melayang.

Lidah Om terus bergeser ke bawah. Pusarku dijilatnya dengan rakus lalu lidahnya mulai bergerak turun ke perut bagian bawahku. Otot-otot perutku terasa seperti ditarik-tarik saat bibir Om menyedot-nyedot daerah sekitar perut bagian bawahku di atas pangkal pahaku. Geli sekali rasanya, apalagi kumisnya yang pendek dan kasar menyeruduk-nyeruduk kulit perutku yang halus.

Om lalu membalik badannya. Wajahnya menghadap selangkanganku sementara "kontol "nya dihadapkan ke wajahku. Diturunkannya pantatnya hingga kontol menempel bibirku. Dibimbingnya "kontol "nya ke mulutku. Aku tahu aku harus membuka mulutku menyambut "kontol " Om yang dijejalkan ke dalam mulutku. Dengan terpaksa aku mulai mengulum "kontol " Om dan menjilati seluruh ujung topi bajanya yang mengkilat.

badanku terhentak saat mulut Om mulai melumat bibir memek ku. Kedua tangannya menarik kedua bibir memek dan membukanya lebar-lebar lalu lidahnya yang panas didorong keluar masuk kedalam memek . Aku semakin mendesis-desis menahan nikmat. Napas Om yang semakin menggebu sangat terasa meniup-niup memek yang terbuka lebar.

Tanpa sadar pantatku terangkat ke atas seolah menyambut dorongan lidah Om yang menggesek-gesek itil ku. Gerakan lidahnya yang liar seolah membuatku semakin gila. Tanpa dapat kucegah lagi, mulutku merintih dan mendesis menahan gejolak kenikmatan yang meledak-ledak. Batang kontol Om yang menyumpal mulutku tak mampu menahan desisan yang keluar dari mulutku.

Mataku kembali nanar. Perutku terasa kejang.. Dorongan gejolak seks liar yang mendesak di perut bagian bawahku sudah hampir tak dapat kutahan lagi. Lalu dengan diiringi rintihan panjang badanku menggelepar dan berkelojotan seperti ayam disembelih. badanku lalu melayang dan terhempas di tempat kosong. Akhirnya badanku terdiam beberapa saat. Aku telah mencapai orgasme yang ke sekian di pagi itu.

badanku terasa lemas tak bertenaga. Aku cuma pasrah saat Om yang telah mencabut kontol dari kuluman mulutku bangkit dan duduk di sisi pembaringan mengangkat badanku dan mendudukanku di pangkuannya. badanku dihadapkannya ke dirinya dan kakiku dipentangkannya hingga aku terduduk mengangkang dipangkuannya dengan saling berhadapan. Kemudian tangan Om mengarahkan kontol ke celah bukit memek ku.

Bless!! Aku terhenyak saat pantatku diturunkan dan ada suatu benda keras dan hangat mengganjal di memek . Nikmat sekali rasanya. Seluruh dinding memek terasa berdenyut-denyut. itil iku yang sudah membengkak tergesek nikmat pada pangkal batang kontol Om. Lain sekali rasanya ngentot dengan posisi begini. Aku merasa sangat terangsang! itil ku serasa tergesek penuh pada batang kontol Om.

Dengan dibantu kedua tangan Om yang menyangga kedua buah pantatku badanku bergerak naik turun di pangkuan Om. toket ku yang baru tumbuh bergetar bergoyang-goyang seiring dengan naik turunnya badanku di pangkuan Om. Batang kontol Om yang menancap ketat dalam jepitan memek terasa menggesek nikmat seluruh dinding memek yang terus berdenyut-denyut meremas apa saja yang menyumpalnya.

badanku terasa menggigil bergetar saat mulut Om tak tinggal diam. Mulut Om dengan rakusnya melumat kedua puting toket ku bergantian. Mulutnya menyedot buah dadaku sepenuhnya. Gerakanku menjadi kian liar. Desakan gejolak birahi semakin mendesak. Aku mempercepat gerakanku naik turun dengan diselingi sedikit memutar saat seluruh batang kontol Om masuk hingga ke pangkalnya ke dalam jepitan memek .

krn tak tahan lagi tanpa sadar kudorong badan Om hingga terbaring telentang di kasur dengan kedua kaki menjuntai ke lantai. badanku yang tadi di pangku Om menjadi duduk seperti seorang joki yang sedang naik kuda balap berpacu dalam birahi dengan menduduki Om yang berbaring telentang. Gerakanku kian bebas. Dengan tangan bertumpu pada dada Om yang bidang aku terus menggerakan pantatku memutar dan maju mundur. itil ku kian ketat tergesek batang kontol Om.

Tanga Om yang memegang kedua pantatku semakin ketat mencengkeram dan membantu mempercepat gerakanku. Aku merasa badanku kembali mulai mengawang. Gerakanku kian tak terkendali. Mataku mulai membeliak dan mulutku menceracau tak karuan. Puncak pendakian kian dekat.. Kian dekat..

Dan akhirnya dengan merintih panjang badanku berkejat-kejat seperti sedang terkena aliran listrik. memek berdenyut-denyut saat ada sesuatu yang pecah di dalam sana.. badanku berkejat-kejat beberapa saat lalu ambruk di atas perut Om. Aku benar-benar tak bertenaga. Ya akibat kontol Om aku mencapai orgasme yang kesekian kalinya. Luar biasa Om ku ini. Walaupun sudah tua namun mampu membuat aku yang masih ABG begini bertekuk lutut.

Om yang rupanya belum mencapai orgasme segera membalikkan badanku dengan tanpa melepaskan kontol yang masih menancap dalam jepitan memek . Sekarang badanku yang telentang gantian digenjot Om. Aku yang sudah tak bertenaga cuma pasrah. Om dengan semangat juang terus ngentotin memek ku dengan tusukan-tusukan kontol . kontol nya tanpa ampun menghajar memek .

Perlahan-lahan napsuku mulai bangkit lagi menerima tusukan-tusukan kontol Om. Dengan sisa-sisa tenaga yang masih ada aku berusaha menyambut setiap tusukan kontol dengan menggoyangkan pantatku ke kanan dan kiri.

Napas Om semakin memburu dan terdengar menggemuruh menghembus ke toket ku yang dilumat bibir rakus Om. Genjotan Om semakin kuat dan bertubi-tubi. Desakan gejolak yang mendesak dalam badanku semakin menguat. Aku sudah hampir tak kuat lagi menahan desakan itu. badanku kembali mengejang. Pantatku terangkat dan dengan merintih panjang aku mencapai puncak pendakian yang sangat melelahkan.

badanku terhempas di tempat kosong dan pandangan mataku makin nanar. Aku merasa betapa di saat-saat itu badan Om yang menindih perutku mulai bergetar. Mulutnya menggeram dahsyat dan pantatnya menekan kuat-kuat menghunjamkan kontol nya ke dalam jepitan memek . badan Om berkejat-kejat lalu aku merasa ada semprotan cairan hangat menyiram di dalam memek . Ada rasa berdesir menyergapku saat semprotan itu menyembur ke liang memek ku. badan Om tersentak-sentak lalu ambruk di atas perutku.

Sungguh melelahkan pergumulan di pagi itu. Akhirnya aku tertidur krn terlalu lelah. Pagi itu Om benar-benar melampiaskan seluruh hasratnya pada badanku. Dari pagi hingga malam aku tidak dibiarkannya mengenakan pakaian utuh. Aku dientot berkali-kali hari itu hingga selangkanganku terasa ngilu krn di entot kontol Om.

Memek aku dan memek kakak dientot kontol Om ku, cerita seks sedarah
Klik foto untuk memperbesar gambar

Sejak kepergian kak Bella aku menjadi pelampiasan napsu Om. Minimal satu kali dalam satu minggu Om pasti minta jatah dariku. Selama tiga tahun aku menjadi budak napsu kontol Om hingga aku lulus SMU.

Tiga tahun aku harus menjalani kehidupan sebagai sasaran ngentot kontol Om. Ternyata hal seperti itu dialami juga oleh kak Bella. Dia bercerita kalau dulu pertama kali diperawani Om dirinya tidak sadar. Untuk selanjutnya ia juga diancam tidak akan dibiayai sekolah dan diusir kalau tidak mau memenuhi keinginan seks Om.

Lalu setelah aku lulus, atas kebaikan kak Bella aku kuliah. Untuk menambah biaya krn tidak ingin terlalu memberatkan kak Bella aku terjun ke dunia pelacuran. Ya.. Akhirnya aku menjadi pelacur untuk membiayai kuliahku. Aku berjanji akan berhenti dari dunia ini setelah aku mempunyai cukup bekal.
Memek aku dan memek kakak dientot kontol Om ku
Memek aku dan memek kakak dientot kontol Om ku, cerita seks , Memek aku dan memek kakak dientot kontol Om ku, cerita seks sedarah, kisah porno, kisah sex bokep, sex, Memek aku dan memek kakak dientot kontol Om ku

10
205

Tags cerita dewasa paling populer di blog ini: cerita seks, Cerita Dewasa, 17 Tahun, sex, Ngentot, Memek, Istri, selingkuh, Kontol, Entot, Mama, gangbang, tante, threesome, ABG, Binal, sexy, toket, payudara.
Aktifkan javascript lalu tekan F5, untuk membuka halaman
meng-klik link cerita secara normal
dan membuka gambar lebih besar.
Cerita dewasa seks terpanas, update setiap hari cerita terbaru Cerita seks dewasa ngentot memek isteri, perek, bispak.
http://cerita-dewasa-terpanas.blogspot.com