Minta pijat adik ipar jadi nafsu birahi

Cerita seks panas sedarah ini dilakukan oleh adik ipar ketika disuruh sebagai pemijat oleh kaka ipar dia. Saat aku berusia 32 tahun. Aku punya seorang istri berusia 30 tahun yang memiliki adik kandung masih lugu dan pemalu. Sebut saja namanya Tasya, baru berusia 17 belas tahun. Tasya adalah adik ke 2 istriku.
ikut tinggal bersamaku karena ingin bersekolah di jakarta. Mertuaku di sukabumi. Aku ikut senang iparku tinggal bersamaku karena sekalian menunggu dan mengurus rumahku yang kosong cuma tinggal pembantu akibat kami berdua bekerja.
Aku punya kebiasaan dan kegemaran yang kubawa sejak remaja. Yakni senang di pijat. Hampir seminggu sekali orang tuaku memanggil tukang pijat langganannya, dan sekalian pula aku ikut minta di pijat.

gak heran, setelah menikah, minimal hampir seminggu dua kali aku selalu minta dipijat istriku.
Aku juga punya pembantu. Terkadang pembantuku yang sudah tua juga membantu memijat tatkala istriku sudah kelelahan. Istriku juga bekerja di bank swasta sebagai teller.

Kisahnya berawal dari suatu hari aku pulang kemalaman karena lembur. Badanku terasa sakit sekali. Aku ingin sekali di pijat. Tetapi istri dan pembantuku sudah tidur. Saat itu aku lihat iparku Tasya masih belum tidur dan mengerjakan PR sekolah SMA-nya di ruang keluarga. Karena sudah gak tahan sakit semua badanku, aku coba minta tolong Tasya untuk memijat pundakku.
Tasya menurut saja karena memang dia patuh denganku. Awalnya dia ragu karena gak pernah memijat orang. Lalu ku bilang : " gak apa lah, Tasya.. asal-asalan aja !. yang penting sakit Aa hilang !".. maka Tasya pun mau melakukannya. Mulailah dia memijat bagian pundakku dan Aku tetap mengenakan baju.

Sama sekali aku gak punya pikiran macam-macam karena aku mencintai istriku dan menghormati keluarga mertuaku.
Aku rasakan ternyata pijitan Tasya enak juga. Aku mulai menikmatinya. "Enak juga pijitan si Tasya !", pikirku. Setelah badanku agak enakan, aku minta Tasya untuk menghentikan pijitan dan ku minta dia untuk segera kembali ke kamarnya.
Esok paginya aku ceritakan ke Istriku kalau semalam badanku sakit sekali dan minta maaf terpaksa aku minta tolong Tasya adiknya untuk memijatku. Istriku tampak seperti biasa saja karena sangat percaya kalau aku gak bakal macam-macam ke adiknya.
Suatu hari, aku merasakan kembali sakit pegal-pegal dibadanku. Mungkin karena kebiasaan di pijat, capek sedikit saja serasa gak hilang kalau gak di pijat. Cepat-cepat aku bawa kendaraanku ke rumah malam itu. Saat tiba di rumah, aku minta tolong istriku– yang memang biasanya sudah pulang duluan– untuk memijat seperti biasa. Tapi dia bilang sedang capek sekali dan gak sanggup memijatku. Dia memintaku untuk membangunkan bu sumi saja, pembantuku. Tetapi bu Sumi sudah tidur.
Aku lapor ke istriku kalo bu sumi sudah tidur. Tiba-tiba istriku bilang : " ya sudah minta tolong aja sama Tasya, tapi pijatnya di sini !". (Di kamarku dan istriku)

Lalu aku memanggil Tasya yang kebetulan memang belum tidur. Istriku tiduran di sampingku, ikut menyaksikan kalau aku sedang di pijat tanpa buka baju oleh adik kandungnya. sambil mengajari Tasya memijat dan ngobrol, istriku lama-lama tertidur pulas.
Sejak hari itu kebiasaanku berlanjut. Aku makin sering di pijat oleh Tasya di kamarku. Di saksikan oleh istriku. Frekwensinya kini malah lebih banyak Tasya yang memijatku ketimbang Istriku sendiri. Sama-sekali gak terlintas pikiran kotor untuk macam-macam karena Tasya anaknya memang baik dan kuanggap masih kecil. aku juga sering menasehatinya dalam agama meski aku juga bukan orang alim, lalu menasehatinya juga agar hati-hati dalam bergaul supaya gak terlibat pergaulan bebas.

Lama kelamaan aku makin keenakan di pijat Tasya dan mulai berani di pijat dengan buka baju. Akupun mulai berani minta di pijat dengan menggunakan minyak pijat seperti apa yang memang sering dilakukan Istriku.
Aku rasakan pijatan tangan Tasya memang gak kalah dengan pijatan istriku. Sampai beberapa bulan berlalu aku makin ketagihan dengan pijatan Tasya iparku.

Ohya, gak lupa setiap kali di pijat, aku selalu memberikannya uang Rp.100.000. Sesuatu yg istriku juga mengizinkan aku di pijat Tasya karena melihat aku juga memberinya uang.
Sampailah di suatu malam yang hujan deras, istriku sedang tertidur pulas saat aku baru tiba di rumah malam hari. Badanku pegal sekali. aku meminta Tasya untuk memijatku. Di tengah pijatan, aku merasakan tiba-tiba muncul gairah ingin sekali berhubungan seks dengan Istriku. Tetapi istriku sudah tidur.
Aku pusing sekali, mungkin karena gairah yang naik tiba-tiba, kini aku jadi mulai terangsang oleh sentuhan pijatan Tasya. Malam itu setan membawaku untuk mencari rangsangan lebih. Karena gairah seks ku sedang naik.
gak seperti biasanya, aku yang paling-paling cuma minta di pijat di bagian kaki, kepala dan pundak tanpa buka baju. Kali ini minta lebih.. Aku minta Tasya untuk memijat bagian dadaku !.
Semula Tasya ragu-ragu karena gak biasanya aku minta pijat di bagian itu.

"Ayo is, gak apa-apa sekali-sekali, tumben nih bagiaan ini (dada) Aa agak pegel banget !". Pintaku. Akhirnya Tasya menuruti permintaanku. Aku menarik nafas dalam-dalam menikmati kulit tangan iparku yg dilumuri minyak sedang memijat sensitif dadaku untuk pertama kalinya. Aku jadi sering menelan ludah malam itu. Sungguh aku kian terangsang setiap telapaknya mengenai bagian puting di dadaku.
"Tasya.. !" Kataku. "Agak di-lama-in yah pijatnya di bagian itu. Abis lagi pegal !". Kataku. Jam menunjukkan pukul 23.00. Selesai sudah pijatan Tasya. Aku minta Tasya untuk tidur ke kamarnya. Aku yg di kondisi gairah memuncak, sudah gak kuasa lagi menahan. Ku bangunkan Istriku. Tetapi dia ogah-ogahan. Seperti biasa kalau sudah begini, aku punya sedikit kelainan seks. Ku buka celana Istriku dalam kondisi dia tertidur, ku baringkan badan istriku dalam keadaan tengkurap, ku tuntaskan hajatku malam itu dengan bermasturbasi menggejot-genjot pantat istriku yg kadang akhirnya jadi terbangun dan membantu menggoyang-goyang pantatnya.. "Crooott... Crooot.. !", air maniku tumpah di pantat Istriku.

Waktu terus berjalan. Setiap kali aku pegel, aku minta di pijat Tasya, aku kini selalu minta dia berlama-lama memijat di bagian dada. Terutama saat istriku mulai tertidur. Semakin lama aku makin menikmati. Sensasinya semakin lain. Dalam keadaan terpejam mata, aku mulai berpikir aneh-aneh.
Ada satu hal yang membuatku heran, ketika itu, saat memijat di bagian dada, aku merasa Tasya memperlambat dan memperlemah tangannya seperti mengelus memberi rangsangan. Aku sudah gak memperdulikan lagi rasa malu saat putingku membesar dan mengeras dibuatnya. Mungkin dia sudah tahu kalu aku terangsang. Mataku tetap terpejam menikmati sensasi hebat itu seolah gak tahu apa yang di lakukan oleh tangannya. Aku juga merasa setiap Tasya memijat bagian dadaku, nafas Tasya juga ikut makin memburu dan seperti tersengal-sengal. Sesekali aku intip dari keremangan lampu kamar yg ku redupkan, toket Tasya makin membesar.

Lama-kelamaan tiap di pijat aku mulai punya pikiran kotor. Nafsu sudah menguasaiku. Aku ingin sekali Tasya bukan saja mengelus dadaku, dalam khayalanku aku ingin dia bisa memainkan jarinya di putingku. Bahkan menjilatinya. Aku mulai mikir-mikir, mencari-cari rencana, bagaimana caranya agar Tasya bisa memainkan putingku dengan leluasa dan bebas, tanpa kehadiran istriku di sampingku seperti biasanya. Sesuatu keliaran yang gak pernah terbayangkan. Adik ipar yang aku kasihani dan sayangi sebelumnya. Masih remaja pula.

Di kantor aku jadi sering terbayang-bayang pijatan dan elusan tangan Tasya di dadaku.
Sampailah Suatu hari sengaja aku pulang kantor duluan. Sekitar jam 3.30 siang dimana Tasya biasanya memang sudah pulang dari sekolah.
Hari itu ternyata benar. Tasya sedang menonton TV. Tanpa ragu Aku minta Tasya memijatku. Pembantuku di kamarnya gak curiga sama sekali karena memang dia sudah tahu kebiasaanku yang di pijat Tasya di kamarku. Karena pernah satu kali mereka berbarengan memijatku malam-malam.
Siang itu Aku minta Tasya untuk memijat lebih lembut lagi di bagian dadaku. Aku sengaja menutup gorden dan memadamkan lampu agar jadi lebih remang-remang meski matahari masih tinggi.

Siang itu Aku rasakan tangan Tasya begitu leluasa dan bebas seolah memberi rangsangan ke dadaku tanpa takut di ketahui kakaknya.
Selama di pijat Aku merasa Tasya gak lagi memijat dadaku tapi seolah membelai-belainya. Aku makin gak tahan. Lalu nekat aku bilang : "Tasya, boleh pijatin puting Aa pake jari-jari Tasya nggak ?" Kataku nekat.
"Hah.. ? Gimana caranya, A ? Kok pijat putingnya ?, " Katanya heran atau mungkin pura-pura heran.
"Aa paling suka kalo Teteh (panggilan istriku) pijatin puting Aa. Gampang kok !." Sambil ku pegang tangan dan tuntun jarinya untuk menunjukan caranya.

Entah karena lugu, atau pura-pura gak tahu, dia menurut saja dan meneruskan memainkan putingku dengan jarinya.
Aku bilang : "enak sekali, Tasya. lebih pelan yah, tapi tolong jangan bilang-bilang Teteh, ya !"
"Memang kenapa, Aa ?"
"Gak apa-apa, khawatir nanti Teteh marah dan salah sangka ", kataku.
"Ya iya, Aa, Tasya juga malu !". Katanya dengan wajah lugu.
"Tasya tahu gak, Aa paling suka kalau dimain-mainkan gini putingnya. Teteh juga paling suka kalau di giniin putingnya," kataku.
Tasya diam saja mendengarnya. "Gini Tasya, kayaknya posisi Aa kurang nyaman deh, gimana kalo Tasya sambil tiduran juga pijatin puting Aa ?," Pintaku.

Entah kenapa Tasya menurut saja dan ikut merebahkan tubuhnya sehingga kini aku berhadap-hadapan dengannya sambil tiduran.
Jarinya terus saja memijat putingku. Aku makin kehilangan akal sehat. Dengan nekatnya aku bilang : "Tasya, sini Aa ajarin kamu gimana caranya memijat puting Aa yang bener, karena kalau cara pijat Tasya kayak gini lama-lama puting Aa jadi perih !." Kataku
Kemudian ku lanjutkan kalimatku : "Tapi.. Tasya sendiri harus ngerasain di pijat !, nanti Aa mau praktekin memijat Tasya, supaya nanti kalo pijetan Tasya makin enak, Aa akan kasih uang yg lebih banyak !".

"Maksud Aa ?", tanya Tasya.
"Sini deh Aa langsung pijetin Tasya aja. Tasya rasain aja !"
"Ntar kalo teteh tahu gimana ?"
"Ya jangan kasih tahu dong, ini rahasia kita aja". Kataku
Tanpa buang kesempatan aku langsung nekat memijat telapak kaki Tasya. Agar dia gak langsung curiga. Aku pura-pura pijat dari telapak kaki agak lama. Trus menjalar ke betis. Kemudian ku minta Tasya untuk duduk. Lalu ku pijat di bagian leher, pundak dan kepala tanpa Tasya membuka baju.
Lama-lama setelah Tasya mulai merasa enak, aku mulai berani memakai minyak pijat. Aku memulainya dari bagian leher. Pelan-pelan dan sesekali kusentuh bagian bawah kupingnya, agar dia terangsang. Aku pijat pelan-pelan dan lama-lama di bagian itu. Tasya mulai menikmati dan gak ada penolakan sama sekali. Trus aku mulai memijat turun ke bagian pundak belakang.

Dengan sangat hati-hati, jemariku mulai meraba memijat bagian pundak depan. Ku lihat Tasya makin terlena, meski matanya terpejam, aku tahu dia gak tertidur. Agar lebih leluasa tanganku memijat dari belakang, Aku mencoba meminta Tasya untuk membuka kancing bajunya.
"Tasya.. ! Kancing bajunya buka satu ya !, supaya Aa gampang pijat dada atas Tasya !."
Dan.. Tasya menuruti !. " Yess.. !", senangnya hatiku !.
Jariku makin menurun memijat ke wilayah dada, di bagian atas toket . Aku bisikkan kata-kata untuk meminta Tasya terus memejamkan mata dan menikmati musik lembut yg sengaja aku putar.

Tanganku makin turun memijat ke bawah. Seolah sedang berenang di dada dengan dengan gaya katak. Jari-jariku mulai merasakan bagian atas toket . Wow.. Sudah meninggi dan mengeras. Nafas Tasya makin tersengal-sengal. Semakin ke bawah.. Ke bawah.. Dan..
Inilah kesempatan yang tepat. aku sapu dengan lembut bagian paling vital di toket seorang perempuan. Dengan begitu lembut sekali aku sapu putingnya dengan jemariku. Tasya seperti gak menolak sama sekali. Tapi sedikit mendesis, seperti agak takut.
Karena gak ada penolakan berarti, ku sapu saja putingnya beberapa kali. gak juga ada penolakan berarti, akhirnya kumainkan terus jari telunjukku di atas putingnya saja. Tasya melipat bibir tanda keenakan sambil sesekali menyapu bibir dengan lidahnya.
"Tasya..", bisikku. " Yang enak kalau nanti main-mainin puting Aa.. ya kayak gini !. Enak banget, kan ?".
Tasya mengangguk tanpa kata-kata. Lidahnya sesekali keluar dari bibirnya.

"Tasya mau yg lebih enak lagi nggak ?" Kataku.
"Buka ya kancingnya semuanya", kataku
Aku lihat Tasya sudah terangsang sekali. Entah karena lugunya, saat kubuka semua kancingnya dia diam saja. Lalu ku buka juga BH-nya meski sempat sedikit menolak.
Akhirnya ku rebahkan badan Tasya dengan posisi telentang, lalu aku mainkan jemariku di atas puting yg merah coklat muda itu.
"Tasya tidur aja ya, nikmatin aja sesuatu yang paling dahsyat enaknya, Tasya pasti ketagihan deh !"
"Tasya mau diapain Aa ?"
"Ssst... Rasain yah", sambil ku belai-belai rambutnya
Tanpa panjang kata lagi....

Ku jilati saja puting yang masih sebesar kacang hijau itu...!!!
Tubuhnya menggelinjing. Ku mainkan ujung lidahku dengan lembut di atas putingnya. Tasya mendesis seperti ular : "sssstt.eehhhh.. uuuhh !"
"Enak kan, Tassyyaa ?" Tanyaku
Tasya diam saja. Matanya tetap terpejam kuat-kuat. Mulailah Ku jilati seputar susu nya, kemudian turun ke bagian perutnya. Di pusarnya ku mainkan lidahku agak lama. Sambil tanganku meremas-remas toket nya.

Mulutku kini naik ke bagian lehernya. Dia tampak keenakan ku hisap-hisap tiap lekuk lehernya. Kembali ku hisap setiap sudut bagian sensitif di dadanya. Ku sedot di pangkal toket nya sampai meninggalkan tanda merah. Ya.. Aku sengaja mencupangnya sampe ada 4 tanda. Kulitnya kuning langsat nan bersih. Aku jelajahi setiap lekuk-lekuk tubuhnya dengan kecupan dan sedotan-sedotan lembut. Ku jilat dan ku hisap juga ketiaknya pelan-pelan sekali. Aku coba mengayati kenikmatan tiada tara ini.

Akhirnya ku cium bibirnya. Dia menolak gak mau. Aku terus berusaha. Aku rangsang kembali di putingnya agak lama. akhirnya.. Tasya pasrah menyerahkan mulutnya. Ku sedot dengan penuh penghayatan bibirnya.
Kuminta Tasya mengeluarkan lidahnya. Tanpa ragu ku kecup dan ku hisap lembut lidah gadis 17 tahun itu. Aku sudah lupa kalau Tasya adalah adik kandung istriku. Tasya mulai lancar belajar berciuman denganku. Kuminta Tasya menyedot lidahku. cuma dalam tempo beberapa menit Tasya makin pandai beradu sedot. Ludahnya gak berbau sama sekali.

Pelan pelan jariku sudah mulai meraba bagian bawah selangkangan. Tapi dia selalu saja menepisnya.
Aku sudah gak kuat lagi. Lalu ku buka celanaku. Tasya seperti ketakutan. "Ngapain Aa ?, jangan !, Tasya takut !".
"Gak apa-apa Tasya. Aa gak akan merawanin kamu. Sungguh. Ayo pegang punya Aa aja !".
"Jangan Aa !, Tasya takut !".
"Sumpah Aa gak bakalan merawanin Tasya, Aa mau minta tolong di pijetin barang Aa. Pake minyak pijat !"
Tasya seperti mau nangis. Akhirnya dengan merayu dan sedikit paksaan, tangan Tasya mulai berani memegang.
Awalnya takut-takut. Lalu kuminta Tasya untuk memijat alat vitalku. Aku ajari mengocok dengan istilah memijat.
"Ya gitu Tasya.. Aa cuma mau Tasya giniin Aa aja kok, Aa juga takut merawanin Tasya. Kalo Tasya hamil nanti gimana !". Kataku.
Makin lama Tasya makin tenang. Sehingga makin lancar mengelus-elus alat vitalku. Lalu aku ajari cara mengocok alat vitalku. Sambil berciuman, aku terus mengurut toket Tasya dengan lembutnya.

Tapi aku merasa kocokan Tasya belum pas dan gak enak. Aku coba dengan berbagai posisi tangan Tasya. Tetap saja gak enak.
Lalu Aku minta dia nantinya tidur tengkurap saja. Buka celana jeans tapi gak membuka celana dalam. Aku jelaskan caraku onani di pantat kakaknya. Cukup lama aku merayunya, akhirnya dia setuju.
Sebelum tidur tengkurap. Aku ciumi lehernya dari belakang. Lalu sesekali sambil menghisap lidah. Tanganku memijat toket nya dari belakang.
Aku sudah gak kuat lagi. Kini Ku minta dia tidur tengkurap saja.
"Maaf Tasya, Aa mau onani di pantat Tasya aja ya. Tasya buka celana jeans Tasya tapi gak usah buka celana dalam. Aa pijam belahan pantat Tasya aja. Aa gak bakalan sodomi !.".

Lalu ritual kelainan seks-ku dimulai. Ku jilati pantat Tasya. Lalu akhirnya ku tindih pantat yang masih sekel itu. Aku tempelkan kontol ku di belahan pantatnya. Aku genjot pantatnya. Ku peluk badan Tasya sambil tanganku meremas toket nya dari belakang. Hampir di ujung puncak orgasme, ku tingkatkan frekwensi genjotan. Dan :
"croooot.. Crooot.. Crooot.. !" Keluar air cintaku banyak sekali membanjiri bagian atas pantat adik iparku.
Dia kaget sekali. merasa aneh dengan cairan yang baru pertama kali dilihatnya. Ku lihat matanya memerah. Ya.. Tasya menangis, meski tangis gak bersuara !. Mungkin dia menyesal melakukannya, apalagi menghianati kakaknya, pikirku. Akupun merasa menyesal juga saat itu. Kenapa sampai bisa aku berbuat begitu hina kepada adik iparku sendiri.

Minta pijat adik ipar jadi nafsu birahi, sex ngentot adik ipar montok pantat besar binal nakal godain kontol
Klik foto untuk memperbesar gambar

Tapi namanya nafsu memang sangat sulit terbendung. Memang benar, perang terbesar di dunia adalah perang melawan hawa nafsu. Dan aku kalah.
Setelah kejadian itu aku gak pernah pijat lagi. Dan Tasya gak mau.
Sampai di tiga bulan kemudian, aku diminta tolong oleh istriku mengantar uang ke rumah mertua di sukabumi dengan di temani Tasya berdua saja. Entah setan apa kok tiba-tiba kami sudah berciuman di mobil. gak terduga sama sekali. Perang melawan nafsu gak terkendali lagi, aku lagi-lagi kalah. aku sempatkan mampir ke sebuah hotel di perjalanan. Kami ulangi lagi peristiwa yg sama, meski cuma check in 3 jam saja.
Sejak peristiwa itu, kami sering bercinta tanpa melakukan coitus. Paling kontol ku di peting, di kocok, di jepitkan ke pantat, di jepit ke toket , bahkan di oral. Akupun sering meng-oral Tasya karena dia sukanya memang di oral.

Hingga kini 2010, Tasya masih tetap perawan. Tasya sudah kuliah di salah satu perguruan tinggi atas biayaku. Dia belum mau pacaran dengan orang lain meski banyak yang mau. Tasya juga jadi ketagihan untuk menikmati seks denganku, sering tiba-tiba dia meneleponku untuk mengajak "istirahat" di hotel. Apalagi kalau bukan minta dilayani kebutuhan seks-nya dengan cara masturbasi.
Ada banyak pria keren yang datang ke rumahku untuk mendekati Tasya, aku sering cemburu. Kalau sudah begitu nafsuku suka naik, Biasanya aku lampiaskan dengan mengajak check in dia di hotel esoknya. Untunglah aku masih bisa menahan diri untuk gak memperawani nya.Tapi entah sampai kapan.
Minta pijat adik ipar jadi nafsu birahi
Minta pijat adik ipar jadi nafsu birahi, cerita seks , Minta pijat adik ipar jadi nafsu birahi, sex ngentot adik ipar montok pantat besar binal nakal godain kontol, kisah porno, kisah sex bokep, sex, Minta pijat adik ipar jadi nafsu birahi

10
205

Tags cerita dewasa paling populer di blog ini: cerita seks, Cerita Dewasa, 17 Tahun, sex, Ngentot, Memek, Istri, selingkuh, Kontol, Entot, Mama, gangbang, tante, threesome, ABG, Binal, sexy, toket, payudara.
Aktifkan javascript lalu tekan F5, untuk membuka halaman
meng-klik link cerita secara normal
dan membuka gambar lebih besar.
Cerita dewasa seks terpanas, update setiap hari cerita terbaru Cerita seks dewasa ngentot memek isteri, perek, bispak.
http://cerita-dewasa-terpanas.blogspot.com