Ngentot memek kakak kandung bikin ketagihan seks

Cerita sex sedarah Ngentot memek kakak kandung bikin ketagihan seks - Kisah ini berawal sewaktu aku masih kuliah di Kota M, sekitar 8 tahun lalu, dan sekarang umurku sudah 29 tahun dan masih membujang. Selama 2 tahun pernikahannya dan menetap di kota M, Kak Rini belum dikaruniai anak, mungkin disebabkan karena kesibukan mereka berdua, Kak Rini yang seorang karyawan bank swasta, dan Mas Tanto yang seorang dosen. Saat perkenalan itu, Rini telah berusia 26 tahun, 5 tahun lebih tua dariku dan Mas Tanto berusia 34 Tahun.


Keberadaan Kak Rini di kota kelahiranku dalam rangka mengunjungi kakek dan neneknya, yang juga masih saudara dengan nenekku. Selama liburan kita, aku lebih banyak menemani Rini keliling kota dan antar jemput mengunjungi keluarga yang lain, Mas Tanto nggak datang menemani berlibur.
"Dik Erick rencana balik ke Kota M, kapan?"
Tanya Kak Rini sewaktu aku mengantarnya pulang kerumah neneknya, dari belakang sadel boncengan motor milik kakakku.
"Mungkin seminggu lagi."
Jawabku sambil mencoba merasakan sentuhan toket nya dipunggungku.

Dengan tinggi sekitar 168 cm dan berat ideal, ukuran dada 36C dengan wajah cantik dan manis dan kulit putih mulus yang ditumbuhi bulu-bulu halus sensasional, membuat aku nggak merasa bosan dan capek menemani Kak Rini keliling kota dan mengantarnya menemani kemana saja dia pergi.
"Kalau begitu, pulangnya dengan saya saja, ya?!"
Katanya seperti berbisik ditelingaku karena derasnya angin karena laju kendaraan.
"Terserah kakak aja deh.. " kataku menyepakati 'perjanjian' itu.

Seminggu setelah itu, kita pun berangkat pulang bersama naik kapal laut ke Kota M selama satu hari satu malam perjalanan. Rencananya, setiba di Kota M, aku akan diperkenalkan ke suaminya dan sekalian mengajak aku tinggal bersama mereka (selama ini mereka cuma tinggal berdua di kompleks perumahan), karena rumah mereka masih cukup besar untuk ditempati cuma berdua saja.

Singkat cerita, aku pun diperkenalkan ke Mas Tanto yang mau menerimaku dengan senang hati dan aku pun mengemasi semua barangku dari tempat kostku ke rumah mereka. Dan disinilah awalnya cerita petualangan seksku dengan Kak Rini.

Sebagai wanita cantik dan menarik, aku pikir semua lelaki akan terpesona oleh daya tarik sensual saudara sepupuku ini. Akupun merasakannya sejak pertama kenalan, menemaninya selama liburan berkeliling kota, dan terlebih selama perjalanan dengan kapal laut kembali ke Kota M. Masih teringat waktu pertama kali berjabatan tangan, dengan senyum manisnya dia memperkenalkan diri. Aku merasakan sentuhan lembut jemarinya waktu aku memegang tangannya, sentuhan sensasional di kulitku ketika bersentuhan dengan tangannya yang ditumbuhi bulu-bulu halus, aroma badan dan rambutnya waktu berjalan berdampingan, juga hembusan nafasnya kalau berbicara padaku yang kadang-kadang terlalu dekat dengan wajahku.. pokoknya semua sensasi yang dimilikinya membuat aku berdebar dan membuat aku konak. Aku gak tahu (pada waktu itu) apakah hal itu disengaja atau nggak (setelah beberapa tahun aku tahu ternyata itu dia sengaja untuk memancing responku menurut pengakuannya!), yang jelas selama liburan, aku belum berani menunjukkan reaksiku. Nanti setelah kejadian di atas kapal laut yang membawa kita ke Kota M, baru aku berani menunjukkan 'keberanianku' pada Kak Rini, walau dengan jantung dag dig dug..

Cerita Seks Dewasa : Diatas kapal laut yang sesak karena penumpang yang banyak, kita mendapatkan tempat yang lumayan 'strategis', walaupun itu bukan tempat yang telah kita bayar untuk perjalanan kita. Bersama dengan beberapa penumpang lain (yang agak lanjut usia dengan kebanyakan wanita), kita menempati sebuah sudut ruang kapal yang agak panas, hal itu membuat kita kegerahan. Menjelang tidur malam, Rini dengan memakai kemeja yang didalamnya dilapisi kaos oblong tanpa lengan dengan celana jeans, terlihat mulai mengatur tempat untuk tidur disudut merapat kedinding ruang, sedangkan aku dengan kaos oblong juga dan celana pendek selutut berada diantara Kak Rini dengan penumpang lain. Sebelum tidur, Kak Rini membaca sebuah majalah dan aku mengisi TTS. setelah membaca majalah, Kak Rini sudah gak tahan lagi kantuknya dan tertidur, sedangkan aku melanjutkan mengisi TTS dan membaca majalah.

gak lama sesudahnya, lampu di ruangan itu dipadamkan, mungkin karena penumpang lainpun sudah ingin memjamkan mata, walaupun masih ada lampu yang menyala di tengah ruangan tapi nggak cukup untuk menerangi tempat aku membaca majalah, akupun bersandar sambil duduk berusaha untuk tidur. Tapi karena udara yang agak panas dan menggerahkan, mataku susah terpejam. Kak Rini pun bangun dan melepas kemejanya (tinggal kaos oblong) dan kemejanya itu dipakai untuk menyelimuti badannya sambil tidur. Sewaktu Kak Rini melepas kemejanya, dengan jarak sekitar 15 cm dari hidungku, aku bisa merasakan aroma tubuhnya yang terpancar dari ketiaknya sewaktu lengannya bergerak melepas kemejanya.

Aroma itu campuran aroma keringat dan sisa parfumnya, dan itu membuatku benar-benar melayang.. membayangkan aroma badan yang sensasional seperti itu. Dan diketiaknya yang putih, aku sempat melihat secara samar rambut halus hitam yang semakin membuatku ingin merasakan langsung aroma ketiaknya. Hmm.. gak sadar aku memperbaiki posisi 'junior' di celana pendekku, dan hal itu terlihat oleh Kak Rini.
"Belum tidur, rick?"
Tanyanya berbisik sebelum berbaring di sampingku.
"Belum nih, duluan aja!"
Jawabku sambil menatap matanya.

Rinipun akhirnya berbaring dengan memiringkan badannya ke arahku, sehingga kepalanya dengan pahaku cuma berjarak sekian centi. Akupun terus berusaha tidur sambil duduk karena mataku belum mau terpejam. Hembusan nafasnya terasa menggelitik paha kiriku bagian luar, dan mungkin saja Rini tahu kalau kontol ku lagi tegang karena celana pendekku di sekitar kontol ku agak menonjol berdiri. Setelah capek duduk dan mataku terasa muali berat dengan angin laut yang mulai bertiup sepoi-sepoi, akupun berbaring di sisi Kak Rini. Saat aku mengambil posisi baring, Rini memberiku sedikit ruang sambil mengangkat lengan kanannya, dan lagi-lagi tercium aroma badan yang makin membuatku tegang. Walaupun aku masih berbaring terlentang dan Rini sedikit condong ke arahku, aku bisa merasakan bahwa kepalaku tepat berada di bawah ketiaknya karena aku merasakan lengan Kak Rini ada diatas kepalaku.

Kantukku pun hilang karena 'posisi' yang menguntungkan ini, aku sisa mengarahkan mukaku ke arah Rini dan ketiaknya sudah pasti ada di mukaku. Aku coba untuk diam, namun rangsangan yang timbul dari aroma badan Kak Rini yang perlahan mulai tercium membuat aku gelisah. Lama setelah itu, sewaktu aku merasakan nafas Rini yang beraturan menerpa wajahku, baru aku perlahan-lahan mengarahkan wajahku ke bawah ketiaknya dan..
Cerita Dewasa - Hmm aroma itu benar-benar membuat aku makin gak beraturan untuk bernafas, antara rasa senang, takut Kak Rini marah dan rangsangan yang terus membuat jantungku berdebar. Dengan jarak cuman sekita 3-4 cm antara hidungku dan ketiak putih itu, Kak Rini pasti bisa merasakan kegelisahanku, tapi mungkin dia sudah nyenyak sampai nggak merasakan hembusan nafas dan sentuhan ujung lidahku diketiaknya. Rasa kecut karena ketiak yang sedikit berkeringat itu nggak kuhiraukan, malah aku semakin terangsang dan kadang mendesah tertahan sambil memegang kontol ku yang makin keras.

Ketika aku sudah gak tahan lagi, dengan jantung berdegup kencang, perlahan aku mengambil jaket tebalku untuk menutupi celanaku yang semakin menonjol karena desakan kontol ku sambil memiringkan badan ke arah Kak Rini sehingga kontol ku merapat di paha Kak Rini yang berbalut jeans dengan hidungku dan bibirku yang telah menempel di ketiaknya. Aku mencoba menahan nafasku yang memburu sambil melanjutkan jilatanku yang makin berani ke arah pangkal toket nya. Semua itu aku lakukan dengan sangat hati-hati, takut membangunkan Kak Rini dan dia nampaknya masih seperti semula dengan nafas yang masih beraturan.

Dengan perlahan aku membuka kancing tarik celanaku, meyampingkan CD ku lalu kutarik kontol yang sudah sangat tegang keluar. Meski cuma kepala kontol dan sebagian batangnya yang bisa keluar dari celanaku, aku elus-eluskan di paha Kak Rini sampai aku merasa ada cairan bening keluar(bukan sperma yang kental) dan menempel di celana jeansnya. Mungkin aku akan terus menggesek-gesekkan kepala kontol ku sampai aku ejakulasi, kalau saja Kak Rini nggak bergerak sedikit menjauh dari tubuhku.

Kejadian itu berakhir sampai disitu, dan sewaktu bangun, Kak Rini nggak bicara soal tersebut, cuma ada sedikit ada rasa canggung diantara kita, sampai kita turun dari kapal dan tiba di rumah.

Sejak tinggal bersama Kak Rini dan suaminya, aku mencoba untuk menjadi adik yang baik, aku coba membuang semua pikiran jorok di kepalaku tentang Kak Rini dan mencoba menghindari Kak Rini dengan banyak beraktivitas di kampus atau di luar rumah. Sampai suatu saat, Mas Tanto mengambil Tugas Belajar ke Filipina selama 1 tahun.

Empat bulan setelah tinggal di rumah Kak Rini, Mas Tanto berencana akan berangkat ke Filipina, dan selama itu aku mencoba menjaga jarak dengan Kak Rini walaupun dia tetap baik dan ramah kepadaku. Kalau nggak ada kegiatan di kampus atau ditempat lain, aku banyak berkurung diri di kamar, dan kamipun bertiga cukup sibuk dengan urusan masing-masing, sehingga cuma waktu-waktu tertentu saja (Sabtu/Minggu) baru ketemu atau kumpul bersama. Usahaku untuk menghindari berdekatan dengan Kak Rini adalah untuk membantu menghilangkan pesona sensualitasnya yang sering aku rasakan kalau berada dekatnya. Dan hal ini juga didukung karena Kak Rini sering berangkat pagi dan pulang kerja sore (aku biasanya yang paling akhir meninggalkan rumah) dan paling lambat tiba di rumah.

Cerita Seks Dewasa : Satu-satunya yang paling sering menggodakau adalah pakaian-pakain kotor(terutama pakaian dalam Kak Rina) yang baru habis dipakainya, yang ditumpuk dalam keranjang pakaian didekat kamar mandi. Sering kali saat bangun pagi jam 08. 00 (kuliah agak siang) aku 'memeriksa' pakaian-pakaian tersebut (saat mereka telah berangkat kerja). Aku sering mendapati pakaian kerjanya yang kemarin dan pakaian tidurnya semalam masih menyisakan aroma badan dan parfumnya, terlebih lagi celana dalamnya menyisakan cairan memek nya yang harum (belakangan aku tahu memek nya memang harum saat aku mengoralnya) dan sering aku ciumin dan jilati sambil beronani.

Karena fantasi tersebut akan sampai sering menumpahkan spermaku di celana dalamnya atau pakaian kerjanya (tiap Sabtu baru di cuci), dan sewaktu pertama kali memuncratkan spermaku di CD nya.. aku takut Kak Rina tahu dan memarahiku. Tapi sewaktu dia mencucinya pada hari Sabtu.. dia sepertinya nggak tahu atau pura-pura nggak tahu kalau spermaku sudah bercampur dengan sisa-sisa cairan memek nya (kadang cairan memek nya masih basah). Dan setelah Mas Tanto memberi tahu rencananya untuk ke Filipina dan menyuruhku untuk menjaga Kak Rina dan rumah aku semakin.. akhh.. berdebar-debar. Inilah awal yang menjadikan aku tahu kalau Kak Rina ternyata memiliki hasrat dan gairah seks yang tinggi serta mengajariku fantasi-fantasi sex ngentot. Hubungan kita ini telah berlangsung sampai 8 tahun dan kita sepertinya orang yang masih pacaran walaupun dia telah bersuami.

Dan satu hal lagi, adalah kesukaanku mengintip aktivitas Kak Rini bila berada dirumah. Kalau malam hari saat tidur dengan suaminya, aku sering mendengar erangan-erangan saat mereka ngentot. Bahkan aku pernah coli didepan kamarnya yang aku buka sedikit pintunya dan aku melihat Kak Rini lagi tidur dikamarnya dengan pakaian tipis dan sexy (saat itu suaminya belum pulang dari kantornya). Dan berapa kali kejadian-kejadian gak terduga yang membuat aku sakit kepala bila membayangkannya.. karena ingin segera merasakan ngentot dengan Kak Rini.

Tiba saatnya Mas Tanto berangkat ke Filipina, aku dan Kak Rini mengantarnya ke bandara dan Kak Rini langsung berangkat ke kantornya, sedangkan aku balik ke rumah karena hari itu aku nggak ada perkuliahan atau kegiatan lainnya di luar rumah. Setiba dirumah, aku langsung memeriksa keranjang tempat pakaian kotor Kak Rini. Disitu aku mendapati beberapa potong celana dalam dan BH Kak Rini dan daster yang dipakainya semalam. Seperti biasa, aku mulai menciumi CD Kak Rini yang meninggalkan sedikit cairan memek nya sambil mulai membayangkan aku menciumi memek Kak Rini sambil mulai beronani. Aku buka semua pakaianku dan memakai CD Kak Rini yang lain sambil meremas-remas kontol ku di dalam CD Kak Rini.

Ketika asyik beronani, tiba-tiba telepon berdering, ternyata dari Kak Rini yang menanyakan apakah aku telah tiba dirumah atau belum. Aku berusaha untuk mengajak Kak Rini bicara lama di telepon sambil terus meremas kontol ku dan membayangkan sedang ngentot dengannya. Suaraku kedengaran parau karena rangsangan yang timbul dan aku berusaha mengajak bercanda Kak Rini:
"Jam berapa baliknya nanti Kak Rin?" Tanyaku,
"Seperti biasalah, kenapa emang?! kangen ya sama aku?" Balasnya bercanda,
"Nggak kok, cuman mau menjalankan tugas dengan baik, menjaga dan mengantar jemput kakak!" Jawabku dengan suara gugup karena aku semakin terangsang mendengar suara lembut Kak Rini.. "Kamu kenapa? kok suaramu parau begitu?!"
Aku cuma menjawab, "Masih ngantuk nih, habis bangun pagi-pagi ngantarin Mas Tanto!" Jawabku bohong dan..

"Akhh.. "
Aku mencapai klimaks
"Udahan dong, aku mau tidur lagi.. nanti aja aku jemput!" kataku kelelahan karena karena spermaku telah terumpah di CD Kak Rini..
"Ya deh, aku tunggu.. awas kalau nggak jemput!" Katanya mengakhiri pembicaraan kita. Aku pun menyimpan kembali CD Kak Rini di keranjang dan aku benar-benar puas onani kali ini karena baru kali ini aku onani disertai dengan mengobrol dengan Kak Rini walaupun cuma ditelepon.

Ngentot memek kakak kandung bikin ketagihan seks incest, cerita ngewe sedarah sex
Klik foto untuk memperbesar gambar
Setelah kejadian itu, selama dua minggu pertama keberangkatan suaminya ke luar negeri nggak ada kejadian istimewa yang terjadi. Aku cuma sesekali onani, karena aku sering berada di luar rumah (kalau sore atau malam baru balik ke rumah) dan mengantar jemput Kak Rini kalau aku nggak ada kegiatan. Setelah mengantar atau menjemput Kak Rini, aku biasanya melanjutkan kegiatanku di kampus atau di luar rumah, dan kalau balik kerumah aku sering mendapati Kak Rini telah tidur di dalam kamarnya sehingga kita nggak sempat ngobrol.
Ngentot memek kakak kandung bikin ketagihan seks
Ngentot memek kakak kandung bikin ketagihan seks, cerita seks , Ngentot memek kakak kandung bikin ketagihan seks incest, cerita ngewe sedarah sex, kisah porno, kisah sex bokep, sex, Ngentot memek kakak kandung bikin ketagihan seks

10
205

Tags cerita dewasa paling populer di blog ini: cerita seks, Cerita Dewasa, 17 Tahun, sex, Ngentot, Memek, Istri, selingkuh, Kontol, Entot, Mama, gangbang, tante, threesome, ABG, Binal, sexy, toket, payudara.
Aktifkan javascript lalu tekan F5, untuk membuka halaman
meng-klik link cerita secara normal
dan membuka gambar lebih besar.
Cerita dewasa seks terpanas, update setiap hari cerita terbaru Cerita seks dewasa ngentot memek isteri, perek, bispak.
http://cerita-dewasa-terpanas.blogspot.com