Ngentot memek dan lobang pantat istri kesepian sama 2 cowok

Malam itu Dewi sendirian menonton TV diruangan keluarga, suaminya belum kembali dari tugas luarkotanya, sementara Doni sedang pergi kerumah temannya, malam ini Dewi mengenakan daster 1 tali berwarna pink dengan belahan berbentuk V dibagian dadanya sehingga belahan payudaranya putih mulus terlihat dengan jelas, kedua putingnya terbayang dengan jelas dari balik dasternya, sementara bayangan hitam di selangkangannya terlihat dengan jelas dari balik dasternya yang berbahan satin dan agak tipis itu.

Sayup-sayup Dewi mendengar suara ketukan dipintu rumahnya, dengan sedikit malas Dewi beranjak dari tempat duduknya menuju kepintu depan untuk melihat siapa yang datang, sesampainya di depan pintu Dewi membuka kunci pintu dan membukanya, ternyata Sugito dan temannya yang datang.

"Ada apa, pak Sugi?" Dewi bertanya maksud kedatangan Sugito.

"Ini, Bu, maaf kalau kedatangan kami mengganggu waktu istirahat ibu," Sugito memohon maaf atas kedatangannya malam-malam.

"Ini, teman saya Parmin sedang ada sedikit masalah dengan keuangan, siapa tahu ibu bisa membantunya," lanjut Sugito menjelaskan kedatangannya.

"Oh, untuk apa dan berapa banyak, " Dewi bertanya kembali

"Gak banyak kok, Bu, si Parmin ini butuh 500ribu untuk ngongkosin istrinya pulang kampong karena orang tua istrinya sakit, " Sugito kembali menjelaskan

"Oh, kalau segitu sich ada, ayo masuk dulu pak, saya ambilkan uangnya" Dewi berkata kepada mereka.

Sementara Dewi masuk kedalam kamarnya untuk mengambil uang, Sugito dan Parminpun masuk kedalam rumah Dewi, merekapun duduk diruang tamu menunggu Dewi kembali.

Tak lama berselang Dewi kembali dari dalam, lembaran uang terlihat digenggaman tangannya.

"Ini pak uangnya, mudah-mudahan cukup untuk ongkos istri bapak," Dewi berkata kepada Parmin sambil menyerahkan uangnya.

"Terima kasih banyak, bu, atas bantuannya," kata Parmin.

"Sama-sama, Pak," kata Dewi.

"Oh iya Bu Dewi, ada satu lagi, saya hampir lupa menyampaikannya," Sugito berkata kepada Dewi.

"Apa tuch, pak Sugi," Dewi bertanya kepada Sugito.

Bukan menjawab pertanyaan Dewi tapi malahan Sugito tersenyum dengan penuh arti, tingkahnya ini membuat Dewi menjadi bingung.

"Ini pak Sugi, ditanya malah tersenyum," Dewi mengomel melihat tingkah Sugito.

Dengan senyuman yang tetap tersungging di wajahnya, Sugito menghampiri Dewi yang sedang berdiri didekat Parmin, kemudian dengan gerakan yang cepat tubuh Dewi dipeluknya dan mulutnya memagut bibir Dewi yang saat itu terbuka karena terperangah atas tindakan Sugito, sementara itu Parmin tanpa perlu diperintah langsung menutup pintu depan rumah Dewi dan menguncinya, setelah itu iapun ikut memeluk tubuh Dewi dari arah belakang.

Dewi betul-betul terkejut mendapat serangan seperti ini dari mereka berdua, apalagi tidak pernah terbersit dalam pikirannya bahwa kedua orang ini akan menyerang dia.

"Hmmmhhhh...hmmhhhh..." Dewi menggumam sambil berusaha berontak dari sekapan Sugito dan Parmin, tapi apa daya tenaga Dewi tidak dapat menandingi kedua orang ini, Dewipun tidak dapat berteriak karena mulutnya sedang dilumat oleh mulut Sugito.

"Sssstttt...tenang Bu, jangan berteriak, kita akan buat ibu merasakan surga dunia," Parmin berbisik ditelinga Dewi.

"Hmmhhhh..hmmmhhh..," Dewi tetap meronta-ronta sambil bergumam.

"Sssttt...gak usah takut Bu, bukannya kemaren ini malah ibu yang minta dipuasin ama siGito," kembali Parmin berbisik ditelinga Dewi.

"Sekarang ini bukan hanya si Gito yang bakalan muasin ibu, tapi saya juga akan muasin ibu, dijamin pasti ibu ketagihan nantinya, " lanjut Parmin sambil kedua tangannya mulai beraksi, tangan kirinya mulai meremas kedua belah payudara Dewi, sementara tangan kanannya mulai meluncur kebawah keselangkangan Dewi dan mulai mengelus-ngelus lembah memek Dewi.

Sementara Parmin asyik bergerilya ditubuh Dewi, Sugito asyik mencumbu Dewi, serangan kedua orang ini akhirnya membuat pertahanan Dewi runtuh, rontaan-rontaannya berhenti, pagutan Sugito sekarang dibalasnya dengan penuh nafsu, gumamannya berubah menjadi desahan-desahan.

"Nah, gitu Bu, kita jamin kok, ibu bakalan ketagihan sama kita berdua," Parmin berbisik lagi, sambil menjilati telinga Dewi, sementara kedua tangannya semakin menjadi-jadi beraksi ditubuh Dewi.

Kedua tangan Sugito mulai beraksi di tali daster Dewi, diturunkannya kedua tali daster Dewi dari bahu Dewi perlahan-lahan menuruni kedua tangan Dewi, Kedua bukit kembar Dewi perlahan-lahan mulai terlihat oleh mata Sugito, aksi Sugito ditingkahi oleh Parmin dengan memegangi pundak Dewi yang sudah telanjang dan menciuminya, membuat Dewi menggelinjang kegelian karena merasakan kumis Parmin bergesekan dengan kulit pundaknya, Sugito terus menurunkan tali daster itu sampai terlepas dari tangan Dewi sehingga membuat tubuh bagian atas Dewi terpampang dengan jelas, tidak berhenti sampai disitu saja, daster yang sudah setengah jalan itu dia turunkan terus sehingga kekaki Dewi, sehingga lembah memek Dewi yang tertutupi oleh semak-semak hitam terlihat dengan jelas oleh Sugito.

Sugito dengan penuh nafsu mulai menciumi, menjilati dan menghisap-hisap lobang memek Dewi, terdengar bunyi hisapan-hisapan Sugito di memek Dewi, ditimpali oleh desahan-desahan Dewi, tubuh Dewi semakin menggelinjang mendapat serangan atas-bawah dari kedua orang ini.

lenguhan dan desahan keluar dari mulut Dewi.

"hhm enak memek bu Dewi nich, harum" gumam Sugito sambil asyik menjilati dan menghisap-hisap memek Dewi.

"Tubuhnya juga harum, dan ini toketnya..hhhmmmm..ranum betul...," Parmin ikut mengomentari, sambil kedua tangannya asyik meremas-remas toket Dewi, sementara mulutnya bergerilya menciumi telinga, tengkuk, dan leher Dewi..

Sementara itu Sugito semakin menggila dengan perbuatannya, bukan saja mulutnya yang beraksi tapi sekarang jari-jari tangannya mulai beraksi di lobang memek Dewi, pertama hanya jari tengahnya saja yang Sugito masukkan kedalam lobang memek Dewi dan dikocok-kocokannya, lama-lama jari telunjuknyapun ikut keluar masuk di memek Dewi, membuat memek Dewi semakin basah oleh cairan memek nya, desahan dan lenguhan Dewi semakin menjadi-jadi, gelinjangan tubuh Dewipun menggila, kelihatannya Dewi akan segera mencapai puncak orgasme nya, terlihat kedua tangan Dewi meremas-remas kepala Sugito, sementara kepala Dewi bergerak liar kekanan dan kekiri, pantatnya kadang-kadang ditekan kebawah menyambut sodokan-sodokan jari tangan Sugito, merasakan gerakan tubuh Dewi yang semakin tak beraturan Parmin mengalihkan ciuman-ciumannya ke payudara Dewi, kedua payudara dan puting susunya bergantian dihisap dan dijilati oleh Parmin, tangan kirinya memeluk punggung Dewi sementara tangan kanannya bergantian meremas-remas payudara Dewi.

"ohh aku gak tahan lagi aahhh," Dewi melenguh dan mendesah saat mencapai puncak orgasme nya.

dan cairan memek Dewi menyembur dari lobang memek nya..Sugito merasakan hangatnya cairan memek Dewi, tanpa segan-segan Sugito menghisapnya dalam-dalam..semua cairan memek Dewi tertelan oleh Sugito..tubuh Dewi mengejang menikmati pencapaian puncak seks orgasme yang hebat ini.

Setelah ombak kenikmatannya mereda, Dewi mengajak Sugito dan Parmin untuk meneruskan aksi mereka diruang tidurnya, sesampainya ditempat tidur Dewi berduduk dipinggir tempat tidur dan menyuruh kedua orang itu untuk membuka pakaian yang mereka kenakan, Dewi terperangah saat melihat tubuh telanjang Parmin, kontol Parmin ternyata lebih besar dari punya Sugito sementara panjangnya hanya lebih panjang sedikit dari punya Sugito.

Melihat kontol Parmin yang sudah ngaceng tanpa sabar lagi Dewi segera meraih kontol Parmin itu dan mulai menciumi, menjilati dan mengulum-ngulumnya, lenguhan dan desahan Parmin bersahutan dengan decakan mulut Dewi yang sedang asyik bermain dikontol nya.

Melihat Dewi mulai beraksi dengan kontol Parmin, Sugito tidak mau membuang waktu lagi, didorongnya tubuh Dewi sehingga Dewi terlentang diatas tempat tidur, sambil merebahkan tubuhnya diatas ranjang Dewi tidak mau melepaskan pegangan dan kulumannya di kontol Parmin, sehingga membuat Parmin sedikit kelabakan mengikuti tarikan tangan Dewi di kontol nya, dengan bertumpu diatas kedua lututnya Parmin disamping kepala Dewi, sementara tangannya mengangkat kepala Dewi dan menahan posisi kepala Dewi sehingga Dewi dengan leluasa bermain dikontol nya.

Sugitopun segera beraksi dengan mengangkangkan kaki Dewi, diselipkannya kepala kontol nya dibelahan bibir memek Dewi, dengan perlahan-lahan Sugito mulai menekan kontol nya, kontol Sugito mulai merangsek masuk kedalam lobang memek Dewi.. dan bless akhirnya kontol Sugito terbenam seluruhnya didalam lobang memek Dewi.

Saat lesakan kontol Sugito di dalam lobang memek nya Dewi merasakan kenikmatan yang sangat, lenguhannya terdengar ditengah-tengah suara kulumannya dikontol Parmin, sementara matanya merem-melek merasakan kenikmatan gesekan kontol Sugito dimemek nya.

Dewi melenguh saat merasakan kontol Sugito mulai menerobos lobang memek nya sambil mengulum-ngulum kontol Parmin.

Sugito mulai memaju-mundurkan kontol nya, kontol Sugito mulai keluar masuk ngentotin memek Dewi, Sugito bergerak dengan perlahan-lahan ia ingin betul-betul merasakan geseran dinding memek Dewi di batang kontol nya, lama-lama ritme gerakannya mulai meningkat, seiring dengan memuncaknya nafsu birahi Sugito.

Biarpun kali ini untuk kedua kalinya Sugito merasakan jepitan memek Dewi dikontol nya, tapi Sugito merasakan memek Dewi betul-betul sempit, sempitnya lobang memek Dewi membuat Sugito merem-melek, lenguhan dan dengusan terdengar dari mulutnya, bersahutan dengan lenguhan dan desahan Dewi dan Parmin yang juga sedang sama-sama menikmati persetubuhan ini, sementara Dewi betul-betul merasakan kenikmatan cara seks ngentot yang baru.

Baru sekali ini Dewi merasakan mulut dan memek nya penuh dengan kontol dientot secara berbarengan, tak lama berselang saat Dewi sedang asyik-asyiknya merasakan kedua kontol itu keluar masuk di mulut dan di memek nya, Sugito menghentikan gerakannya dan mencabut keluar kontol nya, kemudian Dewi melihat Sugito merangkak keatas tempat tidur lalu duduk bersandar disandaran tempat tidur lalu Sugitopun mengangkangkan kakinya.

"Aku udah mau keluar..tapi aku ingin ibu memuaskan kontol ku dengan mulut ibu, Min, giliranmu sekarang menggenjot memek ibu tuch," kata Sugito sesaat setelah ia duduk bersandar.

Mendengar itu Parmin menarik kontol nya yang sedang berada digenggaman tangan dan dikuluman mulut Dewi, Parmin menarik bangun Dewi dan menyuruh Dewi untuk merangkak, dan Parmin mengarahkan kepala Dewi tepat berhadapan dengan kontol Sugito, ditekannya kepala Dewi sehingga kepala kontol Sugito bersentuhan dengan mulut Dewi, Dewi mengerti keinginan mereka, kemudian Dewi mulai membuka mulutnya dan mulai mengulum-ngulum kontol Sugito, Sugito mulai mengerang-ngerang merasakan hisapan dan kuluman mulut Dewi dikontol nya, sementara itu Parmin mulai beralih kebelakang Dewi dan mulai mengarahkan kontol nya ke lobang memek Dewi, diselipkannya kepala kontol nya di bibir memek Dewi, dan perlahan-lahan Parmin mulai mendorong masuk kontol nya.

kontol Parmin yang lebih besar ukurannya dari punyanya Sugito mulai menerobos masuk kedalam lobang memek Dewi. Dewi melenguh saat kontol Parmin mulai ngentot masuk kedalam memek nya, ia merasakan memek nya seperti robek saat kontol Parmin mulai melesak masuk itu.

Mendengar itu Parmin mendiamkan gerakannya, ia memberikan kesempatan kepada lobang memek Dewi untuk beradaptasi dengan ukuran kontol nya, beberapa saat kemudian dengan sekali sentakan Parmin menekan kontol nya dalam-dalam di lobang memek Dewi, perbuatannya membuat Dewi menjerit, tapi yang terdengar dari mulut Dewi hanya gumaman saja karena gerakan Parmin tadi membuat tubuhnya terdorong kedepan dan akibatnya kontol Sugito masuk hampir seluruhnya kedalam mulut Dewi.

Dewi menjerit tertahan merasa memek nya seperti sobek, tapi ia juga merasakan kenikmatan yang sangat, Dewi merasakan denyutan di batang kontol Parmin yang terjepit erat oleh dinding memek nya, dan ia sendiri merasakan otot dinding memek nya berdenyut juga.

Dewi mulai merasakan Parmin dengan perlahan-lahan menarik kontol nya..gesekan batang kontol Parmin didinding memek nya membuat Dewi merem-melek karena kenikmatan yang sangat, sementara karena gerakan menarik Parmin membuat tubuh Dewipun tertarik kebelakang dengan sendirinya mulutnya mulai bergerak juga, kontol Sugito yang hampir terbenam semuanya didalam mulutnya perlahan-lahan mulai keluar sedikit-demi sedikit dari kuluman mulut Dewi, kemudian Parmin mulai mendorong kembali kontol nya masuk kedalam lobang memek Dewi sehingga membuat kontol Sugito mulai melesak masuk lagi kedalam mulut Dewi, Sugito merasakan kenikmatan yang luarbiasa saat kontol nya tergesek-gesek oleh mulut Dewi, lenguhan-dengusan dan desahan dari mereka bertiga kembali terdengar, keringatpun mulai mengalir keluar dari tubuh mereka.

Gerakan maju-mundur Parmin mulai tidak beraturan, sementara pantat Sugitopun semakin terangkat, kedua tangannya memegangi kepala Dewi, tubuhnya mengejang, Dewipun mulai merasakan hal yang sama dengan Sugito dan Parmin, puncak kenikmatan dari persetubuhan mereka hampir mereka raih, lenguhan dan desahan Dewi semakin sering terdengar, kepala Dewi semakin cepat naik turun dan tidak seirama lagi dengan gerakan maju mundur Parmin, sementara Dewipun mulai menggerakkan pantatnya untuk menyambut sodokan Parmin.
Akhirnya puncak kenikmatan itu mereka raih hampir berbarengan, dimulai dengan Sugito yang melenguh panjang lalu Dewi dan terakhir Parmin yang melepaskan sperma kedalam memek nya.

ohh aku keluar bu.. Sugito melenguh panjang. dan croott.. kontol Sugito menyemprotkan peju nya di mulut Dewi, disambut dengan lenguhan Dewi yang juga merasakan puncak kenikmatannya. Dewi pun melenguh sambil menelan sperma Sugito yang keluar dalam mulutnya. memek Dewi menyemburkan cairan memek nya, Parmin merasakan semburan hangat dibatang kontol nya. Aku juga keluar bu,,, lenguhan Parmin terdengar merasakan puncak orgasmenya. dan kontol Parmin menyemburkan sperma nya didalam lobang memek Dewi, Dewi merasakan kehangatan sperma Parmin didinding memek nya.

Nampak tubuh mereka bertiga mengejang menikmati puncak kenikmatan seks dari ngentot yang terlarang ini. Setelah badai nafsu mereka mereda serta tetesan terakhir dari cairan kenikmatan mereka telah menetes, akhirnya tubuh mereka pun terkapar kelelahan, nafas mereka terlihat masih memburu, mata mereka terpejam merasakan sisa-sisa kenikmatan yang baru saja mereka raih.

Jam di dinding kamar Dewi menunjukkan pukul 03.00 pagi, saat itu Dewi terbangun dari tidurnya dan ia baru menyadari bahwa sehabis pergumulan semalam dengan Sugito dan Parmin yang cukup menguras tenaganya, ia jatuh tertidur begitu pula dengan Sugito dan Parmin yang ikutan jatuh tertidur dengan posisi keduanya memeluk tubuhnya, hawa dingin AC di kamarnya membuat Dewi kembali bergairah ingin disetubuhi kembali oleh kedua orang ini, nafsu birahinya kembali bangkit membayangkan kejadian semalam, perlahan-lahan kedua tangannya menggapai kebawah mencari kedua batang kontol Sugito dan Parmin.

Kemudian setelah kedua batang kontol itu berada dalam genggamannya, dengan lembut kedua kontol itu diremas-remasnya, perlahan-lahan kedua batang kontol itu bangun, seiring dengan semakin menegangnya kedua batang kontol itu, siempunya barangpun mulai melenguh menikmati remasan-remasan tangan halus Dewi, mata mereka masih terpejam tapi naluri lelaki mereka sudah bangun terlebih dahulu, Dewi yang mendengar lenguhan mereka semakin bernafsu meremas-remas kedua batang kontol mereka.

Kedua batang kontol mereka sudah betul-betul tegang dan siap untuk berperang dengan memek Dewi yang sudah mulai basah, setelah merasakan bahwa kedua batang kontol mereka betul-betul tegang Dewi mulai bangkit dari posisi tidurnya kemudian Dewi mulai berjongkok diatas tubuh Parmin, perlahan-lahan batang kontol Parmin diarahkan ke lobang memek nya, dioles-oleskannya kepala kontol Parmin dengan bibir memek dan kelentitnya, Dewi melenguh kegelian merasakan gesekan kepala kontol Parmin di itil dan dibibir memek nya, selang beberapa saat kepala kontol Parmin ia selipkan di lobang memek nya..sleepp.., kemudian perlahan-lahan Dewi mulai menurunkan pantatnya dan bleess kontol Parmin mulai masuk perlahan-perlahan di lobang memek Dewi.

"Aaggghhh..sssshhhh..oouughhh.." terdengar Dewi melenguh menikmati terobosan kontol Parmin di lobang memek nya. Parminpun melenguh menikmati jepitan memek Dewi di batang kontol nya, kedua matanya mulai perlahan-lahan terbuka.

kontol Parmin akhirnya terbenam seluruhnya di lobang memek Dewi, Dewi merasakan kembali lobang memek nya penuh sesak oleh jejalan batang kontol Parmin yang besar, sesaat Dewi tidak melakukan gerakan, ia ingin merasakan denyutan-denyutan batang kontol Parmin didinding lobang memek nya, Dewi merasakan sensasi yang luar biasa saat batang kontol Parmin berdenyut-denyut sehingga membuat dinding lobang memek nyapun berdenyut juga menimpali denyutan yang dibuat batang kontol Parmin, Parmin sendiri merasakan batang kontol nya seperti diremas-remas dengan lembut.

"Aagghhhh...ssshhhh..aaaaahhh..kontol mu enak sekali.." Dewi mengerang keenakan.

"memek ibu juga enaakkk...bissaaa.. ngempot.." Parmin juga merintih keenakan.

Erangan mereka berdua membuat Sugito terbangun, dan ia melihat Dewi sudah menduduki Parmin dan tangan Dewi sedang memegangi kontol nya yang sudah tegang, tidak menunggu diperintah Sugito mulai bangun dan mulai menyerbu tubuh Dewi, mulutnya mulai menyerang kedua payudara Dewi bergantian dengan tangannya, saat mulutnya menjilati dan menghisap payudara yang kiri, tangannya meremas-remas dan memilin-milin payudara yang kanan, aksi Sugito membuat rintihan dan erangan Dewi semakin menjadi.

ohhh geli hisap puting toket ku.. oh.. Dewi merintih keenakan dan kegelian.

Melihat itu Parmin tidak mau diam, kedua tangannya memegang pantat Dewi menyangga posisi Dewi yang sedang berjongkok diatas tubuhnya, lalu Parminpun memulai gerakannnya, perlahan-lahan pantatnya mulai naik turun, kontol nya keluar masuk di lobang memek Dewi, aksi Sugito dan gerakan Parmin membuat rintihan Dewi semakin menjadi-jadi, Dewi dibuat merem-melek oleh aksi seks mereka berdua, Dewi merasakan kenikmatan yang sangat luar biasa berbeda dari yang ia rasakan semalam.

Dewi tidak dapat bertahan lama menghadapi serangan kedua orang ini, puncak kenikmatannya sudah hampir diraihnya, lenguhannya semakin sering terdengar, tubuhnya mulai bergetar menikmati serangan kedua orang ini, tiba-tiba tubuh Dewi mengejang, tangannya memeluk erat Parmin sementara pantatnya ia tekan dalam-dalam menyambut sodokan Parmin, kemudian gerakan tubuhnya terdiam, Dewi mengerang menikmati puncak kenikmatannya yang berhasil ia raih.

Dinding memek nya berdenyut-denyut kencang saat lobang memek nya mengeluarkan cairan memek nnya, Parmin merasakan hangatnya cairan memek Dewi yang menyembur membasahi batang kontol nya, dan Parmin merasakan denyutan-denyutan yang sangat kuat meremas-remas batang kontol nya.

Sesaat Dewi tengkurap diatas tubuh Parmin, nafasnya memburu, matanya terpejam merasakan kenikmatan yang baru saja ia rengkuh, Parmin dan Sugito membiarkan Dewi menikmati sisa-sisa kenikmatan yang baru saja direngkuhnya.

"Oohh..nikmat sekali..hhmmmh.." Dewi bergumam sambil matanya masih terpejam, sementara bongkahan pantatnya terlihat mengejut-ngejut, nampaknya lobang memek Dewi masih menyemburkan sisa-sisa cairan memek nya.

Parmin dengan lembut mulai menciumi Dewi, bibir Dewi dipagutnya dengan lembut yang dibalas oleh Dewi, kedua lidah mereka bertautan, melihat kedua orang itu berpagutan Sugito perlahan-lahan memulai kembali aksinya dengan menciumi punggung Dewi sementara tangannya mulai meremas-remas kedua bongkahan pantat Dewi dengan lembut, ciuman-ciuman Sugito dan remasan-remasan tangan Sugito dikedua bongkahan pantatnya membuat Dewi menggelinjang kegelian, sementara Parmin tidak melepaskan lumatan-lumatan dibibir Dewi. Dewi dan Parmin bergumam dan melenguh bersamaan.

Saat itu ciuman Sugito perlahan-lahan semakin menurun kebawah kearah pantat Dewi, Dewi semakin menggelinjang kegelian, entah apa yang merasuki Sugito atau karena Sugito pernah melihat film BF yang ada "Double Penetration", ciuman Sugito mulai beralih ke pantat Dewi, lobang pantat Dewi yang terpampang dimata Sugito tanpa merasa jijik mulai Sugito ciumi, aksi Sugito semakin membuat Dewi menggelinjang, entah kenapa Dewi merasakan nafsunya perlahan-lahan mulai bangkit kembali, tak lama berselang Sugito menghentikan ciuman di lobang pantat Dewi, Sugitopun mulai memposisikan tubuhnya dengan dibelakang tubuh Dewi yang masih tengkurap diatas tubuh Parmin, kemudian Sugito mulai mengoles-oleskan kepala kontol nya di lobang pantat Dewi, aksinya ini membuat Dewi menggelinjang karena geli dan kaget, tapi Dewi tidak dapat berbuat banyak karena tubuhnya sedang dipeluk dengan eratnya oleh Parmin, Dewi hanya bisa pasrah merasakan gesekan-gesekan kepala kontol Sugito di lobang pantatnya.

"Eeehhh...Git!..aaapppaa..yang kamu lakukan..ooohhh....geelii...jjanggaan..dimasukkan kontol mu kesitu..sssshhh.." Dewi merintih kegelian dan ketakutan, Dewi takut kalau Sugito memasukkan kontol nya ke lobang pantatnya.

"Tenang bu, nanti juga enak..ibu pasti ketagihan.." Sugito menjawab dengan tenang.

Sleeppp...Sugito menyelipkan kepala kontol nya di lobang pantat Dewi, Dewi mengerang saat lobang pantatnya mulai disesaki kepala kontol Sugito, Dewi tidak dapat berbuat banyak, karena pelukan Parmin yang erat ditubuhnya dan tangan Sugito yang memegangi pinggangnya, yang hanya Dewi bisa lakukan hanya menggerakkan kepalanya, Dewi merasakan perih saat kepala kontol Sugito mulai menerobos lobang pantatnya.

secara perlahan-lahan Sugito mulai mendorong masuk kontol nya di lobang pantat Dewi, Sugito merasakan jepitan lobang pantat Dewi sangat ketat sekali melingkari batang kontol nya, dan Sugito merasakan ketatnya gesekan dinding lobang pantat Dewi dibatang kontol nya, sementara Sugito merasakan kenikmatan yang sangat luar biasa dengan jepitan lobang pantat Dewi, Dewi sendiri merasakan kesakitan dan perih yang luar biasa di lobang pantatnya.

owwhh perih.. cabut kontol mu.. Dewi menjerit kesakitan.

"Shhh..aaggghh..bentar bu,..nanti perihnya juga hilang..nnantiii..ibu juga akan merasakan enak.." Sugito menjawab.

Bleessss....Dengan sekali hentakan akhirnya seluruh batang kontol Sugito terbenam seluruhnya di lobang pantat Dewi, hentakan Sugito membuat Dewi melenguh kesakitan, sementara Sugito sendiri dan Parmin merasakan kenikmatan yang sangat luarbiasa, mereka merasakan jepitan dikontol mereka sangat erat sekali, baik Sugito maupun Parmin merasakan kedutan-kedutan yang tiada taranya, selain kedutan-kedutan dari dinding kedua lobang Dewi mereka masing merasakan kedutan-kedutan batang kontol mereka, Sugito merasakan kedutan batang kontol Parmin, Parmin sendiri merasakan kedutan batang kontol Sugito.

Tak lama berselang Sugito dan Parmin mulai memaju-mundurkan kontol mereka, mereka tidak memperdulikan jeritan kesakitan Dewi, yang mereka pikirkan saat ini adalah kenikmatan yang sangat luar biasa, nampak kontol mereka keluar masuk ngentot dengan perlahan dikedua lobang Dewi, di lobang memek dan lobang bool.

cerita seks Ngentot memek dan lobang pantat istri kesepian sama 2 cowok
Klik foto untuk memperbesar gambar

Sugito dan Parmin mendengar rintihan Dewi bukannya menghentikan gerakan mereka, tapi malah menambah ritme gerakan mereka.. gerakan kontol mereka semakin cepat keluar masuk di lobang memek dan pantat Dewi. entotan kontol mereka semakin lancar dikarenakan lobang memek Dewi dan lobang bool dewi yang semakin banyak mengeluarkan cairan pelican ini, dan kedua kontol mereka yang juga semakin banyak mengeluarkan cairan pelicinnya.


Perlahan-lahan rintihan kesakitan Dewi berganti menjadi erangan dan lenguhan kenikmatan, rasa perih yang tadi dirasakan oleh Dewi berganti menjadi rasa nikmat yang belum pernah Dewi alami selama ini, Dewi mulai bisa merasakan gesekan-gesekan kedua batang kontol Sugito dan Parmin pada dinding lobang memek dan pantatnya. Terlebih Dewi merasakan sensasi yang sangat luarbiasa pada dinding yang membatasi antara lobang memek dan lobang pantatnya, karena didinding itu ia merasakan pergesekan yang sangat luar biasa. Dewi merasakan kontol Parmin dan Sugito menggesek-gesek dinding tersebut dengan eratnya, mata Dewipun dibuat merem-melek, lenguhan-lenguhan kenikmatannya semakin kuat.

"owwhhh enak banget kontol kalian,, jangan berhenti" Dewi meracau keenakan.

"Aku udah bilang tadi pasti ibu keenakan dientot lobang pantat nya.. gak kalah rasanya dientot kontol gede di memek kan bu" Sugito berkata sambil mengerang keenakan..merasakan sempitnya lobang pantat Dewi.

"Iyaaahhh..akuu juggaaa.. keenakan ..memek nya tambah sempit nih ooughhh.. aku juga pengen nyobain ngentot bool perek ini" Erang Parmin yang juga sedang merasakan kenikmatan yang sangat luar biasa.

Keringat mereka semakin banyak keluar, bunyi beradu tubuh mereka yang penuh dengan keringat menambah nafsu mereka semakin memuncak, lenguhan dan erangan mereka semakin sering terdengar, gerakan kontol Parmin dan Sugito semakin cepat keluar masuk di kedua lobang Dewi, tak lama berselang gerakan tubuh Sugito dan Parmin semakin tidak beraturan, nafas mereka semakin memburu.

"oughh aku tidak tahan lagi aku mau keluar..arhh..shss ....enak ..memek ibu" Parmin mengerang keenakan saat merasakan puncak kenikmatan yang berhasil ia rengkuh kembali.

"iya aku gak tahan lagi pengen keluar, emang enak ngentot sama ibu" Sugito pun mengerang menimpali erangan Parmin, iapun merasakan puncak kenikmatannya yang berhasil direngkuhnya kembali.

"aku juga enak.. ohh.. ahhh... kontol kalian emang betul enak aku nikmat dan betul betul puas..oohhhh.." Dewi melenguh keenakan menyambut penggapaian dari puncak pendakian kenikmatanya yang untuk kedua kalinya ia capai di dinihari ini.

Creeettt..ssrrrrr...peju mereka menyembur berbarengan, kontol mereka mengejut-ngejut bersamaan menembakkan sperma mereka, tubuh mereka mengejang bersamaan, erangan dan lenguhan mereka terdengar bersahutan.

Ngentot memek dan lobang pantat istri kesepian sama 2 cowok, gangbang, threesome istri selingkuh
Klik foto untuk memperbesar gambar

Akhirnya setelah tetes terakhir dari lahar kenikmatan mereka keluar dari kemaluan mereka, dan badai nafsu mereka mereda, ketiganya terkapar, tubuh mereka terlentang berdampingan sementara nafas mereka masih memburu, dan mata mereka terpejam menikmati sisa-sisa dari pergulatan birahi mereka yang baru saja mereka raih sampai kepuncaknya.

Pergulatan mereka bertiga masih dilanjutkan terus sampai matahari terbit, dengan berbagai perubahan posisi, kadang Parmin yang menggarap lobang pantat Dewi sementara Sugito menggenjot memek Dewi dari bawah, atau Sugito menggenjot anus Dewi dengan gaya doggie style sementara Parmin didepan memaju-mundurkan kontol nya dimulut Dewi, berbagai posisi mereka coba dan nafsu Dewi betul-betul terlampiaskan oleh aksi Parmin dan Sugito.
Ngentot memek dan lobang pantat istri kesepian sama 2 cowok
Ngentot memek dan lobang pantat istri kesepian sama 2 cowok, cerita seks , Ngentot memek dan lobang pantat istri kesepian sama 2 cowok, gangbang, threesome istri selingkuh, kisah porno, kisah sex bokep, sex, Ngentot memek dan lobang pantat istri kesepian sama 2 cowok

10
205

Tags cerita dewasa paling populer di blog ini: cerita seks, Cerita Dewasa, 17 Tahun, sex, Ngentot, Memek, Istri, selingkuh, Kontol, Entot, Mama, gangbang, tante, threesome, ABG, Binal, sexy, toket, payudara.
Aktifkan javascript lalu tekan F5, untuk membuka halaman
meng-klik link cerita secara normal
dan membuka gambar lebih besar.
Cerita dewasa seks terpanas, update setiap hari cerita terbaru Cerita seks dewasa ngentot memek isteri, perek, bispak.
http://cerita-dewasa-terpanas.blogspot.com