Pembantu Sexy Kerjain Kontol Besarku

Aku berusia 35 tahun saat ini, sudah beristeri dan mempunyai 2 orang anak. Rumahku terletak di pinggiran kota Jakarta yang bisa disebut sebagai kampung. Orang tuaku tinggal di sebuah perumahan yang cukup elite gak jauh dari rumahku. Orang tuaku memang bisa dibilang berkecukupan, sehingga mereka bisa mempekerjakan pembantu. Nah pembantu orang tuaku inilah yang menjadi 'pemeran utama' dalam ceritaku ini.


Bapakku baru dua bulan yang lalu meninggal dunia, jadi sekarang ibuku tinggal sendiri hanya ditemani Enny, pembantunya yang sudah hampir 5 tahun bekerja disitu. Enny berumur 25 tahun, dia masih belum bersuami. Wajahnya gak cantik, bahkan giginya agak tonggos sedikit, walaupun gak bisa disebut jelek juga. Tapi yang menarik dari Enny ini adalah bodynya, seksi sekali. Tinggi kira-kira 165 cm, dgn pinggul yang bulat dan dada berukuran 34C. Kulitnya agak cokelat. Sering sekali aku memperhatikan kemolekan tubuh pembantu ibuku ini, sambil membandingkannya dgn tubuh isteriku yang sudah agak mekar.

Hari itu, karena kurang enak badan, aku pulang dari kantor jam 11.00 WIB, sampai di rumah, kudapati rumahku kosong. Rupanya isteriku pergi, sedang anak-anakku pasti sedang sekolah semua. Akupun mencoba ke rumah ibuku, yang hanya berjarak 5 menit berjalan kaki dari rumahku. Biasanya kalau gak ada di rumah, isteriku sering main ke rumah ibuku, entah untuk sekedar ngobrol dgn ibuku atau membantu beliau kalau sedang sibuk apa saja.

Sampai di rumah ibuku, ternyata disanapun kosong, cuma ada Enny, sedang memasak.
Kutanya Enny, "En, Bu Dewi (nama isteriku) kesini nggak?"
"Iya Pak, tadi kesini, tapi terus sama temannya" jawab Enny.
"Terus Ibu sepuh (Ibuku) kemana?" Tanyaku lagi.
"Tadi dijemput Bu Ina (Adikku) diajak ke sekolah Yogi (keponakanku)"
"Oooh" sahutku pendek.
"Masak apa En? tanyaku sambil mendekat ke dapur, dan seperti biasa, mataku langsung melihat tonjolan pinggul dan pantatnya juga dadanya yang aduhai itu.
"Ini Pak, sayur sop"
Rupanya dia ngerasa juga kalau aku sedang memperhatikan pantat dan dadanya.
"Pak John ngeliatin apa sih" Tanya Enny.
Karena selama ini aku sering juga bercanda sama dia, akupun menjawab,
"Ngeliatin pantat kamu En. Kok bisa seksi begitu sih En?"
"Iiih Bapak, kan Ibu Dewi juga pantatnya gede"
"Iya sih, tapi kan lain sama pantat kamu En"
"Lain gimana sih Pak?" tanya Enny, sambil matanya melirik kearahku.
Aku yakin, saat itu memang Enny sedang memancingku untuk kearah yang lebih hot lagi.
Merasa mendapat angin, akupun menjawab lagi, "Iya, kalo Bu Dewi kan cuma menang gede, tapi tepos"
"Terus, kalo saya gimana Pak?" Tanyanya sambil melirik genit.
Kurang ajar, pikirku. Lirikannya langsung membuat kontol ku berdiri.
Langsung aku berjalan kearahnya, berdiri di belakang Enny yang masih mengaduk ramuan sop itu di kompor.
"Kalo kamu kan, pinggulnya gede, bulat dan kayaknya masih kencang", jawabku sambil tanganku meraba pinggulnya.
"Idih Bapak, emangnya saya motor bisa kencang" sahut Enny, tapi gak menolak saat tanganku meraba pinggulnya.

Mendengar itu, akupun yakin bahwa Enny memang minta aku 'apa-apain'.
Akupun maju sehingga kontol ku yang sudah berdiri dari tadi itu menempel di pantatnya. Adduuhh, rasanya enak sekali karena Enny memakai rok berwarna abu-abu (seperti rok anak SMU) yang terbuat dari bahan cukup tipis. Terasa sekali kontol ku yang keras itu menempel di belahan pantat Enny yang, seperti kuduga, memang padat dan kencang.
"Apaan nih Pak, kok keras? tanya Enny genit.
"Ini namanya sonny En, sodokan nikmat" sahutku.
Saat itu, rupanya sop yang dimasak sudah matang. Ennypun mematikan kompor, dan dia bersandar ke dadaku, sehingga pantatnya terasa menekan kontol ku. Aku gak tahan lagi mendapat sambutan seperti ini, langsung tanganku ke depan, ku remas kedua buah dadanya. Alamaak, tanganku bertemu dgn dua bukit yang kenyal dan terasa hangat dibalik kaos dan branya.

Saat kuremas, Enny sedikit menggelinjang dan mendesah, "Aaahh, Pak" sambil kepalanya ditolehkan kebelakang sehingga bibir kami dekat sekali. Kulihat matanya terpejam menikmati remasanku. Kukecup bibirnya (walaupun agak terganggu oleh giginya yang sedikit tonggos itu), dia membalas kecupanku. Tak lama kemudian, kami saling berpagutan, lidah kami saling belit dalam gelora nafsu kami. kontol ku yang tegang kutekantekankan ke pantatnya, menimbulkan sensasi luar biasa untukku (kuyakin juga untuk Enny).

Sekitar lima menit, keturunkan tangan kiriku ke arah pahanya. Tanpa banyak kesukaran akupun menyentuh CDnya yang ternyata telah sedikit lembab di bagian memek nya.
Kusentuh memek nya dgn lembut dari balik CDnya, dia mengeluh kenikmatan, "Ssshh, aahh,
Pak John, paak.. jangan di dapur dong Pak"
Dan akupun menarik tangan Enny, kuajak ke kamarnya, di bagian belakang rumah ibuku.
Sesampai di kamarnya, Enny langsung memelukku dgn penuh nafsu, "Pak, Enny sudah lama lho pengen ngerasain punya Bapak"
"Kok nggak bilang dari dulu En?" tanyaku sambil membuka kaos dan roknya.
Dan.. akupun terpana melihat pemandangan menggairahkan di tubuh pembantu ibuku ini.

Kulitnya memang gak putih, tapi mulus sekali. Payudara nya besar tapi proporsional dgn tubuhnya. Sementara pinggang kecil dan pinggul besar ditambah bongkahan pantatnya bulat dan padat sekali. Rupanya Enny gak mau membuang waktu, diapun segera membuka kancing bajuku satu persatu, melepaskan bajuku dan segera melepaskan celana panjangku.

Sekarang kami berdua hanya mengenakan pakaian dalam saja, dia bra dan CD, sedangkan aku hanya CD saja. Kami berpelukan, dan kembali lidah kami berpagut dalam gairah yang lebih besar lagi. Kurasakan kehangatan kulit tubuh Enny meresap ke kulit tubuhku. Kemudian lidahku turun ke lehernya, kugigit kecil lehernya, dia menggelinjang sambil mengeluarkan desahan yang semakin menambah gairahku, "Aahh, Bapak".

Tanganku melepas kait branya, dan bebaslah kedua susu yang indah itu. Langsung kuciumi, kedua toket kenyal itu bergantian. Kemudian kujilati pentil Enny yang berwarna coklat, terasa padat dan kenyal (Beda sekali dgn buah dada isteriku), lalu kugigit-gigit kecil pentilnya dan lidahku membuat gerakan memutar disekitar pentilnya yang langsung mengeras.

Kurebahkan Enny ditempat tidurnya, dan kulepaskan CDnya. Kembali aku tertegun melihat keindahan kemaluan Enny yang dimataku saat itu, cukup indah, sexy dan menggairahkan. Bulunya gak terlalu banyak, tersusun rapi dan yang paling mencolok adalah kemontokan memek Enny. Kedua belah bibir memek nya cukup tebal, sehingga klitorisnya agak tertutup oleh daging bibir tersebut. Warnanya kemerahan.
"Pak, jangan diliatin aja dong, Enny kan malu" Kata Enny.

Aku sudah gak mempunyai daya untuk bicara lagi, melainkan kutundukkan kepalaku dan bibirkupun menyentuh memek Enny yang walaupun kakinya dibuka lebar, tapi tetap terlihat rapat, karena ketebalan bibir memek nya itu. Enny menggelinjang, menikmati sentuhan bibirku di klitnya. Kutarik kepalaku sedikit kebelakang agar bisa melihat memek yang benar-benar indah ini.
"Enny, memek kamu indah sekali, sayang"
"Pak John suka sama memek Enny? tanya Enny.
"Iya sayang, memek kamu indah dan seksi, baunya juga enak" jawabku sambil kembali mencium dan menghirup aroma dari memek Enny.
"Mulai sekarang, memek Enny cuma untuk Pak John" Kata Enny.
"Pak John mau kan?"
"Siapa sih yang nggak mau memek kayak gini En?" tanyaku sambil menjilatkan lidahku ke memek nya kembali.
Enny terlihat cukup menikmati jilatanku di klitorisnya. Apalagi saat kugigit klitorisnya dgn lembut, lalu lidahku ku masukkan ke liang kenikmatannya, dan sesekali kusapukan lidahku ke lubang pantat nya.
"Oooh, sshshh, aahh.. Pak John, enak sekali Pak. Terusin ya Pak John sayang"

Sepuluh menit, kulakukan kegiatan ini, sampai dia menekan kepalaku dgn kuat ke memek nya, sehingga aku sulit bernafas"Pak John.. aahh, Enny nggak kuat Pak.. sshh"Kurasakan kedua paha Enny menjepit kepalaku bersamaan dgn itu, kurasakan memek Enny menjadi semakin basah. Enny sudah mencapai orgasme yang pertama. Enny masih menghentak-hentakkan memek nya kemulutku, sementara sperma nya meleleh keluar dari memek nya. Kuhirup cairan kenikmatan Enny sampai kering. Dia terlihat puas sekali, matanya menatapku dgn penuh rasa terima kasih. Aku senang sekali melihat dia mencapai kepuasan.

Tak lama kemudian dia bangkit sambil meraih kontol ku yang masih berdiri tegak seperti menantang dunia. Dia memasukkan kontol ku kedalam mulutnya, dan mulai menjilati kepala kontol ku. Ooouugh, nikmatnya, ternyata Enny cukup memainkan lidahnya, kurasakan sensasi yang cukup dahsyat saat giginya yang agak tonggos itu mengenai batang kontol ku. Agak sakit tapi justru cukup nikmat. Enny terus mengulum kontol ku, yang semakin lama semakin membengkak itu. Tangannya gak tinggal diam, dikocoknya batang kontol ku, sambil lidah dan mulutnya masih terus mengirimkan getaran-getaran yang menggairahkan di sekujur batang kontol ku.

"Pak John, Enny masukin sekarang ya Pak?" pinta Enny.
Aku mengangguk, dan dia langsung berdiri mengangkangiku tepat di atas kontol ku. Digenggamnya batang kontol ku, lalu diturunkannya pantatnya. Di bibir memek nya, dia menggosok-gosokkan kepala kontol ku, yang otomatis menyentuh klitorisnya juga. Kemudian dia arahkan kontol ku ke tengah lobang memek nya. Dia turunkan pantatnya, dan.. slleepp.. sepertiga kontol ku sudah tertanam di memek nya. Enny memejamkan matanya, dan menikmati penetrasi kontol ku.

Aku merasakan jepitan yang cukup erat dalam kemaluan Enny. Aku harus berjuang keras untuk memasukkan seluruh kontol ku ke dalam kehangatan dan kelembaban memek Enny. Ketika kutekan agak keras, Enny sedikit meringis. Sambil membuka matanya, dia berkata, "Pelan dong Pak John, sakit nih, tapi enak banget". Dia menggoyangkan pinggulnya sedikit-sedikit, sampai akhirnya seluruh kontol ku lenyap ditelan keindahan memek nya.

Kami terdiam dulu, Enny menarik nafas lega setelah seluruh kontol ku ditelan memek nya. Dia terlihat konsentrasi, dan tiba-tiba.. aku merasa kontol ku seperti disedot oleh suatu tenaga yang gak terlihat, tapi cukup terasa dan enaak sekali. Ruaar Biasaa! Kemaluan Enny menyedot kontol ku!

Belum sempat aku berkomentar tentang betapa enaknya memek nya, Ennypun mulai membuat gerakan memutar pinggulnya. Mula-mula perlahan, semakin lama semakin cepat dan lincah gerakan Enny. Waw.. kurasakan kepalaku hilang, saat dia 'mengulek' kontol ku di dalam memek nya. Enny merebahkan badannya sambil tetap memutar pinggulnya. Buah dadanya yangbesar menekan dadaku, dan.. astaga.. sedotan memek nya semakin kuat, membuat aku hampir gak bertahan.

Aku gak mau orgasme dulu, aku ingin menikmati dulu memek Enny lebih lama lagi. Maka, kudorong tubuh Enny ke atas, sambil kusuruh lepas dulu, dgn alasan aku mau ganti posisi. Padahal aku takut 'kalah' sama dia.

Lalu kusuruh Enny tidur terlentang, dan langsung kuarahkan kontol ku ke memek nya yang sudah siap menanti 'kekasihnya'. Walaupun masih agak sempit, tapi karena sudah banyak pelumasnya, lebih mudah kali ini kontol ku menerobos lembah kenikmatan Enny.

Kumainkan pantatku turun naik, sehingga kontol ku keluar masuk di lorong memek Enny yang cukup sempit dan indah itu.
Dan, sekali lagi akupun merasakan sedotan yang fantastis dari memek Enny. Setelah 15 menit kami melakukan gerakan sinkron yang cukup nikmat ini, aku mulai merasakan kedutan-kedutan di kepala kontol ku.
"Enny, aku udah nggak kuat nih, mau keluar, sayang", kataku pada Enny.
"Iya Pak, Enny juga udah mau keluar lagi nih. Oohh, sshh, aahh.. bareng ya Pak John.., cepetin dong genjotannya Pak" pinta Enny.

Akupun mempercepat genjotanku pada lobang memek Enny yang luar biasa itu, Enny ngimbangin dgn ngulek pantatnya dgn gerakan memutar yang cukut erotis, ditambah dgn sedotan alami didalam memek nya. Akhirnya aku gak dapat bertahan lebih lama lagi, sambil mengerang panjang, tubuhku mengejang.
"Enny, hh.. hh, aku keluar sayaang"
Muncratlah sperma ku ke dalam memek nya. Di saat bersamaan, Enny pun mengejang sambil memeluk erat tubuhku.
"Pak Johnnn, Enny juga keluar paakk, sshh, aahh".

Aku terkulai di atas tubuh Enny. Enny masih memeluk tubuhku dgn erat, sesekali pantatnya mengejang, masih merasakan kenikmatan yang gak ada taranya itu. Nafas kami memburu, keringat tak terhitung lagi banyaknya. Kami berciuman.

Pembantu Sexy Kerjain Kontol Besarku, pembantu nakal suka ngentot, memek pembantu sexy lobang pantat diewe
Klik foto untuk memperbesar gambar

"Enny, terima kasih yaa, memek kamu enak sekali" Kataku.
"Pak John suka memek Enny?"
"Suka banget En, abis ada empot ayamnya sih" jawabku sambil mencium bibirnya.
Kembali kami berpagutan.
"Dibandingin sama Bu Dewi, enakan mana Pak?" pancing Enny.
"Jauh lebih enak kamu sayang"
Enny tersenyum.
"Jadi, Pak John mau lagi dong sama Enny lain kali. Enny sayang sama Pak John"
Aku gak menjawab, hanya tersenyum dan memeluk Enny. Pembantu ibuku yang sekarang jadi kekasih gelapku.
Pembantu Sexy Kerjain Kontol Besarku
Pembantu Sexy Kerjain Kontol Besarku, cerita seks , Pembantu Sexy Kerjain Kontol Besarku, pembantu nakal suka ngentot, memek pembantu sexy lobang pantat diewe, kisah porno, kisah sex bokep, sex, Pembantu Sexy Kerjain Kontol Besarku

10
205

Tags cerita dewasa paling populer di blog ini: cerita seks, Cerita Dewasa, 17 Tahun, sex, Ngentot, Memek, Istri, selingkuh, Kontol, Entot, Mama, gangbang, tante, threesome, ABG, Binal, sexy, toket, payudara.
Aktifkan javascript lalu tekan F5, untuk membuka halaman
meng-klik link cerita secara normal
dan membuka gambar lebih besar.
Cerita dewasa seks terpanas, update setiap hari cerita terbaru Cerita seks dewasa ngentot memek isteri, perek, bispak.
http://cerita-dewasa-terpanas.blogspot.com