Threesome Lesbian dua cewek satu cowok

Cerita Lesbi Threesome Lesbian dua cewek satu cowok - Namaku Dewi, umur 23 tahun. Aku termasuk cewek yang punya tingkat libido yang tinggi. Aku nggak pernah lama pacaran, krn aku orangnya nggak pernah puas ngesek sama pacar-pacarku dan cepat bosan. Bahkan sampai sekarangpun aku sering mencari kepuasan sendiri. Dan itupun nggak terbatas, cowok bahkan cewek sekalipun aku doyan.

Yang paling menonjol adalah wajahku yang lumayan, bodiku yang nggak ngecewain dan tentu aja toket ku yang besar. cuma dengan modal senyum dan pakaian sexy, banyak cowok yang pengin berbagi kenikmatan denganku. Kebayakan mereka nggak tahan kalau melihat dadaku yang padat membusung atau pahaku yang mulus. Aku juga nggak perlu ribet cari partner cewek, krn aku mengenal betul siapa cewek-cewek yang bisa diajak main.

Aku bekerja sebagai asisten akuntan di sebuah Jasa Akuntan Publik yang cukup terkenal di Surabaya. Pekerjaan yang melelahkan dari jam delapan pagi sampai delapan malam itu terkadang memerlukan refresing juga. Bahkan hari ini aku lembur sampai jam setengah sebelas. Makanya ketika Christine, teman kerjaku ngajakin dugem, aku langsung mengiyakan. Aku tahu Christine nggak mungkin cuma mengajak dugem aja. krn aku tahu Christine itu penganut paham lesbisme. Tapi tak apalah, aku juga ketagihan di grepe jemari lentik cewek. Apalagi Christine sangat sexy menggairahkan. Dadanya montok sedikit tak serasi dengan badan nya yang agak kurus, tapi kencang banget. Sudah lama aku pengin meremas-remas payudaranya bahkan mengemut puting payudaranya itu.

Dengan naik mobilnya, kami segera meluncur ke sebuah diskotik yang tak terlalu besar tapi cukup ramai. Sesampainya di diskotik kami segera mencari meja kosong di sudut diskotik. Walaupun di pojok tapi cukup mudah memandang ke arah floor dance. Lalu kami memesan minuman beralkohol ringan untuk menghangatkan badan. Ketika si pelayan beranjak pergi setelah mengantarkan pesanan kami, Christine mulai merapatkan badan nya kepadaku. Aku pura-pura tak peduli sambil terus mengobrol dengannya. Tapi makin lama jemari Christine mulai berani meraba-raba paha ku yang masih terbalut span ketat. Rangsangan itu mengena padaku hingga aku balas dengan makin memperdekat jarak duduk kami. Tapi belaian Christine makin panas menyusup ke balik rokku. krn tak tahan dan malu jika harus dilihat orang, aku segera mengajak Christine melantai.
"Kita turun yuk?" kataku.
"Enak disini aja ah," jawabnya menolak.
"Christine Ayo dong."

Aku menarik tangannya untuk turun ke floor dance. Kami ngedance mengikuti hingar bingar musik diskotik. Dalam keremangan dan kilatan lampu, aku lihat keayuan wajah Christine yang nampak lugu. Melihatku tersenyum-senyum kearahnya, Christine meliuk-liukkan badan nya erotis. Daya rangsang yang dinampakkannya dari gerakan badan nya dan senyuman nakalnya semakin membuatku mabuk. Sambil bergoyang aku peluk badan nya hingga kedua payudara kami saling berbenturan. Sesekali tanganku dengan nakal meremas bokongnya yang masih tertutup celana panjang. Tangannya mendekap erat badan ku bagai tak mau terlepas. Tanganku kian nakal mencoba berkelana dibalik kemejanya dan meremas kedua payudaranya yang masih terbalut BH. Ooohh.. begitu halusnya payudara Christine, halus dan kenyal banget. Lalu tanganku bergerak melepas pengait BH nya sehingga dengan bebas tangan kananku dapat membelai dan meremas buah dadanya yang keras sementara tangan kiriku telah membekap kemaluannya yang masih terlindung celana panjangnya.

Sementara Christine memejamkan matanya meresapi setiap sentuhanku sambil terus bergoyang mengikuti musik yang menghentak-hentak. badan nya bergerak merapat ke badan ku.
"Kamu ganas juga, ya?" bisiknya.
"Tapi kamu suka kan?"
Christine merapatkan badan nya sambil menciumi belakang telinga kananku. Hembusan hangat nafas Christine membuat gairahku bagai dipacu. Jemariku segera mencari-cari puting susunya lalu memelintirnya sampai membuat Christine mengikik kegelian.

Satu jam kemudian Christine mengajakku pergi dari diskotik itu. Kami telah sama-sama sepakat akan meneruskan gairah kami hingga terpuaskan. Kami menuju ke sebuah hotel terdekat lalu segera menuju kamar yang telah kami pesan. Setibanya di kamar Christine membuka pakaiannya sambil menirukan gaya penari stripis. Secara halus, perlahan demi perlahan dilucutinya pakaiannya satu persatu dengan gerakan yang membuat air liurku hendak nenetes. Tinggal CD-nya saja yang masih melekat. Dengan kedua payudara yang menggantung indah Christine mendekatiku perlahan sambil mempermainkan CDnya yang sudah basah. Akupun ikut membuka pakaianku dengan gerakan-gerakan yang juga aku buat seerotis mungkin. Mata Christine berbinar-binar ketika BH-ku menghilang dari kedua toket ku.
"Wowww.. besar dan kencang sekali.. buat aku ya.." kata Christine sambil membelai pinggiran buah dadaku, kemudian Christine mengulum putingnya yang sudah mengeras sejak tadi.
"Ooogghh.. sshh.. enak banget," rintihku.
Diisapnya dalam-dalam putingku itu dengan keahliannya. Sambil mengisap jemarinya terus menari-nari di payudara kiriku. Tanganku meremas-remas rambutnya yang mulai kucal sambil meremas-remas payudara kirinya yang sempat aku gapai.

Lidah Christine yang sudah terlatih menyapu seluruh permukaan payudaraku dan melumat putingku secara bergantian. Desahan kami berpacu diantara nafas-nafas kami yang sudah tak teratur lagi. Kemudian Christine mencumbui perutku dan terus kebawah ke arah pusat kenikmatanku yang sebelumnya telah ditelanjanginya.
"Bukit memek mu indah banget Wi.." pujinya membuatku tersanjung.
Otot-otot memek ku terasa menegang ketika jari-jari Christine merenggangkan labia mayoraku. Lalu jari tengahnya mengorek-ngorek klitorisku dengan penuh perasaan.
"Aaahh.. sshh.. mmhh.." desahku untuk kesekian kalinya. "Jilatin say.. aku paling suka.."
Christine menjilat klitorisku yang terasa tegang. Lalu menghisapnya kuat-kuat. Uaahh.. rasanya nikmat banget.. bahkan ketika lidahnya mulai turun menyusuri daerah sekitar memek ku. Rasanya mau mengeluarkan semua hasrat seksual ku yang binal.

Akhirnya Christine menjatuhkan diri ke tempat tidur dan menarik tanganku. Sementara buah dadanya kian kencang. Putingnya kian memerah. Nafasnya tersengal-sengal. Keringat sudah membasahi sekujur badan nya. Seperti keringatku. Juga nafasku. Aku lorot CD-nya yang sudah basah benar. Lalu aku menindihnya hingga badan dan payudara kami saling berimpitan, bibirku dilumatnya dengan liar. memek kami saling bergesekan hingga menimbulkan rasa panas di masing-masing memek kami. Suara srek.. srek.. akibat gesekan rumput memek kami menambah nikmat sensasi yang tercipta.
"Ooohh.. Wi.. sudah lama banget aku suka kamu.. aahhgghh.."
"Malam ini aku milikmu Chrissss.."

Setelah sepuluh menit kami saling berpagutan lidahku bergerak menuruni leher jenjang Christine sampai bibirku hinggap di payudaranya yang kencang dan ramun. Aku hisap puting susunya yang keras dan coklat. Akhirnya tercapai juga kemauanku untuk mengganyang pentilnya yang besar itu.
"Wii.. terus aachh.. ehmm.." desahnya keenakan.
Kemudian aku semakin turun dan menghisap pusarnya, Christine gak tahan diperlakukan seperti itu. Erangannya semakin panjang.
"Aaach.. geli aach.. Wii.."
Aku terus menghisap-hisap pusarnya lalu aku turun dan saat sampai di memek nya. Aku sibak rumput-rumput liar di bukit belahnya itu kemudian mulai menjilatinya dan sesekali menghisap klitorisnya yang menyembul sebesar kacang.
"Aaacchh.. Wii terus achh.. enak.."
Christine semakin menggelinjang tangannya menarik-narik sprei kamar hotel itu dan beberapa saat kemudian dia menjerit kuat. Aaacchh..!! Dan dari memek nya menyembur lendir kenikmatan yang cukup banyak. Sruupp.. langsung aku hisap habis. "Aaach Wii.. acchh.." jeritnya untuk kesekian kalinya.

Setelah mengalami orgasme yang pertama itu, Christine tergeletak di atas ranjang. Aku segera meraih HPku di dalam tas. Lalu segera mengirim SMS buat Tom, temanku ngewe. Christine yang tahu kalau aku menghubungi seseorang berlagak cemburu. Dia segera duduk tepat di depanku.
"Sms siapa sih say?" tanya Christine cemberut.
"Ada deh.." jawabku sambil tersenyum padanya.
"Ah, nggak asyik. Katanya kamu malam ini milikku?" rajuk Christine yang kemudian mengutak-utik memek ku.
Birahiku kembali bergelora. Aku biarkan saja Christine mempermainkan daerah tersensitifku itu dengan jari-jari lentiknya. Nafasku memburu ketika ujung jari telunjuk Christine masuk ke dalam lipatan memek ku yang berair kemudian mengelus-elus lipatan dalamnya.
"Hoohh.. baby sweetie.. enak banget.." rintihku.
Payudaraku yang telah bengkak dijilatnya dengan lidahnya kemudian dilumatnya putingku yang sudah sangat keras itu. Sedangkan telunjuknya terus memilin-milin clitorisku.
"Aaaghh.. terus.. yeaahh.. jilatin say.."

Christine berganti menjilati memek ku sedangkan tangannya beralih meremas-remas payudaraku yang sudah sangat bengkak dan berwarna merah oleh hisap-hisapannya. Rasanya kakiku tak kuat menyangga badan ku yang terasa berat oleh birahi yang telah sampai di ubun-ubun. Maka aku menghempaskan badan ku diatas kasur dan Christine meneruskan permainannya yang membawaku ke awang-awang. Kini kami melakukan 69 style. Saling hisap, saling jilat dan terkadang aku menekan lubang kenikmatannya dengan jempolku. Lubang asyiknya yang merah merona aku tusuk dengan jari telunjukku berkali-kali, begitu pula yang dilakukannya terhadapku. Berkali-kali klitorisku dihisap oleh Christine kuat-kuat. Berkali-kali Christine mengalami orgasme, tapi aku masih bisa bertahan. Hingga kemudian pintu kamar dibuka dari luar dan Tom muncul dari balik pintu.
"Hallo gadis-gadis! Sedang asyik nih?" sapanya.
"Ric, cepat sodokin aku dengan kontol mu!" teriakku pada Tom.

Christine segera minggir ketika Tom membuka seluruh pakaiannya. Sepintas kulihat roman muka Christine yang sedikit cemberut. Tapi aku nggak peduli yang penting Tom segera memuaskan birahiku dan membawaku ke pucuk-pucuk kenikmatan. Tom tersenyum lebar memandangi bibir kemaluanku yang semakin basah. Aku enggak tahan lagi, segera aku arahkan kontol Tom yang sudah mengacung-acung keras itu ke lubang kemaluanku.
"Aaaggh!" pekikku saat Tom menekan kontol nya agar masuk semua ke dalam lubang kemaluanku.
Blees!! Akhirnya seluruh batang kontol Tom mampu menjebol lubang kenikmatanku. Rasa perih bercampur nikmat jadi satu ketika Tom mulai mengocok liang kawinku keluar masuk.

"Aaawww.. enak banget memek kamu Dewi.. seret.. tapi siip.." bisik Tom menyanjungku.
Tom terus memompa memek ku sampai kami tak sadar mengeluarkan desahan dan rintihan birahi yang membuat Christine terangsang banget. Rasa cemburunya hilang bahkan Christine mendekatiku lalu mengenyot payudara kiriku, sedangkan Tom juga mengenyot payudara kananku. Segala kenikmatan syahwat aku rasakan dengan mata tertutup dan bibir yang menganga mendesah-desah. Hingga kemudian aku merasakan lava kenikmatanku yang menggedor-gedor.
"Aaahh aku mau keluar.. aahh.. sshh.. aahh.." pekikku.

Tom memompa kontol nya semakin cepat hingga aku kesulitan untuk mengimbanginya. Sedangkan lidahnya maupun lidah Christine semakin liar menjelajahi payudaraku. Lalu.. aahh.. Lendir kenikmatanku menghangat basah dan licin menyembur hingga membecek di sekitar selakanganku. Tom terus memompa dengan liar hingga kemudian dia berteriak tertahan,
"Aaagghh!!" Croot..croot.. spermanya muncrat tertelan lubang kenikmatanku hingga menghangat di dalamnya.
"Riic.. keluarin kontol mu itu biar Christine ngerasain nikmatnya peju mu. Chriss.. hisap memek aku say.." kataku kemudian.

Christine menjilat dan menghisap tandas semua cairan di memek ku setelah Tom mencabut kontol nya dari memek ku. Tapi tiba-tiba saja Christine terpekik keras,
"Aaacchh!!"

Threesome Lesbian dua cewek satu cowok, cerita ngentot memek lesbi
Klik foto untuk memperbesar gambar

Ternyata Tom menusukkan kontol nya ke memek Christine yang cantik kalau menungging. Christine misuh-misuh tapi kemudian ikutan ngerasain nikmatnya sodokan Tom yang sudah sangat berpengalaman ngentotin cewek-cewek dari berbagai usia. Sambil mengocok maju mundur, Tom berpegangan sambil meremas-remas payudara Christine yang sudah keras banget. Aku sendiri menjilati memek dan klitoris Christine dan sekali-sekali menjilat biji kontol Tom hingga membuat mereka sampai di pucuk-pucuk asmara.
"Aduuh sayang.. terus.. ah.. enak say.., nikmat sekali.. rasanya mau keluar say, aduuh.. nikmatnya, terus.. yang cepat.. say.. aduh aku nggak tahan mau keluar.." Christine menceracau tak karuan beberapa saat kemudian badan Christine menegang dan sur.. suurr croot.. croot.. Kemudian kami bertiga terkulai lemas bersimbah keringat yang membanjir.

"Makasih ya say.. kalian berdua memang hebat," gumamku penuh kepuasan.
"Aku juga. Aku kira paling enak itu jadi lesbian, ternyata aku butuh variasi juga," sambung Christine.
"You’re welcome. Kapan-kapan aku bersedia di episode berikutnya..," ujar Tom. Lalu kami tertidur kelelahan tapi penuh kepuasan.
Threesome Lesbian dua cewek satu cowok
Threesome Lesbian dua cewek satu cowok, cerita seks , Threesome Lesbian dua cewek satu cowok, cerita ngentot memek lesbi, kisah porno, kisah sex bokep, sex, Threesome Lesbian dua cewek satu cowok

10
205

Tags cerita dewasa paling populer di blog ini: cerita seks, Cerita Dewasa, 17 Tahun, sex, Ngentot, Memek, Istri, selingkuh, Kontol, Entot, Mama, gangbang, tante, threesome, ABG, Binal, sexy, toket, payudara.
Aktifkan javascript lalu tekan F5, untuk membuka halaman
meng-klik link cerita secara normal
dan membuka gambar lebih besar.
Cerita dewasa seks terpanas, update setiap hari cerita terbaru Cerita seks dewasa ngentot memek isteri, perek, bispak.
http://cerita-dewasa-terpanas.blogspot.com