Cerita Ines Ajarin Temannya Ngentot Kontol Gede dan Ngisep Peju

Saatnya berburu lagi Oom Oom seru juga, ketemu yang kantongnya tebel lumayan shoping di mall ngabisin waktu sama teman-temen. Bulan ini sesuah sempat ngumpul di cafe aku dan teman-temen cewek ku setuju untuk berlibur di suatu tempat. Aku dan kawan-kawanku, Dona dan Sintia, weekend akhirnya di setujui untuk meluncur ke Pantai. Sintia nyewa cottage disana ya untuk bisa senang-senang tentunya. Kali ini mereka berdua gak bawa pacar mereka masing-masing. maksudnya krn emang kita bertiga mau cobain kontol Oom Oom.

Sebenarnya mereka mau bawa pasangannya, tapi krn aku gak punya pasangan tetap, gak jadi deh. "Kamu sih Nes, gak punya pasangan tetap", protes mereka. "Ngapain punya pasangan tetap, banyak koq cowok yang mau ngentot Ines sampe lemes", aku membela diri. Akhirnya mereka mengalah. Kita nyampe di Anyer Jumat sore, banyak juga cowok yang lalu lalang di pantai didepan cottage yang disewa Sintia. Ada yang bawa pasangan, tapi banyak juga yang sendirian. Segera kita bertiga memakai seragam wajib buat mejeng, bikini yang minim dan seksi. kita bermain main di pantai sembari ngelirik cowok ganteng yang mondar mandir disana. Segera aja Dona dan Sintia dapat pasangan, mereka langsung cabut dengan pasangannya masing-masing meninggalkan aku sendirian. Memang kalau pergi bertiga, aku selalu yang paling akhir dapet pasangan. Aku berbaring aja di kursi yang banyak tersedia dipantai, sampe akhirnya ketiduran.

Aku terkejut ketika ada yang senggol-senggol kakiku. Aku membuka mataku. Ada seorang cowok ganteng, badan tegap, pokoknya tipeku bangets deh, bertelanjang dada cuma mengenakan celana pendek gOombrong. "Halo, aku Bimo. Sori ya ngebangunin kamu. koq sendirian sech", tanyanya. "Saya Ines. Tadi sih datengnya bertiga, tapi kawan-kawan Ines pergi gak tau kemana sama pasangannya masing-masing. Jadi Ines sendirian deh, sampe ketiduran. Oom juga sendiri, eh boleh kan manggil Oom", jawabku. "Boleh aja, mau gak kamu nemenin Oom". "Emangnya Oom juga sendirian ya kemarinya, itu mah diniatin krn disini pasti Oom juga nyari pasangan, nyarinya yang abg kan Oom?". "Ah bisa aja kamu. Oom kemari sama pasangan koq, sama istri. Gini Nes, Oom mau terus terang. Istri Oom pengen banget ngeliat Oom ngentot ama prempuan lain". Dia terdiam sejenak memandangiku, ngeliat apa responsku terhadap keterus-terangannya. "aku cuma tersenyum2 aja. "koq cuma senyam senyum Nes, kamu mau gak ama saya dan istri, threesome gitu Nes". Aku senang aja dapet tawaran seperti itu, biasanya kalau aku ber threesome, cowoknya 2 sampe aku kewalahan ngeladenin kontol mereka. Aku sih gak yakin itu istrinya, paling juga TTM nya, tapi siapa yang perduli. "Ok Oom, Ines mau deh". "ener ya Nes, terima kasih deh". "koq Oom milih Ines sih, tuh disana ada beberapa cewek yang sepertinya abg juga". "Oom dah survei mereka, Oom sreknya sama kamu Nes, Oom napsu banget liat kamu. Bikini kamu minim banget, toket kamu besar lagi. Jembut kamu lebat ya Nes". "koq Oom tau sech". "La iyalah, bulutangan ama bulukaki kamu panjang2, terus kamu ada kumisnya. Pasti jembut kamu lebat banget, dan juga napsu kamu juga besar kan. Kamu pasti gak puas cuma maen 1 ronde. Iya apa iya?" "Oom dah pengalaman rupanya ya". "Yuk deh ke cottage Oom, istri Oom dah nunggu disana". "Istri apa istri sih Oom", godaku. Dia cuma senyum senyum mendengar godaan manja ku. Aku digandengnya ke cottagenya, ngelewatin cewek-cewek abg yang lagi bercanda-canda, mereka semua juga berbikini. "Oom, gak jadi nih ngajak kita?’, mereka mengganggu Oom Bimo.

Sehingganya di cottagenya, ada seorang wanita, belum tua tapi yang pasti bukan ABG dan jauh lebih tua dari aku, juga berbikini. "Ini Dona, istri Oom". "Saya Ines tante". "Jangan panggil aku tante, belum tua koq dipanggil tante, panggil nama aja biar lebih akrab", protesnya. Dona tubuhnya tinggi semampai, lebih tinggi dari rata rata wanita Indonesia. Kulitnya mulus, berwarna kuning langsat (kenapa harus kuning ? apa nggak ada warna lain? He. . he. . heee), wajahnya bernuansa oriental. Tapi herannya kenapa toketnya besar ya ? Biasanya tipe tipe seperti itu kan toketnya cenderung kecil. Ukuran bra nya 34C (sama dong seperti aku). Toketnya yang besar terlihat bergelayutan seakan akan mau meloncat dari dalam bra bikini nya. Pentilnya kelihatan jelas tercetak krn branya tipis. Perutnya rata bener, mungkin belum punya anak, apalagi dengan berlian yang ditindikkan di pusarnya sebentar sebentar berkilauan bila dia menggerakkan tubuhnya. Sedangkan pahanya, alamak, betul betul paha peragawati, mulus sekali. Belum lagi matanya yang redup sayu bikin cowok yang ditatapnya merasa seperti dipanggil untuk mendekat.

Kamipun pergi ke belakang cottage. Rupanya Oom Bimo menyewa cottage yang ada fasilitas kolam renang pribadi yang tertutup dari pandangan orang lain. di pinggir kolam renang ternyata udah dipersiapkan semacam kasur angin ( seperti yang diiklankan di TV itu lho ). Disampingnya ada meja taman yang diatasnya terletak buah buahan, sebotol wine dan beberapa botol soft drink. Tentu aja ada juga tiga buah gelas kristal yang cantik. Tapi aku nggak tertarik dengan semua itu, krn setiba di pinggir kolam renang, buru buru aku menceburkan diri ke air. Rupanya inisiatifku diikuti oleh mereka berdua. Kuperhatikan kontol Oom Bimo ternyata udah ngaceng dibalik celananya, meskipun belum konak banget. nggak begitu lama kita berada diair. Kemudian kita bertiga duduk di kasur angin tersebut. Kini aku yang mengambil inisiatif. Kudorong badan Oom Bimo supaya telentang dan kutarik tangan Dona untuk memegang kontol Oom Bimo. Sedang aku sendiri cepat cepat memperamainkan toket Dona dari belakang sembari menciumi belakang telinga dan kuduknya. Diperlakukan demikian, apalagi sembari memegangi kontol Oom Bimo yang udah tambah konak, nafsu seks Dona rupanya cepat naik. Nafasnya agak memburu sedang mukanya udah mulai memerah. ngeliat itu Oom Bimo mulai beraksi mengambil alih permainan. sembari merebahkan badan Dona dikasur, aku disuruh menghisap menciumi toket Dona dari luar branya, sedang dia mulai menciumi paha sebelah dalam Dona, terus keatas, hingga ke daerah memek nya. Sedang tangannya yang kiri mulai menggerayangi memek ku yang juga udah mulai gatal. Permainan nggak berlangsung lama, Oom Bimo segera melepas bikini Dona sehingga Dona sekarang bertelanjang bulat. Toketnya yang besar dan kencang dihiasi dengan sepasang pentil yang juga udah mengeras. Jembutnya juga lebat, meskipun nggak selebat jembutku. Kemudian dia melepaskan bikiniku, paling akhir dia melepas celananya. Kontolnya yang udah ngaceng dengan kerasnya, konak mengangguk angguk, panjang dan besar sekali. hingga dibelahan memek Dona, tanpa basa basi mulut Oom Bimo langsung menerkam dan menjilat jilat memek nya sembari menghisap itil Dona. Dona langsung mendesah hebat. Mulutnya mulai mendesis "Ouccggghhh... " Oom Bimo sadar bahwa dia harus memuaskan dua orang cewek secara bergantian dan berkali kali, maka tanpa membuang waktu lebih lama dia sodorkan kontolnya yang udah ngaceng penuh itu ke belahan memek Dona.

Dia menggosok gosokkan ujung kontolnya ke itil dan bibir memek Dona. Tentu aja hal tersebut bikin Dona bergelinjang nggak keruan. Dona langsung memegang kontol Oom Bimo yang luar biasa besar itu untuk dimasukkan kedalam memek nya. nggak mudah, mungkin krn memek Dona masih sempit. Aku jadi semakin yakin bahwa Dona bukan istri Oom Bimo. kalau dia istrinya, harusnya Oom Bimo nggak sulit untuk membenamkan kontol gedenya di memek Dona. Maka, sembari menghisap hisap toket Dona, jari jari nya menolong membuka bibir memek Dona supaya bisa dilalui kontolnya. "Uuuccchhh.. . mmmhhhh " rintih Dona menahan rasa nikmat. gak berapa lama kontol Oom Bimo berhasil juga menyeruak kedalam memek Dona, meskipun baru sebatas kepala dan separo batangnya aja. Itupun udah bikin Dona menjerit tertahan merasakan nikmat . " Oouugghhhh.maas, tteerruuussss .. . oouughhh . eennnaakkkk. " celotehnya. Mukanya jadi merah membara, matanya membeliak beliak keatas, pahanya tambah dilebarkan dan pinggulnya diangkat angkat keatas. meskipun mulutnya masih terus menghisap hisap toket Dona, terdengar bisikannya padanya " Goyang sayang, goyang pantat sexy mu supaya batang kontol ku cepat bisa masuk semuanya " Diapun menggoyang goyangkan pantatnya diringi dengan entotan keras kontol Oom Bimo, maka blesss. amblaslah semua batang kontol Oom Bimo. "Aaarrggccchhhh.." pekik Dona "Maas.. kontol kamu ..mmmhhhhh.eennaakkk sseekkalliii.. " Setelah itu Oom Bimo tambah cepat ngentotin kontol besarnya ke dalam memek Dona yang tambah bernafsu dengan hebatnya. Tubuhnya yang udah basah dengan air itu tambah basah lagi bercampur dengan keringat, sedang selangkangan dan jembutnya tambah basah dengan cairan yang mulai keluar dari lobang memek nya. Matanya tambah membeliak beliak sembari mulutnya yang mungil itu ternganga nganga.

Akupun mulai berinisiatif lagi, lidahku mulai menjilati muka Dona, bibirnya, turun ke leher, dan akhirnya ke toketnya yang besar itu lagi. Tentu aja hal tersebut bikin badan Dona yang telanjang itu tambah menggelinjang. Kurang dari setengah jam Dona kita perlakukan demikian ketika tiba tiba tangan Dona yang kanan mencengkeram erat erat tanganku, sedang tangannya yang kiri memeluk erat erat pinggang Oom Bimo. sembari mengangkat pinggulnya tinggi tinggi orgasmenya meledak diriringi teriakannya "Aaaarrrggghhh. Maaas .. oooccchhhhhhh.." Dona pun lemas sembari tangannya memegangi kontol Oom Bimo yang tentu aja belum orgasme. Dona rupanya nggak ingin cepat cepat kehilangan kontol itu dari memek nya.

Aku terpana sekali menyaksikan adegan itu. Tangankupun tanpa sadar telah mengelus elus memek dan itilku sendiri. Tetapi sadar akan tugasnya untuk memuaskan diriku juga, maka dengan halus Oom Bimo melepaskan kontolnya dari memek Dona dan mengacungkannya padaku. Tentu aja hal itu kusambut dengan bahagia, kupegang kontol itu kuusap usap, ke kecum kemudian ku hisap hisap sembari kutelan sisa cairan dari memek Dona yang menempel hingga bersih. Akupun ingin memperlihatkan kehebatan ngentot ku kepada Dona, maka setelah menghisap hisap kontol Oom Bimo, kusuruh dia tidur telentang sehingga kontolnya mencuat keatas. Akupun segera menaiki badannya sembari ngepasin kontol Oom Bimo kedalam memek ku, dan bleessss. masuklah kontol Oom Bimo seluruhnya. Aku tergelinjang ketika ujung kontol Oom Bimo menyentuh bagian paling sensitive didalam memek ku, tapi kuusahakan bagian itu nggak tersentuh dulu, supaya ngewe ini berjalan agak lama. Beberapa saat menaik turunkan pantatku diatas badan Oom Bimo. Ternyata Dona memperhatikan adegan ini, dan dengan mata terbelalak sembari mulutnya terbuka, dia bangkit duduk untuk menyaksikannya lebih dekat. "Hisap pentil toket Oom Bimo. . " suruhku pada Dona. Tentu aja Dona menurut, dan sembari menungging dihisap hisapnya pentil toket Oom Bimo. Kesempatan ini rupanya dimanfaatkan oleh Oom Bimo. sembari merem melek keenakan, dia mulai mempermainkan itil Dona, dipencet pencetnya, digosok gosoknya, sehingga Dona menggelinjang gelinjang keenakan. ngeliat muka Dona tambah memerah, Oom Bimo meminta persetujuanku untuk menuntaskan hasrat birahi Dona lagi. "Percayalah, aku nggak akan hingga ngecrot .. " bisiknya. Akupun mengangguk setuju.

Kemudian dengan lembut toket Dona didorong sehingga dia rebah telentang. Oom Bimo pun memulai lagi aksinya. di hisap sedotnya itil Dona sembari dijilat jilatnya dengan rakus. Aku tambah terpana ngeliat wajah Dona yang mengeluarkan ekspresi yang sulit untuk kuceritakan. Pokoknya ekspresi untuk meminta segera dientot lagi. Mungkin Oom Bimo sadar bahwa masih ada tugas selanjutnya yaitu mengentotiku, maka tanpa buang buang waktu segera diacungkannya kontolnya ke mulut Dona. Agak kikuk Dona menerima pemberian itu, tetapi krn tadi dia ngeliatku, mengelus elus, menjilat jilat dan menyedot nyedot kontol Oom Bimo, maka diapun berusaha berbuat demikian. Hampir nggak masuk kontol Oom Bimo kedalam mulut Dona yang mungil itu. Setelah beberapa saat dihisap hisap, kemudian Oom Bimo pun mencabut kontolnya dari mulut Dona dan langsung mengarahkannya ke tengah lobang memek Dona dan .bleeesss...krn memek Dona udah banjir, cuma dengan sedikit kesulitan kontol Oom Bimo udah amblas seluruhnya kedalam lobang memek Dona dan.. . "Ooouuuggghhhhh... " Pekik Dona lirih " Teerruuuusssss..maaas.. . ggennjjot llaggiiii ... . " pinta Dona sembari merem melek dan wajahnya memerah padam. Tanpa membuang buang waktu Oom Bimo pun langsung memOompakan kontol besarnya secara cepat dan bertubi tubi didalam lobang memek Dona. "Ughhhh.. . ughhhhh.. " Terdengar rintihan nikmat Dona dipadu dengan bunyi kontol Oom Bimo keluar masuk memek Dona yang tambah banjir itu. Rupanya Oom Bimo ingin perngentotan ini cepat selesai maka tambah kencanglah kontolnya menyodok nyodok lobang memek Dona. Rupanya krn masih pemula dalam urusan seks dan ngentot kontol, Dona masih cepat orgasme krn belum setengah jam, tiba tiba badan Dona mengejang, pinggulnya diangkat tinggi tinggi sembari tangannya memeluk erat pinggang Oom Bimo maka .. "Maaas. akkuuu ... nyampeeee.. . " dan seiring dengan itu tangannya memeluk tambah erat badan Oom Bimo seolah nggak mau lepas lagi. Beberapa saat kemudian barulah dia tergeletak dengan lemas dibawah badan telanjang Oom Bimo. Oom Bimo pun tersenyum sembari melirik kearahku dan tangan nya mengelus elus rambut Dona. Rupanya Dona pun keenakan diperlakukan demikian.

Dengan lembut ditinggalkannya Dona yang telentang manja dan langsung menghampiriku. Akupun tahu diri, segera kutelentangkan diriku, kubuka kaki ku lebar lebar sembari kutekuk lututku keatas memperlihatkan memek ku yang mungil ini. Langsung aja Oom Bimo tindih badan ku dan masukin kontolnya ke lobang memek ku. Jago benar dia, tusukan kontolnya bisa persis ditengah tengah lobang memek ku. Tentu aja aku tergelinjang menerima tusukan yang tiba tiba itu. Dan dengan nafsu yang membara krn sempat tertunda tadi, maka kulayani Oom Bimo dengan sepenuh keahlianku. Kuempot empot kontol Oom Bimo dengan memek ku, dan kugoyang goyang dengan hebat, sehingga meskipun memakan waktu agak lama dan mengeluarkan suara crot . crot . crot sekitar setengah jam lebih, maka Oom Bimo dan akupun secara bersamaan merasakan gairah seks yang diselimuti kenikmatan dan .. . " Ugghhhhh. . ughhh.. . Oom, Ines.. . mmmau.. . nyampee.. . ogcchhhhh... . " "saya. . jjuggaa.. . mau ngecrot, Nes... aayyoo.. keluar bareng.. . " "ukkhhh. acchhhhh.. . mmhhhhh.. . " dan ... . sshhyyuuuurrrrrrrr.. seperti semburan Lumpur hangat lapindo di Sidoarjo sana memek ku dan kontol Oom Bimo secara bersama sama menyemburkan cairan kenikmatan banyak sekali. Kontol Oom Bimo tetap aku jepit erat erat dengan memek ku sehingga seluruh pejunya habis tertelan kedalam lobang memek ku. badan ku dan badan Oom Bimo berpelukan erat sekali sembari bibir kita berciuman.

Tentu aja hal semacam ini belum pernah dialami dan dilihat oleh Dona. Dengan keadaan terengah engah aku lirik Dona duduk bersimpuh dekat sekali disamping kita sembari mulutnya ternganga, wajahnya merona merah sembari tanpa sadar tangannya memijit mijit itilnya sendiri. Rupanya dia amat terangsang dan ikut terhanyut dengan pemandangan didepan matanya itu. Maka acara selanjutnya kamipun menceburkan diri ke kolam renang, bercanda sebentar dan kemudian mandi bertiga di kamar mandi. "Nes .. " Kata Dona tiba tiba sembari merangkul bahuku dari belakang. Kurasakan kedua pentil Dona menempel di punggungku. "Hmmh ." sahutku. "Terus terang aku nggak tahu harus berterima kasih bagaimana kepadamu. Perngentotan seperti tadi sama sekali nggak pernah kubayangkan. Bermimpipun nggak pernah. Aku nggak pernah membayangkan koq perngentotan bisa mendatangkan kenikmatan yang begitu hebat dalam diriku". Rupanya Dona itu wanita yang kesepian, suaminya janrang sekali memberikan nafkah batin krn sibuk dengan pekerjaannya aja. Bertemu dengan Oom Bimo gak tau dimana, Dona pun bikin fantasi seksnya selama ini menjadi kenyataan. Malah dia menginginkan ber threesome, itulah sebabnya Oom Bimo mengajakku untuk join dalam kegilaan ini. Terima kasih Dona.

Sepertinya semuanya belum puas dengan ngentot yang cuma seronde. Oom Bimo berbaring telanjang di kasur angin. Dona segera mengocok-ngocok kontolnya perlahan. Aku berjongkok di depannya. Dona mulai masukin kontol Oom Bimo ke dalam mulutnya. Kepalanya mulai bergerak naik turun. Pipinya yang sedikit menonjol disesaki kontol Oom Bimo. Sementara aku menciumi dan menjilati pahanya menunggu giliran. Sesaat kemudian, Dona mengeluarkan kontol Oom Bimo dari mulutnya, dan aku langsung meraihnya dengan bernafsu. Kujilati terlebih dahulu mulai dari kepala hingga ke pangkal batangnya, dan perlahan aku mulai menghisap kontol Oom Bimo. Oom Bimo menarik Dona dan menciuminya. Dona pun membalas pagutan Oom Bimo. Ciuman dan jilatannya kemudian beralih ke pentil Oom Bimo, sementara kontolnya masih menjejali mulutku. Segera Oom Bimo menarik Dona kedalam pelukannya. Oom Bimo menjilati pentilnya. "Ahh.ssstt." erangan nikmat keluar dari mulut Dona. Erangan ini semakin keras terdengar saat jari Oom Bimo mengusap-usap memek nya.

"Sebentar ya Nes. . "kata Oom Bimo sembari mencabut kontolnya dari mulutku. Dona ditariknya hingga berbaring dan Oom Bimo mengarahkan kontolnya ke memek Dona. "Pelan-pelan ya mas. " desah Dona perlahan. Kontol Oom Bimo mulai menerobos memek Dona. Erangan Dona semakin menjadi. Tangannya tampak meremas sprei ranjang. Mulutnya setengah terbuka, dan matanya terpenjam. "Ahhhh.ahhhh" desah Dona saat Oom Bimo mulai menggenjot kontolnya keluar masuk. Dona mulai menggelinjang merasakan kontol Oom Bimo menghunjam ke memek nya sementara aku menonton adegan itu dengan penuh napsu. Oom Bimo menghentikan enjotannya dan mengganti posisi, sekarang Dona yang diatas. Kembali kontol Oom Bimo menerobos memek Dona. "Ahhhh.. " erangnya. Dona kemudian menggoyang-goyangkan tubuhnya turun naik mengocok kontol Oom Bimo didalam memek nya. Oom Bimo meraih aku kedalam pelukannya dan mencium bibirku. payudara ku diremasnya dengan gemas, pentilku mendapat giliran selanjutnya. "Sstttthhhh.. sstttt" erangku saat Oom Bimo menjilati dan dengan gemas mengisap payudara ku. Sementara Dona masih menggoyang-goyangkan tubuhnya. Matanya terpejam. Oom Bimo memilin-milin pentil Dona sementara aku menjilati pentil Oom Bimo. "Ahhhhh.." erang Dona panjang saat dia nyampe. Tubuhnya mengejang beberapa saat, kemudian lunglai di atas badan Oom Bimo. Oom Bimo menciumi pundak Dona beberapa saat, sebelum digulingkan kesebelahnya.

"Giliranmu Nes. . " katanya. Aku langsung menghentikan hisapanku pada pentilnya, dan dengan bergairah menggantikan posisi Dona. Aku menaiki tubuhnya dan kuarahkan kontol Oom Bimo ke memek ku. "Ihhh. . gede banget.iihhhh" desahku saat kontolnya menerobos memek ku. Dengan bernapsu aku menggoyang-goyangkan badan ku. payudara ku berguncang-guncang saat aku mengenjotkan pantatku turun naik. Terkadang Oom Bimo menarik badan ku agar dia bisa menghisapi pentilku. Bosan dengan posisi ini, Oom Bimo minta aku menungging sembari memegang tepian bagian kepala ranjang. Disodokkannya kontolnya kembali ke dalam memek ku. Aku kembali mengerang. "Ihh. . ihh. . " desahku saat dienjot dari belakang. Dona gak berkedip ngeliat aku dientot secara "doggy-style". "Sini Dona" Oom Bimo memanggilnya. Saat dia menghampiri, langsung Oom Bimo kembali menciumi Dona, sementara itu tangannya memegang pinggangku sembari sesekali menepuk-nepuk pantatku. "Ihh. . ihh. . Ines nyampe Oom. " erangku saat aku nyampe. Dia melepaskan kontolnya dari memek ku. Aku ditelentangkannya dan segera kontolnya ambles lagi dimemek ku. Oom Bimo dengan penuh napsu mengenjotkan kontolnya dengan cepat dan keras, keluar masuk menggesek memek ku, hingga akhirnya dia menjerit keenakan. Terasa ada semburan peju hangat didalam memek ku. Diapun terkulai. "Oom mainnya hebat banget ." kata Dona sembari tersenyum. "Iya. . kita berdua aja dibuat kewalahan."sahutku sembari mengusap-usap dadanya. "Habis kalian cantik-cantik sih. Jadi nafsu nih" jawabnya. "Kita sih puas banget deh dientot mas, lemes tapi nikmaat banget, ya Nes" kata Dona. "Yang gemesin ini lho. . gede banget ukurannya" kataku sembari mulai mengusap-usap kontolnya. "Iya. Rahasianya apa sih Oom?" TKurasakan kontolnya mulai mengeras lagi, luar biasa.

"Mas, buat kenang-kenangan Dona video ya. . " ujar Dona tiba-tiba, sembari bangkit mengambil HPnya. "Jangan ah. Udah nggak usah" Oom Bimo menolak. "Ah. . nggak apa mas. Habis kontolnya gemesin banget deh. . Dona nggak ambil mukanya koq. . " sahutnya. "Awas, bener ya. Jangan kelihatan mukanya lho" kata Oom Bimo lagi. "Mas berdiri di sini aja biar lebih jelas. Terus kamu isepin Nes. . Ntar gantian" kata Dona. Oom Bimo bangkit dan berdiri di samping ranjang. Aku kemudian berjongkok di depannya, dan mulai menjilati kontolnya. "Rambut kamu Nes. . jangan nutupin" kata Dona sembari mulai merekam adegan itu. Oom Bimo membantu aku menyibakkan rambutku dan aku mulai mengulum kontolnya sembari mengelus-elus biji pelernya. Dona merekam adegan itu dengan antusias. Oom Bimo mengerang nikmat, sembari membantu menyibakkan rambutku. Cukup lama aku mengemut kontolnya. Sementara tampak Dona sangat terangsang ngeliat aku menikmati kontol Oom Bimo. "Nes. . gantian dong. . " katanya beberapa saat kemudian. Hpnya diserahkan ke aku, dan gantian Dona sekarang yang berjongkok di depan Oom Bimo. Disibakkannya rambutnya kesamping agar aku dapat merekam adegan dengan jelas. Dijilatinya perlahan seluruh kontol Oom Bimo. lobang kencingnya digelitik dengan lidahnya, kemudian mulutnya mulai mengulum perlahan kontol Oom Bimo. "Jangan pakai tangan Dona. . " kataku yang sedang merekam adegan itu. Dona kemudian melepas tangannya yang memegang kontol Oom Bimo, dan ia memaju mundurkan kepalanya. Sesaat kemudian dia mengeluarkan kontol dari mulutnya dan, tetap dengan tanpa memegang kontol, Dona menjilatinya sembari bergumam gemas. Kemudian dihisapnya kembali kontol Oom Bimo dengan bernafsu. Diperlakukan seperti itu, Oom Bimo gak tahan lagi. "Arrghh. . hampir ngecrot nih. . " erangnya. "Oom yang ambil ya. . " kataku sembari menyerahkan hp padanya. Aku kemudian berjongkok bersama dengan Dona. Kontol itu kukocok-kocoknya. Oom Bimo nggak tahan lagi. sembari merekam adegan, dia ngecrot membasahi muka kita. Setelah beristirahat sejenak, Oom Bimo meminta hp Dona. Dia ingin memastikan wajahnya nggak terlihat di rekaman video yang tadi diambil. Kemudian mereka berdua masuk kedalam, aku masih berbaring di kasur, gak lama kemudian aku ketiduran. Hari udah gelap.

Aku terbangun krn ada mencium bibirku. Oom Bimo duduk dikasur, aku ditariknya duduk disebelahnya. Napsuku bangkit dengan sendirinya. Segera tanpa membuang-buang waktu lagi Oom Bimo menyambar badan ku. Dilumatnya bibirku dan tangannya beraksi meremas payudara ku. "Hhhmm. . gimana Nes? Udah siap dientot lagi?" "Dona kemana Oom?’ "Lagi tiduran dikamar, aku pengen ngentotin kamu sendirian deh Nes". Kurasakan hembusan nafasnya di telingaku. Tangan gempalnya mulai meremasi payudara ku, sementara tangan yang lainnya mulai mengelus-elus pahaku. Aku cuma bisa menikmati perlakuannya dengan jantung berdebar-debar. Tangan yang satunya juga udah mulai naik ke bagian selangkangan lalu dia menggesekkan jarinya pada daerah itilku. payudara ku diremas, dibelai, dan dipelintir pentilnya, sembari tangan satunya tetep menggesek itilku. Aku melenguh kenikmatan. Tiba2 dia mendorongku telentang dikasur, dibentangkannya pahaku lebar-lebar, tangannya mulai merayap ke bagian selangkanganku. Jari-jarinya mengusap-ngusap bagian permukaannya aja lalu mulai bergerak perlahan-lahan diantara kerimbunan jembutku, jarinya mencari liang memek ku. Perasaan nikmat begitu menyelubungiku krn hampir semua daerah sensitifku diserang olehnya dengan sapuan lidahnya pada leherku, remasan pada payudara ku, dan permainan jarinya pada memek ku, serangan-serangan itu sungguh bikinku terbuai. Kedua mataku terpejam sembari mulutku mengeluarkan desahan-desahan "Eeemmhh. . uuhh". Kontol besarnya udah mengeras dan mengacung siap memulai aksinya. Aku terbelalak memandang kontol hitam itu, panjangnya memang termasuk ukuran rata-rata, namun diameternya itu cukup lebar, dipenuhi dengan urat-urat yang menonjol. Dengan lembut dibelainya pipiku, lalu belaian itu perlahan-lahan turun ke bahuku. Direngkuhnya aku dalam pelukannya. Tangannya bergerak menjelajahi badan ku. Dia mengencangkan remasan pada payudara ku kananku sehingga aku merintih kesakitan "Aaakkhh. . sakit Oom!". Dia cuma tertawa terkekeh-kekeh ngeliat reaksiku. "Uuuhh. . sakit ya Nes, mana yang sakit. . sini Oom liat" katanya sembari mengusap-usap payudara kuku yang memerah akibat remasannya. Dia lalu melumat payudara kuku sementara tangan satunya meremas-remas payudara ku yang lain. Perlahan-lahan akupun udah mulai merasakan enaknya. badan ku menggelinjang disertai suara desahan saat tangannya mengorek-ngorek liang memek ku sembari mulutnya terus melumat payudara ku, terasa pentilku di hisap-hisap olehnya, kadang juga digigit pelan atau dijilat-jilat. Kini mulutnya mulai naik, jilatan itu mulai kurasakan pada leherku hingga akhirnya bertemulah bibirku dengan bibirnya yang tebal itu. Naluri sexku bikinku lupa akan segalanya, lidahku malah ikut bermain dengan liar dengan lidahnya hingga ludah kita bertukar dan menetes-netes sekitar bibir.

Oom Bimo lalu berlutut sehingga kontolnya kini tepat dihadapanku yang sedang telentang dikasur. Dia menggosokkan kontolnya pada wajahku. Aku mulai menjilati kontol hitam itu mulai dari kepalanya hingga biji pelernynya, semua kujilati hingga basah oleh liurku. Semakin lama aku semakim bersemangat melakukan oral sex itu. Kukeluarkan semua teknik menyepong-ku hingga dia mendesah nikmat. Saking asiknya aku baru sadar bahwa posisi kita telah berubah menjadi gaya 69 saat kurasakan benda basah menggelitik itilku. Dia kini berada di bawahku dan menjilati belahan memek ku, bukan cuma itu dia juga mencucuk-cucukan jarinya ke dalamnya sehingga memek ku tambah lama tambah basah aja. Aku disibukkan dengan kontolnya di mulutku sembari sesekali mengeluarkan desahan. Aku sungguh nggak berdaya oleh permainan lidah serta jarinya pada memek ku, badan ku mengejang dan cairan memek ku menyembur dengan derasnya, aku telah dibuatnya nyampe. badan ku lemas diatas badan nya dan tangan kananku tetap menggenggam batang kontolnya.

Setelah puas menegak cairan memek ku, dia bangkit berdiri di kasur. Tangan kokohnya memegang kedua pergelangan kakiku lalu membentangkan pahaku lebar-lebar hingga pinggulku sedikit terangkat. Dia udah dalam posisi siap menusuk, ditekannya kepala kontolnya pada memek ku yang udah licin, kemudian dipOompanya sembari membentangkan pahaku lebih lebar lagi. Kontol yang gemuk itu masuk ke memek ku yang cukup sempit. Dia terus menjejalkan kontolnya lebih dalam lagi hingga akhirnya seluruh kontol itu tertancap. "Ooohh. . memek kamu lebih peret dari memek Dona, Nes, nikmat banget deh". Aku senang juga mendengar pujiannya. "Ines juga nikmat Oom, kontol Oom gede banget". "Kamu belum pernah ngerasain kontol gede ya Nes". "Yang gede sering Oom, tapi yang segede kontol Oom baru kali ini, enjot terus Oom, nikmaaat". Puas menikmati jepitan dinding memek ku, pelan-pelan dia mulai menggenjotku, maju mundur terkadang diputar. Kurasakan semakin lama pOompaannya semakin cepat sehingga aku nggak kuasa menahan desahan, sesekali aku menggigiti jariku menahan nikmat, serta menggeleng-gelengkan kepalaku ke kiri-kanan sehingga rambut panjangku pun ikut tergerai kesana kemari. Tampangku yang udah semrawut itu nampaknya tambah membangkitkan napsunya, dia menggenjotku dengan lebih bertenaga, bahkan disertai sodokan-sodokan keras yang bikinku tambah histeris. Kemudian tangan kanannya maju menangkap payudara ku yang tergoncang-goncang. Hal ini memberi perasaan nikmat ke seluruh badan ku.

Setengah permainan, dia mengganti posisi. Aku disuruhnya nungging di dipan. Dari belakang dia sedang mengagumi badan ku dan mengelus-ngelusnya. "Nah, ini baru namanya pantat" dia meremas bongkahan pantatku dengan gemas dan menepuknya. Saat dia mulai mengelus memek ku tanpa sadar aku malah merenggangkan kakiku sehingga dia tambah leluasa merambahi daerah itu. Dia mulai mempersiapkan kembali kontolnya dengan menggosok-gosokkan pada bibir memek dan pantatku. Kemudian dia menyelipkan kontolnya di antara selangkanganku lewat belakang. Aku mendesis nikmat saat kontol itu pelan-pelan memasuki memek ku. Kakiku mengejang ketika menerima sodokan pertamanya yang dilanjutkan dengan sodokan-sodokan berikutnya. Mulutku mengap-mengap mengeluarkan merintih terlebih ketika tangannya meremas-remas kedua payudara ku sembari sesekali dipermainkannya pentilku yang udah mengeras. "Ooohh. . enak banget deh ngentotin kamu Nes!" celotehnya. Tusukan-tusukan itu seolah merobek badan ku, hingga 15 menit kemudian badan ku bagaikan kesetrum dan mengucurlah cairan dari memek ku dengan deras hingga membasahi pahaku. Aku merintih panjang hingga badan ku melemas kembali, kepalaku jatuh tertunduk, nafasku masih kacau setelah nyampe sekali lagi. Aku mengira dia juga akan segera mengecrotkan pejunya, ternyata perkiraanku salah, dia masih dengan ganas mengenjotku tanpa memberi waktu istirahat. Rambut panjangku ditariknya sehingga kepalaku terangkat. udah cukup lama aku digenjotnya namun belum terlihat tanda-tanda akan ngecrot. Variasi gerakannya sangat lihai hingga bikinku berkelejotan, juga staminanya itu sungguh diluar dugaan. Mendadak dia menarik lepas kontolnya, aku udah siap menerima semprotan pejunya, namun ternyata kontol itu masih mengacung dengan gagahnya.

Oom Bimo lalu duduk, "Sini Nes, Oom pangku!" suruhnya. Aku menurut aja dan tanpa diminta lagi aku naik ke pangkuannya, aku menuntun kontolnya memasuki memek kku. Begitu kuturunkan pantat sexy ku dan langsung aku bergoyang di pangkuannya, dia pun membalas gerakkanku dengan menaik turunkan pantatnya berlawanan denganku sehingga tusukannya tambah dalam. Wajahnya dibenamkan pada belahan payudara ku, tangannya yang tadi mengelus-ngelus punggungku mulai meraba payudara ku, mulutnya menangkap susu ku yang satu lagi. payudara ku di hisap dan dikulumnya, kumisnya yang terkadang menyapu permukaan susu ku memberi rasa geli dan sensasi yang khas. Kunaik-turunkan badan ku dengan gencar hingga dia melenguh-lenguh keenakan, "Uuugghh. . memek kamu enak banget, Nes". esahanku bercampur baur dengan lenguhannya. Kepalaku tengadah disertai lolongan panjang dari mulutku saat aku nyampe lagi, cairan memek ku kembali tercurah hingga membasahi dipan, secara refleks aku juga mempererat rangkulanku hingga wajahnya tambah terbenam pada payudara ku. "Oom, kuat banget sih ngewe memek Ines, Ines dah beberapa kali orgasme, Oom belum ngecrot juga, lemes Oom". "Tapi nikmat kan?"

Cerita Ines Ajarin Temannya Ngentot Kontol Gede Om Om sampe peju muncrat ke muka

Cerita Ines Ajarin Temannya Ngentot Kontol Gede Om Om - Klik foto untuk memperbesar gambar

Kemudian dia melepaskan kontolnya dan menyuruhku berlutut di hadapannya, diraihnya kepalaku dan didekatkan pada kontolnya yang lalu kujilati dan ku sepong, rasanya udah bercampur dengan cairan memek ku. Ketika tanganku sedang mengocok sembari menjilatinya tiba-tiba dia mendesah panjang dengan wajah mendongak ke atas, "Nes, aku mau ngecrot, di memek kamu ya". Segera aku dibaringkan dibangku panjang, dia menaiki aku dan sekali enjot kontol besarnya langsung ambles semuanya di memek ku. Dientot terus kontolnya keluar msuk dengan cepat dan akhirnya, "Ooohh. . Nes, aku ngecrot" dan disusul ‘creett. . creet. . ’ pejunya menyemprot dengan deras didalam memek ku, terasa sekali semburan kuatnya menghangati bagian dalem memek ku. Demikian lelahnya aku, hingga badan seperti lumpuh dan mata terasa tambah berat. Sebelum kembali terlelap aku masih sempat mendengarnya berkata dekat kupingku "memek kamu enak banget, aku jadi ketagihan nih!"
Cerita Ines Ajarin Temannya Ngentot Kontol Gede dan Ngisep Peju
Cerita Ines Ajarin Temannya Ngentot Kontol Gede dan Ngisep Peju, cerita seks , Cerita Ines Ajarin Temannya Ngentot Kontol Gede Om Om sampe peju muncrat ke muka, kisah porno, kisah sex bokep, sex, Cerita Ines Ajarin Temannya Ngentot Kontol Gede dan Ngisep Peju

10
205

Tags cerita dewasa paling populer di blog ini: cerita seks, Cerita Dewasa, 17 Tahun, sex, Ngentot, Memek, Istri, selingkuh, Kontol, Entot, Mama, gangbang, tante, threesome, ABG, Binal, sexy, toket, payudara.
Aktifkan javascript lalu tekan F5, untuk membuka halaman
meng-klik link cerita secara normal
dan membuka gambar lebih besar.
Cerita dewasa seks terpanas, update setiap hari cerita terbaru Cerita seks dewasa ngentot memek isteri, perek, bispak.
http://cerita-dewasa-terpanas.blogspot.com