Cerita Liar Goyangan Pantat Istriku Di Pesta Pernikahan

"Sayang cepat sedikit, pesta pernikahannya satu jam lagi," kata Marko sambil mengetuk-ngetuk pintu kamar mandi. "saya mau kesana secepat mungkin agar dapat tempat parkir yang bagus," tambahnya sambil melirik pada jam tangannya. "Lima menit lagi saya udah selesai sayang. kamu tunggu aja dibawah," jawab suara Windy istrinya dari dalam kamar mandi.
"Ok tapi jangan terlalu lama," jawab Marko sambil pergi meninggalkan kamar mandi dan turun ke lantai bawah.

Windy selesai menyisir rambut sebahunya dan mengoleskan lipstick ke bibirnya, kemudian dia mundur kebelakang untuk mengamati dandanannya dalam bayangan cermin. Mantan juara renang saat duduk di bang saya kuliah yang sekarang berusia 33 tahun ini tetap memiliki bentuk tubuh yang terjaga berkat 25 lap yang dia lalap setiap harinya di club renang terdekat dan berkat pekerjaannya sebagai pelatih renang pribadi. You still have it girl, pujinya pada dirinya sendiri saat dia memandangi paha jenjangnya, pantantya yang masih kencang dan pinggulnya yang menggoda. Suasana hatinya sangat riang hari ini dan dia putuskan untuk pakai g-string nya yang berwarna hitam dan tercetak tepat pada bongkahan pantat bulatnya, beserta setelan bra nya yang seakan gak mampu menampung besar payudara nya.

Windy dan Marko kamu dibangku kuliah dan langsung jatuh cinta pada pandangan pertama. Marko termasuk dalam tim basket sedangkan dia adalah perenang paling dominan dalam tim renang. Hingga pada suatu hari keduanya berada dalam pesta liar bersama teman-temannya pada suatu malam dan pesta tersebut diekspos dalam koran kampus keesokan harinya. Pihak kampus yang merasa kejadian tersebut berdampak sangat buruk bagi nama baik mereka akhirnya memutuskan untuk menskors sementara nama-nama yang berada dalam pesta tersebut. Windy merasa sangat terpukul tapi kejadian tersebut membuat dia dan Marko semakin bertambah dekat, hingga akhirnya saat wisuda Marko melamar Windy untuk menjadi isterinya.

Windy menerimanya dgn sukacita dan 5 tahun berselang tanpa pernah ada rasa penyesalan dalam dirinya. dgn jabatan Marko sebagai salah satu top direksi pada sebuah Bank terkemuka membuat hidup keduanya berada dalam bagian kota yang sangat nyaman. Bagian kota dimana setiap halamannya nampak hijau asri dan pada setiap garasi rumahnya terparkir mobil mewah.

Pesta pernikahan yang akan mereka hadiri kali ini adalah pernikahan salah satu sahabat Marko dimasa kuliah dulu dan Windy tau apa yang akan menantinya dipesta nanti. Suaminya akan menghabiskan seluruh malam bercerita tentang tim basket mereka dan dia akan duduk dan mendengarkan para isteri saling memperbandingkan tentang prestasi anak dan suami mereka. Hari ini akan lain ceritanya, dia yakinkan pada dirinya sendiri dan memutuskan untuk berpakaian seperti ini agar mendapat seluruh perhatian dari suaminya.

Dia berjalan kearah closet dan mengambil gaunnya lalu sekali lagi mengamati bayangan dirinya dalam cermin. Gaun merahnya menempel ditubuhnya seakan kulit kedua. dgn belahan dada yang rendah membuat belahan dadanya yang membusung nampak sangat menggoda, sedangkan bagian bawah gaunnya yang cuma 10 cm dibawah memek nya memperlihatkan keindahan lekuk pantatnya. Setelah merasa puas dgn dandanannya dia berjalan kearah ke lantai bawah untuk menyusul suaminya.

"Wow sayang kamu cantik dan sexy sekali. kamu tau gak kalo ngeliat kamu pakai gaun ini selalu membuat saya nafsu," puji Marko seraya tangannya meremas pantat isterinya dgn lembut.
"Yes I know lover, itu inti nya. Membuat semua pria merasa jealous karena gak dapat memiliki saya," jawab Windy sambil tangannya mengelus selangkangan Marko.
Marko mulai merasa terangsang tapi sang waktu telah mendesak dan dia berbisik ditelinga isterinya "Akan saya urus kamu nanti."
Windy menggandeng lengan Marko saat keduanya berjalan keluar kearah mobil dan menjawab "Kupegang janji kamu sayang."

Upacara pernikahannya digelar dekat dipinggiran kota dan dihadiri gak kurang dari 200 orang pikir Windy saat dia duduk disamping suaminya. Gaun yang dia kenakan nampak berefek pada Marko dan setiap pria dalam pernikahan tersebut karena nampak mereka melirik kearahnya saat dia menaruh pantatnya di atas bangku.

Upacara pernikahannya berlangsung kurang lebih selama 1 jam dan hampir diakhir acara AC dalam ruangan tersebut mengalami kerusakan. Membuat suhu di dalam ruangan memanas. Butiran keringat nampak mulai menetes didahi orang-orang dan booklet pernikahan udah beralih fungsi menjadi kipas tangan. Siksaan tersebut akhirnya usai setelah rangkain upacara pernikahan tersebut rampung dan orang-orang berjalan keluar kearah ke mobil masing-masing untuk pergi ke gedung resepsi. Efek dari kondisi lembab pada gaun Windy membuatnya semakin melekat erat pada lekuk tubuhnya yang mana memancing rasa gak suka dari para cewek yang hadir. Membuat kebanyakan dari mereka menilai bahwa gaun yang dia kenakan keliatan murahan dan terlihat seperti pelacur.

Pesta resespsinya digelar digedung dan saat Windy mulai memasuki ruangan tersebut, perhatian yang dia peroleh dari para pria sangatlah tergambar jelas. Para pria saling berlomba untuk memperkenalkan diri pada keduanya, beberapa teman Marko yang telah gak berjumpa selam 5 tahun lebih mendekati mereka dan bertingkah seakan sangatlah akrab pada mereka.

"Lihatlah sayang, mereka semua pikir kalo saya cewek simpanan kamu. Setiap pria disini sepertinya mau entot aku dgn gamas," bisik Windy dgn nada mendesah ditelinga suaminya saat keduanya berjalan kearah meja.

Setelah acara minum berselang, tibalah kini saatnya sang pengantin memasuki ruangan dan orang-orang mulai berdansa. Windy telah minum beberapa gelas tadi dan sekarang tubuhnya merasa sangat hangat dan mellow kala dia berdansa dgn suaminya. Lagu yang diputar adalah up tempo dan dia mulai menggoyangkan pinggulnya dan manari dgn sangat menggoda, tubuhnya meliuk naik turun bergesekan dgn tubuh Marko.

Hingga tibalah saat makan malam dan semua orang kembali ke mejanya masing-masing. Acara makan malam tersebut berlangsung kurang lebih sekitar 1 jam dan selama rentang waktu tersebut Windy udah pergi ke bar lebih dari 3 kali dan saat nampan-nampan tiba gilirannya dibersihkan, kondisinya udah lebih dari agak mabuk. Beberapa teman suaminya menghampiri mereka dan saat mereka saling asik bercerita tentang masa kuliahnya, Windy mendapati dirinya berada diluar percakapan. Suara musik berkumandang kembali dan Windy mencoba mengajak suaminya untuk berdansa lagi.

Setelah beberapa lagu berganti dan suaminya cuma mau menemaninya dansa sebentar aja, Windy mulai merasa sangat bosan, seorang pria muda mendekatinya dan menyapa "Boleh mengajak anda dansa Nyonya?"
Windy menatapnya dan menjawab "kamu adik si pengantin pria. Billy?"
Dia tersenyum dan menjawab "Bukan, Bobby. Tapi anda hampir benar."
"Sorry Bobby, tapi saya dgn suamiku," jawabnya ramah.

Bobby menoleh ke arah suami Windy dan ngeliat kalo sang suami nampak sedang begitu asik dgn obrolan tentang kisah yang mungkin udah terjadi 20 tahun lalu.

"Wow anda akan sangat membuat saya kecewa dipesta pernikahan kakakku. Itu akan membuat saya sedih," jawabnya seraya menyuguhkan mimik muka memelas.
Windy menatap pria muda ini dan dgn cepat menjawab "Oh saya gak bermaksud begitu Bobby. I'm sorry, saya cuma bermaksud kalo saya udah menikah. That's all."
Bobby membalas tatapan mata Windy dan tersenyum manis dan untuk beberap kejap Windy merasa tenggelam dalam tatapan matanya itu. Dalam hatinya berkata pria ini begitu muda.
"saya cuma bercanda, tapi bolehkah saya berdansa dgn nyonya sekali aja? Nyonya boleh meminta ijin pada suami dan kalo dia nggak mengijinkan, lupakan aja."
Windy tertawa dan menjawab "Baiklah anak muda, tunggu disini."

Saat Windy meminta ijin pada suaminya, responnya cuma "Tentu aja boleh sayang, bersenang-senanglah."

Lalu keduanya berjalan ke lantai dansa dan setelah lagu pertama berlalu, lagu kedua berganti dgn irama yang slow.

Saat mereka berdansa Windy melempar pertanyaan pada Bobby "So Bobby, ceritakan pada saya tentang diri kamu dan jangan panggil saya nyonya atau ber-anda – saya denganku, itu membuat saya merasa sangat tua. Panggil saya Windy aja."
Bobby membimbing Windy di atas lantai dansa dan menjawab "Ok Windy, umur saya 18 tahun, disekolah saya ikut tim basket, sepak bola dan sesekali ikut renang juga."

Hal terakhir tersebut menarik perhatian Windy dan dia menanyakan dalam gaya apa Bobby berenang seraya mereka terus berdansa.

"Oh 50, 100, and 400 freestyle and the 100 butterfly," jawab Bobby.
Mata Windy membesar dan dia mulai penasaran "saya berenang di 400 freestyle dan 100 butterfly saat kuliah dulu. Record waktu kamu berapa?"
"Oh mungkin gak sebagus waktumu. saya gak begitu bagus," jawabnya.
"Oh well kamu masih SMU. kamu masih punya kesempatan untuk bertambah kuat dan memperbaiki waktumu," jawab Windy seraya meremas bahu Bobby dan dia sadari kalo bahu pria muda ini lumayan kekar.

Alunan lagunya usai dan berganti dgn lagu berirama cepat, Windy melangkah kembali ke mejanya, tapi Bobby berkata "kamu udah kecapaian, saya pikir kamu tadi bilang kalo kamu seorang perenang?"

Mendengar itu Windy berbalik arah dan mulai berdansa kembali dgn Bobby dan mulai berdansa dgn gerakan yang lebih dan lebih menggoda. Seorang pramusaji mendekat dgn membawa minuman dan Bobby mengambilkan minuman untuk Windy yang terus bergerak mengikuti irama lagu.

dgn cepat Windy meneguk minuman yang disodorkan Bobby dan berkata "Ayo Bobby coba kalahkan saya."
Bobby meneguk minumannya dan mengambil dua gelas lagi untuk mereka dan keduanya menenggaknya dgn cepat pula.
"Hey kamu belum cukup umur," kata Windy saat mereka kembali berdansa. Lalu dia mendekatkan tubuhnya kea rah Bobby dan berbisik ditelinganya "Jangan takut Bobby. saya gak akan bilang-bilang," bisik Windy sambil menggodanya dgn memberikan sebuah remasan ringan pada pantat Bobby.

kontol Bobby terlonjak tiba-tiba saat Windy melakukan hal tersebut dan semakin bertambah membesar saat dia ngeliat payudara Windy terayun mengikuti lenggokan tubuhnya yang meliuk dgn sangat menggoda diatas lantai dansa. Gaunnya kini benar benar basah oleh peluhnya saat dia terus meliukkan tubuhnya dan mulai memegangi payudara nya lalu menggesekkannya ke tubuh Bobby. Setelah lagu usai Windy merasa kelelahan lalu dia melangkah kembali ke mejanya, namun suaminya masih tersangkut dalam percakapan dgn para sahabatnya. Windy merasa sangat sangat bosan dan saat satu lagu baru berkumandang kembali dan Bobby mengajaknya untuk kembali berdansa dengannya, dia menerimanya.

Kali ini lagunya berirama slow dan kala mereka mulai berdansa Windy merebahkan kepalanya didada Bobby dan begitu Bobby menghirup parfum yang dikenakanWindy serta sentuhan tubuhnya, batang kontol nya kembali mulai membesar. Windy menyandarkan tubuhnya pada Bobby dan dia hirup aroma lelaki dari aftershave-nya, merasakan kekarnya lengan Bobby yang memeluk tubuhnya, dan dia mulai merasa bergairah. Sebuah lagu slow baru mengalun dan keduanya tetap berpelukan. Batang kontol nya semakin bertambah membesar dan mulai menusuk tubuh Windy. Windy meresponnya dgn sebuah desahan pelan dan mulai menggesekkan rubuhnya ke tubuh Bobby, sambil tanganny mengelus punggung pria muda ini dgn lembut. Saat batang kontol nya terus membesar, tangan Bobby bergerak turun ke pantat Windy dan mulai memberikan remasan pada daging kencang milik Windy tersebut.

Bobby mulai kehilangan kontrol sekarang. Batang kontol nya terasa begitu tegang hingga dia merasakan seakan hendak menyembul keluar merobek celananya kala Windy terus menggesekkan tubuh bawahnya pada tubuhnya.

Akhirnya lagu tersebut usai dan Windy berkata "I'm sorry saya harus pergi, but thanks for the dance." Dia berjalan kearah mejanya kembali dan berkata pada suaminya kalo dia harus pergi ke kamar kecil, tapi dia gak tau dimana tempatnya.

"Akan kutunjukkan padamu," kata Bobby.
"Oh baguslah, thanks kid," jawab suaminya saat keduanya berlalu bersama.

Antrian didepan kamar kecil cewek sangat panjang, lalu setelah memastikan kalo gak ada yang berada di dalam dan berjanji untuk menjaga situasi, Bobby mengajak Windy masuk ke dalam kamar kecil pria. Kamar kecil tersebut berukuran lumayan luas dan keliatan bersih dgn meja washtafel berukuran besar dgn cermin besar di atasnya, beberapa tempat kencing berdiri dan beberap bilik dgn pintu penuh di salah satu bagian dindingnya.

Windy bergegas memasuki salah satu bilik dan Bobby pakai tempat kencing yang berdiri. Setelah selesai melepas hajatnya Windy lalu keluar dari dalam bilik dan membasuh tangannya pada washtafel, dia melirik ke arah cermin dihadapannya untuk ngeliat bayangan Bobby yang terpantul didalamnya. cuma punggung Bobby yang nampak di cermin namun benak Windy membayangkan seperti apakah bentuk dari batang kontol milik pria muda ini, dan kenyataan saat ini bahwa dia berada dalam ruang ini cuma berdua dgn Bobby dan dia berada gak jauh darinya menjadikan g-string yang dipakaianya yang telah agak basah itu semakin bertambah basah aja. Bobby membalikkan tubuhnya dan kemudian melangkah mendekati Windy untuk membasuh tangannya juga.

Windy melirik ke arah Bobby dan berkata "Bobby saya minta maaf soal kejadian dilantai dansa tadi. saya udah agak kelewatan."
Bobby menatap Windy dan tersenyum "Hey it's ok, tapi kita masih bisa mendengar suara musiknya dari sini, jadi bisakah kita menyelesaikan dansa tadi?"
Windy tertawa dan menjawab "Tentu aja."

Lalu keduanya kembali berdansa diiringi alunan musik yang terdengar, pelukan Windy kali ini begitu erat hingga Bobby bisa merasakan putting Windy yang mengeras dibalik pakaiannya. Hal ini ber-efek pada batang kontol Bobby yang segera mengembang besar, namun kali ini sensasi yang dia rasakan berbeda dgn yang tadi. Windy bisa merasakannya mendesak pada tubuhnya dan kembali dia mulai mendesah pelan dan menggesekkan tubuh bagian bawahnya ke tubuh Bobby seperti sebelumnya, namun dia rasakan desakan batang kontol Bobby kali ini lebih intens. Terasa lebih focus pada satu area dan semakin dia gesekkan tubuh bawahnya maka tersa semakin menjadi keraslah itu terasa. Windy melirik ke bawah dan dia menjadi terkejut dgn pemandangan batang kontol Bobby yang menyeruak keluar dari resleitingnya yang terbuka.

"Masukkan lagi Bobby," kata Windy dgn tegas, namun Bobby gak bergeming hingga Windy kembali mengulang perintahnya namun tetap aja pria muda ini gak mengacuhkannya.

Mau gak mau Windy melayangkan pandangannya ke bawah dan memandang dgn takjub menyadari pria muda berumur 18 tahun ini memiliki batang kontol yang sedemikan besar . Yang membuatnya tercekat adalah kenyataan bahwa meskipun batang kontol ini keliatan belum ereksi sepenuhnya namun masih tetap keliatan lebih besar dibandingkan dgn milik suaminya saat ereksi penuh. Suamiku!!!!!

Saat hal itu melintasi benaknya Windy segera berkata "Bobby hentikan ini sekarang. Masukkan punya kamu ke dalam celana."

Kembali Bobby gak menjawab ataupun memberi respon. Dia cuma memandang Windy dgn tajam. Merasa frustrasi dan mencoba untuk mengontrol gairahnya sendiri, akhirnya Windy memegang batang kontol nya dan mencoba untuk memaksanya masuk kedalam celananya lagi. Erangan Bobby langsung terdengar saat Windy mencoba meskipun sia-sia memasukkan batang kontol Bobby kembali ke dalam celananya, dan pinggang Bobby bergerak kegelian saat Windy terus mencoba usahanya.

Windy merasa kagum selama usahanya untuk memasukkan batang kontol Bobby kedalam celanana, batang tersebut terasa semakin bertambah membesar. Api diselangkangannya mulai berkobar saat dia sadari kalo dia mau ngeliat seberapa besar lagi batang kontol ini bisa berkembang. Akhirnya Windy hentikan usahanya untuk memasukkan batang tersebut dan gerakannya beralir sebuah kocokan pelan mengimbangi gerakan pinggang Bobby.

Cengkeraman tangan Windy sekarang berubah kencang dan kocokannya semakin cepat saat Bobby yang kini menyandarkan tubuhnya ke meja washtafel dan mulutnya semakin meracau "Oh G*d... Oh baby... Oh G*d Windy... yes!"

Windy semakin bertambah takjub mendapati betapa besarnya batang kontol pria muda ini sekarang dan kocokannya semakin bertambah cepat dan cepat. Jauh lebih besar dari milik Marko, pikir Windy. Dahulu dia pernah mempunyai beberapa kekasih sebelum suaminya namun kesemua mereka gak memiliki batang sebesar yang dimiliki pria muda ini.

Tiba-tiba punggung Bobby meregang ke belakang "Oh G*d Windy... Oh YeSSSSSSSS," dia ejakulasi dgn semburan sperma yang terlontar keras berulang-ulang ke udara dan jatuh ke atas lantai.

Windy cuma mampu memandanginya dan merasa belum pernah ngeliat seorang pria yang berejakulasi sebanyak dan sedahsyat ini sebelumnya dan dia beri sebuah remasan sekali lagi untuk memastikan bahwa gak ada lagi yang tersisa. Bobby kemudian merengkuh tubuh Windy dan menciumi belahan dadanya, menjilati setiap tetes keringat yang berbaur dgn wangi parfumnya. Dia cengkeram bagian atas gaun yang dikenakan Windy dan menyentakkannya turun hingga sebatas pinggang, membuat payudara terbungkus bra hitam milik Windy kini terekspos dihadapannya. Bobby meraba-raba dgn gusar kaitan bra dipunggung Windy hingga Windy menghentikan perbuatannya dan melepaskan sendiri kaitan bra yang dipakainya dari depan. payudara kencang nan kenyal tersebut segera melompat keluar begitu penutupnya terlepas dan Bobby langsung memasukkan salah satu putingnya yang udah sedemikin mencuat keras ke dalam mulutnya lalu tangannya segera memberikan remasan pada payudara yang satunya lagi.

"Oh Bobby... kamu sangat nakal anak muda… oh Bobby yeah baby... ya… disitu oh... pintar anak manis," Windy mengerang dan memjamkan matanya rapat sedangkan punggungnya meregang kencang ke belakang membuat payudara nya semakin mencuat untuk dinikmati Bobby.

Bobby terus menghisap, melumat dan terkadang menggigit pelan putting Windy yang membuat isteri Marko ini menggelinjang gak karuan. Gemuruh ombak kenikmatan meletus dalam tubuh Windy dan dia memeluk tubuh Bobby dgn kencang dan menariknya semakin merapat ke tubuhnya. Hingga setelah ledakan kenikmatan tersebut mereda, Windy melepaskan tubuh Bobby dan bersandar tubuhnya pada meja washtafel, matanya nampak berbinar dgn gairah dan payudara nya keliatan basah oleh keringatnya yang bercampur dgn air liur Bobby, bergerak naik turun seirama deru nafasnya yang memburu.

Kemudian Bobby mendudukkannya ke atas meja washtafel tersebut, tangannya bergerak keatas paha Windy dan menarik turun g-string yang menutupi selangkangan Windy. Windy cuma memandangi apa yang dilakukan pria muda dihadapannya tersebut dan sedikit mengangkat pantatnya untuk mempermudah usaha Bobby. Mata Windy terus memperhatikan apa yang dilakukan Bobby selanjutnya, dia genggam g-string tersebut dan mulai mendekatkannya pada wajahnya lalu mulai menjilatinya dihadapan Windy. Lalu Bobby berlutut didepan selangkangan Windy dan membenamkan wajahnya ke memek isteri Marko ini.

"OH YESSSS…" Windy memekik nikmat kala Bobby mulai menggerakkan lidahnya keluar masuk dgn cepat, dia julurkan lidahnya sepanjang yang dia mampu gak menyisakan satupun area untuk dia eksploitasi, semakin dalam dan bertambah dalam dia membelah ke dalam memek Windy.

"Oh Bobby... baby... terus Bobby… auww," dia memekik pelan, mendesis gak terkontrol kala Bobby melanjutkan serangannya. Kini dia bergerak ke atas untuk mencari kelentitnya dan begitu dia temukan langsung dia hisap dgn lembut pada awalnya namun segera berubah keras dan kasar.

"Aaarghh… Bobby... oh Bobby... oh jangan berhenti... lebih cepat... lebih cepat... Oh BOBBBBBBBBBY," teriakan Windy terlepas kala dia mencapai orgasme keduanya hari ini. Bobby menjilat habis seluruh cairan yang dikeluarkan Windy lalu dia bangkit dan menatap lekat ekspresi wajah Windy seusai mendapatkan kepuasannya.

Saat dunia terasa kembali kehadapan mereka berdua, tiba-tiba aja telinga mereka menangkap suara dan langkah kaki yang melangkah mendekat diantara suara musik yang terdengar. Keduanya tercekat dan mulai panik. dgn tergesa keduanya menata diri dan bergegas masuk ke dalam salah satu bilik terdekat. Berbarengan dgn Bobby menutup pintu bilik dibelakangnya, pintu kamar kecil tersebut terbuka dan kakak Bobby bersama seorang temannya masuk. Kedua lelaki tersebut melangkah kearah washtafel, mencuci tangannya lalu membasuh muka dan terus asik mengobrol gak menyadari kehadiran dua orang lainnya di dalam salah satu bilik tersebut.

Bobby diam gak bergerak dgn celana yang melorot hingga lutut membuat batang kontol nya yang mendongak dgn ereksi penuh nampak terayun seiring degup jantungnya yang berdetak kencang. Windy duduk di atas closet, suasana tegang tersebut gak menghalangi pemandangan batang kontol Bobby yang tepat dihadapan matanya, seakan mengejek dan terus menggoda. Dia ambil g-string nya yang masih dalam genggaman tangan Bobby, lalu menaruhnya diselangkangannya dan menekannya rapat-rapat pada memek nya untuk memastikan lebih banyak lagi cairan birahinya terserap di g-string tersebut.

Lalu dia menarik g-string yang semakin bertambah basah tersebut dan memberi isyarat pada Bobby untuk duduk di atas closet duduk tersebut dan dia berbisik pelan ditelinga Bobby "Kita harus sangat gak bersuara. saya mau menghisap kontol kamu Bobby. Buka mulutmu."
Bobby melakukan apa yang diperintahkan Windy dan kemudian Windy menyumpalkan g-string basah tersebut ke mulut bobby, menarik pantat Bobby untuk semakin mendekatinya dan segera melahap batang kontol Bobby yang terus menggoda birahinya tersebut.

Suara erangan Bobby tertahan oleh sumpalan g-string milik Windy dimulutnya saat Windy mulai menggerakkan mulutnya maju mundur menghisap batang kontol nya dgn cepat. Sedangkan kakak Bobby dan temannya tetap asik mengobrol sambil merapikan diri dihadapan cermin diluar bilik tempat Windy mengulum batang kontol adiknya dgn rakus.

Tiba-tiba Windy menghentikan gerakannya dan menarik kepala Bobby turun mendekat dan berkata "Keluarkan dalam mulutku… biarkan saya merasakan sperma kamu Bobby," lalu kembali memasukkan batang kontol Bobby ke dalam mulutnya, menekannya sejauh mungkin hingga sedalam tenggorokannya mampu mengakomodirnya.

Windy mulai memberikan deep throat pada Bobby dan mendengar suara erangan Bobby yang tertahan sumpalan g-string dimulutnya, serta kehadiran kakak Bobby tepat diluar bilik tempat mereka berada begitu membuatnya merasa takut terpergok namun juga semakin membakar birahinya. Hingga akhirnya Bobby mencengkeram kepala Windy dan menekannya ke selangkangannya seerat mungkin kala semburan demi semburan spermanya tumpah ke dalam tenggorokan isteri Marko tersebut.

Setelah merasa gak ada lagi sperma Bobby yang bisa direguknya, Windy menarik kepalanya ke belakang dan bangkit, dia berbalik dan mendekat kepintu bilik untuk mendengarkan apakah kakak Bobby masih berada di sana atau nggak. Kak Bobby dan temannya telah keluar tepat sesaat sebelum Bobby menumpahkan seramnya dalam mulut Windy tadi yang tentu aja gak terdengar oleh keduanya yang sedang asik berada di dunia lain.

Kala tubuh Windy berbalik untuk mendekati pintu bilik, pantatnya yang tersuguh dihadapan wajah Bobby gak ayal membuat batang kontol Bobby langsung mengeras kembali. Dia raih tubuh Windy dan menariknya ke atas pangkuannya. Tangannya segera bergerak menelusup ke bagian depan untuk mencengkeram kekenyalan payudara dari isteri Marko, dan jemarinya langsung memilin putting kerasnya.

Windy tersenyum mendapati tingkah la saya Bobby tersebut dan senyumnya semakin bertambah lebar sewaktu merasakan kerasnya batang kontol Bobby yang menusuk pantatnya. Ah, stamina anak muda… pikirnya. Dia merespon dgn merebahkan tubuhnya ke belakang bersandar pada Bobby dan berbisik manja "saya mau kamu masukkan kontol kamu ke dalam memek saya sekarang Bobby. Tunjukkan pada saya seberapa hebatnya stamina kamu anak muda."

Windy mengangkat pantatnya sedikit untuk mengatur posisinya, dia raih batang kontol bobby dan menempatkannya tepat didepan pintu masuk memek nya. Lalu dia turunkan tubuhnya dgn sangat pelan, menikmati setiap bagian dari batang kontol bobby yang membelah memek nya. Dia resapi setiap sensasi yang diberikan oleh Bobby yang membelah dan menyeruak dibagian yang belum pernah dijamah oleh suaminya maupun semua kekasihnya sebelumnya. Bobby membungkuk kedepan untuk memeluk Windy dan membelai payudara nya. Windy melempar tubuhnya sepenuhnya ke pelukan Bobby dan kakinya terjulur ke atas bertumpu pada pintu bilik tersebut, lalu mulai mengangkat pantatnya kemudian menurunkannya lagi menyambut gerakan menusuk Bobby dari bawah.

"Ssshh… ahhh... oh baby... yeah... oh Bobby ... kamu begitu besar... oh fuck me Bobby," racaunya saat Bobby menguburkan dirinya ke dalam tubuh Windy.

Kemudian, tiba-tiba aja terdengar pintu kamar kecil tersebut dibuka lagi dan disusul oleh masuknya suara langkah kaki diiringi oleh suara dua orang pria. Kali ini suara dari salah satu pria tersebut terdengar sangat familiar di telinga Windy.

"Ya dia pergi ke kamar kecil udah lama tadi, tapi kamu lihat kan panjangnya antriannya tadi. Dia mungkin masih berada didalam menunggu," Marko tertawa pada sahabatnya.

Windy tercekat, tubuhnya menegang! Itu suaminya!!! Dia ada diluar bilik, di dalam kamar kecil ini, gak jauh darinya. Dia harus menarik kakinya dan berhenti menekan pintu bilik ini, tapi reaksi tubuhnya yang tegang tersebut membuat otot memek nya mencengkeram batang kontol Bobby dgn demikian erat membuat Bobby menggelinjang dibawahnya. Tangan Bobby langsung begerak mengarah ke depan mencari kelentit Windy dan langsung memainkannya. Hampir aja Windy menjerit karena perbuatan Bobby ini, dgn cepat dia meraih ke belakang dan menarik g-string -nya yang menyumpal mulut Bobby dan menyumpalkannya ke mulutnya sendiri.

Suara erangannya tertahan oleh sumpalan g-string di mulutnya begitu Bobby gak hentinya mempermainkan kelentitnya dan disaat yang bersamaan seluruh batang kontol nya terbenam seluruhnya dalam cengkeraman memek nya. Dan suaminya saat ini berada gak lebih dari beberapa meter jauhnya. Bobby tetap memainkan jemarinya dikelentit Windy dan mulai mengatur kocokannya dalam irama yang pelan. dgn bantuan Windy yang pinggangnya dicengkeram erat oleh kedua tangannya, Bobby mulai menusukkan batang kontol nya sedalam yang dia mampu lalu menariknya hingga cuma tinggal kepalanya aja yang terbenam didalam memek Windy hingga dia entot lagi. Gelora sex kenikmatan birahi mulai Windy rasakan dan dgn berusaha sekuatnya untuk gak mengeluarkan desahan yang keras dgn menutup mulut yang sudah tersumpal g-string nya sendiri dgn tangannya. Perlahan dia hampir mencapi batas pertahanannya hingga akhirnya telinganya menangkap suara pintu kamar kecil tersebut tertutup dibalik bilik tempatnya berada ini...

Dia renggut lepas g-string yang menyumpal mulutnya dan seiring hentakannya kebawah untuk kali terakhir, dia mendesah manja seiring jeritan mulutnya"Aaaaarrrgggghhhh… oh Bobby... Bobby... sssshhhh," diraihnya momen seks yang gila ini dan membuat sekujur sendi ditibuhnya tergetar dan air mata keluar dari sudut matanya.

gak lama berselang kemudian Bobby menggeram melepaskan seluruh peju nya kedalam memek Windy" Arrrrggggghhh… Windy…," disusul semburan peju berikutnya dia tuangkan ke dalam rahim isteri Marko di atas pangkuannya.

Tubuh Windy terhempas ke belakang di atas pangkuan Bobby yang juga merasa seluruh sendinya seakan dilolosi dari tubuhnya. Windy menoleh ke belakang dan memberi sebuah ciuman mesra yang hot yang dalam pada Bobby dan jemarinya bergerak menyusuri rambut pria muda ini.

Setelah sekitar 10 menit berlalu, Windy bangkit membuat sebuah suara 'plop' sewaktu menarik keluar batang kontol Bobby dari memek nya. Keduanya kemudian keluar dari dalam bilik tersebut dan merapikan diri di depan kaca di atas meja washtafel yang baru beberapa saat lalu juga digunakan oleh kakak Bobby dan Marko beserta temannya untuk merapikan diri. Setelah merasa semua jejak terhapus keduanya dgn berhati-hati menyelinap keluar bergantian dari dalam kamar kecil pria tersebut. cuma aroma seks yang masih tertinggal di dalam sana...

Cerita Liar Goyangan Pantat Istriku Di Pesta Pernikahan

Cerita Liar Goyangan Pantat Istriku Di Pesta Pernikahan, sexy, ngentot kontol istri nakal
Klik foto untuk memperbesar gambar

"Hey dari mana aja kamu " Tanya Marko pada isterinya begitu dia ngeliat Windy berjalan mendekat mejanya.
"Oh itu, antrian di kamar kecil cewek terlalu panjang lalu Bobby mengajak saya kamar kecil lainnya yang terletak dibagian," jawab Windy berusaha untuk terdengar senatural dan semeyakinkan mungkin.
"ayo kita harus cepat pulang sayang. Dan Bobby, terima kasih udah menemani dan mengurus isteriku," kata Marko sambil menjabat tangan Bobby.
"Sama-sama Marko, gak usah sungkan," jawab Bobby sambil melirik ke arah Windy yang mengedip genit kepadanya…
Cerita Liar Goyangan Pantat Istriku Di Pesta Pernikahan
Cerita Liar Goyangan Pantat Istriku Di Pesta Pernikahan, cerita seks , Cerita Liar Goyangan Pantat Istriku Di Pesta Pernikahan, sexy, ngentot kontol istri nakal, kisah porno, kisah sex bokep, sex, Cerita Liar Goyangan Pantat Istriku Di Pesta Pernikahan

10
205

Tags cerita dewasa paling populer di blog ini: cerita seks, Cerita Dewasa, 17 Tahun, sex, Ngentot, Memek, Istri, selingkuh, Kontol, Entot, Mama, gangbang, tante, threesome, ABG, Binal, sexy, toket, payudara.
Aktifkan javascript lalu tekan F5, untuk membuka halaman
meng-klik link cerita secara normal
dan membuka gambar lebih besar.
Cerita dewasa seks terpanas, update setiap hari cerita terbaru Cerita seks dewasa ngentot memek isteri, perek, bispak.
http://cerita-dewasa-terpanas.blogspot.com