Cerita Seks Threesome Bermain Kontol Adik Ipar dan Temannya

Cerita sex istri ngentot dengan pria lain – Nama aku Momo. aku sedang bingung sekali saat ini. aku nggak tahu harus berbuat apa. Karenanya aku akan mencoba menceritakan sedikit pengalaman hidup aku yang baru aku hadapi baru-baru ini. aku berumur 26 tahun. aku udah berkeluarga dan udah mempunyai anak satu. aku menikah dengan seorang pria bernama Rendy.
Rendy merupakan suami yang cukup baik. kita hidup berkecukupan. Rendy merupakan seorang pengusaha yang lagi meniti karir usahanya. Karena kesibukannya itu dia malah jadi sering pergi keluar kota. Dia kasihan sama aku yang ditinggal sendiri dirumah bareng anak aku yang berusia 2 tahun. Karenanya dia lalu mengajak adiknya yang termuda bernama Roy yang berusia 23 tahun untuk tinggal bareng kita. Roy adalah seorang mahasiswa tingkat akhir di sebuah PTS. Kehidupan rumah tangga aku bahagia, hingga peristiwa terakhir yang aku alami.

Selama kita menikah kehidupan seks kita menurut aku normal aja. aku nggak tahu apa yang dimaksud dengan orgasme. Tahulah, aku dari keluarga yang kolot. Memang di SMA aku mendapat pelajaran seks, tetapi itu cuma sebatas teori aja. aku nggak tahu apa yang dinamakan orgasme. aku memang menikmati seks. Saat kita melakukannya aku merasakan nikmat. Tetapi nggak berlangsung lama. Suami aku mengeluarkan spermanya cuma dalam 5 menit. Kemudian kita berbaring aja. Selama ini aku sangka itulah seks. Bahkan sampai anak kita lahir dan kini usianya udah mencapai dua tahun. Dia seorang anak laki-laki yang lucu.

Di rumah kita nggak mempunyai pembantu. Karenanya aku yang membersihkan semua rumah dibantu oleh Roy. Roy adalah pria yang rajin. Secara fisik dia lebih ganteng dari suami aku. Suatu ketika saat aku membersihkan kamar Roy, nggak sengaja aku ngeliat buku Penthouse miliknya. aku terkejut mengetahui bahwa Roy yang aku kira alim ternyata menyenangi membaca majalah "begituan". Lebih terkejut lagi ketika aku membaca isinya. Di Penthouse ada bagian bernama Penthouse Letter yang isinya adalah cerita tentang fantasi ataupun pengalaman seks seseorang. aku seorang tamatan perguruan tinggi juga yang memiliki kemampuan bahasa Inggris yang cukup baik.

aku nggak tau kalo ada itu jenis oral seks. Dimana pria memberikan rangsangan seksual kepada lawan jenisnya dengan menggunakan mulut. Dan wanita melakukan hal yang sama pada mereka. Sejak saat itu, aku sering secara diam-diam masuk ke kamar Roy untuk mencuri-curi baca cerita yang ada pada majalah tersebut.Suatu ketika saat aku sibuk membaca majalah itu, nggak aku sadari Roy datang ke kamar. dia kemudian menyapa aku. aku malu setengah mati. aku salting dibuatnya. Tapi Roy kelihatan tenang aja. Ketika aku keluar dari kamar dia mengikuti aku. aku duduk di sofa di ruang TV. dia mengambil minum dua gelas, kemudian duduk disamping aku. dia memberikan satu gelas kepada aku. aku heran, aku nggak menyadari bahwa aku sangat haus saat itu. Kemudian dia mengajak aku berbicara tentang seks. aku malu-malu meladeninya. Tapi dia sangat pengertian. Dengan sabar dia menjelaskan bila ada yang masih belum aku ketahui.

Tanpa disadari dia telah bikin aku merasa aneh. Excited aku rasa. Kini tangannya menjalari seluruh badan aku. aku berusaha menolak. aku berkata bahwa aku adalah istri yang setia. dia kemudian memberikan argumentasi bahwa seseorang baru dianggap nggak setia bila melakukan coitus. Yaitu dimana sang pria dan wanita melakukan hubungan seks dengan kontol pada lobang memek.dia kemudian mencium bagian memek aku. aku mendorong kepalanya. Tangannya lalu menyingkap daster aku, sementara tangan yang lain menarik lepas celana dalam aku. dia lalu melakukan oral seks pada aku. aku masih mencoba untuk mendorong kepalanya dengan tangan aku. Tetapi kedua tangannya memegang kedua belah tangan aku. aku cuma bisa diam. aku ingin meronta, tapi aku merasakan hal yang sangat lain.

nggak lama aku merasakan sesuatu yang belum pernah aku alami seumur hidup aku. aku mengerang pelan. Kemudian dengan lembut menyuruhnya untuk berhenti. dia masih belum mau melepaskan aku. Tetapi kemudian anak aku menangis, aku meronta dan memaksa ingin ngeliat keadaan anak aku. Barulah dia melepaskan pegangannya. aku berlari menemui anak aku dengan beragam perasaan bercampur menjadi satu.
Ketika aku kembali dia cuma tersenyum. aku nggak tahu harus bagaimana. Ingin aku menamparnya kalau mengingat bahwa sebenarnya dia memaksa aku pada awalnya. Tetapi niat itu aku urungkan. Toh dia nggak memperkosa aku. aku lalu duduk di sofa kali ini berusaha menjaga jarak. Lama aku berdiam diri. dia yang kemudian memulai pembicaraan. Katanya bahwa aku adalah seorang wanita baru. Ya, aku memang merasakan bahwa aku seakan-akan wanita baru saat itu. Perasaan aku bahagia bila nggak mengingat suami aku. dia katakan bahwa perasaan yang aku alami adalah orgasme. aku baru menyadari betapa aku telah sangat kehilangan momen terindah disetiap kesempatan bareng suami aku.

Hari kemudian berlalu seperti biasa. Hingga suatu saat suami aku pergi keluar kota lagi dan anak aku sedang tidur. aku akui aku mulai merasa bersalah karena sekarang aku sangat ingin peristiwa itu terulang kembali. Toh, dia nggak berbuat hal yang lain. aku duduk di sofa dan nungguin dia keluar kamar. Tapi kelihatannya dia sibuk belajar di kamar. Mungkin dia akan menghadapi mid-test atau semacamnya. aku lalu mencari akal supaya dapat berbicara dengannya. aku kemudian memutuskan untuk mengantarkan minuman kedalam kamar.

Disana dia duduk di tempat tidur membaca buku kuliahnya. aku katakan supaya dia jangan lupa istirahat sambil meletakkan minuman diatas meja belajarnya. Ketika aku permisi hendak keluar, dia berkata bahwa dia udah selesai belajar dan memang hendak istirahat sejenak. dia lalu mengajak aku ngobrol. aku duduk ditempat tidur lalu mulai berbicara dengannya. nggak aku sadari mungkin karena aku lelah seharian, aku sambil berbicara lalu merebahkan diri diatas tempat tidurnya. dia meneruskan bicaranya. Terkadang tangannya memegang tangan aku sambil bicara. Saat itu pikiran aku mulai melayang teringat kejadian beberapa hari yang lalu.

ngeliat aku terdiam dia mulai menciumi tangan aku. Saat aku sadar, tangannya telah berada pada kedua belah paha aku, sementara kepalanya tenggelam diantara memek aku. Oh, betapa nikmatnya. Kali ini aku nggak melawan sama sekali. aku menutup mata dan menikmati momen tersebut. Nafas aku tambah memburu saat aku merasakan bahwa aku mendekati klimaks. Tiba-tiba aku merasakan kepalanya terangkat. aku membuka mata bingung atas maksud tujuannya berhenti. Mata aku terbelalak saat memandang dia udah nggak mengenakan bajunya. Mungkin dia melepasnya diam-diam saat aku menutup mata tadi.
nggak tahu apa yang harus dilakukan aku cuma menganga aja seperti orang bodoh. aku lihat dia udah tegang. Oh, betapa aku ingin semua berakhir nikmat seperti minggu lalu. Tangan kirinya kembali bermain di nonok aku sementara badannya perlahan-lahan turun menutupi badan aku. Perasaan nikmat kembali bangkit. Tangan kanannya lalu melolosi daster aku. aku telanjang bulat kini kecuali bra aku. Tangan kirinya meremasi buah dada aku. aku mengerang sakit. Tangan aku mendorong tangannya, aku katakan apa sih maunya. Dia cuma tersenyum.
aku mendorongnya pelan dan berusaha untuk bangun. Mungkin karena intuisinya mengatakan bahwa aku nggak akan melawan lagi, dia meminggirkan badannya. Dengan cepat aku membuka kutang aku, lalu rebah kembali. dia tersenyum setengah tertawa. Dengan sigap dia udah berada diatas badan aku kembali dan mulai mengisapi puting susu aku sementara tangan kanannya kembali memberi kehidupan diantara memek aku dan tangan kirinya mengusapi seluruh badan aku.

Selama kehidupan perkawinan aku dengan Rendy, dia nggak pernah melakukan hal-hal seperti ini saat kita melakukan hubungan seks. Seakan-akan seks itu adalah buka, mulai, keluar, selesai. aku merasakan diri aku bagaikan mutiara dihadapan Roy. Kemudian Roy mulai mencium bibir aku. aku balas dengan penuh gairah. Sekujur badan aku terasa panas sekarang. Kemudian aku rasakan kontol nya mulai mencari-cari jalan masuk. Dengan tangan kanan aku, aku bantu dia menemukannya. Ketika semua udah pada tempatnya, dia mulai mengayuh perahu cinta kita dengan bersemangat.
Kedua tangannya nggak henti-hentinya mengusapi badan dan dada aku. aku cuma bisa memejamkan mata aku. Aduh, nikmatnya bukan kepalang. Tangannya lalu mengalungkan kedua tangan aku pada lehernya. aku membuka mata aku. dia menatap mata aku dengan sejuta arti. Kali ini aku tersenyum. dia balas tersenyum. Mungkin karena gemas ngeliat aku, bibirnya lalu kembali mencium.

Oh, aku merasakan waktunya telah tiba. Kedua tangan aku menarik badannya agar lebih merapat. Dia kelihatannya ngerti kondisi aku saat itu. Ini dibuktikannya dengan mempercepat laju permainan. Ahh, aku mengerang pelan. Kemudian aku mendengar nafasnya menjadi berat dan disertai erangan aku merasakan memek aku dipenuhi cairan hangat. Sejak saat itu, aku dan dia selalu nungguin kesempatan dimana suami aku pergi keluar kota untuk dapat mengulangi perbuatan terkutuk itu. Betapa nafsu telah mengalahkan segalanya. Setiap kali akan bercinta, aku selalu memaksanya untuk melakukan oral seks kepada aku. Tanpa itu, aku nggak dapat hidup lagi. aku benar-benar memerlukannya.

Dia juga sangat pengertian. meskipun dia sedang malas melakukan hubungan seks, dia tetap bersedia melakukan oral seks kepada aku. aku benar-benar merasa sangat dihargai olehnya. Ceritanya dulu suami aku Rendy punya komputer. Kemudian oleh Roy disarankan agar berlangganan internet. Menurutnya juga dapat dipakai untuk berbisnis. Suami aku setuju aja. Pernah Roy ngeliat aku memandangi Rendy saat dia menggunakan internet, kemudian dia tanya kepada aku, apa aku kepingin tahu.
Rendy yang mendengar lalu menyuruh Roy untuk mengajari aku menggunakan komputer dan internet.
Pertama-tama aku suka karena banyak yang menarik. cuma tinggal tekan tombol aja. Bagus sekali. Tetapi aku mulai bosan karena aku kurang ngerti mau ngapain lagi.

Saat itulah Roy lalu menunjukkan ada yang namanya Newsgroup di internet. Saat pertama kali baca aku terkejut sekali. Banyak berita dan pendapat yang menarik. Tetapi waktu aku nggak terlalu banyak. aku harus mengurus anak aku. Dia baru dua tahun. aku sayang sekali kepadanya. Kalau udah tersenyum dapat menghibur aku meskipun dalam keadaan sedih. aku nggak ngerti program ini. cuma Roy ajarkan kalau mau menulis tekan tombol ini.

Terus begini, terus begini, dan seterusnya. Tetapi aku nggak cerita-cerita sama dia kalau kemarin aku udah kirim berita ke Newsgroup. Takut dia marah sama aku. aku cuma bingung mau cerita sama siapa. Masalahnya aku benar-benar udah terjerumus. aku nggak tahu bagaimana harus menghentikannya.

Kini aku bagaikan memiliki dua suami. aku diperlakukan dengan baik oleh keduanya. aku tahu suami aku sangat mencintai aku. aku juga sangat mencintai suami aku. Tetapi aku nggak bisa melupakan kenikmatan yang telah diperkenalkan oleh Roy kepada aku. Suami aku nggak pernah curiga sebab Roy nggak berubah saat suami aku ada di rumah. Tetapi bila Rendy udah pergi keluar kota, dia memperlakukan aku sebagaimana istrinya. Dia bahkan pernah memaksa untuk melakukannya di kamar kita. aku menolak dengan keras. Biar bagaimana aku akan merasa sangat bersalah bila melakukannya ditempat tidur dimana aku dan Rendy menjalin hubungan yang berdasarkan cinta.

aku katakan dengan tegas kepada Roy bahwa dia harus menuruti aku. Dia cuma mengangguk aja. aku merasa aman sebab dia tunduk kepada seluruh perintah aku. aku nggak pernah menyadari bahwa aku salah. Benar-benar salah. Suatu kali aku disuruh untuk melakukan oral seks kepadanya. aku benar benar terkejut. aku nggak dapat membayangkan apa yang harus aku lakukan atas kontol nya. aku menolak, tetapi dia terus memaksa aku. Karena aku tetap nggak mau menuruti kemauannya, maka akhirnya dia menyerah.

Kejadian ini berlangsung beberapa kali, dengan akhir dia mengalah. Hingga terjadi pada suatu hari dimana saat aku menolak kembali dia mengancam untuk nggak melakukan oral seks kepada aku. aku bisa menikmati hubungan seks kita bila dia telah melakukan oral seks kepada aku terlebih dahulu.aku tolak, karena aku pikir dia nggak serius. aku berpikir bahwa dia masih menginginkan seks sebagaimana aku menginginkannya. Ternyata dia benar-benar melakukan ancamannya. Dia bahkan nggak mau melakukan hubungan seks lagi dengan aku. aku bingung sekali. aku membutuhkan cara untuk melepaskan diri dari kerumitan sehari-hari. Bagi aku, seks merupakan alat yang dapat membantu aku menghilangkan beban pikiran.

Selama beberapa hari aku merasa seperti dikucilkan. Dia tetap berbicara dengan baik kepada aku. Tetapi setiap kali aku berusaha mengajaknya untuk melakukan hubungan seks dia menolak. aku nggak tahu harus berbuat apa. aku berusaha semampu aku untuk merayunya, tetapi dia tetap menolak.
aku bingung, apa aku nggak cukup menarik. Wajah aku menurut aku cukup cantik. Pada masa-masa kuliah, banyak sekali teman pria aku yang berusaha mencuri perhatian aku. Teman wanita aku bilang bibir aku sexy dan sangat sensual sekali. aku nggak ngerti bibir sensual itu bagaimana. Yang aku tahu aku nggak ambil pusing untuk hal-hal seperti itu. aku nggak diijinkan terlalu banyak keluar rumah oleh orang tua aku kecuali untuk keperluan les ataupun kursus. aku orangnya supel dan nggak pilih-pilih dalam berteman. Mungkin hal ini yang menurut aku pribadi menjadi penyebab banyak teman pria yang mendekati aku.

Sesudah melahirkan, aku tetap melanjutkan aktivitas senam aku. Dari sejak masa kuliah aku senang senam. aku tahu aku memiliki badan yang menarik, nggak kalah dengan yang masih muda dan belum menikah. Kulit aku putih bersih, sebab ibu aku mengajarkan bagaimana cara merawat diri. Bila aku berjalan dengan suami aku, selalu aja pria melirik kearah aku. Suami aku pernah mengatakan bahwa dia merasa sangat beruntung memiliki aku. aku juga merasa sangat beruntung memiliki suami seperti dia. Rendy orangnya jujur dan sangat bertanggung jawab. Itu yang sangat aku sukai darinya. aku nggak cuma ngeliat dari fisik seseorang, tetapi lebih dari pribadinya.

Tetapi Roy sendiri menurut aku sangatlah ganteng. Mungkin itu pula sebabnya, banyak teman wanitanya yang datang kerumah. Katanya untuk belajar. Mereka biasa belajar di teras depan rumah kita. Roy selain ganteng juga pintar menurut aku. Tidaklah sulit baginya untuk mencari wanita cantik yang mau dengannya. aku merasa aku ditinggalkan. Roy nggak pernah mengajak aku untuk melakukan hubungan seks lagi. Dia sekarang bila nggak belajar dikamar, lebih banyak menghabiskan waktunya dengan teman-teman wanitanya. aku kesepian sekali dirumah. Untung masih ada anak aku yang paling kecil yang dapat menghibur.

Hingga suatu saat aku nggak dapat menahan diri lagi. Malam itu, saat Roy masuk ke kamarnya setelah menonton film, aku mengikutinya dari belakang. aku katakan ada yang perlu aku bicarakan. Anak aku udah tidur saat itu. Dia duduk di tempat tidurnya. aku bilang aku bersedia melakukannya cuma aku nggak tahu apa yang harus aku perbuat. Dengan gesit dia membuka seluruh celananya dan kemudian berbaring. Dia katakan bahwa aku harus menjilati kontol nya dari atas hingga bawah. meskipun masih ragu-ragu, aku lakukan seperti yang disuruh olehnya. kontol nya mendadak berdiri tegak begitu lidah aku menyentuhnya. Kemudian aku disuruh membasahi seluruh permukaan kontol nya dengan menggunakan lidah aku.

Dengan bantuan tangan aku, aku jilati semua bagian dari kontol nya sebagaimana seorang anak kecil menjilati es-krim. nggak lama kemudian, aku disuruh memasukkan kontol nya kedalam mulut aku. aku melonjak kaget. aku bilang, dia sendiri nggak memasukkan apa apa kedalam mulutnya saat melakukan oral seks kepada aku, kenapa aku harus dituntut melakukan hal yang lebih. Dia berkata bahwa itu disebabkan karena memang bentuk genital dari pria dan wanita berbeda. Jadi bukan masalah apa-apa. Dia bilang bahwa memang oral seks yang dilakukan wanita terhadap pria menuntut wanita memasukkan kontol pria kedalam mulutnya. Sebenarnya aku juga udah pernah baca dari majalah-majalah Penthouse miliknya, aku cuma berusaha menghindar sebab aku merasa hal ini sangatlah nggak higienis.

Karena khawatir aku nggak memperoleh apa yang aku inginkan, aku menuruti kemauannya. Kemudian aku disuruh melakukan gerakan naik dan turun sebagaimana bila sedang bercinta, cuma bedanya kali ini, kontol nya berada di dalam mulut aku, bukan pada lobang nonok aku. Selama beberapa menit aku melakukan hal itu. aku perlahan-lahan menyadari, bahwa oral seks tidaklah menjijikkan seperti yang aku bayangkan. Dulu aku membayangkan akan mencium atau merasakan hal-hal yang nggak enak. Sebenarnya hampir nggak terasa apa-apa. cuma cairan yang keluar dari kontol nya terasa sedikit asin. Masalah bau, seperti bau yang umumnya keluar saat pria dan wanita berhubungan seks.

Tangannya mendorong kepala aku untuk naik turun tambah cepat. aku dengar nafasnya tambah cepat, dan gerakan tangannya menyebabkan aku bergerak tambah cepat juga. Kemudian menggeram pelan, aku tahu bahwa dia akan klimaks, aku berusaha mengeluarkan kontol nya dari mulut aku, tetapi tangannya menekan dengan keras. aku panik. nggak lama mulut aku merasakan adanya cairan hangat, karena takut muntah, aku telan aja dengan cepat semuanya, jadi nggak terasa apa-apa.

Saat dia udah tenang, dia kemudian melepaskan tangannya dari kepala aku. aku sebenarnya kesal karena aku merasa dipaksa. Tetapi aku diam aja. aku takut kalau dia marah, semua usaha aku menjadi sia-sia aja. aku bangkit dari tempat tidur untuk pergi berkumur. Dia bilang bahwa aku memang berbakat. Berbakat neneknya, kalau dia main paksa lagi aku harus hajar dia. Sesudah nafasnya menjadi tenang, dia melakukan apa yang udah sangat aku tunggu-tunggu. Dia melakukan oral seks kepada aku hampir 45 menit lebih. Aduh nikmat sekali. aku orgasme berulang-ulang. Kemudian kita mengakhirinya dengan bercinta secara ganas.

Sejak saat itu, oral seks merupakan hal yang harus aku lakukan kepadanya terlebih dahulu sebelum dia melakukan apa-apa terhadap aku. aku mulai khawatir apakah menelan sperma nggak memberi efek samping apa-apa kepada aku. Dia bilang nggak, malah menyehatkan. Karena sperma pada dasarnya protein. aku percaya bahwa nggak ada efek samping, tetapi aku nggak percaya bagian yang "menyehatkan". cuma aku jadi nggak ambil pusing lagi.
nggak lama berselang, sekali waktu dia pulang kerumah dengan membawa kado. Katanya untuk aku. aku tanya apa isinya. Baju katanya. aku gembira bercampur heran bahwa perhatiannya menjadi begitu besar kepada aku. Saat aku buka, aku terkejut ngeliat bahwa ini seperti pakaian dalam yang sering digunakan oleh wanita bila dipotret di majalah Penthouse. aku nggak tahu apa namanya, tapi aku nggak bisa membayangkan untuk memakainya. Dia tertawa ngeliat aku kebingungan. aku tanyakan langsung kepadanya sebenarnya apa sih maunya. Dia bilang bahwa aku akan terlihat sangat cantik dengan itu. aku bilang “No way”. aku nggak mau dilihat siapapun menggunakan itu. Dia bilang bahwa itu sekarang menjadi "seragam" aku setiap aku akan bercinta dengannya.

Karena aku pikir toh cuma dia yang ngeliat, aku mengalah. Memang benar, saat aku memakainya, aku terlihat sangat seksi. aku bahkan juga merasa sangat seksi. aku menggunakannya di dalam, dimana ada stockingnya, sehingga aku menggunakan pakaian jeans di luar selama aku melakukan aktivitas dirumah seperti biasa. Efeknya sungguh di luar dugaan aku. aku menjadi, apa itu istilahnya, horny sekali. aku udah nggak tahan nungguin waktunya tiba. Dirinya juga demikian kelihatannya. Malam itu saat aku melucuti pakaian aku satu persatu, dia memandangi seluruh badan aku dengan sorot mata yang belum pernah aku lihat sebelumnya. kita bercinta bagaikan nggak ada lagi hari esok.

Sejak saat itu, aku lebih sering lagi dibelikan pakaian dalam yang seksi olehnya. aku nggak tahu dia mendapatkan uang darimana, yang aku tahu semua pakaian ini bukanlah barang yang murah. Lama-kelamaan aku mulai khawatir untuk menyimpan pakaian ini dilemari kita berdua (aku dan Rendy) sebab jumlahnya udah termasuk banyak. Karenanya, pakaian ini aku taruh di dalam lemari Roy. Dia nggak keberatan selama aku bukan membuangnya. Katanya, dengan pakaian itu kecantikan aku bagai bidadari turun dari langit. Pakaian itu ada yang berwarna hitam, putih maupun merah muda. Tetapi yang paling digemari olehnya adalah yang berwarna hitam. Katanya sangat kontras warnanya dengan warna kulit aku sehingga lebih membangkitkan selera.

aku mulai menikmati hal-hal yang diajarkan oleh Roy kepada aku. aku merasakan semua bagaikan pelajaran seks yang sangat berharga. Ingin aku menunjukkan apa yang telah aku ketahui kepada suami aku. Sebab pada dasarnya, dialah pria yang aku cintai. Tetapi aku takut bila dia beranggapan lain dan kemudian mencium perbuatan aku dan Roy.aku nggak ingin rumah tangga kita hancur. Tetapi sebaliknya, aku udah nggak dapat lagi meninggalkan tingkat pengetahuan seks yang udah aku capai sekarang ini. Suatu ketika, Roy pulang dengan membawa teman prianya. Temannya ini nggak seganteng dirinya, tetapi sangat macho. Pada mukanya masih tersisa bulu-bulu bekas cukuran sehingga wajahnya sedikit terlihat keras dan urakan. Roy memperkenalkan temannya kepada aku yang ternyata bernama Parma.

kita ngobrol panjang lebar. Parma sangat luas pengetahuannya. aku diajak bicara tentang politik hingga musik. Menurut penuturannya Parma memiliki band yang sering main dipub. Ini dilakukannya sebagai hobby serta untuk menambah uang saku. aku mulai menganggap Parma sebagai teman.Parma tambah sering datang kerumah. Anehnya, kedatangan Parma selalu bertepatan dengan saat dimana Rendy sedang nggak ada dirumah. Suatu ketika aku menemukan mereka duduk diruang tamu sambil meminum minuman yang kelihatannya adalah minuman keras. aku menghampiri mereka hendak menghardik agar menjaga kelakuannya.

Ketika aku dekati ternyata mereka cuma minum anggur. Mereka lalu menawarkan aku untuk mencicipinya. Sebenarnya aku menolak. Tetapi mereka memaksa karena anggur ini lain dari yang lain. Akhirnya aku coba meskipun sedikit. Benar, aku cuma minum sedikit. Tetapi nggak lama aku mulai merasa mengantuk. Selain rasa kantuk, aku merasa sangat seksi. Karena aku mulai nggak kuat untuk membuka mata, Roy lalu menyarankan agar aku pergi tidur aja. aku menurut. Roy lalu menggendong aku ke kamar tidur. aku heran kenapa aku nggak merasa malu digendong oleh Roy dihadapan Parma. Padahal Parma udah tahu bahwa aku udah bersuami. aku kelihatannya nggak bisa berpikir dengan benar lagi. Kata Roy, kamar aku terlalu jauh, padahal aku berat, jadi dia membawa aku ke kamarnya. aku menolak, tetapi dia tetap membawa aku ke kamarnya. aku ingin melawan tetapi badan rasanya lemas semua. Sesampainya dikamar, Roy mulai melucuti pakaian aku satu persatu. aku mencoba menahan, karena aku nggak ngerti apa tujuannya. Karena aku nggak dalam kondisi sadar sepenuhnya, perlawanan aku nggak membawa hasil apa apa.

Kini aku berada diatas tempat tidur dengan keadaan telanjang. Roy mulai membuka pakaiannya. aku mulai merasa bergairah. Begitu dirinya telanjang, lidahnya mulai bermain-main didaerah memek aku. aku memang nggak bisa bertahan lama bila dia melakukan oral seks terhadap aku. aku keluar cuma dalam beberapa saat. Tetapi lidahnya nggak kunjung berhenti. Tangannya mengusapi payudara aku. Kemudian mulutnya beranjak menikmati payudara aku.

Kini kita melakukannya dalam "missionary position". Begitulah istilahnya kalau aku nggak salah ingat pernah tertulis dimajalah-majalah itu. Ah, nikmat sekali. aku hampir keluar kembali. Tetapi dia malah menghentikan permainan. Sebelum aku sempat mengeluarkan sepatah katapun, badan aku udah dibalik olehnya. badan aku diangkat sedemikian rupa sehingga kini aku bertumpu pada keempat kaki dan tangan dalam posisi seakan hendak merangkak. Sebenarnya aku ingin tiduran aja, aku merasa nggak kuat untuk menopang seluruh badan aku. Tetapi setiap kali aku hendak merebahkan diri, dia selalu mengangkat badan aku. Akhirnya meskipun dengan susah payah, aku berusaha mengikuti kontol nya untuk tetap bangkit. Kemudian dia memasukkan kontol nya ke dalam lobang memek aku. Tangannya memegang erat pinggang aku, lalu kemudian mulai menggoyangkan pinggangnya. Mm, permainan dimulai kembali rupanya.

Kembali kenikmatan membuai diri aku. Tanpa aku sadari, kali ini, setiap kali dia menekan badannya kedepan, aku mendorong badan aku kebelakang. kontol nya terasa menghunjam-hunjam kedalam badan aku tanpa ampun yang mana tambah menyebabkan aku lupa diri. aku keluar untuk pertama kalinya, dan rasanya nggak terkira. Tetapi aku nggak memiliki maksud sedikitpun untuk menghentikan permainan. aku masih ingin menggali kenikmatan demi kenikmatan yang dapat diberikan olehnya kepada aku. Roy juga ngerti akan hal itu. Dia mengatur irama permainan agar bisa berlangsung lama kelihatannya.

Sesekali badannya dibungkukkannya kedepan sehingga tangannya dapat meraih payudara aku dari belakang. Salah satu tangannya melingkar pada perut aku, sementara tangan yang lain meremasi payudara aku. Saat aku menoleh kebelakang, bibirnya udah siap nungguin bibir ku untuk disedot. Tanpa basa-basi bibir aku dilumat oleh dirinya. aku hampir mencapai orgasme aku yang kedua saat dia menghentikan permainan. aku bilang ada apa, tetapi dia langsung menuju ke kamar mandi. aku merasa sedikit kecewa lalu merebahkan diri aku ditempat tidur. Jari tangan aku aku selipkan dibawah badan aku dan melakukan tugasnya dengan baik diantara nonok aku. aku nggak ingin nafsu seks aku keburu turun karena terlalu lama nungguin Roy.

Tiba-tiba badan aku diangkat kembali. Tangannya dengan kasar menepis tangan aku. Iapun dengan langsung menghunjamkan kontol nya kedalam badan aku. Ah, kenapa jadi kasar begini. Belum sempat aku menoleh kebelakang, dia udah menarik rambut aku sehingga badan aku terangkat kebelakang sehingga kini aku berdiri pada lutut aku diatas tempat tidur. Rambut aku dijambak kebelakang sementara pundaknya menahan punggung aku sehingga kepala aku menengadah keatas. Kepalanya disorongkan kedepan untuk mulai menikmati payudara aku. Dari mulut aku keluar erangan pelan memintanya untuk melepaskan rambut aku. kelihatannya aku nggak dapat melakukan apa-apa meskipun aku memaksa. Malahan aku mulai merasa sangat seksi dengan posisi seperti ini.

Semua ini dilakukannya tanpa berhenti menghunjamkan dirinya kedalam badan aku. aku merasakan bahwa kontol nya lebih besar sekarang. Apakah dia meminum semacam obat saat dikamar mandi? Ah, aku nggak peduli, sebab aku merasakan kenikmatan yang teramat sangat. Yang bikin aku terkejut ketika tiba-tiba dua buah tangan memegangi tangan aku dari depan. Apa apaan ini? aku mulai mencoba meronta dengan sisa tenaga yang ada pada badan aku. Kemudian tangan yang menjambak aku melepaskan pegangannya. Kini aku dapat ngeliat bahwa Roy berdiri diatas kedua lututnya diatas tempat tidur dihadapan aku.

Jadi, yang saat ini menikmati aku adalah… aku menoleh kebelakang. Parma! Parma tanpa membuang kesempatan melumat bibir aku. aku membuang muka, aku marah sekali, aku merasa dibodohi. aku melawan dengan sungguh-sungguh kali ini. aku mencoba bangun dari tempat tidur. Tetapi
Parma menahan aku. Tangannya mencengkeram pinggang aku dan menahan aku untuk berdiri. Sementara itu Roy memegangi kedua belah tangan aku. aku udah ingin menangis aja. aku merasa diperalat. Ya, aku cuma menjadi alat bagi mereka untuk memuaskan nafsu aja. Sekilas teringat dibenak aku wajah suami dan anak aku. Tetapi kini semua udah terlambat. aku udah tambah terjerumus.

Roy bergerak mendekat hingga badannya menekan aku dari depan sementara Parma menekan aku dari belakang. Dia mulai melumat bibir aku. aku nggak membalas ciumannya. Tetapi ini nggak bikin dia berhenti mencium dan menjilati bibir aku. Lidahnya terus memaksa untuk masuk kedalam rongga mulut aku. Tangan aku dilingkarkannya pada pinggangnya, sementara Parma memeluk kita bertiga. aku mulai merasakan sesak napas terhimpit badan mereka. kelihatannya ini yang diinginkan mereka, aku bagaikan seekor pelanduk di antara dua gajah. Perlahan-lahan kenikmatan yang nggak terlukiskan menjalar disekujur badan aku. Perasaan nggak berdaya saat bermain seks ternyata mengakibatkan aku melambung di luar batas imajinasi aku sebelumnya. aku keluar dengan deras dan tanpa henti. Orgasme aku datang dengan beruntun.

Tetapi Roy nggak puas dengan posisi ini. nggak lama aku kembali pada "dog style position". Roy menyorongkan kontol nya kebibir aku. aku nggak mau membuka mulut. Tetapi Parma menarik rambut aku dari belakang dengan keras. Mulut aku terbuka mengaduh. Roy memanfaatkan kesempatan ini untuk memaksa aku mengulum kontol nya. Kemudian mereka mulai menyerang badan aku dari dua arah. Dorongan dari arah yang satu akan menyebabkan kontol pada badan mereka yang berada diarah lainnya tambah menghunjam. aku hampir tersedak. Roy yang kelihatannya ngerti kesulitan aku mengalah dan cuma diam aja. Parma yang mengatur segala gerakan ngentot ini.

Cerita Seks Threesome Bermain Kontol Adik Ipar dan Temannya

Cerita Seks Threesome Bermain Kontol Adik Ipar dan Temannya, istri selingkuh depan suami ngentot
Klik foto untuk memperbesar gambar

nggak lama kemudian mereka keluar. Sesudah itu mereka berganti tempat. Permainan dilanjutkan. aku sendiri udah nggak dapat menghitung berapa banyak mengalami orgasme. Ketika mereka berhenti, aku merasa sangat lelah. Walupun dengan terhuyung-huyung, aku bangkit dari tempat tidur, mengenakan pakaian aku seadanya dan pergi ke kamar aku. Di kamar aku masuk ke dalam kamar mandi aku. Di sana aku mandi air panas sambil mengangis. aku nggak tahu aku udah terjerumus kedalam apa kini. Yang bikin aku benci kepada diri aku, meskipun aku merasa sedih, kesal, marah bercampur menjadi satu, namun setiap aku teringat kejadian itu, aku merasa basah pada memek aku. Malam itu, saat aku menyiapkan makan malam, Roy nggak berbicara sepatah katapun. Parma udah pulang. aku juga nggak mau membicarakannya. kita makan sambil berdiam diri. Sejak saat itu, Parma nggak pernah datang lagi. aku sebenarnya malas bicara kepada Roy. aku ingin menunjukkan kepadanya bahwa aku nggak suka dengan caranya menjebak aku. Tetapi bila ada suami aku aku memaksakan diri bertindak biasa. aku takut suami aku curiga dan bertanya ada apa antara aku dan Roy.

Hingga pada suatu kesempatan, Roy berbicara bahwa dia minta maaf dan sangat menyesali perbuatannya. Dikatakannya bahwa "threesome" adalah salah satu imajinasinya selama ini. aku mengatakan kenapa dia nggak melakukannya dengan pelacur. Kenapa harus menjebak aku. Dia bilang bahwa dia ingin melakukannya dengan "someone special". aku nggak tahu harus ngomong apa. Hampir dua bulan aku melakukan mogok seks. aku nggak peduli kepadanya. aku membalas perbuatannya seperti saat aku pertama kali dipaksa untuk melakukan oral seks kepadanya. Selama dua bulan, ada aja yang diperbuatnya untuk menyenangkan aku. Hingga suatu waktu dia membawa makanan untuk makan malam. aku nggak tahu apa yang ada dipikirannya. cuma pada saat aku keluar, diatas meja udah ada lilin. Saat aku duduk, dia mematikan sebahagian lampu sehingga ruangan menjadi setengah gelap. Itu adalah "candle light dinner" aku yg pertama kali dari seumur hidup. Suami aku nggak pernah romantis sama aku untuk melakukan ini. Malam itu dia kembali minta maaf dan benar-benar mengajak aku berbicara dengan sungguh-sungguh. aku nggak tahu harus bagaimana.

aku merasa aku nggak akan pernah memaafkannya atas penipuannya kepada aku. cuma aja malam itu begitu indah sehingga aku pasrah ketika dia mengangkat aku ke kamar tidurnya.
Cerita Seks Threesome Bermain Kontol Adik Ipar dan Temannya
Cerita Seks Threesome Bermain Kontol Adik Ipar dan Temannya, cerita seks , Cerita Seks Threesome Bermain Kontol Adik Ipar dan Temannya, istri selingkuh depan suami ngentot, kisah porno, kisah sex bokep, sex, Cerita Seks Threesome Bermain Kontol Adik Ipar dan Temannya

10
205

Tags cerita dewasa paling populer di blog ini: cerita seks, Cerita Dewasa, 17 Tahun, sex, Ngentot, Memek, Istri, selingkuh, Kontol, Entot, Mama, gangbang, tante, threesome, ABG, Binal, sexy, toket, payudara.
Aktifkan javascript lalu tekan F5, untuk membuka halaman
meng-klik link cerita secara normal
dan membuka gambar lebih besar.
Cerita dewasa seks terpanas, update setiap hari cerita terbaru Cerita seks dewasa ngentot memek isteri, perek, bispak.
http://cerita-dewasa-terpanas.blogspot.com