Gadis Binal 17 tahun Pesta seks gangbang disekolah (seri 1)

Namaku Eliza. Cerita ini terjadi saat usiaku masih 17 tahun. Waktu itu, saya masih duduk di kelas 2 SMA swasta. Mengenai diriku, saya seorang gadis keturunan dengan tinggi badan 160 cm dan berat 45 kg. Rambutku hitam panjang sepunggung. Kata orang orang, wajahku cantik dan bentuk badanku sangat ideal. Namun nggak tau apa saya mesti bersyukur atau menyesalinya. Mungkin krn inilah saya mengalami malapetaka di hari sabtu.

Seminggu setelah perayaan ultahku yang ke 17 ini, dimana saya akhirnya mendapatkan SIM sebab udah cukup umur, maka saya ke sekolah dengan mengendarai mobilku sendiri, mobil hadiah ultahku. Sepulang sekolah, jam menunjukkan waktu 18:40. saya sekolah siang, jadi pulangnya sampai begitu malam. Dan saat itu tiba tiba saya merasa perutku sakit dan mulas, jadi saya memutuskan buang air di WC sekolah.

krn saya bawa mobil sendiri, jadi dengan santai saya buang air di WC sekolah, tanpa mesti kuatir merasa sungkan dengan adanya seorang sopir yang menungguku. Yang mengherankan dan sekaligus menjengkelkan, saya mesti bolak balik ke WC sampai 5 kali. Mungkin setelah gak ada lagi yang bisa dikeluarkan, baru akhirnya saya berhenti buang air.

Namun perutku masih terasa mulas. Maka saya memutuskan untuk mampir ke ruang UKS sebentar dan mencari minyak putih. saya masuk ke ruang UKS, menyalakan lampunya dan menaruh tas sekolahku di meja yang ada di sana, lalu mencari cari minyak putih di kotak obat. Setelah ketemu, saya membuka kancing baju seragamku di bagian perut ke bawah, dan mulai mengoleskan minyak putih itu untuk meredakan rasa sakit perutku.

saya amat terkejut ketika tiba tiba pintu ruang UKS ini terbuka, dan ternyata yang membuka adalah tukang sapu di sekolahku yang bernama Hadi. saya yang sedang mengolesi perutku dengan minyak putih, dan saya baru sadar 3 kancing baju seragamku dari bawah terbuka, memperlihatkan perutku yang rata dan putih mulus ini padanya.

Belum sempat saya mikir tentang apa yang mesti saya lakukan, Hadi udah mendekatiku, menyergapku, menelikung tangan kananku ke belakang punggungku dengan tangan kanannya, dan ia segera membekap mulutku erat erat dengan tangan kirinya.

"Eeemph… eeemph…", saya meronta ronta, dan berusaha menjerit.

Dengan panik saya berusaha melepaskan bekapan pada mulutku dengan tangan kiriku yang masih bebas. Namun apa arti tenaga seorang gadis yang mungil sepertiku menghadapi seorang lelaki yang tinggi besar seperti Hadi ini? saya benar benar dalam keadaan gak berdaya.

Mataku terbelalak ketika masuk lagi seorang tukang sapu yang lain, yang bernama bernama Yoyok.

"Girnooo", Yoyok melongok keluar pintu dan berteriak memanggil satpam di sekolahku.

saya sempat merasa lega, kukira saya akan selamat dari cengkeraman Hadi. Tapi ternyata Yoyok yang mendekati kita bukannya menolongku, malah memegang pergelangan tangan kiriku dengan tangan kanannya, sementara tangan kirinya mulai meremasi toket ku. Kembali saya berusaha meronta.

"Wah baru kali ini ada kesempatan pegang pegang susu amoy.. ini non Eliza yang sering kamu bilang itu kan Had?" tanya Yoyok pada Hadi.

"Iya Yok, amoy tercantik di sekolah ini. Betul gak?" kata Hadi.

sembari tertawa Yoyok makin keras meremasi kedua toket ku. saya menggeliat kesakitan dan terus meronta mencoba melepaskan diri, sembari berharap semoga Girno yang sering mendapat uang tips dariku untuk kesediaannya mengantrikan saya bakso kesukaanku tiap istirahat sekolah, nggak setega mereka berdua yang udah seperti kerasukan iblis ini.

Tapi saya langsung sadar kalau saya dalam bahaya besar. Yang memanggil Girno tadi itu kan Yoyok. Jadi sungguh bodoh bila saya berharap banyak pada Girno yang kalau nggak salah memang pernah saya temukan sedang mencuri pandang padaku. Ataukah… ?

Beberapa saat kemudian Girno datang, dan ngeliatku diperlakukan seperti itu, Girno malah menyeringai dan saya merasa mimpi burukku akan segera menjadi kenyatan.

"Dengar, kalian jangan gegabah… non Eliza ini kita ikat dulu di ranjang UKS ini. Setelah jam 8 malam, gedung sekolah ini pasti udah kosong. Itulah saatnya kita berpesta kawan kawan!", kata Girno.

Maka lemaslah badanku setelah saya tahu Girno ada di pihak mereka. Dengan mudah mereka membaringkan badanku di atas ranjang UKS. Kedua tangan dan kakiku udah direntangkan, dan diikat erat pada sudut sudut ranjang ini. Berikutnya, dua kancing bajuku yang belum lepas, dilepaskan oleh Hadi, hingga terlihat kulit badanku yang putih mulus, serta bra warna pink yang menutupi toket ku.

"Pak Girno.. tolong jangan begini pak..", saya memohon dan rasa putus asa mulai menghinggapiku.

Ratapanku ini dibalas ciuman Girno pada bibirku. Ia melumat bibirku dengan penuh nafsu, sampai saya megap megap kehabisan nafas, lalu ia menyumpal mulutku supaya saya gak bisa berteriak minta tolong.

"Non Eliza, tenang aja. Nanti juga non bakalan merasakan surga dunia kok", kata Girno sembari tersenyum memuakkan.

Kemudian Girno memerintahkan mereka semua untuk kembali melanjutkan pekerjaannya, dan mereka meninggalkanku sendirian di ruang UKS sialan ini. Girno kembali ke posnya, Hadi dan Yoyok berkata mau meneruskan pekerjaannya menyapu beberapa ruangan kelas yang belum disapu. Dan kini saya yang ditinggal sendiri cuma bisa pasrah menunggu nasib.

saya bergidik membayangkan apa yang akan mereka lakukan terhadapku. Dari berbagai macam cerita kejahatan yang saya dengar, saya mengerti mereka pasti akan memperkosaku ramai ramai. Sakit perutku udah hilang berkat khasiat minyak putih tadi, tapi saya sama sekali nggak sedang bahagia.

Bagian II. Pembantaian Dimulai

Detik demi detik berlalu begitu cepat, gak terasa setengah jam udah berlalu. Jam di ruang UKS udah menunjukkan jam 8. tibalah saatnya saya dibantai oleh mereka. Hadi masuk, diikuti Yoyok, Girno, dan celakanya ternyata mereka mengajak dua orang satpam yang lain, Urip dan Soleh. saya menggigil ketakutan, nggak tau seperti apa keadaanku nanti setelah diperkosa oleh lima orang ini.

"Hai amoy cantik.. udah nggak sabar menunggu kita ya?", kata Hadi.

Dengan mulut yang tersumpal sementara tangan dan kakiku terikat, saya cuma bisa menggeleng nggelengkan kepala, dengan air mata yang mengalir deras pada kedua pipiku, saya memandang mereka memohon belas kasihan, meskipun saya sadar hal ini gak akan ada gunanya.

Mereka cuma tertawa dan dengan santai mereka membuka ikatan ikatan pada kedua pergelangan tangan dan kakiku, lalu tanpa mendapatkan perlawanan sedikitpun dariku, mereka melepaskan baju dan rok seragam sekolahku, hingga saya tinggal mengenakan bra dan celana dalam yang warnanya sedikit pink.

ngeliat diriku yang udah pasrah gak berdaya, mereka bersorak gembira, mengerubutiku dan mulai menggerayangi badanku.

saya masih sempat memperhatikan, betapa kulit mereka itu hitam legam dan kasar dibandingkan kulitku yang putih mulus dah halus, membuatku merasa ngeri juga ketika memikirkan badanku akan segera dijarah habis oleh mereka.

saya kembali meronta, nggak rela menerima nasib yang buruk ini. Tapi tiba tiba perasaanku tersengat ketika jari-jari Girno menyentuh selangkanganku, menekan nekan memek saya yang masih terlindung celana dalamku. saya gak tau sejak kapan, tapi bra yang saya pakai udah lenyap nggak tau kemana, dan toket ku diremas remas dengan brutal oleh Hadi dan Yoyok, membuat badanku rasanya panas dingin. Belum lagi mereka akhirnya mengikatku lagi dalam posisi seperti tadi, mungkin krn saya terlalu banyak meronta.

Selagi saya masih kebingungan krn baru pertama kalinya ini saya merasakan sensasi sentuhan lelaki yang melanda badanku, Urip mendekatiku, melepas sumpalan pada mulutku, dan melumat bibirku habis habisan. saya semakin gelagapan, apalagi kemudian Soleh meraba dan membelai kedua pahaku.

Dikerubuti dan dirangsang sedemikan rupa oleh 5 orang sekaligus tanpa bisa berbuat apa apa krn kedua tangan dan kakiku terikat erat di empat sudut ranjang ini, saya merasakan gejolak luar biasa melanda badanku yang tanpa bisa kukendalikan.

saya merasakan betapa badanku berkelojotan dan mengejang hebat. Berulang kali badanku terlonjak lonjak sampai beberapa saat lamanya, dan kakiku melejang lejang, rasanya seluruh badanku bergetar.

"Oh.. augh.. ngggg.. aaaagh…" saya mengerang dan menjerit keenakan dan keringatku membanjir deras.

saya merasa seperti buang air kecil, tapi yang keluar cuma sedikit, dan baru kali ini saya merasakan kenikmatan yang amat sangat seperti ini. saya mengerti sekali bahwa tadi itu saya baru aja mengeluarkan cairan cintaku, krn saya mengalami orgasme.

saya memang pernah bermasturbasi meskipun cuma menggesek gesekkan jariku pada bibir lobang memek saya sampai akhirnya saya mengeluarkan cairan cintaku. Tapi saya merasa kalau yang keluar itu gak sebanyak yang tadi, dan semua yang kurasakan tadi jauh lebih nikmat dibandingkan ketika saya mencapai orgasme saat bermasturbasi. saya merasakan sensasi yang luar biasa dengan adanya sentuhan lelaki, yang baru pertama kali kurasakan.

Tadi itu cairan cintaku keluar banyak sekali, dan saya merasa kelelahan dan lemas sekali. Kini saya cuma diam pasrah terbaring di tengah kerumunan para pemerkosaku ini.

"Enak ya non? Hahaha… nanti non pasti minta tambah".

saya gak ngeliat siapa yang bicara, tapi saya tahu itu suara Yoyok, dan saya malas menanggapi ucapan yang amat kurang ajar dan merendahkanku itu.

"Non Eliza, kita akan melepaskan ikatanmu. Jika non Eliza nggak macam macam, kita akan melepaskan non setelah kita puas. Tapi jika non Eliza macam macam, non akan kita seret ke mess kita. Dan non tahu kan apa akibatnya? Di situ non nggak cuma mesti melayani kita berlima, tapi seluruh penghuni mess kita. Mengerti ya non?", kata Girno kepadaku.

Mendengar hal itu, saya merasa ngeri dan cuma bisa mengangguk pasrah, berharap saya cukup kuat untuk melalui ini semua.

"Jangan bawa saya ke sana pak. Saya akan menuruti kemauan bapak bapak. Tapi tolong, jangan lukai saya dan jangan hamili saya. Dan lagi, saya masih perawan pak. Tolong jangan kasar… tolong jangan keluarkan di dalam ya?" saya memohon dengan sungguh sungguh dalam rasa ngeri membayangkan saya mesti dibawa ke mess mereka, juga rasa ngeri akan kemungkinan hamil akibat diperkosa ramai ramai ini.

saya pernah mendengar jumlah penghuni mess itu ada sekitar 60 orang. Mereka yang tinggal di sana adalah gabungan satpam, tukang sapu dan tukang kebun dari SMA tempat saya sekolah ini, ditambah dari SMP dan SD yang memang masih sekomplek, maklum satu yayasan. Daripada saya akan lebih menderita diperkosa oleh sekitar 60 orang, lebih baik saya menuruti apa mau mereka yang ‘cuma’ berlima ini.

Dan saya benar benar berharap agar gak ada yang melukaiku, berharap mereka nggak segila itu untuk menindik badanku, trend yang kudengar sering dilakukan oleh pemerkosanya… menindik puting susu korbannya. saya benar benar takut kalau saya mesti mengalami semua itu.

"Hahaha, non Eliza, udah kita duga non memang masih perawan. Nona masih polos, dan nggak mengerti kalo kita suka memandangi badan nona yang sexy. kita selalu memimpikan memperawani non Eliza yang cantik ini sejak non masih kelas 1 SMA. Minggu lalu, ketika non ulang tahun ke 17 dan merayakannya di kelas, bahkan memberi kita hadiah makanan. Maka kita sepakat untuk membalas kebaikan non dengan memberi non kenikmatan surga dunia.", kata Girno.

"Tenang aja non. kita memang menginginkan badan non, tapi kita gak sekejam itu untuk melukai badan non yang indah ini. Dan kalo tentang hamil, non Eliza tenang aja. kita udah mempersiapkan semua itu. Seminggu terakhir ini, aqua botol yang non titip ke saya, saya campurin obat anti hamil. Sedangkan yang tadi, saya campurin obat anti hamil sekaligus obat cuci perut. Non Eliza tadi sakit perut kan? Hahaha…" jelas Girno sembari tertawa, tertawa yang memuakkan.

Jadi memang ini semua udah direncanakannya! Kurang ajar betul mereka ini. saya memberi mereka makanan cuma krn ingin berbagi, tanpa memandang status mereka. Tapi kini balasannya saya mesti melayani mereka berlima. Apa salahku terhadap mereka?

Hari ini saya akan diperkosa ramai ramai oleh mereka, dan mereka akan mengeluarkan peju mereka di dalam rahimku sepuasnya tanpa kuatir menghamiliku. Lebih tepatnya, tanpa saya kuatir mesti hamil oleh mereka.

Membayangkan hal ini, nggak tau mengapa tiba tiba saya terangsang hebat, dan birahiku naik gak terkendali. saya tanpa sadar menanti dan berharap mereka akan memberikanku kenikmatan lagi seperti yang tadi baru melandaku.

Mereka semua mulai melepas semua pakaian mereka, dan ternyata kontol kontol mereka udah ereksi dengan gagahnya, membuat jantungku berdegup semakin kencang ngeliat ukuran kontol kontol itu yang begitu besar. Dan kontol kontol itu, akan memasuki badanku, bergantian menyiksa lobang memek saya.

Girno mengambil posisi di tengah selangkanganku, sementara yang lain melepaskan ikatan pada kedua pergelangan tangan dan kakiku. Girno menarik lepas celana dalamku. Kini saya udah telanjang bulat dan badanku yang putih mulus terpampang di depan mereka yang terlihat semakin bernafsu.

"Indah sekali non Eliza, memeknya non. Rambutnya jarang, halus, tapi indah sekali", puji Girno.

Memang rambut yang tumbuh di atas memek saya amat jarang dan halus. Semakin jelas saya ngeliat kontol Girno, dengan diameter sekitar 5 cm dan panjang yang sekitar 16 cm.

"Pak, pelan pelan pak ya…" saya mencoba mengingatkan Girno.

Ia yang cuma menganguk sembari tersenyum memandangi diriku, membuatku merasa jengah dan memalingkan mukaku, gak ingin memandang orang yang akan merenggut keperawananku ini. Girno menggesek gesekkannya kepala kontol nya yang udah menempel pada bibir memek saya, membuatku semakin terangsang.

saya menyadari bahwa mereka udah nggak lagi memegangi pergelangan tangan dan kakiku yang udah nggak terikat. Mungkin krn mereka udah yakin, saya yang telah mereka taklukkan ini gak akan melawan atau mencoba melarikan diri, dan memang saya gak berani melakukan hal itu. Kini mereka udah mengerubutiku kembali, seperti segerombolan serigala memperebutkan seekor kelinci putih yang manis.

Bagian III. Terenggutnya Keperawananku

Kedua toket ku kembali diremas remas oleh Hadi dan Yoyok, sementara Urip dan Soleh bergantian melumat bibirku. Rangsangan demi rangsangan yang kuterima ini, membuat saya orgasme untuk yang ke dua kalinya. Kembali badanku berkelojotan dan kakiku melejang lejang, bahkan kali ini saya meraskan cairan cintaku sepertinya menyembur keluar.

"Eh… non Eliza ini… belum apa apa udah keluar dua kali, pake muncrat lagi. Sabar non, kenikmatan yang sesungguhnya akan segera non rasakan. Tapi ada bagusnya juga lho, memek non pasti jadi lebih licin, nanti pasti lebih gampang ditembus ya", ejek Girno sembari mulai melesakkan kontol nya ke memek saya.

"Aduh… sakit pak" erangku.

"Tenang non, nanti juga enak", kata Girno.

Kemudian ia menarik kontol nya sedikit, dan melesakkannya sedikit lebih dalam dari yang tadi. Rasa pedih yang amat sangat melanda memek saya, yang meskipun udah begitu licin, tapi tetap aja krn kontol itu terlalu besar, Girno kesulitan untuk menancapkan kontol nya ke memek saya. Namun dengan penuh kesabaran, Girno terus memompa masuk kontol nya dengan lembut hingga gak terlalu menyakitiku.

Lambat laun, ternyata memang rasa sakit di memek saya mulai bercampur rasa nikmat yang luar biasa. Dan Girno terus melakukannya, menarik sedikit, dan menusukkan lebih dalam lagi, sementara yang lain terus melanjutkan aktivitasnya sembari menikmati tontonan proses penetrasi kontol Girno ke dalam memek saya.

Hadi dan Yoyok mulai menyusu pada kedua puting toket ku yang kurasakan udah mengeras krn terus menerus dirangsang sejak tadi.

gak lama kemudian, saya merasakan selangkanganku sakit sekali menghapus semua nikmat yang sempat kuterima tadi. Entahlah, rupanya akhirnya selaput daraku robek.

"Ooh… aauugggh… hngggkk… aaaaagh…", saya menjerit kesakitan, seluruh badanku mengejang, dan air mataku kembali mengalir tanpa bisa kutahan. Keringatku juga mengucur deras.

saya ingin meronta, tapi rasa sesak dan sakit di lobang memek saya membatalkan niatku. saya cuma bisa mengerang, dan gairahku pun padam dihempas rasa sakit yang nyaris gak tertahankan ini.

"Aduh.. sakit pak Girno.. ampun", saya mengerang dan memohon pada pak Girno.

Namun Girno cuma tertawa tawa, mungkin krn ia puas telah berhasil mengambil keperawanan saya, dan yang lain malah bersorak, "terus.. terus..".

saya menggeleng gelengkan kepalaku ke kanan dan ke kiri menahan sakit, sementara bagian bawah badanku mengejang hebat, tapi saya gak berani terlalu banyak bergerak, dan berusaha menahan lejangan badanku supaya memek saya yang penuh sesak itu gak semakin didera rasa sakit. Lumatan penuh nafsu pada bibirku oleh Urip menahan gerakan kepalaku, dan ditambah belaian pada rambutku serta dua orang lelaki yang menyusu seperti anak kecil pada kedua toket ku ini membuat gairahku yang sempat dipadamkan oleh rasa sakit tadi kembali menyala.

Tanpa sadar, dalam kepasrahan saya mulai membalas lumatan pada bibirku. Girno terus memperdalam tusukannya kontol nya yang udah menancap setengahnya pada memek saya. Dan Girno memang pandai memainkan memek saya, kini rasa sakit itu udah gak begitu kurasakan lagi, yang lebih kurasakan adalah rasa ngilu yang amat nikmat yang melanda selangkanganku. kontol itu begitu sesaknya meskipun baru menancap setengahnya, dan urat urat yang berdenyut di kontol itu menambah sensasi yang kurasakan.

"Oh sempitnya non. Enaknya… ah…", Girno mulai meracau sembari terus ngetotin kontol nya sampai akhirnya amblas sepenuhnya ke dalam memek saya.

kontol itu terasa seperti sedang ngentot bagian terdalam dari memek saya, mungkin itu rahimku. saya cuma bisa mengerang tanpa berani menggeliat, meskipun saya merasakan sakit yang bercampur nikmat.

Mulutku ternganga, kedua tanganku mencengkeram sprei berusaha mencari sesuatu yang bisa kupegang, sementara kakiku terasa mengejang tapi kutahan. saya benar benar gak berani banyak bergerak dengan kontol raksasa yang sedang menancap begitu dalam di memek saya.

Dan setelah diam untuk memberiku kesempatan beradaptasi, akhirnya Girno memulai pompaanya. saya mengerang dan mengerang, mengikuti irama pompaan si Girno. Dan erangangku kembali tertahan ketika kali ini dengan gemas Urip memasukkan kontol nya ke dalam mulutku yang sedang ternganga ini.

saya gelagapan, dan Urip berkata "sepong kontol saya non. Awas, jangan digigit ya!"

saya cuma pasrah, dan mulai mengulum kontol yang baunya nggak enak ini, tapi lama kelamaan saya jadi terbiasa juga dengan bau itu. kontol itu panjang juga, tapi diameternya gak terlalu besar dibanding dengan kontol nya Girno. Tapi mulutku terasa penuh, dan ketika saya mengulum ngulum kontol itu, Urip memompa kontol nya dalam mulutku, sampai berulang kali melesak ke dalam tenggorokanku. saya berusaha supaya nggak muntah, meskupun berulang kali saya tersedak.

Selagi saya berjuang beradaptasi terhadap sodokan kontol si Urip ini, Soleh meraih tangan kananku, menggengamkan tanganku ke kontol nya.

"Non, ayo dikocok!", perintahnya.

kontol itu gak hampir gak muat di genggaman telapak tanganku yang mungil, dan saya gak sempat memperhatikan seberapa panjang kontol itu, meskipun dari kocokan tanganku, saya sadar kontol itu panjang.

Bagian IV. Kedatangan Pak Edy Wali Kelasku

saya menuruti semuanya dengan pasrah, ketika tiba tiba pintu terbuka, dan pak Edy, guru wali kelasku masuk, dan semua yang mengerubutiku menghentikan aktivitasnya, tentu aja kontol Girno masih tetap bersarang dalam lobang memek saya.

ngeliat semuanya ini, pak Edy membentak, "Apa apaan ini? Apa yang kalian lakukan pada Eliza?".

saya merasa ada harapan, segera melepaskan kulumanku pada kontol Urip, dan sedikit berteriak "Pak Edy, tolong saya pak. Lepaskan saya dari mereka".

Pak Edy seolah gak mendengarku, dan berkata pada Girno, "Kalian ini.. ada pesta kok nggak ngajak saya? Untung saya mau mencari bon pembelian kotak P3K tadi. Kalo begini sih, itu bon nggak ketemu juga nggak apa apa… hahaha…".

saya yang sempat kembali merasa ada harapan untuk keluar dari acara gangbang ini langsung lemas dalam keputus asaan.

Dengan kesal saya melanjutkan kocokan tanganku pada kontol Soleh juga kulumanku pada kontol Urip. Memang saya mesti mengakui, saya menikmati perlakuan mereka, tapi kalau bisa saya juga ingin semua ini berakhir.

Setelah sadar bahwa pak Edy juga sebejat mereka, semuanya tertawa lega.

sembari mulai melanjutkan pompaan kontol nya pada memek saya, Girno berkata, "Pak Edy tenang aja, masih kebagian kok. Itu tangan kiri non Eliza masih nganggur, kan bisa buat ngocok punya pak Edy dulu. Tapi kalo soal memeknya, ngantri yo pak. Abisnya, salome sih".

"Yah gak masalah lah. Ini kan malam minggu, pulang malam juga wajar kan?" katanya tertawa mengiyakan sembari melepas pakaiannya dan ternyata (untungnya) kontol nya nggak terlalu besar, bahkan ternyata paling pendek di antara mereka.

Tapi saya udah gak perduli lagi. memek saya yang serasa diaduk aduk mengantarku orgasme yang ke tiga kalinya.

"Aaaaagh…", erangku yang tanpa sadar mulai menggenggam kontol pak Edy yang disodorkan di dekat tangan kiriku yang memang menganggur.

Pinggangku terangkat sedikit ke atas, kembali badanku terlonjak lonjak, nggak tau ada berapa lamanya tersentak sentak, namun kini cairanku gak keluar krn memek saya yang masih sangat sempit ini seolah dibuntu oleh kontol Girno yang berukuran raksasa ini.

Dalam kelelahan ini, saya mesti melayani 6 orang sekaligus. Sodokan sodokan yang dilakukan Girno membuat gairahku cepat naik meskipun saya baru aja orgasme hebat. Tapi saya gak tahu, kapan Girno akan orgasme, ia begitu perkasa. udah 15 menit berlalu, dan ia masih menyiksaku, memompa lobang memek saya dengan garangnya.

Desahan kita bersahut sahutan memenuhi ruangan yang kecil ini. Kedua tanganku mengocok kontol dari Soleh dan pak Edy, wali kelasku yang ternyata bejat, membuatku agak bingung memikirkan apa yang mesti kulakukan jika bertemu dengannya mulai Senin besok dan seterusnya saat dia mengajar di kelasku.


Bagian V. Pembantaian Berlanjut

Urip mengingatkanku untuk kembali mengulum kontol nya yang kembali disodokkannya ke tenggorokanku, membuat saya gak sempat terlalu lama memikirkan hal itu. Kini saya udah mulai terbiasa, bahkan sejujurnya saya mulai menikmati saat saat tenggorokanku diterjang kontol si Urip ini, menikmati rasa tercekik yang enak ini.

Tiba tiba Girno menarikku hingga saya terduduk, lalu dia tiduran di ranjang, hingga sekarang saya berada dalam posisi woman on top, dan kontol itu terasa semakin dalam menancap dalam memek saya. saya masih gak tahu apa yang ia inginkan, tiba tiba saya ditariknya lagi hingga rebah dan kedua toket ku menindih badannya. Urat kontol nya terasa mengorek ngorek dinding memek saya.

saya cuma pasrah menunggu, nggak tau permainan apa lagi yang mesti kujalani bareng Girno dan yang lainnya ini.

"Eh, daripada satu lubang rame rame, kan lebih nikmat kalo dua, eh, tiga sekalian, tiga lubang rame rame?" tanya Girno pada yang lain.

"Akuuur…", seru mereka segera menyetujui sembari tertawa tawa.

Berikutnya Urip segera ke belakangku, dan kurasakan ia sedang meludahi anusku. Kengerian kembali melandaku, membayangkan saya akan dijadikan sandwich oleh Girno dan Urip

"Jangan…. jangan di situ…" desisku ketakutan.

Namun seperti yang saya duga, Urip sama sekali nggak perduli. saya memejamkan mata ketika Urip menempelkan kepala kontol nya ke anusku, dan yang lain bersorak kegirangan dan beberapa dari mereka memuji ide Girno.

"Aaaaaagh…" saya mengerang ketika kontol Urip mulai melesak ke dalam lobang anusku.

Mataku terbeliak, tanganku menggenggam erat sprei kasur tempat saya saya diperkosa ramai ramai ini. badanku terutama pahaku bergetar hebat menahan sakit yang luar biasa. Ludah Urip yang bercampur dengan air ludahku di kontol Urip yang baru kukulum tadi, gak membantu sama sekali.

"Aaaaaagh…. sakiiiiiit…. Jangaaaaan…..", erangku tanpa daya ketika akhirnya kontol itu amblas seluruhnya dalam lobang anusku.

Selagi saya mengerang dan mulutku ternganga, Soleh mengambil kesempatan itu untuk membenamkan kontol nya dalam mulutku, hingga eranganku teredam. Sial, ternyata kontol Soleh ini agak mirip punya Urip yang sedang menyodomiku. Begitu panjang, meskipun diameternya nggak terlalu besar, tapi kontol itu cukup panjang untuk menyodok nyodok tenggorokanku.

Kini badanku benar benar bukan milikku lagi, dijarah habis oleh mereka semua. Rasa sakit yang hampir gak tertahankan melandaku saat Urip mulai memompa lobang anusku. Setiap ia mendorongkan kontol nya, kontol Soleh menancap semakin dalam ke tenggorokanku, sementara kontol Girno sedikit tertarik keluar.

Tapi sebaliknya, saat Urip memundurkan kontol nya, kontol Soleh juga sedikit tertarik keluar dari kerongkonganku. Akibatnya badanku yang turun membuat kontol Girno kembali menancap dalam dalam pada lobang memek saya, ditambah lagi Girno sedikit menambah tenaga tusukannnya, hingga rasanya kontol nya seperti menggedor rahimku.

Rasanya badanku seperti sedang dirobek robek ke berbagai arah. Belum lagi lobang anusku yang kemasukan benda asing ini membuatku jadi ingin mengejan, perutku mulas sekali.

Setelah beberapa saat saya mesti berjuang menahan keinginanku untuk mengejan, perlahan rasa sakit pada lobang anusku udah berkurang banyak. Dan ketika rasa sakit itu reda, saya udah kembali mesti melayang dalam kenikmatan.

cuma 2 menit dalam posisi ini, saya udah orgasme hebat, namun saya cuma bisa pasrah. badanku cuma bisa bergetar, saya gak bisa bergerak banyak krn semua bagian badanku yang harusnya bisa kugerakkan ini semuanya ditahan oleh para pemerkosaku.

Dalam keadaan orgasme seperti ini, mereka tanpa ampun terus bergantian memompaku, membuat orgasmeku gak kunjung reda bahkan akhirnya saya mengalami multi orgasme! Tanpa terkendali lagi, saya mengejang hebat susul menyusul, dan cairan cintaku keluar berulang ulang, sangat banyak mengiringi multi orgasmeku yang sampai lebih dari 2 menit. Namun semua cairan cintaku yang saya yakin udah bercampur darah perawanku, sepertinya gak bisa mengalir keluar, terhambat oleh kontol Girno.

Tanganku yang menumpu pada genggaman tangan Girno bergetar getar. Sementara Soleh membelai rambutku dan Urip meremas remas toket ku dari belakang. Sungguh, saya gak kuasa menyangkal, kenikmatan yang saya alami sekarang ini benar benar dahsyat, belum pernah sebelumnya saya merasakan yang seperti ini. saya memang pernah bermasturbasi sampai merasakan orgasme yang nikmat. Namun orgasme dalam keadaan lobang memek tertancap kontol seperti ini benar benar membuatku melayang.

Mereka terus menggenjot badanku. Desahan yang terdengar cuma desahan mereka, krn saya gak mampu mengeluarkan suara selama kontol Soleh mengaduk aduk tenggorokanku. nggak tau udah berapa kali saya mengalami orgasme, sampai akhirnya kurasakan badan Girno bergetar dan menggigil

"Hegh… hu… huoooooooh…", Girno melenguh, kontol nya berkedut, kemudian peju nya yang hangat menyemprot berulang ulang dalam lobang memek saya, diiringi dengan keluarnya cairan cintaku untuk yang ke sekian kalinya.

Akhirnya Girno orgasme juga barengan denganku, dan kontol nya sedikit melembek, dan terus melembek sampai akhirnya cukup untuk membuat cairan merah muda meluber keluar dengan deras dari sela sela mulut memek saya, yang merupakan campuran darah perawanku, cairan cintaku dan peju Girno.

"Oh.. enake rek, memek amoy seng sek perawan…" kata Girno, yang tampak amat puas, nggak tau puas krn berhasil memperawaniku, atau puas menikmati sempitnya lobang memek saya.

Nafasku udah tersengal sengal. Untungnya, Urip dan Soleh cukup pengertian. Urip mencabut kontol nya dari lobang anusku, dan Soleh gak memaksaku mengulum kontol nya yang terlepas ketika saya yang udah begitu lemas krn kelelahan, ambruk menindih Girno yang masih belum juga melepaskan kontol nya yang masih terasa begitu besar untukku.

Bagian VI. Tenggelam Dalam Nikmat Pesta Seks

Kini saya mulai sadar dari gairah nafsu birahi yang menghantamku selama hampir satu jam ini. Namun saya nggak menangis. gak ada keinginan untuk itu, krn sejujurnya saya tadi amat menikmati perlakuan mereka, bahkan gilanya, saya menginginkan diriku dijadikan obyek pesta seks lagi seperti tadi. Apalagi mereka cukup lembut dan pengertian, nggak sekasar yang saya bayangkan.

Mereka benar benar menepati janji untuk nggak melukaiku dan menyakitiku seperti menampar pipiku ataupun menjambak rambutku. Bahkan Girno memelukku dan membelai rambutku dengan mesra dan penuh kasih sayang, setidaknya menurut perasaanku, sehingga membuatku semakin pasrah dan hanyut dalam pelukannya. Apalagi yang lain kembali mengerubutiku, membelai sekujur badanku seolah ingin menikmati tiap senti kulit badanku yang putih mulis ini. nggak tau mengapa saya merasa saya rela melayani mereka berenam ini untuk seterusnya, membuatku terkejut dalam hati.

Hah? Apa yang baru aja saya pikirkan? saya ini kan diperkosa, kok saya malah berpikir seperti itu? Tapi gak bisa kupungkiri, tadi itu benar benar nikmat, belum pernah saya merasakan orgasme yang senikmat itu ketika saya bermasturbasi.

Lagian, apakah ini masih bisa disebut perkosaan? Selain saya pasrah melayani apa mau mereka, saya juga menikmatinya, bahkan sampai orgasme berkali kali.

Lamunanku terputus saat Girno mengangkat badanku hingga kontol nya yang udah mengecil terlepas dari memek saya, dan ia menyingkir membiarkan Soleh mengambil gilirannya.

"Non, kita lanjutin ya", kata Soleh yang udah tiduran di sela kakiku yang sedikit mengkangkang.

saya cuma menurut aja dan menaiki kontol nya yang tegak mengacung itu. Soleh memegang dan membimbing kontol itu menempel pada bibir memek saya. Sekali ini, tanpa paksaan sedikitpun, malah saya yang berinisiatif menurunkan badanku, hingga perlahan kontol itu tertelan dalam lobang memek saya.

"Ooh… aaah….", erang Soleh ketika kontol nya mulai melesak ke dalam memek saya.

Memang lebih mudah dari punya Girno tadi, krn diameter kontol si Soleh lebih kecil. Namun tetap aja, panjangnya yang nggak selisih banyak dengan milik Girno tadi membuatku kelabakan.

"Ooh.. aduuuuh… ", erangku panjang seiring makin menancapnya kontol Soleh hingga amblas sepenuhnya dalam memek saya.

kontol nya terasa hangat, lebih hangat dari punya si Girno yang kini duduk di kursi tengah ruang ini sembari merokok. Mereka memberiku kesempatan untuk bernafas sejenak, kemudian Urip mendorongku hingga saya kembali telungkup, kali ini menindih Soleh yang langsung mengambil kesempatan itu untuk melumat bibirku. Baru saya sadar, Soleh ini pasti tinggi sekali.

Rupanya si Urip belum puas dan ingin melanjutkan aksi sodominya terhadapku. Kembali saya disandwich seperti tadi. Namun kali ini saya lebih siap. saya melebarkan kakiku hingga semakin mengkangkang seperti kodok, dan… perlahan tapi pasti, lobang anusku kembali ditembus kontol Urip yang amat keras ini, membuat bagian bawah badanku kembali terasa sesak.

meskipun memang nggak sesesak tadi, rasa mulas dan ingin mengejan itu langsung kembali lagi menyiksa badanku, membuatku merintih dan mengerang, antara pedih dan nikmat. Beberapa kali saya mesti menahan nafas krn kesakitan.

Kini Hadi dan Yoyok ikut mengepungku. Mereka masing masing memegang tangan kiri dan kananku, mengarahkanku untuk menggenggam kontol mereka dan mengocoknya. Selagi saya mulai mengocok dua buah kontol itu, wali kelasku yang ternyata bejat ini mengambil posisi di depanku, kelihatannya akan memintaku untuk mengoral kontol nya.

"Dioral sekalian Eliza, daripada nganggur nih", katanya dengan senyum yang memuakkan.

Tapi saya terpaksa menurutinya daripada nanti ia berbuat atau mengancam yang macam macam. Kubuka mulutku meskipun dengan setengah hati, membiarkan kontol pak Edy yang berukuran kecil ini masuk dalam kulumanku.

Jadi kini saya digempur 5 orang sekaligus, yang mana justru membuat gairahku naik gak karuan. Apalagi Soleh dan Urip makin bersemangat menggenjot selangkanganku, benar benar dengan cepat membawaku orgasme lagi.

"Eemmph….", erangku keenakan.

badanku mengejang, dan kurasakan cairan cintaku keluar, melumasi memek saya yang terus dipompa Soleh yang kulihat sedang merem melek keenakan. Tiba tiba kontol pak Edy berkedut dalam mulutku, dan tanpa ampun peju nya muncrat membasahi kerongkonganku.

Baru kali ini saya merasakan peju dalam mulutku, rasanya aneh, asin dan asam. Mungkin krn udah beberapa kali ngeliat film biru, tanpa disuruh saya udah tahu tugasku. Kubersihkan kontol pak Edy dengan kukulum, kujilati, dan kusedot sedot sampai nggak ada peju yang tertinggal di kontol yang kecil itu, sementara itu pak Edy melolong lolong keenakan.

"Lho pak, kok udah keluar? Masa kalah sama sepongannya non Eliza? Bagaimana nanti sama memeknya? Seret banget lho pak", kata Soleh dengan nada sedikit mengejek, yang disambung tawa yang lain.

Pak Edy terlihat tersenyum malu, dan gak berkata apa apa, cuma duduk di sebelah si Girno. saya juga tertawa dalam hati, namun ada bagusnya juga, kini tugasku menjadi sedikit lebih ringan.

Hadi yang juga ingin merasakan kontol nya kuoral, pindah posisi ke depanku, dan mengarahkan kontol nya ke mulutku. saya mengulum kontol itu tanpa penolakan, dan kocokan tangan kananku pada kontol Yoyok kupercepat, saya seakan sedang berlomba mengimbangi cepatnya sodokan demi sodokan kontol Soleh dan Urip yang semakin gencar menghajar memek dan anusku.

"Ouuggghh….", Urip tiba tiba mendengus dengus dan melolong panjang seiring berkedutnya kontol nya dalam lobang anusku.

kontol Urip menyemprotkan peju nya berulang ulang di dalam lobang anusku hingga terasa hangat sekali pada lobang anusku di bagian terdalam. Perutku kembali sedikit mulas, tapi mulas yang enak sekali.

Kini saya tinggal melayani 3 orang aja, namun nggak tau saya udah orgasme berapa kali. saya amat lelah untuk menghitungnya. Dan Yoyok berniat menggantikan Urip membobol anusku. Baru saya sadar, dari genggaman tanganku tadi pada kontol Yoyok, saya tahu kontol Yoyok nggak panjang, tapi… diameternya itu.. rasanya seukuran dengan punya si Girno. Dan celaka… kontol itu akan segera menghajar anusku.

"Oooh… ooogh… sakiiiit…", erangku ketika Yoyok memaksakan kontol nya sampai akhirnya masuk.

Namun seperti yang tadi tadi, rasa sakit yang menderaku cuma berlangsung sebentar, dan berganti rasa nikmat luar biasa yang gak bisa dilukiskan dengan kata kata. saya melenguh lenguh menikmati mulasnya perutku, juga rasa ingin mengejan yang mendera lobang anusku. Apalagi lobang memek saya ini semakin ngilu seperti akan copot aja, krn Soleh terus memompa lobang memek saya tanpa ampun.

saya semakin tersengat birahi ketika Soleh yang ada di bawahku meremas remas toket ku yang tergantung di depan matanya, sementara Hadi menekan nekankan kepalaku untuk lebih melesakkan kontol nya ke kerongkonganku. Di sini saya bisa mengira ngira, ternyata kontol si Hadi ini mirip dengan punya Urip dan Soleh.

Dengan pasrah saya terus melayani mereka satu per satu sampai akhirnya mereka orgasme berbarengan. Dimulai dari kedutan kontol Soleh dalam memek saya, tapi tiba tiba kontol Hadi berkedut lebih keras dan langsung menyemburkan peju nya yang amat banyak dalam rongga mulutku. saya gelagapan dan nyaris tersedak, namun saya usahakan semuanya tertelan masuk dalam kerongkonganku.

Selagi saya berusaha menelan semuanya, tiba tiba dari belakang Yoyok menggeram, kontol nya juga berkedut, kemudian menyemprotkan peju berulang ulang dalam lobang anusku, diikuti Soleh yang menghunjamkan kontol nya dalam dalam sembari berteriak penuh kenikmatan.

"Ooohh… aanggh…", saya sendiri juga mengerang panjang.

berbarengan dengan berulang kali menyemprotnya peju Soleh di dalam memek saya, saya juga mengalami orgasme hebat. Hadi jatuh terduduk lemas setelah kontol nya kubersihkan tuntas seperti punya pak Edy tadi. Lalu Soleh yang kontol nya masih menancap di dalam memek saya memelukku erat dan kembali melumat bibirku dengan ganas, sampai saya tersengal sengal kehabisan nafas.

Yoyok yang kontol nya gak terlalu panjang hingga udah terlepas dari anusku, juga duduk bersandar di dinding. lobang anusku langsung terasa lega dan nyaman, dan sekarang ini tinggal saya dan Soleh yang ada di atas ranjang.

kita terus bergumul dengan panas. Soleh membalik posisi kita hingga saya telentang di ranjang ditindihnya, dan kontol nya tetap masih menancap dalam memek saya meskipun mulai lembek, mungkin dikarenakan kontol Soleh yang panjang.

Tanpa sadar, kakiku melingkari pinggangnya Soleh, seakan gak ingin kontol nya terlepas, dan saya balas melumat bibir si Soleh ini.

Mungkin pergumulan kita yang panas menyebabkan birahi Girno terbakar. saya sempat ngeliat kontol raksasa itu mengacung kembali, seolah menandakan tenaganya yang udah pulih setelah tadi udah sempat berejakulasi.

Namun ia dengan sabar membiarkan saya dan Soleh yang bergumul dengan penuh nafsu. Namun kontol Soleh yang semakin mengecil itu akhirnya nggak lagi tertahan erat dalam memek saya, dan Soleh pun tampaknya tahu diri untuk memberikanku kepada yang lain yang udah siap kembali untuk menggenjotku.

Girno segera menyergap dan menindihku, tanpa memberiku kesempatan bernafas, dengan penuh nafsu ia segera menjejalkan kontol nya yang amat besar itu ke dalam memek saya. saya terbeliak, merasakan kembali sesaknya memek saya.

Girno yang udah terbakar nafsu ini mulai memompa memek saya dengan ganas, membuat badanku kembali bergetar getar sementara saya mendesah dan merintih merasakan nikmat berkepanjangan ini.

Gilanya, saya ingin Girno bersikap lebih liar. saya malah mencoba menggoda Girno dengan pura pura ingin menahan sodokan kontol nya dengan cara menahan bagian bawah badannya. Benar aja, dengan tatapan garang ia mencengkram kedua pergelangan tanganku dan menelentangkannya di atas ranjang tempat saya dibantai ini, membuatku gak berdaya. Dan sodokan demi sodokan kontol Girno yang menghajar memek saya terasa semakin keras.

saya bahkan nekat menatap Girno dengan pandangan sayu memelas untuk lebih menggodanya lagi, dan ternyata memang berhasil. Dengan nafas memburu, Girno melumat bibirku seolah gak ingin bibirku terlepas dari pagutannya. sembari terus memompa memek saya.

Kini saya yang gelagapan. Orgasme yang menderaku membuat badanku bergetar hebat, tapi saya gak berdaya melepaskan ledakan birahiku krn seluruh gerakan badanku terkunci. Bahkan untuk melenguh pun saya nggak bisa krn Girno masih aja melmat bibirku. saya cuma bisa diam dan pasrah hingga akhirnya Girno menggeram nggeram, semprotan peju yang cukup banyak kembali membasahi lobang memek saya.

Girno melepaskan cengkramannya pada kedua pergelangan tanganku, namun saya udah terlalu lelah dan lemas untuk menggerakkannya. Ia turun dari ranjang, setelah melumat bibirku dengan ganas, lalu memberi kesempatan pada pak Edy yang kontol nya udah ereksi kembali.

Kali ini, ia terlihat lebih gembira, krn mendapatkan jatah lobang memek saya, yang kelihatannya udah ditunggunya sejak tadi. Dengan tersenyum senang, yang bagiku memuakkan, ia mulai menggesekkan kepala kontol nya ke memek saya yang udah banjir cairan peju bercampur cairan cintaku. Tanpa kesulitan yang berarti, ia udah melesakkan kontol nya seluruhnya membelah dinding lobang memek saya yang licin ini.

saya sedikit mendesah ketika ia mulai memompa memek saya. Namun lagi lagi seperti tadi, belum ada 3 menit, pak Edy udah mulai menggeram, kemudian tanpa mampu menahan lagi ia menyemprotkan peju nya ke dalam lobang memek saya.

Yang lain kembali tertawa, sedangkan saya yang belum terpuaskan dalam ‘sesi’ ini, memandang yang lain, terutama Hadi yang belum sempat merasakan selangkanganku. Hadi yang seolah mengerti, segera mendekatiku. Terlebih dulu ia mencium bibirku dengan gaya yang dimesra mesrakan, membuatku sedikit geli namun cukup terangsang juga.

gak lama kemudian, Hadi udah siap dengan kepala kontol yang menempel di memek saya, lalu mulai melesakkan kontol nya dalam dalam. Ia terlihat menikmati hal ini, sementara saya sedikit mengejang menahan sakit krn Hadi cukup terburu buru dalam proses penetrasi ini.

Selagi kita dalam proses menyatu, yang lain sedang mengejek pak Edy yang terlalu cepat keluar. Ingin saya menambahkan, kontol nya agak sedikit lembek. Tapi saya menahan diri dan diam aja, krn saya gak ingin terlihat murahan di depan mereka.

Hadi mulai memompa memek saya. Rasa nikmat kembali menjalari badanku. Pinggangku bergerak gerak dan pantatku sedikit terangkat, seolah menggambarkan saya yang sedang mencari kenikmatan. Selagi saya dan Hadi udah mulai menemukan ritme yang pas, saya ngeliat yang lain yaitu Yoyok dan Urip akan pergi ke wc, katanya untuk mencuci kontol mereka yang tadi sempat terbenam dalam lobang anusku.

sembari keluar Urip berkata, "Nanti kasihan non Eliza, kalo memeknya yang bersih jadi kotor kalo kontolku nggak saya cuci".

"Iya, juga, kan kasihan, amoy cakep cakep gini mesti ngemut kontol yang kotor seperti ini", sambung Yoyok.

Oh.. ternyata mereka begitu pengertian padaku. saya jadi semakin senang, dan menyerahkan badanku ini seutuhnya pada mereka. Kulayani Hadi dengan sepenuh hati, setiap tusukan kontol nya kusambut dengan menaikkan pantatku hingga kontol itu bersarang semakin dalam, memberikan nikmat yang amat sangat.

Tanpa ampun lagi, gak 5 menit kemudian saya orgasme disusul Hadi yang menembakkan peju nya dalam lobang memek saya, barengan dengan kembalinya Yoyok dan Urip. Namun mereka berdua ini gak langsung menggarapku. Setelah Hadi kembali terduduk lemas di bawah, mereka berdua mengerubutiku, tapi cuma membelai sekujur badanku, memberiku kesempatan untuk beristirahat setelah orgasme barusan.

Mereka berdua menyusu pada toket ku, sembari meremas kecil, membuatku mendesah gak karuan. Kini jam udah menunjukkan pukul 21:00 malam. gak terasa udah satu jam saya melayani mereka semua.

Dalam keadaan lelah, saya minta waktu sebentar pada Urip dan Yoyok untuk minum. Keringat yang mengucur deras sejak tadi membuatku haus. "Sebentar bapak bapak, saya mau minum dulu ya", kataku. Kebetulan di tasku ada sekitar setengah botol air Aqua, sisa minuman yang tadi sore, tapi saya langsung teringat, minuman itu dicampur obat cuci perut yang mengantarku ke horor di ruang UKS ini.

"Pak Girno. Itu air udah bapak campurin obat cuci perut kan? Tolong pak, belikan saya minuman dulu. Tapi jangan dicampurin apa apa lagi ya pak", kataku sembari akan turun dari ranjang untuk mencari uang dalam dompet yang ada di dalam tas sekolahku.

Tapi Girno berkata, "nggak usah non. Saya belikan aja, sekalian sebagai hadiah untuk non".

Dalam hati saya menggerutu, air aqua sebotol aja dikatakan hadiah. Tapi saya diam aja.

Girno pergi ke WC sebentar untuk mencuci kontol nya, kemudian kembali dan mengenakan celana dalam dan celana panjangnya aja. Lalu ia keluar untuk membeli air minum untukku.

sembari menunggu, yang lain menggodaku, merayuku betapa cantiknya saya, betapa putih mulusnya kulit tiubuhku yang indah dan sebagainya. saya cuma tersenyum kecil menanggapi itu semua.

gak lama kemudian, Girno kembali sembari membawa sebotol Aqua, yang segelnya udah terbuka.

saya menatapnya curiga, dan bertanya dengan ketus. "Pak, masa bapak tega mencampuri air minum ini lagi? Nanti kan saya mulas mulas lagi?".

Girno dengan tersenyum menjawab, "Nggak non. Masa lagi enak enak gini saya pingin non bolak balik ke WC lagi. Ini cuma supaya non Eliza gak terlalu capek. Buat tambah tenaga non".

Yah.. pokoknya bukan obat cuci perut, saya akhirnya meminumnya sampai setengahnya, krn saya udah semakin kehausan. gak lupa saya mengambil botol sisa air minum yang tadi di dalam tasku, dan membuangnya ke tong sampah di ruang ini. saya gak mau sampai salah minum dan kemudian menderita seperti tadi.

-x-

VII. Diperparah Obat Perangsang

Kemudian saya kembali ke ranjang, menuntaskan tugasku melayani Urip dan Yoyok. Tiba tiba saya merasa aneh, badanku terasa panas terutama wajahku, keringat kembali bercucuran di sekujur badanku.Padahal mereka belum menyentuhku.

saya langsung tersadar, ini pasti ada obat perangsang yang dicampurkan dalam minuman yang tadi dibelikan oleh Girno.

Sialan deh, saya kini semakin terperangkap dalam cengkeraman mereka. Urip dan Yoyok bergantian memompa memek dan mulutku. Permainan ini dilanjutkan kembali. Urip melesakkan kontol nya dalam memek saya, sementara Yoyok memintaku mengoral kontol nya.

Mungkin krn obat perangsang itu, saya sendiri menginginkan kenikmatan ini nggak pernah berhenti menghinggapiku, bahkan sebentar sebentar saya mengalami orgasme. Dan gilanya, tiap saya orgasme mereka berdua bertukar posisi, membuatku semakin larut dalam permainan ini.

Rasa peju dari banyak orang, bercampur cairan cintaku, kurasakan ketika mengoral kontol mereka, membuatku semakin liar. saya menggeliat keenakan saat mereka ngecrot barengan, Yoyok di memek saya dan Urip di tenggorokanku. Sedangkan saya sendiri kembali mesti menyerah diantar menuju orgasmeku.

Ada satu menit lamanya, badanku terlonjak lonjak hingga pantatku terangkat angkat, kakiku melejang lejang sementara tanganku menggengam sprei yang udah basah dan awut awutan. saya melenguh panjang, kemudian roboh telentang pasrah, dalam keadaan masih terbakar nafsu birahi. Tapi kelelahan dan nafasku yang tersengal sengal membuatku cuma bisa memejamkan mata menikmati sisa getaran pada sekujur badanku. Kemudian bergantian mereka terus menikmati badanku menggerayangi toket dan ngentotin memek ku.

saya udah setengah gak sadar kerena terbakar nafsu birahi yang amat hebat, melayani dan melayani mereka semua tanpa bisa mengontrol diriku. Akhirnya mereka udah selesai menikmati badanku ketika jam menunjukan pukul 21:50.

Bagina VIII. Pulang Dari Pesta Seks

Mereka membiarkanku istirahat hingga staminaku sedikit pulih. saya bangkit berdiri dan melap badanku yang basah kuyup oleh keringat ini dengan sehelai handuk yang mereka berikan, sekaligus membersihkan selangkangan dan pahaku yang belepotan peju .

saya tertegun ngeliat Girno udah membawa sebuah roti hot dong yang panjang. Dengan nakal Girno melesakkan roti hot dog itu ke dalam memek saya. saya mendesah dan memandangnya dengan memelas sekaligus penuh tanda tanya.

Tapi Girno cuma cengengesan sembari terus melesakkan roti itu sedalam dalamnya, sedangkan saya menggeliat perlahan ketika roti itu menbuat lobang memek saya terasa sesak. Lalu ia memakaikan celana dalamku, hingga roti itu semakin tertekan oleh celana dalamku yang cukup ketat.

saya melenguh nikmat, dan mereka berebut memakaikan braku. Tanganku direntangkan, dan mereka menutup kedua toket ku dengan cup bra-ku, memasang kaitannya di belakang punggungku. Lalu setelah memakaikan seragam sekolah dan rokku, mereka melingkariku yang duduk di atas ranjang dan sedang mengenakan kaus kaki dan sepatu sekolahku.

Kemudian saya menatap mereka semua, siap mendengarkan ancaman kalo nggak boleh bilang siapa siapa lah.. ah, kalo itu sih nggak usah mereka mengancam, memangnya saya sampai gak punya malu sehingga menceritakan bagaimana saya yang asalnya diperkosa kemudian melayani mereka sepenuh hati seperti yang tadi saya lakukan?? Dan tentang kalo mereka ingin memperkosaku lagi di lain waktu, saya juga udah pasrah, bahkan hati kecilku seperti mengatakan saya suka dan rela diperkosa habis habisan seperti tadi.

"Non Eliza, kita puas dengan pelayanan non barusan. Tapi tentu aja kita masih menginginkan non melayani kita untuk berikut berikutnya", kata Girno.

"Apa maksud bapak?", tanyaku pura pura gak mengerti.

"Non tentu udah mengerti, kita masih inginkan servis non di lain hari. Kebetulan, di minggu depan hari kamis tu kan hari terima rapor semester 3. Dan sejak tanggal 24 kan sekolah libur, maka kita ingin hari itu non Eliza datang ke sini, jam 7 malam, untuk melayani kita lagi. Seperti hari ini, non cukup melayani kita 2 jam aja", jelas Girno.

saya memandang Girno dengan perasaan yang campur aduk, menyadari saya akan jadi budak seksnya.

"Soal pertemuan berikutnya, kita bisa atur lagi nanti tanggal 24 itu. Yang pasti non Eliza mesti datang, krn kalo nggak wali kelas non bisa memberikan sanksi tegas. Iya kan pak Edy?" tambah Girno, dengan nada yang sangat mengintimidasi diriku.

"Benar Eliza. Saya bisa membuatmu nggak naik kelas, dengan alasan yang bisa saya cari cari. Jadi sebaiknya kamu jangan macam macam, apalagi sampai melaporkan hal ini ke orang lain. Lagipula, saya yakin kamu cukup cerdas untuk nggak melakukan hal bodoh seperti itu" kata pak Edy mendukung ucapan Girno.

Mendengar semuanya ini, saya cuma bisa mengangguk pasrah. Oh Tuhan, setelah menerima raport minggu depan, saya mesti bermain sex dengan enam lelaki yang ada di sekitarku ini. Dan saya gak bisa menolak sama sekali. Setelah semua beres, saya diijinkan pulang.

Dalam keadaan loyo, saya berjalan tertatih tatih ke arah mobilku. Selain sakit yang mendera selangkanganku akibat baru aja diperawani dan diperkosa ramai ramai, roti yang menancap pada memek saya sekarang ini membuat saya gak bisa berjalan dengan wajar. Untungnya gak ada orang yang ngeliatku dalam keadaan seperti ini.

Kalau aja ada gerombolan lelaki yang ngeliatku dengan penampilan seperti ini dimana rambutku kusut masai menghiasi wajahku yang sayu kelelahan setelah ngeseks dua jam dengan enam lelaki, serta cara berjalanku yang terlihat menahan sakit, bisa bisa saya mesti pasrah jadi obyek pesta seks lagi.

Gadis Binal 17 tahun Pesta seks gangbang disekolah, Eliza, memek ngentot barengan
Klik foto untuk memperbesar gambar

Akhirnya saya sampai ke dalam mobil. Sebenarnya saya ingin melepaskan roti yang sedang memperkosaku ini, tapi mesti kuakui rasanya enak juga kalau memek saya terganjal roti itu sepanjang perjalanan pulang nanti. Dan saya pikir lebih baik saya cepat pulang aja daripada saya mesti mengalami kejadian yang gak kuinginkan.

saya menyetir sampai ke rumah dengan selamat, sekitar pukul 22:20. saya memencet remote pintu pagar untuk membuka, lalu saya memasukkan mobilku halaman rumah. Setelah memencet remote untuk menutup pintu pagar, saya masuk ke dalam rumah, langsung menuju kamarku.

Sejak saya menyetir tadi, saya terus memikirkan roti yang sedang asyik menancap di lobang memek saya. Rasa ngilu yang nikmat terus mendera lobang memek saya gak henti hentinya, krn setiap kaki kiriku menginjak kopling mobil, roti ini rasanya mengganjal dan menggesek dinding lobang memek saya.

Kini hal yang sama juga terjadi setiap saya melangkahkan kakiku. Rasanya kamarku begitu jauh, apalagi saya mesti naik tangga, krn kamarku memang ada di lantai 2. Tiap anak tangga yang kudaki menambah siksaaan kenikmatan yang kurasakan pada lobang memek saya.

Akhirnya saya sampai ke kamarku. Di sana saya buka semua bajuku, lalu pergi ke kamar mandi yang ada di dalam kamarku, mencabut roti yang ternyata udah sedikit hancur, mungkin krn udah terlalu lama menyerap campuran peju para pemerkosaku dan tentunya cairan cintaku sendiri yang memang rasanya gak berhenti keluar sejak roti itu mengisi lobang memek saya.

saya menyemprotkan air shower ke memek saya untuk membersihkan sisa roti yang tertinggal di dalamnya, sembari sedikit mengorek ngorek memek saya untuk lebih cepat membersihkan semuanya. Rasa nikmat kembali menjalari badanku, namun saya tahu saya mesti segera beristirahat.

Maka saya segera mandi keramas sebersih bersihnya, kemudian setelah mengeringkan badanku saya memakai daster tidur satin yang nyaman, dan merebahkan badanku yang udah amat kelelahan ini di ranjangku yang empuk. gak lama kemudian saya udah tertidur pulas, setelah berhasil mengusir bayangan wajah puas orang orang yang tadi memperkosaku ramai ramai di UKS.
Gadis Binal 17 tahun Pesta seks gangbang disekolah (seri 1)
Gadis Binal 17 tahun Pesta seks gangbang disekolah (seri 1), cerita seks , Gadis Binal 17 tahun Pesta seks gangbang disekolah, Eliza, memek ngentot barengan, kisah porno, kisah sex bokep, sex, Gadis Binal 17 tahun Pesta seks gangbang disekolah (seri 1)

10
205

Tags cerita dewasa paling populer di blog ini: cerita seks, Cerita Dewasa, 17 Tahun, sex, Ngentot, Memek, Istri, selingkuh, Kontol, Entot, Mama, gangbang, tante, threesome, ABG, Binal, sexy, toket, payudara.
Aktifkan javascript lalu tekan F5, untuk membuka halaman
meng-klik link cerita secara normal
dan membuka gambar lebih besar.
Cerita dewasa seks terpanas, update setiap hari cerita terbaru Cerita seks dewasa ngentot memek isteri, perek, bispak.
http://cerita-dewasa-terpanas.blogspot.com