Istri Kesepian Gak Pernah Dikontolin Suami, Ketagihan Ngentot Supir

Namaku Litha, usia saya saat ini 35 tahun punya 2 anak yg telah sudah dewasa. Waktu menikah umur saya 19 tahun & sekarang anakku yg paling tua telah berusia 14 tahun sedang yg kecil siannya 12 tahun. Keduanya menuntut ilmu di luar negeri semua jadi di rumah ini hanya ada saya & suami serta dua orang pembantu yg bekerja bersih-bersih perabot rumah serta kebun, sementara pada sore hari mereka udah pulang.

suami saya seorang bisnisman mempunyai beberapa usaha di dalam & luar negri. Kesibukannya membuat suami saya selalu jarang berada di rumah. Jika suami saya ada di rumah hanya untuk istirahat & tidur sedang pagi-pagi sekali dia telah kembali leyap dalam pandangan mataku. Hari-hariku sebelum anakku yg bungsu menyusul kakaknya yg telah lebih dulu menuntut ilmu di luar negeri terasa menyenangkan sebab ada aja yg dapat kukerjakan, entah itu untuk mengantarkannya ke sekolah ataupun membantunya dalam pelajaran. Namun sejak beberapa waktu sesudah anakku berada diluar negeri jadi kerasa sepi & membosankan. Terlebih lagi bila suami saya sedang pergi dengan urusan bisnisnya yg berada di luar negeri, bisa meninggalkan saya sampai 3 mingguan lamanya.

saya nggak pernah ikut campur urusan bisnisnya itu sehingga hari-hariku saya isi dengan jalan-jalan ke mall ataupun pergi ke salon & terkadang melakukan senam. Sampai suatu hari kesepianku berubah total krn supirku. Suatu waktu setelah sampai di rumah dari tempat biasa saya senam supir saya tanpa diduga ngentot aku secara paksa.

kayak biasanya begitu saya tiba di dalam rumah, saya dengan cepat membuka pintu mobil & dengan cepat masuk ke dalam rumah & melangkahkan kakiku menaiki anak tangga yg melingkar menuju lantai dua dimana kamar utama berada. Begitu kubuka pintu kamar, saya dengan cepat melemparkan tasku ke bangku yg ada di dekat pintu masuk & saya lalu melepas pakaian senamku yg berwarna hitam hingga tinggal BH & celana dalam aja yg masih melekat pada badan saya. Saat saya berjalan hendak memasuki ruang kamar mandi saya melewati tempat rias kaca milikku. Sesaat saya ngeliat badan saya ke cermin & ngeliat badan saya sendiri, kulihat betisku yg masih kencang, lalu mataku mulai beralih ngeliat pantat ku bulat serta besar kayak bentuk gitar dengan pinggang yg kecil kemudian saya menyampingkan badan saya hingga pantatku terlihat masih menonjol dengan kencangnya.

Kemudian kuperhatikan bagian atas badan saya, payudara saya yg masih diselimuti BH terlihat jelas lipatan bagian tengah, terlihat cukup padat berisi serta, "Ouh.. ngapain kamu di sini!" sedikit terkejut ketika saya sedang asyik-asyiknya memandangi kemolekan badan saya sendiri tiba-tiba aja kulihat dari cermin ada kepalanya supirku yg rupanya sedang berdiri di bibir pintu kamarku yg tadi lupa kututup.

"Jangan ngeliatin.. sana cepet keluar!" bentakku dengan marah sembari menutupi bagian badan saya yg terbuka.
namun supirku bukannya mematuhi perintahku malah kakinya melangkah maju satu demi satu masuk kedalam kamar tidurku.
"Aris.. Saya telah bilang cepat keluar!" bentakku lagi dengan mata melotot.
"silakan ibu teriak sekuatnya, hujan di luar akan melenyapkan suara ibu!" ucapnya dengan matanya menatap tajam padaku.
Sepintas kulihat celah jendela yg berada di sampingku & ternyata emang hujan sedang turun dengan lebat, emang ruang kamar tidurku cukup rapat jendela-jendelanya hingga hujan turun pun takkan terdengar hanya aja di luar sana kulihat dedaunan & ranting pohon bergoyang tertiup angin kesana kemari.

Detik demi detik badan supirku tambah dekat & terus melangkah menghampiriku. Terasa jantungku tambah berdetak kencang & badan saya tambah menggigil karenanya. saya pun mulai mundur teratur selangkah demi selangkah, saya nggak tahu mesti berbuat apa saat itu sampai akhirnya kakiku terpojok oleh bibir ranjang tidurku.
"Mas.. jangan!" kataku dengan suara gemetar.
"Hua.. ha.. ha.. ha..!" suara tawa supirku saat ngeliatku mulai kepepet.
"Jangan..!" jeritku, begitu supirku yg telah berjarak satu meteran dariku menerjang badan saya hingga badan saya lalu terpental jatuh di atas ranjang & dalam beberapa detik kemudian badan supirku dengan cepat menyusul jatuh menindih badan saya yg telentang.

saya terus berusaha meronta saat supirku mulai menggerayangi badan saya dalam himpitannya. Perlawananku yg terus-menerus dengan menggunakan kedua tangan & kedua kakiku untuk menendang-nendangnya terus membuat supirku juga kewalahan hingga sulit untuk berusaha menciumi saya sampai saya berhasil lepas dari himpitan badan nya yg besar & kekar itu. Begitu saya mendapat kesempatan untuk mundur & menjauh dengan membalikkan badan saya & berusaha merangkak namun saya masih kalah cepat dengannya, supirku berhasil menangkap celana dalamku sembari menariknya hingga badan saya pun jatuh terseret ke pinggir ranjang kembali & celana dalam putihku tertarik hingga bongkahan pantatku terbuka. Namun saya terus berusaha kembali merangkak ke tengah ranjang untuk menjauhinya. Lagi-lagi saya kalah cepat dengan supirku, dia berhasil menangkap badan saya kembali namun belum sempat saya bangkit & berusaha merangkak lagi, tiba-tiba aja pinggulku terasa kejatuhan benda berat hingga nggak dapat bergerak lagi.

"Aris.. Jangan.. jangan.. mas.." kataku berulang-ulang sembari terisak nangis.
Rupanya supirku telah kesurupan & lupa siapa yg sedang ditindihnya. Setelah ngeliat badan saya yg telah mulai kecapaian & kehabisan tenaga lalu supirku dengan sigapnya menggenggam lengan kananku & menelikungnya kebelakan badan saya begitu pula lengan kiriku yg kemudian dia mengikat kedua tanganku kuat-kuat, entah dengan apa dia mengikatnya. Setelah itu badan nya yg masih berada di atas badan saya berputar menghadap kakiku. saya merasakan betis kananku digenggamnya kuat-kuat lalu ditariknya hingga menekuk. Lalu saya merasakan pergelangan kaki kananku dililitnya dengan tali. Setelah itu kaki kiriku yg mendapat giliran diikatkannya bareng dengan kaki kananku.

"Saya ingin mencicipi ibu.." bisiknya dekat telingaku.
"Sejak pertama kali saya melamar jadi supir ibu, saya telah menginginkan mendapatkan kesempatan kayak sekarang ini." katanya lagi dengan suara nafas yg telah memburu.
"Tapi saya majikan kamu Ris.." kataku mencoba mengingatkan.
"emang betul bu.. tapi itu waktu jam kerja, sekarang telah pukul 7 malam berarti saya telah bebas tugas.." balasnya sembari melepas ikatan tali BH yg kukenakan.
"Hhh mm uuhh," desah nafasnya memenuhi telingaku.
"Tapi malam ini Bu Litha mesti mau melayani saya," katanya sembari terus mendengus-denguskan hidungnya di seputar telingaku hingga badan saya merinding & geli.

Setelah supirku melepas pakaiannya sendiri lalu badan saya dibaliknya hingga telentang. saya dapat ngeliat badan polosnya itu. nggak lama kemudian supirku menarik kakiku sampai pahaku melekat pada perutku lalu mengikatkan tali lagi pada perutku. badan saya kemudian digendongnya & dibawanya ke pojok bagian kepala ranjang lalu dipangkunya di atas kedua kaki yg diselonjorkan, mirip anak perempuan yg badan nya sedang dipeluk ayahnya. Tangan kirinya menahan pundakku sehingga kepalaku bersandar pada dadanya yg bidang & terlihat otot dadanya berbentuk & kencang sedangkan tangan kanannya meremasi kulit pinggul, pahaku & pantatku yg kencang & putih bersih itu.

"Aris.. jangan Ris.. jangan!" ucapku berulang-ulang dengan nada terbata-bata mencoba mengingatkan pikirannya.
Namun Aris, supirku nggak memperdulikan perkataanku sebaliknya dengan senyum penuh nafsu terus aja meraba-raba pahaku.
"Ouh.. zzt.. Euh.." desisku panjang dengan badan menegang menahan geli serta kayak terkena setrum saat saya merasakan tangannya melintasi belahan kedua pahaku.
Apalagi telapak & jari tangannya berhenti tepat di tengah-tengah lipatan pahaku.
"Mass.. Eee" rintihku lebih panjang lagi dengan bergetar sembari memejapkan mata ketika saya merasakan jarinya mulai mengusap-usap belahan bibir memek saya. Tangan Mas Aris terus menyentuh & bergerak dari bawah ke atas lalu kembali turun lagi & kembali ke atas lagi dengan perlahan sampai beberapa kali. Lalu mulai sedikit menekan hingga ujung telunjuknya tenggelam dalam lipatan bibir memek saya yg mulai terasa berdenyut-denyut, gatal & geli.

Tangannya yg terus meraba & menggelitik-gelitik bagian dalam bibir memek saya membuat birahiku jadi naik dengan cepatnya, apalagi telah cukup lama badan saya nggak pernah mendapatkan kehangatan dan tusukan kontol lagi dari suami saya yg selalu sibuk. Entah siapa yg memulai duluan saat pikiranku sedang melayang saya merasakan bibirku telah beradu dengan bibirnya saling berpagut mesra, menjilat, mengecup, menghisap liur yg keluar dari dalam mulut masing-masing.

"Ouh.. Litha.. badan mu cukup merangsang sekali Litha..!" ucapnya dengan nafasnya yg tambah memburu itu.
Setelah berkata begitu badan saya ditarik hingga payudara saya yg menantang itu tepat pada mukanya & kemudian, "Ouh.. mas.." rintihku panjang dengan kepala menengadah kebelakan menahan geli bercampur nikmat yg tiada henti setelah mulutnya dengan lalu mencium dengan ganas payudara saya yg ranum itu. saya merasakan mulutnya menyedot, mencium dengan ganas, bahkan menggigit-gigit kecil pentil toket saya sembari sekali-kali menarik-narik dengan giginya.

Entah kenapa perasaanku saat itu kayak takut, ngeri bahkan sebal bercampur aduk di dalam hati, namun ada perasaan nikmat yg luar biasa sekali seakan-akan ada sesuatu yg pernah lama hilang kini kembali datang merasuki badan saya yg sedang dalam keadaan nggak berdaya & pasrah. "Bruk.." tiba-tiba tangan Mas Aris melepaskan badan saya yg sedang asyik-asyiknya saya menikmati sedalam-dalamnya badan saya yg sedang melambung & melayang-layang itu hingga badan saya terjatuh di atas ranjang tidurku. nggak berapa lama saya merasakan bagian bibir memek saya dilumat dengan buas kayak orang yg kelaparan. Mendapat serangan kayak itu badan saya lalu menggelinjang dengan sexy & nafsu & rintihan serta erangan suaraku tambah meninggi menahan geli bercampur nikmat sampai-sampai kepalaku bergerak menggeleng ke kanan & ke kiri berulang-ulang. Cukup lama mulutnya mencumbu & melumati bibir memek saya terlebih-lebih pada bagian atas lubang memek saya yg paling sensitif itu.

"Aris.. telah.. telah.. ouh.. ampun Aar.. riss.." rintihku panjang dengan badan yg mengejang-ngejang menahan geli yg menggelitik bercampur nikmat yg luar biasa rasanya saat itu. Lalu saya merasakan tangannya pun mulai rebutan dengan bibirnya. saya merasakan jarinya dicelup ke dalam lorong kecil nonok ku & mengorek-ngorek isi dalamnya.
"Ouh.. Ris.." desisku menikmati alur permainannya yg terus terang belum pernah kudapatkan bahkan dengan suami saya sendiri.
"Sabar Lit.., saya suka sekali dengan lendirmu sayang!" suara supirku yg setengah bergumam sembari terus menjilat & menghisap-hisap tanpa hentinya sampai beberapa menit lagi lamanya.
Setelah puas mulutnya menjilati, bermain & berkenalan dengan indahnya bibir memek saya yg tembem itu si Aris lalu mendekati badan saya sembari meremas-remas payudara saya yg ranum & kenyal itu.

"Bu Litha.., saya entot sekarang ya.. sayang.." bisiknya lebih pelan lagi dengan nafas yg telah mendesah-desah. "Eee.." pekikku begitu saya merasakan di belahan memek saya ada kontol gede yg cukup keras & besar mendesak-desak setengah memaksa masuk belahan bibir memek imut saya.
"Tenang sayang.. tenang.. dikit lagi.. dikit lagi.."
"Aah.. sak.. kiit..!" jeritku keras-keras menahan ngilu yg amat sangat sampai-sampai terasa duburku berdenyut-denyut menahan ngilunya. Akhirnya batang kontol supirku tenggelam masuk semuanya kedalam lobang memek serta tergesek-gesek sama bibir memek saya.

Beberapa saat lamanya, supirku dengan sengaja, kontol nya hanya didiamkan aja nggak bergerak lalu beberapa saat lagi mulai terasa di dalam liang memek saya kontol nya ditarik keluar perlahan-lahan & setelah itu didorong masuk lagi, juga dengan perlahan-lahan sekali seakan-akan ingin menikmati gesekan-gesekan pada dinding-dinding lorong yg rapat & terasa bergerenjal-gerenjal itu. Makin lama gerakannya tambah cepat & cepat sehingga badan saya tambah berguncang dengan hebatnya sampai, "Ouhh.."
Tiba-tiba suara supirku & suaraku sama-sama beradu nyaring sekali & panjang lengkingannya dengan diikuti badan saya yg kaku & dengan cepat lemas bagaikan tanpa tulang rasanya. Begitu pula dengan badan supirku yg lalu terhempas kesamping badan saya.

Istri Kesepian Gak Pernah Dikontolin Suami Ketagihan Ngentot Supir, cerita dewasa memek istri selingkuh
Istri Kesepian Gak Pernah Dikontolin Suami Ketagihan Ngentot Supir - klik foto untuk memperbesar gambar

"Sialan kamu Ris!" ucapku memecah kesunyian dengan nada geram.
Setelah beberapa lama saya melepas lelah & nafasku telah mulai tenang & teratur kembali.
"Kamu gila Ris, kamu telah memperkosa istri majikanmu sendiri, tau!" ucapku lagi sembari memandang badan nya yg masih terkulai di samping sisiku.
"Bagaimana kalau saya hamil nanti?" ucapku lagi dengan agak sebel.
"Tenang Bu Litha.., saya masih punya pil anti hamil, Bu Litha." ucapnya dengan tenang.
"Iya.. tapi kan udah telat!" balasku dengan sinis & ketus.
"Tenang bu.. tenang.. setiap pagi ibu kan selalu minum air putih & selama dua hari sebelumnya saya selalu mencampurkan dengan obatnya jadi Bu Litha enggak usah khawatir bakalan hamil bu," ucapnya malah lebih tenang lagi.
"Ouh.. jadi kamu telah merencanakannya, sialan kamu Ris.." ucapku dengan terkejut, ternyata diam-diam supirku telah lama merencanakannya.
"Bagaimana Bu Litha..?"
"Bagaimana apanya? Sekarang kamu lepasin saya Ris.." kataku masih dengan nada kesal & gemas.
"Maksudnya, tadi waktu di Entotin enak kan?" tanyanya lagi sembari membelai rambutku.
muka saya dengan cepat merah padam mendengar apa yg baru aja diucapkan oleh supirku, namun dalam hati kecilku nggak dapat kupungkiri meskipun tadi dia telah memperkosa & menjatuhkan derajatku sebagai majikannya, namun saya sendiri turut menikmatinya bahkan saya sendiri merasakan organsime dua kali.

"Kok ngak dijawab sich!" tanya supirku lagi.
"Iya..iya, tapi sekarang lepasin talinya dong Aris!" kataku dengan menggerutu sebab tanganku telah pegal & kaku.
"Nanti aja yach! Sekarang kita mandi dulu!" ucapnya sembari dengan cepat menggendong badan saya & membawa ke kamar mandi yg berada di samping tempat ranjangku. badan saya yg masih lemah lunglai dengan kedua tangan & kakiku yg masih terikat itu diletakkan di atas lantai keramik berwarna krem muda yg dingin tepat di bawah pancuran shower yg tergantung di dinding. Setelah itu supirku menyalakan lampu kamar mandiku & menyalakan kran air hingga badan saya basah oleh guyuran air dingin yg turun dari atas pancuran shower itu. ngeliat badan saya yg telah basah & terlihat mengkilat oleh pantulan lampu kamar mandi lalu Aris supirku berjongkok dekatku & kemudian duduk di sampingku hingga badan nya pun turut basah oleh air yg turun dari atas.

Mata supirku yg memandangiku kayak terlihat lain dari biasanya, dia mulai mengusap rambutku yg basah ke belakang dengan penuh sayang kayak sedang menyayang seorang anak kecil. Lalu diambilnya sabun Lux cair yg ada di dalam botol & menumpahkan pada badan saya lalu dia mulai menggosok-gosok badan saya dengan telapak tangannya. Pinggulku, perutku lalu naik ke atas lagi ke payudara saya kiri & kemudian ke payudara saya yg kanan. Tangannya yg terasa kasar itu terus menggosok & menggosok sembari bergerak berputar kayak sedang memoles mobil dengan cairan kits. Sesekali dia meremas dengan lembut payudara & pentil toket saya hingga saya merasa geli dibuatnya, lalu naik lagi di atas payudara saya, pundakku, leherku lalu ke bahuku, kemudian turun lagi ke lenganku.
"Ah.. mas.." pekikku ketika tangannya kembali turun & turun lagi hingga telapak tangannya menutup bibir memek saya.
saya merasakan telapak tangannya menggosok-gosok bibir memek saya naik turun & kemudian membelah bibir memek saya dengan jari tangannya yg lincah & cekatan & kembali menggosok-gosokkannya hingga sabun cair itu menjadi tambah banyak busanya.

Setelah memandikan badan saya lalu dia pun membasuh badan nya sendiri sembari membiarkan badan saya tetap bersandar di bawah pancuran shower. Usai membersihkan badan, supirku lalu menggendongku keluar kamar mandi & menghempaskan badan saya yg masih basah itu ke atas kasur tanpa melap badan saya terlebih dahulu.
"Saya akan bawakan makanan ke sini yach!" ucapnya sembari supirku melilit handuk yg biasa kupakai kepinggangnya lalu ngeloyor ke luar kamarku tanpa sempat untuk saya berbicara. telah tiga tahun lebih saya nggak pernah merasakan kehangatan yg demikian memuncak, sebab keegoisan suami saya yg selalu sibuk dengan pekerjaan. emang dalam hal keuangan saya nggak pernah kekurangan. Apapun yg saya mau pasti kudapatkan, namun untuk urusan kewajiban suami terhadap istrinya telah lama nggak kudapatkan lagi.

Entah kenapa perasaanku saat ini kayak ada rasa sedang, gembira atau.. entah apalah namanya. yg pasti hatiku yg selama ini terasa berat & bosan hilang begitu aja meskipun dalam hati kecilku juga merasa malu, benci, sebal & kesal. Supirku cukup lama meninggalkan diriku sendirian, namun waktu kembali rupanya dia membawakan masakan nasi goreng dengan telor yg masih hangat serta segelas minuman kesukaanku. Lalu badan saya disandarkan pada teralis ranjang.
"Biar saya yg suapin Bu Litha yach!" ucapnya sembari menyodorkan sesendok nasi goreng yg dibuatnya.
"Kamu yg masak Ris!" tanyaku ingin tahu.
"Iya, lalu siapa lagi yg masak kalau bukan saya, kan di rumah cuma tinggal kita berdua, si Wati kan udah saya suruh pulang duluan sebelum hujan tadi turun!" kata supirku.
"Ayo dicicipi!" katanya lagi.

Mulanya saya ragu untuk mencicipi nasi goreng buatannya, namun perutku yg emang telah terasa lapar, akhirnya kumakan juga sesendok demi sesendok. nggak kusangka nasi goreng buatannya cukup lumanyan juga rupanya. Tanpa terasa nasi goreng di piring dapat kuhabisi juga.
"Bolehkan saya emanggil Bu Litha dengan sebutan mbak?" tanyanya sembari membasuh mulutku dengan tissue.
"Boleh aja, emang kenapa?" tanyaku.
"Engga apa-apa, biar enak aja kedengaran di telinga nya."

Kalau saya boleh manggil Mbak Litha, berarti Bu Litha eh.. salah maksudnya Mbak Litha, panggil saya Bang aja yach!" celetuknya meminta.
"Terserah kamu aja " kataku.
"telah nggak capai lagi kan Mbak Litha!" sahut supirku.
"emang kenapa!?" tanyaku.
"Masih kuatkan?" tanyanya lagi dengan senyum nakal sembari mulai meraba-raba badan saya kembali.
saya nggak memberi jawaban lagi, hanya menunduk malu, tadi aja saya diperkosanya malah membuatku puas dientot kontol nya apalagi untuk babak yg kedua kataku dalam hati. Sejujurnya saya nggak rela badan saya diperkosanya namun saya nggak mampu untuk menolak permintaannya yg membuat badan saya menggelinjang hebat dengan birahi yang menyesakkan dada kayak dulu saat saya pertama kali menikah dengan suami saya.

Istri Kesepian Gak Pernah Dikontolin Suami Ketagihan Ngentot Supir, memek istri selingkuh, istri doyan kontol orang lain, istri ngentot kontol dibelakang suami, istri binal, nakal, suka peju

Istri Kesepian Gak Pernah Dikontolin Suami, Ketagihan Ngentot Supir
Istri Kesepian Gak Pernah Dikontolin Suami, Ketagihan Ngentot Supir, cerita seks , Istri Kesepian Gak Pernah Dikontolin Suami Ketagihan Ngentot Supir, cerita dewasa memek istri selingkuh, kisah porno, kisah sex bokep, sex, Istri Kesepian Gak Pernah Dikontolin Suami, Ketagihan Ngentot Supir

10
205

Tags cerita dewasa paling populer di blog ini: cerita seks, Cerita Dewasa, 17 Tahun, sex, Ngentot, Memek, Istri, selingkuh, Kontol, Entot, Mama, gangbang, tante, threesome, ABG, Binal, sexy, toket, payudara.
Aktifkan javascript lalu tekan F5, untuk membuka halaman
meng-klik link cerita secara normal
dan membuka gambar lebih besar.
Cerita dewasa seks terpanas, update setiap hari cerita terbaru Cerita seks dewasa ngentot memek isteri, perek, bispak.
http://cerita-dewasa-terpanas.blogspot.com