Melihat Memek Istri Ngentot Kontol Bule Gede, Sambil Swinger Sex

Nama saya Seno, saya berumur 28 tahun, baru 3 (tiga) bulan bekerja di sebuah perusahaan asing di Jakarta, atasan saya Mr. Joni Sumeno, berasal dari Amerika, kira-kira berumur 40 tahun. Dalam waktu singkat Joni demikian teman-teman di kantor suka sapa dia, Joni udah sangat akrab dengan saya.

saya sendiri belum pernah bertemu secara langsung dengan istri Joni, cuma liat fotonya yang ada di ruangan Joni. pada suatu hari saya memasang foto saya berdua denga Winda istri saya, usianya 26 tahun. Pada waktu Joni ngeliat foto itu, secara spontan dia memuji sexy dan cantiknya Winda dan sejak saat itu pula saya merasakan kalau Joni sering melirik ke foto itu, apabila kebetulan dia datang ke ruang kerja saya.

Pada suatu waktu Joni ajak saya untuk makan malam di rumahnya, katanya untuk membahas sebuah proyek, sekaligus untuk lebih mengenal istri masing-masing.
"Sen, nanti malam datang ke rumah ya, ajak istrimu Winda juga, sekalian makan malam".
"Lho, ada acara apa boss?", kataku sok akrab.
"Ada proyek yg harus diomongin, sekalian biar istri saling kenal gitu".
"Okelah!", kataku.

Sesampainya di rumah, undangan itu saya sampaikan ke Winda. Pada mulanya Winda agak segan juga untuk pergi, karena menurutnya nanti agak susah untuk berkomunikasi dalam bahasa Inggris dengan mereka. tapi udah saya yakinkan jika Joni dan Istrinya bisa ngomong Indonesia, akhirnya Winda mau juga pergi.
"Ada apa sih Mas, kok mereka ngadain dinner segala?".
"Tau, katanya sih, ada proyek apa.., yang mau didiskusikan" .
"oo., gitu ya", sembari tersenyum. ngeliat dia tersenyum saya segera mencubit pipinya dengan gemas. Kalau ngeliat Winda, selalu gairahku timbul, soalnya dia itu sexy sekali. Rambutnya terurai panjang, dia selalu senam so., punya tubuh ideal, dan ukurannya itu 34B yang padat kencang.

Pukul 19.30 kita udah berada di apartemen Joni yang terletak di daerah Jl. Gatot Subroto. saya mengenakan kemeja batik, sementara Winda memakai stelan rok dan kemeja sutera. Rambutnya dibiarkan tergerai tanpa hiasan apapun. Sesampai di Apertemen no.1009, saya segera menekan bel yang berada di depan pintu. Begitu pintu terbuka, keliatan seorang wanita bule berumur kira-kiar 32 tahun, yang sangat cantik, dengan tinggi sedang dan berbadan langsing, yang dengan suara medok menegur kita.
"Oh Seno dan Winda yah?,silakan. .., masuk., silakan duduk ya!, saya Santi istrinya Joni".
Ternyata Santi badannya sangat bagus, tinggi langsing, rambut panjang, dan lebih manis dibandingkan dengan fotonya di ruang kerja Joni. Dengan agak tergagap, saya menyapanya.
"Hallo Mam., kenalin, ini Winda istriku".

Seudah Winda berkenalan dengan Santi, ia diajak untuk masuk ke dapur untuk menyiapkan makan malam, sementara Joni mengajakku ke teras balkon apartemennya.
"Gini lho Sen., bulan depan akan ada proyek untuk mengerjakan iklan.., ini., ini., dsb. Berani gak kamu ngerjakan iklan itu".
"Kenapa ngga, rasanya perlengkapan kita cukup lengkap, tim kerja di kantor semua tenaga terlatih, ngeliat waktunya juga cukup. Berani!".
saya excited sekali, baru kali itu diserahi tugas untuk mengkordinir pembuatan iklan skala besar.

Senyum Joni segera mengembang, kemudian ia berdiri merapat ke sebelahku.
"Eh Sen., gimana Santi menurut penilaian kamu?", sembari bisik-bisik.
"Ya., amat cantik, seperti bintang film", kataku dengan polos.
"sexy gak?".
"Lha., ya., jelas dong".
"Umpama., ini umpama aja loo., kalo nanti saya pinjem istrimu dan saya pinjemin Santi untuk kamu gimana?".
Mendenger permintaan seperti itu terus terang saya sangat kaget dan bingung, perasanku sangat shock dan tergoncang. Rasanya kok aneh sekali gitu. sembari masih tersenyum-senyum, Joni melanjutkan, "gak ada paksaan kok, saya jamin Winda dan Santi pasti suka, soalnya nanti., udah deh pokoknya kalau kau setuju., selanjutnya serahkan pada saya., aman kok!".

Membayangkan tampang dan badan Santi saya menjadi terangsang juga. Pikirku kapan lagi saya bisa menunggangi kuda putih? Paling-paling selama ini cuma bisa membayangkan aja pada saat menonton blue film. Tapi dilain pihak kalau membayangkan Winda dikerjain si bule ini, yang pasti punya senjata yang besar, rasanya kok nggak tega juga. Tapi sebelum saya bisa menentukan sikap, Joni udah melanjutkan dengan pertanyaan lagi, "Ngomong-ngomong Winda sukanya kalo making love style-nya gimana sih?".
Tanpa saya sempat berpikir lagi, mulutku udah ngomong duluan, "Dia nggak suka style yang aneh-aneh, maklum aja gadis pingitan dan pemalu, tapi kalau memek nya dijilatin, maka dia akan sangat terangsang!" .
"Wow., saya justru pengin sekali mencium dan menjilati bagian memek , ada bau khas wanita terpancar dari situ., itu bikin saya sangat terangsang!" , kata Joni.
"Kalau Santi sangat suka main di atas, doggy style dan yang jelas suka blow-job" lanjutnya.
Mendengar itu saya menjadi bernafsu juga, belum-belum udah terasa ngilu di bagian bawahku membayangkan kontol saya diisap mulut sexy Santi itu.
Kemudian lanjut Joni meyakinkanku, "Oke deh., tenang aja nanti, biar saya yang atur. Ngomong-ngomong my wife udah tau rencana ini kok, dia itu orangnya selalu terbuka dalam soal seks., jadi setuju aja".
"Nanti minuman Winda saya kasih bubuk penghangat sedikit, biar dia agak lebih berani., Oke., yaa!", saya agak terkejut juga, apakah Joni akan memberikan obat perangsang dan memperkosa Rina? Wah kalau begitu nggak rela saya. saya setuju asal Rina mendapat kepuasan juga. ngeliat mimik mukaku yang ragu-ragu itu, Joni cepat-cepat menambahkan, "Bukan obat bius atau ineks kok. Cuma pembangkit gairah aja", kemudian dia menjelaskan selanjutnya, "Oke, nanti kamu duduk di sebelah Santi ya, Winda di sampingku".

Selanjutnya acara makan malam berjalan lancar. Juga rencana Joni. Sesudah makan malam selesai kelihatannya bubuk itu mulai bereaksi. Rina kelihatan agak gelisah, pada dahinya timbul keringat halus, duduknya kelihatan nggak tenang, soalnya kalau nafsunya lagi besar, dia agak gelisah dan keringatnya lebih banyak keluar. ngeliat tanda-tanda itu, Joni mengedipkan matanya pada saya dan berkata pada Winda, "Winnn., mari duduk di depan TV aja, lebih dingin di sana!", dan tampa menunggu jawaban Winda, Joni segera berdiri, menarik kursi Winda dan menggandengnya ke depan TV 29 inchi yang terletak di ruang tengah. saya ingin mengikuti mereka tapi Santi segera memegang tanganku. "Sen, diliat aja dulu dari sini, ntar kita juga akan bergabung dengan mereka kok". Memang dari ruang makan kita dapat dengan jelas menyaksikan tangan Joni mulai bergerilya di pundak dan punggung Winda, memijit-mijit dan mengusap-usap halus. Sementara Winda kelihatan makin gelisah aja, badannya keliatan sedikit menggeliat dan dari mulutnya terdengar desahan setiap kali tangan Joni yang berdiri di belakangnya menyentuh dan memijit pundaknya.

Santi kemudian menarikku ke kursi panjang yang terletak di ruang makan. Dari kursi panjang tersebut, dapat keliatan langsung seluruh aktivitas yang terjadi di ruang tengah, kita kemudian duduk di kursi panjang tersebut. keliatan tindakan Joni tambah berani, dari belakang tangannya dengan trampil mulai melepaskan kancing kemeja batik Winda hingga kancing terakhir. BH Winda segera menyembul, menyembunyikan dua bukit mungil kebanggaanku dibalik balutannya. Kelihatan mata Winda terpejam, badannya keliatan lunglai lemas, saya menduga-duga, "Apakah Winda udah diberi obat tidur, atau obat perangsang oleh Joni?, atau apakah Winda pingsan atau sedang terbuai menikmati permainan tangan Joni?". Winda tampaknya pasrah seakan-akan nggak menyadari keadaan sekitarnya. Timbul juga perasaan cemburu berbarengan dengan gairah menerpaku, ngeliat Winda seakan-akan menyambut setiap belaian dan usapan Joni dikulitnya dan ciuman nafsu Joni pun disambutnya dengan gairah.

ngeliat apa yang tengah diperbuat oleh si bule terhadap istriku, maka karena merasa kepalang tanggung, saya juga nggak mau rugi, segera kualihkan perhatianku pada istri Joni yang sedang duduk di sampingku. Niat untuk merasakan kuda putih segera akan terwujud dan tanganku pun segera menyelusup ke dalam rok Santi, terasa bukit memek nya udah basah, mungkin juga udah muncul gairahnya ngeliat suaminya sedang mengerjai wanita mungil. Dengan perlahan jemariku mulai membuka pintu masuk ke lorong kewanitaannya, dengan lembut jari tengahku menekan clitorisnya. Desahan lembut keluar dari mulut Santi yang mungil itu, "aahh., aaghh., aagghh", tubuhnya mengejang, sementara tangannya meremas-remas payudaranya sendiri.

Sementara itu di ruang sebelah, Joni udah meningkatkan aksinya terhadap Winda, keliatan Winda udah dibuat polos oleh Joni dan terbaring lunglai di sofa. Badan Winda yang ramping mulus dengan buah dadanya nggak terlalu besar, tetapi padat berisi, perutnya yang rata dan kedua bongkahan pantatnya yang keliatan mulus menggairahkan serta gundukan kecil yang membukit yang ditutupi oleh rambut-rambut halus yang terletak diantara kedua paha atasnya terbuka dengan jelas seakan-akan siap menerima serangan-serangan selanjutnya dari Joni. Kemudian Joni menarik Winda berdiri, dengan Joni tetap di belakangnya, kedua tangan Joni menjelajahi seluruh lekuk dan ngarai istriku itu. saya sempat ngeliat ekspresi wajah Winda, yang dengan matanya yang setengah terpejam dan dahinya agak berkerut seakan-akan lagi nahan sebuah kenikmatan seks yang tiada tara yang sedang melanda seluruh tubuhnya dengan mulutnya yang mungil setengah terbuka, menunjukan Winda menikmati benar permainan dari Joni terhadap badannya itu, apalagi ketika jemari Joni berada di semak-semak kewanitaannya, sementara tangan lain Joni meremas-remas puting susunya, keliatan seluruh badan Winda yang bersandar lemas pada badan Joni, bergetar dengan hebat.

Saat itu juga tangan Santi udah membuka zipper celana panjangku, dan bagaikan orang kelaparan terus berusaha melepas celanaku tersebut. Untuk memudahkan aksinya saya berdiri di hadapannya, dengan melepaskan bajuku sendiri. Sesudah Santi selesai dengan celanaku, gilirannya dia kutelanjangi. Wow., kulit badannya mulus seputih susu, payudaranya padat dan kencang, dengan putingnya yang berwarna coklat muda udah mengeras, yang keliatan udah mencuat ke depan dengan kencang. saya menyadari, kalau diadu besarnya kontol saya dengan Joni, tentu saya kalah jauh dan kalau saya langsung main tusuk aja, tentu Santi nggak akan merasa puas, jadi cara permainanku harus memakai teknik yang lain dari lain. Maka sebagai permulaan kutelusuri dadanya, turun ke perutnya yang rata hingga tiba di lembah diantara kedua pahanya mulus dan mulai menjilat-jilat bibir memek nya dengan lidahku.

Kududukkan Santi kembali di sofa, dengan kedua kakinya berada di pundakku. Sasaranku adalah memek nya yang udah basah. Lidahku segera menari-nari di permukaan dan di dalam lobang memek nya. Menjilati clitorisnya dan mempermainkannya sesekali. Kontan aja Santi berteriak-teriak keenakan dengan suara keras, " oohh., oohh., shh. , shh" . Sementara tangannya menekan mukaku ke memek nya dan tubuhnya menggeliat-geliat. Tanganku terus melakukan gerakan meremas-remas di sekitar payudaranya. Pada saat bersamaan suara Winda terdengar di telingaku saat ia mendesah-desah, "oh., aaggghh!", diikuti dengan suara seperti orang berdecak-decak. gak tahu apa yang diperbuat Joni pada istriku, sehingga dia bisa berdesah seperti itu. Winda sekarang udah telentang di atas sofa, dengan kedua kakinya terjulur ke lantai dan Joni sedang berjongkok diantara kedua paha Winda yang udah terpentang dengan lebar, kepalanya terbenam diantara kedua paha Winda yang mulus. Bisa kubayangkan mulut dan lidah Joni sedang mengaduk-aduk memek Winda yang mungil itu. keliatan badan Winda menggeliat-geliat dan kedua tangannya mencengkeram rambut Joni dengan kuat.

saya sendiri makin sibuk menjilati memek Santi yang badannya terus menggerinjal- gerinjal keenakan dan dari mulutnya terdengar erangan, "Ahh., yaa., yaa., jilatin., Ummhh". Desahan-desahan nafsu yang tambah menegangkan otot-otot kontol saya. "Aahh., Dik., akuuu., aakkuu., ooohh., hh!", dengan sekali hentakan keras pinggul Santi menekan ke mukaku, kedua pahanya menjepit kepalaku dengan kuat dan tubuhnya menegang terguncang-guncang dengan hebat dan diikuti dengan cairan hangat yang merembes di dinding memek nya pun tambah deras, saat ia mencapai organsme. Tubuhnya yang udah basah oleh keringat tergolek lemas penuh kepuasan di sofa. Tangannya mengusap-usap lembut dadaku yang juga penuh keringat, dengan tatapan yang sayu mengundangku untuk bertindak lebih jauh.

Ketika saya menengok ke arah Joni dan istriku, rupanya mereka udah berganti posisi. Winda kini telentang di sofa dengan kedua kakinya keliatan menjulur di lantai dan pantatnya terletak pada tepi sofa, punggung Winda bersandar pada sandaran sofa, sehingga dia bisa ngeliat dengan jelas bagian bawah tubuhnya yang sedang menjadi sasaran tembak Joni. Joni mengambil posisi berjongkok di lantai diantara kedua paha Winda yang udah terpentang lebar. saya merasa sangat terkejut juga ngeliat senjata Joni yang terletak diantara kedua pahanya yang berbulu pirang itu, kontol nya keliatan sangat besar kurang lebih panjangnya 20 cm dengan lingkaran yang kurang lebih 6 cm dan pada bagian kepala kontol nya membulat besar bagaikan topi baja tentara aja.[/font]

keliatan Joni memegang kontol raksasanya itu, serta di usap-usapkannya di belahan bibir memek Winda yang udah sedikit terbuka, keliatan Winda dengan mata yang terbelalak ngeliat ke arah senjata Joni yang dahsyat itu, sedang menempel pada bibir memek nya. Kedua tangan Winda kelihatan mencoba menahan badan Joni dan badan Winda keliatan agak melengkung, pantatnya dicoba ditarik ke atas untuk mengurangi tekanan kontol raksasa Joni pada bibir memek nya, akan tetapi dengan tangan kanannya tetap menahan pantat Winda dan tangan kirinya tetap menuntun kontol nya agar tetap berada pada bibir memek Winda, sembari mencium telinga kiri Winda, terdengar Joni berkata perlahan, "Winnn., maaf yaa., saya mau masukkan sekarang., boleh?", keliatan kepala Winda cuma menggeleng-geleng kekiri kekanan aja, entah apa yang mau dikatakannya, dengan pandangannya yang sayu ngeliat dengan jelas ke arah memek nya yang sedang didesak oleh kontol raksasa Joni itu dan mulutnya terkatup rapat seakan-akan menahan kengiluan.

Joni, tanpa menunggu lebih lama lagi, segera menekan kontol nya ke dalam lobang memek Winda yang udah basah itu, biarpun kedua tangan Winda tetap mencoba menahan tekanan badan Joni. Mungkin, entah karena tusukan kontol Joni yang terlalu cepat atau karena ukuran kontol nya yang over size, langsung aja Winda berteriak kecil, "Aduuuuuh. , pelan-pelan. .., sakit nih", terdengar keluhan dari mulutnya dengan wajah yang agak meringis, mungkin menahan rasa kesakitan. Kedua kaki Winda yang mengangkang itu keliatan menggelinjang. Kepala kontol Joni yang besar itu udah terbenam sebagian di dalam memek Winda, kedua bibir memek nya menjepit dengan erat kepala kontol Joni, sehingga belahan memek Winda keliatan terkuak membungkus dengan ketat kepala kontol Joni itu. Kedua bibir memek Winda tertekan masuk begitu juga clitoris Winda turut tertarik ke dalam akibat besarnya kontol Joni.

Joni menghentikan tekanan kontol nya, sembari mulutnya mengguman, "Maaf., Winnn., saya udah menyakitimu. .., maaf yaa., Winnn!".
"aagghh., jangan teeeerrlalu diiipaksakan. .., yaahh., saayaa meerasa., aakan., terbelah., niiiih., sakiiiitttt. .., jangan., diiiterusiinn" .
Winda mencoba menjawab dengan badannya terus menggeliat-geliat, sembari merangkulkan kedua tangannya di pungung Joni.
"Winnn., saya mau masukkan lagi., yaa., dan tolong katakan yaa., kalau Winda masih merasa sakit", sahut Joni dan tanpa menunggu jawaban Winda, segera aja Joni melanjutkan penyelaman kontol nya ke dalam lobang memek Winda yang tertunda itu, tetapi sekarang dilakukannya dengan lebih pelan pelan.

Ketika kepala kontol nya udah terbenam seluruhnya di dalam memek Winda, keliatan muka Winda meringis, tetapi sekarang nggak terdengar keluhan dari mulutnya lagi cuma kedua bibirnya terkatup erat dengan bibir bawahnya keliatan menggetar.
Terdengar Joni bertanya lagi, "Winnn. , sakit., yaa?", Winda cuma menggeleng-gelengkan kepalanya, sembari kedua tangannya meremas bahu Joni dan Joni segera kembali menekan kontol nya lebih dalam, masuk ke dalam memek Winda.

Secara pelahan-lahan tapi pasti, kontol raksasa itu menguak dan menerobos masuk ke dalam sarangnya. Ketika kontol Joni udah terbenam hampir setengah di dalam lobang memek Winda, keliatan Winda udah pasrah aja dan sekarang kedua tangannya nggak lagi menolak badan Joni, akan tetapi sekarang kedua tangannya mencengkeram dengan kuat pada tepi sofa. Joni menekan lebih dalam lagi, kembali keliatan wajah Winda meringis menahan sakit dan nikmat, kedua pahanya keliatan menggeletar, tetapi karena Winda nggak mengeluh maka Joni meneruskan aja tusukan kontol nya dan tiba-tiba aja, "Bleeees", Joni menekan seluruh berat badannya dan pantatnya menghentak dengan kuat ke depan memepetin pinggul Winda rapat-rapat pada sofa.

Pada saat yang bersamaan terdengar keluhan panjang dari mulut Winda, "Aduuuuh", sembari kedua tangannya mencengkeram tepi sofa dengan kuat dan badannya melengkung ke depan serta kedua kakinya terangkat ke atas menahan tekanan kontol Joni di dalam lobang memek nya. Joni mendiamkan kontol nya terbenam di dalam lobang memek Winda sejenak, agar nggak menambah sakit Winda sembari bertanya lagi, "Winnn., sakit., yaa? Tahan dikit yaa, sebentar lagi akan terasa nikmat!", Winda dengan mata terpejam cuma menggelengkan kepalanya sedikit seraya mendesah panjang, "aaggggghh.. ., kit!", lalu Joni mencium wajah Winda dan melumat bibirnya dengan ganas. keliatan pantat Joni bergerak dengan cepat naik turun, sembari badannya mendekap tubuh mungil Winda dalam pelukannya.

gak selang lama kemudian keliatan badan Winda bergetar dengan hebat dari mulutnya terdengar keluhan panjang, "Aaduuuuh. , oohh., sshh.. ., shh", kedua kaki Winda bergetar dengan hebat, melingkar dengan ketat pada pantat Joni, Winda mengalami orgasme yang hebat dan berkepanjangan. Selang sesaat badan Winda terkulai lemas dengan kedua kakinya tetap melingkar pada pantat Joni yang masih tetap berayun-ayun itu.

aah, sebuah pemandangan yang sangat erotis sekali, sebuah pertarungan yang diam-diam yang diikuti oleh penaklukan disatu pihak dan penyerahan total dilain pihak.
"Sen., ayo saya mau kontol kamu", suara Santi penuh gairah di telingaku. Kuletakkan kaki Santi sama dengan posisi tadi, cuma aja kini kontol saya yang akan masuk ke memek nya. Duh, rasanya memek Santi masih rapet aja, saya merasakan adanya jepitan dari dinding memek Santi pada saat kontol ku hendak menerobos masuk.
"San., kok masih rapet yahh". Maka dengan sedikit tenaga kuserudukkan aja kontol ku itu menerobos lobang nonok nya. "Aaggghh", mata Santi terpejam, sementara bibirnya digigit. Tapi ekspresi yang terpancar adalah ekspresi kepuasan. saya mulai mendorong-dorongkan kontol saya dengan gerakan keluar masuk di lobang memek nya. Diiringi erangan dan desahan Santi setiap saya menyodokkan kontol saya, ngeliat itu saya tambah bersemangat dan makin kupercepat gerakan itu. Bisa kurasakan bahwa memek nya tambah licin oleh pelumas memek nya.

"Ahh., ahh", Santi makin keras desahannya.
"Ayo Sen., terus".
"Enakkk., eeemm., mm!".
Tubuhnya sekali lagi mengejang, diiringi desahan sexy, "Uuhh.hh.. ." "San., boleh di dalam., yaah", saya perlu bertanya pada dia, mengingat saya bisa aja sewaktu-waktu keluar.
"ehhmm.".

Kaki Santi kemudian menjepit pinggangku dengan erat, sementara saya tambah mempercepat gerakan sodokan kontol saya di dalam memek nya. Santi juga menikmati remasan tanganku di buah dadanya.
"Nih., San., terima yaa".
Dengan satu sodokan keras, saya dorong pinggulku kuat-kuat, sembari kedua tanganku memeluk badan Santi dengan erat dan kontol saya masuk semuanya di dalam memek nya dan saat bersamaan cairan maniku menyembur keluar dengan deras di dalam lobang memek Santi. Badanku tehentak-hentak merasakan kenikmatan orgasme di atas badan Santi, sementara cairan hangat maniku masih terus memenuhi rongga memek Santi, tiba-tiba badan Santi bergetar dengan hebat dan kedua pahanya menjepit dengan kuat pinggul saya diikuti keluhan panjang keluar dari mulutnya, "…aagghh., hhm!", saat bersamaan Santi juga mengalami orgasme dengan dahsyat.

Sesudah melewati sebuah fase kenikmatan sex yang hebat, kita berdua terkulai lemas dengan masih berpelukan erat satu sama lain. Dari pancaran sinar mata kita, keliatan sebuah perasaan nikmat dan puas akan apa yang baru kita alami. saya kemudian mencabut kontol saya yang masih berlepotan dan mendekatkannya ke muka Santi. Dengan isyarat agar ia menjilati kontol saya hingga bersih. Ia pun menurut. Lidahnya yang hangat menjilati kontol saya hingga bersih. "Ahh..". Dengan kepuasan yang tiada taranya saya merebahkan diri di samping Santi.

Kini kita menyaksikan bagaimana Joni sedang mempermainkan Winda, yang keliatan tubuh mungilnya udah lemas gak berdaya dikerjain Joni, yang keliatan masih tetap perkasa aja. Gerakan Joni keliatan mulai sangat kasar, hilang udah lemah lembut yang pernah dia perlihatkan. Mulai saat ini Joni mengerjai Winda dengan sangat brutal dan kasar. Winda benar-benar dipergunakan sebagai objek seks-nya. Saya sangat takut kalau-kalau Joni menyakiti Winda, tetapi dilihat dari ekspressi muka dan gerakan Winda ternyata nggak keliatan tanda-tanda penolakan dari pihak Winda atas apa yang dilakukan oleh Joni terhadapnya.

Joni mencabut kontol nya, kemudian dia duduk di sofa dan menarik Winda berjongkok diantara kedua kakinya, kepala Winda ditariknya ke arah perutnya dan memasukkan kontol nya ke dalam mulut Winda sembari memegang belakang kepala Winda, dia membantu kepala Winda bergerak ke depan ke belakang, sehingga kontol nya terkocok di dalam mulut Winda. Kelihatan Winda udah lemas dan pasrah, sehingga cuma bisa menuruti apa yang diingini oleh Joni, hal ini dilakukan Joni kurang lebih 5 menit lamanya.

Joni kemudian berdiri dan mengangkat Winda, sembari berdiri Joni memeluk badan Winda erat-erat. Kelihatan tubuh Winda terkulai lemas dalam pelukan Joni yang ketat itu. Tubuh Winda digendong sembari kedua kaki Winda melingkar pada perut Joni dan langsung Joni memasukkan kontol nya ke dalam nonok Winda. Ini dilakukannya sembari berdiri. Badan Winda keliatan tersentak ke atas ketika kontol raksasa Joni menerobos masuk ke dalam memek nya dari mulutnya terdengar keluhan, "aagghh!", Winda keliatan seperti anak kecil dalam gendongan Joni. Kaki Winda keliatan merangkul pinggang Joni, sedangkan berat badannya disanggah oleh kontol Joni. Joni berusaha memompa sembari berdiri dan sekaligus mencium Winda. Pantat Winda keliatan merekah dan tiba-tiba Joni memasukkan jarinya ke lobang pantat Winda. "ooohh!". Mendapat serangan yang demikian serunya dari Joni, badan Winda keliatan menggeliat-geliat dalam gendongan Joni. sebuah pemandangan yang sangat sexy .

Ketika Joni merasa capai, Winda diturunkan dan Joni duduk pada sofa. Winda diangkat dan didudukan pada pangkuannya dengan kedua kaki Winda terkangkang di samping paha Joni dan Joni memasukkan kontol nya ke dalam memek Winda dari bawah. Dari ruang sebelah saya bisa ngeliat kontol raksasa Joni memaksa masuk ke dalam memek Winda yang kecil dan ketat itu. memek nya menjadi sangat lebar dan kontol Joni menyentuh paha Winda. Kedua tangan Joni memegang pinggang Winda dan membantu Winda memompa kontol Joni secara teratur, setiap kali kontol Joni masuk, keliatan memek nya ikut masuk ke dalam dan cairan putih terbentuk di pinggir bibir memek nya. Ketika kontol nya keluar, keliatan memek nya mengembang dan menjepit kontol Joni. Mereka melakukan posisi ini cukup lama.
Kemudian Joni mendorong Winda tertelungkup pada sofa dengan pantat Winda agak menungging ke atas dan kedua lututnya bertumpu di lantai. Joni akan bermain doggy style. Ini sebenarnya adalah posisi yang paling disukai oleh Winda. Dari belakang pantat Winda, Joni menempatkan kontol nya diantara belahan pantat Winda dan mendorong kontol nya masuk ke dalam lobang memek Winda dari belakang dengan sangat keras dan dalam, semua kontol nya amblas ke dalam memek Winda. Jari jempol tangan kiri Joni dimasukkan ke dalam lobang pantat. Winda setengah berteriak, "aagghh!", badannya meliuk-liuk mendapat serangan Joni yang dahsyat itu. Badan Winda dicoba ditarik ke depan, tapi Joni nggak mau melepaskan, kontol nya tetap bersarang dalam memek Winda dan mengikuti arah badan Winda bergerak.

Winda benar-benar dalam keadaan yang sangat nikmat, desahan udah berubah menjadi erangan dan erangan udah berubah menjadi teriakan, "ooohhmm. .., aaduhh!". Joni mencapai payudara Winda dan mulai meremas-remasnya. gak lama kemudian badan Winda bergetar lagi, kedua tangannya mencengkeram dengan kuat pada sofa, dari mulutnya terdengar, "Aahh., aahh., shh., sshh!". Winda mencapai orgasme lagi, saat bersamaan Joni mendorong habis pantatnya sehingga pinggulnya menempel ketat pada bongkahan pantat Winda, kontol nya terbenam seluruhnya ke dalam lobang memek Winda dari belakang. Sementara badan Winda bergetar-getar dalam orgasmenya, Joni sembari tetap menekan rapat-rapat kontol nya ke dalam memek Winda, pinggulnya bikin gerakan-gerakan memutar sehingga kontol nya yang berada di dalam lobang memek Winda ikut berputar-putar mengebor lobang memek Winda sampai ke sudut-sudutnya.

Sesudah badan Winda agak tenang, Joni mencabut kontol nya dan menjilat memek Winda dari belakang. memek Winda dibersihkan oleh lidah Joni. Kemudian badan Winda dibalikkannya dan direbahkan di sofa. Joni memasukkan kontol nya dari atas, sekarang tangan Winda ikut aktif membantu memasukkan kontol Joni ke memek nya. Kaki Winda diangkat dan dilingkarkan ke pinggang Joni. Joni terus menerus memompa memek Winda. Badan Winda yang langsing tenggelam ditutupi oleh badan Joni, yang keliatan oleh saya cuma lobang pantat dan lobang memek, memek istri ku pun udah penuh diisi oleh kontol Joni. Kadang-kadang keliatan tangan Winda meraba dan meremas pantat Joni, sekali-kali jarinya di masukkan ke dalam lobang pantat Joni. Gerakan pantat Joni bertambah cepat dan keras ngentot memek Winda dan keliatan kontol nya yang besar itu dengan cepat keluar masuk di dalam lobang memek Winda, tiba-tiba, "oohh. , ooohh!", dengan erangan yang cukup keras dan diikuti oleh badannya yang terhentak, Joni menekan habis pantatnya dalam-dalam, mendorong pinggul Winda ke sofa, sehingga kontol nya terbenam habis ke dalam memek Winda, pantat Joni terkedut-kedut sementara kontol nya menyemprotkan spermanya di dalam memek Winda, sembari kedua tangannya mendekap badan Winda erat-erat. Dari mulut Winda terdengar suara keluhan, "ssh., sshh., hhmm.., hhmm!", menyambut semprotan cairan panas di dalam lobang memek nya.

Melihat Memek Istri Ngentot Kontol Bule Gede, Sambil Swinger Sex

Melihat Memek Istri Ngentot Kontol Bule Gede, Sambil Swinger Sex, ngewe cerita seks
Klik foto untuk memperbesar gambar

Sesudah berpelukan dengan erat selama 3 menit, Joni kemudian merebahkan diri di atas badan Winda yang tergeletak di sofa, tanpa melepaskan kontol nya dari memek Winda. Winda ngeliat ke saya dan memberikan tanda bahwa yang satu ini sangat nikmat. saya nggak bisa ngeliat ekspresi Joni karena terhalang olah tubuh Winda. Yang jelas dari sela-sela selangkangan Winda mengalir cairan peju. Kemudian Winda pun seperti kebiasaan kita membersihkan kontol Joni dengan mulutnya, itu bikin Joni mengelinjang keenakan. Malam itu kita pulang menjelang subuh, dengan perasaan yang nggak terlupakan. kita masih sempat bermain 2 ronde lagi dengan pasangan swinger seks itu.
Melihat Memek Istri Ngentot Kontol Bule Gede, Sambil Swinger Sex
Melihat Memek Istri Ngentot Kontol Bule Gede, Sambil Swinger Sex, cerita seks , Melihat Memek Istri Ngentot Kontol Bule Gede, Sambil Swinger Sex, ngewe cerita seks, kisah porno, kisah sex bokep, sex, Melihat Memek Istri Ngentot Kontol Bule Gede, Sambil Swinger Sex

10
205

Tags cerita dewasa paling populer di blog ini: cerita seks, Cerita Dewasa, 17 Tahun, sex, Ngentot, Memek, Istri, selingkuh, Kontol, Entot, Mama, gangbang, tante, threesome, ABG, Binal, sexy, toket, payudara.
Aktifkan javascript lalu tekan F5, untuk membuka halaman
meng-klik link cerita secara normal
dan membuka gambar lebih besar.
Cerita dewasa seks terpanas, update setiap hari cerita terbaru Cerita seks dewasa ngentot memek isteri, perek, bispak.
http://cerita-dewasa-terpanas.blogspot.com