Ngewe memek kakak sexy yang perawan

Saya Bob. Saat ini saya tinggal bersama kakak perempuanku, Kak Bella. Kehidupan kita saat ini begitu tenang, tertutup namun bahagia. saya akan memulai dari awal bagaimana semuanya terjadi, percaya atau nggak bahwa apa yang kualami ini nggak mengalami hambatan atau rintangan sama sekali, hal yang membuatku sendiri heran bila memikirkannya. kita besar dari keluarga berada.

Waktu saya berusia sekitar 13 tahun, kita masih tinggal di Indonesia. Tapi Papaku nggak disini karena ia memang nggak bekerja di Indonesia. Setahuku dulu Mamaku juga sibuk bekerja, ia nggak terlalu khawatir karena kedua kakakku yang lain udah cukup dewasa dan dianggap bisa menjaga kita. saya maklum karena kedua orang tuaku memang berencana mengurus kepindahan kita semua ke USA.

Kita semua saling menyayangi satu sama lain. sejak kecil saya memang udah dekat sekali dengan Kak Bella. Kak Bella yang selalu menemaniku saat bermain. Ya selain itu jarak umur antara saya dan kakakku yang nomor tiga sangat jauh sekitar 7 tahun. Kak Bella memang sangat sayang padaku, hampir tiap kali saya selalu dapat bermanja-manja dengannya. Ya, hal itulah yang membuatku sangat interest sekali dengan Kak Bella. Bahkan kuingat seumurku waktu itu saya udah mulai ada ketertarikan dengan kakakku.

Pada awalnya saya cuma berandai-andai aja. Sebab saat itu saya yakin sekali bahwa nggak mungkin saya menjalin hubungan yang lebih dengan kakakku. Paling Kak Bella cuma menganggap saya adiknya aja. Meskipun sebagai adik saya selalu mendapat perlakuan istimewa darinya. Dari kecil saya dan Kak Bella memang nggak pernah berpisah, kamar kamipun jadi satu. Sebenarnya saat saya berusia 9 tahun, saya udah minta kamar sendiri, tapi Kak Bella nggak setuju, alasannya sederhana, ia nggak mau pisah kamar denganku, masa itu sebenarnya adalah masa di mana saya agak enggan berbagi, inginnya memodifikasi kamar sendiri tanpa ada yang mencampuri, tapi nggak jadi masalah, lagipula saya dulu penakut, dan saya udah terbiasa tidur dalam pelukan kakakku.

Mungkin waktu kecil dulu saya tergolong bandel. jika Mama lagi nggak ada, orang rumah pasti kubuat repot dengan ulahku. Kak Bella juga sering kujahili. Biasanya jika tidur malam Kak Bella cuma menggunakan celana dalam aja. saya nggak mengerti kenapa. Padahal kamar menggunakan AC. Seringnya saya iseng memainkan dan menghisap puting susunya. Kak Bella mengetahui hal itu tapi dia nggak pernah marah atau menegurku, paling cuma bilang, Kalo mau kaya gini kenapa nggak minta sama Mama aja sih?. Lucunya hal itu malah jadi kebiasaanku. Dan karena nggak ada yang tahu, kejadian seperti itu berlangsung terus hingga usiaku beranjak 13 tahun.

Tapi makin besar saya mulai merasa nggak enak sendiri, meski kebiasaanku itu nggak jadi masalah buat Kak Bella.

Kak Bella itu orangnya tomboy Sekali. Saat dia berumur 16 tahun dia ikut beberapa bela diri. saya tadinya nggak tertarik, tapi Kak Bella juga minta saya ikut beladiri. Bisa dibayangkan seperti apa jadinya, gaya jalannya jadi aneh, nggak feminin. jika nggak tertutup dengan wajahnya yang cantik dan bodynya yang bagus, cowok pasti malas dekat dengan Kak Bella. Apalagi ditambah sifat Kak Bella yang tertutup, dan cenderung idealis. Selain itu kelihatannya Kak Bella juga nggak terlalu tertarik membina hubungan dengan lawan jenis. Terutama setelah ikut beladiri. Tapi biar begitu saya tahu jika banyak cowok ganteng yang suka sama dia. Dan Kak Bella cuma datar aja menanggapinya. Soalnya saya sering terima telepon untuk Kak Bella. Dan sering sekali dia nggak mau nerima teleponnya. Bisa dibilang Kak Bella sangat Untouchable.

Saat umurku hampir 13 tahun, awal mulai masuk SMP, saya suka dengan seorang gadis teman sekelasku. saya sangat suka padanya, tapi nggak berhasil mendekatinya, intinya kalah bersaing. Saat itu perasaanku benar-benar nggak enak. saya berusaha menghibur diri dengan sering pergi ke rumah sahabat-sahabatku. Di sanalah saya mulai mengenal buku-buku dan film khusus dewasa. Di usiaku yang sekecil itu saya udah memiliki majalah luar negeri khusus dewasa, juga filmnya. nggak sulit, karena nyaris seluruh sahabatku bukan orang Indonesia. Dan mereka sangat bebas mendapatkan barang seperti itu pada masa-masa tersebut.

Kak Bella tahu bahwa saya memiliki barang-barang itu, memang itu susahnya jika satu kamar, jujur aja Kak Bella nggak suka saya memilikinya hingga saya sempat dimarahi juga olehnya, dan ia memintaku untuk membuang barang-barang itu. Apa boleh buat, bagiku lebih baik benda-benda itu yang saya singkirkan daripada saya kehilangan kasih sayang Kak Bella.

Meski Kak Bella udah punya banyak kesibukan dengan studi dan kegiatan sekolahnya, perhatiannya padaku nggak berubah, malah cenderung tambah berlebihan, Kak Bella tambah sering memaksaku untuk menemaninya saat ia sedang melakukan kegiatannya atau pergi kemanapun. Ia juga makin sering mencium dan memelukku dengan mesra, bahkan di depan umum. Mulanya saya merasa nggak nyaman dengan perlakuannya itu, tapi lama kelamaan saya merasa nyaman juga. Perasaanku pada Kak Bella muncul kembali. jika dulu ciumannya kutanggapi biasa aja, sekarang saya lebih senang membalasnya dengan mesra. saya pun mulai suka memberikan perhatian lebih pada kakakku itu, mungkin karena merasa perhatiannya mendapat respon lebih dariku. Kak Bella jadi makin sayang padaku. Setengahnya kita jadi mirip orang yang sedang berpacaran, meskipun secara fisik tetap kelihatan jika saya adiknya.

saya ingat malam itu saat saya pertama kali melakukannya dengan kakakku, seperti biasa saya bercanda dengan Kak Bella di dalam kamar, saat itu semua orang rumah udah tidur, kesempatan itu biasanya sering kugunakan untuk mencurahkan isi hati pada kakakku, semua permasalahan yang kudapat hari itu selalu kutumpahkan padanya, dan Kak Bella selalu merespon itu semua dengan sabar dan penuh pengertian, dan memang kuakui beberapa waktu terakhir Kak Bella cenderung over. Kata-kata dan sikapnya sangat mesra padaku apalagi jika kita cuma berdua aja seperti itu, perlakuannya itu sering membuat jantungku berdebar, saya sadar sepenuhnya bahwa dia itu kakakku, tapi saya nggak mengerti kenapa hatiku bisa bergejolak nggak karuan.

jika nggak salah waktu itu Kak Bella mengenakan kaos dan celana dalam warna putih, rambutnya dibiarkan terurai. Beda dengan kesehariannya, kakakku saat itu terlihat sangat feminin dan cantik sekali. saya ingat sesekali Kak Bella meraih kepalaku dan menciumiku. saya nggak berpikir macam-macam, cuma memang saya sangat menikmati perlakuan Kak Bella padaku. hingga suatu kali Kak Bella mencium bibirku, kubalas dengan ciuman mesra. Yang sebenarnya serabutan. saya berusaha berlama-lama meski nggak yakin berhasil, tapi karena saya menikmatinya, berhasil juga. Kulumat bibir kakakku itu dengan lembut. Kak Bella kelihatannya juga suka dengan ciumanku. Sebab dia sama sekali nggak berusaha menyudahi ciuman itu, bahkan kedua tangannya tambah memelukku erat, saya bisa merasakan belaiannya di kepalaku. Tapi sayangnya ciuman itu terhenti. Kak Bella menghela nafas sambil memandangku aneh.

Kakak kucium lagi ya, mendengar itu Kak Bella masih diam.

Mungkin dia masih heran dengan kelakuanku, memang nggak biasanya saya membalas ciumannya hingga selama itu. Tapi tatapannya kemudian berubah mesra lalu dia tersenyum dan justru ganti menciumku lagi. Kali ini ciumanku mulai agresif. Bibir kita seolah nggak berhenti untuk saling melumat, diiringi desahan-desahan erotis dari Kak Bella, detak jantungku menjadi tambah cepat. kucoba mendorong Kak Bella agar merapat ke dinding. Kemudian kuciumi jenjang leher kakakku. Tanganku yang dari tadi pasif sekarang mulai berusaha melakukan eksplorasi kesana kemari.

Sementara bibirku masih berkonsentrasi pada leher Kak Bella, tanganku telah menyusup ke dalam kaos putihnya, dan tanpa kesulitan saya langsung dapat menemukan buah dada Kak Bella yang nggak tertutup oleh bra sama sekali, menurutku untuk ukuran gadis yang hampir 17 tahun, buah dada Kak Bella tergolong cukup besar, tentu aja saya udah sering ngeliatnya, karena hingga saat itu kita masih sering mandi bersama. saya berusaha meremasnya dengan lembut. Kak Bella tampak menggeliat dan sesekali mendesah.

Perlahan kunaikan kaos itu supaya nggak menghalangi buah dada Kak Bella. Dan begitu buah dadanya terlihat, tanpa basa-basi langsung kuhisap putingnya yang berwarna merah muda itu dan kuremas dengan bibirku. saya benar-benar menikmatinya seperti bayi yang sedang menyusu. Sesaat kutanggalkan kaosku, juga celana pendekku. Kemudian kupeluk badan Kak Bella dan makin kuat kuhisap puting susunya, sesekali kumainkan putingnya dengan lidahku, kemudian kuhisap lagi. Karena terlalu enjoy, saya nggak tahu bahwa ternyata Kak Bella telah menanggalkan kaos putihnya. Sehingga saat dia memelukku erat, tubuhku benar-benar bersentuhan dengan badan kakakku, dan bisa kurasakan badan kakakku yang harum dan sangat halus itu. Lama sekali saya menikmati buah dada kakakku itu secara bergantian, Kak Bella pun seolah nggak mau melepaskanku ia justru menekan kepalaku kuat-kuat pada buah dadanya.

badan kita udah basah semua oleh keringat. hingga detik itu saya masih ragu untuk melakukan seks dengan kakakku. Memang awalnya semua ini kupelajari dari semua majalah dan film yang kulihat, tapi lama kelamaan naluriku mulai berinisiatif. Karena masih ragu saya coba untuk menciumi bibir kakakku lagi. Sama seperti sebelumnya, Kak Bella membalas ciuman itu dengan sangat mesra. Dengan memberanikan diri saya membisikan sesuatu ke telinga Kak Bella.

Kak, boleh saya lepas celana dalammu?.

Kak Bella agak terkejut.

Kamu mau apa dek..?.

Aduh saya jawab gimana ya.
saya mau jilatin memek kakak.

Karena ragu kata-kata itu keluar dengan asal dan pelan sekali. saya takut. Kupikir pasti kakak akan marah dan ia nggak bakalan mau.

Ih, nakal.

Jawab Kak Bella spontan, Kak Bella kemudian memandangiku sambil tersenyum, wajahnya agak memerah. Masih dengan posisi bersandar Kak Bella melepas celana dalamnya perlahan-lahan. Slow motion itu membuat jantungku tambah berdetak nggak menentu.

Sebenarnya saya setengah heran kenapa Kak Bella sama sekali nggak marah ketika saya memintanya melakukan hal itu, tapi sudahlah. Kemudian Kak Bella melebarkan pahanya. Awalnya saya malu untuk ngeliat. Untuk menutupi hal itu, kuciumi lagi bibir Kak Bella. Kemudian perlahan-lahan kuturunkan kepalaku hingga tepat di depan memek Kak Bella. memek Kak Bella nyaris nggak ditumbuhi rambut. Jadi saya mampu memandang dengan leluasa gundukan memek Kak Bella, sebenarnya pemandangan ini juga nggak asing lagi bagiku, tapi sedekat ini baru pertama kalinya. Kulihat ada cairan yang mengalir keluar dari bagian bawah memek kakakku disertai bau yang aneh. Perlahan kubuka belahan daging yang menutupi lobang memek Kak Bella. Dan langsung kusapu dengan lidahku dari bawah ke atas berkali-kali. Saat itu badan Kak Bella langsung mengejang. Dengan bibir dan lidahku kupermainkan klitorisnya. Secara spontanitas kedua tangannya memegangi kepalaku. saya tambah asyik menjilati memek kakakku itu, bahkan sesekali kuhisap bagian bawahnya. Kudengar K
ak Bella berulang-ulang mendesah sambil menyebut namaku. Permainan itu luar biasa sekali, meski cairan yang keluar rasanya nggak karuan, tapi saya benar-benar menikmatinya.

Saat lidahku menyusup ke dalam lobang memek Kak Bella, sebisanya kujilati bagian dalam lobang itu. Kak Bella makin terengah-engah. Nafasnya memburu nggak karuan. Lidahku juga makin liar mengobrak-abrik bagian sensitif kakakku itu, sehingga semua tempat di dalamnya tersapu oleh lidahku. Setelah beberapa menit Kak Bella agak mengejangkan tubuhnya. saya merasakan lidahku dialiri sesuatu yang hangat. Bersamaan dengan erangan keras dari Kak Bella serta pahanya yang menjepit kepalaku dengan sangat kuat. Kujilati cairan itu hingga bersih, meskipun rasanya masih sama. Kemudian saya naik ke atas dan kuciumi lagi Kak Bella.
Adek, kamu nakal banget sih?, ekspresi wajah Kak Bella sangat berbeda.

Kak, saya sayang sama kakak, Kak Bella memandangiku dengan sayu, tangannya mengusap pipiku.

Kakak juga sayang kamu.

Dengan berani saya berusaha mengajak Kak Bella untuk melakukan hubungan seks denganku.

Kak, boleh saya melakukannya sama Kakak.

Kak Bella terdiam mematung, kepalanya tertunduk untuk beberapa saat. Suasana benar-benar hening, hingga nafas kamipun terdengar sangat jelas.

Setelah itu dia kembali memandangku sambil bertanya, Kamu yakin mau melakukannya Dek?.

Suara Kak Bella sangat pelan sekali. saya gak menjawab, saya cuma ngeliat tatapan mata Kak Bella yang sangat berbeda, saya gak bisa menggambarkannya, tapi saya tahu Kak Bella rela melakukannya denganku. Langsung kulepas celana dalamku. Kemudian saya agak bergeser ke bawah, kulebarkan kedua kakinya. kontol ku tampak tegak berdiri, tapi nggak sebesar orang dewasa, masih ukuran yang umum buat anak 13 tahun. Kak Bella terus menatap wajahku saat saya mengarahkan kontol ku tepat di depan memek nya.

Kak..?, sekali lagi kuminta persetujuannya.

Ia mengangguk pelan. Perlahan kudorong masuk kontol ku. Tapi nggak berhasil, dasar masih amatir hijau. hingga yang ketiga kalinya. Kak Bella kemudian meraih dan menahan pinggangku sambil mengarahkan memek nya tepat di ujung kontol ku, kemudian kucoba mendorong lagi, meski sulit dan agak sakit tapi berhasil juga kumasukkan seluruh kontol ku ke dalam memek Kak Bella, perlahan kugerakkan pinggangku. Kedua tangan Kak Bella tampak meremasi selimut tidur kita. Desahannya mulai terdengar lagi, kuperhatikan Kak Bella tampak sulit menyesuaikan diri. Pelan tapi pasti, kupercepat tempo gerakanku. Sebenarnya saat itu kontol ku terasa perih sekali. saya merasa nggak enak banget. Tapi erangan Kak Bella yang tambah menjadi membuatku nggak berpikir lagi.

Makin kuhentakan pinggangku, dengan gerakan yang teratur, Kak Bella terus menerus menghentakkan kepalanya ke kiri dan ke kanan, sesekali ia meregang sambil mengerang keras. saya sempat takut juga jika hingga ada orang rumah yang terbangun, tapi untungnya kamar kita di atas dan paling ujung, agak jauh dari kamar Mama dan kakak-kakakku yang lain. Tiba-tiba kurasakan pinggang Kak Bella juga ikut bergerak, seperti memutar, sesekali Kak Bella ikut menghentakkan pinggangnya. saya baru benar-benar merasakan enaknya melakukan hal itu. Dengan iseng kuremas juga payudara Kak Bella, dan Kak Bella merespon dengan menggenggam tanganku kuat. Gerakan pinggang Kak Bella makin cepat. Kak Bella seperti udah biasa melakukan hal ini. Dengan pemikiran itu maka tambah agresif saya ngentotin kak Bella. Tentu aja hal ini membuat Kak Bella mengerang tambah keras. Dari tubuhku dan Kak Bella keringat tambah mengucur deras, padahal AC di ruangan cukup dingin.

Ngewe memek kakak sexy yang perawan

Ngewe memek kakak yang perawan cantik cerita sex dewasa sedarah, ngentot memek kakak
Klik foto untuk memperbesar gambar

Beberapa menit kemudian entotan ku mulai melambat, saya seperti agak pusing, saya cuma mampu menghentakkan pinggangku sesekali, kadang saya cuma diam menikmati remasan dinding-dinding memek Kak Bella. Kurasa badanku mulai lelah. Tiba-tiba Kak Bella meraih tubuhku dan mendekapku erat sekali, pinggangnya menghentak beberapa kali, rasanya luar biasa. kontol ku seperti ditarik makin masuk ke dalam, dan dilumuri cairan yang hangat, diiringi erangan cukup keras dari Kak Bella. Saat Kak Bella melepas dekapannya, saya merasa tubuhku amat lelah sekali, karena nggak kuat saya berguling di sisi Kak Bella. Pada saat itu saya juga merasa dari kontol ku ada yang mau keluar. Rasanya enak sekali, baru kali itu saya merasakan yang seperti ini hingga akhirnya sperma itu keluar membasahi tempat tidur. Entah saya nggak ingat apa-apa lagi setelah itu. Paginya ketika saya sadar, Kak Bella udah memeluk sambil menciumiku. kita masih dalam keadaan bugil.

Kakak nggak ngira jika Adek yang dulu sering kakak gendong bisa berbuat ini sama kakak, bisik Kak Bella di telingaku.

saya sendiri setengah nggak percaya udah ngentot sama kakakku

Kak.., saya sayang banget sama Kakak, saya cinta sama Kakak.

Kupeluk Kak Bella dengan kuat. Kak Bella tersenyum dan menciumku lagi.

Kakak ngerti kok Dek.., kakak juga sayang dan cinta banget sama kamu, kakak cuma nggak menyangka kamu dewasa secepat ini. Dan jujur aja kakak seneng banget bisa melakukan ini sama kamu, Adekku sayang.

Tapi ayo cepet bangun, sprei ini mesti segera dicuci, lanjut Kak Bella lagi.

Lho, memangnya kenapa?, tanyaku singkat.

Kakak nggak mau jika bekas darah di sprei itu hingga ketahuan Mama, jawab Kak Bella.

saya setengah terkejut, Darah?, darah apa Kak?, tanyaku.

Kak Bella nggak menjawab, ia langsung memintaku berdiri dan cepat-cepat melepaskan seprei tempat tidur kita.

Awalnya saya memang nggak tahu, tapi belakangan saya baru mengerti, bahwa ternyata malam itu saya telah mengambil keperawanan kakakku sendiri, di usiaku yang belum lagi genap 14 tahun. Bodohnya saya, semestinya saya udah tahu mengenai hal itu. saya jadi merasa bersalah, berulang kali saya minta maaf padanya, meskipun Kak Bella mengakui bahwa ia sangat rela melepas keperawanannya padaku. cuma ia nggak mengira saya akan mengambilnya sepagi ini. saya jadi makin sayang padanya. Sejak kejadian itu saya nggak pernah berusaha untuk mencari pacar. Karena Kak Bella udah menjadi segalanya bagiku.

Setelah kejadian itu pula Kak Bella juga menutup diri pada pergaulannya. Secara otomatis bagi Kak Bella statusku adalah adik sekaligus kekasihnya, kehidupan kita jadi tambah tertutup. Entah sejak saat itu udah berapa kali kita melakukannya, dan keluarga kita benar-benar nggak tahu akan hal itu. Lepas SMU, saya udah nggak di Indonesia. saya melanjutkan kuliahnya ke USA. Tapi tetap saya gak bisa berpisah dengan Kak Bella. saya meminta Kak Bella ikut denganku, meski sebenarnya Papa dan Mama nggak setuju. Tapi mereka gak bisa apa-apa karena Kak Bella juga memaksa untuk menemaniku.

hingga saat seluruh keluargaku pindah ke USA pun, mereka nggak pernah tahu bahwa kita telah menjalani kehidupan seperti suami istri. Sekarang Kak Bella udah bekerja pada sebuah bank di kota yang sama denganku. kita tinggal di rumah yang jauh dari keramaian, dan kita udah sepakat untuk menjalani kehidupan yang tertutup ini. Lagipula hingga saat ini keluarga kita nggak menaruh curiga sama sekali, mungkin pola pikir mereka udah sama seperti orang setempat, nggak mau ikut campur urusan pribadi orang lain.
Ngewe memek kakak sexy yang perawan
Ngewe memek kakak sexy yang perawan, cerita seks , Ngewe memek kakak yang perawan cantik cerita sex dewasa sedarah, ngentot memek kakak, kisah porno, kisah sex bokep, sex, Ngewe memek kakak sexy yang perawan

10
205

Tags cerita dewasa paling populer di blog ini: cerita seks, Cerita Dewasa, 17 Tahun, sex, Ngentot, Memek, Istri, selingkuh, Kontol, Entot, Mama, gangbang, tante, threesome, ABG, Binal, sexy, toket, payudara.
Aktifkan javascript lalu tekan F5, untuk membuka halaman
meng-klik link cerita secara normal
dan membuka gambar lebih besar.
Cerita dewasa seks terpanas, update setiap hari cerita terbaru Cerita seks dewasa ngentot memek isteri, perek, bispak.
http://cerita-dewasa-terpanas.blogspot.com