Pesta seks dengan memek istri, keponakan dan suaminya

Lusiana dan Dika menyiapkan jamuan makan mewah, sebab masakan yang dipesan dari salah satu restoran mahal di bilangan Jakarta ini. Dengan mengenakan celana panjang coklat tua dan kaos berleher berwarna coklat muda, saya tiba di rumah mereka pukul 18 dan melihat Cinta telah ada di sana. Dika mengenakan celana panjang hitam dan hem biru muda bertangan pendek.

Lusiana pakai gaun warna biru muda, seperti warna hem suaminya, agak ketat membungkus tubuhnya yang sexy, gaun itu tergantung di pundaknya pada dua utas tali, sehingga memperlihatkan sebagian toket nya. Cinta gak ubahnya seorang putri, memakai gaun berwarna merah muda, ketat menampilkan lekuk-lekuk tubuhnya yang menggairahkan, juga dengan belahan payudara agak rendah dengan potongan setengah lingkaran. Keduanya seolah-olah ingin menunjukkan keindahan toket nya di depanku dan Dika untuk menyatakan toket siapa yang paling indah.

toket kedua perempuan itu memang besar, dan sangat merangsang buatku. Milik Lusiana lebih kecil sedikit daripada milik Cinta. Hal itu udah kubuktikan sendiri ketika mencoba menelan susu keduanya. toket Cinta masih lebih tidak muat banyak daripada toket Lusiana, waktu kuisap sebanyak-banyaknya ke dalam mulutku.

kita berempat duduk di ruang makan menikmati jamuan yang disediakan tuan rumah. Hidangan penutup dan buah-buahan segar membuat kita sangat menikmati jamuan tersebut.

Dari ruang makan, kita beranjak ke ruang keluarga. Lusiana menyetel musik klasik, sedangkan Dika mengambil minuman bagi kita, ia menuangkan tequila buat Lusiana dan Cinta, sedangkan untuknya dan saya, masing-masing segelas anggur Prancis, agak keras kurasa alkoholnya. Rona merah membayang pada wajah mereka bertiga, dan kupikir demikian juga denganku, akibat pengaruh minuman yang kita teguk. Percakapan kita yang semula ringan-ringan di seputar kerja dan kuliah Cinta makin beralih pada hal-hal erotis, apalagi waktu Lusiana melihat ke arahku dan berkata, "Wah, pengaruh anggur Prancis udah membangunkan makhluk hidup di paha markus. Lihat nggak tuh Sin?" Cinta menengok ke bagian bawah tubuhku dan membandingkan dengan Dika, "Lho, yang satu ini pun udah mulai bangkit dari kubur, hi. hi..hi."

Cinta yang duduk di dekatku menyenderkan kepalanya pada bahu kanan. Lusiana mengajak suaminya berdiri dan berdansa mengikuti irama lagu The Blue Danube-nya Straus. Entah pernah kursus atau karena pernah di luar negeri, mereka berdua benar-benar ahli melakukan dansa. Setelah lagu tersebut berlalu, terdengar alunan Liebestraum. Dika melepaskan pelukanya pada pinggang Lusiana dan mendekati Cinta, lalu dengan gaya seorang pangeran, meminta kesedian Cinta menggantikan Lusiana menemaninya melantai, sementara Lusiana mendekatiku.

saya yang gak begitu pandai berdansa menolak dan menarik tangan Lusiana agar duduk di sampingku memandang suaminya berdansa dengan keponakanya. Rupanya Cinta pun nggak jelek berdansa, meskipun gak sebagus Tantenya, ia mampu mengimbangi gerakan Dika. saat alunan lagu begitu syahdu, mereka berdua saling merapatkan tubuh, sehingga dada Dika menekan toket Cinta. Di tengah-tengah alunan lagu, wajah Dika mendekati telinga Cinta dan dengan bibirnya, ia mengelus-elus rambut samping telinga Cinta dan dengan kedua bibirnya sesekali, telinga Cinta ia belai. Tatapan Cinta tambah sayu mendapati dirinya dipeluk Dika sambil dimesrai begitu. Lalu bibir Dika turun ke dagu Cinta, menciumi lehernya. kita dengar desahan Cinta keluar dari bibirnya yang separuh terbuka. Lalu ia dengan masih berada pada pelukan Dika di pinggangnya, mengarahkan ciuman pada bibir Dika. Mereka berpagutan sambil berpelukan erat, kedua tangan Dika memeluk pinggul Cinta, sedangkan kedua tangan Cinta memeluk leher Dika. Permainan lidah mereka dan jilatan yang basah pun menandai ciuman panas itu.

Dika lalu membuka gaun Cinta hingga terbuka dan melewati kedua pundaknya jatuh ke lantai. Kini Cinta cuma mengenakan kutang dan celana dalam berwarna merah muda. Tangan Cinta ikut membalas gerakan Dika dan membuka hemnya, lalu kulihat jari-jarinya bergerak ke pinggang Dika membukai ikat pinggang dan risleting celana Dika. Maka terlepaslah celana Dika, ia cuma tinggal memakai celana dalam. Lalu jari-jari Cinta bergerak ke belakang tubuhnya, membuka tali kutangnya, hingga menyembullah keluar kedua toket nya yang Cintal. Keduanya masih saling berpelukan, melantai dengan terus berciuman. Namun tangan keduanya nggak lagi tinggal diam, melainkan saling meraba, mengelus; bahkan tangan Dika mulai mengelus-elus bagian depan celana dalam Cinta. Cinta mendesah mendapat perlakuan Dika dan mengelus-elus kontol Dika dari luar celana dalamnya, lalu dengan suatu tarikan, ia melepaskan pembungkus kontol tersebut sehingga kontol Dika terpampang jelas memperlihatkan kondisinya yang udah terangsang. Dika mengarahkan kontol nya ke memek Cinta dan melakukan tekanan berulang-ulang hingga Cinta tambah liar dan binal menggeliatkan pantat besar nya, apalagi kecupan Dika pada toket nya tambah ganas, dengan isapan, remasan tangan dan pilinan lidahnya pada putingnya. Cinta terduduk ke karpet diikuti oleh Dika yang kemudian meraih tubuh Cinta dan membaringkanya di sofa panjang. Dengan jari-jari membuka celah-celah celana dalam Cinta, mulutnya kemudian menciumi memek Cinta. Erangan Cinta tambah meninggi berganti dengan rintihan. "Dick, ayo sayang ... ooh .. Yah, gitu sayang, adddduh . nikmat sekali ... akkkh .. "

Setelah beberapa saat mengerjai memek Cinta, Dika berlutut dekat Cinta dengan kaki kanan bertelekan di lantai, sedangkan kaki kirinya naik ke atas sofa, ia arahkan kontol nya ke memek Cinta dari celah-celah celana dalam Cinta. Lalu perlahan-lahan ia masukkan kontol nya ke memek Cinta dan mulai melakukan tekanan, maju mundur, sehingga kontol nya masuk keluar memek Cinta.

Lusiana yang duduk di sebelah kiriku terangsang melihat Dika dan Cinta, lalu mencium bibirku. Kubalas ciumanya dengan gak kalah hebat sambil mengusap-usap punggungnya yang terbuka. Lusiana memegangi kedua rahangku sambil menciumi seluruh wajahku, lidahnya bermain di sana-sini, membuat birahi seks ku tambah naik, apalagi ketika lidahnya turun ke leherku dan dibantu tanganya berusaha membuka kaosku. Kuhentikan gerakanya meskipun ia membantah, "Ayo dong kus?"

"Tenang sayang .. " kucium bibirnya sambil menunduk dan dengan tangan kiri menahan lehernya, tangan kananku mengangkat kakinya hingga ia jatuh ke dalam boponganku dan kugendong menuju kamar tidur mereka. kita gak pedulikan lagi Dika dan Cinta yang masing-masing saling merangsang nafsu seks mereka. Kurebahkan tubuhnya di ranjang dan kubuka seluruh pakaianku.

"Cepet banget kus, udah sampai ke ubun-ubun ya sayang?" tanya menggoda sambil berbaring.

"Udah berapa minggu nich, kangen pada badan sexy kamu ." jawabku sambil mendekati dirinya.

Kembali kulabuhkan kecupan manis pada bibirnya sambil jari-jariku mengelus pundaknya yang terbuka sambil membukai kedua tali di pundaknya. Lidahku mencari toket nya dan mengisap putingnya. Isapan mulutku pada putingnya membuat Lusiana mengerang dan menggelinjang, apalagi ketika sesekali kugigit lembut daging toket nya dan putingnya yang indah, yang udah tegang. Mungkin karena pengaruh minuman keras dan tontonan yang disajikan Cinta dan Dika barusan, kita berdua pun tambah panas dan liar saling menjilat badan yang lain satu sama lain. Pakaian kita udah terlempar kesana kemari. Ciuman bibir, elusan jari-jari dan bibir, remasan tangan, jilatan lidah menyertai erangan Lusiana dan saya. kita berdua seolah-olah berlomba untuk saling memberikan kepuasan kepada yang lain. Apalagi ketika Lusiana menindih tubuhku dari atas dengan posisi kepala tepat pada pahaku dan mengerjai kontol ku dengan ganasnya. memek nya yang tepat ada di atas wajahku kuciumi dan kujilati, itil nya kukait dengan lidah dan kugunakan bibirku untuk mengisap itil yang tambah tegang itu. Setelah gak tahan lagi, Lusiana segera bangkit lalu menungging di depanku. Rupanya ia mau minta saya melakukan doggy style posisi yang sangat ia sukai. Dari ruang keluarga, kudengar rintihan Cinta dan erangan Dika. Mungkin mereka udah tambah hebat ngentot nya.

Kuarahkan kontol ku ke memek Lusiana. Kugesek-gesekkan kepala kontol hingga ia kembali merintih, "Kuuus, jangan permainkan saya! Ayo masukin dong, saya nggak tahan lagi, sayangg!" pintanya.

kontol ku mulai masuk sedikit demi sedikit ke dalam memek nya. Kupegang pinggulnya dan memaju-mundurkan tubuhnya mengikuti alunan kontol masuk keluar memek nya. Sekitar lima menit kulakukan gerakan begitu, ia belum juga orgasme, begitu pula saya. Kemudian kuraba kedua toket nya yang menggantung indah dari belakang. Kuremas-remas sambil merapatkan dadaku ke punggungnya. Ia mengerang, mendesah dan merintih. "Ah ... shsh, ouuugh, nikmatnya .. sayangkuuuuu. .." Mendengar suaranya dan merasakan geliat tubuhnya di bawah tubuhku, membuatku makin terangsang. Lalu kutarik kedua tanganya ke belakang tubuhnya. Kupegang lenganya dengan sentakan kuat ke arah tubuhku hingga ia mendongakkan kepalanya. Kedua tanganya berusaha menggapai toket nya dan meremas-remas toket nya sendiri. kita berdua kini dalam posisi bertelekan pada lutut masing-masing, agak berlutut, ia nggak lagi menungging, kontol ku membenam dalam-dalam ke memek nya. Rintihan Lusiana tambah tinggi dan saat kuhentakkan beberapa kali kontol ku ke dalam memek nya, ia menjerit, "aah ... oogggh ..." kontol ku terasa diguyur cairan di dalam. saya gak kuat lagi menahan nafsuku dan menyusul dirinya mencapai puncak kenikmatan. Ia lalu menelungkup dengan saya menindih punggungnya yang sesekali masih memaju-mundurkan kontol ku di dalam memek nya. Keringat bercucuran di tubuh kita, meskipun pendingan kamar itu cukup dingin ketika kita baru masuk tadi.

Kemudian kita berbaring berpelukan, saya menelentang sedangkan Lusiana merebahkan tubuhnya di atasku. Di ruang sana gak terdengar lagi suara Dika dan Cinta, mungkin mereka juga udah orgasme. Tanpa sadar, saya tertidur, juga Lusiana. saya terjaga ketika merasakan ciuman pada bibirku. Kubalas ciuman itu, tetapi aromanya berbeda dengan mulut Lusiana. Kubuka kelopak mataku, kulihat Cinta masih telanjang membungkuk di atas tubuhku sambil menciumi saya. Mataku terbuka lebar sambil memagut bibirnya memainkan lidahku di dalam mulutnya, ia membalas perlakuanku hingga lidah kita saling berkaitan. Sedangkan Dika kulihat mendekati Lusiana dan menciumi toket istrinya. Lusiana menggeliat dan membalas ciuman dan pelukan suaminya. Tanganya mengarah ke bagian bawah tubuh Dika meraih kontol suaminya yang udah melembek. Ia rabai dan kocok kontol itu, hingga kuperhatikan mulai bangun kembali. Cinta yang semula cuma menciumi bibirku dan memainkan lidahnya, menurunkan ciumanya dan mencari dadaku, di sana putingku diciumi dan digigitnya lembut. Lama-lama gigitanya berubah tambah buas, hingga membuatku merintih sakit bercampur nikmat, "Kenapa, sayang? Sakit ya?" tanyanya menghentikan permainanya sambil menatapku. saya menggelengkan kepala dan memegang kepalanya agar kembali meneruskan ulahnya. Lidahnya kembali terjulur dan bermain di putingku bergantian kiri dan kanan. Setelah itu, ia turunkan ciumanya ke kontol ku yang masih ada sisa-sisa peju dan cairan memek Lusiana. Ia lumat dan masukkan kontol ku ke dalam mulutnya. kontol yang udah lembek itu kembali tegang mendapat perlakuan mulutnya. Tanganya memegang pangkal kontol ku melakukan gerakan mengocok. Bibirnya dan lidahnya juga bermain di testisku dan "Uuuuh .." saya mendesah, sebab kini lidahnya menjilati lobang pantatku tanpa rasa jijik sedikit pun. Setelah itu kembali mulutnya bermain di testisku dan memasukkan kedua testis itu bergantian ke dalam mulutnya. Sedotan mulutnya membuat birahiku kembali muncul. Sementara rintihan Lusiana kembali terdengar. Kuintip mereka, Dika kini menciumi paha istrinya, sama seperti perbuatan Cinta padaku.

Cinta melihat kontol ku makin tegang, tetapi kemudian ia melangkah ke bufet kecil di samping ranjang. gak lama kemudian ia kembali ke ranjang sambil memegang dildo berwarna merah di tanganya. kontol buatan itu memiliki tali yang kemudian ia ikatkan ke pinggangnya sehingga kini Cinta terlihat seperti seorang laki-laki, tetapi memiliki toket .

Dika masih terus menciumi paha isterinya ketika Cinta memegang rambut Dika dan meminta Dika menciumi toket isterinya, sedangkan kontol buatan udah ia arahkan ke memek Lusiana. Dika menoleh sekilas ke arah Cinta, tetapi ia nggak menolak dan meremas-remas toket istrinya sambil menciumi dan memilin putingnya. Desahan Lusiana tambah kuat disertai geliat tubuhnya, apalagi saat dildo Cinta mulai memasuki memek nya yang kembali basah. Cinta kemudian memaju-mundurkan tubuhnya hingga dildo itu masuk keluar memek Lusiana. Lusiana mengerang dan meracau dengan tatapan mata sayu. Kudekati wajahnya dan kupagut bibirnya sambil turut membelai toket nya membantu suaminya yang masih terus meremas dan menciumi toket nya.

Beberapa saat dengan posisi itu, membuat Lusiana kembali naik birahi. Cinta kemudian membalikkan tubuhnya ke samping sambil memegangi pinggang Lusiana agar mengikuti gerakanya. saya membantu gerakanya dan menggeser tubuh Lusiana hingga kini berada di atas tubuh Cinta dengan dildo Cinta yang tetap menancap pada memek Lusiana. Lusiana yang ada di atas Cinta kini, menduduki perut Cinta sambil melakukan gerakan seakan-akan sedang menunggang kuda. Desahan Lusiana tambah kuat sebab dildo itu benar-benar masuk hingga pangkalnya ke dalam memek nya. Cinta nggak banyak bergerak, cuma pasif, tetapi jari-jarinya bermain di sela-sela memek Lusiana merangsang itil Lusiana. saya memeluk Lusiana dari belakang punggungnya, sedangkan Dika dari arah depan tubuh Lusiana meremas-remas dan sesekali menciumi dan menjilati toket Lusiana.

"kus, masih ada lobangku yang nganggur, ayo sayangg... oh, nikmatnya" desahnya memohon.

saya menyorong tubuh Lusiana agar rebah di atas tubuh Cinta, lalu kusentuh lobang lobang pantatnya. Kubasahi dengan sedikit ludah bercampur cairan memek nya sendiri. Lalu setelah cukup pelumas, kumasukkan kontol ku ke dalam lobang pantatnya. Kugerakkan kontol ku maju mundur, sedangkan Lusiana dan Cinta saling berciuman, dan Dika meremas-remas toket kedua perempuan itu bergantian. Rintihan kedua perempuan itu tambah kuat terdengar.

Mungkin karena merasa tindihan dua tubuh di atasnya agak berat, Cinta agak megap-megap kulihat, sehingga kuajak mereka berdua melakukan gerakan ke samping. saya kini berbaring terlentang. kontol ku yang tegang dipegangi tangan Lusiana dan diarahkanya masuk ke dalam lobang pantatnya sambil merebahkan tubuhnya terlentang di atasku. Lalu Cinta kembali berada di atas tubuh Lusiana memasukkan dildo pada pangkal pahanya ke dalam memek Lusiana. Gerakan Cinta kini aktif, berganti dengan saya yang pasif pada lobang pantat Lusiana. gak lama kemudian Lusiana orgasme disertai rintihan panjangnya. Kupeluk ia dari bawah, sedangkan bibirnya diciumi oleh Cinta dengan ganasnya. Dika masih terus meremas-remas toket kedua perempuan itu. Lalu Cinta mencabut kontol buatan dari memek Lusiana dan berbaring di sampingku, sementara Dika meletakkan tubuhnya di samping Cinta sambil memeluk tubuh Cinta dan mencium bibirnya.

Sekitar sepuluh menit kemudian, Lusiana bangun dari atas tubuhku dan membuka tali yang mengikat dildo pada pinggang Cinta.

Diperlakukan seperti tadi, rupanya membuat Lusiana juga ingin mencoba apa yang dilakukan oleh Cinta terhadap dirinya. "Mas, kus, pegangi tangan dan kaki Cinta. Yuk buruan, jangan berikan kesempatan buat dia!" katanya memerintah kita berdua. Cinta yang masih kecapekan karena mengerjai Lusiana tadi mencoba meronta-ronta ketika tanganku memegangi kedua tanganya dan mementangkan lebar-lebar, sedangkan Dika memegangi kedua telapak kakinya sehingga kedua paha dan kakinya terpentang lebar. "Ah, Tante curang, masak pake pasukan mengeroyok ponakanya ." katanya protes.

"Biarin, abis ponakan nakal kayak gini. Masak Tantenya dihabisi kayak tadi?" gurau Lusiana sambil berlutut di antara kedua paha Cinta. Ia lalu menundukkan wajahnya menciumi dan menjilati memek Cinta. Cinta benar-benar nggak bisa berkutik, meskipun ia menggeliat-geliat, apalah artinya, sebab tangan dan kakinya dipegangi oleh dua lelaki dengan kuatnya. Puas menciumi memek Cinta, Lusiana mengangkangkan pahanya di luar paha Cinta, lalu menujukan dildo pada pahanya ke dalam memek Cinta. Setelah dildo tersebut masuk, kedua pahanya bergerak ke arah dalam ke bawah kedua paha Cinta, sehingga kedua paha Cinta tambah rapat mengunci dildo yang udah masuk dengan mantap ke dalam memek nya. Sedangkan di bawah, kedua tungkainya mengunci kedua tungkai Cinta. Kini tanpa dipegangi oleh tangan Dika pun, kaki Lusiana udah mengunci paha dan kaki Cinta dengan ketatnya. Mulut Lusiana mengarah pada toket Cinta dan melumat habis kedua toket keponakanya. Sedangkan saya, sambil mementangkan kedua tangan Cinta, mencium bibirnya dan memasukkan lidahku ke dalam mulutnya. Sesekali kuangkat wajahku dan berciuman dengan Lusiana.

Erangan Cinta yang gak menduga serangan Tantenya tambah dahsyat, terdengar tambah berubah menjadi rintihan. Apalagi Tantenya tambah cepat menggerakkan dildo ke dalam memek nya. Beberapa kali ia malah menghentakkan dalam-dalam dildo tersebut ke memek Cinta. Mungkin karena udah sering melihat bagaimLusiana gerakan kontol suaminya atau kontol ku masuk keluar memek nya, ia pun tergoda untuk melakukan aksi serupa. Cuma sekitar lima menit diserang begitu, Cinta gak kuasa lagi bertahan, ia merintih lirih, "Tante Lusianaa, saya dapet ... ah .. nikmattt .. sh ... ouuuggh ... akkkh."

Lusiana masih terus merojok memek Cinta, hingga Cinta memaksaku melepaskan kedua tanganya dan menolakkan tubuh Tantenya, "Tante, udah dong, bisa pecah ntar memiawku!! Ah . sadis deh Tante!!" katanya. kita tertawa mendengar kalimatnya, sebab tahu mana mungkin pecah memek nya dengan alat yang mirip kontol ku dan kontol Dika. Lusiana merebahkan tubuh di samping Cinta seraya mencium bibir Cinta dengan lembut. Keduanya berciuman agak lama dan kembali berbaring terlentang berdampingan. saya dan Dika mengambil tempat di samping mereka berdua.

Setelah itu, Lusiana memintaku ngentotin memek nya dengan posisi ia di atas dan saya berbaring di bawah, kemudian ia minta lagi Cinta untuk memakai kontol buatan tadi ke dalam lobang pantatnya lalu meminta kontol suaminya untuk ia lumat habis-habisan. Cinta yang ingin membalas perbuatan Tantenya, nggak menolak. Dengan cepat diikatkanya tali dildo itu dan menyerang lobang pantat Tantenya. Rintihan Lusiana kembali terdengar di sela-sela lumatan bibir dan mulutnya pada kontol suaminya. Dika masih mau diperlakukan demikian beberapa kali, tetapi mungkin karena gak tahan melihat ada memek menganggur, ia kemudian mendekati bagian bawah tubuh kita dan kulihat mengusap-usap pantat Cinta. Lalu ia memasukkan kontol nya ke dalam memek Cinta. Empat tubuh telanjang berkeringat kini saling bertindihan. Dika paling atas ngentot memek Cinta, sementara Cinta dengan dildo-nya mengerjai memek Lusiana, dan saya paling bawah mengerjai lobang pantat Lusiana dengan kontol ku yang tegang terus. Sprey ranjang udah acak-acakan oleh tingkah kita berempat, tapi kita gak peduli lagi pada kerapihan.

Masih dengan napas tersengal-sengal, Cinta membisikkan sesuatu ke telinga Dika. Dika yang udah melepaskan dirinya dari tubuh Cinta, memeluk tubuh istrinya melepaskan lobang pantatnya dari hunjaman kontol ku. Cinta kemudian mendekati saya dan berbisik, "kus, kita kerjai Tante lagi yuk? Sekarang coba masukin kontol kalian berdua ke memiawnya, ntar saya bantu dengan dildo pada lobang pantatnya."

Wah ide yang unik, pikirku sambil mengangguk. Kemudian kuraih tubuh Lusiana, "Ada apa sich kus, saya masih capek sayang!" Tapi penolakanya gak kuhiraukan. Kutarik tubuhnya rebah menelungkup di atas tubuhku sambil menggenggam kontol yang kuarahkan pada memek nya. Dasar memek nya masih merekah, dengan mudahnya kontol ku melesak ke dalam, membuatnya kembali mendesah. gak lama kemudian, Dika mendekati kita dan mengarahkan kontol nya ke dalam memek Lusiana. kontol ku yang masih berada di dalam memek Lusiana, bergesekan dengan kontol Dika yang mulai menyeruak masuk keluar ke dalam. Mata Lusiana yang tadinya sayu mendapat seranganku, membeliak merasakan nikmat akibat dimuati dua kontol pada memek nya. Ia gak kuasa melawan meskipun semula merasa memek nya begitu padat dimasuki dua kontol sekaligus.

Kemudian kulihat Cinta memperbaiki letak dildo yang masih ia kenakan. Lalu dengan hati-hati ia menempatkan dirinya di antar tubuh Dika dan pantat Lusiana. Dika memberikan ruang gerak padanya dengan mencondongkan tubuhnya ke arah belakang dan menahan berat badanya dengan kedua tanganya, sehingga Cinta bebas memasukkan dildo ke dalam lobang pantat Lusiana. saya dan Dika menghentikan gerakan dengan tetap membiarkan kedua kontol kita berada di dalam memek Lusiana. Begitu dildo Cinta masuk ke dalam lobang pantatnya, Dika mulai menggerakkan kontol nya lagi, merasakan gerakan itu, saya mengikuti irama mereka berdua. Rintihan Lusiana meninggi saat dildo Cinta memasuki lobang pantat nya barengan dengan kedua kontol kita. Kututup rintihanya dengan mencium bibir Lusiana. Ia memagut bibirku dengan kuat, bahkan sempat menggigit bibirku dan mengisap lidahku kuat-kuat. Mungkin pengaruh desakan dua kontol sekaligus pada memek nya dan kontol buatan pada lobang pantatnya, membuat Lusiana melayang-layang mencapai puncak kenikmatan yang lain dari biasanya.

Ia nggak lagi mengerang atau mendesah, melainkan merintih-rintih dan bahkan sesekali menjerit kuat. "Auuuh .. ooh .. gila ... kalian bertiga benar-benar gila! Uuuukh ... sh ... akkkkh ..." rintihnya sambil menggeliat-geliatkan tubuhnya menerima serangkan kita bertiga. Pagutan bibirku menutup rintihanya dengan lilitan lidah yang menjulur memasuki rongga mulutnya. Cinta merapatkan tubuhnya ke punggung Tantenya dan kedua tanganya bergerak meremas-remas kedua toket Tantenya. Lusiana merintih menikmati serangan di sekujur tubuhnya terutama pada bagian-bagian vitalnya. Entah udah berapa puluh kali kontol ku dan kontol Dika bergerak masuk keluar memek Lusiana dan lobang pantatnya dirojok dildo Cinta. Sementara kedua tangan Dika masih menyangga tubuhnya, ia gak bisa berbuat apa-apa meskipun kulihat beberapa kali mencoba meraih punggung Cinta untuk meremas-remas kedua toket nya dari belakang, tapi posisinya nggak menguntungkan. Ia kemudian memusaatkan pikiran pada gerakan kontol nya yang tambah cepat kurasakan bergesekan dengan kontol ku di dalam memek Lusiana yang udah tambah becek.

Rintihan Lusiana tambah tinggi berubah menjadi jeritan. Ia memiawik-mekik nikmat, ketika mencapai orgasme. Dika menyusul menghentakkan kontol nya kuat-kuat ke dalam memek istrinya, tapi kedua tangan Lusiana menahan pantat suaminya, agar tetap melabuhkan kontol nya di dalam memek nya. Ia seakan nggak rela kontol kita keluar dari memek nya, meskipun ia udah orgasme. gak lama kemudian, suaminya menyerah, mencabut kontol nya.

saya masih bertahan dan meminta Cinta berbaring dengan Tantenya terlentang di atas tubuhnya dan dildo yang dipakainya ia masukkan ke lobang pantat Lusiana, sementara saya menancapkan kontol ku ke memek Lusiana. Meskipun Cinta berada di bawah tubuh Tantenya, tubuh Lusiana kupegangi agar nggak membebani Cinta. Kuraih pundaknya agar merapat ke tubuhku. Tangan Lusiana bermain di kedua toket Cinta sambil menikmati hunjaman dildo Cinta pada lobang bool nya dan kontol ku pada memek nya yang barusan udah mencapai kenikmatan. Dika berbaring di sisi Cinta sambil membantu Lusiana membelai dan meremas-remas toket Cinta dan sesekali mencium bibir Cinta. Tangan Dika bermain di bagian bawah tubuh Cinta, rupanya ia mengorek-ngorek memek Cinta, hingga gadis itu nggak cuma menancapkan dildo ke memek Tantenya, tetapi juga menaiki anak tangga kepuasan oleh permainan tangan Dika.

Cinta menggeliat-geliat di bawah dengan dildo­-nya menancap dengan dalam pada memek Lusiana, sambil menikmati ulah jari-jari Dika pada memek nya. Rintihan Cinta tambah kuat bercampur dengan jeritan Lusiana yang kuserang habis-habisan dengan gerakan sekuat-kuatnya dan sedalam-dalamnya membenamkan kontol ku ke dalam memek nya. Ia menjerit-jerit seperti waktu kontol suaminya bareng kontol ku masih berada di memek nya. kontol ku kupegangi dan kutekan kanann kiri merambah, mengeksplorasi dinding memek nya dan menarik tanganku hingga kontol ku masuk hingga pangkalnya. Jari-jariku mencari itil nya dan membelai-belainya sedemikian rupa hingga ia gak berhenti memiawik.

Sekujur tubuh Lusiana bersimbah peluh dan kuperhatikan ada tetesan air keluar dari matanya turun ke pipi. Rupanya saking nikmatnya multiorgasme yang ia rasakan, tanpa terasa air matanya menetes. Tentu aja air mata bahagia. Kukecup kelopak matanya menciumi air matanya dan bibirku turun ke bibirnya, melakukan kecupan yang liar dan panas.

"oooggggh ... Markuuuss ... Uuuh ... ssh .. Cintaa .. nikmatnyaah .. ah!!!" teriakanya terdengar begitu kuat sambil menekankan memek nya kuat-kuat ke kontol ku.

Seperti biasanya kalau ia mencapai orgasme yang luar biasa, air seninya ikut muncrat barengan dengan cairan memek nya. Semprotan cairanya membasahi kontol ku, sela-sela paha Cinta dan sprey di bawah kita. Mulutnya menolak mulutku dan menggigit pundakku hingga terasa giginya menghunjam agak perih di kulitku.

Dari bawah kulihat Cinta juga tambah kuat menekan dildo ke lobang pantat Lusiana. Cinta pun merintih, "Tanteeeee ... saya .. juga dapeetttt nicch ... oh, jari-jarimu lincah benar ommmm ..." pujianya keluar memuji perbuatan Dika terhadap dirinya. Dika mencium bibir Cinta dan mengelus-elus toket nya.

Pesta seks dengan memek istri, keponakan dan suaminya

Pesta seks dengan memek istri, keponakan dan suaminya, orgy party, cewek toket besar
Klik foto untuk memperbesar gambar

Terakhir, saya menghentakkan kontol ku sedalam-dalamnya ke lobang memek nya dan sambil mendesah nikmat, muncratlah peju ku memasuki memek Lusiana. Kutarik tubuh Lusiana berbaring di atas tubuhku yang berbaring terlentang, sedangkan Cinta memeluk Dika yang menindih tubuhnya sambil terus berciuman dan memasukkan jari-jarinya sedalam-dalamnya ke dalam memek Cinta yang pahanya udah merapat satu sama lain dan menjepit jari-jari dan tangan Dika dengan kuatnya.

Napas Lusiana, Cinta dan saya yang terengah-engah tambah mereda sambil mencari posisi yang enak untuk berbaring. Kuamati toket kedua perempuan itu udah merah di sana-sini, akibat ciuman dan gigitan Dika, saya dan mereka berdua satu sama lain. Pundakku yang perih akibat gigitan Lusiana tadi, diciuminya dengan lembut seraya minta maf, "kus, maf ya, jadi kejam gini sama kamu, abis nggak tau lagi sih mau ngapain. Yah udah, pundakmu jadi sasaran mulut dan gigiku." Kuelus-elus rambutnya sambil berkata, "gak apa, sayang. Ntar juga cepat sembuh koq, apalagi udah kau obati dengan ludahmu."

Setelah itu, kita berempat terbaring nyenyak setelah beberapa jam main gak henti-hentinya. kita baru bangun ketika matahari udah naik tinggi dan jarum jam dinding menunjuk pukul 11.00 WIB. kita mandi berempat di kamar mandi. Bathtub yang biasanya cuma dimuati satu atau dua tubuh orang dewasa, kini menampung tubuh kita berempat yang sambil berciuman, menggosok, meraba dan meremas satu sama lain, tetapi karena tenaga kita udah terkuras habis, kita gak main lagi pagi itu. Namun siangnya, usai makan, Cinta sempat memintaku untuk main lagi denganya. Dika dan Lusiana, sambil tertawa-tawa dan memberi komentar, cuma menonton keponakan mereka main denganku di karpet ruang keluarga mereka.

Cinta seolah gak kenal lelah, nggak cukup cuma meminta memek nya kukerjai, tetapi juga lobang pantatnya, baik dengan posisi terlentang dengan kedua kakinya ku kangkang kan kaki nya lebar-lebar sehingga memeknya terlihat menggoda selera seks ku maupun dengan posisi ia nungging memeperlihatkan lobang bool dan memek nya dan semua lobang itu ku entot dari belakang. Jika kuhitung, ada sekitar tiga kali lagi ia orgasme, sementara saya sudah dua kali, tetapi untungnya kontol ku tetap bisa diajak kompromi untuk terus main melayani nafsu seks nya yang tinggi. Tepukan tangan Dika dan Lusiana memuji kekuatan kita berdua mengakhiri ngewe kita berdua yang panas ini, lalu Lusiana membersihkan kontol ku yang dilelehi cairan memek dan lobang pantat Cinta serta peju ku, sedangkan Dika membaringkan tubuh Cinta di sofa panjang dan membersikan memek nya dengan bibir dan lidahnya. PelayLusianan kedua suami istri itu benar-benar luar biasa terhadap keponakanya, Cinta dan saya.
Pesta seks dengan memek istri, keponakan dan suaminya
Pesta seks dengan memek istri, keponakan dan suaminya, cerita seks , Pesta seks dengan memek istri, keponakan dan suaminya, orgy party, cewek toket besar, kisah porno, kisah sex bokep, sex, Pesta seks dengan memek istri, keponakan dan suaminya

10
205

Tags cerita dewasa paling populer di blog ini: cerita seks, Cerita Dewasa, 17 Tahun, sex, Ngentot, Memek, Istri, selingkuh, Kontol, Entot, Mama, gangbang, tante, threesome, ABG, Binal, sexy, toket, payudara.
Aktifkan javascript lalu tekan F5, untuk membuka halaman
meng-klik link cerita secara normal
dan membuka gambar lebih besar.
Cerita dewasa seks terpanas, update setiap hari cerita terbaru Cerita seks dewasa ngentot memek isteri, perek, bispak.
http://cerita-dewasa-terpanas.blogspot.com