Remes gesek toket istri orang dalam bus

Ketika sore hari saya waktu itu tiba di terminal. Hari ini adalah tepat 4 hari lagi saya akan menikahi Mei, kekasihku yang sudah berpacaran dan bertunangan lebih dari 6 tahun. Hari ini saya akan pulang ke kampung halaman ke tempat kelahiranku untuk bertemu dan meminta restu dengan keluarga.

Hidupku sungguh berkecukupan. pas setelah saya lulus dari kuliah, saya mendapatkan kerja yang cukup nyaman di sebuah perusahaan telekomunikasi cukup besr. Mei, calon istriku, kemudian menyusul ke Jakarta dan bekerja di sebuah bank swasta. Perjalanan kisah asmra kita bisa dibilang sangat baik dan berjalan normal. hidup ku memang cukup baik. saya pun bukan orang yang aneh-aneh.

saya beranjak di tengah kerumunan calo-calo untuk mencari busku. Sumber Alam. Langgananku selama 2 tahun terakhir.

saya duduk menunggu. Asap bus benar-benar menyesakkan. saya merasakan diriku sesak napas. dari dulu memang saya nggak pernah suka keramaian dan kesesakan Jakarta. Tapi kepepet sih, mesti cari nasi.

gak lama kemudian bis itu datang juga. saya bergegas naik. dua tempat duduk. saya sengaja mencari tempat duduk persis di bawah AC. Biar bisa tidur lelap. saya segera menutup mata. Mengurangi kebisingan akibat lalu lalang orang mencari tempat duduk.

"Mas, mas, maaf ...," ada suara merdu rupanya. saya membuka mataku.
"Maaf, apa boleh tukeran sama suami saya? Suami saya dapat tiket tempat duduk di seberang. Soalnya beli tiketnya baru aja tadi."

saya melihat ibu yang menyapa tadi. Kemudian melihat suaminya yang tersenyum mengangguk kepadaku di seberang kursi kita, menggendong anak yang kira-kira berusia 5 tahun.

"Aduh, bu, maaf, bukannya saya nggak mau, cuman memang saya sengaja memilih tempat di bawah AC ini bu. Maaf ya," jawabku agak keberatan. Bukannya apa-apa, tapi saya paling nggak suka diganggu dengan masalah orang yang telat membeli tiket seperti pasangan ini.

Ibu itu cemberut. "Ya sudahlah pa, kita ngalah aja. saya duduk di sampingnya mas ini aja."

Whatever. saya kembali menutup mataku.

Perjalanan ini sesungguhnya bakal menyenangkan, jika nggak mesti ngedenger rengekan anak 5 tahun sepertinya yang nggak pernah diam itu. Belum lagi suara ibu-ibu di sebelahku ini, yang ya ampun, cerewetnya.

Hujan mulai turun. Airnya menetes membentuk alur di kaca jendelaku. Masih terjebak di Cawang. Sial.

Untung Cikampek nggak macet. Kendaraan mulai menderu, bertambah cepat. Kulihat tebaran warna hijau ditimpali air hujan yang begitu deras di sebelah kiri jalan tol. Suara air hujan menderu keras sekali di atas atap. Orang-orang udah mulai menampakkan kantuk, dan sepertinya suasana menjadi begitu sepi. Uh, begitu romantis. jika aja Mei di sebelah saya, pasti kepalanya udah bersandar di bahuku, dan tangannya memeluk lenganku. jika aja ....

saya memandang ke samping. Ibu itu kini sedang sibuk memberikan makan kepada anaknya. Si bapak sedang sibuk dengan PDAnya. Tipikal keluarga Jakarta, berumur di akhir 30an dan baru aja mempunyai anak. Tampaknya keluarga berada. Tapi ngapain naik bis ya? Ah, peduli amat.

saya kembali menutup mataku. Hari berangsur gelap.

"Pengumuman, bapak ibu. Mohon maaf bahwa ada kerusakan teknis yang menyebabkan lampu tidur nggak dapat menyala," kata kenek bus itu mengagetkan saya.

"huuuuu," para penumpang menyahut serentak. Sip. saya paling nggak suka lampu tidur yang remang remang. saya paling suka gelap. Tidurku pasti nyenyak malam ini. Perjalanan yang panjang menuju Yogyakarta.

saya melirik jamku. Jam 9 malam. Semua orang tampaknya udah terlelap. nggak terkecuali ibu dan anak di sebelah saya. Bus tadi baru aja berhenti di tempat makan. Orang-orang makan malam dan ke belakang. Pasti mereka kekenyangan, dan acara yang paling menyenangkan setelah makan adalah tidur. Hujan masih turun, rintik-rintik. saya melanjutkan tidurku.

nggak berapa lama saya terlelap, saya merasakan kaki anak di sebelahku menyentuh kakiku. Sialan. Itu Artinya sepatu anak itu kena celanaku. saya menggeser-geserkan kakiku agar kaki anak itu nggak menekan celanaku. Tentu aja dengan mata terpejam. nggak disangka, kaki itu balas menggesek. Eee, kurang ajar. saya segera membuka mataku untuk menegur orang tuanya. saya terkejut.

Ternyata itu bukan kaki anak kecil. Itu kaki orang dewasa. Kaki ibu itu. Si anak ternyata udah nggak ada di pangkuan dia. Kemungkinan ada di pangkuan si bapak. saya segera menutup mataku, pura-pura tidur. Perasaanku mengatakan ada sesuatu yang lain yang akan terjadi. saya kembali menggesekkan kakiku, menunggu responsnya. Dan ibu itu balas menggesek. saya sedikit membuka mataku. Kilatan cahaya dari luar bus memberikan sedikit penglihatan mengenai ibu di sebelah saya. Matanya juga terpejam ternyata.

dengan cepat ibu itu menggeser sedikit badan nya. Ya, kearahku. kita berdua menjadi duduk berdempetan. Sisi samping kananku menempel pada bagian kiri badan nya. Harum rambut dan parfumnya mulai merasuki hidungku. saya mulai terangsang.

saya mencoba untuk lebih berani. badan ku saya condongkan sedikit ke depan, dan kemudian saya bergeser ke arahnya. Sehingga posisi saat itu, lenganku pas di depan susu nya. badan itu diam aja. tangan ku kemudian ku tekan sedikit ke belakang, sehingga saya bisa merasakan sesuatu yang begitu empuk. Ya, payudara nya. Payudaranya besar. saya bisa merasakan volumenya ketika lenganku menggeseknya. Dan sangat empuk. Sikuku kemudian membuat gerakan melingkar di dadanya. Pelan sekali, sikuku bergerak. saya nggak mau membuat ia berpikir macam-macam dan kemudian menamparku.

badan itu diam aja. Kulirik matanya. masih terpejam. Tapi saya mendengar dia menghela napas. Jadi ia terangsang. saya? sangat terangsang. saya merasakan dadaku berdentum-dentum. Kepalaku berputar-putar karena aliran darah yang sangat cepat ke otakku. saya bisa mendengar degup jantungku di telingaku sendiri. saya akan melakukan perbuatan ini tepat 4 hari sebelum saya menikah. Tapi perasaan itu, nafsu seks dan sensainya benar-benar membuat saya nggak tahan .....

tangan saya terdiam gak lama dari kegiatan menggesek dada besar nya. Yang lebih mengejutkan lagi, tangan ibu itu mulai mengelus pahaku. ya, pahaku yang dibalut celana panjang kain warna coklat. Tangannya dengan sangat pelan mengelus kakiku dari mulai pangkal paha hingga atas lutut. saya gemetar. Sangat gemetar. saya nggak tahan ......

Sekarang posisiku berubah. saya membuka tas dan mengambil sweater. saya udah memakai jaket tentu aja, karena saya tidur di bawah AC. tapi sweater tadi untuk maksud lain. Sweater tadi kemudian saya tutupkan di atas dadaku, dan kemudian tanganku kulipat. Apabila dililhat dari jauh, seperti orang yang tangannya kedinginan karena AC. Tapi bukan itu alasannya. saya beringsut lagi mendekati badan nya. Tangan ibu itu masih mengelus pahaku. kita berpandangan gak terlalu lama. Lucunya, setelah itu kita berdua bersandar pada tempat duduk kita dengan mata terpejam. Tanganku mulai beraksi. Tangan kiriku yang tadi dilipat mulai bergerak ke arah dadanya. Sangat pelan. Tangan itu mulai menyusuri payudara sexy yang tertutup kain, mulai dari tepi. saya sangat menghayati momen itu. Pelan-pelan kuelus bukit indah itu, dari tepi ke kanan. Sedikit ku remas, tapi nggak banyak. saya nggak mau menyakiti bukit indah itu. Sungguh, ibu itu mempunyai dada yang sempurna. Besar, dan sangat kenyal. saya merasakan bahwa dia memakai BH yang berenda. saya membayangkan bentuknya. Mungkin warnanya hitam. Atau merah. Dan rendanya sedikit tembus pandang. Mungkin cupnya cuma setengah. Mungkin cupnya nggak bisa menahan volume payudara sebesar itu. Oooh, saya semakin terangsang.

Ibu itu mengenakan baju jeans terusan dengan bawahan rok dengan kancing dari dada hingga di lutut. Kain jeansnya untungnya kain yang lemas, sehingga saya bisa merasakan tekstur renda BHnya. Sangat merangsang. saya melirik sedikit ke arah dia. Dia masih terus mengelus pahaku. saya nggak sabar. Tangan kananku yang nganggur kemudian memimpin tangannya ke kontol ku yang udah tegang. Aha, dia mengerti. Kemudian dia berlanjut mengelus batang kontol ku dengan jari telunjuk dan jempolnya yang tercetak jelas di dalam celanaku. OOoh, mantab.

"Besar .....," desisnya. Matanya tetap terpejam. Mataku juga.

saya lalu teris melanjutkan kenakalanku. Kali ini, dua kancing pas di depan dada besar itu saya buka. Dengan susah payah. Pernah membayangkan membuka kancing-kancing besar pada kain jeans? Yup, susah sekali. Akhirnya dia turun tangan. Tangannya kanannya membantuku membukanya.

Tanganku kemudian masuk pelahan ke dalam bajunya, untuk merasakan keindahan payudara di baliknya. Bayanganku memang menjadi kenyataan. BH setengah cukup yang terlalu kecil, dengan renda yang sangat merangsang. saya suka sekali renda, terutama apabila renda itu ada di tempat yang pas. BH dan celana dalam. saya kembali mengelus dadanya. SEkarang saya sedikit meremasnya. Sensasinya benar-benar luar biasa. Dia mendesis. Kepalaku berdentum-dentum. Jantungku berdebar sangat keras.

"Buka," bisikku lirih. Mungkin nggak terdengar. Tapi saya nggak mau mengambil resiko terdengar. Apalagi oleh suaminya yang hanya duduk 50 cm di seberangnya. Ternyata dia ngedenger. Dia berhenti mengelus kontol ku, membungkukkan sedikit badannya, dan kemudian berusaha melepas kait BHnya di belakang. Agak lama dia membukanya. Selagi dia membuka BHnya, pelahan saya menarik ritsleting celanaku ke bawah. Pelaaan sekali. Setelah itu, saya memelorotkan celana dalamku. nggak melorot sih sebenarnya. Cuman mengaitkan kolornya ke bagian bawah kontol ku. nggak nyaman memang. Tapi sekarang kontol ku bisa bebas mengacung menunjuk langit. Menanti elusannya.

Sepertinya kait BHnya udah lepas. Tangan dia sepertinya cerdas, kembali mencari sasarannya yang tadi lepas. Dan dia nggak kaget, kali ini kontol ku udah tegak menjulang, keluar dari celana. Kemudian dia seperti terkejut dan kemudian menarik tangannya dan kemudian melipatnya di depan dada. Pura-pura tidur, sembari menutupi dua kancing dadanya yang udah terbuka lebar.

Sial. ada orang mau ke toilet. dia berjalan melangkah dari depan. Untung saya ada sweater yang bisa menutupi kontol yang ngaceng ini. Aah, seorang cewek. Bakalan lama nih. Jantungku berdegup keras.

Lama sekali orang itu di toilet. saya mulai nggak sabar. kontol ku udah mulai menyusut. ya iyalah, baru juga pemanasan. Kepotong deh. ....

Akhirnya cewek itu lewat juga di di samping kita. Uuuh, lega. Tangan ibu itu mulai duluan, menyusup di bawah sweater, mencari "adikku" yang mulai tegang lagi. hmmm. Tangannya sungguh mulus, dan sentuhannya, benar-benar nikmat. Dia tahu betul cara merangsang kontol dengan sentuhan. Sentuhan itu ringan, seperti melayang. Dia nggak meremas, atau menggosok terlalu keras. semuanya serba ringan dan melayang. Dan itu membuatku melayang.

Tanganku juga nggak mau kalah, seperti mempunyai mata sendiri yang bergerak mencari sasarannya. Si bukit kembar yang kenyal. Dan tangan itu menemukan sasarannya. Dada itu benar-benar lembut. Mulus gak bercela. saya meresapi setiap jengkal usapan tanganku di payudaranya nya. Meremas pangkal dadanya. Memilin putingnya. Putingnya. Putingnya runcing, ukurannya luar biasa, sepanjang buku jari telunjukku. Dan keras. Sangat keras. Sperti kontol kecil. saya memilinnya. lagi. Dan dia mendesis.

"jangan keras-keras," bisiknya sangat lirih. saya mengerti. saya meremas, memilin, mengelus tanpa henti. Benar-benar nikmat.


Tapi tetap ada yang kurang. kita berdua nggak terpuaskan. kontol ku tetap tegang luar biasa. Dan rasanya mulai sakit sekarang. berdenyut-denyut ga karuan. Tangannya masih tetap mengelus kontol ku, tapi sungguh, tangan itu nggak mampu membuat saya nikmat terus-menerus. Dia mengerti hal itu.

"Ke bawah ....," bisiknya sembari mengarahkan tanganku yang tadi ada di dadanya ke arah bawah. saya langsung tanggap. Tanganku berubah posisi, mengelus pahanya yang tertutup kain jeans. nggak berasa memang. Tapi dari gerakan badan nya saya tahu, dia sangat terangsang. Dia berulangkali menggerakkan badan nya, seolah menikmati betul elusan tanganku di pahanya. Pelan-pelan saya naik sedikit ke atas, pas di gundukan di bawah pusar itu. Dia menahan tanganku.

"Jangan ... "

saya nekat.

"Jangan ..." Ok. saya turuti. saya kembali mengelus pahanya. Kali ini tanganku lebih berani. Kupegang ujung roknya dan kunaikkan sedikit ke atas. Dia nggak menolak. saya kembali mengelus pahanya. Hhhm, sungguh mulus. Benar-benar mulus. saya merasakan bulu-bulu halus di telapak tanganku. Dia terengah-engah. Tangannya sejak dari tadi berhenti mengelus kontol ku. gak apa. lebih baik begitu daripada menyiksa "adikku" yang udah tegang luar biasa.

saya tiba-tiba menghentikan elusanku dan menarik tanganku. Kemudian memandang ke arah dia. Matanya bertanya. Menanyakan mengapa saya menghentikan itu.

"saya mau itu," bisikku mendekat di telinganya, sembari menunjuk ke arah gundukan tempat memek nya berada.

Dia menggeleng. saya kemudian berpura-pura tidur. Memejamkan mata.

Lama sekali. Mungkin 5 menit, mungkin kurang dari itu. Tangannya menarik tanganku dan mengarahkannya ke tempat yang saya inginkan. Hehehehe, saya menang. Dia nggak tahan. Tanganku udah berada pas di atas gundukan itu. Dia membuka kancing bajunya pas didaerah itu. Tanganku bergerak mencari celana dalamnya. Dan aku dapat.

Jelas, ini sutra. Atau Satin? saya nggak peduli. bahan kain celana dalamnya halus sekali. saya merabanya. memastikan. Terus ke bawah, dan kutemukan apa yang kucari. Sesuatu itu udah basah. Pasti basah, karena saya merasakannya dengan tanganku. Tanganku berhenti di situ. Merasakan bentuknya. Sedikit bergelombang. saya merasakan lipatan vertikal. Bulu-bulu halus di daerah situ. Cukup tebal. dan sangat basah. saya tersenyum kembali. Penuh kemenangan. Jari tengahku kemudian mengelus lipatan basah itu. Pelan, tapi sedikit menekan. Dia mendesis. Oh nggak. Dia melenguh. Tetap memejamkan matanya.

saya makin berani. Celana itu saya pegang elastisnya. dan saya turunkan ke bawah. Dia memegang tanganku. saya tetap berkeras. Dia menyerah.

Kembali jari tengahku mencari tempat tadi. Jari itu mencari sumber kenikmatan dari seorang cewek. Sebuah kontol kecil yang udah amat basah. saya menggoyangnya pelan dengan jariku. lalu mengelusnya. lalu menekannya. badan nya menegang.

saya kembali mengelusnya. Pelan dan sedikit menekan. Pelan dan sedikit menekan. Tempat itu terasa lebih basah daripada sebelumnya. Jariku masuk lebih ke dalam. Merasakan lipatan lain di dalam yang sangat basah. Benar-benar basah. Rongga itu seperti nggak berujung. Kemudian jariku kugerakkan. ke dalam dan ke luar. Berulangkali.

Aha, saya merasakan jariku seperti tersedot ke dalam. Ada sesuatu yang mencengkeram. Dan rasa itu kembali membuatku terangsang. saya terus menggerakkan jariku. Semakin cepat. Tiba-tiba jariku seperti ditumpahi cairan hangat. kental. Dia terengah-engah. badan nya menegang. Kali ini cukup lama. saya terus menggerakkan jariku. Dia kemudian menahan tanganku. saya menurut. saya memandangnya.

Matanya terpejam. Seperti menghayati sesuatu. Mungkin orgasme. Dadanya naik turun, terengah-engah seperti habis lari kencang. Kancing masih terbuka.

"Apa kau ..?"
"Ya ... . Luar biasa ...," bisiknya, memandang kepadaku. Oooh, senyumnya manis sekali. Matanya yang bulat besar memantulkan kilatan cahaya neon di luar bus.

Dia memandang ke bawah badan ku.
"Kasihan ya,..." senyumnya menunjuk ke "adikku". Ya iyalah. "adikku" tidur nyenyak sementara dia sendiri terpuaskan. Paling nggak dengan jariku.

"ga papa ..."
kita berdua terdiam. Menghayati momen-momen gila tadi. Kedua mata terpejam. Hawa dingin AC menyergap. saya melirik jamku. 2 dinihari. Dan kemudian bus berhenti. cukup lama. Orang-orang sepertinya nggak peduli. tetap mereka tertidur nyenyak, padahal AC mati.

saya memandang "partner"ku. Matanya terpejam. Bajunya udah dikancingkan. Lengkap. saya pun bergerak membetulkan celanaku.

"Jangan ....," katanya sembari menahan tanganku yang hendak menarik ritsleting. Oh, dia ternyata melirikku. Ok. saya menurut. saya ingin tahu apa yang ingin dia lakukan. saya hanya menutupnya kembali dengan sweater. Temperatur udara dalam bis mulai panas. Keringatku mulai menetes dari kening.

Akhirnya bus berjalan. AC mulai berhembus lagi. Sejuk. saya memejamkan mata lagi.

"Buka matamu, awasin ...."

saya nggak mengerti. saya membuka mataku. Tiba-tiba dia membungkuk.

Gilaaaa. saya merasakan bibir mungilnya menyentuh kepala "adikku". Ringan sekali. saya mengerti maksudnya. Mengawasi sekeliling supaya nggak ada seseorang pun memergoki aksi gila ini. kontol ku mulai hidup lagi. Gila mungkin, tapi aduuuh, memang nikmat. Kurasakan bibirnya mulai menciumi kepala kontol ku. Ohh, bibirnya mulai membuka dan memasukkan kepala kontol ku ke mulutnya. kontol ku mulai masuk ke dalam mulutnya. Dan pelan-pelan mulut itu mulai menghisap. Adduh, sakit.

Remes gesek toket istri orang dalam bus

Remes gesek toket istri orang dalam bus cerita seks grepe memek, kontol ngaceng
Klik foto untuk memperbesar gambar

"Jangan keras-keras ...," saya berbisik sembari membelai rambutnya. Membelai rambutnya? iya, seperti layaknya pacar aja. Dia kembali melanjutkan kulumannya. Kali ini pelan-pelan. Naik turun. Naik turun. Nikmat gak terkira.

Tampaknya dia udah sering melakukan ini. Mulutnya bagaikan sebuah mesin handal perangsang kontol . Setelah selesai menghisap, dia berhenti sejenak, dan kemudian menjilat bagian bawah kepala kontol ku. nggak cuma menjilat, lidahnya juga bergetar ketika bergerak menyusuri daging itu.

"Ooohhh ..," kali ini saya terpaksa mesti melenguh. Ini nikmat sekali. Dia tahu sekali kelemahan "adikku". Bagian itu kemudian digigitnya dengan bibirnya. Siall, makin nikmat. Lagi-lagi digigitnya dengan bibirnya. jika begini saya udah pasti gak tahan. Gelliiii.

Kemudian mulutnya kembali mengulum. Naik turun. Yang saya heran, kontol ku bisa masuk semua ke mulutnya. Wooa, sensasinya benar-benar luar biasa. Telaten sekali dia. Mulutnya kemudian berpindah ke .... bolaku. Menciumnya beberapa saat, kiri dan kanan, dan kemudian memasukkannya ke dalam mulutnya. Ohhhh..... . Ketika mengulum bolaku, kurasakan lidahnya menari-nari di dalam mulutnya.

saya yang ga telaten. Kurasakan nikmatku semakin memuncak. nggak tahan lagiiiiiiiii .....

"saya mau ...."

Mulutnya berpindah ke kepala kontol ku. Mengulumnya lagi. naik turun. Tangannya mengocok pangkal kontol ku. Pelan tapi erat.

"Aaaahhhhh ..."

Ujung kontol ku berkedut. Sekali. Kurasakan aliran sperma ke mulutnya. Dua kali. Tiga kali. Empat kali. Selama itu pula mulutnya tetap mencengkeram kepala kontol ku. saya ejakulasi. Di dalam mulut seorang ibu. Orang asing. saya bahkan nggak tahu namanya.

Dia memandangku. Tatapan itu ....

"Makasih ....," hanya itu yang terlontar dari mulutku. Dia bangkit, kemudian tersenyum kepadaku. Sekilas kulihat bekas sperma di pinggir bibirnya. saya mengangkat tanganku, membersihkannya.

kita berdua terpejam.

Pagi menjelang. Orang-orang udah sibuk ngobrol. Isi bus kembali ramai. saya? masih terlelap. Atau pura-pura? Setelah kejadian malam tadi, saya sama sekali nggak berani untuk menatap ibu di sebelah saya. Bahkan mengajak bicara pun nggak berani. Kurasa dia juga begitu. Kudengar dia sibuk dengan anaknya, sembari bicara dengan suaminya seolah-olah nggak pernah terjadi apa-apa antara saya dan dia. Sepanjang jalan ku membuang muka, menatap pemandangan di luar jendela bus.

Pesta bujanganku kurasa.

Pukul 6.30. Orang-orang udah mulai turun bus di Sedayu. Artinya gak lama lagi masuk kota. Keluarga di sebelah saya bangkit. Oh, mereka mau turun.

"Mas, duluan, mas ...," kata suaminya ramah, ditimpali ibu itu. saya terpaksa menoleh ke arah mereka. Baru kusadari sekarang. Ibu itu sangat manis. saya merasa berterimakasih padanya.

"Oiya, monggo monggo," sahutku.

Mereka turun dari bus. Bus semakin sepi mendekati terminal Giwangan. Ada secarik kertas kecil di bekas tempat duduk ibu tadi. saya memungutnya. Penasaran. ternyata di kertas itu tertulis nama ibu dan no telepon y...wah ada kesempatan lagi ni he..he2..
Remes gesek toket istri orang dalam bus
Remes gesek toket istri orang dalam bus , cerita seks , Remes gesek toket istri orang dalam bus cerita seks grepe memek, kontol ngaceng, kisah porno, kisah sex bokep, sex, Remes gesek toket istri orang dalam bus

10
205

Tags cerita dewasa paling populer di blog ini: cerita seks, Cerita Dewasa, 17 Tahun, sex, Ngentot, Memek, Istri, selingkuh, Kontol, Entot, Mama, gangbang, tante, threesome, ABG, Binal, sexy, toket, payudara.
Aktifkan javascript lalu tekan F5, untuk membuka halaman
meng-klik link cerita secara normal
dan membuka gambar lebih besar.
Cerita dewasa seks terpanas, update setiap hari cerita terbaru Cerita seks dewasa ngentot memek isteri, perek, bispak.
http://cerita-dewasa-terpanas.blogspot.com