Suamiku menikmati melihat memek ku dientot banyak kontol besar

Kehadiran Dendi bisa mengembalikan perasaanku dan romantisme yg dahulu aku pernah mencintainya. meskipun dia cuma sebentar saja liburan di sini, akan tetapi saya sangat senang sekali dengan kehadirannya. Kepulangan dia ke tempatku membuatku merindukannya, perasaan kehilangan cukup membebaniku. seharusnya saya sudah melupakan dia karena dia hanya masa lalu saya, dan kini saya udah punya keluarga sendiri, hidup saya pun bisa dikata berkecukupan. saya pergi meninggalkan kampung halaman untuk pargi ke negri orang, disini saya menemukan suamiku, Jonny, yg begitu mencintaiku dengan sepenuhnya.


saya mempunyai seorang anak cewek yg hingga sekarang saya ngga tahu siapa ayah kandungnya. Namun sebelum bertemu dgn Jonny, cukup banyak kisah pilu yg saya alami. Kini saya udah ngelupain dan memulai hidup baru dgn Jonny, namun kedatangan Dendi beberapa hari lalu kembali membuka kisah masa laluku.

Sebenarnya saya ngga begitu mencintai Jonny, namun krn dia selalu perhatian denganku akhirnya saya menerima untuk menikahinya. dia juga menyayangi anakku. Namun hingga hari ini saya ngga pernah tahu apa bisnisnya. dia selalu pulang dgn pakaian rapi, mengenakan jas dan dasi, turun dari mobil kelas mahal dgn dibawa sopir pribadi. dia juga enggan menceritakannya, namun tiap malam dia selalu terlihat stress, percintaan kita di atas ranjang selalu dgn perlakuan kasar. dia mungkin memang seorang yg hyperseks, namun saya sebagai istrinya mesti mengerti dan memenuhi apa kemauannya. Tiap malam perasaan tersiksa sebenarnya selalu saya alami, bagaimana ngga, Jonny selalu berlaku kasar jika berhubungan seks, selain hardcore, dia juga menyukai gaya bondage. saya kadang berpikir nasib ku yg begitu jelek, krn selalu diperlakukan kasar sejak dulu, sehingga ngga heran saya merindukan hubungan seks yg alami atau softcore.

'KRIIINNNGGGG...' tiba-tiba suara telepon rumah berbunyi, saya pun dgn cepat menuju arah telepon dan mengangkatnya. "Nes, prepare foods, coz my frens want come to home later...". "Oke...", jawabku. Tumben sekali Jonny mengajak temannya datang ke rumah. udah beberapa tahun hidup dengannya, baru kali ini dia mengajak temannya makan di rumah. saya pun dgn cepat beranjak menuju dapur untuk menyiapkan makanan, agar nanti suamiku pulang, masakanku udah siap dinikmati. saya pun mengajak pembantu rumah tangga kita untuk membantu agar cepat menyelesaikan tugas yg dipesankan Jonny.

Suasana udah mulai sore, biasanya jam begini Jonny udah pulang. Sesuai perkiraan ku, gak lama menunggu Jonny pun pulang, untungnya masakanku udah siap, meski ngga begitu mewah, namun cukup banyak pilihan menu yg saya siapkan. Jonny masuk ke rumah langsung menuju ruang makan kita. dia bersama dua orang temannya, mereka hitam sekali, sepertinya keturunan negro, namun pakaian mereka rapi seperti Jonny, memakai jas hitam dgn dasi tersimpul rapi. Mereka terus berbicara ngga tau bahasa apa dan langsung menuju meja makan. Bukan bahasa inggris, bahasa ini cukup aneh, saya sendiri penasaran sekali. saya cuma sedikit menguasai bahasa inggris, gak heran kadang Jonny juga menggunakan bahasa melayu agar mempermudah komunikasi kita.

"She's my wife, her name's Agnes...", tiba-tiba Jonny berbicara dalam bahasa inggris untuk memperkenalkan saya ke teman-temannya. "Woo, so beauty...", kata seorang temannya sembari tersenyum menampakkan giginya yg terlihat putih dibalik wajahnya yg hitam. Somad dan Kamil nama mereka, seperti nama orang Timur, dugaanku mungkin mereka dari timur tengah? Sosok mereka kurang lebih sama, postur tubuh mereka tinggi besar, namun kulit mereka hitam dan berkepala plontos.
ngga menunggu lama, Jonny langsung mengajak mereka makan bersama. saya sedikit gugup makan satu meja bersama mereka, krn saya ngga tahu apakah mereka cuma sekedar teman, atau mitra kerja Jonny. sembari makan mereka masih terus berbicara, ngga tau apa yg dibahas mereka, namun sedikit ngga nyaman bagiku, krn sebentar-bentar mereka melirik ke arahku. Firasatku malah menjadi ngga enak ketika mereka berdua tertawa terbahak-bahak, ngga tau apa yg membuat mereka ketawa, apakah Jonny menceritakan kisah lucu atau apa, saya kurang tahu. Nafsu makan ku pun mulai hilang, saya pun kemudian minta ijin kepada Jonny untuk kembali ke kamarku. Namun Jonny sedikit tersinggung, dia malah ngoceh terhadapku seolah-olah saya ngga menghargai teman-temannya. Setelah ku jelaskan dgn sedikit kebohongan bahwa saya kurang enak badan, akhirnya saya pun diperbolehkan meninggalkan ruangan makan.
saya pun langsung menghempaskan tubuhku di atas kasur, sedikit capek juga krn menyiapkan makanan yg lumayan banyak. Ranjangku dgn Jonny yg menjadi saksi bisu akan percintaan kasar kita ini sunggub terasa empuk. Ku pandangi ke arah kanan, lemari pakaian Jonny terbuka sedikit, saya pun bangkit untuk mencoba menutupnya. Pakaian Jonny tergantung rapi dan harum, saya jarang sekali membuka lemarinya, krn Jonny yg selalu mengurusnya, bahkan mencuci dan mensetrika pakaiannya dilakukan oleh pembantu rumah tangga kita. Ternyata pintu lemarinya gak tertutup rapat krn terganjal sesuatu, saat ku cek di bawah tumpukan bajunya ternyata ada sebuah buku tebal yg sedikit tertarik keluar menahan tertutupnya pintu.

saya mengambil buku itu dan ku tutup kembali lemari pakaian Jonny. Ku bawa ke dekat ranjang untuk membacanya sembari tiduran. saya sangat penasaran dgn buku ini, krn tampak sangat seperti sebuah buku harian. saya pun tiduran untuk membacanya, ternyata benar, ini adalah diary milik Jonny. saya ternyata kaget dgn apa yg tertulis di buku itu. Kisah hidupnya tertulis singkat sebelum dia mengenal saya hingga sekarang ini.

saya terdiam membaca tulisannya, dia adalah seorang playboy sebelumnya, bahkan dia juga sering menyewa wanita bayaran untuk memenuhi nafsu birahinya. Hampir tiap malam dia selalu berburu wanita pekerja seks yg mampu dia bayar berapa pun asalkan Jonny senang. saya sedikit penasaran dgn pekerjaannya, uangnya ngga habis-habis meskipun dia selalu main cewek. Jonny ngga menuliskan pekerjaannya di sini, sepertinya dia lebih tertarik menuliskan hubungan percintaannya.

Halaman demi halaman ku buka hingga cerita ketika dia bertemu denganku. saya sedikit kecewa dgn tulisannya, Jonny jatuh cinta pada pandangan pertama krn wajahku yg oriental tampak polos baginya. Dan dia juga bilang ngga sia-sia menikahiku krn saya selalu patuh padanya, serta melayani nafsunya setiap malam meski dgn gaya yg kasar. Ya, Jonny selalu demikian, hubungan seks kita selalu dgn paksaan, saya juga mengerti kalau dia seorang yg maniak sex. Jonny lebih menikmati percintaan kita dgn gaya seperti bondage, saya diikat baik di tangan, di kaki ataupun seluruh tubuhku, kadang saya di ikat di ranjang, di meja, di kursi, bahkan di ikat menggantung ke atas. Bukan cuma itu, Jonny juga menampar pipi, toket , dan pantat ku untuk meningkatkan kepuasan seks nya. Jika udah ngga tahan dgn rintihanku, dia pasti melakban mulutku dgn isolasi atau menyumpalnya dgn celana dalamku. Saking hyperseks nya, dia membeli peralatan seks untuk membantunya, seperti kontol mainan yg berbagai macam tipe dan ukuran.
Membaca tulisannya, saya mengetahui bahwa Jonny juga sadar dgn penyakitnya ini, dia juga menuliskan bahwa dia sebenarnya kasihan dgn penderitaanku terhadap perlakuannya. meskipun kasar begitu, dia sayang denganku. Halaman berikutnya juga menuliskan hubungan seks kita dgn berbagai cara yg tiap malamnya berubah.

Halaman selanjutnya ditulis sangat berantakan, tulisannya cukup kasar seperti orang yg sedang emosi, dan penuh coretan, di sana tertulis dia sedang tersandung masalah hukum. Kini saya mengetahui latar belakang pekerjaannya setelah sekian lama dia merahasiakannya dariku, dia ternyata seorang bandar judi dan bandar narkoba. Di sini disebutkan alamat tempat dia menjadikan markas telah digeledah polisi, semua barang haramnya disita. dia mesti bolak-balik ke kantor polisi untuk membuat laporan yg kian belum tuntas. udah puluhan miliar dia cairkan dana untuk menghindarkannya dari balik jeruji besi. saya hampir menangis membaca penderitaan yg dia alami, kenapa mesti Jonny rahasiakan dariku.

Jonny ngga mau saya mengetahui bisnis haramnya, dia ngga mau saya kecewa dan sedih. Bahkan uang simpanannya udah habis untuk membebaskannya, kini hutangnya menumpuk, dan dia masih merahasiakannya dariku. Wajahnya yg tiap hari tersenyum ternyata merahasiakan masalah sebesar ini. Bahkan tanah, rumah dan kendaraan telah Jonny gadaikan untuk membayar hutang-hutangnya. saya langsung menangis membaca tulisannya ini. gak sempat membaca halaman selanjutnya, saya pun bangkit krn mengingat anak gadis saya yg lagi tidur di kamar sebelah. ngga ada yg saya khawatirkan selain dia, jika Jonny memang jatuh bangkrut, setidaknya saya mesti melakukan sesuatu agar Susan ngga menderita.
Bermaksud ke kamar sebelah untuk melihat Susan, tiba-tiba langkahku terhenti. Belum sempat membuka pintu, tiba-tiba gagang pintu bergerak, seseorang membukanya dari arah luar. "Jonny...", kataku ketika melihat ternyata suamiku yg muncul di balik pintu. Jonny pun masuk kemudian mendekatiku, "Are you oke?" tanya Jonny sembari memegang dahi ku. dia terlihat sungguh perhatian padaku, "I'm fine..." jawabku. Namun niat ku ingin melihat anakku Susan sedikit terganggu dgn munculnya Jonny, gerak-geriknya membuatku penasaran. Jonny mendekati arah lemari, dia mengeluarkan sebuah tas besar dari balik lemari dan dgn cepat memasukkan semua pakaiannya dalam tas itu. Sepertinya Jonny ingin melarikan diri. saya sangat takut dgn keadaan seperti ini, dgn wajah pucat saya pun bertanya, "What are you doing?..". dia cuma sibuk mengemas kopernya tersebut dan lalu berkata, "I must go...". Sungguh keadaan yg sangat menyulitkan, dia masih menyembunyikan kebangkrutannya padaku, dia bilang dia dapat bisnis di luar negeri, dan ini mendadak sekali. Katanya ini adalah tawaran dari Somad dan Kamil, dua pria yg masih sedang asik ngobrol di ruang makan. ngga tau benar atau ngga, kata Jonny ini adalah bisnis besar. Apa ini masih sebuah kebohongan untukku?
Selesai mengemas kopernya dia lalu merapikannya di atas ranjang. Oops, saya kaget krn buku diary Jonny masih tertinggal di ranjang dan belum sempat saya kembalikan ke tempat asalnya. Jonny langsung terdiam melihat buku diary yg ada di atas ranjang kita tersebut. saya ngga berani buka mulut, saya bingung dgn keadaan ini, dan ngga tahu apa yg mesti ku perbuat. Jonny lalu tertunduk dan meneteskan air mata, "Hiks... Hiks... I'm sorry..." dia meminta maaf padaku. saya iba sekali lalu mendekatinya untuk mencoba menghiburnya. Jonny akhirnya menceritakan masalahnya, dia benar-benar bangkrut, bisnis haramnya itu telah hancur, kini dia mesti memperbaiki kehidupan. Ada bisnis besar yg akan merubah nasib kita kata Jonny. Dan kesempatan ini ngga boleh disia-siakan, Jonny mesti dgn cepat berangkat ke luar negeri. saya cuma diam dan menyemangatinya, Jonny pun kembali tersenyum, dadanya kembali membusung tegak, dia berdiri dan mengecup keningku, "Bye honey... See you later...". saya meneteskan air mata krn akan merindukannya beberapa saat, Jonny belum tahu berapa lama bisnis itu akan selesai.

saya ngga mengantarnya keluar, saya cuma merapikan kembali isi lemari yg tadinya berantakan krn Jonny buru-buru mengambil bajunya. Buku diary miliknya pun saya kembalikan ke asalnya. Hmm, semoga Jonny bisa kembali ke jalan yg benar. Padahal tadi saya udah berpikir akan pergi dari sini, paling enggak ya kembali ke kampung halamanku. Tapi Jonny bilang akan dgn cepat melunasi hutangnya dan memintaku untuk bersabar. saya pun berdoa sejenak untuk keteguhan hati Jonny agar dia bisa melewati beban ini dgn baik.
Ku lihat dari balik jendela, mobil Jonny keluar dari halaman, mereka akan berangkat untuk mengerjakan bisnis mereka. saya sedikit lega dgn masalah Jonny, saya pun kembali ingin ke kamar sebelah menemui anak gadis saya, Susan , yg sedang tidur. Namun betapa kagetnya saya ketika muncul dua sosok dari balik pintu sebelum saya keluar kamar. "Somad?... Kamil?...", saya kaget krn dua orang ini menghalangi pintu keluarku. Kenapa mereka ngga ikut Jonny berangkat ke airport? Belum sempat menanyakan mengapa, tiba-tiba mereka mendorongku masuk kembali ke kamar. Perasaanku ngga enak, mereka tersenyum gembira sembari berbicara ngga tau bahasa apa.

saya gelagapan melihat mereka berjalan mendekatiku. "Get out from my room!", teriakku marah. Namun mereka tersenyum sembari melepaskan jas mereka. Mereka lalu berbicara kepadaku dgn bahasa mereka, saya sungguh ngga mengerti, tapi kemudian si Somad melanjutkan dgn sedikit bahasa inggris, "Your husband sell this house include you..." katanya sembari tersenyum dgn giginya yg putih. "Hahahaha...", si Kamil tertawa lebar sembari mendekatiku. Badanku gemetaran takut merrka berbuat sesuatu yg menyakitiku, saya pun dgn cepat lari ke arah pintu keluar. Damn, Somad berhasil menghadangku dan menarik tanganku, dia kembali mendorongku hingga jatuh terlentang di atas ranjang. Apa yg dilakukan Jonny kepadaku? Apa dia tega menjualku? saya lalu meneteskan air mata membayangkan nasib yg menimpaku ini. Sedangkan kedua pria bertubuh besar berkulit hitam itu telah melepaskan semua busana mereka. Tubuh mereka sangat kekar, badan mereka berotot, si Kamil memiliki tatto di lengannya, bahkan yg membuatku pucat adalah kontol mereka yg sangat besar, melebih ukuran milik Jonny.

Kedua orang yg berbadan seperti bodyguard itu mendekatiku, mereka tertawa girang. Mereka berkomunikasi dgn bahasa mereka yg ngga ku mengerti. Somad lalu menangkap tanganku, dia mencoba menciumi bibirku, tapi saya memberontak hingga dia kesal lalu menamparku. Pipiku dicengkramnya agar dia bisa leluasa menciumi bibirku. Sedangkan si Kamil dari bawah menyibak rokku, dia berusaha memplorotkan celana dalamku. "No!...", saya berusaha berteriak dan menendang-nendangkan kakiku, tapi Somad udah menciumi bibirku hingga saya ngga bisa teriak, dan dia mencekik leherku agar saya ngga ngelawan. Akhirnya Kamil berhasil menarik turun celana dalamku, dia pun langsung menjilati nonok ku. "Ouh...", geli sekali. Sungguh sangat menjijikkan, di mana mulutku penuh dgn air liur Somad, dan nonok ku dijilat oleh Kamil dgn sedikit sentuhan bibirnya yg agak brewokan.

Ciuman Somad kemudian di arahkan ke leher ku. Rambutku dijambak agar saya ngga bergerak. Tubuhku pun ditindihnya agar ngga ngelawan. Sungguh saya ngga bisa berbuat apa-apa lagi selain pasrah. saya cuma bisa menutup mataku dan merasakan hal buruk ini terjadi, daerah kewanitaanku udah ngga dijilati, namun saya merasakan jari Kamil meraba-raba dan ingin menusuk ke dalam lubang nonok ku. Sesuatu yg keras perlahan memasuki liang nonok ku. "Argh...", saya tersentak krn benda keras itu menusuk dgn kasar hingga ke dalam nonok , jarinya terasa mengoyak dinding nonok ku. Bukan satu jari, sepertinya dia menggunakan lebih dari dua jari untuk mengobok-ngobok nonok ku, sungguh sangat menyakitkan.

Sedangkan Somad udah bosan menciumi bibir dan leherku, dia menarik bajuku hingga koyak, saya benar-benar ketakutan. Seperti binatang kelaparan, Somad langsung menarik bra-ku hingga bra-ku lepas dan memperlihatkan toket ku yg begitu besar. Binatang liar itu ngga mau menunggu lama, dia langsung meremas susu ku dgn kasar. Sakit sekali krn Somad meremasnya dgn kuat, ke dua buah toket ku dicengkram erat seperti mau diremas hingga pecah. "Please... Leave me...", Somad bukannya iba, dia malah memilin puting susu ku dgn jarinya. "Argh...", puting susu ku dicubit dan ditarik Somad.
Beberapa menit udah berlalu, nonok ku terasa perih krn tusukan yg terus-menerus oleh jari Kamil. Tiba-tiba gerakan jari itu ngga terasa, saya ngga bisa melihat dgn jelas apa yg terjadi krn Somad masih menindihku dan menutupi pandanganku. Mungkin Kamil capek dgn gerakan jarinya sehingga dia ingin istirahat.

Bosan meremas susuku, Somad kemudian menciumi susuku, bahkan dia meyedot keras putingku dan sekali-kali menggigitnya. ngga cuma itu, dia juga memberikan beberapa bekas cupangan di sekitar susuku. Putingku terasa sangat sakit krn digigit Somad. Ingin rasa diriku bunuh diri aja daripada diperlakukan begini.
Somad kemudian menyudahi kegiatannya, sepertinya dia udah puas menikmati susuku. dia kemudian berdiri, sehingga dgn jelas saya melihat Kamil telah siap-siap ingin memasukkan kontol nya yg besar panjang ke dalam nonok ku. saya sangat ketakutan krn sebelumnya saya ngga pernah menjumpai kontol sebesar itu. saya berusaha bangun untuk menghindari semua ini, dgn cepat saya menendang Kamil dan mendorong Somad hingga terjatuh, dgn cepat saya berlari keluar kamar, saya ngga peduli dgn kondisi ku yg udah telanjang bulat. Tapi langkahku terhenti, ternyata di luar kamar ramai dgn orang-orang berkulit hitam, sepertinya mereka adalah anak buah Kamil dan Somad. Mereka terlihat seperti preman, sedang asyik merokok sembari berjaga-jaga. saya gak bisa lari lagi. saya terdiam dan mereka cuma senyum-senyum sembari memainkan belati yg ada di tangan mereka. Somad dan Kamil pun keluar untuk menjemputku.
saya cuma bisa menangis ketika mereka mendekatiku, Somad kemudian maju dan menampar pipiku. Perih sekali rasanya pipiku, gak cuma itu, Somad langsung menendang perutku hingga saya jatuh tersungkur. Kemudian Kamil menjambak rambutku dan menariknya sehingga saya yg jatuh terlentang terpaksa dgn cepat berdiri dan mengikuti arah Kamil, krn bila ngga, mungkin ngga cuma rambutku yg tertarik melainkan lepas bersama kulit kepalaku. Mereka memaksaku kembali ke kamar.

saya teringat dgn Susan yg tidur di kamar sebelah, supaya mereka ngga ke kamar sebelah dan menyakiti anakku itu, saya terpaksa mengikuti kemauan mereka. saya, Somad dan Kamil pun kemudian kembali ke kamar. kita bertiga ngga berbusana sama sekali, kontol mereka yg besar dan panjang bergelantungan seperti buah terong raksasa.

Mereka masih terus tersenyum senang krn mendapatkan mangsa lezat bagi mereka. Sebentar-bentar mereka menenggak liur dan memainkan lidah mereka seperta ingin melahapku. "Argh...", saya kesakitan ketika Somad menjambak rambutku, dia bermaksud menyuruhku berjongkok dan mengulum kontol nya. Cengkraman erat di kepalaku membuatku kesakitan dan saya terpaksa berjongkok untuk mengulum kontol nya. 'Huek...', saya seperti mau muntah krn kontol nya yg besar dan sedikit bau pesing. 'PLAKKK...', Somad menampar pipiku agar saya ngga menolak permintaannya. Dari belakang Kamil memegang pinggangku dan menariknya ke atas, saya udah tahu maksudnya, dia pasti ingin menyodomiku. "No...!!!", teriakku sembari mencoba menggerakkan bokongku agar Kamil ngga berhasil menusukkan kontol besar nya. 'Itu pasti sakit sekali', pikirku dalam hati. 'PLAKKK!!!' kini giliran Kamil yg menampar pantat besar ku, bergantian kiri dan kanan, perih sekali rasanya, kulit pantat ku yg putih mulus pun sepertinya memerah.

ngga depan mau pun belakang, saya terus ditampar agar melayani nafsu bejat mereka. Dan akhirnya penderitaanku pun dimulai, "ARGHHH....!!!", ujung lobang pantat ku terasa sakit sekali, sebuah benda tumpul besar berusaha mengoyak liang bool ku, sungguh menyakitkan apalagi dgn keadaan kulit kering begitu. Saat saya berteriak, mulutku pun disumpal kontol Somad yg bau pesing itu. saya sungguh ngga tahan lagi, rasanya akan pingsan, badanku langsung lunglai, melihat demikian, Somad berkata sesuatu ke Kamil, dan Kamilpun menarik kembali kontol nya dari bool ku. Mungkin Somad melarangnya menyodomiku, dia langsung kembali menampar pipiku untuk memastikan saya terus terjaga.

gak mau hingga saya kehilangan kesadaran, mereka kemudian kembali menggiringku ke ranjang, saya kembali dihempaskan ke atas tempat tidur. Kamil yg dari tadi ngga sabar langsung membuka selangkanganku, dia langsung menjebloskan kontol nya ke nonok ku. 'Fuck!', pikirku dalam hati, krn Somad pun ngga tinggal diam, dia naik ke atas tempat tidur dan melanjutkan kegiatan tadi, yaitu ingin saya menyepong rudal besarnya itu.

Tubuhku bergetar, nonok ku terus di entot dengan kasar oleh kontol besar Kamil, sedangkan mulutku tersumpal kontol bau yg juga besar. Bukan cuma itu, sembari menikmati nonok dan mulutku, tangan mereka pun menjahili toket ku. Susu ku diremas dgn kuat, puting susu ku pun dicubit, diplintir dan ditarik ke atas dgn kasar. "Oh yes... Oh no...", teriakan kegembiraan Kamil yg makin semangat memaju mundurkan pinggulnya. memek ku udah terasa sakit sekali, dinding-dinding nonok ku perih krn lubang nonok ku ngga muat dgn kontol nya yg besar.

Satu jam mungkin udah berlalu, mereka masih sangat kuat, apa mereka menggunakan semacam obat kuat saya juga ngga tahu, yg jelas tubuhku udah letih sekali. Kamil dari tadi terus ngentotin kontol nya di dalam lobang memek ku dan belum sama sekali dia berejakulasi, mungkin krn sesekali dia memelankan gerakannya. Sedangkan Somad udah ngga mau saya kulum dan jilat biji peler nya, sedikit lega bisa bernapas lebih segar, ngga menciumi kontol nya yg bau itu. Somad kini menyedoti ke dua payudara ku yg begitu besar. Kulitku yg putih tampak makin putih ketika dekat dgn dua orang berkulit hitam ini.

Kamil kemudian menarik kontol nya, dia sepertinya akan menyemprotkan peju nya, dia mengarahkan kontol nya ke muka ku, lalu dia mengocok kontol nya. Dan ternyata benar, peju nya sangat banyak sekali menyemprot ke arah muka dan mulut ku. Dan belum berhenti disini penderitaanku, Somad dgn cepat menggantikan posisi Kamil tanpa memberiku kesempatan untuk istirahat. Sungguh malang sekali nasibku, gak di daerah sendiri ataupun di negeri orang, saya tetap diperlakukan seperti ini. Apa krn nasibku yg kurang bagus, diperlakukan kasar oleh teman bahkan suami sendiri, hingga Jonny tega menjualku.

Kamil kemudian meninggalkan kita, sepertinya dia udah puas menyalurkan hasrat seks nya. dgn penuh air mata yg bercucuran, tubuhku masih berguncang kuat, Somad sangat semangat ngentot memek ku. Hingga penglihatanku sedikit kabur, saya melihat bayang-bayang sekitar dipenuhi pria. Mungkin Kamil memanggil teman-temannya yg tadinya sedang berjaga-jaga untuk masuk dan menikmatiku juga. Samar-samar saya lihat mereka udah telanjang bulat semua, mungkin ada belasan orang, sama seperti Somad dan Kamil, kulit mereka gelap dgn kontol yg sangat besar.

Setelah Somad menarik kontol nya dari nonok ku dan menyemprotkan peju nya di wajahku, para gerombolan itu pun mendekatiku, senyum bringas mereka benar-benar seperti menjatuhkan semangat hidupku. saya akhirnya pingsan ketika seorang pria kembali memasukkan kontol besarnya ke lobang memek ku. Pandanganku gelap, tubuhku yg letih cuma terasa bergoyang sendiri. sangat banyak tangan yg menjamahi tubuhku, hingga saya benar-benar terlelap dan hilang kesadaran.
Saat saya terbangun, sekitarku udah sepi, tubuh ku sakit semua, badan ku penuh dgn cairan peju , hingga rambutku udah acak-acakan. nonok ku yg paling perih, ngga tau udah belasaan batang kontol gede yg dari tadi ngentot memek imut ku ini.

Suamiku menikmati melihat memek ku dientot banyak kontol besar - cerita seks ganbang istri

Suamiku menikmati melihat memek ku dientot banyak kontol besar, istri selingkuh, binal sexy

saya dgn cepat bangkit dan menuju kamar mandi, dgn cepat ku bersihkan diriku, saya udah gak sempat bersedih, ini kesempatanku kabur, yg kupikirkan adalah untuk keluar dari rumah ini. Cepat-cepat ku cari pakaian di lemariku, dgn cepat kupakai dan menuju ke kamar anakku, Susan , syukur dia masih baik-baik aja, tertidur dgn nyenyak. saya dgn cepat membangunkannya dan mengajaknya keluar. Rumah sepertinya kosong, ngga tau kemana gerombolan orang berkulit hitam itu. Saat keluar dari pintu rumah, saya dgn cepat menelpon temanku yg bekerja di agen penerbangan, saya menyuruhnya menyiapkan tiket untuk pulang ke kampung halamanku. saya dan Susan berjalan menjauhi rumah laknat itu. Cara jalanku udah berbeda, krn selangkanganku masih terasa sangat sakit. Susan sedikit keheranan melihatku, saya terus berbicara padanya agar dia ngga ketakutan. sembari berjalan saya menunggu kabar temanku, dan ya, ada seat kosong, malam ini saya akan terbang kembali ke Indonesia, tempat kelahiranku. saya pun meminta temanku memesankan taksi untuk menjemputku di tempat yg udah cukup jauh dari rumah. Ku sms Dendi, 'saya malam ini pulang, tolong jemput...', dia satu-satu nya teman yg bisa kembali saya berharap.
'Oke, sebelum check in, kabari aja' balas Dendi yg kembali menyemangatiku. Hingga saya pun hingga di airport dan dgn cepat ingin pulang menuju rumah ku. Semoga saya masih diberi kesempatan untuk kehidupan yg lebih baik.
Suamiku menikmati melihat memek ku dientot banyak kontol besar
Suamiku menikmati melihat memek ku dientot banyak kontol besar, cerita seks , Suamiku menikmati melihat memek ku dientot banyak kontol besar, istri selingkuh, binal sexy, kisah porno, kisah sex bokep, sex, Suamiku menikmati melihat memek ku dientot banyak kontol besar

10
205

Tags cerita dewasa paling populer di blog ini: cerita seks, Cerita Dewasa, 17 Tahun, sex, Ngentot, Memek, Istri, selingkuh, Kontol, Entot, Mama, gangbang, tante, threesome, ABG, Binal, sexy, toket, payudara.
Aktifkan javascript lalu tekan F5, untuk membuka halaman
meng-klik link cerita secara normal
dan membuka gambar lebih besar.
Cerita dewasa seks terpanas, update setiap hari cerita terbaru Cerita seks dewasa ngentot memek isteri, perek, bispak.
http://cerita-dewasa-terpanas.blogspot.com