Tante Dona Mama Temanku Jadi Pelampiasan Seks Aku

Cerita Dewasa Ini yang kualami kurang lebih 2 tahun yang lalu. aku adalah seorang siswa sekolah atas, namaku adalah Dandi dan aku saat ini berumur 17 tahun. aku punya suatu kebiasaan untuk coli kalo lagi horny berat, mungkin satu kali untuk satu hari. aku punya seorang kawan, bisa dikatakan dia merupakan kawan aku terbaik yang pernah aku miliki, karena nyaris setiap hari kita selalu bareng.

aku memang sering main ke rumahnya dan tentu aja, aku sering bertemu dengan mamanya. Dapat dikatakan mamanya saat ini kira-kira berusia 35 tahun, tetapi tubuhnya terlihat bagaikan seorang gadis yang berusia 20 tahunan. Yah montok dan padat sekali dan aku memanggil mamanya Tante Dona. Tentu aja aku sering melakukan onani dengan membayangkan dengan jorok mama kawanku ini.

Suatu hari, kita bareng kawan-kawan sekolah lainnya akan melaksanakan pesta barbeque dan tempat kita berkumpul merupakan rumah dari kawanku ini. Karena masih menunggu kawan kita yang belum hadir, maka aku bermain di rumah kawanku ini dengan permainan dadu dengan yang lainnya. Mungkin karena kebetulan aku melempar dadunya terlalu kuat, maka dadu itu jatuh ke arah kamar mama kawanku.

Lalu dengan malas dan ogah-ogahan, aku bangkit untuk mengambil dadunya. Tetapi saat akan mengambil dadunya, aku melihat suatu pemandangan yang bikin aku sangat horny.


Tante Dona ternyata cuma memakai celana dalamnya aja, aku yang melihat itu pun langsung aja kontol aku terbangun dan aku segera berjalan keluar sambil berusaha menenangkan diri. Sambil bermain dadu kembali, aku mengkhayalkan bentuk tubuh Tante Dona yang bikin aku sangat horny. Tetapi sesaat kemudian, Tante Dona keluar dari kamarnya. Dengan serempak, kita memanggilnya dengan panggilan Tante, tetapi aku nggak berani untuk menatapnya, yah mungkin karena aku malu dan agak sedikit takut mengingat kejadian tadi. Karena kawanku udah memanggil, maka kita menyudahi permainan dadu kita dan kita mulai bergerak ke luar rumah. Sesaat sampai di luar rumah, aku melihat Tante Dona sedang berdiri sambil memandang ke arahku, lalu dia menyuruhku untuk menemaninya ke rumahnya yang lain untuk sekedar mengambil barang bekas. Dengan gugup aku menjawab dengan jawaban "Ya", lalu Tante Dona mengambil kunci rumahnya dan kita pun berangkat.


Goyangan pantat sexy itu hot sekali sehingga aku nggak keberatan mengikuti Tante Dona dari belakang dan tentu aja saat ini aku udah sangat ingin melakukan masturbasi, tetapi karena belum memiliki kesempatan, maka aku diam aja sambil mengkhayalkan sedang ngewe dengan Tante Dona. Sesampainya di rumah tersebut, aku melihat rumah tersebut udah lama nggak dihuni, mungkin aja karena Tante Dona baru aja pindah ke rumah baru. Kemudian kita pun masuk ke dalam. Dengan hati-hati aku memperhatikan sekeliling rumah tersebut. Memang agak berdebu tetapi masih terlihat kalau rumah tersebut rapi. Sesampainya di ruang tengah rumah tersebut, Tante Dona bertanya kepadaku, "Apa yang kamu lihat waktu kamu mengambil dadu yang terjatuh itu tadi..?" Dengan terkejut aku menjawab, "aku nggak melihat apa-apa, Tante." Lalu Tante Dona berkata, "Kamu jangan bohong, nanti aku laporkan bahwa kamu berbuat yang nggak senonoh pada Tante.." Dengan terbata-bata, aku menjawab bahwa aku melihat Tante sedang ganti baju, tetapi aku nggak melihatnya dengan jelas. Lalu Tante Dona bertanya lagi, "Apakah kamu ingin melihatnya sekali lagi..?" Seperti mendapat durian runtuh, maka aku menjawab, "Kalo Tante Dona mengijinkan, aku mau Tante." Sesaat Tante Dona diam, lalu dia menyuruh aku untuk mendekat. Dengan hati-hati, maka aku mendekat padanya, lalu Tante Dona menarik tangan aku dan mencium bibir aku. Tentu aja aku balas dengan ciuman kembali, sedangkan kedua tangan aku diam aja karena sesungguhnya aku dalam keadaan yang sangat tegang. Berbeda dengan tangan Tante Dona, tangannya mulai memegang kontol aku dan satunya lagi mulai meremas pantat aku.


Tante Dona lalu dengan agresif membuka celana aku dan mulai mengocok kontol aku. aku merasakan kenikmatan seks yang tiada tara karena tangan Tante Dona sangat lembut dan sangat berpengalaman sepertinya dalam urusan ngocok kontol cowok. Karena terbawa perasaan nikmatnya, mata aku mulai tertutup dan mulai menikmati permainan Tante Dona. Belum berlangsung lama permainan kita, Tante Dona menghentikan permainannya, tentu aja hal ini bikin aku keheranan. Lalu aku mulai berani menatapnya dan aku bertanya kepadanya, "Tante, bolehkah aku memegang payudara Tante..?" Sambil sedikit tersenyum, Tante Dona berkata, "Terserah kamu sayang." Lalu tangan aku mulai meraba payudara Tante, tetapi aku merabanya dari luar aja karena masih tertutup oleh baju dah BH-nya. Karena merasa kurang puas, maka aku bertanya lagi, "Tante, bolekah aku membuka baju tante..?" Dengan sedikit kesal, Tante Dona menjawab, "Kamu boleh melakukan semua yang ingin kamu lakukan, tubuh aku sekarang ini adalah milikmu sepenuhnya." Dengan terbata-bata aku menjawab, "Terima kasih Tante." Lalu Tante Dona berkata lagi, "Panggil aku Dona aja, nggak usah lagi sebutkan Tantenya." Lalu aku menjawab, "Ya, Tante.., eh, maksud aku Dona." Permainan terus berlanjut, aku mulai membuka kancing baju Tante Dona. Terlihatlah dua bukit kembar yang indah sekali, mungkin ukurannya sekitar 36A. Lalu aku mulai meremas dan mencium payudara Tante Dona dan Tante Dona mulai merasakan kenikmatan dan mengeluarkan suara desahan. "Uuhhh. ahhh..," aku mulai membuka ikatan BH-nya dan menyembullah payudaranya. Dengan liar bibir aku mulai menghisap payudara yang di sebelah kanan, sedangkan tangan aku meremas dengan keras toket nya yang di sebelah kiri.


Payudara Tante Dona dan puting toketnya aku hisap dan jilati kurang lebih 5 menit lamanya. Kemudian aku melepaskannya dan aku melihat putingnya udah berwarna kemerah-merahan agak hitam. Kemudian Tante Dona mulai turun dan berjongkok di hadapan kontol aku. Dengan cepat dia menurunkan celana jeans aku sekaligus dengan celana dalam aku, lalu dia pun membuka mulutnya dan memasukkan kontol aku ke mulutnya. Hal ini bikin aku terkejut, kemudian Tante Dona mulai menghisap kontol aku dan memainkannya di dalam mulutnya yang bikin aku lupa diri. Tangan aku mulai menjambak rambut Tante Dona dan kaki aku mulai menjinjit karena aku merasakan kenikmatan seks yang hebat. Kurang lebih 10 menit kemudian, aku merasakan ada yang mendesak keluar seperti saat aku sedang melakukan masturbasi dan aku mulai mendesah keras, "Aduh, Dona. aku sampai nih, uh. uhhh. uuuhhh." Dan Tante Dona mulai mempercepat permainannya dan akhirnya aku mengeluarkan cairan peju aku di dalam mulutnya Tante Dona. aku merasakan Tante Dona menghisap habis seluruh peju aku dan menelannya. Dalam sisa-sisa kenikmatan, aku melihat Tante Dona bangkit dan mencium bibir aku, yang tentu aja aku balas dengan ciuman yang hangat dan liar. cuma dalam hitungan beberapa detik, Tante Dona menekan kepala aku dan aku pun mengerti apa yang diinginkan Tante Dona. aku mulai berjongkok dan Tante Dona berganti posisi dengan tubuhnya bersandar pada dinding rumah. Dengan perlahan aku menurunkan celana Tante, lalu aku melihat CD warna biru langitnya Tante Dona dengan segunduk daging yang menonjol di antara kakinya, selain itu aku juga melihat CD-nya mulai basah oleh cairan memek nya. Tante Dona berkata kepada aku, "Dandi, cepat dong. Tante udah nggak tahan nih." Dengan tenang aku menjawab, "Iya Dona..," dan aku mulai memeloroti CD-nya. aku melihat jembut Tante Dona yang sungguh subur tetapi terawat dengan rapi. Sejujurnya, aku sungguh nggak menyangka keindahan alat kelamin cewek ini berbeda dengan yang pernah aku lihat di film-film bokep bahkan sangat berbeda.


Menjilati memek Tante Dona dengan lidah aku lalukan dengan perlahan. Sesudah jembut nya basah oleh air liur aku, aku mulai memasukkan lidah aku di antara memek nya dan aku menemukan sebuah bijian kecil. Dengan lidah aku, aku mulai menjilati biji tersebut, hal ini bikin Tante Dona mendesah manja keenakan. "Dandi.. terus.. Tante merasa nikmat sekali.. ah. ah. uhhh." desahnya. Karena merasakan Tante Dona yang mulai horny, maka aku mempercepat jilatan aku pada bijian tersebut kurang lebih 6 menit Tante Dona menjerit sambil memegang dan menjambak rambut aku. "Uhhh. Tante sampai nihhh. ayo terus Ndyyy. ah. ehmmm. nikmat sekali." Lalu aku melepaskan permainan lidah aku dan aku melanjutkan dengan tangan aku yang mulai menggosok dan mengocok memek Tante Dona karena aku merasa jijik untuk menghisap cairan memek cewek tetapi dengan cepat Tante menarik kepalaku dan mengarahkannya kembali ke memek nya. Karena ingin memuaskan Tante Dona, maka aku mulai memainkan lidah aku di memek Tante Dona. Akhirnya Tante mengejang dan berteriak, "Ahh. ahhh. auuu. ehmmm. aku sampai.. terus Ndyyy. uhh. ahhh. aahhh." aku merasakan ada cairan yang keluar dari memek Tante, maka aku menghisap seluruh cairan tersebut sampai kering dan kemudian aku menelannya. Karena melihat Tante Dona sedang merasakan sisa-sisa kenikmatannya maka aku bangkit dan mencium bibirnya, sedangkan tangan aku meremas toket besar Tante Dona.


Tante Dona lalu membuka matanya dan tersenyum nakal sambil berkata, "Dandi, kamu kurang ajar sekali, bahkan dengan mama kawan baikmu pun kamu berani berbuat begitu." Dengan terkejut aku berkata, "Tapi Tante, aku nggak bermaksud begitu, kan tante yang." Belum selesai aku berkata Tante Dona memotongnya dan berkata, "aku tahu kamu nggak bermaksud begitu tapi kamu udah melakukannya jadi ya nggak apa-apa deh. tante suka dengan permainan kamu. Lain kali kamu harus melakukannya dengan Tante lagi. Kalo nggak.. Tante akan laporkan kamu sama yang lainnya!" Lalu aku tersenyum dan berkata, "Tante nakal sekali, aku sampai terkejut, tapi Tante jangan khawatir, lain kali aku akan melayani Tante lagi, aku janji Dona." "Kamu harus ingat janji kamu yah. sekarang kita harus berpakaian kembali, lalu kamu kembali ke kawan kamu. kan kamu mau barbeque kan..?"kata Tante Dona kemudian yang sempat bikin aku terkejut seperti sadar kembali kalau kita udah meninggalkan acara pesta. Dengan cepat aku mulai membetulkan pakaian aku dan merapikan rambut aku sambil bertanya kepada Tante Dona, "Tante.., kita udah pergi berapa lama sih..? Kalo ketahuan gimana, Tante..?" Dengan tenang Tante menjawab, "Kamu jangan khawatir, Tante akan mengaturnya supaya aman." Lalu kita pun kembali ke rumah Tante Dona yang baru walaupun dalan hatiku masih ada sedikit keraguan. Sesampainya disana, Tante berkata bahwa kita membongkar seluruh rumah untuk mencari kunci lemarinya sehingga memerlukan waktu setengah jam. Sambil bernafas lega, aku menoleh ke arah Tante Dona dan melihatnya tertawa, sungguh menggoda nafsu sekali.


Cerita seks berawal dengan Tante Dona yang merupakan mama dari kawan baikku. Di pesta barbeque bareng kawanku, aku merasa sangat nggak tenang bahkan terasa ada yang ingin dikeluarkan. Akhirnya aku pun melakukan masturbasi di kamar mandi, tentu aja sambil mengkhayalkan Tante Dona. Dalam hati aku tentu aja sangat ingin untuk melakukannya dengan Tante Dona, tetapi yah. Hari ini udah lewat 2 minggu sejak kejadian di malam pesta barbeque itu. aku sendiri udah nggak sabar dan frekuensi onani aku malah tambah meningkat, bahkan bisa tiga kali dalam satu hari. Tetapi siang harinya, ketika baru pulang dari sekolah, sesampai di rumah dan duduk di kursi sambil ngelepas sepatu, aku mengeluh, "Aduh, hari ini kok panas sekali."Tetapi tiba-tiba aku mendengar pembantu aku berteriak, "Mas Dandi ada telpon tuh..!" Lalu sambil malas-malasan aku bangkit dan mengambil telepon sambil menjawab, "Halo..?" "Ini Dandi yah..?" tanya orang lawan bicara aku. aku jawab, "Iya, disana siapa yah..?" "Kamu udah lupa yah ama aku..?" dengan logat memancing. Karena merasa dipermainkan, aku mulai emosi dan menjawab, "Disana siapa sih kalo nggak mo bilang lagi aku tutup teleponnya nih..!""Kok marah sih..? Nanti tante laporkan kamu lho dan nggak tante kasih kamu kenikmatan seks lagi." kata lawan bicara aku lagi. Mendengar kata-katanya yang terakhir tadi, aku jadi teringat dengan kejadian beberapa hari yang lalu dan aku langsung menjawab lagi, "Oh, ini Tante Dona yah..? Sori Tante gua lagi nggak mood nih. Tante sih main-main aja."


Tante Dona berkata "Nggak mood yah..? Jadi sama Tante juga nggak mood dong..? Tadinya Tante mo ajak kamu ke rumah Tante nih, abisnya lagi sepi nihaE| tapi nggak jadi deh.." Dengan cepat aku memotong, "Bentar dulu Tante, kalo Tante sih gua jadi mood lagi nih, emang kawan aku (maksudnya anak Tante Dona yang menjadi kawan baik aku) nggak ada di rumah yah..?" "Kamu tenang aja deh. pokoknya dari sekarang (saat itu jam 12:30) sampe nanti sore jam 5 kita aman deh jadi datang nggak..?" tanya Tante Dona. Tentu aja aku menjawab, "Jadi dong Tante.. bentar lagi aku kesana Tante, Tante tunggu yah..!" Setelah itu, aku segera menutup teleponnya seperti nggak ingin menyia-nyiakan waktu. Kemudian aku segera berlari ke kamar dan ganti baju, terus segera keluar rumah menuju rumah Tante Dona, karena dari rumahku ke rumah Tante Dona memerlukan waktu sekitar 15 menit jalan kaki. Karena ingin cepat tiba disana, maka aku naik angkot (angkutan umum perkotaan) aja. Sesampainya di rumah Tante Dona, aku segera memutar ke belakang karena lewat pintu samping rumah Tante Dona lebih aman dan sepi. Kemudian dengan perlahan aku mengetuk pintu dan terdengar Tante Dona menjawab, "Iya, bentar." lalu Tante Dona membuka pintu dan mempersilakan aku masuk.Di depan aku, Tante Dona berpakaian kaos oblong dan celana pendek putih. Berpenampilan seperti itu tentu aja sama dengan menampakkan BH dan CD-nya yang berwarna hitam secara sengaja kepada aku. Dalam pikiran aku mungkin Tante Dona sengaja bikin aku horny, tetapi aku berusaha tetap tenang, yah.. stay cool deh pokoknya. Setelah itu, Tante Dona menyuruh aku mengikutinya dan aku pun berjalan. Tetapi begitu melihat pantat montok nya yang sexy bergoyang, aku nggak tahan lagi, segera aku menarik Tante Dona dan menjilati bibirnya, mencium, mengulum dengan ganas.


Tante Dona pun segera membalas ciumanku dan tangan aku segera bergerak untuk membuka bajunya. barengan dengan itu, Tante Dona berkata, "Jangan di sini dong sayang..!" "Dimana Tante..?" tanya aku. "Di kamar Tante aja." kata Tante Dona. Lalu aku pun segera menarik tangan Tante Dona dan berkata, "Jadi, tunggu apa lagi Tante..?" Setelah sampai di kamar Tante Dona, aku segera Sementara itu tangan aku segera bergerak aktif untuk meremas toket Tante Dona. Tiba-tiba Tante Dona mendorongku dan dengan terkejut aku bangkit, lalu Tante Dona segera menarikku dan naik di atas tubuhku sehingga posisi aku sekarang adalah Tante Dona di atas tubuh aku. aku segera membuka baju Tante Dona sehingga keliahatan lah toketnya yang masih dibungkus oleh BH hitamnya. Saat itu Tante Dona menunduk sehingga sekarang toketnya tampak di depan mataku dengan sangat jelas. Untuk menghemat waktu dan karena memang aku juga udah sangat horny, maka aku segera melumat payudara Tante Dona dan melepas BH hitamnya. "Aduh enak sekali, ahhh. uh. sttt." desahnya yang menandakan Tante Dona udah horny. Karena udah horny maka Tante Dona segera melepas baju dan celana aku, sehingga aku cuma tinggal memakai CD aja. Kemudian aku berguling ke samping sehingga posisi aku sekarang di atas Tante Dona, lalu aku segera merangkak turun dan melepas celananya sehingga tampaklah pemandangan di depan wajah aku sebuah surga kenikmatan yang masih terbungkus oleh kain hitam. Tanpa menunggu aba-aba darinya, aku langsung melepaskan CD-nya Tante Dona dan tampaklah memek Tante Dona yang terawat dengan rapi. Sungguh sangat indah dan berbeda dengan yang pertama kali aku lihat dulu.

Tante Dona Mama Temanku Jadi Pelampiasan Seks Aku

Tante Dona Mama Temanku Jadi Pelampiasan Seks Aku, Cerita Dewasa 17 tahun
Tante Dona Mama Temanku Jadi Pelampiasan Seks Aku - Add caption

Menjilati bibir memek nya aku lakukan dengan secara perlahan dan Tante Dona pun segera mendesah manja . "Aduh, nikmat sekali. sungguh. geli tapi. ahhh. uhhh. terus Dandi." Segera aku menaikkan permainan aku sehingga nggak lama kemudian Tante Dona pun menjerit, "Aduh aku sampai Ndyyy. segera keluar. ahhh." Lalu aku segera menghisap bijian di memek Tante Dona sehingga saat cairan memek Tante Dona keluar, segera aku hisap habis dan menelannya. Dalam sisa kenikmatannya, Tante Dona berkata, "Dandi. biarkan Tante Dona istirahat yah..? Nanti Tante Dona baru melanjutkannya kembali." aku segera menjawab, "Iya Tante." Setelah beristirahat 15 menit, Tante Dona mulai bangkit dan segera melepas CD aku. Tampaklah kontol aku yang masih dalam posisi nggak terlalu konak. Tante Dona dengan cepat memasukkannya ke dalam mulutnya dan menjilatinya.

Di dalam mulut Tante Dona, kontol ku segera mengeras hingga dalam posisi yang siap tempur. Tante Dona sungguh sangat berpengalaman dalam menjilati kontol pria yang dengan cara menghisap dan kadang-kadang mengigitnya dengan perlahan. Hal ini bikin aku sangat horny. Karena udah nggak tahan lagi, maka aku segera menarik tubuh Tante Dona ke atas dan dan membalikkannya. "Tante Dona, aku udah nggak tahan lagi, sekarang aku masukkan yah Tante..?" tanya aku yang udah merasa sangat horny. Tante Dona menjawab, "Terserah kamu Ndyy.., tapi hati-hati yah soalnya punya tante udah lama nih nggak digunakan.." Dengan pelan dan hati-hati aku mengarahkan kepala kontol aku ke dalam lobang memek Tante. Kepala kontol aku mulai menyentuh bibir memek Tante Dona, lalu aku menekannya sehingga kepala kontol aku udah terbenam ke dalamnya. Tante Dona segera menjerit, "Aduh. sakit sekali. pelan-pelan Ndy."Tetapi aku udah nggak perduli lagi, aku segera melanjutkan aksi aku dengan menekan kemaluaan aku lebih dalam lagi dan kepala kontol aku juga mulai terasa perih karena ini adalah pertama kali aku melakukan hubungan intim. aku tetap menekan batang kontol aku sehingga nggak lama kemudian, seluruh kontol aku udah terbenam dalam memek Tante Dona.

Tante Dona lalu mendesah manja , "Aduh sakit sekali. biarkan tetap di dalam Dandi, aduh. ahhh. ehmmm. uh." Setelah terdiam nyaris 5 menit, aku segera menggoyang pinggul aku dengan naik turun secara berirama dan Tante Dona pun mengimbanginya dengan goyangan pinggulnya yang bikin aku merasa sangat keenakan. Tante Dona tiba-tiba mendesah manja secara nggak jelas, "Aduh. sakit sekali, tapi enak sekali, terus Dandi." aku udah nggak memperdulikan Tante Dona dan cuma terus memacu kontol aku untuk mencapai kenikmatan. nggak lama kemudian, setelah 8 menit, aku mendengar Tante Dona menjerit kembali, "Aduh. aku sampai Ndyyy. akan segera keluar nih." aku menjawabnya, "Sebentar lagi Dona, sebentar lagi. aku juga udah mau keluar nih." nggak lama, Tante Dona tiba-tiba mengejang dan aku merasakan ada cairan hangat di dalam memek Tante Dona dan Tante Dona mendesah manja lagi, "Aduh. ahhh. aku sampai Dandi. nikmat sekali." nggak sampai disitu, selang beberapa detik, aku merasa juga ada yang mendesak keluar dari kontol aku dan akan segera meledak. Rupanya aku juga telah mencapai kenikmatan dunia dan aku menjerit, "aku sampai Tante eh. ahhh. nikmat sekali" Lalu aku segera jatuh dan berbaring di samping tubuh Tante Dona sambil merasakan sisa kenikmatan yang telah kita capai berdua. Setelah beristirahat, kita melakukannya lagi 3 kali dalam tempo yang cepat. Tante Dona dan aku sama-sama mencapai puncak kenikmatan seks 3 kali.

Setelah mandi dan pikiran kita udah nggak terpengaruh nafsu lagi, Tante Dona berkata padaku, "Tante Dona minta maaf Dandi. tadi Tante Dona telah merenggut keperjakaan kamu. sungguh Tante Dona minta maaf.." Tetapi aku segera berkata, "nggak apa-apa Tante, aku rela kok menyerahkannya pada Tante, sungguh aku sangat menyukai permainan tadi. Tapi Tante Dona harus janji kalo Tante Dona lain kali harus memberikan kenikmatan yang sama lagi kepadaku..!" Sambil tersenyum, Tante Dona berkata, "Iya. Tante sangat senang dengan permainan tadi, Tante janji, Tante bersedia melayani kamu lagi, tapi kamu juga harus bikin Tante merasa keenakan seperti tadi.." dan aku mengiyakannya. Hubungan kita nyaris berlangsung selama 2 tahun, tetapi kita melakukannya dengan cara-cara yang konvensional. aku maupun Tante Dona nggak terlalu suka dengan gaya-gaya ngentot yang terlalu ekstrimseperti gaya anjing maupun yang lainnya. Hubungan kita sekarang walaupun belum diputuskan berakhir, tetapi kita nyaris nggak pernah bertemu lagi, karena aku udah melanjutkan kuliah di luar kota yang tentu aja dengan anaknya Tante Dona. Hubungan aku dengan Tante Dona sampai sekarang tetap menjadi rahasia kecil kita. Jika aku liburan dan pulang ke kampung halaman aku, Tante Dona selalu meminta bagiannya dan aku pun dengan senang hati melayaninya. Ini merupakan pengalaman yang aku alami sendiri. walaupun banyak yang kurahasiakan disini, tetapi cerita ini adalah benar-benar terjadi.
Tante Dona Mama Temanku Jadi Pelampiasan Seks Aku
Tante Dona Mama Temanku Jadi Pelampiasan Seks Aku, cerita seks , Tante Dona Mama Temanku Jadi Pelampiasan Seks Aku, Cerita Dewasa 17 tahun, kisah porno, kisah sex bokep, sex, Tante Dona Mama Temanku Jadi Pelampiasan Seks Aku

10
205

Tags cerita dewasa paling populer di blog ini: cerita seks, Cerita Dewasa, 17 Tahun, sex, Ngentot, Memek, Istri, selingkuh, Kontol, Entot, Mama, gangbang, tante, threesome, ABG, Binal, sexy, toket, payudara.
Aktifkan javascript lalu tekan F5, untuk membuka halaman
meng-klik link cerita secara normal
dan membuka gambar lebih besar.
Cerita dewasa seks terpanas, update setiap hari cerita terbaru Cerita seks dewasa ngentot memek isteri, perek, bispak.
http://cerita-dewasa-terpanas.blogspot.com