Cewek Kampus Bikin Kontol Jadi Lembur, Cerita Seks Dewasa

Cerita Seks ini terjadi saat saya masih di salah satu PTN di salah satu kota kecil. Cerita ini merupakan pengalaman saya dgn seorang cewek kampusku yg saat ini semester 4 sama dgn diriku saat ini. Panggil saja Rani, cewek ini merupakan cewek yg paling dikagumi dikampusku krn bodinya aduhai, pinggulnya yg seksi dan payu dara ukuran sekitar 34C lah putih montok. Langsung saja, cerita sex ini saya bagikan ke semua yg suka sama cerita bugil lewat seks bugil.
Pada suatu hari saya lsgi ngelembur untuk menyelesaiakan acara dikampusku krn mau ada acara wisuda kakak leteng kampus saya. krn saya menjabat wakil ketua BEM jadi ya harus ngelembur tiap malam. Pada saat malam selesai semuanya sekitar jam 20:40 WIB jam ditangan saya, lalu saya pulang naik sepeda motor saya. Sesampai di gerbang kampus saya naik sepeda motor saya saya tengok rupanya Rani..!!! saya sapa dgn lembut saja dia…!!!

"Belum pulang, Rat?"
"Belum Den, habis nungguin bis lewat, lama amat." Jawabnya sambil berkedip-kedip genit.
"Bis lewat ditungguin, gue antar deh?"
"Bener situ mau nganterin?"
"Yah, pokoknya nggak gratis. Situ tau sendiri deh." Ujarku menggoda.
"Ah, bisa aja."
Ratna mencubit kecil pinggangku lalu segera naik ke boncengan. Tangannya melingkat erat di pinggangku, lalu melajulah motor di ramainya jalanan. Lama-kelamaan si Ratna malah menempelkan dadanya di punggungku. Tau nggak, rasanya benar-benar empuk dan hangat. Wuih, terasa bener kalau dia nggak pake beha. Sebagai laki-laki normal, wajar dong kalo batang kontol ku tiba-tiba menegang.


"Den, gimana kalo kita mampir ke taman kota? saya dengar ada dangdutan di sana." Bisik Ratna dekat di telinga kiriku.
"Seleramu dangdut juga ya?"
Ratna kembali mencubit pinggangku, tapi kemudian mengelus-elus dadaku. Tengkukku mulai merinding. Ada maunya nih anak, pikirku waktu itu. Mungkin saya sedang dihadapkan salah satu ayam kampus, nih. OK, siapa takut!
saya segera membelokkan sepeda motor ke taman kota. Lalu mencari tempat yg agak remang tapi cukup strategis untuk menikmati isi panggung yg terletak di tengah taman kota itu. Panggung yg kira-kira berukuran 6×6 meter itu tampak meriah dikelilingi ratusan pengunjung. Irama dangdut menggema memekakkan telinga.
"Den, sini dong? Sini, duduk sama saya."
saya duduk di belakang Ratna yg masih duduk di boncengan motorku. Gadis itu nampaknya asyik benar mengikuti irama dangdut. Sedang saya lebih tertarik memelototi tubuh penyanyinya dibanding suaranya yg menurutku biasa saja.
Beberapa orang penyayi bergoyang hot membangkitkan gelora birahi para pria yg memandangnya, termasuk saya. Pandanganku beralih kepada Ratna. Sayang saya cuma bisa memandang ubun-ubunnya saja. Aroma wangi menebar dari rambutnya yg bisa dibilang bagus, aroma yg eksotik. Kalau saja ada kesempatan, desahku.
"Den, kok diam saja? Belum pernah lihat orang goyang ya?"
"Bukannya gitu, cuman gila aja mandang tuh cewek. Berani bener joget kayak gitu,"
"Ah, segitu saja. Coba kemarikan tanganmu!"
saya mengulurkan tangan kananku. Astaga, gadis itu memasukkan tanganku di balik bajunya sehinga tanganku benar-benar bisa merasakan kegemukan dadanya. Keringat dinginku tiba-tiba merembes, dadaku bergemuruh.
"Rat, apa-apaan kamu ini?" Ujarku lirih tanpa menarik kembali tanganku.
"Kamu nggak suka ya?" Tanya Ratna kalem.
"Engh.. Bukannya begitu..anu" Jawabku tergagap.
"saya tau kamu suka. saya juga suka Den, jadi nggak ada masalah kan?" Kata Ratna menoleh ke padaku.
"I..iya sih."
Yah, begitulah. Akhirnya saya punya kesempatan. Tanganku membelai-belai dada Ratna dgn bebasnya. Mempermainkan putingnya dgn gemas, kupelintir kesana kemari. Gadis itu bukannya kesakitan, tapi malah mendesah-desah kegirangan. saya sendiri sudah nggak tahu berapa kali menelan ludah. Rasanya ingin memelintir puting itu dgn mulutku. Rupanya tangan kiriku mulai iri, lalu segera menyusul tangan kananku menerobos masuk di balik baju Ratna. Meremas-remas kedua bukit yg tak terlihat itu.
"Den, Deni.. tangan-tanganmu benar-benar nakal. Hoh.. aduh.. geli Den," Desah Ratna menjambak rambutku yg cukup gondrong.
"Rat, saya suka sekali.. bagaimana kalau kita.."
"Uhg.. heeh, iya.. saya mau."
saya segera menghentikan kegiatanku mengobok-obok isi baju Ratna. Lalu kita segera menuju sebuah hotel yg tak jauh dari taman kota. Tiada kita peduli dgn beberapa pasang mata yg memandangi kita dgn sejuta pikiran. Masa bodoh, yg penting saya segera bisa ngentot Ratna.**
Segera saya bayar uang muka sewa kamar, lalu kita melenggang ke kamar 51. Ratna yg sedari tadi memeluk tubuhku kini tergeletak di atas springbed. Matanya yg sayu bagai meminta, tangannya melambai-lambai. saya langsung saja membuka kancing bajuku hingga bertelanjang dada.

"Den.. sudah lama saya inginkan kamu,"
"Oya? Kenapa tak bilang dari dulu?" Ujarku sambil melepas kancing baju Ratna.
Benarlah kini tampak, dua bukit kenyal menempel di dadanya. Tangan Ratna membelai-belai perutku. Rasanya geli dan uh.. lagi-lagi saya merinding. Kutekan-tekan kedua putingnya, bibir gadis itu mengulum basah. Matanya yg semakin memejam membuat birahiku semakin terkumpul menyesakkan dada.
"Den.. ayo.. kamu tak ingin mengulumnya? Ayo masukkan ke mulutmu."
"Heh.. iya, pasti!"
saya segera mengangkangi Ratna lalu berjongkok diatasnya, lalu menunduk mendekati dadanya. Kemudian segera memasukkan bukit kenyal itu ke dalam mulutku. saya hisap putingnya perlahan, tapi semakin saya hisap rasanya saya pingin lebih sehingga semakin lama saya menghisapnya kuat-kuat. Seperti dalam haus yg sangat. Ingin rasanya saya mengeluarkan isi toket Ratna, saya tekan dan remas-remas bukit gemuk itu penuh nafsu. Ratna merintih-rintih kesakitan.
"Den.. hati-hati dong, sakit tahu! Perlahan.. perlahan saja Ok? Heh.. Yah, gitu.. eeh hooh.."
Busyet, baru menghisap toket kiri Ratna saja spermaku sudah muncrat. Batang kontol ku terasa berdenyut-denyut sedikit panas. Ratna bergelinjangan memegangi jeans yg saya pakai, seakan ingin saya segera melorotnya. Tapi saya belum puas mengemut toket Ratna. saya pingin menggilir toket kanannya. Tapi ketika pandanganku mengarah pada bukit kanan Ratna, wuih! Bengkak sebesar buah semangka. Putingnya nampak merah menegang, saya masih ingin memandanginya. Tapi Ratna ingin bagian yg adil untuk kedua propertinya itu.
"Ayo Den, yg adil dong.." Katanya sambil menyuguhkan toket kanannya dgn kedua tangannya.
saya memegangi toket kanan Ratna, mengelusnya perlahan membuat Ratna tersenyum-senyum geli. Ia mendesah-desah ketika saya pelintir putingnya ke kanan dan ke kiri. Lalu segera mencomot putingnya yg tersipu dgn mulutku. Puting itu tersendal-sendal oleh lidahku.

"Deni.. dahsyat banget, uaohh.. enak.. ayo Den.. teruss.."
Ratna menceracau tak karuan, tangannya menjambak-jambak rambut gondrongku. Kakinya bergelinjang-gelinjang kesana kemari. Binal juga gadis ini, pikirku. saya berpindah menyamping, menghindari sepakan kaki Ratna. Jangan sampai kontol ku terkena sepakan kakinya, bisa kalah saya nanti. Justru dgn menyamping itulah Ratna semakin bebas. Bebas membuka resleting jeans yg dipakainya. Tapi dasar binal! Gerakannya yg tak karuan membuat kita berguling jatuh di lantai kamar. Dan toket kanannya lolos dari kulumanku.
"Gimana sih, Rat? Jangan banyak gerak dong!" Ujarku sedikit kesal.
"Habis kamu ganas banget sih.." Hiburnya dgn tatapan menggoda.
Untuk mengobati kekesalan hatiku Ratna segera membuka semua pakaiannya tanpa kecuali. Jelaslah sudah tubuh mungil Ratna yg mempesona. Air liurku segera terbit, inginnya mengganyang tubuh mungil itu.
Tubuhnya yg meliuk-liuk semampai, dua toket nya yg nampak ranum bengkak sebesar buah semangka, perutnya yg langsing bagai berstagen tiap hari, ahh.. Lalu, bagian memek nya! Uhh, memek itu cukup besar dgn bulu-bulu basah yg menghiasinya. Pahanya yg sekal membuatku ingin mengelusnya, dan betisnya yg mulus nan langsat.. ehmm.. Maka dgn tergesa-gesa saya membuka pakaianku, tanpa terkecuali!
"Wah! kontol kamu besar Den!" Kata Ratna yg segera berjongkok dan meremas gemas batang kontol ku yg sudah sangat tegang.
"Auh.. jangan begitu, geli kan?" Jawabku menepis tangannya.
"Jangan malu-malu, pistol sebesar ini, pasti ampuh."
Ratna terus saja membelai-belai batang kontol ku yg ukurannya bisa dibilang mantap. Semakin lama batang kontol ku semakin menegang, rasanya mau meledak saja. Tubuhku bagai tersiram air hangat yg kemudian mengalir di setiap sendi darahku.
"Engh, auh.." saya berdehem-dehem asyik saat Ratna asyik memainkan jemari tangannya pada batang kontol ku.
Telunjuk dan ibu jarinya membentuk lingkaran yg kemudian digerak-gerakkan keluar masuk batang kontol ku. sepertinya kontol ku bermain hula hop. peju ku mencoba meyeruak keluar, tapi saya tahan dgn sekuat tenaga. saya remas-remas rambut panjang Ratna.
Tapi kemudian Ratna yg semakin gemas segera memasukkan kontol ku itu ke dalam mulutnya. Lalu dia mengemutnya bagai mengemut es lilin.
peju ku mencoba meyeruak keluar, tapi saya tahan dgn sekuat tenaga. saya remas-remas rambut panjang Ratna.
Tapi kemudian Ratna yg semakin gemas segera memasukkan kontol ku itu ke dalam mulutnya. Lalu dia mengemutnya bagai mengemut es lilin.
"Ehg.. ehmm.. "
Terdengar suara desisan Ratna bagai sangat menikmati batang kontol ku, begitupun saya. Bagaimana tidak, bibir tebal Ratna segera melumat kulit kontol ku, lalu lidah Ratna menjilat-jilat ujungnya. Nafasku serasa putus, keringatku merembes dari segala arah. Sedang Ratna bagai kesetanan, terus saja menciptakan sejuta keindahan yg siap diledakkan.
Crot.. crot.. Tak ada yg bisa menahannya lagi. Spermaku keluar menyembur ke liang mulut Ratna. Gadis itu nampak sedikit tersedak, beberapa sperma muncrat keluar mulutnya dan kemudian membasahi pangkal kontol ku.
"Ehmm.. ehmm.. keluarkan teruss.. ehmm," Ujar Ratna dgn mulut yg penuh dgn cairan spermaku.
Srup, srup, ia meminumnya dgn semangat sambil tangannya menggelayut di pahaku. Ujung kontol ku dikenyot-kenyot membuat geloraku makin berdenyut-denyut.
krn tak tahan maka tak ayal lagi saya segera menubruknya. Menindih tubuh mungil dan sexy gadis manis ini, lalu melahap bibir nakalnya. Lidah kita bergelut di dalam, menggigit-gigit gemas dan penuh nafsu. Tak peduli Ratna merintih-rintih. Entah krn saya terlalu rakus mengganyang bibirnya, atau berat menahan tindihanku. yg pasti rintihan Ratna terdengar sangat merdu di telingaku.
Maka setelah puas mencumbui bibirnya saya segera beralih kepada memek -nya. Benda keramat itu entah sudah berapa kali kebobolan, saya tak peduli. Kali ini ganti kau yg kukerjain, pikirku.
Langsung saja saya lebarkan paha Ratna sehingga jelas memek berumput yg sangat basah itu. Jemariku memainkan daging gemuk itu. menyusuri perbukitan yg berlorong. Lalu memelintir klitorisnya ke kanan dan ke kiri. Surr.. menyembur lagi cairan memek Ratna. Bening menetes diantara jemariku.
"Den.. tunggu apa.. ayo dong.."
"saya datang sayang."

Wajahku segera mendekat ke memek Ratna. Lalu tanganku sedikit membuka si memek sehingga saya bisa menikmati goa kenikmatan itudengan mataku walau cuma sebentar. Srup, srup, saya jilati memek basah itu. Lidahku sengaja mencari-cari lubang yg mungkin bisa kutembus. Lidahku semakin ke dalam. Mempermainkan klitorisnya yg kenyal. Tanganku pun menyempurnakan segalanya. Bermain-main di toket Ratna yg semakin tegang, mengeras. Sayup-sayup terdengar suara erangan Ratna. saya harap gadis itu juga menikmatinya.
"Ayouhh Den, masukk, saya tak tahan lagi.."

Suara gadis itu terdengar lemah, mungkin sudah keletihan. saya pun sudah cukup puas beranal ria. So, tunggu apa lagi?? saya meminta Ratna untuk menungging. Gadis itu menurut dgn wajah letih namun penuh semangat. Kemudian saya segera memasukkan kontol ku ke memek nya. Mudah. Sekali hentakan sudah masuk. Lalu kucabut dan kumasukkan berkali-kali. Lalu kubiarkan terbenam di dalam beberapa menit.

Cewek Kampus Bikin Kontol Jadi Lembur, Cerita Seks Dewasa

Cewek Kampus Bikin Kontol Jadi Lembur, gadis kuliah doyan ngentot, Cerita Seks Dewasa
Klik foto untuk memperbesar gambar | Cewek Kampus Bikin Kontol Jadi Lembur, Cerita Seks Dewasa

"Eghh.." Ratna menahan rasa nikmat seks yg kemudian menggairahkan.
Tubuhnya sedikit mengejang tapi kemudian bergoyang-goyang mengikuti gerakan kontol ku. saya segera mengocok kontol ku dgn kekuatan penuh. Dan kemudian.. kembali peju ku muncrat keluar memenuhi lobang memek gadis kampus itu.
Beberapa saat kita saling menikmati kenikmatan itu. darahku seakan berhenti mengalir seperti ada hawa panas yg menggantikan aliran darahku. Seluruh persendian terasa tegang, tapi kemudian seperti ada rasa kepuasan yg tak bisa terucapkan.
Hingga kemudian saya mencabut kembali batang kontol ku dari memek Ratna. Gadis itu kembali terlentang di lantai kamar hotel. Sedang saya segera menghempaskan tubuhku di atas kasur. Dinginnya lantai kamar yg menyentuh jemari kakiku tak bisa mengalahkan panasnya suasana kamar itu. Bau keringat kita berbaur.

Namun tiba-tiba batang kontol ku yg sudah mulai mengendur tersentuh kulit halus wanita. Ketika saya mendongakkan wajah ternyata Ratna yg telah duduk di depan kakiku sambil mengelus-elus batang kontol ku.
"Den, kamu hebat banget. saya benar-benar puas."
"Ehng.. kamu juga. Sekarang kamu mau minta apa??"
Gadis itu masih diam sambil terus mempermainkan batang kontol ku. Gawat, bisa-bisa bangun lagi batang kontol ku. Bisa perang lagi nih, dobel dong tarifnya.
"Kamu minta apa? HP? Duit?"
"saya minta.. minta lagi deh," Kata Ratna yg kemudian kembali mengenyot batang kontol ku.
"Waduh, bisa-bisa lembur nih!", pikirku.

Cewek Kampus Bikin Kontol Jadi Lembur, gadis kuliah doyan ngentot, Cerita Seks Dewasa, Cewek Kampus Bikin Kontol Jadi Lembur, gadis kuliah doyan ngentot, Cerita Seks Dewasa, Cewek Kampus Bikin Kontol Jadi Lembur, gadis kuliah doyan ngentot, Cerita Seks Dewasa, ngentot toket gede
Cewek Kampus Bikin Kontol Jadi Lembur, Cerita Seks Dewasa
Cewek Kampus Bikin Kontol Jadi Lembur, Cerita Seks Dewasa, cerita seks , Cewek Kampus Bikin Kontol Jadi Lembur, gadis kuliah doyan ngentot, Cerita Seks Dewasa, kisah porno, kisah sex bokep, sex, Cewek Kampus Bikin Kontol Jadi Lembur, Cerita Seks Dewasa

10
205

Tags cerita dewasa paling populer di blog ini: cerita seks, Cerita Dewasa, 17 Tahun, sex, Ngentot, Memek, Istri, selingkuh, Kontol, Entot, Mama, gangbang, tante, threesome, ABG, Binal, sexy, toket, payudara.
Aktifkan javascript lalu tekan F5, untuk membuka halaman
meng-klik link cerita secara normal
dan membuka gambar lebih besar.
Cerita dewasa seks terpanas, update setiap hari cerita terbaru Cerita seks dewasa ngentot memek isteri, perek, bispak.
http://cerita-dewasa-terpanas.blogspot.com