Istri Dipijat Kontol Sampe Ngecrot di Intip Suami

Seperti yang udah-udah, Marto rutin menggunakan jasa tukang pijat. Rudi nama si tukang pijat itu. Marto terkesan dgn kemampuan Rudi dalam memijat karena dia sangat ahli dan bisa menghilangkan kepenatan Marto yang sehari-hari bekerja sebagai seorang sopir di perusahaannya tempat bekerja. Kejadian diawali saat satu hari di hari Minggu. Marto menawari Rina istrinya untuk mencoba pijatan Rudi. Mulanya Rina menolak,

karena merasa risih dipijat oleh seorang tukang pijat lelaki. Namun karena Marto mendesak, akhirnya istrinya itupun menerima, dgn syarat ditemani olehnya.
Maka mulailah Rina dipijat. cuma mengenakan sehelai kain penutup tubuhnya, Rina pun mulai menerima pijatan Rudi. Awalnya Rina terlihat canggung dan risih, namun dgn keahlian Rudi, akhirnya Rina pun mulai menikmati pijatan si tukang pijat lelaki itu.

Sebenarnya, kalau pada awalnya Rina merasa risih dan agak sungkan dipijat oleh Rudi, namun semakin lama Rina merasakan nyaman juga dgn pijatan lelaki itu. Dan tanpa diketahui Marto, sesungguhnya diam-diam Rina merasakan ada sesuatu yang asing pada setiap sentuhan jari tangan lelaki itu. Sesuatu yang muncul begitu aja tanpa diinginkan dan disadarinya pada awalnya. Gerakan jari tangan lelaki itu, mengalirkan desiran-desiran aneh dalam dirinya. Desiran-desiran yang membuat tubuhnya terasa agak meradang. Desiran-desiran yang tanpa sadar membangkitkan hasratnya. Dan keadaan itu terus meningkat sampai akhirnya Rina selesai dipijat.

Sampai di situ, Rina harus berjuang mengendalikan dirinya yang seakan lepas kontrol. Sampai selesai dipijat, Rina tak berani bangkit dan tetap berbaring telungkup untuk menutupi perubahan pada dirinya, terutama di raut mukanya. Rina tak ingin Marto mengetahuinya
Dan pijatan keduapun seharusnya berlangsung seminggu kemudian. Namun karena Rina menolak dan tak ingin mengalami apa yang dirasakannya minggu lalu. Walau sesungguhnya, penolakan itu tidaklah penuh, karena sebagian hatinya menginginkan apa yang dirasakannya minggu lalu dirasakannya kembali. Rina ingin, Marto kembali memaksanya. Dan hal itu..tak terjadi kali ini.
Dan di minggu berikutnya, kejadian itu berawal.
Kali ini Rina merasakan suatu ketegangan. Ketegangan yang sama dirasakannya pada saat pertama kali dipijat lelaki itu. cuma ketegangannya kali ini berbeda bentuk, dan itu cuma Rina sendiri yang mengetahuinya.

Sentuhan pertama udah membuat Rina harus memejamkan matanya. Sentuhan jari-jari tangan Rudi dipermukaan kulit punggungnya yang putih dan mulus itu. Sentuhan yang kembali membangkitkan desiran-desiran aneh dalam diri Rina. Desiran-desiran yang membuat jalan napasnya seakan tersendat.
Entah mengapa, dipijatan kali ini Rina merasakan kalau pijatan Rudi tak seperti sebelumnya. Pijatan lelaki itu kali ini seperti tak sungguh-sungguh memijat layaknya seorang pemijat, namun seperti sebuah usapan dan belaian aja. cuma tekanan-tekanan kecil aja di bagian punggungnya yang terbuka.

Andai aja dirinya tak menginginkan, udah pasti dirinya akan keberatan dgn apa yang dilakukan lelaki pemijat itu. Namun Rina cuma diam, karena memang sesungguhnya dirinya menginginkan dan menikmati apa yang dilakukan lelaki itu.
Dan Rina semakin sulit menahan rasa sesak di dadanya. Rasa sesak karena dirinya harus mengendalikan jalan napasnya yang semakin meningkat, namun berusaha disembunyikannya.

Rina semakin tak berdaya, manakala gerakan jari tangan Rudi di punggungnya itu udah semakin jauh mengarah ke bagian depan. Gerakan yang terselubung namun cukup disadari oleh Rina. Gerakan yang seakan tak disengaja, namun Rina mengetahui pasti kalau lelaki itu sengaja melakukannya.
Dan Rina cuma mampu menggigit bibir bawahnya sendiri manakala jari tangan Rudi benar-benar mengarah ke perbatasan antara tulang rusuk bagian dalamnya dgn kaki bukit payudaranya. Sekujur tubuhnya terasa mulai meradang merasakan desiran-desiran yang semakin kuat, membuat aliran darahnya terus meningkat. Dan keadaan itu sungguh-sungguh tak mampu dikendalikannya manakala akhirnya Rina merasakan jelas-jelas kalau Rudi memang melakukan sentuhan di kaki bukit payudaranya.
Sentuhan yang terus berlanjut dan semakin dalam. Semakin turun dan semakin mengarah. Rina benar-benar dibuat tak berdaya. Tanpa sadar dan kendalinya, Rina merasakan bagian bawah tubuhnya udah basah. Basah pada bagian organ keintimannya. Basah oleh gairah yang terbangkitkan oleh sentuhan lelaki itu.

Untungnya, "siksaan" itu segera berakhir. Lelaki pemijat itu menyudahi kerjanya di bagian tubuhnya. Kini Rudi mulai melakukan pijatan di bagian bawah, di kedua kaki-kaki Rina. Untuk sesaat Rina bisa bernapas lega.
Ternyata, Rina cuma mampu bernapas lega sesaat. Ya, sesaat. Karena saat Rudi mengurut bagian bawah tubuhnya itu, "siksaan" lain kembali menderanya, bahkan semakin kuat.

Kalau pada pijatan dua minggu lalu, Rudi cuma memijat sampai ke bagian sepertiga pahanya aja, namun kali ini...lebih jauh. Rina menyadari dgn pasti, kalau lelaki itu menggerakkan tangannya jauh lebih ke atas lagi. Bergerak menyelusup jauh ke atas ke balik kain yang menutupi tubuhnya. Gerakannya semakin lama semakin jauh. Dan Rina..sungguh menyadarinya, namun tak berdaya menghentikannya.
Rina cuma bisa menahan napas saat lelaki pemijat itu semakin jauh bergerak naik. Turun kembali sampai ke lekukan kedua lututnya, lalu naik lagi ke atas dan semakin mendekati ujung pangkal paha bagian atasnya. Terus dan semakin dekat. Rina semakin tegang sekaligus..ingin lelaki itu bergerak semakin jauh. Namun sampai beberapa gerakan, lelaki itu cuma bergerak sebatas beberapa inci dari pangkal paha. Rina terus menunggu dan terus menunggu, namun belum juga didapatkannya. Gerakan tangan lelaki itu tetap tak beranjak dari posisi, cuma beberapa inci dari posisi akhir yang diinginkan Rina. Putus asa, dirinya menginginkan lelaki itu "menyelesaikan" gerakannya.

Andai aja dirinya bukan siapa-siapa. Bukan seorang wanita bersuami. Andai aja dirinya tak sedang berada di dekat suaminya. Dan andai aja.. Ya andai aja dirinya bebas dari segala tuntutan norma dan aturan sebagai seorang istri, tentu Rina udah meneriakkan apa yang diinginkannya. Rina akan meneriakkan agar lelaki pemijat itu melakukan langkah akhir. Langkah akhir yang saat ini sangat diinginkannya. Dan dgn sudut matanya, Rina melirik ke belakang dimana Marto suaminya masih duduk menemaninya.

Namun rupanya, apa yang diinginkan Rina untuk saat ini nampaknya harus ditelannya bulat-bulat. Rina tak lagi mempunyai harapan untuk mendapatkan keinginannya. Apalagi kini gerakan tangan lelaki itu justru semakin menjauh dari posisi yang diinginkannya. Lelaki itu justru kini mengarahkan gerakannya kembali ke kedua tumitnya. Lelaki itu justru kini..menjauh. Rina cuma mampu menggigit bibirnya sendiri dgn sejuta kekecewaan.
"Akh" tanpa sadar Rina terpekik saat merasakan lecutan dalam dirinya karena tanpa diduga, dgn gerakan tiba-tiba, Rudi..bergerak naik dan langsung.. menusuk pangkal pahanya. dgn spontan Rina menoleh, bukan hendak memprotesnya, namun lebih mencari sosok suaminya yang semula duduk di kursi dekat pintu masuk kamarnya. Dan tatkala tak dijumpai sosok suaminya, pandangan Rina kini beralih ke lelaki pemijat itu. Pandangan yang bimbang apakah akan memprotes tindakan lelaki itu ataukah..membiarkannya. Dan..dgn sikap yang terbaca, Rina tak melakukan protes apa-apa. Rina bahkan menunggu tindakan selanjutnya dari lelaki itu.

Rupanya Rudi menggunakan kesempatan saat suaminya keluar. Dan apa yang dilakukan lelaki itu, justru memang yang diinginkannya. Entah karena udah di belenggu hasrat atau memang dirinya udah hilang kesadaran, Rina justru kali ini senang dgn ketidak hadiran suaminya itu. Dan kesempatan itu tak ingin disia-siakannya. Rina ingin merasakan sesuatu yang berbeda. Berbeda getaran dan sensasinya. Berbeda rasa dan kenikmatannya. Berbeda lelaki yang melakukannya.

Satu gerakan aja, membuat Rina harus menahan pekikannya. Satu gerakan yang membuat tubuhnya tersentak untuk kemudian bergetar hebat. Satu gerakan yang tiba-tiba namun tidak kasar. Satu gerakan sentuhan dan diikuti sapuan di permukaan selangkangnya yang membuat Rina tanpa sadar merenggangkan kedua pahanya. Satu gerakan yang melambungkan sukmanya. Satu gerakan yang...
"Mmmhhh" tak kuasa Rina melepaskan segala apa yang dirasakannya. Lelaki pemijat itu benar-benar telah menerbangkannya ke awang-awang. Gerakan jari tangannya demikian lihainya, bergerak-gerak lembut dan perlahan namun dgn tekanan yang menentukan. Gerakan dan tekanan yang sangat tepat membuat pinggul bulat Rina terangkat tanpa sadar. Satu dua gerakan yang terukur dan akhirnya..

Rina cuma mampu menggigit bantal yang menjadi penyangga kepalanya. Jari-jari tangannya meremas kuat kedua tepian bantal itu saat dgn beraninya lelaki pemijat itu menyelipkan jari-jari tangannya di lipatan celana dalamnya. Bergerak sedikit dan menyingkirkan bagian celana dalamnya, persis di posisi yang tepat. Rina tersentak tak percaya saat dirasakannya jari-jari lelaki pemijat itu..menyelusup masuk ke dalam..lobang memek nya !
Menusuk dalam dan dalam sekali. Rina sampai menarik pinggul bulatnya ke belakang hingga bongkahan pantatnya semakin terangkat naik. Kedua pahanya semakin merenggang. Rina cuma mampu menahan napas saat jari-jari tangan lelaki itu bergerak-gerak lincah di dalam rongga memek nya, sementara jari lainnya menari-nari memijat dan menggelitik bagian tersensitif di luar rongga memek nya. Rina cuma mampu diam dan terus diam merasakan seluruh perasaannya yang demikian menggila. Rudi terus melakukan gerakan-gerakan nakal di bagian terintim dirinya. Dan Rina...semakin tenggelam. Tenggelam dalam ketidak berdayaannya. Tenggelam dalam ketidak sadarannya. Tenggelam dalam ketidak ingatan akan dirinya. Rina lupa segala-galanya.
"Mmmhh..mmhhh" berkali-kali rintihan tertahannya meluncur seiring dgn semakin lihainya gerakan jari tangan lelaki pemijat itu di organ memek nya. Pinggul bulat Rina tanpa kendali bergerak-gerak seakan memberi isyarat kalau dirinya amat sangat menikmati apa yang dilakukan oleh lelaki pemijat itu. Gerakan yang memberi isyarat agar lelaki pemijat itu semakin memberi segala sesuatu yang diinginkannya. Gerakan yang memberi isyarat agar lelaki itu terus melakukannya hingga akhir.

Namun sayang, Rina harus kecewa. Bertepatan dgn suara daun pintu yang terbuka, Rina merasakan lelaki pemijat itu menarik tangannya dgn cepat. Meninggalkan posisinya semula. Meninggalkan dirinya yang berada tergantung di awang-awang tanpa terselesaikan. Meninggalkan dirinya yang cuma bisa menggigit bibir bawahnya sendiri dgn segudang kekecewaan. Rina sangat kecewa karena merasa tak terselesaikan.
"udah pak. Selesai memijatnya" terdengar ucapan lelaki itu. Rina cuma bisa diam. cuma bisa pasrah. Dan cuma bisa kecewa karena digantung tanpa penyelesaian.

Sampai Rudi pulang, Rina cuma bisa berbaring dgn segala perasaan yang dialaminya. Ingin rasanya dirinya minta diselesaikan oleh suaminya sendiri, namun Rina tak berani. Khawatir suaminya bertanya-tanya, mengapa selesai dipijat dirinya meminta. Khawatir akan dugaan dan pertanyaan yang mungkin timbul dalam benak suaminya. Akhirnya Rina cuma mampu diam hingga terlelap karena kelelahan sendiri.
Sebenarnya, tanpa juga diketahui oleh Rina juga, Marto suaminya udah mengetahui apa yang dialami dan dirasakan Rina, istrinya itu. Sejak minggu pertama, Marto membaca apa yang dialami oleh istrinya itu. Dan pada saat itu, sesungguhnya Marto merasa cemburu juga melihat Rina istrinya itu justru menikmati pijatan Rudi dgn cara yang berbeda.

Akibat didera rasa cemburu, itulah kenapa pada minggu berikutnya Marto tidak memaksa Rina untuk dipijat. Namun uniknya dan anehnya, pada hari-hari menjelang minggu ke tiga, justru Marto merasakan sesuatu yang berbeda. Marto seolah merasakan sensasi dan gairah tersendiri menyaksikan Rina menikmati sentuhan lelaki lain. Sensasi yang akhirnya menghadirkan imajinasi akan variasi kehidupan seksuilnya. Marto ingin mencoba petualangan baru dan nampaknya istrinya itu memungkinkan. Oleh karenanya, di minggu ke tiga ini Marto membujuk Rina untuk mau di pijat lagi. Dan gayungpun bersambut.

Dan tadi, Marto benar-benar merasa sangat luar biasa. Sensasi yang dialaminya dan ketegangan serta daya tarik seksualnya benar-benar memuncak manakala diam-diam setelah dirinya pura-pura keluar lalu diam-diam mengintip dari celah-celah lubang angin di bagian atas pintu kamarnya, dgn jelas dirinya melihat dan mendengar apa yang dialami Rina istrinya itu. Hampir aja dirinya membiarkan Rina menyelesaikan apa yang tengah dinikmatinya bersama lelaki pemijatnya itu. Bukan cuma penyelesaian yang sepihak dan sebatas permainan jari tangan, namun lebih dari itu. Namun Marto tak ingin terburu-buru dan gegabah. Biarlah waktu nanti yang menyelesaikannya.
Satu minggu berikutnya kembali Rina dipijat. Kalau biasanya di hari Minggu, namun kali ini dimajukan, menjadi Sabtu sore. Marto sendiri yang menginginkan hal itu.

Antara takut akan digantung seperti minggu sebelumnya dgn kerinduan untuk merasakan kembali apa yang dirasakannya minggu lalu. Rina sangat berharap, di kali ini dirinya bisa terselesaikan, entah bagaimana caranya nanti. Demikian juga halnya dgn Marto. Dirinya berharap, kali ini semuanya bisa berjalan hingga akhir dan dapat mengalami suasana dan nuansa baru dalam kehidupan seksual suami istrinya. Apalagi kini keadaan sangat mendukung, karena sejak Sabtu pagi tadi kedua anaknya yang udah duduk di bangku SMA dan SMP sedang berlibur di rumah orang tua Rina. Tinggallah mereka cuma berdua aja di rumah.
Jam tujuh malam, Rudi datang. Setelah berbincang sesaat, acarapun dimulai. Kalau sebelumnya Marto mendahului dipijat oleh Rudi, namun kali ini Marto menyilahkan Rudi untuk langsung memijat Rina. Untuk tak menimbulkan kecurigaan istrinya, Marto tetap menemani Rina dipijat. Duduk tenang di sudut kamar dekat pintu kamar. Namun diam-diam, mencuri pandang di balik kamuflase bacaannya.

Sampai beberapa saat, acara pijatan berlangsung seperti biasanya. Rina rebahan telungkup dgn selembar kain yang menutupi sebatas punggung dan betisnya, sementara Rudi terus memijat. Marto mencari cara dan alasan untuk memberi moment dan kesempatan agar apa yang menjadi fantasinya tercapai. Demikian pula sebaliknya Rina. Dia berharap menemukan moment yang tepat untuk bisa mendapatkan apa yang tak didapatkannya di minggu lalu.
Sampai akhirnya Martopun mendapatkan ide. Pura-pura beberapa kali menguap kantuk, Marto memberi alasan dan kesempatan. dgn gerakan yang meyakinkan Marto berpura-pura terkantuk-kantuk sampai bahan bacaannya terjatuh, dan itu diamati oleh Rina istrinya, namun dia diam aja.
Tiba saatnya Marto menjalankan skenario berikutnya. dgn pura-pura terhuyung-huyung, Marto melangkah keluar. Sambil berjalan ke arah sofa, dimatikannya lampu ruangan tengah itu. Cukup cahaya dari kamar tidur yang menerangi ruangan tempat bersantai itu. Pintupun dibiarkannya terbuka sebagian lalu dirinya rebahan di sofa dgn tetap bisa saling melihat ke dalam kamar dan juga sebaliknya. Perlahan namun pasti, Marto berpura-pura terlelap dalam tidur namun dgn sedikit memicingkan mata tetap mengawasi ke dalam kamarnya. Belum ada gerakan beberapa saat. Baik Marto maupun Rina saling menunggu hingga akhirnya...

"Sebentar" ujar Rina sambil memberi isyarat agar Rudi menghentikan dahulu pijatannya. Rina bangkit sambil melilitkan kain ke tubuhnya lalu melangkah mendekat ke suaminya. Dari celah matanya, Marto bisa melihat istrinya tengah menuju ke arahnya. Martopun langsung merapatkan kedua matanya saat Rina semakin mendekat dan pura-pura tertidur pulas.
"Mas..mas" Rina mencoba membangunkan, namun Marto tetap diam, seakan sangat terlelap. Sekali lagi Rina coba membangunkan, namun Marto tetap diam. Rina akhirnya kembali melangkah masuk dan..dia menutup lebih rapat pintu kamar tidurnya seperti takut terlihat dari luar. Marto menunggu sesaat dgn penuh ketegangan.

Setelah dirasa cukup, Martopun bangkit perlahan dan mendekat ke pintu kamar tidurnya. Dicoba memeriksa celah pintu, ternyata tak ada celah, walau tak tertutup sampai penuh. Didekatkannya telinganya untuk mencoba mendengarkan suara dari dalam. Hening, tak ada suara. Marto diam sejenak, lalu dgn gerakan yang sangat hati-hati, sofa kecil yang ada di dekat pintu kamar tidurnya dia angkat dan diletakkan di depan pintu
dgn gerakan perlahan dan hati-hati, Marto menaiki sofa itu dgn perasaan tegang. Perlahan di angkat wajahnya sampai dapat melihat ke dalam kamar tidurnya melalui celah ventilasi pintu kamar tidurnya. Dan terlihat, Rina udah kembali telungkup melanjutkan pijatannya. Posisi rebahan Rina cukup tepat agak menyamping dgn kaki ke tepi luar tempat tidurnya. Lampu kamarpun tidak dimatikan, semua seperti biasanya.
Dan kembali seperti minggu lalu, Marto menyaksikan istrinya itu tengah menikmati pijatan Rudi. Bahkan kini..ya..kini, dgn jelas Marto dapat melihat gerakan jari tangan Rudi udah lebih jauh lagi dibandingkan minggu sebelumnya. Dan kali ini, dikala dirinya tak ikut hadir di kamar itu, gerakan Rudi tak terlihat lagi seperti tengah memijat seperti sebelumnya, namun..lebih tepat dikatakan..membelai. Ya, lelaki pemijat itu kini dgn jelas bukan lagi sedang memijat melainkan..sedang membelai-belai. Membelai-belai punggung Rina yang terbuka. Belaian yang lalu mengarah ke bagian depan tubuh istrinya itu. Dan Rina..tak menolaknya, bahkan terlihat jelas..menerimanya.

dgn perasaan tegang sekaligus..gairah, Marto dapat melihat gerakan jari-jari tangan lelaki pemijat itu semakin berani mengarah ke depan menuju gundukan kedua payudara Rina. Sementara Rina sendiri memang..menikmatinya. Bahkan dalam satu gerakan..Rina mengangkat sedikit badannya, memberi ruang bagi Rudi. Jelas dan sangat nyata terlihat oleh Marto, kalau istrinya itu semakin mengangkat dadanya hingga...tergantung. Kesempatan itu tak disia-siakan oleh Rudi. dgn pasti lelaki pemijat itu bergerak maju dan...
"Mmmmhhh" terdengar suara rintihan Rina saat tangan Rudi akhirnya.. untuk pertama kalinya menyentuh payudaranya. Bukan cuma menyentuh, bahkan.. menggenggamnya !

Sungguh suatu perasaan yang sulit dilukiskan yang dirasakan oleh Marto saat ini. Perasaan aneh sekaligus sangat membangkitkan hasrat birahi menyaksikan untuk pertama kalinya Rina istrinya berada dalam rengkuhan lelaki lain. Dan Marto semakin tenggelam dalam seluruh perasaannya, manakala menyaksikan Rina istrinya sangat menikmati hal itu. Rintihan Rina walau berusaha disembunyikan, terdengar jelas oleh Marto. Bahkan kini, Rina terlihat menggelinjang dalam dekapan Rudi.

Rina sendiri udah semakin tenggelam dalam buaian rasa nikmat. Nikmat dan sensasi yang menggila. Seluruh tubuhnya terasa menggigil merasakan gelitikan dan pilinan jari tangan lelaki pemijatnya itu di kedua putting payudaranya yang udah mengeras. Rina cuma bisa memejamkan kedua matanya sambil berusaha menahan rintihannya merasakan permainan jari-jari tangan lelaki asing di kedua payudaranya itu. Terasa sangat berbeda, asing dan penuh misteri namun sangat nikmat. Belaian, remasan, gelitikan dan pilinan jari tangan Rudi benar-benar melambungkan sukmanya.
Walau cuma berlangsung beberapa menit aja, namun tindakan lelaki pemijatnya itu telah mengantarkan Rina ke puncak gairahnya. Dan tatkala Rudi mulai bergerak ke bawah, Rina pun...bersiap.

Marto menyaksikan, Rudi mulai menyentuh kedua kaki istrinya. Dari apa yang dilihatnya sesaat tadi, Marto dapat memastikan kalau segala sesuatunya akan berakhir sesuai dgn fantasinya. Dan itu semakin terlihat manakala dgn gerakan pasti, Rudi mulai memijat kedua kaki Rina. Bukan, bukan memijat, tapi.. membelai ! Ya, membelai. Sambil bergerak membelai kedua paha paha mulus Rina, Rudi menyingkap kain yang menutupi bagian tengah istrinya itu lebih tinggi lagi. Hal yang tidak dilakukannya saat dirinya hadir di kamar itu. Dan hal itu ternyata..tak ditolak oleh Rina.
Satu dua gerakan, Marto melihat belum sesuatu yang berarti. Namun digerakan berikutnya...Marto menahan napasnya. Terlihat dgn jelas, Rudi mulai mengarahkan gerakannya ke pangkal paha Rina. Dari balik kain yang masih menutupi sebagian bongkahan pantat Rina, Marto dapat menyaksikan gerakan-gerakan tangan lelaki itu dari gelombang-gelombang kain penutup tubuh bagian bawah istrinya itu, dan Marto dapat memastikan kalau Rudi udah berhasil menggapai tujuannya..pangkal paha Rina. Hal itu terlihat juga dari gerakan pinggul Rina yang terangkat naik. Juga dgn gerakan kedua paha putih mulus Rina yang merenggang. Ditambah lagi dgn..erangan dan rintihan tertahan istrinya itu.

Marto benar-benar memuncak dalam amukan gejolak birahinya, namun dia tetap berusaha bertahan, walau lututnya terasa lemas. Sementara Rina sendiri semakin tenggelam semakin dalam. Apa yang dirasakannya minggu lalu, kali ini terasa jauh lebih hebat. Rasa penasaran, tertantang dan ketegangan, justru semakin melipat gandakan kenikmatannya. Dan tatkala kembali dirasakannya jari tangan Rudi berusaha menyelusup masuk ke dalam lobang memek nya yang udah sangat basah itu, Rina pun memberi jalan dgn semakin merenggangkan kakinya.

"Mmmhhh..mmmhhh" cuma itu yang dapat dilakukannya merasakan gerakan jari tangan Rudi yang mulai menyelusup masuk ke dalam lobang memek nya. Terus masuk semakin dalam, mengalirkan rasa nikmat dan sensasi yang sulit dilukiskan. Sementara bagian tonjolan daging yang terletak di luar lobang memek nya, terus mendapat stimulasi dan rangsangan yang intens dari jari-jari tangan lelaki itu. Rina sampai meregang manakala lelaki itu dgn lihainya mengkobinasikan gerakan jari tangannya baik yang berada di luar maupun yang berada di dalam rongga memek nya. Pinggul bulatnya semakin terangkat naik dan mulai memberikan respon gerakan.
Rina cuma bisa merintih dan mengerang pelan, merasakan semua sensasi, ketegangan dan kenikmatannya. Terasa sangat lihai sekali Rudi menggerak-gerakkan jari tangannya membuat Rina tanpa sadar udah mengangkat pinggulnya tinggi-tinggi hingga kini posisinya menungging dgn dada dan kepala rebah.

Gerakan itu terus berlanjut sampai akhirnya...Rina merasakan kalau lelaki itu ingin melepas penghalang satu-satunya yang menggangu segala gerakannya. Dan Rina menyilahkan lelaki itu..menarik celana dalamnya. Rina memberi jalan sampai akhirnya..terlepaslah celana dalamnya dan entah tercampak di mana. Rina semakin tak kuasa mengendalikan dirinya, sementara Martopun semakin memuncak menyaksikan semua ini. Apalagi saat Rudipun menyingkirkan kain penutup bagian bawah tubuh Rina tanpa ditolak oleh Rina, maka kini terbukalah seluruh tubuh indah istrinya itu. Rina telungkup menungging dalam keadaan polos tanpa penutup sedikitpun, dan Rina..menerima !

Rina sendiri, anehnya tak lagi merasa canggung dan malu demi menyadari dirinya kini udah polos tanpa penutup tubuh sama sekali. Apalagi, saat ini dalam posisinya dan dalam posisi lelaki pemijatnya itu, Rina dapat memastikan kalau bagian organ memek nya pasti tengah terpampang bebas dan jelas di hadapan lelaki itu. Namun Rina udah tak perduli lagi dan apalagi malu. Justru dirinya kini sangat bergairah dan semakin bergairah justru saat menyadari akan kepolosan tubuhnya ini dan tengah ditonton lelaki itu.
Kembali Rudi melakukan kerjanya. Jari tangannya sesaat mengusap permukaan vagina Rina yang kini terpampang jelas. Nampak kemerahan dgn bibir memek yang udah terbuka.

dgn jelas sekali, Marto menyaksikan lelaki pemijat itu kembali memasukkan jari tangannya ke dalam lubang vagina istrinya. Tidak cuma satu, tapi...dua. Tidak...bukan dua, tapi..tiga. Oh ternyata..empat ! Gila ! Rina sampai mengerang dan meliukkan pinggul bulatnya merasakan tusukan empat jari tangan lelaki pemijatnya itu. Dari belakang, Marto dapat menyaksikan kalau lubang memek istrinya itu sampai meregang penuh untuk dapat menampung keempat jari tangan lelaki pemijatnya itu. Dan tatkala Rudi mulai bekerja, terdengar suara kemerocok dari vagina istrinya pertanda kalau Rina benar-benar berada dalam puncak gairahnya.

Rina sendiri benar-benar tak kuasa lagi menahan seluruh perasaannya. Tindakan nakal lelaki itu yang membenamkan keempat jari tangannya ke dalam lobang vaginanya, justru terasa sangat nikmat. Nikmat karena terasa penuh dan meregang habis. Dan lebih nikmat lagi saat keempat jari tangan lelaki itu bergerak liar di dalam lubang memek nya. Rina cuma bisa merintih tertahan sambil meliuk-liukkan pinggulnya tanpa sadar.
Dan selanjutnya, apa yang disaksikan oleh Marto benar-benar membuat jantungnya seakan hendak berhenti. Rudi tak cuma mengorek-ngorek lubang vagina istrinya itu akan tetapi kini...lelaki itu mendekatkan wajahnya ke selangkangan Rina dan akhirnya..mencium selangkangan istrinya itu. Bukan cuma mencium, tapi..menjilati dan mengulum vagina Rina ! Uuukhh...Marto benar-benar tak kuat lagi rasanya.
Bahkan akhirnya, Rudi tak cuma menggarap selangkangan Rina, tapi juga payudara istrinya yang tergantung bebas. Marto benar-benar hampir tak kuat menyaksikan istrinya digarap oleh lelaki pemijatnya itu. Sementara Rina sendiri justru sebaliknya, dia semakin tenggelam dalam sejuta kenikmatan merasakan apa yang dilakukan lelaki itu. Sementara payudaranya diremas dan dipilin-pilin putingnya, jilatan, gelitikan lidah, hisapan dan gigitan-gigitan kecil dirasakannya di clitorisnya. Ditambah lagi dgn kocokan keempat jari tangan lelaki pemijatnya itu di lobang memek nya membuat Rina memuncak. Dia..ingin segera diselesaikan !

Rudi nampaknya lelaki yang sangat berpengalaman. Tanpa meminta, lelaki itu tahu kapan si wanita menginginkan penyelesaian. dgn cepat lelaki itu melepaskan garapannya di tubuh polos Rina, lalu dgn cepat juga dia melucuti pakaiannya sendiri hingga sama-sama..bugil ! Marto tercekat menyaksikan semua itu. Lututnya gemetar. Terlihat kini di dalam kamar tidurnya, istrinya bersama dgn lelaki selain dirinya dalam keadaan sama-sama telanjang bulat. Martopun menyaksikan batang kontol lelaki pasangan bercumbu istrinya itu udah menegang penuh, dgn tonjolan urat-urat besar di sekeliling batang kontol nya. Ukuran batang kontol nya tak jauh berbeda dgn ukuran batang kontol miliknya. cuma diameternya yang lebih besar, sekitar 6 cm-an sedang miliknya, cuma 4 cm.

Marto semakin terpaku saat menyaksikan istrinya membalikkan badan. Kini posisi Rina telentang menghadap ke lelaki itu. Terlihat Rina memandang dgn penuh gairah batang kontol lelaki itu. batang kontol lelaki lain pertama yang dilihatnya, membuat Rina terlihat sangat bergairah.
Penantian berjalan dgn cepat. Marto menyaksikan Rudi langsung bersiap diantara kedua paha mulus istrinya itu, sementara Rina bersiap menerima masukan pertama dari lelaki asing dgn tak sabar. Kedua kaki mulus istrinya itu udah membuka memberi jalan pada lelaki itu. Kedua lututnya menekuk ke atas sambil mengangkang penuh. Rina nampaknya udah demikian menggebunya hingga tak perduli lagi kalau dihadapannya adalah lelaki lain. Bahkan saat lelaki itu menyempatkan memandangi selangkangannya yang berbulu halus dan tidak terlalu lebat itu, Rina pun tak keberatan atau merasa malu.

"Ssshh..uuuukkkhhh" erangan Rina tak mampu ditahannya. dgn jelas Marto menyaksikan batang kontol lelaki itu mulai membenam masuk ke dalam lubang memek istrinya. Sementara Rina sendiri, merasakan sensasi dan kenikmatan tersendiri menerima masukan pertama dari lelaki lain. Rina merasakan lobang memek nya terasa penuh dan terganjal, namun sangat nikmat.

Perlahan sekali Rudi ngentotin batang kontol nya kedalam memek Rina


Perlahan pula Rina merasakan kenikmatan yang semakin kuat seiring semakin dalamnya batang kontol lelaki itu memasuki lobang memek nya sampai akhirnya..
"Akh" pekikan kecil Rina mengiringi selesainya benaman batang kontol Rudi, yang habis membenam seluruhnya ke dalam lubang vaginanya. Rudi menekan lebih kuat, sementara Rina menarik wajahnya ke belakang merasakan tusukan ujung batang kontol lelaki itu di dasar lubang memek nya. Rina merasakan tekanan yang kuat di dalam lubang memek nya, menghadirkan tekanan kenikmatan yang kuat pula.

Untuk beberapa saat lamanya Rudi diam sambil tetap menekan, sementara Rina pun tetap menarik kepalanya ke belakang. Sambil menekan, Rudi tak menyia-nyiakan kedua gundukan payudara Rina dan meremasnya dgn sedikit kuat. Di balik kisi-kisi lubang ventilasi pintu kamar, Marto cuma bisa terpaku. Berkecamuk perasaannya, namun tak ada niatan untuk menghentikan semua itu. Marto justru merasa sangat terangsang melihat istrinya tengah bersenggama dgn lelaki pemijatnya itu. Marto tak lagi memikirkan, apakah dirinya normal ? Yang ada saat ini adalah sensasi yang luar biasa menyaksikan Rina tengah meregang kenikmatan. Seakan masih tak percaya, kalau Rina istrinya itu benar-benar melakukan hal itu. Benar-benar memberikan kesempatan kepada lelaki lain untuk menikmati tubuh polosnya, termasuk sampai menerima masukan batang kontol lelaki itu ke dalam lubang memek nya. lubang memek nya yang selama ini cuma dirinya yang mengisi, namun kini untuk pertama kalinya istrinya itu menerima masukan lelaki lain, dan Rina nampaknya sangat menikmatinya.

"Sssshhh" erangan Rina mulai terdengar lagi saat Rudi mulai bergerak mundur. Kedua bola mata Rina terpejam rapat. Bibirnya terbuka sebagian. Dari raut wajahnya terlihat kalau Rina istrinya memang sangat menikmati hubungan seks pertamanya dgn lelaki lain itu. Marto mengamati bagaimana batang kontol Rudi mulai bergerak maju mundur keluar masuk ke dalam lubang memek istrinya. batang kontol itu terlihat mengkilat dibasahi oleh cairan pelumas lubang memek Rina.

"Ssshhh...mmmmhhhh" cuma itu yang keluar dari celah bibir Rina, mengiringi pergerakan batang kontol Rudi, si lelaki pemijat itu. Dari ekspresi wajah Rina terlihat kalau istrinya itu memang tengah merasakan kenikmatan.
Rina sendiri, dalam buaian kenikmatannya dan dalam selubung gairahnya, merasa heran, kenapa rasanya persenggamaannya kali ini nikmat sekali. Pergesekan dinding lobang memek nya dgn batang kontol lelaki itu terasa kuat dan nikmat sekali, padahal ukurannya tidak banyak berbeda dgn batang kontol suaminya sendiri. Apakah semua ini karena pengaruh keasingan dari lelaki yang tengah bersamanya itu ? Sosok lelaki asing yang memberi nuansa dan sensasi yang berbeda ? Penuh misteri namun penuh daya tantang yang kuat.

Masih sempat juga terpikir olehnya, apakah yang dilakukannya ini benar ? Sebagai seorang wanita yang bersuami, dirinya melakukannya dgn lelaki lain ? Di rumahnya sendiri ? Disaat suaminya lengah ? Apa ini pantas
Namun ternyata sesuatu yang tidak lazim itu sangat luar biasa. Curi-curi kesempatan seperti ini juga terasa sangat excited. Adrenalinnya terpacu tinggi, menghadirkan ketegangan dan sensasi yang luar biasa. Dan akhirnya, rasa nikmatnyapun terasa sangat hebat. Rina tak kuasa lagi menolak segalanya. Rina udah tenggelam dalam gulungan ombak kenikmatan birahi yang hebat. Setiap pergerakan lelaki itu, terasa sangat kuat dan nikmat sekali, hingga tanpa sadar pinggulnya bergerak mengimbangi gerakan lelaki itu. Rina cuma bisa pasrah pada "serangan" lelaki itu yang mendatangkan rasa nikmat yang luar biasa. Rina cuma bisa merintih dan mengerang, walau sekuat tenaga dirinya berusaha menahan suaranya agar tak membangunkan suaminya. Rina tak ingin semua yang dirasakannya ini berakhir tanpa penyelesaian.

"Mmmhhh..mmmhh.." erangan kecilnya terus meluncur mengiringi pergerakan Rudi yang semakin cepat menusuk-nusukkan batang kontol nya ke dalam lobang memek nya. Pinggul bulat Rina berputar-putar tanpa sadar. Aliran kenikmatan terus memburunya dan tekanan dalam dirinyapun mulai terasa. Rina semakin tak kuasa menahan segalanya dan membiarkan lelaki itu melakukan apapun yang diinginkannya. Bahkan kedua gundukan payudaranyapun dibiarkannya berkali-kali diremasi jari-jari tangan lelaki itu. Rina..pasrah.
Tekanan dalam dirinya dgn cepat bergerak naik. Jalan napasnya semakin memburu, sementara gerakan Rudi semakin cepat dan kuat. Tusukan lelaki itu terasa sangat dalam. Kenikmatan yang dirasakannya terus mengalir seakan tanpa henti. Rina benar-benar tak berdaya dibuatnya, sampai akhirnya...
"Mmmhh..!" pekiknya ditahan. Kedua betisnya langsung menyergap pinggang lelaki itu dan memitingnya kuat-kuat. Rina...meledak hebat. Tubuh polosnya melengkung, mengejang dan menggeletar kuat. Kepalanya tertarik jauh ke belakang. Wajahnya mengekspresikan sesuatu yang amat sangat yang tengah dirasakannya. Urat-urat lehernya hingga muncul. Rina..sangat kenikmatan.

Marto benar-benar merasa takjub sekaligus tak percaya menyaksikan semua ini. Dihadapannya, dgn jelas melihat istrinya tengah memacu birahi dgn lelaki lain. dgn jelas terlihat, istrinya amat sangat menikmati apa yang dilakukannya. Marto benar-benar terpaku.
Setelah beberapa saat Rina meregang, perlahan terlihat istrinya itu mulai mengendurkan jepitan kedua betisnya di pinggang lelaki pemijatnya itu seakan sebuah isyarat kalau Rina siap melanjutkan. Dan hal itu segera direspon oleh si lelaki.
Rudi meraih kedua betis indah Rina dan mengangkatnya hingga kedua kaki jenjangnya itu lurus terangkat naik. Sambil kedua tangannya memegangi betis Rina, Rudipun melanjutkan kembali gerakannya dan Rina pun..kembali menikmatinya.

Istri Dipijat Kontol Sampe Ngecrot di Intip Suami

Istri Dipijat Kontol Sampe Ngecrot di Intip Suami, cerita seks dewasa, cerita dewasa terpanas, cerita sex, ngentot istri
Istri Dipijat Kontol Sampe Ngecrot di Intip Suami | Klik foto untuk memperbesar gambar

Marto terus memandangi bagaimana batang kontol lelaki itu keluar masuk ke dalam lubang memek istrinya. Sementara Rina terlihat sangat menikmatinya. Rintihan dan erangannya kembali terdengar. Kedua bola matanya masih terpejam rapat dan bibirnya setengah terbuka. Berkali-kali, kedua alis Rina melengkung seakan hendak bertaut. Sesekali wajahnya tertarik ke belakang, terutama saat si lelaki menusuk dalam.
Kini lelaki itu mendorong kedua kaki Rina dgn kedua bahunya sambil mencondongkan tubuhnya ke depan. Posisi kedua kaki Rina condong ke arah tubuhnya. Lututnya mendekati kedua gundukan payudaranya yang terguncang-guncang indah akibat pergerakan si lelaki. Posisi ini memberikan tusukan dan tekanan yang makin kuat. Hal itu terlihat jelas dari ekspresi wajah istrinya itu yang makin ekspresif menandakan kenikmatan yang dirasakannya semakin tinggi.

Dalam tempo beberapa menit aja, lelaki itu udah menghujami Rina dgn kecepatan dan kekuatan yang tinggi. Rina pun terlihat semakin tenggelam dalam buaian kenikmatan birahinya sampai akhirnya Rina pun kembali menggapai puncak kenikmatan birahinya. Namun kali ini, Marto melihat, Rudi tak memberi kesempatan pada istrinya itu untuk menikmati dahulu klimaksnya. Lelaki itu terus melanjutkan gerakannya yang cepat dan kuat hingga terlihat Rina pun seperti megap-megap menahan semua yang dirasakannya. Marto sempat gemas juga dgn lelaki itu, namun baik dirinya maupun Rina istrinya, tak memiliki daya dan kesempatan, atau memang tak ingin melakukan pencegahan itu kalau tak ingin semua yang tengah berlangsung itu berakhir lebih cepat.

Marto tak ingin mengakhiri ketegangan, sensasi dan keasikannya menyaksikan ngentot istrinya dgn lelaki itu, sementara Rina sendiri tak ingin segera mengakhiri ketegangan dan kenikmatannya. Demikian juga halnya dgn Rudi, lelaki pemijat itu tak ingin segera berhenti menikmati tubuh wanita yang demikian indah dan nikmatnya itu. Klop udah. Ketiganya tak ingin buru-buru menghentikan semua itu.
"Ganti posisi bu, nungging" terdengar suara Rudi. Marto tercekat mendengarnya. Walau pelan, namun Marto dapat menangkap ucapan lelaki pemijat pasangan bercumbu istrinya itu. Dan Marto lebih kaget lagi saat melihat Rina istrinya itu.. menerima permintaan Rudi !
Sesaat setelah Rudi mencabut batang kontol nya dari dalam lubang memek Rina, Marto melihat istrinya itu langsung merubah posisi tubuhnya. Membalikkan badan dan langsung...nungging ! Akh gila ! Rina udah benar-benar.. gila ! maki dirinya sendiri tak percaya. Namun Marto kembali cuma bisa terpaku di tempatnya. Lututnya terasa udah semakin lemas, namun dia tetap berusaha untuk berdiri di tempatnya dgn jelas Marto melihat pemandangan yang membuat gairahnya bingung.

Tukang Pijat itu bersiap ngentotin memek Rina dengan batang kontol besar nya. Kali ini dari arah belakang


"Sssshhh..mmmhhh" erangan Rina kembali terdengar saat lelaki itu dgn perlahan membenamkan batang kontol nya ke dalam lubang memek nya. Tanpa kesulitan, Marto melihat batang kontol Rudi terus bergerak masuk ke dalam lubang memek istrinya sampai habis seluruhnya membenam. Lalu sambil memegangi, atau..meremas-remas bongkahan pantat indah istrinya itu, Rudi kembali bekerja, menghujam-hujamkan batang kontol nya ke dalam lubang memek Rina.

Dalam tempo singkat, terlihat Rudi udah demikian cepatnya bergerak. Hal ini membuat Rina semakin kenikmatan. Sesekali lelaki itu menjulurkan tangannya menggapai payudara Rina yang tergantung bebas, untuk kemudian meremasnya. Sesekali juga lelaki itu membelai-belai punggung mulus istrinya itu. Marto benar-benar tak berdaya menghentikan semua tindakan lelaki itu.
Gerakan maju mundur Rudi udah cukup cepat dan kuat, namun dgn kelihaiannya, gerakan itu tak sampai menimbulkan suara tepukan yang keras. Lelaki itu menyadari kalau tak hati-hati akan membuat kegaduhan. Diam-diam Marto sangat takjub dgn kemampuan pengendalian diri, baik si lelaki maupun Rina istrinya. Kalau aja dirinya tak menyaksikan langsung dan menonton langsung dari celah-celah kisi-kisi ventilasi pintu kamar tidurnya, tentu dirinya tak akan tahu kalau istrinya dan lelaki itu tengah melakukan persenggamaan.

Marto terus mengamati seluruh gerakan dari pasangan bercumbu di dalam kamar tidurnya itu. Mengamati bagaimana nafsunya si lelaki ngentotin memek istrinya, dan juga mengamati bagaimana reaksi dan ekspresi sensual istrinya yang demikian menikmati ngentot pertamanya dgn lelaki lain selain suami nya itu sampai akhirnya terlihat istrinya kembali meregang mendapatkan puncak kenikmatan birahi seks nya.

Kali ini si lelaki memberi kesempatan pada Rina untuk menyelesaikan dulu apa yang baru didapatkannya itu. Sambil menekan kuat-kuat pinggulnya, lelaki itu meremasi kedua bongkahan pantat Rina.
Untuk beberapa saat, Marto melihat tubuh polos istrinya yang masih menungging itu, mengejang hebat. Sesekali terlihat sentakan-sentakan kuat pada tubuh bugil istrinya itu yang nampak mulai dibasahi oleh keringat. Keadaan itu berlangsung beberapa saat lamanya sampai akhirnya perlahan istrinya menjatuhkan tubuh polosnya itu ke depan hingga tertelungkup diikuti si lelaki yang tak ingin batang kontol nya terlepas dari dalam lubang memek Rina.

Kini dalam posisi telungkup, Rina kembali menerima hujaman dari si lelaki pemijatnya. Sambil setengah menindih tubuh bugil Rina, lelaki itu terus bergerak dan Rina pun kembali terdengar merintih-rintih kenikmatan. dgn cepat lelaki itu meningkatkan gerakannya, sambil terus menikmati sekujur tubuh polos Rina. Sesekali lelaki itu membelai-belai gundukan payudara Rina yang tertindih tubuhnya sendiri.
Akhirnya mereka ngentot berakhir dalam posisi itu. Si lelaki menumpahkan cairan peju diatas bongkahan pantat indah Rina, lalu keduanya lekas berpakaian kembali. Martopun dgn cepat namun hati-hati, langsung turun. Lututnya terasa sangat lemas, hampir aja dia terjatuh.
Setelah menempatkan kursi sofa kecil itu ditempatnya kembali, Marto pun kembali rebahan di sofa dan berpura-pura tertidur pulas. dgn susah payah dirinya coba mengendalikan diri, terutama pada bagian selangkangannya yang sulit untuk diredakan.

Sampai akhirnya, dari celah matanya yang terbuka sedikit, Marto melihat lelaki pemijat itu keluar dari kamar tidurnya di temani Rina istrinya yang cuma menutupi tubuhnya dgn sehelai kain yang tadi digunakannya.
"Bapak.." ujar lelaki pemijat sambil memandang ke arahnya.
"Biar, nanti saya sampaikan. Suami saya kalau udah pulas, susah dibangunkan" ujar Rina sambil tertunduk, agaknya rasa malunya telah kembali. Malu karena baru aja dirinya melakukan sesuatu dgn lelaki itu yang selama ini cuma dilakukannya bersama dirinya, suaminya.
Lelaki itupun langsung pamit dan beranjak pergi. Rina langsung melangkah ke arah dirinya, Martopun memejamkan matanya rapat-rapat dan berpura-pura pulas.

"Mas..mas.." istrinya coba membangunkannya. Apakah memang bermaksud membangunkannya, ataukah sekedar memastikan kalau dirinya masih pulas tertidur. Dan Marto memutuskan untuk tetap berpura-pura tertidur. Rina segera beranjak pergi dan kembali ke dalam kamar tidurnya. Kamar tidur yang baru aja digunakannya untuk memacu kenikmatan birahi bersama lelaki itu.

Istri Dipijat Kontol Sampe Ngecrot di Intip Suami, cerita seks dewasa, cerita dewasa terpanas, cerita sex, Istri Dipijat Kontol Sampe Ngecrot di Intip Suami, ngentot istri cerita seks dewasa, cerita dewasa terpanas, cerita sex, istri binal ngentot tukang pijat depan suami, Istri Dipijat Kontol Sampe Ngecrot di Intip Suami, istri nakal, ngentot orang lain, cerita seks dewasa, cerita dewasa terpanas, cerita sex
Istri Dipijat Kontol Sampe Ngecrot di Intip Suami
Istri Dipijat Kontol Sampe Ngecrot di Intip Suami, cerita seks , Istri Dipijat Kontol Sampe Ngecrot di Intip Suami, cerita seks dewasa, cerita dewasa terpanas, cerita sex, ngentot istri, kisah porno, kisah sex bokep, sex, Istri Dipijat Kontol Sampe Ngecrot di Intip Suami

10
205

Tags cerita dewasa paling populer di blog ini: cerita seks, Cerita Dewasa, 17 Tahun, sex, Ngentot, Memek, Istri, selingkuh, Kontol, Entot, Mama, gangbang, tante, threesome, ABG, Binal, sexy, toket, payudara.
Aktifkan javascript lalu tekan F5, untuk membuka halaman
meng-klik link cerita secara normal
dan membuka gambar lebih besar.
Cerita dewasa seks terpanas, update setiap hari cerita terbaru Cerita seks dewasa ngentot memek isteri, perek, bispak.
http://cerita-dewasa-terpanas.blogspot.com