Memek Ibu Guru Doyan Peju Dientot 2 Kontol Anak Murid

Tantri adalah seorang guru disebuah sekolah. Umurnya 30 tahun, cerai tanpa punya anak.. Tinggi sekitar 165, 50 kg, dan 34C. Semua murid-muridnya, terutama yang laki-laki ingin banget melihat tubuh bugil nya, karena memang iby guru ini sexy sekali. Suatu hari Tantri terpaksa harus memanggil salah satu muridnya ke rumahnya, untuk ulangan susulan. Si Anto harus mengulang karena ia kedapatan menyontek di kelas. Anto juga terkenal karena kekekaran tubuhnya, maklum dia sudah sejak SD bergulat dengan olah raga, fitness, ke gym, karenanya ia harus menjaga bentuk kebugaran dan sexy tubuhnya.

Bagi Tantri, kedatangan Anto ke rumahnya juga merupakan suatu kebetulan. Ia juga diam-diam naksir dengan anak itu. Karenanya ia bermaksud memberi anak itu ‘pelajaran’ tambahan di Minggu siang ini.
"Sudah selesai Anto?", Tantri masuk kembali ke ruang tamu setelah meninggalkan Anto selama satu jam untuk mengerjakan soal-soal yang diberikannya.
"Hampir bu"
"Kalau sudah nanti masuk ke ruang tengah ya saya tinggal ke belakang.."
"Iya.."
"Bu Tantri, Saya sudah selesai", Anto masuk ke ruang tengah sambil membawa tugasnya.
"Ibu dimana?"
"Ada di kamar.., Anto sebentar ya", Tantri berusaha membetulkan t-shirtnya. Ia sengaja mencopot BH-nya untuk merangsang muridnya itu. Di balik kaus longgarnya itu bentuk payudaranya terlihat jelas, terlebih lagi puting susunya yang menyembul.
Begitu ia keluar, mata Anto nyaris copot karena melotot, melihat tubuh gurunya. Tantri membiarkan rambut panjangnya tergerai bebas, nggak seperti biasanya saat ia tampil di muka murid-muridnya.
"Kenapa ayo duduk dulu, Ibu periksa.."
Muka Anto merah karena malu, karena Tantri tersenyum saat pandangannya terarah ke buah dadanya.
"Bagus bagus., Kamu bisa gitu kok pakai menyontek segala..?"
"Maaf Bu, hari itu saya lupa untuk belajar.."
"oo., begitu to?"
"Anto kamu mau menolong saya?", Tantri merapatkan duduknya di karpet ke tubuh muridnya.
"Apa Ibu?", tubuh Anto bergetar ketika tangan gurunya itu merangkul dirinya, sementara tangan Tantri yang satu mengusap-uasap daerah memek nya.
"Tolong Ibu ya., dan janji jangan bocorkan pada siapa–siapa".
"Tapi tapi., Saya".
"Kenapa?, oo., kamu masih perjaka ya?".
Muka Anto langsung saja merah mendengar perkataan Tantri"Iya"
"Nggak apa-apa", Ibu bimbing ya.
Tantri kemudian duduk di pangkuan Anto. Bibir keduanya kemudian saling berpagutan, Tantri yang agresif karena haus akan kehangatan dan Anto yang menurut saja ketika tubuh hangat gurunya menekan ke dadanya. Ia bisa merasakan puting susu Tantri yang mengeras. Lidah Tantri menjelajahi mulut Anto, mencari lidahnya untuk kemudian saling berpagutan bagai ular.
Setelah puas, Tantri kemudian berdiri di depan muridnya yang masih melongo. Satu demi satu pakaiannya berjatuhan ke lantai. Tubuhnya yang polos seakan akan menantang untuk diberi kehangatan oleh perjaka yang juga muridnya ini.
"Lepaskan pakaiannmu Anto", Tantri berkata sambil merebahkan dirinya di karpet. Rambut panjangnya tergerai bagai sutera ditindihi tubuhnya.
"Ahh cepat Anto", Tantri mendesah nggak sabar.
Anto kemudian berlutut di samping gurunya. Ia nggak tahu apa yang harus dilakukan. Pengetahuannya tentang seks hanya di dapatnya dari buku dan video saja.
"Anto., letakkan tanganmu di dada Ibu",
Dengan gemetar Anto meletakkan tangannya di dada Tantri yang turun naik. Tangannya kemudian dibimbing untuk meremas-remas payudara Tantri yang montok itu.
"Oohh., enakk., begitu caranya., remas pelan-pelan, rasakan putingnya menegang.." Dengan semangat Anto melakukan apa yang gurunya katakan.
"Ibu., Boleh saya hisap susu Ibu?".
Tantri tersenyum mendengar pertanyaan muridnya, yang berkata sambil menunduk, "Boleh., lakukan apa yang kamu suka".
Tubuh Tantri menegang ketika merasakan jilatan dan hisapan mulut pemuda itu di susunya. Perasaan yang ia pernah rasakan 3 tahun lalu saat ia masih bersama suaminya.
"Oohh., jilat terus sayang., ohh", Tangan Tantri mendekap erat kepala Anto ke payudaranya.
Anto semakin buas menjilati puting susu gurunya tersebut, mulutnya tanpa ia sadari menimbulkan bunyi yang nyaring. Hisapan Anto makin keras, bahkan tanpa ia sadari ia gigit-gigit ringan puting gurunya tersebut.
"mm., nakal kamu", Tantri tersenyum merasakan tingkah muridnya itu.
"Sekarang coba kamu lihat daerah bawah pusar Ibu".
Anto menurut saja. Duduk diantara kaki Tantri yang membuka lebar. Tantri kemudian menyandarkan punggungya pada dinding di belakangnya.
"Coba kamu rasakan", ia membimbing telunjuk Anto memasuki memek nya.
"Hangat Bu.."

Pelajaran Seks Dari Ibu Guru Sexy

Bisa kamu rasakan ada semacam pentil.?"
"Iya.."
"Itu yang dinamakan kelentit, itu adalah titik peka cewek juga. Coba kamu gosok-gosok"Pelan-pelan jari Anto mengusap-usap itil yang mulai menyembul itu.
"Terus., oohh., ya., gosok., gosok", Tantri mengerinjal-gerinjal keenakan ketika itil nya digosok-gosok oleh Anto.
"Kalo diginiin nikmat ya Bu?", Anto tersenyum sambil terus menggosok-gosok jarinya.
"Oohh., Antoo., mm", tubuh Tantri telah basah oleh keringat, pikirannya serasa di awang-awang, sementara bibirnya merintih-rintih keenakan.
Tangan Anto semakin berani mempermainkan itil gurunya yang makin bergelora dirangsang birahi. Nafasnya yang semakin memburu pertanda pertahanan gurunya akan segera jebol.
"Ooaahh., Anntoo", Tangan Tantri mencengkeram pundak muridnya, sementara tubuhnya menegang dan otot-otot memek nya menegang. Matanya terpejam sesaat, menikmati kenikmatan yang telah lama nggak dirasakannya.
"Hmm., kamu lihai Anto., Sekarang., coba kamu berbaring".
Anto menurut saja. kontol nya segera menegang ketika merasakan tangan lembut gurunya.
"Wah., wahh.., besar sekali", tangan Tantri segera mengusap-usap kontol yang telah mengeras tersebut.
Segera saja benda panjang dan berdenyut-denyut itu masuk ke mulut Tantri. Ia segera menjilati kontol muridnya itu dengan penuh semangat. Kepala kontol muridnya itu dihisapnya keras-keras, sehingga Anto merintih keenakan.
"Ahh., enakk.,enakk", Anto tanpa sadar menyodok-nyodokkan pinggulnya untuk semakin menekan kontol nya makin ke dalam kuluman Tantri. Gerakannya makin cepat seiring semakin kerasnya hisapan Tantri.
"oohh Ibu., Ibbuu"
Muncratlah cairan peju Anto di dalam mulut Tantri, yang segera menjilati cairan itu hingga tuntas.
"Hmm., manis rasanya Anto", Tantri masih tetap menjilati kontol muridnya yang masih tegak.
"Sebentar ya aku mau minum dulu".
Ketika Tantri sedang membelakangi muridnya sambil menenggak es teh dari kulkas. Tiba-tiba ia merasakan seseorang mendekapnya dari belakang.
"Anto., biar Ibu minum dulu".
"nggak., nikmati saja ini", Anto yang masih tegang berat mendorong Tantri ke kulkas.
Gelas yang dipegang Tantri jatuh, untungnya nggak pecah. Tangan Tantri kini menopang tubuhnya ke permukaan pintu kulkas.
"Ibu., sekarang!"
"Ahhkk", Tantri berteriak, saat Anto menyodokkan kontol nya dengan keras ke lobang memek nya dari belakang. Dalam hatinya ia sangat menikmati hal ini, pemuda yang tadinya pasif berubah menjadi liar.
"Antoo., enakk., ohh., ohh". Tubuh Tantri bagai tanpa tenaga menikmati kenikmatan seks yang tiada taranya. Tangan Anto satu menyangga tubuhnya, sementara yang lain meremas payudaranya. Dan kontol nya yang keras melumat lobang memek nya.
"Ibu menikmati ini khan", bisik Anto di telinganya
"Ahh., hh", Tantri hanya merintih, setiap merasakan sodokan keras dari belakang.
"Jawab., Ibu", dengan keras Anto mengulangi sodokannya.
"Ahh.,iyaa"

Ngecrot peju dalam memek ibu guru

"Anto., Anto jangann., di dal.. La" belum sempat ia meneruskan kalimatnya, Tantri telah merasakan cairan peju hangat di lobang memek nya menyemprot keras. Kepalang basah ia kemudian menyodokkan keras pinggulnya.
"Uuhgghh", kontol Anto yang berlepotan peju itupun amblas lagi ke dalam lobang Tantri."Ahh".
Kedua insan itupun tergolek lemas menikmati apa yang baru saja mereka rasakan.
Setelah kejadian dengan Anto, Tantri masih sering bertemu dengannya guna mengulangi lagi perbuatan mereka. Namun yang mengganjal hati Tantri adalah jika Anto kemudian membocorkan hal ini ke teman-temannya.
Ketika Tantri berjalan menuju mobilnya seusai sekolah bubar, perhatiannya tertumbuk pada seorang muridnya yang duduk di sepeda motor di samping mobilnya, katakanlah dia Reza. Ia berbeda dengan Anto, anaknya agak pembuat onar jika di kelas, kekar dan nakal. Hatinya agak nggak enak melihat situasi ini.
"Bu Tantri salam dari Anto", Reza melemparkan senyum sambil duduk di sepeda motornya.
"Terima kasih, boleh saya masuk", Ia harus berkata begitu karena sepeda motor Reza menghalangi pintu mobilnya.
"Boleh., boleh Bu saya juga ingin pelajaran tambahan seperti Anto."
Langkah Tantri terhenti seketika. Namun otaknya masih berfungsi normal, meskupun sempat kaget.
"Kamu kan nilainya bagus, nggak ada masalah kan..", sambil duduk di balik kemudi.
"Ada sedikit sih kalau Ibu nggak bisa mungkin kepala guru bisa membantu saya, sekaligus melaporkan pelajaran Anto", Reza tersenyum penuh kemenangan.
"Apa hubungannya?", Keringat mulai menetes di dahi Tantri.
"Sudahlah kita sama-sama tahu Bu. Saya jamin pasti puas".
Tanpa menghiraukan omongan muridnya, Tantri langsung menjalankan mobilnya ke rumahnya. Namun ia sempat mengamati bahwa muridnya itu mengikutinya terus hingga ia menikung untuk masuk kompleks perumahan.
Setelah mandi air hangat, ia bermaksud menonton TV di ruang tengah. Namun ketika ia hendak duduk pintu depan diketuk oleh seseorang. Tantri segera menuju pintu itu, ia mengira Anto yang datang. Ternyata ketika dibuka
"Reza! Kenapa kamu ngikuutin saya!", Tantri agak jengkel dengan muridnya ini.
"Boleh saya masuk?".
"nggak!".
"Apa guru-guru perlu tahu rahasiamu?".
"!!"dengan geram ia mempersilakan Reza masuk.
"Enak ya rumahnya, Bu", dengan santainya ia duduk di dekat TV. "Pantas aja Anto senang di sini".
"Apa hubunganmu dengan Anto?, Itu urusan kami berdua", dengan ketus Tantri bertanya.
"Dia teman dekat saya. nggak ada rahasia diantara kami berdua".
"Jadi artinya", Kali ini Tantri benar-benar kehabisan akal. nggak tahu harus berbuat apa.
"Bu, kalo saya mau melayani Ibu lebih baik dari Anto, mau?", Reza bangkit dari duduknya dan berdiri di depan Tantri.
Tantri masih belum bisa menjawab pertanyaan muridnya itu. Tubuhnya panas dingin.
Tantri masih belum bisa menjawab pertanyaan muridnya itu. Tubuhnya panas dingin. Belum sempat ia menjawab, Reza telah membuka ritsluiting celananya. Dan setelah beberapa saat kontol nya meyembul dan telah berada di hadapannya.
"Bagaimana Bu, lebih besar dari Anto khan?".
Reza ternyata lebih agresif dari Anto, dengan satu gerakan meraih kepala Tantri dan memasukkan kontol nya ke mulut Tantri.

Sepongan ibu guru bikin ngecrot

"Mmpfpphh".
"Ahh yaa., memang Ibu guru ku yang cantik, kamu pintar sepong kontol. Nikmati saja Bu., nikmat kok"
Rupanya nafsu menguasai diri Tantri, menikmati kontol yang besar di dalam mulutnya, ia segera mengulumnya bagai permen. Dijilatinya kepala kontol pemuda itu dengan semangat. Kontan saja Reza merintih keenakan.
"Aduhh., nikmat sekali Bu oohh", Reza menyodok-nyodokkan kontol nya ke dalam mulut Tantri, sementara tangannya meremas-remas rambut ibu gurunya itu. Tantri merasakan kontol yang diisapnya berdenyut-denyut. Rupanya Reza sudah hendak keluar.
"oohh., Ibu enakk., enakk., aahh".
Cairan peju Reza muncrat di mulut Tantri, yang segera menelannya. Dijilatinya kontol yang berlepotan itu hingga bersih. Kemudian ia berdiri.
"Sudahh., sudah selesai kamu bisa pulang", Namun Tantri nggak bisa memungkiri perasaannya. Ia menikmati peju Reza yang manis itu serta membayangkan bagaimana rasanya jika kontol yang besar itu masuk ke memek nya.
"Bu, ini belum selesai. Mari ke kamar, akan saya perlihatkan permainan yang sebenarnya."
"Apa! beraninya kamu memerintah!", Namun dalam hatinya ia mau. Karenanya tanpa berkata-kata ia berjalan ke kamarnya, Reza mengikuti saja.
Setelah ia di dalam, Tantri tetap berdiri membelakangi muridnya itu. Ia mendengar suara pakaian jatuh, dugaannya pasti Reza sedang mencopoti pakaiannya. Ia pun segera mengikuti jejak Reza. Namun ketika ia hendak melepaskan kancing dasternya.
"Sini saya teruskan", ia mendengar Reza berbisik ke telinganya. Tangan Reza segera membuka kancing dasternya yang terletak di bagian depan. Kemudian setelah dasternya jatuh ke lantai, tangan itupun meraba-raba payudaranya. Tantri juga merasakan kontol pemuda itu diantara belahan pantatnya.
"Gilaa., besar amat", pikirnya. Tak lama kemudian iapun dalam keadaan polos. kontol Reza digosok-gosokkan di antara pantatnya, sementara tangan pemuda itu meremasi payudaranya. Ketika jemari Reza meremas puting susu Tantri, erangan kenikmatan pun keluar.
"mm oohh".

Reza tetap melakukan aksi memremas toket ibu guru dengan satu tangan, sementara tangan satunya mengobok ngobok memek ibu guru Tantri.
"Reza., aahh., aahh", Tubuh Tantri menegang saat itil nya ditekan-tekan oleh Reza.
"Enak Bu?", Reza kembali berbisik di telinga gurunya yang telah terbakar oleh birahi seks itu.
Tantri hanya bisa menngerang, mendesah, dan berteriak lirih. Saat usapan, remasan, dan pekerjaan tangan Reza dikombinasi dengan gigitan ringan di lehernya. Tiba-tiba Reza mendorong tubuh Tantri agar membungkuk. Kakinya di lebarkan.
Ibu guru sexy itu merasakan denyutan kontol lalu peju hangat menyemprot di dalam memek nya dengan deras. Matanya terpejam menikmati gairah seks yang nggak bisa ia bayangkan.
"Kata Anto ini posisi yang disukai Ibu"
"Ahhkk., hmm., hmmpp", Tantri menjerit, saat Reza dengan keras menghunjamkan kontol nya ke lobang memek nya dari belakang."
"Ugghh., innii., innii", Reza medengus penuh gairah dengan tiap hunjaman kontol nya ke lobang memek Tantri. Tantri pun berteriak-teriak kenikmatan, saat lobang memek nya yang sempit itu dilebarkan secara cepat.
"Adduuhh., teruss.., teruss Rezaa., oohh", Kepala ibu guru itu berayun-ayun, terpengaruh oleh entotan Reza. Tangan Reza mencengkeram pundak Tantri, seolah-olah mengarahkan tubuh gurunya itu agar semakin cepat saja menelan kontol nya.
"Oohh Tantri., Tantt".
Ibu guru sexy itu merasakan denyutan kontol lalu peju hangat menyemprot di dalam memek nya dengan deras. Matanya terpejam menikmati gairah seks yang nggak bisa ia bayangkan.
Tantri masih tergolek kelelahan di tempat tidur. Rambutnya yang hitam panjang menutupi bantalnya, dadanya yang indah naik-turun mengikuti irama nafasnya. Sementara itu memek nya sangat becek, berlepotan sperma Reza dan maninya sendiri. Reza juga telajang bulat, ia duduk di tepi tempat tidur mengamati tubuh gurunya itu. Ia kemudian duduk mendekat, tangannya meraba-raba lobang memek Tantri, kemudian dipermainkannya pentil kelentit gurunya itu.
"mm capek., mm", bibir Tantri mendesah saat pentilnya dipermainkan. Sebenarnya ia sangat lelah, tapi perasaan terangsang yang ada di dalam dirinya mulai muncul lagi. Dibukanya kakinya lebar-lebar sehingga memberikan kemudahan bagi Reza untuk memainkan itil nya.

"Rezz aahh", Tubuh Tantri bergetar, menggelinjang-gelinjang saat Reza mempercepat permainan tangannya.
"Bu., balik., Reza ingin nih"
"Nakal kamu ahh", dengan tersenyum nakal, Tantri bangkit dan menungging. Tangannya memegang kayu dipan tempat tidurnya. Matanya terpejam menanti sodokan kontol Reza. Reza meraih payudara Tantri dari belakang dan mencengkeramya dengan keras saat ia menyodokkan kontol nya yang sudah tegang
"Adduuhh., owwmm", Tantri mengaduh kemudian menggigit bibirnya, saat lubang memek nnya yang telah licin melebar karena desakan kontol Reza.
"Bu Tantri nikmat lho memek Ibu., ketat", Reza memuji sambil menggoyang-goyangkan pinggulnya.
"mm., aahh., ahh., ahhkk", Tantri nggak bisa bertahan untuk hanya mendesah. Ia berteriak lirih seiring gerakan Reza. Badannya digerakkannya untuk mengimbangi serangan Reza. Kenikmatan ia peroleh juga dari remasan muridnya itu.
"Ayoo., aahh.., ahh. Mm.., buat Ibu keluuaa.. Rr lagi.". Gerakan Tantri makin cepat menerima sodokan Reza.
Tangan Reza beralih memegangi tubuh Tantri, diangkatnya gurunya itu sehingga posisinya nggak lagi "doggy style", melainkan kini Tantri menduduki kontol nya dengan membelakangi dirinya. Reza kini telentang di tempat tidur yang acak-acakan dan penuh oleh peju yang mengering.

"Ooww..", Teriakan Tantri terdengar keras saat ia nggak bisa lagi menahan orgasmenya. Tangannya mencengkeram tangan Reza, kepalanya mendongak menikmati kenikmatan yang menjalar ke seluruh tubuhnya. Sementara Reza sendiri tetap menusuk-nusukkan kontol nya ke memek Tantri yang makin becek.
"Ayoo., makin dalam dalamm".
"Ahh.., aahh., aahh..", Rezapun mulai berteriak-teriak.
"Mau kelluuaarr"
Tantri sekali lagi memejamkan matanya, saat peju Reza menyemprot dalam lobang memek nya. Tantri kemudian ambruk menindih tubuh Reza yang basah oleh keringat. Sementara diantara kaki-kaki mereka mengalir cairan hangat hasil kenikmatan mereka.
"Bu Tantri., sungguh luar biasa, Coba kalau Anto ada disini sekarang".
"mm memangnya kamu mau apa", Tantri kemudian merebahkan dirinya di samping Reza. Tangannya mengusap-usap puting Reza.
"Kita bisa main bertiga, pasti lebih nikmat.."
Tantri nggak bisa menjawab komentar Reza, sementara perasaannya dipenuhi kebingungan.
Akhirnya hari kelulusan murid klas 3 sampai juga. Dengan demikian Tantri harus berpisah dengan kedua murid yang disayanginya, terlebih lagi ketika ia harus pindah ke kota lain untuk menempati pos baru di Kanwil. Karenanya ia memanggil Anto untuk datang ke rumahnya untuk memberitahukan perihal kepindahannya.
Anto muncul. Ia langsung dipersilakan duduk.
"Bu, Anto kangen lho".
"Iya deh., nanti. Gini, Ibu bulan depan pindah ke kota B, soalnya akan dinaikkan pangkatnya. Jadi., jadi., Ibu ingin malam ini malam terakhir kita", mata Tantri berkaca-kaca ketika mengucapkan itu.
"......", Anto nggak bisa menjawab. Ia kaget mendengar berita itu. Baginya Tantri merupakan segalanya, terlebih lagi ia telah mendapatkan pelajaran berharga dari gurunya itu.
"Tapi Anto masih boleh berkirim surat kan?".
Tantri bisa sedikit tersenyum melihat muridnya tabah, "Iya., boleh., boleh".
"Minum dulu Nto, ada es teh di meja makan. Kalau sudah nonton VCD di kamar yaa", Tantri mengerling nakal ke muridnya sambil beranjak ke kamar. Di kamar ia mengganti pakaiannya dengan kimono kegemarannya, melepas BH, menghidupkan AC dan tentu saja menyetel VCD ‘Kamasutra-nya Penthouse". Lalu ia tengkurap di tempat tidur sambil menonton TV.
Diluar Anto meminum es teh yang disediakan Tantri dan membiarkan pintu depan nggak terkunci. Ia mempunyai rencana yang telah disusun rapi.
Lalu Anto menyusul Tantri ke kamar tidur. Begitu pintu dibuka ia melihat gurunya tengkurap menonton VCD dengan dibalut kimono merah tipis, lekuk tubuhnya jelas terlihat. Rambutnya yang panjang tergerai di punggungnya bagai gadis iklan shampo Pantene.
"Ganti pakaian itu Nto..", Tantri menunjuk celana pendek dan kaos tipis yang terlipat rapi di meja riasnya.
Ketika Anto sedang mencopot celananya Tantri sempat melihat kontol pemuda itu menyembul di balik CD GT Man-nya. Setelah selesai Anto juga tengkurap di samping Tantri.

Ngentot Gangbang Ibu Guru Sexy

"Sudah liat film ini belum? Bagus lho untuk info posisi-posisi sex".
"Belum tuh.", Mata Anto tertuju pada posisi dimana si wanita berdiri memegang pohon sementara si pria memasukkan kontol nya dari belakang, sambil meremas-remas payudara partnernya.
"mm., itu posisi fave saya. Kalau kamu suka nanti CD itu bisa kamu ambil".
"Thanx..", Anto kemudian mengecup pipi gurunya.
Adegan demi adegan terus bergulir, suasana pun menjadi semakin panas. Tantri kini tengkurap dengan nggak lagi mengenakan selembar benangpun. Demikian pula Anto. Anto kemudian duduk di sebelah gurunya itu, dibelainya rambut Tantri dengan lembut, kemudian disibakkannya ke sebelah kiri. Bibir Anto kemudian menciumi tengkuk Tantri, dijilatinya rambut-rambut halus yang tumbuh lebat.
"aahh."
Setelah puas, Anto kemudian memberi isyarat pada Tantri agar duduk di pangkuannya.
"Bu, biar Anto yang puasin ibu malam ini.", Bisik Anto di telinga Tantri. Tantri yang telah duduk di pangkuan Anto pasrah saja saat kedua tangan muridnya meremas-remas payudaranya yang liat. Kemudian ia menjerit lirih saat puting susunya mendapat remasan.
"Akhh.", Tantri memejamkan matanya.
"Anto., jilatin memek ibu."
Anto kemudian merebahkan Tantri, dibukanya kaki gurunya itu lebar-lebar, kemudian dengan perlahan ia mulai menjilati memek gurunya. Bau khas dari memek yang telah basah oleh gairah itu membuat Anto kian bernafsu.
"oohh., teruss., teruuss.", Tantri bergetar merasakan kenikmatan itu. Tangannya membimbing tangan Anto dalam meremasi susunya. Memberikan kenikmatan ganda.
"Jilatin., pentil itu., oohohh", Bagai dikomando Anto menjilati pentil itil Tantri, dengan penuh semangat.
"Aduuhh... Oohh.oohh.hh.. Hh..."
"Anto., massuukk".
Kaki Tantri kemudian disampirkannya ke pundak, dan dengan cepat disodokkannya kontol nya ke memek Tantri yang becek.
"mm.", Tantri menggigit bibirnya. Meskipun lubang memek nya telah licin, namun kontol yang besar itu tetap saja agak kesulitan menerobos masuk.
"Uuhh., masih susah juga ya Bu.", Anto sambil meringis memaju mundurkan kontol nya. Ia merasakan kontol nya bagai diremas-remas oleh tangan yang sangat halus saat di dalam. Tangan Tantri mempermainkan puting Anto. Dengan gemas dicubitnya hingga Anto berteriak.
"Uhh., nakal, Ini balasannya!", sodokan Anto makin keras, lebih keras dari saat ia memasukkan kontol nya.
"aa.".
Tiba-tiba pintu kamar tebuka! Spontan Tantri terkejut, tapi nggak bagi Anto. Reza sudah berdiri di muka pintu, senjatanya telah tegak berdiri.
"mm., hot juga permainan Ibu dengan Dia, boleh saya bergabung?", Reza kemudian berjalan mendekati mereka. Tantri yang hendak berdiri ditahan oleh Anto, yang tetap menjaga kontol nya di dalam memek Tantri.
"Nikmati saja."
Reza kemudian mengangkangi Tantri, kontol nya berada tepat di mukanya.
"hisap. Ayoo", sambil memasukkan kontol nya. Saat itu pula Anto menghentakkan gerakannya. Saat Tantri berteriak, saat itu pula kontol Reza masuk.
"Ahh., nikmat..", Tantri merem-melek menghisap-hisap kontol muridnya, sementara Anto dengan puas menggarap memek nya.
"uufff., jilatin., jilatt", tangan Reza memegangi kepala Tantri, agar semakin dalam saja mengisap kontol nya.
Posisi itu tetap bertahan hingga akhirnya Anto keluar duluan. Maninya menyemprot dengan leluasa di lubang memek gurunya yang cantik. Sementara Reza tetap mengerang-erang sambil medorong-dorong kepala Tantri.
Setelah Anto mengeluarkan kontol nya dari memek Tantri, "Berdiri menghadap tembok Bu!"
Tantri masih kelelahan. Ia telah orgasme pula saat Anto keluar, namun ia nggak bisa teriak karena ada kontol di mulutnya. Saat ia berdiri dengan tangan di tembok menahan tubuhnya, peju anto menetes ke lantai.
"mm., Nto., liat tuh punya kamu..", seru Reza sambil tertawa. Ia kemudian menempelkan tubuhnya ke Tantri. kontol nya tepat berada di antara kedua pantat Tantri.
"Nih Bu rasakan punya Reza juga ya".
Anto dengan santai menyaksikan temannya menggarap gurunya dari belakang. Tangan Reza memegangi pinggang Tantri saat ia entotin kontol nya menyodok-nyodokkan keluar masuk memek bu guru nya dengan cepat. Saat Tantri merintih-rintih menikmati permainan seks mereka, Anto merasakan kontol nya tegang lagi. Ia nggak tahan melihat pemandangan yang sangat erotis sekali.

Memek Ibu Guru Doyan Peju Dientot 2 Kontol Anak Murid

Memek Bu Guru Doyan Peju Dientot 2 Kontol Anak Murid, guru nakal gangbang, threesome
Memek Ibu Guru Doyan Peju Dientot 2 Kontol Anak Murid | Klik foto untuk memperbesar gambar

Kedua insan itu saling mengaduh, mendesah, dan berteriak lirih seiring kenikmatan yang mereka berikan dan rasakan.
"ooww.", Tubuh Tantri yang disangga Reza menegang, kemudian lemas. Anto menduga mereka berdua telah sampai di puncak kenikmatan. Timbul isengnya, ia kemudian mendekati mereka dan menyusup diantara Tantri dan tembok. Dipindahkannya tangan Tantri ke pundaknya, dan kontol nya menggantikan posisi milik Reza.
"Anto.", Lagi-lagi Tantri mendesah saat kontol Anto masuk dan pinggulnya didorong oleh Reza dari belakang.
"Ahh.. Ahh.. Dorongg.dorongg....."
"aa.. Aa. Aa".
"oohhkk., kk., kk..", Tantri berteriak keras sekali, saat dorongan Reza sangat keras menekan pinggulnya. kontol Anto amblas hingga mencapai pangkalnya masuk ke memek Tantri. Saat itu pula ia merasakan kontol yang berdenyut-denyut itu melepaskan muatannya untuk kedua kali.
Malam itu merupakan malam yang liar bagi ketiga insan yang akan berpisah itu. Malam yang nggak bisa mereka lupakan untuk selamanya.

Cerita seks, Memek Bu Guru Doyan Peju Dientot 2 Kontol Anak Murid, guru nakal gangbang, threesome, cerita dewasa, ngentot ibu guru, doyan sex, Memek Bu Guru Doyan Peju Dientot 2 Kontol Anak Murid, guru nakal gangbang, threesome, sex threesome, ngentot memek ibu, guru sexy doyan kontol dalam memek dan mulut, Memek Bu Guru Doyan Peju Dientot 2 Kontol Anak Murid, guru nakal gangbang, threesome, ngentot cewek binal, nakal, doyan seks
Memek Ibu Guru Doyan Peju Dientot 2 Kontol Anak Murid
Memek Ibu Guru Doyan Peju Dientot 2 Kontol Anak Murid, cerita seks , Memek Bu Guru Doyan Peju Dientot 2 Kontol Anak Murid, guru nakal gangbang, threesome, kisah porno, kisah sex bokep, sex, Memek Ibu Guru Doyan Peju Dientot 2 Kontol Anak Murid

10
205

Tags cerita dewasa paling populer di blog ini: cerita seks, Cerita Dewasa, 17 Tahun, sex, Ngentot, Memek, Istri, selingkuh, Kontol, Entot, Mama, gangbang, tante, threesome, ABG, Binal, sexy, toket, payudara.
Aktifkan javascript lalu tekan F5, untuk membuka halaman
meng-klik link cerita secara normal
dan membuka gambar lebih besar.
Cerita dewasa seks terpanas, update setiap hari cerita terbaru Cerita seks dewasa ngentot memek isteri, perek, bispak.
http://cerita-dewasa-terpanas.blogspot.com