Nikmat Main Seks Dengan Tubuh Mama dan Memek Tante

Cerita seks petualangan saya ini dimulai sewaktu saya berusia 17 tahun. Saat itu tante Wina datang dan nginep selama beberapa hari di rumah krn suaminya keluar kota. Dia merasa sepi dan takut tinggal di rumahnya sendirian. tante Wina berumur 32 tahun. Penampilannya biasa saja. Tinggi badan 160 cm. Ramping. Tapi saya suka tubuhnya. toket 36C, dan pantatnya besar bulat. saya suka lihat tante Wina kalo telah menggunakan celana panjang ketat sehingga pantatnya sangat membentuk, sexy. tante Wina ialah adik kandung Papa saya.

Waktu itu hari saya tidak masuk kusarih. saya diam di rumah bersama mama dan tante Wina. Pagi itu, jam 10, saya lihat mama baru selesai mandi. Mama keluar dari kamar mandi menggunakan handuk menutupi dada dan setengah pacuma yg putih mulus. Mama berumur 38 tahun. Sangat mengnafsukan.

Saat itu gak tahu secara tidak sengaja saya melihat mama membetulkan lilitan handuknya sebelum masuk kamar. Terlihat toket mama meski gak begitu besar tapi masih bagus bentuknya. yg terutama jadi perhatian saya ialah memek mama yg dihiasi bulu hitam gak begitu lebat berbentuk segitiga rapi. Mungkin krn mama rajin mengasuhnya.

Mama sepertinya tidak sadar kalo saya lagi melihatnya. Mama langsung masuk kamar. Hati berdebar dan terbayang terus pemandangan tubuh mama tadi. saya dekati pintu, lalu saya intip dari lubang kunci. Terlihat mama lagi membuka lilitan handuknya lalu mengeringkan rambutnya dgn handuk tersebut. Terlihat tubuh mama sangat mengnafsukan. Terutama memek mama yg saya fokuskan. Secara otomatis tangan saya meraba kontol dari luar celana, lalu meremasnya slow-slow sambil menikmati keindahan tubuh sexy mama. krn telah tak tahan lagi, saya segera ke kamar mandi dan onani sambil berimajinasi ngentotin memek sempit mama. Sampai akhirnya.. Crot! Crot! Crot! saya ngecrot.

Sore harinya, waktu saya lagi tiduran sambil membaca majalah, tiba-tiba terdengar suara mama memanggil saya.
"Wendy..!" panggil mama.

"Ya, Ma…" sahut saya sambil segera ke kamar mama.

"Ada apa, Ma?" tanya saya.
"Pijitin badan mama, Wendy. Pegal rasanya…" kata mama sambil tengkurap.
"Iya, Ma…" jawab saya.

Waktu itu mama menggunakan daster. saya mulai memijit kaki mama dari betis. Terus sampai naik ke paha. Mama tetap diam merasakan pijitan saya. krn daster mama agak mengganggu pijitan, maka saya bertanya pada mama, "Ma, dasternya naikin ya? mengganggu nih…" tanya saya.
"Emang kamu mau mijitan apa aja, Wendy?" tanya mama.
"Seluruh badan mama," jawab saya.
"Ya telah, mama buka baju saja," kata mama sambil bangun, lalu melepas dasternya tanpa ragu.
"Ayo lanjutkan, Wendy!" kata mama sambil kembali tengkurap. Darah saya berdesir melihat mama setengah telanjang di depan mata.
"Mama tidak malu buka baju depan Wendy?" tanya saya.
"Malu kenapa? Kan anak kandung mama.. Biasa sajalah," jawab mama sambil memejamkan mata.

Birahi Seks Saya Diuji Tubuh Sexy Mama

saya berdebar. Tanganku mulai memijit paha mama. Sebetulnya bukan meimijit, istilah yg tepat ialah mengusap agak keras. saya nikmati usapan tangan saya di paha mama sambil mata terus memandangi pantat mama yg menggunakan celana dalam merah. Setelah selesai "memijit" paha, krn masih ragu, saya tidak memijit pantat mama, tapi langsung naik memijit pinggang mama.

"Kok dilewat sih, Wendy?" protes mama sambil menggoyangkan pantatnya.
"Mm.. Wendy takut mama marah…" jawab saya.
"Marah kenapa? Kamu kan emang mama pinta mijitin.. Ayo teruskan!" pinta mama.

krn telah memperoleh angin, saya mulai meraba dan agak meremas pantat mama dari luar celana dalamnya. Nyaman rasanya memijit dan meremas pantat mama yg bulat dan padat. kontol saya telah mulai makin keras. Mama tetap terpejam menikmati pijitan saya. krn birahi saya telah naik, saya sengaja memasukkan tangan saya ke celana dalam mama dan terus meremasnya. Mama tetap diam. saya makin berani.

jari tengah saya mulai menyusuri belahan pantat mama sampai ke belahan memek mama. jari saya diam disana. saya takut mama marah. Tapi mama tetap diam sambil memejamkan mata. saya mulai menggerakan jari tengah saya di belahan memek mama. Mama tetap diam. Terasa memek mama mulai basah. Dan saya tahu kalo mama agak menggoyang-goyangkan pantatnya, mungkin mama merasa enak menikmati jari saya di belahan memeknya. Itu perkiraan saya.
krn telah basah, saya nekad masukkan jari saya ke lubang memek mama. Mama tetap memejamkan mata, tapi pantatnya mulai berputar agak cepat.

"Wendy, kamu ngapain?" tanya mama sambil membalikkan badannya. saya kaget dan takut mama marah.

"Maaf, Ma…" kataku tertunduk tidak berani memandang mata mama.
"Wendy tidak tahan dgn birahi seks saya…" kataku lagi.
"Birahi seks apa?" kata mama dgn nada lembut.
"Sini dekat mama," kata mama sambil menggeserkan badannya. saya diam tidak mengerti.
"Sini Wendy," ujar mama lagi.
"Tutup dulu pintu kamar," kata mama.
"Ya, Ma…" kataku sambil berdiri dan segera menutup pintu. Kemususan saya di samping mama.
Mama menatapku sambil mengelus rambut saya.

"Kenapa berbirahi dgn mama, Wendy," tanya mama lembut.

"Mama marahkah?" tanya saya.
"Mama tidak marah, Wendy.. Jawablah jujur," ujar mama.
"Melihat tubuh mama, Wendy tidak tahu kenapa jadi pengen, Ma…" kataku. Mama tersenyum.
"Berarti anak mama telah mulai dewasa," kata mama.
"Kamu benar-benar mau Wendy?" tanya mama.
"Maksud mama?" tanya saya.
"Dua jam lagi Papa kamu balik…" cuma itu yg keluar dari mulut mama sambil tangannya meraba kontol saya dari luar celana.

saya kaget sekaligus bahagia. Mama mencium bibir saya, dan akupun segera membalasnya. kita saling mencium mesra sambil tangan kita saling meraba dan meremas.

"Buka baju kamu, Wendy," kata mama. saya menurut, dan segera melepas baju dan celana.

Mama juga melepas BH dan celana dalamnya. Mama duduk di tepi tempat tidur, lagikan saya tetap berdiri.

"kontol kamu besar, Wendy…" kata mama sambil meraih kontol saya dan meremas serta mengocoknya. Enak rasanya.
"Kamu udah pernah maen dgn perempuan tidak, Wendy?" tanya mama.
Sambil menikmati enaknya dikocok kontol saya menjawab, "Belum pernah, Ma.. Mmhh..". Mama tersenyum, gak tahu apa artinya.

Lalu mama menherik pantat saya hingga kontol saya hampir mengenai wajahnya. Lalu mama mulai menjilati kontol saya mulai dari kontol sampai ke kepalanya. Rasanya sangat nikmat. Lebih nikmat lagi ketika mama memasukkan kontol ku ke mulutnya. Hjilatan dan permainan lidah mama sangat pandai. Tanganku dgn keras memegang dan meremas rambut mama dgn keras krn merasakan kepuasan yg amat sangat. Tiba-tiba mama menghentikan hjilatannya, tapi tangannya tetap mengocok kontol ku perlahan.

"Enak Wendy?" tanya mama sambil menengadah menatapku.
"Iya, Ma.. Enak sekali," jawabku dgn suara tertahan.
"Sini Wendy. kontol mu udah besar dan tegang. Sekarang cepat masukkan…" ujar mama sambil menherik tanganku.

Mama lalu telentang di tempat tidur sambil membuka lebar pacuma. Tanpa ragu saya naiki tubuh mama. saya arahkan kontol ku ke lubang memeknya. Tangan mama membimbing kontol ku ke lubang memeknya.

"Ayo, Wendy.. Masukkan…" ujar mama sambil terus memandang wajahku.

saya tekan kontol ku. Lalu terasa kepala kontol ku memasuki lubang yg basah, licin dan hangat. Lalu kontol kontol ku terasa memasuki sesuatu yg menjepit, yg gak tahu bagaimana saya menjelaskan rasa nikmatnya.. Secara perlahan saya keluarmasukkan kontol ku di memek mama. saya cium bibir mama. Mamapun membalas ciuman saya sambil menggoyangkan pinggulnya mengimbangi goyangan saya.

"Enak, Wendy?" tanya mama.
"Sangat enak, Ma…" jawabku sambil terus ngentotin memek mama yg seret sempit lalu menjepit keras. Setelah beberapa menit, saya hentikan gerakan kontol saya.
"Kenapa mama mau melakukan ini dgn Wendy?" tanyaku. Sambil tersenyum, mata mama terlihat berkaca-kaca.
"krn mama Wendy kamu, Wendy…" jawab mama.
"Sangat Wendy…" lanjutnya.
"Lagipula detik ini mama memang lagi ingin ngentot…" lanjutnya lagi.

saya terdiam. Tak berapa lama saya kembali menggerakan kontol saya ngentotin memek mama.

"Wendy juga sangat Wendy mama…" ujarku.
"Ohh.. Wendy.. Enakk.. Mmhh…" desah mama ketika saya ngentotin memek nya makin keras.
"Mama mau keluar…" desah mama lagi.

Tak lama kurasakan tubuh mama orgasme dan menggelinjang hebat lalu memeluk saya erat-erat. Goyangan pinggul mama makin keras. Lalu..

"Ohh.. Enak Wendy…" desah mama lagi ketika dia mencapai klimak.

saya terus menggenjot kontol ku. Lama-lama kurasakan ada dorongan kuat yg akan keluar dari kontol saya. Rasanya sangat kuat. saya makin keras ngentot memek dan rams toket serta tubuh mama..

"Ma, Wendy gak tahann…" ujarku sambil memeluk tubuh mama lalu menekan kontol ku lebih dalam ke memek mama.
"Keluherin Wendy…" ujar mama sambil meremas-remas pantatku.
"Keluherin di dalam aja Wendy biar enak…" bisik mama mesra.

Akhirnya, crott.. Crott.. Crott.. peju ku keluar di dalam memek mama.

"Mmhh…" desahku. Lalu tubuh kita tergolek lemas berdampingan.
"Terima kasih ya, Ma…" ujar saya sambil mencium bibir mama.
"Lekas pakai baju, Papa kamu sebentar lagi balik!" kata mama.

Lalu kamipun segera memakai baju. Setengah jam kemususan Papa balik. Mama dan saya bersikap seperti biasa dan terlihat normal.

Memek Tante Wina Sudah Saatnya Aku Entot

Malam harinya, sekitar jam 11 malam, ketika mama dan Papa telah tidur, saya dan tante Wina masih nonton TV. tante Wina menggunakan kimono. Sesekali saya lihat paha mulusnya ketika kimononya tersingkap. Tapi tidak ada perasaan apa-apa. krn telah biasa melihat seperti itu.

Tiba-tiba tante Wina bertanya sesuatu yg kagetin saya,"ngapain kamu tadi sore lama-lama berduaan ama mama kamu di kamar?" tanya tante Wina.
"Hayo, ngapain..?" tanya tante Wina lagi sambil tersenyum.
"Tidak ada apa-apa. saya mijitin mama, kok…" jawabku.
"Kok lama amat. Sampe lebih dari satu jam," tanyanya lagi.
"Curigaan amat sih, tante?" kataku sambil tersenyum.
"tante cuma merasa aneh saja waktu tante denger ada suara-suara yg bagaimanaa gitu…" ujar tante Wina sambil tersenyum.
"Kayak suara yg lagi enak…" ujar tante Wina lagi.
"Udah ah.. Kok ngocehnya ngaco ah…" ujarku sambil bangun.
"Maaf dong, Wendy. tante becanda kok…" ujar tante Wina.
"Kamu mau kemana?" tanya tante Wina.
"Mau tidur," jawabku pendek.
"Temenein tante dong, Wendy," pinta tante.

saya kembali duduk dikursi di samping tante Wina.

"Ada apa sih tante?" tanyaku.
"Tidak ada apa-apa kok. Hanya butuh temen ngobrol saja," jawab tante Wina.
"Kamu telah mempunyai pacar, Wendy?" tanya tante Wina.
"Belum tante. Kenapa?" saya balik bertanya.
"Kamu tuh ganteng, tinggi. Tapi kenapa belum mempunyai pacar?" tanya tante lagi.
"Banyak sih yg ngajak jalan, tapi saya tidak mau," jawabku.
"Apa kamu pernah kissing dgn perempuan, Wendy?" tanya tante Wina slow sambil wajahnya didekatkan ke wajahku.

Bibir kita hampir bersentuhan. saya tak menjawab.

"Ni tante lagi horny kayaknya…" pikir saya.

Tanpa banyak kata, saya cium bibir tante Wina. tante Winapun langsung membalas ciumanku dgn hebat. Permainan lidah dan sedotan bibir kita main mainkan.. Sementara tanganku segera masuk ke balik kimono tante Wina. Lalu masuk lagi ke dalam BH-nya. Lalu ku remas-remas toketnya dgn mesra sambil ujung jari saya memainkan puting toketnya.

"Mmhh.."

Suara tante Wina mendesah tertahan krn kita masih tetap saling mencium. Tangan tante Winapun tidak diam. Tangannya meremas kontol ku dari luar celana kolorku. kontol ku langsung tegang.

"Wendy, pindah ke kamar tante, yuk?" pinta tante Wina.
"Iya tante…" jawabku. Lalu kita segera naik ke loteng ke kamar tante Wina.

Setiba di kamar, tante Wina dgn tak sabar segera melepas kimono dan BH serta CD-nya. Akupun segera melepas semua baju di tubuh saya.

"Ayo Wendy, tante telah gak tahan…" ujar tante Wina sambil senyum, lalu merebahkan badannya di kasur.

saya segera menindih tubuh telanjang tante Wina. saya cium bibirnya, pindah ke pipi, leher, lalu turun ke toketnya. saya jilat dan hjilat puting toket tante Wina sambil meremas toket yg satu lagi.

"Ohh.. Mmhh.. Wendyy.. Kamu pinter amat sih.. Mmhh…" desah tante Wina sambil tangannya memegang kepala saya.

Lalu lidahku turun lagi ke perut, lalu ketika mulai turun ke selangkangan, tante Wina segera melebarkan kakinya mengangkang. Memek tante Wina bersih tidak berbau. Bulunya cuma sedikit sehing nampak jelas belahan memeknya yg bagus. saya segera jilati memek tante Wina terutama bagian kelentitnya.

"Ohh.. Sayang.. Enakkhh.. Mmhh.. Terus Wendy…" desah tante Wina sambil badannya menggelinjang membatalkan nikmat.

Tak berapa lama tiba-tiba tante Wina mengepitkan kedua pacuma menjepit kepalaku. Tangannya menekan kepalaku ke memeknya.

"Oh, Wendy.. tante keluar.. Nikmat sekali.. Ohh…" desah tante Wina.

saya bangun, mengusap mulut saya yg basah oleh air memek tante Wina, kemudian saya tindih badannya dan kucium bibirnya. tante Wina langsung membalas ciumanku dgn mesra.

"Isep dong kontol Wendy, tante…" pintaku.

tante Wina mengangguk sambil tersenyum. Lalu saya kangkangi wajah tante Wina dan ku sodorkan kontol ku ke mulutnya. tante Wina langsung menghjilat dan menjilati kontol ku dan mengocok dgn tangannya sambil memejamkan matanya. Sangat enak rasanya. Cara menghjilat dan menjilat kontol nya lebih pintar dari mama.

"Udah tante, Wendy udah pengen entot memek tante…" kataku.

tante Wina melepaskan genggamannya, lalu saya arahkan kontol saya ke memeknya.

"Ayo, Wendy.. tante telah tidak tahan…" bisik tante Wina.

Lalu, bless.. sleb.. sleb.. sleb.. kontol ku keluar masuk memek tante Wina.

"Wendy kamu pinter menyenangkan perempuan. Kamu pandai memberikan kepuasan…" kata tante saat kita lagi ngentot.
"Ah, biasa saja, tante…" ujarku sambil tersenyum lalu ku kecup bibirnya.

Selang beberapa lama, tiba-tiba tante Wina mempercepat gerakannya. Kedua tangannya erat memeluk tubuhku.

"Wendy, terus entot memek tante.. Mmhh.. Ohh.. tante mau keluar.. Ohh.. Ohh. Ohh…" desahnya.

Tak lama tubuhnya menggelinjang. Pacuma erat menjepit pinggulku. Sementara akau terus memompa kontol ku di memeknya.

"Tente udah keluar, Wendy…" bisik tante Wina.
"Kamu hebat.. Kuat…" ujar tante Wina.
"Terus entot memek tante, Wendy.. Puaskan diri kamu…" ujarnya lagi.

Tak lama akupun mulai merasakan kalo saya akan segera klimak. Kupertcepat gerakanku.

"Wendy mau keluar, tante…" kataku.
"Jangan keluarkan di dalam, Wendy…" pinta tante Wina.
"Cabut dulu…" ujar tante Wina.
"Sini tante isepin…" katanya lagi.

saya cabut kontol ku dari memeknya, lalu saya arahkan ke mulutnya. tante Wina lalu menghjilat kontol ku sambil mengocoknya. Tak lama, crott.. crott.. crott.. crott.. peju ku keluar di dalam mulut tante Wina banyak sekali. saya tekan kontol ku lebih dalam ke dalam mulut tante Wina. tante Wina dgn tenang menelan peju ku sambil terus mengocok kontol ku. Lalu dia menjilati kontol ku untuk membersihkan sisa peju di kontol ku. Sangat nikmat rasanya ngentot dgn tante Wina.

saya segera pakai baju. tante Wina juga segera mengenakan kimononya tanpa BH dan CD.

"Kamu hebat, Wendy.. Kamu bisa memuaskan tante," ujar tante Wina.
"Kalo tante butuh kamu lagi, kamu mau kan?" tanya tante sambil memeluk saya.
"Kapan saja tante mau, Wendy pasti kasih," kataku sambil mengecup bibirnya.
"Terima kasih,," ujar tante Wina.
"Wendy kembali ke kamar ya, tante? Mau tidur," kataku.
"Iya, sana tidur," katanya sambil meremas kontol ku mesra. Kukecup bibirnya sekali lagi, lalu saya segera keluar.

Nikmat Main Seks Dengan Tubuh Mama dan Memek Tante

Nikmat Main Seks Dengan Tubuh Mama dan Memek Tante, cerita seks dewasa
Nikmat Main Seks Dengan Tubuh Mama dan Memek Tante | Klik foto untuk memperbesar gambar
Besoknya, setelah Papa berangkat ke kantor, mama duduk di sampingku waktu saya makan.

"Wendy, semalam kamu ngapain di kamar tante Wina sampe subuh?" tanya mama kagetin saya.

saya terdiam tak bisa berkata apa-apa. saya sangat takut dimarahi mama. Mama tersenyum. Sambil mencium pipiku, mama berkata,"Jangan sampai yg lain tahu ya, Wendy. Mama akan jaga rahasia kalian. Kamu suka tante kamu itu ya?" tanya mama. Plong rasanya perasaanku mendengarnya.

"Iya, Ma.. Wendy suka tante Wina," jawabku.
"Baiklah, mama akan pura-pura tidak tahu tentang kasarin…" ujar mama.
"Kasarin hati-hatilah…" ujar mama lagi.
"Kenapa mama tidak marah," tanya saya.
"krn mama pikir kamu telah dewasa. Bebas melakukan apapun asal mau tanggung jawab," ujar mama.
"Terima kasih ya, Ma…" kataku.
"Wendy Wendy mama," kataku lagi.
"Wendy, tante dan Papa kamu lagi keluar.. Mau bantu mama gak?" tanya mama.
"Bantu apa, Ma?" saya balik tanya.
"Mama ingin…" ujar mama sambil mengusap kontol ku.
"Wendy akan lakukan apapun buat mama…" kataku. Mama tersenyum.
"Mama tunggu di kamar ya?" kata mama. saya mengangguk..

Sejak detik itu hingga detik ini saya kawin dan mempunyai 2 anak, saya tetap ngentot dgn tante Wina kalo ada kesempatan. meski telah agak berumur tapi nafsuin sekali mememk dan kemolekan tubuhnya masih tetap menherik. Baik itu di rumah tante Wina kalo tidak ada Om, di rumah saya sendiri, ataupun di panasel.

lagikan dgn mama, saya telah mulai jarang ngentotin memek nya atas permintaan mama sendiri dgn alasan tertentu tentunya. Dalam satu bulan cuma 2 kali.

Nikmat Main Seks Dengan Tubuh Mama dan Memek Tante, cerita seks dewasa, cerita seks sedarah porno dewasa, ngentot sedarah, cerita sex, ngewe, ngentot memek mama kandung, Nikmat Main Seks Dengan Tubuh Mama dan Memek Tante, cerita seks dewasa, cerita seks sedarah porno dewasa, ngentot sedarah, cerita sex, ngewe, ngentot memek mama kandung, Nikmat Main Seks Dengan Tubuh Mama dan Memek Tante, cerita seks dewasa, cerita seks sedarah porno dewasa, ngentot sedarah, cerita sex, ngewe, ngentot memek mama
Nikmat Main Seks Dengan Tubuh Mama dan Memek Tante
Nikmat Main Seks Dengan Tubuh Mama dan Memek Tante, cerita seks , Nikmat Main Seks Dengan Tubuh Mama dan Memek Tante, cerita seks dewasa, kisah porno, kisah sex bokep, sex, Nikmat Main Seks Dengan Tubuh Mama dan Memek Tante

10
205

Tags cerita dewasa paling populer di blog ini: cerita seks, Cerita Dewasa, 17 Tahun, sex, Ngentot, Memek, Istri, selingkuh, Kontol, Entot, Mama, gangbang, tante, threesome, ABG, Binal, sexy, toket, payudara.
Aktifkan javascript lalu tekan F5, untuk membuka halaman
meng-klik link cerita secara normal
dan membuka gambar lebih besar.
Cerita dewasa seks terpanas, update setiap hari cerita terbaru Cerita seks dewasa ngentot memek isteri, perek, bispak.
http://cerita-dewasa-terpanas.blogspot.com