Anak Sekolah Ngentot Gangbang Nafsuin Banget

Anak Sekolah Ngentot Gangbang Nafsuin Banget | Aku duduk di kelas 3 SMU saat ini. Namaku Veni, lengkapnya Venita, aku sangat terkenal di sekolah, teman-teman kagum akan kecantikanku, apa lagi cowok-cowok, yang sering mengusilli aku dengan menggoda,


aku sih cuek saja, soalnya aku juga senang sih. Aku punya sebuah “geng” di sekolah, Manda dan Lia adalah teman-teman dekatku.

Kemanapun aku pergi mereka seperti biasanya selalu ada. Tahun ajaran baru kali ini sudah tiba, banyak adik-adik kelas baru yang baru masuk kelas 1.

Sari Andhina, nama gadis itu, ia baru duduk di kelas 1, namun ia sudah terkenal di sekolah ini.

Bahkan ia bisa menyaingiku. Memang dia cantik, lebih cantik dari aku, kulitnya putih bersih terawat, dengan wajah agak kebule-buLian dan rambut sebahu,

tubuhnya juga bagus, sintal, dan sexy. Baru 2 bulan bersekolah, nama Sari sering jadi bahan pembicaraan cowok-cowok kelas 3 di kantin,

ada yang naksir berat, bahkan kadang-kadang mereka suka berbagi fantasi seks mereka tentang Shery. Sari tidak seperti aku, ia gadis pendiam yang nggak banyak tingkah.

Mungkin itu yang bikin kaum cowok tergila-gila padanya. Semakin hari Sari semakin terkenal, keegoisanku muncul ketika kini aku bukan lagi jadi bahan pembicaraan cowok-cowok.

Kekesalanku pun memuncak kepada Sari, akhirnya aku, Manda dan Lia merencanakan sesuatu, sesuatu untuk Sari. Seperti aku, Sari juga anggota cheerLiaders sekolah,

siang itu aku menjalankan rencanaku, aku bohongi Sari untuk tidak langsung pulang sekolah nantinya, karena akan ada latihan cheers yang mendadak,

ia menolak, tetapi dengan segala upaya aku membujuknya sampai ia mau. Sore itu, sekolah sudah sepi, tersisa aku, Manda, Lia, Sari dan 4 orang penjaga sekolah.

Aku pun mulai menjalankan rencana ku. “Kak, sampai kapan Sari mesti nunggu disini? ” “Udah tunggu aja, sebentar lagi! ” Sari mulai kelihatan cemas,

ia mulai curiga terhadapku. “Sudah beres Non” Oje si penjaga sekolah melapor padaku. “Oke” jawabku. Rencana ini sudah kusiapkan dengan matang,

sampai aku membayar 4 penjaga sekolah untuk mau bekerja sama denganku, bukan hal yang berat bagiku, aku anak orang kaya. “Ya udah,

Anak Sekolah Ngentot Gangbang Nafsuin Banget

ikut gue sekarang! ” perintahku untuk Sari. Dengan ragu-ragu, Sari mengikuti aku, Lia dan Manda. Kubawa ia ke ruang olahraga sekolah,

tempat dimana kita biasa latihan cheerLiaders. Sari menangis karena bentakan dari aku, Manda dan Lia, ia tampak ketakutan, namun kami terus menekannya secara psikologis,

sampai ia menagis. “Sari salah apa Kak? ” ia menangis terisak-isak. “Lo baru masuk sekolah 2 bulan aja udah banyak lagak,

lo mau nyaingin kita-kita yang senior? hormatin dong! ” bentakku “Nggak kok Kak, Sari nggak begitu” “Nggak apaan? Nggak usah ngebantah deh,

Lo mau nyaingin kita-kita kan? ! ” Lia menambahkan bentakanku. Setelah puas membentak-bentak Sari, aku memberi tanda kepada Manda.

Tak lama kemudian 4 penjaga sekolah yang sudah kuajak bekerjasama itu masuk ke ruang olahraga, mereka adalah Oje, Dandri, Dodi dan Vito.

Dari tadi mereka sudah kusuruh menuggu di luar. Sari saat itu terkejut dan sangat ketakutan. “He. he.

he. ini dia Non Sari yang ngetop itu” Vito berujar sambil tersenyum menyeringai. “Cantik banget, sexy lagi.

” tambah Oje. Sari gemetaran ia tampak sangat takut. “Sikat aja tuh! ” perintahku pada 4 pria itu.

“Oke, sip bos! He. he. he. ” Oje menyeringai. Manda yang dari tadi diam mulai menyiapkan sebuah kamera handycam yang memang bagian dari rencanaku.

Vito mencengkram tangan kanan Sari, sementara Dodi mencengkram tangan kirinya. Tubuh Sari mereka seret ke atas sebuah meja sekolah.

Sari tampak sangat ketakutan ia pun menangis sambil menjerit-jerit minta tolong. “Gue duluan ya” Oje mendekati Sari.

Aku hanya tersenyum ngeliat keadaan Sari sekarang, aku puas ngeliat ia ketakutan. “Mau apa Pak? Tolong saya, ampun Pak? ” Sari memohon ampun.

Tapi Oje sudah tidak perduli lagi dengan permohonan Sari, ia sudah dibakar oleh nafsu. Perlahan Oje mendaratkan tangannya menyentuh toket Sari,

Cerita Sex Anak Sekolah Ngentot Gangbang Nafsuin Banget

Sari menjerit ketakutan. Tanpa menghiraukan teriakan Sari, Oje meremas-remas toket Sari perlahan-lahan. “Yang kenceng Jo! ” perintahku.

Oje mengeraskan cengkramannya di tete Sari. Sari berteriak, ia nampak kesakitan, dan aku pun sangat menikmati ekspresi wajah Sari saat itu.

Dipenuhi nafsu yang membara, Oje membuka seragam SMU Sari kancing demi kancing sampai toket Sari yang tertutup BH tampak.

“Gila! Seksi banget nih buah dada , putih banget! ” sahut Oje sambil tertawa gembira. Perlahan Oje menyentuh kulit toket Sari,

Sari pun tampak gemetaran. “Tolong jangan Pak! ” sahut Sari memelas. Seluruh orang di ruangan ini sudah tidak sabar lagi menyuruh Oje menanggalkan penutup toket Sari itu.

Oje pun akhirnya melepas BH yang menutupi keindahan toket Sari itu. Aku tergelak menahan ludah, toket Sari indah sekali, mulus, bersih dengan puting yang merah muda merekah,

seksi sekali pikirku. “Abisin aja Pak! ” Lia meminta Oje dengan wajah cemburu, ia sepertinya iri pada keindahan toket Sari. “Ok Sari sayang,

tenang aja ya? Nggak sakit kok, dijamin nikmat deh. ” Oje berseloroh, ia tampak bernafsu sekali seperti halnya Dodi dan Vito yang masih memegangi tangan Sari supaya ia tidak melawan,

sementara Dandri berdiri dibelakangku sambil memperhatikan dengan nafsunya. “Jangan Pak! ampun Kak! tolong Sari. ” Sari memohon dengan wajah pasrah, tetapi aku tidak perduli.

Sama sepertiku, Oje juga tidak perduli dengan permintaan Sari. Oje mulai memainkan tangannya di toket Sari, ia mulai meremas perlahan-lahan sambil sesekali mengelus dan menekan-nekan puting toket Sari dengan jarinya.

Dodi dan Vito tidak ketinggalan, mereka menikmati mulusnya kulit lengan Sari dengan mengelusnya dan terkadang mencium dan menjilatinya, aku pun mulai merasa panas.

“Ah. cukup Pak. ampun Kak. ” Sari mulai mendesah. Oje kian bernafsu, ia memutar-mutar jarinya di sekitar puting toket Sari, akupun bisa membayangkan apa yang dirasakan Sari ketika bagian sensitifnya dirangsang,

ia pasti merasa kenikmatan. ngeliat suasana yang panas itu, Dandri akhirnya turun tangan, pria hitam bertubuh gendut itu maju mendekati Sari.

Dandri dan Oje saling berbagi toket Sari, kiri dan kanan, dengan nafsu mereka mulai memainkan lidah mereka menyapu kulit toket Sari dan menjalar dengan liar di sekitar puting toket Sari,

kadang mereka melakukan hisapan dan gigitan kecil di puting toket Sari. Sari mendesah sambil ketakutan, tampak ia baru pertama kali diperlakukan seperti itu.

Manda pun beraksi merekam seluruh kejadian yang menimpa toket Sari dengan seksama melalui handy cam-nya. Oje menurunkan ciuman dan jilatannya ke perut Sari yang juga indah dan mulus,

aku cukup terkejut ngeliat pusar Sari yang ditindik itu, tampak seksi. Setelah puas mencium dan menjilati daerah pusar Shery.

Oje berhenti dan menyuruh Dandri yang sedang menikmati puting toket Sari berhenti. Oje lalu mulai menyingkap rok sekolah Sari, sambil mengelus paha Sari.

Ia memainkan jarinya menelusuri halusnya paha Sari yang mulus dan putih itu. Tangan Oje perlahan naik menyentuh selangkangan Sari yang ditutup celana dalam pink itu.

“Jangan Pak! Ampun! ” Sari memohon pada Oje. Dandri pun ikut mendekat ke Oje. “Wah, Celana dalam Non Sari lucu sekali” ejek Dandri.

Oje yang sudah sangat nafsu perlahan membuka celana dalam Sari. Tak berapa lama kemudian, Celana dalam itu sudah terlepas dari tempatnya.

“Wow Non Sari! memek nya indah banget! ” Oje terlihat bersemangat. memek Sari memang tampak terawat, daerah memek nya putih, bersih, dan Sari sepertinya tidak suka dengan rambut-rambut yang tumbuh di sekitar nonok nya,

ia membiarkan nonok nya tertampang mulus tanpa rambut kemaluan. Perlahan tangan Oje dan Dandri menjelajahi paha, dan sekitar nonok Sari. Sari hanya bisa menggeliat kesana kemari menghadapi rangsangan itu.

Anak Sekolah Ngentot Gangbang Nafsuin Banget

Anak Sekolah Ngentot Gangbang Nafsuin Banget, Anak Sekolah, ngentot, gangbang, nafsuin, cerita seks, cerita dewasa
Anak Sekolah Ngentot Gangbang Nafsuin Banget | Klik foto untuk memperbesar gambar

Tak lama kemudian tangan Oje dan Dandri, tiba di bagian vital Sari. Dengan nafsu membara, Dandri membuka bibir nonok Sari, sementara Oje memasukkan jarinya kedalam liang nonok Sari.

Perlahan jari tangan Oje menyolok-nyolok nonok Sari, dan makin lama gerakannya makin cepat. Tubuh Sari nampak menegang, sambil mendongakkan wajahnya, Sari mendesah perlahan.

Oje dengan pandai memainkan kecepatan jarinya menyolok-nyolok nonok Sari, sementara aku dan teman-temanku memperhatikan kejadian itu. Setelah hampir 2 menit jari Oje menembus liang nonok Sari,

dari bibir nonok Sari kulihat cairan kewanitaan yang keluar, rupanya Sari terangsang. “Wah Non, terangsang nih? Enak ya? Mau lebih cepat?

” “Jangan Pak, tolong! ” Sari memohon. Oje tidak mempedulikan permohonan Sari, Jarinya keluar masuk nonok Sari dengan cepat.

“Ahh. stop Pak! Tolong. ! ” Sari kelihatan sangat terangsang, tetapi ia berusaha melawan. “Ahh. ! ” Sari vaginiak pelan, sepertinya ia hampir mencapai orgasme sambil menahan kesakitan di lubang nonok nya.

“Payah lo! Baru segitu aja udah mau orgasme. cuih. ” aku meledek Sari, aku membayangkan kalau aku dalam posisi Sari, pasti aku akan lebih lama lagi orgasme.

“Dasar perek amatir, baru gitu aja udah mau orgasme! ” Lia ikut mengejek. Oje menghentikan jarinya yang menyolok-nyolok nonok Sari, nampaknya ia belum mau Sari mencapai puncaknya.

namun aku sudah tak sabar, dendam di dadaku terus membara ingin mempermalukan Sari. Kutarik jari Oje keluar dari nonok Sari, lalu kudorong tubuhnya menjauhi Sari.

“Lho Non. saya belum puas nih. ” Oje tampak bingung. “Sabar dulu! Nanti lo dapat giliran lagi! ” bentakku pada Oje.

Saat kulihat Sari dihadapanku, nafsu dan amarahku membara. Aku tak tahan lagi, kujongkokkan tubuhku hingga wajahku tepat menghadap nonok Sari. Tertampang jelas keindahan nonok Sari di mataku,

bibir nonok nya yang memerah karena gesekan jari Oje dan cairan yang membasahi sekitar selangkangannya bikin aku menahan ludah.

Perlahan kudekatkan wajahku ke nonok Sari, dan kucium harum nonok Sari, Ia tampak sangat merawat daerah vitalnya ini.

Dengan penuh nafsu dan dendam, perlahan kubasuh nonok nya dengan lidahku. Semua yang ada disitu spontan terkejut, dan Sari tampak sangat kaget.

“Waduuh. Non Veni ternyata juga mau ngerasain nonok Non Sari ya? ” Dandri berseloroh meledek. “Bilang dong Non dari tadi, kalo gini saya malah jadi tambah horni nih.

” Oje menimpali. Aku tak perduli dengan ledekan Oje dan Dandri, yang kupikirkan hanya satu, aku ingin bikin Sari malu di tanganku.

“Aaah. Kak. mau apa Kak? Jangan Kak. ” Sari mulai merasa terangsang lagi, perlahan kurasa otot selangkangannya menegang.

Kubasuh nonok Sari dengan jilatan lidahku, dan kujalari daerah selangkangannya dengan ciuman dan jilatan erotis. Kutelusuri bibir nonok Sari dengan lidahku,

sambil kubuka liang nonok nya dengan jariku supaya lidahku dengan leluasa menjalar di daerah sensitifnya. Tak berapa lama kutemukan klitoris Sari,

  • perlahan kujilat dan kuberi dia hisapan-hisapan kecil dari mulutku. Semua laki-laki yang ada diruangan ini kurasa sangat beruntung menyaksikan dua bunga sekolah ini terlibat aktivitas seksual.
  • “Ahh. ah. ah. ” Sari tak sanggup berkata-kata lagi, ia hanya bisa berteriak kecil merasakan rangsangan di klitorisnya.
  • Perlahan tubuh Sari menggelinjang kesana kemari, keringatnya makin deras membasahi tubuh dan seragam sekolahnya. Sampai akhirnya kurasakan nonok Sari memuncratkan cairan-cairan kewanitaan yang menggairahkan membasahi mulutku,
  • tanpa kusadari akupun terangsang dan menghirup cairan kewanitaan Sari dalam-dalam. Hampir 5 menit kunikmati nonok Sari, daerah selangkangannya sudah sangat basah,
  • sama seperti tubuhnya yang dibanjiri keringat. Sari hanya bisa mendesah pasrah sambil menikmati rangsanganku. Tak berapa lama, kurasa otot nonok nya menegang,
  • Sari agak terhentak, lalu kedua tangannya tiba-tiba mencengkram pundakku, ia hampir mencapai puncak. Saat itu pula kuhentikan jilatanku, lalu menarik nafas istirahat.
  • Sari terkulai lemas, tubuhnya tergeletak tak berdaya diatas meja sambil perlahan mencoba mengumpulkan nafas. Oje, Vito, Dodi dan Dandri hanya bisa terpaku menatap aku dan Sari,
  • sementara Lia dan Manda tampak puas ngeliat “siksaan”ku terhadap Sari. Aku berdiri setelah istirahat sejenak. “Gilaa! Non Veni hebat! Saya jadi horni banget nih lihat cewek lesbian kayak gitu” Vito angkat bicara.
  • Kutatap Sari yang terkulai lemas dengan pandangan nafsu dan dendam. Kulebarkan kedua kaki Sari sampai ia mengangkang.
  • Kutarik pinggulnya sampai sisi meja. Kali ini akan aku buat ia orgasme. Kutanggalkan rok sekolahku lalu kulepas celana dalamku.
Semua pria yang ada disitu tergelak menahan ludah, menanti kejadian selanjutnya. Kubuka seragam sekolahku karena udara sudah sangat panas, sambil kutanggalkan BH-ku,

begitu juga dengan Sari, kubuat ia telanjang bulat. Posisi kaki Sari yang mengangkang bikin nonok nya melebar, membuka bibir nonok nya,

dan itu bikin ku terangsang. Kuangkat kaki kiriku keatas meja, lalu kudekatkan selangkanganku ke selangkangan Sari. Posisi tubuhku dan Sari Seperti dua gunting yang berhimpitan pada pangkalnya.

Dengan nafsu yang membara kugesekkan nonok ku dengan nonok Sari yang masih terkulai lemas itu. “Hmm. aah.

cukup Kak. aah. ” Sari mendesah memohon padaku. Tanpa perduli pada Sari, aku yang sudah dibakar nafsu terus melaju.

Sementara Pria-pria yang ada disana mulai mengeluarkan kemaluan mereka kemudian melakukan onani sambil menyaksikan aku dan Sari.

Semakin lama semakin kupercepat gesekkan nonok ku, sambil kulihat wajah Sari yang cantik itu dengan nafas memburu, bikin ku kian terangsang.

Tubuhku dan Sari bergerak seirama, kurasakan keringat mengucur dari tubuhku, serta nonok ku kian basah oleh cairan kewanitaanku yang bercampur dengan cairan kewanitaan Sari.

Selama hampir 5 menit kupacu tubuh Sari, dan tiap detik pun kurasakan kenikmatan dan rasa dendam yang terbayar.

Di tengah deru nafasku yang saling memacu dengan nafas Sari, tiba-tiba kumerasa sesosok tubuh besar memelukku dari belakang.

Ternyata itu Dandri, pria hitam bertubuh gendut itu sudah telanjang bulat dan memeluk tubuhku sambil memainkan jemarinya di puting toket ku.

“Saya juga ikutan ya Non Veni? Habis Non Veni bener-bener hot sih” permintaan Dandri kuturuti tanpa menjawab, sebab jarinya yang memilin puting toket ku semakin bikin aku berenang dalam lautan kenikmatan.

Kulirik Sari yang menarik nafas terengah-engah dan kulihat tubuhnya mulai menggelinjang merasakan kenikmatan. Kupercepat gerakanku, sambil mencoba untuk mengatur nafas, tiba-tiba sebuah benda kurasa menyentuh pantatku lalu menelusup diantara belahannya.

Aku mendengar Dandri melenguh, ternyata benda itu adalah kontol nya yang menegang dan berusaha meyodok lubang anusku.

“Non Veni, saya nggak tahan lagi nih. ” permintaan Dandri kupenuhi, kubiarkan kontol nya masuk ke lubang anusku.

Dengan sedikit hentakan, kontol Dandri menerobos masuk anusku. Kurasakan benda itu berukuran besar, memenuhi lubang anusku. “Aaah.

lobang Non Veni masih rapet banget nih. ” Dandri mencoba menekan pinggulnya untuk memasukkan seluruh batang kontol nya.

Sambil terus kupacu tubuh Sari, Dandri juga mulai memompa kontol nya di lubang anusku. Tak berhenti, Dandri menjelajahi bagian atas tubuhku dengan tangannya.

Kejadian ini berlangsung hampir 7 menit sebelum, Sari berteriak kencang memperoleh puncak kenikmatannya. Tak berapa lama kemudian giliranku dan Dandri yang mencapai orgasme bersamaan,

ditandai semburan air mani nya di lubang anusku. Aku sangat lelah, tubuhku basah oleh keringat, tetapi aku sangat puas, puas karena dendamku terbayar dan puas atas kenikmatan yang kuperoleh tadi.

Kubiarkan Sari beristirahat selama kurang lebih 5 menit, sampai akhirnya “penyiksaan” ini dimulai lagi. Aku duduk menjauh dari Sari, kali ini kuputuskan menjadi penonton saja.

Tongkat komando kini dipegang Lia, ia kini yang memerintah semua yang ada disitu. Oje, Dodi dan Vito mendekati tubuh Sari yang tergeletak tak berdaya.

Lia memberi tanda pada Vito yang dijawab dengan anggukan kepalanya. Vito memegang pinggul Sari yang lemas itu kemudian memutar tubuhnya. Posisi Sari kini telungkup dengan memperlihatkan bulatan pantatnya yang padat berisi.

“Nah, Non Sari siap-siap ya! ” Vito berujar sambil mengangkat pinggul Sari sampai ia dalam posisi menungging.

Sari cuma bisa menunggu siksaan apa lagi yang akan diterimanya dengan pasrah. Meski tubuh Sari terlihat lemas, ia masih saja menggairahkan.

Seketika saja Sari mendesah pelan, Vito dengan nafsunya meremas bongkahan pantat Sari sambil mengelusnya. “Hajar aja! ” perintah Lia.

Setelah mendengar perintah Lia, Vito yang sudah menunggu dari tadi langsung melesakkan kontol nya yang menegang itu ke lubang nonok Sari.

Wajah Sari tampak terkejut sambil menahan sakit. Ukuran kontol Vito yang besar memaksa masuk ke lubang nonok Sari yang rapat itu.

Sari berteriak tiap kali Vito mendorong kontol nya masuk. “ memek Non Sari rapet banget nih, aahh.

” Vito berkata sambil mendorong kontol nya lagi memasuki nonok Sari. Setelah seluruh kontol Vito masuk dalam lubang nonok Sari, Vito berhenti sejenak,

ia membiarkan Sari mengambil nafas sejenak. namun Vito tidak membiarkan Sari berlama-lama, perlahan-lahan ia mulai memompa kontol nya didalam nonok Sari.

Gerakan Vito makin cepat, deru nafas Sari dan Vito terdengar keras dibarengi gerakan mereka yang seirama. Sambil terus memompa kontol nya,

Vito memainkan tangannya menjelajahi pantat dan pinggul Sari yang basah oleh keringat. Sekali lagi Lia memberi tanda, Vito mempercepat lagi gerakannya,

bikin tubuh Sari bergerak kian liar. Oje maju menghampiri Sari, ia berdiri di depan wajahnya. Oje mengangkat tubuh Sari sampai ia dalam posisi merangkak.

“Aaah. cukup Pak. ah. ” Sari memohon pada Oje. Dengan senyum mengejek Oje memaksa Sari membuka mulutnya.

Dengan nafsu yang membara ia memaksa kontol nya masuk ke bibir mungil Sari. “Ayo isep kontol saya Non! isep! ” Paksa Oje.

Karena ketakutan, Sari dengan pasrah menerima batangan kontol Oje menembus bibirnya. Besarnya kontol Oje nampak memenuhi seluruh mulut Sari.

Tak bisa kubayangkan betapa puasnya Oje, ketika gadis SMU secantik Sari kini sedang mengulum kontol nya. Dari jauh kulihat Sari menangis,

airmata jatuh ke pipinya, ia merasa terhina dan jijik. Dendamku benar-benar terbalas, Sari benar-benar menderita. Dibalik semua itu aku juga merasa kasihan padanya.

Oje mulai memompa kontol nya, melakukan gerakan maju mundur dihadapan wajah Sari. Kini mulut dan nonok Sari telah dipompa dua batang kontol.

Keringat membasahi seluruh tubuhnya, bikin tubuh Sari tampak berkilau seksi. Hanya Dodi saja yang belum menikmati Sari, kini ia naik keatas meja,

lalu memposisikan dirinya diatas punggung Sari seolah-olah ia sedang menaiki kuda. Dodi meletakkan kontol nya diatas punggung Sari, sambil kemudian ia gesekkan.

Tangan Dodi menjelajah kedua toket Sari yang tergantung. Tiga orang itu sekaligus menikmati tubuh Sari, tak bisa kubayangkan perasaan Sari saat ini.

memek , mulut, punggung, toket , hampir seluruh bagian tubuhnya dirangsang. Kulihat Vito berejakulasi di dalam liang nonok Sari, air mani yang melimpah keluar dari kontol Vito mengalir keluar melalui liang nonok Sari,

seketika itu juga Sari bergumam sembari menaikkan pinggulnya, ia berorgasme. Setelah Vito puas membasahi nonok Sari dengan air mani nya, giliran Lia menggantikan posisi Vito.

Dengan liar, Lia menjilati nonok Sari yang masih basah oleh air mani Vito. Selang berapa menit kemudian Oje berejakulasi, ia berteriak kencang memanggil nama Sari sembari memuncratkan air mani nya di wajah Sari,

kulihat Sari menerima semburan air mani itu di sekitar bibir dan pipinya, bahkan ia menelannya, mungkin Sari sudah pasrah dan memilih untuk menikmati kejadian ini.

Setelah Oje, giliran Dodi berejakulasi diatas punggung Sari. sperma Dodi nampak membasahi kulit punggung Sari yang putih mulus.

Dandri yang dari tadi diam, bergerak menggantikan Lia yang kini merubah posisi Sari menjadi terlentang, lalu memegangi tangan Sari keatas. zakar Dandri yang ekstra besar itu menembus nonok Sari,

dan dengan liar memompa tubuh Sari. Sari yang sudah sangat lelah hanya mendesah pelan sambil menikmati. Hampir 10 menit Dandri memompa kontol nya didalam nonok Sari sampai akhirnya gerakan Dandri dipercepat,

Sari berteriak, pinggulnya naik, tubuhnya nampak bergetar, ia kembali berorgasme. Tidak lama kemudian Dandri berejakulasi di luar nonok Sari, ia membiarkan air mani nya jatuh membasahi selangkangan Sari.

Suasana sunyi hanya terdengar desah nafas Sari yang mencoba mengatur kembali nafasnya. Tubuhnya basah oleh keringat, selangkangannya dipenuhi air mani ,

Sari hanya tergeletak diatas meja itu. Kubayar uang yang kujan kalau n pada Oje, Dandri, Vito dan Dodi.

Mereka lalu pergi meninggalkan ruangan ini dengan senyum puas. “Nah, sekarang kapok kan lo? ” bentak Lia kepada Sari.

“Makanya jangan macam-macam, kalo lo bilang-bilang kejadian ini sama siapapun, rekaman video tentang lo bakal gue sebar luas! Terus lo bisa jadi bintang porno terbaru dan terkenal,

he. he. he. ” ancamku pada Sari. “Sekarang lo bilang! Gimana rasanya tadi? ! Ayo jawab! ” bentak Lia.

“Kok diem aja? ! Ayo jawab tolol! ” bentakku. “Enak Kak. ” jawab Sari ketakutan. “Enak? ! lo seneng dientot? !

” bentak Lia lagi. “Iya Kak. enak sekali. nikmat. ” Sari menjawab. “Lo mau lagi? ! ” Manda yang dari tadi diam kini bicara.

“Ma. mau Kak. ” jawab Sari. Aku, Lia dan Manda saling berpandangan sambil tersenyum. Ya, akhirnya Sari kini menjadi bagian gengku,

geng gila seks yang suka sekali mencari kenikmatan, haus akan hal-hal berbau seks. Dan si cantik Sari, adik kelasku menjadi bagian yang tak terpisahkan dalam petulangan seks ku selanjutnya.
Anak Sekolah, ngentot, gangbang, nafsuin, cerita seks, cerita dewasa


Anak Sekolah Ngentot Gangbang Nafsuin Banget Cerita Sex, Anak Sekolah, ngentot, gangbang, nafsuin, cerita seks, cerita dewasa Anak Sekolah Ngentot Gangbang Nafsuin Banget cerita sex,Cerita Seks, Anak Sekolah, ngentot, gangbang, nafsuin, cerita seks, cerita dewasa, cerita seks dewasa
Anak Sekolah Ngentot Gangbang Nafsuin Banget
Anak Sekolah Ngentot Gangbang Nafsuin Banget, cerita seks , Anak Sekolah Ngentot Gangbang Nafsuin Banget, Anak Sekolah, ngentot, gangbang, nafsuin, cerita seks, cerita dewasa, kisah porno, kisah sex bokep, sex, Anak Sekolah Ngentot Gangbang Nafsuin Banget

10
205

Tags cerita dewasa paling populer di blog ini: cerita seks, Cerita Dewasa, 17 Tahun, sex, Ngentot, Memek, Istri, selingkuh, Kontol, Entot, Mama, gangbang, tante, threesome, ABG, Binal, sexy, toket, payudara.
Aktifkan javascript lalu tekan F5, untuk membuka halaman
meng-klik link cerita secara normal
dan membuka gambar lebih besar.
Cerita dewasa seks terpanas, update setiap hari cerita terbaru Cerita seks dewasa ngentot memek isteri, perek, bispak.
http://cerita-dewasa-terpanas.blogspot.com