Mau Ngentot Cewek Lain Malah Gangbang Pacar Sendiri

Mau Ngentot Cewek Lain Malah Gangbang Pacar Sendiri | Ceritanya kawan ku Rasya doyan gonta-ganti pacar dan sepertinya setiap pacarnya pasti pernah dia entot. Di tahun terakhir kuliahnya dia punya pacar serius, namanya Riana. Dibilang serius krn kata Rasya dgn Riana inilah dia ingin menikah.


Di mata Rasya, Riana adalah cewek yg sempurna. jika dari segi fisik, Riana memang seksi, cantik, putih dan montok.

susu nya lumayan menantang dgn pinggul dan perut yg ramping. Rambut panjang dgn wajah yg menawan. Riana sering berkunjung ke kamar kost Rasya.

gak tau datang sendiri atau datang bersama Rasya. Mungkin Rasya meenjemputnya terlebih dahulu krn Riana kuliah di kampus yg berbeda. Rasanya setiap kali Riana datang berkunjung,

mereka selalu “main” dalam kamar Rasya. Itu ditandai dari suara rintihan Riana yg sering terdengar ketika sedang di entot oleh Rasya.

Mau Ngentot Cewek Lain Malah Gangbang Pacar Sendiri

Mau Ngentot Cewek Lain Malah Gangbang Pacar Sendiri, cerita seks, dewasa, threesome, cerita gangbang, sex memek pacar
Mau Ngentot Cewek Lain Malah Gangbang Pacar Sendiri | Klik foto untuk memperbesar gambar

Meski setiap kamar kost di rumah itu cukup besar tapi tetap saja ada suara yg terdengar ketika mereka sedang ngentot. Malah terkadang ada suara jeritan dari Riana ketika dia mencapai puncak kenikmatannya.

Biasanya setelah itu kegaduhan mereka berakhir dan itu artinya mereka udah selesai atau udah tertidur. Tapi kalau Rasya hasratnya sedang menggebu-gebu maka dia akan menyetubuhi Riana terus menerus seperti kuda liar sepanjang siang atau sepanjang malam tergantung waktu kedatangan Riana.

Ini ditandai dgn suara rintihan Riana yg terjadi berulang-ulang dan terus menerus dari arah kamar Rasya. nggak jarang Riana sampai bermalam di kamar Rasya meski nggak pernah sampai berhari-hari. Demikianlah, Rasya si raja sesat, begitu kita menyebutnya

dan kegiatan birahinya dgn Riana. kita dua anak kost yg lain cuma bisa maklum dan mencemburui “keberuntungan” Rasya.

Oh ya di rumah itu cuma ada 3 kamar kost yg diisi oleh Rasya, Kasim dan saya.

Kasim juga udah punya pacar tapi pacarnya itu sangat alim sehingga menolak melakukan hal-hal yg “aneh-aneh”. Tapi Kasim juga udah nggak perjaka.

Dia melakukan seks pertama kali sejak SMU dan di tahun-tahun awal kuliah pun dia punya pacar di kota asalnya Jakarta dimana mereka selalu ngentot setiap kali bertemu.

Hubungan mereka akhirnya kandas setelah pacarnya itu selingkuh dan punya cowok lain. Kasim juga berasal dari kampus yg sama dgn kita dan dia setahun belakangan masuk kuliahnya dari Rasya.

Jadi mereka berdua adalah seniorku meski dua-duanya beda jurusan dari saya. Baik Rasya, Riana dan Kasim ketiganya berasal dari Jakarta. Hari itu Rasya mengerjakan tugasnya di kampus sampai malam sedang saya dan Kasim asik mengobrol saja di depan kamar masing-masing. Pukul 8 malam, Riana datang dan menyapa kita. Kasim mengatakan bahwa Rasya masih di kampus dan kemungkinan akan pulang tengah malam. Mendengar itu Riana mengatakan akan menunggu di kamar Rasya saja. Mungkin Rasya belum memberitahunya sehingga Riana

datang “terlalu cepat”. Jaman itu komunikasi belum selancar sekarang krn belum jamannya HP maupun pager. Riana pun masuk ke dalam kamar Rasya dan menunggu pacarnya itu pulang. Mau Ngentot Cewek Lain Malah Gangbang Pacar Sendiri

Riana memang punya kunci cadangan Rasya sehingga leluasa keluar-masuk kamarnya. Dan itu sering dilakukannya apalagi saat-saat itu ketika Rasya sibuk mengerjakan proyek tugas akhirnya di kampus.

Hal ini sebenarnya nggak dibolehkan oleh ibu kost kita tapi ibu kost kita nggak mengetahuinya. Ibu kost sebenarnya melarang kita membawa tamu perempuan tapi dia nggak pernah mengontrol kegiatan kita di kamar masing-masing.

Ketiga kamar kost kita ada diatas dan memiliki pintu belakang yg nggak bisa dilihat dari arah rumah utama dimana keluarga ibu kost tinggal.

Sejam kemudian, pukul 9 malam, saya dan Kasim masuk kamar masing-masing dan melakukan kegiatannya sendiri-sendiri. Sekitar pukul 10 malam saya turun kebawah maksudnya ingin mengambil air panas untuk bikin toket.

Ketika saya di dapur saya mendengar ibu dan bapak kost sedang ada tamu. saya bisa mendengar percakapan mereka.

Dari pembicaraan yg kudengar sepertinya tamu tersebut adalah bapak dan ibunya Rasya. Wah gimana ini, pikirku. Mereka pasti akan naik ke kamar Rasya dan jika sampai memergoki Riana didalamnya,

bisa gawat urusannya. saya nggak jadi mengambil air panas dan segera keatas dan berpikir untuk memberitahu Kasim.

Biar dia yg memberitahu Riana krn dia lebih senior dari saya dan dia yg lebih mengenal Rasya serta Riana.

saya mengetuk kamar Kasim dan begitu dia membuka pintu saya segera memberitahu situasinya. Dia berpikir sebentar. Kemudian dia bukannya keluar untuk memberitahu Riana,

malah masuk kembali ke kamarnya. “Tunggu sebentar”, katanya. “Wah, gimana sih, kok malah masuk lagi”, kataku. “Sebentar Ri”, katanya lagi dari dalam kamarnya.

Mau Ngentot Cewek Lain Malah Gangbang Pacar Sendiri

Rasanya agak lama juga saya menunggu sampai akhirnya dia keluar sembari nyengir. “Ngapain bos? ”, tanyaku. “Ah enggak ga apa-apa”, jawabnya.

Kita ke kamar Rasya lalu Kasim pun mengetuknya. nggak langsung dibuka sehingga Kasim harus mengetuknya lagi. Sementara itu di ujung bawah tangga udah terdengar suara percakapan.

Dari suaranya, saya segera tahu bahwa itu adalah suara bapak-ibunya Rasya dan bapak kost kita. Gawat, ini benar-benar gawat.

saya dan Kasim saling berpandang-pandangan dgn panik. “Ri, do something, lo kesana cegat mereka! ”, kata Kasim.

“Trus ngapain? ”, tanyaku kebingungan. “Ngapain kek, ajak ngobrol kek, yg penting mereka jangan naik dulu. Udah kesono cepetan”, perintahnya. Maka akupun berlari turun berpura-pura mau mengambil air panas dan dibawah diujung tangga saya bertemu mereka. saya memang berhasil menahan mereka beberapa saat. saya beritahu bahwa Rasya masih di kampus mengerjakan tugas sehingga bapak kost terpaksa balik ke depan untuk mengambil kunci cadangan. sembari menunggu bapak kost, saya bercerita bahwa Rasya sedang sibuk krn tugas akhir yg

dikerjakannya. Setelah bapak kost kembali dgn kunci cadangan, saya nggak bisa menahan mereka lebih lama krn mereka memang ingin segera naik.

saya juga nggak ingin menimbulkan kecurigaan dgn menghalang-halangi mereka naik. Di bawah segera setelah saya mengisi termos kecilku akupun naik kembali ke atas.

Di atas saya lihat bapak kost baru saja membuka pintu kamar Rasya dan menyilahkan kedua orang tua Rasya untuk masuk. “Huf.

sukurlah”, pikirku, “situasinya udah terselamatkan. Hampir saja”. “Eh tapi kemana mba Riana ya? ”. nggak mungkin dia keluar lewat pintu belakang krn saya nggak mendengar suara pintu belakang dibuka.

Apalagi pintu belakang udah digrendel. Setiap jam 9 malam, pintu belakang pasti di grendel sama orang rumah.

Disamping itu dari arah ujung tangga bawah siapapun yg keluar masuk lewat pintu belakang pasti akan tampak oleh orang tua Rasya dan bapak kost. cerita sex Mau Ngentot Cewek Lain Malah Gangbang Pacar Sendiri

Jadi kemana mba Riana ya?. Pintu kamar Rasya udah ditutup dan saya mendengar suara orangtua Rasya yg gak tau mengomentari apa dalam kamar anak mereka.

saya juga nggak melihat Kasim. Apa mba Riana ngumpet di kamar Kasim? Yah pasti begitu, pikirku. Cuma itu kemungkinan yg paling baik dan paling masuk akal.

Begitulah analisaku. saya segera menemukan jawabannya krn Kasim keluar dari kamarnya menemuiku yg masih sibuk mengamati keadaan.

Dia merangkulku dan membawaku agak menjauh. Dia berbicara padaku dgn suara pelan nyaris berbisik. “Ri, lo jangan bilang Rasya ya kalo Riana kesini malam ini?

”, katanya. “Loh, kenapa? ”, tanyaku heran. “Pokoknya jangan deh”, katanya lagi tersenyum nakal. “Iya tapi kenapa? Emangnya ada apa? ”,

tanyaku lagi masih nggak mengerti. “Gini aja deh. Lo jangan bilang Rasya dan gue janji 1 atau 2 jam lagi lo akan dapat kejutan istimewa”.

“Kejutan apaan sih? Gak ngerti ah! ”, kataku lagi. Dalam hati rasanya saya mulai mengerti akan rencana “busuk” Kasim tapi saya masih belum yakin.

Apakah dia akan. ? Ah nggak, nggak mungkin. Kasim dan Rasya berteman baik, nggak mungkin Kasim sampai tega melakukannya.

Tapi jika soal urusan nafsu, siapa yg tahu. Ah sudahlah saya ikuti saja kemauan Kasim dan menunggu perkembangannya.

kita berdua masuk kamar dan sebelum masuk kamar Kasim mengedipkan matanya padaku. saya menunggu dgn berdebar-debar dalam kamar.

Apakah mereka akan melakukannya? Apakah Riana mau mengkhianati Rasya? Semudah itu? Dan bagaimana caranya? Lalu setelah mereka selesai maka benarkah setelah itu giliranku agar saya tutup mulut.

Begitukah? Wah jika benar begitu maka inilah malam dimana saya kehilangan keperjakaanku. Bagaimana jika sampai Rasya tahu? Pikiran-pikiran itu memenuhi otakku sembari menunggu dgn harap-harap horny.

Hehehehe nggak sampai 1 jam rasanya saya mendengar suara-suara “aneh” dari kamar Kasim. Suaranya seperti suara rintihan yg teredam.

Cerita Sex Mau Ngentot Cewek Lain Malah Gangbang Pacar Sendiri

saya mendengar terus dgn seksama. Yak, saya yakin itu suara Riana dan sepertinya Kasim udah berhasil menyetubuhinya.

saya mengenal dgn baik suara rintihan Riana kalau sedang di entot oleh Rasya. Tapi kali ini bukan Rasya yg melakukannya tapi teman baiknya,

Kasim. Dan saya terlibat dalam persekongkolan itu. Ada rasa bersalah terhadap Rasya tapi nafsuku lebih menguasaiku. Ini juga sebagai pelajaran bagi Rasya yg suka memamerkan pacarnya sama kita.

Lagian kan dia juga yg mengajarkan sama kita bagaimana cara mendapatkan cewek hingga menidurinya. Duh, saya nggak sabar menunggu giliranku. udah 15 menit sejak saya mendengar suara rintihan Riana dan sepertinya suara rintihan itu udah hilang. Apakah mereka udah selesai? Bagaimana jika mereka tertidur? Wah bisa-bisa saya gak “kebagian”. krn mendapat pikiran seperti itu, saya segera bangkit dan keluar kamarku. saya mengetuk kamar Kasim dgn pelan. gak lama saya dengar suara Kasim dari dalam kamarnya. “Siapa? ”,

tanyanya pelan. “Gue, Ari”, jawabku juga dgn pelan. Dia membuka pintunya sedikit dan saya lihat wajahnya yg meski agak memerah tapi tersenyum sumringah.

“Udah gak sabaran lu ye? ”, katanya sembari membuka pintu lebar menyilahkan saya masuk. Ternyata Kasim bertelanjang bulat dan nggak mengenakan apapun di tubuhnya.

Badannya penuh keringat dan peler nya masih basah yg meski udah agak melemas tapi masih tampak tegang.

tetapi yg paling menarik perhatianku adalah pemandangan yg tersaji di atas ranjang Kasim. Seorang mahluk cantik yg sangat seksi bertelanjang bulat dgn tubuh putihnya nan indah penuh dgn keringat yg memantulkan cahaya kamar sehingga memperlihatkan erotisme yg luar biasa. Tubuh indah itu pasti mengundang birahi setiap lelaki normal yg memandangnya. Riana tersenyum agak malu melihat ku. Dia merubah posisinya yg tadinya telentang lalu kemudian melipat kakinya menutup nonok nya. Dia juga berusaha menutup buah dada nya dgn

tangannya. saya masih terdiam dan melongo. Beberapa kali saya menelan ludah menyaksikan keindahan tubuhnya. Tingkahku itu mungkin bikin Riana menjadi grogi.

“Hey kenapa bengong? Baru pertama lihat cewek telanjang ya? ”, katanya lagi sembari cekikikan. Kasim kemudian mendorongku, “Udah situ ambil jatah lo,

itu adik lo udah bangun tuh”. Kasim dan Riana tertawa menyaksikan tonjolan dalam celana pendekku. peler ku memang udah berdiri sejak tadi dan bikin celana pendekku tampak menonjol.

saya memang nggak mengenakan celana dalam dan cuma mengenakan celana pendek beserta kaos oblong. Kasim kemudian duduk di kursi dalam kamarnya.

Akupun duduk di ranjang Kasim nggak tahu harus bagaimana. Riana kemudian bangkit dari tempat tidur. “Sebentar ya, saya ke kamar mandi dulu.

air mani Kasim banyak banget nih”, katanya. Sewaktu Riana bangkit dan berjalan ke kamar mandi memang dari dalam nonok Riana mengalir turun ke pahanya yg putih mulus itu cairan putih kental.

nonok Riana tampak agak melebar dgn warna kemerahan. Kasim cuma tertawa kecil saja melihat hasil perbuatannya. Sewaktu Riana di kamar mandi,

Kasim memberi tanda acungan jempol padaku. gak tau apa maksudnya. “Buka dong baju lo semua”, kata Kasim kemudian.

Mau Ngentot Cewek Lain Malah Gangbang Pacar Sendiri | Akupun menelanjangi diriku. saya nggak perduli lagi disitu ada Kasim. Begitu saya menarik turun celanaku, peler ku melenting keatas.

Hal itu dilihat oleh Riana yg sedang melap nonok nya. Dia tertawa, “Duh udah langsung gede gitu ya? ”, katanya. dgn tubuh indahnya yg telanjang,

Riana mendekat kearahku. Saking tingginya hasratku, lututku sampai gemetar dan saya seperti menggigil kedinginan. Riana kemudian mengambil lotion ditasnya dan membalurkannya ke peler ku yg udah sangat keras.

Rasanya nikmat peler ku di gosok dgn tangan lentik Riana yg cantik itu. “Mil gemukan ini dari punya lo”, ujarnya sembari menatap Kasim.

Kasim cuma tersenyum. “Gitu ya? ”, jawab Kasim. “Kamu baring deh, ” kata Riana kemudian. Akupun baring di ranjang dan Riana kemudian mengambil posisi untuk memasukkan nonok nya ke dalam peler ku.

Detik detik kehilangan keperjakaanku saya saksikan dgn seksama dan dalam kenikmatan yg senikmat-nikmatnya. Hehehehe. Pelan-pelan dia menurunkan pantatnya yg montok itu dan nonok nya pelan-pelan menelan peler ku yg udah berdiri dgn kerasnya.

saya melihat bagaimana bibir nonok Riana membuka dan seolah menghisap peler ku masuk ke dalamnya. Expressi Riana juga mengagumkan.

Dia menggigit bibir bawahnya dan tampak mengeden seperti orang sedang buang air besar. Tubuhnya sampai gemetar ketika melewati bagian tergemuk dari peler ku.

“Ehg. duh gemuk amat sih nih burung”, katanya sembari mendesah. Setelah nonok nya menelan habis peler ku, dia berhenti sejenak mengambil nafas.

“Kamu udah gak perjaka sekarang”, katanya menggodaku. “Iya mba, makasih ya”, jawabku sembari mencium bibirnya. Dia pun mulai menggoyang pantatnya naik turun.

Uugh. nikmat benar. Jadi ini yg disebut kenikmatan seks. Jauh lebih enak dari masturbasi. Pantesan banyak orang yg ketagihan.

Apalagi Riana sangat piawai menggoyang pantatnya. Kadang di maju mundurin. Kadang diputer kaya nguleg sambel. Tentu saja tanpa melupakan gerakan naik turunnya yg erotis itu.

susu nya ikut berayun mengikuti irama goyangannya. Secara insting, saya pun mencoba menghisap dan merangsangnya di buah dada nya.

Ternyata Riana sangat suka. Goyangannya kini ditambah dgn erangannya yg sangat merangsang itu. Rintihan Riana yg selama ini saya dengar sayup-sayup saja,

kini saya dengar dgn sangat jelas di telingaku. “Gimana rasanya? ”, tanya Riana disela-sela goyangannya. “Enak mba enak banget”, jawabku. “ jika mau keluar bilang ya sayang”,

katanya tersenyum. Uh cantik benar dia. Cantiknya beda dari biasanya. Cantik erotis. saya udah nggak perduli lagi dia pacar temanku. saya juga nggak perduli ada Kasim disitu.

saya melirik sesaat ke arah Kasim. saya lihat dia menggosok-gosok peler nya yg udah membesar lagi. Mungkin krn belum pengalaman atau krn goyangan Riana yg maut,

saya udah sangat kesulitan menahan muntahan peju ku. Baru 5 menit saya digoyang, saya udah nggak kuat lagi.

“Mba. saya. mau ke lu arr ”. Riana segera menghentikan goyangannya dan mencabut nonok nya dari peler ku.

saya agak kecewa juga krn rasa nikmatnya terputus tapi ternyata Riana ingin menelan peju ku. Dia mengocok peler ku dan menadahkan mulutnya dihadapan peler ku.

krn udah nggak tahan, akupun memuncratkan peju ku. Banyak sekali yg keluar. Riana langsung mewadahi muntahan peju ku itu dgn mulutnya.

Dia kemudian menelan peju sebanyak itu yg ada dimulutnya. Saking banyaknya sampai ada beberapa yg mengalir keluar dari mulutnya.

“ air mani perjaka biar awet muda”, katanya sembari tersenyum. saya terbaring lemas setelah gelombang kenikmatan akibat muncratnya peju ku tuntas.

Riana masih dalam posisi setengah menungging di hadapanku sembari memegangi peler ku yg mulai melemas ketika Kasim bangkit dari kursinya dan mendekati kita.

Dia berkata, “Riana, kamu masih belum tuntas kan? ”, tanyanya sembari memegangi peler nya yg ternyata udah menegang kembali.

“Huu. kamu tuh ya”, cuma itu komentar Riana sembari tersenyum melihat peler Kasim yg menghadap kearahnya. Kasim pun mengambil posisi di belakang Riana dan Riana yg udah tahu apa yg akan terjadi tetap mempertahankan posisi setengah menunggingnya. Kasim kemudian mengangkat pantat Riana agak tinggi dan menariknya kebelakang dgn agak kasar. “Hey pelan-pelan dong” ujar Riana setengah protes sembari tertawa. tetapi tawa Riana segera berhenti dan berubah menjadi “Ow. ”, ketika Kasim menjebloskan peler nya ke dalam lubang

kenikmatan miliknya. Kasim pun segera memompa tubuh indah Riana dan merekapun mulai mengayuh kembali kenikmatan ragawi bersama.

saya yg berada di hadapan mereka melihat dgn jelas bagaimana ekspresi keduanya. Riana dgn mulut terbuka, alis agak berkerut dan tubuh yg terayun-ayun mengikuti pompaan Kasim.

Mulutnya mengeluarkan rintihan nikmat, “ah ah ah. ”. melihat pemandangan seperti itu, akupun jadi terangsang lagi dan peler ku yg tadinya udah lemas pelan-pelan mulai menegang kembali.

Akupun bangkit dan mengangsurkan peler ku ke mulut Riana yg segera disambar oleh si cantik itu. Kini kedua lubang atas bawahnya udah terisi.

Dibawah nonok nya digenjot oleh peler Kasim dan diatas mulutnya disumpal oleh peler ku. peler ku dikulum dan disedot oleh mulut mungil Riana yg nggak henti-hentinya mendesah krn di entot oleh Kasim.

krn entotan Kasim itu, Riana jadi nggak konsentrasi dalam menghisap milikku. Terkadang dia menggantinya dgn kocokan tangan.

Malah semakin lama ketika entotan Kasim semakin kencang, Riana cuma memegangi peler ku tanpa diapa-apakan. krn posisi peler ku yg begitu dekat dgn wajahnya maka peler ku itu cuma menggesek-gesek pipinya saja.

krn nampaknya Riana kesulitan menangani dua peler sekaligus maka akupun mengalah. saya turun dari ranjang dan duduk di kursi yg tadi diduduki oleh Kasim.

Akupun menyaksikan persetubuhan mereka yg semakin membara. gak tau berapa lama, mungkin sekitar 10 menitan, mereka sepertinya akan mencapai puncak kenikmatan bersama.

Genjotan Kasim semakin cepat sementara rintihan Riana juga semakin sering dan keras terdengar. Sampai akhirnya Kasim dgn suara agak tersengal berkata,

”Ni gue udah. mo nyampe ”. Mendengar itu Riana memutar-mutar pantatnya cepat sekali mengejar kenikmatan yg ingin diperolehnya bersama.

Sampai akhirnya dalam suatu hentakan yg keras Kasim membenamkan peler nya sedalam-dalamnya didalam nonok Riana. “Aaahh. ”, teriak mereka hampir berbarengan.

Tubuh Riana bergetar hebat dan wajahnya menengadah dgn mata terpejam dan alis berkerut. Mulutnya terbuka lebar sembari vagina ik “Aahh Aahh ” berkali-kali.

Pantatnya didorong-dorongkan kebelakang seolah ingin menelan habis seluruh peler Kasim yg masih tersisa. Mereka mendapakan puncak kenikmatan berbarengan dan hal itu berlangsung hampir selama 15 detik.

Setelah itu mereka pun ambruk bertindihan. Kasim mencabut peler nya lalu kemudian berbaring telentang disamping Riana yg masih tengkurap.

Mereka berdua nampak tersengal-sengal dan berusaha mengambil nafas sebanyak-banyaknya. Riana kemudian memutar badannya baring menelentang. Mereka berdua nampak kelelahan krn gak lama kemudian mereka tertidur.

saya yg masih merasa nanggung lalu bangkit mendekati ranjang dgn maksud untuk menuntaskan hasratku dalam nonok Riana.

saya nggak perduli dgn Riana yg masih kelelahan. saya naik keatas ranjang dan menempatkan peler ku dihadapan nonok Riana yg masih tertidur.

Dari dalam nonok itu mengalir cairan putih yg meski nggak sebanyak tadi tapi masih cukup jelas tampak.

saya nggak tahu apakah Riana memang udah tidur atau berpura-pura saja krn ketika saya melap nonok nya dgn baju Kasim yg ada diatas lantai,

dia nggak bereaksi. Setelah saya yakin nonok Riana udah cukup kering, pelan-pelan akupun menusukkan peler ku ke dalamnya.

Ternyata dia nggak tidur krn meskipun matanya tertutup tapi dia menggigit bibirnya. Akupun mengecup bibir itu ketika peler ku udah terbenam seluruhnya.

Dia membuka matanya sembari berpura-pura merajuk, “Kamu tuh masukin barang tanpa minta izin”, katanya. “Habis masih penasaran sih mbak”, ujarku sembari menciuminya dgn gemas.

Dia membalas ciumanku dan kita pun berciuman cukup lama sampai akhirnya dia melepaskannya dan berkata sembari tersenyum, “Digoyang dong”.

Akupun mulai menaik-turunkan pantatku dgn irama yg lambat. Riana ini memang luar biasa, krn setelah ngentot berkali-kali pun, dia masih bisa mengimbangi gerakanku.

Dia menjepitkan kakinya dipinggangku sembari menggoyang-goyangkan pantatnya. Awalnya saya mengayuh dgn pelan dan tenang tetapi seiring dgn bertambahnya rasa nikmat di peler ku akupun meningkatkan tempo kayuhan pantatku.

Nikmat yg gak mampu dilukiskan dgn kata-kata dirasakan peler ku. Nikmat itu menjalar ke seluruh tubuhku yg bikin saya semakin cepat mengayuh kenikmatan diatas tubuh Riana pacar teman kostku itu.

saya semakin cepat menggenjotnya dan Riana pun semakin erotis dalam menggoyang pantatnya. Goyangan yg bikin peler ku terasa dipilin dan diperas.

Untungnya saya masih bisa menahan deraan kenikmatan yg ditimbulkan oleh jepitan nonok Riana sehingga nggak sampai muncrat terlebih dahulu seperti tadi.

Kali ini saya bertekad untuk mengeluarkan peju ku dalam nonok Riana agar proses kehilangan keperjakaanku menjadi lengkap.

Demikianlah, pacuan kenikmatan yg ditimbulkan oleh maju-mundurnya peler ku dan goyang “dangdut” pantat Riana berlangsung cukup lama.

  • kita nggak perduli lagi dgn Kasim yg udah tertidur disamping kita dan orangtua Rasya di kamar sebelah.
  • Riana mulai lagi mengeluarkan rintihan-rintihan birahinya. Sampai akhirnya dia memegangi kedua bongkah pantatku dan mengatur gerakan pantatku agar peler ku menggosok daerah tertentu dalam nonok nya.
  • Daerah yg agak kasar dan menonjol dalam nonok nya tetapi menimbulkan efek yg lebih nikmat bagi kepala peler ku.
  • Hal itu semakin menyulitkan saya dalam menahan desakan di ujung peler ku. krn merasa akan segera keluar, saya mempercepat sodokanku dan ternyata hal itu mempercepat Riana untuk mencapai puncak kenikmatannya.
  • Sodokan-sodokan cepat yg saya lakukan bikin rintihan Riana semakin keras pertanda semakin dekatnya dia dgn puncak kenikmatannya.
  • Akhirnya saat itu tiba. dgn satu teriakan keras, ”Aah. ”, tubuhnya mengejang dan memelukku erat. Dia mencengkeram pantatku dan menempelkan dgn ketat tubuhnya ke tubuhku.
  • Kakinya menjepit pinggangku dgn kuat. saya merasakan nonok nya berkedut dgn kuat dan membanjiri peler ku. Kedutan nonok Riana itu bikin peler ku serasa diremas-remas dan benar-benar bikin ku gak mampu menahan muntahan di peler ku. Akhirnya peler ku memuncratkan isinya bersamaan dgn remasan nonok Riana terhadap peler ku. peler ku yg sedang menumpahkan isinya itu ditambah dgn kedutan kuat nonok Riana yg menjepitnya menjadi nikmat ganda yg baru pertama kali saya alami dalam hidupku. Nikmatnya bukan
  • alang kepalang. Rasanya saya dilempar ke sebuah tempat yg dalam gak bertepi. Pandangan mataku gelap dan tiap kali deraan kenikmatan itu datang rasanya saya seperti melihat titik cahaya dalam kegelapan itu.
  • Benar-benar sebuah kenikmatan yg luar biasa. Rangkaian kenikmatan demi kenikmatan yg melanda diriku yg diakhiri dgn muncratnya peju ku di dalam nonok Riana menyempurnakan hilangnya keperjakaanku malam itu.
  • Akhirnya saya ambruk dalam pelukan Riana. saya mencium bibirnya dgn mesra dan sayang. “Makasih mba”, ungkapku jujur padanya.
Dia cuma tersenyum dan balas menciumku. Sebenarnya saya juga harus berterimakasih pada Kasim yg udah mengatur semua ini.

Tapi dia udah tertidur disamping kita dan udah nggak perduli lagi pada aktivitas kita. saya mencabut peler ku dan menggelosoh turun dari tubuh Riana.

air mani ku tumpah keluar dari dalam nonok nya dan lumayan banyak mengalir melalui rekahan pantatnya. saya berbaring disampingnya dgn tubuh lunglai.

Jam udah menunjukkan pukul 12. 30. Itu artinya udah sejam lebih saya dikamar Kasim. kita sama-sama terdiam dan Riana gak lama kemudian tertidur.

saya sendiri masih berbaring dalam keheningan mengingat-ngingat kembali malam yg luar biasa ini. Meski ukuran ranjang Kasim cukup besar tapi gak urung terasa sempit juga.

Apalagi ventilasi di kamar Kasim nggak sebaik di kamarku krn terletak ditengah antara kamarku dan kamar Rasya sehingga jumlah jendela lebih sedikit dari kamarku.

Untungnya udara malam Bandung bikin kita nggak terlalu kegerahan. Maklum cuma ada kipas angin yg menemani kita.

saya yg nggak bisa tidur akhirnya memutuskan untuk balik ke kamarku. Sewaktu bangkit untuk mengenakan baju saya terangsang melihat Riana yg tertidur dgn telanjangan.

saya berpikir untuk mengajak Riana ke kamarku. Siapa tahu saja saya bisa menyetubuhinya lagi. saya nggak jadi mengenakan bajuku dan dgn tetap bertelanjang saya bangunkan Riana.

“Mba. mba mba”, kataku berusaha membangunkannya sembari menjawil-jawil pipinya. Dia akhirnya terbangun. “Dikamarku aja yu mba. “, kataku ketika dia terjaga.

Dia menggeliat sehingga membusungkan dadanya yg bikin nafsuku bangkit kembali. Pelan-pelan peler ku membesar kembali. “Emang kenapa Ri? “, tanya Riana malas.

“Disini panas dibandingkan kamarku. Lagian mas Rasya sering ke kamar ini. Dia kan akrab sama mas Kasim.

jika ntar atau besok, mas Rasya pulang terus ngetuk kamar ini, gimana? ”, ujarku memberiku alasan. Alasan yg nggak dibuat-buat dan memang masuk akal kok.

“Gitu ya, Ri? ” ujar Riana setengah khawatir. Dia bangkit. “Ya udah deh ke kamar kamu aja.

Tapi saya jangan diapa-apain lagi ya”, pintanya. “Iya yuk ”, jawabku sekenanya. Dalam hati saya nggak menjamin akan memenuhi permintaannya. Untungnya dia nggak melihat peler ku yg udah tegak krn saya menutupinya dgn kaos oblong dan celana pendekku yg kupegang dgn tangan. Sepatu hak tinggi miliknya yg terletak di dekat pintu pun diangkatnya. Dia mengambil tasnya dan memungut bra, kaos oblong, dan celana dalam miliknya yg tergeletak dilantai. Dia ingin mengenakannya. “Duh mba, gak usah. Disebelah aja

biar cepet. ”, kataku melarang. “Kamu tuh kaya Kasim aja. Satu perguruan sih ya? ”, jawabnya sembari tersenyum.

saya agak bingung juga dgn kata-katanya. “Ya udah deh yuk. Gak ada orang kan diluar? ”, lanjutnya.

“Gak ada. ”, jawabku sembari mengintip keluar. “Udah kan? Itu aja? Jeansnya mana? ”, tanyaku heran melihat nya memegangi semua baju dan tasnya tapi tanpa jeansnya.

Seingatku tadi dia datang ke rumah ini mengenakan jeans. Lucu sekaligus merangsang deh melihat Riana dalam keadaan seperti itu.

Dia menggantung tasnya di bahu tapi bertelanjang dan cuma memegangi baju-bajunya. “Gak sempat dikeluarin dari kamar Rasya.

Keburu ortu Rasya datang. Tapi sama Kasim udah diumpetin dalam dos pembungkus tape recordernya punya Rasya yg ada dibawah tempat tidurnya.

Duh harus segera diselamatkan tuh jika enggak bisa kacau nanti. ”, jawabnya. “Oh iya besok begitu Rasya pergi kita langsung keluarin tuh.

Lagian tanpa itu gak bisa pulang kan? ”, jawabku. saya mulai bisa menebak bagaimana awalnya tadi hingga akhirnya Riana bisa kita entot malam itu.

saya pun membuka pintu dan setengah berlari ke kamarku disebelah yg nggak terlalu jauh. Riana segera mengikutiku juga dgn setengah berlari.

Sampai di kamarku, dia melihat sekeliling dalam kamarku sembari tampak hendak mengenakan bajunya. tetapi segera kucegah. saya menarik tubuhnya kearahku dan mendekapnya.

“Ri kamu mau ap ”, dia nggak bisa menyelesaikan kata-katanya krn saya mencium bibirnya erat. Awalnya dia diam saja tetapi akhirnya membalas mesra ciumanku.

saya menarik lepas baju-baju, tas dan sepatu yg dipegangnya. kita pun berciuman bertelanjang bulat sembari berpelukan erat.

Riana pasti tahu bahwa saya menginginkannya lagi dari peler ku yg udah tegak dan menunjuk perutnya. saya kemudian mematikan lampu kamar agar jika pun ada yg mengintip nggak akan bisa melihat kegiatan kita.

Itupun dgn tirai jendela yg masih tertutup sehingga gak akan mungkin orang luar untuk melihat keadaan di dalam.

kita cuma mengandalkan lampu luar lewat jendela atas untuk penglihatan. Selesai berciuman, saya berjongkok menjilati nonok nya sembari tanganku meremas-remas buah dada nya.

Riana nampak sangat menikmatinya. Dia berpegangan ke dinding kamar untuk menyangga tubuhnya yg sedang kenikmatan. Akhirnya setelah sama-sama terangsang kita pun mulai mengambil posisi untuk ngentot kembali.

Riana saya minta menungging di kursi kamarku dan wajahnya ke arah tirai jendela. Singkat kata, kita pun ngentot dalam posisi doggy style.

Tangan Riana berpegangan pada sandaran kursi ataupun pegangan tangan kursi. Sementara pantatnya bergerak maju-mundur berlawanan arah dgn gerakan maju-mundur peler ku dalam nonok nya.

Kadang diputar-putarnya bikin peler ku terasa diremas-remas tetapi nikmatnya benar-benar menggetarkan. Riana pun sangat menikmatinya terdengar dari suaranya yg terus saja merintih-rintih nikmat.

Selagi kita ngentot dalam posisi itu, tiba-tiba kita mendengar gerbang belakang rumah di buka. nggak lama gerbang itu ditutup kembali dan terdengar langkah orang menaiki tangga.

nggak salah lagi Rasya udah pulang dan demi mendengar pacarnya pulang Riana menghentikan gerakannya. Tubuhnya terasa tegang dan dia diam dalam gelap.

saya yg sedang berada dalam kenikmatan nggak memperdulikannya dan terus saja memompa nonok pacar Rasya tersebut. “Ri berhenti dulu dong, nanti kedengaran Rasya”,

katanya berbisik. “Enggak mungkin mba asal kita gak bersuara, gak akan kedengaran”, jawabku berbisik pula tanpa menghentikan gerakan maju-mundurku.

saya mendengar suara Rasya duduk di kursi tempat saya dan Kasim mengobrol tadi. Dia pasti mau melepas sepatunya sebelum masuk ke kamar.

Itu kebiasaan kita semua yg kost disini. Tiba-tiba timbul pikiran iseng dan nekatku. Tirai yg menutup jendelaku saya tarik kesamping sehingga kita bisa melihat apa yg dilakukan Rasya.

“Ari ngapain kamu? ”, Riana terpekik tertahan. “Biar kelihatan mas Rasya lagi ngapain mba, jadi kita bisa jaga-jaga jika dia mendekat ke kamar ini,

” jawabku sekenanya untuk menenangkannya. Untuk sementara saya menghentikan pompaan peler ku. “Iya tapi ” , Riana berusaha untuk protes tetapi segera saya bungkam dgn mulutku.

kita pun berciuman mesra kembali. “Kamu tuh ya, nekat dan nakal, ” ujar Riana setelah saya melepaskan ciumanku.

Dari cahaya yg berasal dari luar jendela, saya melihat senyum manis Riana diwajahnya yg cantik ketika dia mengatakan itu.

Tiba-tiba saya menghentakkan kembali peler ku ke dalam nonok nya. “Ow uh kamu tuh. ah. ”, reaksi Riana ketika saya melakukan itu.

Dia nggak berani merintih keras krn di depan kamar pacarnya masih sedang duduk dikursi. “Jangan dulu dong Ri, nanti ”, kata Riana sembari berusaha memegang pinggangku.

Tapi saya nggak perduli. saya pun terus saja memompanya. Riana udah nggak berdaya dalam situasi seperti itu.

Malah akhirnya dia membalas goyangan peler ku dan menikmatinya kembali meski pacarnya masih ada di dekat situ. kita ngentot sembari mengamati kegiatan Rasya yg sedang membuka sepatu dan jaketnya.
Dalam jarak kurang dari 3 meter, Rasya nggak menyadari bahwa Riana pacarnya sedang asyik ngentot sembari menikmati peler lelaki lain yg masih merupakan sahabatnya.

gak tau apa yg ada dalam pikiran Rasya krn setelah selesai membuka sepatunya pun dia masih duduk-duduk di kursi itu. Dia seperti sedang memandang ke arah kita.

Tapi sebenarnya nggak demikian krn kursi yg didudukinya memang mengarah ke kamarku. “Dia kaya melihat in kita ya mba ”, kataku di sela-sela persetubuhan kita.

“I yaa ”, jawab Riana cuek diantara desahannya. “ jika dia ternyata emang melihat in gimana? ”, godaku.

“Udah ah rewel ngentot ya ngentot aja. ”, jawab Riana berpura-pura kesal. Sementara kita berdua udah semakin mendekati puncak kenikmatan kita.

Gerakan maju-mundur pantatku semakin cepat sementara putaran pantat Riana juga semakin intensif. “Mba saya udah ham. pirr ” “Bareng Ri bareng saya juga hampir ” kita berpacu lebih hebat lagi bikin kursi kamar agak berderik.

kita nggak perduli dgn bunyi itu dan dgn Rasya yg masih duduk di depan kamarku. Dan akhirnya setelah nggak mampu menahan kenikmatan yg terus mengumpul di ujung peler ku,

dgn satu hentakan keras, saya menumpahkan berliter-liter lahar panas di dalam liang kenikmatan Riana. saya menekan erat pantatku dan menanamkan peler ku sedalam-dalamnya di tubuh Riana.

Pada saat bersamaan, Riana menarik wajahku dan menciumku erat sekali. “Mm. ”, dia mendesah tertahan krn mulutnya tersumpal mulutku. Dia juga udah sangat dekat dgn orgasmenya.

Badannya bergetar menandakan gelombang orgasmenya mulai datang. Dia melepaskan ciumannya sembari berteriak pelan “Aahh” dan menghentakkan pantatnya ke belakang bikin nonok nya menelan lebih jauh peler ku.

Dia orgasme lagi. kita mencapai puncak secara hampir bersamaan. Badai kenikmatan yg luar biasa kembali kita arungi.

jika nggak krn ada pacarnya di luar kamarku tentu Riana udah kembali vagina ik bebas krn orgasmenya tersebut.

tetapi dia cuma menahan suaranya dan kemudian menggigit bantalan sandaran kursiku yg empuk. Badan kita berdua bergetar oleh nikmatnya puncak persetubuhan kita.

peler ku yg terus menerus berkedut sembari memuntahkan isinya sedang dijepit oleh nonok Riana yg menghisap kuat peler ku.

Untuk yg kesekian kalinya saya merasakan kenikmatan seks yg luar biasa malam itu. Jiwaku serasa dibawa terbang melayang krn kenikmatan yg kualami itu.

Dan ketika akhirnya kenikmatan itu berakhir saya seolah dihempas kembali ke bumi dalam keadaan letih tetapi sangat damai.

saya nggak menyadari kapan Rasya masuk kamarnya tapi dia udah nggak ada di depan kamarku. Sementara itu Riana udah tertunduk lemas di sandaran kursiku dan nggak bersuara apapun lagi.

Dia juga pasti udah sangat lelah setelah berkali-kali orgasme malam ini dgn 2 orang pria. saya mencabut peler ku dan cairan peju ku tumpah keluar dari dalam nonok nya.

Cukup banyak hingga mengalir di pahanya. saya ambruk diatas karpet sementara Riana masih dalam posisi menunggingnya dgn kepala yg bersandar diatas sandaran kursiku.

gak lama diapun bangkit dan pindah ke ranjangku. Dia berbaring di ranjangku tanpa berkata apa-apa lagi. saya yg masih terbaring lemas diatas karpet juga cuma terdiam.

Mungkin krn saking letihnya nggak begitu lama saya mendengar dengkuran lembut cewek itu. saya pun menyusul pindah ke atas ranjangku bergabung dengannya.

Sebelum tidur saya mencium lembut bibirnya dan berbisik pelan “Makasih ya mba. Malam ini luar biasa banget”.

Sepertinya dia masih mendengarku krn dia berkata “m” sebagai respon kata-kataku. Akupun berbaring disampingnya dan gak menunggu lama akupun ikut tertidur.

Paginya saya terbangun sekitar pukul 8. Begitu saya membuka mata, saya melihat wajah cantiknya yg sangat alami yg masih tertidur disampingku.

dgn rambut awut-awutannya malah semakin menambah kecantikan alaminya. Posisiku sendiri sedang memeluknya. saya merasakan peler ku yg udah terbangun kembali menempel ditubuhnya gak tau di bagian mana dari tubuh Riana tapi mungkin dipahanya.

saya benar-benar beruntung bisa mendapatkan cewek secantik dan seseksi ini. Apalagi dgn permainan seksnya yg luar biasa benar-benar cewek yg ideal sebagai pelepas keperjakaanku.

Hehehehehe saya nggak ingat kapan menutup tubuh kita tapi yg jelas tubuh kita berdua tertutup selimut. Mungkin mba Riana yg melakukannya krn biasanya suhu akan sangat dingin menjelang pagi.

saya membuka selimutku dan bangkit menuju kamar mandi. Sempat tersingkap tubuh indahnya yg bikin saya bernafsu untuk ngentot dia lagi, apalagi peler ku memang sedang mengacung tegak.

Tapi melihat keadaannya yg tertidur pulas dan damai, saya jadi nggak tega. saya pun meneruskan melangkah ke kamar mandi lalu bersih-bersih disitu.

Cukup lama saya di kamar mandi dan setelah selesai akupun balik ke tempat tidur lagi untuk bermalas-malasan.

Siapa tau bisa ngentot Riana lagi, pikirku. Ternyata dia udah bangun tapi masih berbaring dibawah selimutnya. Dia seperti sedang bengong memikirkan sesuatu tapi dia tersenyum melihat peler ku yg udah berdiri lagi.

“Pagi mba ”, kataku sembari mencium bibir mungilnya. “Mba sekali lagi makasih ya buat malamnya yg luar biasa”, kataku kembali. “Iya.

”, jawabnya tersenyum, “tapi ini kenapa nih? ”, tanyanya kemudian sembari menunjuk peler ku. “Ooh ini? Biasa deh kalo pagi dia suka duluan bangun.

Apalagi kan dia tau dia belum dapat jatah pagi”, jawabku sembari menggoda Riana. “Hu. maunya! ”, jawab Riana sembari memonyongkan bibirnya.

melihat itu saya segera menyergap bibirnya dan bergerak menindihnya. saya bermaksud untuk menyetubuhinya lagi tapi segera ditahan oleh Riana.

“Ri. ri ntar dulu Ri, ambilin jeansku dulu dong di tempat Rasya. ”, katanya. “saya harus segera pulang takutnya dia ke tempat kostku nanti.

”, lanjutnya kemudian. Akupun mengurungkan niatku dan ikut memikirkan kata-kata Riana. “Dia masih dikamarnya nggak ya? ”, kataku setengah bertanya. “Nah itu dia saya gak tau.

saya enggak denger suara apa-apa diluar juga disebelah di kamarnya Kasim. ”, jawab Riana kebingungan. “Oke gini deh saya keluar dulu liat situasi.


jika ada kesempatan saya masuk ke kamar Rasya terus ambil jeans mba. Mba punya kuncinya kan? ” “Ada ditasku.

Untung semalam sempat saya bawa keluar, jika enggak wah kacau. ”. Akupun bangkit dan mencari tasnya. Setelah saya temukan, saya mencari kunci itu dan segera saya menemukan kunci kamar Rasya didalamnya.

“Oke mba saya keluar deh liat situasi tapi. ”, saya sengaja menghentikan kata-kataku. “Tapi apa? ”, kata Riana penasaran.

saya nggak menjawab tapi cuma tersenyum menggodanya. Sepertinya dia udah menangkap maksudku tampak dari tatapan matanya yg berpindah ke peler ku yg sedang mengacung tegak.

“Duhh nanti aja dong”, katanya membujukku. “Mba gak enak kan mba jika dilihat orang ada bagian yg menggelembung.

”, kataku memberi alasan sekenanya. “Ini dulu dong dikecilin. ”, kataku kemudian sembari menunjuk peler ku. “Ih kamu tuh! Dasar perjaka!

Sini ”, ujar Riana berpura-pura marah. saya pun mendekatinya. Dia pun bangkit duduk sehingga selimutnya terlepas dan memperlihatkan keindahan tubuhnya. “Di oral aja ya.

saya masih cape dan nonok ku agak perih nih dijeblosin dua peler semaleman ”, katanya lagi sembari memegang peler ku ketika saya udah berada di hadapannya.

“Ya udah gapapa. ”, jawabku meski sebenarnya saya lebih suka kalau peler ku di masukkan ke dalam nonok nya.

“Tapi nanti jika udah ketemu jeans mba, saya mau ini ya? ”, lanjutku sembari memegang nonok nya.

“Iya gampang ”, katanya sembari mulai menghisap peler ku. Diapun mulai mengoralku. tetapi krn nggak senikmat nonok maka saya sulit untuk ngecrot.

Riana yg udah nggak sabaran akhirnya memintaku memasukkan saja peler ku ke nonok nya. Sebelumnya saya diminta membasahi nonok nya terlebih dahulu agar peler ku mudah masuknya.

Akhirnya pagi itu akupun ejakulasi kembali di dalam nonok nya. Singkat kata saya berhasil “menyelamatkan” jeans Riana dr kamar Rasya dgn bantuan Kasim yg mengajaknya keluar.

Riana pun bisa pulang ke kost-annya dan Rasya sama sekali nggak mengetahui pengalaman hebat pacarnya itu. Sebelum pulang Riana masih sempat menghadiahi saya dgn sebuah persetubuhan yg indah di kamar mandi dalam kamarku.

Orangtua Rasya sendiri pulang keesokan malamnya setelah tanpa sengaja “membantu” kita mendapatkan Riana. Sampai lulus kuliah dan menjelang menikah pun Riana masih sering “bermain” dgn saya dan Kasim.

Kadang bertiga tapi lebih sering berduaan saja. Capek kata Riana jika harus meladeni kita berdua sekaligus. Sewaktu belum lulus hampir semuanya dilakukan di kost-an kita.

Biasanya pada saat dia main ke tempat Rasya, kita memanfaatkan waktu tersebut untuk mencuri-curi kesempatan ngentot apalagi jika Rasya sedang nggak ada di kamarnya.

Wah udah kaya piala bergilir deh dia. “Beli satu dapat tiga”, jika kata Riana. Di akhir semester itu sewaktu libur panjang,

Rasya mendapatkan kesempatan kerja praktek di Balongan sedang Kasim ikut acara kampus di luar negeri. Riana bolak-balik ke kost-an Rasya untuk mengerjakan TA-nya dan TA Rasya.

saya yg harusnya pulang liburan membatalkan rencana tersebut dan memutuskan “menemani” Riana selama Rasya dan Kasim nggak ada.

Jadilah saya dan Riana menikmati “bulan madu” selama dua minggu di kost-an. Kita entot-entotan tanpa henti selama 2 minggu tersebut kecuali Sabtu sore dan Minggu ketika Rasya datang.

Benar-benar pengalaman indah dan erotis yg gak terlupakan. Beberapa kali Riana hamil, gak tau oleh Rasya, Kasim, maupun saya, tetapi Rasya selalu bisa menyelesaikan masalah itu dan dia nggak tahu jika bibit itu nggak selalu dari dia. Menurut pengakuan Riana padaku, lelaki yg pernah berhubungan badan dengannya adalah pacarnya waktu tahun kedua yaitu kakak kelasnya ( lelaki yg mendapatkan keperawanannya ), kita bertiga, adik ibu kostnya, atasannya, pacar bulenya ( yg kemudian menikahinya ) dan pernah dgn

salah satu dosen di kampusnya. Dosen itu nggak mau meluluskannya krn nilai ujiannya yg buruk tetapi akhirnya meluluskannya setelah merasakan nikmatnya nonok Riana.

Riana sendiri akhirnya nggak jadi menikah dgn Rasya dan menikah dgn seorang bule Australia. Kini dia tinggal disana dan terakhir kabarnya mereka akhirnya punya anak 1 setelah lama menikah. Rasya sendiri menikah dgn seorang cewek Jakarta yg dikenalkan oleh tantenya. Sedang Kasim menikah dgn adik kelas Riana.
Mau Ngentot Cewek Lain Malah Gangbang Pacar Sendiri, cerita seks, dewasa, threesome


Mau Ngentot Cewek Lain Malah Gangbang Pacar Sendiri cerita seks dewasa , Mau Ngentot Cewek Lain Malah Gangbang Pacar Sendiri, cerita seks, dewasa, threesome Mau Ngentot Cewek Lain Malah Gangbang Pacar Sendiri sex,istri binal nakal , Mau Ngentot Cewek Lain Malah Gangbang Pacar Sendiri, cerita seks, dewasa, threesome, cerita seks dewasa
Mau Ngentot Cewek Lain Malah Gangbang Pacar Sendiri
Mau Ngentot Cewek Lain Malah Gangbang Pacar Sendiri, cerita seks , Mau Ngentot Cewek Lain Malah Gangbang Pacar Sendiri, cerita seks, dewasa, threesome, cerita gangbang, sex memek pacar, kisah porno, kisah sex bokep, sex, Mau Ngentot Cewek Lain Malah Gangbang Pacar Sendiri

10
205

Tags cerita dewasa paling populer di blog ini: cerita seks, Cerita Dewasa, 17 Tahun, sex, Ngentot, Memek, Istri, selingkuh, Kontol, Entot, Mama, gangbang, tante, threesome, ABG, Binal, sexy, toket, payudara.
Aktifkan javascript lalu tekan F5, untuk membuka halaman
meng-klik link cerita secara normal
dan membuka gambar lebih besar.
Cerita dewasa seks terpanas, update setiap hari cerita terbaru Cerita seks dewasa ngentot memek isteri, perek, bispak.
http://cerita-dewasa-terpanas.blogspot.com