Memek ABG Bispak Melayani Nafsu penis Om, Cerita Sex

Memek ABG Bispak Melayani Nafsu kontol Om | Oom Wawan, 47 tahun juga cukup dikenal akrab oleh Meysin karena dia sering bertandang di rumah sahabatnya ini. Pada penampilan luarnya Oom Wawan bertampang simpatik dan malah kelihatan sebagai orang alim,


tapi kenapa sampai bisa berhubungan dengan Meysin ini awalnya cukup konyol. Secara kebetulan keduanya saling kepergok di sebuah hotel ketika masing-masing akan melakukan perbuatan iseng.

Oom Wawan saat itu sedang menggandeng seorang pelacur langganan tetapnya dan Meysin saat itu sedang digandeng dr.

Budi. Keduanya jelas-jelas bertemu di gang hotel sama-sama tidak bisa mengelak. Tentu saja sama-sama kaget tapi masing-masing cepat bisa bersandiwara pura-pura saling tidak kenal.

Kelanjutan dari itu masing-masing sepakat bertemu dikesempatan tersendiri untuk saling menjelaskan dan membela diri. Bahwa jika Meysin mengaku hubungannya dengan dr.

Budi karena kena bujuk diajak beriseng dan cuma dengan laki-laki itu saja, sedang Oom Wawan mengaku bahwa dia terpaksa mencari pelarian karena Tante Vevi,

istrinya, katanya sudah kurang bergairah menjalankan kewajibannya sebagai istri di tempat tidur. Masuk akal bagi Meysin karena dilihatnya Tante Vevi yang gemuk itu memang lebih sibuk di luar rumah mengurus bisnis berliannya ketimbang mengurus suami dan keluarganya. Itu sebabnya Mimi, salah satu anaknya juga jadi bebas

dan liar di luaran. Dari pertemuan itu masing-masing nampak sama ketakutan jika rahasianya terbongkar di luaran. Meysin takut hubungannya dengan dr.

Budi didengar orang tuanya sedang Oom Wawan juga lebih takut lagi nama baiknya jadi rusak. Berikutnya karena kadung sudah saling terbuka kartu masing-masing,

keduanya yang berusaha agar saling menutup mulut jangan membuka rahasia ini justru menemukan cara tersendiri yaitu dengan bikin hubungan gelap satu sama lain.

Ide ini terlontar oleh Oom Wawan yang coba merayu Meysin ternyata diterima baik oleh Meysin. Singkat cerita kesepakatan pun tercapai, cuma ketika menjelang janji bertemu di suatu tempat di mana Oom Wawan akan menjemput dan membawa Meysin ke hotel, Meysin meskipun ngeliat tidak ada salahnya mencoba

iseng dengan Oom Wawan tidak urung berdebar juga jantungnya. Tegang karena partner kali ini hubungannya terkait dekat.

Sekali meleset dan terbongkar bisa fatal urusan malunya. Begitu juga waktu sudah semobil di sebelah Oom Wawan, sempat kikuk malu dia dengan laki-laki yang ayah sahabatnya ini.

Pasalnya Oom Wawan yang sebenarnya juga sama tegang karena kali ini yang dibawa adalah teman dekat anak gadisnya, dia hampir tidak ada suaranya dan pura-pura sibuk menyetir mobilnya sehingga Meysin didiamkan begini jadi salah tingkah menghadapinya. Tapi waktu sudah masuk kamar hotel dan mengawali dengan duduk

Memek ABG Bispak Melayani Nafsu Kontol Om

ngobrol dulu merapat di sofa, di situ mulai ke luar keluwesan Oom Wawan dalam bercumbu. Meysin pun mulai lincah seperti biasa pembawaannya jika sedang menghadapi dr.

Budi. Genit manja jinak-jinak merpati bikin si Oom tambah penasaran terangsang kepadanya. Waktu itu dengan mesra Oom Wawan menawarkan makan pada Meysin tapi ditolak karena masih merasa kenyang.

“Aku minta rokoknya Oom. Meysin pengen ngerokok. ” pinta Meysin sebagai alternatif tawaran Oom Wawan. “Oh ngerokok juga? Iya ada, mari Oom yang pasangin.

Oom nggak tau kalo Meysin juga ngerokok. ” “Cuma sekali-sekali aja, abis deg-degan pergi sama Oom ke sini.

” jelas Meysin menunjukan kepolosannya. “Kok sama, Oom juga sempat tegang waktu bawa Meysin di mobil tadi, takut kalo ada yang melihat.

” Masing-masing sama mengakui apa yang dirasakan selama dalam perjalanan. Meysin mulai menggoda Oom Wawan. “Masa udah tegang duluan, kan belum apa-apa Oom?

” godanya dengan genit. “Oo yang itu memang belum, tapi jantungnya yang tegang. ” jawab Oom Wawan setelah membakar sebatang rokok buat Meysin yang sudah langsung menjulurkan tangannya,

tapi masih belum diberikan oleh Oom Wawan. “Mana, katanya mau pasangin buat Meysin? ” “Sebentar, sebelum ngerokok bibirnya Oom musti cium dulu.

” Menutup kalimatnya Oom Wawan langsung menyerobot bibir Meysin memberinya satu ciuman bernafsu, dibiarkan saja oleh Meysin hanya setelah itu dia menggigit bibir malu-malu manja menyandarkan kepalanya di dada Oom Wawan sambil menyelingi dengan merokok yang sudah diterimanya dari Oom Wawan. ngeliat ini Oom Wawan semakin

berlanjut. “Bajunya basah keringetan nih, Oom bukain ya biar nggak kusut? ” katanya menawarkan tapi sambil tangannya yang memeluk dari belakang mulai mencoba melepas kancing baju Meysin.

Lagi-lagi Meysin tidak menolak. Dengan gaya acuh tak acuh sibuk mengisap rokoknya, dia membiarkan Oom Wawan bekerja sendiri malah dibantu menegakkan duduknya agar kemejanya dapat diloloskan dari lengannya bikin dia tinggal mengenakan kutang saja.

Meysin memang sudah terbiasa bertelanjang di depan lelaki, jadi santai saja sikapnya. namun ketika tangan Oom Wawan menyambung membuka reitsleting belakang rok jeans-nya dan dari situ akan meloloskan rok berikut celana dalamnya,

baru sampai di pinggul Meysin menggelinjang manja. “Ngg. masak aku ditelanjangin sendiri, Oom juga buka dulu bajunya? ” “Iya, iya, Oom juga buka baju Oom.

” Segera Oom Wawan melucuti bajunya satu persatu sementara Meysin bergeser duduknya ke sebelah. Berhenti dengan hanya menyisakan celana dalamnya, dia pun beralih untuk meneruskan usahanya melepas rok Meysin.

Cerita Sex Memek ABG Bispak Melayani Nafsu Kontol Om

Sekarang baru dituruti tapi juga sama menyisakan celana dalamnya. Tentu saja Oom Wawan mengerti bahwa Meysin masih malu-malu, dia tidak memaksa dan kembali menarik Meysin bersandar dalam pelukan di dadanya.

Di situ dia mulai dengan mengecup pipi Meysin sambil mengusap-usap pinggang bergerak meremas lembut masing-masing pangkal bawah buah dada si gadis yang masih tertutup kutangnya.

“Meysin kurus ya Oom? ” tanya Meysin sekedar menghilangkan salah tingkah karena buah dada nya mulai digerayangi Oom Wawan.

“Ah nggak, kamu malah bodimu bagus sekali Sin. ” jawab Oom Wawan memuji Meysin apa adanya karena memang tubuh gadis ini betul-betul berlekuk indah menggiurkan.

“Tapi Oom kan senengnya sama yang mantep, yang hari itu Meysin liat ceweknya montok banget. ” “Iya tapi orangnya jelek, udah tua.

Abisnya nggak ada lagi sih? Maunya nyari yang cakep kayak Meysin gini. Kalo ini baru asyik. ” rayu Oom Wawan sambil kali ini mencoba untuk membuka pengait bra Meysin yang kebetulan terletak di bagian depan.

“Oom sih ngerayu. Buktinya belon apa-apa udah bilang asyik duluan? ” “Justru karena yakin maka Oom berani bilang gitu.

Coba aja pikir, ngapain Oom sampe berani ngajak Meysin padahal jelas-jelas udah tau temen baiknya Mimi, ya nggak? Kalo bukan lantaran tau kapan lagi dapet asyik ditemenin cewek secakep Meysin,

tentu Oom nggak akan nekat gini. Udah lama Oom seneng melihat kamu Sin. ” Meysin kena dipuji rayuan yang memang masuk akal ini kontan bersinar-sinar bangga di wajahnya.

Perempuan jika terbidik kelemahannya langsung jadi murah hati, segera mandah saja dia membiarkan kutangnya dilepas sekaligus memberikan kedua buah dada telanjangnya yang berukuran sedang membulat kenyal mulai diremas tangan Oom Wawan.

“Emangnya, Oom seneng sama Meysin sejak kapan? Kayaknya sih Meysin liat biasa-biasa aja? ” “Dari Meysin mulai dateng-dateng ke rumah Oom udah ketarik sama cantiknya,

cuma masak musti pamer terang-terangan? Tiap kali melihat rasanya gemees sama kamu. ” bicaranya menyebut begitu sambil secara tidak sengaja memilin puting buah dada di tangannya bikin si gadis lagi-lagi menggelinjang manja.

“Aaa. gemes mau diapain Oom? ! ” “Gemes mau dipeluk-pelukin gini, dicium-ciumin gini, atau juga diremes-remesin gini.

sshm. ” jawab Oom Wawan dengan memperlihatkan contoh cara dia mendekap erat, mengecup pipi dan meremas buah dada Meysin.

“Terusnya apalagi? ” “Terusnya yang terakhir ininya. Apa sih namaya ini? ” tanya canda Oom Wawan yang sebelah tangannya sudah diturunkan ke selangkangan Meysin,

langsung meremas bukit memek yang menggembung dan merangsang itu. “Itu bilangnya. vagina. ” jawab Meysin dengan menoleh ke belakang sambil menggigit kecil bibir Oom Wawan.

Bahasanya vulgar tapi Oom Wawan malah senang mendengarnya. “Iya, jika vagina Meysin ini dimasukin Oom punya, boleh kan? ” “Dimasukin apa Oom.

? ” “Ini, apa ya bilangnya? ” tanya lagi Oom Wawan dengan mengambil sebelah tangan Meysin meletakkan di jendulan kontol nya.

“Aaa. ini kan bilangnya zakar. Dimasukin ini bahaya, kalo hamil malah ketauan orang-orang Oom? ” Meysin bergaya pura-pura takut tapi tangannya malah meremas-remas jendulan kontol itu.

“Jangan ambil bahayanya, ambil enaknya aja. Nanti Oom beliin pil pencegah hamilnya. ” “Tapinya sakit nggak? ” tanya Meysin sambil mematikan rokoknya ke asbak.

“Kalo udah dicoba malah enak. Yuk kita pindah ke tempat tidur? ” Oom Wawan mengajak tapi sambil membopong Meysin pindah ke tempat tidur untuk masuk di babak permainan cinta.

Di sini Meysin mulai memasrahkan diri ketika tubuhnya mulai digeluti kecup cium dan raba gemas yang menaikan birahi nafsunya.

Meysin sudah pernah begini dengan dr. Budi, caranya hampir sama dan dia senang digeluti laki-laki yang sudah berumur seperti ini. Karena mereka bukan hanya lebih pengalaman tapi juga lebih teliti kalau mengecapi tubuh perempuan,

apalagi gadis remaja seperti dia. Asyik rasanya menggeliat-geliat, merengek-rengek manja diserbu rangsangan bernafsu yang bertubi-tubi di sekujur tubuhnya.

“Ahahhg. gellii Oomm. Sshh. iihh. Oom sakit gitu. sh. hng. ” Mengerang antara geli dan perih tapi dengan tertawa-tawa senang, yang begini justru memancing si Oom makin menjadi-jadi.

Oom Wawan yang nampaknya baru kali ini bergelut dengan seorang gadis remaja cantik tentu saja terangsang hebat, hanya saja dia sayang untuk terburu-buru dan masih senang untuk mengecapi sepuas-puasnya tubuh mulus indah yang dagingnya masih padat kencang ini. Dari semula saja dia sudah nekat melupakan bagaimana

status hubungannya dengan Meysin apalagi setelah dilanda nafsu tinggi seperti ini. Anak gadis teman baiknya dan sekaligus sahabat anaknya ini begitu merangsang gairahnya bikin dia jadi terlupa segala-galanya.

Meysin yang sudah memberi celana dalamnya diloloskan jadi telanjang bulat sudah rata seputar tubuhnya dijilati dengan rakus.

Diberi bagian buah dada nya dihisap saja sudah bikin Oom Wawan buntu dalam asyik. Sibuk mulutnya menyedot berpindah-pindah diantara kedua puncak bukit yang membulat kenyal lagi pas besarnya itu,

lebih-lebih waktu Meysin di bagian terakhir memberikan memek nya dikecapi mulutnya. Jangan bilang lagi, seperti anjing kelaparan dia menyosor menjilat dan menyedot celah merangsang itu sampai tidak peduli tingkatan kesopanan lagi.

Sahabat anak gadisnya yang biasanya hormat sopan jika datang ke rumahnya, sekarang santai saja menjambak rambutnya atau mendekap kepalanya mempermainkan seperti bola jika sosoran mulut rakusnya bikin geli yang terlalu menyengat.

“Ssshh. aahng. geli. Oomm. ” Oom Wawan seru memuasi rasa mulutnya yang tentu saja bikin Meysin terangsang tinggi dalam tuntutan birahinya,

tapi begitu pun jalan pelepasan yang diberikan si Oom betul-betul memuaskan sekali. Pada gilirannya Oom Wawan merasa cukup dan menyambung untuk mengecap nikmatnya jepitan ketat memek muda si gadis,

di sinilah baru terasa asyiknya kontol ayah sahabatnya. Sewaktu partama dimasuki, Meysin masih memejamkan mata, dia baru tersadar ketika batang itu sudah setengah terendam di memek nya.

Agak ketat sedikit rasanya. Membuka mata melirik ke bawah, dia langsung bisa mengira-ngira seberapa besar batang itu.

“Aahshh. ” dia mengerang dengan gemetar kerinduan nafsunya hanya saja tangannya mengerem pinggul Oom Wawan agar tidak sekaligus tancap masuk. Meskipun tidak diutarakan Meysin lewat kata-kata tapi Oom Wawan mengerti maksudnya.

Dia meredam sedikit emosinya dan menusuk sambil membor kontol nya lebih kalem. Di situ batang kontol ditahan terendam sebentar untuk membawa dulu tubuhnya turun menghimpit Meysin lalu dari situ dia berlanjut membor sambil mulai memompa pelan naik turun pantatnya. Untuk beberapa saat masuknya batang diterima Meysin

masih agak tegang, tapi ketika terasa mulai licin dan sudah mulai bisa menyesuaikan dengan ukuran Oom Wawan.

Dia pun mulai meresapi nikmatnya batang Oom Wawan. “Wih. ennaak sekalii! ” begitu ketat dan begitu mantap gesekannya bikin Meysin langsung terbuai dengan nikmat sanggama yang baru dibukanya dengan batang kenikmatan Oom Wawan.

Saking asyiknya kedua tangan dan kakinya naik mencapit tubuh Oom Wawan seolah-olah menjaga agar kenikmatan ini tidak dicabut lepas sementara dia sendiri mulai ikut aktif mengimbangi kocokan kontol dengan putaran memek nya yang mengocok.

Disambut kehangatan begini Oom Wawan tambah bersemangat memompa, semakin lebih terangsang dia karena Meysin meskipun tidak bersuara tapi gayanya hangat meliuk-liuk setengah histeris.

Bergerak terus dengan tangan menggaruk kepala Oom Wawan, kakinya yang membelit tidak ubahnya bagai akan memanjat tubuh si Oom.

  • Kelihatan repot sekali gerak sanggamanya yang seperti tidak bisa diam itu, apalagi ketika menjelang sampai ke puncak permainan, tambah tidak beraturan Meysin menggeliat-geliat.
  • Sementara itu si Oom yang sudah serius tegang juga hampir mencapai ejakulasinya. Beberapa saat kemudian keduanya tiba dalam orgasme secara bersamaan.
  • Meysin yang mulai duluan dengan memperketat belitannya. “Aduuhh. ayyuhh. Oomm. shh. ahgh. iyya. duhh. aah. hgh. ahh.
  • aeh. ahduhh. ssh Oom. hheehh. mmhg. ayoh. Sin. ” saling bertimpa kedua suara masing-masing mengajak untuk melepas seluruh kepuasan dengan sentakan-sentakan erotis.
  • Sama-sama mendapatkan kenikmatan dan kepuasan dalam jumpa pertama ini, sehingga ketika mereda keduanya pun menutup dengan saling mengecup mesra, gemas-gemas sayang tanda senangnya.
  • Begitu nafas mulai tenang, Meysin memberi isyarat menolak tubuh Oom Wawan meminta lepas, tapi sementara si Oom berguling terlentang di sebelah,
  • dia sudah mengejar, memeluk dengan memegang batangnya dan merebahkan kepalanya di dada Oom Wawan. Meremas-remas gemas sambil memandangi batang yang masih mengkilap lengket itu.
  • “Bandel nihh. maen nyodok aja? ” komentar Meysin sambil menarik kontol Oom Wawan. “Abis kamunya juga membuat penasaran aja sih? ” balas Oom Wawan dengan tangannya merangkul leher bermain lagi di buah dada Meysin.
  • “Oom seneng ya sama aku? ” “Oo. jelas suka sekali Sayaang. Abis, kamu memang cantik, vagina nya juga enak sekali. ” kali ini dagu Meysin diangkat,
  • bibirnya digigit gemas oleh Oom Wawan. Meysin langsung bersinar bangga dengan pujian itu. Itu pembukaan hubungan gelap mereka yang sejak itu berlangsung secara sembunyi-sembunyi dengan jadwal rutin karena masing-masing seperti merasa ketagihan satu sama lain.
Oom Wawan jelas senang dengan teman kencan yang cantik menggiurkan ini. Permainan selalu memilih tempat di hotel di luar kota tapi sekali pernah Meysin mendapat pengalaman yang unik serta konyol di rumah Oom Wawan sendiri.

Suatu hari Tante Vevi sedang berbisnis ke luar kota ketika Meysin datang bertandang siang itu untuk menemui Mimi.

Kedua gadis itu memang bikin janji akan jalan-jalan ke mall sore nanti tapi karena waktunya masih jauh, Mimi mempergunakannya untuk keluar rumah sebentar.

Oom Wawan yang membuka pintu dan dia sendiri ketika ngeliat ada peluang yang baik langsung memanfaatkannya, karena begitu Meysin masuk sudah disambut dengan telunjuk di bibir memaksudkan agar Meysin tidak bersuara.

Meysin sempat heran tapi ketika digandeng ke kamar Oom Wawan dia kaget juga, segera mengerti tujuannya. “Iddihh Oom nekat.

nanti ketauan Oom. Mimi memangnya ke mana? ” katanya tapi dengan nada berbisik panik. “Sst tenang aja.

Kita aman, Mimi lagi pergi sebentar, Tante lagi keluar kota sedang Hari lagi tidur. ” jelas Oom Wawan.

Hari adalah adik laki-laki Mimi yang duduk di kelas I SMP. Masih ada seorang lagi adik Mimi bernama Hendi yang duduk di kelas I SMA tapi dia tinggal dengan neneknya di Malang.

“Iya tapi gimana kalo Mimi dateng Oom? ” “Kan nggak ada yang tau jika Meysin udah di sini.

Mereka nggak bakalan berani masuk kamar Oom. Acaramu kan Oom denger masih nanti malem, kita membuat sebentar di sini yaa? ” “Tapi Oom.

? ” “Udahlah di sini aja dulu, Oom mau ke luar sebentar. Tuch denger, kayaknya Hari udah bangun.

Nih, Oom tebus waktumu untuk jajan-jajan sama Mimi nanti, ” kata Oom Wawan langsung memotong protes Meysin dengan mengulurkan seju ngewe ah uang yang cepat diambilnya dari dompetnya untuk membujuk Meysin.

Setelah itu segera dia keluar kamar meninggalkan Meysin yang karena merasa sudah terjebak terpaksa tidak berani keluar takut kepergok Hari. Melirik uang yang digenggamnya sepeninggal Oom Wawan,

hati Meysin menjadi lunak lagi karena si Oom memang pintar mengambil hati dan selalu royal memberi ju ngewe ah yang cukup menghibur.

Meskipun begitu dia menguping dari balik pintu mendengarkan situasi di luar dengan hati berdebar tegang. “Pak, barusan kayaknya ada yang dateng kedengeran pintu kebuka?

” terdengar suara Hari menanyai ayahnya. “Ah nggak ada siapa-siapa kok, barusan memang Bapak yang buka pintu.

” Baru saja sampai percakapan ini, tiba-tiba terdengar suara motor Mimi memasuki pekarangan. Tidak lama kemudian dia masuk ke rumah dan terdengar menanyai adiknya.

“Har, barusan Mbak Meysin singgah ke sini nggak? ” “Nggak tau, aku juga baru bangun. ” “Oh ya? Padahal Mbak Mimi singgah barusan ke rumahnya,

Mamahnya bilangnya ke sini? ” “Ya mungkin aja Meysin tadi ke sini tapi ngira kamu nggak ada, jadi pergi ke tempat lain dulu.

” kali ini Oom Wawan ikut menimbrung pembicaraan. “Iya tapi aku ada janji sama dia nanti sore-sorean.

” “Oo. kalo gitu paling-paling sebentar juga ke sini. ” putus Oom Wawan menghibur anaknya. Hening sebentar dan tidak lama kemudian terdengar suara Oom Wawan memesan kedua anaknya agar jangan ada tamu atau telepon yang mengganggunya karena dia beralasan agak tidak enak badan dan akan tidur

siang. Sesaat setelah itu dia pun masuk disambut Meysin yang bersembunyi di balik pintu langsung mencubit gemas lengannya tapi tidak bersuara,

geli dengan sandiwara yang barusan didengarnya. Oom Wawan tersenyum dan menggayut pinggang Meysin, menggandengnya ke tempat tidur.

Meysin menurut karena tahu jika menolak maka Oom Wawan akan membujuknya terus, daripada berlama-lama lebih baik memberi saja agar waktunya lebih cepat selesai.

Langsung diikutinya ajakan Oom Wawan untuk membuka bajunya, hanya saja masih bingung kalau permainan telah usai. “Tapi nanti aku ke luar dari sininya gimana Oom.

? ” tanyanya sambil menyampirkan celana dalamnya sebagai kain penutup terakhirnya yang dilepas. “Gampang, Oom pura-pura aja nyuruh mereka berdua keluar beli makanan,

di situ Meysin bisa aman keluar dari sini. ” “Ngg. Oom bisa aja akalnya. ” Meysin sedikit lega.

“Oom kalo mikirin yang itu sih gampang. Sekarang yang Oom pikirin justru ngeluarin isinya barang ini yang enak gimana caranya. ” timpal Oom Wawan seraya mendekatkan tubuhnya yang sudah sama bertelanjang bulat dan mengambil tangan Meysin untuk diletakkan di batang kontol nya yang masih menggantung lemas.

Meysin malu-malu manja tapi tangannya langsung menangkap batang itu, menarik-narik, melocoknya dengan genggaman kedua tangannya sambil memandangi benda itu.

“Yang enak tuh kayak apa sih? ” godanya mulai bersikap manja-manja genit. “Yang enaknya. ya jelas pake ini Sin.

” jawab Oom Wawan balas menjulurkan tangannya meremas selangkangan Meysin. “Iddihh si Ooom. pengennya yang itu aja? ” Meysin pura-pura jual mahal.

“Abisnya barang enak, jelas kepengen Sin. ” kata Oom Wawan sambil mulai mengajak Meysin berciuman. Meysin memang memberi bibirnya tapi dia masih kelihatan setengah hati untuk balas melumat hangat,

terlebih ketika akan diajak naik tempat tidur dia seperti merasa berat. “Nggak enak ah Oom, sungkan aku itu tempat tidurnya Tante.

” katanya mengutarakan perasaannya yang tidak enak untuk bermain cinta di tempat tidur keluarga itu. Oom Wawan rupanya bisa mengerti perasaan Meysin,

dia tidak memaksa tapi menoleh sekeliling sebentar dan cepat saja menemukan cara yang lain. “Ya udah kalo gitu kita membuat sambil berdiri aja.

Sini Oom yang atur, ya? ” katanya sambil membawa Meysin ke arah kaki tempat tidur dan menyandarkan tubuh Meysin di palang-palang besi tempat tidur itu.

Oom Wawan memakai tempat tidur mahal tapi model kuno yang terbuat dari besi lengkap dengan tiang-tiang penyangga kelambunya.

Di situ pantat Meysin disandarkan di pagar bawah tempat tidur yang tingginya pas menyangga pantatnya, sedang kedua tangannya diatur Oom Wawan melingkar di sepanjang besi melintang di antara dua tiang kelambu bagian kaki tempat tidur yang tingginya setinggi punggung, sedemikian rupa sehingga tubuhnya tersandar menggelantung di

besi melintang itu hampir pada masing-masing ketiak Meysin. Suatu posisi yang unik untuk ngentot dalam gaya berdiri karena setelah itu Oom Wawan mengambil dua ikat pinggang terbuat dari kain,

lalu mengikat masing-masing lengan Meysin pada besi melintang itu. Meysin menurut saja memandangi geli sambil menunggu apa yang selanjutnya akan dilakukan Oom Wawan.

Berikutnya barulah Oom Wawan mulai merangsang dengan menciumi dan menggerayangi sekujur tubuh Meysin dari mulai atas hingga ke bawah.

Berawal mengerjai kedua buah dada Meysin dengan remasan dan kecap mulutnya dan kemudian berakhir mengkonsentrasikan permainan mulut itu di selangkangannya, bikin Meysin yang semula setengah hati mulai naik terangsang.

Malah terasa cepat karena posisi kedua tangannya tidak bisa ikut membalas ini menimbulkan daya rangsang yang luar biasa.

Apalagi ketika mulut Oom Wawan mulai memberi rasa geli-geli enak di memek yang tidak bisa ditolak kepalanya jika geli terlalu menyengat.

Begitu tengah sedang asyik-asyiknya permainan pembukaan ini, di teras depan Mimi terdengar mengalunkan suaranya berduet mengiringi Hari dalam permainan gitarnya. Konyol memang buat Mimi,

sahabat yang sedang ditunggu-tunggu untuk janji pergi bersama, ternyata sudah sejak tadi ada di dalam kamar rumahnya sendiri, sedang meliuk-liuk keenakan saat memek nya dikerjai mulut ayahnya,
malah sudah tidak tahan rangsangan gelinya yang menuntut untuk lebih terpuaskan lewat garukan mantap kontol ayah Mimi sendiri.

“Ayyohh Oom. janggan lama-lama. masukkin dulu Oom punnyaa. ” bahkan rintih Meysin sudah meminta Oom Wawan segera mulai bersenggama.

Oom Wawan tidak menunggu lebih lama. Dia segera bangun dan membawa kontol nya yang setengah menegang menempel di celah memek Meysin.

Membasahi dulu dengan ludahnya, menggosok-gosokan ujung kepala bulatnya di klitoris Meysin agar menjadi lebih kencang lagi, baru setelah itu mulai diusahakan masuk ke dalam lubang memek di depannya.

Meysin menyambut seolah tidak sabaran, menjinjitkan kakinya untuk mengangkangkan pahanya selebar yang bisa dilakukannya tanpa bisa membantu dengan tangannya.

Dia terpaksa menunggu Oom Wawan bekerja sendiri menguakkan bibir memek dengan jari-jarinya agar bisa menyesapkan kepala kontol nya terjepit lebih dahulu,

baru kemudian ditekan membor masuk. Meningkat kemudian lagu-lagu cinta Mimi yang berduet dengan Hari mengalun romantis, ini senada dengan Meysin yang saat itu juga sedang merintih lirih,

mengalunkan tembang nikmat ketika memek nya mulai disodok dan digesek ke luar masuk kontol tegang Oom Wawan.

“Ngghh. Ooomm. Sssh. hhshh. ngghdduuh. sshsmm. hdduhh Oomm. ennakk. ssh. mh. heehhs. adduhh. ” mengaduh-aduh rintih suaranya tapi bukan kesakitan melainkan sedang larut dalam nikmat.

jika tadi Meysin masih setengah hati untuk melayani nafsu Oom Wawan, sekarang dia juga ikut merasa keenakan, karena bermain dalam variasi posisi berdiri ini terasa santai dan mengasyikan sekali baginya.

Tidak repot menahan tubuhnya tetap berdiri karena bisa menggelantung dengan kedua lengannya, sambil menerima tambahan enak tangan Oom Wawan yang meremas-remas kedua buah dada nya,

Memek ABG Bispak Melayani Nafsu penis Om, Cerita Sex

Memek ABG Bispak Melayani Nafsu kontol Om, cerita sex, seks dewasa, cerita abg bispak ngentot om, abg dientot om
Memek ABG Bispak Melayani Nafsu penis Om, Cerita Sex | Klik foto untuk memperbesar gambar

memilin-milin geli putingnya, dia juga bisa ikut mengimbangi sodokan kontol ini dengan kocokan memek nya. Malah tidak berlama-lama lagi, ketika Oom Wawan sudah serius tegang akan tiba dipuncaknya Meysin pun mengisyaratkan tiba secara bersamaan.

“Aduuhh. Oomm. ayoo. sshh. duh Meysin mau keluarr. sh. hhgh. Ooomm. ” desah Meysin tertahan. “Aduhhssh. Iya ayoo Sin.

Oom juga sama-samaa. aahghh. ” segera mengejang Meysin menyentak-nyentak ketika orgasme diikuti Oom Wawan tiba di ejakulasinya. Permainan pun usai dengan kepuasan sebagaimana biasa yang didapati keduanya setiap mengakhiri jumpa cinta mereka. :-:ABG, Bispak, Om, kontol , memek :-:

ABG Bispak Melayani Nafsu kontol Om Cerita Sex, ABG, Bispak, Om, kontol , memek ABG Bispak Melayani Nafsu kontol Om cerita sex,Cerita Seks, ABG, Bispak, Om, kontol , memek, cerita seks dewasa
Memek ABG Bispak Melayani Nafsu penis Om, Cerita Sex
Memek ABG Bispak Melayani Nafsu penis Om, Cerita Sex, cerita seks , Memek ABG Bispak Melayani Nafsu kontol Om, cerita sex, seks dewasa, cerita abg bispak ngentot om, abg dientot om, kisah porno, kisah sex bokep, sex, Memek ABG Bispak Melayani Nafsu penis Om, Cerita Sex

10
205

Tags cerita dewasa paling populer di blog ini: cerita seks, Cerita Dewasa, 17 Tahun, sex, Ngentot, Memek, Istri, selingkuh, Kontol, Entot, Mama, gangbang, tante, threesome, ABG, Binal, sexy, toket, payudara.
Aktifkan javascript lalu tekan F5, untuk membuka halaman
meng-klik link cerita secara normal
dan membuka gambar lebih besar.
Cerita dewasa seks terpanas, update setiap hari cerita terbaru Cerita seks dewasa ngentot memek isteri, perek, bispak.
http://cerita-dewasa-terpanas.blogspot.com