Memek Ku Dijilatin Kakak Ipar Enak Juga

Memek Ku Dijilatin Kakak Ipar Enak Juga | Aku pun tak keberatan. Akhirnya mereka tinggal bersamaku. Semuanya berjalan normal saja. Tak ada permasalahan di antara kita semua, sampai suatu malam ketika aku sedang melakukan hal 'rutin' terperanjat setengah mati saat kusadari ternyata aku tidak sedang bermimpi bercumbu dgn suamiku.


Sebelum sadar, aku merasakan kenikmatan yang luar biasa sekali. Terasa lain dgn khayalanku selama ini. Apalagi ketika putting susu ku dijilat dan dihisap-hisap dgn penuh gairah.

Aku sampai mengerang saking nikmatnya. Rangsangan itu semakin bertambah hebat menguasai diriku. Kecupan itu semakin menggila, bergerak perlahan menelusuri perutku terus ke bawah menuju lembah yang ditumbuhi semak-semak lebat di sekitar selangkanganku.

Aku hampir berteriak saking menikmatinya. Ini merupakan sesuatu yang baru, yang tak pernah dilakukan oleh suamiku. Bahkan dalam mimpipun, aku tak pernah membayangkan sampai sejauh itu.

Di situlah aku baru tersadar. Terbangun dari mimipiku yang indah. Kubuka mataku dan melirik ke bawah tubuhku untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.

Mataku yang masih belum terbiasa dgn keadaan gelap ruangan kamar, melihat sesuatu bergerak-gerak di bawah sana, di antara kedua pahaku yang terbuka lebar.

"Aduh kenapa sih ini. " gumamku setengah sadar sambil menjulurkan tanganku ke bawah sana. Tanganku memegang sesuatu seperti rambut.

Kuraba-raba dan baru kutahu bahwa itu adalah kepala seseorang. Aku kaget. dgn refleks aku bangun dan merapat ke ujung ranjang sambil mencoba melihat apa terjadi.

Setelah mataku terbiasa dgn kegelapan, kulihat di sana ternyata seseorang tengah merayap ke atas ranjang. Aku semakin kaget begitu kutahu orang itu adalah bang Ruli,

kakak iparku! Saking kagetnya, aku berteriak sekuat tenaga. tetapi aku tak mendengar suara teriakan itu. Kerongkonganku serasa tersekat.

cuma mulutku saja yang terbuka, menganga lebar-lebar. Kedua mataku melotot seakan tak percaya apa yang kulihat di hadapanku adalah bang Ruli yang bertelanjang dgn cuma memakai cawat.

bang Ruli menghampiri sambil mengisyaratkan agar jangan berteriak. Tubuhku semakin mepet ke ujung dinding. Takut, marah dan lain sebagainya bercampur aduk dalam dihatiku melihat kehadirannya di kamarku dalam keadaan setengah telanjang seperti itu.

"bang! Lagi apa. ? " cuma itu yang keluar dari mulutku sementara tanganku sibuk membenahi pakaianku yang sudah tak karuan. Aku baru sadar ternyata seluruh kancing baju tidurku semuanya terlepas dan bagian bawahnya sudah terangkat sampai ke pinggang. Untungnya saja celana dalamku masih terpakai rapi, cuma dadaku saja yang

telanjang. Aku buru-buru menutupi ketelanjangan dadaku karena kulihat mata bang Ruli yang liar nampaknya tak pernah berkedip menatap ke arah sana.

Saking takutnya aku tak bisa ngomong apa-apa dan cuma melongo melihat bang Ruli semakin mendekat. Ia lalu duduk di bibir ranjang sambil meraih tanganku dan membisikan kata-kata rayuan bahwa aku ini cantik tetapi kurang beruntung dalam perkawinannya. Dadaku serasa mau meledak mendengar ucapannya. Apa hak dia untuk mengatakan semua

itu? Aku tak butuh dgn belas kasihannya. kalau saja aku tidak ingat akan istrinya, yang merupakan kakakku sendiri.

Memek Ku Dijilatin Kakak Ipar Enak Juga

Sudah kutampar mulut lancangnya itu. Apalagi ia sudah berani-berani masuk ke dalam kamarku malam-malam begini. "Neng. " panggilnya dgn suara parau.

"Akang kasihan lihat Neng Sally. Akhir-akhir ini kelihatannya semakin menderita saja" ucapnya kemudian. "Akang tahu dari mana saya menderita" sergahku dgn mata mendelik.

"Eh. jangan marah ya. Itu. nggh. Akang. anu. " katanya dgn ragu-ragu. "Ada apa bang? " tanyaku semakin penasaran sambil menatap wajahnya lekat-lekat.

"Anu. eh, Akang lihat kamu selalu kesepian. Lama ditinggal suami, jadi Akang ingin Bantu kamu" katanya tanpa malu-malu.

"Maksud Akang? " "Ini. Akang, maaf neng. , pernah lihat Neng Sally jika lagi tidur suka. " ungkapnya setengah-setengah.

"Jadi Akang suka ngintip saya? " tanyaku semakin sewot. Kulihat ia mengangguk lemah untuk kemudian menatapku dgn penuh gairah.

"Akang ingin menolong kamu" bisiknya hampir tak terdengar. Kepalaku serasa dihantam petir mendengar pengakuan dan keberaniannya mengungkapkan isi hatinya.

Sungguh kurang ajar lelaki ini. Berbicara seperti itu tanpa merasa bersalah. Dadaku serasa sesak oleh amarah yang tak tersalurkan.

Aku terdiam seribu bahasa, badanku serasa lemas tak bertenaga menghadapi kenyataan ini. Aku malu sekali pelampiasanku selama ini diketahui orang lain.

Aku tak tahu sampai sejauh mana bang Ruli melihat rahasia di tubuhku. Aku tak ingin membayangkannya. bang Ruli tidak menyerah begitu saja melihat kemarahanku.

Kebingunganku telah bikin diriku kurang waspada. Aku tak tahu sejak kapan bang Ruli merapatkan tubuhnya kepadaku. Aku terjebak di ujung ranjang.

Tak ada jalan bagiku untuk melarikan diri. Semuanya tertutup oleh tubuhnya yang jauh lebih besar dariku. Aku menyembunyikan kepalaku ketika ia merangkul tubuhku.

Tercium aroma khas lelaki tersebar dari tubuh bang Ruli. Aku rasakan otot-otot tubuhnya yang keras menempel di tubuhku.

Kedua tangannya yang kekar melingkar sehingga tubuhku yang jauh lebih mungil tertutup sudah olehnya. Aku berontak sambil mendorong dadanya.

bang Ruli malah mempererat pelukannya. Aku terengah-engah dibuatnya. Tenagaku sama sekali tak berarti dibanding kekuatannya. Nampaknya usaha sia-sia belaka melawan tenaga lelaki yang sudah kesurupan ini.

"bang inget. saya kan adik Akang juga. Lepasin saya bang. Saya janji nggak akan bilang sama susu h atau siapa aja.

" pintaku memelas saking putus asanya. Hibaanku sama sekali tak dihiraukan. bang Ruli memang sudah kerasukan. Wajahku diciumi dgn penuh nafsu bahkan tangannya sudah mulai menarik-narik pakaian tidurku.

Cerita Sex Memek Ku Dijilatin Kakak Ipar Enak Juga

Aku berusaha menghindar dari ciuman itu sambil menahan pakaianku agr tak terbuka. kita berkutat saling bertahan. Kudorong tubuh bang Ruli sekuat tenaga sambil terus-terusan mengingatkan dia agar menghentikan perbuatannya.

Lelaki yang sudah kerasukan ini mana bisa dicegah, justru sebaliknya ia semakin garang. Pakaian tidurku yang terbuat dari kain tipis tak mampu menahan kekuatan tenaganya.

cuma dgn sekali sentakan, terdengar suara pakaian dirobek. Aku terpekik kaget. Pakaianku robek hingga ke pinggang dan memperlihatkan dadaku yang sudah tak tertutup apa-apa lagi.

Kulihat mata bang Ruli melotot menyaksikan susu ku yang montok dan kenyal, menggelantung indah dan menggairahkan. Kedua tanganku dgn cepat menutupi ketelanjanganku dari tatapan liar mata lelaki itu.

Upayaku itu bikin bang Ruli semakin beringas. Ia marah dan menarik kedua kakiku hingga aku terlentang di ranjang.

Tubuhnya yang besar dan kekar itu langsung menindihku. Nafasku sampai tersengal menahan beban di atas tubuhku. "bang jangan! " cegahku ketika ia membuka tangannku dari atas dadaku.

Kedua tanganku dicekal dan dihimpit masing-masing di sisi kepalaku. Dadaku jadi terbuka lebar mempertontonkan keindahan susu ku yang menjulang tegar ke atas.

Kepalaku meronta-ronta begitu kurasakan wajahnya mendekat ke atas dadaku. Kupejamkan mataku. Aku tak ingin menyaksikan bagian tubuhku yang tak pernah tersentuh orang lain kecuali suamiku itu,

dirambah dgn kasar oleh bang Ruli. Aku tak rela ia menjamahnya. Kucoba meronta di bawah himpitan tubuhnya.

Sia-sia saja. Air mataku langsung menetes di pipi. Aku tak sanggup menahan tangisku atas perbuatan tak senonoh ini.

Kulihat wajah bang Ruli menyeringai senang ngeliat ku tak meronta lagi. Ia terus merayuku sambil berkata bahwa dirinya justru menolong diriku.

Ia, katanya, akan berusaha memberikan apa yang selama ini kudambakan. "Kamu tenang aja dan nikmati. Akang janji akan pelan-pelan.

Nggak kasar asal kamu jangan berontak. " katanya kemudian. Aku tak ingin mendengarkan umbaran bualan dan rayuannya.

Aku tak mau bang Ruli mengucapkan kata-kata seperti itu, karena aku tak rela diperlakukan seperti ini. Aku benar-benar tak berdaya di bawah kekuasaannya.

Aku cuma bisa terkulai pasrah dan terpaksa membiarkan bang Ruli menciumi wajahku sesuka hati. Bibirnya dgn leluasa mengulum bibirku, menjilati seluruh wajahku.

Aku cuma diam tak bergerak dgn mata terpejam. Hatiku menjerit merasakan cumbuannya yang semakin liar, menggerayang ke leher dan teus turun ke atas dadaku.

Memek Ku Dijilatin Kakak Ipar Enak Juga

Memek Ku Dijilatin Kakak Ipar Enak Juga, cerita seks, cerita dewasa, seks selingkuh, istri nakal, istri binal, istri doyan kontol orang lain selain kontol suami
Memek Ku Dijilatin Kakak Ipar Enak Juga | Klik foto untuk memperbesar gambar


Aku menahan nafas manakala bibirnya mulai menciumi kulit di seputar susu ku. Lidahnya menari-nari dgn bebas menelusuri kemulusan kulit susu ku.

Kadang-kadang lidahnya menjentik sekali-sekali ke atas putingku. "Nggak rela. nggak rela. ! " jeritku dalam hati. Kudengar nafasnya semakin menderu kencang.

Terdengar suara kecipakan mulutnya yang dgn rakus melumat seluruh susu ku yang montok. Seolah ingin merasakan setiap inci kekenyalannya.

Aku seakan terpana oleh cumbuannya. Hatiku bertanya-tanya. Apa yang sedang terjadi pada diriku. Kemana tenagaku? Kenapa aku tidak berontak? Kenapa membiarkan bang Ruli berbuat semaunya padaku?

Aku mendengus frustrasi oleh perasaanku sendiri. Aku benci pada diriku sendiri yang begitu mudah terpedaya oleh kelihaiannya bercumbu.

Terjadi konflik bathin dalam diriku. Di satu sisi, aku tak ingin diriku menjadi sasaran empuk nafsu lelaki ini.

Aku adalah seorang wanita bersuami. Terpandang. Memiliki kehormatan. Aku bukanlah wanita murahan yang dapat sesuka hati mencari kepuasan.

tetapi di sisi lain, aku merasakan suatu desakan dalam diriku sendiri. Suatu keinginan yang begitu kuat, meletup-letup tak terkendali.

Kian lama kian kuat desakannya. Tubuhku sampai berguncang hebat merasakan perang bathin ini. Aku tak tahu mana yang lebih kuat. Bukankah perasaan ini yang kuimpikan setiap malam?

Tanpa sadar dari bibirku meluncur desisan dan rintihan lembut. Meski sangat perlahan, bang Ruli dapat mendengarnya dan merasakan perubahan yang terjadi dari tubuhku. Memek Ku Dijilatin Kakak Ipar Enak Juga

Ia ersenyum penuh kemenangan. Ia nampak begitu yakin bahwa aku akan menyerah kepadanya. Bahkan kedua cekalan tangannya pada tanganku pun dilepaskan dan berpindah ke atas susu ku untuk meremasnya.

Ia sangat yakin aku tak akan berontak meski tanganku sudah terbebas dari cekalannya. Memang tak dapat dipungkiri keyakinan bang Ruli ini.

Aku sendiri tidak memanfaatkan terbebasnya tanganku untuk mendorong tubuhnya dari atasku. Aku malah menaruhnya di atas kepala bang Ruli yang bergerak bebas di atas dadaku.

Tanganku malah meremas rambutnya, menekan kepalanya ke atas dadaku. "bang udah. jangaann. ! " rintihku masih memintanya berhenti.

Oh sungguh munafik sekali diriku! Mulutku terus-terusan mencegah tetapi kenyataannya aka malah mendorongnya untuk berbuat lebih jauh lagi.

Akal sehatku sudah hilang entah kemana. Aku sudah tak ingat akan suamiku, kakakku, atau diriku sendiri. Yang kuingat hanyalah rangsangan dahysat akibat jilatan dan kuluman bibir bang Ruli di seputar putingku.

Tangannku menggerayang di atas punggungnya. Meraba-raba kekerasan otot-otot pejalnya. Aku semakin terbang melayang, membayangkan keperkasaannya. Inikah jawaban atas semua mimpi-mimpiku selama ini?

Haruskah semua ini kulakukan? Meski dgn kakak iparku sendiri? Apakah aku harus mengorbankan semuanya? Pengkhianatan pada suamiku? Kakakku? cuma untuk memuaskan keinginanku seorang?

Aakkhh. tidak. tidak! jeritku mengingat semua ini. "Akaangg. ! " jeritku lirih tak sadar memanggil namanya saat puting tete ku disedot kuat-kuat. Cerita seks Memek Ku Dijilatin Kakak Ipar Enak Juga

Aku menggelinjang kegelian. Sungguh nikmat sekali hisapan itu. Luar biasa. Kurasakan selangkanganku mulai basah, meradang. Tubuhku menggeliat-geliat bagai ular kepanasan mengimbangi permainan lidah dan mulut bang Ruli di susu ku yang terasa semakin menggelembung keras.

"Oohh Neng. bagus sekali susu knya. Akang suka sekali. mmpphh. wuihh. montok banget" komentar bang Ruli. Sebenarnya hatiku tak menerima ucapan-ucapan kotor yang keluar dari mulut bang Ruli.

Sepertinya aku ini wanita murahan, yang biasa mengobral tubuhnya cuma demi kepuasan lelaki hidung belang. tetapi perasaan itu akhirnya tertutup oleh kemahirannya dalam mencumbu diriku.

Tubuhku sepertinya menyambut hangat setiap kecupan hangat bibirnya. Badanku melengkung dan dadaku dibusungkan untuk mengejar kecupan bibirnya.

Nampaknya justru akulah yang menjadi agresif. Liar seperti kuda binal yang baru lepas kandang. "Mmpphh. Neng Sally.

jika saja Akang dari dulu tahu. Tentunya Neng nggak perlu lagi gelisah tiap malam sendirian. Akang pasti mau nemenin semalamam. " celoteh bang Ruli seakan tak tahu betapa malunya diriku mendengar ucapan itu.

Aku sudah tak perduli lagi dgn celotehan tak senonohnya. Aku sudah memutuskan untuk menikmati apa yang sedang kunikmati saat ini. Kudorong kepala bang Ruli ke bawah menyusur perutku.

Aku ingin merasakan seperti saat kubermimpi tadi. Rupanya bang Ruli mengerti keinginanku. dgn nafsu menggebu-gebu, ia mulai bergerak.

Kedua tangannya menelusup ke bawah tubuhku, mencekal pinggangku. Mengangkat pinggulku sedikit kemudian tangannya ditarik ke bawah meraih tepian celana dalamku dan memelorotkannya hingga terlepas dari kedua kakiku.

Aku mengikuti apa yang ia lakukan. Aku kini sudah terbebas. Pakaian tidurku entah sudah tercampak dimana. Tubuhku sudah telanjang bulat, tanpa sehelai benangpun yang menghalangi.

Memek Ku Dijilatin Kakak Ipar Enak Juga - Kulirik bang Ruli terbelalak memandangi ketelanjanganku. Ia seolah tak percaya dgn apa yang ada dihadapan matanya kini.

Gairahku seakan mau meletup melihat tatapan penuh pesona mata bang Ruli. bikin ku demikian tersanjung. Aku bangga dikarunia bentuk tubuh yang begitu indah.

Kedua dadaku membusung penuh, keras dan kenyal. Perutku ramping dan rata. Pinggulku memiliki lekukan yang indah dan pantatku bulat penuh, menungging indah.

Kedua kakiku panjang dan ramping. Mulai dari pahaku yang gempal dan bentuk betisku yang menggairahkan. Mungkin bang Ruli tak pernah mengira akan keindahan tubuhku ini karena memang sehari-hari aku selalu menggunakan pakaian yang tidak pernah menonjolkan lekukan tubuhku. Aku bisa membayangkan bagaimana terkagum-kagumnya bang Ruli ngeliat ku dalam keadaan

  • telanjang bulat. "Neng. kamu cantik sekali. Sempurna. oohh indah sekali. Mmhh. susu knya montok dan aakkhh. lebat sekali.
  • " puji bang Ruli tak henti-hentinya menatap selangkanganku yang dipenuhi bulu hitam lebat, kontras dgn warna kulitku yang putih bersih. Mataku melirik ke bawah melihat tonjolan keras di balik cawatnya.
  • Uugghh. kurasakan dadaku berdegub, selangkanganku berdenyut dan semakin membasah oleh gairah membayangkan batang keras dibalik cawatnya. Gede sekali dan panjang! Lenguhku dalam hati sambil menahan rangsangan hebat.
  • "Kaanngg. ngghh. jangan melihat in aja. Khan malu. " rengekku manja dgn gaya mulai bergenit-genit. Seakan baru tersadar dari keterpesonaannya, bang Ruli lalu mulai beraksi.
  • "Abisnya cantik sekali kamu sih, Neng" katanya kemudian seraya melepaskan cawatnya hingga ia pun kini sama-sama telanjang.
  • Kulihat batang peler nya yang keras itu meloncat keluar seperti ada pernya begitu lepas dari kungkungan cawatnya.
  • Mengacung tegang dgn gagahnya. Aku terbelalak ngeliat nya. Benar saja besar dan panjang. Kulihat otot-ototnya melingkar di sekujur batang itu. Aku sudah tak sabar ingin merasakan kekerasannya dalam genggamanku.
  • Terus terang baru kali ini aku melihat peler selain milik suamiku. Dan apa yang dimiliki bang Ruli bikin punya suamiku seperti milik anak kecil saja.
  • Lagi-lagi aku membanding-bandingkan. Buru-buru pikiran itu kubuang. Aku lebih suka menyambut kedatangan bang Ruli menindih tubuhku lagi.
  • Kini aku langsung menyambut hangat ciumannya sambil merangkulnya dgn erat. Ciuman bang Ruli benar-benar menghanyutkan. Aku dibuatnya bergairah.
Apalagi kurasakan gesekan peler yang keras di atas perutku semakin bikin gairahku meledak-ledak. bang Ruli lalu kembali menciumi susu ku. Kali ini kusodorkan dgn sepenuh hati.

Kurasakan hisapan dan remasannya dgn penuh kenikmatan. Tanganku mulai berani lebih nakal. Menggerayang ke sekujur tubuhnya, bergerak perlahan tetapi pasti ke arah batangnya.

Hatiku berdesir kencang merasakan batang nan keras itu dalam genggamanku. Kutelusuri mulai dari ujung sampai pangkalnya. Jemariku menari-nari lincah menelusuri urat-urat yang melingkar di sekujur batangnya.

Kukocok perlahan dari atas ke bawah dan sebaliknya. Terdengar bang Ruli melenguh perlahan. Kuingin ia merasakan kenikmatan yang kuberikan.

Ujung jariku menggelitik moncongnya yang sudah licin oleh cairannya. Lagi-lagi bang Ruli melenguh. Kali ini lebih keras.

Tiba-tiba saja ia membalikkan tubuhnya. Kepalanya persis berada di atas selangkanganku sementara miliknya persis di atas wajahku.

Kulihat batangnya bergelantungan, ujungnya menggesek-gesek mulutku. Entah dari mana keberanianku muncul, mulutku langsung menangkap peler nya. Kukulum pelan-pelan.

Sesungguhnya aku tak pernah melakukan hal ini kepada suamiku sebelumnya. Aku tak mengerti kenapa aku bisa berubah menjadi binal, tak ada bedanya dgn perempuan-perempuan nakal di jalanan.

namun aku tak peduli. Aku ingin merasakan kebebasan yang sebenar-benarnya. Kuingin semua naluriku melampiaskan fantasi-fantasi liar yang ada dalam diriku. Kuingin menikmati semuanya.

bang Ruli tak mau kalah. Lidahnya menjulur menelusuri garis memanjang bibir kemaluanku. Aku terkejut seperti terkena listrik.

Tubuhku bergetar. Kurasakan darahku berdesir kemana-mana. Lidah bang Ruli bermain lincah. Menjilat, menusuk-nusuk, menerobos rongga rahimku. Aku seperti melayang-layang di atas awan.

Ini merupakan pengalaman yang luar biasa selama hidupku. Aku tak pernah merasakan dijilati seperti itu sebelumnya. Nikmatnya sungguh tak terkira. Pinggulku tak bisa diam,

mengikuti kemana jilatan lidah bang Ruli berada. Tubuhku seperti dialiri listrik berkekuatan tinggi. Gemetar menahan desakan kuat dalam tubuhku.

Rasanya aku tak tahan menerima kenikmatan ini. Perutku mengejang. Kakiku merapat, menjepit kepala bang Ruli. Seluruh otot-ototku menegang.

Jantungku serasa berhenti. Aku berkutat sekuat tenaga sampai akhirnya ku tak mampu lagi dan langsung melepaskannya diiringi jeritan lirih dan panjang.

Tubuhku menghentak berkali-kali mengikuti semburan cairan hangat dari dalam liang memek ku. Aku terhempas di atas ranjang dgn tubuh lunglai tak bertenaga.

Puncak kenikmatan yang kucapai kali ini sungguh luar biasa dan dahysat. Aku merasa telah terbebas dari sesuatu yang sangat menyesakan dada selama ini.

"Oohh. Kaanngg. ngghh. enak sekali. " rintihku tak kuasa menahan diri. Aku sendiri tak sadar dgn apa yang kuucapkan.

Sungguh memalukan sekali pengakuan atas kenikmatan yang kurasakan saat itu. Aku tak ingin bang Ruli menilai rendah diriku.

Ku tak ingin ia tahu aku sangat menikmati cumbuannya. Kulihat bang Ruli tersenyum di bawah sana. Ia merasa sudah mendapatkan kemenangan atas diriku.

Ia bangga dgn kehebatannya bercinta hingga mampu bikin ku orgasme lebih dulu. Aku tak bisa berbuat banyak, karena harus kuakui bahwa diriku sangat membutuhkannya saat ini.

Membutuhkan apa yang sedang kuggengam dalam tanganku. Benda yang tentunya akn memberikan kenikmatan yang lebih dari yang kudapatkan barusan.

Tanpa sadar jemariku meremas-remas kembali batang peler nya. Kukocok perlahan dan kumasukan ke dalam mulutku. Kukulum dan kujilat-jilat.

Kurasakan bang Ruli meregang, merintih kenikmatan. Aku tersenyum ngeliat nya seperti itu. Aku ingin ia merasakan kenikmatan pula.

Kenikmatan yang akan bikin nya memohon-mohon padaku. Kulumanku semakin panas. Lidahku melata-lata liar di sekujur batangnya. Aku bertekad untuk mengeluarkan sperma nya secepat mungkin.

Terdengar suara selomotan mulutku. bang Ruli merintih-rintih keenakan. Rasain, runtukku dalam hati dan mulai tak sabar ingin melihat sperma nya menyembur keluar.

Di atas tubuhku, bang Ruli menggerakan pinggulnya seolah sedang bersenggama, cuma saja saat itu peler nya menancap dalam mulutku.

Kuhisap, kusedot kuat-kuat. Ia masih bertahan. Aku kembali berusaha namun nampaknya ia belum memperlihatkan tanda-tanda. Aku sudah mulai kecapaian.

Mulutku terasa kaku. Sementara gairahku mulai bangkit kembali. Liang memek ku sudah mulai mengembang dan basah kembali, sedangkan peler bang Ruli masih tegang dan gagah perkasa.

Bahkan terasa lebih keras. "Udah Neng. Ganti posisi aja. " kata bang Ruli kemudian seraya membalikkan tubuhnya dalam posisi umumnya ngentot.

bang Ruli memang piawai dalam bercinta. Ia tidak langsung menancapkan peler nya ke dalam memek ku, namun digesek-gesekan dulu di sekitar bibir kemaluanku.

Ia sepertinya sengaja melakukan itu. Kadang-kadang ditekan seperti akan dimasukan, namun kemudian digeserkan kembali ke ujung atas bibir kemaluanku menyentuh kelentitku.

Kepalanya digosok-gosokan. Aku menjerit lirih saking keenakan. Ngilu, enak dan entah apa lagi rasanya. "Kaangg. aduuhh. udah bang! Sshh.

mmppffhh. ayoo bang. masukin aja. nggak tahan! " pintaku menjerit-jerit tanpa malu-malu. Aku sudah tak memikirkan lagi kehormatan diriku.

Rasa gengsi atau apapun. Yang kuinginkan sekarang adalah ia segera mengisi kekosongan liang memek ku dgn peler nya yang besar dan panjang.

Aku nyaris mencapai orgasme leagi cuma dgn membayangkan betapa nikmatnya peler sebesar itu mengisi penuh liang memek ku yang rapat. "Udah nggak tahan ya,

Neng" candanya sehingga bikin ku blingsatan menahan nafsu. Kurang ajar sekali bang Ruli ini. Ia tahu aku sudah dalam kendalinya jadi bisa mempermainkan perasaanku semau-maunya.

Aku gemas sekali ngeliat nya menyeringai seperti itu. Di luar dugaannya, aku langsung menekan pantatnya dgn kedua tanganku sekuat tenaga. bang Ruli sama sekali tak menyangka hal ini.

Ia tak sempat menahannya. Maka tak ayal lagi batang peler nya melesak ke dalam liang memek ku.

Aku segera membuak kedua kakiku lebar-lebar, memberi jalan seleluasa mungkin bagi peler nya. Aku berteriak kegirangan dalam hati, akhirnya peler bang Ruli berhasil masuk seluruhnya.

Meski cukup menyesakkan dan bikin liang memek ku terkuak lebar-lebar, namun aku puas dan lega karena keinginanku tercapai sudah.

Kulihat wajah bang Ruli terbelalak tak menyangka akan perbuatanku. Ia melirik ke bawah melihat seluruh peler nya terbenam dalam liangku. Aku tersenyum menyaksikannya.

Ia balas tersenyum, "Kamu nakal ya. " katanya kemudian. "Awas, entar Akang membuat kamu mati keenakan. " "Mau doongg.

" jawabku dgn genit sambil memeluk tubuh kekarnya. bang Ruli mulai menggerakan pinggulnya. Pantatnya kulihat naik turun dgn teratur.

Kadang-kadang digeol-geolkan sehingga ujung peler nya menyentuh seluruh relung-relung memek ku. Aku turut mengimbanginya. Pinggulku berputar penuh irama.

Bergerak patah-patah, kemudian berputar lagi. Goyangan ini timbul begitu saja dalam benakku. Mungkin terlalu sering nonton penyanyi dangdut bergoyang di panggung.

tetapi efeknya sungguh luar biasa. bang Ruli tak henti-hentinya memuji goyangan memek ku. Ia bilang belum pernah merasakan goyangan sehebat ini.

Aku tambah bergairah. Pinggulku terus bergoyang tanpa henti sambil mengedut-edutkan otot memek ku sehingga bang Ruli merasakan peler seperti diemut-emut. "Akkhh Neengg.

eennaakkhh. , hebaathh. uugghh. " erangnya berulang-ulang. bang Ruli mempercepat irama tusukannya. Kurasakan batang peler besar itu keluar masuk liang memek ku dgn cepatnya.

Aku imbangi dgn cepat pula. Kuingin bang Ruli lebih cepat keluar. Aku ingin bikin nya KO! kita saling berlomba, berusaha saling mengalahkan.

Kuakui permainan bang Ruli memang luar biasa. Mungkin jika aku belum sempat orgasme tadi, tentunya aku sudah keluar duluan.

Aku tersenyum melihat bang Ruli nampak berusaha keras untuk bertahan, padahal sudah kurasakan tubuhnya mulai mengejang-ngejang. Aku berpikir ia akan segera tumpah.

Pinggulku meliuk-liuk liar bak kuda binal. Demikian pula bang Ruli, pantatnya mengaduk-aduk cepat sekali. Semakin bertambah cepat, sudah tidak beraturan seperti tadi.

Aku terperangah karena tiba-tiba saja terasa aliran kencang berdesir dalam tubuhku. Akh. nampaknya aku sendiri tidak tahan lagi.

memek ku terasa merekah semakin lebar, kedua ujung putting tete ku mengeras, mencuat berdiri tegak. Mulut bang Ruli langsung menangkapnya, menyedotnya kuat-kuat.

Menjilatinya dgn penuh nafsu. Aku membusungkan dadaku sebisa mungkin dan oohh. rasanya aku tak kuat lagi bertahan.

"bang Ruli! Cepet keluarin juga. ! " teriakku sambil menekan pantatnya kuat-kuat agar mendesak selangkanganku. Beberapa detik kemudian aku segera menyemburkan sperma ku di susul kemudian oleh semprotan cairan peju hangat dan kental menyirami seluruh liang memek ku. Kontol bang Ruli bergetar keras. Ia peluk diriku erat-erat. Aku balas memeluknya.

kita lalu bergulingan di ranjang merasakan kenikmatan puncak permainan cinta ini dgn penuh kepuasan. kita merasakannya bersama-sama.

kita sudah tidak memperdulikan tubuh kita yang sudah basah oleh peluh keringat, bantal berjatuhan ke lantai. Sprei berantakan tak karuan, terlepas dari ikatannya.

Eranganku, jeritan nikmatku saling bersahutan dgn geramannya. Kedua kakiku melingkar di seputar pinggangnya. Aku masih merasakan kedutan-kedutan batang peler bang Ruli dalam memek ku.

Semenjak peristiwa di malam itu, aku dan bang Ruli selalu mencari kesempatan untuk melakukannya kembali. Ia memang seorang lelaki yang benar-benar jantan.

Begitu perkasa. Aku harus akui ia memang sangat pandai memuaskan wanita kesepian seperti diriku. Ia selalu hadir dalam dekapanku dgn gaya permainan yang berlainan.

Aku tidak penah bosan melakukannya, selalu ada yang baru. Salah satu diantaranya, yang juga merupakan gaya favoritku, ia berdiri sambil memangku tubuhku.

Kedua kakiku melingkar di pinggangnya, tanganku bergelayut di lehernya agar tak terjatuh. Selangkanganku terbuka lebar dan batang peler nya menusuk dari bawah.

Aku bergelayutan seperti dalam ayunan mengimbangi tusukan peler nya. bang Ruli melakukan semua itu sambil berjalan mengelilingi kamar dan baru berhenti di depan cermin.

Saat kumenoleh kebelakang aku bisa melihat bayangan pantatku bergoyang-goyang sementara peler nya tampak keluar masuk memek ku.

Sungguh asyik sekali permainan dalam gaya ini. namun perselingkuhanku dgn bang Ruli berlangsung tak begitu lama. Aku sudah sangat ketakutan semua ini suatu saat terungkap.

Makanya aku memutuskan untuk pindah dari kampungku agar tidak bertemu lagi dengannya. Terus terang saja, setelah kejadian itu, justru akulah yang sering memintanya untuk datang ke kamarku malam-malam.

Aku tak pernah bisa menahan diri. Apalagi jika sudah ngeliat nya bercanda mesra dgn kakakku. Pernah suatu kali aku penasaran untuk mengintip mereka bercinta di kamarnya.

Aku kebingungan sendiri sampai akhirnya lari ke kamar dan melakukannya sendiri hingga aku mencapai kenikmatan karena menunggu bang Ruli jelas tak mungkin karena istrinya ada di rumah.

Keadaan ini jelas tak mungkin berlangsung terus menerus, selain akan terungkap, akupun rasanya akan menderita harus bertahan seperti ini.

dgn berat hati akhirnya aku pindah ke kota. Kujual semua hartaku, termasuk rumah tinggal, sawah dan ternak-ternak milikku untuk modal nanti di kehidupanku yang baru. Kecuali mobil karena kuanggap akan sangat berguna sebagai alat transportasi untuk menunjang kegiatanku nanti.
memek Ku Dijilatin Kakak Ipar enak juga, cerita seks, cerita dewasa, seks selingkuh, istri nakal, istri binal


Memek Ku Dijilatin Kakak Ipar Enak Juga cerita seks dewasa , memek Ku Dijilatin Kakak Ipar enak juga, cerita seks, cerita dewasa, seks selingkuh, istri nakal, istri binal Memek Ku Dijilatin Kakak Ipar Enak Juga sex,istri binal nakal , memek Ku Dijilatin Kakak Ipar enak juga, cerita seks, cerita dewasa, seks selingkuh, istri nakal, istri binal, cerita seks dewasa
Memek Ku Dijilatin Kakak Ipar Enak Juga
Memek Ku Dijilatin Kakak Ipar Enak Juga, cerita seks , Memek Ku Dijilatin Kakak Ipar Enak Juga, cerita seks, cerita dewasa, seks selingkuh, istri nakal, istri binal, istri doyan kontol orang lain selain kontol suami, kisah porno, kisah sex bokep, sex, Memek Ku Dijilatin Kakak Ipar Enak Juga

10
205

Tags cerita dewasa paling populer di blog ini: cerita seks, Cerita Dewasa, 17 Tahun, sex, Ngentot, Memek, Istri, selingkuh, Kontol, Entot, Mama, gangbang, tante, threesome, ABG, Binal, sexy, toket, payudara.
Aktifkan javascript lalu tekan F5, untuk membuka halaman
meng-klik link cerita secara normal
dan membuka gambar lebih besar.
Cerita dewasa seks terpanas, update setiap hari cerita terbaru Cerita seks dewasa ngentot memek isteri, perek, bispak.
http://cerita-dewasa-terpanas.blogspot.com