Menantu Nakal Ngentot Papa Mertua Sambil Gendong Anak

Menantu Nakal Ngentot Papa Mertua Sambil Gendong Anak | Berdiri di depan pintu rumahku, menantu ku Varny yang sexy dan cantik, mendekatkan kepalanya ke arahku dan berbisik, “ kalau Papa mau entot saya nggak menolak. ” Dia memberiku sebuah kecupan ringan di pipi, dan berbalik lalu berjalan menyusul suami dan anaknya yang udah lebih dulu menuju ke mobil.


Donie menempatkan bayinya pada dudukan bayi itu, dan seperti biasanya, dia terlalu jauh untuk mendengar apa yang dibisikkan istrinya tercintanya terhadap Papa kandungnya.

Varny melenggang di jalan kecil depan rumah dengan riangnya bagai seorang gadis remaja yang menggoda. Donie gak tau ini juga, ini semua dilakukan istrinya cuma untukku Mungkin kalian mengira saya terlalu mengada-ada soal ini,

tapi kenyataannya apa yang Varny lakukan ini nggak cuma sekali ini aja. Dan sejak saya gak terlalu terkejut lagi, saya merasa ada sesuatu yang hilang kalau dia nggak melakukannya saat berkunjung ke rumahku.

saya merasa ada getaran pada peler ku, dan sebagai seorang lalaki biasa yang masih normal, pikiran ‘andaikan ' yang wajar menurutku pasti hadir di benakku.

Varny adalah seorang cewek yang bertubuh mungil, tapi meskipun begitu ukuran badan nya tersebut gak bisa menutupi daya tarik seksualnya. Sosoknya tampak tepat dalam ukurannya sendiri.

Dia mempunyai rambut hitam pekat yang dipotong sebahu, dia sering mengikatnya dengan bandana. Dia memiliki energi dan keuletan yang sepengetahuanku gak dimiliki orang lain.

Menantu Nakal Ngentot Papa Mertua Sambil Gendong Anak

Menantu Nakal Ngentot Papa Mertua Sambil Gendong Anak, Cerita seks dewasa, peler papa entot memek mantu genit binal
Menantu Nakal Ngentot Papa Mertua Sambil Gendong Anak | Klik foto untuk memperbesar gambar
Sebuah keindahan nan elok jika mau mendiskripsikan nya. Dia pasti sibuk, pasti tampak seakan dikejar waktu tapi tetap tampak manis. Dia masuk dalam kehidupan keluarga kita sejak dua tahun lalu,

tapi dengan cepat udah tampak sebagai anggota keluarga kita sekian lamanya. Donie bertemu dengannya saat masih kuliah di tahun pertama. Varny baru aja lulus SMU,

mendaftar di kampus yang sama dan ikut kegiatan orientasi mahasiswa baru. Kebetulan Donie yang bertugas sebagai pengawas dalam kelompoknya Varny. Seperti yang sering mereka bilang,

cinta pada pandangan pertama. Mereka menikah di usia yang terbilang muda, Donie 23 tahun dan Varny 19 tahun.

Setahun kemudian bayi pertama mereka lahir. saya ingat waktu itu kebahagian terasa sangat menyelimuti keluarga kita. Suasana saat itu semakin bikin kita dekat.

Menantu Nakal Ngentot Papa Mertua Sambil Gendong Anak

Varny mempunyai selera humor yang sangat bagus, sll tersenyum riang, dan juga menyukai bola. Dia sering tampak bercanda dengan Donie, mereka benar-benar pasangan serasi.

Dia pasti memberi semangat pada Donie yang memang memerlukan hal itu. Donie dan Varny sering berkunjung kemari, membawa serta bayi meraka.

Mereka sudah mengontrak rumah sendiri, meskipun gak terlalu besar. saya pikir mereka merasa jika saya membutuhkan seorang teman, krn saya seorang lelaki tua yang akan merasa kesepian kalau mereka gak sering berkunjung.

Disamping itu, saya memang sendirian di rumah tuaku yang besar, dan saya yakin mereka suka bila berada disini, dibandingkan rumah kontrakannya yang sempit.

Ibunya Donie sudah meninggal krn kanker sebelum Varny masuk dalam kehidupan kita. Sebenarnya, tanpa mereka, saya benar-benar akan jadi orang tua yang kesepian.

saya masih sangat merindukan isteriku, dan bila saya terlalu meratapi itu, saya pikir, kesepian itu akan memakanku.

Tapi pekerjaanku di perkebunan serta kunjungan mereka, sudah menyibukkanku. Terlalu sibuk untuk sekedar patah hati, dan terlalu sibuk untuk mencari cewek untuk mengisi sisa hidupku lagi.

saya gak terlalu memusingkan kerinduanku pada sosok cewek. gak terlalu. Bayi mereka lahir, dan menjadi penerus keturunan keluarga kita.

kita sangat menyayanginya. Dan kehidupan terus berjalan, Donie melanjutkan pendidikannya untuk gelar MBA, dan Varny bekerja sebagai Teller di sebuah Bank swasta.

Kunjungan mereka padaku gak berubah sedikitpun, cuma bedanya sekarang mereka sering membawa beberapa bingkisan juga. Tentu aja, diasamping itu juga perlengkapan bayi,

beberapa popok, mainan dan makanan bayi. Beberapa bulan lalu Varny dan bayi mereka datang saat Donie masih di kelasnya.

Dia duduk disana menggendong bayinya di lengannya. Dia sedang berusaha untuk menidurkan bayinya. saya gak tahu caranya, tapi pemandangan itu entah bagaimana sudah menggelitik kehidupan seksualku.

“Ngomong-omong kapan Papa akan segera menikah lagi? ” dia bertanya dengan getaran pada suaranya. “saya gak tahu.

Cerita Sex Menantu Nakal Ngentot Papa Mertua Sambil Gendong Anak

saya kelihatannya belum terlalu membutuhkan kehadiran seorang cewek dalam hidupku. Lagipula, saya sudah memiliki kalian yang menemaniku.

” “saya nggak bicara tentang teman. saya sedang bicara soal seks. ” matanya mengedip kearahku saat dia bicara.

“Apa? ” “Papa tahu, seks. ” dia hampir aja tertawa sekarang. “Ketika seorang lelaki dan cewek udah telanjang dan memainkan bagiannya masin-masing?

” “Ya, saya tahu seks, ” saya membela diri. “Lagipula kamu pikir darimana suamimu berasal? ” “Yah, saya cuma khawatir jika Papa udah melupakannya.

Maksudku, apa Papa gak merindukan hal itu? ” “Terima kasih atas perhatianmu, tapi saya udah terlalu tua untuk hal seperti itu.

” “Hei! Lelaki gak pernah bosan dengan hal itu. Setidaknya begitulah dengan putramu. ” “Anakku jauh lebih muda dariku, dan dia mempunyai seorang istri yang cantik.

” “Terima kasih, tapi saya masih tetap menganggap Papa membutuhkannya, ” dia menekankan suaranya pada kata ‘Papa’.

“Terima kasih udah ngobrol, ” kataku, masih terdengar sengit. Ada sedikit jeda pada perbincangan itu, saat dia masih menekan kehidupan seksualku.

saya pikir bukanlah urusannya untuk mencampuri hal itu meskipun kadang saya membayangkannya juga. Dia pandang bayinya, yang akhirnya tertidur, dan memberinya sebuah senyuman rahasia,

sepertinya mereka berdua akan berbagi sebuah rahasia besar. Masih memandangnya, tapi dia berbicara padaku, “ kalau Papa mau saya nggak menolak.

” “Apa! ? ” “saya serius. ” Varny menatapku. “ kalau Papa ingin saya Papa adalah seorang lelaki yang tampan. Papa membutuhkan seks.

Disamping itu, saya bersedia, kan? ” saya pikir dia sedang bercanda. Tapi cewek yang menggoda ini nggak sedang main-main.

Tapi tetap aja gak mungkin saya melakukannya dengan istri dari anak kandungku sendiri. “Terima kasih atas tawarannya, tapi kupikir saya akan menolak tawaranmu.

” suaraku terdengar penuh dengan keraguan saat mengucapkannya. Varny mencibirkan bibir bawahnya, saya gak bisa menduga apa yang sedang dirasakannya. Dia tetap tampak menawan,

dan saya merasa Donie sangat beruntung. Dia bicara dengan pelan. “Dengar, Donie gak akan tahu. Maksudku, saya gak akan mengatakannya jika Papa juga menjaga rahasia.

Dan bukan berarti saya menawarkan diriku pada setiap lelaki yang kutemui. saya bukan cewek seperti itu dan saya bisa mengatur agar sering berkunjung kemari.

Dan saya tahu Papa menganggapku cukup menarik kan, sebab saya sering melihat Papa memandangi pantatku. ” saya gak mungkin menyangkalnya. Varny mungkin gak terlalu tinggi,

tapi dia memiliki bongkahan pantat yang indah diatas kedua kakinya. “Ya, kamu memang memiliki pantat yang indah.

Tapi itu bukan berarti jika saya mau berselingkuh dengan menantuku sendiri. ” Dia berhenti sejenak, tapi Varny kelihatannya gak akan menyerah begitu aja.

“Yah, tapi jangan lupa. “ kalau Papa mau saya nggak menolak. ” Dan itulah awal dari semua ini.

Seiring minggu yang berlalu, entah di sengaja atau nggak, dia seakan berusaha untuk menggodaku, bikin puting tete snya menyentuh dadaku saat dia menyerahkan bayinya padaku untuk ku gendong.

Atau dia masukkan jarinya di mulutnya saat Donie gak melihat , dan menghisapnya dengan pandangan penuh kenikmatan ke arahku.

Suatu waktu dia duduk di lantai dengan kaki menyilang dan sedang bermain dengan bayinya, dia memandangku tepat di mata, tersenyum, dan menyentuh pangkal paha di balik celana jeansnya.

saya gak akan melupakan hal itu. Dan dia entah bagaimana pasti menemukan cara untuk berduaan denganku walaupun sesaat, dan dia memberiku ciuman singkat yang penuh gairah,

tepat di bibir. Itu semua dilakukannya berulang-ulang. “ kalau Papa mau saya nggak menolak, ” dia berbisik di belakang Donie saat suaminya itu sedang memasukkan DVD pada player.

“ kalau Papa mau saya nggak menolak, ” dia berbisik saat mendekat untuk menyodorkan minuman padaku. “ kalau Papa mau saya nggak menolak,

” dia membisikkannya setiap kali dia berpamitan. Dan sekarang, saya bukanlah terbuat dari batu, dan saya gak akan bilang tingkah lakunya itu nggak memberikan pengaruh terhadapku.

Varny sangat manis dan mungil, dan meskipun sesudah melahirkan bayi pertamanya gak bikin badan nya berubah seperti kebanyakan cewek.

Dia tetap langsing, dan manis, dan dia menawarkan dirinya untuk kumiliki. Tapi saya gak akan memulai langkah pertama untuk tidur dengan menantuku sendiri,

gak perduli semudah apapun itu. Setidaknya itulah yang tetap kukatakan pada diriku sendiri. Beberapa minggu yang lalu kita semua berkumpul di rumahku untuk melihat pertandingan bola.

saya mengambil beberapa kaleng minuman dan sedang berada di dapur untuk menyiapkan beberapa makanan ringan saat Varny muncul dari balik pintu itu.

“Hai! ” sapanya, membuka pintu dan masuk ke dapur. “Papa udah siap untuk pertandingan nanti? ” “Hampir.

saya sedang bikin makanan untuk keluarga kecil kita, dan saya punya beberapa wortel untuk cucuku. saya pikir dia akan suka dan warnanya sama dengan kesebelasan yang akan bertanding nanti,

kan? Varny tertawa dan berkata. “saya rasa dia gak akan perduli. Disamping itu bukankah ada hal lain yang lebih baik yang bisa Papa kerjakan untukku?

” “Jangan menggodaku. saya seorang kakek dan saya akan lakukan apa yang menurutku akan disukai oleh cucuku.

” saya memandangnya. Varny berdiri di sana memakai bandana merah kesukaannya diatas rambutnya yang sebahu. Dia memakai kaos yang sedikit ketat yang bahkan gak sampai ke pinggangnya,

dan pusarnya mengedip padaku dibalik kaosnya. Kancing jeansnya bikin nya kelihatan seperti anak-anak diera bunga tahun 60an, dan dia memakai sandal dengan bagian bawah yang tebal yang menjadikannya lebih tinggi sepuluh centi.

Kuku kakinya dicat merah senada dengan lipstiknya, dan itu menjadi tampak dengan sangat menarik dibalik denimnya. Dia pasti suka mengenakan perhiasan,

dan dia memakainya pada leher, telinga, pergelangan tangan dan bahkan di jari kakinya. Dia bikin ku berandai-andai kalau aja saya masih remaja,

  • jadi saya dapat memacari gadis sepertinya. Mungkin suatu waktu nanti saya harus pergi ke kampus dan mencari gadis-gadis.
  • Khayalanku terhenti saat sadar jika Donie dan bayinya nggak mengikutinya masuk. “Mana anggota keluargamu yang lainnya? ” saya bertanya mau tahu.
  • “Mereka akan segera datang. Donie pergi ke toko perkakas untuk membeli peralatan mesin cuci yang rusak. Dia mau membawa serta anaknya.
  • ‘Perjalanan ke toko perkakas yang pertama bersama Papa’ kurasa yang dikatakannya padaku. ” dia tersenyum. “Apa Papa mempermasalah kan saat pertama kalinya mengajak Donie ke toko perkakas?
  • ” “saya gak ingat, ” saya berkata dengan garing. Varny mendekat padaku, dan menaruh tangannya melingkari leherku.
  • “Ini kesempatan Papa. kalau Papa mau saya nggak menolak. ” Varny memandangku tepat di mata dan mengangkat badan nya dan menciumku lama dan liar.
  • saya mau mendorongnya, tapi saya gak tahu dimana saya harus menaruh tanganku. saya gak mau menyentuh pinggang telanjang itu, dan kalau saya menaruh tanganku di dadanya saya pasti akan menyentuh puting tete nya.
  • Saat saya masih terkejut dan bingung, saya temukan diriku menikmati ciumannya. Ini udah terlalu lama, dan saya merasa sudah lupa akan rasa lapar yang mulai tumbuh dalam diriku.
  • Akhirnya saya menghentikan ciuman itu dan mundur dan melepaskan tangannya dari leherku. “Kita gak bisa melakukannya. ” saya mencoba menyampaikannya dengan lembut,
  • tapi saya takut itu kedengaran seperti rajukan. “Ya kita bisa. ” Varny kembali menaruh lengannya di leherku dan mengarahkan bibirku ke arahnya.
Ada gairah yang lebih lagi dalam ciuman kali ini, dan akhirnya penerimaanku. Kali ini saat kita berhenti, ada sedikit kekurangan udara diantara kita berdua,

dan saya semakin merasa sedikit bimbang. Varny memandangku dengan binar di matanya dan sebuah senyuman di bibirnya.

“Papa menginginkan ku. saya bisa merasakannya. Papa gak mendapatkan cewek setahun belakangan ini, dan Papa gak mempunyai tempat untuk melampiaskannya. Dan saya menginginkan Papa.

Jadi tunggu apa lagi ” Pada sisi ini saya gak bisa berkomentar. saya menginginkan nya. Tapi saya gak dapat meniduri menantuku,

bisakah saya? Tapi saya menginginkan dia. saya merasa pertahananku melemah, dan saat Varny menciumku lagi, saya jadi sedikit terkejut saat sadar diriku membalas ciumannya dengan rakus.

“Mm. Itu lebih baik, ” katanya saat kita berhenti untuk mengambil nafas. Varny menarik tangannya dari leherku dan mulai melepaskan kancing celanaku saat menciumku kembali lalu dia mundur.

Jadi dia bisa melihat saat dia melepaskan kancing jeansku, menurunkan resletingnya, dan merogoh ke dalam untuk mengeluarkan peler ku.

saya terkejut saat tampak jadi keliatan lebih besar di genggaman tangannya yang kecil. Setahun udah gak disentuh oleh cewek , dan bereaksi dengan cepat,

menjadi keras dan cairan pre-cumnya keluar saat dia mengocoknya dengan lembut. Varny mundur dan duduk. Saat kepalanya turun, dia menempatkan bibirnya di pangkal peler ku yang basah.

“saya rasa saya menyukai bentuknya, ” bisiknya sambil menatap mataku. Lalu kemudian dia membuka mulutnya dan dengan perlahan memasukkan peler ku ke dalam mulutnya.

Ke dalam dan lebih dalam lagi peler ku masuk dalam mulutnya yang lembut, hangat dan basah, dan saya merasa berada di dalam memek yang basah dan kenyal saat lidahnya menari di peler ku.

Akhirnya saya merasa sudah berada sedalam yang ku bisa, bibirnya menyentuh rambut kemaluanku dan kepala peler ku berada entah di mana jauh di tenggorokannya.

zakar ku tanpa terasa mengejang, dan pinggangku bergerak berlawanan arah dengannya, dan bersiap untuk menyetubuhi wajahnya. Tapi Varny perlahan menjauhkan mulutnya dariku,

menimbulkan suara seperti sedang mengemut permen. Saat dia bangkit untuk menciumku lagi, saya mengarahkan tanganku diantara pahanya.

saya gosok jeansnya dan dia menggeliat karenanya. “Mm, itu pasti nikmat, ” katanya. “Tapi biar saya bikin nya jadi lebih mudah.

” Varny melepaskan kancing celananya dan menurunkan resletingnya, memperlihatkan celana dalam katunnya yang bergambar beruang kecil. Diturunkannya celananya dan melepaskannya dari badan nya.

kita melihat ke bawah pada area gelap dibawah sana dimana kecewekannya bersembunyi, dan kemudian saya sentuh perutnya yang kencang dan terus menurunkan celana dalamnya.

Varny mengerang dalam kenikmatan saat tanganku mencapai sasarannya dibalik celana dalamnya. vagina nya serasa selembut pantat bayi, dan saya sadar jika dia pasti sudah mencukurnya sebelum kemari.

Terasa basah dan licin oleh cairan kecewekannya dan bikin ku kagum krn itu gak menimbulkan bekas basah di luar jeansnya. Saat tanganku menyelinap dibalik bibir memek nya dan menyentuh klitorisnya yang mengeras,

dia memejamkan matanya dan menekan berlawanan arah dengan jariku. Varny menaruh salah satu tangannya di leherku dan mendorong kita untuk sebuah ciuman intensif berikutnya sedangkan tangannya yang lain mengocok peler ku dan tanganku terus bergerak dalam lubang basahnya. Saat kita

berhenti untuk bernafas, Varny mundur dan mengatakan sesuatu yang mengejutkan, “Donie datang. ” saya segera melepasnya dan menuju jendela.

Ya, mobil Donie tampak di jalan sedang menuju kemari. Varny pasti melihat nya dari balik bahuku saat kita saling mencumbui leher.

Tiba-tiba perasaan bersalah datang menerkam krn hampir aja ketahuan. saya gak percaya apa yang hampir aja kita lakukan.

Dengan tergesa-gesa saya kenakan kemabali celanaku, tapi Varny menghentikanku dan menangkap tanganku dan melanjutkan kocokannya. “Hei, nggak boleh.

gak semudah itu Papa boleh mengakhirinya. saya sudah menunggu terlalu lama untuk ini. ” “Tapi Donie hampir datang! Dia akan melihat kita!

” Varny mengeluarkan peler ku dan berjalan ke arah meja dapur. “Ini perjanjiannya, ” katanya. “saya gak akan mengadu pada Donie tentang apa yang baru aja kita lakukan jika Papa dapat dapat mengeluarkan seluruh peju Papa dalam memek ku sebelum

dia sampai kemari. ” Sambil berkata begitu, dia menurunkan celananya hingga lutut dan membungkuk di meja itu.

“Dia segera datang! ” hampir aja saya teriak. “nggak. ” Varny membentangkan kakinya sejauh celananya memungkinkan untuk itu dan dia memandangku lewat bahunya.

“Dia harus menggendong bayi dan mengeluarkan semua barangnya. Biasanya dia memerlukan beberapa menit. Sekarang kemarilah dan setubuhi saya.

” Varny sudah telanjang dari pinggang hingga kaki, dan dia memohon padaku agar segera memasukkan diriku dalam badan nya.

saya menatap dua lubang yang mengundang itu. Pantatnya begitu kencang dan saya gak terusik saat melihat lubang anusnya yang berkerut kemerahan,

dan di bawahnya, bibir memek nya yang merah, tampak mengkilap basah. Kakinya gak sejenjang model, tapi lebih kecil dan terasa pas,

dan saya membayangkan bercinta dengannya beberapa jam. Tangannya bergerak kebelakang diantara pahanya dan menempatkan tangannya pada memek nya.

Dengan dua jarinya dilebarkannya bibir memek nya hingga terbuka, dan saya dapat melihat lubang merah mudanya mengundang peler ku agar segera masuk.

“Ayo, ” katanya. “Ambil saya. ” saya gak tahu apa dia sedang bercanda saat mengatakannya. Donie atau bukan, rangsangan ini lebih dari cukup untuk mereguk birahinya.

saya melangkah ke belakang menantuku dan menempatkan peler ku di kecewekannya. Saat saya mendorong peler ku melewati lubang memek nya yang sempit,

saya dapat merasakan jari Varny menahan bibir madunya agar tetap terbuka, dan dia melenguh saat saya memegang pinggangnya dan memasukkan diriku padanya.

Varny sudah sangat basah hingga saya dengan mudah melewati memek mudanya yang sempit. saya mulai mengayunkan peler ku di dalamnya, sebagian didorong oleh nafsu akan tubuh menggairahkannya dan sebagian oleh rasa takut kalau Donie memergoki kita. Varny mengerang, dan saya

dapat merasakan jarinya menggosok kelentit dan bibir memek nya sendiri. Nafasnya mulai tersengal, dan sesudah beberapa goyangan dariku, dia segera orgasme.

Suara rengekan pelan keluar dari bibirnya saat dia mencengkeram pinggiran meja dengan kuat, dan letupan orgasmenya menggoncang kita berdua saat saya menghentaknya.

Itu cukup untuk menghantarku. saya gak berhubungan dengan cewek dalam setahun ini, dan saya belum pernah mendapatkan yang sepanas Varny. saya menahan nafas dan mendorong seluruh kontol ku ke dalam lobang memek nya yang masih sempit.

kita mematung, dan kemudian peju ku menyemprot dengan hebat jauh di dalam surganya. Serasa saya sudah mengguyurnya dengan peju yang panas dan berlebih.

Dia mengerang dalam nikmat, menggetarkan pantatnya di seputar peler ku saat saya ngecrot peju yang kental dalam memek menantu ku. Dia melemah seiring dengan habisnya peju ku,

dan kita akhirnya berhenti bergerak, kecuali untuk mengambil nafas. Takut Donie datang sebelum kita sempat melepaskan diri, saya keluarkan diriku dari badan nya dengan bunyi plop yang basah,

lalu mundur menjauh dan mengenakan celanaku. Varny masih tetap berbaring tertelungkup di atas meja merasakan kehangatan campuran cairan birahi kita, pantat telanjangnya masih tetap memanggilku.

saya lihat peju ku dan cairannya mulai meleleh keluar dari bibir memek nya. saya palingkan muka dan melihat Donie hampir sampai di pintu belakang,

bayi di tangan yang satu dan belanjaan di tangan lainnya. saya berbalik dan bilang pada Varny. ” Ayolah! ” kataku. “Kamu sudah dapatkan kemauanmu.

Dia hampir sampai kemari. ” Varny bangkit, tatapan matanya masih kelihatan linglung. Dia bergerak ke depanku, menjadikanku sebagai penghalang dari pandangan suaminya saat dia dengan tergesa-gesa memakai celananya.

“Apa kalian udah siap untuk pertandingannya? ” tanya Donie sambil membuka pintu. “Ya, ” saya menjawab dari balik punggungku saat saya diam untuk menghalangi Varny yang menaikkan resletingnya.

Sesudah dia selesai, saya segera berbalik untuk menyambut Donie. “Ini, ” katanya, menyodorkan bayinya padaku dan meletakkan belanjaannya diatas meja dapur.

“Urus ini, saya akan mengambil popok bayi. ” Donie melangkah ke pintu yang masih terbuka, dan saya menghampiri Varny.

Dia masih tampak sedikit linglung. “Hampir aja, ” kataku. “Sini, biar saya yang menggendongnya. ” saya berikan bayinya.

Varny memberiku pemandangan seraut wajah dari seorang cewek yang puas sehabis ngentot, dan memberiku ciuman hangat yang basah.

“Masih ada satu hal lagi yang harus kuketahui, ”katanya. “Apa itu? ” kalau saya mau, bisakah saya mendapatkannya besok? ” Dan dia melenggang begitu aja tanpa menunggu jawabanku yang cuma melongo bengong. Dia yakin jika akan bersedia
Menantu nakal, menantu ngentot papa mertua, ngewe memek mantu


Menantu Nakal Ngentot Papa Mertua Sambil Gendong Anak Cerita Sex, Menantu nakal, menantu ngentot papa mertua, ngewe memek mantu Menantu Nakal Ngentot Papa Mertua Sambil Gendong Anak cerita sex,Cerita Seks, Menantu nakal, menantu ngentot papa mertua, ngewe memek mantu, cerita seks dewasa
Menantu Nakal Ngentot Papa Mertua Sambil Gendong Anak
Menantu Nakal Ngentot Papa Mertua Sambil Gendong Anak, cerita seks , Menantu Nakal Ngentot Papa Mertua Sambil Gendong Anak, Cerita seks dewasa, peler papa entot memek mantu genit binal, kisah porno, kisah sex bokep, sex, Menantu Nakal Ngentot Papa Mertua Sambil Gendong Anak

10
205

Tags cerita dewasa paling populer di blog ini: cerita seks, Cerita Dewasa, 17 Tahun, sex, Ngentot, Memek, Istri, selingkuh, Kontol, Entot, Mama, gangbang, tante, threesome, ABG, Binal, sexy, toket, payudara.
Aktifkan javascript lalu tekan F5, untuk membuka halaman
meng-klik link cerita secara normal
dan membuka gambar lebih besar.
Cerita dewasa seks terpanas, update setiap hari cerita terbaru Cerita seks dewasa ngentot memek isteri, perek, bispak.
http://cerita-dewasa-terpanas.blogspot.com