Suamiku, Om Kamu Kontol nya Nakal Suka Masuk Memek Aku tuh

Suamiku, Om Kamu Kontol nya Nakal Masuk Memek Aku tuh | Aku baru menikah, krn suamiku belum punya rumah, kamu numpang di rumah om nya yang duda tanpa anak dan tinggal sendiri. Sebagai pengantin baru, tentunya aku dan suamiku lebih sering menghabiskan waktu di kamar.


Sayangnya suamiku ngga perkasa kalo di ranjang. Sering ditengah permainan, saat aku sedang nikmat2nya suamiku keok duluan.

Suatu sore, sepulang dari kantor, om lupa membawa kunci rumah. Dia rupanya mengetok pintu cukup lama namun aku ngga mendengarnya krn aku sedang di kamar mandi.

Ketika keluar dari kamar mandi, baru samar2 aku mendengar ketukan pintu. Siapa, pikirku sembari segera mengenakan kimono dari bahan handuk yang pendek,

sekitar 10 cm dibawah memek. Aku membukakan pintu. Om ternganga ngeliat kondisi aku yang baru selesai mandi.

Tinggi ku sekitar 167 cm. Rambutku tergerai sebahu. Wajah ku cantik dengan bentuk mata, alis, hidung, dan bibir yang indah, itu kata suamiku lo.

krn kimonoku pendek, maka paha dan betis ku keliatan dengan jelas. Kulitku kelihatan licin, dihiasi oleh rambut-rambut halus yang pendek. Pinggulku besar melebar.

Pinggangku kelihatan ramping. Sementara kimono yang menutupi dadaku belum sempat kuikat secara sempurna, menyebabkan belahan tete ku yang montok itu menyembul di belahan baju,

pentilku membayang di kimonoku. Aku belum sempat mengenakan bra. Leherku jenjang dengan beberapa helai rambut terjuntai. Sementara bau harum sabun mandi terpancar dari tubuhku.

Dari samping tete ku begitu menonjol dari balik kimonoku. Om berjalan mengikutiku menuju ruang makan. Pasti dia memperhatikan gerak tubuhku dari belakang.

Pinggulku yang besar itu meliuk ke kiri-kanan mengimbangi langkah-langkah kakiku. “Sori Nin, om lupa bawa kunci. Kamu terganggu mandinya ya”, katanya.

“Udah selesai kok om”, jawabku. Dia duduk di meja makan. Aku mengambilkan teh untuknya dan kemudian masuk ke kamar.

gak lama kemudian aku keluar cuma mengenakan daster tipis berbahan licin, tonjolan tete ku membusung. Aku ngga mengenakan bra, sehingga kedua pentilku keliatan jelas sekali tercetak di dasterku.

Aku mengambil toples berisi kue dari lemari makan. Pada posisi membelakanginya, pasti dia menatap tubuhku dari belakang.

Kita ngobrol ngalor ngidul soal macem2. Dia menatapku dari dekat tanpa rasa risih. Aku ngga menyadari bahwa belahan daster di dadaku mempertontonkan tete ku yang montok kala agak merunduk.

Akhirnya pembicaraan menyerempet soal sex. “Nin, kamu gak puas ya sama suami kamu”, kataku to the point.

Aku tertunduk malu, mukaku semu kemerahan. “Kok om tau sih”, jawabku lirih. “Om kan pernah denger kamu melenguh awalnya, cuma akhirnya mengeluh.

Suami kamu cepet ngecretnya ya”, katanya lagi. “Iya om, cepet banget keluarnya. Nina baru mulai ngerasa enak, dia udah keluar. Kesel deh jadinya,

kaya Nina cuma jadi pemuas napsunya aja”, aku mulai curhat. Dia cuma mendengarkan curhatanku saja. “Om, mandi dulu deh, udah waktunya makan.

Nina nyiapin makan dulu ya”, kataku mengakhiri pembicaraan seru. “Kirain Nina nawarin mau mandiin”, godanya. “Ih si om, genit”, jawabku tersipu.

Suamiku, Om Kamu Kontol Nya Nakal Masuk memek Aku Tuh

“Kalo Nina mau, om gak keberatan lo”, jawabnya lagi. Aku ngga menjawab cuma berlalu ke dapur, menyiapkan makan.

Sementara itu dia masuk kamarnya dan mandi. Selesai mandi, dia cuma memakai celana pendek dan kaos. Kelihatannya dia ngga mengenakan CD krn kontol nya yang ternyata ngaceng berat kelihatan jelas tercetak di celana pendeknya.

Aku diam saja ngeliat ngacengnya kontol nya dari luar celana pendeknya. Rupanya om terangsang ketika ngobrol seru sebelum dia mandi itu.

Ketika makan malem, kita ngobrol soal yang lain, aku berusaha ngga mengarahkan pembicaraan kearah yang tadi. namun om masih diabawah pengaruh napsu berahinya.

Dia menatapku dengan pandangan yang seakan2 mau menelanjangiku. Selesai makan, aku membereskan piring dan gelas. Sekembalinya dari dapur, aku terpeleset sehingga terjatuh.

Rupanya ada air yang tumpah ketika aku membawa peralatan makan ke dapur. Betis kanan ku membentur rak kayu.

“Aduh”, aku mengerang kesakitan. Dia segera menolongnya. Punggung dan pinggulku diraihnya. Dia membopong ku kekamarku. Dia meletakkan aku di ranjang. Belahan dasterku terbuka lebih lebar sehingga dia dapat dengan leluasa ngeliat kemontokan tete ku.

Aku berusaha meraih betisku yang terbentur rak tadi. Kulihat bekas benturan tadi bikin sedikit memar di betis ku.

Dia pun berusaha membantuku. Diraihnya betisku seraya diraba dan diurut bagian betis yang memar tersebut. “Pelan om, sakit”, erangku lagi. sembari terus memijit betisku,

dia memandang wajahku. Mataku akhirnya terpejam. Nafasku jadi teratur. Aku sudah tertidur. Mungkin krn lelah seharian membereskan rumah.

Mendadak aku terbangun krn om membuka dasterku. “Om, Nina mau diapain”, kataku lirih. Dia terkejut dan segera menghentikan aksinya.

Dia memandangi tubuh mulusku tanpa daster yang menghalanginya. Tubuh molekku sungguh membangkitkan birahi. tete yang besar membusung, pinggang yang ramping, dan pinggul yang besar melebar.

pentilku berdiri tegak. Rupanya selama aku tertidur, dia menggerayangi sekujur tubuhku sehingga naspunya gak terbendung lagi. Dia sudah bertelanjang bulat. Aku terkejut ngeliat kontol nya yang begitu besar dan panjang (dibandingkan dengan kontol suamiku) dalam keadaan sangat tegang. Napsuku bangkit juga ngeliat kontol nya, timbul hasratku untuk merasakan bagaimana nikmatnya kalo kontol besar itu menggesek keluar masuk memek ku. “Nin, om mau

ngasi kenikmatan sama kamu, mau enggak”, katanya perlahan sembari mencium tete ku yang montok. Aku diam saja, mataku terpejam.

Dia mengendus-endus kedua tete ku yang berbau harum sembari sesekali mengecupkan bibir dan menjilatkan lidahnya. pentil tete kananku dilahap ke dalam mulutnya.

Badanku sedikit tersentak ketika pentil itu digencet perlahan dengan menggunakan lidah dan gigi atasnya. “Om ”, rintihku, tindakannya membangkitkan napsuku juga.

Aku menjadi sangat ingin merasakan kenikmatan dientot, sehingga aku diam saja membiarkan dia menjelajahi tubuhku. Disedot-sedotnya pentil tete ku secara berirama.

Mula-mula lemah, lama-lama agak diperkuat sedotannya. Diperbesar daerah lahapan bibirnya. Kini pentil dan tete sekitarnya yang berwarna kecoklatan itu semua masuk ke dalam mulutnya.

Kembali disedotnya daerah tersebut dari lemah-lembut menjadi agak kuat. Mimik wajahku keliatan sedikit berubah, seolah menahan suatu kenikmatan.

Kedua tete ku yang harum itu diciumi dan disedot-sedot secara berirama. sembari terus menggumuli tete ku dengan bibir, lidah, dan wajahnya,

Cerita Sex Suamiku, Om Kamu Kontol Nya Nakal Masuk memek Aku Tuh

dia terus menggesek-gesekkan kontol di kulit pahaku yang halus dan licin. Dibenamkannya wajahnya di antara kedua belah gumpalan dada ku. Perlahan-lahan dia bergerak ke arah bawah.

Digesek-gesekkan wajahnya di lekukan tubuhku yang merupakan batas antara gumpalan tete dan kulit perutku. Kiri dan kanan diciumi dan dijilatinya secara bergantian.

Kecupan-kecupan bibir, jilatan-jilatan lidah, dan endusan-endusan hidungnya pun beralih ke perut dan pinggangku. Sementara gesekan-gesekan kepala kontol nya pindah ke betisku.

Bibir dan lidahnya menyusuri perut sekeliling pusarku yang putih mulus. Wajahnya bergerak lebih ke bawah. Dengan nafsu yang menggelora dia memeluk pinggulku secara perlahan-lahan.

Kecupannya pun berpindah ke CD tipis yang membungkus pinggulku. Ditelusurinya pertemuan antara kulit perut dan CD, ke arah pangkal paha. Dijilatnya helaian-helaian rambut jembutku yang keluar dari CDku.

Lalu diendus dan dijilatnya CD pink itu di bagian belahan bibir memek ku. Aku makin terengah menahan napsuku, sesekali aku melenguh menahan kenikmatan yang kurasakan.

Dia bangkit. Dengan posisi berdiri di atas lutut dikangkanginya tubuhku. kontol nya yang tegang ditempelkan di kulit tete ku.

Kepala kontol digesek-gesekkan di tete ku yang montok itu. sembari mengocok batangnya dengan tangan kanannya, kepala kontol nya terus digesekkan di tete ku,

kiri dan kanan. Setelah sekitar dua menit dia melakukan hal itu. Diraih kedua belah gumpalan tete ku yang montok itu. Dia berdiri di atas lutut dengan mengangkangi pinggang ramping ku dengan posisi badan sedikit membungkuk.

kontol nya dijepitnya dengan kedua gumpalan tete ku. Perlahan-lahan digerakkannya maju-mundur kontol nya di cekikan kedua tete ku.

Di kala maju, kepala kontol nya keliatan mencapai pangkal leherku yang jenjang. Di kala mundur, kepala kontol nya tersembunyi di jepitan tete ku.

Lama-lama gerak maju-mundur kontol nya bertambah cepat, dan kedua tete ku ditekannya semakin keras dengan telapak tangannya agar jepitan di kontol ku semakin kuat.

Dia pun merem melek menikmati enaknya jepitan tete ku. Akupun mendesah-desah tertahan, “Ah h h ah ” kontol nya pun mulai melelehkan sedikit cairan.

Cairan tersebut membasahi belahan tete ku. Gerakan maju-mundur kontol nya di dadaku yang diimbangi dengan tekanan-tekanan dan remasan-remasan tangannya di kedua tete nya,

menyebabkan cairan itu menjadi teroles rata di sepanjang belahan dadaku yang menjepit kontol ku. Cairan tersebut menjadi pelumas yang memperlancar maju-mundurnya kontol nya di dalam jepitan tete ku.

Dengan adanya sedikit cairan dari kontol nya tersebut dia keliatan merasakan keenakan dan kehangatan yang luar biasa pada gesekan-gesekan batang dan kepala kontol nya dengan tete ku.

“Hih h Luar biasa enaknya , ” dia gak kuasa menahan rasa enak yang gak terperi. Nafasku menjadi ngga teratur. Desahan-desahan keluar dari bibirku ,

yang kadang diseling desahan lewat hidungku, “Ngh ngh h heh eh ngh ” Desahan-desahanku semakin bikin nafsunya makin memuncak.

Gesekan-gesekan maju-mundurnya kontol nya di jepitan tete ku semakin cepat. kontol ku semakin tegang dan keras. “Enak sekali, Nin”, erangnya gak tertahankan.

Dia menggerakkan kontol nya maju-mundur di jepitan tete ku dengan semakin cepat. Alis mataku bergerak naik turun seiring dengan desah-desah perlahan bibirku akibat tekanan-tekanan,

remasan-remasan, dan kocokan-kocokan di tete ku. Ada sekitar lima menit dia menikmati rasa keenakan luar biasa di jepitan tete ku itu.

buah dada sebelah kanan dilepas dari telapak tangannya. Tangan kanannya lalu membimbing kontol dan menggesek-gesekkan kepala kontol dengan gerakan memutar di kulit tete ku yang halus mulus.

sembari jari-jari tangan kirinya terus meremas tete kiriku, kontol nya digerakkan memutar-mutar menuju ke bawah. Ke arah perut.

Dan di sekitar pusarku, kepala kontol nya digesekkan memutar di kulit perutku yang putih mulus, sembari sesekali disodokkan perlahan di lobang pusarku.

Dicopotnya CD minimku. Pinggulku yang melebar itu ngga berpenutup lagi. Kulit perutku yang semula tertutup CD keliatan jelas sekali.

Licin, putih, dan amat mulus. Di bawah perutku, jembutku yang hitam lebat menutupi daerah sekitar memek ku.

Kedua paha mulusku direnggangkannya lebih lebar. Kini hutan lebat di bawah perutku terkuak, mempertontonkan memek ku. Dia pun mengambil posisi agar kontol nya dapat mencapai memek ku dengan mudahnya.

Dengan tangan kanan memegang kontol , kepalanya digesek-gesekkannya ke jembutku. Kepala kontol nya bergerak menyusuri jembut menuju ke memek ku. Digesek-gesekkan kepala kontol ke sekeliling bibir memek ku.

Terasa geli dan nikmat. Kepala kontol digesekkan agak ke arah memek ku. Dan menusuk sedikit ke dalam.

Lama-lama dinding mulut memek ku menjadi basah. Digetarkan perlahan-lahan kontol nya sembari terus memasuki memek ku. Kini seluruh kepala kontol nya yang berhelm pink tebenam dalam jepitan mulut memek ku.

Kembali dari mulutku keluar desisan kecil krn nikmat gak terperi. kontol nya semakin tegang. Sementara dinding mulut memek ku terasa semakin basah.

Perlahan-lahan kontol nya ditusukkan lebih ke dalam. Kini tinggal separuh kontol yang tersisa di luar. Secara perlahan dimasukkan kontol nya ke dalam memek ku.

Terbenam sudah seluruh kontol nya di dalam memek ku. Sekujur kontol sekarang dijepit oleh memek ku. Secara perlahan-lahan digerakkan keluar-masuk kontol nya ke dalam memek ku.

Sewaktu keluar, yang tersisa di dalam memek ku cuma kepalanya saja. Sewaktu masuk seluruh kontol terbenam di dalam memek ku sampai batas pangkalnya.

Dia terus memasuk-keluarkan kontol nya ke lobang memek ku. Alis mataku terangkat naik setiap kali kontol nya menusuk masuk memek ku secara perlahan.

Bibir segarku yang sensual sedikit terbuka, sedang gigiku terkatup rapat. Dari mulut sexy ku keluar desis kenikmatan, “Sssh sh h h ssh sh ” Dia terus mengocok perlahan-lahan memek ku.

Enam menit sudah hal itu berlangsung. Kembali dikocoknya secara perlahan memek ku sampai selama dua menit. Kembali ditariknya kontol nya dari memek ku.

namun ngga seluruhnya, kepala kontol masih dibiarkannya tertanam dalam memek ku. Sementara kontol dikocoknya dengan jari-jari tangan kanannya dengan cepat Rasa enak itu agaknya kurasakan pula.

Aku mendesah-desah akibat sentuhan-sentuhan getar kepala kontol nya pada dinding mulut memek ku, “Sssh sh z ah ah h ” Tiga menit kemudian dimasukkannya lagi seluruh kontol nya ke dalam memek ku.

Dan dikocoknya perlahan. Sampai kira-kira empat menit. Lama-lama dia mempercepat gerakan keluar-masuk kontol nya pada memek ku.

sembari tertahan-tahan, dia mendesis-desis, “Nin memek mu luar biasa nikmatnya ” Gerakan keluar-masuk secara cepat itu berlangsung sampai sekitar empat menit.

Tiba-tiba dicopotnya kontol dari memek ku. Segera dia berdiri dengan lutut mengangkangi tubuhku agar kontol nya mudah mencapai tete ku. Kembali diraihnya kedua belah tete montok ku untuk menjepit kontol nya yang berdiri dengan amat gagahnya. Agar kontol nya dapat terjepit dengan enaknya, dia agak merundukkan badannya. kontol dikocoknya maju-mundur di dalam jepitan tete ku. Cairan memek ku yang membasahi kontol nya

kini merupakan pelumas pada gesekan-gesekan kontol nya dan kulit tete ku. “Oh hangatnya Sssh nikmatnya Tubuhmu luar biasa ”, dia merintih-rintih keenakan.

Akus juga mendesis-desis keenakan, “Sssh. sh sh ” Gigiku tertutup rapat. Alis mataku bergerak ke atas ke bawah.

Dia mempercepat maju-mundurnya kontol nya. Dia memperkuat tekanan pada tete ku agar kontol nya terjepit lebih kuat.

krn basah oleh cairan memek ku, kepala kontol nya keliatan amat mengkilat di saat melongok dari jepitan tete ku.

Leher kontol yang berwarna coklat tua dan helm kontol yang berwarna pink itu menari-nari di jepitan tete ku.

Semakin dipercepat kocokan kontol nya pada tete ku. Tiga menit sudah kocokan hebat kontol nya di tete montok ku berlangsung. Dia makin cepat mengocokkan kontol di kempitan tete indah ku.

Akhirnya dia gak kuasa lagi membendung jebolnya tanggul pertahanannya. “Nin. ! ” pekiknya dengan ngga tertahankan. Matanya membeliak-beliak.

Jebollah pertahanannya. kontol nya menyemburkan sperma. Crot! Crot! Crot! Crot! sperma nya menyemprot dengan derasnya. Sampai empat kali.

Kuat sekali semprotannya, sampai menghantam rahangku. sperma tersebut berwarna putih dan kelihatan sangat kental. Dari rahang sperma mengalir turun ke arah leherku.

sperma yang tersisa di dalam kontol nya pun menyusul keluar dalam tiga semprotan. Cret! Cret! Cret! Kali ini semprotannya lemah. Semprotan awal cuma sampai pangkal leherku,

sedang yang terakhir cuma jatuh di atas belahan tete ku. Dia menikmati akhir-akhir kenikmatan. “Luar biasa Nin, nikmat sekali tubuhmu ,

” dia bergumam. “Kok gak dikeluarin di dalem aja om”, kataku lirih. “Gak apa kalo om ngecret didalem Nin”, jawabnya. “Gak apa om,

Nina pengen ngerasain esemprot sperma anget. Tapi Nina ngerasa nikmat sekali om, belum pernah Nina ngerasain kenikmatan seperti ini”, kataku lagi.

“Ini baru ronde pertama Nin, mau lagi kan ronde kedua”, katanya. “Mau om, tapi ngecretnya didalem ya”, jawabku.

“Kok tadi kamu diem aja Nin”, katanya lagi. “Bingung om, tapi nikmat”, jawabku sembari tersenyum. “Engh ” aku menggeliatkan badanku. Dia segera mengelap kontol dengan tissue yang ada di atas meja,

dan memakai celana pendek. Beberapa lembar tissue diambil untuk mengelap sperma yang berleleran di rahang, leher, dan tete ku.

Ada yang ngga dapat dilap, yakni cairan sperma yang sudah terlajur jatuh di rambut ku. “Mo kemana om”, tanyaku.

“Mo ambil minum dulu”, jawabnya. “Kok celananya dipake, katanya mau ronde kedua”, kataku. Aku sudah pengen dia menggelutiku sekali lagi. Dia kembali membawa gelas berisi air putih,

diberikannya kepada ku yang langsung kutenggak sampe habis. Dia keluar lagi untuk mengisi gelas dengan air dan kembali lagi ke kekamar.

Masih ngga puas dia memandangi tete indahku yang terhampar di depan matanya. Dia memandang ke arah pinggangku yang ramping dan pinggulku yang melebar indah.

  • Terus tatapannya jatuh ke memek ku yang dikelilingi oleh jembut hitam jang lebat. Aku ingin mengulangi permainan tadi, digeluti, didekap kuat.
  • Mengocok memek ku dengan kontol nya dengan irama yang menghentak-hentak kuat. Dan dia dapat menyemprotkan sperma nya di dalam memek ku sembari merengkuh kuat-kuat tubuhnya saat aku nyampe.
  • Nafsuku terbakar. “Nin , ” desahnya penuh nafsu. Bibirnya pun menggeluti bibirku. Bibir sensualku yang menantang itu dilumat-lumat dengan ganasnya. Sementara aku pun ngga mau kalah.
  • Bibirku pun menyerang bibirnya dengan dahsyatnya, seakan ngga mau kedahuluan oleh lumatan bibirnya. Kedua tangannyapun menyusup diantara lenganku.
  • Tubuhku sekarang berada dalam dekapannya. Dia mempererat dekapannya, sementara aku pun mempererat pelukanku pada dirinya. Kehangatan tubuhnya terasa merembes ke badanku,
  • tete ku yang membusung terasa semakin menekan dadanya. Aku meremas-remas kulit punggungnya. Aku mencopot celananya dan merangkul punggungnya lagi.
  • Dia kembali mendekap erat tubuhku sembari melumat kembali bibirku. Dia terus mendekap tubuhku sembari saling melumat bibir.
  • Sementara tangan kita saling meremas-remas kulit punggung. Kehangatan menyertai tubuh bagian depan kita yang saling menempel. Kini kurasakan tete ku yang montok menekan ke dadanya.
  • Dan ketika saling sedikit bergeseran, pentilku seolah-olah menggelitiki dadanya. kontol nya terasa hangat dan mengeras. Tangan kirinya pun turun ke arah perbatasan pinggang ramping dan pinggul besar ku,
  • menekannya kuat-kuat dari belakang ke arah perutnya. kontol nya tergencet diantara perut bawahku dan perut bawahnya. Sementara bibirnya bergerak ke arah leherku,
diciumi, dihisap-hisap dengan hidungnya, dan dijilati dengan lidahnya. “Ah geli geli , ” desahku sembari menengadahkan kepala, agar seluruh leher sampai daguku terbuka dengan luasnya.

Aku pun membusungkan dadaku dan melenturkan pinggangku ke depan. Dengan posisi begitu, walaupun wajahnya dalam keadaan menggeluti leherku, tubuh kita dari dada hingga bawah perut tetap dapat menyatu dengan rapatnya.

Tangan kanannya lalu bergerak ke dadaku yang montok, dan meremas-remas tete ku dengan perasaan gemas. Setelah puas menggeluti leherku, wajahnya turun ke arah belahan dadaku.

Dia berdiri dengan agak merunduk. Tangan kirinya pun menyusul tangan kanan, yakni bergerak memegangi tete. Digeluti belahan tete ku, sementara kedua tangannya meremas-remas kedua belah tete ku sembari menekan-nekankannya ke arah wajahnya.

Digesek-gesekkan memutar wajahnya di belahan tete ku. Bibirnya bergerak ke atas bukit tete sebelah kiri. Diciuminya bukit tete ku, dan dimasukkan pentil tete ku ke dalam mulutnya.

Kini dia menyedot-sedot pentil tete kiriku. Dimainkan pentilku di dalam mulutnya dengan lidah. Sedotan kadang diperbesar ke puncak bukit tete di sekitar pentil yang berwarna coklat.

“Ah ah om geli , ” aku mendesis-desis sembari menggeliatkan tubuh ke kiri-kanan. Dia memperkuat sedotannya. Sementara tangannya meremas kuat tete sebelah kanan.

Kadang remasan diperkuat dan diperkecil menuju puncak, dan diakhiri dengan tekanan-tekanan kecil jari telunjuk dan ibu jarinya pada pentilku.

“Om h geli geli enak enak ngilu ngilu ” Dia semakin gemas. buah dada ku dimainkan secara bergantian, antara sebelah kiri dan sebelah kanan.

Bukit tete kadang disedot sebesar-besarnya dengan tenaga isap sekuat-kuatnya, kadang yang disedot cuma pentilku dan dicepit dengan gigi atas dan lidah.

Belahan lain kadang diremas dengan daerah tangkap sebesar-besarnya dengan remasan sekuat-kuatnya, kadang cuma dipijit-pijit dan dipelintir-pelintir kecil pentil yang mencuat gagah di puncaknya.

“Ah om terus hz ngilu ngilu ” aku mendesis-desis keenakan. Mataku kadang terbeliak-beliak. Geliatan tubuhku ke kanan-kiri semakin sering frekuensinya. Sampai akhirnya aku ngga kuat melayani serangan-serangan awalnya.

Jari-jari tangan kananku yang mulus dan lembut menangkap kontol nya yang sudah berdiri dengan gagahnya. “Om. kontol nya besar ya”, ucapku.

sembari membiarkan mulut, wajah, dan tangannya terus memainkan dan menggeluti kedua belah tete ku, jari-jari lentik tangan kananku meremas-remas perlahan kontol nya secara berirama.

Dia merengkuh tubuhku dengan gemasnya. Dikecupnya kembali daerah antara telinga dan leherku. Kadang daun telinga sebelah bawahnya dikulum dalam mulutnya dan dimainkan dengan lidahnya.

Kadang ciumannya berpindah ke punggung leherku yang jenjang. Dijilati pangkal helaian rambutku yang terjatuh di kulit leherku.

Sementara tangannya mendekap dadaku dengan eratnya. Telapak dan jari-jari tangannya meremas-remas kedua belah tete ku. Remasannya kadang sangat kuat, kadang melemah.

sembari telunjuk dan ibu jari tangan kanannya menggencet dan memelintir perlahan pentil tete kiriku, sementara tangan kirinya meremas kuat bukit tete kananku dan bibirnya menyedot kulit mulus pangkal leherku yang bebau harum,

kontol nya digesek-gesekkan dan ditekan-tekankan ke perutku. Aku pun menggelinjang ke kiri-kanan. “Ah om ngilu terus om terus ah geli geli terus h enak enaknya enak ,

” aku merintih-rintih sembari terus berusaha menggeliat ke kiri-kanan dengan berirama sejalan dengan permainan tangannya di tete ku.

Akibatnya pinggulku menggial ke kanan-kiri. “Nin. enak sekali Nin sh luar biasa enak sekali , ” diapun mendesis-desis keenakan.

“Om keenakan ya? kontol om terasa besar dan keras sekali menekan perut Nina. Wow kontol om terasa hangat di kulit perut Nina.

Tangan om nakal sekali ngilu, , ” rintihku. “Jangan mainkan cuma pentilnya saja geli remas seluruhnya saja ” aku semakin menggelinjang-gelinjang dalam dekapan eratnya.

Aku sudah makin liar saja desahannya, aku sangat menikmati gelutannya, lupa bahwa dia ini om suamiku. “Om.

remasannya kuat sekali Tangan om nakal sekali. Sssh sh ngilu ngilu Ak kontol om besar sekali kuat sekali ” Aku menarik wajahnya mendekat ke wajahku.

Bibirku melumat bibirnya dengan ganasnya. Dia pun ngga mau kalah. Dilumatnya bibirku dengan penuh nafsu yang menggelora, sementara tangannya mendekap tubuhku dengan kuatnya.

Kulit punggungku yang teraih oleh telapak tangannya diremas-remas dengan gemasnya. Kemudian dia menindihi tubuhku. kontol nya terjepit di antara pangkal pahaku dan perutnya bagian bawah.

Akhirnya dia ngga sabar lagi. Bibirnya kini berpindah menciumi dagu dan leherku, sementara tangannya membimbing kontol nya untuk mencari memek ku.

Diputar-putarkan dulu kepala kontol nya di kelebatan jembut disekitar bibir memek ku. Aku meraih kontol nya yang sudah amat tegang. Pahaku yang mulus itu terbuka agak lebar.

“Om kontol nya besar dan keras sekali” kataku sembari mengarahkan kepala kontol nya ke memek ku. Kepala kontol nya menyentuh bibir memek ku yang sudah basah.

Dengan perlahan-lahan dan sembari digetarkan, kontol ditekankan masuk ke ku memek. Kini seluruh kepala kontol nya pun terbenam di dalam memek ku.

Dia menghentikan gerak masuk kontol nya. “Om teruskan masuk Sssh enak jangan berhenti sampai situ saja , ” aku protes atas tindakannya.

namun dia ngga perduli. Dibiarkan kontol nya cuma masuk ke memek ku cuma sebatas kepalanya saja, tetapi kontol nya digetarkan dengan amplituda kecil.

Sementara bibir dan hidungnya dengan ganasnya menggeluti leherku yang jenjang, lengan tanganku yang harum dan mulus, dan ketiakku yang bersih dari bulu.

Aku menggelinjang-gelinjang dengan ngga karuan. “Sssh sh enak enak geli geli, om. Geli Terus masuk, om. ” Bibirnya mengulum kulit lengan tanganku dengan kuat-kuat.

Sementara tenaga dikonsentrasikan pada pinggulnya. Dan satu dua tiga! kontol nya ditusukkan sedalam-dalamnya ke dalam memek ku dengan sangat cepat dan kuat.

Plak! Pangkal pahanya beradu dengan pangkal pahaku yang sedang dalam posisi agak membuka dengan kerasnya. Sementara kontol nya bagaikan diplirid oleh bibir memek ku yang sudah basah dengan kuatnya sampai menimbulkan bunyi: srt!

“Auw! ” pekikku. Dia diam sesaat, membiarkan kontol nya tertanam seluruhnya di dalam memek ku tanpa bergerak sedikit pun.

“Sakit om ” kataku sembari meremas punggungnya dengan keras. Dia pun mulai menggerakkan kontol nya keluar-masuk memek ku.

Seluruh bagian kontol nya yang masuk memek ku dipijit-pijit dinding lobang memek ku dengan agak kuatnya. “Bagaimana Nin, sakit? ” tanyaku.

“Sekarang sudah enggak om ssh enak sekali enak sekali kontol om besar dan panjang sekali sampai-sampai menyumpal penuh seluruh penjuru memek Nina.

, ” jawabku. Dia terus memompa memek ku dengan kontol nya perlahan-lahan. buah dada ku yang menempel di dadanya ikut terpilin-pilin oleh dadanya akibat gerakan memompa tadi.

Kedua pentilku yang sudah mengeras seakan-akan mengkilik-kilik dadanya. kontol nya diiremas-remas dengan berirama oleh otot-otot memek ku sejalan dengan genjotannya tersebut.

Sementara setiap kali menusuk masuk kepala kontol nya menyentuh suatu daging hangat di dalam memek ku. Sentuhan tersebut serasa geli-geli nikmat.

Dia mengambil kedua kakiku dan mengangkatnya. sembari menjaga agar kontol nya ngga tercabut dari memek ku, dia mengambil posisi agak jongkok.

Betis kananku ditumpangkan di atas bahunya, sementara betis kiriku didekatkan ke wajahnya. sembari terus mengocok memek ku perlahan dengan kontol nya,

betis kiriku yang amat indah itu diciumi dan dikecupi dengan gemasnya. Setelah puas dengan betis kiri, ganti betis kanannya yang diciumi dan digeluti,

sementara betis kiriku ditumpangkan ke atas bahunya. Begitu hal tersebut dilakukan beberapa kali secara bergantian, sembari mempertahankan gerakan kontol nya maju-mundur perlahan di memek ku.

Setelah puas dengan cara tersebut, dia meletakkan kedua betisku di bahunya, sementara kedua telapak tangannya meraup kedua belah tete ku. Masih dengan kocokan kontol perlahan di memek ku,

tangannya meremas-remas tete montok ku. Kedua gumpalan daging kenyal itu diremas kuat-kuat secara berirama. Kadang kedua pentilku digencet dan dipelintir-pelintir secara perlahan.

Pentilku semakin mengeras, dan bukit tete ku semakin terasa kenyal di telapak tangannya. Aku pun merintih-rintih keenakan.

Mataku merem-melek, dan alisku mengimbanginya dengan sedikit gerakan tarikan ke atas dan ke bawah. “Ah om, geli geli Ngilu om, ngilu Sssh sh terus om,

terus. kontol om bikin memek Nina merasa enak sekali Nanti jangan dingecretinkan di luar memek , ya om.

Ngecret di dalam saja ” Dia mulai mempercepat gerakan masuk-keluar kontol nya di memek ku. “Ah-ah-ah bener, om.

Bener yang cepat Terus om, terus ” Dia bagaikan diberi spirit oleh rintihan-rintihanku. Tenaganya menjadi berlipat ganda.

Ditingkatkan kecepatan keluar-masuk kontol nya di memek ku. Terus dan terus. Seluruh bagian kontol nya diremas-remas dengan cepatnya oleh memek ku.

Aku menjadi merem-melek. Begitu juga dirinya, dia pun merem-melek dan mendesis-desis krn merasa keenakan yang luar biasa.

“Sssh sh Nin enak sekali enak sekali memek mu enak sekali memek mu ” “Ya om, Nina juga merasa enak sekali terus terus om,

terus ” Dia meningkatkan lagi kecepatan keluar-masuk kontol nya pada memek ku. “Om sh sh Terus terus Nina hampir nyampe sedikit lagi sama-sama ya om ,

” aku jadi mengoceh tanpa kendali. Dia mengayuh terus. Sementara itu memek ku berdenyut dengan hebatnya. “Om Ah-ah-ah-ah-ah Mau keluar om mau keluar.

ah-ah-ah-ah-ah sekarang ke-ke-ke ” Tiba-tiba kontol nya dijepit oleh dinding memek ku dengan sangat kuatnya. Di dalam memek ku, kontol nya disemprot oleh cairan yang keluar dari memek ku dengan cukup derasnya.

Dan aku meremas lengan tangannya dengan sangat kuatnya. Aku pun berteriak tanpa kendali: “ keluar ! ” Mataku membeliak-beliak.

Sekejap tubuh kurasakan mengejang. Dia pun menghentikan genjotannya. kontol nya yang tegang luar biasa dibiarkan tertanam dalam memek ku.

Aku memejam beberapa saat dalam menikmati puncak. Setelah sekitar satu menit berlangsung, remasan tanganku pada lengannya perlahan-lahan mengendur.

Kelopak mataku pun membuka, memandangi wajahnya. Sementara jepitan dinding memek ku pada kontol nya berangsur-angsur melemah, walaupun kontol nya masih tegang dan keras.

Kedua kakiku lalu diletakkan kembali di atas ranjang dengan posisi agak membuka. Dia kembali menindih tubuh telanjangku dengan mempertahankan agar kontol nya yang tertanam di dalam memek ku ngga tercabut.

“Om luar biasa rasanya seperti ke langit ke tujuh, ” kataku dengan mimik wajah penuh kepuasan. kontol nya masih tegang di dalam memek ku.

kontol nya masih besar dan keras. Dia kembali mendekap tubuhku. kontol nya mulai bergerak keluar-masuk lagi di memek ku, tetapi masih dengan gerakan perlahan.

Dinding memek ku secara berangsur-angsur terasa mulai meremas-remas kontol nya. namun sekarang gerakan kontol nya lebih lancar dibandingkan dengan tadi. Pasti krn adanya cairan yang disemprotkan oleh memek ku beberapa saat yang lalu.

“Ah om langsung mulai lagi Sekarang giliran om. semprotkan sperma om di memek Nina. Sssh , ” aku mulai mendesis-desis lagi.

Bibirnya mulai memagut bibirku dan melumat-lumatnya dengan gemasnya. Sementara tangan kirinya ikut menyangga berat badannya, tangan kanannya meremas-remas tete ku serta memijit-mijit pentilnya,

sesuai dengan irama gerak maju-mundur kontol nya di memek ku. “Sssh sh sh enak om, enak Terus teruss terus , ” desisku.

sembari kembali melumat bibirku dengan kuatnya, dia mempercepat genjotan kontol nya di memek ku. Pengaruh adanya cairan di dalam memek ku,

keluar-masuknya kontol pun diiringi oleh suara, “srrt-srret srt-sret srrt-srret ” Aku ngga henti-hentinya merintih kenikmatan, “Om ah ” kontol nya semakin tegang.

Dilepaskannya tangan kanannya dari tete ku. Kedua tangannya kini dari ketiak ku menyusup ke bawah dan memeluk punggungku.

Akupun memeluk punggungnya dan mengusap-usapnya. Dia pun memulai serangan dahsyatnya. Keluar-masuknya kontol nya ke dalam memek ku sekarang berlangsung dengan cepat dan bertenaga.

Setiap kali masuk, kontol dihunjamkan keras-keras agar menusuk memek ku sedalam-dalamnya. kontol nya bagai diremas dan dihentakkan kuat-kuat oleh dinding memek ku.

Sampai di langkah terdalam, aku membeliak sembari mengeluarkan seruan tertahan, “Ak! ” Sementara daging pangkal pahanya bagaikan menampar daging pangkal pahaku sampai berbunyi: plak!

Di saat bergerak keluar memek ku, kontol nya dijaga agar kepalanya tetap tertanam di memek ku. Remasan dinding memek ku pada kontol nya pada gerak keluar ini sedikit lebih lemah dibanding dengan gerak masuknya.

Bibir memek ku yang mengulum kontol nya pun sedikit ikut tertarik keluar. Pada gerak keluar ini aku mendesah, “Hhh ” Dia terus menggenjot memek ku dengan gerakan cepat dan menghentak-hentak.

Aku meremas punggungnya kuat-kuat di saat kontol dihunjam masuk sejauh-jauhnya ke memek ku. Beradunya daging pangkal paha menimbulkan suara: Plak! Plak!

Plak! Plak! Pergeseran antara kontol nya dan memek ku menimbulkan bunyi srot-srt srot-srt srot-srt Kedua nada tersebut diperdahsyat oleh pekikan-pekikan kecilku: “Ak!

Hhh Ak! Hhh Ak! Hhh ” “Nin Enak sekali Nin memek mu enak sekali memek mu hangat sekali jepitan memek mu enak sekali ” “Om terus om ,

” rintihku, “enak om enak Ak! Hhh ” Diapun mengocokkan kontol nya ke memek ku dengan semakin cepat dan kerasnya. Setiap masuk ke dalam,

kontol nya berusaha menusuk lebih dalam lagi ke memek ku dan entot lebih cepat lagi dibandingkan langkah masuk sebelumnya. “Nin aku aku ” krn menahan rasa nikmat yang luar biasa dia ngga mampu menyelesaikan ucapannya yang memang sudah terbata-bata itu. “Om, Ines mau nyampe lagi Ak-ak-ak aku nyam ” Tiba-tiba kontol nya mengejang dan berdenyut dengan amat dahsyatnya. Dia ngga mampu lagi menahan lebih lama lagi.

namun pada saat itu juga tiba-tiba dinding memek ku mencekik kuat sekali. Dengan cekikan yang kuat dan enak sekali itu, dia ngga mampu lagi menahan jebolnya bendungan sperma nya.

Prut! Prut! Prut! Kepala kontol nya disemprot cairan memek ku, bersamaan dengan pekikanku, “ nyampee ! ” Tubuhku mengejang dengan mata membeliak-beliak.

“Nin ! ” dia melenguh keras-keras sembari merengkuh tubuhku sekuat-kuatnya. Wajahnya dibenamkan kuat-kuat di leherku yang jenjang.

sperma nya pun gak terbendung lagi. Crot! Crot! Crot! sperma nya menyembur dengan derasnya, menyemprot dinding memek ku yang terdalam. kontol nya yang terbenam semua di dalam memek ku terasa berdenyut-denyut.

Suamiku, Om Kamu Kontol nya Nakal Suka Masuk Memek Aku tuh, cerita seks istri selingkuh, istri nakal, sex ngentot


Beberapa saat lamanya kita terdiam dalam keadaan berpelukan erat sekali. Dia menghabiskan sisa-sisa sperma dalam kontol nya.

Cret! Cret! Cret! kontol nya menyemprotkan lagi sperma yang masih tersisa ke dalam memek ku. Kali ini semprotannya lebih lemah. Perlahan-lahan baik tubuhku maupun tubuhnya ngga mengejang lagi. Dia menciumi leher mulusku dengan lembutnya, sementara aku mengusap-usap punggungnya dan mengelus-elus rambutnya. Aku merasa puas sekali dientot om.

Suami, Isteri, Om, Keponakan, Isteri Nakal, memek , penis

Suamiku, Om Kamu Kontol Nya Nakal Masuk memek Aku Tuh Cerita Sex, Suami, Isteri, Om, Keponakan, Isteri Nakal, memek , penis Suamiku, Om Kamu Kontol Nya Nakal Masuk memek Aku Tuh cerita sex,Cerita Seks, Suami, Isteri, Om, Keponakan, Isteri Nakal, memek , penis, cerita seks dewasa
Suamiku, Om Kamu Kontol nya Nakal Suka Masuk Memek Aku tuh
Suamiku, Om Kamu Kontol nya Nakal Suka Masuk Memek Aku tuh, cerita seks , Suamiku, Om Kamu Kontol nya Nakal Suka Masuk Memek Aku tuh, cerita seks istri selingkuh, istri nakal, sex ngentot, kisah porno, kisah sex bokep, sex, Suamiku, Om Kamu Kontol nya Nakal Suka Masuk Memek Aku tuh

10
205

Tags cerita dewasa paling populer di blog ini: cerita seks, Cerita Dewasa, 17 Tahun, sex, Ngentot, Memek, Istri, selingkuh, Kontol, Entot, Mama, gangbang, tante, threesome, ABG, Binal, sexy, toket, payudara.
Aktifkan javascript lalu tekan F5, untuk membuka halaman
meng-klik link cerita secara normal
dan membuka gambar lebih besar.
Cerita dewasa seks terpanas, update setiap hari cerita terbaru Cerita seks dewasa ngentot memek isteri, perek, bispak.
http://cerita-dewasa-terpanas.blogspot.com