Veronica Pembantu Sexy Kerjaannya Bersihin Peju

Veronica Pembantu Sexy Kerjaannya Bersihin Peju | Perkenalkan namaku Anthony, dan panggilan akrabku adalah Anton. saya berasal dari kota M , dan kedua orang tuaku masih tinggal di sana. Umurku baru 25 tahun, dan saat ini sedang studi Master.


Sejak lulus SMA saya langsung kuliah S1 di K, dan sempat bekerja selama setahun di K setelah lulus S1.

saya mendapat sponsor dari orang tua untuk melanjutkan pendidikan S2 di Australia. saya memilih kota Melbourne karena banyak teman-temanku yg menetap di sana.

Di pertengahan bulan November 2004 adalah awal dari liburan kuliah atau di Australia sering disebut dengan Summer holiday (liburan musim panas).

Summer holiday di Australia biasanya maksimum selama 3 bulan lamanya. Saat itu adalah pertama kali saya pulang ke tanah air dari studi luar negeri.

Rindu sekali rasanya dengan makanan tanah air, teman-teman, dan orang tua. Saat itu saya pulang dengan pesawat Singapore Airlines dengan tujuan akhir Bandara Juanda,

Surabaya. saya tiba di Surabaya sekitar pukul 11 pagi, dan keliatan supir utusan papah sudah sejak jam 10 pagi menunggu dengan sabar kedatanganku.

papah dan Mama nggak menjemputku saat itu karena hari kedatanganku nggak jatuh pada hari Sabtu atau Minggu, ditambah lagi dengan macetnya lalu lintas akibat banjir lumpur di kota Porong yg bikin mereka malas untuk ikut menjemputku di bandara. Wajah supirku sudah nggak asing lagi denganku, karena supir kami ini sudah bekerja dengan papah sejak saya berumur 5 tahun. Dia sudah saya anggap seperti pamanku sendiri. saya sangat menghormatinya meskipun pekerjaannya cuma seorang supir. saya sempat mencari

makan di kota Surabaya. Tempat favoritku tetap di restoran kwee tiau Apeng. Suasana restoran nampak nggak ramai, mungkin masih pagi hari.

Di malam hari terutama di malam minggu, restoran ini akan penuh dengan antrean panjang. Seabis makan, saya meminta supirku untuk langsung jos pulang ke M.

Badanku terasa letih sekali karena perjalanan yg panjang. Sepanjang perjalanan kami menghabiskan waktu mengobrol santai. Bahasa jawa supirku masih terkesan medok sekali.

Dahulu semasa sma, bahasa jawaku juga lumayan medok. tetapi sejak kuliah di K, saya jarang memakai bahasa jawaku, sehingga terkesan sedikit luntur.

Tapi setiap kata-kata jawa yg terucap oleh supirku masih bisa saya mengerti 100%, cuma saja saya membalasnya dengan separuh jawa separuh bahasa Indo.

Kemacetan lalu lintas akibat banjir lumpur di kota Porong sempat menyita perjalanan pulang kami. saya tiba di rumahku di kota M sekitar jam 4 sore.

Sesampai di gerbang rumah, supirku menekan klakson, memberi peringatan orang di dalam rumah untuk membuka pintu gerbang.

Veronica Pembantu Sexy Kerjaannya Bersihin Peju

Veronica Pembantu Sexy Kerjaannya Bersihin Peju pembantu, sexy, pembantu sexy, cerita sex, seks dewasa, ngewe memek
Veronica Pembantu Sexy Kerjaannya Bersihin Peju | Klik foto untuk memperbesar gambar

gak kurang dari 2 menit, pintu gerbang terbuka dan saya membuka jendela mobilku memberi sapaan hangat kepada bibiku.

Bibiku yg satu ini juga lama ikut dengan papah dan Mama. Bibiku ini bernama Christa, dan sudah berumur sekitar 50 tahun lebih.

Bibi Christa jago sekali memasak masakan Indonesia. Makanan bibi yg paling saya rindukan selama saya kuliah di K dan Melbourne. saya sudah bikin daftar panjang masakan Bibi Christa selama 3 bulan liburan musim panas ini.

Setelah bersalaman dan bercanda ria dengan Bibi Christa, tiba-tiba sosok cewek muda keluar dari pintu rumah memberikan salam kepadaku.

saya sempat tercengang oleh wajah cantik cewek yg masih terasa asing bagiku. Ternyata cewek muda ini adalah pembantu rumah yg baru,

karena pembantu sebelumnya telah menikah dan pindah bersama suaminya. saya menafsir bahwa umur cewek ini sekitar 17 tahun atau baru 18 tahun.

Setelah diperkenalkan oleh Bibi Christa, pembantu baruku ini bernama Veronica. Veronica berperawakan sedang, sekitar 158 cm. Kulitnya sawo matang.

Matanya hitam dan lebar sehingga tambak bersinar-sinar. Rambutnya hitam sebahu. Besar toket nya bisa saya tafsirkan sekitar 32C.

Veronica Pembantu Sexy Kerjaannya Bersihin Peju

Pinggulnya mantap dan kakinya mulus tanpa ada borok. Wajahnya cantik berhidung mancung, cuma saja bibirnya sedikit tebal.

Tapi mungkin itu yg bikin nya unik. saya sempat nggak mengerti mengapa Mama bisa menemukan pembantu secantik ini.

Veronica membantuku membawa koper bagasiku masuk, dan menanyakan diriku apakah ada cucian atau pakaian kotor yg akan dicuci.

Sepertinya Veronica telah diberi info oleh Mamaku bahwa saya biasanya selalu membawa pakaian kotor sewaktu pulang dari K.

Jadi nggak heran Mama bisa menduga bahwa saya pasti juga membawa baju kotor pulang. saya unpack 2 koper dan memisah-misahkan pakaian kotor dengan pakaian bersih,

dan juga menata rapi oleh-oleh dari Australia. saya sudah menyiapkan semua sovenir-sovenir untuk papah, Mama, bibi Christa, supir papah.

Dan tentu saja oleh-oleh yg pertamanya buat pembantu lama yg kini sudah nggak bekerja lagi dengan kita, saya berikan kepada Veronica.

papah saya belikan topi cowboy dari kulit kangguru. Menurutku cocok untuk papah, terutama disaat papah sedang berkunjung di kebun apelnya. Mama saya belikan kulit domba yg halus untuk hiasan lantai kamarnya.

Supir papah saya belikan korek api berlogokan kangguru dan kaos bergambarkan benua Australia. Sedangkan bibi Christa dan Veronica, saya belikan 2 parfum lokal untuk setiap orang.

Veronica keliatan hepi banget diberi oleh-oleh parfum dariku. saya memang sengaja memilih parfum dengan botol yg unik, sehingga keliatan sedikit mahal.

papah dan Mama pulang dari kantor sekitar jam 6 sore. Malam itu bibi Christa saya minta untuk memasak petai udang kecap favoritku.

saya melepas rindu dengan papah dan Mama. Kami berbincang-bincang sampai larut malam. gak terasa kami telah berbincang-bincang sampai jam 11 malam.

Kemudian saya berpamitan dengan papah dan Mama. Badanku sangat letih. saya sudah hampir 36 jam belum tidur.

saya nggak terbiasa tidur di dalam pesawat. Sewaktu saya hendak menuju ke kamar tidurku, saya sempat berjalan berpas-pasan dengan Veronica. melihat saya hendak berpas-pasan dengannya,

Veronica langsung membungkukkan sedikit badannya sambil berjalan. Mata kami nggak saling memandang satu sama lain. Menurut tradisi kami, nggak sopan pembantu bertatap pandang dengan ma kalau n saat berjalan berpas-pasan.

Malam itu, meskipun badan letih, saya masih belum langsung tidur. saya sedang ngeliat -lihat photo-photoku dan teman-teman di Melbourne di handphoneku.

saya sempat kangen sedikit dengan Melbourne. saya juga sempat berpikir mengenai Veronica, dan penasaran sekali bagaimana Mama bisa menemukan pembantu secantik Veronica.

Keesokan harinya saya bangun jam 10 pagi. saya sudah nggak ingat sudah berapa jam saya tidur. Suasana rumah sedikit hening. papah dan Mama sudah pasti balik ke kantor lagi.

saya memanggil-manggil bibi Christa, dan nggak ada jawaban darinya. gak lama kemudian Veronica muncul dari kebun belakang.

“Nyo Anton wis mangan? (tuan muda Anton sudah makan? )” tiba-tiba Veronica bertanya memecahkan suasana hening di rumah.

Istilah ‘Nyo’ adalah kependekan dari ‘Sinyo’ (bahasa Belanda rancu) yg sering dipake di Jawa yg artinya tuan muda.

saya berusaha membalas pertanyaan Veronica dengan bahasa Jawa. Tapi saya sudah nggak terbiasa berbincang-bincang dengan 100% bahasa Jawa.

“Durung, saya sek tas tangi kok. Mana bibi? saya sudah laper nih! (Belon, saya baru aja bangun tidur.

Mana bibi? saya sudah lapar nih)” jawabku separuh Jawa separuh Indo. “Bibik melok nyonya. Ora ero budal nang endi.

Cerita Sex Veronica Pembantu Sexy Kerjaannya Bersihin Peju

Nyonya mau susu p pesen nang saya lek Nyo Anton pengen tuku apo gawe mangan isuk (Bibi ikut nyonya.

nggak tau pigi kemana. Nyonya tadi titip pesan kepada saya kalo tuan Anton ingin beli apa untuk makan pagi)” kata Veronica.

Pagi itu saya berharap bibi Christa memasak untukku. Tapi apa boleh buat, saya akhirnya meminta Veronica untuk beli nasi pecel favoritku di dekat rumah.

cuma sekitar 100 meter dari rumahku. Setelah memberi uang kepadanya, Veronica pun langsung segera berangkat. Sambil menunggu Veronica kembali, saya menyalakan TV sambil menonton acara-acara di MetroTV,

RCTI, Trans TV, dan lain-lain. Rindu sekali saya dengan siaran-siaran televisi Indonesia. saya sudah nggak sabar untuk menonton acara favoritku seperti Extravaganza,

Empat Mata, dan banyak pula yg lainnya. cuma sekitar 20 menit, Veronica telah kembali. Sambil makan nasi pecel saya kembali menonton TV,

sedangkan Veronica juga kembali ke kebun belakang kira-kira mencuci atau menjemur pakaian. Mataku sempat mencuri-curi pandang ke kebun belakang.

terlihat wajahnya berkeringat karena terik matahari. Seperti yg saya duga, Veronica sedang menjemur pakaian. saya merasa kasihan terhadapnya, karena rata-rata pakaian yg dijemurnya adalah milikku.

Kulihat Veronica sedang berjinjit-jinjit sambil menjemur pakaian. Kaos yg dikenakan Veronica sedikit pendek, sehingga saya bisa ngeliat perut dan pusarnya. Perut Veronica ramping sekali.

tete nya sedikit menonjol kedepan. saya sedikit bergairah ngeliat kelakuan Veronica saat itu. saya menjadi nggak berkonsentrasi menonton TV, mataku tetap melirik saja ke arah Veronica.

Tiba-tiba saya dikejutkan oleh suara bibi Christa. “Anton sek tas tangi? ! Cek siange tangine. (Anton baru bangun.

Kok siang banget bangunnya)” suara bibi Christa membuyarkan semuanya. “Bibi teko endi? gak carik-carik mau. (Bibi dari mana? Dari tadi saya cari-cari)” jawabku.

“Bibi sek tas melok nyonya nang pasar. Mari ngono barengi nyonya nang omahe koncone nyonya diluk. (Bibi tadi ikut nyonya ke pasar.

Setelah itu nemenin nyonya ke rumah temannya sebentar)” jawab bibi. “Anton gelem opo siang iki? Gelem sambel lalapan Christa? (Anton pengen apa siang ini?

Pengen sambel lalapan Christa)” tanya bibi. Maklum memang sambel lalapan membuat an bibi Christa tiada duanya. Makanya saya menamakannya ‘Sambel Lalapan Christa’.

saya pernah berpikir untuk membuka depot khusus masakan bibi Christa. Mungkin suatu hari nanti rencanaku ini bisa terwujud.

“Wuah gelem bibi. Wis kangen saya mbek sambel lalapan Christa. Goreng ikan pindang mbek goreng tempe sisan yo.

(Wuah mau bibi. Dah kangen saya ama sambel lalapan Christa. Goreng ikan pindang dan goreng tempe juga yah)” jawabku dengan girangnya.

Hari demi hari, waktuku cuma terbuang menonton TV, makan masakan-masakan bibi Christa, dan jalan-jalan ama teman-teman lama.

Kadang-kadang saya berkunjung ke rumah sodara papah, sodara Mama, dan sepupu-sepupuku. Lama kelamaan bahasa Jawaku kembali lagi seperti yg dulu. Sampai pada suatu hari,

sekitar pertengahan bulan December 2006 Sudah sebulan lamanya, saya cuma bisa memandang sosok Veronica dari kejauhan. Semakin banyak memandang, semakin tumbuh rasa penasaran yg besar pula.

Veronica keliatan semakin lama semakin cantik di mataku. Dan maaf, kata-kata yg sebenarnya adalah Veronica semakin bikin ku bernafsu.

Ingin sekali saya memiliki dirinya, jiwa dan raganya. saya seperti kerasukan saat ini, tiap kali saya ngeliat Veronica, otakku selalu terbayang-bayang dirinya saat terlanjang.

Pada suatu hari, seingatku itu hari Jumat. saya bangun kesiangan, lewat jam 11 pagi. Kepalaku pening karena bangun kesiangan.

Kulihat sekeliling, bibi Christa sedang nggak ada di rumah. saya masa bodoh dengan keadaan sekitar yg sunyi.

saya duduk di sofa empuk di ruang keluarga, tapi kali ini saya nggak menyalakan tv. Kudengar Veronica sedang di halaman belakang seperti biasanya mencuci baju.

Kali ini saya memberanikan niatku untuk mendekati, mungkin awalnya harus saling kenal dulu biar akrab. saya nggak pernah ngobrol santai dengan Veronica selama ini,

kebanyakan saya ngobrolnya dengan bibi Christa. Karena mungkin saya telah dibesarkan juga oleh bibi Christa, jadi apa saja bisa nyambung bila ngobrol dengan bibi Christa.

saya beranjak dari sofa dan menuju halaman belakang untuk mengajak Veronica ngobrol. namun cuma terhitung beberapa langkah dari pintu belakang, saya terpeset dan terpelanting di belakang.

Bunyi ‘gubrakan’ tubuhku lumayan keras, dan pinggangku sakitnya bukan main. Veronica terkejut ngeliat tubuhku yg terpelanting ke belakang.

saya meringis kesakitan, sambil memegangi pinggangku yg sakitnya bukan main. “Nyo Anton kok iso moro-moro tibo? (tuan muda Anton kok bisa tiba-tiba jatuh?

)” tanya Veronica panik. saya cuma bisa meringis sambil menunjuk lantai yg masih basah. “Lahh nyo Anton mosok ora ketok lek tehel’e sek basa ngono endi seng loro?

(lah tuan muda Anton masa ngga liat kalo lantainya masih basah mana yg sakit? )” tanya Veronica sekali lagi.

saya cuma bisanya meringis sambil memegang pinggulku yg masih saja sakit. “Mlebu sek nyo Anton gak urut’e cekno mendingan longgo’o ndek sofa sek Veronica golek obat urut ndek kamar nyonya?

(masuk dulu tuan muda Anton saya urut biar mendingan duduk saja di sofa Veronica cari obat urut di kamar nyonya? )” pinta Veronica.

saya menurut saja dengan permintaan Veronica. saya baringkan tubuhku di atas sofa empuk. gak lama kemudian Veronica kembali sambil membawa minyak tawon.

Dia memintaku berbaring dengan posisi telungkup, dan menyuruhku membuka setengah pakaian atasku. Saat ini saya ngga ada pikiran apa-apa, karena saya masih berkonsentrasi membuang rasa sakit di pinggangku.

Veronica terus mengurut-urut pinggangku yg sakit lumayan lama, dan sekali-kali memijatnya. saya akui pijatan dan urutan Veronica terasa nikmat, sehingga perlahan-lahan rasa sakitnya mulai menghilang.

Ternyata pertolongan pertama yg ditawarkan Veronica sangat ampuh. Kini rasa sakit di pinggangku perlahan-lahan membaik, meskipun masih ada sedikit rasa sakit.

namun rasa nikmat pijatan dan urutan Veronica bikin akal sehatku mati. saya kemudian timbul rencana lain di dalam otakku.

“Veronica ora enak iki ndek sofa nang jero kamarku wae ndek sofa iki kudu arep melorot wae badanku (Veronica kagak enak nih di atas sofa di dalam kamarku aja di atas sofa seperti yg mau melorot saja badanku )” pintaku. Veronica cuma mengangguk pertanda setuju. Kemudian saya menuju ke kamarku. Veronica memintaku untuk menunggu di kamar dulu, dia mau menyelesaikan jemuran baju dulu, karena tanggung. Di dalam kamar, otak kotorku sedang merencanakan taktik bagaimana mendapatkan tubuh

Veronica. Segala cara dan taktik telat saya pikirkan, dan banyak sekali yg ada di otak ini. Selang beberapa saat Veronica mengetok pintu kamarku,

dan saya menyambutnya dengan gembira. “Veronica, bibik Christa nyang endi? Teko omah jam piro jerene? (Veronica, bibi Christa pergi mana? Jam berapa nanti pulang katanya?

)” tanyaku. “Bibik ono urusan’e, ketokan’e sesok jange teko omah maneh. Koyok’e urusan penting. (Bibi ada urusan, terlihat nya besok baru pulang rumah lagi.

Kayaknya urusan penting)” jawab Veronica. Mendengar jawaban Veronica tersebut, saya girangnya bukan main. Berarti cuma saya dan Veronica saja yg ada di rumah saat ini.

Papa/Mama pasti sedang di kantor, dan biasanya mereka baru pulang sekitar jam 6 sore, dan ini masih baru jam 12 siang lewat.

saya mencium bau kemenangan. “Veronica, pinggangku sek rodo loro tolong uruten maneh yo urutan-mu uenak tenan ora kalah mbek pijetan’e sing wis mahir (Veronica,

pinggangku masih rada sakit nih tolong diurut lagi yah urutan-mu enak banget kagak kalah ama pijetan professional)” kataku sambil memujinya. “Nyo Anton iki ono-ono wae iki sing pertama Veronica mijetin wong liyo ora ono pengalaman’e (tuan muda Anton ini ada-ada aja ini baru pertama kali Veronica pijitin orang lain masih belon ada pengalaman)” tundas Veronica. “Walah walah sing pertama wae wes hebat pasti Veronica pisan hebat ndek bidang liyo (walah walah yg pertama kali aja sudah

hebat pasti Veronica ada kehebatan di bidang lain) pujiku sekali lagi. “Nyo Anton iso wae seh (tuan muda Anton bisa aja sih)” jawab Veronica singkat.

“Veronica ojok jeluk saya nganggo jeneng ‘nyo’ koyok cah cilik wae jeluk nganggo jeneng mas Anton wae (Veronica jangan panggil saya dengan nama ‘nyo’ kayak anak kecil aja panggil mas Anton aja)” pintaku.

Veronica cuma menganggu tanda setuju. Suasana kamar sempat hening, cuma terdengar bunyi napas Veronica yg sedang asyik mengurut pinggangku.

Tiba-tiba Veronica bertanya “Wes mendingan saiki mas Anton? (Dah mendingan sekarang mas Anton)”. Otakku langsung merespon pertanyaan Veronica dengan cepatnya. “Pinggangku wes mendingan,

tapi roso-roso’ne pokangku rodo linu. Coba’en diurut pisan pokangku. (Pinggangku sudah mendingan, tapi rasanya pahaku rada linu.

Coba diurut juga pahaku)” jawabku ngawur tapi mengena. Tanpa protes atau bertanya Veronica langsung mengurut pahaku. Pertama-tama paha kananku kemudian paha kiriku,

saling bergantian. Posisi tubuhku kini terlentang, sehingga setiap urutan-urutan yg diberikan Veronica sangat terasa nikmat. Ada sesuatu yg mengganjal di dalam celana dalamku,

ingin berdiri saja maunya. Yah singkat kata, batang peler ku dah dari tadi ingin sekali berdiri, tapi masih tertahan oleh celana dalamku.

Setelah selang beberapa saat, dengan tanpa malu-malu, tanpa basa-basi, dan dengan pasang muka beton, saya mulai memberanikan diri.

“Veronica, saiki pokangku wis ora linu maneh, tapi saiki endokku dadi rodo linu. Koyok’e nyambung teko pokang.

Tolong sisan, tapi dielus-elus endokku lek ora keberatan. (Veronica, sekarang pahaku dah ngga linu lagi, tapi sekarang buah kontol ku jadi rada linu.

Kayaknya nyambung dari paha deh. Tolong juga, tapi dielus-elus saja buah kontol ku kalo ngga keberatan. )”, pintaku nggak tau diri.

Veronica sempat terhenti, dan bengong aja ngeliat tingkah polahku yg nggak tau diri itu. Di raut wajahnya nggak keliatan seperti protes atau marah,

melainkan seperti kaget dan bengong seakan-akan bertanya-tanya. “Kok iso linu endok’e mas Anton emange endok’e mas Anton melok kepleset? (Kok bisa linu buah kontol mas Anton emangnya buah kontol mas Anton ikut terpeleset?

)” tanya Veronica lugu. “Yah, koyok’e ngono. (Yah, kayaknya begitu)” jawabku singkat. Tanpa banyak tanya lagi, Veronica perlahan-lahan mulai mengelus-elus buah kontol ku dari luar celanaku.

Rasanya nggak begitu nikmat, tapi ada getaran napsu yg muncul dari otakku. “Uenak mas Anton? (Enak mas Anton? )” tanya Veronica.

saya menjawab dengan mengeleng-gelengkan kepalaku pertanda nggak enak. “Yo opo sek uenak? (Trus gimana yg enak? )” tanya Veronica lagi. saya berpikir sejenak,

kemudian saya perolotin celanaku berserta celana dalamku. Serentak ngeliat gelagatku, Veronica kaget bukan main dan secara reflek memejamkan matanya.

“Mas Anton lopo kok mlorotin katok ora ono acara’ne ngomong dhisik (Mas Anton kenapa kok melorotin celana tanpa ada acara ngomong lagi)” protes Veronica dengan matanya yg masih terpejam.

“Loh, Veronica sek tas mau takok yok opo cekno uenak lah ya saya plorotin wae katok’e cekno uenak elus-elusan’e (Lho, Veronica tadi tanya gimana caranya biar enak yah saya lepas saja celananya biar enak elus-elusannya)” jawabku menyakinkan Veronica. Veronica masih tetap memejamkan matanya, tapi tangannya mencoba meraba-raba pahaku mencari buah kontol ku lagi. Setelah mendapatkan buah kontol ku, Veronica kembali mengelus-elusnya lagi. Kali ini alamak enak banget. Terasa lembut sekali tangan Veronica. Serentak saja, batang peler

ku langsung tegak dan mengeras. “Lah opo iki mas Anton kok atos soro? (Lho apa ini mas Anton kok keras banget?

)” tanya Veronica heran dengan mata sambil terpejam. “Yo delok’en wae Veronica buka’en moto-mu cekno weruh ora bahaya kok (Yah liat aja Veronica buka dulu matanya biar tau ngga bahaya kok)” jawabku dengan jantungku berdegup-degup kencang. Perlahan-lahan Veronica membuka matanya, dan langsung terbelak kedua matanya sambil terheran-heran. “Lah manuk’e mas Anton kok iso ngaceng koyok ngono linu sisan tah? (Lho burung mas Anton kok bisa tegang kayak gitu linu juga tah? )” tanya Veronica lugu. “Iki

  • jeneng’e manukku ‘happy’ alias seneng soale endok’e dielus-elus wong wedok sing ayu kayak Veronica (Ini namanya burungku ‘happy’ alias senang soalnya buah kontol nya dielus-elus wanita cantik kayak Veronica)” kataku mulai merayu.
  • “Mas Anton iki (Mas Anton ini )” kata-katanya terputus dan keliatan wajah Veronica yg malu-malu atas pujianku itu.
  • Veronica ternyata masih lugu dalam hal beginian, bikin ku semakin yakin kalo Veronica ini masih ting-ting alias perawan.
  • Tanpa disuruh olehku, Veronica mulai mengelus-elus batang peler ku dengan lembut, kadang-kadang mengurut-urutnya. gak karuan rasa, semakin dielus, semakin tegang dan tegak berdiri.
  • Veronica dari tadi senyum-senyum saja, dan keliatan wajahnya yg masih malu-malu. Setelah lama dielus-elus oleh Veronica batang peler ku berserta buah kontol nya,
  • saya ingin melaju di langkah berikutnya. saya semakin berani dan nggak sungkan-sungkan lagi. Sambil berbaring kutatap wajah cantik dan manis Veronica.
  • “Veronica ” kataku. “Em ” jawab Veronica singkat. “Saiki gantian yo (Sekarang gantian yah)” kataku. “Gantian yo opo? (Gantian gimana? )” tanya Veronica.
  • “Hm ngene saiki gantian saya teko mau Veronica wis delok manukku mbek endokku sek dielus-elus maneh saiki gantian saya seng delok tempik’e Veronica (Hm gini sekarang gantian saya dari tadi Veronica dah liat burungku ama buah kontol ku dan dielus-elus lagi sekarang gantian saya yg liat nonok Veronica” kataku tanpa basa-basi. “Emoh mas Anton isin saya ojok mas Anton (Ngga mau mas Anton malu saya jangan mas Anton)” tolak Veronica. Penolakan Veronica yg setengah hati itu
  • bikin ku makin penasaran dan makin bernapsu. saya beranjak dari ranjang, dan memaksa lembut Veronica untuk merebahkan tubuhnya di atas ranjangku.
  • Setelah berhasil merebahkan tubuhnya Veronica langsung bertanya. “Mas Anton kate diapakno saya? (Mas Anton mau diapain saya? )” tanya Veronica pasrah.
“Menengo wae Veronica ora saya apak-apak’no kok mek arep delok tempik’e Veronica ora adil lek teko mau manukku tok seng didelok (Diam aja Veronica ngga bakalan saya apa-apain kok.

cuman pengen liat nonok Veronica aja ngga adil kalo dari tadi burungku saja yg diliat)” kataku bohong.

Padahal dibalik benakku banyak hal yg saya ingin lakukan terhadap Veronica, terutama terhadap tubuhnya. saya sekap roknya, dan saya tarik celana dalam dibalik roknya.

Veronica berusaha menahannya, tapi usahanya sia-sia, karena dia menahannya dengan setengah hati alias nggak dengan sekuat tenaga.

Kelakuan Veronica ini seperti lampu hijau untukku. Seakan-akan pasrah saja mau diapain olehku. Setelah berhasil melepas celana dalamnya, saya tarik roknya ke atas perutnya,

agar supaya saya bisa ngeliat jelas nonok nya. Secara reflek Veronica menutup nonok nya dengan tangannya. “Wes mas Anton isin tenan saya (Udahan mas Anton malu banget saya )” kata Veronica.

“Durung Veronica ojok mbok ditutupi tok tempik’e ora ketokan (Belon Veronica jangan ditutup terus dong nonok nya ngga terlihat )” kataku protes.

saya kemudian tarik tangannya yg sedang menutupi nonok nya. Veronica langsung menutup mukanya dengan kedua tangannya, dan kedua pahanya menyilang. Veronica masih terus berusaha menyembunyikan nonok nya dariku.

Bisa saya maklumi perasaan malu yg sedang Veronica alami. saya mencoba merayu dan menyakinkan Veronica apa adanya.

“Ojok isin-isin Veronica ora ono sing ndelok kok men saya tok wae (Jangan malu-malu Veronica ngga ada siapa-siapa yg bisa liat kok cuman ada saya saja )” rayuku lagi.

Kini Veronica mulai pasrah, dan kedua pahanya yg tadinya menyilang, sekarang sudah mulai kendor. Segera saja saya ambil kesempatan ini untuk mengendorkan pertahanan Veronica.

Setelah saya berhasil membuka selangkangan Veronica alamak saya langsung menelan ludah. nonok Veronica begitu indah dan subur ditumbuhi oleh jembut-jembut yg masih lembut.

saya yakin jembut-jembut ini nggak pernah sekalipun Veronica cukur sejak pertama kali tumbuh, sehingga masih keliatan halus lembut.

Kucoba lagi membuka selangkangan Veronica lebih lebar lagi, saya ingin sekali menemukan biji etil Veronica. saya merasa kesulitan menemukan biji etil Veronica dengan mata terlanjang.

Ketika saya mencoba membuka bibir nonok Veronica untuk menemukan biji etilnya, Veronica langsung protes. “Mas Anton ojok mas (Mas jangan mas )” pinta Veronica.

saya semakin gemas dengan nada penolakan pasrah Veronica. saya nggak mengubris permintaan Veronica, dan semakin gencar bergerilya mencari biji etilnya. Ternyata nggak susah menemukan biji etilnya dengan mencari pakai tangan.

saya mainin biji etilnya dengan gemas. “Mas Anton wes mas uisin tenan saya (Mas Anton udahan mas malu banget saya)” mohon Veronica.

Otakku sudah gelap, dan tetap memainkan biji etilnya. Ternyata nggak perlu memakan waktu lama untuk bikin nonok Veronica basah.

Mungkin ini pertama kalinya Veronica merasakan nafsu birahi alias horny. Dia seperti nggak tau harus bagaimana menghadapi situasi saat itu. Kedua tangan nggak lagi menutup wajahnya.

Tangan kanannya bersembunyi di balik bantal, dan tangan kirinya meremas guling. Veronica menggigit bibir bawahnya, seolah-olah menahan geli.

nggak kudengar suara desahan dari mulut Veronica, tapi nafasnya kini sudah berubah menjadi memburu. saya berasumsi bahwa Veronica masih belum bisa atau belum terbiasa mendesah.

“Veronica tempik mu wis buasah tenan saiki (Veronica nonok mu dah basah banget sekarang)” pujiku. “Mas mas wes mas Veronica mbok opok’no jarene mbek delok tok saiki kok di dolen tempik ku (Mas mas udahan mas diapain Veronica katanya cuman mau liat aja sekarang kok dimainin nonok ku)” protes Veronica pasrah. “saya wes kesengsem karo tempikmu iki gemesi wae gak elus-elus malah dadi buasah (saya dah jatuh cinta ama nonok mu membuat gemes aja dielus-elus malah

jadi basah) ” kataku sambil bercanda. Belum selesai saya melanjutkan kalimatku, Veronica secara reflek tiba-tiba menjerit “Mas Anton mas ”. Veronica orgasme di atas ranjangku.

saya biarkan Veronica mengambil nafas dulu biar sedikit tenang. “Veronica sek tas mau kok bengok loro tah? (Veronica barusan aja kok teriak sakit?

” tanyaku pura-pura bego. “Ora loro mas sek tas-an Veronica koyok kesetrum rasa’e koyok nang surgo uenak tenan atiku saiki sek dek-dekan (Ngga sakit mas barusan Veronica kayak kena setrum rasanya seperti di surga enak banget jantungku sekarang masih deg-degan)” jawab Veronica. Kini saatnya giliranku untuk orgasme. peler ku sudah sejak tadi tegang ngeliat kelakuan Veronica. Pekerjaanku masih belum tuntas. saya bingung apa yg harus saya katakan ke Veronica bahwa saya ingin menyodok peler ku ini

ke dalam nonok nya yg masih perawan itu. Akhirnya saya memutuskan untuk nggak bertanya atau berkata apapun.

saya mencoba untuk langsung main terobos saja. saya kembali membuka selangkangan Veronica, dan mencoba mengarahkan peler ku ke mulut nonok nya.

Veronica protes lagi. “Mas Anton arep opo? (Mas Anton mau apa? )” tanya Veronica heran. “Oh saya gelem kesetrum sisan koyok Veronica seng mau (Oh saya juga mau kesetrum kayak Veronica tadi)” jawabku spontan.

“Lah terus laopo manuk’e mas kate mlebu nang tempikku? (Lho trus kenapa burung mas mau masuk ke nonok ku? )” tanya Veronica heran.

Veronica benar-benar masih bau kencur di dalam urusan seperti ini. Mungkin nggak ada orang yg pernah mengajarinya teori tentang hubungan seks atau biasanya disebut dengan hubungan pasutri (pasangan suami istri).

“saya baru iso kesetrum lek manukku mlebu nang tempikmu (saya baru bisa kesetrum kalo burungku masuk ke nonok mu)” jawabku gombal.

“Ojok mas engkuk loro jarene wong-wong (Jangan mas nanti sakit katanya orang-orang)” katanya. “Ojok wedhi Veronica gak mlebu pelan-pelan wae gak jamin ora loro (Jangan takut Veronica dimasukin pelan-pelan aja dijamin ngga sakit)” rayuku.

Veronica diam saja dan pasrah. saya kemudian mengarahkan ujung peler ku ke bibir nonok / nonok Veronica.

Veronica memejamkan matanya, dan kini giginya kembali menggigit bibir bawahnya. Tangan kananku memegang pangkal peler ku agar batang peler ku tegak dengan mantap,

dan tangan kiriku berusaha membuka bibir nonok Veronica, supaya saya bisa ngeliat lubang nonok nya. Karena Veronica masih perawan, ngga mudah untuk menembuh pintu masuk cewek perawan.

Hal ini sudah saya alami sekali dengan pacar lamaku. saya ngga ingin ngeliat Veronica nantinya menangis seperti yg dialami oleh mantan pacarku yg dulu,

setelah saya paksa masuk batang peler ku ke lubang nonok nya yg masih perawan. Pertama-tama saya basahi terlebih dahulu ujung peler ku dengan air ludahku biar menjadi pelumas sementara,

kemudian saya dorong masuk ujung peler ku kira-kira sedalam 2 centi. Setelah berhasil masuk kira-kira kedalaman 2 centi, saya diam sejenak,

kulihat Veronica sedikit meringis menahan perih. “Perih Veronica? ” tanyaku iba. “Rodok perih mas (Rada perih dikit mas)” jawab Veronica yg kini matanya kembali terbuka memandangku.

“gak mlebu alon-alon yah lek perih ngomong’o ojok meneng ae (saya masukin pelan-pelan yah kalo perih bilang aja jangan diam aja) ” suruhku.

Suasana kamarku makin panas saja rasanya. saya lepas bajuku, sehingga kini saya sudah terlanjang bebas. Kondisi Veronica masih lengkap, cuma roknya saja yg terbuka.

Batang peler ku yg dari tadi sudah masuk 2 centi itu masih keliatan keras saja. saya kini nggak lagi memegangi batang peler ku,

karena dengan menancap 2 centi saja di dalam nonok Veronica dalam kondisi amat tegang, mudah untukku menembus semua batang peler ku.

Tapi kini saya harus memasang taktik biar Veronica nantinya juga menikmati. Perih adalah maklum untuk cewek perawan yg sedang diperawani. Kedua tanganku kini menahan tubuhku.

saya membungkuk dan menatapi wajah Veronica yg cantik. Veronica masih keliatan sedikit merintih karena rasa pedih yg dialaminya.

saya menekan lagi batang peler ku, masuk sedikit, kira-kira setangah sampai 1 centi. Veronica meringis lagi. saya mainkan pinggulku maju dan mundur agar batang peler ku maju mundur di dalam liang nonok Veronica.

Batang peler ku cuman mentok sampai kedalaman kira-kira 3 centi. Tapi saya terus bersabar sampai nanti tiba nanti saatnya yg tepat.

saya teruskan irama maju mundur batang peler ku di dalam nonok Veronica. Perlahan-lahan suara rintihan Veronica semakin memudar, dan wajah Veronica nggak lagi merintih.

Ujung peler ku terasa basah oleh cairan yg kental. saya yakin cairan ini bukan air liurku yg tadi, melainkan cairan murni dari nonok Veronica.

Sekarang batang peler ku bisa masuk perlahan-lahan lebih dalam lagi, dari 3 centi maju menjadi 4 centi, kemudian dari 4 centi masuk lebih dalam lagi menjadi 6 centi.

“Sek perih Veronica? (Masih pedih Veronica? )” tanyaku. Veronica menggeleng-gelengkan kepala pertanda nggak lagi sakit. Napas Veronica kini kembali memburu dan terengah-engah,

dan nggak lagi menggigit bibir bawahnya. Tangan kanannya meremas sarung ranjangku dan tangan kirinya meremas selimutku. Goyangan pinggulku saya percepat sedikit demi sedikit,

memberikan sensasi erotis terhadap nonok Veronica. Dalam sekejap kini saya bisa bikin batang peler ku kini terbenam semuanya di dalam lubang nonok milik Veronica.

“Sek perih Veronica? (Masih pedih Veronica? )” tanyaku sekali lagi. Veronica kali ini tersenyum malu sambil menggeleng-gelengkan kepalanya lagi.

“Tempik mu wis uenak maneh? ( nonok mu dah enakan lagi? )” tanyaku bercanda. Veronica mengangguk. “Veronica buka en klambimu mosok ga kroso panas tah?

buka en ae cekno adem (Veronica buka dong bajumu masa ngga merasa panas? buka aja biar sejuk)” kataku.

saya sebenarnya ingin memperawani Veronica dalam keadaan benar-benar terlanjang. Nanti menurut saja, dan kemudian dia melepas kaos bersama BH-nya, dan masih membiarkan roknya,

karena batang peler ku masih sibuk menari-nari di dalam lubang nonok nya. keliatan toket Veronica yg merekah dengan ukuran 32C menurut tafsiranku.

nggak terlalu besar, dan juga nggak terlalu kecil. Pas untuk ukuranku. Puting payudara nya berwarna coklat gelap.

Typical atau khas toket wanita asli Indonesia. melihat puting payudara nya yg menantang seperti itu, bikin ku gemas rasanya.

saya mencubit sambil memelintir puting payudara nya, dan Veronica protes atas tindakanku tersebut. “Mas loro mas (Mas sakit mas )” protes Veronica lembut.

saya pun kemudian senyum padanya, dan langsung menghentikan tindakanku tersebut. saya merasa sudah lama saya menggenjot tubuh Veronica siang itu. Tapi saya masih belum menampakkan tanda-tanda akan datangnya klimaksku.

saya sejak tadi berpikir antara iya atau nggak nantinya saya memuncratkan peju ku ke dalam nonok nya.

Sejujurnya saya berkeinginan hati untuk menyirami nonok Veronica dengan peju ku, tapi saya juga rada kuatir akan konsekwensinya bila terjadi apa-apa dengannya,

alias hamil nantinya. Nafas Veronica semakin memburu saja, tapi wajahnya keliatan makin gelap saja. Darah Veronica seakan-akan memanas dan terkumpul di atas kepalanya.

Kali ini Veronica gak kuat untuk menahan entotan peler dan gesekan-gesekan nikmat yg diberikan oleh batang peler ku.

Mulut Veronica kini gak terkontrol. Untuk pertama kalinya mulut Veronica mendesah atau merintih basah. “Uhh oh mas mas kerih (geli) mas ” rintih Veronica.

“saya kerih sisan Veronica Veronica wis arep ngoyo? (saya geli juga Veronica Veronica sudah mau pipis? )” tanyaku penasaran ngeliat nya sudah seperti cacing kepanasan.

Leher Veronica sudah mulai berkeringat. Sekujur badanku juga nggak kalah keringatnya. Semakin berkeringat, semakin seru saja saya menggagahi tubuh Veronica. Seperti tau apa yg saya maksud dengan kata ‘pipis’,

Veronica pun menganggukkan kepalanya. Veronica sudah akan memasuki tahap orgasme yg kedua kalinya. nggak sampai hitungan 2 menit, Veronica tiba-tiba nonok ik sambil tangan kanannya meremas biceps-ku.

“Mas ampun mas kerih mbanget arep ngoyo ketok’e aah (Mas ampun mas geli banget ingin pipis rasanya ah )” pekik Veronica dengan tangan kanannya yg masih meremas biceps-ku.

nggak salah lagi, Veronica telah mencapai orgasme keduanya. nonok nya semakin basah saja. saya berhenti menggenjotnya dan mendiamkan batang peler ku tertanam dalam-dalam di dalam nonok nya yg basah nan hangat.

Kurasakan setiap denyutan daging-daging di dalam nonok Veronica. Setelah buruan nafasnya mereda, saya cabut batang peler ku keluar dengan maksud untuk melepas roknya yg masih menempel di tubuhnya.

saya ingin ngeliat nya bugil tanpa busana apapun. Saat kutarik batang peler ku, saya ngeliat sedikit bercak darah di tengah-tengah batang peler ku,

dipangkal peler ku, dan di daerah bulu jembutku. Kuperawani sudah Veronica, dan ini adalah bukti keperawanan Veronica yg telah saya renggut darinya.

Veronica kini bugil tanpa selembar kain apapun. saya kembali memasukkan batang peler ku ke dalam nonok nya.

Masih terasa basah liang nonok Veronica. “Veronica saiki saya sing kate ngoyo siap-siap yo (Veronica sekarang saya yg harus pipis siap-siap yah)” kataku.

Veronica seperti nggak mengerti apa yg saya katakan, tapi kepala mengangguk saja (cuma menurut saja). saya kembali menggenjoti liang nonok nya lebih cepat dari biasanya.

Kupercepat setiap hentakan-hentakan, dan bisa kurasakan kenikmatan gesekan-gesekan terhadap daging-daging di dalam nonok Veronica. Memberikan sensasi yg luar biasa dasyatnya. Wajah Veronica kembali memerah,

dan kini nafasnya kembali memburu lagi. Kali ini Veronica sudah nggak malu-malu lagi untuk mendesah dan merintih nikmatnya bercinta.

“Veronica kepenak temenan nyenuk karo Veronica tempik-mu gurih tenan (Veronica enak/senang banget ngent*t ama kamu nonok mu gurih banget)” pujiku sambil terus menggenjot nonok nya.

“Mas Anton mas saya arep ngoyo maneh ah mas (Mas Anton mas saya pengen pipis lagi ah mas )” desah Veronica.

“Iku jenenge arep teko Veronica ora arep ngoyo (Itu namanya mau datang Veronica bukan mau pipis)” jawabku sambil tertawa renyah dan Veronica pun tersenyum bingung.

Mungkin baginya istilah ‘datang’ masih terasa aneh. Sekujur tubuhku berkeringat dan tergolong basah kuyup. Sudah berapa susu s keringatku yg jatuh di perut dan dada Veronica.

Posisiku menyetubuhinya masih tetap berada di atas. Sejak tadi saya belum menyuruhnya merubah posisi. Mungkin bagiku lebih nyaman untuk Veronica digagahi dengan posisiku di atas.

Veronica masih termasuk bau kencur dalam masalah beginian. Batang peler ku makin lama terasa makin mengeras. Lahar mani di dalamnya ingin segera meletup keluar.

saya sudah nggak mampu untuk berpikir dengan akal sehat kembali. Otot-otot disekujur batang peler ku sudah nggak mampu lagi membentung peju yg ingin segera menyembur keluar.

saya sudah nggak perduli lagi dengan rasa kuatirku tadi. saya cuma ingin menyemburkan peju ini secepat mungkin.

Isi otakku sudah gelap rasanya. “Veronica saya arep teko iki ora iso di tahan maneh saiki Veronica saiki Veronicaii (Veronica saya mau datang nih ngga bisa ditahan lagi sekarang Veronica sekarang Veronicaii)” saya mengerang keras diiringi oleh semburan peju dari batang peler ku yg mengisi semua liang nonok Veronica. Semburan panas dari batang peler ku mendapat sambutan hangat dari Veronica. saya memeluk erat tubuh Veronica, dan Veronica membalas memelukku sambil teriak memanggil namaku. saya cuma dapat

menduga bila Veronica mendapatkan orgasme-nya yg ketiga kali. Batang peler ku berkali-kali memuntahkan peju nya di dalam lubang nonok milik Veronica.

Mungkin sekarang liang nonok Veronica penuh sesak oleh lahar maniku. saya diam sejenak, mengatur nafasku kembali. Tubuhku masih menindih tubuh Veronica.

Kini semua keringatku bersatu dengan keringat Veronica. saya memeluk Veronica, sambil menciumi lehernya. Batang peler ku masih menancap di dalam nonok Veronica.

saya masih belum ingin mencabutnya sampai nanti batang peler ku sudah mulai meloyo. “Veronica terima kasih ” bisikku dalam bahasa Indo.

Veronica cuma diam saja. gak lama kemudian, saya mendengar Veronica menyedot ingusnya. Ternyata mata Veronica keliatan berkaca-kaca.

saya menduga kuat Veronica ingin sekali menangis, dan keliatan penyesalan di wajahnya. melihat tingkah laku Veronica, saya berusaha memberinya comfort (kenyamanan),

dan rayuan agar bikin nya lega atau nggak sedih kembali. saya mengatakan kepada Veronica bahwa ini adalah rahasia kita berdua, dan mengatakan bahwa saya sayang kepadanya.

saya berjanji padanya bahwa ini adalah untuk pertama dan terakhir kalinya saya menyetubuhinya. Veronica begitu menurut dengan kata-kataku dengan polos dan lugu.

saya sedikit ada rasa penyesalan telah memperawani cewek cantik dan imut seperti Veronica. saya meminta maaf kepadanya karena saya khilaf dan nggak dapat menahan keinginanku itu karena sejak lama saya memantau dan ngeliat sosok dirinya dari kejauhan. Begitu dekat dengannya, saya nggak mampu lagi menahan nafsu birahiku. Selama liburan musim panas tersebut, saya sering sekali mencuri-curi waktu dan tempat untuk bersetubuh dengan Veronica. Sejak pertama kali memperawaninya, agak susah untukku untuk menggagahi tubuh nikmatnya lagi. Veronica

selalu menolak dengan alasan takut sakit atau apa gitu. Tapi dasar lelaki yg penuh dengan akal muslihat, saya tetap berhasil menikmati tubuhnya dan nonok nya berkali-kali.

Untung saja, makin lama Veronica semakin menyukai berhubungan badan denganku. Banyak teknik yg saya ajarkan kepadanya, dari BJ, HJ, dan posisi bercinta yg lain (doggy style,

woman on top, gaya menyamping, dll). saya kadang meminta Veronica memberikan BJ atau HJ di ruang keluarga sambil saya menonton TV disaat nggak ada orang di rumah.

Sejak saat itu pula, saya selalu memakai condom untuk mencegah sesuatu yg nggak diinginkan. saya nggak ingin aib ini sampai tercium oleh anggota keluargaku yg lain.

Sudah sering kali saya bermain cinta dengan Veronica di liburan musim panas ini. saya sempat mengganti tanggal pesawatku kembali ke Melbourne agar saya bisa lebih lama di Indonesia.

saya kembali ke Melbourne untuk melanjutkan studiku lagi sekitar akhir Februari. Semenjak kembali ke Melbourne lagi, saya kangen dengan Veronica, dan rindu bercinta dengannya.

Kadang-kadang saya menelpon rumah di waktu siang hari (waktu Indonesia) untuk mengobrol dengan Veronica. Dan seputar obrolan kami adalah tentang ‘gituan’ aja.

Studiku tinggal 1 semester lagi. saya sudah nggak sabar untuk menyelesaikan studiku ini, agar saya bisa kembali ke Indonesia bertemu kembali dengan Veronica.

Sebenarnya saya sendiri nggak tau bagaimana masa depanku dengan Veronica. Tapi saya berkeinginan untuk tetap tinggal di M, paling nggak melanjutkan atau bekerja di kantor perusahaan papa. Dengan ini saya bisa senantiasa dekat dengan Veronica. Biarlah nanti waktu yg akan menentukan nasibku dengan Veronica.
pembantu, sexy, pembantu sexy, cerita sex, seks dewasa, ngewe vagina


Veronica Pembantu Sexy Kerjaannya Bersihin Peju Cerita Sex, pembantu, sexy, pembantu sexy, cerita sex, seks dewasa, ngewe vagina Veronica Pembantu Sexy Kerjaannya Bersihin Peju cerita sex,Cerita Seks, pembantu, sexy, pembantu sexy, cerita sex, seks dewasa, ngewe vagina, cerita seks dewasa
Veronica Pembantu Sexy Kerjaannya Bersihin Peju
Veronica Pembantu Sexy Kerjaannya Bersihin Peju, cerita seks , Veronica Pembantu Sexy Kerjaannya Bersihin Peju pembantu, sexy, pembantu sexy, cerita sex, seks dewasa, ngewe memek, kisah porno, kisah sex bokep, sex, Veronica Pembantu Sexy Kerjaannya Bersihin Peju

10
205

Tags cerita dewasa paling populer di blog ini: cerita seks, Cerita Dewasa, 17 Tahun, sex, Ngentot, Memek, Istri, selingkuh, Kontol, Entot, Mama, gangbang, tante, threesome, ABG, Binal, sexy, toket, payudara.
Aktifkan javascript lalu tekan F5, untuk membuka halaman
meng-klik link cerita secara normal
dan membuka gambar lebih besar.
Cerita dewasa seks terpanas, update setiap hari cerita terbaru Cerita seks dewasa ngentot memek isteri, perek, bispak.
http://cerita-dewasa-terpanas.blogspot.com