ABG Butuh Sensasi Ngentot Suami Istri

ABG Butuh Sensasi Ngentot Suami Istri | Bersamaan dengan masuknya puting panjang Rani ke mulutku, kuselipkan tangan kananku ke dalam selangkangannya melalui perut, kusibakkan bulu-bulu keriting lebatnya, dan.

kujamah nonok mungil yang masih sempit itu Rani terbelalak dan menutup kedua pahanya.

dia belum dapat menerima kedatangan benda asing di daerah terlarangnya. Wow berarti belum pernah ada tangan lain yang piknik kesana selain aku kenyataan itu bikin ku semakin terangsang Rani menggelinjang kegelian ketika kusedot dan kugigit puting kirinya dia sama sekali tidak menolak ketika tangan kiriku mulai meremas dan memilin buahdada dan puting kanannya.

"Mmmas please stop dulu masih ada lintah yang mesti dibuang " bisiknya dengan suara serak stop dulu katanya stop dulu kalau begitu pasti ada kelanjutannya "Rani coba kamu berbaring " Rani mengikuti permintaanku, "Sorry Ri " kataku seraya membuka kedua belah pahanya.

Aku menelan ludahku berkali-kali susah betul kudeskripsikan dengan kata-kata betapa merangsangnya dia dalam posisi itu lalu kutaburkan garam sebanyak-banyaknya di atas tubuh kedua lintah yang seharusnya kuberi tanda jasa itu karena memberi kesempatan menelanjangi Rani di hadapanku dan lintah-lintah itu menggeliat-geliat sebelum dengan mudah kulemparkan ke luar.

kupandangi cd nya yang merangsang itu, kupandangi bulu-bulu keriting itu Sehari sesudah permainan histerikku dengan Arina, mbak Eva menemuiku.

"Arina told me what you did to her yesterday " Kata-kata singkat itu di ucapkan dengan nada bergetar menahan emosi.

Aku betul-betul lemas mendengarnya yah kejadian juga bisa-bisa malah aku kehilangan mbak Eva karena perbuatanku ini Akhirnya aku mengusulkan untuk melibatkan Arina dalam pembicaraan ini yang akhirnya membawa kami bertiga pada suatu diskusi paling terbuka yang pernah aku alami.

Mbak Eva, Arina , dan aku saling membagi perasaan kami dengan apa adanya, tanpa basa-basi, tanpa maksud terselubung luar biasa ! keterbukaan ini, ajaibnya, bikin perasaan kasih sayang diantara kami semakin kuat.

Akhirnya kami sepakat, bahwa dalam seminggu 2 hari waktuku untuk mbak Eva, 1 hari kosong, 2 hari berikutnya untuk Arina, dan 2 hari sisanya kosong.

ABG Butuh Sensasi Ngentot Suami Istri

Karena hubungan kami ini murni hubungan sexual, maka sengaja kami masukkan hari-hari kosong untuk memberi kesempatan tubuhku beristirahat.

Tapi ya. dalam praktek sih itu terserah aku kalau aku sedang mood untuk permainan kasar ya aku temui Arina kalau sedang mood permainan lembut ya aku temui kakaknya gila ! Ini memang pengalamanku yang paling gila ! But its real ! "Buka mulutnya dong mas Rafi " Rani menyodorkan sepotong kue ke mulutku.

Aku menyambutnya sambil pura-pura menggonggong sehingga bikin anak gadis mbak Eva itu tertawa geli ngeliat tingkahku.

Hari ini genap sudah sebulan aku tinggal di keluarga mbak Eva. Seminggu terakhir ini load pekerjaanku agak berkurang sehingga hari-hari kosong ku selain kupergunakan untuk memberi kepuasan extra pada mbak Eva dan Arina, kan hari kosong mestinya istirahat, juga kupergunakan untuk mengenal Rani lebih dekat.

Anak gadis yang semula kutaksir berusia 18 tahun itu ternyata berumur 21.

"Mama memang kawin muda dia melahirkan Rani ketika berumur 19 tahun ! Hebat ya ? " Katanya ketika kutanya usia sesungguhnya.

Ya, aku tahu kalau mamamu hebat Rani mamamu dan tantemu adalah wanita-wanita yang hebat di atas ranjang hebatnya lagi, mereka bisa menutupinya darimu "Kalau kamu sendiri gimana ? " tanyaku memancing "Ya yang penting kuliah selesai dulu tapi, ngga juga sih namanya juga jodoh kita ngga pernah tau kalau besok tiba-tiba datang seorang pangeran tampan yang kaya raya dan baik hati lalu melamar Rani ? Masak nolak? " "Kalau gitu kuliahnya ngga selesai dong " "Lho mas ini gimana, ya kasih syarat dong boleh kau melamarku tapi biarkan aku menyelesaikan studi ku gitu lo " Rani memang anak yang sangat cerdas.

Buktinya tahun depan dia akan meraih gelar insinyur di ipb. Dengan pengetahuannya yang luas dia selalu menjadi teman diskusi yang menyenangkan ditambah lagi dengan sifat keibuan dan perhatiannya yang tinggi pada orang lain, bikin Rani menjadi sosok ideal bagi setiap pria untuk dijadikan seorang pendamping hidup Oh satu lagi soal fisik ! Tubuh Rani adalah kombinasi antara mbak Eva dan Arina.

Tubuhnya tinggi semampai, ukuran payudara nya persis seperti ibunya dan jauh lebih kencang dan ketat, maklum.

perawan. Gadis ini juga mempunyai hobi mengkoleksi bh yang bentuknya aneh-aneh. entah dari mana didapatnya itu Seperti saat ini karena dia mengenakan kaos komprang bergambar Tweety favoritnya maka bila lengannya diangkat, maka keliatan lah payudara nya yang besar itu dibalut oleh bh nya yang bermodel membuat i dimana cupnya berbentuk sarang laba-laba sehingga kulit payudara nya yang putih itu dapat keliatan.

Putingnya ditutup oleh gambar seekor laba-laba kecil. Bila sedang bercerita dengan semangat, terlihat gundukan besar itu bergoyang-goyang.

Wuih syurr juga aku dibuatnya. Urusan wajah, Rani lebih mirip ayahnya yang asli Solo.

Kalau dicari bandingannya raut wajahnya bisa dimirip-miripkan dengan Widi ab three. Hanya saja, hidung Rani lebih mancung dan tubuhnya lebih tinggi dan seksi.

Secara keseluruhan, Rani jauh lebih menarik dibanding Widi. Terus terang, aku betah duduk berlama-lama di dekatnya "So, gimana Fi ? Bisa ngga kamu nganter si Rani survey ? " mbak Eva bertanya seraya memberikan piring penuh dengan nasi hangat kepadaku.

Sore itu aku dia mentraktir seluruh keluarganya karena mendapat promosi menjadi direktur program di kursus bahasa Inggris tempatnya bekerja.

"Iya mas, Rani harus survey tentang pola tani di daerah perbukitan. Ini juga baru survey lokasi kok belum penelitiannya jadi paling lama cuma makan waktu 2 hari " Seekor kucing kelaparan tentu tak akan menolak diberi ikan asin.

Dan bagiku, Rani adalah ikan kakap ! "Sure ngga masalah kapan kita berangkat ? " Tanyaku enteng "Gimana kalo malam ini juga mas. " "Malam ini ? " seruku bersamaan dengan Arina.

Mbak Eva tak kuasa untuk menyembunyikan senyumnya. dia mengerti, karena malam ini seharusnya aku adalah jatah Arina.

Dan hari Senin, suami Arina akan pulang dari Dubai. "Iya, malam ini, supaya Minggu sore kita sudah sampai lagi ke Bogor soalnya kalau Minggu pulangnya kemalaman, kasian mas Rafi Senin kan harus ngantor. gimana mas ? " Rani memandangku dengan kerlingan mata bundarnya yang indah "I dont mind lets go then " jawabku seraya melirik Arina.

Istri kesepian itu tak dapat menyembunyikan kekecewaannya. Alisnya mengkerut, bibirnya merengut, dan matanya menatapku kesal.

Well I am sorry my dear tampak nya aku harus mengecewakanmu nanti malam.

Aku berjalan sambil menggendong ransel tentara di pundak. Aku dan Rani tengah menyusuri sebuah sungai yang terletak 60 km di selatan Bogor.

Cerita Sex ABG Butuh Sensasi Ngentot Suami Istri

Kami sedang bersiap-siap melintasi sungai itu untuk mencapai desa Batu Sumur yang terletak di areal yang berbukit-bukit.

Dari deskripsi yang diberikan oleh dinas pembinaan desa Pemda Jawa Barat, desa tersebut terlihat nya ideal untuk proyek penelitian akhirnya Rani.

Masih terngiang bisikan mbak Eva ketika melepaskan kepergian kami "Fi promise me please dont touch her she is still a virgin ".

Saat itu aku hanya tersenyum dan aku bersyukur bahwa I dont give my word to Eva, karena semakin lama berdua dengan Rani, semakin sexy penampilannya dimataku (dasar mata keranjang.

susah ! ) "Wah, jembatan kayunya masih 2 km lagi dari sini mas " Rani menunjuk lokasi jembatan itu di peta "Tapi jembatan tali sudah tampak tuh dia " Gadis manis itu menunjuk ke sebuah jembatan darurat terbuat dari tali tambang yang disimpul erat.

KuperhArinan wajah manis yang menggunakan topi tentara, kemeja lapangan berwarna coklat, dan celana pendek komprang dengan warna yang sama.

Kemeja itu tak dapat menyembunyikan keindahan tubuhnya. Di bagian dada terlihat kancing-kancingnya agak tertarik karena desakan dua payudara nya yang besar itu (kutaksir sekitar 36 ).

Namun karena badannya yang tinggi (sedikit lebih pendek dariku yang 176 cm ) bentuknya jadi proporsional dan indah titik-titik keringat berkumpul di ujung hidung mancungnya bibirnya yang mungil nampak kering oleh panasnya udara kain di sekitar ketiaknya basah oleh keringat.

Aku memandang jembatan tali itu dengan agak kawatir "Apa kuat menahan beban tubuh kita ? Apa tidak sebaiknya kita pergi menuju ke jembatan kayu ? " tanyaku sambil ngeliat potongan ilalang dan bercak tanah merah yang menempel di betis dan pahanya yang mulus itu.

"And walk for another 2 Kilo ? hmm mas Rafi sebentar lagi kayaknya mau hujan deh jadi kita harus cepat-cepat, no risk no gain " katanya sambil tersenyum.

Benar juga. Soalnya dari sungai itu kita masih harus jalan 5 km lagi untuk sampai ke desa.

terlihat tangannya membuka kancing kemejanya yang ke satu dan kedua sehingga putihnya gundukan besar payudara itu keliatan olehku.

Udara mendung sore itu semakin terasa gerah saja "Ok kalau begitu biar aku dulu yang nyeberang baru kamu sungainya juga tampak ngga terlalu dalem kok " kataku seraya menapakkan kakiku di jembatan tali itu Aku merayap perlahan-lahan memang tali itu sangat kokoh sehingga kekhawatiranku berkurang "Mas Rani juga naik ya talinya kuat kan " Tanpa menunggu jawabanku, gadis bertubuh tinggi sintal itu mulai merayap di belakangku tali mulai bergoyang-goyang ingin aku berteriak untuk menyuruhnya kembali, namun kuurungkan karena kawatir dia terkejut geraknya semakin cepat ke arahku yang masih menunggu tiba-tiba kaki gadis itu tergelincir.

badannya yang dibebani ransel kehilangan keseimbangan dan "Mas ai. " byur Rani tercebur ke dalam sungai berwarna coklat itu Aku terkejut ngeliat gadis itu menggapai-gapai My god Rani rupanya tidak bisa berenang ! Tanpa pikir panjang kulempar ranselku dan terjun ke sungai.

Tanganku memeluk lehernya dari belakang dan kuseret ke sisi tujuan kami. Tubuh Rani terasa berat karena dia masih membawa ransel.

Rani megap-megap dengan wajah pucat karena terkejut. "Ngga apa ngga apa its ok youre save now " Kataku sambil memeluk erat tubuh sintal Rani wouww dalam suasana panik seperti itu masih juga dadaku terasa berdesir benar-benar montok tubuh perawan ini terasa dalam pelukanku dengan spontan kucium keningnya untuk menenangkan Rani yang masih pucat dan gemetar karena kaget.

Tetesan air dari langit perlahan mengetuk-ngetuk muka kami dan dalam 1 menit hujan turun dengan lebatnya diikuti oleh kilat yang menyambar What a day.

aku melepaskan pelukanku dan menyapu sekelilingku dengan pandangan ah thank god, kuliat sebuah gubuk kira-kira 200 m di depan kami.

"Rani disitu ada gubuk" kataku riang "ayo kita kesana " kuangkat tubuh gadis itu dan kupapah menuju gubuk itu.

Gubuk itu rupanya tak berpenghuni. Perfect! lalu kubuka ransel Rani. Hanya ada bivak untuk bermalam dan kaleng makanan dan minuman shit pakaian kering ada di ransel satu lagi yang kulepaskan ketika terjun ke sungai dan ransel itu seingatku juga tercebur ke dalamnya ya nasib akhirnya ku bentangkan bivak sebagai alas duduk, dan kududukkan Rani di atasnya "ah. " terdengan gadis itu menghela nafas lega seraya tersenyum "mas Rafi thanks ya Rani udah ditolongin. " Aku balas tersenyum "its ok non lain kali lebih hati-hati ya ? " Lalu kubuka bajuku dan menggantungnya di tali jemuran tua yang masih ada di dalam gubuk itu.

Rani memandang tubuhku yang cukup atletis itu keliatan pandangannya menyapu perlahan dari otot leherku otot dadaku yang bidang otot perutku yang berbentuk kotak-kotak kecil pusarku yang mulai ditumbuhi bulu semakin kebawah dimana bulu-buluku makin lebat.

kebawah lagi. dan berhenti di tonjolan di balik celana pendekku. Aku agak kikuk juga ngeliat kontol ku yang berdiri karena udara dingin.


Cerita seks ABG Butuh Sensasi Ngentot Suami Istri
  • Apalagi sambil dipandangi oleh mata cantik milik Rani itu. Entah apa yang dipikirkannya.
  • tiba-tiba kulihat Rani terbelalak ngeliat pahaku "adduhh mas ada lintah ! " serunya sambil bangkit dan mendekat ke pahaku.
  • Akupun panik dibuatnya. "sebentar mas jangan bergerak ini ada satu dua " lalu dengan serius dia berputar ke belakang, ke depan lagi tangannya tanpa sadar menyingkapkan celanaku yang cukup longgar semakin ke atas "nah ada satu lagi mas" mendadak dia seperti hendak tersedak ketika matanya tertumbuk pada cd ku yang basah kuyup sehingga tak kuasa menutupi testis dan batang kontol ku yang jelas tercetak di kain basah itu.
  • Mungkin seumur hidup, perawan itu baru sekali ini ngeliat testis dan batang kontol yang tengah berdiri tegak itu Aku yang masih memusatkan perhatianku pada lintah-lintah di pahaku itu dengan polosnya membuka celana pendekku dan memelorotkannya ke lantai "Rani tolong liat lagi apakah masih ada lintah yang nempel di kakiku ? " Mata Rani makin terbelalak, karena kini keliatan benar bentuk batang kontol ku yang tengah berdiri itu dari luar cd basahku bahkan belakangan baru kusadari kepalanya yang laksana helm perang dunia ii itu menyembul keluar mengarah ke pusar.
  • "Em em ngga deh mas cu cuman tiga " jawabnya tergagap sambil terus menatap kepala kontol ku.
  • Aku masih juga belum ngeh akan situasi yang sebenarnya bisa menjadi opportunity.
  • masih dengan naifnya aku berkata pada anak mbak Eva itu "Rani jangan-jangan di tubuh dan kakimu ada juga lintah menempel sebaiknya kamu periksa dulu " Mendengar itu Rani langsung berdiri dan bergegas membuka kemeja basahnya.
  • Dibukanya kancing kemejanya yang ketiga (belahan payudara nya semakin jelas ) keempat ( payudara nya sudah keliatan lebih jelas putih warnanya di bawah cahaya matahari menjelang senja ) dan terakhir Rani membuka bajunya dengan kedua tangannya ke samping di saat itulah aku ngeliat kedua payudara besar berukuran 36 itu menggelantung menantang untuk di jamah.
  • Dan bh nya. my god. model bh nya ! Rani menggunakan bh berwarna merah dengan bentuk membuat i yang talinya hanya selebar 1/2 cm ! Tapi yang bikin kepala kontol ku semakin menyembul dari cd ku adalah penutup putingnya yang terbuat dari bahan transparan berbentuk bibir Mick Jagger.
  • Akibatnya, mataku dapat ngeliat dengan jelas puting berwarna coklat kemerahan itu berdiri tegak di tengah dinginnya hujan.
Karena terburu-buru melepaskan, pakaian Rani tersangkut di kedua sikunya di belakang punggungnya.

Gadis itu menggoyang-goyangkan tangannya untuk bisa segera terbebas dari belitan bajunya. Akibatnya, payudara nya bergeletar dan bergayut ke kanan dan ke kiri.

Getarannya persis seperti getaran puding besar yang diguncang piringnya. Aku mulai terangsang ngeliat gadis setengah telanjang itu menggeliat-geliat di hadapanku.

Kembali terngiang pesan ibunya di telingaku "Fi promise me please dont touch her she is still a virgin ".

Kembali kulihat payudara besar dengan putingnya yang bergelayut itu. Ou what the hell.

kuhampiri tubuh mulus itu dan kuputar sehingga dia membelakangiku "Sini kubantu Ri " tanganku menarik bajunya hingga terlepas.

"Sorry Rani ini supaya cepat " kutempelkan dada dan perutku di punggungnya yang polos itu kujulurkan tanganku seakan memeluk perut depannya dan tanganku membuka celana pendek komprangnya dan dengan cepat menurunkan resleting.

Ketika resletingnya sudah mencapai dasar dengan sengaja kutekan resleting itu bersama jari-jariku ke selangkangannya "Ah. mas Rafi. " desahnya sambil melirik ke belakang dengan pandangan merajuk.

Saat itu praktis aku memeluk tubuh perawan itu dari belakang. Bagian depan tubuhku kutempelkan ke punggungnya.

kontol ku yang semakin besar itu dengan tenangnya berlabuh di belahan pantat Rani yang sekal itu Gadis itu rupanya merasa bahwa kontol ku menempel di belahan pantatnya tiba-tiba aku merasakan bahwa Rani sengaja menggerakkan otot pantatnya sehingga kedua buah pantatnya bergerak menjepit kontol ku aw nikmatnya.

yess tampak nya gadis ini sudah mulai terpengaruh suasana. saat itu pipi kananku menempel di kuping kirinya.

Dari balik punggungnya kulihat ke bawah payudara nya yang besar dan ketat itu berbentuk kerucut dengan putingnya yang sudah menonjol entah karena dingin.

atau karena suasana. "Rani " bisikku dengan serak "jangan panik ya di dada sebelah kiri kamu ada lintah Rani tercekat dengan raut muka ketakutan dia memandang payudara kirinya dan "Iih.

mas. jijik buangin dongg " "ya ya biar aku periksa dulu lainnya supaya yakin ada berapa lintah yang ada di tubuh kamu " Akupun melepaskan celana pendeknya, sehingga saat itu kami dua orang anak manusia berlainan jenis, berpelukan dengan hanya memakai pakaian dalam. Bentuk cd Rani lagi-lagi lain dari pada yang lain bentuknya sih standar tapi di daerah nonok nya ditutupi oleh kain bermotif jaring, sehingga otomatis dari jaring itu keluarlah bulu-bulu keriting yang sangat lebat itu nafsuku sudah naik ke kepala. Aku sudah tak peduli dengan pesan-pesan ibunya. di dalam pikiranku sekarang cuma ada satu kata "Perawani ! ". Tanganku mulai meraba-raba punggungnya dari atas ke bawah. melewati pinggang pantat. buah pantat kanan "mas.

apa ngga bisa dilihat aja ? kalau diraba kan geli " ujarnya tersenyum belum juga bisa kutebak senyum itu apakah artinya teruskan. atau stop ! "biar yakin aja Rani " kataku sambil meneruskan rabaanku ke buah pantat kiri lalu kutelusuri belahan pantatnya ke bawah melewati anus terus ke selangkangan dan kutekan tanganku di nonok nya "Aa mas Rafi a tangannya kok nakal nanti Rani marah nih " Lagi-lagi anak mbak Eva itu melirikku dengan pandangan merajuk kuputar lagi tubuhnya sehingga kita saling berhadapan, kemudian aku berjongkok dan kulihat ada 2 lintah menempel di paha bagian dalam kiri dan kanan bener-bener hebat lintah-lintah itu tau benar dia tempat-tempat strategis untuk menghisap darah tak lupa aku memandang ke arah selangkangannya yang hanya tertutup jaring itu sehingga terlihat jelas segunduk daging gemuk yang ditutupi bulu-bulu keriting nan lebat itu. Rani ngeliat tingkahku itu dan dengan segera menutupinya dengan jari tangannya "mas Rafi.

kok malah ngintip sihh mbok tolong buangin lintahnya nanti Rani bilangin mama lo " rajuknya dengan manja. "Oke Oke begini caranya.

lintah ini akan kita taburi garam , lalu kita buang begitu sudah lepas sebaiknya bekas gigitan lintah itu kita sedot dan buang darahnya ke lantai supaya tak ada racun yang masuk is that clear ? " Rani mengangguk mendengar penjelasanku yang -- terus terang -- cuma didasari oleh logika "ngeres" itu.

Aku mengambil garam yodium di ransel Rani, dan mulai kutaburi di lintah yang menempel di dada kirinya "Rani sorry bisa dibuka bh nya semua ? aku takut kalau lintahnya lepas malah jatuh ke dalam cup bh bisa berabe nanti " Rani mengangguk menuruti permintaanku yang ditunjang mimik serius itu dia menjulurkan kedua tangannya ke belakang punggung dan.

terlepaslah kedua payudara cantik itu dan bergelayut dengan menantang. Begitu dekatnya mataku sehingga aku bisa ngeliat urat-urat birunya di sepanjang payudara itu.

Tangan kananku memegang payudara kirinya, mengangkatnya "s. mau diapain mas ? " bisiknya mendesis geli " supaya garamnya ngga kemana-mana " jawabku seenaknya lalu kutaburi lagi lintah itu dengan garam seraya menempelkan jari telunjukku di ujung putingnya "mmass " Rani menatap mukaku dengan mata sayu karena geli tubuhnya mulai menggeliat pelan beberapa detik kemudian lintah itu menggeliat-geliat dan dengan mudah kutarik dan kubuang Rani meringis ketika sedotan lintah itu terlepas Lalu kuturunkan mukaku, kudekati bibirku ke bekas gigitan lintah yang berwarna biru itu, lalu perlahan-lahan kujilat "perih Rani ? " tanyaku "eh g geli " rintihnya ketika aku mulai mengecup-ngecup dadanya mula-mula perlahan kemudian sedikit keras dan akhirnya kusedot dengan kuat "Eh mmas Rafi ? ! ? ! ? " rengeknya sambil menjambak rambutku mungkin maksudnya ingin mencegah tapi tak kulihat usaha sungguh-sungguh ke arah itu perlahan tapi pasti kuperluas areal sedotanku bukan hanya di bekas gigitan lintah tapi bergeser menuju putingnya terus semakin dekat semakin dekat.

dan "auw. ! " Bersamaan dengan masuknya puting panjang Rani ke mulutku, kuselipkan tangan kananku ke dalam selangkangannya melalui perut, kusibakkan bulu-bulu keriting lebatnya, dan.

kujamah nonok mungil yang masih sempit itu Rani terbelalak dan menutup kedua pahanya.

dia belum dapat menerima kedatangan benda asing di daerah terlarangnya. Wow berarti belum pernah ada tangan lain yang piknik kesana selain aku kenyataan itu bikin ku semakin terangsang Rani menggelinjang kegelian ketika kusedot dan kugigit puting kirinya dia sama sekali tidak menolak ketika tangan kiriku mulai meremas dan memilin buahdada dan puting kanannya.

ABG Butuh Sensasi Ngentot Suami Istri cerita seks, cerita dewasa, abg ngentot, sensasi seks, suami istri, bacaan porno dewasa sex

ABG Butuh Sensasi Ngentot Suami Istri


"Mmmas please stop dulu masih ada lintah yang mesti dibuang " bisiknya dengan suara serak stop dulu katanya stop dulu kalau begitu pasti ada kelanjutannya "Rani coba kamu berbaring " Rani mengikuti permintaanku, "Sorry Ri " kataku seraya membuka kedua belah pahanya.

Aku menelan ludahku berkali-kali susah betul kudeskripsikan dengan kata-kata betapa merangsangnya dia dalam posisi itu lalu kutaburkan garam sebanyak-banyaknya di atas tubuh kedua lintah yang seharusnya kuberi tanda jasa itu karena memberi kesempatan menelanjangi Rani di hadapanku dan lintah-lintah itu menggeliat-geliat sebelum dengan mudah kulemparkan ke luar.

kupandangi cd nya yang merangsang itu, kupandangi bulu-bulu keriting itu , kiturunkan wajahku mendekati selangkangannya sekilas kulihat Rani mengangkat kepalanya ingin ngeliat apa yang akan kulakukan di selangkangannya kutempelkan bibirku di paha dalam kanannya bukannya kusedot, malah kutelusuri paha bagian dalam itu ke atas mendekati nonok nya.

Bau khas nonok perempuan menusuk hidungku dan aku sangat hafal bahwa ini bau nonok yang sudah banjir ! "Eh. h. s mas " desisnya sambil menggoyang pinggulnya ke kiri dan kanan.

Bibirku sampai sudah di nonok nya. Kukecup cd nya yang sudah basah oleh cairan nonok Rani lalu dengan jari telunjukku kukuakkan cd di selangkangannya itu ke samping sehingga terlihat belahan nonok nya yang sudah mulai terbuka namun masih terlihat sempit itu kukecup bibir nonok nya kunaikkan bibirku ke arah atas dan kutemukan bagian yang menonjol sebesar biji kacang lalu tiba-tiba.

kukecup dan kusedot-sedot "ah. s. mas" jeritnya sambil tiba-tiba bangkit dari tidurnya sambil menjambak rambutku untuk menghentikan aktifitasku "mas please mas rafi please. j jangan mass nanti Rani keterusan. ouh " lenguhnya ketika tanpa menghiraukan kata-katanya aku mulai memasukkan dan menggerak-gerakkan lidahku ke dalam nonok nya.

Aku menghentikan jilatanku, kuangkat wajahku ke hadapan wajahnya kami berdua kini berada dalam posisi duduk.

Kaki Rani mengangkang sedangkan aku berlutut di hadapannya kupandang wajah cantik yang kini tak berani memandang langsung mataku matanya hanya memandang bibirku yang semakin dekat ke bibirnya semakin dekat dan Rani memejamkan matanya tangannya naik memeluk leherku tanganku memeluk bahunya dan merapatkan payudara nya ke dadaku kamipun berciuman dengan mesranya desahan dan rintihan halus terdengar memenuhi gubuk itu sesekali kulepas bibirnya dan ku kecup kupingnya seraya membisikkan kata-kata mesra "Aku sayang kamu Rani kamu cantik sekali " kemudian kulanjutkan ciumanku dengan kuluman lidahku dalam mulutnya Rani ternyata cukup mahir dalam hal cium mencium dia melumat habis bibirku dan menjelajah bersih seluruh rongga mulutku masih sambil menciumi bibirnya perlahan-lahan kubaringkan dan kutindaih tubuh sintal Rani dengan tubuh tegapku sehingga payudara nya yang besar itu serasa hendak pecah tergencet oleh dadaku dengan cepat kuturunkan celana dalamku sehingga kontol ku seakan meloncat keluar dan berdiri tegak mencari tempat berlabuh dengan lembut kubimbing tangan kanan Rani ke selangkanganku dan kugenggamkan kontol gemukku itu di tangannya.

Sambil menggigit dan mengecup bibirku, mata perempuan itu mendelik ketika tangannya memegang raksasa kecil di selangkanganku itu tangannya secara refleks mulai bergerak maju-mundur maju-mundur my god nikmatnya betapa nikmatnya kocokan seorang anak perawan yang ibunya pun sering kusetubuhi kedua tanganku turun ke pinggang Rani dan dengan cepat menurunkan cd nya tiba-tiba Rani meronta, tangannya melepaskan kontol ku dan berpindah menahan cd nya agar tidak diturunkan dia melepaskan bibirnya dari ciumanku dan dengan nafas tersengal-sengal dia mendesah "mas Rafi j jangan mass Rani takut keterusan Rani takuut. Rani belum siaap. " Aku mengecup kening dan pipinya dengan penuh kasih sayang "sh sh sh sh sh jangan takut sayang ibumu mengalami hal ini 3 tahun lebih dulu dari usiamu yang sekarang dan dia ngga menyesal kan? " "Oke kalau begitu kita akan bermain tanpa mengganggu keperawananmu aku akan memasuki hanya kalau kamu minta setuju? " Rani tersenyum lega dan mencium bibirku.

Tangannya kembali mengocok kontol ku dan akupun dengan leluasa menurunkan cd nya akhirnya.

Kaami berdua bergumul dengan penuh nafsu dalam keadaan telanjang bulat. Rani mulai menggelinjang-gelinjang histeris "Ouww mass mas gelih aouww " terutama bila kugesekkan kontol raksasaku ke klit nya.

Untuk menambah kenikmatan gesekan itu Rani mengangkat kedua pahanya sehingga kepala kontol ku menusuk-nusuk klitnya yang ya ampun.

sudah sangat bengkak itu. tiba-tiba kurasakan hal yang aneh di kedua pahaku.

ya ampun lintah-lintah kurang ajar itu ternyata dengan santainya masih menikmati darahku Kuhentikan kegiatanku "Rani tolong aku ya? Tolong buang lintah-lintah di kakiku " Rani tertawa seraya mendorong badanku ke samping "Ya ampun mas saking asyiknya Rani jadi lupa " "Kamu ngerasa asyik Rani ? " tanyaku memancing.

Rani tertunduk sambil tersenyum lalu menganggukkan kepala. "Pernah ngerasain asyik yang seperti ini dengan orang lain ? Pancingku lagi cmon Fi cut it out its none of your business tapi aku penasaran mendengar jawabannya sambil masih terus menunduk Rani menggelengkan kepalanya terlihat dia menggigit bibirnya tanda menahan rasa malu yes so I am the first time yes to be the first selalu memberikan kebanggaan tersendiri. yes (dasar laki-laki ! first time aja diributin ! ). Aku berbaring sambil mengangkang, mata Rani tak bisa lepas dari kontol gemukku yang masih berbaring tegak dengan kepalanya yang nyaris menyentuh puser. Tangannya menaburkan garam di tubuh lintah-lintah sialan itu dan tak lebih dari semenit, binatang menjijikkan itu sudah pada berjatuhan. Rani melemparkannya jauh-jauh lalu langkah berikutnya ? Rani mendekatkan mukanya ke arah selangkanganku perlahan-lahan semakin dekat semakin dekat dan terasa paha bagian dalam kaki kiriku di sedot setelah beberapa saat dia berpindah meneyedot bekas gigitan lintah di kaki kananku ketika itu kugesekkan kontol raksasaku d pipinya tiba-tiba dia melepaskan sedotannya lalu membaringkan kepalanya di atas kontol ku lalu seraya memejamkan mata dia membelainya dengan pipi kanan dan kiri seperti sedang menyayangi anak kucingnya lalu dia menciumi dan menjilati batang kontol ku dari arah testis keatas terus ke atas perlahan tapi pasti terus ke atas. sejenak dia berhenti di urat di bawah kepala kontol ku dan menggigitnya "Yah ouw Rani enaknya belajar dari mana kamu ? " "movie " jawabnya pendek dan seketika itu juga dia membuka mulutnya lebar-lebar dan mengamblaskan seluruh kontol ku ke dalam mulutnya. sungguh kasihan ngeliat Rani di saat itu dia persis seperti seorang anak yang memasukkan 2 buah pisang ambon ke dalam mulutnya. besar sekali Kemudian dia menaikkan kepalanya naik turun naik turun tiba-tiba naik-turun, naik-turun, kebih cepat lagi lebih cepat lagi. aku bangkit duduk dan membelai punggung mulus Rani, yang dilanjutkan dengan meremas kedua payudara besar anak gadis itu terasa benar kenyanya di telapak tanganku "Mmh Emh.

Emh" dia menjerit-jerit sambil terus mengulum ketika kuperas keras-keras kedua payudara nya. tiba-tiba aku berbaring kembali, namun tubuhku kupindahkan sedemikian rupa sehingga wajahku tepat berada di bawah nonok nya yess 69 position dan. kubenamkan wajahku dalam hutan lebat milik perawan ini Aku menjilati seluruh bagian bibir luar maupun dalam nonok Rani Perempuan itu menggelinjang-gelinjang dengan dasyat di atas perutku. dia juga tak menolak ketika kuselipkan lidahku ke dalam nonok nya semakin dalam semakin dalam lalu dengan lidah ditegangkan aku menggerakkan mukaku maju-mundur di bawah nonok Rani. Perempuan itu sungguh-sungguh sedang dalam puncak birahinya sehingga dia benar-benar lupa diri satu-satunya hal dalam benaknya adalah kepuasan seksual apapun itu namanya. Kugulingkan kembali Rani, lalu kutindih tubuh sintalnya kembali kuciumi kuping dan lehernya mata Rani terlihat terpejam dan kulihat dia sudah mengangkangkan pahanya seakan menanti sesuatu aku agak ragu-ragu ngeliat sikapnya itu tapi tak ada salahnya mencoba kuarahkan kepala kontol ku ke dalam nonok nya. Kutempelkan di pintunya yang sempit itu tak ada perlawanan hanya rintihan penantian yang menggairahkan "mas.

terus mas. " aku mulai memasukkan kontol ku ke dalam nonok sempit itu 1 cm 3 cm 5 cm Rani menggigit bibir dia menghayati betul masuknya kontol ku centi demi centi. 7 cm "ahh.

" 10 cm. "aAHH. " dan. 16 cm "ah "bles amblas sudah keperawanan Rani. terlihat darah segar meleleh dari nonok nya dan membasahi bivak di bawah. Rani menggigit bibir alisnya berkerut expresinya menunjukkan dia sedang merasakan kesakitan. payudara nya yang bergeletar kesana kemari kuremas dan kusedot. tiba-tiba aku mulai menggenjot kontol ku keluar masuk nonok Rani "ah mas.

aduh enaknyah aduh enaknyah ah " Rani menjerit-jerit histeris mirip tantenya Arina. Gerakanku semakin cepat dan semakin cepat tiba-tiba kurasakan otot-otot nonok Rani berkontraksi seluruh tubuh wanita itu menegang Rani memelukku dan mencium bibirku erat-erat. Juga pinggulnya berputar semakin cepat Aku semakin cepat menggenjot kontol ku makin cepat makin cepat tiba-tiba kurasakan sesuatu menyemprot dari kontol ku. "Rani.

" "mmas Rafi. ahh. " crat crat crat crat. crat. aku menembakkan air mani ku seraya menerima siraman air panas dari nonok nya. Kami terhempas setelah mengarungi samudera birahi penuh nafsu ini. Rani memejamkan matanya. terlihat ada air mata meleleh di ujungnya "Rani bahagia mas.

Rani puas " Kami saling bercumbu mesra sambil berpelukan selama kurang lebih lima belas menit, sebelum memutuskan untuk menggunakan baju lembab dan meneruskan perjalanan ke Batu Sumur. Survey itu sukses, dan aku sempat sekali lagi bersetubuh dengan Rani disebuah motel di Bogor sebelum kembali ke rumah. Sampai bulan ke 6, aku menjalani kehidupan sex yang paling mengairahkan selama hidupku. Setiap minggu aku harus menyetubuhi at least mbak Eva dan anaknya Rani. juga Arina bila suaminya berlayar Sesudah bulan ke-6 aku kembali ke Jakarta. Hubunganku dengan Rani berlanjut hingga kini. Mbak Eva hanya tau bahwa kita pacaran, tanpa tahu bahwa hubungan kami sudah seperti suami istri. Semenjak aku menjalin hubungan serius dengan Rani, aku berhenti berhubungan sex dengan mbak Eva. Janda cantik itu setahun kemudian menikah dengan seorang duda tanpa anak. Arina melahirkan seorang anak hasil hubungannya denganku. Namun, suaminya hanya tahu bahwa itu adalah anaknya. Arina mendapatkan sensasi yang luar biasa karena bisa memperoleh anak dari bukan suaminya. Sensasi ini berupa perasaan dendam yang terbalas. Aku hidup bersama dengan Rani yang tak pernah mengetahui hubunganku dengan ibu dan tantenya. dan aku menghentikan petualangan sex ku setelah Rani ada di sisiku at least sampai hari ini. entah besok, atau lusa
***

cerita seks, cerita dewasa, abg ngentot, sensasi seks, suami istri

ABG Butuh Sensasi Ngentot Suami Istri cerita seks dewasa , cerita seks, cerita dewasa, abg ngentot, sensasi seks, suami istri ABG Butuh Sensasi Ngentot Suami Istri, cerita dewasa terbaru istri binal nakal , cerita seks, cerita dewasa, abg ngentot, sensasi seks, suami istri, cerita seks dewasa
ABG Butuh Sensasi Ngentot Suami Istri
ABG Butuh Sensasi Ngentot Suami Istri, cerita seks , ABG Butuh Sensasi Ngentot Suami Istri cerita seks, cerita dewasa, abg ngentot, sensasi seks, suami istri, bacaan porno dewasa sex, kisah porno, kisah sex bokep, sex, ABG Butuh Sensasi Ngentot Suami Istri

10
205

Tags cerita dewasa paling populer di blog ini: cerita seks, Cerita Dewasa, 17 Tahun, sex, Ngentot, Memek, Istri, selingkuh, Kontol, Entot, Mama, gangbang, tante, threesome, ABG, Binal, sexy, toket, payudara.
Aktifkan javascript lalu tekan F5, untuk membuka halaman
meng-klik link cerita secara normal
dan membuka gambar lebih besar.
Cerita dewasa seks terpanas, update setiap hari cerita terbaru Cerita seks dewasa ngentot memek isteri, perek, bispak.
http://cerita-dewasa-terpanas.blogspot.com