Bonus Kerja Ngentot Nonok Rapet

Bonus Kerja Ngentot nonok Rapet | Vivi atau biasa dikenal dgn nama Vivi merupakan cewek dgn ukuran toket besar, bahkan dgn toket besar tersebut suka dipamerkan ke publik, inilah yang bikin aku ingin menikmati tubuh Vivi.

Kesintalan tubuhnya bikin air liurku tertahan ketika aku serasa tak sengaja mendapat undangan launching filmnya yang baru.

Sangat sulit aku mendapatkan kesempatan, tetapi dgn berbekal relasinya yang aku kenal, aku bisa menemui Vivi dgn leluasa di rumahnya.

Kebetulan Vivi hendak bikin web pribadinya, sehingga aku diminta datang untuk wawancara apa saja nama domain dan isinya.

Sudah 2 kali aku meeting dgnnya di tempat umum dan yang ketiga kalinya aku diundang ke rumahnya dan yang ketiga kalinya aku berhasil menggumulinya di ranjangnya.

Singkat cerita ketika aku siang itu mengadakan meeting di rumahnya dan hanya dihadiri kami berdua, tanpa suami Vivi sama sekali.

Bonus Kerja Ngentot nonok Rapet

"Apa saja hendak diisi. " tanyaku sambil menghembuskan rokokku yang hanya separo isinya "Apa sajalah. profile pribadi. " "Yang bagian dalam dalam ? " tanyaku nakal sampai tertawa "Ya janganlah. mosok kayak gitu diobral " Ujar Vivi dgn tersenyum sambil membusungkan dadanya seolah ada yang gatal di punggungnya Aku menahan nafas "Alamak besar sekali. ingin aku merasakan kekenyalan toket nya " batinku berteriak "Ya setidaknya orang khan banyak nanya berapa ukuran BH Mbak Vivi " ujarku sambil cengengesan Bukan marah yang kudapat, tetapi aku justru dilempari bungkus rokokku "Sialan lo Han. " "Seperti biasa. saya biasa nangani web orang lain, ya kudu tahu sedikitlah profilenya, baik yang luaran maupun dalemannya " "Hah. " Vivi terkejut "Khan cuma sedikit Mbak Vivi. kalo seluruhnya ya mana mau " ujarku sambil menetralkan dirinya dan kembali tertawa, menyunggingkan senyum nakalnya, matanya menatapku seolah ingin menelanku.

Hari itu Vivi menggunakan pakaian yang sangat mengundang birahiku, belahan dadanya terbuka lebar, sedang roknya hanya pendek sekali sehingga kemulusan pahanya bikin aku suka kebablasan bicara, tetapi hal itu malah disukai Vivi.

Maklum sebagai seorang janda, kebutuhan seksnya harus disalurkan atau menjadi beban dirinya.

Sekalipun mempunyai kekasih dari Jerman, tetapi tidak semuanya bisa terlampiaskan. Bahkan lama lama Vivi memancingku agar lebih berani mendekatinya, ketika kami semakin akrab untuk rembugan masalah webnya.

"Lantas untuk jatah seksnya gimana Mbak Vivi ? " tanyaku tanpa ngeliat nya dgn menulis di agendaku "Ih. nanya kok gitu sih. "Vivi terkejut kembali "Lha gue sendiri juga bingung. disuruh nulis profile khan harus nanya deh. biar nggak salah kutip" ujarku sambil tertawa "Nakal sih kamu. " "Lha kalo cuma ditulis apa adanya penggemar nggak mau ngakses. apalagi kalo artisnya terbuka mah gampang dibina dan diarahkan " kataku sambil memandangnya "Oke deh. minimal seminggu sekali lah. " "Sama siapa ? " "Rahasialah. itu jangan dimasukan donk. malu aku " "Nggak deh. aku bisa menjaga privasi orang. sekalipun itu selingkuhan " kataku sambil tertawa "Mang kamu suka selingkuh ? nikah saja belum " "Lha kalo dikatakan gangguin istri orang nggak pas je. yang diajak nggak merasa terganggu sih, malah senang dan puas gitu " Vivi tertawa keras, karena saking tertawanya tangannya menyenggol gelas sehingga jatuh, kami sama sama hendak memungut pecahan gelas itu sambil posisi membungkuk, mataku tertuju pada toket nya yang besar itu, Vivi memandangku ketika aku ngeliat ke arah dadanya itu.

"Nakal sih kamu " ujar Vivi dgn menjawil hidungku "Andai boleh sih aku bermain disitu " ujarku dgn berbisik Vivi memandangku dgn mata teduh, lalu berdiri dan menarik tanganku, aku menurut saja dan digelandang ke kamarnya Sesampai di kamar ditutupnya pintu "Kau boleh lihat seluruh tubuhku Han. kau akan menyesal. " kata Vivi dgn membuka pakaiannya, aku berdegup dgn kencang di ranjang dalam posisi duduk.

kontol ku sudah ngaceng sejak masuk ke rumah Vivi. "Aku tahu kau ngaceng sejak awal. sekarang kau buktiin kata katamu bisa menyenangkan istri orang " tantang Vivi dgn pandangan nakal membuka BHnya.

Ketika cup BH itu lepas, besar toket nya sangat menantang sekali. "Benar benar bidadari Mbak Vivi ini " gumamku disambut dgn tawa cekikikan, lalu jongkok dan meremas peler ku yang tercetak jelas, aku sudah membuka baju dan kaos dalamku.

"Aw. sakit deh kalo masih dalam celana " Aku langsung meremas toket nya yang kenyal dan besar itu "Aww. Han. remas oh. enaknya tanganmu " erang Vivi dgn binal dan semakin nakal menarik celana panjangku, peler ku menyembul dari celana dalamku bagia kepalanya "Ih. penis mu besar sekali Han. " puji Vivi sambil menarik CDku dan kini peler ku mengacung dgn bebasnya "Ntar kalo masuk ke tempekku apa muat ya ? "ujar Vivi dgn nakal meremas dan mengocok peler ku.

"Masukla" ujarku dgn menarik tangan Vivi agar naik ke ranjang, kutindih Vivi dgn gemas dan aku memberikan ciuman bibir dgn rakus, bibir kami saling bertaut, sedang tanganku bermain di dadanya yang membusung itu.

Kukulum bibir itu da kucari lidahnya, kami bermain lidah, juga saling menghisap dan bertukar air liur.

"Han. puasi aku ya. aku sudah lama ndak digituin" pinta Vivi dgn wajah memelas "Aku juga menginginkan Mbak Vivi. " kataku kembali menyerbu ke bibirnya, pertarungan bibir kembali menghebat, Vivi memegang kepalaku untuk mengontrol pagutannya dan aku memeluknya sehingga tindihanku semakin bikin Vivi terdesak, tanganku semakin nakal ke bawah mengelus pahanya yang mulus, bikin Vivi menggelinjang tak karuan, tanganku naik dan menarik CDnya, Vivi membantunya dan aku melirik kebawah, jembutnya sangat rapi dan sedikit lebat Pagutan demi pagutan bikin kami larut dalam permainan seks yang dashyat, Vivi semakin tenggelam dalam pelukan.

Tangannya mengelus punggung, kemudian turun ke depan dan memegang peler ku dan diarahkan ke lubangnya, kutahan tangannya dan tetap kuberikan ciuman bibir "Jangan dulu Mbak Vivi. aku belum mengoralmu " kataku dgn nafas tersengal karena permainan bibir yang lama dan itu disukai Vivi.

Cerita Sex Bonus Kerja Ngentot nonok Rapet

"Aku nggak tahan, sayang. Oh. puasi aku. semprot aku dgn sperma mu, sayang " ujar Vivi dgn mesra "Akan kupuasi kau Mbak Viviku, sayang. " " peler mu gedhe. ayo masukin ke tempekku, sayang. sodok tempekku sepuasmu Han " ujar Vivi memberikan semangat.

Aku langsung mengelesot dan memandang nonok Vivi, bentuknya sangat rapat sekali karena lama tak dipakai.

"Rapat sekali, sayang. Oh Mbak Vivi. kalo nggak dioral nggak cukup masuk deh " kataku sambil memberikan elusan di nonok nya dan Vivi merintih "Terserah kamu, sayang. " Aku langsung menyosor ke nonok nya dan kuberikan sedotan di lubangnya bikin Vivi langsung mengerang dan menggelinjang "Aw. arg. terus sayang. terus " erang Vivi dgn gemas, tubuhnya menggelinjang ke kekiri dan kekanan, matanya merem melek menikmati oralku di nonok nya.

"Terus Han. Ao. aku nggak. " erang Vivi dgn suara yang sedikit keras sehingga suaranya sangat nyaring di kamarnya Aku mengoral nonok Vivi dgn sangat senang sekali, akhirnya kunikmati tubuh sintal dgn toket besar ini, sambil mengoral dan mencoba mengerjai klitorisnya, tanganku meremas toket nya, sehingga Vivi semakin menghebat dalam menggelinjang bak cacing kepanasan, tubuhnya bekeringat dgn deras dan sudah basah, bibirnya digigit gigit lalu dilepaskan lagi, tangannya menggapai gapai sprei, aku terus saja menyedot klitoris dan menyentilnya dgn lidahku, setiap kusentil Vivi menaikan dadanya sehingga tanganku semakin mantap meremas toket nya, tanganku tak bisa melingkari toket nya.

"Ooh. st. enak " teriak Vivi dgn nyaring dan tak perduli lagi, siang yang panas itu bikin tubuhnya semakin licin berkeringat Aku terus menyedot nyedot dan Vivi semakin tak karuan bahkan terus saja menggolengkan tubuhnya, kakinya menjepit kepalaku sehingga aku tak bisa bergerak, kepalaku diremas remas bagian rambutku dan Vivi semakin keras menggelinjang tak tahan kuoral Akhirnya Vivi mencapai orgasme yang pertama, tubuhnya menegang sangat kaku saat mencapai orgasme, tanganku menahan pahanya agar tak menjepitku lebih keras, kepalaku lepas, dari nonok nya muncratlah cairan kewanitaannya dan muncratnya sangat deras seperti air kecing lelaki dalam posisi ngaceng "Hm. lama tak disetubuhi ya ? " tanyaku sambil tiduran di sampingnya dan kuberikan senyuman mesra.

Vivi menikmati orgasmenya, tubuhnya melemas dgn cepatnya dan kubiarkan saja dgn memandangnya, matanya masih merem, lalu pelan pelan membuka matanya, ngeliat ku tersenyum Vivi membalasnya "Terima kasih Han. aku sudah lama nggak disodok sodok" "Ntar aku puasi, lihat tuh. peler ku yang akan mengoyak nonok Mbak Vivi " ujarku menunjuk ke peler ku yang manggut-manggut.

"Tunggu sebentar, sayang. " Kubiarkan, aku hanya diam memandangnya, tiba tiba Vivi menindihku, memberikan ciuman bibirnya yang sangat rakus sekali, lalu menduduki pingangku, tangannya diletakan diatas mulutnya dan diludahi, kemudian mundur lagi dan memegang peler ku dan diolesi dgn ludahnya lalu dikocoknya "Gedhe banget penis mu Han. " ujarnya mengarahkan peler ku ke lubang kemaluan Vivi dgn gemas Aku hanya bisa tiduran dan mengelus elus toket nya, mili demi mili peler ku mulai masuk.

"Auh. besar sekali. Ooh. enaknya penis mu. " erang Vivi dgn suara mendesah "Oh. betapa bahagianya aku bisa menikmati tubuhmu Mbak Vivi " kataku sambil meremas toket nya, rambutanya yang panjang itu semakin tak karuan.

kontol ku semakin tenggelam dalam lubangnya yang semakin licin dan becek itu, peler ku serasa diurut urut, lubangnya sangat sempit, bagian atas nonok menggelembung seiring peler ku semakin tenggelam, Vivi meringis dan memandangku dgn senyuman menggoda "Mbak Vivi mau tiap hari kuginiin " tanyaku nakal "Mau ah. tiap hari " kata Vivi dgn meracau tak karuan kontol ku tinggal beberapa centi saja, lalu dgn gemas Vivi menyentaknya sehingga kami memekik bersamaan "Aduh. enaknya. " pekik Vivi dgn menarik tanganku agar bisa duduk diranjang, kuposisikan saat menggeser pantatku serasa sangat diperas dalam nonok nya "Bisa muncrat nih " semprotku ngawur "Awas kalo keluar duluan. "Vivi balik menyemprotku.

Bonus Kerja Ngentot Nonok Rapet, cerita sex, cewek sexy, seks dewasa, cerita dewasa, porno, ngentot
Bonus Kerja Ngentot Nonok Rapet | Klik foto untuk memperbesar gambar

Vivi lalu naik turun mengenjotku, aku mengimbangi gerakannya, tangan Vivi dirangkulkan ke pundaku dan tangannya menyatu, gerakan toket nya naik turun menyetubuhiku sehingga aku semakin suka dgn toket besar itu, kuremas remas dan Vivi melenguh dgn keras "Oh. enaknya. terus Han. ayo. ayo. " kata Vivi dgn mengajakku mendayung lebih dalam.

"Iya, sayang. oh. ingin aku bersamamu terus Mbak Viviku " ujarku sambil memberikan ciuman bibir, bibir kami bertaut dgn mesra, tanganku bertelapak dan meremas toket nya bikin Vivi menggelinjang tak karuan, peler ku keluar masuk nonok Vivi, gerakan Vivi sangat bervariasi tidak hanya naik turun kadang memutar bikin peler ku serasa disedot sedot dan dipilin pilin dgn hebat Kami saling memacu, bunyi keciplak alat kelamin kami bikin kami semakin terhanyut dalam nafsu birahi.

  • "Oh. sayang. enak sekali. nik. nikmat " kata Vivi dgn kembali melumat bibirku tangannya memegang telapak tanganku agar terus meremas remas toket nya yang besar itu.
  • Gerakan Vivi semakin liar di atasku sehingga Vivi semakin binal dan tak terkontrol, wanita ini memang sudah lama tak disetubuhi, nonok nya sangat menjepit peler ku dgn gemas.
  • Vivi sangat merindukan hubungan seks karena sangat ngebet sekali. "Kau nakal juga Han. urusan pekerjaan sampai begini " ujar Vivi di tengah nafasnya yang kacau "Iya. aku akan semakin mudah menulis Mbak Vivi " "Oh. jangan kau tulis hubungan seks ini, sayang " "Nggak Mbak. aku janji " kataku dgn terus melawan nafsu Vivi yang liar itu, tubuhnya naik turun di atasku menggenjotku.
  • Tubuhnya semakin cepat menggenjot seolah akan merasakan orgasme. "Han. kau mau. mau muncak. ayo " ajak Vivi dgn semakin cepat dan liar naik turun, aku mengimbangi gerakan itu dgn semakin keras meremas toket nya.
  • "Iya. keluarkan saja " kataku sambil terus memberikan perlawanan, tubuh Vivi semakin cepat dan nonok nya menjepit dua kali lipat peler ku, kutahan orgasmeku agar tidak muncrat, Vivi menengang sangat kaku menelikung seperti busur panah "Aaku. oh. sampai " teriak Vivi dgn membusungkan dadanya dan kuremas untuk memaksimalkan orgasmenya kedua, Vivi sampai mengejan berkali kali di atas tubuhku.
  • Tubuhnya menegang dgn kakunya lalu kemudian lemas dalam pelukanku da, kuberikan pelukan mesra dan kuberikan elusa di pungungnya.
Tubuh seksi berkeringat itu diam dalam pelukanku. kubiarkan diam saja dan aku hanya memeluknya dgn mesra.

Lalu Vivi mulai bersuara "Terima kasih, sayang. telah memuaskan aku. kau memang hebat Han " puji Vivi dgn memberikan kecupan di bibirku "Iya sama sama. " " peler mu hebat, sayang. aku suka. ntar aku putusan saja sama pacarku " kata Vivi dgn memohon "Hubungan kita hanya seks, sayang. seks dan pekerjaan. " "Please. aku suka kamu, sayang. kau ganteng. pintar dan nakal. " ujar Vivi dgn memegang kepalaku "Ah. " ujarku dgn memberikan senyuman mesra "Mau ya jadi pacarku. aku butuh pelampias seperti ini Han. kalo nggak dipuasi aku bisa cepat marah" "Kalo itu sih gampang. rembugan kita belum selesai. Mbak Vivi dah ngebet minta seks sih" "Idih. kau nakal juga " "Aku tahu kok Mbak Vivi pengin gini.

mancing mancing make pakaian minim mengundang nafsuku" "Lha aku suka kamu kok. kalo nggak digituin kamu nggak bakalan mau " "Kalo Mbak Vivi jadi pacar gelapku sih mau saja " "Asli deh. aku sudah bosan sama dia. mainnya kasar banget. " "Oh ya. " "Please. jadi pacarku ya. apalagi anakku suka kamu. " ujar Vivi dgn memandangku mesra "Aku sudah punya pacar je. " "Putusin deh. apapun yang kau inginkan aka kukabulkan. minta apa saja deh " "Cintaku tak bisa dibeli dgn apapun kecuali dgn begini " kataku sambil memeluknya lebih erat "Terima kasih, sayang. ntar kita lanjutin ya. semprot tempekku dgn sperma mu. hamili aku, sayang" Vivi tergolek lemas dalam pelukanku, tubuhnya mengkilat berkeringat, dari nonok nya menetes cairan orgasmenya membasahi sprei, ketika peler ku kutarik cairanya menetes lagi. Cerita seks Bonus Kerja Ngentot Nonok Rapet

Rambutnya acak acakan, yang aku suka dari Vivi adalah suka ngomong jorok sekali, lebih jorok dibanding artis lain yang pernah kutiduri, Anne J Cotto atau Andi Soraya masih kalah jorok dgn Vivi ini.

"Sabar deh. ntar aku puasi Mbak Vivi " "Tempek ah. penis ah. " ujar Vivi jorok sekali.

"Ih. jorok banget sih " kataku sambil memberikan elusan mesra di toket nya, posisiku menindih Vivi dgn peler ku menancap dgn nikmat di nonok Vivi.

"Habis kalo nggak jorok nggak nikmat deh. ntar tunggu sebentar ya, biarkan peler mu yang besar ini kuurut dgn nonok ku, hm. penis mu kujepit dalam tempekku dulu " "Ya deh. " " peler mu wajib masuk ke tempekku Han. aku suka penis mu yang gedhe itu, penis terbesar yang sudah masuk ke tempekku. tempekku merasa bangga dimasukan penis besar, nanti semprot sperma mu ya. aku sudah lama nggak dientot deh " "Iya ya. " sambil mulai menggoyang naik turun dgn pelan dan disambut ciuman ganas Vivi.

"Sayang, remas susuku, remas toket ku. Oh. iya. " Aku justru malah bermain dgn mulutku di punting toket Vivi yang besar itu, toket nya yang besar itu aku remas sebelah kiri dan sebelah kanan puntingnya aku sedot sedot seperti menyusui.

Dalam mulutku kugigit punting itu dgn pelan lalu kusedot sedot sekerasku sehingga bikin Vivi menggelinjang tak karuan, kedua tangannya meremas kepalaku dgn mesra "Aw. enak Han. sedot terus. Oh. aku suka akan kamu, sayang. " erang Vivi dgn menggelengkan kepalanya kanan kiri, sambil merem melek keenakan Aku menikmati kuluman punting toket Vivi dgn nikmat, gantian punting sebelah kiri aku kerjai dan toket sebelah kanan aku gantian remas remas, toket nya yang kenyal dan mengeras itu sangat bikin ku puas sekali. Cerita dewasa Bonus Kerja Ngentot Nonok Rapet

Belahan toket nya merupakan tempat yang nikmat, kujilati toket nya sebelah kiri, kemudian menuju ke belahan itu dan aku menjilati dgn menelan keringatnya.

Kemudian naik menuju ke leher Vivi itu. Sesampai di depan bibirnya aku langsung melumat habis bibirnya yang seksi itu.

Vivi sampai megap megap melawan serbuah bibirku, lidahku menyapu langit langit dalam mulut Vivi, Vivi tak kuat melawan ciuman bibirku, sehingga menarik kepalaku "huah. brenti han. aku. aku. nggak kuat " kata Vivi mencegahku melumat bibirnya, tetapi aku tetap saja kembali menyerbu bibirnya sehingga mau tak mau Vivi melayaninya, aku mulai menarik turunkan pantatku dgn pelan, Vivi mengikutiku sehingga alat kelamin kami beradu lagi, gesekan peler ku di dinding nonok nya semakin mudah untuk memporakporandakan nonok Vivi.

Tanganku kembali meremas dgn keras toket yang mengeras itu. Deru nafas tak beraturan memenuhi kami.

Vivi sangat kepayahan melawan lumatan bibirku, kepalaku ditariknya dibenamkan di leher sebelah kiri dan aku terus memacunya naik turun, kadang memutar pantatku dgn gemas, aku semakin cepat menggenjot tubuh basah keringat Vivi itu dgn nikmat.

"Han. auh. enaknya penis mu. auh. auh. terus. " erang Vivi dgn garang, tubuhnya menggelinjang bak cacing kepanasan.

"Aku nggak tahan Han. aoh. " erang Vivi kembali, peler ku serasa kembali dijepit dgn sangat keras.

"Keluarkan Mbak Vivi. keluarkan lonteku. " "Iya, sayang. aku memang lonte. aku lontemu " teriak Vivi semakin jorok Aku tersenyum dan kembali menggenjotnya dgn lebih cepat naik turun, belum ada 3 menit Vivi kembali mengerang "Aku. mau. sam. paii. Oh. lontemu. Oh. aku lontemu. " teriak Vivi Aku memberikan remas pada toket nya dan melumat habis bibirnya, pantatku semakin cepat menyodoknya sehingga Vivi sangat kepayahan, sehingga memuncratkan lahar asmaranya membasahi peler ku kembali dgn cairan orgasmenya.

Tubuhnya berkelonjotan, memelukku dgn lemas dan akhirnya diam tak berkutik. Diam sekitar 5 menit kemudian mengelus elus punggungku dan aku dibisikinya "Aku memang lonte, sayang. cuma bagimu Han. kau boleh sebut aku apa saja" kata Vivi mesra "Aneh saja kau Mbak " "Biar. asal kau wajib menggauliku Han. wajib hukumnya ya. berarapun minta duit akan kuberi Han' kata Vivi dgn sombong "Enak juga nyebut Mbak Vivi dgn lonte" "Iya. aku memang lontemu Han. aku adalah WTSmu. kau boleh pakai aku kapan saja" "Hm. kau sangat binal dan nakal Mbak Vivi. genit sekalian " "Kapan kau keluar Han ? aku capek deh. penis mu benar benar kuat " "Ntar juga muncrat. sabar deh. sabar lonteku. sabar WTSku. aku suka toket mu yang besar ini" ujarku sambil meremasnya "Auh. pelan sayang. " pekik Vivi dgn genit dan nakal serta binal, kedua kakinya menjepit pinggangku Kugulingkan tubuh Vivi itu, dan kini Vivi menindihku, gesekan saat berputar bikin Vivi memekik keras "Sakit. waduh. waduh. peler mu. penis mu benar benar galak nih " pekik Vivi dgn memberikan ciuman mesra tetapi cuma sebentar ketika kupegang bagian kepalanya agar tidak menghentikan ciumannya menolak sehingga lepas dari bibirku "Sayang. aku nggak kuat akan lumatanmu. please. aku kalah " "Hahhahha. " aku tertawa "Sekarang keluar manimu. atau aku akan mengocok penis mu dgn tanganku agar muncrat" "Jangan ah. aku ingin menyemprot nonok mu " kataku dgn mesra "Tempek, sayang. sebut dgn tempek dan adikmu dgn nama penis. " ujar Vivi dgn tertawa Vivi kembali menggoyang di atasku, dgn menduduki selakanganku, Vivi dgn sangat garang melakukan gerakan menggoyang dgn keras dan berpegangan pada kedua dengkulku, Vivi memacu dgn memaksa agar aku muncrat, kakinya dirapatkan sehingga peler ku serasa diurut dgn sangat hebat, aku serasa nggak tahan, tanganku menggapai gapai toket Vivi tetapi tak sampai, sehingga Vivi memegang tanganku dan memajukan dadanya, Vivi membantu aku meremas toket nya, toket nya semakin kenyal dan keras, Vivi naik turun dgn sangat cepat "Ayo. sayang. lontemu juga mau muncrat lagi" kata Vivi dgn jorok "Iya. lonteku sayang. " kataku mengiyakan sebutan Vivi dgn lonte.

Ya dia memang lonte, suka pamer aurat sembarangan. Lonte dgn balutan selebriti.

Kini lonte bernama Vivi berada di atas tubuhku, ngentot kontol ku dgn sangat liar, nonok sempitnya akan aku semprotkan sperma ku.

"Aku nggak tahan Mbak. aw. aku menggelengkan kepalaku " "Keluarkan, sayang. aku juga. kleuar bareng yuk " Kami kembali saling mengimbangi gerakan sehingga peler ku semakin tak kuat menahan desakan, sehingga tak lama kemudian aku muncrat, peler ku memuncratkan lahar isinya dgn menembak ke rahim Vivi.

Lebihd ari lima kali peler ku menyemburka isinya dan disambut dgn cairan orgasme Vivi, tubuh Vivi ambruk dalam pelukanku.

kontol ku serasa kempes, tetapi belum benar benar layu, setengah ngaceng dalam nonok Vivi, kami diam lama sekali, malah tertidur di sore hari itu.

Setengah jam kemudian Vivi membangunkan aku "Jam berapa ? " tanyaku "Masih jam 4, sayang. bobok sini ya. keloni aku " pinta Vivi "Boleh. kita ntar main lagi ya" kataku dgn tersenyum "Ih. kau benar benar hebat. aku kalah deh. ntar malam lagi. janji ya di rumah ini nggak boleh makai pakaian, kalo mau makan kudu telanjang, jika kau ingin menyodokku lakukan saja " kata Vivi dgn mesra "Baik. " "Hm. soal bayaran membuat web ntar aku atur. kuberi bonus deh. tapi kau kudu janji ya. kalo aku butuh kamu harus datang. " "Mbak. kenal sama Febbiola kagak ? " tanyaku "Kenal. mang kenapa ? mau nyoba kesintalan dia ? " tanya Vivi dgn tertawa "Iya deh. " "Nggak boleh. kau adalah milikku. dan aku milikmu. " "Kau lonteku tak berhak ngatur " kataku dgn nakal "Jadiin aku pacarmu deh " pintanya dgn mengelus kepalaku "Beri dulu Febbiola. aku ingin ngentoti dia " kataku memberikan pilihan "Ih. sulit menyakinkan dia deh. gimana kalo Emma Waroka saja? " Vivi memberikan pilihan "Aku mau tapi aku hanya bisa memberi lampu hijau kau jadi pacarku " "Kok gitu sih " "Sementara urusan kita seks dan pekerjaan, kau boleh panggil aku kapan saja untuk entot kamu, dan kau sebagai lonteku kalo aku butuh kudu siap" "Adil. " kata Vivi dgn singkat.


Bonus Kerja Ngentot nonok Rapet, cerita sex, cewek sexy, seks dewasa, cerita dewasa, porno, ngentot


Bonus Kerja Ngentot nonok Rapet cerita seks dewasa , Bonus Kerja Ngentot nonok Rapet, cerita sex, cewek sexy, seks dewasa, cerita dewasa, porno, ngentot Bonus Kerja Ngentot nonok Rapet, cerita dewasa terbaru istri binal nakal , Bonus Kerja Ngentot nonok Rapet, cerita sex, cewek sexy, seks dewasa, cerita dewasa, porno, ngentot, cerita seks dewasa
Bonus Kerja Ngentot Nonok Rapet
Bonus Kerja Ngentot Nonok Rapet, cerita seks , Bonus Kerja Ngentot Nonok Rapet, cerita sex, cewek sexy, seks dewasa, cerita dewasa, porno, ngentot, kisah porno, kisah sex bokep, sex, Bonus Kerja Ngentot Nonok Rapet

10
205

Tags cerita dewasa paling populer di blog ini: cerita seks, Cerita Dewasa, 17 Tahun, sex, Ngentot, Memek, Istri, selingkuh, Kontol, Entot, Mama, gangbang, tante, threesome, ABG, Binal, sexy, toket, payudara.
Aktifkan javascript lalu tekan F5, untuk membuka halaman
meng-klik link cerita secara normal
dan membuka gambar lebih besar.
Cerita dewasa seks terpanas, update setiap hari cerita terbaru Cerita seks dewasa ngentot memek isteri, perek, bispak.
http://cerita-dewasa-terpanas.blogspot.com