Diajarin Ngentot Sama Tante Jablay

Diajarin Ngentot Sama Tante Jablay | Aku mengenal seks pada usia 17 tahun ketika masih SMU. Waktu itu, karena niatku yg ingin melanjutkan sekolah di J*, aku dititipkan pada keluarga teman baik ayahku, seorang pensiunan perwira.

Om Wanto, begitu aku memanggilnya, adalah seorang purnawirawan yg cukup berpengaruh, kini ia mengelola perusahaan sendiri yg lumayan besar.

Anak-anak mereka, Steve dan Yunnie yg seusiaku kini ada di Amerika sejak mereka masih berumur 11 tahun.

Sedangkan yg sulung, Sonny kuliah di Jogja. Istri Om Wanto sendiri adalah seorang pengusaha sukses di bidang export garmen, aku memanggilnya Tante Sandra, wanita berwajah manis berumur 36 tahun dengan perawakan yg bongsor dan seksi khas ibu-ibu istri pejabat.

Sejak tinggal di rumah megah itu aku seringkali ditugasi mengantar Tante Sandra, meski ada dua sopir pribadi tapi Tante Sandra lebih senang kalau aku yg mengemudikan mobilnya.

Lebih aman, katanya sekali waktu. Meski keluarga Om Wanto kaya raya, keliatan nya hubungan antara dia dan istrinya tak begitu harmonis.

Aku sering mendengar pertengkaran-pertengkaran diantara mereka di dalam kamar tidur Om Wanto, seringkali saat aku menonton televisi terdengar teriakan mereka dari ruang tengah.

Sedikitpun aku tak mau peduli atas hal itu, toh ini bukan urusanku, lagi pula aku kan bukan anggota keluarga mereka.

Biasanya mereka bertengkar malam hari saat keduanya sama-sama baru pulang kerja. Belakangan bahkan terdengar kabar kalau Om Wanto punya beberapa wanita simpanan.

"Ah untuk apa memikirkannya" benakku. Suatu hari di bulan Oktober, Bi Surti, Siti (para pembantu), Mang Darja dan Om Edi (supir), pulang kampung mengambil jatah liburan mereka bersamaan saat Lebaran.

Sementara Om Wanto dan Sonny pergi berlibur ke Amrik sambil menjenguk kedua anaknya di sana.

Diajarin Ngentot Sama Tante Jablay

Tante Sandra masih sibuk menangani bisnisnya yg sedang naik daun, ia lebih sering nggak pulang, hingga di rumah itu tinggal aku sendiri.

Perasaanku begitu merdeka, tak ada yg mengawasi atau melarangku untuk berbuat apa aja di rumah besar dan mewah itu.

Mereka memintaku menunda jadwal pulang kampung yg sudah jauh hari kurencanakan, aku mengiyakan aja, toh mereka semua baik dan ramah padaku.

Malamnya aku duduk di depan televisi, tetapi tak satupun acara TV itu menarik perhatianku.

Aku termenung sejenak memikirkan apa yg akan kuperbuat, sudah tiga hari tiga malam sejak keberangkatan Om Wanto, Tante Sandra tak keliatan pulang ke rumah.

Maklumlah bisnisnya level tingkat internasional, jadi tak heran kalau mungkin aja hari ini ia ada di Hongkong, Singapore atau di mana aja.

Saat sedang melamun aku melirik ke arah lemari besar di samping pesawat TV layar super lebar itu.

Mataku tertuju pada rak piringan VCD yg ada di sana. Segera kubuka sambil memilih film-film bagus.

tapi yg paling bikin aku menelan ludah adalah sebuah flm dengan cover depan wanita telanjang.

Tak kulihat pasti judulnya tetapi langsung kupasang dan. , "wow! " batinku kegirangan begitu ngeliat adegannya yg wah.

Seorang lelaki berwajah hispanik sedang menggauli dua perempuan sekaligus dengan beragam gaya.

Sesaat kemudian aku sudah larut dalam film itu. penis ku sudah sejak tadi mengeras seperti batu, malah saking kerasnya terasa sakit, aku sejenak melepas celana panjang dan celana dalam yg kukenakan dan menggantinya dengan celana pendek yg longgar tanpa CD.

Aku duduk di sofa panjang depan TV dan kembali menikmati adegan demi adegan yg semakin bikin ku gila.

Malah tanganku sendiri meremas-remas batang kemaluanku yg semakin tegang dan keras. tampak peler besarku sampai menyembul ke atas melewati pinggang celana pendek yg kupakai.

Cairan kentalpun sudah terasa mengalir dari sana. Tapi belum lagi lima belas menit, karena terlalu asyik aku sampai tak menyangka Tante Sandra sudah berada di luar ruang depan sambil menekan bel.

Ah, aku lupa menutup pintu gerbang depan hingga Tante Sandra bisa sampai di situ tanpa sepengetahuanku, untung pintu depan terkunci.

Aku masih punya kesempatan mematikan power off VCD Player itu, dan tentunya sedikit mengatur nafas yg masih tegang ini agar sedikit lega.

"Kamu belum tidur, Di? ", sapanya begitu kubuka pintu depan. "Belum, tante", hidungku mencium bau khas parfum Tante Sandra yg elegan.

"Udah makan? ". "Hmm. , belum sih, tante sudah makan? ", aku mencoba balik bertanya.

"Belum juga tuh, tapi tante barusan dari rumah teman, trus di jalan baru mikirin makan, so tante pesan dua paket antaran di KFC, kamu mau? ".

"Mau dong tante, tapi mana paketnya, belum datang kan? ". "Tuh kan, kamu pasti lagi asyik di kamar makanya nggak dengerin kalau pengantar makanannya datang sedikit lebih awal dari tante".

"o", jawabku bego. Tante Sandra berlalu masuk kamar, kuperhatikan ia dari belakang.

Uhh, bodinya betul-betul membuat deg-degan, atau mungkin karena saya baru aja nonton BF yah? Ayo, kita makan", ajaknya kemudian, tiba-tiba ia muncul dari kamarnya sudah berganti pakaian dengan sebuah daster putih longgar tanpa lengan dan berdada rendah. "Ya ampun Tante Sandra", batinku berteriak tak percaya, baru kali ini aku memperhatikan wanita itu. Kulitnya putih bersih, dengan betis yg woow, berbulu menantang pastilah punya nafsu seksual yg liar, itu kata temanku yg pengalaman seksnya tinggi. toket nya keliatan menyembul di balik gaun itu, apalagi saat ia melangkah di sampingku, samar-samar dari sudut mataku keliatan BH-nya yg putih. "Uh.

Cerita Sex Diajarin Ngentot Sama Tante Jablay

, apa ini gara-gara film itu? ", batinku lagi. Khayalku mulai kurang ajar, memasukkan bayangan Tante Sandra ke dalam adegan film tadi. "Hmm", Tak sadar mulutku mengeluarkan suara itu.

"Ada apa, Di? ", Tante Sandra memandangku dengan alis berkerut. "Nng. , nggak apa-apa tante", Aku jadi sedikit gugup.

Oh wajahnya, kenapa baru sekarang aku ngeliat nya begitu cantik? "Eh. , kamu ngelamun yah, ngelamunin siapa sih? Pacar? ", tanyanya.

"Nggak ah tante", dadaku berdesir sesaat pandangan mataku tertuju pada belahan dadanya.

"My god, gimana rasanya kalau tanganku sampai mendarat di permukaan toket nya, mengelus, merasakan kelembutan buah dada itu, ohh", lamunan itu terus merayap.

"Heh, ayo. , makanmu lho, Di". "Ba. , baik tante", jelas sekali aku keliatan gugup.

"Nggak biasanya kamu kayak gini, Di. Mau cerita nggak sama tante". My god, dia mau aku ceritakan apa yg aku lamunkan? Susumu tante, susumu! Pelan-pelan sambil terus melamun sesekali berbicara padanya, akhirnya makananku habis juga.

Aku kembali ke kamar dan langsung menghempaskan badanku ke tempat tidur. Masih belum lepas juga bayangan tubuh Tante Sandra.

"Gila! Gila! Kenapa perempuan paruh baya itu bikin ku gila", pikirku tak habis habisnya.

Umurnya terpaut sangat jauh denganku, aku baru 18 tahun. , dua puluh lima tahun dibawahnya.

Ah, mengapa harus kupikirkan. Aku melangkah ke meja komputer di kamarku, mencoba melupakannya.

Beberapa saat aku sudah keliatan mulai tenang, perhatianku kini pada e-mail yg akan kukirim pada teman-teman netter.

Aku memang hobi korespondensi via internet. Tapi mendadak pintu kamarku diketuk dari luar.

"Di. , Didi. , ini Tante", terdengar suara tante seksi eh Sandra memanggil.

"Ah", aku beranjak bangun dari korsi itu dan membuka pintu, "Ada apa, tante? ".

"Kamu bisa buatin tante kopi? ". "o. , bisa tante". "Tahu selera tante toh? "Iya tante, biasanya juga saya lihat Siti", jawabku singkat dan langsung menuju ke dapur. "Tante tunggu di ruang tengah ya, Di". "Baik, tante". Gelas yg kupegang itu hampir aja jatuh saat kulihat apa yg sedang disaksikan Tante Sandra di layar TV. Pelan-pelan tanganku meletakkan gelas berisi kopi itu di sebuah meja kecil di samping Tante Sandra, lalu bersiap untuk pergi meninggalkannya. "Didi" "Ya. , tante".

"Kamu kalau habis pasang film seperti ini lain kali masukin lagi ke tempatnya yah".

"mm. , ma. , ma. , maaf tante" aku tergagap, apalagi ngeliat Tante Sandra yg berbicara tanpa ngeliat ke arahku.

Benar-benar aku merasa seperti maling yg tertangkap basah. "Di", Tante Sandra memanggil, kali ini ia memandangi, aku menundukkan muka, tak kubayangkan lagi kemolekan tubuh istri Om Wanto itu.

Aku benar-benar takut. "Tante nggak bermaksud marah lho, di", byar hatiku lega lagi.

"Sekarang kalau kamu mau nonton, ya sudah sama-sama aja di sini, toh sudah waktunya kamu belajar tentang ini, biar nggak kuper", ajaknya.

  • "Wow", kepalaku secepat kilat kembali membayangkan tubuhnya. Aku duduk di sofa sebelah tempatnya.
  • Mataku lebih sering melirik tubuh Tante Sandra daripada film itu. "Kamu kan sudah 18 tahun, Di. Ya nggak ada salahnya kalau nonton beginian. Lagipula tante kan nggak biasa lho nonton yg beginian sendiri".
  • Apa kalimat itu berarti undangan? Atau kupingku yg salah dengar? Oh my god Tante Sandra mengangkat sebelah tangannya dan menyandarkan lengannya di sofa itu.
  • Dari celah gaun di bawah ketiaknya keliatan jelas bukit buah dada nya yg masih berlapis BH.
  • Ukurannya benar-benar bikin ku menelan ludah. Posisi duduknya berubah, kakinya disilangkan hingga daster itu sedikit tersingkap.
  • Wow, betis dengan bulu-bulu halus itu. Hmm, Wanita 40-an itu benar-benar menantang, wajah dan tubuhnya mirip sekali dengan pengusaha Dewi Motik, cuma Tante Sandra kelihatan sedikit lebih muda, bibirnya lebih sensual dan hidungnya lebih mancung.
  • Aku tak mengerti kenapa perempuan paruhbaya ini begitu keliatan mempesona di mataku.
  • Tapi mungkinkah. ? nggak, dia adalah istri Om Wanto, orang yg belakangan ini sangat memperhatikanku.
  • Aku di sini untuk belajar. , atas biaya mereka. , ah persetan! Tante Sandra mendadak mematikan VCD Player dan memindahkannya ke sebuah TV swasta.
  • "Lho. kok? ". "Ah tante bosan melihat in itu terus, Di". "Tapi kan".
"Sudah kalau mau kamu pasang aja sendiri di kamar", wajahnya masih biasa aja.

"Eh, ngomong-ngomong, kamu sudah hampir setahun di sini yah? ". "Iya tante".

"Sudah punya pacar? ", ia beranjak meminum kopi yg kubuatkan untuknya. "Belum", mataku melirik ke arah belahan daster itu, keliatan nya ada celah yg cukup untuk ngeliat buah dada besarnya.

Tak sadar peler ku mulai berdiri. "Kamu nggak nyari gitu? ", ia mulai melirik sesekali ke arahku sambil tersenyum.

"Alamaak, senyumnya. , oh singkapan daster bagian bawah itu, uh Tante Sandra. , pahamu", teriak batinku saat tangannya tanpa sengaja menyingkap belahan gaun di bagian bawah itu.

Sengaja atau nggak sih? "Eeh Di. kamu melihat in apaan sih? ".

Blar. , mungkin ia tahu kalau aku sedang berkonsentrasi memandang satu persatu bagian tubuhnya, "Nngak kok tante nggak melihat apa-apa".

"Lho mata kamu kayaknya mandangin tante terus? Apa ada yg salah sama tante, Di? ", ya ampun dia tahu kalau aku sedang asyik memandanginya.

"Eh. , mm. , anu tante. , aa. , aanu. , tante. , tante", kerongkonganku seperti tercekat.

"Anu apa. , ah kamu ini ada-ada aja, kenapa", matanya semakin terarah pada selangkanganku, bangsat aku lupa pakai celana dalam.

Pantas Tante Sandra tahu kalau peler ku tegang. "Ta. , ta. , tante cantik sekali", aku tak dapat lagi mengontrol kata-kataku.

Dan astaga, bukannya marah, Tante Sandra malah mendekati aku. "Apa. , tante nggak salah dengar? ", katanya setengah berbisik.

"Bener kok tante". "Tante yg seumur ini kamu bilang cantik, ah bisa aja. Atau kamu mau sesuatu dari tante? " ia memegang pundakku, terasa begitu hangat dan duh gusti toket yg sejak tadi kuperhatihan itu kini cuma beberapa sentimeter aja dari wajahku.

Apa aku akan dapat menyentuhnya, come on man! Dia istri Om Wanto batinku berkata.

Tangannya masih berada di pundakku sebelah kiri, aku masih tak bergeming. Tertunduk malu tanpa bisa mengendalikan pikiranku yg berkecamuk.

Harum semerbak parfumnya semakin menggoda nafsuku untuk berbuat sesuatu. Kuberanikan mataku melirik lebih jelas ke arah belahan kain daster berbunga itu.

Wow. , sepintas kulihat bukit di selangkangannya yg ahh, kembali aku menelan ludah.

"Kamu belum jawab pertanyaan tante lho, Di. Atau kamu mau tante jawab sendiri pertanyaan ini? ".

"Nggak kok tante, s. , s. , saya jujur kalau tante memang cantik, eh. , mm. , menarik".

"Kamu belum pernah kenal cewek yah". "Belum, tante". "Kalau tante kasih pelajaran gimana? ".

Ini dia yg aku tunggu, ah persetan dia istri Om Wanto. Anggap aja ini pembalasan Tante Sandra padanya.

Dan juga. , oh aku ingin segera merasakan tubuh wanita. "Maksud tante. , apa? ", lanjutku bertanya, pandangan kita bertemu sejenak tetapi aku segera mengalihkan.

"Kamu kan belum pernah pacaran nih, gimana kalau kamu tante ajarin caranya nikmati wanita".

"Ta. , tapi tante", aku masih ragu. "Kamu takut sama Om Wanto? Tenang. , yg ada di rumah ini cuman kita, lho".

Diajarin Ngentot Sama Tante Jablay,Diajarin ngentot, tante, jablay, cerita seks, cerpen sex, bacaan dewasa, seks porno, bokep terbaru
Diajarin Ngentot Sama Tante Jablay | Klik foto untuk memperbesar gambar

"This is excellent! ", teriakku dalam hati. Pucuk dicinta ulam pun tiba.

Batinku terus berteriak tapi badanku seperti tak dapat kugerakkan. Beberapa saat kita berdua terdiam.

"Coba sini tangan kamu", aku memberikan tanganku padanya, my goodness tangan lembut itu menyentuh telapak tanganku yg kasarnya minta ampun.

"Rupanya kamu memang belum pernah nyentuh perempuan, Di. Tante tahu kamu baru beranjak remaja dan tante ngerti tentang itu", Berkata begitu sambil mengelus punggung tanganku, aku merinding dibuatnya, sementara di bawah, peler ku yg sejak tadi sudah tegang itu mulai mengeluarkan cairan hingga menampakkan titik basah tepat di permukaan celana pendek itu.

"Tante ngerti kamu terangsang sama film itu. Tapi tante perhatiin belakangan ini kamu sering diam-diam memandangi tubuh tante, benar kan? ", ia seperti menyergapku dalam sebuah perangkap, tangannya terus mengelus punggung telapak tanganku.

Aku benar-benar merasa seperti maling yg tertangkap basah, tak sepatah kata lagi yg bisa kuucapkan.

"Kamu kepingin pegang dada tante kan? ". Daar! Dadaku seperti pecah. , mukaku mulai memerah.

Aku sampai lupa di bawah sana adik kecilku mulai melembek turun. Dengan segala sisa tenaga aku beranikan diri membalas pandangannya, memaksa diriku mengikuti senyum Tante Sandra.

Dan. , astaga. , Tante Sandra menuntun telapak tanganku ke arah buah dada nya yg menggelembung besar itu.

"Ta. , ta. , tante. , ohh", suara itu keluar begitu aja, dan Tante Sandra cuma ngeliat tingkahku sambil tersenyum.

Adikku bangun lagi dan langsung seperti ingin meloncat keluar dari celana dalamku.

Istri Om Wanto itu melotot ke arah selangkanganku. "Waaww. , besar sekali punya kamu Di? ", serunya lalu secepat kilat tangannya menggenggam kemaluanku kemudian mengelus-elusnya.

Secara reflek tanganku yg tadinya malu-malu dan terlebih dulu berada di permukaan toket nya bergerak meremas dengan sangat kuat sampai menimbulkan desah dari mulutnya.

"aahh. , mm remas sayang ohh". Masih tak percaya akan semua itu, aku membalikkan badan ke arahnya dan mulai menggerakkan tangan kiriku.

Aku semakin berani, kupandangi wajah istri Om Wanto itu dengan seksama. "Teruskan, Di. , buka baju tante", permpuan itu mengangguk pelan.

Matanya berbinar saat ngeliat kemaluanku tersembul dari celah celana pendek itu. Kancing dasternya kulepas satu persatu, bagian dadanya terbuka lebar.

Masih dengan tangan gemetar aku meraih kedua toket yg berlapis BH putih itu.

Perlahan-lahan aku mulai meremasnya dengan lembut, kedua telapak tanganku kususupkan melewati BH-nya.

"mm. , tante", aku menggumam merasakan kelembutan toket besar Tante Sandra yg selama sebulan terakhir ini cuma jadi impianku aja.

Jari jemariku terasa begitu nyaman, membelai lembut daging kenyal itu, aku memilin puting susunya yg begitu lembutnya.


Diajarin ngentot, tante, jablay, cerita seks, cerpen sex, bacaan dewasa, seks porno, bokep terbaru


Diajarin Ngentot Sama Tante Jablay cerita seks dewasa , Diajarin ngentot, tante, jablay, cerita seks, cerpen sex, bacaan dewasa, seks porno, bokep terbaru Diajarin Ngentot Sama Tante Jablay, cerita dewasa terbaru istri binal nakal , Diajarin ngentot, tante, jablay, cerita seks, cerpen sex, bacaan dewasa, seks porno, bokep terbaru, cerita seks dewasa
Diajarin Ngentot Sama Tante Jablay
Diajarin Ngentot Sama Tante Jablay, cerita seks , Diajarin Ngentot Sama Tante Jablay,Diajarin ngentot, tante, jablay, cerita seks, cerpen sex, bacaan dewasa, seks porno, bokep terbaru, kisah porno, kisah sex bokep, sex, Diajarin Ngentot Sama Tante Jablay

10
205

Tags cerita dewasa paling populer di blog ini: cerita seks, Cerita Dewasa, 17 Tahun, sex, Ngentot, Memek, Istri, selingkuh, Kontol, Entot, Mama, gangbang, tante, threesome, ABG, Binal, sexy, toket, payudara.
Aktifkan javascript lalu tekan F5, untuk membuka halaman
meng-klik link cerita secara normal
dan membuka gambar lebih besar.
Cerita dewasa seks terpanas, update setiap hari cerita terbaru Cerita seks dewasa ngentot memek isteri, perek, bispak.
http://cerita-dewasa-terpanas.blogspot.com