Istri Teman Gak Keberatan Aku Entot

Istri Teman Gak Keberatan Aku Entot | ketika hari pertama aku ketemu dgn teman kuliahku itu, rasanya kita langsung akrab krn memang sewaktu kita sama-sama duduk di bangku kuliah, kita sangat kompak dan sering tidur bersama di rumah kostku.


Bahkan cukup sering dia traktir aku. "aku senang sekali bertemu denganmu dan memang sudah lama kucari-cari, maukah kamu mengingap sehari atau dua hari di rumahku? " katanya padaku sambil merangkulku dgn erat sekali.

Nama teman kuliahku itu adalah "Basir". "Kita lihat saja nanti. Yang jelas aku sangat bersukur kita bisa ketemu di tempat ini. Mungkin inilah namanya nasib baik, krn aku sama sekali tidak menduga kalau kamu tinggal di kota M* ini" jawabku sambil membalas rangkulannya.

kita berangkulan cukup lama di sekitar pasar sentral M*.

"Ayo kita ke rumah dulu Sapto, nanti kita ngobrol panjang lebar di sana, sekaligus kuperkenalkan istriku" ajaknya sambil menuntunku naik ke mobil Feroza miliknya.

Setelah kita tiba di halaman rumahnya, Basir terlebih dahulu turun dan segera membuka pintu mobilnya di sebelah kiri lalu mempersilakan aku turun.

Aku sangat kagum ngeliat rumah tempat tinggalnya yang berlantai dua. Lantai bawah digunakan sebagai gudang dan kantor perusahaannya, sementara lantai atas digunakan sebagai tempat tinggal bersama istri.

Aku cuma ikut di belakangnya. "Inilah hasil usaha kita Sapto selama beberapa tahun di M*" katanya sambil menunjukkan tumpukan beras dan ruangan kantornya.

"Wah cukup hebat kamu Bas. Usahamu cukup lemayan. Kamu sangat berhasil dibanding aku yang belum jelas sumber kehidupanku" kataku padanya.

"Dar, Dar, inilah teman kuliahku dulu yang pernah kuceritakan tempo hari. Kenalkan istri cantik saya" teriak Basir memanggil istrinya dan langsung kita dikenalkan.

"Renni", kata istrinya menyebut namanya ketika kusalami tangannya sambil ia tersenyum ramah dan manis seolah menunjukkan rasa kegembiraan.

Istri Teman Gak Keberatan Aku Entot

"Sapto", kataku pula sambil membalas senyumannya. Nampaknya Renni ini adalah seorang istri yang baik hati, ramah dan selalu memelihara kecantikannya.

Usianya kutaksir baru sekitar 23 tahun dgn tubuh sedikit langsing dan tinggi badan sekitar 165 cm serta berambut agak panjang.

Tangannya terasa hangat dan halus sekali. Setelah selesai menyambutku, Renni lalu mempersilakanku duduk dan ia buru-buru masuk ke dalam seolah ada urusan penting di dalam.

Belum lama kita bincang-bincang seputar perjalanan usaha Basir dan pertemuannya dgn Renni di Kota M* ini, dua cangkir kopi susu beserta kue-kue bagus dihidangkan oleh Renni di atas meja yang ada di depan kita.

"Silakah Kak, dinikmati hidangan ala kadarnya" ajakan Renni menyentuh langsung ke lubuk hatiku.

Selain krn senyuman manisnya, kelembutan suaranya, juga krn penampilan, kecantikan dan sengatan bau farfumnya yang harum itu.

Dalam hati kecilku mengatakan, alangkah senang dan bahagianya Basir bisa mendapatkan istri seperti Renni ini.

Seandainya aku juga mempunyai istri seperti dia, pasti aku tidak bisa ke mana-mana "Eh, kok malah melamun. Ada masalah apa Sapto sampai termenung begitu? Apa yang mengganggu pikiranmu? " kata Basir sambil memegang pundakku, sehingga aku sangat kaget dan tersentak. Cerita seks Istri Teman Gak Keberatan Aku Entot

"Ti. Tidak ada masalah apa-apa kok. cuma aku merenungkan sejenak tentang pertemuan kita hari ini. Kenapa bisa terjadi yah" alasanku.

Renni cuma terdiam mendengar kita bincang-bincang dgn suaminya, tapi sesekali ia memandangiku dan menampakkan wajah cerianya.

"Sekarang giliranmu Sapto cerita tentang perjalanan hidupmu bersama istri setelah sejak tadi cuma aku yang bicara. Silahkan saja cerita panjang lebar mumpun hari ini aku tidak ada kesibukan di luar. Lagi pula anggaplah hari ini adalah hari keistimewaan kita yang perlu dirayakan bersama. Bukankah begitu Dar. ? " kata Basir seolah cari dukungan dari istrinya dan waktunya siap digunakan khusus untukku.

"Ok, kalau gitu aku akan utarakan sedikit tentang kehidupan rumah tanggaku, yang sangat bertolak belakang dgn kehidupan rumah tangga kalian" ucapanku sambil memperbaiki dudukku di atas kursi empuk itu.

"Maaf jika terpaksa kuungkapkan secara terus terang. Sebenarnya kedatanganku di kota M* ini justru krn dipicu oleh problem rumah tanggaku. Aku selalu cekcok dan bertengkar dgn istriku gara-gara aku kesulitan mendapatkan lapangan kerja yang layak dan mempu menghidupi keluargaku. Akhirnya kuputuskan untuk meninggalkan rumah guna mencari pekerjaan di kota ini. Eh. Belum aku temukan pekerjaan, tiba-tiba kita ketemu tadi setelah dua hari aku ke sana ke mari. Mungkin pertemuan kita ini ada hikmahnya. Semoga saja pertemuan kita ini merupakan jalan keluar untuk mengatasi kesulitan rumahtanggaku" Kisahku secara jujur pada Basir dan istrinya.

Mendengar kisah sedihku itu, Basir dan istrinya tak mampu berkomentar dan nampak ikut sedih, bahkan kita semua terdiam sejenak.

Lalu secara serentak mulut Basir dan istrinya terbuka dan seolah ingin mengatakan sesuatu, tapi tiba-tiba mereka saling menatap dan menutup kembali mulutnya seolah mereka saling mengharap untuk memulai, tetapi malah mereka ketawa terbahak, yang bikin ku heran dan memaksa juga ketawa.

"Begini Sapto, mungkin pertemuan kita ini benar ada hikmahnya, sebab kebetulan sekali kita butuh teman seperti kamu di rumah ini. kita khan belum dikaruniai seorang anak, sehingga kita selalu kesepian. Apalagi jika aku ke luar kota misalnya ke Bone, maka istriku terpaksa sendirian di rumah meskipun sekali-kali ia memanggil kemanakannya untuk menemani selama aku tidak ada, tapi aku tetap menghawatirkannya. Untuk itu, jika tidak memberatkan, aku inginkan kamu tinggal bersamaku. Anggaplah kamu sudah dapatkan lapangan kerja baru sebagai sumber mata pencaharianmu. Segala keperluan sehari-harimu, aku coba menanggung sesuai kemampuanku" kata Basir bersungguh-sungguh yang sesekali diiyakan oleh istrinya.

"Maaf kawan, aku tidak mau merepotkan dan membebanimu. Biarlah aku cari kerja di tempat lain saja dan" Belum aku selesai bicara, tiba-tiba Basir memotong dan berkata.

"Kalau kamu tolak tawaranku ini berarti kamu tidak menganggapku lagi sebagai sahabat. kita ikhlas dan bermaksud baik padamu Sapto" katanya.

" namun " Belum kuutarakan maksudku, tiba-tiba Renni juga ikut bicara. "Benar Kak, kita sangat membutuhkan teman di rumah ini. Sudah lama hal ini kita pikirkan tapi mungkin baru kali ini dipertemukan dgn orang yang tepat dan sesuai hati nurani. Apalagi Kak Sapto ini memang sahabat lama Kak Basir, sehingga kita tidak perlu ragukan lagi. Bahkan kita sangat senan jika Kak sekalian menjemput istrinya untuk tinggal bersama kita di rumah ini" ucapan Renni memberi dorongan kuat padaku.

"Kalau begitu, apa boleh buat. Terpaksa kuterima dgn senang hati, sekaligus kuucapkan terima kasih yang tak terhingga atas budi baiknya. Tapi sayangnya, aku tak memiliki keterampilan apa-apa untuk membantu kalian" kataku dgn pasrah.

Tiba-tiba Basir dan Renni bersamaan berdiri dan langsung saling berpelukan, bahkan saling mengecup bibir sebagai tanda kegembiraannya.

Lalu Basir melanjutkan rangkulannya padaku dan juga mengecup pipiku, sehingga aku sedikit malu dibuatnya.

"Terima kasih Sapto atas kesediaanmu menerima tawaranku semoga kamu berbahagia dan tidak kesulitan apapun di rumah ini. kita tak membutuhkan keterampilanmu, melainkan kehadiranmu menemani kita di rumah ini. kita cuma butuh teman bermain dan tukar pikiran, sebab tenaga kerjaku sudah cukup untuk membantu mengelola usahaku di luar. kita sewaktu-waktu membutuhkan nasehatmu dan istriku pasti merasa terhibur dgn kehadiranmu menemani jika aku keluar rumah" katanya dgn sangat bergembira dan senang mendengar persetujuanku.

Kurang lebih satu bulan lamanya kita seolah cuma diperlakukan sebagai raja di rumah itu.

Cerita Sex Istri Teman Gak Keberatan Aku Entot

Makanku diurus oleh Renni, tempat tidurku terkadang juga dibersihkan olehnya, bahkan ia meminta untuk mencuci pakaianku yang kotor tapi aku keberatan.

Selama waktu itu pula, aku sudah dilengkapi dgn pakaian, bahkan kamar tidurku dibelikan TV 20 inch lengkap dgn VCD-nya.

Aku sangat malu dan merasa berutang budi pada mereka, sebab selain pakaian, akupun diberi uang tunai yang jumlahnya cukup besar bagiku, bahkan belakangan kuketahui jika ia juga seringkali kirim pakaian dan uang ke istri dan anak-anakku di Bone lewat mobil.

kita bertiga sudah cukup akrab dan hidup dalam satu rumah seperti saudara kandung bersenda gurau, bercengkerama dan bergaul tanpa batas seolah tidak ada perbedaan status seperti majikan dan karyawannya.

Kebebasan pergaulanku dgn Renni memuncak ketika Basir berangkat ke Sulawesi Tenggara selama beberapa hari untuk membawa beras untuk di jual di sana krn ada permintaan dari langgarannya.

Pada malam pertama keberangkatan Basir, Renni nampak gembira sekali seolah tidak ada kekhawatiran apa-apa.

Bahkan sempat mengatakan kepada suaminya itu kalau ia tidak takut lagi ditinggalkan meskipun berbulan-bulan lamanya krn sudah ada yang menjaganya, tetapi ucapannya itu dianggapnya sebagai bentuk humor terhadap suaminya. Cerita dewasa Istri Teman Gak Keberatan Aku Entot

Basir pun nampak tidak ada kekhawatiran meninggalkan istrinya dgn alasan yang sama.

Malam itu kita (aku dan Renni) menonton bersama di ruang tamu hingga larut malam, krn kita sambil tukar pengalaman, termasuk soal sebelum nikah dan latar belakang perkawinan kita masing-masing.

Sikap dan tingkah laku Renni sedikit berbeda dgn malam-malam sebelumnya. Malam itu, Renni bikin kopi susu dan menyodorkanku bersama pisang susu, lalu kita nikmati bersama-sama sambil nonton.

Ia makan sambil berbaring di sampingku seolah dianggap biasa saja. Sesekali ia membalikkan tubuhnya kepadaku sambil bercerita, tetapi aku pura-pura bersikap biasa, meskipun ada ganjalan aneh di benakku.

"Sapto, kamu tidak keberatan khan menemaniku nonton malam ini? Besok khan tidak ada yang mengganggu kita sehingga kita bisa tidur siang sepuasnya? " tanya Renni tiba-tiba seolah ia tak mengantuk sedikitpun.

"Tidak kok Dar. Aku justru senang dan bahagia bisa nonton bersama majikanku" kataku sedikit menyanjungnya.

Renni lalu mencubitku dan. "Wii de. De, kok aku dibilangin majikan. Sebel aku mendengarnya. Ah, jangan ulang kata itu lagi deh, aku tak sudi dipanggil majikan" katanya.

"Hi. Hi. Hi, tidak salah khan. Maaf jika tidak senang, aku cuma main-main. Lalu aku harus panggil apa? Adik, Non, Nyonya atau apa? " "Terserah dech, yang penting bukan majikan. Tapi aku lebih seneng jika kamu memanggil aku adik" katanya santai.

"Oke kalau begitu maunya. Aku akan panggil adik saja" kataku lagi. Malam semakin larut.

Tak satupun terdengar suara kecuali suara kita berdua dgn suara TV. Renni tiba-tiba bangkit dari pembaringannya.

"Sapto, apa kamu sering nonton kaset VCD bersama istrimu? " tanya Renni dgn sedikit rendah suaranya seolah tak mau didengar orang lain.

"Eng. Pernah, tapi sama-sama dgn orang lain juga krn kita nonton di rumahnya" jawabku menyembunyikan sikap keherananku atas pertanyaannya yang tiba-tiba dan sedikit aneh itu.

"Kamu ingat judulnya? Atau jalan ceritanya? " tanyanya lagi. "Aku lupa judulnya, tapi pemainnya adalah Rhoma Irama dan ceritanya adalah masalah percintaan" jawabku dgn pura-pura bersikap biasa.

"Masih mau ngga kamu temani aku nonton film dari VCD? Kebetulan aku punya kaset VCD yang banyak. Judulnya macam-macam. Terserah yang mana Sapto suka" tawarannya, tapi aku sempat berfikir kalau Renni akan memutar film yang aneh-aneh, film orang dewasa dan biasanya khusus ditonton oleh suami istri untuk membangkitkan gairahnya.

Setelah kupikir segala resiko, kepercayaan dan dosa, aku lalu membuat alasan. "Sebenarnya aku senang sekali, tapi aku takut. Eh. Maaf aku sangat ngantuk. Jika tidak keberatan, lain kali saja, pasti kutemani" kataku sedikit bimbang dan takut alasanku salah.

Tapi akhirnya ia terima meskipun nampaknya sedikit kecewa di wajahnya dan kurang semangat.

"Baiklah jika memang kamu sudah ngantuk. Aku tidak mau sama sekali memaksamu, lagi pula aku sudah cukup senang dan bahagia kamu bersedia menemaniku nonton sampai selarut ini. Ayo kita masuk tidur" katanya sambil mematikan TV-nya, tetapi sebelum aku menutup pintu kamarku, aku ngeliat sejenak ia sempat memperhatikanku, tapi aku pura-pura tidak menghiraukannya.

  • Di atas tempat tidurku, aku gelisah dan bingung mengambil keputusan tentang alasanku jika besok atau lusa ia kembali mengajakku nonton film tersebut.
  • Antara mau, malu dan rasa takut selalu menghantukiku. Mungkin dia juga mengalami hal yang sama, krn dari dalam kamarku selalu terdengar ada pintu kamar terbuka dan tertutup serta air di kamar mandi selalu kedengaran tertumpah.
  • Setelah kita makan malam bersama keesokan harinya, kita kembali nonton TV sama-sama di ruang tamu, tapi penampilan Renni kali ini agak lain dari biasanya.
  • Ia berpakaian serba tipis dan tercium bau farfumnya yang harum menyengat hidup sepanjang ruang tamu itu.
  • Jantungku sempat berdebar dan hatiku gelisah mencari alasan untuk menolak ajakannya itu, meskipun gejolak hati kecilku untuk mengikuti kemauannya lebih besar dari penolakanku.
  • Belum aku sempat menemukan alasan tepat, maka "Sapto, masih ingat janjimu tadi malam? Atau kamu sudah ngantuk lagi? " pertanyaan Renni tiba-tiba mengagetkanku.
  • "O, oohh yah, aku ingat. Nonton VCD khan? Tapi jangan yang seram-seram donk filmnya, aku tak suka. Nanti aku mimpi buruk dan bikin ku sakit, khan repot jadinya" jawabku mengingatkan untuk tidak memutar film porn.
  • "Kita liat aja permainannya. Kamu pasti senang menyaksikannya, krn aku yakin kamu belum pernah menontonnya, lagi pula ini film baru" kata Renni sambil meraih kotak yang berisi setumpuk kaset VCD lalu menarik sekeping kaset yang paling di atas seolah ia telah mempersiapkannya, lalu memasukkan ke CD, lalu mundur dua langkah dan duduk di sampingku menunggu apa gerangan yang akan muncul di layar TV tersebut.
  • Dag, dig, dug, getaran jantungku sangat keras menunggu gambar yang akan tampil di layar TV.
  • Mula-mula aku yakin kalau filmnya adalah film yang dapat dipertontonkan secara umum krn gambar pertama yang muncul adalah dua orang gadis yang sedang berloma naik speed board atau sampan dan saling membalap di atas air sungat.
namun dua menit kemudian, muncul pula dua orang pria memburuhnya dgn naik kendaraan yang sama, akhirnya keempatnya bertemu di tepi sungai dan bergandengan tangan lalu masuk ke salah satu villa untuk bersantai bersama.

Tak lama kemudian mereka berpasang-pasangan dan saling membuka pakaiannya, lalu saling merangkul, mencium dan seterusnya sebagaimana layaknya suami istri.

Niat penolakanku tadi tiba-tiba terlupakan dan terganti dgn niat kemauanku. kita tidak mampu mengeluarkan kata-kata, terutama ketika kita menyaksikan dua pasang muda mudi bertelanjang bulat dan saling menjilati kemaluannya, bahkan saling mengadu alat yang paling vitalnya.

kita cuma bisa saling memandang dan tersenyum. "Gimana Sapto? Asyik khan? Atau ganti yang lain saja yang lucu-lucu? " pancing Renni, tapi aku tak menjawabnya, malah aku melenguh panjang.

"Apa kamu sering dan senang nonton film beginian bersama suamimu? " giliran aku bertanya, tapi Renni cuma menatapku tajam lalu mengangguk.

"Hmmhh" kudengar suara nafas panjang Renni keluar dari mulutnya. "Apa kamu pernah praktekkan seperti di film itu Sapto? " tanya Renni ketika salah seorang wanitanya sedang menungging lalu laki-lakinya menusukkan peler nya dari belakang lalu mengocoknya dgn kuat.

"Tidak, belum pernah" jawabku singkat sambil kembali bernafas panjang. "Maukah kamu mencobanya nanti? " tanya Renni dgn suara rendah.

"dgn siapa, kita khan pisah dgn istri untuk sementara" kataku. "Jika kamu bertemu istrimu nanti atau wanita lain misalnya" kata Renni.

"Yachh. Kita liat saja nanti. Boleh juga kita coba nanti hahaha" kataku.

"Sapto, apa malam ini kamu tidak ingin mencobanya? " Tanya Renni sambil sedikit merapatkan tubuhnya padaku.

Istri Teman Gak Keberatan Aku Entot, cerita seks, istri teman, ngentot istri orang, cerita sex dewasa, novel porno
Istri Teman Gak Keberatan Aku Entot

Saking rapatnya sehingga tubuhnya terasa hangatnya dan bau harumnya. "dgn siapa? Apa dgn wanita di TV itu? " tanyaku memancing.

"Gimana jika dgn aku? Mumpung cuma kita berdua dan nggak bakal ada orang lain yang tahu. Mau khan? " Tanya Renni lebih jelas lagi mengarah sambil menyentuh tanganku, bahkan menyandarkan badannya ke badanku.

Sungguh aku kaget dan jantungku seolah copot mendengar rincian pertanyaannya itu, apalagi ia menyentuhku.

Aku tidak mampu lagi berpikir apa-apa, melainkan menerima apa adanya malam itu.

Aku tidak akan mungkin mampu menolak dan mengecewakannya, apalagi aku sangat menginginkannya, krn telah beberapa bulan aku tidak melakukan sex dgn istriku.

Aku mencoba merapatkan badanku pula, lalu mengelus tangannya dan merangkul punggungnya, sehingga terasa hangat sekali.

"Apa kamu serius? Apa ini mimpi atau kenyataan? " Tanyaku amat gembira.

"Akan kubuktikan keseriusanku sekarang. Rasakan ini sayang" tiba-tiba Renni melompat lalu mengangkangi kedua pahaku dan duduk di atasnya sambil memelukku, serta mencium pipi dan bibirku bertubi-tubi.

Tentu aku tidak mampu menyia-nyiakan kesempatan ini. Aku segera menyambutnya dan membalasnya dgn sikap dan tindakan yang sama.

Nampaknya Renni sudah ingin segera membuktikan dgn melepas sarung yang dipakainya, tapi aku belum mau membuka celana panjang yang kepakai malam itu.

Pergumulan kita dalam posisi duduk cukup lama, meskipun berkali-kali Renni memintaku untuk segera melepaskan celanaku, bahkan ia sendiri beberapa kali berusaha membuka kancingnya, tapi selalu saja kuminta agar ia bersabar dan pelan-pelan sebab waktunya sangat panjang.

"Ayo Kak Sapto, cepat sayang. Aku sudah tak tahan ingin membuktikannya" rayu Renni sambil melepas rangkulannya lalu ia tidur telentang di atas karpet abu-abu sambil menarik tanganku untuk menindihnya.

Aku tidak tega membiarkan ia penasaran terus, sehingga aku segera menindihnya. "Buka celana sayang. Cepat. Aku sudah capek nih, ayo dong" pintanya.

Akupun segera menuruti permintaannya dan melepas celana panjangku. Setelah itu, Renni menjepitkan ujung jari kakinya ke bagian atas celana dalamku dan berusaha mendorongnya ke bawah, tapi ia tak berhasil krn aku sengaja mengangkat punggungku tinggi-tinggi untuk menghindarinya.

Ketika aku mencoba menyingkap baju daster yang dipakaianya ke atas lalu ia sendiri melepaskannya, aku kaget sebab tak kusangka kalau ia sama sekali tidak pakai celana.

Dalam hatiku bahwa mungkin ia memang sengaja siap-siap akan ngentot denganku malam itu.

Di bawah sinar lampu 10 W yang dibarengi dgn cahaya TV yang semakin seru bermain bugil, aku sangat jelas menyaksikan sebuah lubang yang dikelilingi daging montok nan putih mulus yang tidak ditumbuhi bulu selembar pun.

terlihat menonjol sebuah benda mungil seperti biji kacang di tengah-tengahnya. Rasanya cukup menantang dan mempertinggi birahiku, tapi aku tetap berusaha mengendalikannya agar aku bisa lebih lama bermain-main dengannya.

Ia sekarang sudah bugil 100%, sehingga tampak bentuk tubuhnya yang langsing, putih mulus dan indah sekali dipandang.

"Ayo donk, tunggu apa lagi sayang. Jangan biarkan aku tersiksa seperti ini" pinta Renni tak pernah berhenti untuk segera menikmati puncaknya.

"Tenang sayang. Aku pasti akan memuaskanmu malam ini, tapi saya masih mau bermain-main lebih lama biar kita lebih banyak menikmatinya"kataku Secara perlahan tapi pasti, ujung lidahku mulai menyentuh tepi lubang kenikmatannya sehingga bikin pinggulnya bergerak-gerak dan berdesis. "Nikmat khan kalau begini? " tanyaku berbisik sambil menggerak-gerakkan lidahku ke kiri dan ke kanan lalu menekannya lebih dalam lagi sehingga Renni setengah berteriak dan mengangkat tinggi-tinggi pantatnya seolah ia menyambut dan ingin memperdalam masuknya ujung lidahku. Ia cuma mengangguk dan memperdengarkan suara desis dari mulutnya. "Auhh.

Aakkhh. Iihh. Uhh. Oohh. Sstt" suara itu tak mampu dikurangi ketika aku gocok-gocokkan secara lebih dalam dan keras serta cepat keluar masuk ke lubang kemaluannya. "Teruuss sayang, nikkmat ssekalii.

Aakhh. Uuhh. Aku belum pernah merasakan seperti ini sebelumnya" katanya dgn suara yang agak keras sambil menarik-narik kepalaku agar lebih rapat lagi. "Bagaimana? Sudah siap menyambut lidahku yang panjang lagi keras? " tanyaku sambil melepaskan seluruh pakaianku yang masih tersisa dan kamipun sama-sama bugil. Persentuhan tubuhku tak sehelai benangpun yang melapisinya. Terasa hangatnya hawa yang keluar dari tubuh kita. "Iiyah,.

Dari tadi aku menunggu. Ayo,. Cepat" kata Renni tergesa-gesa sambil membuka lebar-lebar kedua pahanya, bahkan membuka lebar-lebar lubang nonok nya dgn menarik kiri kanan kedua bibirnya untuk memudahkan jalannya kemaluanku masuk lebih dalam lagi. Aku pun tidak mau menunda-nunda lagi krn memang aku sudah puas bermain lidah di mulut atas dan mulut bawahnya, apalagi keduanya sangat basah. Aku lalu mengangkat kedua kakinya hingga bersandar ke bahuku lalu berusaha menusukkan ujung kemaluanku ke lubang nonok yang sejak tadi menunggu itu. Ternyata tidak mampu kutembus sekaligus sesuai keinginanku. Ujung kulit peler ku tertahan, padahal Renni sudah bukan perawan lagi. "Ssaakiit ssediikit.

, ppeelan-pelan sedikit" kata Renni ketika ujung peler ku sedikit kutekan agak keras. Aku gerakkan ke kiri dan ke kanan tapi juga belum berhasil amblas. Aku turunkan kedua kakinya lalu meraih sebuah bantal kursi yang di belakanku lalu kuganjalkan di bawah pinggulnya dan membuka lebar kedua pahanya lalu kudorong peler ku agak keras sehingga sudah mulai masuk setengahnya. Rennipun merintih keras tapi tidak berkata apa-apa, sehingga aku tak peduli, malah semakin kutekan dan kudorong masuk hingga amblas seluruhnya. Setelah seluruh batang peler ku terbenam semua, aku sejenak berhenti bergerak krn capek dan melemaskan tubuhku di atas tubuh Renni yang juga diam sambil bernafas panjang seolah baru kali ini menikmati betul persetubuhan. Renni kembali menggerak-gerakkan pinggulnya dan akupun menyambutnya. Bahkan aku tarik maju mundur sedikit demi sedikit hingga jalannya agak cepat lalu cepat sekali. Pinggul kita bergerak, bergoyang dan berputar seirama sehingga menimbulkan bunyi-bunyian yangberirama pula. "Tahan sebentar" kataku sambil mengangkat kepala Renni tanpa mencabut peler ku dari lubang nonok Renni sehingga kita dalam posisi duduk. kita saling merangkul dan menggerakkan pinggul, tapi tidak lama krn terasa sulit. Lalu aku berbaring dan telentang sambil menarik kepada Renni mengikutiku, sehingga Renni berada di atasku. Kusarankan agar ia menggoyang, mengocok dan memompa dgn keras lagi cepat. Ia pun cukup mengerti keinginanku sehingga kedua tangannya bertumpu di atas dadaku lalu menghentakkan agak keras bolak balik pantatnya ke peler ku, sehingga tampak kepalanya lemas dan seolah mau jatuh sebab baru kali itu ia melakukannya dgn posisi seperti itu. krn itu, kumaklumi jika ia cepat capek dan segera menjatuhkan tubuhnya menempel ke atas tubuhku, meskipun pinggulnya masih tetap bergerak naik turun. "Kamu mungkin sangat capek.

Gimana kalau ganti posisi? " kataku sambil mengangkat tubuh Renni dan melapas rangkulannya. "Posisi bagaimana lagi? Aku sudah beberapa kali merasa nikmat sekali" tanyanya heran seolah tidak tahu apa yang akan kulakukan, tetapi tetap ia ikuti permintaanku krn ia pun merasa sangat nikmat dan belum pernah mengalami permainan seperti itu sebelumnya. "Terima saja permainanku.

Aku akan tunjukkan beberapa pengalamanku" "Yah. Yah. Cepat lakukan apa saja" katanya singkat. Aku berdiri lalu mengangkat tubuhnya dari belakang dan kutuntunnya hingga ia dalam posisi nungging. Setelah kubuka sedikit kedua pahanya dari belakan, aku lalu menusukkan kembali ujung peler ku ke lubangnya lalu mengocok dgn keras dan cepat sehingga menimbulkan bunyi dgn irama yang indah seiring dgn gerakanku. Renni pun terengah-engah dan napasnya terputus-putus menerima kenikmatan itu. Posisi kita ini tak lama sebab Renni tak mampu menahan rasa capeknya berlutut sambil kupompa dari belakan. Karenanya, aku kembalikan ke posisi semula yaitu tidur telentang dgn paha terbuka lebar lalu kutindih dan kukocok dari depan, lalu kuangkat kedua kakinya bersandar ke bahuku. Posisi inilah yang bikin permainan kita memuncak krn tak lama setelah itu, Renni berteriak-teriak sambil merangkul keras pinggangku dan mencakar-cakar punggungku. Bahkan sesekali menarik keras wajahku menempel ke wajahnya dan menggigitnya dgn gigitan kecil. Bersamaan dgn itu pula, aku merasakan ada cairan hangat mulai menjalar di batang peler ku, terutama ketika terasa sekujur tubuh Renni gemetar. Aku tetap berusaha untuk menghindari pertemuan antara air mani ku dgn sel telur Renni, tapi terlambat, krn baru aku mencoba mengangkat punggungku dan berniat menumpahkan di luar rahimnya, tapi Renni malah mengikatkan tangannya lebih erat seolah melarangku menumpahkan di luar yang akhirnya cairan kental dan hangat itu terpaksa tumpah seluruhnya di dalam rahim Renni. Renni nampaknya tidak menyesal, malah sedikit ceria menerimanya, tapi aku diliputi rasa takut kalau-kalau jadi janin nantinya, yang akan bikin ku malu dan hubungan persahabatanku berantakan. Setelah kita sama-sama mencapai puncak, puas dan menikmati persetubuhan yang sesungguhnya, kita lalu tergeletak di atas karpet tanpa bantal. Layar TV sudah berwarna biru krn pergumulan filmnya sejak tadi selesai. Aku lihat jam dinding menunjukkan pukul 12. 00 malam tanpa terasa kita bermain kurang lebih 3 jam. kita sama-sama terdiam dan tak mampu berkata-kata apapun hingga tertidur lelap. Setelah terbangun jam 7 pagi di tempat itu, rasanya masih terasa capek bercampur segar. "Sapto, kamu sangat hebat.

Aku belum pernah mendapatkan kenikmatan dari suamiku selama ini seperti yang kamu berikan tadi malam" kata Renni ketika ia juga terbangun pagi itu sambil merangkulku. "Benar nih, jangan-jangan cuma gombal untuk menyenangkanku" tanyaku. "Sumpah.

Terus terang suamiku lebih banyak memikirkan kesenangannya dan posisi mainnya cuma satu saja.

Ia di atas dan aku di bawah. Kadang ia loyo sebelum kita apa-apa.

peler nya pendek sekali sehingga tidak mampu memberikan kenikmatan padaku seperti yang kita berikan.

Andai saja kamu suamiku, pasti aku bahagia sekali dan selalu mau ngentot, kalau perlu setiap hari dan setiap malam" paparnya seolah menyesali hubungannya dgn suaminya dan membandingkan denganku. "Tidak boleh sayang.

Itu namanya sudah jodoh yang tidak mampu kita tolak. Kitapun berjodoh ngentot dgn cara selingkuh.

Sudahlah. Yang penting kita sudah menikmatinya dan akan terus menikmatinya" kataku sambil menenangkannya sekaligus mencium keningnya. "Maukah kamu terus menerus memberiku kenikmatan seperti tadi malam itu ketika suamiku tak ada di rumah" tanyanya menuntut janjiku. "Iyah, pasti selama aman dan aku tinggal bersamamu.

Masih banyak permainanku yang belum kutunjukkan" kataku berjanji akan mengulanginya "Gimana kalau istri dan anak-anakmu nanti datang? " tanyanya khawatir. "Gampang diatur.

Aku kan pembantumu, sehingga aku bisa selalu dekat denganmu tanpa kecurigaan istriku.

Apalagi istriku pasti tak tahan tinggal di kota sebab ia sudah terbiasa di kampung bersama keluarganya tapi yang kutakutkan jika kamu hamil tanpa diakui suamimu" kataku. "Aku tak bakal hamil, krn aku akan memakan pil KB sebelum bermain seperti yang kulakukan tadi malam, krn memang telah kurencanakan" kara Renni terus terang. Setelah kita bincang-bincang sambil tiduran di atas karpet, kita lalu ke kamar mandi masing-masing membersihkan diri lalu kita ke halaman rumah membersihkan setelah sarapan pagi bersama. Sejak saat itu, kita hampir setiap malam melakukannya, terutama ketika suami Renni tak ada di rumah, baik siang hari apalagi malam hari, bahkan beberapa kali kulakukan di kamarku ketika suami Renni masih tertidur di kamarnya, sebab Renni sendiri yang mendatangi kamarku ketika sedang "haus".

Entah sampai kapan hal ini akan berlangsung, tapi yang jelas hingga saat ini kita masih selalu ingin melakukannya dan belum ada tanda-tanda kecurigaan dari suaminya dan dari istriku.


cerita seks, istri teman, ngentot istri orang, cerita sex dewasa, novel porno


Istri Teman Gak Keberatan Aku Entot cerita seks dewasa , cerita seks, istri teman, ngentot istri orang, cerita sex dewasa, novel porno Istri Teman Gak Keberatan Aku Entot, cerita dewasa terbaru istri binal nakal , cerita seks, istri teman, ngentot istri orang, cerita sex dewasa, novel porno, cerita seks dewasa
Istri Teman Gak Keberatan Aku Entot
Istri Teman Gak Keberatan Aku Entot, cerita seks , Istri Teman Gak Keberatan Aku Entot, cerita seks, istri teman, ngentot istri orang, cerita sex dewasa, novel porno, kisah porno, kisah sex bokep, sex, Istri Teman Gak Keberatan Aku Entot

10
205

Tags cerita dewasa paling populer di blog ini: cerita seks, Cerita Dewasa, 17 Tahun, sex, Ngentot, Memek, Istri, selingkuh, Kontol, Entot, Mama, gangbang, tante, threesome, ABG, Binal, sexy, toket, payudara.
Aktifkan javascript lalu tekan F5, untuk membuka halaman
meng-klik link cerita secara normal
dan membuka gambar lebih besar.
Cerita dewasa seks terpanas, update setiap hari cerita terbaru Cerita seks dewasa ngentot memek isteri, perek, bispak.
http://cerita-dewasa-terpanas.blogspot.com