Nonok Tante Haus Sex Disiram Peju

Nonok Tante Haus Sex Disiram Peju | Saat janjian dgn Fenny pun hanya lewat SMS. Biasanya saya nggak pernah meladeni teman-teman chat yang janjian ketemu via SMS. Kapok, dulu pernah diboongin.

Tapi entah kenapa saya penasaran sekali dgn Fenny. Akhirnya kami janjian untuk ketemu di Mal Kelapa Gading, tepatnya di Wendy's.

Resenya, Fenny juga nggak mau kasi tau pakaian apa yang dia pakai dan ciri-cirinya.

Pokoknya surprise, katanya. Itulah kenapa hari Sabtu siang ini saya bengong-bengong ditemani baked potatoenya Wendy's sambil menunggu kedatangan Fenny.

Sudah hampir satu jam saya menunggu tapi tidak ada kabar. SMS-ku nggak dibales-bales, mau telepon pulsa udah sekarat.

saya hanya duduk sambil memperhatikan sekelilingku yang cukup sepi. Mataku tertuju pada seorang wanita keturunan Chinese berumur kira-kira 30-an yang duduk sendirian di salah satu sudut.

Herannya sejak tadi wanita tersebut memperhatikanku terus. saya sempat berpikir apa dia yang bernama Fenny.

Tapi rasanya bukan. Akhirnya karena bete menunggu saya pun meninggalkan Wendy's. Tiba-tiba saya merasa ada yang menepuk bahuku dari belakang.

saya menoleh dan ngeliat wanita yang kuperhatikan tadi tersenyum ke arahku. "Rio ya? " tanyanya.

saya terkejut. Kok dia tau namaku. Jangan-jangan wanita ini benar Fenny. saya mengangguk.

Nonok Tante Haus Sex Disiram Peju

"Iya, mm. Fenny? " tanyaku. Wanita itu menggeleng sambil mengernyitkan kening. "Bukan, kok Fenny sih? Kamu Rio yang di Kayuputih kan? " saya tambah bingung mendengarnya.

"Bukan, lho tante bukan Fenny? ". Kemudian wanita itu mengajakku berteduh di salah satu sudut sambil menjelaskan maksud yang sebenarnya.

saya mendengarkan, lantas saya juga gantian menjelaskan. Akhirnya kami sama-sama tertawa terbahak-bahak setelah tau duduk persoalannya.

Wanita itu bernama Linda, dan dia juga sedang janjian dgn teman chat-nya yang juga bernama Rio, seperti namaku.

Akhirnya kami malah berkenalan karena orang-orang yang kami tunggu tak kunjung datang juga.

saya memanggilnya Ci Linda, karena dia menolak dipanggil tante. Kesannya tua katanya.

Siang itu Ci Linda malah mengajakku jalan-jalan. saya ikut dgn Altis-nya karena saya tidak membawa mobil.

Ci Linda mengajakku ke butik teman maminya di daerah Permata Hijau. Tante Wiwin, sang pemilik butik adalah seorang wanita yang sudah berusia di atas 50 tahun, tubuhnya cukup tinggi dan agak montok.

Kulitnya yang putih bersih hari itu dibalut blus transparan yang bahunya terbuka lebar dan celana biru tua dari bahan yang sama dgn bajunya.

Agak-agak eksentrik. Dasar desainer pikirku. Karena hari itu butik Tante Wiwin tidak begitu ramai, kami bertiga ngobrol-ngobrol sambil minum teh di salah satu ruang santai.

"Aduh Yo. maaf" seru Tante Wiwin. Wanita itu menumpahkan teh yang akan dituangnya ke cangkirku tepat di celanaku bagian pangkal paha.

saya sedikit mengentak karena tehnya agak panas. "Nggak pa-pa Tante" jawabku seraya menepuk-nepuk kemejaku yang juga kena tumpahan teh.

Tante Wiwin reflek menepis-nepis bercak teh yang membasahi cenalaku. Ups. tanpa sengaja jemari lembutnya menyentuh batang kontol ku.

"Eh. kok keras Yoo? Hihihi" goda Tante Wiwin sambil memijit-mijit kontol ku. saya jadi tersenyum.

Ya gimana nggak keras sedari ngobrol tadi mataku tak lepas dari bahu Tante Wiwin yang mulus dan kedua belah paha Ci Linda yang putih.

"Iya. Tante sih numpahin" jawabku setengah bercanda. "Idih. Tante Wiwin kumat genitnya deh. biasa Yo, udah lama nggak. aww! " Ci Linda tak sempat menyelesaikan celetukkannya karena Tante Wiwin mencubit pinggang wanita itu.

"Iya nih Tante, udah numpahin digenitin lagi. Pokoknya bales tumpahin juga lho hihihi" saya gantian menggoda wanita itu.

Tante Wiwin malah tersenyum sambil merangkul leherku. "Boleh, tapi jangan ditumpahin pake teh ya" bisiknya di telingaku.

saya pura-pura bego. "Abis mau ditumpahin apa Tante? " tanyaku. Tante Wiwin meremas batang peler ku dgn gemas.

"Ya sama 'teh alami' dari kamu dong sayang. mmhh. mm" Tante Wiwin langsung mengecup dan melumat bibirku.

saya yang memang sedari tadi sudah horny menyambut lumatan bibir Tante Wiwin dgn penuh nafsu.

Cerita Sex Nonok Tante Haus Sex Disiram Peju

Kedua tanganku memeluk pinggang wanita setengah baya itu dgn posisi menyamping. Sementara tangan Tante Wiwin yang lembut merangkul leherku.

Ah. lembut sekali bibirnya. Ci Linda yang ngeliat adegan kami tidak tinggal diam.

Wanita berkulit putih mulus itu mendakati tubuhku dan mulai memainkan kancing celana jeansku.

Tak sampai semenit wanita itu sudah berhasil melucuti celana jeansku sekaligus dgn celana dalamnya.

Tanpa ampun lagi batang peler ku yang sudah mulai mengeras itu berdiri tegak seolah menantang Ci Linda untuk menikmatinya.

Ci Linda turun ke bawah sofa untuk memainkan peler ku. Jemarinya yang lembut perlahan-lahan mengusap dan memijit setiap centi batang peler ku.

Ugghh. birahiku semakin naik. Lumatan bibirku di bibir Tante Wiwin semakin bernafsu.

Lidahku menjelajahi rongga mulut wanita setengah baya itu. Tante Wiwin merasa keasyikan.

saya yang semakin terbakar nafsu mencoba menularkan gairahku ke Tante Wiwin. Dari bibir, lidahku berpindah ke telinganya yang dihiasi anting perak.

Tante Wiwin menggelinjang keasyikan. Dia meminta waktu sebentar untuk melepas anting-antingnya agar saya lebih leluasa.

Lidahku semakin liar menjelajahi telinga, leher dan bahu Tante Wiwin. tampak nya wanita itu mulai tak kuasa menahan birahinya yang semakin memuncak.

Dia melepaskan diri dari tubuhku dan memintaku untuk melorotkan celananya. Tanpa disuruh kedua kalinya saya pun langsung melucuti Tante Wiwin sekaligus dgn bajunya, hingga tubuh wanita itu bersih tanpa sehelai benang pun.

Gila, udah kepala empat tapi tubuh Tante Wiwin masih kencang. Kulitnya yang putih betul-betul terasa halus mulus.

Sambil bersandar pada pegangan sofa, Tante Wiwin merentangkan kedua belah pahanya yang mulus dan memintaku melumat nonok nya yang bersih tanpa bulu.

Tanpa basa-basi saya langsung mendekatkan wajahku ke nonok nya dan mulai menjilati daerah pinggir nonok itu.

Nonok Tante Haus Sex Disiram Peju

Nonok Tante Haus Sex Disiram Peju, Memek Tante, Haus Sex, Disiram Air Mani, cerita dewasa, cerpen seks, novel sex terbaru, cerita ngentot porno, tante
Nonok Tante Haus Sex Disiram Peju | Klik foto untuk memperbesar gambar

"Hhhmm. sshh. teruss Yoo" desah Tante Wiwin keasyikan. saya terus menjilati nonok nya sambil tangan kananku membelai pangkal pahanya yang mulus.

Di bawah, Ci Linda masih asyik mempermainkan kontol ku. Kelima jemarinya yang lentik lincah sekali membelai dan mengocok batang peler ku yang ujungnya mulai basah.

Sesekali lidahnya membasahi permukaan peler ku. Sebagian batang peler ku terlihat merah terkena lipstik Ci Linda.

Kepala wanita itu naik turun mengikuti ayunan kenikmatan di peler ku. Ahh.

lembut sekali mulut Ci Linda mengulumnya. Saking asyiknya tak sadar saya sampai menghentikan permainanku dgn Tante Wiwin untuk merasakan kenikmatan yang diberikan Ci Linda.

Tante Wiwin tersenyum ngeliat ekspresiku yang mengejang menahan nikmat. Wanita itu merengkuh kepalaku untuk melanjutkan tugasku memberi kenikmatan untuknya.

  • saya semakin buas melumat nonok Tante Wiwin. Jemariku mulai ikut membantu. Liang memek Tante Wiwin sudah kutembus dgn jari tengahku.
  • Sambil kukocok-kocok, saya menjilati klitorisnya. Wanita itu menggelinjang tak karuan menahan rasa nikmat.
  • Kedua tangannya yang lembut menjambak rambutku. Tanpa kusadari, Ci Linda sudah melucuti dirinya sendiri sampai telanjang bulat.
  • Tiba-tiba wanita itu naik ke atas tubuhku dan bersiap mengurung peler ku dgn nonok nya yang lembut.
  • Kedua tangannya merengkuh leherku. Tubuhnya mulai merendah hingga ujung peler ku mulai menyentuh bibir nonok nya.
  • dgn bantuan tangan kiriku, perlahan peler ku mulai masuk ke dalam liang kenikmatan itu, dan.
  • ssllpp blleess. Amblas sudah peler ku di liang memek Ci Linda. Sambil memeluk bahuku, tubuh Ci Linda naik-turun.
  • Ugghh. nikmat sekali. saya sampai nggak bisa konsen ngelumat nonok Tante Wiwin.
  • Tapi saya nggak mau kalah. Yang penting Tante Wiwin mesti diberesin dulu.
  • Sambil menahan birahiku yang sudah di ubun-ubun gara-gara Ci Linda, saya terus melumat nonok Tante Wiwin.
Jari tengahku yang kini sudah dibantu jari manis semakin cepat mengocok-ngocok di dalam nonok Tante Wiwin.

Lidahku semakin liar menjelajahi klitoris dan bibir nonok nya. Tubuh Tante Wiwin pun semakin menggelinjang tak karuan.

Sepertinya wanita itu sudah tak kuasa lagi menahan kenikmatan yang kuberikan. saya pun mulai merasa dinding nonok nya berdenyut.

"Ssshh. oohh. Riioo. aahh" Tante Wiwin mendesah meregang nikmat sambil meremas kepalaku yang masih menempel ketat di nonok nya.

saya merasakan rembesan lendir yang cukup deras dari dalam sana. Hmm. aroma nonok yang begitu khas segera tercium.

saya pun menghirup lendir-lendir kenikmatan itu sambil menjilati sisa-sisa yang menempel di nonok Tante Wiwin.

Setelah puas melepas kenikmatannya, Tante Wiwin mengangkat kedua pahanya dari tubuhku dan membiarkan saya leluasa menikmati permainan dgn Ci Linda.

Bebas dari tubuh Tante Wiwin, kini Ci Linda yang mendekap tubuhku erat.

toket nya yang bulat dan montok menempel ketat di dadaku. Ahh. kenyal sekali.

saya semakin merasakan kekenyalannya karena tubuh Ci Linda naik-turun. Sementara bibir kami asyik saling melumat.

"Mmhh. ssllpp. aahh. mm" berisik sekali kami berciuman. Tante Wiwin sampai geleng-geleng ngeliat kami berdua yang sama-sama dipacu birahi.

Kemudian kami bertukar posisi. Tubuh kami berguling ke arah berlawanan sehingga kini tubuh Ci Linda duduk bersandar di sofa dgn posisi kedua kaki mulusnya yang mengangkang.

Sambil bertumpu pada lutut di lantai, saya bersiap memasukkan peler ku lagi ke dalam liang Memek Ci Linda.

Ugghh. kali ini lebih mudah karena nonok Ci Linda sudah basah. Pantatku maju mundur seiring kenikmatan yang dirasakan Ci Linda.

Wanita itu bahkan sudah tak kuasa memeluk tubuhku. Kedua tangannya direntangkan untuk menahan rasa nikmat yang dirasakannya.

saya semakin menggoyang pantatku dgn keras. saya tahu bahwa sebentar lagi Ci Linda akan mencapai klimaks, tetapi saya juga tahu bahwa Ci Linda tak mau kalah denganku.

saya ngeliat ekspresinya yang berusaha menahan nikmat. "Terus Yo. bentar lagi tuh. hihihi" goda Tante Wiwin.

saya tersenyum kemudian mengecup bibir wanita yang sedang duduk di samping Ci Linda tersebut.

Tante Wiwin malah membantuku dgn menjilat, mengisap dan mengulum buah dada dan puting Ci Linda.

"Aahh. Yoo. sshh" akhirnya Ci Linda meregang kenikmatannya. saya merasakan cairan hangat membasahi peler ku di dalam nonok nya.

saya mendekap tubuh Ci Linda yang hangat. "Hh. gila kamu Yo, saya pikir bakal kamu duluan" ujar Ci Linda.

saya tersenyum sambil melirik ke arah Tante Wiwin. "Ya kan berkat bantuan Tante Wiwin" jawabku seraya mencubit hidung Tante Wiwin.

Wanita itu memelukku. "Nah, sekarang giliran saya lagi Yo, kamu kan belum puasin saya dgn pentunganmu itu hihihi. Ayo, kali ini pasti kamu udah nggak tahan" Tante Wiwin menantangku bermain lagi.

Tanpa diminta dua kali saya langsung menjawab tantangannya. saya pun melakukan hal yang sama seperti dgn Ci Linda tadi.

Kali ini saya mengakui permainan Tante Wiwin yang jauh lebih liar dan berpengalaman.

Akhirnya kami klimaks bersama-sama. saya klimaks di dalam nonok Tante Wiwin yang hangat.

Ruang santai itu memang betul-betul hebat. Tak seorang karyawan pun yang mengetahui apa yang baru saja kami lakukan.

Setelah puas bermain, kami bertiga mandi bersama. Tadinya setelah mandi kami mau melanjutkan lagi di kamar tidur Tante Wiwin.

Tapi karena sudah sore, sebentar lagi suami Tante Wiwin pulang. Untungnya Ci Linda punya ide untuk melanjutkan di hotel.

Tante Wiwin pun setuju, tetapi saya dan Ci Linda berangkat duluan. Malam itu kami check-in di salah satu hotel di daerah Thamrin.

saya dan Ci Linda lebih dulu melanjutkan permainan. Satu jam kemudian Tante Wiwin baru datang melengkapi kenikmatan kami.

Dan yang membuat saya surprise, malam itu Tante Wiwin mengajak teman seprofesinya yang umurnya kira-kira lebih muda 3 atau 5 tahun, namanya Tante Ida.

Malam itu saya betul-betul puas bersenang-senang dgn mereka bertiga. Kami melepas birahi sampai jam 3 pagi.

Kemudian kami tidur sampai jam 9 pagi, lantas kembali menuntaskan permainan. saya betul-betul tidak menyangka kalau gara-gara salah orang bisa sampai seperti ini.

Sampai kini saya nggak pernah ketemu dgn Ranny, teman chat-ku. Kami pun nggak pernah SMS-an lagi.

Entah kemana perginya Ranny. Tapi yang jelas semenjak kejadian itu, saya terus keep contact dgn Ci Linda, Tante Wiwin dan Tante Ida.

Sekarang Ci Linda sudah menikah dan tinggal di Australia dgn suaminya. Tapi kami masih sering kontak.

Sedangkan dgn Tante Wiwin dan Tante Ida, saya masih terus berhubungan untuk sesekali berbagi kenikmatan.

Tadinya mereka ingin memeliharaku sebagai gigolo, tetapi saya menolak karena saya melakukannya bukan untuk uang dan materi, tapi untuk kesenangan saja.

Kadang kalau Ci Linda sedang di Indonesia, kami menyempatkan diri untuk mengunjungi butik Tante Wiwin bersama-sama untuk melepas birahi.

Tempat Tante Wiwin sering dijadikan tempat affair kami agar suaminya tidak curiga.


nonok Tante, Haus Sex, Disiram peju , cerita dewasa, cerpen seks, novel sex terbaru, cerita ngentot porno, tante


Nonok Tante Haus Sex Disiram Peju cerita seks dewasa , nonok Tante, Haus Sex, Disiram peju , cerita dewasa, cerpen seks, novel sex terbaru, cerita ngentot porno, tante Nonok Tante Haus Sex Disiram Peju, cerita dewasa terbaru istri binal nakal , nonok Tante, Haus Sex, Disiram peju , cerita dewasa, cerpen seks, novel sex terbaru, cerita ngentot porno, tante, cerita seks dewasa
Nonok Tante Haus Sex Disiram Peju
Nonok Tante Haus Sex Disiram Peju, cerita seks , Nonok Tante Haus Sex Disiram Peju, Memek Tante, Haus Sex, Disiram Air Mani, cerita dewasa, cerpen seks, novel sex terbaru, cerita ngentot porno, tante, kisah porno, kisah sex bokep, sex, Nonok Tante Haus Sex Disiram Peju

10
205

Tags cerita dewasa paling populer di blog ini: cerita seks, Cerita Dewasa, 17 Tahun, sex, Ngentot, Memek, Istri, selingkuh, Kontol, Entot, Mama, gangbang, tante, threesome, ABG, Binal, sexy, toket, payudara.
Aktifkan javascript lalu tekan F5, untuk membuka halaman
meng-klik link cerita secara normal
dan membuka gambar lebih besar.
Cerita dewasa seks terpanas, update setiap hari cerita terbaru Cerita seks dewasa ngentot memek isteri, perek, bispak.
http://cerita-dewasa-terpanas.blogspot.com