Pesta Seks Cewek Kampus Binal Gangbang

Pesta Seks Cewek Kampus Binal Gangbang | Waktu itu aku baru putus dengan pacarku, dalam kesepian itu kalau sudah tidak ada kerjaan aku menghibur diriku dengan nonton bokep, clubbing (tapi tidak sering krn besoknya hrs bangun pagi-pagi, malu dong bos kesiangan), ataupun main internet berjam-jam.

Terbayang dalam pikiranku dimana cewek putih cantik, sexy, dan imut dikerjai oleh cowok-cowok kasar, tua, hitam, dan jelek yang statusnya lebih rendah darinya, sungguh suatu kekontrasan seks yang menggairahkan.

Aku kemudian mulai memikirkan rencana untuk mewujudkan fantasi liarku, rencanaku mencari cewek-cewek dari kalangan teman-temanku untuk diadu dengan buruh-buruh bawahanku.

Yang pertama hrs kulakukan adalah mencari ceweknya dulu, krn cukup sulit dan perlu lobi-lobi yang jitu, kalau untuk prianya itu sih nanti saja, kemungkinan menolaknya pasti kecil, cuma satu banding sepuluh.

Besoknya aku kuliah siang dan membicarakan hal ini dengan seorang teman wanita yang pernah ML denganku, hasilnya nol, ditolak mentah-mentah.

Aku jadi malu dan hampir mengurungkan niatku, tapi bintangku mulai bersinar di waktu malam ketika ngedugem, di sana aku bertemu Maria (21) dan Vania (20) yang juga sefakultas denganku, mereka akrab denganku maka aku tanpa tendeng aling-aling mengutarakan maksudku pada mereka.

Mulanya mereka merasa risih dengan ideku, tapi setelah susah payah kurayu-rayu, akhirnya Maria bangkit juga gairahnya membayangkan hal itu, sedangkan Vania, meskipun masih ragu-ragu, akhirnya mengiyakan juga krn kudesak terus (duh.

kaya salesman aja nih ! ). Setelah puas ngedugem, aku mengantar Maria pulang (Vania naik mobil sendiri), sambil menyetir Maria sempat mengoralku sampai keluar dan dihisapnya habis.

Berikutnya aku mencari seorang lagi untuk lebih meriah, kutelepon beberapa teman yang pernah kencan denganku dan mereka-mereka yang bispak (bisa pakai).

Dari tiga orang yang kuhubungi akhirnya ada juga yang setuju yaitu Ivana (23), mahasiswi Sastra Inggris yang pernah pacaran singkat denganku, kebetulan waktu itu dia baru putus dengan pacarnya.

Phew. akhirnya jerih payahku dengan menebalkan muka tidak sia-sia. Kini tinggal mencari cowoknya, aku keliling pabrikku untuk menyeleksi kandidat yang pas, lima orang saja kurasa cukup, kalau terlalu banyak takutnya berabe, bisa ada kasak-kusuk ga enak.

Sebentar saja aku sudah mendapatkan lima kandidat itu, pilihanku jatuh pada : Pak Andang, seorang buruh tua berumur lima puluhan yang telah bekerja sejak usaha kami masih kecil-kecilan, kurasa pantas dia menerima hadiah ini mengingat pengabdiannya, meskipun berusia senja dan sudah mulai beruban, tubuhnya masih tetap fit krn terbiasa kerja keras; Pak Usep, usianya sebaya dengan Pak Andang, sudah menduda, jadi kupikir inilah saatnya sekali-sekali memberi upah biologis padanya; Mang Nurdin, berusia empat puluhan, badannya kekar dan berisi, inilah yang menjadi pertimbanganku memilih dia; Mang Obar, tiga puluhan, tampangnya mirip tikus dengan kumis tipis, kurus tinggi seperti pohon kelapa; Endang, paling muda dari kelimanya, baru dua puluh tiga tahun, bekerja disini baru setahun lebih, tapi rajin dan kerjanya bagus, patut mendapat hadiah ini.

Seusai jam kerja aku memanggil mereka untuk bertemu secara pribadi di kantorku.

Awalnya mereka bingung kok dipanggil mendadak seperti ada salah saja. Namun setelah aku menjelaskan maksudku selama beberapa menit, mereka hampir terlompat, antara kaget dan senang, seperti tidak percaya apa yang baru kutawarkan.

Hah, serius nih tuan ? Pak Andang dan Mang Obar bertanya hampir bersamaan Iya, siapa yang main-main, pokoknya kalian tinggal datang dan nge-jos, apa-apanya saya yang atur, dan satu hal lagi jangan sampai ada yang tau lagi selain kita, atau tidak sama sekali jawabku meyakinkan.

Seperti yang kuduga, tak satupun dari mereka ragu atau menolak, tidak sesulit mengajak para ceweknya.

Ya, sifat dasar pria lah, siapa sih yang bisa melewatkan kesempatan emas gini lalu begitu saja, apalagi kalau soal perempuan, bahkan Raja Daud yang bijak itu saja tidak bisa menghindar dari godaan seksual, ya kan ! Sebenarnya menurut rencana harusnya besok bisa mulai, tapi krn Maria meng-SMS bilang bahwa ada tugas kuliah yang hrs diselesaikan, terpaksa acara ditunda besok lusa.

Duh, aku jadi agak bete, tidak sabar menunggu hari esok, satu jam jadi terasa setahun krn sudah kebelet.

Malamnya aku sampai masturbasi saking bergairahnya, tapi sisi positif dari tertundanya acara ini aku bisa mempersiapkan segalanya lebih baik.

Ketiga pembantu wanitaku kubebastugaskan hari itu, yang kebetulan sehari sebelum hari kemerdekaan RI, kusuruh saja mereka berkunjung ke sanak saudaranya atau kemana kek, pokoknya tidak mengganggu acara gilaku.

Kupompa kasur udaraku yang empuk (beli dari Dr. TV, hehe. promosi nih ceritanya ? ) dan kuletakkan di ruang tamu sebagai arena pertarungan nanti.

Akhirnya sampai juga hari-H itu, sekitar pukul dua siang aku sudah membereskan segala dokumen yang hrs kutangani, sisanya, pekerjaan kecil lainnya kuserahkan pada staffku.

Saat itu sudah ada SMS masuk dari Ivana yang mengatakan bahwa dia sudah datang dan sedang menunggu di depan kediamanku.

Pagi-pagi amat dia datang, baru juga jam segini pikirku Aku pun segera menuju ke rumahku yang terletak di samping pabrik, dibatasi dua buah gerbang kayu.

Aku memasuki pekarangan rumahku, disana Ivana sedang jongkok mengelus-elus si Buster, kelinci peliharaanku.

Hoi, Na, cepat amat kesininya, kan gua bilang jam limaan sesudah bubar kerja sapaku Tanggung, kalo pulang, nanti hrs bolak-balik jauh lagi jawabnya Naik apa kesini ? Tadi nebeng si Stephanie kan dia di Lingkar Selatan sana Hari itu Ivana keliatan cantik sekali, kaos ketatnya tanpa lengan dan celana panjang sedengkulnya semua serba putih, rambutnya yang panjang diikat ekor kuda.

Walaupun pernah putus denganku akibat ketidakcocokan sifat, namun kami masih berteman baik, bahkan terkadang kita melakukan hubungan badan.

Secara fisik, dia termasuk perfect, payudara nya sedang saja, standar cewek Asia, tubuhnya langsing bak biola, dia juga jago dancing dan piano.

Kuajak dia masuk ke rumah, disana kami menonton DVD Troy sambil ngobrol dan makan snack menunggu waktu bubaran pabrik.

Ketika film lagi seru-serunya, tiba-tiba intercom berbunyi, ada urusan di pabrik yang memintaku datang.

Gimana sih nih orang-orang, masih butuh gua juga ! omelku dalam hati Lu nonton sendiri dulu, gua ada perlu dulu nih, sori yah Huh, ternyata cuma ada dokumen yang perlu kutandatangan, cuma itu saja, itulah kenapa aku tidak mengatur acaranya jam segini, ya banyak gangguan seperti ini loh.

Aku memeriksa sejenak kegiatan di pabrik, setelah yakin tidak ada apa-apa lagi aku pun kembali ke samping.

Waktu keluar dari sana, kulihat Vios hitamnya Maria sudah ada di halaman pabrik.

Aku menengok arlojiku, wah. sudah mau jam setengah lima, ga kerasa ya, cepat amat, berarti sebentar lagi pesta gila-gilaan ala Kaisar Caligula akan segera dimulai hehehe.

Pesta Seks Cewek Kampus Binal Gangbang

aku jadi ngeres. Lho, si Maria mana, tadi ada mobilnya di depan ? tanyaku pada Ivana krn tidak ngeliat Maria di rumah Tuh, lagi ke WC, masih lama ga nih acaranya Win, gua udah deg-degan nih ? tanyanya Bentar lagi kok, jam lima baru bubar, rileks aja Na, ga usah tegang gitu, ntar juga enjoy kataku Yo, mar darimana aja, you are so hot today ! sapaku begitu keluar dari kamar mandi Waktu itu Maria memakai tank-top merah yang talinya diikat ke leher dan membiarkan setengah punggungnya terbuka.

Bawahnya memakai rok yang mini dari bahan jeans ungu memamerkan pahanya yang putih mulus.

Aku terpana beberapa detik menatap tubuh mulus Maria yang tinggi semampai (170cm), wajahnya cantik ala oriental namun ekspesinya agak dingin, sehingga sering terkesan jutek bagi yang belum kenal dekat dengannya, tapi kalau akrab dia enak diajak bicara, blak-blakan dan pendengar yang baik, setahuku dia ini orangnya pilih-pilih dalam memilih patner sex, tapi mau saja menerima tantanganku ini, entah dia yang kepingin atau diplomasiku yang hebat.

Dari rumahlah, eh tinggal si Vania ya yang belum ada ? jawabnya Iya belum tuh, ga ada berita lagi, tadi gua telepon HPnya ga dinyalain Lu pake ginian membuat gua kepanasan nih mar kataku sambil memandangi dirinya, dibalik celanaku, adikku juga mulai bangun Tak dpt menahan diri lagi, langsung kupeluk tubuh Maria, tanganku menggerayangi pahanya sambil menyingkap roknya, lalu telapak tanganku bergerak ke belakang meremas pantatnya yang montok.

Nngghh. buru-buru amat sih, ntar aja ah ! katanya antara menolak dan menerima Sori mar.

dikit aja, lu membuat gua nafsu sih sahutku seraya memagut lehernya Rambutnya yang pendek model Utada Hikaru memudahkan aku menjilati lehernya yang jenjang hingga ke tenguknya.

Dari sana bibirku menjelajah secara erotis ke dagu, pipi, hingga mencaplok bibirnya yang tipis.

Dengan kedua tangan meremas pantatnya, aku menciuminya dengan panas, nafas kami yang memburu terasa pada wajah masing-masing.

Perhatian Ivana pada layar TV jadi tersita ke arah mantan pacarnya yang berciuman dengan penuh gairah dengan temannya.

Dia menatapi kami tanpa berkedip dan keliatan gelisah, tangannya secara sembunyi-sembunyi meremas buah dada sendiri.

Aku yakin cintanya padaku masih tersisa sedikit walaupun cuma lima persen, dan hal itu tentu menimbulkan sensasi cemburu yang bikin nya horny.

Maria pun mulai merespon dengan meremas selangkanganku yang sudah menonjol. Lagi enak-enak ber-French kiss, tiba-tiba bel musikku berbunyi, kami melepaskan diri.

Hhmm. siapa ya, Vania atau para bawahanku ? Pintu kubuka, ternyata para buruhku, lima-limanya pula, aku memberitahukan bahwa cewek-ceweknya sudah datang tapi dari tiga baru dua yang datang, kuminta agar mereka bisa berbagi jatah dengan adil.

Ini beneran kan tuan ? kita ga usah keluar uang kan ? si Endang seakan masih tak percaya, aku cuma mengangguk meyakinkannya Udahlah ga usah banyak bacot, enjoy aja euy ! Pak Usep menepuk punggung pemuda itu Kubawa mereka ke ruang tengah dan kupertemukan dengan para cewek.

Ivana keliatan nervous, dia tetap duduk di sofa dan memberi senyum dipaksa ketika kuperkenalkan buruh-buruhku satu persatu.

Sedangkan Maria, meskipun agak gugup, namun lebih luwes, dia berdiri menyambut kedatangan mereka bahkan menyalami mereka waktu keperkenalkan.

Ketika Mang Obar dengan nakal mencolek pantatnya pun, dia membalasnya dengan senyum menggoda.

Setelah saling kenal dan basa-basi sejenak kupersilakan mereka memilih sesuai selera mereka, dengan ini pesta resmi kubuka.

Pak Usep dan Endang sepertinya lebih memilih Ivana, merekapun menghampirinya dan duduk disofa mengapit kanan dan kirinya.

Sedangkan sisanya yang memilih Maria mulai berdiri mengerubunginya. Aku sendiri duduk di sebuah sudut yang strategis untuk menyaksikan the hottest live show ini.

Nah, pembaca, dari sini aku sempat bingung bagaimana menguraikan kedua adegan ini secara lengkap dan detail, krn tidak seru kan kalau aku cuma menguraikannya sekilas-sekilas.

Akhirnya setelah kupikir-pikir aku memutuskan menceritakannya per adegan plus berdasarkan penuturan mereka, supaya lebih fokus dan pembaca pun turut menghayati kenikmatan yang kurasakan waktu itu, semoga metode berceritaku ini memuaskan pembaca sekalian, aku akan memulainya dengan adegan Maria.

(beberapa dialog disini, terutama yang diucapkan para buruhku adalah dalam Bahasa Sunda, sebenarnya aku lebih sreg menuliskan seperti aslinya, namun mengingat pembaca 17tahun bukan cuma dari Jawa Barat, juga peraturan dari admin yang mengharuskan pemakaian Bahasa Indonesia yang baik dan benar, maka aku hrs taat sama aturan mainnya) Maria Dikerubungi ketiga orang itu Maria nampak tegang, namun dia menutup-nutupi ketegangan itu dengan senyumannya dan juga menjawab pertanyaan-pertanyaan mereka, terkadang mereka mengajukannya pertanyaan nakal yang bikin wajahnya memerah tersipu-sipu.

Pak Andang mulai berani mengelusi punggung Maria yang terbuka. Eeemm. geli Pak ! desahnya menggoda.

Masa digituin aja geli sih Neng, gimana kalo diginiin ? Mang Obar meremas buah dada nya Tangan-tangan kasar itu mulai menggerayanginya.

Mang Nurdin juga mulai merayapi lekuk tubuh Maria sambil menyingkap rok mininya, paha mulus itu dia raba-raba, tangannya makin merayap ke atas hingga menyentuh selangkangan Maria yang masih tertutup celana dalam biru langit.

Bapak buka bajunya ya Neng Tanpa menunggu jawaban Maria, Pak Andang membuka tali leher yang menyangga pakaiannya.

Maria tidak memakai bra krn tank top itu mempunyai cup dada didalamnya sehingga begitu melorot buah dada montok dengan puting kemerahan itu langsung terekspos.

Pak Andang dan Mang Obar mencaplok masing-masing kiri dan kanannya. Mang Nurdin kini berjongkok sedang mengagumi keindahan paha Maria yang jenjang dan mulus itu, tangannya tak henti-hentinya mengelusi paha itu.

Neng, pahanya mulus amat. putih lagi puji Mang Nurdin sambil menjilatnya. Yang tak kalah menarik tentu bagian pangkalnya dan kini tangan Mang Nurdin telah sampai kesitu membelai nonok nya dari luar, jari-jarinya lalu menyusup lewat tepi celana dalamnya.

Mang Obar mengenyot buah dada kanannya. Maria menengadah dengan mata terpejam, mulutnya mengap-mengap mengeluarkan desahan.

Dia telah mabuk birahi, tubuhnya menggelinjang saat Mang Nurdin menggosok nonok nya dengan jari-jarinya sampai keliatan bercak cairan nonok nya di tengah celana dalamnya.

Pak Andang, disana aja atuh, cape dong berdiri melulu ? kataku menunjuk kasur pompa yang terletak tak jauh dari situ.

Mereka pun menggiring dan merebahkan tubuh Maria di kasur empuk itu, lalu pakaiannya dilucuti satu persatu hingga tak tersisa apapun lagi di tubuhnya.

tampak lah tubuh mulus Maria yang ber buah dada kencang, berperut rata, dan nonok nya yang masih rapat ditumbuhi bulu-bulu yang tidak terlalu lebat dan tercukur rapi.

Setelah menelanjanginya, mereka juga membuka baju masing-masing. Tiga batang peler mengarah padanya bak meriam yang siap menembak, Maria sampai terpana menatap ketiga senjata yang akan segera membantainya itu.

Ketiganya kembali mengerubungi Maria yang keliatan nervous dengan menutupi nonok dan buah dada nya dengan tangan.

Hehehe. si neng malu-malu gini membuat saya tambah nafsu aja ah ! kata Mang Nurdin mengangkat tangan kiri Maria yang menutup buah dada nya.

Wah ternyata bodynya amoy bagus banget ya! kata Mang Obar yang tangannya mulai menjelajahi tubuh mulus itu.

Pak Andang menciumi buah dada kanannya sambil tangannya meraba-raba nonok nya. Dijilatinya seluruh gunung itu sampai basah lalu dengan ujung lidahnya dia main-mainkan putingnya.

Jantungku berdebar-debar dan mataku melotot menyaksikan adegan itu, ditambah lagi adegan pada sofa di hadapanku dimana tubuh telanjang Ivana sedang dijilati dan digerayangi.

Aku membuka celana pendekku dan mengeluarkan kontol ku lewat pinggir celana dalam lalu mulai memijatnya, ini jauh lebih spektakuler dari film bokep dengan artis tercantik sekalipun.

Mang Nurdin mencium dan menjilat leher jenjang Maria sambil mengusap-usap buah dada satunya, lalu ciumannya bergerak ke atas menggelikitik kupingnya menyebabkan Maria menggeliat dan mendesah nikmat.

Dari telinga mulut Mang Nurdin memagut bibir Maria, mulut lebar dengan bibir tebal itu seolah mau menelan bibir Maria yang mungil lagi tipis.

Sekonyong-konyong terdengar kecipak ludah dari lidah mereka yang beradu. Maria nampak sudah tidak merasa risih lagi, yang dirasakannya sekarang adalah birahi yang menggebu-gebu akan pengalaman barunya ini, keliatan dari matanya yang terpejam menghayati permainan ini.

Sikapnya yang semula pasif mulai berubah dengan meraih kontol Mang Nurdin dalam genggamannya.

Mang Obar sedang berlutut diantara kedua paha Maria, tapi dia belum juga mencoblosnya.

Agaknya dia masih belum puas bermain-main dengan tubuh mulus itu. Sekarang dia sedang membelai-belai tubuh bagian bawahnya, terutama pantat dan nonok nya.

Dia mengangkat paha kiri itu, lalu menciumi mulai dekat pangkalnya, terus turun ke betis, pergelangan, dan akhirnya dia emut jari kaki yang lentik itu.

Lagi enak-enak nonton live-show sambil ngocok, tiba-tiba ada SMS masuk, kuraih HP-ku, oh.

si Vania, hampir lupa aku sama anak ini saking asyiknya, pesannya berbunyi demikian : Win, pstanya jd g? psti lg asyk y? sori nih tlat, td diajak tmn jln2 sih, kl stgh7 gw ksana msh bsa g? Brengsek membuat orang nunggu aja, mana datangnya telat banget lagi, tapi aha.

terbesit sebuah cara untuk menghukumnya, hihihi. aku nyeringai sambil mereply SMS-nya Gile tlat amt sih, y dah u dtg aja, mngkin msh kburu, kl g kta skalian mkn mlm aja, ok Wow, kini Maria sedang menjilati secara bergantian kontol Pak Andang dan Mang Nurdin yang berlutut di sebelah kiri dan kanan kepalanya.

Sementara itu Mang Obar menjilat serta menusuk-nusukkan lidahnya ke dalam nonok Maria, rangsangan itu bikin nya sering mengapitkan kedua paha mulusnya ke kepala Mang Obar.

Kini Maria membuka mulut dan mendekatkan kepalanya pada kontol Pak Andang, setelah masuk ke mulutnya, dia mulai mengulum benda itu dengan nikmatnya sambil tangan kanannya mengocok pelan kontol Mang Nurdin.

Tak lama kemudian Mang Obar menghentikan jilatannya dan merentangkan paha Maria lebih lebar, dia bersiap memasukkan kontol nya.

Maria juga menghentikan sejenak oral seksnya, menatap kontol yang makin mendekati bibir nonok nya dengan deg-degan.

Pelan-pelan yah Mang, saya takut sakit abis peler Mang gede gitu ! ucap Maria memperingatkan Tenang aja Neng, Mamang ga bakal kasar kok ! hiburnya sambil mengarahkan senjatanya ke liang senggamanya.

Nampaknya Mang Obar kesulitan memasukkan kontol nya ke dalam nonok Maria krn ukurannya itu, maka dia lakukan itu dengan gerakan tarik-dorong.

Aakkhh. ngh. sakit ! rintih Maria menahan rasa nyeri, padahal kontol itu belum juga masuk seluruhnya Masa pelan gitu sakit sih Neng ? kata Pak Andang yang memegangi tangannya sambil membelai buah dada nya Mungkin si Neng aja yang nonok nya kekecilan kali ! sahut Mang Nurdin cengengesan.

Aah. jeritnya saat Mang Obar menghentakkan pinggulnya ke depan hingga kontol nya terbenam seluruhnya ke dalam liang itu.

Selanjutnya, tanpa ampun dia menggenjotnya dengan buas tanpa menghiraukan perbandingan ukurannya dengan nonok Maria.

Sementara di kiri dan kanannya kedua orang itu tak pernah berhenti menggerayangi tubuhnya.

Mang Nurdin dengan mulutnya yang lebar menelan seluruh susu kanannya yang disedot dan dikulum dengan rakus.

Pak Andang menelusuri tubuh itu dengan lidahnya, bagian-bagian sensitif tubuh Maria tidak luput dari jilatannya.

Maria mendesah-desah tak karuan sambil menggeleng-gelengkan kepalanya, tubuhnya menggelinjang hebat. Sebentar saja Maria sudah mencapai klimaks, badannya menegang dan menekuk ke atas, desahannya makin hebat.

Namun Mang Obar masih belum keluar, dia menaikkan kedua betis Maria ke bahunya dan memacu tubuhnya makin cepat sampai menimbulkan bunyi kecipak.

Akhirnya dia menggeram dan menyemprotkan peju nya di dalam nonok Maria, cairan itu nampak menetes dari daerah itu bercampur dengan cairan kewanitaannya.

Maria cuma sempat beristirahat kurang dari lima menit sebelum giliran Pak Andang mencicipi nonok nya.

Mula-mula dia meminta Maria membasahi kontol nya dulu, setelah dikulum sebentar, dia menindih Maria sambil memasukkan kontol nya, pinggulnya mulai bergerak naik-turun diatas tubuhnya, Maria yang gairahnya mulai pulih juga ikut menyeimbangkan irama goyangannya.

Cerita Sex Pesta Seks Cewek Kampus Binal Gangbang

Pak Andang melumat bibir mungil Maria yang mengap-mengap itu meredam desahannya. Waktu itu aku sudah keluar sekali, kuambil tissue mengelap tanganku yang basah.

Mang Obar mengambil aqua gelas yang kusiapkan dan meminumnya, dia duduk di sofa sebelahku.

Gimana Mang, sip ga ? Enak banget Bos, Mamang ga pernah mimpi bisa dapet kesempatan ini, sering-sering membuat yang kaya gini ya! komentarnya dengan antusias Tenang Mang, jangan boros tenaga dulu, ntar masih ada satu lagi loh ! nasehatku, kemudian aku menjelaskan apa yang hrs dilakukan pada Vania kalau dia datang nanti.

Pak Andang tiba-tiba menggulingkan tubuhnya sehingga Maria kini diatasnya. Dia lalu menegakkan badan sambil terus menaik-turunkan pinggulnya diatas kontol yang mengacung bagai pasak itu.

Terkadang dia memutar-mutar pinggulnya sehingga kontol itu mengaduk-aduk nonok nya. Matanya merem-melek dan mulutnya mengeluarkan desahan nikmat.

Keringat telah membasahi tubuhnya, menempel di dadanya seperti embun, juga menetes-netes dari mukanya.

Mang Nurdin berdiri di sebelahnya lalu mendekatkan kontol nya yang masih keras ke mulutnya.

Maria mulai menjilatinya dimulai dari kepalanya yang disunat hingga seluruh permukaan batang itu, buah zakarnya yang besar dia emut beberapa saat.

Uuuhh. ayo Neng, enak gitu. m ! desah Mang Nurdin Semakin hanyut dalam lautan birahi, Maria tidak malu-malu lagi mengemut kontol itu sambil mengocoknya dengan satu tangan.

payudara nya bergoyang-goyang naik-turun seirama gerak tubuhnya, dengan gemas Pak Andang menjulurkan kedua tangannya mencaplok gunung kembar itu serta meremasnya.

Saat itu Endang baru saja selesai dengan Ivana, setelah menyemprot perut Ivana dengan peju nya dia minum dulu dan langsung menuju Maria, sementara itu Mang Obar mulai mencicipi Ivana.

Endang duduk di sebelah kanannya dan meminta ijin Pak Andang yang sedang menguasai kedua buah dada nya untuk memberinya jatah satu saja.

Sepertinya dia menggigit putingnya krn badan Maria mengejang dan mendesah tertahan di tengah aktivitasnya mengoral Mang Nurdin, dia mengenyot dan kadang menarik-narik puting itu dengan mulutnya.

Ooohh. isep Neng. iseepp ! tiba-tiba Mang Nurdin mendesah panjang dan makin menekan kepala Maria ke selangkangannya peju nya menyembur di dalam mulut Maria, mungkin krn badannya berguncang-guncang hisapan Maria tidak sempurna, cairan itu meleleh sebagian di pinggir mulutnya.

Mang Nurdin beranjak pergi meninggalkan Maria setelah di cleaning service, diambilnya segelas aqua dari meja untuk diminum.

Tiba-tiba goyangan Maria makin gencar lalu berhenti dengan tubuh mengejang, kepalanya menengadah sambil mendesah panjang, kedua tangannya memegang erat lengan Pak Andang.

Dia telah mencapai klimaks, tapi Pak Andang belum, dia terus menghentakkan pinggulnya ke atas menusuk Maria.

Tubuh Maria melemas kembali dan ambruk ke depan menindihnya. Saat itu Endang sudah pindah ke belakangnya, dia meremas pantat yang sekal itu sambil mengorek duburnya.

Kemudian dia menindihnya dari belakang, tangannya menuntun kontol nya memasuki liang dubur itu diiringi rintihan pemiliknya.

Tubuh Maria kini dihimpit kedua buruh itu seperti sandwich, kedua kontol itu menghujam-hujam kedua lubangnya dengan ganas.

Ooohh. oh. aakkhh ! gairah Maria mulai bangkit lagi, nonok nya berdenyut-denyut memijat kontol Pak Andang yang sudah di ambang klimaks Pak Andang lalu melenguh panjang menyemburkan maninya di dalam nonok Maria akhirnya dia terbaring lemas di kolong tubuh Maria dengan nafas terengah-engah.

Setelah ditinggalkan Pak Andang, Maria cuma melayani Endang saja, namun pemuda ini lumayan brutal mengerjainya sehingga dia menjerit-jerit.

Duburnya disodok-sodok sementara buah dada nya yang menggantung di remas dengan kasar.

Hal ini berlangsung sekitar sepuluh menit lamanya sampai keduanya klimaks, peju Endang tertumpah di pantatnya sebelum keduanya ambruk tumpang tindih.

Keadaan Maria sudah babak-belur, tubuhnya bersimbah peluh, bekas-bekas cupangan masih keliatan pada kulitnya yang mulus, peju bercampur cairan kewanitaan meleleh dari selangkangannya.

Aku jadi kasihan ngeliat nya, maka aku menghampirinya dengan membawa air dan tissue.

Kuangkat tubuhnya dan kusandarkan pada lenganku, dengan tissue kuseka keringat di dahinya, minuman yang kuberikan langsung diteguknya habis.

Udah ya mar, kalau dah ga kuat jangan dipaksain lagi, ntar pingsan lu ! saranku Namun dia cuma tersenyum sambil menggeleng, ga apa-apa katanya cuma perlu istirahat sedikit, dia juga bilang rasanya seperti diperkosa massal saja barusan itu.

Waktu itu Pak Usep menghampiri kami bermaksud menikmati Maria, tapi kusuruh dia bersabar krn kondisinya belum fit.

krn tubuh Maria yang sudah lengket-lengket itu, aku menyuruhnya mandi agar lebih segar.

Setelah agak pulih, kubantu dia berdiri dan memapahnya ke kamar mandi, kunyalakan shower air hangat untuknya.

Sebelum keluar kami berpelukan, kucium dia sambil mengorek nonok nya dengan dua jari, cairan peju meluber keluar begitu kukeluarkan tanganku, sehingga aku hrs cuci tangan.

Dah mandi dulu yang bersih, supaya nanti siap action ! kataku Dia cekikikan sambil menyeprotkan shower ke arah kakiku, aku melompat kecil dan keluar sambil tertawa-tawa.

Begitu aku keluar, waw. gile, Ivana mantan pacarku itu sedang dikerjai kelima orang itu, dia sudah tidak di sofa lagi, melainkan sudah di lantai beralas karpet, the hottest gangbang ive ever seen ! Untuk lebih lengkapnya lebih baik kita ikuti kisah Ivana dari awal Ivana Endang dan Pak Usep duduk mengapit Ivana masing-masing di kanan dan kirinya.

Ivana keliatan tegang sekali beberapa kali dia memanggil-manggil namaku. Kenapa Na, kok sekarang tegang gitu katanya mau ngebalas pacarlu itu ! kataku Oh, jadi Neng udah punya pacar yah ! kata Pak Usep Ngga, baru putus kok jawabnya malu-malu Putusnya kenapa Neng ? tanya Endang Ivana cuma menggeleng tanpa menjawabnya.

Udah ah lu, kalau ga mau dijawab jangan maksa ! kata Pak Usep pada rekannya Eh, Neng sama pacar yang dulu pernah ngentotan ga ? tanya Endang cengengesan Rona merah jelas sekali pada wajah Ivana yang putih mulus, dia cuma mengangguk pelan sebagai jawabnya sambil tersenyum malu-malu.

Kalo gitu pernah diginiin dong Neng hehehe ! Pak Usep tertawa-tawa meremas payudara Ivana Diginiin juga pernah ! Endang meraih selangkangannya dan meremasnya dari luar Ivana menjerit kecil sambil tertawa geli krn kejahilan tangan mereka.

Pak Usep makin gemas memijati buah dada nya, si Endang sengaja meniupkan udara ke kupingnya untuk memambangkitkan birahinya perlahan-lahan sambil tangannya membantu Pak Usep meremas buah dada yang satunya.

Ivana cuma diam menikmatinya dengan mata terpejam. Keduanya mulai menyingkap kaosnya, Ivana sepertinya menurut saja, dia mengangkat lengannya membiarkan kaos itu dilolosi.

Dia tinggal memakai bra warna krem dan celana panjang selututnya. Ini dibuka aja ya Neng pinta Endang Ivana mengangguk, maka Endang pun dengan cekatan membuka bra-nya sehingga dia telanjang dada.

Endang langsung melumat yang kanan dengan rakus. Pentilnya bagus ya Neng, kecil, merah lagi komentar Pak Usep sambil memilin-milin putingnya Pak Usep menjulurkan lidahnya, lalu menyapukannya telak pada leher jenjang Ivana bikin nya merinding dan mendesis.

Dia meneruskan rangsangannya dengan mengecup lehernya bikin tanda kemerahan disitu, rambut Ivana yang terikat ke belakang memudahkannya menyerang daerah itu.

Tangannya pun tak tinggal diam, terus bergerilya di dada kirinya dan pelosok tubuh lainnya.

Mendadak Pak Usep menghentikan kegiatannya dan memanggil Endang yang lagi asyik nyusu dengan mencolek kepalanya.

Eh, Dang, kita taruhan yu, yang menang boleh ngentot si Neng duluan ! tantangnya Taruhan apaan Pak, saya mah ayu aja Coba tebak, si Neng ini jembutan ga ? tanyanya dengan nyengir lebar Muka Ivana jadi tambah memerah krn kenakalan mereka ini, aku juga jadi terangsang dibuatnya.

Suatu sensasi tersendiri menonton mantan pacarku ini dikerjai orang lain. Hm. ada ga Neng ? tanya Endang sambil menatapi selangkangan Ivana Eee.

nanya lagi, orang disuruh tebak ! omel Pak Usep menyentil kepalanya Ivana senyum mesem dan menjawab tidak tahu menjawab si Endang.

Ada aja deh ! tebak si Endang Yuk kita tes, bener ga ! kata Pak Usep dengan menyusupkan tangannya ke balik celana Ivana Eemmh.

desis Ivana saat merasakan tangan Pak Usep merabai nonok nya Weleh. sialan, bener juga lu Dang ! gerutunya krn ternyata nonok Ivana memangnya berbulu, lebat lagi.

Endang tersenyum penuh kemenangan krn dpt giliran pertama merasakan tubuh Ivana. Merekapun kembali menggerayangi tubuhnya.

Tangan Pak Usep tetap didalam celananya mengobok-obok peler nya sejak mengetes tadi.

Endang mulai membuka sabuk yang dikenakan Ivana dan menurunkan resletingnya, sebelumnya dia menyuruh Pak Usep menyingkirkan tangannya dulu.

Cairan nonok membasahi jari-jarinya begitu dia mengeluarkan tangannya dari sana. Endang turun dari sofa dan jongkok di lantai beralas permadani itu untuk menarik lepas celana Ivana.

tampak nonok Ivana dengan bulu-bulu yang tebal dari balik celana dalamnya yang semi transparan.

Sesaat kemudian pakaian terakhir dari tubuhnya itu dilepaskannya pula. Jadilah Ivana telanjang bulat terduduk separuh berbaring di sofa.

Keduanya tertegun ngeliat tubuh putih mulus dan terawat di hadapan mereka. Si Endang masih berjongkok di antara kedua paha Ivana, tentu dia bisa ngeliat jelas selangkangan berambut lebat yang keliatan menggunung dalam posisi demikian.

Duh, cantik banget sih Neng ini, membuat saya ga tahan aja ! kata Pak Usep sambil mendekap tubuhnya Bibirnya mencium pipi Ivana, lalu lidahnya keluar menjilati pipi dan hidungnya, menikmati betapa licin dan mulusnya wajah mantan pacarku itu, belakangan bibirnya dilumat dengan ganas.

Sementara kedua tangannya tidak tinggal diam, selalu berpindah-pindah mengelusi punggungnya atau meremas buah dada nya.

Wajah Endang makin mendekati nonok Ivana sambil kedua tangannya mengelusi paha mulus itu.

Tubuh Ivana bergetar ketika jemari Endang mulai menyentuh bibir nonok nya, pasti dia bisa merasakan nafas Endang menghembus bagian itu.

Perlahan-lahan Endang membuka kedua bibir bawah itu dengan jarinya. Erangan tertahan terdengar dari mulut Ivana yang sedang dilumat Pak Usep, keringatnya mulai bercucuran.

Wah. asyik, saya baru pernah liat nonok nya amoy, dalemnya merah muda, seger euy ! komentar Endang mengamati nonok itu.

Pak Usep, mau liat ga nih, bagus banget loh ! sahut Endang padanya Hm.

iya bagus ya, kamu aja dulu Dang, saya mau netek dulu ! kata Pak Usep sambil mencucukkan sejenak jari tengah dan telunjuk ke nonok nya, waktu dia keluarkan cairan lendirnya menempel dijari itu.

Pak Usep mulai menjilati buah dada nya mulai dari pangkal bawah lalu naik menuju putingnya, dia jilat puting itu lalu dihisapnya kuat-kuat, sementara tangannya memilin-milin putingnya yang lain.

Hhhnngghh. Mang, oohh ! Ivana mendesah menggigit bibir sambil memeluk erat kepala Pak Usep Ivana makin menggelinjang saat wajah Endang makin mendekati selangkangannya dan Aahh.

! desahnya lebih panjang, tubuhnya menggelinjang hebat, kedua pahanya mengapit kepala Endang Pemuda itu telah menyapu bibir nonok nya, lalu lidah itu terus menyeruak masuk menjilati segenap penjuru bagian dalam nonok nya, klitorisnya tak luput dari lidah itu, sehingga tak heran kalau desahannya makin tak karuan saling bersahut-sahutan dengan desahan Maria yang saat itu baru ditusuk Mang Obar.

Oi, kalian berdua kok belum buka baju sih, kasih liat dong peler nya ke Neng Ivana pasti dah ga sabar dia ! kataku pada Endang dan Pak Usep.

Pak Usep nyengir lalu dia membuka kaos berkerah dan celananya hingga bugil, dia menggenggam kontol nya yang tebal dan hitam itu memamerkannya pada Ivana Nih, Neng peler Mamang gede ya, sama pacar Neng punya gede mana ? tanyanya sambil menaruh tangan Ivana pada benda itu Gede yah Mang.

  • keras jawab Ivana yang tangannya sudah mulai mengocoknya Ivana yang tadinya malu-malu hilang rasa malunya saking terangsangnya, sepertinya dia sudah tidak peduli keadaan sekitar, yang dipikirkannya cuma menyelesaikan gairah yang sudah membakar demikian hebat itu.
  • Hampir sepuluh menit berlalu, tapi Endang masih seperti kelaparan, belum berhenti menjilati nonok nya sementara Ivana sudah mengapir dan menggesek-gesekkan pahanya pada kepala Endang menahan birahinya yang meninggi.
  • Cepetan dong, kan kamu harusnya nusuk duluan, kalo ngga mau saya tusuk juga nih ! kata Pak Usep yang tidak sabar ingin segera menyetubuhi Ivana.
  • Iya sabar atuh Pak, ini udah mau nih kata Endang yang mulai menanggalkan pakaiannya Yuk Neng, basahin dulu nih.
  • isep ! dia sodorkan kontol nya ke mulut Ivana sambil memegangi kuncirnya.
  • Ivana agak ragu memasukkan kontol Endang, mungkin agak jijik kali belum pernah merasakan yang sehitam itu.
  • Namun Endang terus mendesaknya, apalagi dengan kepala dipegangi seperti itu, akhirnya dengan terpaksa Ivana membuka mulutnya membiarkan kontol itu masuk.
  • Sebentar kemudian Endang mengeluarkan kontol nya, diangkatnya kaki Ivana ke sofa sehingga dia kini terbaring di sofa dengan kepala bersandar pada perut tambun Pak Usep.
  • Endang memegang miliknya dan mengarahkannya ke nonok Ivana. Pelan-pelan mulai memasukinya, tubuh Ivana menekuk ke atas.
  • Aaakkhh. ! demikian keluar dari mulutnya hingga kontol Endang mentok ke dalam nonok nya.
Endang pun mulai menggoyangkan pinggulnya perlahan kemudian makin lama makin cepat. Endang melakukannya dalam posisi satu kaki naik sofa dan kaki lainnya berdiri menginjak lantai, kedia tangannya memegangi betis Ivana.

Ah-ah-ah. uuhh. ! desah Ivana dengan mata terpejam Enak ya Neng ? kata Pak Usep dekat telinganya Sejak Endang menggenjot Ivana, Pak Usep terus saja menyangga tubuhnya sambil menghujani leher, telinga, dan buah dada nya dengan ciuman dan jilatan.

Kini dia sedang mengulum daun telinga Ivana dan tangannya meremas kedua buah dada nya.

Tentu puting Ivana sudah sangat keras krn daritadi dimain-mainkan. Ivana sendiri tangannya menggenggam kontol Pak Usep, dia mengocok-ngocok kontol itu krn hornynya.

Kedua kakinya menjepit pinggang Endang, seolah minta disodok lebih dalam lagi. Tanpa mencabut kontol nya, Endang memiringkan tubuh Ivana sehingga posisinya berbaring menyamping, satu kakinya dinaikkan ke bahunya.

Wow. seru sekali ngeliat paha Endang bergesekan dengan paha mulus Ivana dan kontol nya keluar masuk dari samping.

Pak Usep menempelkan kontol nya ke wajah dan bibir Ivana, memintanya melakukan oral seks.

Ivana masih sangat risih memasukkan benda itu dalam mulutnya, cuma berani mengocoknya dengan tangan, sepertinya dia masih merasa tidak nyaman dengan kontol Endang di mulutnya tadi, belakangan dia bilang ke aku bahwa dia memang tidak terbiasa dengan kontol hitam dan berbau tidak enak seperti itu, dan dia juga tidak suka dengan cara mereka yang suka maksa tidak tau diri, makannya dia tidak pernah mau ngeseks dengan orang-orang kaya gitu, cukup kali ini saja, pertama dan terakhir demikian tegasnya.

Jilatin dong Neng, jangan cuma main tangan aja ! pinta Pak Usep tidak sabar merasakan mulutnya Ngga Mang.

jijik. ga mau. ahh ! gelengnya dengan sedikit mendesah. Lho, gimana sih si Neng ini, tadi kan dia dikasih, masa saya ngga ? Ayo dong Neng, sebentar aja kok ! Pak Usep terus mendesak dengan menekan kepalanya dengan tangan kanannya ke kontol yang dipegang dengan tangan kirinya.

kontol itu pun akhirnya memasuki mulut Ivana, krn mulutnya mengap-mengap mendesah, kesempatan itulah yang dipakai Pak Usep menjejalkan kontol nya.

Sesudah kontol nya dimulut, Pak Usep memaju-mundurkan kepalanya dengan menjambak kuncirnya. Emmhh.

eehmm. Mang. saya. m ! Ivana berusaha protes tapi malah tersendat-sendat krn terus dijejali kontol.

Mm. gitu dong Neng baru namanya anak manis, udah lama Mamang ga diginiin uuh ! Pak Usep melenguh dan merem-melek keenakan dioral Ivana.

Kalau saja ada orang berani berbuat seperti itu padanya setengah tahun lalu, pasti sudah kuhajar sampai masuk ICU, tapi sekarang berbeda, aku malah terangsang ngeliat bekas pacarku ini diperlakukan demikian sehingga aku makin cepat mengocok kontol ku, apalagi waktu itu Maria juga sedang main kuda-kudaan diatas kontol Pak Andang sambil mengoral kontol Mang Nurdin dengan bernafsu.

Akhirnya Ivana orgasme duluan, badannya berkelejotan dan mulutnya terdengar erangan tertahan. Pak Usep rupanya cukup pengertian, dia melepaskan dulu kontol nya membiarkan Ivana menikmati orgasmenya secara utuh.

Badannya menegang beberapa saat lamanya, Pak Usep menambah rangsangannya dengan meremasi buah dada nya.

Endang pun menyusul sekitar tiga menit kemudian, sodokannya makin dahsyat sampai akhirnya dia melepaskan kontol nya dan menumpahkan cairan putih di perut yang rata itu.

Sambil orgasme dia memegang erat-erat lengan kokoh Pak Usep yang mendekapnya hingga tubuhnya lemas dan terbaring dalam dekapan pria tambun itu.

Si Endang cuma duduk sebentar, minum dan menyeka keringat, lalu dia langsung beralih ke Maria seperti yang telah kuceritakan di atas, posisinya segera digantikan Mang Obar yang baru recovery setelah istirahat.

Pak Usep memberikan minum pada Ivana mengambilkan tissue mengelap keringatnya. Euleuh. si Endang teh gimana, buang sperma sembarangan aja ! gerutu Mang Obar yang baru tiba ngeliat ceceran peju di perut Ivana.

Pak Usep sambil tertawa meneteskan sedikit air dan mengelap ceceran peju itu sampai bersih, Ivana juga ikut tertawa kecil.

Udah, gampang Mang, dibersihin aja kan beres ! hiburku padanya Mang Obar langsung mencumbui buah dada Ivana yang masih didekap Pak Usep, mulutnya berpindah-pindah antara buah dada kiri dan kanan.

Ooohh. ooh ! desahnya ketika merasakan putingnya digigit dan ditarik-tarik dengan mulut oleh Mang Obar.

Tangan satunya di bawah sedang meremasi bongkah pantatnya yang kenyal, diremasnya berulang kali sekaligus mengelusi paha mulusnya.

Dari pantat tangannya merayap ke nonok , tubuh Ivana bergetar merasakan kenakalan jari Mang Obar yang mengusap-usap klitoris dan bibir nonok nya.

Di belakangnya, Pak Usep sangat getol mencupangi leher, tenguk dan bahunya. Hehehe.

liat nih udah basah gini ! sahut Mang Obar mengeluarkan jarinya dari nonok Ivana Emm.

enak pisan ! dijilatinya cairan yang blepotan di jari itu Kemudian Pak Usep menarik pinggang Ivana, mendudukkannya di pangkuannya dengan membelakanginya, satu tangannya meraih nonok nya dan membuka bibirnya Masukin Neng, pelan-pelan ! suruhnya Ivana tanpa malu-malu memegang kontol itu dan mengarahkan ke nonok nya, lalu dia menekan badannya ke bawah sehingga kontol itu terbenam dalam nonok nya.

Namun kerena besar kontol itu baru masuk kepalanya saja, itu sudah bikin Ivana merintih-rintih dan meringis menahan nyeri.

Duh. sakit nih Mang, udah ya ! rintihnya Wah, kagok dong Neng kalo gini mah, ayo dong dikit-dikit pasti bisa kok ! kata Pak Usep Nanti juga enak kok Neng, sakitnya bentar aja ! timpal Mang Obar Beberapa kali Pak Usep menekan tubuh Ivana juga menghentakkan pinggulnya, akhirnya masuk juga kontol itu ke nonok nya, mata Ivana sampai berair menahan sakit.

Pak Usep mulai menggoyangkan tubuhnya Arrgghh. uuh. sempit amat. enak ! gumam Pak Usep di tengah kenikmatan kontol nya dipijat nonok Ivana Sementara Mang Obar meraih kepala Ivana, wajahnya mendekat dan hup.

mulut mereka bertemu, lidahnya menerobos masuk mempermainkan lidah Ivana, dia cuma pasrah saja menerimanya, dengan mata terpejam dia coba menikmatinya lidahnya, entah secara sadar atau tidak turut beradu dengan lidah lawannya.

Limabelas menit lamanya batang Pak Usep yang perkasa menembus nonok Ivana, runtuhlah pertahanan Ivana, sekali lagi badannya mengejang dan mengeluarkan cairan kewanitaan membasahi kontol Pak Usep dan sofa di bawahnya (untung sofanya bahan kulit jadi gampang dibersihkan).

Ivana memeluk erat-erat kepala Mang Obar yang sedang mengenyot buah dada nya.

Sekonyong-konyong keliatan cairan putih meleleh dari selangkangan Ivana, rupanya Pak Usep juga telah orgasme.

Desahan mereka mulai reda, keduanya melemas kembali. Nampak olehku ketika Pak Usep melepas kontol nya, dari nonok Ivana menetes cairan peju yang telah bercampur cairan cintanya.

Waktu beristirahat baginya cuma sebentar krn Mang Obar langsung menyambar tubuhnya, menindihnya, dan mengarahkan senjatanya ke liang kenikmatan.

Segera saja tubuhnya memacu naik-turun diatasnya. Ivana menggelinjang setiap kali dia menghentakkan tubuhnya.

Saat itu Mang Nurdin dan Pak Andang mendekati keduanya untuk menonton lebih dekat adegan panas itu.

Mereka menyoraki temannya yang sedang berpacu diatas tubuh mantan pacarku itu seperti menonton pertandingan olahraga saja.

Setelah itu aku kehilangan sedikit adegan krn sedang mengantar Maria ke kamar mandi, maka adegan yang hilang ini kuceritakan berdasarkan penuturan Mang Nurdin yang kuanggap paling akurat.

Dari sofa, Mang Obar menurunkan Ivana ke karpet, dia berlutut di antara paha Ivana dan terus menyodoknya.

Mang Nurdin membungkuk agar bisa mengemut buah dada yang menggiurkan itu. Pak Andang berlutut di samping kepalanya dan menjejalkan kontol nya ke mulutnya, sambil diemut dia memegangi buah dada Ivana.

Endang dan Pak Usep yang nganggur kembali mendatanginya, merekapun ikut bergabung mengerjai Ivana.

Tangan-tangan hitam kasar menggerayangi tubuh mulus itu, ada yang mengelus pahanya, ada yang meremas buah dada nya, ada yang memelintir putingnya, beberapa diantaranya sedang dikocok kontol nya oleh Ivana.

Ikat rambutnya sudah terbuka sehingga rambutnya tergerai sebahu lebih. Pemandangan itulah yang kulihat ketika keluar dari kamar mandi.

Lebih dari lima menit dia menjadi objek seks kelima buruhku. Mulanya aku sangat menikmati tontonan ini, terlebih ketika peju mereka muncrat di tubuhnya, ada yang nyemprot di dada, perut, dan mukanya.

Namun aku mulai merasa kasihan ketika mereka memaksanya membersihkan kontol - kontol mereka dengan mulutnya, beberapa bahkan menjejalkan paksa ke dalam mulutnya, aku terpaksa turun tangan menyudahinya ketika kulihat air matanya mulai menetes.

Aku tahu semasa pacaran denganku dulu dia memang tidak terlalu suka oral seks dan menelan peju , jijik katanya, apalagi sekarang dengan yang hitam-hitam gitu, tentu saja aku tidak tega ngeliat nya dipaksa-paksa sampai menangis.

Udah-udah Mang, cukup. jangan diterusin lagi, nangis nih dia ! kataku membubarkan mereka Kemudian aku sandarkan dia di kaki sofa dan memberinya minum, kulap peju yang membasahi mukanya.

Dia memelukku dan menangis sesegukan, aku balas memeluknya dan menenangkannya, tidak peduli lagi dengan tubuhnya yang masih lengket-lengket.

Duh. maaf banget Neng, abis tadi kita kirain Neng nikmatin, ga taunya nangis beneran ! kata Mang Obar Iya, kalo tau Neng ga suka ngemut peler , kita juga ga maksa, tadi Neng reaksinya malu-malu sih, jadi kita juga tambah nafsu tambah Pak Usep Sori, sori, Na gua lupa bilang tadi, abis mandi lu pulang aja yah ! hiburku mengelus-elus rambutnya Ngga, ga papa kok Win, gua enjoy, cuma tadi gua kaget aja dipaksa-paksa gitu, gua kan ga suka oral katanya setelah lebih tenang sambil membersihkan air mata.

Legalah kami mendengar dia berkata begitu, kami kira dia bakal trauma atau shock.

Aku lalu menyuruhnya mandi dan membantunya bangkit, dia pun berjalan sempoyongan ke kamar mandi.

Aku dan para buruhku duduk-duduk di ruang tamu merenggangkan otot, kupersilakan mereka menyantap snack dan minuman sambil menunggu Vania.

Aku ngobrol-ngobrol tentang pendapat mereka sekalian memberi pengarahan apa yang hrs dilakukan untuk menghukum Vania yang terlambat nanti.

Vania memang bukan type yang malu-malu seperti Ivana, tapi aku tetap hrs memperingatkan mereka agar tidak bertindak kelewatan, aku tidak ingin terjadi hal-hal yang tidak diinginkan gara-gara mewujudkan fantasi gilaku.

Win, Ivana diapain aja sampe nangis gitu ? terdengar suara Maria bertanya dari belakang, dia berjalan ke arahku dengan handuk kuning terlilit di tubuhnya, rambutnya masih agak basah Ga kok, cuma belum biasa dikeroyok aja, jadi sedikit.

ya gitulah ! jawabku sambil meraih pinggangnya mengajak duduk di sebelahku. Mang Nurdin mengajak Maria duduk disebelahnya saja, tapi Maria menolaknya Nggak ah Pak, mending simpen tenaga aja buat si Vania ! tolaknya Ketika kami ngobrol-ngobrol ada yang misscall ke HP-ku, si Vania, semenit kemudian disusul bunyi bel, nah pasti ini dia, pikirku.

Aku menyuruh buruh-buruhku sembunyi di dapur dengan membawa pakaian masing-masing, aku berencana bikin surprise sekaligus hukuman baginya.

Kupakai celana pendekku untuk menyambutnya (iya dong, kalau ternyata bukan Vania, masa aku menyambutnya memakai celana dalam).

Hai, sori yah telat katanya begitu pintu terbuka gua jadi ga usah main sama buruh-buruhlu yah Udah malam gini, kita baru aja bubar, masuk ! ajakku Ngapain aja seharian tadi ? Nge-bowling di BSM, pada minta nambah game melulu sih, kan ga enak kalo gua pulang dulu, sori banget Vania orangnya cantik, rambut panjang kemerahan direbound, tinggi kurang lebih 160cm, dadanya tegak membusung 34B, lebih montok daripada Ivana dan Maria, tampangnya sedikit mirip Vivian Chow, artis HK tahun 90an itu loh, dengan modal itu dia pantas bekerja paruh waktu sebagai SPG.

Hari itu dia memakai baju putih lengan panjang dengan dada rendah dan rok selutut dari bahan jeans.

Hi, baru lembur nih ! sapanya pada Maria Kubiarkan mereka berbasa-basi sebentar sampai aku menarik rambutnya dari belakang sehingga dia merintih kaget Udah arisannya nanti lagi, kaya ga tau lu punya salah aja ! Aww.

aduh, ngapain sih sakit tau ! rintihnya dalam bermain sex dengannya aku memang sering memakai cara kasar, krn dia juga menikmati dikasari, cuma sebatas main jambak dan tampar sih, tidak sampai masokisme dengan pecut, lilin, dan sejenisnya.

krn dia suka variasi seks kasar inilah aku mengajukan tantangan padanya. Aku mendekapnya dan menciumi bibir dan lehernya habis-habisan sampai nafasnya mulai memburu.

Dia pun mulai meraba selangkanganku. Setelah memberi syarat dengan gerakan tangan ke arah dapur, mendadak aku melepas ciumanku dan menepis tangannya dari selangkanganku Heh, dasar gatel, datang-datang udah pengen peler , kalo lu mau peler gua kasih lu lima sekaligus ! makiku sambil mendorong tubuhnya hingga tersungkur di lantai Dia menjerit kecil dan begitu menengok ke belakang disana sudah berdiri para buruhku yang bugil yang senjatanya sudah di reload, mengacung tegak siap untuk pertempuran selanjutnya.

Sebelum sempat bangun dia sudah diterkam kelima orang itu. Heea. sikat ! seru mereka sambil menyerbunya Win.

sialan lu, gila ! jeritnya Huehehehe. tenang Van, gua masih nyisain buat lu kok, kan lu suka dikasarin, coba deh biar tau rasanya diperkosa, dijamin sensasional abis ! aku menyeringai padanya Vania meronta-ronta, tapi dia tidak bisa menghindar krn kedua kaki dan tangannya dipegangi mereka, malah itu cuma menambah nafsu mereka.

Mereka tertawa-tawa sambil mengeluarkan komentar jorok bagaikan gerombolan serigala melolong-lolong sebelum menyantap mangsanya.

Keributan disini memancing Ivana melongokkan kepalanya dari kamar mandi untuk ngeliat apa yang terjadi, kupanggil dia, tapi dia bilang nanti, mandinya belum selesai.

Pak Usep meremasi buah dada nya yang masih terbungkus pakaian Waw. teteknya gede nih, asyik ! komentarnya Mang Obar dan Pak Andang yang memegangi kakinya juga tak mau kalah, mereka menyingkap roknya sehingga keliatan lah celana dalamnya yang warna hitam dan pahanya yang putih mulus, tangan-tangan mereka segera mengelus-elus pahanya dan terus naik ke pangkal pahanya, bukan cuma itu, jari-jari itu juga mulai menyelinap lewat pinggir celana dalam itu menggerayangi nonok nya.

Mang Nurdin menyusupkan tangannya lewat bawah kaosnya sehingga dada kirinya menggelembung dan ada yang bergerak-gerak.

Si Endang meraih tangan Vania dan menggenggamkannya pada kontol nya. Kocok Neng, kocokin yang saya ! suruhnya Erwin.

mhhpphh. Win. gua. m ! desahnya di tengah cecaran bibir Pak Usep yang akhirnya melumat bibirnya.

Aku menyaksikan adegan ini dari jarak satu meteran sambil duduk merangkul Maria.

Win, dasar kelainan seks lu, tega amat lu melihat kita digituin tiko! katanya sambil mencubit pahaku Tapi lu suka kan, gua liat tadi lu hot gitu goyangnya, ngaku lo ! sambil memencet buah dada nya Buka ah handuknya ngehalangin aja ! kutarik lepas handuk yang melilit badannya Lu juga dong buka, biar adil ! balasnya sambil melepasi pakaianku Sepongin Van, sambil nonton si Vania dismack down nih ! suruhku Dengan posisi duduk di sebelahku, dia merunduk menservis kontol ku, jilatan dan kulumannya menyemarakkan acara yang sedang kusaksikan, seperti popcorn yang menemani nonton di bioskop.

Sambil menikmati liveshow dan sepongan, tanganku memijati buah dada nya dan menelusuri lekuk-lekuk tubuhnya.

Rontaan Vania semakin lemah, dia sudah pasrah bahkan hanyut menikmati ulah mereka.

Aku berasumsi dia sudah tenggelam dalam hasrat seksualnya, hasrat terliar dalam dirinya, dia menikmati pagutan bibir Mang Nurdin tanpa ada paksaan, mengocok kontol Endang dengan sukarela, juga ketika Pak Usep menempelkan kontol nya ke mulutnya, tanpa diminta dia sudah menjilat dan mencium kontol itu.

Telanjangin euy, biar kita bisa melihat bodinya ! kata salah seorang dari mereka Iya bugilin, bugilin, ewe.

ewe ! timpal yang lain Mereka bersorak-sorak dan mulai melucuti baju Vania, pakaiannya beterbangan kesana-kemari hingga akhirnya tak satupun tersisa di tubuhnya yang indah selain arloji, cincin, dan gelang kakinya.

Kelimanya memandangi tubuh telanjang Vania tanpa berkedip. Anjrit, kulitnya mulus banget, cantik lagi ! komentar seseorang Wih, teteknya.

jadi ga tahan pengen netek eem. ! sahut Mang Nurdin yang langsung melahap buah dada kanannya Sebelah sini juga bagus sahut Pak Andang membuka lebar kedua belah pahanya.

Bersama Mang Obar dia memandangi daerah nonok Vania yang berbulu lebat dengan tengahnya yang memerah.

Keduanya menjilati nonok nya yang mulai becek. Tubuhnya menggelinjang hebat merasakan dua lidah menggelikitik nonok nya.

Endang menciumi leher, bahu dan sekitar ketiak, sambil jarinya memilin-milin putingnya. Pak Usep menjilati bagian pinggir tubuhnya sambil tangannya menelusuri punggung dan pantatnya.

Vania cuma bisa menggeliat-geliat dikerubuti lima buruh kasar, mulutnya mengeluarkan suara desahan.

Saat itu Ivana baru selesai mandi, dia menjatuhkan pantatnya di sebelahku, seperti Maria tadi dia juga memakai handuk melilit badannya, rambutnya masih agak basah.

Buka ah ! ngapain sih malu-malu gitu ! kataku menarik lepas handuknya Bekas cupangan memerah masih nampak pada kulit buah dada dan lehernya yang putih, kurangkul tubuhnya yang mulus itu di sisi kiriku.

Pesta Seks Cewek Kampus Binal Gangbang Cerita bokep
Maria tidak terlalu menghiraukan kedatangan Ivana, dia terus saja menjilat kontol ku dengan gerakan perlahan sambil memijat lembut buah pelirnya Kasian ih, masa lu tega si Vania dikeroyok gitu ! kata Ivana Santai aja Na, Vania kan ga kaya lu, dia sih enjoy aja dikasarin gitu, dah biasa jawabku santai Ooo.

ga kaya gua yah ! sehabis berkata dia langsung menyambar putingku dan menggigitnya Adaw.

! jeritku refleks menepis kepalanya Jahat ih, keras gitu masa gigitnya, putus nanti kataku mengelus-elus putingku yang nyut-nyutan digigitnya Dia malah tertawa ngeliat ku begitu, si Maria juga ikutan ketawa.

Lho, kan ke Vania lu bilang suka main kasar, baru digituin aja dah kaya disembelih hihihi ! Maria mengejekku Ini sih bukan kasar, tapi sadisme gila gerutuku Dah ah, lu terusin aja sana, jangan ngeledek ah ! kutekan kepalanya ke bawah Sini lo ! kusambar tubuh Ivana yang masih cekikikan ke pelukanku Dengan bernafsu kupaguti lehernya dan buah dada nya kuremas-remas sehingga dia mendesah-desah kenikmatan.

Bukan cuma menjilat, Mang Obar juga memasukkan jarinya ke liang nonok Vania, diputar-putar seperti mengaduknya sementara lidahnya terus menjilati bibir nonok nya.

Setelah puas menjilat, Mang Obar menyuruh Pak Andang menyingkir, dia angkat sedikit pinggul Vania dan menekankan kontol nya pada belahan nonok itu, dia melenguh ketika kepala kontol nya sudah mulai masuk, lalu ditekan lagi dan lagi.

Vania menahan nafas dan menggigit bibir merasakan benda sebesar itu menyeruak ke nonok nya.

Aaakkhh ! erangan panjang keluar dari mulut Vania saat kontol Mang Obar masuk seluruhnya dengan satu hentakan kuat.

kontol itu keluar-masuk dengan cepatnya, suara desahan Vania seirama dengan ayunan pinggul Mang Obar.

Desahan itu sesekali teredam bila ada yang mencium atau memasukkan kontol ke mulutnya.

Hehehe. liat tuh teteknya goyang-goyang, lucu ya ! sahut Pak Usep memperhatikan buah dada yang ikut tergoncang krn tubuhnya terhentak-hentak Mulutnya enak, hangat, terus Neng, mainin lidahnya ! kata Endang yang lagi keenakan kontol nya diemut Vania.

Uuuhh. uuhh. iyahh ! jerit klimaks Mang Obar, kontol nya dihujamkan dalam-dalam dan menyemprotkan peju nya di dalam sana.

Posisi Mang Obar segera digantikan oleh Pak Andang, dia melakukannya dalam posisi sama dengan rekannya tadi sambil tangannya menggerayangi pahanya dengan liar.

Sementara Endang mengerang lebih panjang, wajahnya mendongak ke atas dan meringis. Rupanya dia telah orgasme dan peju nya ditumpahkan ke mulut Vania, dia menyedotnya, namun sebagian meleleh keluar bibirnya, dikeluarkannya sebentar untuk dikocok dan diperas, maka peju itu pun nyiprat ke wajahnya.

Kemudian dijilatnya lagi kontol Endang yang mulai menyusut membersihkannya dari sisa-sisa peju.

Tugas Vania menjadi sedikit lebih ringan setelah dua orang yang telah dibuatnya orgasme menyingkir, keduanya kini terduduk di pinggirnya, memulihkan tenaga sambil sesekali megang-megang tubuhnya.

cerita ngentot Pesta Seks Cewek Kampus Binal Gangbang
Tubuh Vania menggelinjang merasakan sensasi yang selama ini belum dia rasakan, tangannya yang menggenggam kontol Pak Usep nampak semakin gencar mengocoknya sehingga pemiliknya melenguh keenakan.

Aah. emm. gitu Neng, enak. ooh ! sambil tangannya meremasi buah dada nya.

Mang Nurdin yang tadi menyusu sekarang mulai menciumi perut Vania yang rata, tangan kirinya memainkan putingnya, tangan kanannya mengelus pantatnya.

Saat itu aku sedang menikmati kontol ku dipijati oleh cengkraman nonok Ivana yang duduk di pangkuanku dengan posisi membelakangi.

Aku membiarkannya mengendarai kontol ku sementara aku menikmati Vania digangbang, menonton sambil melakukan, suatu kenikmatan seks yang sejati.

Kudekatkan wajahku ke lehernya dan kuhirup aroma tubuhnya, hhmm. wangi, habis mandi sih, di lehernya masih membekas cupangan mereka, tapi aku tak peduli, kulit lehernya yang mulus kuemut dan kugigiti pelan bikin nya semakin mendesah kesetanan.

Tangan kiriku mendekap Maria sambil memutar-mutar putingnya, tapi kemudian Maria bangkit dan berdiri di hadapan kami, dia dekatkan peler nya pada Ivana, tanpa disuruh Ivana menjilatinya.

Maria mendesah menikmatinya, dipeganginya kepala Ivana, seolah meminta dia tidak melepaskannya. Aneh si Ivana ini, kalau diminta mengoral punya cowok susah, hrs dibujuk-bujuk baru terpaksa diiyakan, tapi ini ke sesama jenisnya tanpa disuruh kok mau, mungkin sih akibat terlalu horny, tapi peduli amat ah, yang penting enjoy aja (emang iklan LA Light ? ).

Kuminta Maria menepi sedikit krn sempat menghalangi pandanganku terhadap Vania. Ruang tamuku jadi dipenuhi oleh desah birahi yang sahut menyahut.

Vania kembali orgasme oleh genjotan Mang Obar, badannya lemas bercucuran keringat, namun mereka terus menggumulinya.

Gerakan Mang Obar semakin cepat dan menggumam-gumam tak jelas, tapi sebelum peju nya keluar, dia mencabut kontol nya dan langsung menaiki dadanya.

Misi, minggir dulu dong, tanggung nih, pengen ngentot pake teteknya sebelum ngecret ! Segera dia jepitkan kontol nya diantara dua gunung kembar itu lalu digesek-gesekkannya kontol nya disana dengan lancar krn sudah licin oleh cairan cinta.

Tak sampai tiga menit peju nya sudah muncrat, cipratannya berceceran di dada, leher, wajah dan sebagian rambut Vania.

Setelahnya dia menyuruh Vania menjilati kontol nya hingga bersih mengkilat. Dua orang lagi yang masih menggumulinya, Mang Nurdin dan Pak Usep, mengangkat tubuhnya dan membaringkannya ke kasur udara tempat Maria digarap.

Mang Nurdin membalikkan tubuh Vania hingga telungkup, pantatnya diangkat hingga menungging, dengan posisi ini dia memasukkan kontol nya ke nonok Vania dari belakang.

Disodokkannya benda itu berkali-kali dengan keras, sehingga Vania mengerang makin histeris. Pak Usep tidak meneruskan aktivitasnya dengan Vania, dia meninggalkannya berduaan dengan Mang Nurdin.

Sementara dia sendiri menghampiri kami dan kedua tangan gemuknya melingkari perut Maria dari belakang, agaknya dia masih penasaran krn belum sempat menikmati Maria.

Telapak tangannya bergerak ke atas membelai buah dada Maria, sedangkan yang satunya ke bawah membelai nonok nya, mulutnya mencupangi bahunya.

Maria memejamkan mata menghayati setiap elusan tangan kasar itu pada bagian-bagian sensitifnya, desahan pelan keluar dari mulutnya.

Tangannya lalu menarik wajah Maria ke belakang, begitu dia menoleh bibirnya langsung dipagut.

Keduanya terlibat percumbuan yang panas, sedotan-sedotan kuat dan permainan lidah terlibat di dalamnya.

Dengan terus berciuman tangan kanannya beraksi di nonok Maria, jari-jari itu menggosok-gosok belahan nonok nya, kadang juga masuk dan berputar-putar di dalamnya.

Permainan jari Pak Usep yang lihai bikin tubuh Maria bergetar dan nonok nya melelehkan cairan. cerita Pesta Seks Cewek Kampus Binal Gangbang

Sedangkan tangan kirinya meraba-raba bagian tubuh lainnya, lengan, dada, perut, paha, pantat, dll.

Setelah mencumbunya selama beberapa menit, lidah Pak Usep kini menjilati lehernya dan menggelikitik telinganya.

Di pihakku, Ivana menaik-turunkan tubuhnya dengan lebih kencang, diantara desahannya terdengar kata-kata tak jelas, tanganku juga diraih dan diremaskan ke buah dada nya, gelagat ini menunjukkan dia sudah di ambang orgasme.

Aaahh. Win, dikit lagi nih. enak ! erangnya sambil meremas tanganku Akupun merasa mau keluar juga saat itu, maka kupacu juga pinggulku sampai sofanya ikut goyang, kontol ku menusuk makin keras dan dalam padanya.

kontol ku serasa diperas oleh jepitan nonok nya, himpitannya makin lama makin kencang saja.

Akhirnya cairan nikmat itu keluar dibarengi desahan yang panjang, aku pun mendapat orgasmeku lima detik setelahnya.

peju bercampur lendirnya meleleh keluar dari sela-sela nonok nya membasahi selangkangan kami dan sofa di bawahnya.

Kami saling berpelukan tersandar lemas di sofa, kubelai-belai lembut rambut dan wajahnya selama cooling down.

Goyangan lu tambah asyik nih say, bersihin dong pake mulut, boleh ya ? pujiku sekaligus memintanya melakukan cleaning service.

Pesta Seks Cewek Kampus Binal Gangbang, Pesta seks, bispak kampus, cewek bispak, ngentot gangbang, threesome digilir
Pesta Seks Cewek Kampus Binal Gangbang

Nggak mau, lu sendiri aja ! jawabnya sambil manyun Ayo dong say, lu kan baik, please dikit aja, yah.

! mohonku lagi memencet putingnya Ok, tapi cuma bersihin aja yah, ga lebih katanya sambil turun dari pangkuanku Dia berjongkok diantara kedua kakiku, dipegangnya kontol ku, kemudian mulai menjilati sisa-sisa cairan pada kontol ku hingga bersih.

Di kasur sana, Mang Nurdin menyetubuhi Vania dengan ganasnya dengan doggie style.

Mata Vania merem-melek dan mendesah tak karuan akibat sodokan-sodokan yang diberikan Mang Nurdin.

Mang Obar menghampiri mereka lalu duduk mekangkang di depan Vania. Tangannya menjenggut rambut Vania dan menjejalkan kontol nya ke dalam mulutnya, tentu saja benda sebesar dan berdiameter selebar itu tidak muat di mulut Vania yang mungil.

Susah payah Vania berusaha menyesuaikan diri, pelan-pelan kepalanya mulai naik-turun mengisap benda itu.

Desahan tertahan masih terdengar dari mulutnya, pada dinding pipinya kadang keliatan tonjolan dari kontol Mang Obar yang bergerak maju-mundur.

Mang Obar mengelus punggung dan dadanya sambil menikmati kontol nya dikulum Vania.

Mang Nurdin hampir klimaks, genjotannya semakin cepat, tak lama kemudian dia mendesah panjang dengan mencengkram erat bongkahan pantatnya, peju nya menyemprot di dalam nonok nya, ketika dia cabut kontol nya, nampak cairan kental itu masih menjuntai seperti benang laba-laba, sebagian meleleh di sekitar pangkal paha Vania.

melihat nonok Vania nganggur, Mang Obar menyuruhnya menghentikan kulumannya dan naik ke pangkuannya.

Vania yang klimaksnya tertunda krn Mang Nurdin sudah keluar duluan segera menaiki kontol Mang Obar.

Sebelum mulai, pria kurus itu meminta tissue basah pada Endang untuk mengelap ceceran peju di sekujur tubuh Vania.

Vania menaik-turunkan pinggulnya dengan gencar di atas kontol Mang Obar, buah dada nya pun ikut terayun-ayun seiring gerak badan.

Pemandangan itu bikin Mang Obar tidak tahan untuk tidak melumatnya, mulutnya menangkap buah dada yang kanan dan mengenyot-ngeyotnya, sementara tangannya bergerilya menyusuri lekuk-lekuk tubuh yang indah itu.

Keringat sudah bercucuran membasahi tubuh Vania yang sudah bekerja keras melayani lima pria sekaligus, rambutnya sudah acak-acakan, namun itulah yang menambah pesonanya.

Desahan nikmat Vania memacu Mang Obar untuk terus melahap dada, leher, dan ketiaknya.

Setelah puas melakukan foreplay bersama Maria, Pak Usep menyuruhnya nungging, masih dalam posisi berdiri, Maria mencondongkan badan ke depan dengan tangan bertumpu pada kepala sofa.

Maria yang sudah horny berat itu pun tanpa sungkan-sungkan mengulurkan tangan ke belakang membuka bibir nonok nya, gatel minta ditusuk.

Mang Obar mengerti bahasa tubuh Maria, dia pun segera melesakkan kontol nya masuk ke lubang itu.

Aarrghh. enak Mang, terus. terus ! jerit Maria Adegan ini berlangsung tepat di sebelahku sehingga aku dpt mengamati ekpresi wajah Maria yang sedang menikmati sodokan kontol Mang Obar, dia merintih-rintih dan sesekali menggigit bibir bawah.

dari belakangnya Mang Obar menggerayangi tubuhnya sambil terus menggenjotinya, buah dada nya keliatan berayun-ayun menggodaku iseng meremas salah satunya.

Beberapa kali tubuh Maria tersentak-sentak kalau Mang Obar memberikan sodokan keras padanya.

Aku suka sekali ngeliat wajahnya yang seksi saat itu.
Pesta seks, bispak kampus, cewek bispak, ngentot gangbang, threesome digilir


Pesta Seks Cewek Kampus Binal Gangbang cerita seks dewasa , Pesta seks, bispak kampus, cewek bispak, ngentot gangbang, threesome digilir Pesta Seks Cewek Kampus Binal Gangbang, cerita dewasa terbaru istri binal nakal , Pesta seks, bispak kampus, cewek bispak, ngentot gangbang, threesome digilir, cerita seks dewasa
Pesta Seks Cewek Kampus Binal Gangbang
Pesta Seks Cewek Kampus Binal Gangbang, cerita seks , Pesta Seks Cewek Kampus Binal Gangbang, Pesta seks, bispak kampus, cewek bispak, ngentot gangbang, threesome digilir, kisah porno, kisah sex bokep, sex, Pesta Seks Cewek Kampus Binal Gangbang

10
205

Tags cerita dewasa paling populer di blog ini: cerita seks, Cerita Dewasa, 17 Tahun, sex, Ngentot, Memek, Istri, selingkuh, Kontol, Entot, Mama, gangbang, tante, threesome, ABG, Binal, sexy, toket, payudara.
Aktifkan javascript lalu tekan F5, untuk membuka halaman
meng-klik link cerita secara normal
dan membuka gambar lebih besar.
Cerita dewasa seks terpanas, update setiap hari cerita terbaru Cerita seks dewasa ngentot memek isteri, perek, bispak.
http://cerita-dewasa-terpanas.blogspot.com