ABG Lesbian Sexy Main Dildo Rame-Rame

ABG Lesbian Sexy Main Dildo Rame-Rame | Nama aku Rika, usia 18 tahun dgn tinggi 166 cm, berat 52 kg, sexy, kulit putih bersih. Ukuran toket aku yang 34C termasuk lumayan besar untuk gadis seusia aku. Pekerjaan aku adalah sebagai manager operasional di sebuah perusahaan terkenal di daerah aku.

aku ingin mengeluarkan gelisah hati yang aku pendam selama ini, mudah-mudahan aku bisa berbagi dgn pembaca sekalian. aku di kantor mempunyai sahabat yang namanya Rindy, sering aku panggil Rindy.

Orangya supel, dan mudah bergaul, tingginya 168 cm/50 kg, dgn kulit putih mulus, 34C ukuran toket nya. aku mempunyai kelainan ini sejak masih gadis pada saat tinggal bersama kakak aku, Mbak Erni namanya.

Kapan-kapan aku ceritakan sejarah lesbian aku, tapi aku jg suka cowok lho sama seperti gadis-gadis lain. cuma aja hampir tujuh puluh persen aku menyenangi cewek, aku nggak mengerti mengapa aku begini, mungkin suatu saat aku bisa sembuh total ya? ! aku sering jalan bersama Rindy kalau ada undangan karena aku belum ada pasangan, banyak sih cowok yang naksir, cuma aku masih enggan aja untuk berpacaran.

aku ingat betul awalnya yaitu pada saat bulan Agustus, sehabis pulang kantor. "Rika, sini sebentar" panggil Rindy pada aku sambil mendekatkan mobil nya. "Ada apa Rindy? " tanya aku heran pada Rindy.

"Boleh nggak minta tolong? " "Tolong apa? " "Itu lho, rumah aku khan sedang direnovasi. " "Terus? " "Mmh, boleh numpang nginep nggak di rumahmu? " tanya Rindy ragu-ragu.

"Alaa, gitu aja nanya, boleh dong, sekarang? " "Iya, boleh khan? " tanya Rindy sekali lagi meyakinkan dirinya sendiri. "Udah, nggak usah banyak omong, ayo jalan" perintah aku sambil tersenyum.

"Okey, trim' s ya" Maka setelah Rindy mengambil baju sekedarnya, kita berdua meluncur ke rumah aku yang memang agak jauh dari kantor. Rumah aku mempunyai empat kamar, satu kamar untuk tamu dan kamar aku di tengah, aku tinggal sendiri karena orang tua aku tinggal di Surabaya. "Rindy, ini kamarmu ya" kata aku sambil menunjukkan sebuah kamar padanya di ujung depan. "Trim' s ya" jawabnya sambil masuk ngeliat -lihat kamar.

"Kutinggal dulu" "Ya. " jawabnya sambil lalu. aku kemudian menuju kamar untuk mandi dan berganti baju, soalnya gerah sejak tadi. Sedang asyik-asyiknya aku memilih bh, tiba-tiba Rindy masuk ke kamar.

"Eh. Maaf Rika, lagi pake baju ya? " katanya kaget ngeliat ku masih memakai celana dalam berwarna merah dan belum mengenakan bh sama sekali. "Oh Rindy, masuk Rindy, nggak apa-apa kok" jawab aku sambil tersenyum ngeliat nya yang masih memandangi toket aku yang termasuk besar dan montok.

"Wah, badanmu seksi jg ya? " ujarnya. "Tentu aja, habis aku rajin senam sich" "Oh ya, ada film bagus nich, nonton yuk" ajak Rindy sambil menggandeng aku untuk menonton tv di ruang tengah.

"Bentar Rindy, kuganti baju dulu ya" jawabku sambil memakai bh dan kaos longgar serta celana pendek. "Kutunggu ya. " "Ya". Kemudian Rindy udah duduk di depan tv sambil makan camilan, sedang aku masih sibuk membereskan baju yang berserakan.

Malam itu Rindy mengenakan daster kuning hingga kelihatan kulit lengannya yang putih mulus, kadang-kadang karena duduk kita yang mepet, Rindy dgn tak sengaja menyenggol toket aku hingga perasaan aku jadi bertambah aneh.

Mungkin karena acara tv yang membosankan, aku jadi tak tertarik lagi, aku lebih tertarik memperhatikan Rindy aja. Ternyata Rindy yang memakai daster itu, udah nggak memakai bh lagi hingga tonjolan toket nya kelihatan mencuat ke atas, mungkin karena kita sama-sama perempuan, jadi Rindy nggak malu-malu lagi, bahkan kadang-kadang kakinya dinaikkan ke meja hingga bawahan dasternya jadi tersingkap dan memperlihatkan celana dalamnya yang berwarna putih.

Perasaan aku jadi lain hingga aku memutuskan untuk ke kamar dan berganti baju dgn daster tanpa memakai bh dan celana dalam jg, supaya bertambah nyaman kalau berdekatan dgn Rindy.

Sungguh Rindy itu gadis yang cantik seperti artis mandarin. aku kembali ke ruang tamu dan membawa kaset dvd untuk aku tonton bersama Rindy, siapa tahu aja Rindy tertarik dgn filmnya dan ingin mmh.

"Rindy, ganti ama dvd ya? " "Film apaan tuch? " "Ini, film romantis dari Jepang, pengin liat nggak? " "Ya, bolehlah, abis acaranya nggak ada yang menarik sich" "Okey, duduk dekat sini" pinta aku pada Rindy untuk duduk di sofa agar nyaman menonton film itu.

Sebetulnya sich, itu film triple x dari jepang mengenai seorang gadis yang mencintai guru wanitanya lalu mereka bersetubuh dan bercinta dgn gaya yang romantis dgn berbagai macam gaya.

Volume tv dan ac aku perbesar hingga Rindy mendekat dan mepet dgn aku. Untung rumah udah sepi karena pembantu udah pulang semua dan lagi rumah aku besar, jadi volume suara tv yang besar itu nggak kedengaran lagi dari luar.

"Film bf ya? " tanya Rindy tanpa menoleh pada aku. "Tapi bagus lho, untuk pelajaran sex" "Bagus, sich bagus, tapi aku jadi pengin nich" gumam Rindy tak jelas karena napasnya yang makin berat dan diselingi suara orang bercinta dari tv yang makin kencang.

"Gimana kalau kupegang toket mu" usulku. "Hush, ngaco kamu Tika, kita ini sama-sama cewek tau" jawabnya sambil monyong, namun itu justru menambah gairah aku semakin tinggi. "Daripada kamu megang sendiri, hayoo" jawab aku tak mau kalah sambil meraba toket nya.

"Jangan, Tika. Jangan. " teriaknya keras karena kaget toket nya aku pegang. Namun teriakannya tak membuat aku jera, bahkan telinganya yang sensitif aku cium dgn lembut. "Kurang ajar kamu, sst. " tolaknya lemah dgn mendesis.

"Mmh. " Pergumulan aku dgn Rindy berlangsung seru, hingga beberapa menit Rindy masih memberontak, tetapi karena gairahnya udah naik dan ditambah lagi dgn ciuman dan remasan aku pada daerah sensitifnya, akhirnya Rindy menyerah jg.

Cerita Sex ABG Lesbian Sexy Main Dildo Rame-Rame

Bahkan dgn sigap membalas mencium bibir aku dgn ganas sambil meraba nonok aku yang udah mulai basah sejak tadi. "Sst. Mmh. Tunggu. " potong aku menghentikan ciuman dan serangannya Rindy.

"Hahh, ada apa Rika? " "Buka dastermu. " pinta aku untuknya agar membuka daster, sementara aku jg telah membuka dasterku sendiri hingga bugil. "Wah, susumu besar jg ya? " kata Rindy kagum ngeliat toket aku yang udah tegak, sambil jg melepaskan dasternya, bahkan celana dalamnya pun ikut dilepaskan jg hingga kita menjadi sama-sama bugil.

Dan kita pun kembali saling berciuman di sofa tanpa mempedulikan film jepang itu. aku mengambil inisiatif untuk memulai mencium toket nya. "Sst. Sst. " "Mmh. gantian. " rintih Rindy karena nggak dapat menahan ciuman dan jilatan lidah aku pada toket nya.

Maka aku pun berganti posisi dgn Rindy yang menjilat toket aku dgn semangat hingga nonok aku jg ikut dibelai, bahkan jari-jarinya yang lentik keluar masuk ke dalam lubang nonok aku dgn cepat hingga aku mengalami orgasme yang pertama.

"Mmh. Enak. Rindy, cepetan. Sst. " rintih aku karena tak tahan lagi dgn permainan Rindy yang begitu hebat, bahkan Rindy sekarang menjilat nonok aku dgn liar hingga beberapa menit, aku semakin mendorong nonok aku ke arah mulutnya yang sedang menghisap bagian dalam.

"Sstss. pinggirnya. ssts. Ya. yang i. tu. " rintih aku terpatah-patah. Tiba-tiba Rindy menghentikan permainannya. "Ada apa Rindy? " "Kita coba yang seperti di film, mau khan? " usulnya.

"Boleh aja. " jawab aku senang karena memang senang dgn gaya enam sembilan. Gaya enam sembilan itu maksudnya aku yang berada di posisi atas menghadap Rindy yang berada di posisi bawah dgn saling menjilat nonok masing-masing, bahkan saking enaknya hingga kepala aku terjepit oleh Rindy yang rupanya jg telah mengalami orgasme yang pertama.

kita melakukan pergumulan itu di sofa hingga dua jam dan rupanya Rindy pun puas atas permainan itu. "Hahh, lega rasanya. " "Gimana, enak nggak? " "Enak jg ya" "Mau lagi nggak? " "Mau dong kalau caranya gitu" jawab Rindy manja sambil mencium bibir aku gemas.

Malam itu aku dan Rindy menghabiskan permainan yang seru itu di kamar, bahkan Rindy tak henti-hentinya meremas toket aku dgn gemas, kadang-kadang aku puaskan Rindy dgn alat kelamin pria plastik, tentu aja alatnya yang bisa bergetar hingga itu menambah nikmat percintaan aku dgn Rindy.

Beberapa ronde kita lalui hingga pagi, jg di kamar mandi. Keesokannya, seperti biasa aku udah bersiap ke kantor dgn Rindy. "Ayo Rindy, udah siap belum? " "Udah boss, ayo" gandeng Rindy mesra sambil mencium bibir aku lembut.

"Hush, nanti dilihat orang lho" "Iya ya. " Maka sejak itu, aku dan Rindy sering bercinta di rumahnya atau rumah aku, bahkan pernah beberapa kali kita bercinta di dalam mobil.

Pada saat hari libur, Rindy mengajak aku dan beberapa temannya ikut berdarmawisata ke pulau Bali dan Lombok. Salah satu di antaranya bernama Selvi yang orang Malang. "Tika, kamu ikut tour besok nggak? " tanya Rindy.

"Tentu dong, yang ke Bali dan Lombok khan? " jawabku. "Iya dong, eh. kenalin nich, teman aku" ujar Rindy memperkenalkan temannya. "Selvi" katanya memperkenalkan diri. "Rika Sari" jawab aku sambil menjabat tangannya yang kuning langsat itu.

"Ayo Rindy, sampai besok ya" jawab Rindy menggandeng Selvi. Hari yang ditunggu-tunggu akhirnya tiba, aku dgn beberapa teman kantor jadi berwisata ke pulau Bali dan Lombok, jg ada Selvi dan Rindy.

Dari obrolan kita, aku ketahui bahwa Selvi itu umurnya baru 17 tahun, 175 cm/52 cm, dgn toket 34D, orangnya cukup ramah dan sopan. Rindy pernah bercerita pada aku bahwa Selvi adalah seorang lesbian sejati, udah pernah beberapa kali pacaran, namun kandas di jalan hingga hatinya hancur lebur.

"Rindy, sini bentar Rindy" panggil aku pada Rindy. "Ada apa Tik" "Tukeran duduk ya, Selvi di sini dan tas ini di tempatmu, gimana? " usulku. "Enak aja, kapan lagi kesempatan gini datang" "Please dong, khan kamu udah lama kenal ama Selvi" "Iya dech, cuman aku boleh liat dong di sebelah. " canda Rindy sambil mencolek toket aku dgn gemas.


Cerita seks ABG Lesbian Sexy Main Dildo Rame-Rame
  • Akhirnya dalam bis itu, aku yang mulanya duduk di belakang dgn tas besar entah siapa yang punya, dapat kesempatan duduk dgn Selvi yang cantik. Rindy tak ketinggalan duduk di sebelah dgn tas besar yang udah aku pindahkan.
  • Selvi dalam perjalanan itu memakai rok jins hitam dgn kaos merah mudanya, sungguh serasi dgn bentuk tubuhnya yang proporsional. Rupanya Selvi atau yang biasa aku panggil dgn Selvi senang curhat dgn aku, bahkan beberapa kali matanya mengarah pada toket dan bawah rok jins biru aku yang agak naik ke atas, mungkin celana dalam aku yang berwarna putih polos kelihatan, tapi aku cuek aja.
  • Bahkan aku sengaja beberapa kali menyingkap rok aku hingga paha aku yang putih kelihatan dgn jelas hingga Selvi salah tingkah memperhatikan rok aku. Malam itu kita udah melewati kota Probolinggo, aku lihat teman-teman udah pada tidur karena kelelahan, sementara Rindy memperhatikan aku sambil mengedipkan matanya beberapa kali.
  • Di bis wisata itu yang duduk di belakang cuma aku, Rindy, seorang teman lain dan beberapa barang bawaan yang menumpuk, sementara yang lain duduk di depan, tentu aja ada yang berpasangan.
  • Sementara itu Selvi rupanya udah tertidur pulas dgn kepalanya bersandar pada bahu kanan aku hingga perasaan aku jadi tak enak karena napasnya yang harum dan lembut tercium oleh aku, di samping itu posisi duduknya yang sungguh membuat dada aku berdebar-debar karena kakinya menopang pada paha aku.
  • dgn perlahan aku menyelimutinya hingga kita berdua tertutup oleh selimut hingga cuma tinggal kepala aja yang kelihatan. Tangan kanan Selvi aku pegang dan aku di tempatkan toket aku.
  • tiba-tiba Selvi membuka matanya dan menatap aku tajam. "Eh. Eh. Selvi. Belum tidur ya? " tanya aku tergagap-gagap karena kaget ngeliat nya bangun tiba-tiba. "Iya Mbak, belum ngantuk nich" jawabnya tersenyum ramah dan nggak melepaskan tangannya dari toket aku, padahal aku udah horny.
"Jangan panggil Mbak dong, panggil Tika aja ya" "Iya dech, Tika udah punya pacar belum? " tanyanya. "Belum, emangnya kenapa? " "Masak, cewek secantik kamu belum punya pacar! " "Emang belum, kamu sendiri? " "Udah pernah sich, cuma sering putus, lebih suka sahabatan ama cewek" "Oh gitu ya. " "Rika, boleh nggak Selvi peluk? " pintanya.

"Boleh aja, terserah Selvi dech" gumam aku pelan karena Selvi dgn pelan meremas toket aku dgn gemas, bahkan udah masuk dalam bh aku dan meremasnya dgn lembut.

"Sstss. Selvi. " desisku. "Gimana Rika? " tanya Selvi yang berusaha membuka bh aku. "Enak Selvi. Sstss. aku boleh. " belum sempat Selvi menjawab, tangan aku udah masuk ke dalam roknya dan membelai nonok nya yang masih memakai celana dalam.

"Sst. Rika. Ayo dong. " ajak Selvi menuntun tangan aku untuk masuk lebih dalam dan menyentuh nonok nya. Akhirnya aku dan Selvi saling meremas toket dan menyentuh nonok hingga Selvi duluan orgasme karena tak tahan dgn jari-jari aku yang keluar masuk nonok nya dgn cepat.

Rindy yang dari tadi memperhatikan aku, jg ikut-ikutan merogoh toket nya sendiri. Belum sempat aku orgasme, bis itu sampai Denpasar, dan kita memesan kamar masing-masing untuk esok paginya kita lanjutkan dgn pesiar keliling pulau Bali.

"Gimana nich Selvi, aku khan belum. " "Tenang aja Rika, gimana kalau kita tidur berdua? " jawab Selvi santai karena tahu bahwa aku belum puas. "Iya dech" "aku boleh ikut nggak, boleh ya. " rengek Rindy tiba-tiba mendekati kita.

"Boleh aja, gimana Selvi, Rindy boleh ikut nggak! ? " tanya aku pada Selvi. "Okey, pasti tambah asyik ya" jawabnya sambil mengedipkan mata pada aku. Jadilah aku memesan kamar bertiga dan setelah kita diberi pengarahan dari pemandu wisata agar bangun jam 8, maka aku langsung masuk kamar.

Setibanya di kamar dan menaruh tas, aku peluk Selvi dan menghimpitnya ke tembok hingga toket aku yang montok menempel ketat pada toket nya. "Udah nggak sabar nich yee. " goda Rindy sambil memeluk aku jg dari belakang dan langsung mencium leher aku dgn ganas.

"Selvi. Kamu. " "Udah Rika, ayo kita terusin yang tadi" jawab Selvi sambil melumat bibir aku dgn ganas. "Mmh. " Selvi yang mencium aku dgn ganas itu jg tak kalah gesitnya mencoba kembali membuka bh aku yang akhirnya terlepas jg ke bawah, tangannya dgn terampil kembali meremas-remas toket aku, di samping itu Rindy berusaha melepas rok jins dan celana dalam aku hingga aku yang pertama-tama bugil duluan.

Entah siapa yang memulai duluan, tahu-tahu aku udah berada di tempat tidur dgn toket aku yang dijilati Selvi dgn lincah, bahkan Rindy pun jg udah bugil dan sekarang sedang menjilati nonok aku dgn lahap.

"Sst. Uuh. Mmh. " rintih aku keras karena tak tahan diperlakukan oleh dua orang wanita cantik yang menjilati bagian sensitif aku. Beberapa menit kemudian aku pun tak tahan dan mengalami orgasme yang pertama.

Selvi jg minta ganti posisi di bawah untuk kita kerjai yang aku bagi tugas dgn Rindy, aku bagian menjilat nonok nya dan Rindy bagian toket dan bibirnya.

Beberapa menit permainan itu kita lanjutkan dgn cara saling berganti posisi. "Rika. Sstss. Geli. Ahh. Ssts" "Ssts. Mmh. Jilat yang itu. Ya. " rintih Selvi yang sedang berjongkok karena nonok nya dijilat oleh Rindy.

"Sstss. Go. Yang. Rindy. Sstss. " desis aku meminta Rindy yang nonok nya sedang aku gesek-gesekkan dgn nonok aku untuk menggoyang pinggulnya lebih keras. Permainan demi permainan kita lewati hingga akhirnya aku meminta Selvi memasang kontol plastik yang bisa bergetar itu pada nonok nya.

Bentuknya seperti celana dalam yang di tengahnya ada kontol plastik. "Sstss. Pelan. Selvi. Argh. " jerit aku karena Selvi memasukkan kontol buatan itu terlalu cepat pada nonok aku.

"Mmh. Gimana Rika, enak. ? " "Ssts. Ya, ayo. " perintah aku setelah Selvi memasukkan kontol plastik itu dan mendorongnya keluar masuk hingga aku merasa nikmat dan menjepit kontol plastik itu dgn keras hingga dinding nonok aku berdenyut-denyut.

"Sstt. Ayo. Selvi. Lebih cepat lagi. " pintaku. "Sstss. Mmh. Sstss. Argkk. " jerit aku melengking karena cepatnya Selvi memasukkan kontol plastik itu hingga aku orgasme berulang-ulang yang ditambah lagi rangsangan pada toket aku yang dijilat dan dikulum oleh Rindy sambil tangannya tak henti-hentinya jg meremas toket Selvi.

memek aku mengeluarkan lendir berwarna putih, sungguh banyak sekali. "Lega rasanya, nikmat jg pake kontol buatan. " "Enak nggak rasanya Rika? " tanya Rindy pada aku dgn mimik heran.

"Lho, kamu belum pernah toh Rindy? " tanyaku. "Belum tuch, biasanya sich cuma ama cewek aja" "Nikmat kok rasanya, aku sering pake kalau lagi nggak ada pasangan" jawab Selvi sambil membersihkan kontol plastik itu untuk kita gunakan lagi.

"Gimana Rindy, kamu coba dech, sini biar kucobain buat kamu. " bujukku pada Rindy yang kelihatan masih ingin mencoba kontol buatan ini selain gaya enam sembilan favorit Rindy dan aku.

Malam itu kita bertiga menguras habis energi untuk bercinta hingga ke kamar mandi, bahkan dgn senangnya aku bisa memandikan Selvi yang paling muda di antara kita bertiga.

"Pelan-pelan ya masukinnya" pinta Rindy cemas. "Tenang aja, nggak sakit kok" kata aku meyakinkan Rindy yang ngeliat aku udah memasang kan celana dalam ber kontol itu di kemaluan aku.

ABG Lesbian Sexy Main Dildo Rame-Rame cerita sex, abg lesbian sexy ngentot kontol plastik cerita seks, ngentot, abg lesbian sexy, ngentot main dildo, abg lesbian sexy
ABG Lesbian Sexy Main Dildo Rame-Rame

Permukaan kontol plastik itu ada bintik-bintiknya yang nggak beraturan dan aku jg nggak begitu mengerti apa manfaatnya, mungkin aja untuk menambah rasa nikmat jika bersentuhan dgn dinding nonok.

"Sst. Mmh. Sstss. Aduh. " jerit Rindy pelan karena kontol itu terpeleset keluar bibir nonok nya. Akhirnya seluruh kontol plastik itu masuk ke dalam nonok Rindy yang masih sempit itu, mungkin Rindy masih perawan karena beberapa saat kemudian sedikit keluar darah.

Memang selama aku bersahabat dgn Rindy, Rindy jarang bergaul dgn teman pria, kebanyakan teman wanita seperti aku dan yang lainnya. Sedangkan Selvi pergaulannya luas termasuk dgn pria hingga nonok Selvi udah agak melebar dibandingkan dgn nonok aku dan Rindy.

"Rindy, kamu masih perawan ya? " tanya aku serius pada Rindy. "Eh. Iya. Berarti kamu yang pertama melakukannya, Sayang" jawabnya mesra sambil mencium aku dgn lembut. "Mmh. " aku berusaha maju mundur mengikuti aksi seperti yang di film bf, para pria memajumundurkan kontol nya ke dalam nonok si wanita.

Sambil memasukkan kontol buatan, aku meremas-remas toket Rindy. "Sstss. Ter. Us. Sstss. " "Sst. Selvi. Ayo. " ajak Rindy sambil mengajak Selvi untuk berciuman dgn aku. "Sstss. Sstss. Mmh. " Sambil berciuman dgn Selvi, aku memasukkan kontol plastik itu keluar masuk dgn irama yang teratur hingga pantat Rindy bergoyang pelan.

Rupanya Rindy menikmati permainan kontol plastik itu hingga meminta aku agar cepat menaikkan tempo keluar masuknya kontol plastik itu dalam nonok nya. "Ayo Selvi, isap puting aku" "Iya, Rika. " "Sstss. Mmh. " rintih aku agak keras karena Selvi bukan aja mengisap puting aku, bahkan menggigit puting aku dgn gemas hingga aku merasa nikmat dan mendorong kontol plastik itu semakin cepat aja.

"Sstss. Sstss. Sstss. Bagi. Rindy. Sstss. Itu. " desis Rindy mengarahkan aku untuk menyodokkan kontol itu pada bagian lubang nonok nya. Permainan dgn Rindy membutuhkan waktu yang lama karena ia menahan irama birahinya hingga pinggul aku pegal-pegal, kemudian setelah aku lelah, aku menyuruh Selvi untuk ganti menindih Rindy dgn kontol plastik itu.

"Selvi, gantian ya, aku capek nich" "Ya, ayo sini" jawab Selvi sambil memasang kontol itu dan langsung memasukkannya dalam nonok Rindy dan mereka pun bermain dgn bernafsu hingga Selvi melahap bibir Rindy dgn ganas.

aku pun menyelipkan tangan di antara toket mereka dan meremas-remasnya supaya Rindy cepat orgasme. Dan akhirnya Rindy melepaskan ciuman Selvi dan memintanya agar lebih cepat. "Sstss. Sstss. Sstss. Ayo. Selvi. Cepetan. " "aku. Sstss. Mau. Keluar. Sstss. " rintih Rindy hingga Selvi semakin mendorong dgn cepat kontol plastik itu hingga Rindy bergerak-gerak liar dan menjepit Selvi dgn kuat.

"Sstss. Arghh. " jerit Rindy melengking karena cairan putihnya akhirnya keluar jg untuk terakhir kalinya.
-o0o-

cerita seks, ngentot, abg lesbian sexy, ngentot main dildo, abg lesbian sexy

ABG Lesbian Sexy Main Dildo Rame-Rame cerita seks, cerita seks, ngentot, abg lesbian sexy, ngentot main dildo, abg lesbian sexy cerita dewasa terbaru ngentot, cerita seks dewasa, cerita seks, ngentot, abg lesbian sexy, ngentot main dildo, abg lesbian sexy
ABG Lesbian Sexy Main Dildo Rame-Rame
ABG Lesbian Sexy Main Dildo Rame-Rame, cerita seks , ABG Lesbian Sexy Main Dildo Rame-Rame cerita sex, abg lesbian sexy ngentot kontol plastik cerita seks, ngentot, abg lesbian sexy, ngentot main dildo, abg lesbian sexy, kisah porno, kisah sex bokep, sex, ABG Lesbian Sexy Main Dildo Rame-Rame

10
205

Tags cerita dewasa paling populer di blog ini: cerita seks, Cerita Dewasa, 17 Tahun, sex, Ngentot, Memek, Istri, selingkuh, Kontol, Entot, Mama, gangbang, tante, threesome, ABG, Binal, sexy, toket, payudara.
Aktifkan javascript lalu tekan F5, untuk membuka halaman
meng-klik link cerita secara normal
dan membuka gambar lebih besar.
Cerita dewasa seks terpanas, update setiap hari cerita terbaru Cerita seks dewasa ngentot memek isteri, perek, bispak.
http://cerita-dewasa-terpanas.blogspot.com