Kakak Entot Memek Adik Kandung Sampe Ngecrot

Kakak Entot Memek Adik Kandung Sampe Ngecrot | Sungguh sebelumnya aku tak menyangka bahwa aku akan meniduri adikku sendiri yang bernama Silvi. Dia termasuk anak yang rajin dan ulet, sebab dia adalah yang memasak dan mencuci pakaian sehari-hari. mamaku janda, sedangkan ayahku telah lama meninggal.

Entah mengapa mama tidak berniat untuk menikah lagi. Yang mama lakukan setiap hari adalah sejak jam 4 pagi dia sudah pergi ke kantor dan pulang menjelang sore, itu pun kalau terpaksa sedang tidak punya uang.

Sedangkan adikku karena seringnya tinggal di rumah maka dia kurang pergaulan hingga kuperhatikan keliatan nya dia belum pernah pacaran. Oh ya, selisih umurku dengan adikku hanya terpaut dua setengah tahun dan saat itu dia masih duduk di kelas 1 smu.

Baiklah, aku akan mulai menceritakan pengalaman seks dengan adikku ini. Kejadiannya ketika itu aku baru pulang dari rumah temanku Anto pada siang hari, ketika sampai di rumah aku mendapati adikku sedang asyik menonton serial telenovela di salah satu tv swasta.

aku pun langsung membuat kopi, merokok sambil berbaring di sofa. Saat itu serial tersebut sedang menampilkan salah satu adegan ciuman yang hanya sebentar karena langsung terpotong oleh iklan.

Setelah ngeliat adegan tersebut aku menoleh kepada adikku yang ternyata tersipu malu karena ketahuan telah ngeliat adegan tadi. "Pantesan betah nonton film gituan" ujarku. "Ih, apaan sih" cetusnya sambil tersipu malu-malu.

Beberapa menit kemudian serial tersebut selesai jam tayangnya, dan adikku langsung pergi ke wc. Kudengar dari aktifitasnya, rupanya dia sedang mencuci piring. Karena acara di televisi tidak ada yang seru, maka aku pun mematikan tv tersebut dan setelah itu aku ke wc untuk buang air kecil.

Mataku langsung tertuju pada belahan pantat adikku yang sedang berjongkok karena mencuci piring. "Silvi, ikut dulu sebentar pingin pipis nih" sahutku tak kuat menahan. Setelah aku selesai buang air kecil, pikiranku selalu terbayang pada bongkahan pantat adikku Silvi.

Aku sendiri tadinya tak mau berbuat macam-macam karena kupikir dia adalah adikku sendiri, apalgi adikku ini orangnya lugu dan pendiam. Tetapi dasar setan telah menggoyahkan pikiranku, maka aku berpikir bagaimana caranya agar dapat mencumbu adikku ini.

Aku seringkali mencuri pandang ngeliat adikku yang sedang mencuci, dan entah mengapa aku tak mengerti, aku langsung saja berjalan menghampiri adikku dan memeluk tubuhnya dari belakang sambil mencium tengkuknya.

Mendapat serangan yang mendadak tersebut adikku hanya bisa menjerit terkejut dan berusaha melepaskan diri dari dekapanku. Aku sendiri lalu tersadar. Astaga, apa yang telah aku lakukan terhadap adikku.

Aku malu dmamaatnya, dan kulihat adikku sedang menangis sesenggukan dan lalu dia lari ke kamarnya. ngeliat hal itu aku langsung mengejar ke kamarnya. Sebelum dia menutup pintu aku sudah berhasil ikut masuk dan mencoba untuk menjelaskan perihal peristiwa tadi.

"Maafkan. kakak, kakak tadi salah" "Terus terang, kakak nggak tahu kenapa bisa sampai begitu" Adikku hanya bisa menangis sambil telungkup di tempat tidurnya. Aku mendekati dia dan duduk di tepi ranjang.

"Silvi, maafin kakak yah. Jangan dilaporin sama mama" kataku agak takut. "kakak jahat" jawab adikku sambil menangis. "Silvi maafin kakak. kakak berbuat demikian tadi karena kakak nggak sengaja lihat belahan pantat kamu, jadinya kakak nafsu, lagian kan kakak sudah seminggu ini putus ama Teh Dewi" kataku.

"Apa hubungannya putus ama Teh Dewi dengan meluk Silvi" jawab adikku lagi. "Yah, kakak nggak kuat aja pingin bercumbu" "Kenapa sama Silvi" jawabnya. Setelah itu aku tidak bisa berbicara lagi hingga keadaan di kamar adikku begitu sunyi karena kita hanya terdiam.

Dan rupanya di luar mulai terdengar gemericik air hujan. Di tengah kesunyian tersebut lalu aku mencoba untuk memecah keheningan itu. "Silvi, biarin atuh kakak meluk kamu, kan nggak akan ada yang lihat ini" Adikku tidak menjawab hanya bisa diam, mengetahui hal itu aku mencoba membalikkan tubuhnya dan kuajak bicara.

"Silvi, lagian kan Silvi pingin ciuman kayak di film tadi kan? " bujukku. "Tapi kakak, kita kan adik kakak? " jawabnya. "Nggak apa-apa atuh Silvi, sekalian ini mah belajar, supaya entar kalo pacaran nggak canggung" Entah mengapa setelah aku bicara begitu dia jadi terdiam.

Wah bisa nih, gumanku dalam hati hingga aku pun tak membuang kesempatan ini. Aku mencoba untuk ikut berbaring bersamanya dan mencoba untuk meraih pinggangnya. Aku harus melakukannya dengan perlahan.

Belum sempat aku berpikir, Silvi lalu berkata. "kakak, Silvi takut" "Takut kenapa, Say? " tanyaku. "Ih, meuni geuleh, panggil Say segala" katanya. "Hehehe, takut ama siapa? Ama kakak? kakak mah nggak bakalan gigit kok", rayuku.

"Bukan takut ama kakak, tapi takut ketahuan mama" jawabnya. Setelah mendengar perkataannya, aku bukannya memberi alasan melainkan bibirku langsung mendarat di bibir ranum adikku yang satu ini.

Mendapat perlakuanku seperti itu, keliatan kulihat adikku terkejut sekali, karena baru pertama kalinya bibir yang seksi tanpa lipstick ini dicumbu oleh seorang laki-laki yang tak lain adalah kakaknya sendiri.

Adikku pun langsung mencoba untuk menggeserkan tubuhnya ke belakang. Tetapi aku mencoba untuk menarik dan mendekapkan lebih erat ke dalam pelukanku. "Mmhh, mmhh. , kakak udah dong" pintanya.

Aku menghentikan pagutanku, dan kini kupandangi wajah adikku dan rasanya aku sangat puas meskipun aku hanya berhasil menikmati bibir adikku yang begitu merah dan tipis ini. "Silvi, makasih yah, kamu begitu pengertian ama kakak" kataku.

"Kalau saja Silvi bukan adik kakak, udah akan kakak. " belum sempat aku habis bicara. "Udah akan kakak apain" bisiknya sambil tersenyum. Aku semakin geregetan saja dmamaatnya ngeliat wajah cantik dan polos adikku ini.

"Udah akan kakak jadiin pacar atuh. Eh Silvi, Silvi mau kan jadi pacar kakak", tanyaku lagi. Mendengar hal demikian adikku lalu terdiam dan beberapa saat kemudian ia bicara.

"Tapi pacarannya nggak beneran kan" Katanya sedikit ragu. "Ya nggak atuh Say, kita pacarannya kalo di rumah aja dan ini rahasia kita berdua aja, jangan sampai temen kamu tau, apalagi sama mama" jawabku meyakinkannya.

Cerita Sex Kakak Entot Memek Adik Kandung Sampe Ngecrot

Setelah itu kulihat jam dinding yang ternyata sudah menunjukan jam 4 sore. "Udah jam 4 tuh, sebentar lagi mama pulang. kakak mandi dulu yah", kataku kemudian. Maka aku pun bangkit dan segera pergi meninggalkan kamar adikku.

Setelah kejadian tadi siang aku sempat tidak habis pikir, apakah benar yang aku alami tadi. Di tengah lamunanku, aku dikejutkan oleh suara mamaku. "Hayoo ngelamun aja, Silvi mana udah pada makan belum? " kata mamaku.

"Ada tuh, emang bawa apaan tuh Bu? " aku ngeliat mamaku membawa bungkusan. Setelah aku lihat ternyata mama membeli bakso, kemudian mamaku memangil Silvi dan kita bersama-sama menyantap Baso itu.

Untungnya setelah kejadian tadi siang kita dapat bersikap wajar, seolah tidak terjadi apa-apa sehingga mamaku tidak curiga sedikit pun. Malamnya aku sempat termenung di kamar dan mulai merencanakan sesuatu, nanti pagi setelah mama pergi ke kantor aku ingin sekali mengulangi percumbuan dengan adikku sekalian ingin tidur sambil mendekap tubuh adikku yang montok.

Keesokannya rupanya setan telah menguasaiku sehingga aku terbangun ketika mama berpamitan kepada adikku sambil menyuruhnya untuk mengunci pintu depan. Setelah itu aku mendekati adikku yang akan bergegas masuk kamar kembali.

"Ehmm, ehmm, bebas nih", ujarku. Adikku orangnya tidak banyak bicara. Mengetahui keberadaanku dia seolah tahu apa yang ingin aku lakukan, tetapi dia tidak bicara sepatah kata pun.

Karena aku sudah tidak kuat lagi menahan nafsu, maka aku langsung melabrak adikku, memeluk tubuh adikku yang sedang membelakangiku. Kali ini dia diam saja sewaktu aku memeluk dan menciumi tengkuknya.

Dinginnya udara pagi itu tak terasa lagi karena kehangatan tubuh adikku telah mengalahkan hawa dingin kamar ini. peler ku yang mulai ngaceng aku gesek-gesekkan tepat di bongkahan pantatnya.

"Say, kakak pingin bobo di sini boleh kan? " pintaku. "Idih, kakak genit ah, jangan kakak, entar. " "Entar kenapa? " timpalku. Belum sempat dia bicara lagi, aku langsung membalikkan tubuhnya dan langsung aku pagut bibir yang telah sejak tadi siang membuat pikiranku melayang.

Aku kemudian langsung mendorongnya ke arah dinding dan menghimpit hangat tubuhnya agar melekat erat dengan tubuhku. Aku mencoba untuk menyingkap dasternya dan kucoba untuk meraba paha dan pantatnya.

Walaupun dia menyambut ciumanku, tetapi tangannya berusaha untuk mencegah apa yang sedang kulakukan. Tetapi aku tersadar bahwa ciumannya kali ini lain daripada yang tadi siang, ciuman ini terasa lebih hot dan mengairahkan karena kurasakan adikku kini pun menikmatinya dan mencoba menggerakkan lidahnya untuk menari dengan lidahku.

Aku tertegun karena ternyata diam-diam adikku juga memiliki nafsu yang begitu besar, atau mungkin juga ini karena selama ini adikku belum pernah merasakan nikmatnya bercumbu dengan lawan jenis.

Kini tanpa ragu lagi aku mulai mencoba untuk menyelinapkan tanganku untuk kembali meraba pahanya hingga tubuhku terasa berdebar-debar dan denyut nadiku terasa sangat cepat, karena ini adalah untuk pertama kalinya aku meraba paha perempuan.

Sebelumnya dengan pacarku aku belum pernah melakukan ini, karena Dewi pacarku lebih sering memakai celana jeans. Dengan Dewi kita hanya sebatas berciuman. Kini yang ada dalam pikiranku hanyalah satu, yaitu aku ingin sekali meraba, menikmati yang namanya memek wanita hingga aku mulai mengarahkan jemariku untuk menyelinap di antara sisi-sisi celana dalamnya.

Belum juga sempat menyelipkan jariku di antara memek nya, Silvi melepaskan pagutannya dan mulutnya seperti ikan mas koki yang megap-megap dan memeluk erat tubuhku kemudian menyilangkan kedua kakinya di antara pantatku sambil menekan-nekan pinggulnya dengan kuat.

Ternyata Silvi telah mengalami orgasme. "kakak. aah, eghh, eghh" rintih Silvi yang dibarengi dengan hentakan pinggulnya. Sesaat setelah itu Silvi menjatuhkan kepalanya di atas bahuku. Aku belai rambutnya karena aku pun sangat menyayanginya, kemudian aku bopong tubuh yang telah lunglai ini ke atas tempat tidur dan kukecup keningnya.

"Gimana Sayang, enak? " bisikku. Aku hanya bisa ngeliat wajah memerah adikku ini yang malu dan tersipu, selintas kulihat wajah adikku ini manisnya seperti Nafa Urbach. "Gimana rasanya, Sayang? " tanyaku lagi.


Cerita seks Kakak Entot Memek Adik Kandung Sampe Ngecrot
  • "kakak, yang tadi itu apa yang namanya orgasme? " Eh, malah ganti bertanya adikku tersayang ini. "Iya Sayang, gimana, enak? " jawabku sambil bertanya lagi. "He-eh, enakk banget" jawabnya sambil tersipu.
  • Entah mengapa demi ngeliat kebahagian di wajahnya, aku kini hanya ingin memandangi wajahnya dan tidak terpikir lagi untuk melanjutkan aksiku untuk mengarungi lembah belukar yang terdapat di kemaluannya hingga sesaat kemudian karena kulihat matanya yang mulai sayu dan mengantuk akibat orgasme tadi maka aku mengajaknya untuk tidur.
  • kita pun terus tertidur dengan posisi saling berpelukan dan kakiku kusilangkan di antara kedua pahanya. Hangat tubuh adikku kurasakan begitu nikmat sekali. Yang ada dalam pikiranku adalah betapa nikmatnya jika aku menikah nanti, pantas saja di jaman sekarang banyak yang kawin entah itu sudah resmi atau belum.
  • Tanpa terasa aku pun sadar dan terbangun dari tidurku, dan kulihat jam di kamar adikku telah menunjukkan jam 9 lewat dan adikku belum juga bangun dari tidurnya.
  • Wah gawat, berarti dia hari ini tidak sekolah, pikirku. "Silvi, bangun kamu nggak sekolah? " tanyaku membangunkannya. Silvi pun mulai terbangun dan matanya langsung tertuju pada jam dinding.
  • Dia terkejut karena waktu telah berlalu begitu cepat, sehingga dia sadar bahwa hari ini dia tidak mungkin lagi pergi ke sekolah. "Aahh, kakak jahat kenapa nggak ngebangunin Silvi" rajuknya manja.
  • "Gimana mau ngebangunin, kakak juga baru bangun" kataku membela diri. "Gimana dong kalo mama tahu, Silvi bisa dimarahin nih, ini semua gara-gara kakak" "Loo kok kakak yang disalahin sih, lagian mama nggak bakalan tahu kalau kakak nggak ngomongin kan" jawabku untuk menghmamarnya.
  • "Bener yah, Silvi jangan dibilangin kalau hari ini bolos" "Iyaa, iyaa" jawabku. Entah mengapa tiba-tiba terlintas di pikiranku untuk mandi bareng. Wah ini kesempatan emas, alasan tidak memberitahu mama bahwa dia nggak masuk sekolah bisa kujadikan senjata agar aku bisa mandi bersama adikku.
"Eh, ada tapinya loh, kakak nggak bakalan bilang ama mama asal Silvi mau mandi bareng ama kakak" kataku sambil mengedipkan mata. "Nggak mau. kakak jahat, lagian udah gede kan malu masak mau mandi aja musti barengan" "Ya udah kalo nggak mau sih terserah" ancamku.

Singkat cerita karena aku paksa dan dia tidak ingin ketahuan oleh mama maka adikku menyetujuinya. "Tapi kakak jangan macem-macem yah" pintanya. "Emangnya kalo macem-macem gimana? " tanyaku.

"Pokoknya nggak mau, mendingan biarin ketahuan mama, lagian juga itu kan gara-gara kakak, Silvi bilangin kakak udah ciumin Silvi" balasnya mengancam balik. Jika kupikir-pikir ternyata benar juga, bisa berabe urusannya, seorang kakak bukannya menjaga adik dari ulah nakal laki-laki lain, eh malah kakaknya sendiri yang nakal.

Maka untuk melancarkan keinginanku untuk bisa mandi dengannya, aku pun menyetujuinya. kita berdua akhirnya bangun dari tidur dan setelah berbenah kamar, kita berdua pun pergi menuju kamar mandi.

Sesampai di kamar mandi kita hanya saling diam dan kulihat adikku agak ragu untuk melepaskan pakaiannya. "kakak balik dulu ke belakang, Silvi malu nih" pintanya. "Apa nggak sebaiknya kakak yang bukain punya Silvi, dan Silvi bukain punya kakak" Tanpa pikir panjang aku menghampiri adikku dan aku cium bibirnya.

Agar dia tidak malu dan canggung untuk membuka pakaiannya, aku genggam tangannya dan aku tuntun untuk membuka bajuku. Tanpa dikomando dia membuka bajuku setelah itu kutuntun lagi untuk membuka celana basket yang aku kenakan.

Setelah keadaanku bugil dan hanya memakai celana dalam saja kulihat adikku tegang, sesekali dia melirik ke arah selangkanganku dimana penis ku sudah dalam keadaan siaga satu. Kini giliranku menanggalkan daster yang ia kenakan.

Begitu aku buka, aku terbeliak dmamaatnya karena ternyata tubuh adikku begitu bohai (body aduhai). Dia lalu berusaha menutupi selangkangannya. Lalu dengan sengaja kucolek toket nya hingga adikku melotot dan menutupinya.

Kemudian aku pun balik mencolek vagina nya, hehehe. "Idihh, kakak nggak jadi ah mandinya, malu", rajuknya. Adikku lalu mengambil handuk dan melilitkan handuk tersebut kemudian melangkah keluar kamar mandi, tetapi karena aku tidak mau kesempatan emas ini kabur maka aku pegang tangannya dan terus aku peluk sambil kukecup bibirnya, karena ternyata adikku sangat merasa nyaman bila bibirnya aku cium.

Aku lalu menarik handuknya hingga terlepas dan jatuh ke lantai, dan aku pepet tubuhnya ke arah bak air lalu gayung kuambil dan langsung kusiramkan ke tubuh kita berdua.

Merasakan tubuhnya telah basah oleh siraman air, adikku berusaha untuk melepaskan ciuman dan desakan yang aku lakukan, tapi usahanya sia-sia karena aku semakin bernafsu menyirami tubuh kita sambil penis ku aku tekan-tekan ke arah selangkangannya.

Setelah tubuh kita benar-benar basah, aku bagai kemasukan setan. Selain menyedot bibirnya dengan ganas aku pun langsung mencoba untuk melepaskan celananya. Setelah celana dalamnya terlepas dari sarangnya hingga ke tepi lutut, aku pun menariknya ke bawah dengan kakiku hingga benar-benar terlepas.

Sadar bahwa aku akan berbuat nekat, Silvi semakin berusaha untuk melepaskan tubuhnya. Sebelum usahanya membuahkan hasil aku melepas pagutannya. "kakak, stop please" rengeknya sambil menangis. "Silvi, tolong kakak dong. Silvi tadi pagi kan udah ngalami orgasme, kakak belum. " pintaku.

Dan tanpa menunggu waktu lagi di saat tenaganya melemah, aku kangkangkan pahanya sambil kukecup bibirnya kembali sehingga dia tidak bisa menolaknya. Di saat itu aku meraih burungku dari cd-ku dan mencoba mencari sarang yang sudah lama ini ingin kurasakan.

Dalam sekejap penis ku sudah berada tepat di celah pintu memek adikku, dan siap untuk segera menjebol keperawanannya. Merasa telah tepat sasaran maka aku pun menghentakkan pinggulku.

Dan aku seperti benar-benar merasakan sesuatu yang baru dan nikmat melanda seluruh organ tubuhku dan kudengar adikku meringis kesakitan tapi tidak berusaha untuk menjerit. ngeliat hal itu aku mencoba untuk mengontrol diriku dan mencoba menenangkan perasaan yang membuatku semakin tak karuan, karena aku merasa diriku dalam keadaan kacau tetapi nikmat hingga sulit untuk diuraikan dengan kata-kata.

Aku mencoba hanya membenamkan kontol ku untuk beberapa saat, karena aku tak kuasa ngeliat penderitaan yang adikku rasakan. Kini pandangan aku alihkan pada kedua toket adikku yang masih diselimuti bh-nya.

Aku mencoba untuk melepaskannya tapi mendapat kesulitan karena belum pernah sekalipun aku membukanya hingga aku hanya bisa menarik bh yang menutupi toket adikku dengan menariknya ke atas dan tiba-tiba dua bongkah surabi daging yang kenyal menyembul setelah bh itu aku tarik.

ngeliat keindahan toket adikku yang mengkal dan putingnya yang bersemu coklat kemerahan, aku pun tak kuasa untuk segera menjilat dan menyedotnya senikmat mungkin. "kakak, ahh, sakit" rintih adikku.

Seiring dengan kumainkannya kedua buah toket adikku silih berganti maka kini aku pun mencoba untuk menggerakkan pinggulku maju mundur, walau aku juga merasakan perih karena begitu sempitnya lubang memek adikku ini.

Badan kita kini bergumul satu sama lain dan kini adikku pun mulai menikmati apa yang aku lakukan. Itu dapat aku lihat karena kini adikku tidak lagi meringis tetapi dia hanya mengeluarkan suara mendesah.

"Eenngghh, acchh, enngg, aacchh" "Gimana, enakk? " aku mencoba memastikan perasaan adikku. Dia tidak menjawab bahkan kini justru tangannya meraih kepalaku dan memapahnya kembali mencium mulutnya. Karena aku tidak ingin egois maka aku pun menuruti kehendaknya.

Aku kulum bibirnya dan lidah kita pun ikut berpelukan menikmati sensasi yang tiada tara ini. Tanganku kugunakan untuk meremas toket nya. Gila, kenikmatan ini sungguh luar biasa, kini aku pun mencoba untuk menirukan gaya-gaya di film bf yang pernah kulihat.

Adikku kuminta menungging dan tangannya memegang bak mandi. Aku berbalik arah dan mencoba untuk segera memasukan kembali penis ku ke dalam vagina nya, belum sempat niat ini terlaksana aku segera mengurungkan niatku, karena kini aku dapat ngeliat dengan jelas bahwa memek adikku merekah merah dan sangat indah.

Cerita seks Kakak Entot Memek Adik Kandung Sampe Ngecrot cerita incest kakak entot memek adik kandung kisah dewasa ngentot
Kakak Entot Memek Adik Kandung Sampe Ngecrot

Karena gemas aku pun lalu berjongkok dan mencoba mengamati bentuk memek adikku ini hingga aku melongo dmamaatnya. Mengetahui aku sampai melongo karena ngeliat keindahan memek nya, adikku berlagak sedikit genit, dia goyangkan pantatnya bak penyanyi dangdut sambil terkikik cengengesan.

Merasa dikerjai oleh adikku dan juga karena malu, untuk mebalasnya aku langsung saja membenamkan wajahku dan kuciumi memek adikku ini, hingga kembali dia hanya bisa mendesah. "Aahh, kakak mau ngapain. , ochh, enngghh" desahnya sambil mengambil nafas panjang.

Mmhh, ssrruupp, cupp, ceepp, suara mulutku menyedot dan menjilati memek adikku ini, dan aku perhatikan ada bagian dari memek adikku ini yang aneh, mirip kacang mungkin ini yang namanya itil, maka aku pun mencoba untuk memainkan lidahku di sekitar benda tersebut.

"Acchh, kakak, nnggeehh, iihh, uuhh, gelii", erangnya saat aku memainkan itilnya tersebut. Karena mendengar erangannya yang menggoda aku pun tak kuasa menahannya dan segera bangkit untuk memeluk adikku dan memasukannya kembali dengan cepat penis ku agar bersemayam pada memek adikku ini.

Baru beberapa kocokan penis ku di vagina nya, adikku seakan blingsatan menikmati kenikmatan ini hingga dia pun meracau tak karuan lalu. "kakak, Silvih, eenngghh, aahh. " Rupanya adikku baru saja mengalami orgasme yang hebat karena aku rasakan di dalam vagina nya seperti banjir bandang karena ada semburan lava hangat yang datang secara tiba-tiba.

Kini aku merasakan kenikmatan yang lain karena cairan tersebut bagai pelumas yang mempermudah kocokanku dalam memek nya. Setelah itu adikku kini lunglai tak bertenaga, yang ia rasakan hanya menikmati sisa-sisa dari orgasmenya dan seperti pasrah membiarkan tubuhnya aku entot terus dari belakang.

Mengetahui hal itu aku pun kini mengerayangi setiap lekuk tubuh adikku sambil terus ngentotin memek nya, mulai dari mencium rambutnya, menggarap toket nya sampai-sampai aku seperti merasakan ada yang lain dari tubuhku, ada perasaan seperti penis ku ini ingin pipis tapi tubuh ini terasa sangat-sangat nikmat.

"kakak, udah. kakak, Silvi udah lemess. " kata adikku. "Tunggu Sayangg, kakak maauu sampe nih, oohh" Kurasakan seluruh tubuhku bagai tersengat listrik dan sesuatu cairan yang cukup kental aku rasakan menyembur dengan cepat mengisi rahim adikku ini.

Sambil menikmati sisa-sisa kenikmatan yang luar biasa ini aku memegang pantat adikku dan aku hentakkan pinggulku dengan keras membantu penis ku untuk mencapai rongga rahim adikku lebih dalam.

kita berdua kini hanya bisa bernafas seperti orang yang baru saja berlari-lari mengejar bis kota. Setelah persetubuhan yang terlarang ini kita pun akhirnya mandi, dan setelah itu karena tubuhku lemas maka aku tiduran di sofa sambil menikmati acara televisi dan adikku kulihat kembali melakukan aktifitasnya membereskan rumah meskipun tubuhnya jauh lebih lemas.


***

cerita ngentot, seks incest, kakak entot memek adik kandung, incest kakak entot memek adik

Kakak Entot Memek Adik Kandung Sampe Ngecrot cerita ngentot, cerita ngentot, seks incest, kakak entot memek adik kandung, incest kakak entot memek adik cerita dewasa terbaru seks incest, cerita seks dewasa, cerita ngentot, seks incest, kakak entot memek adik kandung, incest kakak entot memek adik
Kakak Entot Memek Adik Kandung Sampe Ngecrot
Kakak Entot Memek Adik Kandung Sampe Ngecrot, cerita seks , Cerita seks Kakak Entot Memek Adik Kandung Sampe Ngecrot cerita incest kakak entot memek adik kandung kisah dewasa ngentot, kisah porno, kisah sex bokep, sex, Kakak Entot Memek Adik Kandung Sampe Ngecrot

10
205

Tags cerita dewasa paling populer di blog ini: cerita seks, Cerita Dewasa, 17 Tahun, sex, Ngentot, Memek, Istri, selingkuh, Kontol, Entot, Mama, gangbang, tante, threesome, ABG, Binal, sexy, toket, payudara.
Aktifkan javascript lalu tekan F5, untuk membuka halaman
meng-klik link cerita secara normal
dan membuka gambar lebih besar.
Cerita dewasa seks terpanas, update setiap hari cerita terbaru Cerita seks dewasa ngentot memek isteri, perek, bispak.
http://cerita-dewasa-terpanas.blogspot.com