Mama Mertua Pengganti Memek Istri Ku

Mama Mertua Pengganti Memek Istri Ku | Perkawinanku yanng telah berusia enam tahun tergolong mulus dan memberi banyak kebahagiaan. Tetapi tidak sejak beberapa bulan lalu, setelah istriku Windi terkena kanker toket dan terpaksa salah satu miliknya itu harus diangkat. Windi menjadi sangat murung dan kehilangan gairah hidup.

Bahkan dia memutuskan keluar dari tempatnya bekerja di sebuah perusahaan swasta. Kuakui, dengan hilangnya salah satu toket di tubuh Windi, ada sebagian pesonanya yanng hilang. Bila dia telanjang, kurasakan ada sesuatu yanng hilang.

Sepasang toket nya yanng sangat montok dan selalu menjadi pelampiasan gairahku kini tinggal satu. Bagian yanng lain menjadi rata dan bahkan ada semacam luka parut yanng sangat mengganggu.

Namun krn saya gak mau menyakitinya, kuanggap itu bukan masalah. Bahkan kerap kuyakinkan bahwa saya gak pernah berpikir untuk meninggalkannya. Tetapi tidak bagi Windi. Kehilangan toket menjadikannya hilang rasa percaya diri.

Setiap hari hanya berbaring di tempat tidur. Tidak mau mengerjakan apa pun termasuk mengurus Lani, putriku yanng berusia 3 tahun anak kami satu-satunya. Untung ada mama mertuaku yanng memutuskan tinggal bersama kami setelah Windi menjalani operasi.

Dan krn mama mertuaku itulah segala pekerjaan rumah menjadi beres termasuk memasak dan mengurus Lani. Malangnya, Windi sama sekali menolak diajak berhubungan intim sejak mulai sakit dan sampai toket nya diangkat.

dia malah selalu menyuruhku untuk mencari wanita pengganti krn menurutnya dia sudah tidak pantas lagi melayaniku. Maka sebagai laki-laki berusia 33 tahun (istriku berumur 28 tahun), yanng masih sangat potens dalam soal seks, saya sering merasa puyeng.

Mau mencari kepuasan ke wts saya merasa jijik. Di samping dipakai banyak orang, pasti membawa penyakit berbahaya. Pernah melintas pikiran buruk untuk merayu mama mertuaku. Usia mama mertuaku sudah 53 tahun dan telah menjanda sejak kematian suaminya tiga tahun lalu.

Pikiran ngeres itu muncul setelah saya sempat memergokinya mengenakan pakaian yanng sangat minim. Suatu hari dia sedang mandi. Tiba-tiba dari arah dapur tercium bau gosong nasi yanng sedang ditanak.

saya yanng sedang memberi makan burung di dekat dapur jadi berteriak. "Bau gosong apa nih mama, nasi yah? " ujarku saat itu krn tidak tahu mama mertuaku ada di kamar mandi.

mama mertua yanng mendengar teriakanku langsung lari keluar dari kamar mandi. Tubuhnya yanng masih basah kuyup, krn belum selesai mandi, hanya dililit handuk yanng berukuran gak cukup lebar.

Hanya menutup dada dan sedikit di bawah pangkal pahanya. Dengan tergesa dia segera mengangkat panci, mematikan kompor dan memindahkan nasi ke magicjar agar nasi tidak berbau gosong semua.

Saat itulah, saat mama mertuaku melakukan segala aktivitas itu, saya bisa ngeliat sebagian tubuh mama mertuaku yanng belum pernah kulihat. Kulit mama ternyata lebih bersih dibandingkan kulit Windi, istriku.

buah dada nya kurasa juga lebih besar dibanding kepunyaan Windi. Hanya mungkin sudah agak kendur. saya tidak bisa memastikan krn belum pernah menyentuhnya dan saat itu terbelit oleh handuk yanng dililitkannya.

Namun, yanng lebih membuatku panas dingin, adalah saat dia membungkukkan badan. krn handuknya kelewat kekecilan, saat membungkuk handuknya menjadi tambah terangkat. Jadilah saya bisa ngeliat pahanya yanng membulat sampai ke pangkalnya.

Juga pantatnya yanng besar dan pinggul yanng mengundang pesona. Bahkan, ah, saya juga bisa ngeliat vagina mama mertuaku yanng tampak mengintip di antara kedua pangkal pahanya. Kemaluan mama mertuaku tampak gundul tanpa rambut.

tampak nya habis dicukur. melihat itu, gairahku langsung naik cukup tinggi. Jakunku menjadi turun naik dan denyut jantung menjadi tidak teratur. Maklum sudah cukup lama tidak mendapat layanan istri di tempat tidur.

Saat itu saya nyaris nekad memeluk mama mertuaku dari belakang dan melampiaskan hasrat yanng menggelegak. Namun takut dianggap kurang ajar dan bisa mengundang masalah bila mama mertuaku tidak berkenan, saya pendam keinginan itu.

Juga krn penampilan mama selama ini sangat pendiam dan rajin menasehati hingga saya tidak berani kurang ajar. Dari waktu ke waktu, sikap istriku bukannya membaik tetapi semakin buruk.

dia hanya keluar kamar saat makan atau mandi dan selebihnya dihabiskan untuk tidur atau nonton tv yanng juga tersedia di kamar. dia juga menolak bila diajak berhubungan badan.

Jadilah kami sering bertengkar seperti yanng terjadi malam itu. "Kalau kamu tetap dingin, biar nanti saya mencari pelacur untuk menggantikanmu, " kataku dalam nada tinggi krn gak bisa menahan emosi.

Gairahku malam itu memang sudah naik ke ubun-ubun. Tetapi Windi hanya menjawab santai. "saya kan sudah minta Mas Bob mencari wanita lain yanng bisa melayani. saya nggak apa-apa kok, " ujarnya enteng.

Emosiku meledak. Sambil keluar kamar pintu kututup kencang hingga menimbulkan bunyi yanng cukup keras. Ingin rasanya saya menstater motor keluar untuk mencari pelacur di pinggir jalan atau ke hotel yanng menyediakan wanita panggilan.

Tetapi kemana, saya tidak punya pengalaman? Dan lagi malam sudah sangat larut. Untuk meredam emosi, kuambil sebotol air dingin dan kubawa ke kandang ayam di belakang rumah.

Tempat yanng paling kusenangi untuk melamun dan mengurangi rasa gundah. Benar emosiku mulai reda setelah beberapa tegukan air dingin membasahi kerongkonganku. Terlebih setelah sebatang rokok kunyalakan dan kuhisap.

Berteman asap rokok, anganku mengembara memikirkan nasib perkawinanku yanng porak-poranda gara-gara kanker yanng diderita istriku. Namun saat saya hendak menyalakan batang rokok berikutnya, suara mama mertua mengagetkanku.

"Bertengkar lagi ya Bob, " lirih suara mama mertuaku terdengar. Wanita itu ternyata telah berdiri gak jauh dari tempat saya duduk di kegelapan kandang ayam. "I. mama belum tidur? Maafkan saya mama, " ujarku sedikit tergagap.

"Bukan kamu yanng salah. Tetapi memang Windi yanng keterlaluan. Padahal mama sudah berkali-kali mengingatkan, " katanya lagi seolah menyalahkan diri sendiri. mama mertuaku mendekat dan duduk menjejeriku di kursi panjang.

Mungkin dia tidak enak dengan sikap putrinya itu. "Saya emosi krn Windi lebih senang kalau saya tidur dengan pelacur. Saya pusing sekali. , " "I. Iya mama tahu. Pasti kamu sangat pusing, " ujarnya lirih mencoba memahami perasaanku.

Sasaat kami hanya diam membisu. saya dengan pikiranku yanng kesal dengan ulah istrik. Sedang mama mertuaku? Entah menerawang kemana pikiranbnya. Sampai akhirnya, "Kalau mau mama punya usul. , ta. tapi, " mama mertuaku nampak ragu untuk menyelesaikan kalimatnya.

"Usul apa mama? Katakan saja. , " "Begini. Dulu, kalau mama hamil muda, bawaannya enggan melayani bapaknya Windi. Bahkan dipaksa pun mama menolak. Dan itu berlangsung sampai tiga bulan. Maka bapak jadi tidak kuat. Akhirnya sebagai jalan keluar, setiap ingin bapak minta itunya dikocok oleh tangan mama sampai keluar, " ujar mama mertuaku.

"Saya sudah minta begitu mama, tetapi Windi tetap tidak mau, " kataku menukas. mama mertuaku terdiam. dia ingin menyampaikan sesuatu tetapi tampak ragu. Wajahnya menunduk. Sampai akhirnya, "Bob, mama kasihan sama kamu. Biarlah mama yanng bantu mengocok, biar pusingnya hilang, " ujarnya lirih.

Sungguh saya sangat senang dengan tawaran mama mertuaku. Daripada mengocok sendiri sambil membayangkan paha dan pantat besar mama mertuaku. Kini dia yanng malah menawarkan diri untuk mengocok peler ku.

Pasti lebih asyik, pikirku. "Te. Terus kapan mama? Saat ini kepala saya sangat pusing. " Memang sejak tadi gairahku naik cukup tinggi. "Sekarang juga boleh, " katanya menawarkan.

Tadinya mama mertuaku mau melakukannya di tempat kami duduk di dekat kandang ayam. Tapi kutolak dengan alasan kurang leluasa dan tempatnya kurang nyaman. Akhirnya kami sepakat melakukan di kamar tamu, krn di kamar yanng ditempati mama mertuaku ada Lani putriku.

mama memintaku untuk lebih dulu mengecek apakah Windi sudah pulas apa belum. Katanya, nggak enak kalau sampai Windi tahu. Dan Windi ternyata sudah pulas mendengkur hingga saya langsung menyusul mama mertuaku ke kamar tamu.

Di dalam kamar, mama mertua menungguku duduk di tepian ranjang. Tapi dia nampak canggung, mungkin malu atau entah apa yanng membersit di kepalanya. Namun saya gak peduli dan segera kulepaskan sarung dan baju kaos yanng kukenakan.

Dengan rudal yanng telah tegak mengacung dan tubuh bugil telanjang bulat saya duduk merapat ke mama mertuaku. "Ayolah mama, biar pusingku hilang. Katanya mau mengocok? " kataku sambil menarik tangan mama mertuaku dan menempelkannya di kontol ku.

melihat peler ku yanng ukurannya lumayan besar dan telah tegak mengacung, wanita itu agak tertegun ngeliat nya. Wajahnya kian tertunduk tapi kuyakin dia mengagumi alat kejantananku itu.

Mengagumi kepala kontol ku yanng membonggol dan batangnya yanng cukup besar dihiasi urat-urat menonjol. "Dibandingkan milik ayah, besar mana mama dengan punyaku? " Kataku mencoba menetralisir ketegangan.

Dengan reflek mama mertua mencubit pahaku. Tapi dia tidak marah. "Hushh. Jangan ngomongin orang yanng sudah meninggal. Tapi punya kamu memang jauh lebih besar. Sampai takut mama ngeliat nya, " ujar mama mertuaku.

"Takut. apa seneng? " timpalku. dia mencubit lagi, tapi pelan saja dan tidak menimbulkan sakit. Selanjutnya, tangan mama mertuaku mulai beraksi. Pertama kepala kontol ku dibelai-belainya dengan lembut, lalu usapannya turun ke kantung pelirku.

Cara menyentuhnya benar-benar profesional dan menimbulkan sensasi luar biasa. Terlebih saat dia mulai menggenggam batang kontol itu dan mengocoknya perlahan. Disamping mengocok, terkadang tangan mama mertuaku seperti meremas gemas batang kontol ku.

Akupun mendesah, menggelinjang menahan nikmat. "Ahh. Sshh. Enak sekali mama. ,. Oohh, " rintihku tertahan. Tanpa sadar saya telah mendekap mama mertuaku. Wajahku yanng membenam di lehernya membaui aroma wangi cologne yanng biasa dipakai istriku hingga gairahku kian terpacu.

Cerita Sex Mama Mertua Pengganti Memek Istri Ku

Dan ah, ternyata mama mertuaku tidak mengenakan bh. saya tahu krn lenganku yanng mendekap tubuhnya menyentuh bukit lembut di balik daster yanng dikenakannya. Maka segera saja susu mama mertuaku itu kugerayangi.

Meski saya menggerayang dari luar dasternya, tapi kuyakin toket mama mertuaku lebih besar dibanding milik Windi istriku. Hanya agak lembek dan kendur. Bentuknya juga sudah merosot dan menggelantung krn putingnya berada agak di bawah.

Sambil menahan nikmat oleh kocokkan dan elusan mengasyikkan tangannya pada peler ku, kubelai dan sesekali kuremas toket mama mertuaku. Bergantian kiri dan kanan. gak puas hanya menggerayangi dari luar bajunya, tanganku mulai mencari-cari kancing dasternya dan langsung kubukai.

Namun ketika tanganku hendak menelusup merogoh masuk melalui bagian atas dasternya yanng telah terbuka, dia seolah mencegah. "mama sudah tua Bob, punya mama sudah jelek dan kendur, " katanya seperti mengingatkan tapi tidak mencoba mencegah tanganku yanng telah menelusup masuk.

Dulu susu mama mertuaku pasti sangat montok dan mancung bentuknya. Pasti almarhum ayah mertuaku senang membelai, meremas atau meneteknya. Kini di usianya yanng telah 53 tahun, memang sudah agak kendur.

Namun tetap tidak mengurangi gairahku untuk meremasinya. Apalagi putingnya juga besar menonjol, hingga saya jadi gemas untuk memilinnya dengan telunjuk dan mama jariku. Nafas mama mertuaku mulai memberat setiap saya memilin-milin putingnya.

Dengus nafasnya menerpa wajahku yanng berada sangat dekat dengan wajah mama mertuaku. "Bob, lama banget punya kamu keluarnya. mama sudah pegel nih mengocoknya, " perlahan mama mertuaku berujar.

Sebenarnya itu siasatku saja krn sejak tadi pertahananku sudah hampir jebol tetapi selalu kutahan. "Kalau begitu mama berhenti dulu deh, gantian saya yanng kerja, " kataku sambil turun dari ranjang lalu mengambil posisi berjongkok di depan kaki mama mertaku yanng menjuntai.

"Kamu mau apa Bob? ! " dia sangat kaget ketika saya menyingkapkan dasternya dan mencoba merenggangkan posisi kakinya. "saya ingin lihat punya mama, " balasku. Tadinya mama mertuaku mencoba bertahan agar posisi kakinya tetap terhimpit.

Namun krn saya memaksa, himpitannya mulai mengendor. "mama nggak pakai celana dalam Bob. Jangan, mama malu, " katanya lagi tetapi membiarkan tanganku merenggangkan kedua kakinya. Dari balik dasternya yanng tersingkap sangat lebar, ternyata benar.

Di samping tidak mengenakan bh, mama mertuaku juga tidak memakai celana dalam. Di antara pahanya yanng membulat putih montok, kemaluannya tampak membusung lebar. Tetapi tanpa rambut, nampaknya mama mertuaku rajin mencukur.

Bibir kemaluannya agak tebal dan berwarna agak kecoklatan. Kontras dengan celahnya di bagian agak ke dalam yanng berwarna merah muda. Pasti ayah mertuaku dulu sering mengentotnya dan dari lubang inilah Windi dilahirkan.

Jakunku turun naik dan berkali-kali saya meneguk air liur ngeliat pemandangan menggairahkan itu. gak tahan cuma hanya ngeliat nya, saya mulai menyentuh dan menggerayangi kemaluannya. Kuusap-usap dan kubelai vagina nya yanng membukit dan menggairahkanku itu.

Sudah enam bulan lebih saya gak menyentuh bagian paling merangsang milik wanita ini atau sejak istriku selalu menolak kuajak berhubungan suami istri. Ternyata, vagina gundul tanpa rambut juga lebih merangsang.

saya membelai vagina nya sambil mulutku menciumi paha montok mama mertuaku. mama mertuaku menggelinjang, mendesah menahan gairah. Dan sejauh itu, dia membiarkanku meluahkan gairahku yanng telah cukup lama disapih dalam segala hal oleh Windi, istriku.

Namun ketika ciumanku mendekat ke selangkangannya, mama mertuaku sedikit berontak. Tangannya menahan kepalaku agar mulutku gak menempel di bibir kemaluannya. "Iihh. Mau diapain Bob? Jangan ah, kotor, " katanya.

Apakah dia tidak pernah mendapatkan oral seks? Mungkin saja, krn ayah dan mama mertuaku tergolong produk lampau. Berpikir begitu saya jadi nekad untuk memperkenalkan jilatan lidahku yanng sering membuat istriku kelojotan bak cacing kepanasan.

Kutekan keras kepalaku untuk mengalahkan penolakan mama mertuaku sampai mulutku menyentuh vagina nya. vagina mama mertuaku tidak berbau, nampaknya dia rajin merawatnya. Saat lidahku mulai menyapu bibir kemaluannya, penolakannya mulai mengendur.

Bahkan kuyakin dia mulai menikmatinya ketika lidahku menelusup ke celah vagina nya dan menjilati kelentitnya. dia mengerang dan merintih tertahan. "Gimana mama, enak kan? " ujarku sambil terus menjilat dan menyapu lubang nikmat mama mertuaku.

Bahkan sesekali kucerucupi dan kusedot-sedot kelentitnya. dia terus mendesis dan mengerang menahan nikmat. "Aahh. ,. Sshh. ,. Enak sekali Bob, oohh. mama baru merasakan yanng seperti ini Bob. , oohh. ,. Sshh. ,. Aakkhh, " erangnya tertahan.

Lubang vagina mama basah, banjir oleh campuran ludahku dan cairan yanng keluar dari memek nya yanng terasa asin. Rintihan dan erangan mama mertuaku membuat gairahku kian terpacu.

saya juga takut dia mendahului mencapai klimaks dengan oral seks dan menjadikannya menolak untuk disetubuhi. Maka di tengah erangan dan rintihannya yanng gak putus-putus, saya langsung berdiri.

Kakinya yanng menjuntai ke bawah ranjang makin kurenggangkan dan peler ku yanng tegak mengacung kuarahkan ke liang sanggamanya. Kepala kontol ku yanng membonggol besar kugeser-geserkan di bibir kemaluannya yanng merekah lalu perlahan kudorong masuk.

Bblleess, sekali tekan amblas terbenam batang kontol ku. krn di samping banyak cairan pelicin yanng bercampur ludah, nampaknya lubang vagina mama mertuaku sudah cukup longgar. mama mertuaku yanng tadinya tiduran bangkit seperti terkaget dan seolah hendak memprotes tindakanku.

"Bob. ,. Ja. Jangan! Aa. saya mama mertuamu Bob, ja. Ja. ,. Aahh. Oohh. ,. Sshh. ,. Akkhh, " tetapi protesnya berubah menjadi erangan dan ungkapan kenikmatan setelah saya memaju mundurkan kontol ku di lubang memek nya.

Susu mama mertuaku yanng besar ikut terguncang-guncang setiap kali kontol ku keluar masuk di lubang nikmatnya. Tubuhnya tergetar dan matanya membeliak-beliak dengan mulut yanng terus mendesis. tampak nya dia sangat menyukai sodokan-sodokan peler ku yanng menghujami vagina nya.

Sebenarnya saya ingin sekali meremasi susu mama mertuaku yanng terguncang-guncang menggemaskan itu atau mengulum putingnya yanng mencuat coklat kehitaman. Ingin pula kulumat bibirnya yanng membasah. Namun krn ingin memberi kesan yanng baik padanya, saya berusaha sekuat tenaga untuk dapat memuaskannya.

Hunjaman peler ku di lubang nikmatnya kadang kupercepat dan kadang kumainkan dalam tempo lambat. Sambil terus menyodok-nyodok vagina nya, sesekali kelentitnya yanng mencuat kumainkan dengan jari telunjukku yanng telah kubasahi dengan ludah.

Variasi yanng kulakukan membuat mama mertuaku semakin kelabakan. Pinggulnya diangkat seperti hendak menyongsong sodokan peler ku. Rintihan dan erangannya semakin keras. Untung pintu kamar sudah kukancing dari dalam dan istriku pulas tertidur.

Akhirnya, tubuh mama mertuaku mengejang. "Ohh. Ahh. Shh. Aakkhh enak sekali Bob, mama nggak tahan mau keluar ahh. Ahh, " nampaknya dia hendak mendapatkan orgasmenya. Maka dengan cepat kupacu sodokan dan hunjaman peler ku di vagina mama mertuaku.


Cerita seks Mama Mertua Pengganti Memek Istri Ku
  • Hingga dia seperti melolong dan merintih menahan nikmat. saya baru berhenti setelah kulihat matanya membeliak dan hanya tampak bagian putihnya dan tangan mama mertuaku mencengkeram keras kain sprei tempatnya berbaring.
  • Kubiarkan mama mertuaku terkapar menikmati sisa-sisa kenikmatan yanng baru didapatnya dengan nafas yanng masih memburu. saya keluar menuju kamar mandi. saya ingin membersihku rudalku yanng masih tegak mengacung selagi mama mertuaku masih terkapar.
  • Batang peler ku terasa lengket belepotan oleh lendir dari vagina mama mertuaku. Juga sambil menengok Windi di kamarnya, takut dia terbangun. Saat saya kembali, mama mertuaku sudah berdiri dan bermaksud keluar kamar hingga saya mencegahnya.
  • "mama saya masih ingin. Saya belum keluar nih, " kataku berbisik sambil meremas pelan susunya. "Iya. , mama hanya ke kamar mandi sebentar kok, " ujarnya sambil mencubit tanganku yanng nakal.
  • Tidak begitu lama dia kembali masuk kamar. Tidak seperti di babak pertama dimana mama mertuaku agak canggung, di babak kedua dia lebih santai. dia sama sekali tidak menolak ketika tubuhnya langsung kupeluk dan kulepaskan handuk yanng melilit tubuhnya.
  • Bahkan masih sambil berdiri, ketika tanganku menggerayangi pantatnya yanng besar dan meremas-remasnya, dia membalas dengan meremasi dan mengocok peler ku yanng mengacung. Pantat mama mertuaku agak basah dan ada wangi sabun mandi yanng merebak.
  • Pasti dia telah menyabuni bagian bawah tubuhnya saat di kamar mandi. Lepas dari pantatnya, saya mulai menggerayangi toket nya. Susunya yanng bentuknya mirip pepaya menggelantung itu, kendati ukurannya cukup besar tetapi terasa lembek dalam remasan tanganku.
  • dia mulai mendesah saat mulutku mulai meneteknya. Putingnya yanng berwarna coklat kehitaman terasa mengeras dalam hiasapan mulutku. Ah, sudah lama saya tidak menetek susu Windi istriku. Maka meski toket mama mertuaku sudah lembek, saya tetap dengan rakus meneteknya.
  • Saat tubuhnya kudorong ke ranjang, dia langsung tiduran telentang. Pahanya dibuka lebar mengangkang hingga kemaluannya yanng besar membukit tempak merekah menanti batang zakarku. tampak nya mama mertuaku hanya mengenal posisi konvensional dalam bersetubuh.
  • "mama jangan mengangkang, nungging saja. Biar saya tusuk dari belakang, " kataku. "Memang bisa Bob? Ada-ada saja kamu, " dia memang keliatan kaget dengan posisi doggy style yanng kuminta.
Tetapi tanpa menolak, wanita berusia 53 tahun itu langsung memenuhinya. Dalam posisi menungging, pantat mama mertuaku keliatan lebih merangsang. Besar dan menggunung. Lubang anusnya coklat kehitaman, sementara kemaluannya yanng gundul nampak menyembul di bagian bawah di antara kedua pahanya.

Tanpa menunggu terlalu lama, saya yanng memang sudah cukup lama menahan gairah langsung mengarahkan kepala kontol ku ke lubang nikmatnya dari belakang. Mula-mula hanya kugesek-gesekkan di bibir kemaluannya lalu sedikit demi sedikit kutekan, hingga kepala kontol ku yanng membonggol besar mulai masuk.

Setelah mendapatkan jalan, langsung kudorong hingga amblas terbenam sampai seluruh batangnya melesak ke dalam. mama mertuaku agak tersentak dan tubuhnya sedikit mengejang. Mengentoti mama mertuaku dengan menusuk dari belakang ternyata lebih menggairahkan.

Sambil mengokocok-kocok lubang vagina nya dengan batang kontol ku, saya bisa meremasi pantatnya yanng besar. Sesekali kuulurkan tanganku untuk menggerayang dan meremas susunya yanng menggelantung dan terayun-ayun.

Wanita itu kembali mendesah dan terkadang merintih. Nampaknya dia mulai merasakan nikmatnya sodokan batang kontol ku. saya jadi tambah bersemangat, sodokanku semakin kupercepat. "Ahh. , ah. Ah, Bob enak sekali punyamu Bob. peler mu enak banget, ah. ah. Sshh. aakkhh, " mulut mama mertuaku terus meracau.

Mendegar lenguhan dan desahannya yanng bak orang kepedasan, saya kian bersemangat. saya ingin dia benar-benar puas oleh layananku. Syukur kalau sampai ketagihan. Hingga gak perlu pusing walau Windi mangkir melayani kebutuhan biologisku.

Kocokkan peler ku di vagina mama terus kupercepat sampai menimbulkan bunyi yanng khas. Cloop. Cloop. Cloop. Dan bunyi khas itu benar-benar ikut menyemangatiku untuk terus menancap dan menarik rudalku di dalam lubang nikmatnya.

Sampai akhirnya, pertahannan mama mertuaku kembali jebol. Kembali dia meraih orgasmenya hingga tubuhnya kembali mengejang dan akhirnya tubuh mertuaku ambruk tengkurap di kasur. "mama capai Bob, istirahat sebentar yah. Kamu kuat banget dan punyamu juga besar banget, Windi beruntung bersuamikan kamu, " di sela nafas beratnya.

Keringat tampak mengucur di dahi dan tubuhnya. dia pasti kelelahan. Selama mama tengkurap melepas lelah, saya juga memanfaatkannya untuk memulihkan tenaga dengan tiduran di sampingnya. saya tidak tega kalau harus memaksakannya terus melayaniku meskipun sebenarnya tadi hampir kuraih ejakulasiku.

Namun ngeliat ketelanjangan tubuh mertuaku, tanganku seperti gak mau diam. Bongkahan pantatnya yanng besar membusung mengundangku untuk meremas-remas dengang gemas. Bahkan sesekali jari tengahku sengaja menelusup di antara buah pantatnya dan kumasukkan ke dalam lubang vagina nya.

Akibatnya dia menggelinjang dan membalikkan tubuh menjadi telentang. "Geli Bob, tangan kamu nakal! " Ujarnya sambil memencet hidungku. Kembali bagian tubuhnya yanng mengundang gairahku langsung menjadi sasaran tanganku.

Perut mertuaku yanng sudah tidak rata bahkan sedikit bergelombang kuusap. Lalu susunya yanng sudah agak kendur kuremas dan kupilin pentilnya yanng besar. Namun saat saya bangkit dan hendak menindihnya dia mencegah.

"Kamu telentang saja. Sekarang giliran mama yanng melayani kamu. Tapi mama ke kamar mandi sebentar, " dia bangkit dan langsung keluar ke kamar mandi. Saat mertuaku kembali, dia membawa termos yanng biasa untuk menyimpan air panas, baskom plastik dan handuk kecil.

Tidak mungkin dia akan membuatkan kopi dengan peralatan seperti itu. Tetapi untuk apa? Pertanyaan itu terjawab setelah mama mertuaku kembali telanjang dan mulai menjalankan aksinya. Ternyata, handuk kecil itu setelah dicelup air hangat digunakan untuk menyeka tubuhku seperti mengompres tetapi dilakukan di sekujur tubuh.

Dimulai dari telapak kaki terus naik ke atas dan menyeka hampir seluruh permukaan kulitku. Hanya wajah dan rambutku yanng tidak dikompresnya. "Enak kan Bob? Ini membuat peredaran darahmu menjadi lancar dan menambah semangat, " katanya sambil terus menyeka bagian-bagian tubuhku.

saya merasa sangat dimanjakan olehnya. "Dulu Bapak (maksudku almarhum ayah mertuaku) juga suka dibeginikan kalau main sama mama? " "Ini idenya malah dari bapak, " jawab mama mertuaku.

Tubuhku terasa sangat segar dan gairahku kian meninggi setelah diseka seluruh permukaan kulitku dengan handuk hangat. Terakhir, secara khusus mama mertuaku mengompres cukup lama peler ku yanng masih tegak mengacung.

Bahkan biji-biji pelirku pun ikut disekanya juga sampai ke lubang duburku. Dan puncaknya, setelah handuk dan baskom diletakan di meja, giliran mulutnya yanng digunakan untuk mengerjai peler ku.

Dijilat-jilatnya kepala kontol ku yanng membonggol besar, lalu dikulum dan dimasukannya ke mulutnya. Hanya setengah batang kontol ku yanng berhasil masuk ke mulut mama mertuaku. Mungkin terlalu panjang ukurannya.

Tetapi terasa sangat nikmat saat dia mulai menghisap-hisapnya. "Aakhh. Enak sekali mama. Sshh. Oohh, " rintihku tertahan. Hisapan dan jilatan mulut Windi gak sampai senikmat mama mertuaku.

Tidak hanya batang kontol ku yanng disosor dengan mulutnya. Namun biji pelirku pun ikut dikulum dan diseka dengan lidahnya. Bahkan, lidah mama mertuaku bergerilya menyeka sampai ke lubang duburku.

Nikmatnya gak terkira. saya menggelinjang, tubuhku meliuk-liuk menahan nikmat. "Aahh, sshh. Aahh, enak sekali mama. Ouuhhkhh. Sa. sa. Saya mau keluar mama, " rintihku akhirnya krn gak mampu menahan gairah lebih lama.

mama mertuaku langsung tanggap. Dihentikannya kuluman dan jilatan pada kontol ku. Diambilnya posisi berjongkok persis diatas pinggangku dengan kedua kaki berada diantara tubuhku yanng telentang. Kulihat vagina nya yanng ukurannya cukup besar nampak membuka lubangnya lalu dia mulai menurunkan pantatnya.

Kurasakan bibir kemaluannya menyentuh kepala kontol ku yanng tegak mengacung. Dan akhirnya, bblleess. Batang peler ku masuk ke kehangatan lubang vagina nya. saya kembali mengerang menahan nikmat yanng kudapatkan.

Terlebih saat mama mertuaku mulai menaik turunkan pantatnya. Nikmat yanng kurasakan terasa semakin menggila. Mungkin juga krn sudah cukup lama saya tidak bersetubuh sejak Windi istriku menolak melayani.

Hanya yanng pasti vagina mama terasa lebih mantap, kesat dan lebih menjepit. Sesekali mama mertuaku berhenti menaik turunkan pantatnya berganti gerakan dengan menggoyang-goyangkan pinggulnya secara memutar. Sepertinya dia ingin mengeluarkan semua jurusnya untuk memuaskan dahagaku.

saya semakin kelimpungan dibuai kenikmatan yanng diberikan. Satu hal yanng tidak kutemukan pada Windi, istriku, vagina mama mertuaku terasa lebih legit. Dinding bagian dalam kelaminnya mampu meremas dan mengempot batang peler ku, setiap kali dia menggoyang pantat dan menekannya.

Puncaknya, ketika goyangan pantat mertuaku semakin cepat, gairahku semakin gak tertahan. Tubuhku mengejang dan batang peler ku berkejut-kejut di lubang nikmat mama mertuaku menyemburkan mani dalam jumlah sangat banyak.

Di saat bersamaan, nampaknya mama mertuaku juga kembali mendapatkan orgasmenya yanng ketiga sampai akhirnya kami sama-sama terkapar. Sejak itu, saya dan mama mertuaku selalu mengulang permainan panas yanng memabukkan.

saya gak lagi harus menahan derita pusing kepala krn Windi gak mau memberi jatah layanan ranjangnya. Dan mama mertuaku, nampaknya juga sangat menikmati. Layaknya suami istri, kadang bahkan mama mertuaku yanng meminta.

"Punya kamu marem banget sih Bob, jadi mama suka ketagihan, " ujarnya memberi alasan. Tetapi dia tetap berusaha keras untuk selalu bersikap wajar di hadapan Windi hingga perbuatan kami lancar-lancar saja dari waktu ke waktu.

Seperti malam itu, saya harus lembur sampai malam dengan komputerku. krn besok sejumlah laporan harus sudah tersaji di meja pimpinan. Namun baru saja saya mau mulai menyelesaikan berkas terakhir yanng harus kukerjakan, pintu kamar tamu tempatku bekerja kudengar dibuka.

mama mertuaku masuk, membawa segelas besar kopi panas dan pisang keju kegemaranku. "Masih banyak lemburannya Bob, itu kopinya diminum dulu biar seger, " ujar mama mertuaku sambil memijat pundakku dari belakang.

Sikapnya yanng lembut dan penuh perhatian layaknya istri yanng berbakti kepada suami membuatku senang bermanja padanya. Sambil menyandarkan tubuh kunikmati pijatan tangannya yanng lembut. "Eehh kok malah kesenengan, nanti ketiduran. Itu kopinya diminum dan lanjutin kerjanya, nanti nggak selesai. mama mau lihat Lani di kamar, " ujarnya lagi ketika ngeliat ku terkantuk-kantuk krn pijatannya.

Namun sebelum dia keluar kamar saya sempat meraih tangannya. Kutarik dan kupaksa duduk di pangkuanku. Kupagut bibirnya dan tanganku langsung meliar ke bagian tubuhnya yanng paling kusuka.

Dibalik dasternya, mertuaku ternyata tidak memakai bh maupun celana dalam. Kuremas pelan toket nya dan kupilin-pilin putingnya. Sementara telapak tanganku yanng lain telah berhasil menelusup ke selangkangannya dan menemukan kemaluannya yanng tidak terbungkus cd.

"mama sudah kepingin ya. Kok nggak pakai bh dan cd? " ujarku berbisik di telinganya. Jari tengah tanganku telah berhasil masuk ke lubang memek nya. Terasa hangat dan basah.

dia menggelinjang dan kurasakan jemari tangannya telah mencengkeram kontol ku yanng mulai bangkit. saya memang hanya bersarung dan juga tidak pakai cd. "Tapi kamu kan lagi kerja Bob, " dia menjawab lirih sambil mendesah.

Besar juga nafsu mama mertuaku ini, pikirku dalam hati. "Sudah hampir rampung kok mama. Biar pagi-pagi sebelum berangkat saya selesaikan, " kataku. Nafsu mama mertuaku memang benar-benar besar.

gak kusangka wanita seusia dirinya masih memiliki gairah yanng cukup tinggi. Terbukti, setelah melepas daster yanng dikenakan dia langsung memerosotkan kain sarung yanng kukenakan. Rudalku yanng telah tegak mengacung dijadikan sasaran.

Wanita yanng kini bertelanjang bulat itu, sambil berjongkok mulai mengelus dan mengocok pelan kontol ku. "Punya kamu besar banget dan kekar Bob. mama benar-benar ketagihan, " katanya sambil mengagumi kejantananku yanng notabene adalah menantunya.

gak puas hanya meremas dan mengocok, dia mulai melumat batang kontol ku dengan mulutnya. Disapu-sapunya sesaat kepala kontol ku dengan lidahnya, lalu dikulumnya dengan nikmat tongkat komandoku itu.

Luar biasa nikmat kuluman mama mertuaku terlebih ketika dia mulai menghisap-hisapnya. saya menggelinjang menahan gairah dan kenikmatan yanng diberikan. "Aakkhh. Enak banget mama. Oohh. Ya. Ya terus ahh terus. Terus hisaapp aahh, " rintihku sambil memegangi dan meremas rambut kepala mama mertuaku.

Aksi mulut mama mertuaku di selangkanganku semakin menjadi. Setelah melepaskan kulumannya pada batang kontol ku, dia mengalihkan sasarannya di kantong kemenyan peler ku. Biji-biji pelirku dicerucupinya dengan lahap.

Bahkan, tanpa sungkan, lubang anusku ikut dijilatinya sekalian. saya jadi kelabakan menahan nikmat gak terkira. Terlebih ketika ujung lidahnya seperti hendak menyodok menerobos masuk ke lubang duburku.

Pertanahanku nyaris jebol kalau saja gak segera kuhentikan aksinya itu. Kami berganti posisi, kuminta dia duduk mengangkang di kursi yanng tadi kududuki. Kemaluan mama mertuaku nampak besar dan cembung.

Kelimis tanpa rambut, nampaknya baru habis dicukur. Bibir kemaluannya yanng tebal coklat kehitaman nampak berkerut-kerut. Mungkin begitulah kalau vagina sudah sering dipakai. Namun tidak menghalangi gairahku untuk segera melahapnya.

Mulutku langsung menciumi dan mencerucupinya. Dan kugunakan lidahku untuk menyapu dan menjilatnya. dia menggelinjang, menahan nikmat akibat sentuhan mulut dan lidahku di liang sanggamanya. Lubang vagina mama mertuaku tambah basah akibat bercampur dengan ludah yanng keluar dari mulutku.

Sesekali kelentitnya kujepit dengan dua bibirku dan kutarik-tarik. Lalu kuhisap dan kusedot. "Aauuww. Bob, kamu apakan mama? Ahh. Enak banget Bob. mama nggak pernah merasakan yanng seperti ini sayang. Ya. Ya. Terus. Terus hisap dan jilat sayang. mama bisa gila Bob. Ya. Ya. Aahh. Sshh aahh. Nikkhhmmaatt, " rintih mama mertuaku.

Reaksinya makin menjadi ketika lubang duburnya yanng kujadikan sasaran jilatan lidahku. dia menggelepar seperti cacing kepanasan dan mulutnya menceracau gak karuan. "Oohh. ,. mama enak banget Bob, teruss. Eenaakk. Sshh. Terus jilat sayang. ,. Ya. Ya. , terus jliat. Enakk sayang. ,. Aahh. Enak banget, " dia merintih sambil menjambaki rambutku.

saya takut suara mama sampai membangunkan Windi di kamarnya. Maka untuk mengurangi suara berisiknya, kusodorkan jari telunjuk tangan kananku ke mulutnya agar dia menghisapnya. Sesaat upayaku berhasil, setelah mulutnya tersumpal jari telunjukku.

Mulutnya tidak lagi menceracau dan mendesis-desis seperti ular cari mangsa yanng bisa membangunkan Windi. Bahkan dia mulai menghisap-hisap jariku yanng membuatku semakin menikmati acara pemanasan itu. Tetapi ketika ujung lidahku mulai mencucuk lubang duburnya, reaksinya kembali menggila.

dia mengerang tertahan dengan suara yanng cukup keras. "Aakkhh. ,. Enaak bangeett Bob! Aakkhh, sshh mama nggaak kuat. ,. Nggaakk kuat dan mau keluar Bob, " rintihnya makin menjadi.

saya tahu, itu pertanda dia gak dapat lagi membendung gairahnya. gak ingin menyiksanya terlalu lama, segera kuhentikan jilatan lidahku di lubang anusnya. Lagian saya juga sudah ingin menikmati kelegitan memek nya.

Maka kontol ku yanng telah tegak mengacung langsung kuarahkan ke kemaluan mertuaku. Kepala kontol ku yanng membonggol besar kugesek-gesekkan di bibir kemaluannya dan lalu kutekan. Bblleess. , sekali dorong langsung amblas tertelan di lubang nikmat itu.

Posisiku yanng berdiri sementara mama mertuaku duduk mengangkang di kursi sangat memungkinkanku untuk melakukan berbagai manuver. Maka dengan semangat 45 segera saja kugenjot tubuh mertuaku. Batang kontol ku langsung menyodok-nyodok, keluar masuk di dalam liang sanggamanya.

Sebagian bibir dalam memek mama mertuaku seperti ikut tertarik keluar bersama kontol ku dan kembali masuk ke dalam saat saya mendorongnya. Mungkin krn ukuran peler ku yanng kelewat besar atau krn bibir bagian dalam memek mama mertuaku yanng telah menggelambir.

Namun terus terang memek mama mertuaku lebih enak dibanding milik Windi, anaknya yanng juga istriku. " peler mu gede banget Bob. ,. Aahh. Sshh. Oouukkhh. Punya mama seperti mau jebol. Tapi bener-benar enak sayaang. ,. Aakkhh terus sayang. Enak banget, " mulutnya kembali menceracau.

"Saya juga suka sama vagina mama. Sshh. , aakkhh. Tebal, keset dan legit. Saya suka banget ngentot sama mama, " ujarku gak mau kalah. "Jadi meskipun Windi nggak mau melayani kamu nggak akan cari wanita lain kan? " Katanya lagi.

"Pasti mama, kan sudah ada mama! Kalau mama mau terus melayani, saya akan terus sayang sama Windi dan mama, " "Tentu sayang, tentu. mama suka banget dientotin sama kamu Bob. Aahh. ,. Aahh. Sshh. Ookkhh. Enak bangat. Aahh. Aahh. Sshh. Sshh. mama mau keluar sayang. Ya. Ya terus sayang, " mata mama mertuaku kulihat mebeliak-beliak dan mulutnya makin mendesis.

saya jadi kian semangat ngeliat dia telah hampir menggapai puncak kenikmatannya. Sodokan kontol ku di lubang vagina nya semakin kupercepat sambil tanganku meremas gemas toket nya yanng terguncang-guncang.

Kisah bokep, Mama Mertua Pengganti Memek Istri Ku, bokep baru mama mertua pengganti, cerita seks memek istriku gak ampuh suka vagina mama mertua pengganti
Mama Mertua Pengganti Memek Istri Ku

Akhirnya, seiring dengan puncak kenikmatan yanng kudapat, kurasakan tubuh mama mertuaku mengejang. Lalu vagina nya terasa mengempot dan menyedot kontol ku. "mama keluar. Bob. Aahh. Aahh mama keluar sshh. Aahh enak banget sayang. Enaakk. Banget, " rintihan mama mertuaku meninggi krn telah didapat orgasmenya.

Akupun gak mau kalah, kontol ku berkedut-kedut di lubang nikmat mama mertuaku. Pertahananku ambrol setelah maniku menyembur di vagina mama. "Saya juga keluaarrhh mama. , aahh. Sshh. ,. Ssh ayo jepit mama terus jepit dengan vagina mama, aahh enakk banget. Sshh. Aahh. Aakkhh. " Suasana hening sesaat.

krn kecapaian akhirnya kami pulas tertidur sambil berpelukan. Entah sampai kapan hubungan sumbang kami ini akan berakhir.
Mama Mertua Pengganti Memek Istri Ku
Mama Mertua Pengganti Memek Istri Ku, cerita seks , Kisah bokep, Mama Mertua Pengganti Memek Istri Ku, bokep baru mama mertua pengganti, cerita seks memek istriku gak ampuh suka vagina mama mertua pengganti, kisah porno, kisah sex bokep, sex, Mama Mertua Pengganti Memek Istri Ku

10
205

Tags cerita dewasa paling populer di blog ini: cerita seks, Cerita Dewasa, 17 Tahun, sex, Ngentot, Memek, Istri, selingkuh, Kontol, Entot, Mama, gangbang, tante, threesome, ABG, Binal, sexy, toket, payudara.
Aktifkan javascript lalu tekan F5, untuk membuka halaman
meng-klik link cerita secara normal
dan membuka gambar lebih besar.
Cerita dewasa seks terpanas, update setiap hari cerita terbaru Cerita seks dewasa ngentot memek isteri, perek, bispak.
http://cerita-dewasa-terpanas.blogspot.com