Ngentot Cewek Cool n Sexy Dikantor

Ngentot Cewek Cool n Sexy Dikantor | “Gentlemen, here is Virni, our new creative director,” kata Mr. David, chief executive media memperkenalkan cewek semampai cantik dan sexy. Si cewek tersenyum kecil pada kami. Sombong amat! Makiku dalam hati. Dia ngoceh dalam bahasa Inggris pada Mr. David yg menunjukkan mejanya, persis di seberang mejaku.

Si Virni melirik sekilas padaku, angkuh. “I’ll use my own laptop,” katanya, seakan meragukan kapasitas deretan Macintosh biro iklan kami. Dari balik monitorku sesekali kutengok dia. ngga cantik amat, tapi.. apa ya? Chic? Sensual? Bibirnya itu lho! Terpikir olehku, bagaimana rasanya.

Seharian si Virni duduk di depanku, dia nyaris gak bersuara. Suaranya yg rendah itu dihematnya untuk bicara soal pekerjaan saja. Selebihnya, sepi! ngga kenalan, ngga “say hi”. Pokoknya duduk diam dan asyik mengetik dan ceklak-ceklik dgn mouse-nya. Saat makan siang pun Virni makan dgn diam diam. Seloroh seloroh nakal bahkan bejat yg sering dilontarkan teman-teman paling-paling ditanggapinya dgn mengangkat sudut bibirnya saja. Selesai makan siang, kami yg mayoritas laki-laki merokok, kecuali Endah, front-officer merangkap sekretaris dan Bu Winta, kepala divisi marketing, serta Selly bagian rumah tangga merangkap perpustakaan.

Sampai dua bulanan berikutnya si Virni tetap seperti es. Dingin, diam, tanpa basa-basi. dia bekerja dgn efisiensi ala bule yg memang dikehendaki Mr. David dan para klien. Soal directing materi iklan dan mengkoordinir para sutradara production house dia memang jago. dia juga betah kerja lama, workaholic!

Suatu ketika biro kami ketiban pulung. Ada perusahaan minuman ringan besar yg mempercayakan penggarapan materi iklannya pada kami, untuk semua jenis media, selama 12 bulan. Kami kerja mati-matian dan praktis lembur tiap hari. Seperti biasa si Virni paling ampuh bertahan. Suatu malam, akhirnya teman-teman yg sudah begadang empat malam mana tahan juga, satu per satu pamit pulang duluan. Tinggal Virni dan saya yg masih bertahan. Kebetulan kami sama-sama lajang dan saya senior-art-designer, harus terus berkoordinasi dgnnya. Sunyi menyiksaku. dgn otak mampet begini, mana bisa ide cemerlang muncul.

“Virni, ngga capek?” kucoba berkomunikasi dgnnya.
dia mengangkat muka dari laptop-nya. dia tampak curiga dan pasang kuda-kuda.
“Mmm, ya ginilah,” sahutnya pendek.
“Boleh ngga, konsultasi di luar job?” tanyaku.
“Hmm?” dia menVirniut rokoknya.
Kucoba bercerita tentang Susan, pacarku. dia tertawa saja.
“Kalau ‘jam terbang’-mu bagaimana?” pancingku.
“Menurutmu gimana?” tanyanya balik sambil menatapku lurus-lurus.
“Yaah, kamu keliatannya ngga perlu cowok, tuh?”
dia tersenyum.
“Perlu sih perlu, tapi saya ngga suka terikat.”
“Jujur, ni ye,” ledekku.
“Iya dong. ngga kayak kamu,” katanya.
Wah, apa nih?
“saya kenal betul tatapan mata seperti itu,” dia menudingku.
“saya tahu apa aja yg biasa kau lihat dari situ, saya juga bisa menebak apa yg ada dalam otak kreatifmu itu..” sindirnya sambil tersenyum.
Darahku mulai berdesir.
“Apa coba yg saya pikir?” ego maskulinku tertantang.
Virni menyisihkan laptop-nya.
“Gini. I like her. saya pikir cewek ini lain, gimana ya rasanya have sex dgnnya..” katanya ringan meramal pikiranku.

Cerita Seks Ngentot Cewek Cool n Sexy Dikantor

saya nyaris tersedak asap rokokku. Kutatap dia. dgn tenang dia balas memandang. Tanpa malu-malu. Testoteron dan adrenalin-ku berpacu. Dia jelas-jelas memancing. Gobloknya saya!
“Kamu mau?” tanyaku lugas kepalang basah.
“Apa masih kurang jelas?” dia kembali balik bertanya.
Kuangkat bahuku meski dalam hati penasaran.
“saya senang kerja dgnmu, saya suka ide-idemu, suaramu, sikapmu. Pasti.. cukup hangat melewatkan malam dgnmu..” suaranya makin lama makin rendah.

saya bangkit dan memadamkan rokokku. Kudatangi mejanya. dia tetap tenang menantiku.
“Serius?” bisikku di hadapannya.
“Kita capek, dan perlu refreshing ‘kan?” jawabnya pelan.
Kujentik bibirnya. dia menatapku tenang. Telunjukku kusapukan ke bibirnya. dia diam. Saat sekali lagi kusentuh bibirnya, ujung lidahnya menyentuh telunjukku. saya gak sabar lagi. dia kurengkuh dan kukulum bibirnya. dia membalas pelukanku dan menyambut bibirku. Bibirnya yg lembut, kenyal dan hangat kulumat habis, lidahku menyusup di sela bibirnya. dgn hangat dia menyambut lidahku. Kurapatkan tubuhnya ke tubuhku hingga payudaranya menekan dadaku. Kurasakan tubuhnya mengencang dan makin hangat dalam dekapanku. Bibir kami terus bertaut selama beberapa saat. Sisa aroma rokok di nafasnya makin mengobarkan gairahku sementara geliginya nakal menggigit kecil bibir dan lidahku.

“Great kiss..” bisiknya saat kulepaskan untuk bernapas. “You too..” Jemarinya mencengkam lenganku saat kususuri sisi lehernya dgn bibirku. dia gelisah sekali. Tarikan napasnya pendek-pendek dan tersendat. Saat lidahku menyapu cuping telinganya yg bagus dan napasku menghembus tengkuknya dia mengeluh pelan sambil menggigit bibir sementara tangannya liar menggerayangi dada dan punggungku. Desahnya makin cepat saat ciumanku menuruni lekuk lehernya. Suhu ruangan yg ber-AC terasa makin gerah saja. Blusnya kurenggut dari pinggang pantalonnya. Tanganku mendapatkan pinggangnya yg mulus, hangat dan liat. Kedua belah tangannya melingkar menahan tengkukku saat dia mengecupi bibirku. Sebelah tungkainya mulai naik melingkungi pinggangku. dgn gugup dia meraih kancing bra-nya saat blusnya kulucuti. dgn bertumpu pada sisi meja, kuangkat Virni dalam gendonganku. Mulutku mendapatkan pucuk-pucuk buah dadanya yg coklat muda kemerahan dan dgn gemas kunikmati. Sementara kuremasi pantatnya.

“Aryo.. Aryo..” desisnya. Sembarangan dia mencoba membuka hem-ku, dua biji kancing lepas saat gak sabar dia menariknya. dia merosot dari gendonganku, dgn jemari bergetar dia berusaha membuka gesper ikat pinggangku. ngga berhasil. Tangannya beralih merabai selangkanganku, padahal tanpa dirabainya pun saya sudah “hard on” dari tadi. Tiba-tiba dia berlutut dan membuka ritsleting-ku dgn giginya. dgn sukarela kubuka gesperku karena jeans-ku terasa makin sempit oleh kontol ku yg menggembung. Celana itu segera ditarik turun hingga lepas lengkap dgn celana dalamku. Virni menyambut ujung kontol ku dgn mulutnya sementara paha dan pantatku habis diremasinya. “Aaahh!” tubuhku serasa dijalari arus listrik. Virni agaknya benar-benar tahu cara membuat laki-laki meniti “ekstase”. Lidahnya menyusuri batang kontol ku hingga ke pangkal zakar. Susah payah kujaga keseimbanganku agar gak terjatuh tiap kali kepala kontol ku dihisapnya. Tubuh dan lengan Virni serasa membara sementara telapak tangannya dingin dan lembab. Peluh menitik di pelipisnya. Makin lama makin rapat dia mengulum “anu”-ku. Sebelah kakiku dikepitnya di sela paha hingga bagian kewanitaannya menggeser kakiku.

saya gak tahan lagi. Setengah paksa kulepas dia. Pipinya merona, rambutnya acak-acakan, bibirnya memerah dan basah oleh liur. Tubuhnya sedikit menggigil. dia kelihatan makin seksi. begiitu pantalonnya merosot saat kubuka dan dia melepas celana dalamnya, tubuhnya kuangkat dan kusandarkan ke dinding. Kedua tungkainya ketat melilit pinggangku. Desahnya tertahan saat batang kontol ku mulai memasuki liangnya. Geliginya terkatup rapat menahan bibir. Kukulum bibirnya dan lidahku masuk ke rongga mulutnya. “Mhh!” jeritnya tertahan bibirku, saat kujejalkan seluruh batang kontol ku ke lubang memek nyaa yg kesat dan hangat. “Hhh..” dia menggelinjang, menggeliat berusaha meronta dari pelukanku saat kugerakkan panggulku sehingga organku menggeser dinding dalam liangnya yg menyempit merapati kontol ku.

Semakin dia memekik dan otot-ototnya berusaha mendorong batang kontol ku, makin keras dan dalam kudesak dia. Kubiarkan dia menggigit bahuku untuk melampiaskan segala yg dirasainya hingga akhirnya dia mulai mengikuti irama shake up-ku. Hangat nafasnya menyapu wajahku. Peluh mengembun di sekujur tubuh kami meski suhu AC 17ยบ C pada dinihari itu. Virni mengusap peluh di wajahku dan meniupiku. Tiba-tiba jepitan tungkainya di pinggangku mengetat, denyutan liangnya pun makin hebat. Virni mengatupkan giginya, panggulnya berayun menyambut setiap desakanku, pelukannya pindah ke panggulku seakan menuntutku lebih dalam pada setiap goyangan. Lubang memek nyaa kini lembab dan licin oleh cairan kewanitaannya. Kudekap dia erat-erat. Akhirnya sebelah kaki Virni turun dari pinggangku saat dia mencapai orgasme. Dahinya tersandar di bahuku. Buru-buru dia kubawa ke kursi terdekat. Gaya knee-trembler begini betul-betul menuntut stamina ekstra.

Di kursi, Virni duduk di pangkuanku dan mulai pulih dari orgasmenya. Seperti biasa dia menatapku terang-terangan. Ujung-ujung jarinya menyusuri wajahku. Menyibak rambut yg menutupi dahiku, mengikuti bentuk alisku, menuruni hidungku, menyapu kumisku dan merabai bibirku. saya merasa seperti mainan. Saat telunjuknya menyentuh bibir bawahku, kutangkap tangannya dan kugigit telunjuknya. dia memekik dan tertawa, suara tawanya merdu. dia menunduk padaku sambil menjulurkan ujung lidahnya ke depan bibirku. Tentu saja kusambut godaannya itu untuk sekian kalinya, lidah merah jambu itu kutarik ke mulutku dan kukulum, sementara buah dadanya yg kenyal menekan dadaku yg terbuka. Jantungku serasa berdetak di telinga. Kuusap kedua gumpalan indah di dadanya itu sembari bibir kami terus beradu. Tangannya menjangkau tanganku dan membawanya merabai gunung kembar itu dgn cara yg disukainya. dia bahkan membiarkanku meremasnya.

Darahku serasa naik sampai ke kepala. saya sudah gak tahan lagi. Kupegang panggulnya dan kudesak dia beberapa kali maju mundur. dia sesekali meringis dan mendesis karena gerakan itu, tapi tiap kali kontol ku menyodoki memek nyaa, tiap kali itu pula dia memajukan panggulnya hingga rasanya saya masuk makin dalam dan liangnya jadi makin sempit karena kontraksi. “Yo..” rintihnya sambil berpegangan erat pada tepi meja saat kupaksa anuku masuk lebih dalam lagi. Tiap kali dia mengeluh, memanggilku, saya jadi makin semangat. Bagai kesetanan (mungkin memang kesetanan) tubuhnya kurangkul, kuciumi bibir, leher dan dadanya dan kutahan panggulnya kuat-kuat saat semenku menyembur ke liangnya. Gelenyar nikmat menjalari setiap titik syaraf di tubuhku.

Virni berkaca-kaca, segaris air mata membasahi pipi kirinya. “Sakit?” tanyaku. dia menggeleng dan merebahkan tubuh ke dadaku. Tanganku diraih dan diletakkannya di pipinya. Saat itu baru kusadar betapa putih kulitnya dibanding kulit sawo matang gelapku. Kukecup dahinya. dia makin merapat padaku berusaha menghangati tubuh telanjangnya dari suhu AC yg menggigit.
“Berapa lama sudah?” tanyaku setelah beberapa saat berdiam diri.
“Maksudmu?”
“Ini bukan pertama kalinya ‘kan?” tebakku.
“Kapan terakhir kamu melakukannya?”
“Apa itu perlu?”
“Ingin tahu saja.”
dia menghela napas.
“saya ngga segampangan yg kau sangka.”
“Jelas. Tapi boleh dong saya tahu, saya ini nomer berapamu?” rajukku.
Virni menghela nafas dan menatapku lurus-lurus. dia mengangkat dua jarinya di depan hidungku. “Masa, sih?” tanyaku gak percaya sekaligus bangga.
“Buat apa saya bohong?” katanya sambil berbalik memunggungiku lalu meraih wadah rokok dan pematikku, disulutnya sebatang.
“Siapa yg pertama, pacarmu, teman di kantor lama, atau.. suamimu?” selidikku.
“Bukan urusanmu,” gumamnya.

Asap rokok dihembus kuat-kuat. Kuambil rokoknya. Kuciumi bibirnya.
“Sorry, cuma penasaran aja. Jangan-jangan kau hobi meniduri kolega,” dia tertawa.
“Sembarangan. ngga lah. Mungkin kita cocok aja.”
dia menggeser mouse-ku dan mengklik ikon Winamp. Sesaat kemudian Get Lost in Your Eyes-nya Debbie Gibson mengalun.
“Cocok, gimana?” kusibak rambut yg menutupi tengkuknya dan kuciumi belakang lehernya.
“Mmm.. kamu.. kreatif..” jawabnya.
Ciumanku menjalar ke punggung, bahu dan pipinya.
“Jelas dong. Senior Art Designer! Tapi masa cuma kreatif aja, ngga ada lainnya?” tuntutku di telinganya.
saya mulai panas dingin lagi.a
“Lho, jarang lho cowok kreatif soal making love,” tegasnya.
“Mhhm. Kalau cowokmu dulu.. gimana?” kejarku.
dia langsung berbalik dan menyumbat mulutku dgn ciuman.
“Jangan ngomong soal orang itu, ah!” tolaknya.
“OK. soal kita saja, ya.”

Kami mulai bercumbu lagi. Seperti tadi, dia menggerayangiku ke mana-mana sementara lidahnya bermain di kedua putingku. Tiba-tiba tangannya meluncur turun merabai perutku, menyusuri rambut pendek yg tumbuh mulai bawah pusar hingga ke pangkal batang kontol ku. Lalu dia mulai menjahili kontol ku yg setengah ereksi. Betul-betul bikin penasaran. Cuma telunjuknya saja yg ke sana kemari merambah batang kontol sampai kantung zakar. “Shake me,” kataku. dia ragu-ragu. Kugenggamkan tangannya ke kontol ku. dia langsung melepaskannya. “Please,” pintaku. Sekali lagi kubawa tangannya ke sana. dia menekanku lembut. “Sakit ngga?” tanyanya. saya menggeleng. dia mulai mengurutku. Gila! kontol langsung menegang penuh. Virni menghela nafas dan merapatkan tubuhnya padaku. Kuangkat dia ke meja poster di sebelah mejaku. Lembar-lembar storyboard, disain poster, kepingan negative slide dan sebuah asbak penuh puntung kusapu begiitu saja saat kami menaiki meja.

Cerita seks Ngentot Cewek Cool n Sexy Dikantor ngentot cewek cool, kisah dewasa porno ngentot cewek cool cerita sex ngentot dikantor cewek sexy bitchy

Ngentot Cewek Cool n Sexy Dikantor


Babak kedua dimulai. Berada dalam tindihan tubuhku, Virni begiitu penurut dan mesra. Ah, seandainya dia juga begini saat kami mengolah iklan. dia seakan tahu apa yg kuinginkan dan membiarkan saya berbuat semauku. Dinding keramik ruang kerja kami memantulkan bayangan tubuh kami yg saling merapat. Desah Virni makin jelas. Meski Virni menyambut semua ciumanku dgn hangat dan membawa tanganku kemana-mana menyusuri tubuhnya, “gerbang selatan”-nya gak seramah si pemilik. Tiap kali kuayun panggulku agar kontol ku masuk lebih dalam memek yang imut dan sempit itu. Makin kugoyang, makin sempit saja rasanya. Di antara jepitan-jepitannya yg heboh, otot liang Virni sesekali bergerak memutar batangku. Ooh, dimana anak ini belajar jurus begiituan?! saya sempat kelabakan juga untuk mengimbanginya. Untung, Virni sendiri agaknya gak cukup kuat menahan orgasmenya.

gak lama kemudian liangnya membasah dan makin licin. Runtuh juga akhirnya pertahanan yg gigih itu. dgn semangat juang membara saya mulai memompa kuat-kuat. Darahku rasanya berdesir-desir di ubun-ubun karena Virni masih berusaha melakukan perlawanan terakhir meski sudah basah kuyup. Batang kontol ku rasanya seperti dipijat maju mundur oleh celah yg penuh dilumasi cairan kewanitaan. Virni mulai terengah-engah lagi. Jemarinya yg berkuku pendek mulai ngawur mencakari bahuku. Kutangkap kedua tangan mungilnya, kubawa ke atas kepalanya dan kutindih dgn lenganku.

“Jangan galak-galak, dong,” bisikku di telinganya.
“S.. sori, saya ngga tahan..” sahutnya di sambil menarik nafas.
“ngga tahan ini ya..” kuayun panggulku perlahan hingga kontol ku bergerak dalam liangnya.
“Ngghh..!” pekiknya sambil menggeliat.
Pahanya langsung mengencang mengepit pinggangku.
“Yo, lepasin dong!” rengeknya sambil berusaha melepaskan tangannya dari genggamanku.
“ngga enak, ngga bisa peluk kamu.”
“Asal janji ngga main cakar, perih nih..” tawarku.
dia mengangguk. begiitu kulepas, dia langsung mengusap bahuku.
“Mana yg perih, ooh, ini ya? Kaciyaann..” ledeknya sebelum mengecupi lecet bekas kukunya itu.

Mau gak mau saya tertawa juga melihat ulahnya. Jeda sesaat itu ternyata justru mengobarkan klimaks yg tertunda karena cakaran Virni. Masih tertawa-tawa, kuteruskan genjot memek Virni yg sudah banjir deras. Virni memekik tertahan-tahan setiap kali saya genjot memek nya. dia menggeliat, menggelinjang gak karuan dalam tindihanku, namun tiba-tiba saja tubuhnya merapat erat.
“Te.. rus.. Yo, teruss..” desahnya meracau.
“Tahan Virni, sedikit lagi..” bujukku pada Virni yg sudah mabuk orgasme.
dgn sabar dan lembut Virni mengulum bibirku, merabai dadaku, melarikan jemarinya ke tengkuk dan pangkal telinga serta mengusapi rambutku sampai akhirnya kontol ku ngecrot habis-habisan dalam liang memek nya.

Bukan Virni namanya kalau ngga penuh kejutan. gak lebih dari sepuluh menit setelah kami selesai, dia sudah merosot turun dari meja poster dan memunguti bajunya yg terserak di lantai dan mejaku, sementara saya masih melayang-layang menikmati sensasi.
“Sudah jam empat, kerjaan belum selesai,” katanya.
“saya mandi dulu.”
Hilang sudah Virni yg hangat dan merajuk manja. Kini kembali kulihat creative director yg dingin dan efektif.

Hampir sejam Virni di kamar mandi, dia muncul dalam keadaan wangi dan berbaju bersih. Rambut lurusnya basah bekas keramas. Sisa air masih menetes-netes di ujung rambutnya.
“Coba kau lihat ini, bagaimana kalau disainnya kita buat begini..” panggilku.
Selama dia mandi saya berhasil menyelesaikan rancangan storyboard utama berkat pikiran yg sudah jernih.
“Ini bagus,” katanya sambil menunduk memandangi disainku di layar komputer.
Entah kenapa tiba-tiba terlintas dalam pikiranku bahwa dia milikku dan jangan sampai teman sekantor lainnya mendekatinya.
“Udah, kamu mandi dulu gih, clean-up-nya biar saya yg rapiin,” katanya dgn nada gak mau dibantah.

Kali ini dgn senang hati saya menurutinya. Saat office boy datang jam 6, disain untuk presentasi internal sudah selesai seluruhnya, kami juga sudah merapikan meja poster yg semalam jadi arena pergumulan. Jam 8 saat teman-teman datang, mereka cuma melihat creative director and senior art designer yg asyik berkutat dgn komputer masing-masing.
“Wah, hebat. Gimana nih kabar pasangan Lapis Legit kita?” ledek Tigor si media planner.
“Sip!” kataku.
“Storyboard utama sudah siap dipresentasikan.”
Tigor ternganga.
“Sialan. Kompak juga kalian,” makinya kemudian.
Jam 9.30 , briefing di mulai. dgn dingin Virni menerangkan pekerjaan kami, dan membagi kesempatan bicara untukku, namun ngga sekalipun dia memandangku. Entah apa yg dipikirkannya. Entah bagaimana kelanjutan hubungan kami nantinya
Ngentot Cewek Cool n Sexy Dikantor
Ngentot Cewek Cool n Sexy Dikantor, cerita seks , Cerita seks Ngentot Cewek Cool n Sexy Dikantor ngentot cewek cool, kisah dewasa porno ngentot cewek cool cerita sex ngentot dikantor cewek sexy bitchy, kisah porno, kisah sex bokep, sex, Ngentot Cewek Cool n Sexy Dikantor

10
205

Tags cerita dewasa paling populer di blog ini: cerita seks, Cerita Dewasa, 17 Tahun, sex, Ngentot, Memek, Istri, selingkuh, Kontol, Entot, Mama, gangbang, tante, threesome, ABG, Binal, sexy, toket, payudara.
Aktifkan javascript lalu tekan F5, untuk membuka halaman
meng-klik link cerita secara normal
dan membuka gambar lebih besar.
Cerita dewasa seks terpanas, update setiap hari cerita terbaru Cerita seks dewasa ngentot memek isteri, perek, bispak.
http://cerita-dewasa-terpanas.blogspot.com